Anda di halaman 1dari 22

Laporan Tugas Besar Rekayasa Gempa 2018

BAB 1

PENDAHULUAN

Material pembentuk struktur merupakan salah satu komponen yang harus


diperhatikan dalam perancangan suatu struktur. Material pembentuk struktur
dapat berupa beton, baja, ataupun kayu. Material pembentuk struktur tentunya
harus disesuaikan dengan fungsi struktur tersebut, seperti rumah sakit, sekolah,
maupun perumahan.

Kelebihan beton adalah dapat mudah dibentuk sesuai dengan kebutuhan


konstruksi. Selain itu pula beton juga memiliki kekuatan mumpuni, tahan
terhadap temperatur yang tinggi dan biaya pemeliharaan yang murah.

Saat ini penggunaan beton bertulang sebagai material struktural sudah


sangat meluas terutama di daerah maju. Dalam dunia konstruksi, beton bertulang
sering digunakan sebagai bahan bangunan yang berukuran tinggi, seperti gedang
bertingkat. Salah satu fungsi gedung adalah untuk rumah tinggal, seperti
apartemen ataupun rumah susun.

Indonesia adalah salah satu negara berkembang yang sedang giat


malaksanakan pembangunan di segala bidang. Bangunan dalam hal ini khususnya
tempat tinggal, gedung perkantoran, dll merupakan tempat melaksanakan
berbagai macam aktivitas yang menunjang kehidupan manusia. Perencanaan
desain bangunan yang kuat, murah, dan efisien secara waktu merupakan
primadona dalam bidang teknik sipil. Faktor keamanan dan kenyamanan pun
harus diperhatikan sedemikian rupa. Perencanaan bangunan menggunakan bahan
beton bertulang banyak menjamur dibelahan dunia manapun termasuk di
Indonesia.

1
Laporan Tugas Besar Rekayasa Gempa 2018

BAB 2

PERATURAN YANG DIGUNAKAN

Dalam perancangan desain struktur bangunan dengan material Beton


Bertulang ini, digunakan beberapa referensi sebagai berikut :

1. SNI 2847-2013 tentang Persyaratan Beton Struktural


2. SNI 1726-2012 tentang Tata Cara Perencanaan Ketahanan Gempa Untuk
Struktur Bangunan Gedung dan Non-gedung
3. SNI 1727-2013 Beban Minimum Untuk Perencanaan Bangunan Gedung dan
Struktur Lain.
4. PPI 1983 tentang Pembebanan untuk Gedung.
5. PUBI-1982 tentang Peraturan Umum Bahan Bangunan di Indonesia

2
Laporan Tugas Besar Rekayasa Gempa 2018

BAB 3

MUTU MATERIAL & DIMENSI ELEMEN STRUKTUR

A. Mutu Material

Mutu material yang digunakan untuk elemen struktur baik itu kolom.
dinding geser adalah beton bertulang dengan mutu k350. Berikut spesifikasi
mutu beton yang digunakan :
Mass per unit volume = 2,4
Weigh per unit volume = 24 kN/m³
Modulus Elasticiity = 25332084 kN/m²
Poissons’s Ratio = 0,2
Fc’ = 29050 kN/m²
Fy = 400000 kN/m²
Fys = 400000 kN/m²

Mutu material yang digunakan untuk elemen struktur baik itu kolom,
balok, plat, dan dinding geser adalah beton bertulang dengan mutu k300.
Berikut spesifikasi mutu beton yang digunakan :
Mass per unit volume = 2,4
Weigh per unit volume = 24 kN/m³
Modulus Elasticiity = 23452952,91 kN/m²
Poissons’s Ratio = 0,2
Fc’ = 24900 kN/m²
Fy = 400000 kN/m²
Fys = 400000 kN/m²

B. Dimensi Elemen Struktur


1) Kolom
Dimensi kolom yang digunakan dari lantai dasar hingga lantai paling
atas adalah typical, yaitu berukuran 0,3 x 0,5 m.
 Kolom LT. 1-3 : 0,80 m x 0,80 m.

3
Laporan Tugas Besar Rekayasa Gempa 2018

 Kolom LT. 4-6 : 0.70 m x 0,70 m


 Kolom LT. 7-9 : 0,60 m x 0,60 m
 Kolom LT. 10-12 : 0,50 m x 0,50 m.
 Kolom LT. 13-15 : 0,40 m x 0,40 m.
2) Balok
Dimensi balok yang digunakan dalam sistem struktur bangunan gedung
rumah susun ini memiliki 3 jenis ukuran, yaitu :
 Balok Induk : 0,55 m x 0,25 m.
 Balok Anak : 0,40 m x 0,20 m.

3) Plat
Dimensi plat yang digunakan adalah 0,12 m.

4) Dinding Geser
Dimensi dinding geser adalah 0,25 m.

4
Laporan Tugas Besar Rekayasa Gempa 2018

BAB 4

DESKRIPSI SISTEM STRUKTUR

Sistem struktur pada bangunan rumah susun ini selain memiliki sistem
rangka yaitu balok, kolom, dan plat akan tetapi memiliki elemen struktur
dinding. Hal ini ditunjukkan dengan adanya dinding geser pada elemen struktur,
sehingga deskripsi sistem struktur yang digunakan pada desain bangunan rumah
susun ini yang digunakan adalah Sistem Ganda.

Berdasarkan lokasi wilayah bangunan yaitu daerah Pandeglang yang


memiliki tingkat resiko gempa tinggi, maka sistem ganda di sini yang digunakan
adalah Sistem Ganda dengan Rangka Pemikul Momen Khusus.

Sistem Ganda Pemikul Momen Khusus adalah sistem struktur dengan


rangka ruang pemikul beban gravitasi secara lengkap. Sedangkan beban lateral
oleh gempa dipikul oleh sistem rangka pemikul momen dan dinding geser
ataupun oleh rangka pemikul momen dan rangka bresing.

5
Laporan Tugas Besar Rekayasa Gempa 2018

BAB 5

PEMBEBANAN

A. Beban Mati
 Beban Struktur
Beban dari struktur itu sendiri termasuk kedalam beban mati, yaitu
beban dari kolom, balok, plat, dan dinding geser.
 Beban SDL (Super Dead Load)
Beban SDL dalam sistem struktur ini adalah sebagai berikut:
- Adukan Semen = 0.42 kN/m²
- ME = 0.3 kN/m²
- Penutup Lantai =0.24 kN/m²
- Penutup Langit- Langit = 0.07 kN/m²
- Lain-lain = 0.17 kN/m²
- Total =1.2 kN/m²
 Beban Wall
Berdasarkan Peraturan Pembebanan, maka dengan dinding pasangan
batako dan tebal sebesar 10 cm didapatkan beban Wall adalah 1.2 kN/m²
B. Beban Hidup
Berdasarkan SNI 1727 – 2013, untuk rumah tinggal didapatkan beban
hidup sebesar 1.92 kN/m².

6
Laporan Tugas Besar Rekayasa Gempa 2018

BAB 6

ANALISA GEMPA STRUKTUR ATAS

A. Kategori Resiko Bangunan Gedung


Kategori resiko bangunan gedung adalah kategori resiko II (fungsi
bangunan adalah gedung apartemen/rumah susun), yaitu semua gedung dan
struktur lain, kecuali yang termasuk dalam kategori resiko 1, III, IV.
B. Faktor Keutamaan Gempa
Dengan kategori resiko II, maka faktor keutamaan gempa (Ie) adalah 1.0
C. Parameter Percepatan Tanah
Nilai Ss dan S1 diperoleh berdasarkan jenis tanah dan lokasi dari
bangunan. Dengan jenis tanah sedang dan lokasi bangunan berada di
Pandeglang, maka nilai yang didapatkan untuk Ss adalah 1.157 dan nilai S1
adalah 0.447.
D. Klasifikasi Situs
Klasifikasi situs yang direncanakan adalah SD (Tanah Sedang).
E. Faktor Koefisien Situs
Parameter yang digunakan untuk mendapatkan faktor koefesien situs Fa
adalah nilai Ss dan Kelas Situs untuk Fv sementara untuk koefesien situs Fv
adalah nilai S1 dan Kelas Situs. Oleh karena itu dengan kelas situs SD dan Nilai
Ss 1.157, maka dengan interpolasi didapatkan nilai Fa sebesar 0.874 sementara
itu dengan Kelas Situs SD dan nilai S1 0.447, maka dengan interpolasi
ddiapatkan nilai Fv sebesar 1.506.
F. Parameter Percepatan Desain
Nilai SDS = 2/3 x Sms
= 2/3 x (Fa x Ss)
= 2/3 x (1,209 x 0,739)
= 0,602
Nilai SD1 = 2/3 x SM1

7
Laporan Tugas Besar Rekayasa Gempa 2018

= 2/3 x (Fv x S1)


= 2/3 x (1,764 x 0.318)
= 0,578
G. Kategori Desain Seismik
Berdasarkan Tabel KDS untuk respon percepatan pada peioda pendek,
maka dengan nilai SDS > 0.5 dan kategori resiko II didapatkan KDS yaitu “D”.
Berdasarkan Tabel KDS untuk respon percepatan pada peioda 1 detik,
maka dengan nilai SD1 > 0.2 dan kategori resiko II didapatkan KDS yaitu “D”.

H. Sistem & Parameter Struktur


Berdasarkan KDS, maka dengan KDS “D” memiliki tingkat resiko
kegempaan tinggi, sehingga sistem struktur yang harus digunakan adalah
SRPMK/SDSK/SGPMK.
Dengan Sistem Struktur yang digunakan adalah Sistem Ganda Pemikul
Momen Khusus, maka nilai-nilai parameter struktur (Didapatkan dari SNI 1726-
2012) adalah sebagai berikut:
- R =7
- Cd = 5,5
- Ω0 = 2,5

I. Kurva Spektrum Respons Desain


- Untuk periode yang lebih kecil dari T0, spektrum respons percepatan
desain (Sa) harus diambil dari persamaan :
T
Sa = SDS (0.4 + 0.6 )
T0
- Untuk periode lebih besar dari atau sama dengan T0 dan lebih kecil dari
atau sama dengan Ts, spektrum respons percepatan desain (Sa) sama
dengan SDS.
- Untuk periode lebih besar dati Ts, spektrum respons percepatan desain
(Sa), diambil berdasarkan persamaan :
SD1
Sa =
T
Keterangan :
SDS = Parameter respons spektral percepatan desain pada periode

8
Laporan Tugas Besar Rekayasa Gempa 2018

pendek
SD1 = Parameter respons spektral percepatan desain pada periode 1
Detik
T = Periode getar fundamental struktur
S 0,449
T0 = 0.2 SD1 = 0,2 × 0,674 = 0,133
Ds

S 0,449
Ts = SD1 = 0,674 = 0,666
Ds

T2 = T1 + 0.10

9
Laporan Tugas Besar Rekayasa Gempa 2018

Tabel Respon Spektrum

Time C/R Periode


0.00 0.0346 0.2421
0.20 0.0865 0.6053
0.97 0.0865 0.6053
1.07 0.0784 0.5487
1.17 0.0717 0.5020
1.27 0.0661 0.4626
1.37 0.0613 0.4289
1.47 0.0571 0.3998
1.57 0.0535 0.3744
1.67 0.0503 0.3521
1.77 0.0475 0.3322
1.87 0.0449 0.3145
1.97 0.0426 0.2985
2.07 0.0406 0.2842
2.17 0.0387 0.2711
2.27 0.0370 0.2592
2.37 0.0355 0.2482
2.47 0.0340 0.2382
2.57 0.0327 0.2290
2.67 0.0315 0.2204
2.77 0.0303 0.2124
2.87 0.0293 0.2051
2.97 0.0283 0.1982
3.07 0.0274 0.1917
3.17 0.0265 0.1857
3.27 0.0257 0.1800
3.37 0.0250 0.1747
3.47 0.0242 0.1696
3.57 0.0236 0.1649
3.67 0.0229 0.1604
3.77 0.0223 0.1562
3.87 0.0217 0.1521
3.97 0.0212 0.1483
4.07 0.0207 0.1447
4.17 0.0202 0.1412
4.27 0.0197 0.1379
4.37 0.0192 0.1347
4.47 0.0188 0.1317
4.57 0.0184 0.1288
4.67 0.0180 0.1261
4.77 0.0176 0.1234
4.87 0.0173 0.1209
4.97 0.0169 0.1185
5.07 0.0166 0.1161

10
Laporan Tugas Besar Rekayasa Gempa 2018

0.65 spektra desain


C0.60
0.55
0.50
0.45
0.40
0.35
0.30
0.25
0.20
0.15
0.10
0.05
0.00
0.00 0.50 1.00 1.50 2.00 2.50 3.00 3.50 4.00 4.50 5.00
T

spektra desain / R
0.10
(C*I)/R 0.09
0.08
0.07
0.06
0.05
0.04
0.03
0.02
0.01
0.00
0.00 0.50 1.00 1.50 2.00 2.50 3.00 3.50 4.00 4.50 5.00
T

1. Kategori KDG dan KDS (Tabel 6 dan Tabel 7 SNI 1726:2012)


11
Laporan Tugas Besar Rekayasa Gempa 2018

Untuk kasus diatas, Daerah Bandar Lampung dengan SDS = 0,602 dan SD1 = 0,578

2. Tabel Eabs (mass data), gaya gempa static, dan kumulatif gaya geser:

12
Laporan Tugas Besar Rekayasa Gempa 2018

Note: Tabel diaphragm mass data didapat dari hasil out put tabel etabs

Etabs ( Diaphragm Mass Data )

Story Diaphragm MassX MassY MMI XM YM

STORY15 D15 775.25 775.25 163322.5 15.03 15.03


STORY14 D14 800.70 800.70 170010.2 15.04 15.04
STORY13 D13 800.70 800.70 170010.2 15.04 15.04
STORY12 D12 812.80 812.80 173250.0 15.05 15.05
STORY11 D11 827.11 827.11 177011.7 15.05 15.05
STORY10 D10 827.11 827.11 177011.7 15.05 15.05

STORY9 D9 842.39 842.39 181087.2 15.05 15.05


STORY8 D8 859.89 859.89 185684.7 15.06 15.06
STORY7 D7 859.89 859.89 185684.7 15.06 15.06
STORY6 D6 859.89 859.89 185684.7 15.06 15.06
STORY5 D5 859.89 859.89 185684.7 15.06 15.06
STORY4 D4 859.89 859.89 185684.7 15.06 15.06
STORY3 D3 899.99 899.99 196342.9 15.07 15.07
STORY2 D2 944.53 944.53 208044.7 15.08 15.08
STORY1 D1 960.19 960.19 212159.6 15.09 15.09

3. gaya gempa static, dan kumulatif gaya geser:

13
Laporan Tugas Besar Rekayasa Gempa 2018

Gaya Gempa Statik Kumulatif Gaya Geser

Massa
hi wi x hi wi x hxk wi x hyk Fx Fy Fx Fy
(wi)

775.25 49.25 38181.03 413864.63 413864.63 918.91 918.91 918.91 918.91


800.70 46.00 36832.27 382919.33 382919.33 850.20 850.20 1769.11 1769.11
800.70 42.75 34229.99 340270.76 340270.76 755.51 755.51 2524.62 2524.62
812.80 39.50 32105.50 304086.30 304086.30 675.17 675.17 3199.78 3199.78
827.11 36.25 29982.89 269455.07 269455.07 598.27 598.27 3798.06 3798.06
827.11 33.00 27294.77 231603.01 231603.01 514.23 514.23 4312.29 4312.29
842.39 29.75 25061.15 199585.52 199585.52 443.14 443.14 4755.43 4755.43
859.89 26.50 22787.09 169079.62 169079.62 375.41 375.41 5130.84 5130.84
859.89 23.25 19992.44 136936.00 136936.00 304.04 304.04 5434.88 5434.88
859.89 20.00 17197.80 107431.80 107431.80 238.53 238.53 5673.42 5673.42
859.89 16.75 14403.16 80726.88 80726.88 179.24 179.24 5852.65 5852.65
859.89 13.50 11608.52 57022.38 57022.38 126.61 126.61 5979.26 5979.26

899.99 10.25 9224.89 38289.62 38289.62 85.01 85.01 6064.28 6064.28


944.53 7.00 6611.71 21734.19 21734.19 48.26 48.26 6112.53 6112.53

960.19 3.75 3600.72 8080.63 8080.63 17.94 17.94 6130.47 6130.47

4. Nilai yang akan di masukan pada etabs

14
Laporan Tugas Besar Rekayasa Gempa 2018

Fx Fy

918.91 918.91
1769.11 1769.11
2524.62 2524.62
3199.78 3199.78
3798.06 3798.06
4312.29 4312.29
4755.43 4755.43
5130.84 5130.84
5434.88 5434.88
5673.42 5673.42
5852.65 5852.65
5979.26 5979.26
6064.28 6064.28
6112.53 6112.53
6130.47 6130.47

5. Kombinasi pembebanan

15
Laporan Tugas Besar Rekayasa Gempa 2018

SDS r Ω0
0.605 1.3 2.5
COMBO 1 1.4D
COMBO 2 1.2D+1.6L
COMBO 3 1.36 D + 1 L 1.30 Eqx 0.39 Eqy
COMBO 4 1.28 D + 1 L 1.30 Eqx -0.39 Eqy
COMBO 5 1.04 D + 1 L -1.30 Eqx -0.39 Eqy
COMBO 6 1.12 D + 1 L -1.30 Eqx 0.39 Eqy

COMBO 7 1.36 D + 1 L 0.39 Eqx 1.30 Eqy


COMBO 8 1.12 D + 1 L 0.39 Eqx -1.30 Eqy
COMBO 9 1.04 D + 1 L -0.39 Eqx -1.30 Eqy
COMBO 10 1.28 D + 1 L -0.39 Eqx 1.30 Eqy

COMBO 11 0.74 D 1.30 Eqx 0.39 Eqy


COMBO 12 0.82 D 1.30 Eqx -0.39 Eqy
COMBO 13 1.06 D -1.30 Eqx -0.39 Eqy
COMBO 14 0.98 D -1.30 Eqx 0.39 Eqy

COMBO 15 0.74 D 0.39 Eqx 1.30 Eqy


COMBO 16 0.98 D 0.39 Eqx -1.30 Eqy
COMBO 17 1.06 D -0.39 Eqx -1.30 Eqy
COMBO 18 0.82 D -0.39 Eqx 1.30 Eqy

1. Pemodelan

16
Laporan Tugas Besar Rekayasa Gempa 2018

2. Pembebanan beban hidup(Live)

17
Laporan Tugas Besar Rekayasa Gempa 2018

3. Pembebanan Super Dead Load(SDL)

18
Laporan Tugas Besar Rekayasa Gempa 2018

4. Beban gempa pada Din X

19
Laporan Tugas Besar Rekayasa Gempa 2018

5. Beban gempa pada Din Y

20
Laporan Tugas Besar Rekayasa Gempa 2018

6. Tulangan yang di gunakan

21
Laporan Tugas Besar Rekayasa Gempa 2018

22