Anda di halaman 1dari 12

Vol. 1, No.

1, Mei 2014

PEMANFAATAN KOLEKSI JURNAL TERCETAK DALAM


MEMENUHI KEBUTUHAN INFORMASI OLEH PEMUSTAKA
Studi Deskriptif pada Perpustakaan InstitutTeknologi
Bandung
oleh
Yusa Khaerunnisa Molingka
Laksmi Dewi21
Damayanty
Program Studi Perpustakaan dan Informasi
Jurusan Kurikulum dan Teknologi Pendidikan
Fakultas Ilmu Pendidikan
Universitas Pendidikan Indonesia
Yusa.khaerunnisa@student.upi.edu
Laksmi.aliqa@gmail.com
Damay_d@yahoo.com

ABSTRAK
Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif yang bertujuan untuk mendeskripsikan
pemanfaatan koleksi jurnal tercetak dalam memenuhi kebutuhan informasi oleh pemustaka.
Koleksi jurnal tercetak merupakan salah satu investasi yang seharusnya berbanding lurus
dengan pemanfaatannya sebagai alat pemenuhan kebutuhan informasi. Penelitian ini
dilakukan di Perpustakaan ITB yang berlokasi di Jalan Ganesha No. 10 Bandung. Penelitian
ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Sample penelitian
berjumlah 98 orang yang ditentukan dengan rumus yamane dan teknik sampling yang
digunakan adalah purposive sampling. Secara umum, hasil penelitian menunjukkan bahwa
pemanfaatan koleksi jurnal tercetak dalam memenuhi kebutuhan informasi oleh pemustaka
pada Perpustakaan ITB tergolong dalam kategorik baik. Sedangkan secara khusus, hasil
penelitian menunjukkan bahwa (1) intensitas pemanfaatan koleksi jurnal tercetak dalam
memenuhi kebutuhan informasi oleh permustaka pada Perpustakaan ITB tergolong dalam
kategori cukup baik. (2) proses pemanfaatan koleksi jurnal tercetak dalam memenuhi
kebutuhan informasi oleh pemustaka pada Perpustakaan ITB tergolong dalam kategori baik,
dan (3) faktor-faktor yang mempengaruhi pemanfaatan koleksi jurnal tercetak dalam
memenuhi kebutuhan informasi oleh pemustaka pada Perpustakaan ITB tergolong dalam
kategori baik. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa koleksi jurnal tercetak dapat
memenuhi kebutuhan informasi pemustaka dengan baik.

Kata Kunci: Jurnal Tercetak, Kebutuhan Informasi, Pemustaka

1 Penulis Penanggungjawab I 61
2 penulis Penanggungjawab II
Vol. 1, No. 1, Mei 2014

ABSTRACT
This research is a descriptive research which aim to describe the utilizatuion of printed
journal materials in meeting information needs by library user. Printed journal material is
one of investment which should be directly proportional with utility as a means of meeting
information needs. This research was conducted in ITB Library centrally located at Jl.
Ganesha No. 10, Bandung. This research was use desriptive method with a quantitative
approach. There were 98 peoples as samples in this research that be determined by using
Yamane formula and sample carrid out by using purposive sampling. Generally, the result of
this study indicate that the utilization of the printd journal collections in meeting the
information needs by library yser on ITB Library were catagorized well. Whereas in
particular, the result of this study indicate that (1) the intensity of utilization the printed
journal collections in meeting the information need by library user on ITB Library were
catagorized good enough, (2) the process of taking a printed journal collections in meeting
the information needs by library user on ITB Library were catagorized good, and (3) the
utilization of printed journal collections factors affects the utilization of printed journals
collections in meeting informastion needs by library user on ITB library were catagorized
good. Thus, it can be cocluded that printed journal collection can meeting the information
needs well.

Key word : Printed Journal, Information needs, library user.

62 Yusa Molingka, Pemanfaatan Koleksi Jurnal Tercetak Dalam Memenuhi Kebutuhan


Informasi Oleh Pemustaka
Vol. 1, No. 1, Mei 2014

Manusia merupakan makhluk sosial Suatu jenis terbitan berseri yang


yang hidup dalam lingkungan sosial, memuat informasi dan dalam bentuk
sehingga dituntut untuk memiliki peran tertentu, seperti jurnal ekonomi,
dengan tugas dan fungsinya masing- jurnal politik dan jurnal pendidikan.
masing. Sebagai mahasiswa yang
berperang sebagai agent of change, ia Sedangkan menurut Lasa (2009)
bertugas untuk memperdalam jurnal jurnal diartikan sebagai suatu
pengetahuan yang dimilikinya. terbitan yang memuat informasi yang
Ketika memperdalam sebuah disiplin mencakup kumpulan pengetahuan baru,
ilmu pengetahuan, ia akan mengalami pengalaman empiris, dan pengembangan
kesenjangan antara pengetahuan yang gagasan dalam suatu bidang ilmu
dimilikinya dengan pengetahuan yang pengetahuan dan teknologi. Lebih lanjut
harus ia miliki. Kesenjangan tersebut Ali (2004) menyebutkan bahwa jurnal
dapat dikatakan sebagai kebutuhan merupakan publikasi yang diterbitkan
informasi. oleh lembaga penerbitan akademik,
Kebutuhan informasi merupakan masyarakat pembelajar dan atau
seuatu hal yang harus dipenuhi. Oleh organisasi profesi. Dari ketiga definisi
karena itu, kebutuhan informasi erat tersebut dapat dikatakan bahwa jurnal
kaitannya dengan proses pencarian tercetak merupakan suatu terbitan berseri
jawaban. Hal ini sesuai dengan pendapat dalam bentuk cetak yang mencakup
Yu s u p ( 2 0 0 9 , h l m . 2 0 6 ) y a n g kumpulan pengetahuan baru, pengalaman
menerangkan bahwa empiris, dan pengembangan gagasan
...jika sedang berfikir bagaimana dalam suatu bidang ilmu pengetahuan dan
caranya meningkatkan pengetahuan teknologi, serta diterbitkan oleh lembaga
yang sedang dimilikinya, maka ia penerbitan akademik, masyarakat
mulai berpikir tentang upaya mencari pembelajar dan organisasi profesi.
informasi untuk tujuan-tujuan Pemanfaatan koleksi jurnal tercetak
tersebut, termasuk cara membaca dalam memenuhi kebutuhan informasi
media bacaan yang ada kaitannya merupakan sebuah perilaku nyata yang
dengan masalah yang dipikirkannya. dapat dilihat di perpustakaan.
Pemanfaatan merupakan sebuah respon
Pendapat tersebut menegaskan positif dari stimulus yang diterima oleh
bahwa proses pencarian jawaban mahasiswa. Oleh karena itu perlu untuk
berkaitan dengan media bacaan atau diberi penguatan agar respon tersebut
sumber informasi yang berkaitan dengan dipertahankan. Dalam teori perubahan
kebutuhan informasinya. perilaku stimulus – respon (Teori S – R)
Di Perguruan tinggi, media bacaan yang dikemukakan oleh Skinner (dalam
tersebut dikumpulkan, dikelola dan Yusup, 2009, hlm. 281) disebutkan bahwa
disebarluaskan oleh perpustakaan yang ...hamir seluruh perilaku manusia
ada dibawah naungannya. Media bacaan merupakan produk dari penguatan
tersebut dilayankan oleh perpustakaan operant, dan teorinya disebut dengan
untuk memenuhi kebutuhan informasi pembiasaan operant (oprant
sivitas akademika dari perguruan tinggi conditioning). Penguatan diberikan
yang ada diatasnya. karena adanya respon yang benar
Salah satu sumber informasi yang ada sehingga hal ini menyebabkan
di perpustakaan perguruan tinggi adalah respons dilakukan secara berulang-
koleksi jurnal tercetak. Menurut Sutarno ulang.
(2008, hlm.77) jurnal adalah

Yusa Molingka, Pemanfaatan Koleksi Jurnal Tercetak Dalam Memenuhi Kebutuhan 63


Informasi Oleh Pemustaka
Vol. 1, No. 1, Mei 2014

Perilaku tersebut merupakan sebuah mengakses koleksi jurnal tercetak.


usaha aktif untuk menemukan sumber Kemudahan tersebut dapat diwujudkan
informasi yang dapat memenuhi dengan melakukan pengklasifikasian
kebutuhan informasinya. Kebutuhan berdasarkan aturan yang telah dinakukan
informasi akan terpenuhi apabila bertemu dan penjajaran di rak yang disesuaikan
dengan sumber informasi yang relevan. dengan nomor klasifikasi dari setiap
Penyataan ini dilandasi oleh Teoi Uses koleksi jurnal tercetak.
and Gratification. Yusup (2009) Pemanfaatan koleksi jurnal tercetak
menjelaskan bahwa tujuan dari Teori Uses berbeda dengan pemanfaatan koleksi
and Gratification yang menjawab lainnya. Jurnal tercetak hanya dapat
bagaimana terjadinya pertemuan antara dimanfaatkan di tempat. Lebih lanjut
kebutuhan informasi seseorang dengan Schmidt (1994) (dalam Amin, 2002, hlm,
media, khususnya informasi yang terdapat 35) menyebutkan bahwa pemanfaatan
dalam media tersebut. koleksi jurnal di perpustakaan adalah
Disamping itu, pemanfaatan koleksi 1. Membaca sepintas daftar isi;
bagi perpustakaan merupakan sebuah 2. Membaca beberapa artikel untuk
tugas pokok. Sutarno (2006, hlm. 220) mencari informasi atau
menybutkan bahwa “pendayagunaan kesenangan;
koleksi oleh masyarakat pengguna 3. Mengambil untuk mencatat satu
merupakan tugas pokok penyelenggaraan atau lebih artikel;
perpustakaan.” Oleh karena itu, perlu 4. Memeriksa seliruh majalah yang
dilakukan sebuah kegiatan untuk sudah terbit untuk dibaca di
mengetahui tingkat pemanfaatan koleksi rumah atau dikantor;
guna mengevalusi kinerja perpustakaan 5. M a j a l a h d i g u n a k a n u n t u k
dalam menjalankan tugas pokok. membuktikan fakta atau situasi.
Goehlert (1978) (dalam Amin, 2002, Baik buruknya pemanfaatan koleksi
hlm. 34) menyebutkan bahwa jurnal tercetak dalam memenuhi
Ada dua metode yang dapat digunakan kebutuhan informasi juga dapat
dalam menilai timgkat pemanfaatan dipengaruhi oleh beberapa faktor seperti
majalah ilmiah. Pertama yaitu dengan koleksi, pustakawan dan fasilitas
menggunakan metode survei termasuk penunjang lainnya. Lebih lanjut Handoko
didalamnya memberikan angket dan (1999) (dalam Prawati, 2003, hlm. 27)
wawancara, dan yang kedua adalah menyebutkan bahwa
dengan menggunakan analisis sitasi. Dari sisi pengguna, pemanfaatan
Lebih lanjut, Sutarno (2006, hlm. koleksi perpustakaan dipengaruhi
220) menjelaskan bahwa “ukuran oleh faktor internal dan faktor
pendayagunaan koleksi dapat dilihat pada eksternal. Faktor internal terdiri dari
volume dan intensitas koleksi untuk kebutuhan, motif dan minat
jangka pendek.” pengguna. Sedangkan faktor
Selain dari intensitas pemanfaatan eksternal terdiri dari kelengkapan
koleksi jurnal tercetak juga dilihat dari koleksi, keterampilan pustakawan
proses pemanfaatannya. Hal ini dalam melayani, dan ketersediaan
disesuaikan dengan definisi pemanfaatan fasilitas pencarian kembali.
dalam KBBI (2008, hlm. 873) yaitu
“proses, cara, perbuatan, memanfaatkan.” Perpustakaan Institut Teknologi
Proses pemanfaatan koleksi akan Bandung (ITB) merupakan salah satu
menjadi lebih baik jika perpustakaan perpustakaan perguruan tinggi yang
memberikan kemudahan dalam membina dan mengembangkan layanan

64 Yusa Molingka, Pemanfaatan Koleksi Jurnal Tercetak Dalam Memenuhi Kebutuhan


Informasi Oleh Pemustaka
Vol. 1, No. 1, Mei 2014

koleksi jurnal tercetak disamping layanan Ganesha No. 10 Bandung. Populasi yang
lain. Saat ini, ITB memiliki 172 judul diambil adalah rata-rata pengunjung
jurnal langganan, dan 776 judul jurnal Perpustakaan ITB dari bulan Januari- Juli
hadiah. Akan tetapi ketersediaan koleksi 2014, yaitu sebesar 4.638 orang.
jurnal yang cukup beragam tersebut Sedangkan sample dalam penelitian ini
pemanfaatannya masih belum sesuai ditentukan dengan menggunakan rumus
dengan yang diharapkan. dari Yamane,yaitu sebagai berikut.
Oleh karena itu, penelitian ini secara
umum bertujuan untuk mengetahui dan
mendeskripsikan mengenai pemanfaatan
koleksi jurnal tercetak dalam memenuhi
(Riduwan, 2013, hlm. 71)
kebutuhan informasi oleh pemustaka pada
Perpustakaan ITB. Sedangkan secara Dengan ketentuan n adalah jumlah
khusus, tujuan dari penelitian ini adalah sampel, N adalah jumlah populasi, dan d2
untuk 1) mendeskripsikan intensitas adalah presisi. Presisi yang ditetapkan
pemanfaatan koleksi jurnal dalam dalam penelitian ini adalah 10%, sehingga
memenuhi kebutuhan informasi oleh diperoleh besar sampel sebesar 98 orang.
pemustaka pada Perpustakaan ITB; 2) Teknik sampling yang digunakan adalah
mendeskripsikan proses pemanfaatan purposive sampling. Silalahi (2010, hlm.
koleksi jurnal tercetak dalam memenuhi 272) menyatakan bahwa
kebutuhan informasi oleh pemustaka pada Pemilihan sampel purposive atau
Perpustakaan ITB; dan 3) bertujuan, kadang-kadang disebut
mendeskripsikan faktor-faktor yang sebagai judgement sampling,
mempengaruhi pemanfaatan koleksi merupakan pemilihan siapa yang ada
jurnal tercetak dalam memenuhi dalam posisi terbaik untuk
kebutuhan informasi oleh pemustaka pada memberikan informasi yang
Perpustakaan ITB. dibutuhkan.
METODE Untuk memndapatkan responden
Metode yang digunakan dalam dalam posisis terbaik dan dapat
penelitian ini adalah metode deskriptif memberikan informasi yang sesuai
dengan pendekatan kuantitatif. Studi dengan yang dibutuhkan, maka ditetapkan
deskriptif digunakan untuk suatu pertimbangan dalam memilih
mengumpulkan data sebanyak-banyaknya responden. Hal ini sesuai dengan
mengenai pemanfaatan koleksi jurnal pernyataan Sugiyono (2014, hlm. 68)
tercetak pada Perpustakaan ITB. mengenai teknik purposive sampling yaitu
Sedangkan pendekatan kuantitatif “teknnik penentuan sampel dengan
digunakan untuk menampilkan hasil pertimbangan tertentu.” Oleh karena itu,
penelitian berdasarkan angka yang maka ketentuan atau pertimbangan sampl
diperoleh dari teknik analisis. Hal ini yag ditetapkan dalam penelitian ini adalah
sesuai dengan pendapat Arikunto (2013, pemustaka yang telah memanfaatkan
hlm. 27) yang menyatakan bahwa koleksi jurnal tercetak dalam memenuhi
“...sesuai dengan namanya, banyak kebutuhan informasinya.
dituntut menggunakan angka mulai dari Teknik pengumpulan yang digunakan
pengumpulan data, penafsiran data dalam penelitian ini adalah teknik angket
tersebut, serta penampilan dari hasilnya.” dan studi dokumentasi. Intrumen yang
Lokasi penelitian ini adalah digunakan adalah angket dengan skala
Perpustakaan ITB yang beralamat di Jalan lima dari likert dan dalam bentuk checklist.

Yusa Molingka, Pemanfaatan Koleksi Jurnal Tercetak Dalam Memenuhi Kebutuhan 65


Informasi Oleh Pemustaka
Vol. 1, No. 1, Mei 2014

Tabel 1.1
Angket diuji validitas dan reliabilitasnya Skor Total Pemanfaatan Koleksi Jurnal
sehingga diperoleh 42 butir pernyataan Tercetak dalam Memenuhi Kebutuhan
yang valid dan reliabel dari 50 butir Informasi oleh Pemustaka pada Perpustakaan
pernyataan. ITB
Teknik analisis data yang digunakan No. Subvariabel Skor Kategori
adalah statistik deskriptif dengan teknik
persentasi, yaitu 1 Intensitas 765 Cukup baik
Pemanfaatan

2 Proses 2088 Baik


Pemanfaatan
Sumber : Bungin (2005, hlm. 172)
Dengan ketentuan P adalah 3 Faktor 11294 Baik
persentase, f adalah frekuensi dan N Pemanfaatan
adalah jumlah sampel. Teknik analisis data
Jumlah Total 14147 Baik
selanjutnya adalah menghitung nilai skor
total setiap indikator, subvariabel dan
variabel kemudian ditransformasikan ke
Dari tabel 1 dapat diketahui bahwa
dalam garis interval untuk menjawab
secara umum pemanfaatan koleksi jurnal
rumusan masalah yang telah ditetapkan.
tercetak dalam memenuhi kebutuhan
Hal ini sesuai dengan penyataan Riduwan
informasi oleh pemustaka pada
(2012, hlm. 94) bahwa “pendeskripsian
Perpustakaan ITB termasuk ke dalam
penilaian responden terhadap suatu
kategori baik. Hal ini berarti bahwa
indikator dapat dilakukan dengan
pemustaka pada Perpustakaan ITB
membuat pengkategorian dalam garis
memberikan respon positif yang terbentuk
interval.” Garis interval dapat dibentuk
karena stimulus yang diterima dari
apabila telah diketahui beberapa nilai,
lingkungannya, terutama lingkungan
yaitu
belajarnya. Hal ini sesuai dengan yang
· Nilai Indeks Minimum = Skor minimu
dikemukakan oleh Yusup (2009, hlm. 274)
x jumlah Pernyataan x Jumlah
bahwa “sebagian besar perubahan yang
Responden terjadi pada perilaku manusia merupakan
· Nilai Indeks Maksimum = Skor hal yang dipengaruhi oleh
maksmimum x Jumlah Pernyataan x lingkungannya.”
Jumlah Responden Selain itu, hal ini juga menunjukkan
· Interval = Nilai Indeks Maksimum – bahwa pemustaka bersifat aktif dalam
Nilai Indeks Minimum menemukan koleksi, terutama informasi
· Jarak Interval = Interval : Jenjang (5) yang ada didalamnya guna memenuhi
· Perentase skor = [(skor total) : nilai kebutuhan informasinya.
maksimum x 100%] Sedangkan secara khusus, hasil
penelitian menunjukkan bahwa
HASIL DAN PEMBAHASAN
Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) Intensitas Pemanfaatan Koleksi
pemanfaatan koleksi jurnal tercetak dalam Jurnal Tercetak dalam Memenuhi
memenuhi kebutuhan informasi oleh Kebutuhan Informasi oleh
pemustaka pada Perpustakaan ITB adalah Pemustaka pada Perpustakaan ITB
sebagai berikut Intensitas pemanfaatan koleksi
jurnal tercetak dalam memenuhi
kebutuhan informasi oleh pemustaka

66 Yusa Molingka, Pemanfaatan Koleksi Jurnal Tercetak Dalam Memenuhi Kebutuhan


Informasi Oleh Pemustaka
Vol. 1, No. 1, Mei 2014

pada Perpustakaan ITB tergolong dimiliki cukup banyak, setelah


dalam kategori cukup baik dengan menemukan informasi yang sesuai
perolehan skor sebesar 765 atau dengan kebutuhannya, maka ia akan
52,04%. Hal ini berarti bahwa membaca koleksi jurnal tersebut di
pemanfaatan koleksi jurnal tercetak tempat atau menulis satu atau lebih
dalam memenuhi kebutuhan informasi artikel yang sesuai dengan
oleh pemustaka cukup intensif. kebutuhannya.
Frekuensi pemanfaatan koleksi
jurnal tercetal dalam memenuhi 2) Proses Pemanfaatan Koleksi Jurnal
kebutuhan informasi oleh pemustaka Te r c e t a k d a l a m M e m e n u h i
pada Perpustakaan ITB berada dalam Kebutuhan Informasi oleh
kategori kurang baik. Pemustaka Pemustaka pada Perpustakaan ITB
memanfaatkan koleksi jurnal tercetak
dengan frekuensi kurang dari tiga kali Menurut KBBI (2008, hlm. 1106)
dalam seminggu. proses adalah “runtutan perubahan
Sedangkan durasi pemanfaatan (peristiwa) dalam perkembangan
koleksi jurnal tercetak dalam sesuatu, rangkaian tindakan,
memenuhi kebutuhan informasi oleh pembuatan, atau pengolahan yang
pemustaka pada Perpustakaan ITB menghasilkan produk, perkara dalam
berada dalam kategori cukup baik. pengadilan.”
Waktu yang digunakan oleh pemustaka Jika dikaitkan dengan koleksi
untuk memanfaatkan koleksi jurnal jurnal tercetak di Perpustakaan ITB,
tercetak dalam memenuhi kebutuhan maka dapat diartikan sebagai
informasi pada Perpustakaan ITB rangkaian tindakan dalam
adalah kurang dari satu jam. menggunakan jurnal tercetak di
Kedua hal tersebut dapat Perpustakaan ITB untuk menghasilkan
disebabkan oleh kebutuhan kebutuhan suatu produk berupa terpenuhinya
informasi dan waktu yang dimiliki oleh kebutuhan informasi.
pemustaka. Tidak semua kebutuhan Proses pemanfaatan koleksi yang
informasi yang dialami oleh pemustaka diukur dengan enam butir penyataan
dapat dipenuhi oleh koleksi jurnal memperoleh skor sebesar 2.088.
tercetak. Oleh karena itu, pemustaka Angka tersebut termasuk dalam
memanfaatkan koleksi jenis lain seperti kategori baik. Dengan demikian dapat
monograf untuk memenuhi kebutuhan dikatakan bahwa rangkaian tindakan
informasinya. yang dilakukan oleh pemustaka dalam
Waktu yang dimiliki pemustaka menggunakan jurnal tercetak dapat
juga mempengaruhi jenis koleksi yang mempertemukannya dengan koleksi
akan digunakan oleh pemustaka. yang dapat memenuhi kebutuhan
Pemustaka yang memiliki sedikit informasi yang dialaminya.
waktu, apabila telah menemukan Proses pemanfaatan koleksi
informasi yang sesuai dengan dipengaruhi oleh kemudahan dalam
kebutuhannya atau setelah dipastikan menemukan informasi dan tipe
informasi yang dibutuhkannya tidak pemanfaatan koleksi yang dilakukan
terdapat dalam jurnal tercetak di oleh pemustaka dalam memenuhi
Perpustakaan ITB, maka ia akan segera kebutuhan informasinya.
meninggalakan layanan koleksi jurnal Kemudahan dalam menemukan
tercetak. Sedangkan jika waktu yang koleksi jurnal tercetak yang sesuai

Yusa Molingka, Pemanfaatan Koleksi Jurnal Tercetak Dalam Memenuhi Kebutuhan 67


Informasi Oleh Pemustaka
Vol. 1, No. 1, Mei 2014

dengan kebutuhan informasi perpustakaan, terutama informasi yang


merupakan hal yang harus diperoleh ada di dalamnya. Hal ini sesuai dengan
oleh pemustaka. Hal ini sesuai dengan pendapat Yusup (2009) mengenai Teori
pendapat Sutarno (2006, hlm. 220) Uses and Gratification yaitu audiens
yang menyatakan bahwa merupakan orang yang aktif dan selektif
Perpustakaan harus menyediakan terhadap informasi yang dimuat oleh
berbagai jenis koleksi dan layanan media. Hasil penelitian menunjukkan
beserta sarana dan prasaranan bahwa sebesar 52, 04% atau lebih dari
yang sesuai, praktis, ekonomis setengahnya melakukan seleksi terhadap
serta memberikan kemudahan informasi yang diperolehnya sehingga
yang diperlukan pemakai. ditemukan informasi yang benar-benar
sesuai dengan kebutuhannya.
Kemudahan yang akan diberikan Setelah menemukan koleksi yang
kepada pemustaka dapat dipengaruhi oleh sesuai, maka langkah berikutnya
pengorganisasian koleksi perpustakaan. adalah bagaimana pemustaka
Pengroganisasian koleski jurnal tercetak memanfaatkan koleksi tersebut.
di Perpustakaan ITB terdiri dari Khusus untuk koleksi jurnal tercetak,
klasifikasi dan penjajaran koleksi jurnal pemanfaatannya hanya dapat
tercetak di rak. Hasil penelitian dilakukan di layanan koleksi. Lebih
menunjukkan bahwa lebih dari lanjut Schmidt (dalam Amin, 2002,
setengahnya atau 54,08% menyatakan hlm.35) menyebutkan bahwa tipe
bahwa sistem penomoran koleksi jurnal pemanfaatan majalah ilmiah adalah
tercetak di Perpustakaan ITB sebagai berikut
mempermudah pemustaka dalam 1. Membaca sepintas daftar
menemukan koleksi yang sesuai dengan isi;
kebuuhan informasinya. Hal ini dapat 2. Membaca beberapa artikel
disebabkan karena pengklasifikasian untuk mencari informasi atau
koleksi jurnal tercetak di Perpustakaan kesenangan;
ITB menggunakan salah satu standar yang 3. Mengambil untuk
telah diakui secara internasional, yaitu mencatat satu atau lebih
sistem klasifikasi DDC (Dewey Decimal artikel;
Classification). Sistem penataan koleksi 4. Memfotokopi satu atau
jurnal tercetak pada rak sebesar 56, 12% beberapa artikel;
atau lebih dari setengahnya menyetakan 5. Memeriksa seluruh
setuju jika sistem penjajaran koleksi majalah yang sudah terbit
jurnal tercetak di rak dapat mempermudah untuk dibaca di rumah atau di
pemustaka dalam menemukan koleksi kantor;
yang sesuai dengan kebutuhan 6. Majalah digunakan untuk
informasinya. Hal ini disebabkan karena membuktikan fakta atau
sistem penjajaran koleksi jurnal tercetak situasi.
di rak disusun berdasarkan nomor Dari tipe pemanfaatan koleksi
klasifikasi yang telah ditentukan. Dengan jurnal tercetak diatas, pada umumnya
demikian koleksi yang memiliki subjek pemanfaatan koleksi jurnal tercetak di
yang sama ada pada satu jajaran rak. Perpustakaan ITB adalah dengan
Selain sistem penomoran dan penjajaran membaca di tempat dan menulis atau
koleksi di rak, pemustaka juga harus mencatat satu atau lebih artikel.
selektif terhadap koleksi yang ada di Sedangkan tipe pemanfaatan koleksi

68 Yusa Molingka, Pemanfaatan Koleksi Jurnal Tercetak Dalam Memenuhi Kebutuhan


Informasi Oleh Pemustaka
Vol. 1, No. 1, Mei 2014

jurnal tercetak dengan membuat permustaka memiliki lebih dari satu


fotokopi responden pada umumnya jenis kebutuhan informasi. Hal ini
menolak. Hal ini berarti bahwa sesuai dengan usulan . Katz, Gurevitch,
kebutuhan akan informasi yang ada dan Haas (dalam Yusup , 2009, hlm.
dalam koleksi jurnal tercetak dapat 206) bahwa pemustaka membutuhkan
informasi yang berguna untuk
terpenuhhi hanya dengan membaca
kebutuhan kognitif, kebutuhan afektif,
dan menulis satu atau lebih artikel yang
kebutuhan integrasi sosial, kebutuhan
sesuai dengan kebutuhan. integrasi personal, dan kebutuhan
berkhayal.
1) Faktor-faktor yang Mempengaruhi
Pemanfaatan Koleksi Jurnal 1)Kebutuhan kognitif. Kebutuhan
Te r c e t a k d a l a m M e m e n u h i kognitif dilihat dari kebutuhan
Kebutuhan Informasi oleh informasi yang digunakan untuk
Pemustaka pada Perpustakaan ITB proses belajar mengajar, tugas kuliah
Menurut Handoko (1999) (dalam dan penelitian. Hasil penelitian
Prawati, 2003, hlm.27) faktor-faktor menemukan bahwa pada umumnya
yang mempengaruhi pemanfaatan
pemustaka setuju dengan pernyataan
koleksi jurnal tercetak adalah sebagai
yang diajukan yang berkaitan dengan
berikut.
Dari sisi pengguna, pemanfaatan kebutuhan informasi untuk keperluan
koleksi perpustakaan dipengaruhi proses belajar mengajar,
oleh faktor internal dan faktor menyelesaikan tugas kuliah, dan
eksternal. Faktor internal terdiri menyelesaikan penelitian.
dari kebutuhan, motif dan minat 2)Kebutuhan integrasi personal dan
pengguna. Sedangkan faktor kebutuhan integrasi sosial. Kebutuhan
eksternal terdiri dari kelengkapan ini dilihat dari kebutuhan informasi
koleksi, keterampilan pustakawan yang dapat digunakan untuk
dalam melayani, dan ketersediaan bergabung dengan orang atau
fasilitas pencarian kembali. kelompok tertentu. Hasil penelitian
menemukan bahwa pemustaka
Faktor-faktor yang mempengaruhi membutuhkan informasi yang dapat
pemanfaatan koleksi jurnal tercetak membuat dirinya percaya diri dan
dalam memenuhi kebutuhan informasi dipercaya oleh orang lain sehingga
oleh pemustaka pada Perpustakaan ITB dapat bergabung dan diakui oleh orang
tergolong dalam kategori baik dengan atau kelompok tertentu.
perolehan skor sebesar 11294. Hal ini 3)Kebutuhan berkhayal. Hasil
berarti bahwa kebutuhan, minat, motif, penelitian menemukan bahwa
kelengkapan koleksi, keterampilan pemustaka yang datang ke
pustakawan dan ketersediaan fasilitas perpustakaan tidak hanya
temu kembali informasi mendukung membutuhkan informasi untuk
pemanfaatan koleksi jurnal tercetak keperluan kuliah, akan tetapi juga
dalam memenuhi kebutuhan oleh membutuhkan informasi-informasi
pemustaka dengan baik. Faktor minat pemustaka
Faktor kebutuhan informasi yang memanfaatkan koleksi jurnal tercetak
dialami oleh pemustaka dapat dalam memenuhi kebutuhan informasi
dikategorikan baik dengan perolehan pada Perpustakaan ITB tegolong dalam
skor sebesar 1993. Temuan penelitian kategori cukup baik dengan perolehan
menunjukkan bahwa pada umumnya

Yusa Molingka, Pemanfaatan Koleksi Jurnal Tercetak Dalam Memenuhi Kebutuhan 69


Informasi Oleh Pemustaka
Vol. 1, No. 1, Mei 2014

skor sebesar 642 dari skor maksimum dan fungsi penelitian.” (2) Dari segi
980. Minat merupakan “kecenderungan keberagaman judul, koleksi judul jurnal
hati yang tinggi terhadap sesuatu, gairah, tercetak yang ada pada Perpustakaan ITB
keinginan” (KBBI, 2008, hlm. 916). Hasil dapat dikatakan cukup beragam. Hal ini
penelitian menunjukkan bahwa pada disebabkan karena selain melanggan
umumnya pemustaka setuju jika mereka jurnal tercetak, Perpustakaan ITB juga
berminat memanfaatkan koleksi jurnal menerima jurnal tercetak yang berasal
tercetak dalam memenuhi informasinya dari hadiah. Saat ini Perpustakaan ITB
karena jurnal tercetak lebih mudah memiliki 2015 judul jurnal.
menggunakannya. Sedangkan dari segi
Tabel 1.2
kemutakhiran, pada umumnya pemustaka Jumlah Judul Koleksi Jurnal
ragu jika mereka berminat memenfaatkan Tercetak yang ada di Perpustakaan ITB
koleksi jurnal tercetak karena
Jenis Majalah Jumlah (dalam
kemutakhirannya. No
Ilmiah Judul)
Faktor motif pemustaka
memanfaatkan jurnal tercetak dalam 1 Majalah dulu 1067
memenuhi kebutuhan informasi tergolong
dalam kategori baik dengan perolehan Majalah
2 172
skor 1118 dari skor maksimum 1470. langganan
Winardi (2004, hlm. 33) mengungkapkan 3 Majalah hadiah 776
bahwa motif merupakan “mengapa dari
perilaku”. Berkaitan dengan pemanfaatan Jumlah 2015
koleksi jurnal tercetak, maka motif dapat
diartikan sebagai alasan pemustaka Sumber : Rekapan koleksi jurnal
memanfaatkan koleksi jurnal tercetak. tercetak pada Perpustakaan ITB
Temuan penelitian menunjukkan bahwa (3) dari segi kemutakhiran dan
pada umumnya pemustaka memanfaatkan kesesuaian judul dengan kebutuhan
koleksi jurnal tercetak adalah untuk informasi, temuan penelitian
memenuhi kebutuhan informasi yang menunjukkan bahwa pemustaka masih
berikaitan dengan penelitian, tugas kuliah ragu jika koleksi jurnal tercetak yang ada
dan untuk menambah wawasan. di Perpustakaan ITB telah mutakhir dan
Faktor kelengkapan koleksi jurnal sesuai dengan kebutuhan informasi
tercetak yang ada di Perpustakaan ITB mereka.
tergolong dalam kategori baik dengan Faktor Ketersediaan fasilitas temu
perolehan skor sebesar 3028 dari skor kembali informasi yang ada di
maksimum sebesar 4.410. Hermawan & Perpustakaan ITB tergolong dalam
Zen (2006, hlm. 17) menyebutkan bahwa kategori cukup baik dengan perolehan
“koleksi perpustakaan bukan dilihat dari skor sebesar 686 dari 3430. Temuan
jumlah eksemplarnya, akan tetapi lebih penelitian menunjukkan bahwa pada
kepada kualitas isi, jumlah judul, dan
umumnya pemustaka setuju jika WebPAC
kemutakhirannya (up to date).” Temuan
telah berjalan sesuai dengan fungsinya.
penelitian menunjukkan bahwa : (1) dari
segi kualitas isi, koleksi jurnal tercetak Salton (dalam Purwono, 2010, hlm. 156)
yang ada di Perpustakaan ITB telah sesuai menyebutkan bahwa fungsi utama sistem
dengan fungsi koleksi perpustakaan temu kembali informasi adalah
menurut Randal dan Goodricha (dalam 1) Mengidentifikasi sumber
Sinaga, 2009, hlm. 47) yaitu “fungsi informasi yang relevan dengan
referens, fungsi kurikular, fungsi umum, minat masyarakat pengguna

70 Yusa Molingka, Pemanfaatan Koleksi Jurnal Tercetak Dalam Memenuhi Kebutuhan


Informasi Oleh Pemustaka
Vol. 1, No. 1, Mei 2014

yang ditargetkan; (7) melayani dengan wajah ceria; (8)


2) Menganalisis isi sumber menjamin kerahasiaan; (9) mau
informasi (dokumen); mendengarkan keluhan; (10) tidak
3) Merepresentasikan isi sumber b e r p r a s a n g k a n e g a t i f ; d a n ( 11 )
informasi dengan cara tertentu mengucapkan terima kasih.
yang memungkinkan untuk Hasil penelitian menemukan
dipertemukan dengan bahwa pustakawan layanan jurnal
pertanyaan pengguna; tercetak di Perpustakaan ITB (1) mau
4) Merepresentasikan pertanyaan mendengarkan keluhan pemustaka jika
(query) pengguna dengan cara informasi yang dicari tidak ditemukan;
tertentu yang memungkinkan (2) dapat menggunakan keyword yang
untuk dipertemukan dengan tepat saat mencari informasi dalam
sumber informasi yang koleksi jurnal tercetak yang dibutuhkan
terdapat dalam basis data; oleh pemustakanya. Akan tetapi hasil
5) Mempertemukan pernyataan penelitian juga menunjukkan bahwa pada
pencarian dengan data yang umumnya pemustaka ragu jika
tersimpan dalam basis data; pustakawan pada layanan koleksi jurnal
6),Menemu-kembalikan tercetak di Perpustakaan ITB selalu (1)
informasi yang relevan; membantu sampai tuntas; (2) menemukan
7) Menyempurnakan unjuk kerja informasi yang sesuai dengan
sistem berdasarkan umpan kebutuhannya, dan (3) mempromosikan
balik yang diberikan oleh produk dari layanan koleksi jurnal
pengguna. tercetak.
Selain itu, temuan penelitian juga
menunjukkan bahwa WebPAC yang SIMPULAN
tersedia mudah digunakan. Hal ini Pemanfaatan koleksi jurnal tercetak
disebabkan oleh desain WebPAC yang dalam memenuhi kebutuhan informasi
dibuat sesederhana mungkin namun tidak oleh pemustaka pada Perpustakaan ITB
mengenyampingkan makna keindahan. secara umum tergolong dalam kategori
Faktor keterampilan pustakawan baik. Hal ini berarti bahwa (1) pemustaka
dalam memberikan layanan kepada memanfaatkan koleksi jurnal tercetak
pemustaka tergolong dalam kategori yang ada di Perpustakaan ITB untuk
cukup baik dengan perolehan skor total memenuhi kebutuhan informasinya, dan
sebesar 2223 dari skor maksimum 3430. (2) informasi yang terkandung dalam
Hal ini dapat dikatakan bahwa bantuan jurnal tercetak pada Perpustakaan ITB
pustakawan cukup membantu pemustaka dapat memenuhi kebutuhan informasi
dalam menemukan infomasi yang sesuai pemustaka.
dengan kebutuhannya. Hermawan & Zen Sedangkan secara khusus kesimpulan
(2006) menyebutkan bahwa dalam yang dapat diambil dari penelitian ini
memberikan pelayanan kepada adalah sebagai berikut.
pemustaka, pustakawan harus 1) Intensitas pemanfaatan koleksi jurnal
mengembangkan sikap-sikap seperti (1) tercetak dalam memenuhi kebutuhan
mengenal masyarakat pengguna; (2) informasi oleh pemustaka pada
luwes dalam melayani; (3) mengetahui Perpustakaan ITB tergolong dalam
kemauan pengguna; (4) mempromosikan kategori cukup baik. Hal ini berarti
produk layanan; (5) melayani sampai bahwa pemanfaatan koleksi jurnal
tuntas; (6) tidak memaksakan kehendak; tercetak dalam memenuhi kebutuhan

Yusa Molingka, Pemanfaatan Koleksi Jurnal Tercetak Dalam Memenuhi Kebutuhan 71


Informasi Oleh Pemustaka
Vol. 1, No. 1, Mei 2014

informasi oleh pemustaka pada Jakarta: Depdiknas RI.


Perpustakaan ITB cukup intensif. Hermawan, R & Zen, Z. (2006). Etika
2) Proses pemanfaatan koleksi jurnal kepustakawanan: Suatu
tercetak dalam memenuhi kebutuhan pendekatan terhadap kode etik
informasi oleh pemustaka pada pustakawan. Jakarta: Sagung Seto.
Lasa. (2009) Kemus kepustakawanan
Perpustakaan ITB tergolong dalam
Indonesia. Yogyakarta: Pustaka
kategori baik. Hal ini berarti aktifitas
Book Publisher.
yang dilakukan oleh pemustaka Purwono. (2010). Dokumentasi.
dalam memanfaatkan koleksi jurnal Yogyakarta: Graha Ilmu.
tercetak dapat memenuhi kebutuhan Prawati, B. (2003). Keterpakaian koleksi
informasinnya. majalah ilmiah pusat perpustakaan
Faktor-faktor yang mempengaruhi dan penyebaran teknologi pertanian
pemanfaatan koleksi jurnal tercetak oleh Peneliti Badan Litbang
dalam memenuhi kebutuhan informasi Pertanian. Jurnal Perpustakaan
oleh pemustaka pada Perpustakaan ITB Pertanian, Vol. 2 No. 1, hlm. 26-31.
tergolong dalam kategori baik. Hal ini Riduwan. (2012). Belajar mudah
berarti bahwa kebutuhan, minat, motif, penelitian untuk guru-karyawan dan
kelengkapan koleksi, ketersediaan peneliti pemula. Bandung: Alfabeta.
fasilitas temu kembali informasi dan Riduwan. (2013). Metode dan teknik
keterampilan pustakawan dalam melayani menyusun proposal penelitian.
pemustaka mendukung pemanfaatan Bandung: Alfabeta.
koleksi jurnal tercetak dalam memenuhi Silalahi, U. (2010). Metode penelitian
kebutuhan informasi oleh pemustaka pada sosial. Bandung: Refika Aditarma.
Perpustakaan ITB. Sinaga, D. (2009). Mengelola
perpustakaan sekolah.
DAFTAR PUSTAKA Manglayang: Bejana Ilmu yang
Sugiyono (2012).Metode penelitian Bermanfaat.
kuantitatif kalitatif dan r&d. Sugiyono. (2014). Statistika untuk
Bandung: Alfabeta. penelitian. Bandung: Alfabeta.
Ali, A. (2004). Glossary of library and Sutarno. (2006). Manajemen
information science. New Delhi : perpustakaan: Suatu pendekatan
Ess Ess Publication. praktis. Jakarta: Sagung Seto.
Amin. (2002). Pemanfaatan majalah Sutarno. (2008). Kamus perpustakaan
ilmiah bidang Ilmu Perpustakaan dan informasi. Jakarta: Jala
Universitas Indonesia. [online]. Permata.
T e r s e d i a d i :
http://lontar.ui.ac.id/file?file=digital/2
0158927-S%200400198e.pdf.
Diakses 23 Juni 2014.
Arikunto, S. (2013). Prosedur penelitian:
Suatu pendekatan praktik. Jakarta:
Rineka Cipta.
Bungin, B. (2005). Metodologi penelitian
kuantitatif. Jakarta: Kencana.
Departemen Pendidikan Nasioanal
Republik Indonesia (2008). Kamus
besar bahasa Indonesia (KBBI).

72 Yusa Molingka, Pemanfaatan Koleksi Jurnal Tercetak Dalam Memenuhi Kebutuhan


Informasi Oleh Pemustaka

Anda mungkin juga menyukai