Anda di halaman 1dari 18

BEST PRACTICE

OLEH

MAULIDYA RAHMA HAMDI, S.PD

NIP : 19861105 201101 2 021

KEMENTRIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN

KABUPATEN TABALONG

2019
HALAMAN PENGESAHAN

Yang bertanda tangan dibawah ini Kepala SMPN 2 Muara Harus Kabupaten Tabalong
mengesahkan hasil penelitian:

1. Judul : Laporan Best Practice

2. Identitas Peneliti :

Nama : Maulidya Rahma Hamdi, S.Pd

NIP : 19861105 201101 2 021

Pankat/gol ruang : Penata/III c

Jabatan Guru/Tugas : Guru Mapel IPA

Tempat Tugas : SMPN 2 Muara Harus

Alamat Rumah : Jl. Asri 5 No 57 RT 15 Pembataan

E-mail : Raminya53@gmail.com

Telp/HP : 0526 2-021425 / 085246743986

3. Lama kegiatan : 2 bulan (dari bulan Oktober s/d November 2019)

Mengetahui
Muara Harus, November 2019
Plt Kepala Sekolah

Anna Nisawati, S.Pd


NIP.198504 200904 2 001
BIODATA PENULIS

NAMA MAULIDYA RAHMA HAMDI

NIP : 19861105 201101 2 021

PANGKAT/GOL : PENATA/IIIC

JABATAN GURU : GURU MAPEL IPA TERPADU

UNIT KERJA : SMPN 2 MUARA HARUS

ALAMAT RUMAH : Jl. Asri 5 No 57 RT 15 Pembataan

Emai; : Raminya53@gmail.com

TELP/HP : 085246743986
KATA PENGANTAR

Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Undang–Undang Republik Indonesia Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen
mengamanatkan adanya pembinaan dan pengembangan profesi

guru sebagai aktualisasi dari profesi pendidik. Untuk merealisasikan amanah undang-undang
sebagaimana dimaksud, pada tahun 2019 Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan melalui
Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan melaksanakan Program Pengembangan
Keprofesian

Berkelanjutan (PKB) melalui Peningkatan Kompetensi Pembelajaran (PKP) Berbasis Zonasi.


Program PKB melalui PKP bertujuan untuk meningkatkan kompetensi peserta didik melalui
pembinaan guru dalam merencanakan, melaksanakan sampai dengan mengevaluasi pembelajaran
yang berorientasi pada

keterampilan berpikir tingkat tinggi (Higher Order Thinking Skills/HOTS).Program ini


dilaksanakan secara berjenjang mulai dari Pembekalan Narasumber Nasional, Pembekalan
Instruktur Nasional, Pembekalan Guru Inti dan selanjutnya Program Pengembangan Keprofesian
Berkelanjutan (PKB) melalui Peningkatan Kompetensi Pembelajaran (PKP) Berbasis Zonasi.
Sebagai salah satu upaya untuk mendukung keberhasilan program Direktorat Pembinaan Guru
Pendidikan Dasar memfasilitasi kegiatan penyusunan Buku Pegangan Pembekalan Guru Inti di
Zonasi ProgramPengembangan Keprofesian Berkelanjutan (PKB) melalui
PeningkatanKompetensi Pembelajaran (PKP). Semoga kegiatan Pembekalan Guru
Sasaran di Zonasi Program Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan (PKB)
melalui Peningkatan Kompetensi Pembelajaran (PKP) Berbasis Zonasi dapat
meningkatkan kualitas para Guru sasaran di Zonasi dalam mengaplikasikan Pembelajaran
HOTS Disekolah zonasi masing-masing.
DAFTAR ISI

LEMBAR JUDUL
HALAMAN PENGESAHAN
BIODATA PENULIS
KATA PENGANTAR
DAFTAR ISI
DAFTAR LAMPIRAN
BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah
B. Jenis Kegiatan
C. Manfaat Kegiatan
BAB II PELAKSANAAN KEGIATAN
A. Tujuan dan Sasaran
B. Bahan/Materi Kegiatan
C. Metode/Cara Melaksanakan Kegiatan
D. Alat/Instrumen
E. Waktu dan Tenpat Kegiatan
BAB III HASIL KEGIATAN
(menjelaskan hasil yang diperoleh, masalah yang dihadapi dan cara mengatasi masalah tersebut)
BAB IV SIMPULAN DAN REKOMENDASI
A. Simpulan
B. Rekomendasi
DAFTAR PUSTAKA
LAMPIRAN
BAB I

PENDAHULUAN

A.LATAR BELAKANG MASALAH

Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional pasal 57


menyatakan bahwa evaluasi dilakukan dalam rangka pengendalian mutu pendidikan secara
nasional sebagai bentuk akuntabilitas penyelenggara pendidikan kepada pihak-pihak yang
berkepentingan. Evaluasi dilakukan terhadap peserta didik, lembaga, dan program pendidikan
pada jalur formal dan nonformal untuk semua jenjang, satuan, dan jenis pendidikan Ujian
Nasional (UN) dan Ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN) merupakan bagian yang tidak
dapat dipisahkan dari sistem pendidikan nasional. UN adalah sistem evaluasi standar pendidikan
dasar dan menengah secara nasional dan persamaan mutu tingkat pendidikan antar daerah yang
dilakukan oleh Pusat Penilaian Pendidikan. Sebagai bagian dari evaluasi, Indonesia melakukan
benchmark internasional dengan mengikuti Trends in International Mathematics and Science
Study (TIMSS) dan Programme for International Student Assessment (PISA). Hasil TIMMS
tahun 2015 untuk kelas IV sekolah dasar, Indonesia mendapatkan ratarata nilai 397 dan
menempati peringkat 4 terbawah dari 43 negara yang mengikuti TIMMS (Sumber: TIMMS 2015
International Database). Sekitar 75% item yang diujikan dalam TIMSS telah diajarkan di kelas
IV Sekolah Dasar dan hal tersebut lebih tinggi dibanding Korea Selatan yang hanya 68%, namun
kedalaman pemahamannya masih kurang. Dari sisi jam pembelajaran siswa sekolah dasar dan
jumlah jam pelajaran matematika, Indonesia termasuk paling lama di antara Negara lainnya,
tetapi kualitas pembelajarannya masih perlu ditingkatkan. Sementara untuk PISA tahun 2015,
Indonesia mendapatkan rata-rata nilai 403 untuk sains (peringkat ketiga dari bawah), 397 untuk
membaca (peringkat terakhir), dan 386 untuk matematika (peringkat kedua dari bawah) dari 72
negara yang mengikuti (Sumber: OECD, PISA 2015 Database). Meskipun peningkatan
capaian Indonesia cukup signifikan dibandingkan hasil tahun 2012, namun capaian secara umum
masih di bawah rerata negara OECD (Organisation for Economic Cooperation and
Development). Bila peningkatan ini terus dipertahankan, maka pada tahun 2030 capaian
Indonesia diprediksi dapat menyamai OECD. Hasil pengukuran capaian siswa berdasar UN
ternyata selaras dengan capaian PISAmaupun TIMSS. Hasil UN tahun 2018 menunjukkan
bahwa siswa-siswa masih lemah dalam keterampilan berpikir tingkat tinggi (Higher Order
Thinking Skills) seperti menalar, menganalisa, dan mengevaluasi. Oleh karena itu siswa harus
dibiasakan dengan soal-soal dan pembelajaran yang berorientasi kepada keterampilan berpikir
tingkat tinggi (Higher Order Thinking Skills) agar terbiasa dengan kemampuan berpikir
kritisnya.

Salah satu upaya Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan melalui Direktorat Jenderal Guru
dan Tenaga Kependidikan (Ditjen GTK) untuk meningkatkan kualitas pembelajaran yang
bermuara pada peningkatan kualitas siswa adalah menyelenggarakan Program Pengembangan
Keprofesian Berkelanjutan (PKB) melalui Peningkatan Kompetensi Pembelajaran (PKP). Untuk
meningkatkan efisiensi, efektifitas, serta pemerataan mutu pendidikan, maka pelaksanaan
Program PKB melalui PKP harus mempertimbangkan pendekatan kewilayahan, atau dikenal
dengan istilah zonasi. Melalui langkah ini, pengelolaan kelompok kerja guru, yang selama ini
dilakukan melalui gugus atau rayon, dapat terintegrasi melalui zonasi pengembangan dan
pemberdayaan guru. Zonasi memperhatikan keseimbangan dan keragaman mutu pendidikan di
lingkungan terdekat, seperti status akreditasi sekolah, nilai kompetensi guru, capaian nilai
ratarata UN/USBN sekolah, atau pertimbangan mutu lainnya.Program Pengembangan
Keprofesian Berkelanjutan (PKB) melalui Peningkatan Kompetensi Pembelajaran (PKP)
Berbasis Zonasi dilaksanakan oleh Direktorat Teknis di lingkungan GTK sementara kegiatan
Pembekalan Instruktur Kab./Kota dan Guru Inti dilaksanakan oleh UPT di lingkungan GTK
(PPPPTK dan LP3TKKPTK). Dalam pelaksanaannya, diperlukan buku pegangan sebagai acuan.

B.JENIS KEGIATAN

IN-1 Pertemuan awal Kegiatan

Kebijakan Program Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan (PKB) melalui Peningkatan


Kompetensi Pembelajaran (PKP) Berbasis Zonasi

Kegiatan Integrasi PPK dan GLN dalam Pembelajaran Berbasis HOTS


Kegiatan Pengenalan Kelas Pendampingan Online
Kegiatan Konsep HOTS

IN-2 Pengembangan dan Reviu Desain dan Penilaian PembelajaranBerorientasi HOTS

Kegiatan 1. Pengembangan Pembelajaran Berorientasi HOTS dan Reviu pembelajaran


(Pendalaman Materi Pembelajaran)

Kegiatan 2. Desain Pembelajaran Berorientasi HOTS

ON-1 penyusunan Rpp unit ke-1 dan desain pembelajaran unit ke-2

Kegiatan 1. Penyusunan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran

IN-3 Reviu RPP Unit ke-1 dan Desain Pembelajaran untuk Unit ke-2
1. Kegiatan 1. Reviu RPP Unit ke-1

2.Kegiatan 2. Reviu Desain Pembelajaran Unit ke- 2

IN-4 Refleksi Praktik Pembelajaran Unit ke-1 dan Reviu RPP Unit ke-2
25
Kegiatan 1. Refleksi Praktik Pembelajaran Unit ke-1
Kegiatan 2. Reviu RPP ke-2
Kegiatan 3. Penyusunan Laporan Best Practice

ON-3 Praktik Pembelajaran Ke-2


Kegiatan 1. Praktik Pembelajaran Unit ke-2
Kegiatan 2. Penyusunan Laporan Best Practice__

N-5 Laporan Best Practice


Kegiatan

1. Presentasi Laporan Best Practice


C. MANFAAT KEGIATAN

1. Membiasakan guru untuk membuat pembelajaran yang berorientasi pada keterampilan


berpikir tingkat tinggi mulai dari perencanaan, pelaksanaan hingga penilaiannya

2. Membiasakan siswa untuk berpikir tingkat tinggi sehingga dapat meningkatkan


kompetensinya

3. Memberikan acuan kepada kepala sekolah dalam pelaksanaan supervisi akademik

4. Memberikan acuan kepada pengawas sekolah dalam pelaksanaan supervisi akademik dan
manajerial.
BAB II.

PELAKSANAAN KEGIATAN

TUJUAN DAN SASARAN

Setelah mengikuti kegiatan ini, peserta diharapkan mampu menganalisis dan melaksanakan
strategi mengajar peserta Program PKP sesuai dengan aktivitas pembelajaran yang telah
dirancang sehingga membantu tercapainya kompetensipeserta dalam mengembangkan desain
pembelajaran dan penilaian berorientasi Higher Order Thinking Skills/HOTS yang terintegrasi 5
(lima) unsur utamaPenguatan Pendidikan Karakter (PPK) dan literasi dalam rangka mencapai
Kecakapan Abad 21.

BAHAN/MATERI KEGIATAN

Ppt Prorgram PKP Dari Guru Inti

Buku Pegangan Guru Inti dan Guru sasaran

Juknis PKP

Kumpulan LK

Aplikasi PKP Online

Buku Unit Pembelajaran Guru Sasaran

METODE/CARA MELAKSANAKAN KEGIATAN

Program PKP dilaksanakan dengan pola pembelajaran sebagai berikut.

Pelaksanaan In (in service learning)


Pada kegiatan In, peserta dan guru inti akan melakukan pertemuan tatapmuka di Sekolah Inti
atau tempat lain yang telah ditetapkan. Selama kegiatan ini, partisipasi dan sikap peserta selama
kegiatan berlangsung dinilai olehguru inti sebagai salah satu unsur penilaian kegiatan
peningkatan kompetensi pembelajaran berbasis zonasi. Hasil yang diharapkan selama kegiatan In
disesuaikan dengan materi yang disampaikan, baik teori maupun praktik, serta tagihan yang
harus dikerjakan oleh peserta.

Pelaksanaan On (on the job learning)

Peserta On adalah guru yang telah mengikuti kegiatan In-1 dan In-2. Setiapkegiatan On
dilakukan di sekolah masing-masing peserta selama lebih kurang 1 minggu atau setara dengan 10
JP (asumsi 2JP/hari). Selamakegiatan On, peserta mendapatkan supervisi dari pengawas sekolah.
Hasilyang diharapkan selama kegiatan On disesuaikan dengan praktik yang harusdilakukan
peserta, serta tagihan yang harus dikerjakan selama kegiatan

Pendampingan

Pendampingan adalah proses fasilitasi yang dilakukan oleh fasilitator(NS/IK) dan guru inti
kepada peserta selama kegiatan berlangsung. Proses

pendampingan akan dilakukan oleh fasilitator kepada guru inti dan peserta secara full online, dan
fasilitasi dari guru inti ke peserta secara blended (kegiatan tatap muka pada In dan online pada
On). Proses pendampingan difasilitasi dengan kelas online di Learning Management System
(LMS) yang dapat diakses selama pembelajaran berlangsung. Pada kelas ini, guru inti dan
peserta dapat melakukan proses pembelajaran secara online melalui konten pembelajaran yang
sudah dikembangkan secara terstruktur seperti pola pembelajaran
ALAT / INSTRUMEN

Lembar Observasi

Laptop

Buku Unit Pembelajaran

Jurnal

LK

WAKTU DAN TEMPAT KEGIATAN

Waktu pelaksanaan pembelajaran PKP diKabupaten Bulungan Dimulai Tanggal 5 Oktober


Sampai tgl 2 November Yang Dipusatkan Untuk Guru IPA Yang memiliki 4 Rombel Tempat
Pusat belajar Nya berada Di SMP Negeri 1 Muara Harus.

Dimana Jadwal Kegiatan Dilakasanakan Setiap hari Sabtu Untuk 5 IN dan 3 ON.

. Pertemuan dilakukan di IN-1, dan IN-2 s.d. IN-4 dilaksanakan secara Online, dan IN-5 betemu
kembali di kelompok kerja dalam zonasinya.

BAB III HASIL KEGIATAN

a. IN-1 Pertemuan awal

- mendengarkan Pemaparan Kebijakan Program Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan


(PKB) melalui Peningkatan Kompetensi Pembelajaran (PKP) Berbasis Zonasi Oleh Guru
Inti - menuliskan penerapan PPK dan GLN di sekolah masing-masing ke kertas post-it .

- membuka SIM PKB dengan username dan password masing-masing,

- membuka kelas pendampingan online yang terdapat pada SIM PKB,

- mengerjakan Format Monitoring dan penilaian hasil belajar

- Mengisi Instrumen Penilaian Diri

- mengisi lembear Pengamatan Praktek pembelajaran


- mngerjakan LK -1 Konsep HOTS

- Mempresentasikan Hasil Kegiatan Di Atas Dan Melakukan Evaluasi Bersama Kelompok.

b. IN- 2

- Memilih Unit Pembelajaran 1 dan 2 yang Ada di SIM PKB masing-masing Guru sasaran

- Mengerjakan LK 2 Unit Pembelajaran

- Melaksanakan Reviu LK- 2

- Presentasi hasil dari LK-2

- mengerjakan LK-3. Format Desain Pembelajaran berdasarkan Model Pembelajaran

- mengerjakan R-3. Desain Pembelajaran

- mengerjakan LK-4.a Kisi-Kisi Soal HOTS

- mengerjakan LK-4.b Kartu Soal Pilihan Ganda Soal HOTS

- mengerjakan LK-4.c Kartu Soal Uraian Soal HOTS

- mengerjakan LK-4.d Format Telaah Soal

- melaksanakan R-4. Rubrik Penilaian Pembelajaran Berorientasi HOTS

- presentasi hasil Kegiatan IN-2

c. ON-1

- LK-5 Pengembangan RPP

- LK-3 Desain Pembelajaran

- LK-4.a Kisi-Kisi Soal HOTS

- LK-4.b Kartu Soal Pilihan Ganda Soal HOTS


- LK-4.c Kartu Soal Uraian Soal HOTS

- R-4. Rubrik Penilaian Pembelajaran Berorientasi HOTS

- R-5. Desain Pembelajaran

- R-6. Rubrik Pengembangan RPP

d. IN-3

- LK-6 Reviu RPP

- R-6. Rubrik Tinjauan RPP

e. ON-2

- Rencana Pelaksanaan Pelajaran (RPP)

- Format Lembar Pengamatan Praktik Pembelajaran Berorientasi HOTS

- LK-7 Jurnal Praktik Mengajar yang sudah di tandatangani oleh kepala sekolah masing-masing

- Rubrik Praktik Pembelajaran Berorientasi HOTS

- Lembar OJL

- LK-5 Pengembangan RPP

- R-5 Rubrik Pengembangan RPP

f. IN-4

- LK-8 Format Catatan Refleksi

- R- 8. Catatan Refleksi
g. ON- 3

- RPP Unit 2

- Format lembar pengamatan praktik pembelajaran berorientasi HOTS

- LK-7 Jurnal Praktik Pembelajaran

- R-7. Rubrik Jurnal Praktik Pembelajaran

- OJL

- Foto-Foto Kegiatan Peer Teaching Disekolah masing-masing

- LK-9 Format Sistematika Laporan Best Practice

- R-9 Rubrik Penilaian Sistematika Laporan Best Practice

h. IN-5

- Laporan Best Practice

- Bahan Tayang Untuk laporan best Practice Yg akan dipresentasikan

- Lampiran Yang mendukun Laporan Best Practice.

Masalah yang dihadapi pada Program Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan (PKB) melalui
Peningkatan Kompetensi Pembelajaran (PKP),berbasis Zonasi ini adalah ketika kami sebagai
guru sasaran kesulitan Mengupload Tagihan Berupa LK Ke SIM PKB dikarenakan seringnya
Gangguan system yg terjadi Pada SIM PKB.untuk mengatasi masalah tersebut terkadang LK-
LK tersebut hanya kami kumpulkan di satu folder untuk nantinya diuoload ketika SIM PKB
sudah tidak bermasalah.
BAB IV.KESIMPULAN DAN REKOMENDASI

Berdasarkan Hasil kegiatan diatas Prorgram PKP Berbasis Zonasi dapat ditarik kesimpulan
sebagai Berikut yaitu dapat meningkatkan kompetensi peserta didik melalui pembinaan guru
dalam merencanakan, melaksanakan sampai dengan mengevaluasi pembelajaran yang
berorientasi pada keterampilan berpikir tingkat tinggi (Higher Order Thinking Skills/HOTS).
Dengan adanya penyusunan RPP dan Soal-Soal berbasis HOTS Guru dapat meningkatkan
kemampuan berfikir siswa,kemampuan menganalisis siswa untuk dapat berfikit tingkat
tinggi.selain itu Dengan penyusunan rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) secara sistematis
dan cermat, menggunakan model pembelajaran Discovery learning dan 5 E yang dilaksanakan
pada 2 unit pembelajaran tersebut tidak hanya sekadar berorientasi HOTS, tetapi juga
mengintegrasikan PPK, literasi, dan kecakapan abad 21.

REKOMENDASI

Berdasarkan hasil praktek pada kegiatan PKP baik pada kegiatan IN maupun ONdengan model
pembelajaran yang sudah ditentukan kita dapat memahami.

1. Guru seharusnya tidak hanya mengajar dengan mengacu pada buku siswa dan buku guru yang
telah disediakan, tetapi berani melakukan inovasi pembelajaran tematik yang kontekstual
sesuai dengan latar belakang siswa dan situasi dan kondisi sekolahnya. Hal ini akan membuat
pembelajaran lebih bermakna.

2. Siswa diharapkan untuk menerapkan kemampuan berpikir tingkat tinggi dalam belajar, tidak
terbatas pada hafalan teori. Kemampuan belajar dengan cara ini akan membantu siswa
menguasai materi secara lebih mendalam dan lebih tahan lama (tidak mudah lupa).

3. Sekolah, terutama kepala sekolah dapat mendorong guru lain untuk ikut melaksanakan
pembelajaran berorientasi HOTS. Dukungan positif sekolah, seperti penyediaan sarana da
prasarana yang memadai dan kesempatan bagi penulis utuk mendesiminasikan praktik baik ini
aka menambah wawasan guru lain tentang pembelajaran HOTS.
DAFTAR PUSTAKA

Akinoglu, O.,& Tandogan, O.R, 2006. The Effect of Problem Based Learning in Science
Education Student’s Academic Achievement, Attitude and Concept Learning. Eurasia Journal of
Mathematics, Science &Technology Education, 3 (1): 71-81.

Afandi & Sajidan. 2017. Stimulasi Keterampilan Tingkat Tinggi. UNSPRESS.

Amir, T.M, 2009. Inovasi Pendidikan melalui Problem Based Learning: Bagaimana Pendidik
Memberdayakan Pembelajar di Era Pengetahuan. Jakarta: Kencana Prenada Media Group.

Arends, R.I. 2012. Learning to Teach. New York: McGraw-Hill Companies, Inc.

Lewis, A., & Smith, D. 1993. Defining High Order Thinking. Theory into Practice,

Siti Zubaidah. 2016. Keterampilan Abad Ke-21: Keterampilan Yang Diajarkan Melalui
Pembelajaran

Modul pelatihan implementasi kurikulum 2013, kemendikbud, 2015

Jan Kusiak, Derrick Brown, 2007, Creative Thinking Technique, Australia