Anda di halaman 1dari 10

DAFTAR ISI

LEMBAR JUDUL

HALAMAN PENGESAHAN

BIODATA PENULIS

KATA PENGANTAR

Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Undang–Undang Republik Indonesia Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen mengamanatkan
adanya pembinaan dan pengembangan profesi

guru sebagai aktualisasi dari profesi pendidik. Untuk merealisasikan amanah undang-undang
sebagaimana dimaksud, pada tahun 2019 Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan melalui Direktorat
Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan melaksanakan Program Pengembangan Keprofesian

Berkelanjutan (PKB) melalui Peningkatan Kompetensi Pembelajaran (PKP) Berbasis Zonasi. Program PKB
melalui PKP bertujuan untuk meningkatkan kompetensi peserta didik melalui pembinaan guru dalam
merencanakan, melaksanakan sampai dengan mengevaluasi pembelajaran yang berorientasi pada

keterampilan berpikir tingkat tinggi (Higher Order Thinking Skills/HOTS).Program ini dilaksanakan secara
berjenjang mulai dari Pembekalan Narasumber Nasional, Pembekalan Instruktur Nasional, Pembekalan
Guru Inti dan selanjutnya Program Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan (PKB) melalui Peningkatan
Kompetensi Pembelajaran (PKP) Berbasis Zonasi. Sebagai salah satu upaya untuk mendukung
keberhasilan program Direktorat Pembinaan Guru Pendidikan Dasar memfasilitasi kegiatan penyusunan
Buku Pegangan Pembekalan Guru Inti di Zonasi ProgramPengembangan Keprofesian Berkelanjutan (PKB)
melalui PeningkatanKompetensi Pembelajaran (PKP). Semoga kegiatan Pembekalan Guru
Sasaran di Zonasi Program Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan (PKB)
melalui Peningkatan Kompetensi Pembelajaran (PKP) Berbasis Zonasi dapat
meningkatkan kualitas para Guru sasaran di Zonasi dalam mengaplikasikan Pembelajaran
HOTS Disekolah zonasi masing-masing.

BAB I PENDAHULUAN

A.LATAR BELAKANG MASALAH

Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional pasal


57 menyatakan bahwa evaluasi dilakukan dalam rangka pengendalian mutu
pendidikan secara nasional sebagai bentuk akuntabilitas penyelenggara pendidikan
kepada pihak-pihak yang berkepentingan. Evaluasi dilakukan terhadap peserta
didik, lembaga, dan program pendidikan pada jalur formal dan nonformal untuk
semua jenjang, satuan, dan jenis pendidikan.
Ujian Nasional (UN) dan Ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN) merupakan
bagian yang tidak dapat dipisahkan dari sistem pendidikan nasional. UN adalah
sistem evaluasi standar pendidikan dasar dan menengah secara nasional dan
persamaan mutu tingkat pendidikan antar daerah yang dilakukan oleh Pusat
Penilaian Pendidikan. Sebagai bagian dari evaluasi, Indonesia melakukan
benchmark internasional dengan mengikuti Trends in International Mathematics
and Science Study (TIMSS) dan Programme for International Student Assessment
(PISA).
Hasil TIMMS tahun 2015 untuk kelas IV sekolah dasar, Indonesia mendapatkan ratarata nilai 397
dan menempati peringkat 4 terbawah dari 43 negara yang mengikuti
TIMMS (Sumber: TIMMS 2015 International Database). Sekitar 75% item yang
diujikan dalam TIMSS telah diajarkan di kelas IV Sekolah Dasar dan hal tersebut
lebih tinggi dibanding Korea Selatan yang hanya 68%, namun kedalaman
pemahamannya masih kurang. Dari sisi jam pembelajaran siswa sekolah dasar dan
jumlah jam pelajaran matematika, Indonesia termasuk paling lama di antara negara
lainnya, tetapi kualitas pembelajarannya masih perlu ditingkatkan.
Sementara untuk PISA tahun 2015, Indonesia mendapatkan rata-rata nilai 403
untuk sains (peringkat ketiga dari bawah), 397 untuk membaca (peringkat
terakhir), dan 386 untuk matematika (peringkat kedua dari bawah) dari 72 negara
yang mengikuti (Sumber: OECD, PISA 2015 Database). Meskipun peningkatan
capaian Indonesia cukup signifikan dibandingkan hasil tahun 2012, namun capaian
secara umum masih di bawah rerata negara OECD (Organisation for Economic Cooperation and
Development). Bila peningkatan ini terus dipertahankan, maka pada
tahun 2030 capaian Indonesia diprediksi dapat menyamai OECD.
Hasil pengukuran capaian siswa berdasar UN ternyata selaras dengan capaian PISA
maupun TIMSS. Hasil UN tahun 2018 menunjukkan bahwa siswa-siswa masih lemah
dalam keterampilan berpikir tingkat tinggi (Higher Order Thinking Skills) seperti
menalar, menganalisa, dan mengevaluasi. Oleh karena itu siswa harus dibiasakan
dengan soal-soal dan pembelajaran yang berorientasi kepada keterampilan berpikir
tingkat tinggi (Higher Order Thinking Skills) agar terbiasa dengan kemampuan
berpikir kritisnya.
Salah satu upaya Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan melalui Direktorat
Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (Ditjen GTK) untuk meningkatkan kualitas
pembelajaran yang bermuara pada peningkatan kualitas siswa adalah
menyelenggarakan Program Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan (PKB)
melalui Peningkatan Kompetensi Pembelajaran (PKP).
Untuk meningkatkan efisiensi, efektifitas, serta pemerataan mutu pendidikan, maka
pelaksanaan Program PKB melalui PKP harus mempertimbangkan pendekatan
kewilayahan, atau dikenal dengan istilah zonasi. Melalui langkah ini, pengelolaan
kelompok kerja guru, yang selama ini dilakukan melalui gugus atau rayon, dapat
terintegrasi melalui zonasi pengembangan dan pemberdayaan guru. Zonasi
memperhatikan keseimbangan dan keragaman mutu pendidikan di lingkungan
terdekat, seperti status akreditasi sekolah, nilai kompetensi guru, capaian nilai ratarata UN/USBN
sekolah, atau pertimbangan mutu lainnya.
Program Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan (PKB) melalui Peningkatan
Kompetensi Pembelajaran (PKP) Berbasis Zonasi dilaksanakan oleh Direktorat
Teknis di lingkungan GTK sementara kegiatan Pembekalan Instruktur Kab./Kota
dan Guru Inti dilaksanakan oleh UPT di lingkungan GTK (PPPPTK dan LP3TKKPTK). Dalam
pelaksanaannya, diperlukan buku pegangan sebagai acuan.

B.JENIS KEGIATAN

1. IN-1 Pertemuan awal


Kegiatan
1. Kebijakan Program Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan
(PKB) melalui Peningkatan Kompetensi Pembelajaran (PKP) Berbasis
Zonasi
2. Kegiatan Integrasi PPK dan GLN dalam Pembelajaran Berbasis HOTS
3. Kegiatan Pengenalan Kelas Pendampingan Online
Kegiatan
4. Konsep HOTS
2. N-2 Pengembangan dan Reviu Desain dan Penilaian Pembelajaran Berorientasi
HOTS
1. Kegiatan 1. Pengembangan Pembelajaran Berorientasi HOTS dan Reviu
pembelajaran (Pendalaman Materi Pembelajaran)
2. Kegiatan 2. Desain Pembelajaran Berorientasi HOTS
3. ON-1 penyusunan Rpp unit ke-1 dan desain pembelajaran unit ke-2
1. Kegiatan 1. Penyusunan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran
4. IN-3 Reviu RPP Unit ke-1 dan Desain Pembelajaran untuk Unit ke-2
1. Kegiatan 1. Reviu RPP Unit ke-1
2.Kegiatan 2. Reviu Desain Pembelajaran Unit ke- 2
5. IN-4 Refleksi Praktik Pembelajaran Unit ke-1 dan Reviu RPP Unit ke-2
25
Kegiatan 1. Refleksi Praktik Pembelajaran Unit ke-1
Kegiatan 2. Reviu RPP ke-2
Kegiatan 3. Penyusunan Laporan Best Practice
6. ON-3 Praktik Pembelajaran Ke-2
Kegiatan 1. Praktik Pembelajaran Unit ke-2
Kegiatan 2. Penyusunan Laporan Best Practice__
7. N-5 Laporan Best Practice
Kegiatan
1. Presentasi Laporan Best Practice

C. MANFAAT KEGIATAN
• Membiasakan guru untuk membuat pembelajaran yang berorientasi pada
keterampilan berpikir tingkat tinggi mulai dari perencanaan, pelaksanaan hingga
penilaiannya

• Membiasakan siswa untuk berpikir tingkat tinggi sehingga dapat meningkatkan


kompetensinya

• Memberikan acuan kepada kepala sekolah dalam pelaksanaan supervisi akademik

• Memberikan acuan kepada pengawas sekolah dalam pelaksanaan supervisi


akademik dan manajerial.

BAB II.PELAKSANAAN KEGIATAN

A. TUJUAN DAN SASARAN


Setelah mengikuti kegiatan ini, peserta diharapkan mampu menganalisis dan
melaksanakan strategi mengajar peserta Program PKP sesuai dengan aktivitas
pembelajaran yang telah dirancang sehingga membantu tercapainya kompetensi
peserta dalam mengembangkan desain pembelajaran dan penilaian berorientasi
Higher Order Thinking Skills/HOTS yang terintegrasi 5 (lima) unsur utama
Penguatan Pendidikan Karakter (PPK) dan literasi dalam rangka mencapai
Kecakapan Abad 21.
B. BAHAN/MATERI KEGIATAN
A. Ppt Prorgram PKP Dari Guru Inti
B. Buku Pegangan Guru Inti dan Guru sasaran
C. Juknis PKP
D. Kumpulan LK
E. Aplikasi PKP Online
F. Buku Unit Pembelajaran Guru Sasaran
C. METODE/CARA MELAKSANAKAN KEGIATAN
Program PKP dilaksanakan dengan pola pembelajaran sebagai berikut.
1. Pelaksanaan In (in service learning)
Pada kegiatan In, peserta dan guru inti akan melakukan pertemuan tatap muka di
Sekolah Inti atau tempat lain yang telah ditetapkan. Selama kegiatan
ini, partisipasi dan sikap peserta selama kegiatan berlangsung dinilai oleh guru inti
sebagai salah satu unsur penilaian kegiatan peningkatan
kompetensi pembelajaran berbasis zonasi. Hasil yang diharapkan selama
kegiatan In disesuaikan dengan materi yang disampaikan, baik teori maupun
praktik, serta tagihan yang harus dikerjakan oleh peserta.
2. Pelaksanaan On (on the job learning)
Peserta On adalah guru yang telah mengikuti kegiatan In-1 dan In-2. Setiap kegiatan
On dilakukan di sekolah masing-masing peserta selama lebih kurang 1 minggu atau
setara dengan 10 JP (asumsi 2JP/hari). Selama kegiatan On, peserta mendapatkan
supervisi dari pengawas sekolah. Hasil yang diharapkan selama kegiatan On
disesuaikan dengan praktik yang harus dilakukan peserta, serta tagihan yang harus
dikerjakan selama kegiatan
3. Pendampingan
Pendampingan adalah proses fasilitasi yang dilakukan oleh fasilitator (NS/IK) dan
guru inti kepada peserta selama kegiatan berlangsung. Proses
pendampingan akan dilakukan oleh fasilitator kepada guru inti dan peserta
secara full online, dan fasilitasi dari guru inti ke peserta secara blended
(kegiatan tatap muka pada In dan online pada On). Proses pendampingan
difasilitasi dengan kelas online di Learning Management System (LMS) yang
dapat diakses selama pembelajaran berlangsung. Pada kelas ini, guru inti dan
peserta dapat melakukan proses pembelajaran secara online melalui konten
pembelajaran yang sudah dikembangkan secara terstruktur seperti pola
pembelajaran

4.
D. ALAT / INSTRUMEN
A. Lembar Observasi
B. Laptop
C. Buku Unit Pembelajaran
D. Jurnal
E. LK
E. WAKTU DAN TEMPAT KEGIATAN
Waktu pelaksanaan pembelajaran PKP diKabupaten Bulungan Dimulai Tanggal 26 September
Sampai tgl 28 Oktober Yang Dipusatkan Untuk Guru IPA Yang memiliki 4 Rombel Tempat Pusat
belajar Nya berada Di SMP Negeri 2 Tanjung Selor.
Dimana Jadwal Kegiatan Dilakasanakan Setiap hari Sabtu Untuk 5 IN dan 3 ON.
. Pertemuan dilakukan di IN-1, dan IN-2 s.d. IN-4 dilaksanakan secara Online, dan IN-5 betemu
kembali di kelompok kerja dalam zonasinya.
BAB III HASIL KEGIATAN
a. IN-1 Pertemuan awal
- mendengarkan Pemaparan Kebijakan Program Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan
(PKB) melalui Peningkatan Kompetensi Pembelajaran (PKP) Berbasis Zonasi Oleh Guru Inti
- menuliskan penerapan PPK dan GLN di sekolah masing-masing ke kertas post-it .

- membuka SIM PKB dengan username dan password masing-masing,


- membuka kelas pendampingan online yang terdapat pada SIM PKB,
- mengerjakan Format Monitoring dan penilaian hasil belajar
- Mengisi Instrumen Penilaian Diri
- mengisi lembear Pengamatan Praktek pembelajaran
- mngerjakan LK -1 Konsep HOTS
- Mempresentasikan Hasil Kegiatan Di Atas Dan Melakukan Evaluasi Bersama Kelompok.
b. IN- 2
- Memilih Unit Pembelajaran 1 dan 2 yang Ada di SIM PKB masing-masing Guru sasaran
- Mengerjakan LK 2 Unit Pembelajaran
- Melaksanakan Reviu LK- 2
- Presentasi hasil dari LK-2
- mengerjakan LK-3. Format Desain Pembelajaran berdasarkan Model Pembelajaran
- mengerjakan R-3. Desain Pembelajaran
- mengerjakan LK-4.a Kisi-Kisi Soal HOTS
- mengerjakan LK-4.b Kartu Soal Pilihan Ganda Soal HOTS
- mengerjakan LK-4.c Kartu Soal Uraian Soal HOTS
- mengerjakan LK-4.d Format Telaah Soal
- melaksanakan R-4. Rubrik Penilaian Pembelajaran Berorientasi HOTS
- presentasi hasil Kegiatan IN-2

c. ON-1
- LK-5 Pengembangan RPP
- LK-3 Desain Pembelajaran
- LK-4.a Kisi-Kisi Soal HOTS
- LK-4.b Kartu Soal Pilihan Ganda Soal HOTS
- LK-4.c Kartu Soal Uraian Soal HOTS
- R-4. Rubrik Penilaian Pembelajaran Berorientasi HOTS
- R-5. Desain Pembelajaran
- R-6. Rubrik Pengembangan RPP

d. IN-3
- LK-6 Reviu RPP
- R-6. Rubrik Tinjauan RPP

e. ON-2

- Rencana Pelaksanaan Pelajaran (RPP)


- Format Lembar Pengamatan Praktik Pembelajaran Berorientasi HOTS
- LK-7 Jurnal Praktik Mengajar yang sudah di tandatangani oleh kepala sekolah masing-masing
- Rubrik Praktik Pembelajaran Berorientasi HOTS
- Lembar OJL
- LK-5 Pengembangan RPP
- R-5 Rubrik Pengembangan RPP

f. IN-4
- LK-8 Format Catatan Refleksi
- R- 8. Catatan Refleksi

g. ON- 3
- RPP Unit 2
- Format lembar pengamatan praktik pembelajaran berorientasi HOTS
- LK-7 Jurnal Praktik Pembelajaran
- R-7. Rubrik Jurnal Praktik Pembelajaran
- OJL
- Foto-Foto Kegiatan Peer Teaching Disekolah masing-masing
- LK-9 Format Sistematika Laporan Best Practice
- R-9 Rubrik Penilaian Sistematika Laporan Best Practice
h. IN-5
- Laporan Best Practice
- Bahan Tayang Untuk laporan best Practice Yg akan dipresentasikan
- Lampiran Yang mendukun Laporan Best Practice.
Masalah yang dihadapi pada Program Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan (PKB) melalui
Peningkatan Kompetensi Pembelajaran (PKP),berbasis Zonasi ini adalah ketika kami sebagai guru
sasaran kesulitan Mengupload Tagihan Berupa LK Ke SIM PKB dikarenakan seringnya Gangguan
system yg terjadi Pada SIM PKB.untuk mengatasi masalah tersebut terkadang LK-LK tersebut hanya
kami kumpulkan di satu folder untuk nantinya diuoload ketika SIM PKB sudah tidak bermasalah.
BAB IV.KESIMPULAN DAN REKOMENDASI
Berdasarkan Hasil kegiatan diatas Prorgram PKP Berbasis Zonasi dapat ditarik kesimpulan
sebagai Berikut yaitu dapat meningkatkan kompetensi peserta didik melalui pembinaan guru
dalam merencanakan, melaksanakan sampai dengan mengevaluasi pembelajaran yang
berorientasi pada keterampilan berpikir tingkat tinggi (Higher Order Thinking Skills/HOTS). Dengan
adanya penyusunan RPP dan Soal-Soal berbasis HOTS Guru dapat meningkatkan kemampuan
berfikir siswa,kemampuan menganalisis siswa untuk dapat berfikit tingkat tinggi.selain itu Dengan
penyusunan rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) secara sistematis dan cermat,
menggunakan model pembelajaran Discovery learning dan 5 E yang dilaksanakan pada 2 unit
pembelajaran tersebut tidak hanya sekadar berorientasi HOTS, tetapi juga mengintegrasikan
PPK, literasi, dan kecakapan abad 21.

REKOMENDASI

Berdasarkan hasil praktek pada kegiatan PKP baik pada kegiatan IN maupun ON dengan model
pembelajaran yang sudah ditentukan kita dapat memahami.
1. Guru seharusnya tidak hanya mengajar dengan mengacu pada buku siswa dan buku guru
yang telah disediakan, tetapi berani melakukan inovasi pembelajaran tematik yang kontekstual
sesuai dengan latar belakang siswa dan situasi dan kondisi sekolahnya. Hal ini akan membuat
pembelajaran lebih bermakna.
2. Siswa diharapkan untuk menerapkan kemampuan berpikir tingkat tinggi dalam belajar,
tidak terbatas pada hafalan teori. Kemampuan belajar dengan cara ini akan membantu siswa
menguasai materi secara lebih mendalam dan lebih tahan lama (tidak mudah lupa).
3. Sekolah, terutama kepala sekolah dapat mendorong guru lain untuk ikut melaksanakan
pembelajaran berorientasi HOTS. Dukungan positif sekolah, seperti penyediaan sarana da
prasarana yang memadai dan kesempatan bagi penulis utuk mendesiminasikan praktik baik ini
aka menambah wawasan guru lain tentang pembelajaran HOTS.

DAFTAR PUSTAKA

Akinoglu, O.,& Tandogan, O.R, 2006. The Effect of Problem Based Learning in Science Education
Student’s Academic Achievement, Attitude and Concept Learning. Eurasia Journal of Mathematics,
Science &Technology Education, 3 (1): 71-81.

Afandi & Sajidan. 2017. Stimulasi Keterampilan Tingkat Tinggi. UNSPRESS.


Amir, T.M, 2009. Inovasi Pendidikan melalui Problem Based Learning: Bagaimana Pendidik
Memberdayakan Pembelajar di Era Pengetahuan. Jakarta: Kencana Prenada Media Group.

Arends, R.I. 2012. Learning to Teach. New York: McGraw-Hill Companies, Inc.

Lewis, A., & Smith, D. 1993. Defining High Order Thinking. Theory into Practice,

Siti Zubaidah. 2016. Keterampilan Abad Ke-21: Keterampilan Yang Diajarkan Melalui Pembelajaran
Modul pelatihan implementasi kurikulum 2013, kemendikbud, 2015
Jan Kusiak, Derrick Brown, 2007, Creative Thinking Technique, Australia

LAMPIRAN

SILAHKAN DIMASUKAN SEURUH LK-LK YG SUDAH DIKERJAKAN SELAMA 5 –IN DAN 3 ON!!