Anda di halaman 1dari 21

DIKTAT ESTIMASI BIAYA KONSTRUKSI

SMK KELAS XII DPIB


(KHUSUS KALANGAN SENDIRI)

CI
CON S E N CE
* *
E

CO
NC

M
O M PE T E

PASSI ON *
*C

M
S

TA
K
NE AR
GERI 56 JAK

DISUSUN OLEH :
MUHAMAD HUSAEN S.T.
NIP. –

DINAS PENDIDIKAN PEMERINTAH PROVINSI DKI JAKARTA


SMK NEGERI 56 JAKARTA
Jalan Pluit Timur Raya No. 1 Penjaringan, Jakarta Telp/Fax. (021)6602880/6630712
2019
KATA PENGANTAR

Puji syukur kita panjatkan kehadirat Allah SWT atas segala rahmat dan karunia-Nya yang
telah menciptakan alam semesta. Manusia adalah salah satu makhluk ciptaan-Nya yang
diberkahi kemampuan untuk mengembangkan akal dan pikirannya. Salah satunya dalam
mengatur kebutuhan dalam setiap kehidupannya termasuk kebutuhan dalam bidang konstruksi.
Dengan mempelajari Estimasi Biaya Konstruksi diharapkan peserta didik dapat mengembangkan
pola pikirnya untuk kemajuan bangsa khususnya dalam bidang pembangunan.
Penulisan diktat mata pelajaran Estimasi Biaya Konstruksi bertujuan membantu para
peserta didik tingkat SMK (Sekolah Menengah Kejuruan), terutama di lingkungan SMK Negeri 56
Jakarta dalam menyediakan sumber belajar.
Diktat ditulis sesuai perubahan kurikulum 2013 yang tertuang pada peraturan pemerintah
(PP No. 24 Tahun 2017) urutan materi dalam silabus kelas XII. Diktat tersedia dalam bentuk
Hardcopy/cetak, softcopy yang dapat diunduh dalam laman :http//smkn56jakarta.sch.id. diktat
tersaji dalam tiap semester.
Ucapan terima kasih saya sampaikan kepada :
1. Bapak Suwarno, selaku Kepala Sekolah SMK Negeri 56 Jakarta yang telah memberi izin
dan dukungan moral maupun material pada kegiatan penulisan diktat.
2. Rekan-rekan guru SMK Negeri 56 Jakarta khususnya guru program keahlian DPIB (Desai
Permodelan dan Informasi Bangunan) dan staf tata usaha yang secara langsung maupun
tidak langsung telah membantu, sehingga diktat ini dapat diselesaikan.
3. Serta Kedua Orang Tua penulis, karena dukungan moral dan motivasi baik secara
langsung maupun tidak langsung dalam proses penulisan diktat.
Harapan penulis agar diktat ini dapat menjadi inspirasi atau model bagi para guru bahwa
penulisan diktat akan membantu proses belajar peserta didik.
Dengan adanya diktat yang membantu proses belajar peserta didik, diharapkan dapat
meningkatkan kualitas Pendidikan khususnya untuk program keahlian desain permodelan dan
informasi bangunan di SMK Negeri 56 Jakarta.
Sebagai manusia biasa yang jauh dari kata sempurna, maka kritik dan saran yang bersifat
membangun dalam rangka memajukan dunia Pendidikan, penulis terima dengan tangan terbuka.
Terima kasih

Jakarta, 2019

Penulis
DAFTAR ISI

Halaman Judul ……………………………………………………… i


Lembar Persetujuan ……………………………………………………… ii
Kata Pengantar ……………………………………………………… iii
Daftar Isi ………………………………………………………………. iv
Unit 1. Jenis - Jenis Pekerjaan Konstruksi Gedung, Jalan dan Jembatan
A. Definisi Konstruksi
B. Jenis – Jenis Konstruksi

Unit 2. Tahapan Pekerjaan Konstruksi Gedung, Jalan dan Jembatan


A. Tahapan Pekerjaan Konstruksi
Unit 3. Dokumen Kontrak
A. Definisi Dokumen Kontrak
Unit 4. Rencana Kerja Dan Syarat-Syarat (RKS)
A. Definisi Rencana Kerja dan Syarat-Syarat (RKS)
B. Proses Pembuatan RKS

Unit 5. Spesifikasi Teknis Pekerjaan


A. Jenis – Jenis Pekerjaan
Unit 6. Spesifikasi Bahan-Bahan Konstruksi Gedung, Jalan dan Jembatan
A. Spesifikasi Bahan-Bahan Konstruksi
Unit 7. Jenis Peralatan Pekerjaan Konstruksi Gedung, Jalan dan Jembatan
A. Peralatan Pekerjaan Konstruksi
Unit 8. Metode Estimasi Biaya
A. Metode Estimasi Biaya
Unit 9. Metode Analisa Biaya
A. Metode Analisa Biaya
Daftar Pustaka ……………………………………………………...
LEMBAR PERSETUJUAN

Bidang Kajian : Penulisan Diktat


Judul :
- “ Diktat Pelajaran Estimasi Biaya Konstruksi “

Peruntukkan : Peserta Didik/ Siswa


Tingkat : Sekolah Menengah Kejuruan (SMK)
Kelas : XII DBIP
Program : Desain Permodelan dan Informasi Bangunan
Semester : Ganjil

Penulis : Muhamad Husaen, S.T


NIP/NIK :
Pangkat/Gol :

Penulisan diktat ini merupakan upaya membantu peserta didik dalam rangka menyediakan
sumber belajar pada mata pelajaran Estimasi Biaya Konstruksi di Kelas XII DPIB SMK Negeri 56
Jakarta. Kegiatan penulisan berlangsung pada bulan Maret sampai Juli 2017.

Jakarta, 24 Oktober 2019


Ketua Program Keahlian DPIB Penulis
SMK Negeri 56 Jakarta

HADI PURNOMO ISRAM MUHAMAD HUSAEN, S.T.

Kepala Sekolah SMKN 56 Jakarta

SUWARNO. MPd
UNIT 1
JENIS-JENIS PEKERJAAN KONSTRUKSI

A. Pengertian Konstruksi

1. Definisi Konstruksi

Konstruksi merupakan suatu kegiatan membangun sarana maupun prasarana. Dalam


sebuah bidang arsitektur atau teknik sipil, sebuah konstruksi juga dikenal sebagai
bangunan atau satuan infrastruktur pada sebuah area atau pada beberapa area.
Secara ringkas konstruksi didefinisikan sebagai objek keseluruhan bangunan yang
terdiri dari bagian-bagian struktur. Misal, Konstruksi Struktur Bangunan adalah
bentuk/bangun secara keseluruhan dari struktur bangunan. contoh lain: Konstruksi
Jalan Raya, Konstruksi Jembatan, Konstruksi Kapal, dan lain lain.
Konstruksi dapat juga didefinisikan sebagai susunan (model, tata letak) suatu
bangunan (jembatan, rumah, dan lain sebagainya) Walaupun kegiatan konstruksi
dikenal sebagai satu pekerjaan, tetapi dalam kenyataannya konstruksi merupakan
satuan kegiatan yang terdiri dari beberapa pekerjaan lain yang berbeda.

2. Makna Konstruksi

Menurut Sarwiji (2008), yang dimaksud dengan makna konstruksi (construction


meaning) adalah makna yang terdapat dalam konstruksi kebahasaan. Jadi, makna
konstruksi dapat diartikan sebagai makna yang berhubungan dengan kalimat atau
kelompok kata yang ada didalam sebuah kata dalam kajian kebahasaan.
Pada umumnya kegiatan konstruksi diawasi oleh manajer proyek, insinyur desain,
atau arsitek proyek. Orang-orang ini bekerja didalam kantor, sedangkan pengawasan
lapangan biasanya diserahkan kepada mandor proyek yang mengawasi buruh
bangunan, tukang kayu, dan ahli bangunan lainnya untuk menyelesaikan fisik sebuah
konstruksi.
Dalam melakukan suatu konstruksi biasanya dilakukan sebuah perencanaan terpadu.
Hal ini terkait dengan metode menentukan besarnya biaya yang diperlukan, rancang-
bangun, dan efek lain yang akan terjadi seperti peralatan penunjang K3 saat
pekerjaan konstruksi dilakukan. Sebuah jadwal perencanaan yang baik akan
menentukan suksesnya sebuah pembangunan terkait dengan pendanaan, dampak
lingkungan,ketersediaan peralatan perlindungan diri, ketersediaan material
bangunan, logistik, ketidak-nyamanan publik terkait dengan adanya penundaan
pekerjaan konstruksi, persiapan dokumen dan tender, dan lain sebagainya.
B. Jenis-Jenis Konstruksi

1. Kontruksi jalan dan jembatan

a. Pengertian Konstruksi Jalan

Jalan adalah suatu lintasan yang bertujuan melewatkan lalu lintas dari satu tempat ke
tempat yang lain. Lintasan disini dapat diartikan sebagai tanah yang diperkeras atau
jalan tanah tanpa perkerasan, sedangkan lalu lintas adalah semua benda dan
makhluk hidup yang melewati jalan tersebut baik kendaraan bermotor, tidak bermotor,
manusia, ataupun hewan.
Maka jika dikaitkan dengan konstruksi jalan berarti suatu kegiatan pembangunan
suatu lintasan atau jalur yang digunakan untuk lalu lintas dari satu tempat ke tempat
lainnya di atas permukaan tanah yang disusun oleh lapisan-lapisan perkerasan.

b. Struktur Konstruksi Jalan

Dalam material perkerasannya konstruksi jalan dibagi dari berbagai macam


diantaranya adalah :

b.1. Struktur Makadam

Lapisan Penetrasi Macadam (lapen), merupakan lapis perkerasan yang terdiri dari
agregat pokok dan agregat pengunci bergradasi terbuka dan seragam yang diikat oleh
aspal dengan cara disemprotkan di atasnya dan dipadatkan lapis demi lapis. Di atas
lapen ini biasanya diberi laburan aspal dengan agregat penutup. Tebal lapisan
bervariasi dari 4-10 cm.

Fungis dari Lapis Penetrasi Makadam (Lapen) sebagai lapisan permukaan dan
lapisan pondasi. Sebagai Lapis Permukaan Jalan, Lapis Penetrasi Makadam ( Lapen)
mempunyai sifat-sifat sebagai berikut.

 Lapen mempunyai nilai struktural


 Tidak kedap air
 Kenyal dan mempunyai permukaan yang kasar
 Dapat dipergunakan untuk lalu lintas ringan sampai sedang
 Kekuatan utamanya didapat dari saling mengunci antara agregat pokok dan
agregat pengunci.

Pelaksanaan pekerjaan untuk Lapis Penetrasi Makadam (Lapen) masih dilaksanakan


terutama pada jalan baru atau jalan tanah yang belum diberi perkerasan. Bila Lapis
Penetrasi Makadam (Lapen) dipergunakan untuk lapis permukaan, maka harus diberi
laburan aspal dengan agregat penutup.
.

Gambar 1.1. Lapisan Perkerasan Makadam

b.2. Struktur Telford

Diciptakan oleh Thomas Telford yang berasal dari Inggris. Prinsip yang diciptakan
adalah “desak-desakan” dengan menggunakan batu-batu belah yang dipasang
berdiri, bagian tumpul berada di bawah dan bagian runcing di atas, serta dipasang
dengan menyusun batu secara bertahap dan menggunakan tangan.

Jalan Telford biasanya menjadi dasar dari lapis perkerasan aspal, dan biasanya
banyak digunakan di daerah permukiman masyarakat. Dengan sudah terpasangnya
jalan telford maka biasanya jalan dapat diperkeras dengan lapis penetrasi aspal,
seperti lapen (lapisan penetrasi) atau latasir (lapisan tanah pasir) dan yang
sejenisnya.

Konstruksi Telford yaitu susunan batu pecah berukuran besar (10/15 dan 15/20)
disusun berdiri dengan batu pecah yang lebih kecil mengisi rongga diatasnya
sehingga rata, kemudian dipadatkan/digilas dengan mesin gilas, selanjutnya ditabur
sirtu diseluruh permukaan untuk dibabar basah.

Standar Jalan Telford antara lain :

o Lebar perkerasan jalan standarnya adalah 3 Meter, dan minimal 2,5 M.


o Kemiringan punggung jalan adalah 3-4 %.
o Lebar bahu jalan standar 1 M, dan minimal 0,5 M.
o Kemiringan bahu jalan 5-6%.
o Lebar drainase (siring) minimal 0,5 M dan kedalamannya minimal 0,5 M.
Gambar 1.2. Lapisan Perkerasan Telford

b.3. Struktur Perkerasan Beton (Rigid Pavement)

Perkerasan kaku (rigid pavement) adalah suatu perkerasan jalan yang terdiri atas plat
beton semen sebagai lapis pondasi dan lapis pondasi bawah di atas tanah dasar.
Karena memakai beton sebagai bahan bakunya, perkerasan jenis ini juga biasa
disebut sebagai jalan beton. Dalam konstruksinya, plat beton sering dinamakan lapis
pondasi sebab adanya kemungkinan lapisan aspal beton di atasnya sebagai lapis
permukaan.

Pada awal penemuannya, pembangunan perkerasan kaku dilakukan tanpa


mempertimbangkan jenis tanah dasar dan drainase yang dimilikinya. Namun seiring
dengan perkembangan teknologi dan tuntutan zaman bahwa jalan harus mampu
menahan beban dari kendaraan berat, maka jenis tanah dasar pun menjadi faktor
paling penting yang harus diperhatikan. Pembangunan perkerasan kaku di atas tanah
yang tidak sesuai akan memperbesar risiko terjadinya pumping yaitu menurunnya
daya dukung jalan tersebut akibat butiran-butiran penyusunnya keluar dari dalam
tanah.

Perkerasan kaku dikelompokkan menjadi 3 jenis menurut ada tidaknya sambungan


dan tulangan plat beton di dalamnya, antara lain :

 Perkerasan kaku dengan sambungan tanpa tulangan untuk kendali retak.


 Perkerasan kaku dengan sambungan dan tulangan untuk kendali retak. Bagian
yang berperan sebagai kendali retak yakni wire mesh yang dipasang di antara siar
yang dipakai secara independen terhadap tulangan dowel.
 Perkerasan kaku dengan tulangan tanpa sambungan. Tulangan yang digunakan
berupa baja tulangan yang mengandung besi sebanyak 0,02% dari luas
penampang beton.

Dari ketiga jenis perkerasan kaku di atas, perkerasan kaku dengan tulangan tanpa
sambungan atau yang disebut perkerasan beton bertulang menerus adalah jenis yang
paling banyak digunakan terutama di negara-negara maju seperti Amerika Serikat,
Jepang, dan Jerman.
Perkerasan beton yang kaku mempunyai modulus elastisitas yang besar untuk
mendistribusikan beban yang berasal dari bagian atas menuju ke bidang tanah dasar
yang cukup luas. Hal ini berarti bagian perkerasan kaku yang memiliki andil terbesar
datang dari kapasitas struktur perkerasan yang diperoleh dari plat beton itu sendiri.
Jadi faktor yang paling penting untuk diperhatikan dalam membuat perencanaan
perkerasan kaku ialah kekuatan beton sehingga kita dapat mengetahui kapasitas
struktur yang akan menanggung beban nantinya. Berbeda dengan perkerasan lentur
yang kekuatannya didapat dari tingkat ketebalan antara lapis pondasi bawah, lapis
pondasi, serta lapis permukaan.

Gambar 1.3. Lapisan Perkerasan Rigid

b.4. Struktur Perkerasan Aspal (Flexible Pavement)

Menurut Bina Marga (2007), Aspal beton merupakan campuran yang homogen
antara agregat (agregat kasar, agregat halus dan bahan pengisi atau filler) dan aspal
sebagai bahan pengikat yang mempunyai gradasi tertentu, dicampur, dihamparkan
dan dipadatkan pada suhu tertentu untuk menerima beban lalu lintas yang tinggi.

Aspal beton (Asphalt Concrete) di Indonesia dikenal dengan Laston (Lapisan Aspal
Beton) yaitu lapis permukaan struktural atau lapis pondasi atas. Aspal beton terdiri
atas 3 (tiga) macam lapisan, yaitu Laston Lapis Aus ( Asphalt Concrete- Wearing
Course atau AC-WC), Laston Lapis Permukaan Antara ( Asphalt Concrete- Binder
Course atau AC-BC) dan Laston Lapis Pondasi ( Asphalt Concrete- Base atau AC-
Base). Ketebalan nominal minimum masing-masing 4 Cm, 5 Cm, dan 6 Cm.

Gambar 1.4. Lapisan Perkerasan Aspal


b.5. Perkerasan Komposit

Perkerasan komposit merupakan gabungan konstruksi perkerasan kaku (rigid


pavement) dan lapisan perkerasan lentur (flexible pavement) di atasnya, dimana
kedua jenis perkerasan ini bekerja sama dalam memilkul beban lalu lintas. Untuk ini
maka perlua ada persyaratan ketebalan perkerasan aspal agar mempunyai kekakuan
yang cukup serta dapat mencegah retak refleksi dari perkerasan beton di
bawahnya.Hal ini akan dibahas lebih lanjut di bagian lain.
Konstruksi ini umumnya mempunyai tingkat kenyamanan yang lebih baik bagi
pengendara dibandingkan dengan konstruksi perkerasan beton semen sebagai lapis
permukaan tanpa aspal.

c. Pengertian Konstruksi Jembatan

Jembatan adalah suatu struktur bangunan yang berfungsi untuk menghubungkan dua
bagian jalan yang terputus oleh adanya rintangan-rintangan seperti lembah yang
dalam, alur sungai, saluran irigasi dan pembuangan, jalan kereta api, waduk, dan lain-
lain.
Maka konstruksi Jembatan ialah
Desain dari jembatan bervariasi tergantung pada fungsi dari jembatan atau kondisi
bentuk permukaan bumi dimana jembatan tersebut dibangun. Menurut strukturnya
jembatan dibagi menjadi sebagai berikut :

1. Jembatan Alang (Beam Bridge)

Jembatan alang adalah struktur jembatan yang sangat sederhana dimana


jembatan hanya berupa balok horizontal yang disangga oleh tiang penopang pada
kedua pangkalnya. Asal usul struktur jembatan alang berawal dari jembatan balok
kayu sederhana yang di pakai untuk menyeberangi sungai. Di zaman modern,
jembatan alang terbuat dari balok baja yang lebih kokoh. Panjang sebuah balok
pada jembatan alang biasanya tidak melebihi 250 kaki (76 m). Karena, semakin
panjang balok jembatan, maka akan semakin lemah kekuatan dari jembatan ini.
Oleh karena itu, struktur jembatan ini sudah jarang digunakan sekarang kecuali
untuk jarak yang dekat saja. Jembatan alang terpanjang di dunia saat ini adalah
jembatan alang yang terletak di Danau Pontchartrain Causeway di selatan
Louisiana, Amerika Serikat. Jembatan ini memiliki panjang 23,83 mil (38,35 km),
dan lebar 56 kaki (17 m).
Gambar 1.5. Beam Bridge

2. Jembatan Penyangga (Cantilever Bridge)

Berbeda dengan jembatan alang, struktur jembatan penyangga berupa balok


horizontal yang disangga oleh tiang penopang hanya pada salah satu pangkalnya.
Pembangunan jembatan penyangga membutuhkan lebih banyak bahan dibanding
jembatan alang. Jembatan penyangga biasanya digunakan untuk mengatasi
masalah pembuatan jembatan apabila keadaan tidak memungkinkan untuk
menahan beban jembatan dari bawah sewaktu proses pembuatan. Jembatan jenis
ini agak keras dan tidak mudah bergoyang, oleh karena itu struktur jembatan
penyangga biasanya digunakan untuk memuat jembatan rel kereta api. Jembatan
penyangga terbesar di dunia saat ini adalah jembatan penyangga Quebec Bridge
di Quebec, Kanada. Jembatan ini memiliki panjang 549 meter (1.801 kaki).

Gambar 1.6. Cantilever Bridge


3. Jembatan Lengkung (Arch Bridge)

Jembatan lengkung memiliki dinding tumpuan pada setiap ujungnya. Jembatan


lengkung yang paling awal diketahui dibangun oleh masyarakat Yunani,
contohnya adalah Jembatan Arkadiko. Beban dari jembatan akan mendorong
dinding tumpuan pada kedua sisinya. Dubai, Uni Emirat Arab saat ini sedang
membangun Sheikh Rashid bin Saeed Crossing. Jembatan ini dijadwalkan akan
selesai pada tahun 2012. Jika proses pembangunan telah selesai, jembatan ini
akan menjadi jembatan lengkung terpanjang di dunia.

Gambar 1.7. Arch Bridge

4. Jembatan Gantung (Suspension Bridge)

Dahulu, jembatan gantung yang paling awal digantungkan dengan menggunakan


tali atau dengan potongan bambu. Jembatan gantung modern digantungkan
dengan menggunakan kabel baja. Pada jembatan gantung modern, kabel
menggantung dari menara jembatan kemudian melekat pada caisson (alat
berbentuk peti terbalik yang digunakan untuk menambatkan kabel di dalam air)
atau cofferdam (ruangan di air yang dikeringkan untuk pembangunan dasar
jembatan). Caisson atau cofferdam akan ditanamkan jauh ke dalam lantai danau
atau sungai. Jembatan gantung terpanjang di dunia saat ini adalah Jembatan
Akashi Kaikyo di Jepang. Jembatan ini memiliki panjang 12.826 kaki (3.909 m) .
Gambar 1.8. Suspension Bridge

5. Jembatan Kabel Penahan (Cable Stayed Bridge)

Seperti jembatan gantung, jembatan kabel-penahan ditahan dengan


menggunakan kabel. Namun, yang membedakan jembatan kabel-penahan
dengan jembatan gantung adalah bahwa pada sebuah jembatan kabel-penahan
jumlah kabel yang dibutuhkan lebih sedikit dan menara jembatan menahan kabel
yang lebih pendek. Jembatan kabel-penahan yang pertama dirancang pada tahun
1784 oleh CT Loescher. Jembatan kabel-penahan terpanjang di dunia saat ini
adalah Jembatan Sutong yang melintas di atas Sungai Yangtze di China.

Gambar 1.9. Cable Stayed Bridge

6. Jembatan Kerangka (Truss Bridge)

Jembatan kerangka adalah salah satu jenis tertua dari struktur jembatan modern.
Jembatan kerangka dibuat dengan menyusun tiang-tiang jembatan membentuk
kisi-kisi agar setiap tiang hanya menampung sebagian berat struktur jembatan
tersebut. Kelebihan sebuah jembatan kerangka dibandingkan dengan jenis
jembatan lainnya adalah biaya pembuatannya yang lebih ekonomis karena
penggunaan bahan yang lebih efisien. Selain itu, jembatan kerangka dapat
menahan beban yang lebih berat untuk jarak yang lebih jauh dengan
menggunakan elemen yang lebih pendek daripada jambatan alang.

Gambar 1.10. Cable Stayed Bridge

d. Bagian-Bagian dari Konstruksi Jembatan

Bagian-bagian dari suatu jembatan terbagi dalam tiga bagian, yaitu:


d.1. Upper Structures (Bangunan Atas)
 Gelagar-gelagar utama (rangka utama), yang terbentang dari titik tumpu ke
titik tumpu lain. Gelagar-gelagar ini terdiri dari batang diagonal, horizontal dan
vertical yang membentuk rangka utama dan terletak pada kedua sisi jembatan.
 Gelagar melintang, berupa baja profil yang terletak di bawah lantai kendaraan,
gunanya sebagai pemikul lantai kendaraan.
 Lantai kendaraan, terletak di atas gelagar melintang, biasanya terbuat dari
kayu atau pasangan beton bertulang dan seluruh lebar bagiannya digunakan
untuk lalulintas kendaraan.
 Lantai trotoar, terletak di pinggir sepanjang lantai kendaraan dan digunakan
sebagai tempat pejalan kaki.
 Pipa sandaran, terbuat dari baja yang dipasang diantara tiang-tiang sandaran
di pinggir sepanjang jembatan atau tepi lantai trotoar dan merupakan
pembatas dari kedua sisi samping jembatan.
 Tiang sandaran, terbuat dari beton bertulang atau baja profil dan ada juga yang
langsung dipasang pada rangka utama, gunanya untuk menahan pipa
sandaran.
d.2. Sub Structures (Bangunan Bawah)
 Pilar, berfungsi untuk menyalurkan gaya-gaya vertical dan horizontal dari
bangunan atas pada pondasi.
 Pangkal (abutment), pangkal menyalurkan gaya vertical dan horizontal dari
bangunan atas pada pondasi dengan fungsi tambahan untuk mengadakan
peralihan tumpuan dari timbunan jalan pendekat ke bangunan atas jembatan.

Gambar 1.11. Struktur penyusun jembatan

d.3. Pondasi Jembatan

Pondasi merupakan sumber masalah tersendiri bagi para pelaksana konstruksi


jembatan, sehubungan dengan kondisi tanah yang jarang dapat diketahui secara
tepat, walaupun sampai saat ini telah kita kenal suatu methode pendekatannya yaitu
dengan adanya penyelidikan tanah (Soil Investigation) untuk memprediksi daya
dukung tanah.

Gambar 1.11. pondasi sumuran jembatan


2. Konstruksi Gedung

Gedung merupakan suatu jenis penyediaan infrastruktur yang juga banyak menyita
belanja pemerintah. Hampir setiap tahun, setiap kementrian, lembaga dan instansi di
pusat maupun daerah melakukan pembangunan gedung, baik untuk kebutuhan
instansi itu sendiri maupun utnuk kepentingan masyarakat, misalnya pembangunan
rumah sakit ataupun sekolah. Leading sector untuk jenis penyediaan jenis infrastruktur
ini adalah Kementrian Pekerjaan Umum Ditjen Cipta Karya. Untuk di provinsi,
kabupaten/kota dikelola oleh Dinas Pekerjaan Umum setempat.

3. Konstruksi Jaringan Irigasi dan Bendungan

Irigasi yang merupakan suatu aliran sungai atau sumber air yang di belokan ke lahan
pertanian untuk memenuhi kebuituhan atas kekurangan air bagi tanaman budidaya.
Irigasi adalah semua atau segala kegiatan yang mempunyai hubungan dengan usaha
untuk mendapatkan air guna keperluan pertanian. Usaha yang dilakukan dapat
meliputi perencanaan, pembuatan, pengolahan serta pemeliharaan sarana untuk
mengambil air dari sumber air dan membagi air tersebut secara teratur (Wijono, 2006).
Indonesia yang termasuk negara dengan iklim tropis memiliki dua musim yaitu musim
hujan dan kemarau. Pada musim kemarau jumlah air yang tersedia tentu tidak
sebanyak pada musim penghujan. Pada musim kemarau, lahan pertanian
memerlukan air untuk tanaman maka petani berusaha untuk mendapatkan air dengan
cara membangun saluran-saluran air yang dapat mengairi lahan pertanian.
Bendungan dibangun guna untuk membantu proses irigasi dan drainase. Pada musim
penghujan air ditampung pada bendungan-bendungan agar tidsk membanjiri lahan
pertanian sedangkan pada musim kemarau air disalurkan pada lahan-lahan pertanian
agar kebutuhan air dapat terpenuhi.
Pembangunan irigasi berguna untuk meningkatkan produksi pangan. Dengan saluran
irigasi yang baik maka tanaman pada lahan pertanian akan tumbuh dengan baik dan
akan meningkatkan produksi pangan. Apabila irigasi buruk maka ketersedian lahan
pertanian maka akan terganggu dan memicu petanio mengalihkan lahan pertanian
untuk keperluan lain (Sumaryanto, 2006).

Gambar 1.12. Bendungan


Gambar 1.13. Saluran Jaringan Irigasi

C. Jenis-Jenis Pekerjaan Konstruksi


Secara lebih rinci, jenis-jenis pekerjaan pada konstruksi bangunan gedung dapat
dikelompokkan menjadi:
1. Pekerjaan Persiapan
Pekerjaan persiapan adalah kelompok pekerjaan yang pertama kali dilakukan
sebelum sebuah proyek konstruksi bangunan dimulai. Yang termasuk dalam
kelompok pekerjaan persiapan antara lain:
 Pembuatan pagar sementara,
 Pengukuran dan pemasangan bouwplank
 Pembuatan kantor sementara
 Pembuatan gudang sementara
 Pembuatan rumah jaga
 Pembersihan dan perataan lapangan
 Pembuatan bedeng pekerja
 Pembuatan perancah dari bambu
 Pembuatan jalan sementara
 Pekerjaan pembongkaran.
Macam-macam pekerjaan persiapan bisa berbeda antara proyek yang satu dengan
yang lainnya, tergantung besar kecilnya proyek. Sebagai contoh, untuk pekerjaan
bangunan dengan skala kecil, mungkin saja hanya ada pekerjaan pembersihan
lapangan dan pemasangan bouwplank.
2. Pekerjaan Tanah.
Yang termasuk dalam kelompok pekerjaan tanah, antara lain adalah:
 Pekerjaan galian tanah. Pekerjaan galian ada bermacam-macam, tergantung
jenis tanah dan kedalamannya.
 Pekerjaan pembuangan tanah
 Pekerjaan pemadatan tanah
 Pekerjaan urugan
3. Pekerjaan Pondasi.
Pondasi adalah bagian struktur bangunan yang terletak di bawah permukaan tanah,
yang berfungsi menyalurkan beban suatu bangunan ke dalam tanah sehingga
bangunan dapat berdiri kokoh. Pondasi harus terletak pada tanah yang stabil dan
mempunyai daya dukung cukup sesuai dengan beban yang ada. Berdasarkan
letaknya di bawah permukaan tanah, pondasi dapat dibedakan menjadi tiga macam,
yaitu:
 Pondasi dangkal
 Pondasi sedang
 Pondasi dalam
Pemilihan jenis pondasi pada suatu pekerjaan konstruksi tergantung pada daya
dukung tanah dan besar kecilnya beban suatu konstruksi di atasnya.
Untuk konstruksi bangunan sederhana, biasanya menggunakan pondasi batu kali.
Yang termasuk dalam kelompok pekerjaan pondasi batu kali adalah:
 Pasangan batu kosong (aanstamping)
 Pasangan batu belah
4. Pekerjaan Beton
Beton adalah campuran semen Portland, agregat halus (pasir), agregat kasar (kerikil)
dan air dengan perbandingan tertentu. Beton yang dikombinasikan dengan baja
tulangan disebut beton bertulang. Tulangan baja akan memberikan kekuatan tarik
yang tidak dimiliki oleh beton. Dalam sebuah proyek konstruksi yang termasuk dalam
kelompok pekerjaan beton adalah:
 Pekerjaan pembetonan
 Pekerjaan pembesian
 Pekerjaan bekisting
 Pekerjaan PVC Waterstop
Berdasarkan bagian dari suatu konstruksi gedung, pekerjaan beton dibedakan
menjadi:
 Pekerjaan pondasi beton bertulang
 Pekerjaan sloof beton bertulang
 Pekerjaan kolom beton bertulang
 Pekerjaan ring balk beton bertulang
 Pekerjaan balok beton bertulang
 Pekerjaan plat beton bertulang
 Pekerjaan tangga beton bertulang
5. Pekerjaan Pasangan.
Pekerjaan pasangan meliputi:
 Pasangan dinding.
 Plesteran
 Acian
 Pekerjaan penutup lantai.
Dinding adalah bagian dari bangunan yang berfungsi untuk membatasi ruang luar dan
ruang dalam maupun antara ruang yang satu dengan ruang yang lain. Berdasarkan
bahan yang digunakan, pekerjaan pasangan dinding bisa dibedakan menjadi:
 Pasangan dinding bata merah
 Pasangan dinding batako
 Pasangan dinding kayu
 Pasangan dinding hebel
Selain dengan plesteran dan acian, pasangan dinding juga bisa ditutup dengan
pasangan keramik dinding atau pasangan batu alam pada dinding.
Bahan penutup lantai ada banyak macamnya, antara lain keramik, marmer, granit dan
ubin PC. Sedangkan untuk ruang luar digunakan paving block, koral sikat atau batu
alam.
6. Pekerjaan langit-langit / plafond
Pekerjaan langit-langit meliputi pekerjaan rangka, pekerjaan penutup langit-langit dan
pekerjaan list langit-langit. Berdasarkan bahan yang dipakai, rangka langit-langit bisa
dibuat dari kayu atau besi hollow. Sedangkan berdasarkan bahan yang dipakai,
penutup langit-langit, antara lain dibedakan menjadi:
 Langit-langit asbes
 Langit-langit tripleks
 Langit-langit gypsum board
 Langit-langit calsiboard
7. Pekerjaan Atap.
Atap adalah bagian bangunan yang sangat penting, karena berfungsi untuk
melindungi penghuninya dari panas dan hujan.
Yang termasuk pekerjaan atap antara lain adalah:
 Pekerjaan kuda-kuda.
 Pekerjaan rangka atap, yang meliputi murplat (balok dinding), balok nok, gording,
jurai luar dan jurai dalam.
 Pekerjaan usuk dan reng
 Pekerjaan penutup atap.
 Pekerjaan bubungan.
 Pekerjaan lisplank
Bahan-bahan yang digunakan untuk kuda-kuda dan rangka atap antara lain kayu, baja
IWF maupun baja ringan. Sedangkan bahan penutup atap bisa menggunakan, asbes,
seng, genteng multiroof, genteng onduline, genteng keramik, genteng beton dan lain-
lain.
8. Pekerjaan Pintu dan Jendela
Pekerjaan pintu dan jendela meliputi:
 Pekerjaan kusen pintu dan jendela
 Pekerjaan panil pintu
 Pekerjaan daun jendela kaca
 Pekerjaan boven light
9. Pekerjaan kunci dan kaca
Pekerjaan kunci dan kaca adalah pekerjaan-pekerjaan untuk melengkapi pekerjaan
pintu dan jendela. Yang termasuk dalam pekerjaan kunci dan kaca antara lain adalah:
 Pemasangan kunci tanam
 Pemasangan selot pintu
 Pemasangan engsel pintu
 Pemasangan engsel jendela
 Pemasangan kait angina
 Pemasangan doorcloser
 Pemasangan doorstop
 Pemasangan rel untuk pintu dorong
 Pemasangan kaca bening
 Pemasangan cermin
 Pemasangan kaca patri
10. Pekerjaan pengecatan.
Pekerjaan pengecatan pada sebuah bangunan gedung meliputi:
 Pengerokan/pengikisan permukaan cat lama, baik cat dinding, cat kayu maupun
cat besi.
 Pelapisan bidang kayu dengan teak oil
 Pelapisan bidang kayu dengan vernis
 Pelapisan bidang kayu dengan residu atau ter
 Pengecatan kayu lama maupun baru
 Pengecatan dinding lama
 Pengecatan dinding baru.
 Pelapuran dengan kapur
 Pemasangan wall paper
 Pengecatan baja/besi
11. Pekerjaan Sanitasi.
Yang termasuk dalam pekerjaan sanitasi adalah:
 Pemasangan kloset
 Pemasangan urinoir
 Pemasangan wastafel
 Pemasangan bak mandi
 Pemasangan pipa
 Pemasangan/pembuatan bak control
 Pemasangan floor drain
 Pemasangan bak cuci piring
 Pemasangan kran
12. Pekerjaan Elektrikal.
Evaluasi

Jawab soal di bawah ini dengan teliti dan benar !

1. Sebutkan dan jelaskan apa yang dimaksud dengan Konstruksi menurut kalian ?
2. Sebutkan manfaat dan tujuan dari pelaksanaan suatu konstruksi ?
3. Sebutkan definisi dari konstruksi jalan dan jembatan ?
4. Sebutkan jenis-jenis perkerasan yang cocok untuk lapisan tanah lunak ? berikan
penjelasannya.!
5. Sebutkan jenis-jenis struktur pada jembatan ?
6. Jelaskan bagian-bagian penyusun dari konstruksi jembatan ?
7. Dalam pekerjaan persiapan pada konstruksi bangunan ada pekerjaan bouwplank. Apa
maksud dan tujuan dilakukannya pekerjaan tersebut ? jelaskan berdasarkan pendapat
kalian !
8. Sebutkan fungsi dari pekerjaan bekisting ?
9. Sebutkan jenis-jenis pekerjaan beton dalam konstruksi rumah tinggal ?
10. Apa pengaruh estimasi biaya konstruksi dalam pelaksanaan konstruksi ?