Anda di halaman 1dari 10

Ekonomi Manajerial

Gojek vs Grab
Competitive Advantage
Dosen: Pak Hendra Achmadi

Dibuat Oleh:

Eun Joo 01011180384


Fulyana Surjana 010111
Grace Kumala 01011170391
Maxi Mulia 01011170064
Bab 1
Pembukaan

1.1 Latar Belakang


Transportasi online atau yang lebih dikenal dengan nama ojek online
saat ini sudah menjadi aplikasi penyedia jasa yang berpengaruh didalam
kehidupan masyarakat. Selain dapat mempermudah konsumen dalam segala
hal, dengan adanya aplikasi ojek online ini sendiri dapat membantu dan
memperluas lapangan pekerjaan yang ada. Ojek online sendiri pertama kali
diperkenalkan di Indonesia pada tahun 2010 oleh PT Aplikasi Karya Anak
Bangsa atau lebih dikenal dengan nama Go-Jek ini diawali dengan
menyediakan jasa pemesanan ojek secara online. Sementara Grab baru
mulai memasuki Indonesia pada tahun 2012. Kedua platform menyediakan
jasa yang sama pada awalnya dan terus mengembangkan fitur tambahan
untuk mempermudah konsumen. Munculnya fitur GO-Pay dalam aplikasi GO-
Jek membuat kegiatan bertransaksi dengan beberapa toko dipermudah
karena bersifat sebagai dompet digital. Sementara itu, Grab melakukan kerja
sama dengan OVO sebagai fitur pembayaran ataupun dompet digital.
Dengan adanya dompet digital dalam masing - masing aplikasi, promo -
promo yang dihadirkan atau ditawarkan oleh perusahaan semakin beragam
agar bisa bersaing satu sama lain.

1.2 Tujuan Penelitian


Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui keunggulan
bersaing atau competitive advantage dari masing- masing perusahaan baik
dari segi harga maupun aspek lain. Selain itu, dengan menganalisa kedua
perusahaan, diharapkan agar dapat mengetahui price, elastisitas,
Profitability index, dan NPV dari GO-Jek maupun Grab.

1.3 Rumusan Masalah


Mengetahui price, elastisitas, Profitability index, dan NPV yang paling
unggul dari masing - masing perusahaan sehingga dapat mengetahui
perusahaan mana yang lebih unggul dari ke 4 aspek tersebut.

Bab 2
Analisa

2.1 Competitive Advantage Gojek vs Grab

2.1.1 Price

https://kumparan.com/@kumparantech/membandingkan-tarif-ojol-
terbaru-gojek-dan-grab-1550448804149113975
Gojek - Go-Ride Grab - Grabbike

Tarif Minimum Rp 8.000 Rp 8.000

Tarif 0-9 Km Rp 1.800 / Km Rp 2.300 / Km

Tarif >9-10 Km Rp 3.000 / Km Rp 3.000 / Km

Biaya Tambahan Rp 3.000 / Km -

Tarif Jam Ramai - > Rp 2.300 / Km

Berikut merupakan 5 perbandingan dari biaya yang dikenakan oleh


kedua ojek online tersebut. Untuk biaya tambahan dan tarif jam ramai tidak
bisa kita analisa karena kedua data tidak lengkap atau terlalu banyak faktor
yang mempengaruhi. Seperti pada tarif jam ramai ojek online Gojek yang
didasarkan pada banyaknya permintaan, kondisi jalanan ( kemacetan,dsb ).
Dan juga dari Grabbike sendiri tidak memiliki biaya tambahan yang dapat
kita compare dengan Go-Ride sendiri. Analisa tidak termasuk promo dan
diskon yang disediakan oleh kedua belah pihak.

Grab dan Gojek menyediakan jasa yang sama yaitu Go-Ride dan
Grabbike. Dimana kedua jasa tersebut memiliki servis yang sama dan
sebanding, yaitu jasa antar-jemput ke tempat yang ditentukan melalui
aplikasi yang sudah disediakan kedua perusahaan tersebut. Dengan data
yang telah tersedia maka kita dapat melakukan analisa terhadap kedua
perusahaan tersebut, manakah yang lebih menguntungkan bagi
konsumennya.

Dalam tarif pengantaran antara 0-9 Km, dapat dibilang Go-Ride sendiri
memiliki keunggulan jika dibandingkan dengan Grabbike. Tarif minimum dan
tarif antar diatas 9-10 Km yang dimiliki oleh kedua belah pihak juga
sebanding. Dapat disimpulkan bahwa jika ingin menggunakan jasa
pengantaran dengan jarak 0-9 Km akan lebih menguntungkan dengan
menggunakan Go-Ride jika dibandingkan dengan Grabbike yang memiliki
perbedaan sebesar Rp. 500. Dengan menyediakan jasa yang sama, Go-Ride
sendiri memiliki keunggulan dalam value price, dimana hal itu memberikan
competitive advantage bagi dirinya untuk bersaing dengan Grabbike.

2.1.2 Elastisitas

https://kumparan.com/@kumparantech/membandingkan-tarif-ojol-
terbaru-gojek-dan-grab-1550448804149113975

Dari berita tersebut dikatakan bahwa tarif ojek online akan dinaikkan
menjadi Rp 3.100 per Km dari Rp 2.200 per Km. Kita akan menganalisa
elastisitas dari ojek online tersebut untuk mengetahui jenis elastisitas dari
ojek online tersebut. Dapat diketahui perubahan yang terjadi pada price
sebesar Rp 900. Dan akan kita asumsikan akan ada perubahan pada demand,
sesuai dengan hukum permintaan jika harga naik maka permintaan akan
turun, dengan demand awal sebesar 12.000 dan berubah setelah kenaikan
harga menjadi 10.000.

ΔQ P 2000 2200
Ed= × = × =0,407
ΔP Q 900 12000

E < 1 menandakan bahwa permintaan dari ojek online tersebut


setelah mengalami kenaikan harga adalah inelastis. Dimana dengan adanya
perubahan harga atau tidak, jasa dari ojek online sendiri sudah menjadi
bagian pokok dari masyarakat Indonesia. Walaupun ada penurunan dalam
demand, tetapi tetap saja jasa dari ojek online ini dibutuhkan oleh
masyarakat di Indonesia. Kedua jasa ini tidak memiliki pengganti lainnya,
paling - paling masyarakat hanya dapat membandingkan promo dan diskon
dari kedua belah perusahaan ojek online ini.

2.1.3 Proyeksi Kedepan / NPV

NPV berguna untuk mencari selisih antara nilai sekarang dari arus kas
yang akan masuk dengan nilai sekarang dari arus kas yang akan keluar pada
periode waktu tertentu. NPV juga berguna untuk mengestimasi nilai sekarang
pada sebuah proyek, aset, atau pun investasi yang berdasarkan pada arus
kas yang akan masuk karena diharapkan pada masa depan dan arus kas
yang akan keluar akan disesuaikan dengan suku bunga dan harga pembelian
awal. Yang akan kita bandingkan adalah investasi yang dilakukan oleh driver
Gojek dan Grab lebih menguntungkan yang mana.

https://www.at∍urduit.com/articles/skema-honor-transportasi-online/

Go-Ride ( penghasilan maksimal)


Total tarif per bulan = Rp 210.000 x 20 hari = Rp
4.200.000
Pembagian pendapatan = Rp 4.200.000 - (20%x4.200.000) = Rp
3.360.000
Investasi motor = Rp 15.000.000 dihitung minus karena
pengeluaran
( https://www.otomaniac.com/harga-motor-honda/ )

NPV = C0 + ( C1 / (1 + r))
Co = -15.000.000
C1 = 3.360.000 x 12 = 40.320.000
r = discount rate dari deposito 4%

-15.000.000 + ( 40.320.000 / (1+4% ))


-15.000.000 + 38.769.230
23.769.230

Grabbike ( penghasilan maksimal )


Total tarif per bulan = Rp 6.880.000
Pembagian pendapatan = Rp 6.880.000 - (20%x6.880.000) = Rp
5.504.000
Investasi motor = Rp 15.000.000 dihitung minus karena
pengeluaran
( https://www.otomaniac.com/harga-motor-honda/ )

NPV = C0 + ( C1 / (1 + r))
Co = -15.000.000
C1 = 5.504.000 x 12 = 66.048.000
r = discount rate dari deposito 4%

-15.000.000 + ( 66.048.000 / (1+4%))


-15.000.000 + 63.507.692
48.507.692

Berdasarkan data di atas, dapat dilihat bahwa investasi yang dilakukan


oleh driver GO-Jek adalah sebesar Rp. 15.000.000 ( biaya kendaraan sebagai
modal investasi ) dengan proyeksi pendapatan per bulan sebesar Rp.
3.360.000 setelah dipotong dengan 20% pembagian pendapatan dengan
pihak perusahaan. Selisih antara pemasukan dan pengeluaran adalah
sebesar Rp. 24.769.230 per tahunnya pada tahun pertama ( harga pembelian
modal / motor sebagai investasi awal termasuk ke dalam expense di tahun
pertama ). Sedangkan driver yang melakukan kerjasama dengan perusahaan
Grab mendapatkan pendapatan bersih ( setelah dilakukan pembagian
sebesar 20% dengan perusahaan ) sebesar Rp. 5.504.000 sehingga selisih
antara pemasukan dan pengeluaran sebesar Rp. 48.507.692. Dengan kata
lain, driver yang ingin melakukan investasi dengan masuk ke perusahaan
Grab akan lebih menguntungkan dengan selisih pendapatan sebesar Rp.
23.738.462 dengan perusahaan GO-Jek.

2.1.4 Profitability Index

Profitability Index adalah teknik penganggaran modal untuk


mengevaluasi proyek - proyek investasi demi kelangsungan hidup /
profitabilitas perusahaan. Hal ini juga digunakan untuk menghitung waktu
yang dibutuhkan suatu perusahaan atau seseorang agar balik modal dengan
jumlah investasi yang telah dilakukan. Selain itu juga untuk menghitung
apakah dengan investasi yang dilakukan suatu perusahaan atau
perseorangan dalam berjalan dengan lancar atau tidak.

Go-Ride
Jumla h pendapatan
Profitability Index =
Jumla h investasi atau pengeluaran
Pembagian pendapatan = Rp 4.200.000 - (20%x4.200.000) = Rp
3.360.000
Pendapatan per tahun = Rp 3.360.000 x 12 = Rp 40.320.000
Pengeluaran / investasi = Rp 15.000.000

40.320 .000
Profitability Index = = 2,688
15.000.000
PI > 1 sehingga investasi yang dilakukan oleh driver dapat diterima

Grabbike
Jumla h pendapatan
Profitability Index =
Jumla h investasi atau pengeluaran
Pembagian pendapatan = Rp 6.880.000 - (20%x6.880.000) = Rp
5.504.000
Pendapatan per tahun = Rp 5.504.000 x 12 = Rp 66.048.000
Pengeluaran / investasi = Rp 15.000.000

66.048 .000
Profitability Index = = 4,4032
15.000 .000
PI > 1 sehingga investasi yang dilakukan oleh driver dapat diterima

Berdasarkan data di atas, dapat dilihat bahwa tingkat Profitability


Index dari perusahan GO-Jek maupun Grab lebih dari 1. Dengan kata lain,
investasi yang dilakukan oleh setiap driver masing - masing perusahaan
merupakan hal yang dapat diterima karena dinilai tepat dan pemasukan /
pendapatan yang diterima oleh setiap driver berjumlah 2,688 kali lipat dari
total investasi yang dilakukan bagi perusahaan GO-Ride. Sedangkan untuk
perusahaan Grab, dengan nilai investasi sebesar Rp. 15.000.000 yang
dilakukan oleh driver diproyeksikan akan mendapatkan pendapatan sebesar
Rp. 66.048.000 per tahunnya sehingga tingkat profitability index yang
dihasilkan adalah 4,4032.

Bab 3
Penutup
3.1 Kesimpulan
Berdasarkan hasil analisa di atas, dapat disimpulkan bahwa investasi yang
dilakukan oleh driver di kedua perusahaan sama - sama menguntungkan dan akan
mendapatkan pendapatan yang lebih besar dibandingkan dengan nilai investasi
yang dilakukan oleh pihak driver. Hal ini juga sudah termasuk dengan pembagian
sebesar 20% dengan pihak perusahaan dari hasil total pendapatan per bulan dari
setiap driver. Selain itu, tingkat elastisitas dari segi permintaan penggunaan jasa
ojek online sendiri dibawah 1 sehingga dengan kata lain, penggunaan jasa ojek
online sendiri sudah menjadi hal wajib sehingga jika terjadi perubahan tarif / harga
yang diberikan oleh kedua perusahaan tidak mempengaruhi konsumen dalam
penggunaan jasa tersebut. Sedangkan bagi driver, dikarenakan kedua perusahaan
memiliki nilai investasi yang baik maka kami membandingkan kedua perusahaan
untuk mendapatkan nilai investasi yang paling menguntungkan bagi driver.
Berdasarkan hasil analisa, didapatkan bahwa perusahaan Grab lebih baik / lebih
menguntungkan bagi driver untuk melakukan investasi karena dinilai tarif yang
dikenakan oleh perusahaan per km lebih mahal dibandingkan dengan perusahaan
GO-Jek sehingga pendapatan yang akan diterima oleh driver yang bekerja di
perusahaan Grab lebih besar dibandingkan dengan perusahaan GO-Jek ( jika dilihat
berdasarkan tarif normal yang berlaku dan tanpa menghitung aspek lain / promo
dari masing - masing perusahaan ). Pendapatan maksimal sebagai driver per
tahunnya adalah sebesar Rp. 23.769.230 untuk perusahaan GO-Jek. Sedangkan
untuk perusahaan Grab adalah sebesar Rp. 48.507.692. Sedangkan untuk
Profitability Index dari perusahaan GO-Jek adalah sebesar 2,688 sedangkan untuk
perusahaan Grab adalah sebesar 4,4032 sehingga baik dari segi NPV maupun
Profitability Index yang kedua perusahaan tawarkan dinilai lebih menguntungkan
perusahaan Grab dibandingkan GO-Jek bagi driver.