Anda di halaman 1dari 17

NO.

DATA DASAR CUT OFF SINTESA DATA


Antropometri
1 IMT  Overweight  Prevalensi
a. Kurus = 10% 26,23% overweight tinggi
b. Normal = 16,7% (Indonesia sebesar 13,3%
c. Gemuk (overweight) = Health Profile,  Prevalensi obesitas
13,3% 2013). tinggi sebesar 60%
d. Obesitas I = 23,3%  Obesitas (total obesitas I dan
e. Obesitas II = 36,7% 21,8% II)
(Riskesdas,
2018). Permasalahan gizi dilihat
dari IMT adalah obesitas
LILA  KEK WUS  Prevalensi WUS
a. Tidak berisiko KEK = 93,3% 14,5% berisiko KEK rendah
b. Berisiko KEK = 6,7 % (Riskesdas, sebesar 6,7%
2018)
Lingkar Pinggang  Obesitas  Prevalensi obesitas
 Tidak obesitas sentral = sentral 31% sentral tinggi
23,3% (Riskesdas, sebesar 76,7%
 Obesitas sentral = 76,7% 2018).
Permasalahan gizi dilihat
dari lingkar pinggang adalah
obesitas sentral
Asupan Energi dan Zat Gizi
2 Tingkat Kecukupan Energi: 77% EAR Tingkat kecukupan dibawah
Rata-rata asupan energi WUS = EAR
60,20%
Tingkat Kecukupan Karbohidrat: 77% EAR Tingkat kecukupan dibawah
Rata-rata asupan karbohidrat WUS EAR
= 57,18%
Tingkat Kecukupan Protein: 77% EAR Tingkat kecukupan dibawah
Rata-rata asupan protein WUS = EAR
72,79%
Tingkat Kecukupan Lemak: 77% EAR Tingkat kecukupan dibawah
Rata-rata asupan lemak WUS = EAR
75,21%
Tingkat Kecukupan Serat: 77% EAR Tingkat kecukupan dibawah
Rata-rata asupan serat WUS = EAR
22,76%
Tingkat Kecukupan Air: 77% EAR Tingkat kecukupan dibawah
Rata-rata asupan air WUS = 44,99% EAR
Pola Makan
3 Frekuensi makan utama WUS  Mayoritas frekuensi
dalam sehari makan utama WUS
 1-3 kali sehari = 96,7% dalam sehari adalah
 3 kali sehari = 3,3% 1-3 kali/hari.

Variasi Bahan Makanan


4 Tingkat keragaman pangan: Mayoritas tingkat
 Rendah = 60% keragaman pangan WUS
adalah rendah (60%)
 Cukup = 40%
Pengolahan Bahan Makanan
5 Pengolahan dengan cara digoreng: Mayoritas WUS melakukan
 93,3% melakukan pengolahan dengan cara
 6,7% tidak melakukan digoreng dan direbus.

Pengolahan dengan cara direbus:


 80% melakukan
 20% tidak melakukan

Pengolahan dengan cara ditumis:


 66,7% melakukan
 33,3% tidak melakukan

Pengolahan dengan cara dibakar:


 23,3% melakukan
 76,7% tidak melakukan

Pengolahan dengan cara dikukus:


 50% melakukan
 50% tidak melakukan

Kebiasaan Sarapan
6 Waktu WUS sarapan  Mayoritas waktu
 Sebelum pukul 09.00(≤ jam sarapan WUS adalah
09.00) = 83,3% sebelum pukul
 Setelah pukul 09.00 = 09.00.
16,7%
Frekuensi sarapan WUS:  Mayoritas WUS
 Tidak pernah = 3,3% rutin melakukan
 Jarang (1-3x/minggu) = sarapan.
13,3%
 Kadang-kadang (4-
6x/minggu) = 6,7%
Rutin (setiap hari) = 63,3%
Bahan makanan yang biasa  Mayoritas bahan
dikonsumsi: makanan yang biasa
 Makanan pokok, lauk, dikonsumsi WUS
sayur dan atau buah = adalah makanan
76,7% pokok, lauk, dan
 Makanan pokok dan lauk = atau buah.
13,3%
 Makanan pokok dan sayur
= 6,7%
Aktivitas Fisik
7 Aktivitas fisik yang dilakukan WUS Mayoritas aktivitas WUS
sehari-hari: sehari-hari adalah aktivitas
 Ringan = 60% sedang (60%).
 Sedang = 13,3%
 Berat = 26,7%
Fasilitas aktivitas fisik Mayoritas fasilitas aktivitas
 Lapangan = 76,7% fisik adalah lapangan.
 Gedung olahraga = 13,3%
Kegiatan olahraga rutin di Mayoritas olahraga rutin
lingkungan sekitar: adalah senam.
 Senam = 56,7%
 Jalan sehat = 13,3%
 Jogging = 13,3%
Tingkat Pengetahuan
8 Tingkat pengetahuan WUS terkait Pengetahuan terkait gizi dan
gizi dan makanan: makanan pada sasaran
 Pengetahuan sedang = kelompok WUS Kurang.
33,3%
 Pengetahuan kurang =
66,7%
Tingkat pengetahuan WUS terkait Pengetahuan terkait
aktivitas fisik: aktivitas fisik pada sasaran
 Pengetahuan baik = 36,7% kelompok WUS Kurang.
 Pengetahuan kurang =
63,3%
Tingkat pengetahuan WUS terkait Pengetahuan terkait higiene
higiene dan sanitasi: dan sanitasi pada sasaran
 Pengetahuan baik = 6,7% kelompok WUS Kurang.
 Pengetahuan sedang = 40%
 Pengetahuan kurang =
53,3%
Penyakit Infeksi
9 ISPA: Mayoritas WUS tidak
 3,3% WUS mengalami mengalami ISPA.
 96,7% WUS tidak
mengalami
Batuk: Mayoritas WUS tidak
 33,3% WUS mengalami mengalami batuk.
 66,7% WUS tidak
mengalami
Diare: Mayoritas WUS tidak
 6,7% WUS mengalami mengalami diare.
 93,3% WUS tidak
mengalami
Typhus: Mayoritas WUS tidak
 100% WUS tidak mengalami typhus.
mengalami
Cacar: Mayoritas WUS tidak
 100% WUS tidak mengalami cacar.
mengalami
Demam: Mayoritas WUS tidak
 100% WUS tidak mengalami demam.
mengalami
Higiene dan Sanitasi
10 Frekuensi dalam membersihkan Mayoritas WUS rutin
rumah: membersihkan rumah.
 Jarang (1-2x/minggu) =
3,3%
 Cukup (3-5x/minggu) =
10%
 Rutin (setiap hari) = 86,7%
Cara penyimpanan bahan Mayoritas WUS melakukan
makanan: penyimpanan bahan
 Benar = 70% makanan secara benar.
 Salah = 30%
Letak MCK/jamban/WC/kamar Mayoritas WUS memiliki
mandi: MCK/jamban/WC/kamar
 Didalam rumah = 86,7% mandi didalam rumah.
 Diluar rumah = 13,3%
Akses Informasi Gizi dan Kesehatan
11 WUS pernah menerima informasi Mayoritas WUS tidak
terkait gizi dan kesehatan: pernah menerima informasi
 30% pernah terkait gizi dan kesehatan.
 70% tidak pernah
Sumber informasi terkait gizi dan Mayoritas sumber informasi
kesehatan: berasal dari tenaga
 Buku/majalah = 3,3% kesehatan.
 Televise = 6,7%
 Internet/HP = 3,3%
 Tenaga kesehatan = 13,3%

Participation Analysis Wanita Usia Subur (WUS)

Person/Group Categories Characteristic Interest, Potentials Implications


motives, (strength/weakness) for the
attitude Project
Bidan
Bidan Pelaku Tegas, peduli Ingin mengatasi (+) Pengetahuan Dapat
dengan permasalahan mengenai kesehatan memantau
masalah kesehatan tinggi. dan
kesehatan (+) Mengerti memberikan
permasalah yang masukan
terjadi dan pada
mengetahui pelaksanaan
karakteristik sasaran kegiatan yang
utama di daerah. telah
tersebut direncanakan.
(+) Dipercaya oleh
masyarakat.

(-) Memiliki
kesibukan lain yang
lebih utama
Perawat Pelaku Tegas, peduli Ingin mengatasi (+) Pengetahuan Dapat
dengan permasalahan mengenai kesehatan memantau
masalah kesehatan tinggi. dan
kesehatan (+) Mengerti memberikan
permasalah yang masukan
terjadi dan pada
mengetahui pelaksanaan
karakteristik sasaran kegiatan yang
utama di daerah. telah
tersebut direncanakan.
(+) Dipercaya oleh
masyarakat.

(-) Memiliki
kesibukan lain yang
lebih utama
Tokoh Pelaku Tegas, peduli Ingin (+)Memberikan Dapat
masyarakat/ dengan masyarakat pengaruh yang kuat membantu
perangkat masyarakat, sehat dan kepada sasaran menggerakk
desa dan dihormati sejahtera utama untuk an
mengikuti kegiatan masyarakat
intervensi untuk ikut
(-)Memiliki serta dalam
kesibukan lain yang kegiatan
lebih utama
Kader Pelaku Sabar, tekun, Ingin (+) Mengetahui Membantu
posyandu dan lebih mengetahui kegiatan-kegiatan menjembata
mengerti masalah yang ada di ni
sasaran kesehatan yang posyandu yang pelaksanaan
ada dan berkaitan dengan kegiatan
penyelesaiannya sasaran utama beserta
(+)Lebih mengenal tujuannya
sasaran utama di dengan
kehidupan sehari- sasaran
hari utama yang
telah
(-)Memiliki kegiatan disepakati
lain yang lebih
diutamakan
Suami Pelaku Berorientasi Ingin melindungi (+) Lebih mengetahui Dapat
pada istrinya dari karakteristik sasaran membantu
keluarga, masalah utama disbanding mengawasi
lebih dekat kesehatan pelaku lain sasaran
dengan (+) Pengambil utama dalam
sasaran keputusan dan sosok menjaga
utama yang dihormati oleh kesehatannya
sasaran utama

(-) Memiliki
kesibukan tersendiri
WUS Sasaran Berorientasi Tidak ingin (+) Lebih dapat Menjadi
utama pada dirinya menerima informasi sasaran
keluarga, suka mengalami baru tentang utama
bergaul masalah kesehatan yang terhadap
dengan kesehatan berkaitan dengan kegiatan yang
sesama dirinya telah
direncanakan
(-) Tidak
menganggap
masalah jika tidak
mengetahui akibat
buruknya

No Kriteria Goal: Memperbaiki status gizi pada WUS


Menyeimbangkan Meningkatkan
asupan makan aktivitas fisik
1 Sumber daya:
a. Manusia 5 3
b. Dana 5 3
c. Sarana 4 2
d. Prasarana 4 2
e. Waktu 4 4
2 Sustainability (keberlanjutan) 4 3
4 Dukungan masyarakat 5 4
5 Dukungan pemerintah 5 4
Total 36 25

Keterangan:

1 = Sangat sulit/sangat tidak mungkin

2 = Sulit/tidak mungkin

3 = Sedang

4 = mudah/mungkin

5 = Sangat mudah/sangat mungkin

Kesimpulan:

Berdasarkan hasil Alternative Analysis, dapat disimpulkan bahwa strategi yang dipilih adalah Strategi
1, yaitu menyeimbangkan asupan makan WUS sebagai intervensi untuk memperbaiki status gizi
WUS.
Problem Tree

Prevalensi WUS dengan


kategori obesitas tinggi

Tingkat aktivitas fisik Ketidakseimbangan asupan makan (zat


kurang gizi makro dan serat)

Rendahnya asupan serat

Tingginya pengolahan Kurangnya


bahan makanan keragaman pangan
dengan cara digoreng

Kurangnya Kurangnya
pengetahuan terkait pengetahuan terkait
aktivitas fisik gizi dan kesehatan

Kurangnya akses
terhadap informasi
gizi dan kesehatan
Objective tree

Menurunkan prevalensi
obesitas pada WUS

Tingkat aktivitas fisik Asupan makan (zat gizi makro dan serat)
meningkat seimbang

Asupan serat meningkat

Pengolahan bahan Keragaman pangan


makanan dengan cara meningkat
digoreng menrun

Pengetahuan terkait Pengetahuan terkait


aktivitas fisik gizi dan kesehatan
meningkat meningkat

Akses terhadap
informasi gizi dan
kesehatan meningkat
MATRIK PERENCANAAN PROGRAM (MPP)
PROJECT PLANNING MATRIX (PPM)

Nama Program: ASIK (Ayo Senam Pagi, Ker!)


Jangka Waktu: 3 (tiga) bulan

Tujuan dan Kegiatan Program Indikator Program Sumber-sumber Asumsi-asumsi


Pembuktian penting
objektif
a. Overall Goal (sasaran Penurunan - Data Survei - Hasil data
program) prevalensi obesitas Penilaian Status pengukuran tidak
Menurunkan pada WUS usia 15- Gizi sesuai
prevalensi obesitas 49 tahun hingga - Survei oleh staff
pada WUS. sebesar 21,8% monev program
(Riskesdas, 2018)
b. Selected Purpose Asupan makan - 24-hour recall - Kurangnya
Project (Tujuan WUS seimbang dan motivasi dalam
program terpilih) sesuai dengan menerapkan pola
Menyeimbangkan kebutuhan (77% makan sehat
asupan makan WUS. EAR) - Kurang
beragamnya jenis
makanan yang
dikonsumsi
- Pengolahan
makanan
cenderung lebih
banyak digoreng
c. Results/outputs (Hasil 1) Meningkatkan 1) 24-hour - Kurangnya
dan Luaran) kebiasaan recall motivasi dalam
1) Kebiasaan konsumsi 2) Wawancara penerapan pola
konsumsi makanan yang 3) pre-test makan dan pola
makanan yang seimbang dan post- hidup yang sehat
seimbang sebesar 80% test - Kurangnya
meningkat 2) Meningkatkan dukungan dari
2) Meningkatkan kebiasaan instansi setempat
kebiasaan aktivitas fisik - Fasilitas atau
aktivitas fisik sebesar 80% sarana yang
3) Pengetahuan 3) Pengetahuan kurang memadai
terkait zat gizi, terkait zat gizi, - Terbatasnya dana
berat badan berat badan dalam
ideal, dan ideal, dan penyelenggaraan
aktivitas fisik aktivitas fisik kegiatan
meningkat. meningkat
menjadi >80%
d. Activities (Kegiatan) - Kurangnya
1) Emo Demo Piringku 1.1 Peningkatan 1.1 Pre-test dan motivasi dalam
Seimbang. pengetahuan post-test mengikuti
Demonstrasi emo ibu dari secara lisan kegiatan edukasi
demo terkait komposisi sebelum dan - Terbatasnya
dan porsi makan yang setelah waktu untuk
seimbang bagi WUS. kegiatan emo hadir dalam
demo mengikuti
1.2 Peserta kegiatan edukasi
antusias dalam 1.2 Melihat proses - Proses kegiatan
mengikuti dan berlangsungnya yang kurang
memperhatikan kegiatan emo kondusif
kegiatan emo demo - Kurangnya
demo dukungan dari
2) KAZI (Kajian Gizi) 2.1 Peningkatan 2.1 Pre-test dan perangkat desa
Pemberian edukasi pengetahuan post-test dan kader
terkait zat gizi pada ibu dari secara lisan - Kurangnya
makanan, sumber zat sebelum dan fasilitas dan
gizi, dan manfaat zat setelah sarana yang
gizi. kegiatan mendukung
pemberian
edukasi
2.2 Peserta 2.2 Melihat proses
mendengarkan berlangsungnya
dan kegiatan dan
memperhatikan menanyakan
informasi yang kesimpulan
diberikan materi kepada
ibu-ibu secara
lisan
3) Ngobrol Ber-Ide 3.1 Peningkatan 3.1 Pre-test dan
(Ngobrolin Berat pengetahuan post-test
Badan Ideal) ibu dari secara lisan
Edukasi terkait berat sebelum dan
badan ideal, cara setelah
menghitung dan kegiatan
manfaat berat badan pemberian
ideal. edukasi
3.2 Peserta 3.2 Melihat proses
mendengarkan berlangsungnya
dan kegiatan dan
memperhatikan menanyakan
informasi yang kesimpulan
diberikan materi kepada
ibu-ibu secara
lisan
4) Games Cermati: Benar 4.1 Peserta 4.1 Melihat proses
atau Salah? antusias dalam berlangsungnya
Games cerdas cermat menjawab kegiatan
menggunakan media pertanyaan
kertas benar-salah 4.2 Peserta 4.2 Ibu-ibu dapat
mengenai aktivitas mendengarkan menjawab
fisik. dan kembali
memperhatikan pertanyaan
klarifikasi yang diajukan
jawaban yang secara lisan
benar
5) DARLING 5.1 Responden 5.1 Melihat isi
(Pendampingan Rasa dapat mengisi buku diary
Konseling) buku diary asupan
Merupakan kegiatan asupan
pendampingan dan 5.2 Pengetahuan 5.2 Pre-test dan
konseling yang responden post-test
dilakukan kepada satu terkait gizi dan secara lisan
responden dengan makanan
kondisi obesitas. meningkat
Kegiatan dilakukan
melalui kunjungan ke
rumah responden
sebanyak 3 kali untuk
memonitor asupan
makan dan
meningkatkan
pengetahuan gizi dan
makanan.
Sarana dan Biaya Program
Sarana Biaya
Konsumsi peserta Rp 27.000,-
Hadiah peserta Rp 100.000,-
Cetak flipchart Rp 25.000,-
Cetak booklet Rp 21.000,-
Print kertas absensi Rp 500,-
Print media emo demo Rp 4.500,-
Print media games Rp 1.000,-
TOTAL Rp 179.000,-
1. Emo Demo Piringku Seimbang
i. Latar Belakang
Dalam mengontrol berat badan, diperlukan konsumsi makanan dengan komposisi dan
porsi yang seimbang. Berdasarkan hasil analisis data dasar, ditemukan bahwa sebesar
66,7% WUS memiliki tingkat pengetahuan gizi yang tergolong kurang dengan kebiasaan
makan dengan komposisi makanan yang tidak seimbang sebesar 76,7%. Mengetahui
komposisi dan porsi makan yang seimbang sangat penting supaya asupan makanan tidak
terlalu kurang maupun terlalu banyak.
ii. Tujuan
Untuk meningkatkan pengetahuan WUS terkait komposisi dan porsi makan yang seimbang
salam satu kali makan.
iii. Asumsi Positif dan Negatif
Asumsi Positif
 WUS antusias mengikuti kegiatan emo demo
 WUS aktif bertanya dan menjawab pertanyaan yang diajukan
 WUS mengerti penjelasan yang diberikan
Asumsi Negatif
 WUS tidak memperhatikan saat kegiatan emo demo
 WUS tidak mengerti pesan yang disampaikan dari kegiatan emo demo
 WUS meninggalkan tempat saat acara berlangsung
iv. Metodologi/Strategi pendekatan

Kegiatan dilaksanakan di Posyandu Kasembon dengan meminta perizinan dari ketua kader
untuk meminjam ruangan posyandu, kemudian dilanjutkan dengan melakukan koordinasi
dengan ibu bidan. Sebelum hari kegiatan, dibuat undangan untuk ibu-ibu WUS yang akan
diundang dalam mengikuti kegiatan, kemudian undangan dititipkan pada ketua kader
untuk kemudian disebarkan.

v. Hasil dan Pelaksanaan


 Sasaran dan Jumlah Peserta
Sasaran utama kegiatan adalah wanita usia subur. Jumlah peserta adalah 6 orang.
 Waktu
Selasa, 1 Oktober 2019. Pukul 15.00 – 15.45 WIB
 Tempat
Posyandu Kasembon
 Kelengkapan
- Flipchart
- Kertas isi piring
- Konsumsi
- Lembar absensi peserta
- Hadiah
 Teknis Pelaksanaan
Peserta yang hadir merupakan ibu rematri yang diundang untuk menghadiri
kegiatan. Sebelum kegiatan emo demo dimulai, peserta diberikan beberapa
pertanyaan sebagai pre-test secara lisan. Setelah dilakukan pre-test, MC meminta
2 perwakilan ibu-ibu untuk melakukan emo demo dengan mengisi kertas isi piring
sesuai dengan kebiasaan makannya. PJ kegiatan membacakan aturan emo demo,
kemudian perwakilan peserta melakukan emo demo sesuai dengan aturan yang
disampaikan. Setelah selesai, PJ kegiatan menanyakan pada peserta mana isi piring
yang benar, kemudian dilakukan klarifikasi dan materi bagaimana isi piring yang
sesuai sehingga komposisi dan porsi makan seimbang. Setelah pemberian
klarifikasi dan materi, PJ kegiatan menanyakan pertanyaan secara lisan sebagai
post-test untuk mengetahui apakah terdapat peningkatan pengetahuan.
 Susunan Acara
Waktu Kegiatan
15.10-15.15 Pembukaan dan perkenalan
15.15-15.20 Pemaparan aturan emo- demo dan tujuan emo-demo
15.20-15.25 Pemberian pertanyaan pre-test secara lisan
15.25-15.35 Sesi emo-demo piringku seimbang
15.35-15.50 Pembahasan, klarifikasi, dan pemberian materi gizi
seimbang
15.50-16.00 Pemberian pertanyaan post-test secara lisan

 Petugas
- Penanggung jawab: Shafira Hanifa
- MC: Ahmad Ramadhan
- Absensi: Fitri Asri
- Dokumentasi: Stephani Anggita
vi. MONEV
Monitoring
Monitoring dilihat dari pemahaman WUS terkait pesan yang disampaikan melalui pre-test
dan post-test secara lisan serta melihat antusias peserta dengan melihat secara langsung
proses kegiatan emo-demo.
Evaluasi
 WUS yang mendapatkan edukasi sebanyak 6 orang dengan 2 orang sebagai
perwakilan emo-demo
 4 orang WUS aktif bertanya
 Semua WUS memperhatikan proses kegiatan emo-demo
 Semua WUS memahami pesan yang ingin disampaikan dari kegiatan emo-demo
vii. Kesimpulan dan Saran
Kesimpulan
Secara keseluruhan, kegiatan emo-demo dapat diterima dengan baik oleh peserta dan
dapat berjalan dengan lancar. Semua peserta antusias dalam mengikuti kegiatan dengan
aktif menjawab dan memberikan pertanyaan
Saran
 Sebaiknya undangan yang disebar lebih banyak sehingga peserta yang datang
dapat lebih banyak.
 Lebih dipersiapkan supaya kegiatan dapat lebih baik lagi
viii. Biaya Kegiatan
 Konsumsi 1 x Rp 27.000,00 = Rp 27.000,00
 Cetak kertas isi piring 9 x Rp 1.000,00 = Rp 8.500,00
 Hadiah 2 x Rp 7.000,00 = Rp 14.000,00
______________ +
Total = Rp 49.500

2. KAZI (Kajian Gizi)


i. Latar Belakang
Pengetahuan terkait zat gizi diperlukan kuntuk memberikan pemahaman bahwa
pemenuhan zat gizi sangat penting dalam memenuhi kebutuhan gizi harian. Berdasarkan
hasil analisis data dasar, ditemukan bahwa sebesar 70% WUS tidak pernah menerima
informasi terkait gizi dan makanan sehingga sebesar 66,7% WUS memiliki pengetahuan
yang kurang terkait gizi dan makanan.
ii. Tujuan
Untuk meningkatkan pengetahuan WUS terkait zat gizi, sumber zat gizi, dan manfaat zat
gizi bagi tubuh.
iii. Asumsi Positif dan Negatif
Asumsi Positif
 WUS antusias mengikuti kegiatan edukasi
 WUS aktif bertanya dan menjawab pertanyaan yang diajukan
 WUS mengerti penjelasan yang diberikan
Asumsi Negatif
 WUS tidak memperhatikan saat pemaparan materi
 WUS tidak mengerti materi yang disampaikan
 WUS meninggalkan tempat saat acara berlangsung
iv. Metodologi/Strategi pendekatan

Kegiatan dilaksanakan di Posyandu Kasembon dengan meminta perizinan dari ketua kader
untuk meminjam ruangan posyandu, kemudian dilanjutkan dengan melakukan koordinasi
dengan ibu bidan. Sebelum hari kegiatan, dibuat undangan untuk ibu-ibu WUS yang akan
diundang dalam mengikuti kegiatan, kemudian undangan dititipkan pada ketua kader
untuk kemudian disebarkan.

v. Hasil dan Pelaksanaan


 Sasaran dan Jumlah Peserta
Sasaran utama kegiatan adalah wanita usia subur. Jumlah peserta adalah 6 orang.
 Waktu
Selasa, 1 Oktober 2019. Pukul 15.00 – 15.45 WIB
 Tempat
Posyandu Kasembon
 Kelengkapan
- Flipchart
- Kertas isi piring
- Konsumsi
- Lembar absensi peserta
- Hadiah
 Teknis Pelaksanaan
Peserta yang hadir merupakan ibu rematri yang diundang untuk menghadiri
kegiatan. Sebelum kegiatan emo demo dimulai, peserta diberikan beberapa
pertanyaan sebagai pre-test secara lisan. Setelah dilakukan pre-test, MC meminta
2 perwakilan ibu-ibu untuk melakukan emo demo dengan mengisi kertas isi piring
sesuai dengan kebiasaan makannya. PJ kegiatan membacakan aturan emo demo,
kemudian perwakilan peserta melakukan emo demo sesuai dengan aturan yang
disampaikan. Setelah selesai, PJ kegiatan menanyakan pada peserta mana isi piring
yang benar, kemudian dilakukan klarifikasi dan materi bagaimana isi piring yang
sesuai sehingga komposisi dan porsi makan seimbang. Setelah pemberian
klarifikasi dan materi, PJ kegiatan menanyakan pertanyaan secara lisan sebagai
post-test untuk mengetahui apakah terdapat peningkatan pengetahuan.
 Susunan Acara
Waktu Kegiatan
15.10-15.15 Pembukaan dan perkenalan
15.15-15.20 Pemaparan aturan emo- demo dan tujuan emo-demo
15.20-15.25 Pemberian pertanyaan pre-test secara lisan
15.25-15.35 Sesi emo-demo piringku seimbang
15.35-15.50 Pembahasan, klarifikasi, dan pemberian materi gizi
seimbang
15.50-16.00 Pemberian pertanyaan post-test secara lisan

 Petugas
- Penanggung jawab: Shafira Hanifa
- MC: Ahmad Ramadhan
- Absensi: Fitri Asri
- Dokumentasi: Stephani Anggita

vi. MONEV
Monitoring
Monitoring dilihat dari pemahaman WUS terkait pesan yang disampaikan melalui pre-test
dan post-test secara lisan serta melihat antusias peserta dengan melihat secara langsung
proses kegiatan emo-demo.
Evaluasi
 WUS yang mendapatkan edukasi sebanyak 6 orang dengan 2 orang sebagai
perwakilan emo-demo
 4 orang WUS aktif bertanya
 Semua WUS memperhatikan proses kegiatan emo-demo
 Semua WUS memahami pesan yang ingin disampaikan dari kegiatan emo-demo
vii. Kesimpulan dan Saran
Kesimpulan
Secara keseluruhan, kegiatan emo-demo dapat diterima dengan baik oleh peserta dan
dapat berjalan dengan lancar. Semua peserta antusias dalam mengikuti kegiatan dengan
aktif menjawab dan memberikan pertanyaan
Saran
 Sebaiknya undangan yang disebar lebih banyak sehingga peserta yang datang
dapat lebih banyak.
 Lebih dipersiapkan supaya kegiatan dapat lebih baik lagi
viii. Biaya Kegiatan
 Konsumsi 1 x Rp 27.000,00 = Rp 27.000,00
 Cetak kertas isi piring 9 x Rp 1.000,00 = Rp 8.500,00
 Hadiah 2 x Rp 7.000,00 = Rp 14.000,00
______________ +

Total = Rp 49.500

 WUS antusias mendengarkan informasi yang diberikan


 WUS aktif bertanya dan menjawab pertanyaan yang diajukan
 WUS mengerti penjelasan yang diberikan
Asumsi Negatif
 WUS tidak memperhatikan saat pemberian edukasi dikarenakan lingkungan tidak
kondusif WUS tidak mengerti materi yang diberikan WUS meninggalkan
tempat saat acara berlangsung