Anda di halaman 1dari 141

PEMERINTAH DAERAH

KABUPATEN BALANGAN
PROVINSI KALIMANTAN SELATAN

Laporan Kinerja
Tahun 2017

Jalan A. Yani No. 01 Telp. (0526) 2028395 Fax. (0526) 2028248 Paringin Selatan
Kabupaten Balangan Provinsi Kalimantan Selatan Kode Pos 71662
BUPATI BALANGAN

KATA PENGANTAR

Alhamdulillah, dengan mengucapkan puji dan syukur ke hadirat Allah SWT.


Tuhan Yang Maha Esa karena atas rahmat, taufik dan inayah-Nya kita dapat
menyusun dan menyelesaikan Laporan Kinerja Instansi Pemerintah Kabupaten
Balangan Tahun 2017.

Laporan Kinerja Instansi Pemerintah Kabupaten Balangan ini adalah


merupakan media pertanggungjawaban Pemerintah Kabupaten Balangan dalam
menjalankan roda pemerintahan, pembangunan dan kemasyarakatan sesuai
dengan urusan yang dimiliki yang di dalamnya berisi ikhtisar yang menjelaskan
secara singkat dan lengkap tentang capaian kinerja yang disusun berdasarkan
rencana kinerja yang ditetapkan dalam rangka pelaksanaan Anggaran dan
Pendapatan Belanja Negara/Anggaran Pendapatan Belanja Daerah
(APBN/APBD) dalam mencapai tujuan dan sasaran strategisnya dalam rangka
pencapaian visi dan misi Bupati dan Wakil Bupati terpilih priode 2016-2021.
Disamping itu laporan ini juga memuat aspek penting bidang keuangan yang
secara langsung merupakan hubungan yang tidak terpisah antara anggaran
yang dibelanjakan dengan hasil atau manfaat yang diterima masyarakat.

Pelaksanaan kegiatan pemerintahan, pembangunan dan kemasyarakatan


di Kabupaten Balangan sebagaimana telah diketahui adalah berpedoman dengan
kebijakan yang tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah
Nasional (RPJM Nasional) dan Rencana Pembangunan Jangka Menengah
Daerah (RPJMD) Kabupaten Balangan. Keberhasilan/kegagalan atau
kenaikan/penurunan capaian kinerja sasaran strategis Pemerintah Kabupaten
Balangan ditentukan oleh konsistensinya pelaksanaan program dan kegiatan
yang dilaksanakan Satuan Kerja Perangkat Daerah dilingkungan Pemerintah
Kabupaten Balangan.

Demikian Laporan Kinerja ini disusun, dengan harapan dapat memberikan


informasi dan bahan evaluasi terhadap kinerja Pemerintah Daerah yang dimuat
dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah ( RPJMD) Kabupaten
Balangan tahun 2016-2021 dan Surat Kepusan Bupati Nomor 576 Tahun 2017.

Sekian dan terima kasih.

Paringin, Maret 2018

BUPATI BALANGAN,

H. ANSHARUDDIN
PEMERINTAH DAERAH
KABUPATEN BALANGAN

IKHTISAR EKSEKUTIF

Dalam penyelenggaraan pemerintahan daerah, Pemerintah


Kabupaten Balangan berupaya menyelenggarakan pemerintahan dengan
berprinsip pada pemerintahan yang baik (good governance) dan
berorientasi kepada hasil (result oriented government) sesuai dengan
kewenangannya. Oleh karena itu, manajemen pemerintahan yang perlu
diimplementasikan adalah akuntabilitas kinerja. Akuntabilitas kinerja
setidaknya harus memuat visi, misi, tujuan dan sasaran yang memiliki arah
dan tolok ukur yang jelas atas rumusan perencanaan strategis organisasi
sehingga gambaran hasil yang ingin dicapai dalam bentuk sasaran dapat
terukur, dapat diujikan diandalkan.
Tahun 2017 merupakan tahun kedua dalam upaya pencapaian tujuan
dan sasaran RPJMD 2016-2021, secara umum pencapaian sasaran melalui
indikator-indikator sasaran menunjukkan keberhasilan untuk mencapai misi
dan tujuan sebagaimana yang tertuang dalam Peraturan Daerah Kabupaten
Balangan Nomor 12 Tahun 2016 tentang RPJMD Kabupaten Balangan
Tahun 2016-2021.
Dalam Peraturan Daerah Nomor 12 Tahun 2016 tersebut untuk
mewujudkan Visi telah ditetapkan 7 Misi, 12 Tujuan dan 24 Sasaran.
Berdasarkan saran/arahan dari Biro Organisasi Provinsi Kalimantan Selatan,
Inspektorat Provinsi Kalimantan Selatan dan Kementerian Pendayagunaan
Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Asisten Deputi Bidang Perumusan
Kebijakan Reformasi Birokrasi, Akuntabilitas Aparatur, dan Pengawasan)
bahwa sasaran dan indikator kinerja yang ada dalam RPJMD Kabupaten
Balangan dapat diringkas dipilih sasaran yang betul-betul strategis dan
indikator kinerja utamanya. Sesuai arahan tersebut sehingga sasaran yang
semula berjumlah 38 sasaran menjadi 27 sasaran dan indikator kinerja
sasaran semula berjumlah 143 indikator kinerja sasaran menjadi 47 indikator

LKIP TAHUN 2016 – IKHTISAR EKSEKUTIF i


PEMERINTAH DAERAH
KABUPATEN BALANGAN

kinerja sasaran (ditetapkan dalam Surat Keputusan Bupati Balangan Nomor


576 Tahun 2017 tentang tentang Indikator Kinerja Utama di Lingkungan
Pemerintah Kabupaten Balangan.
Mengacu pada Surat Keputusan Bupati Balangan Nomor 576 Tahun
2017, maka rata-rata capaian sasaran dalam rangka mencapai visi, misi dan
tujuan Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah adalah sebagai berikut :

 Misi I terdapat 1 tujuan, 3 sasaran dan 7 indikator kinerja :


 Capaian indikator sasaran, sebanyak 3 indikator sasaran kategori
sangat berhasil (melampaui target), 2 indikator sasaran kategori
berhasil (mencapai target), 1 indikator sasaran kategori cukup berhasil
(cukup mencapai target) dan 1 indikator sasaran kategori kurang
berhasil (belum mencapai target).

 Misi II terdapat 1 tujuan, 3 sasaran dan 7 indikator kinerja :


 Capaian indikator sasaran, sebanyak 5 indikator sasaran kategori
sangat berhasil (melampaui target), 1 indikator sasaran kategori
berhasil (mencapai target) dan 1 indikator sasaran kategori cukup
berhasil (cukup mencapai target).

 Misi III terdapat 1 tujuan, 5 sasaran dan 11 indikator kinerja :


 Capaian indikator sasaran, sebanyak 5 indikator sasaran kategori
sangat berhasil (melampaui target), 3 indikator sasaran kategori
berhasil (mencapai target), 2 indikator sasaran kategori cukup berhasil
(cukup mencapai target), dan 1 indikator sasaran kategori kurang
berhasil (belum mencapai target).

 Misi IV terdapat 1 tujuan, 4 sasaran dan 8 indikator kinerja :


 Capaian indikator sasaran, sebanyak 5 indikator sasaran kategori
sangat berhasil (melampaui target), 2 indikator sasaran kategori

LKIP TAHUN 2016 – IKHTISAR EKSEKUTIF ii


PEMERINTAH DAERAH
KABUPATEN BALANGAN

berhasil (mencapai target), 1 indikator sasaran kategori cukup berhasil


(cukup mencapai target).

 Misi V terdapat 1 tujuan, 7 sasaran dan 7 indikator kinerja :


 Capaian indikator sasaran, sebanyak 1 indikator sasaran kategori
sangat berhasil (melampaui target), 3 indikator sasaran kategori
berhasil (mencapai target), 1 indikator sasaran kategori cukup berhasil
(cukup mencapai target) dan 2 indikator sasaran kategori kurang
berhasil (belum mencapai target).

 Misi VI terdapat 1 tujuan, 3 sasaran dan 5 indikator kinerja :


 Capaian indikator sasaran, sebanyak 2 indikator sasaran kategori
sangat berhasil (melampaui target), dan 3 indikator sasaran kategori
berhasil (mencapai target).

 Misi VII terdapat 1 tujuan, 2 sasaran dan 2 indikator kinerja :


 Capaian indikator sasaran, sebanyak 1 indikator sasaran kategori
sangat berhasil (melampaui target), dan 1 indikator sasaran kategori
berhasil (mencapai target).

Berkenaan dengan rata-rata capaian indikator sasaran terhadap target


yang telah ditetapkan sebagaimana di atas, hasil analisis pencapaian
indikator sasaran terhadap 27 sasaran yang mencakup 47 indikator sasaran,
diketahui bahwa 22 indikator sasaran sangat berhasil, 15 indikator sasaran
berhasil, 6 indikator cukup berhasil dan 4 indikator sasaran kurang berhasil.
Rata-rata realisasi capaian kinerja mencapai 139.32% atau bermakna
Sangat Berhasil. Jadi capaian kinerja Pemerintah Kabupaten Balangan
pada tahun 2017 Sangat Berhasil.

LKIP TAHUN 2016 – IKHTISAR EKSEKUTIF iii


PEMERINTAH DAERAH
KABUPATEN BALANGAN

BAB I
PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG

Kabupaten Balangan adalah salah satu dari 13 Kabupaten/Kota


yang berada di Propinsi Kalimantan Selatan yang merupakan hasil
Pemekaran berdasarkan Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2003 tentang
pembentukan Kabupaten Tanah Bumbu dan Kabupaten Balangan di
Propinsi Kalimantan Selatan. Dalam penyelenggaraan pemerintahan,
pembangunan, dan pelayanan kepada masyarakat pemerintah
Kabupaten Balangan mewujudkan good governance. Perwujudan good
governance diimplimentasikan oleh pemerintah Kabupaten Balangan
dalam tiga pilar tata pemerintahan yang baik yaitu akuntabilitas,
partisipasi, dan transpransi.

Laporan Kinerja Instansi Pemerintah adalah ikhtisar yang


menjelaskan secara singkat dan lengkap tentang capaian kinerja yang
disusun berdasarkan rencana kerja yang ditetapkan dalam rangka
pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara/Anggaran
Pendapatan dan Belanja Daerah (APBN/APBD) yang mengacu pada
Rencana Kerja Pemerintah Daerah tahun 2016 dan Rencana
Pembangunan Jangka Menengah Daerah Tahun 2016-2021. Hal ini
sesuai dengan Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 29 Tahun
2014 tentang Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah, dan
Peratauran Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi
Birokrasi Republik Indonesia Nomor 53 Tahun 2014 tentang Petunjuk
Teknis Perjanjian Kinerja, Pelaporan Kinerja dan Tata Cara Reviu atas
Laporan Kinerja Instansi Pemerintah.

LKj TAHUN 2017- PENDAHULUAN 1


PEMERINTAH DAERAH
KABUPATEN BALANGAN

Laporan Kinerja Instansi Pemerintah Kabupaten Balangan


Tahun 2017 disusun sebagai bentuk akuntabilitas dari pelaksanaan
tugas dan fungsi yang dipercayakan kepada setiap instansi pemerintah
atas penggunaan anggaran. Sedangkan tujuan pelaporan kinerja
instansi pemerintah adalah untuk memberikan informasi kinerja yang
terukur kepada pemberi mandat atas kinerja yang telah dan seharusnya
dicapai, sebagai upaya perbaikan berkesinambungan bagi instansi
pemerintah untuk meningkatkan kinerjanya.

B. GAMBARAN KABUPATEN BALANGAN

B.1. Luas dan Batas Wilayah


Luas Wilayah Kabupaten Balangan 1.878,3 Km 2 secara
geografis terletak pada 2⁰ 01’ 37” sampai dengan 2⁰ 35’ 58”
Lintang Selatan dan 114⁰ 50’ 24” sampai dengan 115⁰ 50’ 24”
Bujur Timur, dengan batas administratif sebagai berikut :

Sebelah Utara : Kabupaten Tabalong dan Kabupaten Pasir


Propinsi Kalimantan Timur
Sebelah Selatan : Kabupaten Hulu Sungai Tengah
Sebelah Barat : Kabupaten Hulu Sungai Utara
Sebelah Timur : Kabupaten Kota Baru dan Kabupaten Pasir
Propinsi Kalimantan Timur

LKj TAHUN 2017- PENDAHULUAN 2


PEMERINTAH DAERAH
KABUPATEN BALANGAN

Gambar 1.1
Batas Administrasi Kabupaten Balangan

Daerah yang paling luas adalah Kecamatan Halong yaitu


659,84 km2 (35,1 persen), Kecamatan Juai 386,88 km 2 (20,6
persen), Kecamatan Tebing Tinggi 257,25 km 2 (13,7 persen),
Kecamatan Batumandi 147,96 km2 (7,9 persen), Kecamatan
Awayan 142,57 km2 (7,6 persen), Kecamatan Paringin 100,04 km 2
(5,3 persen), Kecamatan Lampihong 96,96 km 2 (5,2 persen), dan
Kecamatan Paringin Selatan 86,80 km 2 (4,6 persen). Kabupaten
Balangan terdiri atas 154 desa dan 3 kelurahan (berdasarkan
Perda No. 03 Tahun 2008 tentang Pembentukan, Susunan
Organisasi dan Tata Kerja Kelurahan Paringin Kota, Kelurahan

LKj TAHUN 2017- PENDAHULUAN 3


PEMERINTAH DAERAH
KABUPATEN BALANGAN

Paringin Timur dan Kelurahan Batu Piring Kecamatan Paringin


Kabupaten Balangan). Hal ini dapat dilihat pada Gambar 1.2 dan
Tabel 1.1. berikut ini

Gambar 1.2
Luas Masing-masing Kecamatan di Kabupaten Balangan dalam Satuan
Km2

Sumber : BPS, Kabupaten Balangan Dalam Angka Tahun 2014

Tabel 1.1
Jumlah Kecamatan, Kelurahan dan Desa di Kabupaten Balangan

Kecamatan Kelurahan (Buah) Desa (Buah)


1. Lampihong - 27
2. Paringin 2 14
3. Juai - 21
4. Halong - 24
5. Batu Mandi - 18
6. Paringin Selatan 1 15
7. Awayan - 23
8. Tebing Tinggi - 12
Jumlah 3 154

LKj TAHUN 2017- PENDAHULUAN 4


PEMERINTAH DAERAH
KABUPATEN BALANGAN

*)Sumber data : BPS Balangan Dalam Angka Tahun 2016

B.2. Aspek Strategis


Aspek strategis yang menjadi bagian dari perwujudan visi
Bupati yang yang ingin diwujudkan pada akhir masa jabatan Bupati
Balangan adalah:

B.2.a. Pendidikan
Salah satu faktor pendukung keberhasilan
pembangunan adalah Sumber Daya Manusia (Human
Resources) yang berkualitas. Pembangunan di bidang
pendidikan merupakan upaya meningkatkan kualitas SDM
agar dapat menjadi manusia seutuhnya, sehat jasmani-
rohani, terampil, menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi
(IPTEK) serta beriman dan bertaqwa (IMTAQ) kepada
Tuhan Yang Maha Esa. SDM dari Kab. Balangan
diharapkan dapat bersaing dengan tenaga kerja dari daerah
lain di bursa kerja dan dalam kancah dunia usaha.

B.2.b.Kesehatan
Pembangunan di bidang kesehatan bertujuan agar
semua lapisan masyarakat dapat memperoleh pelayanan
kesehatan secara merata dan murah. Dengan tujuan
tersebut diharapkan akan meningkatkan derajat kesehatan
dan kesejahteraan masyarakat. Pembangunan kesehatan
merupakan bagian integral dari pembangunan Sumber
Daya Manusia. Faktor kesehatan menjadi syarat mendasar
bagi manusia sebelum memulai aktivitas hidupnya, karena
manusia yang tidak sehat tidak akan mampu berkiprah
secara optimal.

LKj TAHUN 2017- PENDAHULUAN 5


PEMERINTAH DAERAH
KABUPATEN BALANGAN

B.2.c. Pembangunan Ekonomi Kerakyatan


Pembangunan ekonomi kerakyatan merupakan
upaya Pemerintah Kabupaten Balangan untuk
penanggulangan kemiskinan dan pengangguran.
Pertumbuhan angkatan kerja yang tidak diimbangi dengan
perluasan kesempatan kerja akan berakibat pada
peningkatan jumlah pengangguran.
Berdasarkan data, fakta dan analisis sederhana
sektor pertanian dan perkebunan merupakan jasa utama
dalam penyediaan lapangan kerja dan peningkatan
kesejahteraan rakyat. Pemerintah juga memberikan bantuan
untuk meningkatkan perekonomian masyarakat bagi para
pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah dalam bentuk
modal kerja, baik melalui Program Nasional Pemberdayaan
Masyarakat (PNPM-Mandiri) maupun program lainnya yang
berskala lokal.

B.2.d. Aparat Pemerintah


Aparat Pemerintah dilingkungan Pemerintah
Kabupaten Balangan untuk mendukung penyelenggaraan
kegiatan pemerintahan, pembangangunan dan pelayanan
kepada masyarakat pada tahun 2017 berjumlah 3.229
PNSD/CPNSD menurut tingkat pendidikan, yaitu : SD
sebanyak 60 orang, SMP/sederajat sebanyak 75 orang,
SMA/sederajat sebanyak 487, D1 sebanyak 17 orang, D2
sebanyak 194 orang, D3 sebanyak 403 orang, D4 sebanyak
24 orang, S1 sebanyak 1818 orang, S2 sebanyak 150 orang
dan S3 sebanyak 1 orang.

LKj TAHUN 2017- PENDAHULUAN 6


PEMERINTAH DAERAH
KABUPATEN BALANGAN

C. TUGAS POKOK DAN STRUKTUR ORGANISASI

C.1. Tugas Pokok

Pemerintah Kabupaten Balangan mempunyai tugas


pokok mencakup empat fungsi penting, yaitu fungsi pelayanan
(services), pemberdayaan (empowerment), pembangunan
(development), serta fungsi Pembina jaringan bisnis (business
networking). Pelayanan akan menumbuhkan keadilan dalam
masyarakat, pemberdayaan akan mendorong kemandirian
masyarakat, pembangunan akan menciptakan kemakmuran dalam
masyarakat, serta jaringin bisnis dimaksudkan untuk mendorong
pengembangan dunia usaha.

C.2. Struktur Organisasi


Oraganisasi perangkat daerah Pemerintah Kabupaten
Balangan telah diterbitkan Peraturan Daerah Nomor 14 Tahun
2016 Tentang Pembentukan dan Susunan Perangkat Daerah
Kabupaten Balangan. Dengan peraturan daerah ini dibentuk
organisasi perangkat daerah sebagai berikut :

Tabel 1.2
Nama Satuan Kerja/Organisasi dan Nomor Perda di
kabupaten Balangan

No. Nama Satuan Kerja/Organisasi Nomor Perda

1. Sekretariat Daerah No. 14 Tahun 2016

2. Sekretariat DPRD No. 14 Tahun 2016


3. Inspektorat merupakan Inspektorat No. 14 Tahun 2016
4. Dinas Pendidikan No. 14 Tahun 2016
5. Dinas Kesehatan No. 14 Tahun 2016

LKj TAHUN 2017- PENDAHULUAN 7


PEMERINTAH DAERAH
KABUPATEN BALANGAN

No. Nama Satuan Kerja/Organisasi Nomor Perda

6. Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang No. 14 Tahun 2016

Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan


7. No. 14 Tahun 2016
Permukiman

8. Satuan Polisi Pamong Praja No. 14 Tahun 2016


9. Dinas Sosial No. 14 Tahun 2016
10. Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi No. 14 Tahun 2016
Dinas Pemberdayaan Perempuan dan
11. No. 14 Tahun 2016
Perlindungan Anak

12. Dinas Ketahanan Pangan No. 14 Tahun 2016


13. Dinas Lingkungan Hidup No. 14 Tahun 2016
14. Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil No. 14 Tahun 2016
15. Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa No. 14 Tahun 2016
Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga
16. No. 14 Tahun 2016
Berencana

17. Dinas Perhubungan No. 14 Tahun 2016


18. Dinas Komunikasi dan Informatika No. 14 Tahun 2016
Dinas Koperasi, Usaha Mikro/Kecil, dan
19. No. 14 Tahun 2016
Perindustrian

Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan


20. No. 14 Tahun 2016
Terpadu Satu Pintu

21. Dinas Kepemudaan dan Olahraga No. 14 Tahun 2016


22. Dinas Perpustakaan No. 14 Tahun 2016
23. Dinas Kearsipan No. 14 Tahun 2016
24. Dinas Perikanan No. 14 Tahun 2016
25. Dinas Pariwisata No. 14 Tahun 2016

LKj TAHUN 2017- PENDAHULUAN 8


PEMERINTAH DAERAH
KABUPATEN BALANGAN

No. Nama Satuan Kerja/Organisasi Nomor Perda

26. Dinas Pertanian No. 14 Tahun 2016


27. Dinas Perdagangan No. 14 Tahun 2016
28. Badan Perencanaan Pembangunan Daerah No. 14 Tahun 2016
29. Badan Keuangan Daerah No. 14 Tahun 2016
Badan Kepegawaian, Pendidikan dan
30. No. 14 Tahun 2016
Pelatihan Daerah

Badan Penelitian dan Pengembangan


31. No. 14 Tahun 2016
Daerah

32. Badan Kesatuan Bangsa dan Politik No. 14 Tahun 2016


33. Badan Penanggulangan Bencana Daerah No. 14 Tahun 2016
34. RSUD No. 14 Tahun 2016
35. Kecamatan (8 Kecamatan) No. 14 Tahun 2016
Sumber data Bagian Organisasi Setda Kabupaten Balangan 2017

D. SISTEMATIKA PENYUSUNAN LAPORAN KINERJA INSTANSI


PEMERINTAH

Penyusunan Laporan Kinerja Pemerintah Kabupaten Balangan


ini berpedoman pada Peraturan Menteri Negara Pendayagunaan
Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 53 Tahun 2014
tentang Petunjuk Teknis Perjanjian Kinerja, Pelaporan Kinerja dan Tata
Cara Reviu Atas Laporan Kinerja Instansi Pemerintah, dan Peraturan
Pemerintah Nomor 8 Tahun 2006 tentang Pelaporan Keuangan dan
Kinerja Instansi Pemerintah. Pelaporan kinerja ini ditekankan kepada
capaian kinerja terhadap Indikator Kinerja Utama atas
pertanggungjawaban terhadap keberhasilan/kegagalan atau
peningkatan/penurunan kinerja serta alternative solusi yang dilakukan
untuk pelaksanaan misi dalam mencapai tujuan dan sasaran organisasi

LKj TAHUN 2017- PENDAHULUAN 9


PEMERINTAH DAERAH
KABUPATEN BALANGAN

yang telah ditetapkan. Adapun sistematika penyusunan Laporan Kinerja


Instansi Pemerintah adalah sebagai berikut :
Bab I Pendahuluan berisi penjelasan singkat tentang latar belakang
penyusunan, gambaran umum kondisi Kabupaten Balangan
yang meliputi Luas dan Batas Wilayah, Aspek Strategis,
Tugas Pokok dan Struktur Organisasi dan Sistematika
Penyusunan Laporan Kinerja Instansi Pemerintah.
Bab II Perencanaan Kinerja berisi penjelasan singkat tentang Visi,
Misi, Penetapan Indikator Makro dan Indikator Kinerja Utama,
Rencana Kinerja Tahun 2017 dan Perjanjian Kinerja Tahun
2017.
Bab III Akuntabilitas Kinerja berisi penjelasan singkat tentang
Pengukuran Capaian Kinerja Utama, Capaian Sasaran
Strategis Organisasi, dan Akuntabilitas Kinerja Keuangan
Bab IV Penutup yang berisi Simpulan, Strategi Peningkatan Kinerja.

LKj TAHUN 2017- PENDAHULUAN 10


PEMERINTAH DAERAH
KABUPATEN BALANGAN

BAB II
PERENCANAAN KINERJA

A. RENCANA PEMBANGUNAN JANGKA MENENGAH


Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD)
Kabupaten Balangan Tahun 2017-2021 disusun berdasarkan visi, misi
dan program kepala daerah yang berpedoman kepada Rencana
Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD) Kabupaten Balangan
Tahun 2005-2025 serta memperhatikan RPJM Nasional yang ditetapkan
dalam Peraturan Presiden Nomor 5 Tahun 2010.
Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJMD) adalah
merupakan acuan dan pedoman dalam penyusunan rencana Kerja
Perangkat Daerah (RKPD) dan Rencana Strategis Satuan Kerja
Perangkat Daerah (SKPD).
RPJMD memuat visi, misi, tujuan, sasaran, indikator sasaran serta
target selama 5 (lima) tahun yang dapat diuraikan sebagai berikut :

A.1. VISI
Adapun visi Bupati/Wakil Balangan terpilih periode 2017-2021
sebagaimana tercantum dalam RPJMD 2017-2021, yaitu :

“TERWUJUDNYA KABUPATEN BALANGAN YANG MAJU DAN


SEJAHTERA MELALUI PEMBANGUNAN SUMBER DAYA
MANUSIA”

Makna dari Visi tersebut sebagai berikut :


MAJU :

LKj TAHUN 2017 – PERENCANAAN KINERJA 11


PEMERINTAH DAERAH
KABUPATEN BALANGAN

Kabupaten Balangan harus mampu mensejajarkan diri


dengan daerah lain yang sudah lebih dahulu maju dengan
mengandalkan pada kemampuan dan kekuatan sendiri. Balangan
yang maju juga berarti roda pemerintahan sudah berjalan secara
optimal yang didukung oleh struktur kelembagaan pemerintah
daerah yang lengkap dan diisi serta dikelola oleh aparatur yang
berkompeten di bidang tugasnya masing-masing, sehingga mampu
memberikan pelayanan prima terhadap masyarakat. Kemajuan juga
tercermin pada tingkat partisipasi publik dalam perumusan
kebijakan pembangunan.

SEJAHTERA :
Terwujudnya peningkatan kesejahteraan rakyat melalui
pembangunan ekonomi yang berlandaskan pada keunggulan daya
saing daerah, kekayaan sumber daya alam dan sumber daya
manusia. Terpenuhinya kebutuhan dasar masyarakat yang meliputi:
sandang, pangan, perumahan, pendidikan, kesehatan, kesempatan
berusaha, rasa aman, didukung oleh infrastruktur yang mantap.

A.2. MISI
Beranjak dari visi pembangunan Kabupaten Balangan Tahun 2016-
2021 tersebut, dan untuk mengarahkan pencapaiannya,
selanjutnya dicanangkan misi pembangunan Kabupaten Balangan
Tahun 2016-2021, yaitu:
1. Meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui
pembangunan pendidikan dan kesehatan;
2. Mewujudkan ekonomi kerakyatan yang berkeadilan;
3. Mewujudkan pembangunan infrastruktur yang
berkesinambungan;

LKj TAHUN 2017 – PERENCANAAN KINERJA 12


PEMERINTAH DAERAH
KABUPATEN BALANGAN

4. Mewujudkan pemanfaatan sumber daya alam (potensi daerah)


berdasarkan kearifan lokal yang berwawasan lingkungan;
5. Mengembangkan sosial budaya kemasyarakatan;
6. Optimalisasi pemberdayaan aparatur pemerintah daerah;
7. Mewujudkan kamtibmas dan kepastian hukum untuk
terciptanya suasana yang kondusif.

B. PENETAPAN INDIKATOR KINERJA UTAMA


Indikator kinerja utama adalah ukuran keberhasilan organisasi
dalam mencapai tujuan dan merupakan ikhtisar Hasil berbagai Program
dan Kegiatan sebagai penjabaran tugas dan fungsi organisasi. Hal ini
sesuai pasal 1 Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan
Reformasi Birokrasi Nomor 53 Tahun 2014 tentang Petunjuk Teknis
Perjanjian Kinerja, Pelaporan Kinerja dan Tata Cara Reviu Atas Laporan
Kinerja Instansi Pemerintah.

Tabel 2.1
Penetapan Indikator Kinerja Utama (IKU)
Kabupaten Balangan Tahun 2017

No. Indikator Utama Satuan IKU

Misi I : Meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui pembangunan


pendidikan dan kesehatan

Sasaran Strategis : Meningkatnya kualitas pendidikan

1 Angka Rata-rata Lama Sekolah % 7.79

2 Angka Harapan Lama Sekolah % 12.54

Sasaran Strategis : Meningkatnya kualitas kesehatan

3 Usia Harapan Hidup % 68.19

LKj TAHUN 2017 – PERENCANAAN KINERJA 13


PEMERINTAH DAERAH
KABUPATEN BALANGAN

4 Angka kematian ibu melahirkan Jlh 214

5 Angka kematian bayi Jlh 13

6 Prevalensi kekurangan gizi % 26.31

Sasaran Strategis : Menciptakan hubungan industrial yang harmonis

7 Prosentase perselisihan hubungan industrial % 60

Misi II : Mewujudkan ekonomi kerakyatan yang berkeadilan

Sasaran Strategis : Meningkatnya investasi daerah

8 Nilai Investasi PMA dan PMDN (Rp) Rp 7.800.000.000.000

Persentase Peningkatan Realisasi Investasi


9 % 5
PMA dan PMDN

Sasaran Strategis : Meningkatnya peranan UMKM serta koperasi dalam


perkuatan struktur pereekonomian daerah

10 Persentase pertumbuhan IKM % 5

Persentase rata - rata peningkatan aset


11 % 10
Koperasi per tahun

12 Persentase Koperasi Aktif % 70

Sasaran Strategis : Meningkatnya ketahanan pangan masyarakat

Tingkat Ketersediaan Pangan Utama


13 Ton 85,1
(Ton/Tahun)
Tingkat Konsumsi Pangan Utama
14 Kg 81
(kg/kapita/tahun)

Misi III : Mewujudkan pembangunan infrastruktur yang berkesinambungan

Sasaran Strategis : Meningkatnya kapasitas dan kualitas prasarana transportasi


dan komunikasi

15 Persentase jalan dalam kondisi baik % 20

16 Persentase jembatan dalam kondisi baik % 40.65

LKj TAHUN 2017 – PERENCANAAN KINERJA 14


PEMERINTAH DAERAH
KABUPATEN BALANGAN

Sasaran Strategis : Meningkatnya pemenuhan kebutuhan air untuk pertanian


pada lahan irigasi dan pemenuhan kebutuhan air baku untuk air bersih

17 Persentase kinerja sistem irigasi % 45.34

18 Persentase penanganan daya rusak air % 25

Sasaran Strategis : Meningkatnya prasarana dan sarana perumahan dan fasilitas


umum
Persentase penduduk yang mendapatkan air
19 % 88.85
minum yang aman
Persentase penduduk yang terlayani sistem
20 % 85.92
air limbah yang memadai
21 Persentase luas genangan % 86.09

22 Persentase rumah layak huni % 90.29

Sasaran Strategis : Tersedianya prasarana fasilitas publik yang memadai

23 Persentase bangunan publik yang layak pakai % 75

Sasaran Strategis : Terwujudnya ruang yang aman, nyaman, produktif dan


berkelanjutan
Persentase tersedianya informasi rencana tata
24 % 40
ruang wilayah
25 Persentase tersedianya luasan RTH % 1.75

Misi IV : Pemanfaatan sumber daya alam (potensi lokal) berdasarkan kearifan lokal

Sasaran Strategis : Pemanfaatan sumber daya alam bidang pertanian

26 Produksi Tanaman Pangan (ton) Ton 184.414

27 Produksi Hortikultura (ton) Ton 19703

28 Swasembada daging (Kg) Kg 1.235.363

29 Produksi Perkebunan (Ton) Ton 26.003

Sasaran Strategis : Pemanfaatan sumber daya alam bidang perikanan

30 Produksi Ikan (ton/tahun) Ton 1.918

31 Konsumsi Ikan Masyarakat (Kg/Kapita/Tahun) Kg 42

Sasaran Strategis : Meningkatnya jumlah kunjungan wisata

LKj TAHUN 2017 – PERENCANAAN KINERJA 15


PEMERINTAH DAERAH
KABUPATEN BALANGAN

32 Jumlah kunjungan wisata Jlh 4.000

Sasaran Strategis : Meningkatnya luas kawasan produktif transmigrasi yang dapat


dimanfaatkan masyarakat
Prosentase luas kawasan transmigrasi yang
33 % 30
dimanfaatkan oleh masyarakat

Misi V : Mengembangkan sosial budaya kemasyarakatan

Sasaran Strategis : Menurunkan angka Penyandang Masalah Kesejahteraan


Sosial (PMKS)

34 Prosentase Angka PMKS % 16,17

Sasaran Strategis : Terwujudnya kehidupan sosial yang harmonis, rukun dan


damai di kalangan umat beragama

Angka konflik kosial yang bernuansa sara


35 Jlh 0
yang terjadi di Kabupaten Balangan

Sasaran Strategis : Tewujudnya pemberdayaan masyarakat dalam kesiapsiagaan


bencana

Rasio kemampuan tentang kebencanaan di


36 % 100
daerah rawan bencana

Sasaran Strategis : Terwujudnya penanganan darurat bencana

37 Persentase penanganan bencana % 100

Sasaran Strategis : Terwujudnya pemulihan masyarakat dan sarana prasarana


yang lebih baik
Persentase penanganan Rehabilitasi dan
38 % 100
Rekonstruksi

Sasaran Strategis : Meningkatkan pembinaan kepemudaan

39 Jumlah organisasi kepemudaan yang aktif Jlh 2

Sasaran Strategis : Meningkatkan pembinaan olahraga

40 Jumlah cabang olahraga berprestasi Jlh 8

Misi VI : Optimalisasi pemberdayaan aparatur pemerintah daerah

LKj TAHUN 2017 – PERENCANAAN KINERJA 16


PEMERINTAH DAERAH
KABUPATEN BALANGAN

Sasaran Strategis : Meningkatnya E-Government guna peningkatan kualitas dan


kecepatan layanan kepada masyarakat

Persentase jaringan dan infrstruktur e-


41 % 5
government
Sasaran Strategis : Meningkatnya kualitas sumberdaya aparatur pemerintah
daerah

Indeks kepuasan masyarakat terhadap semua


42 pelayanan yang diberikan pemerintah daerah % 80
(%)

Sasaran Strategis : Meningkatnya akuntabilitas kinerja pemerintah daerah

43 Opini BPK atas LKPD Opini WTP

44 Nilai EKPPD Kabupaten Nilai Tinggi

45 Nilai HE-AKIP Kabupaten Nilai CC (55,65)

Misi VII : Mewujudkan kamtibmas dan kepastian hukum untuk terciptanya


suasana yang kondusif

Sasaran Strategis : Menurunnya angka pelanggaran ketertiban masyarakat

Angka pelanggaran peraturan daerah yang


46 Angka 100
terselesaikan

Sasaran Strategis : Meningkatnya cakupan kepemilikan dokumen kependudukan


dan pencatatan sipil
Cakupan kepemilikan dokumen
47 % 88,6
kependudukan

C. PERENCANAAN KINERJA TAHUN 2017

C.1. Rencana Kerja Pembangunan Daerah (RKPD)


Rencana Kerja Pembangunan Daerah (RKPD) Kabupaten
Balangan Tahun 2017 disusun dengan landasan hukum Undang-
Undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanan
Pembangunan Nasional dan Peraturan Menteri Dalam Negeri
Nomor 54 Tahun 2010 tentang Pelaksanaan Peraturan Pemerintah
Nomor 8 Tahun 2008 tentang Tahapan,Tata Cara Penyusunan,

LKj TAHUN 2017 – PERENCANAAN KINERJA 17


PEMERINTAH DAERAH
KABUPATEN BALANGAN

Pengendalian, dan Evaluasi Pelaksanaan Rencana Pembangunan


Daerah dan Permendagri Nomor 32 Tahun 2012 tentang Pedoman
Penyusunan, Pengendalian dan Evaluasi Rencana Kerja
Pembangunan Tahun 2014.
RKPD kabupaten Balangan Tahun 2017 ditujukan untuk
memfasilitasi dan menjalankan Misi pemerintahan dan
pembangunan serta mewujudkan visi Daerah secara bertahap.
RKPD Kabupaten Balangan Tahun 2017 merupakan penjabaran
dari Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah Kabupaten
Balangan Tahun 2016-2021 sebagaimana ditetapkan melalui
Peraturan Daerah Kabupaten Balangan Nomor 12 Tahun 2017.
Prioritas pembangunan yang ditetapkan dalam RKPD Tahun
2017 adalah sebagai berikut :
a. Pembangunan Manusia dan Masyarakat.
b. Pembangunan Sektor Unggulan.
c. Pemerataan dan Kewilayahan.
d. Pembangunan Politik, Hukum, Pertahanan dan Kemanan.
e. Mengembangkan Ekonomi.

C.2. RENCANA KINERJA TAHUNAN

Sebagai penjabaran lebih lanjut dari Surat Keputusan Bupati


tentang Indiaktor Kinerja Utama (IKU), disusun suatu Rencana
Kinerja (Performance Plan) setiap tahunnya. Rencana kinerja ini
merupakan penjabaran target kinerja yang harus dicapai dalam
satu tahun pelaksanaan. Target kinerja ini menunjukkan nilai
kuantitatif yang melekat pada setiap indikator kinerja dan
merupakan pembanding bagi proses pengukuran keberhasilan
organisasi yang dilakukan setiap akhir periode pelaksanaan.

LKj TAHUN 2017 – PERENCANAAN KINERJA 18


PEMERINTAH DAERAH
KABUPATEN BALANGAN

Rencana Kinerja 2017 ini merupakan komitmen seluruh


anggota organisasi untuk mencapai kinerja yang sebaik-baiknya
dan sebagai bagian dari upaya memenuhi misi organisasi. Dengan
demikian, seluruh proses perencanaan dan pengendalian aktivitas
operasional Pemerintah Kabupaten Balangan sepenuhnya dapat
dirujuk pada Rencana Kinerja Tahun 2017 ini.

Rencana Kinerja Tahun 2017 terdapat pada lampiran 2.

C.3. PERJANJIAN KINERJA TAHUN 2017

Perjanjian Kinerja adalah lembar/dokumen yang berisikan


penugasan dari pimpinan instansi yang lebih tinggi kepada
pimpinan instansi yang lebih rendah untuk melaksanakan
Program/Kegiatan yang disertai dengan Indikator Kinerja. Hal ini
sesuai pasal 1 Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara
dan Reformasi Birokrasi Nomor 53 Tahun 2014 tentang Petunjuk
Teknis Perjanjian Kinerja, Pelaporan Kinerja dan Tata Cara Reviu
Atas Laporan Kinerja Instansi Pemerintah. Pemerintah Kabupaten
Balangan telah menetapkan Perjanjian Kinerja Tahun 2017 pada
bulan Januari 2017 sebagai berikut :

1. Sasaran Strategis : Meningkatnya mutu pendidikan dan


aksessibilitas masyarakat terhadap pelayanan pendidikan.

Tabel 2.2

Indikator Utama Satuan Target Penaggung jawab

Angka Rata-rata Lama Sekolah % 7.79 Dinas Pendidikan

Angka Harapan Lama Sekolah % 12.54 Dinas Pendidikan

LKj TAHUN 2017 – PERENCANAAN KINERJA 19


PEMERINTAH DAERAH
KABUPATEN BALANGAN

2. Sasaran Strategis : Meningkatnya kualitas dan


aksessibilitas pelayanan kesehatan.

Tabel 2.3

Indikator Utama Satuan Target Penaggung Jawab

Usia Harapan Hidup % 68.19 Dinas Kesehatan

Angka kematian ibu melahirkan Jlh 214 Dinas Kesehatan

Angka kematian bayi Jlh 13 Dinas Kesehatan

Prevalensi Kekurangan Gizi % 26.31 Dinas Kesehatan

3. Sasaran Strategis : Menciptakan hubungan industrial yang


harmonis.

Tabel 2.4

Indikator Utama Satuan Target Penaggung Jawab

Prosentase perselisihan hubungan


% 60 Dinas Nakertran
industrial

4. Sasaran Strategis : Meningkatnya investasi daerah.

Tabel 2.5

Penaggung
Indikator Utama Satuan Target
Jawab

Nilai Investasi PMA dan PMDN (Rp) Rp 7.800.000.000.000 DPMPTSP

Persentase Peningkatan Realisasi Investasi


% 5 DPMPTSP
PMA dan PMDN

5. Sasaran Strategis : Meningkatnya peranan UMKM serta


koperasi dalam perkuatan struktur pereekonomian daerah.

LKj TAHUN 2017 – PERENCANAAN KINERJA 20


PEMERINTAH DAERAH
KABUPATEN BALANGAN

Tabel 2.6

Indikator Utama Satuan Target Penaggung Jawab

Diskop, UKM &


Persentase pertumbuhan IKM % 5
Perindustrian
Persentase rata - rata peningkatan aset Diskop, UKM &
% 10
Koperasi per tahun Perindustrian
Diskop, UKM &
Persentase Koperasi Aktif % 70
Perindustrian

6. Sasaran Strategis : Meningkatnya ketahanan pangan


masyarakat.

Tabel 2.7

Indikator Utama Satuan Target Penaggung Jawab

Tingkat Ketersediaan Pangan Utama


Ton 85,1 Disketapang
(Ton/Tahun)
Tingkat Konsumsi Pangan Utama
Kg 81 Disketapang
(kg/kapita/tahun)

7. Sasaran Strategis : Meningkatnya kapasitas dan kualitas


prasarana transportasi dan komunikasi.

Tabel 2.8

Indikator Utama Satuan Target Penaggung jawab

Persentase jalan dalam kondisi baik % 20 Dinas PUPR

Persentase jembatan dalam kondisi baik % 40,65 Dinas PUPR

LKj TAHUN 2017 – PERENCANAAN KINERJA 21


PEMERINTAH DAERAH
KABUPATEN BALANGAN

8. Sasaran Strategis : Meningkatnya pemenuhan kebutuhan


air untuk pertanian pada lahan irigasi dan pemenuhan
kebutuhan air baku untuk air bersih.

Tabel 2.9

Indikator Utama Satuan Target Penaggung jawab

Persentase kinerja sistem irigasi % 45,34 Dinas PUPR

Persentase penanganan daya rusak air % 25 Dinas PUPR

9. Sasaran Strategis : Meningkatnya prasarana dan sarana


perumahan dan fasilitas umum.

Tabel 2.10

Indikator Utama Satuan Target Penaggung Jawab

Persentase penduduk yang mendapatkan


% 88,85 Dinas PUPR
air minum yang aman
Persentase penduduk yang terlayani sistem
% 85,92 Dinas PUPR
air limbah yang memadai
Persentase luas genangan % 86,09 Dinas PUPR

Persentase rumah layak huni % 90,29 Dinas Perkim

10. Sasaran Strategis : Tersedianya prasarana fasilitas publik


yang memadai.

Tabel 2.11

Indikator Utama Satuan Target Penaggung jawab


Persentase bangunan publik yang layak
% 75 Dinas PUPR
pakai

LKj TAHUN 2017 – PERENCANAAN KINERJA 22


PEMERINTAH DAERAH
KABUPATEN BALANGAN

11. Sasaran Strategis : Terwujudnya ruang yang aman,


nyaman, produktif dan berkelanjutan.

Tabel 2.12

Indikator Utama Satuan Target Penaggung Jawab

Persentase tersedianya informasi rencana


% 40 Dinas PUPR
tata ruang wilayah

Persentase tersedianya luasan RTH % 1,75 Dinas PUPR

12. Sasaran Strategis : Pemanfaatan sumber daya alam bidang


pertanian.

Tabel 2.13

Indikator Utama Satuan Target Penaggung Jawab

Produksi Tanaman Pangan (ton) Ton 184.414 Dinas Pertanian

Produksi Hortikultura (ton) Ton 19703 Dinas Pertanian

Swasembada daging (Kg) Kg 1.235.363 Dinas Pertanian

Produksi Perkebunan (Ton) Ton 26.003 Dinas Pertanian

13. Sasaran Strategis : Pemanfaatan sumber daya alam bidang


perikanan.
Tabel 2.14

Indikator Utama Satuan Target Penaggung jawab

Produksi Ikan (ton/tahun) Ton 1.918,00 Dinas Perikanan

Konsumsi Ikan Masyarakat


Kg 42,00 Dinas Perikanan
(Kg/Kapita/Tahun)

LKj TAHUN 2017 – PERENCANAAN KINERJA 23


PEMERINTAH DAERAH
KABUPATEN BALANGAN

14. Sasaran Strategis : Meningkatkan Jumlah Kunjungan


Wisata.
Tabel 2.15

Indikator Utama Satuan Target Penaggung jawab

Jumlah kunjungan wisata Jlh 4.000 Dispora

15. Sasaran Strategis : Meningkatnya luas kawasan produktif


transmigrasi yang dapat dimanfaatkan masyarakat.
Tabel 2.16

Indikator Utama Satuan Target Penaggung jawab

Prosentase luas kawasan transmigrasi


% 30 Dinas Nakertran
yang dimanfaatkan oleh masyarakat

16. Sasaran Strategis : Menurunkan angka Penyandang


Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS).
Tabel 2.17

Indikator Utama Satuan Target Penaggung jawab

Prosentase Angka PMKS % 16,7 Dinsos

17. Sasaran Strategis : Terwujudnya kehidupan sosial yang


harmonis, rukun dan damai di kalangan umat beragama.
Tabel 2.18

Indikator Utama Satuan Target Penaggung Jawab

Angka konflik sosial yang bernuansa sara


Jlh 0 Bakesbangpol
yang terjadi di Kabupaten Balangan

LKj TAHUN 2017 – PERENCANAAN KINERJA 24


PEMERINTAH DAERAH
KABUPATEN BALANGAN

18. Sasaran Strategis : Tewujudnya pemberdayaan masyarakat


dalam kesiapsiagaan bencana.
Tabel 2.19

Indikator Utama Satuan Target Penaggung Jawab

Rasio kemampuan tentang kebencanaan di


% 100 BPBD
daerah rawan bencana

19. Sasaran Strategis : Terwujudnya penanganan darurat


bencana.
Tabel 2.20

Indikator Utama Satuan Target Penaggung Jawab

Persentase penanganan bencana % 100 BPBD

20. Sasaran Strategis : Terwujudnya pemulihan masyarakat


dan sarana prasarana yang lebih baik.
Tabel 2.21

Indikator Utama Satuan Target Penaggung Jawab

Persentase penanganan Rehabilitasi dan


% 100 BPBD
Rekonstruksi

21. Sasaran Strategis : Meningkatkan pembinaan kepemudaan.


Tabel 2.22

Indikator Utama Satuan Target Penaggung Jawab

LKj TAHUN 2017 – PERENCANAAN KINERJA 25


PEMERINTAH DAERAH
KABUPATEN BALANGAN

Indikator Utama Satuan Target Penaggung Jawab

Jumlah organisasi kepemudaan yang aktif Jlh 2 Dispora

22. Sasaran Strategis : Meningkatkan pembinaan olahraga.


Tabel 2.23

Indikator Utama Satuan Target Penaggung Jawab

Jumlah cabang olahraga berprestasi Jlh 8 Dispora

23. Sasaran Strategis : Diterapkannya E-Government guna


peningkatan kualitas dan kecepatan layanan kepada
masyarakat.
Tabel 2.24

Indikator Utama Satuan Target Penaggung Jawab

Persentase jaringan dan infrstruktur e-


% 30 Dinas Kominfo
government

24. Sasaran Strategis : Meningkatnya kualitas sumberdaya


aparatur pemerintah daerah.
Tabel 2.25

Indikator Utama Satuan Target Penaggung Jawab

Indeks kepuasan masyarakat terhadap


semua pelayanan yang diberikan % 80 Setda
pemerintah daerah (%)

25. Sasaran Strategis : Meningkatnya akuntabilitas kinerja


pemerintah daerah.

LKj TAHUN 2017 – PERENCANAAN KINERJA 26


PEMERINTAH DAERAH
KABUPATEN BALANGAN

Tabel 2.26

Indikator Utama Satuan Target Penaggung Jawab

Opini BPK atas LKPD Opini WTP Inspektorat


Nilai EKPPD Kabupaten Nilai 2,7000 Setda
Bappeda, Inspektorat
Nilai HE-SAKIP Kabupaten Nilai CC=55,65
dan Setda

26. Sasaran Strategis : Menurunnya angka pelanggaran


ketertiban masyarakat.
Tabel 2.27

Indikator Utama Satuan Target Penaggung Jawab

Angka pelanggaran peraturan daerah yang


% 100 Satpol PP
terselesaikan

27. Sasaran Strategis : Meningkatnya cakupan kepemilikan


dokumen kependudukan dan pencatatan sipil.
Tabel 2.28

Indikator Utama Satuan Target Penaggung Jawab

Cakupan kepemilikan dokumen


% 88,6 Dukcatpil
kependudukan

Perjanjian Kinerja tahun 2017 terdapat pada Lampiran 2.

LKj TAHUN 2017 – PERENCANAAN KINERJA 27


PEMERINTAH DAERAH
KABUPATEN BALANGAN

BAB III
AKUNTABILITAS KINERJA

A. CAPAIAN KINERJA ORGANISASI

Laporan Kinerja (LKj) Kabupaten Balangan merupakan Laporan


Kinerja Tahun Pertama dari RPJMD 2016-2021. Laporan ini menyajikan
capaian kinerja sasaran terhadap target, disertai pembandingan antara
target dan realisasi kinerja tahun ini, pembandingan capaian kinerja
tahun ini dengan tahun lalu dan tahun terakhir, membandingkan realisasi
kinerja sampai dengan tahun ini dengan target jangka menengah yang
terdapat dalam dokumen RPJMD Kabupaten Balangan, membandingkan
realisasi kinerja tahun ini dengan standar nasional, analisis penyebab
keberhasilan/kegagalan atau peningkatan kinerja serta alternative solusi
yang telah dilakukan, analisis atas efisiensi penggunaan sumberdaya,
dan analisis program/kegiatan yang menunjang keberhasilan ataupun
kegagalan pencapaian pernyataan kinerja.
Pengukuran capaian kinerja Pemerintah Kabupaten Balangan
Tahun 2017 digunakan untuk menilai keberhasilan dan kegagalan
pelaksanaan kegiatan sesuai dengan program, sasaran yang telah
ditetapkan dalam rangka mewujudkan misi dan visi instansi pemerintah.
Hasil pengukuran secara mandiri (self assessment) terhadap 27 (dua
puluh tujuh) sasaran strategis yang mencakup 47 (empat puluh tujuh)
indikator kinerja utama dan telah ditetapkan dengan Peraturan Bupati
Balangan Nomor : 188.45/576/KUM/2017 dan sebanyak 10 (sepuluh)
indikator kinerja makro menunjukkan bahwa sebagian besar capaian
kinerja sasaran berhasil, dengan predikat capaian penilaian kinerjanya
dikelompokkan dalam skala pengukuran yaitu :

LKj TAHUN 2017 – AKUNTABILITAS KINERJA 28


PEMERINTAH DAERAH
KABUPATEN BALANGAN

Tabel 3.1
Predikat Capaian Penilaian Kinerja
Kabupaten Balangan Tahun 2017

Rentang Kategori
Urutan
Capaian Kinerja Capaian Kinerja

I Lebih dari 100 % Sangat Berhasil

II 91 % sampai dengan 100 % Berhasil

III 81 % sampai dengan 90 % Cukup Berhasil

IV Kurang dari 81 % Kurang Berhasil

Keberhasilan capaian ini tidak terlepas dari komitmen seluruh


perangkat daerah Kabupaten Balangan.

B. CAPAIAN INDIKATOR KINERJA UTAMA

Keberhasilan pencapaian indikator kinerja utama pada tahun 2017


diukur dengan indikator utama, target, realisasi, persentase capaian
dan kategori pada tabel berikut :

Tabel 3.2
Capaian Indikator Kinerja Utama (IKU)
Kabupaten Balangan Tahun 2017

%
No. Indikator Utama Satuan Target Realisasi Kategori
Capaian
Misi I : Meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui pembangunan pendidikan
dan kesehatan

I. Sasaran Strategis : Meningkatnya kualitas pendidikan

Angka Rata-rata Lama Cukup


1
Sekolah
% 7,79 6,71 86,14 Berhasil

Angka Harapan Lama


2
Sekolah
% 12,54 11,77 93,86 Berhasil

II. Sasaran Strategis : Meningkatnya kualitas kesehatan

LKj TAHUN 2017 – AKUNTABILITAS KINERJA 29


PEMERINTAH DAERAH
KABUPATEN BALANGAN

%
No. Indikator Utama Satuan Target Realisasi Kategori
Capaian

3 Usia Harapan Hidup % 68,19 67,07 98,36 Berhasil

Angka Kematian Ibu (per Sangat


4
100.000 kelahiran)
Jlh 214 176,2 121,45 Berhasil

Angka Kematian Bayi (per Kurang


5
1000 kelahiran)
Jlh 13 18 72,22 Berhasil

Sangat
6 Prevalensi Kekurangan Gizi % 26,31 15,1 174,24 Berhasil

III. Sasaran Strategis : Menciptakan hubungan industrial yang harmonis

Prosentase perselisihan Sangat


7
hubungan industrial
% 60 100 166,67 Berhasil

Misi II : Mewujudkan ekonomi kerakyatan yang berkeadilan

IV. Sasaran Strategis : Meningkatnya investasi daerah

Nilai Investasi PMA dan Sangat


8 Rp (M) 7,8 15,4 197,44
PMDN (Rp) Berhasil
Persentase Peningkatan
Sangat
9 Realisasi Investasi PMA dan % 5 9,89 197,80
Berhasil
PMDN
V. Sasaran Strategis : Meningkatnya peranan UMKM serta koperasi dalam perkuatan struktur
pereekonomian daerah
Persentase pertumbuhan Sangat
10 % 5 16,56 331,20
IKM Berhasil
Persentase rata - rata
Sangat
11 peningkatan aset Koperasi % 10 10,39 103,90
Berhasil
per tahun
Cukup
12 Persentase Koperasi Aktif % 70 61,68 88,11
Berhasil

VI. Sasaran Strategis : Meningkatnya ketahanan pangan masyarakat

Tingkat Ketersediaan
13 Skor 85,1 85,1 100,00 Berhasil
Pangan Utama (PPH)
Tingkat Konsumsi Pangan Sangat
14 Skor 81 81,1 100,12
Utama (PPH) Berhasil

Misi III : Mewujudkan pembangunan infrastruktur yang berkesinambungan

VII. Sasaran Strategis : Meningkatnya kapasitas dan kualitas prasarana transportasi

Persentase jalan dalam Cukup


15 % 20 17,39 86,95
kondisi baik Berhasil

LKj TAHUN 2017 – AKUNTABILITAS KINERJA 30


PEMERINTAH DAERAH
KABUPATEN BALANGAN

%
No. Indikator Utama Satuan Target Realisasi Kategori
Capaian
Persentase jembatan dalam Sangat
16 % 40,65 47,91 117,86
kondisi baik Berhasil
VIII. Sasaran Strategis : Meningkatnya pemenuhan kebutuhan air untuk pertanian pada lahan irigasi
dan pemenuhan kebutuhan air baku untuk air bersih
Persentase kinerja sistem Sangat
17 % 45,34 45,91 101,26
irigasi Berhasil
Persentase penanganan Sangat
18 % 25 25,18 100,72
daya rusak air Berhasil

IX. Sasaran Strategis : Meningkatnya prasarana dan sarana perumahan dan fasilitas umum

Persentase penduduk yang


19 mendapatkan air minum % 88,85 80,86 91,01 Berhasil
yang aman
Persentase penduduk yang
20 terlayani sistem air limbah % 85,92 82,3 95,79 Berhasil
yang memadai
Kurang
21 Persentase luas genangan % 86,09 65,93 76,58
Berhasil

22 Persentase rumah layak huni % 90,29 88,79 98,34 Berhasil

X. Sasaran Strategis : Tersedianya prasarana fasilitas publik yang memadai

Persentase bangunan publik Sangat


23 % 75 92 122,67
yang layak pakai Berhasil

XI. Sasaran Strategis : Terwujudnya ruang yang aman, nyaman, produktif dan berkelanjutan

Persentase tersedianya
Cukup
24 informasi rencana tata ruang % 40 36 90,00
Berhasil
wilayah
Persentase tersedianya Sangat
25 % 1,75 1,9 108,57
luasan RTH Berhasil

Misi IV : Pemanfaatan sumber daya alam (potensi lokal) berdasarkan kearifan lokal

XII. Sasaran Strategis : Pemanfaatan sumber daya alam bidang pertanian

Produksi Tanaman Pangan


26 Ton 184.414 181.925 98,65 Berhasil
(ton)
Cukup
27 Produksi Hortikultura (ton) Ton 224 200 89,24
Berhasil

28 Swasembada daging (Kg) Kg 2.178.090 2.154.560 98,92 Berhasil

LKj TAHUN 2017 – AKUNTABILITAS KINERJA 31


PEMERINTAH DAERAH
KABUPATEN BALANGAN

%
No. Indikator Utama Satuan Target Realisasi Kategori
Capaian

29 Produksi Perkebunan (Ton) Ton 27.181 26.189 96,35 Berhasil

XIII. Sasaran Strategis : Pemanfaatan sumber daya alam bidang perikanan

Cukup
30 Produksi Ikan (ton/tahun) Ton 1.918,00 1.626,11 84,78
Berhasil
Konsumsi Ikan Masyarakat Sangat
31 Kg 42,00 46,00 109,52
(Kg/Kapita/Tahun) Berhasil

XIV. Sasaran Strategis : Meningkatkan Jumlah Kunjungan Wisata

Sangat
32 Jumlah kunjungan wisata Jlh 4.000 6.520 163
Berhasil
XV. Sasaran Strategis : Meningkatnya luas kawasan produktif transmigrasi yang dapat dimanfaatkan
masyarakat
Prosentase luas kawasan
transmigrasi yang
33 % 30 30 100 Berhasil
dimanfaatkan oleh
masyarakat

Misi V : Mengembangkan sosial budaya kemasyarakatan

XVI. Sasaran Strategis : Menurunkan angka Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS)

Kurang
34 Prosentase Angka PMKS % 16,17 28,28 57,18
Berhasil
XVII. Sasaran : Terwujudnya kehidupan sosial yang harmonis, rukun dan damai di kalangan umat
beragama
Angka konflik sosial yang
35 bernuansa sara yang terjadi Jlh 0 0 100 Berhasil
di Kabupaten Balangan

XVIII. Sasaran Strategis : Tewujudnya pemberdayaan masyarakat dalam kesiapsiagaan bencana

Rasio kemampuan tentang


Kurang
36 kebencanaan di daerah % 100 40 40,00
Berhasil
rawan bencana

XIX. Sasaran Strategis : Terwujudnya penanganan darurat bencana

Persentase penanganan
37 % 100 100 100 Berhasil
bencana

XX. Sasaran Strategis : Terwujudnya pemulihan masyarakat dan sarana prasarana yang lebih baik

Persentase penanganan
Cukup
38 Rehabilitasi dan % 100 88,71 88,71
Berhasil
Rekonstruksi

LKj TAHUN 2017 – AKUNTABILITAS KINERJA 32


PEMERINTAH DAERAH
KABUPATEN BALANGAN

%
No. Indikator Utama Satuan Target Realisasi Kategori
Capaian

XXI. Sasaran Strategis : Meningkatkan pembinaan kepemudaan

Jumlah organisasi
39 Jlh 2 2 100 Berhasil
kepemudaan yang aktif

XXII.Sasaran Strategis : Meningkatkan pembinaan olahraga

Jumlah cabang olahraga Kurang


40 Jlh 8 4 50
berprestasi Berhasil

Misi VI : Optimalisasi pemberdayaan aparatur pemerintah daerah

XXIII. Sasaran Strategis : Diterapkannya E-Government guna peningkatan kualitas dan kecepatan
layanan kepada masyarakat
Persentase jaringan dan
41 % 30 30 100 Berhasil
infrstruktur e-government

XXIV. Sasaran Strategis : Meningkatnya kualitas sumberdaya aparatur pemerintah daerah

Indeks kepuasan masyarakat


terhadap semua pelayanan
42 % 80 78,95 98,69 Berhasil
yang diberikan pemerintah
daerah

XXV. Sasaran Strategis : Meningkatnya akuntabilitas kinerja pemerintah daerah

43 Opini BPK atas LKPD Opini WTP WTP 100 Berhasil

Sangat
44 Nilai EKPPD Kabupaten Nilai 2,7000 3,0601 113,34
Berhasil
Sangat
45 Nilai HE-SAKIP Kabupaten Nilai CC=55,65 CC=56,83 102
Berhasil
Misi VII : Mewujudkan kamtibmas dan kepastian hukum untuk terciptanya suasana yang
kondusif

XXVI. Sasaran Strategis : Menurunnya angka pelanggaran ketertiban masyarakat

Angka pelanggaran
46 peraturan daerah yang % 125 125 100 Berhasil
terselesaikan
XXVII. Sasaran Strategis : Meningkatnya cakupan kepemilikan dokumen kependudukan dan
pencatatan sipil
Cakupan kepemilikan Sangat
47 % 88,6 88,83 100,26
dokumen kependudukan Berhasil

LKj TAHUN 2017 – AKUNTABILITAS KINERJA 33


PEMERINTAH DAERAH
KABUPATEN BALANGAN

C. CAPAIAN SASARAN ORGANISASI

Guna mewujudkan Visi Pemerintah Kabupaten Balangan telah


mencanangkannya ke dalam suatu keinginan, tekad yang kuat dan
komitmen bersama dalam 7 (tujuh) misi pembangunan daerah.

MISI I : Meningkatkan kualitas sumber daya manusia


melalui pembangunan pendidikan dan kesehatan.

Tujuan misi I adalah Meningkatkan kualitas dan daya saing sumber daya
manusia.
Selanjutnya dijabarkan ke dalam 4 (empat) sasaran, dengan demikian
indikator tercapainya keberhasilan tujuan tercermin pada keberhasilan
dari 4 (empat) sasaran sebagai berikut :

Tabel 3.3
Rata-rata Capaian

No. Sasaran Capaian

1 Meningkatnya kualitas pendidikan 90,00

2 Meningkatnya kualitas kesehatan 116,54

3 Menciptakan hubungan industrial yang harmonis 166,67

Rata-rata 111,65

Penjelasan mengenai keberhasilan atau kegagalan pencapaian


tujuan lebih lanjut diuraikan pada masing-masing sasaran :

1.1. Sasaran : Meningkatnya kualitas pendidikan, diukur capaian


kinerjanya melalui 2 (dua) indikator dengan target, realisasi dan
capaian kinerja sebagai berikut :

LKj TAHUN 2017 – AKUNTABILITAS KINERJA 34


PEMERINTAH DAERAH
KABUPATEN BALANGAN

Tabel 3.4
Capaian Kinerja Tahun 2017

%
No. Indikator Utama Satuan Target Realisasi Kategori
Capaian
Angka Rata-rata Lama Cukup
1
Sekolah
% 7,79 6,71 86,14 Berhasil
Angka Harapan Lama
2
Sekolah
% 12,54 11,77 93,86 Berhasil

Rata-rata 90,00
Sumber data BPS dan Dinas Pendidikan Kab. Balangan 2016.

Dilihat dari tabel 3.4 di atas, dari 3 (tiga) indikator utama,


ada 1 (satu) capaian indikator mendapat predikat cukup berhasil
dengan kategori III yaitu Angka Rata-rata Lama Sekolah (86,14%),
dan 1 (satu) capaian indikator mendapat predikat berhasil dengan
kategori II yaitu Angka Harapan Lama Sekolah (93,86%).

1. Angka Rata-rata Lama Sekolah.


Rata-rata lama sekolah (RLS/MYS) digunakan untuk
mengidentifikasi jenjang kelulusan pendidikan penduduk suatu
daerah, yaitu rata-rata yang telah dihabiskan oleh penduduk di
seluruh jenjang pendidikan formal yang dijalani. Pada tahun
2017 Angka Rata-rata Lama Sekolah dari target 7,79 dan
realisasi sebesar 6,71 dengan persentase capaian sebesar
86,14 % dengan kategori cukup berhasil dan dapat dilihat pada
tabel dibawah.

Tabel 3.5
Rata-rata Lama Sekolah

(Metode Baru) Rata-rata Lama Sekolah (Tahun)


Kabupaten Balangan
2010 2011 2012 2013 2014 2015 2016

Kabupaten Balangan 5.95 6.08 6.21 6.23 6.36 6.46 6.71


*Sumber data BPS 2016

LKj TAHUN 2017 – AKUNTABILITAS KINERJA 35


PEMERINTAH DAERAH
KABUPATEN BALANGAN

Kurangnya pemahaman masyarakat tentang arti


pentingnya pendidikan dan jumlah pernikahan dini menjadi suatu
hambatan bagi pemerintah kabupaten balangan khususnya
dinas pendidikan. Berdasarkan hal tersebut pemerintah
kabupaten balangan khususnya dinas pendidikan akan terus
melakukan terobosan-terobosan kebijakan pendidikan
diantaranya akan melaksanakan sosialisasi langsung
kemasyarakat tetang arti pentingnya pendidikan serta terus
mensosialisasikan dan mengembangkan program beasiswa
yang diharapkan memberikan pengaruh / pancingan/ motifasi
bagi siswa-siswa dikabupaten balangan agar terus aktif
bersekolah, dan juga melakukan pembangunan
infrastruktur/melengkapi sarana dan prasarana sekolah sesuai
SPM Pendidikan Dasar, terus melakukan perluasan akses
pelayanan pendidikan sampai ke daerah terpencil yaitu dengan
mendirikan / membangun SD Kecil dan menempatkan tenaga
pendidik yang cukup didaerah terpencil, serta mengembangkan
sekolah sekolah yang akan menjadi unggulan yang berkulaitas..

2. Angka Harapan Lama Sekolah.


Angka harapan lama sekolah merupakan lamanya
sekolah (dalam tahun) yang diharapkan akan dirasakan oleh
anak pada umur terntentu di masa mendatang. Dengan angka
harapan lama sekolah, dapat diketahui kondisi pembangunan
sistem pendidikan di berbagai jenjang yang ditunjukan dalam
bentuk lamanya pendidikan (dalam tahun) yang diharapkan
dapat dicapai oleh setiap anak. Pada tahun 2016 angka harapan
lama sekolah Kabupaten Balangan mencapai 11,77 ini berarti
secara rata-rata penduduk usia 7 tahun akan mampu
mengenyam pendidikan formal selama kurang lebih 11,77 tahun

LKj TAHUN 2017 – AKUNTABILITAS KINERJA 36


PEMERINTAH DAERAH
KABUPATEN BALANGAN

(sekitar kelas 2 SLTA). Angka ini menunjukkan peningkatan


dibandingkan dengan tahun sebelumnya (2015) yang hanya
mecapai 11,48 tahun. Karena kebijakan kebijakan pembangunan
pendidikan oleh pemerintah kabupaten balangan, diantaranya
dengan program dan kegiatan pemenuhan akses layanan
pendidikan semua jenjang pada setiap kecamatan, dan adanya
program pemberian beasiswa yang memancing dan memotifasi
siswa untuk lebih giat sekolah.

Angka Harapan Lama Sekolah pada tahun 2017 ditarget


kan sebesar 12,54 dan capaian sebesar 11,77 dengan
persentase capaian 93,86 % dengan kategori berhasil, namun
secara umum masih tidak mencapai target dikarenakan ada
beberapa faktor yang turut mempengaruhi diantaranya adanya
beberapa lulusan sekolah SD dan SMP yang tidak melanjutkan
sekolah karena kurangnnya pengetahuan orang tua siswa
terhadap pentingnya sekolah bagi anak dan jarak rumah dari
sekolah yang cukup jauh.

Tabel 3.6
Perbandingan Capaian Indikator Kinerja Utama
Kabupaten Balangan Tahun 2016 dan 2017

Capaian Capaian Kinerja Naik/


Indikator Utama Satuan
2016 2017 Turun

1 Angka Rata-rata Lama Sekolah % 100.79 86,14 Turun

2 Angka Harapan Lama Sekolah % 99.37 93,86 Turun

Dilihat dari perbandingan kinerja tahun 2017 dengan tahun


2016, 2 (dua) atau capaian kinerja mengalami penurunan
dibandingkan dengan tahun sebelumnya.

LKj TAHUN 2017 – AKUNTABILITAS KINERJA 37


PEMERINTAH DAERAH
KABUPATEN BALANGAN

1.2. Sasaran : Meningkatnya kualitas kesehatan, diukur capaian


kinerjanya melalui 3 (tiga) indikator dengan target, realisasi dan
capaian kinerja sebagai berikut :

Tabel 3.7
Capaian Kinerja Tahun 2017

%
No. Indikator Utama Satuan Target Realisasi Kategori
Capaian

1 Usia Harapan Hidup % 68,19 67,07 98,36 Berhasil

Angka Kematian Ibu (per Sangat


2 Jlh 214 176,2 121,45
100.000 kelahiran) Berhasil
Angka Kematian Bayi (per Kurang
3 Jlh 13 18 72,22
1000 kelahiran) Berhasil
Sangat
4 Prevalensi Kekurangan Gizi % 26,31 15,1 174,24
Berhasil

Rata-rata 116,57
Sumber data Dinas Kesehatan Kab. Balangan Tahun 2017.

Dilihat dari tabel 3.7 di atas, dari 4 (empat) indikator utama


ada 2 (dua) capaian indikator mendapat predikat sangat berhasil
dengan kategori I yaitu Angka Kematian Ibu (per 100.000 kelahiran)
(121,45%) dan Prevalensi Kekurangan Gizi (174,24%) dan 1 (satu)
capaian indikator mendapat predikat berhasil dengan kategori II
yaitu Usia Harapan Hidup (98,35%) dan juga 1 (satu) capaian
indikator mendapat predikat kurang berhasil dengan kategori IV
yaitu Angka kematian bayi (per 1000 kelahiran) (72,22%).

1. Indikator Umur Harapan Hidup (UHH)


Defenisi UHH adalah rata-rata tahun hidup yang harus
dijalani oleh seseorang yang telah berhasil mencapai umur x
pada suatu tahun tertantu dalam situasi mortalitas yang berlaku
dilingkungan masyarakatnya.

LKj TAHUN 2017 – AKUNTABILITAS KINERJA 38


PEMERINTAH DAERAH
KABUPATEN BALANGAN

UHH merupakan salah satu indikator derajat kesehatan


masyarakat. Semakin tinggi UHH maka derajat kesehatan
masyarakat semakin baik, begitu pula sebaliknya. UHH
merupakan alat untuk mengevaluasi kinerja pemerintah dalm
meningkatkan kesejahteraan penduduk pada umumnya dan
meningkatkan derajat kesehatan pada khususnya.
Indikator kinerja UHH ini digunakan untuk mengukur
meningkatnya UHH. Berdasarkan data kinerja yang tersaji
dalam tabel diatas, dapat dijelaskan bahwa realisasi capaian
kinerja atas indikator UHH tersebut adalah sebesar 98,36% dari
target realisasi UHH 68,19 tahun. Untuk capaian tahun 2017
masih menggunakan data UHH tahun 2016 sebesar 67,07
tahun yang dikeluarkan oleh BPS Kabupaten Balangan. Hal ini
berarti bahwa capaian indikator tersebut termasuk dalam
katagori capaian Berhasil.
Salah satu faktor yang mempengaruhi berhasilnya
meningkatkan UHH adalah AKB, semakin rendah AKB maka
UHH semakin tinggi. Dengan demikian menurunkan AKB
adalah sesuatu yang mutlak untuk meningkatkan UHH. Di
Kabupaten Balangan UHH pada tahun 2017 terjadi sedikit
peningkatan yaitu mennjadi 67,07 tahun. Terjadinya
peningkatan UHH namun tidak signifikan karena dipengaruhi
oleh meningkatnya AKB pada tahun 2017, namun walaupun
AKB meningkat tetapi UHH tejadi peningkatan hal ini
dikarenakan Dinas Kesehatan Kabupaten Balangan melalui
seksi kesehatan keluarga dan gizi masyarakat melaksanakan
pelayanan kesehatan Lanjut Usia (Lansia) di puskesmas dan
jaringannya seperti posyandu Lansia serta kegiatan Lansia di
kabupaten. Pelayanan Kesehatan Lansia yang diberikan di
antara lain pemeriksaan kesehatan dan pengobatan Lansia

LKj TAHUN 2017 – AKUNTABILITAS KINERJA 39


PEMERINTAH DAERAH
KABUPATEN BALANGAN

dengan gratis, senam Lansia dan siraman rohani. Dengan


pemeriksaan kesehatan terhadap Lansia maka dapat
meningkatkan derajat kesehatan Lansia agar tetap sehat,
mandiri dan berdaya guna sehingga tidak menjadi beban bagi
dirinya sendiri, keluarga maupun masyarakat. Selain
memberikan pelayanan kesehatan terhadap Lansia dalam
rangka meningkatkan UHH upaya yang dilakukan oleh Dinas
Kesehatan Kabupaten Balangan adalah pemeriksaan
kesehatan untuk mendeteksi dini Penyakit Tidak Menular
(PTM) melalui posbindu, pustu maupun puskesmas, dengan
terdeteksinya secara dini PTM maka diharapkan penyakit yang
dapat menyebabkan kesakitan dan kematian karena PTM
seperti jantung, kolesterol, kangker, diabetes melitus dan
lainnya dapat ditanggulangi. Berbagai upaya lainnya untuk
meningkatkan UHH adalah dengan pengadaan sarana dan
prasarana baik di rumah sakit maupun puskesmas dan
jaringannya serta Dinas Kesehatan Kabupaten Balangan
melalui program kemitraan peningkatan pelayanan kesehatan
memberikan jaminan kesehatan kepada seluruh masyarakat
Balangan terutama untuk masyarakat yang keterbatasan
finansialnya apabila berobat di pelayanan dasar bahkan di
rumah sakit.

2. Indikator AKI
Indikator kinerja ini digunakan untuk AKI. AKI pada tahun
2017 mengalami penurunan dibandingkan tahun 2016 yaitu
176,2/100.000 KH, sedangkan pada tahun 2016 AKI sebesar
214,04/100.000 KH. AKI pada tahun 2017 di Kabupaten
Balangan masih disebabkan oleh trias penyebab AKI di
Indonesia yaitu perdarahan, infeksi dan eklamsia. Kematian

LKj TAHUN 2017 – AKUNTABILITAS KINERJA 40


PEMERINTAH DAERAH
KABUPATEN BALANGAN

ibu di Kabupaten Balangan pada tahun 2017 mulai mengalami


pergeseran dari penyebab langsung menjadi penyebab tidak
langsung yaitu kematian ibu yang disebabkan oleh penyebab
langsung adalah 1 orang karena infeksi, 1 orang karena
perdarahan dan penyebab tidak langsung yaitu 1 orang karena
emboli air ketuban dan 1 orang karena dugaan gagal ginjal dan
semua kematian ibu terjadi di rumah sakit bukan pada waktu
penanganan pertolongan persalinan di polindes ataupun di
puskesmas. Walaupun AKI mengalami penurunan akan tetapi
tidak signifikan hal ini diasumsikan karena masih kurangnya
pengetahuan bidan untuk mendeteksi dini risiko pada ibu hamil
seperti hipertensi yang pada akhirnya menjadi Pre Eklamsi
Berat (PEB) bahkan eklamsia yang akhirnya sulit untuk
ditangani walaupun oleh dokter spesialis obstetrik dan
ginekologi, serta kurangnya pengetahuan bidan untuk deteksi
dini nifas yang mengalami komplikasi seperti infeksi sehingga
ibu akhirnya mengalami komplikasi yang sulit untuk ditangani
karena ibu mengalami sepsis atau infeksi sudah keseluruh
organ tubuh lainnya. Selain itu juga karena kurangnya sarana
dan prasarana kesehatan antara lain jumlah puskesmas yang
mampu PONED hanya 1 buah dari 12 puskesmas yang ada
serta poskesdes yang belum merata ada diseluruh desa yaitu
hanya berjumlah 113 buah dari 157 desa yang ada di
Kabupaten Balangan sehingga ibu lebih memilih dukun
kampung yang dekat dengan tempat tinggalnya untuk
memeriksakan kehamilan, persalinan dan nifas dari pada ke
fasilitas pelayanan kesehatan. Selain itu juga masih kuatnya
budaya masyarakat yang lebih memilih dukun kampung
ketimbang bidan dalam memeriksakan kehamilan dan
menolong persalinannya.

LKj TAHUN 2017 – AKUNTABILITAS KINERJA 41


PEMERINTAH DAERAH
KABUPATEN BALANGAN

Berdasarkan data kinerja yang tersaji dalam tabel diatas,


dapat dijelaskan bahwa realisasi capaian kinerja atas indikator
AKI tersebut pada tahun 2017 adalah sebesar 121,45% dari
target realisasi sebesar 214/100.000 KH. Hal ini berarti bahwa
capaian indikator tersebut termasuk dalam katagori capaian
Sangat Berhasil.

3. Indikator AKB
Indikator kinerja ini digunakan untuk mengukur AKB.
Berdasarkan data kinerja yang tersaji dalam tabel diatas, dapat
dijelaskan bahwa realisasi capaian kinerja atas indikator AKB
tersebut adalah sebesar 72,22% dari target realisasi sebesar
13/1.000 KH. Hal ini berarti bahwa capaian indikator tersebut
termasuk dalam katagori capaian Kurang Berhasil.
Dalam rangka menurunkan AKB maka Dinas Kesehatan
pada tahun 2017 sudah melakukan berbagai upaya antara lain
dengan meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan bidan
dalam penanganan komplikasi dan pertolongan terhadap bayi
baru lahir yang mana pada tahun 2017 bidan di Kabupaten
Balangan sebanyak 30 orang mengikuti pelatihan APN yang
pelatihannya diselenggarakan oleh Seksi Kesehatan Keluarga
dan Gizi Dinas Kesehatan Kabupaten Balangan berkoordinasi
dengan Rumah Sakit Umum Daerah Ulin Banjarmasin, selain
itu juga melaksanakan AMP baik ditingkat puskesmas maupun
kabupaten sebanyak 4 kali, dengan adanya kegiatan AMP atau
penelusuran terhadap sebab terjadinya kematian bayi maka
diharapkan tidak ada lagi kematian bayi dengan kasus yang
sama.
Untuk menurunkan AKB tidak hanya peningkatkan
pengetahuan dan ketrampilan bidan akan tetapi juga perlu

LKj TAHUN 2017 – AKUNTABILITAS KINERJA 42


PEMERINTAH DAERAH
KABUPATEN BALANGAN

meningkatkan pengetahuan ibu dan keluarga tentang bayi


sehingga Seksi Kesehatan Keluarga dan Gizi Masyarakat
Dinas Kesehatan Kabupaten Balangan mengadakan
pelaksanaan kelas Balita sebanyak 24 kelas di 12 puskesmas.
Dengan diadakannya kelas Balita tersebut maka diharapkan ibu
dan keluarga Balita tahu bagaimana pola asuh yang benar
untuk pertumbuhan dan perkembangan anaknya.
Selain upaya diatas untuk menurunkan AKB juga
melaksanakan pemberian imunisasi dasar lengkap kepada bayi
baik di puskesmas dan jaringannya serta rumah sakit sehingga
dapat mencegah kematian bayi akibat penyakit berbahaya yang
dapat dicegah dengan imunisasi, juga pemberian vitamin A
dosis tinggi sesuai usia untuk usia dibawah 59 bulan setiap
bulan februari dan agustus pada tahun berjalan hal ini bertujuan
untuk meningkatkan daya tahan tubuh terhadap penyakit dan
mencegah rabun senja bahkan kebutaan karena kekurangan
vitamin A.
Berbagai upaya sudah di lakukan Dinas Kesehatan
Kabupaten Balangan untuk menurunkan AKB akan tetapi pada
tahun 2017 malah terjadi peningkatan yang signifikan hal ini di
karenakan ketiadaan dokter spesialis anak di RSUD Kabupaten
Balangan padahal keberadaan dokter spesialis anak sangatlah
penting untuk menangani bayi yang mengalami komplikasi
yang tidak dapat hanya ditangani oleh dokter umum saja
sehingga bayi yang mengalami komplikasi tidak perlu dirujuk ke
rumah sakit lainnya yang menyebabkan keterlambatan
penanganan, akan tetapi apabila adanya dokter spesialis anak
maka bayi yang mengalami komplikasi segera mendapatkan
penanganan yang komprehensif dan pada akhirnya kematian
dapat dicegah.

LKj TAHUN 2017 – AKUNTABILITAS KINERJA 43


PEMERINTAH DAERAH
KABUPATEN BALANGAN

Dalam rangka menurunkan AKB di tahun 2018 maka


diperlukan dokter sepesialis anak di RSUD Balangan minimal 1
orang sehingga pelayanan terhadap bayi yang mengalami
komplikasi segera mendapatkan penanganan yang
komprehensif dan pada akhirnya kematian dapat dicegah,
selain itu juga perlu disediakan penambahan Rumah Tunggu
Kelahiran (RTK) terutama untuk daerah yang jauh dari RSUD
Kabupaten Balangan sebagai tempat periistirahatan ibu hamil
risiko tinggi yang akan bersalin beserta keluarganya sebelum
ke RS untuk mendapatkan penanganan yang komprehensif
sehingga kematian bayi karena risiko tinggi pada waktu
persalinan seperti aspiksia berat, prematur, BBLR maupun
risiko tinggi lainnya dapat dicegah.

4. Indikator Prevalensi Kekurangan Gizi


Indikator kinerja ini digunakan untuk mengukur
menurunnya prevalensi kekurangan gizi. Berdasarkan data
kinerja yang tersaji dalam tabel, dapat dijelaskan bahwa pada
tahun 2017 Prevalensi kekurangan gizi adalah 15,1% dengan
realisasi capaian kinerja atas indikator prevalensi kekurangan
gizi tersebut adalah sebesar 174,23% dari target realisasi
sebesar 26,31%. Hal ini berarti bahwa capaian indikator
tersebut termasuk dalam katagori capaian Sangat Berhasil.
Pada tahun 2017 prevalensi kekurangan gizi sebesar
15,1% yang terdiri dari 298 kasus Balita kekurangan gizi
diantaranya 22 kasus Balita gizi buruk dan 380 ibu hamil KEK.
Prevalensi kekurangan gizi ini diasumsikan karena kurangnya
pengetahuan ibu dan keluarga tentang gizi seimbang untuk ibu
hamil dan pola asuh yang benar terhadap Balita terutama
tentang pemberian makanan gizi seimbang serta kurangnya

LKj TAHUN 2017 – AKUNTABILITAS KINERJA 44


PEMERINTAH DAERAH
KABUPATEN BALANGAN

kesadaran untuk memantau kesehatan status gizi Balitanya


baik di posyandu maupun di fasilitas kesehatan lainnya
sehingga anak yang status gizinya mendekati gizi kurang
mudah jatuh ke status gizi kurang bahkan buruk.
Berbagai upaya dilakukan oleh Dinas Kesehatan untuk
mengatasi prevalensi kekurangan gizi sehingga kinerja pada
indikator prevalensi kekurangan gizi sangat berhasil. Adapun
kegiatan yang telah dilaksanakan antara lain peningkatan
pengetahuan kepada ibu Balita dan ibu hamil melalui
penyuluhan maupun Komunikasi Informasi Edukasi (KIE) baik
di puskesmas dan jaringannya tentang gizi seimbang dan pola
asuh yang benar terhadap Balita. Untuk menanggulangi
prevalensi kekurangan gizi tidak cukup dengan meningkatkan
pengetahuan ibu dan keluarga saja akan tetapi juga dengan
intervensi langsung dengan memberikan perawatan terhadap
22 kasus Balita gizi buruk antara lain pemberian makanan
tambahan (PMT) yang terdiri atas susu formula, biskuit, minyak
goreng, beras, agar-agar, tepung terigu, kacang hijau, gula
pasir selama 3 bulan serta dilakukannya pemantauan status
gizi oleh petugas gizi kabupaten dan puskesmas kepada 22
orang Balita yang mengalami gizi buruk. Selain itu juga 3 orang
Balita mendapatkan PMT berupa susu formula selama
menjalani perawatan di RSUD Kabupaten Balangan dengan
gratis. Selain pemberian PMT pada Balita untuk menanggulangi
kekurangan gizi juga di berikan PMT untuk ibu hamil KEK yaitu
terdiri atas gula pasir, kacang hijau, minyak goreng, tepung
terigu, telor bebek, santan kemasan sebanyak 1 kali pemberian
untuk kebutuhan 3 bulan dan pemberian biskuit selama 3
bulan. Dengan pemberian PMT tersebut diharapkan
meningkatkan status gizi ibu hamil sehingga tidak KEK lagi

LKj TAHUN 2017 – AKUNTABILITAS KINERJA 45


PEMERINTAH DAERAH
KABUPATEN BALANGAN

yang dapat menyebakan melahirkan prematur, Bayi Berat Lahir


Rendah (BBLR) yang akan menyebabkan berbagai komplikasi
pada bayi yang akhirnya berdampak pada kematian bayi, selain
KEK pada ibu hamil menyebakan permasalahan pada bayi juga
ibu akan mengalami permasalahan ketika persalinan seperti
persalinan lama dan perdarahan yang akhirnya berdampak
pada kematian ibu.
Usaha Perbaikan Gizi Keluarga (UPGK) sebagai salah
satu kegiatan untuk meningkatkan status gizi keluarga telah
dilaksanakan di Desa Inan yang berkoordinasi dengan PKK dan
aparat desa dalam rangka untuk meningkatkan pengetahuan
keluarga sadar gizi. Selain itu juga untuk meningkatkkan status
gizi masyarakat maka dalam rangka memperingati hari gizi
nasional diadakan lomba menu bekal anak sekolah diikuti oleh
puskesmas di Kabupaten Balangan yang pesertanya tiap
perwakilan terdiri dari 2 orang kader, adapun pemenang lomba
menu bekal anak sekolah adalah Puskesmas Batumandi
sebagai juara satu, juara kedua Puskesmas Pirsus dan juara
ketiga Puskesmas Paringin Selatan. Dengan lomba tersebut
diharapkan kader dapat menginformasikan kepada ibu dan
keluarga tentang pentingnya sarapan dan bekal anak sekolah
sehingga anak sekolah tidak mengalami kekurangan gizi
karena tidak sarapan pagi.
Selain disebutkan diatas berbagai upaya yang dilakukan
oleh seksi kesehatan keluarga dan gizi masyarakat untuk
perbaikan gizi masyarakat di Kabupaten Balangan antara lain
dengan pemberian tablet tambah darah kepada remaja putri
dengan cakupan 55,98% untuk mencegah anemia karena
kekurangan zat besi dalam darah yang menyebabkan mudah
letih, lesu dan lelah yang akhirnya menurunkan daya

LKj TAHUN 2017 – AKUNTABILITAS KINERJA 46


PEMERINTAH DAERAH
KABUPATEN BALANGAN

konsentrasi pada remaja putri, pemberian tablet tambah darah


pada ibu hamil dengan cakupan 75% untuk mencegah anemia
pada ibu hamil yang dapat menimbulkan berbagai
permasalahan apabila ibu anemia selama kehamilannya antara
lain dapat melahirkan prematur, BBLR, persalinan lama,
perdarahan dan lainnya yang akan berdampak pada kematian
ibu dan bayi. Juga pemberian vitamin A pada usia 6 bulan
sampai 59 bulan dengan cakupan 87% untuk mencegah
kekurangan vitamin A pada Balita yang dapat menyebabkan
rabun senja bahkan kebutaan, pemberian vitamin A pada ibu
nifas dengan cakupan 80% untuk meningkatkan daya tahan
tubuh pada ibu nifas sehingga tidak mudah terkena infeksi yang
merupakan penyebab utama kematian ibu di Indonesia.
Dengan berbagai upaya yang dilakukan oleh Dinas
kesehatan Kabupaten Balangan untuk mengatasi prevalensi
kekurangan gizi maka pada tahun 2017 dari 22 orang Balita
yang mengalami gizi buruk 16 orang Balita statusnya menjadi
baik, 4 orang Balita masih mengalami kekurangan gizi dan 2
orang meninggal dunia.
Dalam rangka mempertahankan kinerja indikator
prevalensi kekurangan gizi di tahun 2018 maka diperlukan
berbagai upaya antara lain menambah lokasi desa dalam
rangka pembinaan UPGK yang berkoordinasi dengan PKK dan
Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa, pemberiaan PMT
unutk Balita gizi kurang dan buruk serta ibu hamil KEK,
penambahan kelas ibu Balita untuk meningkatkan pengetahuan
ibu dalam pola asuh anak yang benar, melaksanakan kelas
Bawah Garis Merah (BGM) untuk Balita di puskesmas,
koordinasi dengan lintas sektor terkait agar strata posyandu
terus meningkat.

LKj TAHUN 2017 – AKUNTABILITAS KINERJA 47


PEMERINTAH DAERAH
KABUPATEN BALANGAN

Tabel 3.8
Perbandingan Capaian Indikator Kinerja Utama
Kabupaten Balangan Tahun 2016 dan 2017

Capaian Capaian Kinerja Naik/


Indikator Utama Satuan
2016 2017 Turun

1 Usia Harapan Hidup % 100.00 98,35 Turun

Angka Kematian Ibu (per


2 % 114.49 121,45 Naik
100.000 kelahiran)
Angka Kematian Bayi (per
3 % 105.26 72,22 Turun
1000 kelahiran)

4 Prevalensi Kekurangan Gizi % n/a 174,24 -

Dilihat dari perbandingan kinerja tahun 2017 dengan tahun


2016, 1 (satu) capaian kinerja mengalami kenaikan dibandingkan
dengan tahun sebelumnya, dan 2 (dua) capaian kinerja mengalami
penurunan dibandingkan dengan tahun sebelumnya.

1.3. Sasaran : Menciptakan hubungan industrial yang harmonis, diukur


capaian kinerjanya melalui 1 (satu) indikator dengan target,
realisasi dan capaian kinerja sebagai berikut :

Tabel 3.9
Capaian Kinerja Tahun 2017

%
No. Indikator Utama Satuan Target Realisasi Kategori
Capaian

Prosentase perselisihan Sangat


1
hubungan industrial
% 60 100 166,67 Berhasil

Rata-rata 166,67
Sumber data Dinas Nakertrans Kab. Balangan Tahun 2017.

Dilihat dari tabel 3.9 di atas, dari 1 (satu) indikator utama,


capaian indikator mendapat predikat kurang Sangat Tingkat
Prosentase perselisihan hubungan industrial (166,67%).

LKj TAHUN 2017 – AKUNTABILITAS KINERJA 48


PEMERINTAH DAERAH
KABUPATEN BALANGAN

Hal ini disebabkan dari jumlah kasus yang tercatat yaitu


sebanyak 10 kasus, kesemuanya dapat diselesaikan dengan baik.
Tidak ada perbandingan kinerja tahun 2017 dengan tahun
2016, karena tidak adanya indikator kenerja Prosentase
perselisihan hubungan industrial pada tahun sebelumnya.

MISI II : Mewujudkan ekonomi kerakyatan yang berkeadilan.

Tujuan misi II adalah Meningkatkan ketahanan ekonomi masyarakat.


Selanjutnya dijabarkan ke dalam 3 (tiga) sasaran, dengan demikian
indikator tercapainya keberhasilan tujuan tercermin pada keberhasilan
dari 3 (tiga) sasaran sebagai berikut :

Tabel 3.10
Rata-rata Capaian

No. Sasaran Capaian

1 Meningkatnya investasi daerah 124.01

Meningkatnya peranan UMKM serta koperasi dalam


2 174.40
perkuatan struktur pereekonomian daerah

3 Meningkatnya ketahanan pangan masyarakat 100.06

Rata-rata 157.36

Penjelasan mengenai keberhasilan atau kegagalan pencapaian


tujuan lebih lanjut diuraikan pada masing-masing sasaran :

2.1. Sasaran : Meningkatnya investasi daerah, diukur capaian


kinerjanya melalui 2 (dua) indikator dengan target, realisasi, dan
capaian kinerja sebagai berikut :

Tabel 3.11
Capaian Kinerja Tahun 2017

LKj TAHUN 2017 – AKUNTABILITAS KINERJA 49


PEMERINTAH DAERAH
KABUPATEN BALANGAN

%
No. Indikator Utama Satuan Target Realisasi Kategori
Capaian
Realisai Investasi
7.800.000.000. 40.119.540.495. Sangat
1 PMA dan PMDN Rp. (M) 514 Berhasil
000 108
(Rp. Trilyun)
Persentase
Peningkatan
Sangat
2 Realisasi % 5 25,7 514 Berhasil
Investasi PMA
dan PMDN

Rata-rata 514
Sumber data DPMPTSP Kab. Balangan Tahun 2017.

Berdasarkan tabel 3.11, dari 2 (dua) indikator utama, semua


capaian indikator mendapat predikat sangat berhasil dengan
kategori I yaitu Realisai Investasi PMA dan PMDN (Rp. Trilyun)
(197,44%) dan Persentase Peningkatan Realisasi Investasi PMA
dan PMDN (3956,00%).

Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu


Kabupaten Balangan dibentuk berdasarkan Peraturan Daerah
Kabupaten Balangan Nomor 14 Tahun 2016 tentang Pembentukan
dan Susunan Perangkat Daerah bertujuan untuk mendukung Visi
Bupati Balangan yaitu “Terwujudnya Kabupaten Balangan Yang
Maju dan Sejahtera Melalui Pembangunan Sumber Daya Manusia”
dan melaksanakan Misi nomor dua Yaitu “Mewujudkan ekonomi
kerakyatan yang berkeadilan” sehingga Dinas Penanaman Modal
dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kabupaten Balangan
mempunyai Sasaran Kinerja: 1. Meningkatnya Investasi, dengan
Idikator Kinerja Utamanya adalah Realisasi Investasi Penanaman
Modal Asing dan Penanaman Modal dalam Negeri dan Persentase
Peningkatan Realisasi Investasi Penanaman Modal Asing dan
Penanaman Modal Dalam Negeri, dari hal tersebut diharapkan
Satuan berupa : Rupiah

LKj TAHUN 2017 – AKUNTABILITAS KINERJA 50


PEMERINTAH DAERAH
KABUPATEN BALANGAN

Tahun 2017 Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan


Perizinan Terpadu Satu Pintu Kabupaten Balangan menargetkan
realisasi investasi PMA dan PMDN sebesar Rp
7.800.000.000.000,00 dari target tersebut tercapai realisasi sebesar
Rp. 40.119.540.495.108.05 Sehingga dapat dikategorikan untuk
capaiannya telah melampaui target yang telah ditetapkan yaitu 514
%. Di karenakan adanya kerjasama yang baik dari perusahaan
swasta yang berkenan meyampaikan Laporan Kegiatan
Penanaman Modal yaitu : PT. Adaro Indonesia, PT. Laskar
Semesta Alam, PT. Semesta Centramas, PT Pramitha Cipta
Sarana, PT. Sapta Indra Sejati, dan PT. Balangan Anugerah
Semesta, serta peran serta Pemerintah Daerah berupa :

1. Kondisi yang aman dan kondusif, sehingga memberikan rasa


aman kepada investor untuk menanamkaan modal di
Kabupaten Balangan.
2. Penyelenggaraan pameran terbuka yang diselenggarakan
setiap tahunnya merupakan sarana dan promosi berbagai
potensi investasi di Kabupaten Balangan.
3. Pembangunan infrastruktur di Kabupaten Balangan yang terus
meningkat dan berkesinambungan yang dilaksanakan oleh
pemerintah daerah.
4. Penyempurnaan SOP pelayanan perizinan yang telah dibuat,
dan inovasi pelayanan dengan adanya videotron, papan plang
perizinan.
5. Pembuatan dasar hukum yang terus berusaha dilaksanakan
oleh Pemerintah Daerah bersama anggota Dewan Perwakilan
Rakyat Daerah agar kepastian hukum jelas.

LKj TAHUN 2017 – AKUNTABILITAS KINERJA 51


PEMERINTAH DAERAH
KABUPATEN BALANGAN

6. Keberadaan sumber daya alam yang cukup, seperti


pertambangan, perkebunan, sehingga memungkinkan untuk
melakukan kegiatan usaha dapat berkembang.

2.2. Sasaran : Meningkatnya peranan UMKM serta koperasi dalam


perkuatan struktur pereekonomian daerah, diukur capaian
kinerjanya melalui 3 (tiga) indikator dengan target, realisasi dan
capaian kinerja sebagai berikut :

Tabel 3.12
Capaian Kinerja Tahun 2017

%
No. Indikator Utama Satuan Target Realisasi Kategori
Capaian
Persentase pertumbuhan Sangat
1 % 5 16,56 331,20
IKM Berhasil
Persentase rata - rata
Sangat
2 peningkatan aset Koperasi % 10 10,39 103,90
Berhasil
per tahun
Cukup
3 Persentase Koperasi Aktif % 70 61,68 88,11
Berhasil

Rata-rata 174.40
Sumber data Dinas Perindagkop Kabupaten Balangan Tahun 2017.

Berdasarkan tabel 3.12 di atas, dari 3 (tiga) indikator utama


terdapat 2 (dua) capaian indikator mendapat predikat sangat
berhasil dengan kategori I yaitu Persentase pertumbuhan IKM
(331,20%) dan Persentase rata - rata peningkatan aset Koperasi
per tahun (103,90%), terdapat 1 (satu) capaian indikator mendapat
predikat cukup berhasil dengan kategori III yaitu Persentase
Koperasi Aktif (88,11%).
1. Indikator Kinerja Persentase Pertumbuhan IKM.
Indikator Kinerja ini digunakan untuk mengukur
Persentase pertumbuhan pelaku industri dalam setahun. Jumlah
IKM sampai dengan akhir tahun 2017 adalah sebanyak 1920

LKj TAHUN 2017 – AKUNTABILITAS KINERJA 52


PEMERINTAH DAERAH
KABUPATEN BALANGAN

IKM sedangkan jumlah IKM pada tahun 2016 adalah sebanyak


1602 IKM, adapun realisasi dari pertumbuhan IKM pada tahun
2017 adalah sebesar 16,56 % dari target sebesar 5 % pertahun.
(1920 – 1602 = 318/1920 x 100%). Hal ini berarti bahwa capaian
indikator tersebut termasuk dalam kategori capaian Sangat
Berhasil.

Pertumbuhan koperasi serta UMKM/IKM yang tinggi


tentunya akan memberikan kontribusi terhadap perekonomian
suatu daerah, terutama dalam hal penyerapan tenaga kerja
maka dari itu Dinas Koperasi, Usaha Kecil/Mikro dan
Perindustrian Kabupaten Balangan terus mendorong pelaku
usaha kecil untuk lebih kreatif dalam berusaha serta berupaya
menumbuhkan wirausaha baru. semakin tumbuhnya wirausaha
baru tentu saja akan memberikan pengaruh terhadap kemajuan
perekonomian suatu daerah. Menjadi wirausaha berarti memiliki
kemampuan menemukan dan mengevaluasi peluang-peluang
mengumpulkan sumber daya yang diperlukan dan bertindak
untuk memperoleh keuntungan dari peluang-peluang tersebut.
Dengan meningkatnya wirausaha, diharapkan juga akan
meningkatkan perekonomian secara nasional, karena wirausaha
mampu menciptakan lapangan kerja, menigkatkan kualitas hidup
masyarakat serta meningkatkan pemerataan pendapatan.

Selama tahun 2017 Bidang Koperasi telah melakukan


penyuluhan kebeberapa kelompok masyarakat di wilayah
Kabupaten Balangan, selain penyuluhan Bidang Koperasi juga
melaksanakan sosialisasi perkoperasian ke kecamatan –
kecamatan yang menghadirkan kepala desa, sekretaris desa
maupun aparat desa kecamatan Awayan, Lampihong, Juai dan
Halong dengan harapan meningkatnya jumlah persentase

LKj TAHUN 2017 – AKUNTABILITAS KINERJA 53


PEMERINTAH DAERAH
KABUPATEN BALANGAN

koperasi aktif dengan tumbuhnya koperasi baru, disamping


penyuluhan dan sosialisasi perkoperasian, bidang koperasi juga
telah melakukan pembinaan terhadap koperasi baik yang aktif
maupun tidak aktif dengan harapan yang sama yaitu
meningkatnya persentase koperasi aktif. Adapun hasil dari
pembinaan koperasi tidak aktif adalah adanya beberapa koperasi
yang ingin menghidupkan kembali koperasinya dengan
membentuk kepengurusan baru dan keanggotaan yang baru dan
beberapa koperasi lainnya memilih untuk dibubarkan.

Hasil akhir dari semua upaya yang telah dilakukan berupa


penyuluhan, sosialisasi dan pembinaan terhadap koperasi
adalah sebagai berikut :
1. Jumlah koperasi aktif sampai dengan Desember 2017
sebanyak 66 bh (61,68%).
2. Jumlah koperasi tidak aktif sebanyak 41 bh (38,31%).
3. Jumlah koperasi yang sedang dalam proses pengesahan
badan hukum sebanyak 1 bh.

Adapun kendala yang dihadapi dalam proses pengesahan


badan hukum dan pembubaran koperasi adalah dengan adanya
aturan baru yaitu Peraturan Menteri Koperasi dan UKM RI No.
10 Tahun 2015 yang mengatur tentang kelembagaan koperasi.
Sebelum adanya Permen tersebut pengesahan badah hukum
koperasi dan pembubaran koperasi hanya oleh Bupati/Walikota
atas nama menteri, sedangkan sekarang semua kewenangan
diambil alih oleh Menteri Koperasi dan UKM RI langsung
sehingga adanya keterlambatan dan panjangnya waktu yang
dipelukan untuk proses pengesahan dan pembubaran koperasi.
kedepannya Dinas Koperasi, Usaha Kecil/Mikro dan
Perindustrian melalui bidang Koperasi dan Usaha Kecil/Mikro

LKj TAHUN 2017 – AKUNTABILITAS KINERJA 54


PEMERINTAH DAERAH
KABUPATEN BALANGAN

akan memperbanyak koordinasi dengan Dinas Koperasi dan


Usaha Kecil Menengah Provinsi Kalimantan Selatan dan
kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah untuk
mengetahui kendala dan solusi apa yang bisa dilakukan untuk
bisa mempercepat proses pembubaran koperasi maupun
pengesahan Koperasi baru.

2. Indikator Kinerja rata – rata peningkatan aset Koperasi per


tahun.
Indikator Kinerja ini digunakan untuk mengukur rata – rata
peningkatan aset Koperasi dalam setahun.
Berdasarkan data kinerja yang tersaji dalam tabel, dapat
dijelaskan bahwa realisasi capaian kinerja atas indikator tersebut
adalah sebesar 10.39% atau 103% dari targetnya yang sebesar
10%. Hal ini berarti bahwa capaian indikator tersebut termasuk
dalam kategori capaian Sangat Berhasil.

3. Indikator Kinerja Koperasi aktif.


Indikator Kinerja ini digunakan untuk mengukur persentase
jumlah koperasi aktif.
Berdasarkan data kinerja yang tersaji dalam tabel diatas,
dapat dijelaskan bahwa realisasi capaian kinerja atas indikator
Koperasi aktif tersebut adalah sebesar 61% atau 87% dari
targetnya yang sebesar 70%. Hal ini berarti bahwa capaian
indikator tersebut termasuk dalam kategori capaian Cukup
Berhasil.
Jumlah Koperasi Aktif = Jumlah Koperasi Aktif / Jumlah
Seluruh Koperasi
66 / 107 = 61,68 %
Target Koperasi aktif sebesar 70% tidak tercapai karena
proses pembubaran Koperasi tidak aktif yang telah diusulkan

LKj TAHUN 2017 – AKUNTABILITAS KINERJA 55


PEMERINTAH DAERAH
KABUPATEN BALANGAN

dan disetujui sebelumnya sebanyak 25 buah Koperasi, sampai


akhir tahun ini masih dalam proses di Kementerian Koperasi dan
UKM, sementara pertumbuhan Koperasi baru tahun 2017 hanya
sebanyak 1 (buah) Koperasi.

kedepannya Dinas Koperasi, Usaha Kecil/Mikro dan


Perindustrian melalui bidang Koperasi dan Usaha Kecil/Mikro
akan memotivasi koperasi yang tidak aktif menjadi aktif kembali
melalui :
1. Pembinaan kepada pengurus melalui pelatihan-pelatihan
maupun bimbingan teknis.
2. Memotivasi kelompok masyarakat untuk mendirikan koperasi
melalui sosialisasi tentang perkoperasian yang direncanakan
dilaksanakan di tahun 2018 yang akan dilaksanakan di bulan
April sebanyak 4 (empat) kali dan bulan Agustus sebanyak 4
(empat kali).

Tabel 3.13
Perbandingan Capaian Indikator Kinerja Utama
Kabupaten Balangan Tahun 2016 dan 2017

Capaian Capaian Kinerja Naik/


Indikator Utama Satuan
2016 2017 Turun

1 Persentase pertumbuhan IKM % n/a 331,20 -

Persentase rata - rata


2 peningkatan aset Koperasi per % n/a 103,90 -
tahun

3 Persentase Koperasi Aktif % 92.31 88,11 Turun

Dilihat dari perbandingan kinerja tahun 2017 dengan tahun


2017, 1 (satu) capaian kinerja mengalami kenaikan dibandingkan
dengan tahun sebelumnya, dan 2 (dua) capaian kinerja belum

LKj TAHUN 2017 – AKUNTABILITAS KINERJA 56


PEMERINTAH DAERAH
KABUPATEN BALANGAN

memuat indikator kinerja utama Persentase pertumbuhan IKM dan


Persentase rata - rata peningkatan aset Koperasi per tahun.

2.3. Sasaran : Meningkatnya ketahanan pangan masyarakat indikator


dengan target, realisasi dan capaian kinerja sebagai berikut :

Tabel 3.14
Capaian Kinerja Tahun 2017

%
No. Indikator Utama Satuan Target Realisasi Kategori
Capaian
Tingkat Ketersediaan
1 Skor 85,1 85,1 100,00 Berhasil
Pangan Utama (PPH)
Tingkat Konsumsi Pangan Sangat
2 Skor 81 81,1 100,12
Utama (PPH) Berhasil

Rata-rata 100,06
Sumber data Dinas Ketahanan Pangan Kab. Balangan Tahun 2017.

Dilihat tabel 3.14 di atas, dari 2 (dua) capaian indikator utama


terdapat 1 (satu) indikator mendapatkan predikat sangat berhasil
dengan kategori I yaitu Tingkat Konsumsi Pangan Utama (PPH)
(100,12%) dan 1 (satu) indikator mendapatkan predikat berhasil
dengan kategori II yaitu Tingkat Ketersediaan Pangan Utama (PPH)
(100%).

Indikator Tingkat ketersediaan pangan (PPH) capaian 100 %


dari target 85,10 dengan realisasi 85.10 maka ketersediaan
pangan sudah terpenuhi bagi masyarakat sehingga capaian kinerja
semakin baik.

Indikator Tingkat Konsumsi Pangan (PPH) capaian 100 %


dari target 81,00 dengan realisasi 81,10 dikarenakan adanya KRPL
dan Pangan Alternatif. Untuk kegiatan kedepan pola konsumsi
pangan masyarakat perlu ditingkatkan lagi terutama kecukupan
energi yg berasal dari beras ke sumber energi non beras. Selama

LKj TAHUN 2017 – AKUNTABILITAS KINERJA 57


PEMERINTAH DAERAH
KABUPATEN BALANGAN

ini peranan beras masih sangat dominan dan ini perlu diganti
dengan sumber pangan alternatif seperti umbi-umbian. Program
tersebut sudah masuk dalam anggaran Dinas Ketahanan Pangan
melalui kegiatan penganekaragaman pangan. Selain itu untuk
memenuhi standar kebutuhan gizi lainnya perlu juga dilakukan
akselarasi melalui tanam sayuran hidroponik dan pemberian
makanan tambahan yang bekerjasama dengan Tim PKK, Dinas
Pemberdayaan Perempuan Dan Perlindungan Anak, Dinas
Pengendalian Penduduk dan KB serta desa-desa yang menjadi
prioritas, baik dilaksanakan oleh pemerintah kabupaten, provinsi
maupun pusat.

Tabel 3.15
Perbandingan Capaian Indikator Kinerja Utama
Kabupaten Balangan Tahun 2016 dan 2017

Capaian Capaian Kinerja Naik/


Indikator Utama Satuan
2016 2017 Turun
Tingkat Ketersediaan Pangan
1 % 85,05 85.1 Naik
Utama (PPH)
Tingkat Konsumsi Pangan
2 % 78 81.1 Naik
Utama (PPH)

Indikator Tingkat ketersediaan pangan (PPH) capaian 2016


85,05 dengan capaian tahun 2017 85,10 Ketersediaan pangan
sudah terpenuhi bagi masyarakat sehingga capaian kinerja
semakin baik.
Indikator Tingkat konsumsi pangan (PPH) capaian 2016
78,00 dengan capaian tahun 2017 81,10 dikarenakan adanya
KRPL dan Pangan Alternatif.
Dalam usaha mencapai capaian kinerja yang optimal, perlu
adanya perbandingan realisasi antara capaian realisasi Kabupaten
Balangan dibandingkan dengan realisasi Kabupaten dan realisasi
regional Propinsi untuk mengukur di mana posisi Kabupaten

LKj TAHUN 2017 – AKUNTABILITAS KINERJA 58


PEMERINTAH DAERAH
KABUPATEN BALANGAN

Balangan dalam pencapaian kinerja pada level Kabupaten maupun


Propinsi. Perbandingan capaian kinerja ini terutama untuk indikator
kinerja ketahanan pangan yang termuat dalam indikator RPJMD
Kabupaten Balangan.

MISI III : Mewujudkan pembangunan infrastruktur yang


berkesinambungan.

Tujuan misi III adalah Meningkatkan daya dukung infrastruktur untuk


pengembangan wilayah dan peningkatan derajat kehidupan masyarakat.
Selanjutnya dijabarkan ke dalam 5 (lima) sasaran, dengan demikian
indikator tercapainya keberhasilan tujuan tercermin pada keberhasilan
dari 3 (tiga) sasaran sebagai berikut :

Tabel 3.16
Rata-rata Capaian

No. Sasaran Capaian

1 Meningkatnya kapasitas dan kualitas prasarana transportasi 102,40

Meningkatnya pemenuhan kebutuhan air untuk pertanian pada


2 lahan irigasi dan pemenuhan kebutuhan air baku untuk air 100,99
bersih
Meningkatnya prasarana dan sarana perumahan dan fasilitas
3 90,43
umum

4 Tersedianya prasarana fasilitas publik yang memadai 122,67

Terwujudnya ruang yang aman, nyaman, produktif dan


5 99,29
berkelanjutan

Rata-rata 103.15

Penjelasan mengenai keberhasilan atau kegagalan pencapaian


tujuan lebih lanjut diuraikan pada masing-masing sasaran :

LKj TAHUN 2017 – AKUNTABILITAS KINERJA 59


PEMERINTAH DAERAH
KABUPATEN BALANGAN

3.1. Sasaran : Meningkatnya kapasitas dan kualitas prasarana


transportasi dan komunikasi, diukur capaian kinerjanya melalui 3
(tiga) indikator dengan target, realisasi dan capaian kinerja sebagai
berikut :

Tabel 3.17
Capaian Kinerja Tahun 2017

%
No. Indikator Utama Satuan Target Realisasi Kategori
Capaian
Persentase jalan dalam Cukup
1 % 20 17,39 86,95
kondisi baik Berhasil
Persentase jembatan dalam Sangat
2 % 40,65 47,91 117,86
kondisi baik Berhasil

Rata-rata 102,40

Sumber data Dinas PU Kabupaten Balangan 2017.

Berdasarkan tabel 3.17 di atas, dari 3 (tiga) indikator, 1


(satu) capaian indikator mendapat predikat cukup berhasil dengan
kategori III yaitu Persentase jalan dalam kondisi baik (86,95%), 1
(satu) capaian indikator mendapat predikat berhasil dengan
kategori II yaitu Persentase konektifitas wilayah (97,62), dan 1
(satu) indikator mendapat predikat sangat berhasil dengan kategori
I yaitu Persentase jembatan dalam kondisi baik (117,86%).

1. Indikator Kinerja Persentasejalan Kabupaten dalam kondisi


baik.
Total panjang jalan kabupaten balangan pada tahun 2017
sebesar 672,25 km dengan rincianpanjang kondisi jalan
kabupaten yang baik 116,93 km, sedang 110,74 km, rusak
ringan 5,30 km, dan rusak berat 439,28 km. sehingga realisasi
target atas indikator Persentasejalan Kabupaten dalam kondisi
baik tersebut adalah sebesar 17,39%dari targetsebesar 20%.

LKj TAHUN 2017 – AKUNTABILITAS KINERJA 60


PEMERINTAH DAERAH
KABUPATEN BALANGAN

Hal ini berarti bahwa capaian indikator tersebut termasuk dalam


katagori capaian Cukup Berhasil.

2. Indikator Persentase Jembatan Dalam Kondisi Baik.


Berdasarkan data kinerja yang tersaji dalam tabel diatas, dapat
dijelaskan bahwa total panjang jembatan kabupaten 7.305,65 m
dengan rincian baik 3.500,43 m, rusak ringan 1.810,25 m, rusak
berat 1.994,97 m. sehinggarealisasi target atas indikator
Persentase Jembatan Dalam Kondisi Baik tersebut adalah
sebesar 47,91% dari target sebesar 40,65%. Hal ini berarti
bahwa capaian indikator tersebut termasuk dalam katagori
capaian Sangat Berhasil.

Faktor yang menyebabkan kegagalan atau keberhasilan pada


sasaran meningkatnya jangkauan dan kualitas infrastruktur
perhubungan adalah :
1. Struktur tanah yang relatif kurang stabil
2. Lahan atau lokasi tempat pekerjaan bermasalah
Dari faktor-faktor tersebut dapat diupayakan solusi yaitu
1. Penguatan struktur tanah dengan membuat siring pada
samping jalan.
2. Bagi jalan-jalan yang mempunyai struktur tanah yang relatif
kurang stabil bisa dilakukan dengan melakukan pengecoran
pada jalan tersebut.
3. Meningkatkan koordinasi dalam hal pembebasan lahan baik
dengan masyarakat sekitar pembangunan jalan maupun
dengan stakeholder terkait.

Sasaran strategis meningkatnya jangkauan dan kualitas


infrastruktur perhubungan dicapai dengan melakukan program
dan kegiatan yaitu :

LKj TAHUN 2017 – AKUNTABILITAS KINERJA 61


PEMERINTAH DAERAH
KABUPATEN BALANGAN

1. Program pembangunan jalan dan jembatan dengan


beberapa kegiatan diantaranya kegiatan pembangunan
jalan, kegiatan pembangunan jembatan yang
menggunakan sumber dana APBD/APBN dengan total
sebesar Rp. 96.425.786.000,-
2. Program rehabilitasi/pemeliharaan jalan dan jembatan
Kegiatan rehabilitasi / pemeliharaan jalan dan kegiatan
rehabilitasi / pemeliharaan jembatan yang menggunakan
sumber dana APBD dengan total sebesar Rp.
5.617.250.000,-

Tabel 3.18
Perbandingan Capaian Indikator Kinerja Utama
Kabupaten Balangan Tahun 2016 dan 2017

Capaian Capaian Kinerja Naik/


Indikator Utama Satuan
2016 2017 Turun
Persentase jalan dalam kondisi
1 % 74.58 86,95 Naik
baik
Persentase jembatan dalam
2 % n/a 117,86 -
kondisi baik

Dilihat dari perbandingan kinerja tahun 2017 dengan tahun


2016, 1 (satu) capaian kinerja mengalami kenaikan dibandingkan
dengan tahun sebelumnya, dan 1 (satu) capaian kinerja belum
memuat indikator kinerja utama Persentase jembatan dalam kondisi
baik.

3.2. Sasaran : Meningkatnya pemenuhan kebutuhan air untuk pertanian


pada lahan irigasi dan pemenuhan kebutuhan air baku untuk air
bersih, diukur capaian kinerjanya melalui 2 (dua) indikator dengan
target, realisasi dan capaian kinerja sebagai berikut :

LKj TAHUN 2017 – AKUNTABILITAS KINERJA 62


PEMERINTAH DAERAH
KABUPATEN BALANGAN

Tabel 3.19
Capaian Kinerja Tahun 2017

%
No. IndikatorUtama Satuan Target Realisasi Kategori
Capaian
Persentase kinerja sistem Sangat
1 % 45,34 45,91 101,26
irigasi Berhasil
Persentase penanganan daya Sangat
2 % 25 25,18 100,72
rusak air Berhasil

Rata-rata 100,99
Sumber data Dinas PUPR Kab. Balangan tahun 2017.

Berdasarkan tabel 3.19 di atas, terdapat 2 (dua) capaian


indikator yang mendapatkan predikat sangat berhasil dengan
kategori I yaitu Persentase kinerja sistem irigasi (101,26%), dan
Persentase penanganan daya rusak air (100,72%).

1. Indikator Kinerja Persentase Kinerja Sistem Irigasi


Berdasarkan data kinerja yang tersaji dalam tabel diatas,
dapat dijelaskan bahwa realisasi target atas indikator Persentase
kinerja sistem irigasi tersebut adalah sebesar 45,91% dari target
sebesar 45,34%. Hal ini berarti bahwa capaian indikator tersebut
termasuk dalam katagori capaian Sangat Berhasil.

2. Indikator kinerja Persentase penanganan daya rusak air.


Berdasarkan data kinerja yang tersaji dalam tabel diatas,
dapat dijelaskan bahwa total panjang sungai yang rawan 30.000
meter dengan realisasi panjang sungai rawan yang sudah
tertangani sampai tahun 2016 sebesar 6.000 m sedangkan
realisasi tahun 2017 sebesar 1.555 m. sehingga dari realisasi
target atas indikator persentase penanganan daya rusak air
tersebut adalah sebesar 25,18% dari target sebesar 25%. Hal ini
berarti bahwa capaian indikator tersebut termasuk dalam
katagori capaian Sangat Berhasil.

LKj TAHUN 2017 – AKUNTABILITAS KINERJA 63


PEMERINTAH DAERAH
KABUPATEN BALANGAN

Sasaran strategis meningkatnya infrastruktur yang mendorong


peningkatan produksi pertanian, perkebunan, perikanan dan
perternakan dicapai dengan melaksanakan program dan kegiatan
sebagai berikut :
1. Program pembangunan turap/talud/bronjong dengan kegiatan
pembangunan turap/talud/bronjong, yang menggunakan
sumber dana APBD dengan total Rp. 19.472.100.000,-
2. Program pengembangan dan pengelolaan jaringan irigasi, rawa
dan jaringan pengairan lainnya dengan beberapa kegiatan
diantaranya kegiatan pembangunan pintu air, kegiatan
pelaksanaan normalisasi saluran sungai, dan kegiatan
rehabilitasi/pemeliharaan jaringan irigasi yang telah dibangun
yang menggunakan sumber dana APBD/APBN dengan total
sebesar Rp. 18.082.750.000,-

3.3. Sasaran : Meningkatnya prasarana dan sarana perumahan dan


fasilitas umum, diukur capaian kinerjanya melalui 4 (empat)
indikator dengan target, realisasi dan capaian kinerja sebagai
berikut :

Tabel 3.20
Capaian Kinerja Tahun 2017

%
No. Indikator Utama Satuan Target Realisasi Kategori
Capaian
Persentase penduduk yang
1 mendapatkan air minum yang % 88,85 80,86 91,01 Berhasil
aman
Persentase penduduk yang
2 terlayani sistem air limbah % 85,92 82,3 95,79 Berhasil
yang memadai
Kurang
3 Persentase luas genangan % 86,09 65,93 76,58
Berhasil

4 Persentase rumah layak huni % 90,29 88,79 98,34 Berhasil

LKj TAHUN 2017 – AKUNTABILITAS KINERJA 64


PEMERINTAH DAERAH
KABUPATEN BALANGAN

%
No. Indikator Utama Satuan Target Realisasi Kategori
Capaian

Rata-rata 90,43
Sumber data PUPR dan Perkim Kab. Balangan Tahun 2017.

Berdasarkan tabel 3.20 di atas, terdapat 3 (tiga) capaian


indikator yang memperoleh predikat berhasil dengan kategori II
yaitu Persentase penduduk yang mendapatkan air minum yang
aman (94.84%), Persentase penduduk yang terlayani sistem air
limbah yang memadai (95,79%), dan Persentase rumah layak huni
(98,34%), juga terdapat 1 (satu) capaian indikator yang
memperoleh predikat kurang berhasil yaitu Persentase luas
genangan (76,58%).

1. Indikator Kinerja Persentase penduduk yang mendapatkan air


minum yang aman.
Berdasarkan data kinerja yang tersaji dalam tabel diatas, dapat
dijelaskan bahwa realisasi target atas indikator tersebut
tersebut adalah sebesar 80,86% dari target sebesar 88,85%.
Hal ini berarti bahwa capaian indikator tersebut termasuk dalam
katagori capaian Berhasil.

2. Indikator Kinerja Persentase penduduk yang terlayani sistem air


limbah yang memadai.
Berdasarkan data kinerja yang tersaji dalam tabel diatas, dapat
dijelaskan bahwa jumlah penduduk yang terlayani air limbah
yang layak sebesar 58,2% dan tidak layak sebesar 24,1%.
sehingga realisasi target atas indikator tersebut adalah sebesar
82,30% dari target sebesar 85,92%. Hal ini berarti bahwa
capaian indikator tersebut termasuk dalam katagori capaian
Berhasil.

LKj TAHUN 2017 – AKUNTABILITAS KINERJA 65


PEMERINTAH DAERAH
KABUPATEN BALANGAN

3. Indikator Kinerja Persentase luas genangan.


Berdasarkan data kinerja yang tersaji dalam tabel diatas, dapat
dijelaskan bahwa realisasi target atas indikator persentase luas
genangan tersebut adalah sebesar 65,93% dari target sebesar
86,09%. Hal ini berarti bahwa capaian indikator tersebut
termasuk dalam katagori capaian Kurang Berhasil.

Faktor yang menyebabkan kegagalan atau keberhasilan pada


sasaran Tersedianya prasarana dan sarana perumahan dan
fasilitas umum serta perkantoran adalah :
1) Lahan atau lokasi tempat pekerjaan bermasalah.
2) Masih banyaknya kawasan perumahan yang tergenang air.
Dari faktor-faktor tersebut dapat diupayakan solusi yaitu
1) Meningkatkan koordinasi dalam hal pembebasan lahan baik
dengan masyarakat sekitar pembangunan jalan maupun
dengan stakeholder terkait.
2) Mengurangi wilayah genangan air di kawasan perumahan
yang sering mengalami genangan pada musim hujan
dengan membuat drainase dikawasan perumahan tersebut.

Sasaran strategis Meningkatnya pemenuhan sarana dan


prasarana permukiman dengan melaksanakan program dan
kegiatan sebagai berikut :
1) Program penyediaan dan pengolahan air baku Kegiatan
peningkatan distribusi penyediaan air baku, yang
menggunakan sumber dana ABPD dengan total Rp.
2.761.850.000,-
2) Program pengembangan kinerja pengelolaan air minum
dan air limbah dengan beberapa kegiatan diantaranya
kegiatan pengembangan sistem distribusi air minum,

LKj TAHUN 2017 – AKUNTABILITAS KINERJA 66


PEMERINTAH DAERAH
KABUPATEN BALANGAN

kegiatan pengembangan sistem distribusi air minum (DAK)


yang menggunakan sumber dana APBD/APBN dengan
total sebesar Rp. 27.206.386.160,-
3) Program pengembangan wilayah strategis dan cepat
tumbuh dengan beberapa kegiatan diantaranya Kegiatan
pembangunan/peningkatan infrastruktur, kegiatan
pembangunan/peningkatan infrastruktur (DAK), yang
menggunakan sumber dana ABPD/APBN dengan total
Rp. 35.794.224.500,-
4) Program pembangunan saluran drainase/gorong-gorong
Kegiatan Pembangunan saluran drainase/gorong-gorong,
yang menggunakan sumber dana ABPD dengan total Rp.
15.846.197.500,-

4. Indikator Kinerja Persentase rumah layak huni


Indikator Kinerja ini digunakan untuk mengukur rumah layak
huni. Berdasarkan data kinerja yang tersaji dalam tabel diatas,
dapat dijelaskan bahwa realisasi dan target atas indikator
jumlah rumah layak huni tersebut adalah sebesar 88,45 % dari
target sebesar 90 %. Hal ini berarti bahwa capaian indikator
tersebut termasuk dalam katagori Berhasil.
Faktor yang menyebabkan kegagalan atau keberhasilan pada
sasaran terwujudnya peningkatan kualitas rumah layak huni
adalah masih banyaknya rumah di kabupaten balangan yang
tidak layak huni disebabkan masih kurang sinergitas antar skpd
yang menangani masalah kesejahteraan masyarakat yang
pada akhirnya berdampak pada masih banyaknya rumah yang
tidak layak huni.
Dari faktor-faktor tersebut dapat diupayakan solusi yaitu

LKj TAHUN 2017 – AKUNTABILITAS KINERJA 67


PEMERINTAH DAERAH
KABUPATEN BALANGAN

1. Melaksanakan program yang berkenaan dengan


perbaikan/bedah rumah bagi rumah-rumah yang tidak layak
huni
2. Membangun perumahan-perumahan yang layak huni.
Sasaran terwujudnya peningkatan kualitas rumah rumah layak
huni dicapai dengan melakukan program pengembangan
perumahan yang menggunakan sumber dana APBD dan APBN
dengan total sebesar Rp. 4.869.584.000,-

Tabel 3.21
Perbandingan Capaian Indikator Kinerja Utama
Kabupaten Balangan Tahun 2016 dan 2017

Capaian Capaian Kinerja Naik/


Indikator Utama Satuan
2016 2017 Turun
Persentase penduduk yang
1 mendapatkan air minum yang % n/a 91,01 -
aman
Persentase penduduk yang
2 terlayani sistem air limbah yang % n/a 95,79 -
memadai

3 Persentase luas genangan % n/a 76,58 -

4 Persentase rumah layak huni % 94.84 98,34 Naik

Dilihat dari perbandingan kinerja tahun 2017 dengan tahun


2016, untuk ditahun 2016 belum memuat indikator kinerja utama
Persentase penduduk yang mendapatkan air minum yang aman,
Persentase penduduk yang terlayani sistem air limbah yang
memadai dan Persentase luas genangan, sedangkan Persentase
rumah layak huni perbandingan pada tahun 2016 mengalami
kenaiakan capaian pada tahun 2017.

3.4. Sasaran : Tersedianya prasarana fasilitas publik yang memadai,


diukur capaian kinerjanya melalui 1 (satu) indikator dengan
target, realisasi dan capaian kinerja sebagai berikut :

LKj TAHUN 2017 – AKUNTABILITAS KINERJA 68


PEMERINTAH DAERAH
KABUPATEN BALANGAN

Tabel 3.22
Capaian Kinerja Tahun 2017

%
No. Indikator Utama Satuan Target Realisasi Kategori
Capaian
Persentase bangunan publik Sangat
1 % 75 92 122,67
yang layak pakai Berhasil

Rata-rata 122,67
Sumber data PUPR Kab. Balangan Tahun 2017.

Berdasarkan tabel 3.22 menunjukkan bahwa rata-rata


capaian indikator kinerja sasaran adalah sebesar 122,66% yang
berarti masuk dalam katagori capaian kinerja sangat berhasil yang
secara rinci dapat dijelaskan sebagai berikut :

Indikator Kinerja Persentase bangunan publik yang layak


pakai, berdasarkan data kinerja yang tersaji dalam tabel diatas,
dapat dijelaskan bahwa realisasi target atas indikator tersebut
adalah sebesar 92% dari target sebesar 75%. Hal ini berarti bahwa
capaian indikator tersebut termasuk dalam katagori capaian Sangat
Berhasil.

Sasaran strategis tersedianya prasarana fasilitas publik yang


memadai dengan melaksanakan program peningkatan sarana dan
prasarana aparatur kegiatan pembangunan gedung kantor yang
menggunakan sumber dana APBD dengan total sebesar Rp.
24.017.750.000,-

3.5. Sasaran : Terwujudnya ruang yang aman, nyaman, produktif dan


berkelanjutan, diukur capaian kinerjanya melalui 4 (empat) indikator
dengan target, realisasi dan capaian kinerja sebagai berikut :

LKj TAHUN 2017 – AKUNTABILITAS KINERJA 69


PEMERINTAH DAERAH
KABUPATEN BALANGAN

Tabel 3.23
Capaian Kinerja Tahun 2017

%
No. Indikator Utama Satuan Target Realisasi Kategori
Capaian
Persentase tersedianya
Cukup
1 informasi rencana tata ruang % 40 36 90,00
Berhasil
wilayah
Persentase tersedianya Sangat
2 % 1,75 1,9 108,57
luasan RTH Berhasil

Rata-rata 99,29
Sumber data PUPR Kab. Balangan Tahun 2017.

Berdasarkan tabel 3.23 menunjukkan bahwa rata-rata


capaian indikator kinerja sasaran adalah sebesar 99,22% yang
berarti masuk dalam katagori capaian kinerja Berhasil yang secara
rinci dapat dijelaskan sebagai berikut :

1. Indikator Kinerja Persentase tersedianya informasi rencana tata


ruang wilayah.
Indikator Kinerja ini digunakan untuk mengukur persentase
tersedianya informasi rencana tata ruang wilayah. Berdasarkan
data kinerja yang tersaji dalam tabel diatas, dapat dijelaskan
bahwa realisasi target atas indikator Persentase tersedianya
informasi rencana tata ruang wilayah tersebut adalah sebesar
36% dari target sebesar 40%. Hal ini berarti bahwa capaian
indikator tersebut termasuk dalam katagori capaian Berhasil.

2. Persentase Persentase tersedianya luasan RTH.


Indikator Kinerja ini digunakan untuk mengukur tersedianya
luasan RTH. Berdasarkan data kinerja yang tersaji dalam tabel
diatas, dapat dijelaskan bahwa realisasi target atas indikator
tersedianya luasan RTH tersebut adalah sebesar 1,90% dari
target sebesar 1,752%. Hal ini berarti bahwa capaian indikator
tersebut termasuk dalam katagori capaian Sangat Berhasil.

LKj TAHUN 2017 – AKUNTABILITAS KINERJA 70


PEMERINTAH DAERAH
KABUPATEN BALANGAN

Faktor yang menyebabkan kegagalan atau keberhasilan pada


sasaran terwujudnya ruang yang aman, nyaman, produktif dan
berkelanjutanadalah :
1) Lemahnya pengawasan dan penegakan terhadap
pelanggaran perda RTRW
2) Kurangnya pemahaman masyarakat akan manfaat ruang
terbuka hijau untuk menjaga kualitas lingkungan.
Dari faktor-faktor tersebut dapat diupayakan solusi yaitu
1) Meningkatkan perencanaan dan pengendalian pemanfaatan
ruang dengan cara melakukan koordinasi kepada setiap
stakeholder yang berkepentingan.
2) Melakukan kegiatan sosialisasi kepada masyarakat akan
pentingnya ruang terbuka hijau bagi kualitas lingkungan.

Sasaran strategis terwujudnya ruang yang aman, nyaman,


produktif dan berkelanjutan dengan melaksanakan program dan
kegiatan sebagai berikut :
1) Program perencanaan tata ruang dengan beberapa kegiatan
diantaranya kegiatan penetapan kebijakan RDTRK,RTRK
dan RTBL, kegiatan penyusunan rencana teknis ruang
kawasan, yang menggunakan sumber dana ABPD dengan
total Rp. 1.159.250.000,-
2) Program pengendalian pemanfaatan ruang kegiatan
penyusunan kebijakan pengendalian pemanfaatan ruang
yang menggunakan sumber dana APBD dengan total
sebesar Rp. 369.100.000,-

MISI IV : Pemanfaatan sumber daya alam (potensi lokal)


berdasarkan kearifan lokal.

LKj TAHUN 2017 – AKUNTABILITAS KINERJA 71


PEMERINTAH DAERAH
KABUPATEN BALANGAN

Tujuan misi IV adalah Meningkanya pemanfaatan sumber daya alam


untuk kesejahteraan masyarakat yang berwawasan lingkungan.
Selanjutnya dijabarkan ke dalam 2 (dua) sasaran, dengan demikian
indikator tercapainya keberhasilan tujuan tercermin pada keberhasilan
dari 2 (dua) sasaran sebagai berikut :

Tabel 3.24
Rata-rata Capaian

No. Sasaran Capaian

1 Pemanfaatan sumber daya alam bidang pertanian 95,79

2 Pemanfaatan sumber daya alam bidang perikanan 97,15

3 Meningkatkan Jumlah Kunjungan Wisata 163,00

Meningkatnya luas kawasan produktif transmigrasi yang dapat


4 100,00
dimanfaatkan masyarakat

Rata-rata 113,99

Penjelasan mengenai keberhasilan atau kegagalan pencapaian


tujuan lebih lanjut diuraikan pada masing-masing sasaran :

4.1. Sasaran : Pemanfaatan sumber daya alam bidang pertanian, diukur


capaian kinerjanya melalui 4 (empat) indikator dengan target,
realisasi, dan capaian kinerja sebagai berikut :

Tabel 3.25
Capaian Kinerja Tahun 2017

%
No. Indikator Utama Satuan Target Realisasi Kategori
Capaian
Produksi Tanaman Pangan Sangat
1 Ton 184.414 244.700 132,69
(ton) Berhasil
Sangat
2 Produksi Hortikultura (ton) Ton 19703 28744,6 145,89
Berhasil

LKj TAHUN 2017 – AKUNTABILITAS KINERJA 72


PEMERINTAH DAERAH
KABUPATEN BALANGAN

3 Swasembada daging (kg) Kg 1.235.363 1.210.325 97,97 Berhasil

Sangat
4 Produksi Perkebunan (ton) Ton 26.003 26.815 103,12
Berhasil

Rata-rata 119,92
Sumber Data Dinas Pertanian Kab. Balangan tahun 2017.

Berdasarkan tabel 3.25 di atas, dari 4 (dua) indikator kinerja,


ada 3 indikator yang capaian indikator memperoleh predikat sangat
berhasil dengan kategori I yaitu Produksi Tanaman Pangan (ton)
(132,69%), Produksi Hortikultura (ton) (145,89%) dan Produksi
Perkebunan (ton) (103,12%), dan juga 1 indikator yang capaian
indikator memperoleh predikat berhasil dengan kategori II yaitu
Swasembada daging (kg) (97,97%).

1. Indikator Kinerja Produksi Tanaman Pangan.


Indikator Kinerja ini digunakan untuk mengukur produksi
padi dan palawija. Berdasarkan data kinerja yang tersaji dalam
tabel diatas, dapat dijelaskan bahwa realisasi capaian kinerja
atas indikator produksi padi dan palawija tersebut dibagi
menjadi 3 sub yakni :

a. Padi adalah sebesar 216.893 ton atau 122,62 % dari


targetnya yang sebesar 174.880 ton. Hal ini berarti bahwa
capaian indikator tersebut termasuk dalam katagori capaian
sangat berhasil.
Apabila dibandingkan dengan capaian kinerja tahun
2016 (tahun lalu) yang sebesar 205.804,30 ton maka
terjadi peningkatan.
b. Jagung adalah sebesar 23.535 atau 474,40 % dari targetnya
yang sebesar 4.961 ton. Hal ini berarti bahwa capaian
indikator tersebut termasuk dalam katagori capaian Sangat
berhasil.

LKj TAHUN 2017 – AKUNTABILITAS KINERJA 73


PEMERINTAH DAERAH
KABUPATEN BALANGAN

c. Kedelai adalah sebesar 4.272 Ton atau 166,03 % dari


targetnya yang sebesar 2.573 ton. Hal ini berarti bahwa
capaian indikator tersebut termasuk dalam katagori capaian
Sangat Berhasil.

2. Indikator kinerja produksi hortikultura


Indikator Kinerja ini digunakan untuk mengukur produksi
sayuran dan buah-buahan.

Berdasarkan data kinerja yang tersaji dalam tabel diatas,


dapat dijelaskan bahwa realisasi capaian kinerja atas indikator
produksi tanaman hortikultura tersebut adalah untuk tanaman
sayuran sebesar 988 ton atau 116,37 % dari target tanaman
sayuran dari targetnya yang sebesar 849 ton . Untuk tanaman
buah sebesar 27.756,6 ton atau 147,22 % tanaman buah dari
target 18.854 ton. Kalau dirata-ratakan sebesar 132 %. Hal ini
berarti bahwa capaian indikator tersebut termasuk dalam
katagori capaian Sangat Berhasil.

Penyebab keberhasilan suatu capaian kerja ini karena


masyarakat banyak yang menanam dan harga pasaran bagus.

3. Indikator kinerja swasembada daging


Indikator Kinerja ini digunakan untuk mengukur produksi
dari daging dan telur.

Berdasarkan data kinerja yang tersaji dalam tabel diatas,


dapat dijelaskan bahwa realisasi capaian kinerja atas indikator
produksi dari daging adalah sebesar 1.210.325 Kg atau 97,97
% dari targetnya yang sebesar 1.235.363,4942 Kg. Penurunan
ini diakibatkan dari beberapa faktor yakni Pasakon daging dari
luar daerah, pedagang kebanyakan dari luar daerah,

LKj TAHUN 2017 – AKUNTABILITAS KINERJA 74


PEMERINTAH DAERAH
KABUPATEN BALANGAN

pemotongan dari luar daerah, populasi ternak rendah sehingga


tidak mampu untuk mencukupi target yang ditetapkan.
Sedangkan untuk telur realisasi capaian kinerja atas produksi
telur adalah sebesar 264.147 Kg atau 28,02 % dari target
942.726,16 Kg. Rendahnya Realisasi produksi telur ini murni
dari dalam Kabupaten Balangan tidak dihitung dengan pasokan
telur dari luar daerah sehingga menyebabkan rendahnya
realisasi. Hal ini berarti bahwa capaian indikator tersebut
termasuk dalam katagori capaian Cukup Berhasil.

Pencapaian target produksi daging sudah sangat


berhasil hal ini dikarenakan adanya dukung pemasukan
ternak yang cukup banyak yang memenuhi kekurangan
bibit ternak baik itu unggas, tenak kecil maupun ternak
besar, disamping itu peran pihak swasta yang terus
mendatangkan ternak siap potong dari luar daerah untuk
memenuhi kebutuhan dalam daerah maupun dikirim lagi
kedaerah lain.

Adapun pencapaian target produksi telur cukup


berhasil, hal ini dikarenakan kurangnya animo masyarakat
untuk memelihara ternak unggas, serta karena musim yang
tidak menentu ini yang berpengaruh pada sering matinya
ternak sehingga target produksi telur dalam memenuhi
kebutuhan di daerah masih kurang sehingga untuk
mencukupi kebutuhan tersebut perlu pemasukan telur
dariluar daerah.

Kedepan akan dilakukan selain pemasukan telur dari


luar perlu adanya peningkatan jumlah penyebaran ternak
unggas sekitar 5.000 s/d 10.000 ekor pertahun.

LKj TAHUN 2017 – AKUNTABILITAS KINERJA 75


PEMERINTAH DAERAH
KABUPATEN BALANGAN

Peningkatan dan pengawasan kesehatan hewan,


peningkatan pencegahan penyakit menular (zoonosis),
peningkatan vaksinasi unggas secara berkelanjutan dan
pengawasan cek point daerah- daerah perbatasan dan
penekanan angka kematian ternak sampai 1,02 %.

4. Produksi kinerja perkebunan


Indikator Kinerja ini digunakan untuk mengukur Jumlah
produksi perkebunan. Berdasarkan data kinerja yang tersaji
dalam tabel diatas, dapat dijelaskan bahwa realisasi capaian
kinerja atas indikator kinerja penerapan produksi perkebunan
ini dibagi menjadi 2 sub yaitu :

a. Karet ralisasi sebesar 26.466 ton atau 103,43% dari


targetnya yang sebesar 25.589 ton. Hal ini berarti bahwa
capaian indikator tersebut termasuk dalam katagori capaian
sangat berhasil.
b. Sawit realisasi sebesar 349 ton atau sebesar 84,30 % dari
target yang sebesar 414 ton. Hal ini berarti bahwa capaian
indikator tersebut termasuk dalam katagori capaian cukup
berhasil. Hal ini dikarenakan kurangnya pemerliharaan
tanaman sawit sepertinya pemupukan tidak sesuai anjuran
teknis dan juga saluran drainase kurang baik.

Tabel 3.26
Perbandingan Capaian Indikator Kinerja Utama
Kabupaten Balangan Tahun 2016 dan 2017

Capaian Capaian Kinerja Naik/


Indikator Utama Satuan
2016 2017 Turun
Produksi Tanaman Pangan
1 % 117,98 132,69 Naik
(ton)

2 Produksi Hortikultura (ton) % 91,47 145,89 Naik

LKj TAHUN 2017 – AKUNTABILITAS KINERJA 76


PEMERINTAH DAERAH
KABUPATEN BALANGAN

Capaian Capaian Kinerja Naik/


Indikator Utama Satuan
2016 2017 Turun

3 Swasembada daging (kg) % 101,20 97,97 Turun

4 Produksi Perkebunan (ton) % 91,08 103,12 Naik

Dilihat dari perbandingan kinerja tahun 2017 dengan tahun


2016, untuk ditahun 2017 ada 3 (tiga) kenaikan indikator kinerja
utama Produksi Tanaman Pangan (ton), Produksi Hortikultura (ton),
Produksi Perkebunan (ton) dan 1 (satu) penurunan indikator kinerja
utama Swasembada daging (kg).

4.2. Sasaran : Pemanfaatan sumber daya alam bidang perikanan,


diukur capaian kinerjanya melalui 2 (dua) indikator dengan target,
realisasi, dan capaian kinerja sebagai berikut :

Tabel 3.27
Capaian Kinerja Tahun 2017

%
No. Indikator Utama Satuan Target Realisasi Kategori
Capaian
Cukup
1 Produksi Ikan (ton/tahun) Ton 1.918,00 1.626,11 84,78
Berhasil
Konsumsi Ikan Masyarakat Sangat
2 Kg 42,00 46,00 109,52
(Kg/Kapita/Tahun) Berhasil

Rata-rata 97,15
Sumber Data Dinas Perikanan Kab. Balangan tahun 2017.

Berdasarkan tabel 3.27 di atas, dari 1 (satu) indikator kinerja,


dengan capaian indikator memperoleh predikat sangat berhasil
dengan kategori I yaitu Konsumsi Ikan Masyarakat (109,52%) dan 1
(satu) indikator kinerja, dengan capaian indikator memperoleh
predikat Cukup berhasil dengan kategori III yaitu Produksi Ikan
(84,78%).

LKj TAHUN 2017 – AKUNTABILITAS KINERJA 77


PEMERINTAH DAERAH
KABUPATEN BALANGAN

1. Capaian indikator kinerja produksi ikan.


Data produksi yang didapatkan dari angka produksi
budidaya sebanyak 553,66 ton dan produksi tangkap sebanyak
1.072,45 ton. Capaian 84,78% merupakan hasil pembagian
antara realisasi dan target awal tahun berjalan yang ditetapkan
pada angka 1.918 ton. Capaian 84,78 menunjukkan bahwa
indikator kinerja utama tidak tercapai sepenuhnya dikarenakan
beberapa faktor teknis perikanan antara lain :
1. Degradasi sumberdaya perikanan, dikarenakan eksploitasi
yang tidak berwawasan lingkungan, maupun dampak dari
kegiatan sektor lain (pertambangan);
2. Perubahan iklim global, terutama yang berkaitan dengan
musim/cuaca yang tidak menentu, sangat berpengaruh
negatif terhadap usaha pembudidaya perikanan;
3. Lemahnya permodalan merupakan masalah klasik yang
belum terpecahkan secara tuntas. Di sisi lain lembaga
perkreditan/perbankan kurang berminat menyalurkan kredit,
karena usaha perikanan dinilai masih beresiko tinggi.

- Menumbuhkembangkan budidaya perikanan berbasis


masyarakat, ramah lingkungan dan berlandaskan IPTEK
serta mengembangkan perikanan penangkapan yang
bertanggungjawab, efisien, terintegrasi (sistem sentra)
dan penerapan teknologi tepat guna;

- Pengendalian dan perlindungan sumberdaya perikanan


baik secara langsung melalui kegiatan teknis perikanan
yang dibiayai oleh Pemerintah Daerah maupun kegiatan
lainnya seperti pengawasan yang dilakukan bersama
antara masyarakat, PokMasWas dan aparat terkait dalam
rangka menjaga kelesetarian sumberdaya perikanan;

LKj TAHUN 2017 – AKUNTABILITAS KINERJA 78


PEMERINTAH DAERAH
KABUPATEN BALANGAN

- Mengembangkan investasi, memperluas jaringan pasar,


meningkatkan mutu, diversifikasi produk olahan dan
konsumsi ikan masyarakat sehingga dapat bersaing
dengan Kabupaten/Kota terdekat dan menjangkau
wilayah yang lebih luas baik pada tataran Provinsi
maupun Nasional.

2. Capaian indikator kinerja konsumsi ikan masyarakat.


Capaian ini terlaksana dengan baik karena adanya
kegiatan-kegiatan yang mendukung penambahan pengetahuan
masyarakat mengenai berbagai macam variasi olahan yang
bersumber dari ikan sehingga meningkatkan konsumsi ikan di
masyarakat.

4.3. Sasaran : Terwujudnya tujuan wisata Balangan, diukur capaian


kinerjanya melalui 1 (satu) indikator dengan target, realisasi dan
capaian kinerja sebagai berikut :

Tabel 3.28
Capaian Kinerja Tahun 2017

%
No. Indikator Utama Satuan Target Realisasi Kategori
Capaian
Sangat
1 Jumlah kunjungan wisata Jlh 4.000 6.520 163,00
Berhasil

Rata-rata 163,00
Sumber data Dinas Pariwisata Kab. Balangan Tahun 2017.

Berdasarkan tabel 3.28 di atas, dari 1 (satu) indikator kinerja,


memperoleh predikat sangat berhasil dengan kategori I yaitu
Jumlah kunjungan wisata (106.38%).

Jumlah kunjungan wisata terealisasi sebesar 6520 orang dari


target sebesar 4000 orang, pada tahun 2017 ini dinas pariwisata

LKj TAHUN 2017 – AKUNTABILITAS KINERJA 79


PEMERINTAH DAERAH
KABUPATEN BALANGAN

telah melakukan berbagai upaya dalam pengembangan potensi


objek-objek wisata dimana hal tersebut dilakukan dalam rangka
meningakatkan jumlah kunjungan wisata, baik wisatawan daerah
maupun luar daerah, salah satunya adalah dengan pelaksanaan
event-event pariwisata yang mana didalam event-event pariwisata
tersebut dikenalkan berbagai macam budaya dan kerajinan serta
kuliner lokal daerah kabupaten balangan khususnnya yang terkait
dengan daerah potensi wisata.
Permasalahan :
1. Walaupun potensi Kabupaten Balangan sangat terbuka dan
masih mungkin untuk dikembangkan lagi, namun, salah satu
hambatan adalah membangun sinergi antar even-even
kepariwisataan dengan pola distribusi dan kalender musim
pariwisata. Terdapat bulan-bulan dimana jumlah wisatawan
meningkat seperti liburan sekolah atau liburan hari raya dan
akhir/awal tahun. Pengelolaan event kepariwisataan yang
disinergikan dengan momentum seperti ini akan bisa
meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan yang lebih banyak
lagi.
2. Pentingnya sektor pariwisata juga bisa dilihat dari dukungan
dan kontribusi masyarakat dalam pengembangan nilai,
keagamaan dan kekayaan budaya yang ada. Namun demikian,
upaya-upaya ini masih perlu disinergikan dan mendapatkan
dukungan dari pemerintah, seperti dukungan kebijakan dan
sarana-prasarana yang akan menjadi enabling environment
bagi inisiatif masyarakat dalam pengembangan wisatawan
berbasis budaya.
3. Seiring peningkatan kunjungan wisatawan, dinilai tingkat
pemenuhan kualitas dan kuantitas SDM pariwisata yang

LKj TAHUN 2017 – AKUNTABILITAS KINERJA 80


PEMERINTAH DAERAH
KABUPATEN BALANGAN

profesional belum memadai sesuai dengan jumlah karakteristik


wisatawan yang semakin beragam.

Solusi
1. Memperluas pilihan wisatawan dengan memperbaharui
destinasi wisata termasuk destinasi baru yang beragam.
2. Promosi potensi wisata melalui berbagai media dan pameran.
3. Sarana pendukung untuk meningkatkan kepuasan wisatawan,
seperti sarana transfortasi, ataupun sarana dan prasarana yang
lain.
4. Secara bertahap dibangun fasilitas pendukung di obyek wisata
dan dilakukan pemeliharaan secara rutin untuk fasilitas yang
sudah tersedia.
5. Pelembagaan partisipasi masyarakat dan dukungan bagi inisiatif
masyarakat dalam pengembangan saran dan destinasi wisata.

Tabel 3.29
Perbandingan Capaian Indikator Kinerja Utama
Kabupaten Balangan Tahun 2016 dan 2017

Capaian Capaian Kinerja Naik/


Indikator Utama Satuan
2016 2017 Turun

1 Jumlah kunjungan wisata % 106.38 163,00 Naik

Dilihat dari perbandingan kinerja tahun 2017 dengan tahun


2016, untuk ditahun 2017 mengalami kenaikan dengan indikator
kinerja utama Jumlah kunjungan wisata.

4.4. Sasaran : Meningkatnya luas kawasan produktif transmigrasi yang


dapat dimanfaatkan masyarakat, diukur capaian kinerjanya melalui
1 (satu) indikator dengan target, realisasi, dan capaian kinerja
sebagai berikut :

LKj TAHUN 2017 – AKUNTABILITAS KINERJA 81


PEMERINTAH DAERAH
KABUPATEN BALANGAN

Tabel 3.30
Capaian Kinerja Tahun 2017

%
No. Indikator Utama Satuan Target Realisasi Kategori
Capaian
Prosentase luas kawasan
transmigrasi yang
1
dimanfaatkan oleh
% 30 30 100,00 Berhasil
masyarakat

Rata-rata 100
Sumber Data Dinas Nakertrans Kab. Balangan tahun 2017.

Berdasarkan tabel 3.30 di atas, dari 1 (satu) indikator kinerja,


semua capaian indikator memperoleh predikat berhasil dengan
kategori II yaitu Prosentase luas kawasan transmigrasi yang
dimanfaatkan oleh masyarakat (100%).

Indikator yang belum tercapai dikarenakan lahan yang akan


dikerjakan/digarap terjadi kebanjiran, sehingga pemanfaatan lahan
tidak dapat dilaksanakan.

MISI V : Mengembangkan sosial budaya kemasyarakatan.

Tujuan misi V adalah :


1. Meningkatkan kualitas kehidupan beragama.
2. Meningkatnya upaya pelestarian dan pengembangan seni dan budaya
lokal.
3. Meningkatnya pembinaan kepemudaan dan olahraga.
4. Menurunnya masalah-masalah sosial dan kemiskinan.
5. Meningkatnya pencegahan dan penanganan bencana daerah.
Selanjutnya dijabarkan ke dalam 4 (empat) sasaran, dengan demikian
indikator tercapainya keberhasilan tujuan tercermin pada keberhasilan
dari 4 (empat) sasaran sebagai berikut :

Tabel 3.31
Rata-rata Capaian

LKj TAHUN 2017 – AKUNTABILITAS KINERJA 82


PEMERINTAH DAERAH
KABUPATEN BALANGAN

No. Sasaran Capaian

Menurunkan angka Penyandang Masalah Kesejahteraan


1 56,18
Sosial (PMKS)
Terwujudnya kehidupan sosial yang harmonis, rukun dan
2 79.63
damai di kalangan umat beragama
Tewujudnya pemberdayaan masyarakat dalam kesiapsiagaan
3 40,00
bencana

4 Terwujudnya penanganan darurat bencana 100,00

Terwujudnya pemulihan masyarakat dan sarana prasarana


5 88,71
yang lebih baik

6 Meningkatkan pembinaan kepemudaan 100

7 Meningkatkan pembinaan olahraga 50

Rata-rata 76,56

Penjelasan mengenai keberhasilan atau kegagalan pencapaian


tujuan lebih lanjut diuraikan pada masing-masing sasaran :

5.1. Sasaran : Menurunkan angka Penyandang Masalah Kesejahteraan


Sosial (PMKS), diukur capaian kinerjanya melalui 1 (satu) indikator
dengan target, realisasi dan capaian kinerja sebagai berikut :

Tabel 3.32
Capaian Kinerja Tahun 2017

%
No. Indikator Utama Satuan Target Realisasi Kategori
Capaian
Kurang
1 Prosentase Angka PMKS % 16,17 28,28 57,18 Berhasil

Rata-rata 57,18
Sumber data Dinas Sosial Kab. Balangan Tahun 2017

Berdasarkan tabel 3.32 di atas, 1 (satu) capaian indikator


utama, memperoleh predikat kurang berhasil dengan kategori IV
yaitu prosentase angka PMKS (57,18%)

LKj TAHUN 2017 – AKUNTABILITAS KINERJA 83


PEMERINTAH DAERAH
KABUPATEN BALANGAN

Penurunan angka PMKS mengalami kenaikan dikarenakan


Penyandang masalah kesejahteraan social yang disebabkan oleh
kejadian bencana alam/social tidak bisa diprediksi, sehingga dari
target 16,17 % tersebut tidak tercapai.
Untuk peningkatan capaian kinerja dari target yang
ditetapkan ditahun yang akan datang dilakukan upaya – upaya
penguatan dari segi , setiap kegiatan harus membuat Evaluasi dan
monitoring dari pelaksanaan kegiatan atau program Penyandang
masalah kesejahteraan social ( PMKS ) yang mendukung
pelayanan social, akan mengarahkan program atau kegiatan
terhadap Penyandang Masalah kesejahteraan social ( PMKS ) agar
PMKS tersebut menjadi madiri atau mampu meningkatkan
kesejahteraan PMKS.

Tabel 3.33
Perbandingan Capaian Indikator Kinerja Utama
Kabupaten Balangan Tahun 2016 dan 2017

Capaian Capaian Kinerja Naik/


Indikator Utama Satuan
2016 2017 Turun

1 Prosentase Angka PMKS % 100,97 57,18 Turun

Dilihat dari perbandingan kinerja tahun 2017 dengan tahun


2016, capaian kinerja indikator prosentase angka PMKS mengalami
penurunan 73,92% dari tahun sebelumnya.

5.2. Sasaran : Terwujudnya kehidupan sosial yang harmonis, rukun dan


damai di kalangan umat beragama, diukur capaian kinerjanya
melalui 1 (satu) indikator dengan target, realisasi dan capaian
kinerja sebagai berikut :

LKj TAHUN 2017 – AKUNTABILITAS KINERJA 84


PEMERINTAH DAERAH
KABUPATEN BALANGAN

Tabel 3.34
Capaian Kinerja Tahun 2017

%
No. Indikator Utama Satuan Target Realisasi Kategori
Capaian
Angka konflik sosial yang
1 bernuansa sara yang terjadi Jlh 0 0 100 Berhasil
di Kabupaten Balangan

Rata-rata 100
Sumber data Badan Kesbangpol Kab. Balangan Tahun 2017

Berdasarkan tabel 3.34 di atas, 1 (satu) capaian indikator


utama, memperoleh predikat berhasil dengan kategori II yaitu
angka konflik sosial yang bernuansa sara yang terjadi di Kabupaten
Balangan (100%)
Sasaran terwujudnya kehidupan sosial yang harmonis, rukun
dan damai dikalangan umat beragama dengan indikator Angka
konflik sosial yang bernuansa sara yang terjadi di Kabupaten
Balangan, adapun program yang dilaksanakan yaitu program
peningkatan dan pembinaan organisasi masyarakat, mencapai
capaian sesuai dengan target yang telah ditetapkan yaitu dengan
target 0 tercapai 0 hal ini didukung oleh oleh terbinanya organisasi-
organisasi keagamaan di Kabupaten Balangan sehingga
menumbuhkan rasa teloransi yang baik antar umat beragama yang
ada dikabupaten balangan sehingga pada tahun 2017 kejadian
konflek bernuansa sara maupun sosial lainnya tidak terjadi, ini
berdampak pada capaian indicator konflik yang selesai ditangani,
karena tidak ada konflek sosial maka tidak ada kasus yang perlu
diselesaikan.

5.3. Sasaran : Tewujudnya pemberdayaan masyarakat dalam


kesiapsiagaan bencana, diukur capaian kinerjanya melalui 1 (satu)
indikator dengan target, realisasi dan capaian kinerja sebagai
berikut :

LKj TAHUN 2017 – AKUNTABILITAS KINERJA 85


PEMERINTAH DAERAH
KABUPATEN BALANGAN

Tabel 3.35
Capaian Kinerja Tahun 2017

%
No. Indikator Utama Satuan Target Realisasi Kategori
Capaian
Rasio kemampuan tentang
Kurang
1 kebencanaan di daerah % 100 40 40
Berhasil
rawan bencana

Rata-rata 40
Sumber data BPBD Kab. Balangan Tahun 2017.

Berdasarkan tabel 3.35 di atas, capaian indikator,


memperoleh predikat kurang berhasil dengan kategori IV yaitu rasio
kemampuan tentang kebencanaan di daerah rawan bencana
(40%).

Peningkatan Kualitas Sumber Daya Aparatur Badan


Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Balangan erat
kaitannya dengan Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan sebagai
penyelenggara Program.
Hal ini disebabkan capaian Indikator Kinerja di atas
menunjukkan rendahnya kapabilitas sumber daya manusia (SDM)
yang ada di BPBD Kabupaten Balangan dalam menyelesaikan
program kegiatan yang bersifat pencegahan dan kesiapsiagaan
yang ada kaitannya dengan proses administrasi perkantoran.

Untuk mengatasi permasalahan di atas tersebut pada tahun


2018 Indikator Kinerja pada bidang Pencegahan dan
Kesiapsiagaan, program dan kegiatan tetap harus dilaksanakan
seperti kegiatan sosialisasi peraturan perundang-undangan dan
sosialisasi kepada masyarakat tentang bahaya kebencanaan serta
pelatihan-pelatihan terhadap anggota relawan dalam hal ini
anggota TRC yang langsung berada di BPBD Kab. Balangan.

LKj TAHUN 2017 – AKUNTABILITAS KINERJA 86


PEMERINTAH DAERAH
KABUPATEN BALANGAN

Dan hal yang terpenting dari program kegiatan pencegahan


dan kesiapsiagaan dalam pelaksanaan administrasi perkantoran
yaitu dengan meningkatkan Sumber Daya Manusianya dalam hal
tertib administrasinya dan berkoordinasi dengan bidang-bidang
yang lain sehingga program dan kegiatan tersebut dapat tercapai
100% pada tahun 2018.

5.4. Sasaran : Terwujudnya penanganan darurat bencana, diukur


capaian kinerjanya melalui 1 (satu) indikator dengan target,
realisasi dan capaian kinerja sebagai berikut :

Tabel 3.36
Capaian Kinerja Tahun 2017

%
No. Indikator Utama Satuan Target Realisasi Kategori
Capaian
Persentase penanganan
1 % 100 100 100 Berhasil
bencana

Rata-rata 100
Sumber data BPBD Kab. Balangan Tahun 2017.

Berdasarkan tabel 3.36 di atas, capaian indikator,


memperoleh predikat berhasil dengan kategori II yaitu persentase
penanganan bencana (100%).

Meningkatkan penangan terhadap keadaan Darurat Bencana


dan Ketersediaan Logistik yaitu Bencana yang datang tiba-tiba
mengharuskan semua pemangku jabatan khususnya bidang II yang
menangi masalah Kedaruratan dan logistik harus selalu siap dan
tanggap terhadap fenomina alam yang ada khususnya dikabupaten
balangan, kesiapan penangan bencana beserta kesiapan logistik
yang ada untuk pertolongan masyarakat yang terkena musibah
bencana alam merupakan faktor utama yang harus disipkan pada
Badan Penanggulannya Bencana Daerah Kab. Balangan dengan

LKj TAHUN 2017 – AKUNTABILITAS KINERJA 87


PEMERINTAH DAERAH
KABUPATEN BALANGAN

anggaran Bidang sebesar Rp. 2.750.828.5000 bidang Kedaruratan


dan Logistik menyelenggarakan 1 (satu) program yang bersifat
penangan korban bencana, ketersediaan sarana pendukung seperti
logistik dan obat-obatan serta Peningkatan keahlian petugas
penyelamatan bencana.

5.5. Sasaran : Terwujudnya pemulihan masyarakat dan sarana


prasarana yang lebih baik, diukur capaian kinerjanya melalui 1
(satu) indikator dengan target, realisasi dan capaian kinerja
sebagai berikut :

Tabel 3.37
Capaian Kinerja Tahun 2017

%
No. Indikator Utama Satuan Target Realisasi Kategori
Capaian
Persentase penanganan Cukup
1 % 100 88,71 88,71
rehabilitasi dan rekonstruksi Berhasil

Rata-rata 88,71
Sumber data BPBD Kab. Balangan Tahun 2017.

Berdasarkan tabel 3.37 di atas, capaian indikator,


memperoleh predikat cukup berhasil dengan kategori III yaitu
persentase penanganan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (88,71%).

Untuk Meningkatnya Pemulihan Sarana dan Prasaran Akibat


Bencana yaitu Air yang tiba-tiba naik, menggerus, merendam dan
meluluhlantahkan sendi-sendi perekonomian warga bantaran
sungai, kejadian diatas sangat menakutkan apabila sampai terjadi
di daerah kita tercinta kabupaten Balangan Bumi Sanggam
Kabupaten termuda di Daerah Kalimantan Selatan. Yang sampai
saat ini masih memerlukan dana yang tidak sedikit untuk
membangun Bumi Sanggam agar dapat sejajar dengan kabupaten
tetangga. Selain itu untuk mendukung program ”NAWA CITA”

LKj TAHUN 2017 – AKUNTABILITAS KINERJA 88


PEMERINTAH DAERAH
KABUPATEN BALANGAN

Pemerintah yang salah satu Programnya adalah ”Memberikan


rasa aman pada seluruh warga negara”, rasa aman disini memang
dalam arti luas tetapi yang kami angkat disini adalah rasa aman
dari ancaman resiko kebencanaan.

Untuk mengurangi resiko kebencanaan yang mungkin akan


terjadi Pemerintah Kab. Balangan memberikan anggaran dana
yang tertuang dalam DPA-BPBD Tahun 2017 pada Bidang
Rehabilitasi dan Rekonstruksi sebesar Rp. 9.456.210.000,- yang
terdiri dari 1 (satu) indikator kegiatan.

Indikator Kinerja tersebut berupa rehabilitasi pada bencana


banjir dan tanah longsor, dimana pada bencana banjir dan tanah
longsor tersebut pada saat hujan deras langsung berdampak
kepada rumah masyarakat yang berada pada pinggiran sungai,
tanah tersebut mengalami longsor sehingga dapat membahayakan
orang yang berada dirumah tersebut, sehingga program rehabilitasi
ini dilakukan kegiatan pembangunan penahan banjir dan bronjong.

5.6. Sasaran : Meningkatkan pembinaan kepemudaan, diukur capaian


kinerjanya melalui 1 (satu) indikator dengan target, realisasi dan
capaian kinerja sebagai berikut :

Tabel 3.38
Capaian Kinerja Tahun 2017

%
No. Indikator Utama Satuan Target Realisasi Kategori
Capaian
Jumlah organisasi
1 Jlh 2 2 100 Berhasil
kepemudaan yang aktif

Rata-rata 100
Sumber data Dinas Pemuda dan Oalahraga Kab. Balangan Tahun 2017.

LKj TAHUN 2017 – AKUNTABILITAS KINERJA 89


PEMERINTAH DAERAH
KABUPATEN BALANGAN

Berdasarkan tabel 3.38 di atas, 1 (satu) capaian indikator


memperoleh predikat berhasil dengan kategori II yaitu Peringkat
jumlah organisasi kepemudaan yang aktif (100%).

Jumlah organisasi yang dibina terealisasi sebesar 2


organisasi dari target sebesar 2 organisasi tahun 2017 ini dinas
Kepemudaan dan Olahraga telah melakukan berbagai upaya dalam
pembinaan organisasi kepemudaan dimana hal tersebut dilakukan
dalam rangka meningakatkan jumlah organisasi yang ada di
kabupaten Balangan yaitu :

1. Dengan melaksanakan kegiatan sosialisasi manajemen


pengelolaan organisas kepemudaan
2. Sosialisasi tentang undang-undang organisasi kepemudaan

5.7. Sasaran : Meningkatkan pembinaan olahraga, diukur capaian


kinerjanya melalui 1 (satu) indikator dengan target, realisasi dan
capaian kinerja sebagai berikut :

Tabel 3.39
Capaian Kinerja Tahun 2017

%
No. Indikator Utama Satuan Target Realisasi Kategori
Capaian
Jumlah cabang olahraga Kurang
1 % 8 4 50
berprestasi Berhasil

Rata-rata 50
Sumber data Dinas Pemuda dan Oalahraga Kab. Balangan Tahun 2017.

Berdasarkan tabel 3.39 di atas, capaian indikator,


memperoleh predikat berhasil dengan kategori IV yaitu Jumlah
cabang olahraga berprestasi (50%).

terealisasi dengan diikutinya Festival Olahraga Rekreasi


Daerah (FORDA) di tingkat Provinsi Kalimantan Selatan tahun 2017

LKj TAHUN 2017 – AKUNTABILITAS KINERJA 90


PEMERINTAH DAERAH
KABUPATEN BALANGAN

yang diikuti oleh Kabupaten/Kota se Kalimantan Selatan dan


cabang olahraga yang dilombakan sebanyak 10 cabor, Kabupaten
Balangan hanya mengikuti 3 (tiga) Cabaor yaitu cabang olahraga
senam kreasi, olahraga enggrang beregu dan olahraga sumpit
perorangan, dari 3 (tiga) cabang olahraga tersebut 1 (satu) cabang
olahraga yang mendapat juara yaitu :

1. Sumpit kategori putra jarak 15 meter ada 2 (dua) orang, 1


(satu) orang juara I (satu) dan satu orang juara II (dua)
2. Sumpit kategori putra jarak 25 meter ada 2 (dua) orang, 1
(satu) orang juara II (dua) dan satu orang juara III (tiga)
3. Sumpit kategori putra jarak 30 meter ada 2 (dua) orang, 1
(satu) orang juara II (dua) dan satu orang juara III (tiga)

Terealisai dengan terkir\imnya 40 orang atlet dan 10 orang


pelatih/official dengan cabang olahraga yang dipertandingkan
sebanyak 10 (sepuluh) cabang olahraga dan yang diikuti oleh Dinas
Kepemudaan dan Olahraga Kabupaten Balangan sebanyak 5 (lima)
cabang olahraga, cabang olahraga yang diikuti yaitu :

1. Cabang atletik.
2. Cabang renang.
3. Cabang dayung.
4. Cabang karate.
5. Cabangt taekwondho.
Dari lima cabang olahraga tersebut yang mendapat medali
adalah :

- Cabang dayung mendapat 1 (satu) perak dan 2 (dua)


perunggu.
- Cabang karate mendapat 2 (dua) perunggu.
- Cabang taekwondho mendapat 3 (tiga) perunggu.

LKj TAHUN 2017 – AKUNTABILITAS KINERJA 91


PEMERINTAH DAERAH
KABUPATEN BALANGAN

Untuk meningkatkan capaian kinerja tersebut dilakukan beberapa hal


yaitu :
1. Memberikan latihan kepada cabang-cabang olahraga yang akan
dikirim untuk mengikuti pertandingan.
2. Memberikan bonus terhadap atlet-atlet berprestasi.
3. Peningkatan sarana dan prasarana olahraga.
4. Pembinaan atlet yang berjenjang.

MISI VI : Optimalisasi pemberdayaan aparatur pemerintah daerah.

Tujuan misi VI adalah Meningkatkan tata kelola pemerintahan yang


semakin transparan, responsif dan akuntabel.
Selanjutnya dijabarkan ke dalam 4 (empat) sasaran, dengan demikian
indikator tercapainya keberhasilan tujuan tercermin pada keberhasilan
dari 4 (empat) sasaran sebagai berikut :

Tabel 3.40
Rata-rata Capaian

No. Sasaran Capaian

Meningkatnya E-Government guna peningkatan kualitas dan


1 100
kecepatan layanan kepada masyarakat
Meningkatnya kualitas sumberdaya aparatur pemerintah
2 98,69
daerah

3 Meningkatnya akuntabilitas kinerja pemerintah daerah 105.11

Rata-rata 101.27

Penjelasan mengenai keberhasilan atau kegagalan pencapaian


tujuan lebih lanjut diuraikan pada masing-masing sasaran :

6.1. Sasaran : Meningkatnya E-Government guna peningkatan kualitas


dan kecepatan layanan kepada masyarakat, diukur capaian

LKj TAHUN 2017 – AKUNTABILITAS KINERJA 92


PEMERINTAH DAERAH
KABUPATEN BALANGAN

kinerjanya melalui 1 (satu) indikator dengan target, realisasi dan


capaian kinerja sebagai berikut :

Tabel 3.41
Capaian Kinerja Tahun 2017

%
No. Indikator Utama Satuan Target Realisasi Kategori
Capaian
Persentase jaringan dan
1 % 30 30 100 Berhasil
infrstruktur e-government

Rata-rata 100
Sumber data Dinas Kominfo Kab. Balangan Tahun 2017.

Dilihat dari tabel 3.41 di atas, 1 (satu) capaian indikator


utama, capaian indikator mendapat predikat berhasil dengan
kategori II yaitu Persentase jaringan dan infrstruktur e-government
(100.
Pembangunan beberapa infrastruktur jaringan internet yang
terus dilaksanakan seperti Jaringan Koneksi Internet Juai – Halong
dan Pengadaan Jaringan CCTV sebanyak 9 titik yang ditempatkan
di daerah yang rawan kecelakaan seperti daerah Batupiring atau
ban ganal, ditaman depan gedung juang pasar paringin, di simpang
empat kantor kecamatan parsel, disimpang 4 gunung pandau,
depan Kantor DPMPTSP, di depan Islamic center.
terlaksananya Pengendalian menara telekomunikasi di
Kabupaten Balangan dan penerimaan PAD dari retribusi menara
walaupun Untuk Retribusi Pengendalian Menara Telekomunikasi
target tidak tercapai karena perubahan pada PERDA Retribusi
Menara yang perhitungan besaran retribusinya berdasarkan
formulasi dengan perhitungan factor jenis menara dan jarak tempuh
pada biaya penyediaan jasa meliputi jasa belanja langsung terkait
kegiatan pengawasan dan pengendalian menara telekomunikasi
berupa perjalanan dinas dan belanja habis pakai.

LKj TAHUN 2017 – AKUNTABILITAS KINERJA 93


PEMERINTAH DAERAH
KABUPATEN BALANGAN

Tersusunnya Prosedur Tata Kelola E-Government 1


dokumen dan Dokumen Database Aplikasi yaitu 3 dokumen.

6.2. Sasaran : Meningkatnya kualitas sumberdaya aparatur pemerintah


daerah, diukur capaian kinerjanya melalui 1 (satu) indikator dengan
target, realisasi dan capaian kinerja sebagai berikut :

Tabel 3.42
Capaian Kinerja Tahun 2017

%
No. Indikator Utama Satuan Target Realisasi Kategori
Capaian
Indeks kepuasan masyarakat
1 terhadap semua pelayanan % 80 78,95 98,69 Berhasil
yang diberikan pemda

Rata-rata 98,69
Sumber data Setda (bagian organisasi) Kab. Balangan Tahun 2017.

Dilihat dari tabel 3.42 di atas, 1 (satu) capaian indikator


utama, capaian indikator mendapat predikat berhasil dengan
kategori II yaitu Indeks kepuasan masyarakat terhadap semua
pelayanan yang diberikan pemda (98,69%).

Penilaian peningkatan Indeks Kepuasan Masyarakat diambil


dari rata-rata hasil penilaian pelayanan 8 Kecamatan, DPMPTSP,
Dukcatpil dan RSUD. Capaian adalah sebesar 78,95% dari target
yang ingin dicapaia sebesar 72% dengan capaian indikator adalah
109,63%. Target capaian s.d tahun 2021 adalah IKM sebesar 80%,
sampai dengan tahun 2017 persentase capaian sudah mencapai
98,66%. Diharapkan tahun 2021 target capaian IKM sudah dapat
mencapai target yang diharapkan. Masih terdapat pelayanan di
RSUD yang kurang memuaskan masyarakat tentang urusan
Kesopanan dan keramahan petugas, Kewajaran Biaya Pelayanan
dan Kepastian Jadwal Pelayanan dengan penilaian kurang baik.
Untuk tahun berikutnya akan dilakukan upaya perbaikan dari

LKj TAHUN 2017 – AKUNTABILITAS KINERJA 94


PEMERINTAH DAERAH
KABUPATEN BALANGAN

urusan yang masih mendapatkan penilaian masyarakat kurang


baik.

Pemberian Pelayanan Kepada Masyarakat secara prima


merupakan salah satu tujuan utama setiap Pemerintah Daerah.
Indeks Kepuasan Masyarakat memberikan data dan informasi
kepada Pemerintah bagaimana pendapat masyarakat dalam
memperoleh pelayanan dari aparatur penyelenggara pelayanan
publik. SKPD penyelenggara pelayanan publik optimis bahwa
pemberian pelayanan kepada masyarakat dapat terus ditingkatkan
karena Kabupaten Balangan siap unyuk melakukan Penataan
sistem, mekanisme dan prosedur pelayanan, sehingga pelayanan
dapat dilaksanakan secara lebih berkualitas, berdaya guna dan
berhasil guna.

Adapun analisis atas efisiensi penggunaan sumber daya


untuk pencapaian kinerja tersebut adalah sebesar 8,98% atau
sebesar 6.388.512,- (Enam Juta Tiga Ratus Delapan Puluh
Delapan Ribu Lima Ratus Dua Belas Rupiah). Capaian Kinerja ini
tidak lepas dari kinerja kegiatan yaitu yang dilaksanakan pada
Program Peningkatan Pelayanan Publik kegiatan Monitoring dan
Evaluasi Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM ) dengan realisasi
anggaran pada tahun 2017 sebesar Rp. 64.731.488,-.

6.3. Sasaran : Meningkatnya akuntabilitas kinerja pemerintah daerah,


diukur capaian kinerjanya melalui 1 (satu) indikator dengan target,
realisasi dan capaian kinerja sebagai berikut :

Tabel 3.43
Capaian Kinerja Tahun 2017

%
No. Indikator Utama Satuan Target Realisasi Kategori
Capaian

LKj TAHUN 2017 – AKUNTABILITAS KINERJA 95


PEMERINTAH DAERAH
KABUPATEN BALANGAN

%
No. Indikator Utama Satuan Target Realisasi Kategori
Capaian

1 Opini BPK atas LKPD Opini WTP WTP 100,00 Berhasil

Sangat
2 Nilai EKPPD Kabupaten Nilai 2,7000 3,0601 113,34
Berhasil
Sangat
3 Nilai HE-SAKIP Kabupaten Nilai CC=55,65 CC=56,83 102,00
Berhasil

Rata-rata 105,11
Sumber data Inspektorat dan Setda Kab. Balangan Tahun 2017.

Dilihat dari tabel 3.43 di atas, 1 (satu) capaian indikator


mendapat predikat berhasil dengan kategori I yaitu Indeks
kepuasan masyarakat terhadap semua pelayanan yang diberikan
pemerintah daerah (115.69%).

1. Indikator Opini BPK atas LKPD.


Opini BPK baru bisa diterima setelah pelaksanaan Audit
BPK dimana kegiatan ini sedang berlangsung di lingkup
Kabupaten Balangan. Dari tahun sebelumnya Kabupaten
Balangan berhasil memperoleh Opini WTP selama 4 tahun
terakhir

2. Indikaator Nilai EKPPD Kabupaten.


Nilai Evaluasi Kinerja Penyelenggaraan Pemerintah
Daerah (EKPPD) sementara terhadap LPPD 2016 didasarkan
hasil evaluasi oleh Tim Daerah dan validasi Tim Pusat yang
dilaksanakan pada bulan Juli sampai dengan bulan September
2017. Nilai Sementara EKPPD terhadap LPPD tahun 2016
Kabupaten Balangan yang dikeluarkan pada bulan September
2017 adalah 3.0601 dengan status kinerja sangat tinggi. Capaian
ini melebihi dari target kinerja yang ingin dicapai yaitu 3.0600.
Dibandingkan dengan pencapaian nilai EKPPD tahun anggaran
2015 yang diumumkan pada hari Otonomi Daerah pada bulan

LKj TAHUN 2017 – AKUNTABILITAS KINERJA 96


PEMERINTAH DAERAH
KABUPATEN BALANGAN

April 2017 lalu dengan nilai capaian EKPPD terhadap LPPD


tahun 2015 Kabupaten Balangan yaitu 2,8471/Tinggi (status
kinerja tinggi) dimana Kabupaten Balangan menduduki peringkat
ke-214 dari 384 Kabupaten secara Nasional (Se-Indonesia).
Sampai dengan tahun 2017 capaian Indikator kinerja adalah
sebesar 98,71% dengan target kinerja sudah harus mencapai
100% pada tahun 2021 yitu posisi nilai EKPPD Sangat
Tinggi/3.1000. Capaian Indikator ini adalah sebesar 100%
Capaian indikator pada sasaran ini termasuk dalam katagori
capaian Berhasil.

3. Nilai HE-SAKIP Kabupaten.


Hasil Evaluasi Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah
(E-SAKIP) dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur
Reformasi dan Birokrasi tahun 2017 adalah berupa Nilai
sementara. Berdasarkan hasil penilaian sementara terhadap
Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah, Kabupaten
Balangan mendapatkan skor nilai sebesar 56,83 dan masih
berada pada predikat akuntabilitas kinerja CC. meskipun masih
mendapatkan penilaian dengan predikat CC pada penilaian
sementara, namun dibanding tahun 2016 lalu capaian nilai naik
sebesar 1,57% dengan Capaian indikator kinerja pada tahun
anggaran 2017 adalah sebesar 102,12%. Capaian indikator pada
sasaran ini termasuk dalam katagori capaian Sangat Berhasil.
Capaian kinerja sampai tahun 2017 dengan melihat target
sampai degan tahun 2021 adalah 88,38%. Diharapkan pada
tahun 2021 Kabupaten Balangan sudah mendapatkan nilai B
dengan skor 64,30.
Peningkatan nilai capaian AKIP Kabupaten Balangan pada
tahun 2017 merupakan hasil dari penilaian seluruh komponen,

LKj TAHUN 2017 – AKUNTABILITAS KINERJA 97


PEMERINTAH DAERAH
KABUPATEN BALANGAN

namun terdapat 2 komponen yang menurun skor nilainya yaitu


evaluasi internal dan capaian capaian kinerja. Diharapkan
Kabupaten Balangan dapat terus meningkatkan kinerja
akuntabilitas masing-masing SKPDnya agar dapat mencapai
nilai B pada tahun berikutnya. Karena nilai B memperlihatkan
bahwa suatu Instansi sudah memiliki system yang dapat
digunakan untuk manajemen kinerja dan hanya memerlukan
sedikit perbaikan untuk mencapai tujuan yang lebih optimal.
Adapun analisis atas efisiensi penggunaan sumber daya
untuk pencapaian kinerja tersebut adalah sebesar 14,71% atau
sebesar 29.766.991 (Dua Puluh Sembilan Juta Tujuh Ratus
Enam Puluh Enam Ribu Sembilan Ratus Sembilan Puluh Satu
Rupiah). Capaian Kinerja ini tidak lepas dari kinerja kegiatan
yaitu yang dilaksanakan pada Program Peningkatan Kinerja dan
Revitalisasi Otonomi Daerah Kegiatan Monitoring,evaluasi dan
pelaporan SAKIP dengan realisasi anggaran pada tahun 2017
sebesar Rp. 69.722.009,-. Dan Program Program peningkatan
sistem pengawasan internal dan pengendalian pelaksanaan
kebijakan KDH kegiatan Penyusunan Laporan Akuntabilitas
Kinerja Pemerintah dengan realisasi anggaran pada tahun 2017
sebesar Rp. 103.950.000,-.

Adapun beberapa alternatif solusi yang dapat


dilaksanakan agar pada tahun 2018 Kabupaten Balangan dapat
mencapai target nilai AKIP B adalah sebagai berikut :
1. Komitmen dari seluruh Kepala SKPD untuk membangun
SAKIP;
2. Peningkatan kualitas SDM penyusun SAKIP.

LKj TAHUN 2017 – AKUNTABILITAS KINERJA 98


PEMERINTAH DAERAH
KABUPATEN BALANGAN

Tabel 3.44
Perbandingan Capaian Indikator Kinerja Utama
Kabupaten Balangan Tahun 2016 dan 2017

Capaian Capaian Kinerja Naik/


Indikator Utama Satuan
2016 2017 Turun

1 Opini BPK atas LKPD % 100 100 Tetap

2 Nilai EKPPD Kabupaten % n/a 113,34 -

3 Nilai HE-SAKIP Kabupaten % 103.69 102,00 Turun

Dilihat dari perbandingan kinerja tahun 2017 dengan tahun


2016, capaian kinerja indikator kinerja utama belum dilaksanakan
ditahun sebelumnya.

MISI VII : Mewujudkan kamtibmas dan kepastian hukum


untuk terciptanya suasana yang kondusif.

Tujuan misi VII adalah :


1. Terciptanya suasana kondusif dan terjaganya ketertiban umum.
2. Memberikan perlindungan dan pengakuan terhadap penentuan status
pribadi dan status hukum kependudukan.

Selanjutnya dijabarkan ke dalam 2 (dua) sasaran, dengan demikian


indikator tercapainya keberhasilan tujuan tercermin pada keberhasilan
dari 2 (dua) sasaran sebagai berikut :

Tabel 3.45
Rata-rata Capaian

No. Sasaran Capaian

1 Menurunnya angka pelanggaran ketertiban masyarakat 100

Meningkatnya cakupan kepemilikan dokumen kependudukan


2 100,26
dan pencatatan sipil

LKj TAHUN 2017 – AKUNTABILITAS KINERJA 99


PEMERINTAH DAERAH
KABUPATEN BALANGAN

No. Sasaran Capaian

Rata-rata 100,13

Penjelasan mengenai keberhasilan atau kegagalan pencapaian


tujuan lebih lanjut diuraikan pada masing-masing sasaran :

7.1. Sasaran : Menurunnya angka pelanggaran ketertiban masyarakat,


diukur capaian kinerjanya melalui 1 (satu) indikator dengan target,
realisasi dan capaian kinerja sebagai berikut :

Tabel 3.46
Capaian Kinerja Tahun 2017

%
No. Indikator Utama Satuan Target Realisasi Kategori
Capaian
Angka pelanggaran
1 peraturan daerah yang % 100 100 100 Berhasil
terselesaikan

Rata-rata 100
Sumber data Dinas Satuan Polisi Pamong Praja Kab. Balangan Tahun 2017.

Berdasarkan tabel 3.46 di atas, 1 (satu) capaian indikator


memperoleh predikat berhasil dengan kategori II yaitu Persentase
penanganan pelanggaran Peraturan Daerah (100%).

1) Memasuki era globalisasi, maka pengaruh dunia luar dapat


mempengaruhi sikap dan pola hidup yang berkembang dewasa
ini, dimana dampaknya cukup berpengaruh bagi stabilitas dan
keamanan ketertiban masyarakat menghadapi tantangan
tersebut nampaknya aparatur yang ada belum siap sehingga
berpengaruh bagi kelancaran kegiatan dimasa mendatang.
2) Disamping itu dalam pelaksanaan operasional kegiatan
dimaksud nampak sarana penunjang masih belum memadai,

LKj TAHUN 2017 – AKUNTABILITAS KINERJA 100


PEMERINTAH DAERAH
KABUPATEN BALANGAN

sehingga kegiatan dirasakan masih belum optimal


sebagaimana diharapkan.
3) Secara ekstern, kondisi masyarakat kita masih belum optimal
dalam mendukung program yang dilaksanakan, sehingga
kegiatan-kegiatan yang dilakukan belum mencapai hasil yang
maksimal.

Untuk mengatasi masalah tersebut di atas, maka upaya yang


perlu ditempuh untuk masa yang akan datang yakni :
- Meningkatkan SDM Aparatur/Anggota Satuan Polisi Pamong
Praja Kabupaten Balangan, sehingga diharapkan mampu
menghadapi setiap permasalahan yang timbul terutama akibat
pengaruh globalisasi yang telah masuk ke Balangan ini.
- Melengkapi sarana penunjang bagi kegiatan operasional Satuan
Polisi Pamong Praja Kabupaten Balangan.
- Melaksanakan sosialisasi dan optimalisasi peran serta
masyaraka dalam program pembangunan khususnya program
pembinaan keamanan dan ketertiban yang dilaksanakan Satuan
Polisi Pamong Praja Kabupaten Balangan.

Tabel 3.47
Perbandingan Capaian Indikator Kinerja Utama
Kabupaten Balangan Tahun 2016 dan 2017

Realisasi Realisasi Kinerja Naik/


Indikator Utama Satuan
2016 2017 Turun
Angka pelanggaran peraturan
1 % 100 100 Tetap
daerah yang terselesaikan

Dilihat dari perbandingan kinerja tahun 2017 dengan tahun


2016, capaian kinerja tidak mengalami kenaikan dan penurunan
dibandingkan dengan tahun sebelumnya.

LKj TAHUN 2017 – AKUNTABILITAS KINERJA 101


PEMERINTAH DAERAH
KABUPATEN BALANGAN

7.2. Sasaran : Meningkatnya cakupan kepemilikan dokumen


kependudukan dan pencatatan sipil, diukur capaian kinerjanya
melalui 1 (satu) indikator dengan target, realisasi dan capaian
kinerja sebagai berikut :

Tabel 3.48
Capaian Kinerja Tahun 2017

%
No. Indikator Utama Satuan Target Realisasi Kategori
Capaian
Cakupan kepemilikan Sangat
1
dokumen kependudukan
% 88,6 88,83 100,26
Berhasil

Rata-rata 100,26
Sumber data Dinas Dukcatpil Kabupaten Balangan Tahun 2017.

Berdasarkan tabel 3.48 di atas, 1 (satu) capaian indikator


memperoleh predikat sangat berhasil dengan kategori I yaitu
Cakupan kepemilikan dokumen kependudukan (100,26%).

Capaian ini dapat dijabarkan kedalam masing-masing


dokumen yang menjadi acuan perhitungan yaitu :

- Cakupan penerbitan Kartu Keluarga Nasional sebesar 100%.


- Cakupan kepemilikan KTP elektronik sebesar 97,94% (dari
89.591 wajib KTP di Kabupaten Balangan, sebanyak 87.749
sudah melakukan perekaman KTP elektronik).
- Cakupan kepemilikan Akta Kelahiran sebesar 46,19% (dari
jumlah penduduk sebanyak 127.248 jiwa, tercatat sebanyak
58.778 jiwa memiliki akta kelahiran).
- Cakupan penerbitan akta kematian sebesar 100%.
- Cakupan penerbitan akta perkawinan sebesar 100%.

Dari ketiga cakupan yang memiliki angka capaian sebesar


100% di atas adalah merupakan perhitungan berdasarkan

LKj TAHUN 2017 – AKUNTABILITAS KINERJA 102


PEMERINTAH DAERAH
KABUPATEN BALANGAN

database SIAK dan berkas permohonan yang masuk, namun tidak


menutup kemungkinan hasilnya akan berbeda dengan kondisi di
lapangan.

Untuk Cakupan kepemilikan akta kelahiran, prosentase


cakupan kepemilikannya masih tergolong rendah hanya sebesar
46,19%. Hal ini dikarenakan fokus pelayanan akta masih mengejar
target pencapaian kepemilikan akta kelahiran untuk penduduk usia
0-18 tahun. Untuk cakupan kepemilikan akta kelahiran usia 0-18
tahun, Kabupaten Balangan sudah melampaui target nasional
(target nasional 85%, Kabupaten Balangan 93,66%). Selain itu,
rendahnya capaian kepemilikan Akta Kelahiran dikarenakan masih
banyaknya Akta Kelahiran yang diterbitkan sebelum adanya
aplikasi SIAK (masih manual) belum terbackup kedalam SIAK.

Sedangkan untuk cakupan kepemilikan KTP elektronik masih


belum dapat dituntaskan 100% mengingat ada beberapa faktor
diantaranya :

- Wajib KTP pemula;


- Penduduk sering berpindah-pindah (merantau);
- Lokasi tempat tinggal jauh dari tempat perekaman;
- Kesadaran masyarakat tentang pentingnya KTP elektronik.

Untuk mengatasi beberapa faktor di atas, Dinas


Kependudukan dan Pencatatan Sipil berupaya mendekatkan diri
kepada masyarakat baik itu melakukan pelayanan keliling dan
jemput bola maupun melakukan pemutakhiran data kependudukan.
Selain itu, pelaksanaan sosialisasi juga terus ditingkatkan guna
meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya dokumen
kependudukan dan pencatatan sipil. Hal ini terbukti berhasil

LKj TAHUN 2017 – AKUNTABILITAS KINERJA 103


PEMERINTAH DAERAH
KABUPATEN BALANGAN

mengingat permohonan akta kelahiran baru pada tahun 2017


meningkat sebesar 8,12% dari tahun 2016.

Tabel 3.49
Perbandingan Capaian Indikator Kinerja Utama
Kabupaten Balangan Tahun 2016 dan 2017

Capaian Capaian Kinerja Naik/


Indikator Utama Satuan
2016 2017 Turun
Cakupan kepemilikan dokumen
1 % 98.62 100,26 Naik
kependudukan

Dilihat dari perbandingan kinerja tahun 2017 dengan tahun


2016, capaian kinerja indikator kinerja utama Cakupan kepemilikan
dokumen kependudukan mengalami kenaikan dari tahun
sebelumnya.

D. AKUNTABILITAS KEUANGAN

Anggaran dan Realisasi APBD tahun 2017 sebelum Audit BPK


menunjukan bahwa Target Pendapatan Daerah Tahun Anggaran 2017
ditetapkan sebesar Rp. 1.196.778.619.145,00. Realisasi pada akhir
tahun anggaran 2017 mencapai Rp. 1.112.189.260.812,13 atau sebesar
92,93%, dimana Pendapatan Asli Daerah memberikan kontribusi
sebesar Rp. 87.848.092.054,13 atau sebesar 129,62%, Pendapatan
Transfer sebesar Rp. 1.015.386.667.329,00 atau 90,61% dan
Pendapatan yang Sah sebesar Rp. 8.954.501.429,00 atau sebesar
106,56%. Anggaran dan realisasi APBD 2017 disajikan pada Lampiran 6.

Besaran anggaran pembangunan selama 2 (dua) tahun terakhir


mengalami peningkatan, sebagaimana di sajikan pada tabel di bawah
ini :

LKj TAHUN 2017 – AKUNTABILITAS KINERJA 104


PEMERINTAH DAERAH
KABUPATEN BALANGAN

Tabel 3.50
Perbandingan Anggaran dan Realisasi Belanja Tahun 2016 dan 2017

Belanja Daerah
Tahun Persentase
Anggaran Realisasi

2016 1.077.202.109.400,00 963.018.485.429,66 89.40

2017 1.437.494.158.547,76 1.253.683.336.799,00 87,21


*) Sumber data : Badan Keuangan Daerah Kabupaten Balangan 2017

Dari tabel di atas dapat diketahui bahwa capaian realisasi belanja


daerah mengalami penurunan sebesar 2,19% yaitu di tahun 2016
realisasi sebesar Rp. 963.018.485.429,66 dengan capaian 89,40% dan
realisasi pada tahun 2017 menjadi sebesar Rp. 1.253.683.336.799,00
dengan capaian 87,21%.

LKj TAHUN 2017 – AKUNTABILITAS KINERJA 105


PEMERINTAH DAERAH
KABUPATEN BALANGAN

BAB IV
PENUTUP

A. SIMPULAN
Laporan Kinerja Instansi Pemerintah Kabupaten Balangan tahun
2016 telah dijelaskan pada Bab III Akuntabilitas Kinerja. Rencana
Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) adalah merupakan
acuan dan pedoman dalam penyusunan rencana Kerja Perangkat
Daerah (RKPD) dan Rencana Strategis Satuan Kerja Perangkat Daerah
(SKPD). RKPD Kabupaten Balangan tahun 2016 merupakan penjabaran
dari Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah Kabupaten
Balangan Tahun 2016-2021 sebagaimana ditetapkan melalui Peraturan
Daerah Kabupaten Balangan Nomor 12 Tahun 2016.
Pengukuran capaian kinerja Pemerintah Kabupaten Balangan
Tahun 2017 digunakan untuk menilai keberhasilan/kegagalan atau
peningkatan/penurunan kinerja sesuai dengan rencana kinerja yang
mengacu kepada RPJMD 2016-2021 dan yang memuat visi-misi, tujuan
dan sasaran strategis sebanyak 38 (tiga puluh delapan) sasaran yang
mencakup 143 (seratus empat puluh tiga) indikator kinerja dan telah
ditetapkan dengan Keputusan Bupati Balangan Nomor :
188.45/576/KUM/2017 sebanyak 27 (dua puluh dua) sasaran dan 47
(empat puluh tujuh) indikator kinerja utama menunjukkan bahwa
sebagian besar capaian kinerja, yaitu : Kategori I (sangat berhasil) 22
(dua puluh dua) Indikator, Kategori II (berhasil) 15 (lima belas) indikator,
Kategori III (cukup berhasil) 6 (enam) indikator, dan Kategori IV (kurang
berhasil) 4 (empat) indikator.
Hambatan-hambatan yang mempengaruhi kelancaran
implementasi Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah adalah
sebagai berikut :

LKIP TAHUN 2016 – PENUTUP 106


PEMERINTAH DAERAH
KABUPATEN BALANGAN

1. Sistem pengumpulan data kinerja belum sepenuhnya dapat


diandalkan sehingga dukungan data secara akurat dan handal kurang
lengkap untuk memenuhi target indikator sasaran organisasi yang
pada gilirannya berakibat pengukuran kinerja kurang maksimal.
2. Masih terbatasnya SDM evaluator kinerja yang memahami dengan
baik tentang Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah.

B. PENINGKATAN KINERJA
Untuk meningkatkan kinerja Pemerintah Kabupaten Balangan pada
tahun 2018 adalah sebagai berikut :

1. RPJMD Kab.Balangan periode Tahun 2016-2021 sepenuhnya akan


menyajikan indikator tujuan beserta targetnya, dan indikator kinerja
sasaran yang memenuhi kriteria indikator kinerja yang baik dan
dimanfaatkan untuk penyusunan perjanjian kinerja dari Eselon II
sampai tingkat Eselon III dan IV.
- Memastikan RPJMD dan Renstra SKPD lebih berkualitas, lebih
terukur, menggambarkan kinerja (hasil kerja) jangka menengah
yang terukur, layak untuk diperjanjikan dan dapat diketahui dan
ditagih hasilnya saat dibutuhkan.
- Menerapkan anggaran berbasis kinerja, yakni seluruh SKPD
mempertanggungjawabkan kinerja atau hasilnya terlebih dahulu
(termasuk janji atau outcome yang belum terwujud) sebelum
mengajukan anggaran. Memastikan seluruh SKPD dapat
mengaitkan kinerja utama (IKU dan target) dengan
penganggarannya;
- Memastikan tersedianya Perjanjian Kinerja yang menyajikan dan
menjanjikan kinerja yang terukur, relevan dan dapat ditagih serta
menggambarkan kekhasan, keunikan, keutamaan dan alasan
keberadaan SKPD.

LKIP TAHUN 2016 – PENUTUP 107


PEMERINTAH DAERAH
KABUPATEN BALANGAN

2. Pemerintah Kab. Balangan termasuk SKPD dibawahnya memiliki


secara formal ukuran kinerja (indikator) yang menggambarkan kinerja
utama yang menjelaskan alasan mengapa indikator dipilih dan
bagaimana cara mengukurnya.
- Dipastikan tersedianya IKU yang lebih relevan, spesifik dan terukur,
baik tingkat Pemda maupun SKPD, serta pemanfaatan IKU sebagai
dasar pengalokasian anggaran, sebagai dasar menyimpulkan
kinerja SKPD dan sebagai dasar untuk menilai efektivitas dan
alasan keberadaan sebuah SKPD.
- Setiap Kepala SKPD membangun budaya kinerja yang berorientasi
kepada hasil (otcome) dengan cara mengidentifikasi kinerja atau
hasil (bukan sekedar kerja atau tupoksi) untuk setiap level pegawai.

3. Pemerintah Kab.Balangan beserta jajaran SKPD nya membuat


Laporan Kinerja yang baik adalah laporan yang menginformasikan
kinerja terukur secara akurat, tepat waktu, handal dan periodic, serta
mekanisme pengelolaan data kinerja dapat menjamin keandalan
database kinerja.
- Memastikan tersedianya informasi kinerja pada setiap jenjang dan
pada setiap periode. lnformasi kinerja lebih kepada hasil kerja atau
outcome yang dapat dicapai dan seharusnya sudah dicapai, yang
bersifat khas, spesifik dan unik pada setiap jenjang, bukan sekedar
atau lebih dari sekedar pelaksanaan tugas rutin sehari-hari.

4. Pemerintah Kab.Balangan, melaksanakan evaluasi internal oleh


lnspektorat maupun tim yang dibentuk untuk itu untuk lebih
ditingkatkan.
- Ditingkatkan kapasitas SDM evaluator internal terutama wawasan
dan pemahamannya terhadap penerapan manajamen kinerja dan
SAKIP dalam penyelenggaraan pemerintahan daerah.

LKIP TAHUN 2016 – PENUTUP 108


PEMERINTAH DAERAH
KABUPATEN BALANGAN

- Ditingkatkan monev internal di masing-masing SKPD atas


kinerjanya, dan hasil monev agar dimanfaatkan untuk perbaikan
perencanaan kinerja.

5. Capaian kinerja outcome terkonfirmasi secara memadai, hal ini sangat


mempengaruhi formulasi tujuan dan sasaran strategis yang ditetapkan
serta indikator kinerja utama yang dipilih.
- Rumusan atau formulasi tujuan dan sasaran lebih spesifik dan
berorientasi hasil dengan indikator kinerja yang baik (SMART-C).
- Semua pimpinan SKPD untuk disegarkan kembali wawasan dan
pemahamannya tentang penerapan manajemen kinerja dan SAKIP
dalam penyelenggaraan pemerintahan daerah.

6. Pemerintah Kab. Balangan mendorong transparansi dengan


memastikan diunggahnya dokumen dan informasi bagi yang berhak
(seharusnya) diketahui oleh publik kedalam laman (website) resmi
milik Pemda dan/atau milik SKPD dan informasi yang disajikan
bersifat terkini (updated).

7. Dalam rangka peningkatan akuntabilitas kinerja, Pemerintah Daerah


selalu mendorong dan memfasilitasi upaya peningkatan kualitas
penerapan SAKIP pada seluruh perangkat daerah.

LKIP TAHUN 2016 – PENUTUP 109


LAMPIRAN
BUPATI BALANGAN
PROVINSI KALIMANTAN SELATAN

KEPUTUSAN BUPATI BALANGAN


NOMOR 188.45/576/Kum TAHUN 2017
TENTANG

PENETAPAN INDIKATOR KINERJA UTAMA


PEMERINTAH KABUPATEN BALANGAN TAHUN ANGGARAN 2017

BUPATI BALANGAN,

Menimbang : a. bahwa untuk melaksanakan ketentuan Pasal 3 dan


Pasal 4 Peraturan Menteri Pendayagunaan
Aparatur Negara Nomor PER/9/M.PAN/2007
tentang Pedoman Umum Penetapan Indikator
Kinerja Utama di Lingkungan Instansi Pemerintah,
perlu menetapkan Indikator Kinerja Utama
Pemerintah Kabupaten Balangan;

b. bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana


dimaksud dalam huruf a, perlu menetapkan
Keputusan Bupati Balangan tentang Penetapan
Indikator Kinerja Utama Pemerintah Kabupaten
Balangan Tahun Anggaran 2017;

Mengingat : 1. Undang-Undang Nomor 28 Tahun 1999 tentang


Penyelenggara Negara yang Bersih dan Bebas dari
Korupsi, Kolusidan Nepotisme (Lembaran Negara
Republik Indonesia Tahun 1999 Nomor 75;
Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia
Nomor 3851);

2. Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2003 tentang


Pembentukan Kabupaten Tanah Bumbu dan
Kabupaten Balangan di Provinsi Kalimantan
Selatan (Lembaran Negara Tahun 2003 Nomor 22,
Tambahan Lembaran Negara Nomor 4265);

3. Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang


Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional
(Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004
Nomor 104,TambahanLembaran Negara Republik
Indonesia Nomor 4421);
4. Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang
Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Tahun
2014 Nomor 244, Tambahan Lembaran Negara
Republik Indonesia Nomor 5587) sebagaimana
telah diubah terakhir dengan Undang-Undang
Nomor 9 Tahun 2015 tentang Perubahan Kedua
Atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014
tentang Pemerintah Daerah (Lembaran Negara
Republik Indonesia Tahun 2015 Nomor 58,
Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia
Nomor 5679);

4. Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2006


tentang Pelaporan Keuangan dan Kinerja Instansi
Pemerintah (Lembaran Negara Republik Indonesia
Tahun 2006 Nomor 25, Tambahan Lembaran
Negara Republik Indonesia Nomor 4614);

5. Peraturan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur


Negara Nomor PER/9/M.PAN/5/2007/ tentang
Pedoman Umum Penetapan Indikator Kinerja
Utama di Lingkungan Instansi Pemerintah;

6. Peraturan Daerah Kabupaten Balangan Nomor 14


Tahun 2016 tentang Pembentukan dan Susunan
Perangkat Daerah (Lembaran Daerah Kabupaten
Balangan Tahun 2016 Nomor 14, Tambahan
Lembaran Daerah Kabupaten Balangan Nomor
123);

7. Peraturan Daerah Kabupaten Balangan Nomor 11


Tahun 2017 tentang Anggaran Pendapatan dan
Belanja Daerah Tahun Anggaran 2018 (Lembaran
Daerah Kabupaten Balangan Tahun 2017 Nomor
11);

MEMUTUSKAN :

Menetapkan : KEPUTUSAN BUPATI TENTANG PENETAPAN


INDIKATOR KINERJA UTAMA PEMERINTAH
KABUPATEN BALANGAN TAHUN ANGGARAN 2017.

KESATU : Indikator Kinerja Utama Pemerintah Kabupaten


Balangan Tahun Anggaran 2017, adalah sebagaimana
tercantum dalam Lampiran Keputusan Bupati ini.

KEDUA : Indikator Kinerja Utama sebagaimana dimaksud


diktum KESATU merupakan acuan ukuran kinerja
yang digunakan oleh masing-masing Perangkat Daerah
Kabupaten Balangan untuk menetapkan rencana kerja
tahunan, menyusun rencana kerja dan anggaran,
menyusun dokumen penetapan kinerja, menyusun
laporan akuntabilitas kinerja serta melakukan evaluasi
pencapaian kinerja sesuai dengan dokumen Rencana
Pembangunan Jangka Menengah Daerah Kabupaten
Balangan Tahun 2016-2021.
KETIGA : Keputusan Bupati ini mulai berlaku pada tanggal
ditetapkan.

Ditetapkan di Paringin
pada tanggal 5 September 2017
BUPATI BALANGAN,

H. ANSHARUDDIN
LAMPIRAN KEPUTUSAN BUPATI BALANGAN
NOMOR 188.45/ 576 /KUM Tahun 2017 :

INDIKATOR KINERJA UTAMA (IKU) PEMERINTAH KABUPATEN BALANGAN

Penjelasan
No Sasaran Strategis Indikator Kinerja Utama Sumber Data Penanggung Jawab
Makna Indikator Alasan Pemilihan Indikator Cara Perhitungan Indikator

MISI I :

MENINGKATKAN KUALITAS SUMBER DAYA MANUSIA MELALUI PEMBANGUNAN PENDIDIKAN DAN KESEHATAN

Untuk meningkatkan pembangunan unit sekolah


rata-rata jumlah tahun yang dihabiskan oleh
atau ruang kelas baru, pemberian beasiswa bagi
penduduk berusia 15 tahun ke atas untuk variabel pendidikan tertinggi yang ditamatkan dan tingkat pendidikan yang
1 Angka Rata-Rata Lama Sekolah penduduk kurang mampu, pembebasan uang Dinas Pendidikan, BPS Dinas Pendidikan
menempuh semua jenis pendidikan formal yang sedang dijalankan
sekolah, pemberian beasiswa bagi siswa
pernah dijalani.
berprestasi, dsb.

1 Meningkatnya kualitas pendidikan


Lamanya sekolah (dalam tahun) yang diharapkan
Untuk mengetahui kondisi pembangunan sistem
akan dirasakan oleh anak pada umur 7 tahun di
pendidikan di berbagai jenjang yang ditunjukkan
2 Angka Harapan Lama Sekolah masa mendatang. HLS dihitung pada usia 7 tahun Dinas Pendidikan, BPS Dinas Pendidikan
dalam bentuk lamanya pendidikan (dalam tahun)
ke atas karena mengikuti kebijakan pemerintah
yang diharapkan dapat dicapai oleh setiap anak
yaitu program wajib belajar.

Rata-rata tahun hidup yang masih akan dijalani Angka Harapan Hidup merupakan alat untuk
oleh seseorang yang telah berhasil mencapai mengevaluasi kinerja pemerintah dalam Idealnya angka harapan hidup dihitung berdasarkan angka kematian menurut
3 Usia Harapan Hidup umur x, pada suatu tahun tertentu, dalam situasi meningkatkan kesejahteraan penduduk pada umur, yang datanya diperoleh dari catatan registrasi kematian secara Dinas Kesehatan Dinas Kesehatan
mortalitas yang berlaku di lingkngan umumnya, dan meningkatkan derajat kesehatan bertahun-tahun sehingga dimungkinkan dibuat tabel kematian.
masyarakatnya. pada khususnya.

2 Meningkatnya kualitas kesehatan


Kematian perempuan pada saat hamil atau
kematian dalam kurun waktu 42 hari sejak Informasi mengenai tingginya MMR akan
terminasi kehamilan tanpa memandang lamanya bermanfaat untuk pengembangan program
Angka Kematian Ibu (per 100.000
4 kehamilan atau tempat persalinan, yakni kematian peningkatan kesehatan reproduksi, terutama Dinas Kesehatan Dinas Kesehatan
kelahiran)
yang disebabkan karena kehamilannya atau pelayanan kehamilan dan membuat kehamilan yang
pengelolaannya, tetapi bukan karena sebab-sebab aman bebas risiko tinggi (making pregnancy safer).
lain seperti kecelakaan, terjatuh dll
Angka yang menunjukkan banyaknya kematian
bayi usia 0 tahun dari setiap 1000 kelahiran hidup
Angka kematian bayi merupakan tolok ukur yang
pada tahun tertentu atau dapat dikatakan juga
5 Angka Kematian Bayi (per 1000 kelahiran) sensitif dari semua upaya intervensi yang dilakukan Dinas Kesehatan Dinas Kesehatan
sebagai probabilitas bayi meninggal sebelum
oleh pemerintah khususnya di bidang kesehatan.
mencapai usia satu tahun (dinyatakan dengan per
seribu kelahiran hidup).

Balita gizi buruk adalah balita dengan status gizi


berdasarkan indeks berat badan (BB) menurut
panjang badan (BB/PB) atau berat badan (BB) Balita gizi kurang adalah balita yang hasil
6 Prevalensi Kekurangan Gizi menurut tinggi badan (BB/TB) dengan Z-score <- 3 penimbangannya berada di bawah garis merah Jumlah Balita dengan status gizi kurang/buruk x 100% Dinas Kesehatan Dinas Kesehatan
SD (sangat kurus) dan/atau terdapat tanda-tanda pada kartu menuju sehat (KMS)
klinis gizi buruk lainnya (marasmus, dan marasmus
-kwasiorkor)

Menciptakan hubungan industrial yang Prosentase perselisihan hubungan Terlindunginya hak-hak tenaga kerja yang bekerja
3 7 Melindungi Hak-hak tenaga kerja yang bekerja Jumlah kasus yang diselesaikan / Jumlah kasus yang tercatat x 100% Disnakertran, BPS Dinsosnakertran
harmonis industrial pada perusahaan

MISI II :

MEWUJUDKAN EKONOMI KERAKYATAN YANG BERKEADILAN

Realisasi Investasi yang terdiri atas PMA


8 Nilai Investasi PMA dan PMDN (Rp) (Penanaman Modal Asing) dan PMDN ( Untuk Mengetahui capaian kerja kinerja pertahun Jumlah nilai investasi (Rp) Penanaman Modal KP2TPM
Penanaman Modal Dalam Negeri)
4 Meningkatnya investasi daerah
Realisasi Investasi yang terdiri atas PMA
Persentase Peningkatan Realisasi Untuk Mengetahui persentase capaian kerja kinerja
9 (Penanaman Modal Asing) dan PMDN Realisasi Investasi x 5% Penanaman Modal KP2TPM
Investasi PMA dan PMDN pertahun
(Penanaman Modal Dalam Negeri)

IKM yang memiliki kemampuan dalam berinovasi IKM yang memiliki kompetensi inti daerah sebagai
10 Persentase pertumbuhan IKM dan berkreasi dengan memanfaatkan sumber daya salah satu syarat menghasilkan produk unggulan Jumlah produk IKM th N (yg di fasilitasi) Bidang Perindustrian Diskoperind
alam daerah
Meningkatnya peranan UMKM serta
5 koperasi dalam perkuatan struktur Persentase rata - rata peningkatan aset Jumlah agregat nilai koperasi pada tahun N - Nilai aset pada tahun N-1 dibagi Bidang Koperasi dan
11 Harta kekayaan yang dimiliki oleh koperasi Untuk meningkatkan aset koperasi Diskoperind
pereekonomian daerah Koperasi per tahun Jumlah nilai aset tahun N-1 x 100% UK/M

Karena dengan bertambahnya aset


Bidang Koperasi dan
12 Persentase Koperasi Aktif Koperasi yg aktif dalam melakukan kegiatan usaha menggambarkan keberhasilan koperasi sebagai Dari laporan RAT koperasi Diskoperind
UK/M
badan usaha

Pemantapan ketersediaan pangan baik hewani


Dipertahankannya ketersediaan energi per kapita
Tingkat Ketersediaan Pangan Utama maupun nabati dalam jumlah dan keragaman
13 minimal 2.000 kilokalori/hari dan penyediaan protein Persentase Peningkatan skor PPH Ketersediaan Ketapang Ketapang
(Ton/Tahun) untuk mendukung konsumsi pangan sesuai kaidah
per kapita minimal 57 gram/hari
Meningkatnya ketahanan pangan kesehatan dan gizi seimbang.
6
masyarakat
Peningkatan konsumsi pangan per kapita untuk
Tingkat Konsumsi Pangan Utama Meningkatkan penganekaragaman konsumsi
14 memenuhi kecukupan energi minimal 2000 Persentase Peningkatan Skor PPH Konsumsi Ketapang Ketapang
(kg/kapita/tahun) pangan berbasis bahan baku pangan lokal;
kilokalori/hari dan protein sebesar 52 gram/hari
MISI III :

MEWUJUDKAN PEMBANGUNAN INFRASTRUKTUR YANG BERKESINAMBUNGAN

15 Persentase jalan dalam kondisi baik Meningkatnya kualitas layanan jalan kabupaten Meningkatkan kinerja pelayanan infrastruktur Jalan Dinas PUPR Bidang Binamarga
Meningkatnya kapasitas dan kualitas
7
prasarana transportasi
16 Persentase jembatan dalam kondisi baik Meningkatnya kualitas layanan jalan kabupaten Meningkatkan kinerja pelayanan infrastruktur Jalan Dinas PUPR Bidang Binamarga

Pembangunan/peningkatan dan rehabilitasi serta


Meningkatnya pemenuhan kebutuhan air 17 Persentase kinerja sistem irigasi Meningkatkan kinerja sistem jaringan irigasi Dinas PUPR Bidang Sumber Daya Air
operasi dan pemeliharaan jaringan irigasi
untuk pertanian pada lahan irigasi dan
8
pemenuhan kebutuhan air baku untuk air Meningkatkan pencegahan, penanggulangan dan Meningkatkan pembangunan infrastruktur untuk
bersih 18 Persentase penanganan daya rusak air pemulihan kualitas lingkungan yang disebabkan daya pencegahan, penanggulangan dan pemulihan kualitas Dinas PUPR Bidang Sumber Daya Air
rusak air lingkungan yang disebabkan daya rusak air

Persentase penduduk yang mendapatkan Meningkatkan akses masyarakat terhadap 𝑀 𝑦 𝑦 𝑔 𝑦 (𝑤)


19 Meningkatkan kualitas layanan air minum x 100% Dinas PUPR Bidang Cipta Karya
air minum yang aman pelayanan air minum 𝑇 𝑦 ℎ (𝑤)

Persentase penduduk yang terlayani Meningkatkan akses masyarakat terhadap


ℎ 𝑦 𝑔 𝑦 𝑔 /𝑀𝐶
20 Meningkatkan kualitas pelayanan air limbah x 100% Dinas PUPR Bidang Cipta Karya
Meningkatnya prasarana dan sarana sistem air limbah yang memadai pelayanan sistem air limbah ℎ ℎ
9
perumahan dan fasilitas umum

21 Persentase luas genangan Meningkatkan kualitas drainase permukiman Meningkatkan pelayanan infrastruktur drainase Luas daerah masih tergenang/Total luas daerah tergenang X 100% Dinas PUPR Bidang Cipta Karya

Untuk meningkatkan jumlah layak huni dengan


22 Persentase rumah layak huni Peningkatan rumah layak huni Perbandingan rumah layak huni dengan jumlah rumah seluruhnya kali 100 % Perkim Perkim
kegiatan bedah rumah

Tersedianya prasarana fasilitas publik yang Persentase bangunan publik yang layak Meningkatkan ketersediaan fasilitas publik bagi warga Meningkatkan kualitas bangunan publik yang sesuai
10 23 Dinas PUPR Bidang Cipta Karya
memadai pakai masyarakat standar

Persentase tersedianya informasi rencana Percepatan penyelesaian norma, standar, prosedur dan
24 Meningkatkan ketersediaan informasi penataan ruang Dinas PUPR Bidang Tata Ruang
tata ruang wilayah kriteria tentang rencana tata ruang wilayah
Terwujudnya ruang yang aman, nyaman,
11
produktif dan berkelanjutan
25 Persentase tersedianya luasan RTH Meningkatkan ketersediaan RTH Penyediaan dan pembangunan RTH publik Dinas PUPR Bidang Tata Ruang

MISI IV :

PEMANFAATAN SUMBER DAYA ALAM (POTENSI LOKAL) BERDASARKAN KEARIFAN LOKAL

26 Produksi Tanaman Pangan (ton) Peningkatan produksi padi, jagung dan kedelai Mendukung swasembada pangan nasional Jumlah produksi padi, jagung dan kedelai per tahun (ton) Pertanian Pertanian
Pemanfaatan sumber daya alam bidang
12
pertanian
Penyesuaian program dengan kementrian dan
27 Produksi Hortikultura (ton/Ha) Peningkatan produksi sayuran dan biofarma Jumlah produksi sayuran dan biofarma per tahun (ton) Pertanian Pertanian
dinas propinsi
Peningkatan produksi buah dan tanaman hias Produk unggulan daerah Jumlah produksi buah dan tanaman hias per tahun (ton) Pertanian Pertanian

Jumlah produksi daging terhadap kebutuhan Untuk mengetahui ketersediaan, kebutuhan dan
28 Swasembada daging (Kg) Kebutuhan Kg per kapita per tahun Pertanian Pertanian
masyarakat kecukupan protein hewani masyarakat

Luas lahan perkebunan hampir 30% dari luas


29 Produksi Perkebunan (Ton) Peningkatan hasil produksi perkebunan kabupaten Balangan dan merupakan sentra Jumlah produksi per tahun (ton) Pertanian Pertanian
kawasan karet

Jumlah semua hasil budidaya dan penangkapan


Jumlah produksi ikan berdasarkan satuan tertentu (kg/ton) dan merupakan
ikan yang dipanen dari tempat pemeliharaan dan
Untuk peningkatan budidaya dan produksi penjumlahan anatara produksi perikanan tangkap dengan produksi
30 Produksi Ikan (ton/tahun) ditangkap dari sumber perikanan alami baik yang Perikanan Perikanan
perikanan perikanan budidaya selama kurun waktu tertentu (bulanan,triwulan,semester
diusahakan oleh perusahaan perikanan maupun
Pemanfaatan sumber daya alam bidang dan tahunan)
13 rumah tangga perikanan dalam satuan ton
perikanan

Jumlah konsumsi ikan per-kapita tahun n dikurang


Konsumsi Ikan Masyarakat Jumlah ikan yang dikonsumsi tiap - tiap orang di Untuk mengetahui perkembangan tingkat konsumsi
31 Jumlah konsumsi ikan per-kapita tahun (n-1) dibagi Jumlah konsumsi Perikanan Perikanan
(Kg/Kapita/Tahun) Kabupaten Balangan per tahun dalam kilogram ikan di dalam masyarakat
ikan per-kapita tahun n dikali 100%

Potensi sumber daya alam dan tata lingkungannya


14 Meningkatkan Jumlah Kunjungan Wisata 32 Jumlah kunjungan wisata Daya tarik tujuan wisatawan ( Jumlah kunjungan tahun N-1 ) / ( Jumlah kunjungan tahun N ) x 100% Pariwisata Pariwisata
sebagai objek tujuan wisata

Dengan bertambahnya luas kawasan produktif Semakin luas kawasan produktif yang dikelola oleh
Meningkatnya luas kawasan produktif
Prosentase luas kawasan transmigrasi transmigrasi maka akan berdampak pada transmigran akan menambah pendapatan
15 transmigrasi yang dapat dimanfaatkan 33 Luas lahan produktif yang telah dibuka / Luas kawasan transmigrasi x 100% Disnakertrans Disnakertrans
yang dimanfaatkan oleh masyarakat meningkatnya pendapatan masyarakat masyarakat transmigrasi dan PAD dari sektor
masyarakat
transmigrasi pertanian juga akan meningkat

MISI V :

MENGEMBANGKAN SOSIAL BUDAYA KEMASYARAKATAN

Menurunkan angka Penyandang Masalah Angka merupakan indikator yang jelas untuk
16 34 Prosentase Angka PMKS Mengindikasi jumlah PMKS tiap tahun Angka PMKS = (Ʃ PMKS Tahun (n-1) - Ʃ PMKS tahun (n) x 100 % Dinsos Dinsos
Kesejahteraan Sosial (PMKS) menunjukan data / jumlah PMKS pada tahun n

Kemajemukan yang ditandai dengan


Terwujudnya kehidupan sosial yang
Angka konflik kosial yang bernuansa sara keanekaragaman agama itu mempunyai Untuk menghindari konflik di kalangan umat
17 harmonis, rukun dan damai di kalangan 35 Jumlah konflik Kesbang Kesbang
yang terjadi di Kabupaten Balangan kecenderungan kuat terhadap identitas agama beragama
umat beragama
masing- masing dan berpotensi konflik.

Meningkatnya kesadaran, kemampuan, dan


Jumlah komunitas mayarakat penanggulangan yang dibina / Jumlah
Tewujudnya pemberdayaan masyarakat Rasio kemampuan tentang kebencanaan kesiapsiagaan dalam menghadapi bencana Rendahnya kapasitas masyarakat tentang
18 36 komunitas masyarakat penangulangan bencana pada daerah rawan bencana BPBD BPBD
dalam kesiapsiagaan bencana di daerah rawan bencana melalui pembentukan satuan reaksi cepat kebencanaan
x 100%
penanggulangan bencana

19 Terwujudnya penanganan darurat bencana 37 Persentase penanganan bencana penanganan kedaruratan bencana yang efektif Kewajiban penanganan bencana Jumlah bencana yang ditangani / Jumlah kejadian bencana x 100% BPBD BPBD

Penanggulangan bencana yang terencana,


Terwujudnya pemulihan masyarakat dan Persentase penanganan Rehabilitasi dan terarah, terkoordinasi, terpadu dan menyeluruh Jumlah objek terdampak yang ditangani / Jumlah keseluruhan terdampak x
20 38 Untuk pemulihan pasca bencana BPBD BPBD
sarana prasarana yang lebih baik Rekonstruksi serta akuntabel 100%
Meningkatkan kualitas dan kuantitas pembinaan
Jlh organisasi kepemudaan aktif yang dibina /jml organisasi kepemudaan di
21 Meningkatkan pembinaan kepemudaan 39 Jumlah organisasi kepemudaan yang aktif terhadap organisasi kepemudaan seperti karang Kepemudaan Dispora
Untuk menggalakkan kegiatan kepemudaan dan Kab. Balangan x 100%
taruna, Pramuka, dan lainnya
olahraga bagi para pemuda dalam rangka
menyalurkan kegiatan secara positif dan
Meningkatkan jenis dan cabang olahraga unggulan
bermanfaat Jlh cabang olahraga prestasi di event prov atau nasional/jmh cabang prestasi
22 Meningkatkan pembinaan olahraga 40 Jumlah cabang olahraga berprestasi dan andalan balangan dalam pekan olahaga Olahraga Dispora
x 100%
daerah

MISI VI :

OPTIMALISASI PEMBERDAYAAN APARATUR PEMERINTAH DAERAH

Diterapkannya E-Government guna Untuk meningkatkan kemampuan layanan


Persentase jaringan dan infrstruktur e- Menyediakan infrastruktur dan jaringan pendukung Laporan Hasil
23 peningkatan kualitas dan kecepatan 41 pemerintah kepada masyarakat melalui sistem Jumlah penerapkan egovernment/aplikasi pemerintah x 100% Kominfo
government e-government Pemeriksaan BPK RI
layanan kepada masyarakat online

Pengolahan data nilai IKM dihitung dengan menggunakan “nilai rata-rata


tertimbang” masing-masing unsur pelayanan. Karena itu untuk pengolahan
data dilakukan dengan cara:
a. Membuat scoring/nilai persepsi untuk setiap alternatif jawaban (x) sebagai
berikut : alternatif jawaban ‘a’ diberi nilai 1, ‘b’ diberi nilai 2, ‘c’ diberi nilai 3
Pelayanan publik menurut Undang-Undang Nomor dan ‘d’ diberi nilai ‘4’.
25 Tahun 2009 Tentang Pelayanan Publik b. Dalam penghitungan indeks kepuasan masyarakat terhadap 14 unsur
Penilaian terhadap pelayanan publik menyangkut didefinisikan sebagai kegiatan atau rangkaian pelayanan yang dikaji, setiap unsur pelayanan memiliki penimbang yang
Indeks kepuasan masyarakat terhadap segala aspek mencakup sistem, prosedur dan kegiatan dalam rangka pemenuhan kebutuhan sama dengan rumus :
Meningkatnya kualitas sumberdaya Bagian Organisasi
24 42 semua pelayanan yang diberikan metode dalam memenuhi hak-hak publik, baik pelayanan sesuai dengan peraturan perundang- Bobot nilai rata-rata tertimbang = jumlah bobot = 1 = 0,071 SKPD Pelayanan
aparatur pemerintah daerah Sekretariat Daerah
pemerintah daerah (%) sebagai penyelenggara maupun pengguna undangan bagi setiap warga negara dan penduduk jumlah unsur 14
pelayanan publik. atas barang, jasa, dan/atau pelayanan administratif c. Untuk memperoleh nilai IKM unit pelayanan digunakan pendekatan nilai
yang disediakan oleh penyelenggara pelayanan rata-rata tertimbang dengan rumus sebagai berikut :
publik. IKM = Total dari nilai persepsi per unsur x Nilai penimbang
Total Unsur yang terisi
d. Untuk memudahkan interprestasi terhadap penilaian IKM yaitu antara 25 -
100 maka hasil penilaian tersebut di atas dikonversikan dengan nilai dasar
25, dengan rumus :
IKM Unit Pelayanan X 25

Opini wajar tanpa pengecualian (WTP =


Rekomendasi laporan hasil pemeriksaan BPK RI menggambarkan
unqualified opinion), opini wajar dengan Opini audit yang akan diterbitkan jika laporan
keseriusan SKPD memperbaiki pengelolaan keuangan daerah dengan rumus
43 Opini BPK atas LKPD pengecualian (WDP = qualified opinion), menolak keuangan dianggap memberikan informasi yang Inspektorat Inspektorat
: ( Jumlah Temuan BPK RI yang terselesaikan ) / ( Jumlah Total
memberikan opini (disclaimer opinion), dan tidak bebas dari salah saji material.
Rekomendasi BPK RI ) X 100%
Meningkatnya akuntabilitas kinerja wajar (adverse opnion).
25
pemerintah daerah
Sistem pengukuran kinerja yang digunakan untuk Indikator Kinerja Kunci selanjutnya disingkat IKK
mengukur, menilai dan membandingkan secara adalah merupakan kinerja utama yang
44 Nilai EKPPD Kabupaten Sumber Informasi Ekppd Dan Tim Penilai Bag. Pemerintahan Setda
sistematis dan berkesinambungan atas kinerja mencerminkan keberhasilan penyelenggaraan
penyelenggaraan pemerintahan daerah suatu urusan pemerintahan
Ukuran kuantitatif dan kualitatif yang
Untuk meningkatkan Sistem Akuntabilitas Kinerja
45 Nilai HE-SAKIP Kabupaten menggambarkan tingkat pencapaian suatu HE-AKIP Kabupaten dari Kemepan RB Bag. Organisasi Inspektorat/Setda
Instansi Pemerintah (SAKIP)
sasaran atau tujuan yang telah ditetapkan.

MISI VII :

MEWUJUDKAN KAMTIBMAS DAN KEPASTIAN HUKUM UNTUK TERCIPTANYA SUASANA YANG KONDUSIF

Untuk melakukan tindakan penyelidikan terhadap


warga masyarakat, aparatur, atau badan hukum
Menurunnya angka pelanggaran ketertiban Angka pelanggaran peraturan daerah yang
26 46 Menegakan peraturan daerah yang diduga melakukan pelanggaran atas Jumlah pelanggaran perda = 0 Satpol PP Satpol PP
masyarakat terselesaikan
Peraturan Daerah (“Perda”) dan/atau peraturan
kepala daerah.

Dalam rangka mewujudkan tertib administrasi


Rata-rata prosentase pelayanan dokumen
kependudukan secara Nasional, Negara Republik
kependudukan yang meliputi prosentase
Meningkatnya cakupan kepemilikan Indonesia pada hakikatnya berkewajiban
Cakupan kepemilikan dokumen kepemilikan kartu keluarga, prosentase Jumlah prosentase cakupan seluruh pelayanan dibagi (:) jumlah jenis
27 dokumen kependudukan dan pencatatan 47 melindungi dan memberikan pengakuan terhadap DUKCATPIL DUKCATPIL
kependudukan kepemilikan KTP-el, prosentase kepemilikan akta pelayanan
sipil penentuan status pribadi dan status hukum atas
kelahiran, prosentase kepemilikan akta kematian
setiap peristiwa kependudukan dan peristiwa
dan prosentase kepemilikan akta perkawinan
penting lainnya yang dialami penduduk

Paringin, 5 September 2017

BUPATI BALANGAN

H. ANSHARUDDIN
PEMERINTAH KABUPATEN BALANGAN
RENCANA KINERJA TAHUN 2017

Provinsi/ Kabuapten/ Kota : Kalimantan Selatan/ Balangan


Tahun Anggaran : 2017

No Sasaran Strategis Indikator Kinerja Target

MISI I :

MENINGKATKAN KUALITAS SUMBER DAYA MANUSIA MELALUI PEMBANGUNAN PENDIDIKAN DAN KESEHATAN

Angka Rata-Rata Lama Sekolah 7,79


1 Meningkatnya kualitas pendidikan
Angka Harapan Lama Sekolah 12,54

Usia Harapan Hidup 68,19

Angka Kematian Ibu (per 100.000 kelahiran) 214


2 Meningkatnya kualitas kesehatan
Angka Kematian Bayi (per 1000 kelahiran) 13

Prevalensi Kekurangan Gizi 26,31

3 Menciptakan hubungan industrial yang harmonis Prosentase perselisihan hubungan industrial 60


MISI II :

MEWUJUDKAN EKONOMI KERAKYATAN YANG BERKEADILAN

Realisasi Investasi PMA dan PMDN (Rp. T) 7.800.000.000.000


4 Meningkatnya investasi daerah
Persentase Peningkatan Realisasi Investasi PMA dan PMDN 5

Persentase pertumbuhan IKM 5


Meningkatnya peranan UMKM serta koperasi dalam perkuatan struktur
5 Persentase rata - rata peningkatan aset Koperasi per tahun 10
pereekonomian daerah
Persentase Koperasi Aktif 70

Tingkat Ketersediaan Pangan Utama (Ton/Tahun) 85,1


6 Meningkatnya ketahanan pangan masyarakat
Tingkat Konsumsi Pangan Utama (kg/kapita/tahun) 81

MISI III :

MEWUJUDKAN PEMBANGUNAN INFRASTRUKTUR YANG BERKESINAMBUNGAN

Persentase jalan dalam kondisi baik 20


7 Meningkatnya kapasitas dan kualitas prasarana transportasi
Persentase jembatan dalam kondisi baik 40,65
Persentase kinerja sistem irigasi 45,34
Meningkatnya pemenuhan kebutuhan air untuk pertanian pada lahan
8
irigasi dan pemenuhan kebutuhan air baku untuk air bersih
Persentase penanganan daya rusak air 25

Persentase penduduk yang mendapatkan air minum yang aman 88,85

Persentase penduduk yang terlayani sistem air limbah yang memadai 85,92
9 Meningkatnya prasarana dan sarana perumahan dan fasilitas umum
Persentase luas genangan 86,09

Persentase rumah layak huni 90,29

10 Tersedianya prasarana fasilitas publik yang memadai Persentase bangunan publik yang layak pakai 75

Persentase tersedianya informasi rencana tata ruang wilayah 40


11 Terwujudnya ruang yang aman, nyaman, produktif dan berkelanjutan
Persentase tersedianya luasan RTH 1,75

MISI IV :

PEMANFAATAN SUMBER DAYA ALAM (POTENSI LOKAL) BERDASARKAN KEARIFAN LOKAL

Produksi Tanaman Pangan (ton) 184.414

Produksi Hortikultura (ton) 19703


12 Pemanfaatan sumber daya alam bidang pertanian
Swasembada daging (Kg) 1.235.363

Produksi Perkebunan (Ton) 26.003


Produksi Ikan (ton/tahun) 1.918,00
13 Pemanfaatan sumber daya alam bidang perikanan
Konsumsi Ikan Masyarakat (Kg/Kapita/Tahun) 42,00

14 Meningkatkan Jumlah Kunjungan Wisata Jumlah kunjungan wisata 4.000

Meningkatnya luas kawasan produktif transmigrasi yang dapat dimanfaatkan


15 Prosentase luas kawasan transmigrasi yang dimanfaatkan oleh masyarakat 30
masyarakat

MISI V :

MENGEMBANGKAN SOSIAL BUDAYA KEMASYARAKATAN

16 Menurunkan angka Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS) Prosentase Angka PMKS 16,17

Terwujudnya kehidupan sosial yang harmonis, rukun dan damai di kalangan Angka konflik sosial yang bernuansa sara yang terjadi di Kabupaten
17 0
umat beragama Balangan

18 Tewujudnya pemberdayaan masyarakat dalam kesiapsiagaan bencana Rasio kemampuan tentang kebencanaan di daerah rawan bencana 100

19 Terwujudnya penanganan darurat bencana Persentase penanganan bencana 100

20 Terwujudnya pemulihan masyarakat dan sarana prasarana yang lebih baik Persentase penanganan Rehabilitasi dan Rekonstruksi 100

21 Meningkatkan pembinaan kepemudaan Jumlah organisasi kepemudaan yang aktif 2

22 Meningkatkan pembinaan olahraga Jumlah cabang olahraga berprestasi 8


MISI VI :

OPTIMALISASI PEMBERDAYAAN APARATUR PEMERINTAH DAERAH

Diterapkannya E-Government guna peningkatan kualitas dan kecepatan layanan


23 Persentase jaringan dan infrstruktur e-government 30
kepada masyarakat
Indeks kepuasan masyarakat terhadap semua pelayanan yang
24 Meningkatnya kualitas sumberdaya aparatur pemerintah daerah 80
diberikan pemerintah daerah (%)
Opini BPK atas LKPD WTP

25 Meningkatnya akuntabilitas kinerja pemerintah daerah Nilai EKPPD Kabupaten 2,7000

Nilai HE-SAKIP Kabupaten CC=55,65

MISI VII :

MEWUJUDKAN KAMTIBMAS DAN KEPASTIAN HUKUM UNTUK TERCIPTANYA SUASANA YANG KONDUSIF

26 Menurunnya angka pelanggaran ketertiban masyarakat Angka pelanggaran peraturan daerah yang terselesaikan 100

Meningkatnya cakupan kepemilikan dokumen kependudukan dan pencatatan


27 Cakupan kepemilikan dokumen penduduk 88,6
sipil

Paringin, 6 September 2017


BUPATI BALANGAN,

H. ANSHARUDDIN
PEMERINTAH KABUPATEN BALANGAN
PERJANJIAN KINERJA TAHUN 2017

Provinsi/ Kabuapten/ Kota : Kalimantan Selatan/ Balangan


Tahun Anggaran : 2017

No Sasaran Strategis Indikator Kinerja Target

MISI I :

MENINGKATKAN KUALITAS SUMBER DAYA MANUSIA MELALUI PEMBANGUNAN PENDIDIKAN DAN KESEHATAN

Angka Rata-Rata Lama Sekolah 7,79


1 Meningkatnya kualitas pendidikan
Angka Harapan Lama Sekolah 12,54

Usia Harapan Hidup 68,19

Angka Kematian Ibu (per 100.000 kelahiran) 214


2 Meningkatnya kualitas kesehatan
Angka Kematian Bayi (per 1000 kelahiran) 13

Prevalensi Kekurangan Gizi 26,31

3 Menciptakan hubungan industrial yang harmonis Prosentase perselisihan hubungan industrial 60


MISI II :

MEWUJUDKAN EKONOMI KERAKYATAN YANG BERKEADILAN

Realisasi Investasi PMA dan PMDN (Rp. T) 7.800.000.000.000


4 Meningkatnya investasi daerah
Persentase Peningkatan Realisasi Investasi PMA dan PMDN 5

Persentase pertumbuhan IKM 5


Meningkatnya peranan UMKM serta koperasi dalam perkuatan struktur
5 Persentase rata - rata peningkatan aset Koperasi per tahun 10
pereekonomian daerah
Persentase Koperasi Aktif 70

Tingkat Ketersediaan Pangan Utama (Ton/Tahun) 85,1


6 Meningkatnya ketahanan pangan masyarakat
Tingkat Konsumsi Pangan Utama (kg/kapita/tahun) 81

MISI III :

MEWUJUDKAN PEMBANGUNAN INFRASTRUKTUR YANG BERKESINAMBUNGAN

Persentase jalan dalam kondisi baik 20


7 Meningkatnya kapasitas dan kualitas prasarana transportasi
Persentase jembatan dalam kondisi baik 40,65
Persentase kinerja sistem irigasi 45,34
Meningkatnya pemenuhan kebutuhan air untuk pertanian pada lahan
8
irigasi dan pemenuhan kebutuhan air baku untuk air bersih
Persentase penanganan daya rusak air 25

Persentase penduduk yang mendapatkan air minum yang aman 88,85

Persentase penduduk yang terlayani sistem air limbah yang memadai 85,92
9 Meningkatnya prasarana dan sarana perumahan dan fasilitas umum
Persentase luas genangan 86,09

Persentase rumah layak huni 90,29

10 Tersedianya prasarana fasilitas publik yang memadai Persentase bangunan publik yang layak pakai 75

Persentase tersedianya informasi rencana tata ruang wilayah 40


11 Terwujudnya ruang yang aman, nyaman, produktif dan berkelanjutan
Persentase tersedianya luasan RTH 1,75

MISI IV :

PEMANFAATAN SUMBER DAYA ALAM (POTENSI LOKAL) BERDASARKAN KEARIFAN LOKAL

Produksi Tanaman Pangan (ton) 184.414

Produksi Hortikultura (ton) 19703


12 Pemanfaatan sumber daya alam bidang pertanian
Swasembada daging (Kg) 1.235.363

Produksi Perkebunan (Ton) 26.003


Produksi Ikan (ton/tahun) 1.918,00
13 Pemanfaatan sumber daya alam bidang perikanan
Konsumsi Ikan Masyarakat (Kg/Kapita/Tahun) 42,00

14 Meningkatkan Jumlah Kunjungan Wisata Jumlah kunjungan wisata 4.000

Meningkatnya luas kawasan produktif transmigrasi yang dapat dimanfaatkan


15 Prosentase luas kawasan transmigrasi yang dimanfaatkan oleh masyarakat 30
masyarakat

MISI V :

MENGEMBANGKAN SOSIAL BUDAYA KEMASYARAKATAN

16 Menurunkan angka Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS) Prosentase Angka PMKS 16,17

Terwujudnya kehidupan sosial yang harmonis, rukun dan damai di kalangan Angka konflik sosial yang bernuansa sara yang terjadi di Kabupaten
17 0
umat beragama Balangan

18 Tewujudnya pemberdayaan masyarakat dalam kesiapsiagaan bencana Rasio kemampuan tentang kebencanaan di daerah rawan bencana 100

19 Terwujudnya penanganan darurat bencana Persentase penanganan bencana 100

20 Terwujudnya pemulihan masyarakat dan sarana prasarana yang lebih baik Persentase penanganan Rehabilitasi dan Rekonstruksi 100

21 Meningkatkan pembinaan kepemudaan Jumlah organisasi kepemudaan yang aktif 2

22 Meningkatkan pembinaan olahraga Jumlah cabang olahraga berprestasi 8


MISI VI :

OPTIMALISASI PEMBERDAYAAN APARATUR PEMERINTAH DAERAH

Diterapkannya E-Government guna peningkatan kualitas dan kecepatan layanan


23 Persentase jaringan dan infrstruktur e-government 30
kepada masyarakat
Indeks kepuasan masyarakat terhadap semua pelayanan yang diberikan
24 Meningkatnya kualitas sumberdaya aparatur pemerintah daerah 80
pemerintah daerah (%)

Opini BPK atas LKPD WTP

25 Meningkatnya akuntabilitas kinerja pemerintah daerah Nilai EKPPD Kabupaten 2,7000

Nilai HE-SAKIP Kabupaten CC=55,65

MISI VII :

MEWUJUDKAN KAMTIBMAS DAN KEPASTIAN HUKUM UNTUK TERCIPTANYA SUASANA YANG KONDUSIF

26 Menurunnya angka pelanggaran ketertiban masyarakat Angka pelanggaran peraturan daerah yang terselesaikan 125

Meningkatnya cakupan kepemilikan dokumen kependudukan dan pencatatan


27 Cakupan kepemilikan dokumen penduduk 88,6
sipil
No. Bidang Pembangunan Anggaran
1 Pembangunan Manusia dan Masyarakat 223.694.707.457
2 Pembangunan Sektor Unggulan 174.590.195.103
3 Pemerataan dan Kewilayahan 16.052.240.000
4 Pembangunan Politik, Hukum, Pertahanan dan Kemanan 20.234.306.400
5 Pembangunan Ekonomi 42.587.501.600

Jumlah Anggaran 477.158.950.560

Paringin, 11 September 2017


BUPATI BALANGAN,

H. ANSHARUDDIN
PEMERINTAH KABUPATEN BALANGAN
PENGKURAN KINERJA TAHUN 2017

Provinsi/ Kabuapten/ Kota : Kalimantan Selatan/ Balangan


Tahun Anggaran : 2018

No Sasaran Strategis Indikator Kinerja Target Realisasi Capaian

MISI I :

MENINGKATKAN KUALITAS SUMBER DAYA MANUSIA MELALUI PEMBANGUNAN PENDIDIKAN DAN KESEHATAN

Angka Rata-Rata Lama Sekolah 7,79 6,71 86,14


1 Meningkatnya kualitas pendidikan
Angka Harapan Lama Sekolah 12,54 11,77 93,86

Usia Harapan Hidup 68,19 67,07 98,36

Angka Kematian Ibu (per 100.000 kelahiran) 214 176,2 121,45


2 Meningkatnya kualitas kesehatan
Angka Kematian Bayi (per 1000 kelahiran) 13 18 72,22

Prevalensi Kekurangan Gizi 26,31 15,1 174,24

3 Menciptakan hubungan industrial yang harmonis Prosentase perselisihan hubungan industrial 60 100 166,67
MISI II :

MEWUJUDKAN EKONOMI KERAKYATAN YANG BERKEADILAN

Realisai Investasi PMA dan PMDN (Rp. Trilyun) 7.800.000.000.000 40.119.540.495.108 514,35
4 Meningkatnya investasi daerah
Persentase Peningkatan Realisasi Investasi PMA dan PMDN 5 25,7 514,00

Persentase pertumbuhan IKM 5 16,56 331,20


Meningkatnya peranan UMKM serta koperasi dalam perkuatan
5 Persentase rata - rata peningkatan aset Koperasi per tahun 10 10,39 103,90
struktur pereekonomian daerah
Persentase Koperasi Aktif 70 61,68 88,11

Tingkat Ketersediaan Pangan Utama (PPH) 85,1 85,1 100,00


6 Meningkatnya ketahanan pangan masyarakat
Tingkat Konsumsi Pangan Utama (PPH) 81 81,1 100,12

MISI III :

MEWUJUDKAN PEMBANGUNAN INFRASTRUKTUR YANG BERKESINAMBUNGAN

Persentase jalan dalam kondisi baik 20 17,39 86,95


7 Meningkatnya kapasitas dan kualitas prasarana transportasi
Persentase jembatan dalam kondisi baik 40,65 47,91 117,86
Persentase kinerja sistem irigasi 45,34 45,91 101,26
Meningkatnya pemenuhan kebutuhan air untuk pertanian pada
8
lahan irigasi dan pemenuhan kebutuhan air baku untuk air bersih
Persentase penanganan daya rusak air 25 25,18 100,72

Persentase penduduk yang mendapatkan air minum yang aman 88,85 80,86 91,01

Persentase penduduk yang terlayani sistem air limbah yang memadai 85,92 82,3 95,79
Meningkatnya prasarana dan sarana perumahan dan fasilitas
9
umum
Persentase luas genangan 86,09 65,93 76,58

Persentase rumah layak huni 90,29 88,79 98,34

10 Tersedianya prasarana fasilitas publik yang memadai Persentase bangunan publik yang layak pakai 75 92 122,67

Persentase tersedianya informasi rencana tata ruang wilayah 40 36 90,00


Terwujudnya ruang yang aman, nyaman, produktif dan
11
berkelanjutan
Persentase tersedianya luasan RTH 1,75 1,9 108,57

MISI IV :

PEMANFAATAN SUMBER DAYA ALAM (POTENSI LOKAL) BERDASARKAN KEARIFAN LOKAL

Produksi Tanaman Pangan (ton) 184.414 244.700 132,69

Produksi Hortikultura (ton) 19703 28744,6 145,89


12 Pemanfaatan sumber daya alam bidang pertanian
Swasembada daging (kg) 1.235.363 1.210.325 97,97

Produksi Perkebunan (ton) 26.003 26.815 103,12


Produksi Ikan (ton/tahun) 1.918,00 1.626,11 84,78
13 Pemanfaatan sumber daya alam bidang perikanan
Konsumsi Ikan Masyarakat (Kg/Kapita/Tahun) 42,00 46,00 109,52

14 Meningkatkan Jumlah Kunjungan Wisata Jumlah kunjungan wisata 4.000 6.520 163,00

Meningkatnya luas kawasan produktif transmigrasi yang dapat Prosentase luas kawasan transmigrasi yang dimanfaatkan oleh
15 30 30 100,00
dimanfaatkan masyarakat masyarakat

MISI V :

MENGEMBANGKAN SOSIAL BUDAYA KEMASYARAKATAN

16 Menurunkan angka Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS) Prosentase Angka PMKS 16,17 28,28 57,18

Terwujudnya kehidupan sosial yang harmonis, rukun dan damai di Angka konflik sosial yang bernuansa sara yang terjadi di Kabupaten
17 0 0 100,00
kalangan umat beragama Balangan

18 Tewujudnya pemberdayaan masyarakat dalam kesiapsiagaan bencana Rasio kemampuan tentang kebencanaan di daerah rawan bencana 100 40 40,00

19 Terwujudnya penanganan darurat bencana Persentase penanganan bencana 100 100 100,00

Terwujudnya pemulihan masyarakat dan sarana prasarana yang lebih


20 Persentase penanganan Rehabilitasi dan Rekonstruksi 100 88,71 88,71
baik

21 Meningkatkan pembinaan kepemudaan Jumlah organisasi kepemudaan yang aktif 2 2 100,00

22 Meningkatkan pembinaan olahraga Jumlah cabang olahraga berprestasi 8 4 50,00


MISI VI :

OPTIMALISASI PEMBERDAYAAN APARATUR PEMERINTAH DAERAH

Diterapkannya E-Government guna peningkatan kualitas dan


23 Persentase jaringan dan infrstruktur e-government 30 30 100,00
kecepatan layanan kepada masyarakat
Indeks kepuasan masyarakat terhadap semua pelayanan yang
24 Meningkatnya kualitas sumberdaya aparatur pemerintah daerah 80 78,95 98,69
diberikan pemerintah daerah (%)
Opini BPK atas LKPD WTP WTP 100,00

25 Meningkatnya akuntabilitas kinerja pemerintah daerah Nilai EKPPD Kabupaten 2,7000 3,0601 113,34

Nilai HE-SAKIP Kabupaten CC=55,65 CC=56,83 102,00

MISI VII :

MEWUJUDKAN KAMTIBMAS DAN KEPASTIAN HUKUM UNTUK TERCIPTANYA SUASANA YANG KONDUSIF

26 Menurunnya angka pelanggaran ketertiban masyarakat Angka pelanggaran peraturan daerah yang terselesaikan 100 100 100,00

Meningkatnya cakupan kepemilikan dokumen kependudukan dan


27 Cakupan kepemilikan dokumen kependudukan 88,6 88,83 100,26
pencatatan sipil
LRA KABUPATEN BALANGAN TAHUN 2017

NO. URUT URAIAN TARGET REALISASI LEBIH / (KURANG) %


1 PENDAPATAN 1.196.778.619.145,00 1.112.189.260.812,13 (84.589.358.332,87) 92,93
1.1 PENDAPATAN ASLI DAERAH 67.774.927.829,00 87.848.092.054,13 20.073.164.225,13 129,62

1.1.1 Pendapatan Pajak Daerah 7.114.600.000,00 10.910.153.810,36 3.795.553.810,36 153,35


1.1.2 Pendapatan Retribusi Daerah 1.718.340.000,00 1.919.401.286,00 201.061.286,00 111,70
1.1.3 Pendapatan Hasil Pengelolaan Kekayaan 14.609.702.938,00 14.609.202.938,00 (500.000,00) 99,99
Daerah Yang Dipisahkan
1.1.4 Lain-lain Pendapatan Asli Daerah yang 44.332.284.891,00 60.409.334.019,77 16.077.049.128,77 136,26
Sah
1.2 PENDAPATAN TRANSFER 1.120.600.403.640,00 1.015.386.667.329,00 (105.213.736.311,00) 90,61

1.2.1 Transfer Pemerintah Pusat - Dana 947.384.662.494,00 839.890.957.433,00 (107.493.705.061,00) 88,65


Perimbangan
1.2.1.1 Dana Bagi Hasil Pajak 31.779.841.000,00 23.198.948.355,00 (8.580.892.645,00) 72,99
1.2.1.2 Dana Bagi Hasil Bukan Pajak (Sumber 387.092.312.494,00 324.367.332.705,00 (62.724.979.789,00) 83,79
Daya Alam)
1.2.1.3 Dana Alokasi Umum 382.593.322.000,00 382.593.322.000,00 0,00 100,00
1.2.1.4 Dana Alokasi Khusus 145.919.187.000,00 109.731.354.373,00 (36.187.832.627,00) 75,20
1.2.2 Transfer Pemerintah Pusat - Lainnya 124.449.127.000,00 123.977.454.200,00 (471.672.800,00) 99,62

1.2.2.2 Dana Penyesuaian 124.449.127.000,00 123.977.454.200,00 (471.672.800,00) 99,62

1.2.3 Transfer Pemerintah Provinsi 48.766.614.146,00 51.518.255.696,00 2.751.641.550,00 105,64

1.2.3.1 Pendapatan Bagi Hasil Pajak 48.766.614.146,00 51.518.255.696,00 2.751.641.550,00 105,64

1.3 LAIN-LAIN PENDAPATAN YANG SAH 8.403.287.676,00 8.954.501.429,00 551.213.753,00 106,56


Pendapatan Hibah
1.3.1 0,00 550.000.000,00 550.000.000,00
1.3.3 Pendapatan Lainnya 8.403.287.676,00 8.404.501.429,00 1.213.753,00 100,01

LEBIH/ (KURANG)
nNO URAIAN ANGGARAN REALISASI
(Rp) %

1 2 3 4 5 6

05.00 BELANJA DAERAH 1.437.494.158.547,76 1.253.683.336.799,00 (183.810.821.748,76)


87,21
05.01 Belanja Tidak Langsung 647.278.375.347,76 546.569.091.363,00 (100.709.283.984,76)
84,44
05.01.01 Belanja Pegawai 415.827.226.251,76 321.494.780.613,00 (94.332.445.638,76)
77,31
05.01.04 Belanja Hibah 25.688.907.540,00 23.203.705.594,00 (2.485.201.946,00)
90,33
05.01.05 Belanja Bantuan Sosial 5.295.900.000,00 4.081.900.000,00 (1.214.000.000,00)
77,08
Belanja Bagi Hasil kepada
05.01.06 Provinsi/Kabupaten/Kota dan Pemerintah 883.294.000,00 882.496.000,00 (798.000,00)
99,91
Desa
Belanja Bantuan Keuangan Kepada
05.01.07 Provinsi/ Kabupaten/ Kota, Pemerintahan 198.583.047.556,00 196.906.209.156,00 (1.676.838.400,00)
99,16
Desa dan Partai Politik
05.01.08 Belanja Tidak Terduga 1.000.000.000,00 0,00 (1.000.000.000,00)
-
05.02 Belanja Langsung 790.215.783.200,00 707.114.245.436,00 (83.101.537.764,00)
89,48
05.02.01 Belanja Pegawai 25.564.727.500,00 20.839.748.800,00 (4.724.978.700,00)
81,52
05.02.02 Belanja Barang dan Jasa 417.170.717.538,00 358.989.191.243,00 (58.181.526.295,00)
86,05
05.02.03 Belanja Modal 347.480.338.162,00 327.285.305.393,00 (20.195.032.769,00)
94,19
JUMLAH BELANJA (183.810.821.748,76)
1.437.494.158.547,76 1.253.683.336.799,00 87,21
SURPLUS/(DEFISIT) (240.715.539.402,76) (141.494.075.986,87) 99.221.463.415,89
58,78
06.01 PENERIMAAN PEMBIAYAAN DAERAH 240.715.539.402,76 240.730.087.772,76 14.548.370,00
100,01
Sisa Lebih Perhitungan Anggaran Daerah
06.01.01 240.705.539.402,76 240.703.587.772,76 (1.951.630,00)
Tahun Sebelumnya 99,99
06.02.07 Penerimaan kembali penyertaan modal 10.000.000,00 26.500.000,00 16.500.000,00
265,00
PEMBIAYAAN NETTO 240.715.539.402,76 240.730.087.772,76 14.548.370,00
100,01
SISA LEBIH/KURANG PEMBIAYAAN
- 99.236.011.785,89 99.236.011.785,89 0
TAHUN BERKENAAN