Anda di halaman 1dari 3

BAB I

Pengertian

Leukimia merupakan suatu penyakit yang ditandai dengan proliferasi dini yang berlebihan
dari sel darah putih.

Leukimia juga bisa didefinisikan sebagai keganasan hematologis akibat proses neoplastik
yang disertai gangguan diferensiasi pada berbagai tingkatan sel induk hematopoietik

Jenis- jenis leukimia

1. Leukimia Mielogenus Akut (LMA)


2. Leukimia Limfosik Akut (ALL)
3. Leukimia Mielogenus Kronis ()
4. Leukimia Limfosik Kronis ()

Etiologi

Meskipun pada sebagian besar penderita leukima faktor-faktor penyebabnya tidak dapat
diidentifikasi, tetapi ada beberapa faktor yang terbukti dapat menyebabkan leukimia, yaitu
faktor genetik, sinar radioaktif, dan virus.

1. Genetik
Insidensi leukimia akut pada anak-anak penderita sindrom down adalah 20 kali lebih
banyak daripada normal. Kelainan pada kromosom 21 dapat menyebabkan leukimia
akut. insidensi leukimia akut juga meningkat pada penderita kogenital dengan
aneuloidi
2. Sinar radioaktif
Sinar radioaktif merupakan faktor eksternal yang paling jelas menyebabkan leukimia
pada binatang mauoun pada manusia. Angka kejadian leukimia mieloblastik akut
(AML) dan leukima granulositik kronis (LGK) jelas sekali meningkat sesudah sinar
radioaktif.
3. Virus
Ada beberapa hasil penelitian yang mendukung teori virus sebagai penyebab
leukimia, yaitu enzyme reverse transcriptase ditemukan dalam darah manusia. Enzim
tersebut menyebabkan virus yang bersangkutan dapat membentuk bahan genetik yang
kemudian bergabung dengan genom yang terinfeksi

Patofisiologi

Patway

Komplikasi
Penatalaksanaan

1. Radioterapi dan kemoterapi, dilakukan ketika sel leukimia sudah terjadi metastasis.
Kemoterapi dilakukan juga pada fase induksi remisi yaitu keadaan dimana gejala
klinis menghilang, disertai blast dalam sumsum tulang menghilang serta pada fase
post remisi yang bertujuan mempertahankan remisi selama mungkin,
2. Transplantasi sumsum tulang
Memberikan harapan penyembuhan jangka panjang, terutama untuk pwenderita yang
berusa kurang dari 40 tahun. Penanganan yang paling umum diberikan adalah
allogeneic peripheral blood stem cell transplantation
3. Terapi aktivitas dengan memakai prinsip biologi molekuler
Obat baru imatinib mesylate (Gleevec) yang dapat menekan aktivitas tyrosine kinase,
sehingga menekan proliferasi sel mieloid

Pemeriksaan penunjang

a. Pemeriksaan darah tepi


Menujukan adanya limfositosis 30.000 – 300.000/mm³, anemia normositer
norinokromik, dan trombositopenia
b. Pemeriksaan sumsum tulang
Adanya infiltrasi “small well differentiated lymphocyte” difus, dengan limfosit 25% -
95% dari sel sumsum tulang
c. Pemeriksaan immunophenotyping
Pemeriksaan ini penting untuk membedakan jenis leukimia kronis seri limfoid
BAB III

Pengkajian

Tanda dan gejala

Tanda utama yaitu, infeksi, pendarahan, dan anemia. Gejala yang tampak seperti malaise,
demam, letargi, kehilangan berat badan karena nafsu makan berkurang, anoreksia, keringat
pada malam hari, dan atalgia/nyeri pada sendi, dan pucat. Selain itu terdapat lesi infeksi pada
mulut dan tenggrorokan, timbul pendarahan pada kulit, memar pada gusi/visera, ditemukan
pembesaran kelenjar limfe dan pembesaran organ hati pada penderita leukimia (Price &
wilson, 2006; Yatim, 2003; Betz & sowden, 2009)

Diagnosa keperawatan

1. Aktual/resiko tinggi terhadap volume cairan yang berhubungan dengan pengeluaran


berlebih seperti muntah, pendarahan, diare dan penurunan intake cairan
2. Nyeri akut yang berhubungan dengan pembesaran kelenjar limfe, efek sekunder
pemberian agen antileukimia
3. Intoleransi aktivitas yang berhubungan dengan kelemahan, penurunan sumber energi,
peningkatan laju metabolik akibat produksi leukosit yang berlebihan, serta ketidak
seimbangan supali oksigen dengan kebutuhan