Anda di halaman 1dari 2

Kelompok 5

Dwi Astuti1713411041 Intan Wulandari Sukoco1713411046


Amelia Setiyawati1713411042 Tasya Aulia1713411047
Evirasari Nafisyah1713411043 Indah Rahmawati Syahputri1713411048
Safira Finanda NS1713411044 Vina Hasana1713411049
Indah Amarti Cusia1713411045 Melya Zahara1713411050

Kasus 1
Sorang ahli gizi A yang baru lulus bekerja di Rumah Sakit Swasta Internasional, diberi tugas
menjadi ahli gizi di ruang rawat inap khusus yaitu Intensive Care Unit (ICU). Suatu hari A
mengajukan cuti sebagai haknya selama 1 (satu) minggu. Selama cuti ada ahli gizi B yang
menggantikannya selama dia cuti.
Diruang ICU tsb ada seorang pasien Tn.C yang keadaan umumnya kurang baik , dan harus
melakukan beberapa pemeriksaan medis untuk menunjang diagnosa penyakitnya. Pada hari
terakhir A masuk kerja, Tn. C harus puasa untuk suatu pemeriksaan, Ahli Gizi A tidak
menulis dalam catatan pasien. Ahli gizi A juga tidak melakukan timbang terima pekerjaan
dengan Ahli Gizi B. Perawat menemui istri Tn,C memberikan obat untuk diminum. Namun
istri Tn,C berinisiatif sendiri membeli bubur untuk suaminya tanpa berkonsultasi lebih dulu,
dan menganggap bahwa harus makan sebelum minum obat harus makan dulu.
Namun keesokan harinya, Tn.C meninggal dunia. Karena kasus meninggalnya Tn.C, maka
ahli gizi A dan B dipanggil untuk menjadi saksi dalam beberapa kali persidangan. Setelah
dilakukan autopsi ternyata ditemukan bubur di saluran pencernaan Tn.C.
Diskusikan dengan kelompok di dalam kelas.

1) Menurut saudara, apakah ahli gizi A dan B mempunyai kesalahan dalam proses pelayanan
kepada Tn. C?
Iya, karena ahli gizi A pada saat hari terakhir kerja pasien Tn C harus puasa untuk
suatu pemeriksaan tetapi ahli gizi A tidak menulis didalam buku catatan pasien. Dan perawat
pun memberikan obat untuk diminum pasien, karena melihat buku catatan tidak ada catatan
hari ini dari ahli gizi A bahwa pasien Tn C harus berpuasa hari ini untuk melakukan
pemeriksaan hari ini dan istri pun membelikannya bubur dari luar karena sang istrin pasien
beranggapan sebelum minum obat harus makan terlebih dahulu.
Dari pengamatan diatas dapat disimpulkan bahwa kesalahan ahli A yang ceroboh
dalam bertugas atau mis komunikasi dengan Ahli gizi B. Ahli gizi A yang saat itu akan
melakkan cuti dan tidak mencatat setiap perkembangan pasien didalam buku catatan pasien
serta tidak melakukan serah terima kepada ahli gizi B dan kesalahan juga pada istri pasien
yang tidak bertanya lebih lanjut yang pada saat itu membelikan bubur dari luar.
2) Aspek kewajiban apa yang tidak dipenuhi oleh ahli gizi A dan B ?
Kewajiban yang tidak dipenuhi oleh ahli gizi A dan B yaitu, tidak mematuhi standar
profesi, standar pelayanan, dan standar operasional prosedur sehingga terjadi kesalahan yang
berakibat fatal berupa kelalaian ahli gizi A tidak meninggalkan catatan bahwa pasien harus
berpuasa, dan tidak melakukan timbang terima pekerjaan dengan ahli gizi B sebelum cuti.
Selain itu ahli gizi A dan B juga tidak memberikan informasi tentang masalah gizi yang
sedang dihadapi pasien.
3) Apakah ada sangsi yang harus diberikan kepada ahli gizi A dan B ?
Iya, Karena kelalaian yang dilakukan oleh ahli gizi tersebut dapat mebahayakan hidup
seseorang, karena mereka tidak menjalankan kewajiban sebagai ahli gizi, dimana salah
satunya adalah memberikan edukasi/konseling kepada pasien maupun keluarga pasien, serta
berkoordiansi dengan profesi lain. Juga harus melakukan timbang terima pekerjaan kepada
yang lain.
4) Menurut saudara jika ahli gizi A dan B bersalah, apa akibatnya terhadap korps ahli gizi?
Kekuatan profesi terletak pada kesatuan profesinya serta berkualitasnya SDM pada
organisasi profesi tersebut. Oleh karena itu bila terjadi pelanggaran oleh salah satua anggota
bisa berdampak buruk bagi citra baik yang telah dibangun dengan susah payah oleh teman
teman seprofesi yang lain serta akan berdampak buruk bagi kemajuan profesi dan pada
akhirnya kepada citra tenaga gizi dilingkup masyarakat.
5) Agar supaya ahli gizi A dan B tidak dinyatakan ikut bersalah pada kasus meninggalnya
Tn.C, apa yang harus dilakukan agar tidak terjadi kasus di atas. Jelaskan dengan
menguraikan kewajiban ahli gizi dalam kode etik.