Anda di halaman 1dari 6

PERCOBAAN 1

GOOD LABORATORY PRACTICE (1)

Di Susun oleh :

Andhika Megantara 3311141006

Diki Rahmawan 3311141013

Widia Rachmawati 3311141017

Hasna Ayusuparti 3311141028

Kamila Khairiyah 3311141031

Kelas : Farmasi A

Kelompok : 7

Laboratorium Kimia Farmasi Dasar

Fakultas Farmasi

Universitas Jenderal Achmad Yani

2014
1. Nomor Percobaan
Percobaan 1
2. Judul Percobaan
GOOD LABORATORY PRACTICE (1)
3. Prinsip Percobaan
Pada GLP penimbangan yaitu mengamati ciri-ciri fisik dan menimbang
senyawa yang akan dianalisis
GLP pelarutan zat yaitu melarutkan senyawa dan menghitung konsentrasi
larutan tersebut.
GLP reaksi senyawa dan pelaporan data yaitu mereaksikan 2 larutan yang
berbeda dan mengamati hasil reaksi yang terjadi.
4. Tujuan Percobaan
Mengetahui penerapan Good Laboratory Practice di Laboratorium Farmasi
untuk meyakinkan bahwa data hasil pengujian yang dilakukan telah
mempertimbangkan perencanaan dan pelaksanaan yang benar.

5. Tinjauan Pustaka
Good Laboratory Practice adalah aturan-aturan, prosedur-prosedur dan praktek
di laboratorium yang cukup untuk menjamin mutu dan intensitas data analitik
yang dikeluarkan oleh sebuah aspek teknis dan manajemen secara
keseluruhan, yang meliputi organisasi fasilitas,tenaga,metode
analisa,pelaksanaan analisa,monitoring laboratorium.Sehingga dihasilkan data
yang terpercaya dengan tingkat keakuratan yang tinggi dan memenuhi standar
persyaratan kesehatan dan keselamatan kerja di laboratorium.
Menurut Farmakope Indonesia edisi III, larutan adalah sediaan cair yang
mengandung satu atau lebih zat kimia yang terlarut.
Menurut Farmakope Indonesia edisi III, pelarut adalah sebuah cairan yang
digunakan untuk melarutkan zat aktif.
Menurut buku Kimia Universitas,hasil persentase adalah ukuran efisien suatu
reaksi.
Menurut buku Kimia Universitas, konsentrasi molaritas adalah jumlah mol
suatu zat terlarut dalam larutan dibagi dengan volume larutan yang ditentukan
dalam liter.
Menurut Farmakope Indonesia edisi ke IV,pereaksi adalah suatu zat yang
digunakan sebagai pereaksi atau sebagai unsur popok dari larutan.
6. Percobaan dan Hasil Percobaan

6.1 GLP Penimbangan(PengukuranBeratSenyawa)

Beberapa senyawa ditimbang tepat dengan menggunakan wadah dan


timbangan yang sesuai.Jumlah bahan yang dianalisis harus tepat untuk membuat 0,1
molar sebanyak 50 ml

No NamaSenyawa Wujud Warna Aroma JumlahBahan


1 Natriumhidroksida Padat Putih TidakBerbau 0,2 g
(NaOH)
2 Tembaga(II)sulfat Serbuk Biru TidakBerbau 1,25 g
(CuSO4.5H2O)
3 Besi(III)klorida Serbuk Orange Berbau 0,81 g
(FeCl3)
4 Natriumklorida Serbuk Putih TidakBerbau 0,29 g
(NaCl)
5 Asamklorida Cair Bening TidakBerbau 2,37 ml
(HCl)
6.2 GLP Pelarutan Zat

1. Disiapkan labu ukur 50 ml yang sudah bersih dan kering yang dilengkapi
dengan corong
2. Zat padat/cair yang sudah ditimbang dimasukan kedalam labu emnggunakan
corong yang terpasang pada mulut labu
3. Zat yang masih tersisa pada perkamen/wadah dibilas menggunakan aquades
sehingga zat masuk kedalam labu ukur
4. Aquades ditambahkan sedikit demi sedikit
5. Leher bagian dalam labu ukur dikeringkan dengan tisu sebelum tinggi cairan
mencapai garis batas
6. Aquades ditambahkan 50 ml kedalam labu ukur
7. Cairan di kocok/dihomogenkan dengan cara direbah dan ditegakan bergantian
sekitar 20 detik. Tidak boleh di kocok dengan gerakan atas bawah
8. Larutan di dalam labu dipindahkan ke dalam botol pereaksi dan ditutup.
9. Setiap botol pereaksi diberi label identitas,berisi nama kimia senyawa, rumus
kimia, dan konsentrasi

No NamaSenyawa Berat Volume KonsentrasiLarutan


% M N
1 Natriumhidroksida 0,2 g 0,4 % 0,1
(NaOH)
2 Tembaga(II)sulfat 1,2 g 2,4% 0,19
(CuSO4.5H2O)
3 Besi(III)klorida 0,8 g 1,6% 0,3
50 ml 0,1 M
(FeCl3)
4 Natriumklorida 0,29 g 0,58% 0,09
(NaCl)
5 Asamklorida 2,37 ml 4,74% 1,3
(HCl)

6.3 GLP Reaksi Senyawa dan Pelaporan Data

1. Beberapa larutan zat pada percobaan 2.2 diisikan sebnyak 10 tetes ke dalam
tabung reaksi,lalu tetes demi tetes ditambahkan pereaksi yang sesuai sampai
terjadi perubahan yang jelas

No NamaSenyawa NamaPereaksi JumlahTetesPereaksi HasilPengamatan


Yang Di Analisis
1 Natriumhidroksida Tembaga(II)sulfat 5 Biru keruh, ada
(NaOH) (CuSO4.5H2O) endapan
2 Tembaga(II)sulfat Asamklorida 4 Tidak berubah
(CuSO4.5H2O) (HCl) warna, tidak ada
endapan
3 Besi(III)klorida Natriumhidroksida 4 Orange, ada
(FeCl3) (NaOH) endapan
4 Natriumhidroksida Tembaga(II)sulfat 5 Bening, tidak ada
(NaOH) (CuSO4.5H2O) endapan
5 Asamklorida Tembaga(II)sulfat 5 Bening, tidak ada
(HCl) (CuSO4.5H2O) endapan

1. NaOH+CuSO4→Na2SO4+Cu(OH2)
2. CuSO4+HCl→CuCl2+H2SO4
3. FeCl3+NaOH→Fe(OH)3 + NaCl
4. NaOH+ CuSO4→ Na2SO4 + Cu(OH)2
5. HCl+ CuSO4→H2SO4+ CuCl2

7. Pembahasan dan Kesimpulan

Kesimpulan :

GLP harus dipahami secara normal. Seluruh praktikum juga mencatat setiap hasil dan
percobaan ini agar tidak ada kehilangan data dan meyebabkan kesulitan dalam
perhitungan penentu data hasil akhir percobaan.
Campuran 2 senyawa atau lebih dapat memberikan reaksi namun ada juga yang tidak
bereaksi. Bereaksi atau tidaknya suatu zat dapat dilihat dari sifat kimia dan fisika.
Suatu larutan contohnya adalah perubahan warna dan ada tidaknya endapan.
Dalam GLP pelarutan zat kita dituntut untuk mencari persentasi molaritas dan
normalitas ketika zat tersebut telah dilarutkan dengan aquades.
Daftar Pustaka

Brady, James E. “ Kimia Universitas Jilid 1”. Binarupa Aksara.

Farmakope Indonesia Edisi III. 1979.

Farmakope Indonesia Edisi IV. 1995

Info Seminar21.com