Anda di halaman 1dari 17

TUGAS MID SEMESTER

“ Observasi Cairan Vagina “

DISUSUN OLEH :

NURFITRI

14220170026

PROGRAM STUDI ILMU KEPERAWATAN

FAKULTAS KESEHATAN MASYARAKAT

UNIVERSITAS MUSLIM INDONESIA

2019

i
KATA PENGANTAR

Segala puji syukur kita haturkan kepada Allah SWT sebab karena
limpahan rahmat serta anugerah dari-Nya kami mampu untuk menyelesaikan
makalah kami dengan judul “Observasi Cairan pada Vagina “
Sholawat serta salam tidak lupa selalu kita haturkan untuk junjungan
nabi agung kita, yaitu Nabi Muhammad SAW yang telah menyampaikan
petunjukan Allah SWT untuk kita semua, yang merupakan sebuah pentunjuk
yang paling benar yakni Syariah agama Islam yang sempurna dan merupakan
satu-satunya karunia paling besar bagi seluruh alam semesta.
Kami ucapkan terimakasih kepada dosen mata kuliah yang telah
memberikan kami tugas yang telah mendukung serta membantu kami selama
proses penyelesaian tugas ini hingga rampungnya makalah ini.
Demikianlah yang dapat kami haturkan, kami berharap supaya
makalah yang telah kami buat ini mampu memberikan manfaat kepada setiap
pembacanya.

Makassar, 27 Oktober 2019

ii
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR ..................................................................................... i

DAFTAR ISI .................................................................................................... ii

BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang ............................................................................... 1

B. Rumusan Masalah ......................................................................... 1

BAB II PEMBAHASAN

A.Definisi Sekret Vagina .................................................................... 5

B.Jenis cairan sekret yang normal dan tidak normal .................... 5

C. Mikroganisme dalam sekret vagina


normal........................................... ........................................................ 7

D. Pemeriksaan sekret pada vagina ................................................ 10

BAB III PENUTUP

A. Kesimpulan ..................................................................................... 14

DAFTAR PUSTAKA ....................................................................................... 15

LAMPIRAN REFERENSI .............................................................................. 16

iii
BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Keputihan adalah sekresi cairan berlebih dari saluran reproduksi
wanita (vagina). Keputihan dapat berlangsung secara fisiologis atau patologis.
Pada ibu hamil umumnya terjadi peningkatan cairan vagina, namun bukan
merupakan hal yang patologis ,Akan tetapi terdapat beberapa faktor selama
kehamilan seperti peningkatan hormon, perubahan pH pada vagina, dan
penurunan flora normal Lactobacillus yang berpotensi meningkatkan risiko
berkembangnya mikroorganisme patogen yang dapat menyebabkan infeksi
vagina pada ibu hamil.Ibu hamil dengan infeksi vagina memiliki keluhan
sekret vaginal abnormal disertai gatal, iritasi, dan rasa vulva terbakar. Salah
satu alasan yang paling sering ditemukan pada pasien saat berkunjung ke ahli
ginekologi.Penyebab tersering kelainan vagina baik infeksi maupun non-
infeksi adalah vaginosis bakterial, kandidiasis, dan trikomoniasis.
B. Rumusan Masalah
1. Definisi secret pada vagina
2. Apa Jenis secret vagina yang normal dan tidak normal
3. Bagaimana Mikroorganisme dalam Sekret Vagina yang Normal
4. Bagaimana Pemeriksaan secret vagina

C. Tujuan
1. Untuk mengatahui definisi sekret vagina
2. Untuk mengatahui jenis sekret vagina yang normal dan tidak normal
3. Untuk mengatahui Mikroganisme dalam sekret vagina yang normal
4. Untuk mengatahui pemeriksaan sekret pada vagina

4
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
A. Definisi Sekret Vagina
Dalam kondisi normal, kelenjar pada serviks menghasilkan suatu

cairan yang jernih yang keluar, bercampur dengan bakteri, sel-sel vagina

yang terlepas dan sekresi dari kelenjar Bartolin. Selain itu sekret vagina

juga disebabkan karena aktivitas bakteri yang hidup pada vagina yang

normal, pada perempuan, sekret vagina ini merupakan suatu hal yang

alami dari tubuh untuk memnbersihkan diri, sebagai pelicin dan

pertahanan dari berbagai infeksi. Dalam kondisi normal, sekret vagina

tersebut lebih jernih, putih keruh atau berwarna kekuningan ketika

mengering pada pakaian.

B. Jenis secret vagina yang normal dan tidak normal


Cairan yang normal
Cairan yang normal sering disebut sebagai keputihan. Fungsinya
adalah membersihkan kelamin dari berbagai jenis bakteri serta sel kulit
mati. Keluarnya cairan keputihan ini berarti vagina Anda masih sehat dan
berfungsi dengan baik.
Ciri-ciri cairan yang normal pada vagina adalah warnanya bening
atau putih, tidak berbau, teksturnya kental dan lengket, serta volumenya
tidak terlalu banyak. Biasanya karakteristik ini berubah-ubah mengikuti
siklus menstruasi wanita. Misalnya volume cairan bertambah ketika Anda
memasuki masa subur.

5
Cairan keputihan ini masih wajar selama warna, tekstur, dan
volumenya tidak berubah. Jika ada perubahan, hal ini mungkin
menandakan penyakit tertentu.
Cairan tidak normal
a) Vagina Keruh
Bila cairan vagina berwarna lebih keruh dari biasanya dan disertai
dengan bau yang amis atau menyengat, bisa jadi Anda mengidap infeksi
bakteri vagina. Cairan ini biasanya akan jadi lebih banyak setelah
berhubungan seks atau sebelum dan sesudah haid. Infeksi ini bisa diatasi
dengan salep khusus dan antibiotik dari dokter.

Selain infeksi bakteri, cairan keruh yang teksturnya sangat kental


hingga tampak seperti gumpalan mungkin menandakan infeksi ragi vagina.
Infeksi yang disebabkan oleh jamur ini biasanya juga menyebabkan vagina
terasa gatal dan perih. Penyakit ini bisa disembuhkan dengan salep
antijamur khusus vagina dan obat minum.

b) Cairan Vagina Kemerahan Atau Kecokelatan


Vagina yang mengeluarkan cairan berwarna kemerahan atau
kecokelatan biasanya disebabkan oleh luruhnya dinding rahim. Hal ini bisa
terjadi di masa nifas pada ibu yang baru saja melahirkan. Kondisi ini juga
disebut sebagai lokia.

Namun, bila Anda sering mengalami keputihan bercampur darah atau


perdarahan di saat Anda tidak haid atau di luar masa nifas, segera
periksakan diri ke dokter. Anda mungkin saja menunjukkan gejala kanker
endometrium (rahim).

6
c) Cairan Vagina Keruh Kekuningan
Jika cairan yang keluar berwarna keruh kekuningan, diikuti dengan
rasa nyeri di area vagina dan sulit menahan urin, Anda mungkin mengidap
penyakit gonore. Biasanya penyakit ini juga ditandai dengan perdarahan
vagina di saat Anda tidak sedang haid. Dokter umumnya akan meresepkan
antibiotik atau obat minum lainnya untuk mengatasi gonore.

d) Cairan Vagina Kuning Kehijauan


Cairan berbusa yang warnanya kuning kehijauan dan baunya tidak
sedap menandakan penyakit trikomoniasis. Gejala lain yang mungkin
muncul yaitu vagina terasa gatal dan perih. Untuk mengatasinya, Anda
memerlukan pengobatan dengan antibiotic.

C. Mikroorganisme yang Terdapat dalam Sekret Vagina yang Normal


1. Pengambilan spesimen cairan vagina (pap smear) mendeteksi adanya
kanker serviks
Pap smear adalah pemeriksaan sitologi yang digunakan untuk
mendeteksi adanya kanker serviks atau sel prakanker, mengkaji efek
pemberian hormon seks, serta respon terhadap kemoterapi dan radiasi.
a. Persiapan Pengambilan Spesimen Cairan Vagina
1) Alat dan Bahan :
a) Kapas lidi steril atau aose
b) Gelas obyek
c) Bengkok
d) Sarung tangan
e) Spekulum
f) Kain kassa, kapas sublimat
g) Perlak
b. Prosedur Pelaksanaan

7
a) Memberitahu dan menjelas kan kepada pasien tindakan yang
akan dilakukan
b) Menyiapkan alat dan bahan membawa ke dekat pasien
c) Memasang sampiran
d) Membuka atau menganjurkan pasien menanggalkan pakaian
bawah (tetap jaga privacy pasien)
e) Memasang pengalas dibawah bokong pasien
f) Mengatur posisi pasien dengan kaki ditekuk
(dorsalrecumbent)
g) Mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir mengeringkan
dengan handuk bersih
h) Memakai sarung tangan
i) Buka labia mayora dengan ibu jari dan jari telunjuk tangan
yang tidak dominan
j) Mengambil sekret vagina dengan kapas lidi dan tangan yang
dominan sesuai kebutuhan
k) Menghapuskan sekret vagina pada gelas obyek yang
disediakan
l) Membuang kapas lidi dalam bengkok
m) Memasukkan gelas obyek dalam piring petri atau ke dalam
tabung kimia dan ditutup
n) Memberi label dan mengisi
formulir pengiriman spesimen untuk dikirim ke laboratorium
o) Membereskan alat
p) Melepas sarung tangan
q) Mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir serta
mengeringkannya dengan handuk bersih
r) Melakukan dokumentasi tindakan yang telah dilakukan

8
2. Pemeriksaan Spekulum Steril
Pemeriksaan Spekulum Steril diindikasikan untuk menentukan
apakah membran amnion sudah ruptur atau utuh. Fungsi-fungsi lain
antara lain untuk mengambil kultur; mengobservasi serviks untuk
mendeteksi servisitis, prolaks tali pusar, atau bagian janin; dan
memperkirakan dilatasi atau penipisan serviks. Pemeriksaan vagina
dengan spekulum steril dan sarung tangan steril dilakukan jika ketuban
sudah ruptur untuk menghindari memasukkkan organisme menuju
janin didalam lingkungan intra uterus. Lubrikan tidak digunakan
karena dapat mengubah temuan.
Faktor berikut mengindikasikan ruptur ketuban:
a. Tetesan atau aliran kecil cairan amnion melewati serviks
b. Berkumpulnya cairan di liang vagina
c. Kertas nitrazin menunjukkan reaksi basa terhadap cairan vagina
(berubah menjadi warna biru kurang lebih pH nya 7,15)
d. Gambaran pakis cairan vagina jika dikeringkan pada preparat
mikroskop dan diperiksa secara mikroskopik.
3. Sediaan Basah ( Wet Mount )
Selama pemeriksaan spekulum di vagina, sediaan basah dari
sekret vagina dapat disiapkan dengan menempatkan sedikitnya
disebuah preparat, yang ditetesi Salin Normal kemudian tutup dengan
lembaran penutup. Sel petunjuk, bakteri, sel darah merah, trikomonas,
dan sperma dapat terlihat. Preparat lain dibuat dengan larutan Kalium
Hidroksida(KOH) 10%. Bau amina setelah menempatkan KOH
mengesankan vaginosis bakteri (“uji whiff”). Jamur atau Psedohyfae
Candidae lebih mudah terlihat pada penggunakan KOH

9
4. Pemeriksaan Sekret Vagina ( mencari kuman neisseria gonorrhea
dalam secret vagina )
Dengan pewarnaan gram, kuman neisseria gonorrhea akan
menyerap cat carbol fuchsin sehingga kuman akan bewarna merah
Persiapan pasien :
a. Pasien dalam pengobatan, obat perlu dihentikan sehari sebelum
pengambilan specimen
b. Sebaiknya pengambilan specimen pada pagi hari sebelum buang
air kecil
c. Pada wanita gonorrhea kronis, specimen sebaiknya diambil
sebelum atau sesudah haid
D. Pemeriksaan sekret vagina
1. Uji Diagnostik

a. pH

Uji pH membantu membedakan penyebab vaginitis. pH

vagina biasanya sekitar 4,5 pada wanita yang menderita

kandidiasis vulvovagina, tetapi diatas 4,5 pada wanita yang

menderita vaginosis bakteri, trikomoniasis, DIV (desquamative

inflammatory vaginitis) dan vaginitis atrofik.

Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, flora normal

vagina mencakup laktobasilus bakteri yang dominan. Asam laktat

memberikan lingkungan asam untuk vagina dengan nilai pH

antara 3,8 dan 4,5. Prosedur Uji pH :

10
1. Menggunakan gerakan melingkar, oleskan secret vagina di

atas permukaan kertas uji pH.

2. Segera amati reaksi warna pada kertas tersebut dan

bandingkan warna dengan diagram perbandingan warna.

3. Catat hasil.

b. Prosedur Mikroskopik

Infeksi vagina biasanya didiagnosis dari pemeriksaan

mikroskopik. Preparat basah salin dan preparat KOH adalah uji

skinning awal dan pewarnaan gram digunakan sebagai

pemeriksaan konfirmasi untuk yeast atau vaginosis bakteri.

1) Pemeriksaan Preparat Basah

Untuk pemeriksaan preparat basah salin, kaca penutup

diletakkan di atas specimen secara hati-hati untuk

mengeluarkan gelembung udara. Kandungan khas yang

ditemukan di dalam preparat basah cairan vagina mencakup

sel epitel skuamosa, sel darah putih, sel darah merah, sel

utama, sel parabasal, sel basal, bakteri, Trichomonas

vaginalis motil, ragi, dan hifa/pseudohifa.

Prosedur Preparat Basah Salin :

a) Siapkan kaca objek bersih yang diberi label dengan nama

pasien dan pengenal unik.

11
b) Letakkan satu tetes specimen vagina pada kaca objek.

c) Tutup kaca objek dengan kaca penutup, yang

menyingkirkan gelembung air.

d) Periksa kaca objek dengan objektif 10x untuk sel epitel

dan sel budding yeast atau pseudohifa.

e) Periksa kaca objek dengan objektif 40x dan hitung

organisme dan sel per lapang daya tinggi.

f) Catat hasil.

2) Preparat KOH dan Uji Amina

Kaca objek KOH dipersiapkan dan uji amina (whiff)

dilakukan dengan meletakkan satu tetes specimen salin yang

disiapkan dari swab pengambilan ke kaca objek bersih yang

diberi label sesuai dan menambahkan satu tetes larutan KOH

10%. Hasil dilaporkan sebagai positif (adanya bau amis)

atau negative (tidak ada bau amis).

Prosedur Preparat KOH :

a) Siapkan kaca objek bersih yang diberi label dengan nama

pasien.

b) Letakkan satu tetes specimen vagina pada kaca objek.

c) Tambahkan satu tetes KOH 10% pada kaca objek.

12
d) Diamkan selama 5 menit untuk membirkan jaringan sel

dan debris lain larut. Pemanasan secara lembut dapat

mempercepat proses pelarutan.

e) Tutup kaca objek dengan kaca penutup, yang

menyingkirkan gelembung udara.

f) Periksa kaca objek dengan objektif 10x untuk

keseluruhan penilaian dan untuk menemukan pseudohifa

ragi.

g) Periksa kaca objek dengan pbjektif 40x untuk memeriks

sel budding yeast (blastospora yang lebih kecil).

h) Catat hasil.

3) Prosedur Uji Amina (whiff)

a) Letakkan satu tetes suspense cairan vagina salin ke

permukaan kaca objek yang bersih.

b) Tambahkan satu tetes KOH 10% secara langsung ke

sampel vagina.

c) Pegang kaca objek dengan satu tangan, kipasi secara

lembut di atas permukaan kaca objek dengan tangan

yang satu lagi dan nilai adanya bau amina yang amis.

d) Laporkan sebagai positif atau negative.

1. Positif: adanya bau amis sesudah penambahan KOH

13
BAB III
KESIMPULAN

Keluar cairan pervaginam, Penyebabnya adalah serviks inkompeten,

ketegangan rahim berlebihan (kehamilan ganda, hidramnion), kelainan

bawaan dari selaput ketuban,dan infeksi.Tanda-tanda bahaya pada kehamilan

adalah tanda-tanda yang terjadi pada seorang Ibu hamil yang merupakan suatu

pertanda telah terjadinya suatu masalah yang serius pada Ibu atau janin yang

dikandungnya. Tanda-tanda bahaya ini dapat terjadi pada awal kehamilan

(hamil muda) atau pada pertengahan atau pada akhir kehamilan (hamil tua).

14
Daftar pustaka

King, Susan and Marjorie. 2017. Urinalis & Cairan Tubuh. Edisi 5. Jakarta: Buku
Kedokteran EGC

Eko, Nurul, dkk. 2010. KDPK (Keterampilan Dasar Praktik Klinik) Kebidanan.
Yogyakarta: Pustaka Rihamna

Uliyah, Musrifatul, dkk. 2008. Keterampilan Dasar Praktik Klinik untuk Kebidanan.
Jakarta: Salemba Medika

15
Lampiran referensi

16
17

Anda mungkin juga menyukai