Anda di halaman 1dari 6

Tugas Makalah

Komunikasi Bisnis

Merumuskan Ringkasan tentang Pengertian, Proses,


Bentuk dan Teknik Komunikasi Bisnis

Oleh :
Achmad Syahid
G021 17 1331
Komunikasi Bisnis A

DEPARTEMEN SOSIAL EKONOMI PERTANIAN


PROGRAM STUDI AGRIBISNIS
FAKULTAS PERTANIAN
UNIVERSITAS HASANUDDIN
MAKASSAR
2018
A. Pengertian Komunikasi Bisnis

Komunikasi bisnis adalah pertukaran gagasan, pendapat, informasi,


instruksi yang memiliki tujuan tertentu yang disajikan secara personal atau
impersonal melalui simbol - simbol atau sinyal. Sedangkan menurut para
ahli yaitu sebagai berikut :

1. Djoko Purwanto
Menurut Djoko Purwanto, Komunikasi Bisnis adalah komunikasi yang
digunakan didalam dunia bisnis yang termasuk berbagai macam bentuk
komunikasi, baik itu verbal maupun non-verbal guna capai suatu target
tertentu.
2. William C.Himstreet dan Wyne Murlin Baty
Menurut William C.Himstreet dan Wyne Murlin Baty, Proses pertukaran
Info antar individu melalui proses yang umum baik itu bersama dengan
simbol, sinyal atau prilaku dan tindakan.
3. Rosenbalt
Menurut Rosenbalt, Komunikasi Bisnis adalah suatu tindakan
pertukaran informasi, ide/opini, intruksi dsb, yang dikemukakan baik secara
personal maupun non-personal melalui lambang dan sinyal guna capai
target perusahaan.

4. Hunghess dan Kapoor


Menurut Hunghess dan Kapoor, Komunikasi Bisnis adalah suatu
kesibukan atau bisnis individu yang terorganisir untuk menghasilkan,
menjual barang dan jasa bersama dengan target untuk mendapat
keuntungan dan sadar keperluan masyarakat.

B. Proses Komunikasi Bisnis

Menurut Courtland L. Bovee dan John V. Thil tahapan-tahapan dalam


proses komunikasi dapat dibagi menjadi lima tahap, yaitu :
1. Pengirim mempunyai suatu ide atau gagasan.
Ide dapat diperoleh dari berbagai sumber yang terbentang luas
dihadapan kita. Sebelum melakukan komunikasi syarat utama adalah
adanya ide/gagasan. Seorang komunikator yang baik, harus dapat
menyaring hal-hal yang tidak penting atau tidak relevan, dan memusatkan
perhatian pada hal-hal yang memang penting dan relevan. Proses tersebut
dikenal sebagai abstraksi.
2. Ide diubah menjadi suatu pesan.
Dalam suatu proses komunikasi tidak semua ide dapat diterima atau
dimengerti dengan sempurna. Agar ide dapat diterima dan dimengerti
secara sempurna pengirim pesan harus memperhatikan beberapa hal,
yaitu: subjek (apa yang ingin disampaikan), maksud (tujuan), audience,
gaya personal, dan latar belakang budaya. Ide yang berbentuk abstrak
harus diubah kedalam bentuk pesan.
3. Pemindahan pesan.
Setelah mengubah ide-ide ke dalam suatu pesan, tahap berikutnya
adalah memindahkan atau menyampaikan pesan melalui berbagai saluran
yang ada kepada si penerima. Pesan tak mungkin dapat dipahami oleh
pihak lain tanpa adanya pemindahan pesan. Panjang-pendeknya saluran
komunikasi yang digunakan, akan berpengaruh terhadap efektivitas
penyampaian pesan.
4. Penerima menerima pesan.
Komunikasi antara seseorang dengan orang lain akan terjadi, bila
pengirim mengirimkan suatu pesan dan penerima menerima suatu pesan
pesan tersebut. Pesan tak mungkin dapat dipahami oleh pihak lain tanpa
adanya pemindahan pesan
5. Penerima memberi tanggapan dan mengirim umpan-balik kepada
pengirim.
Umpan-balik (feed back) adalah penghubung akhir dalam suatu mata
rantai komunikasi. Ia merupakan tanggapan penerima pesan yang
memungkinkan pengirim untuk menilai efektivitas suatu pesan. Feed back
dapat berfungsi sebagai koreksi bagi pengirim.
C. Bentuk Komunikasi Bisnis
Dalam dunia bisnis, komunikasi bisnis memiliki dua bentuk yang lazim
yang dapat dijadikan sebagai acuan dalam berkomunikasi. Dua bentuk ini
yaitu komunikasi verbal dan komunikasi non verbal. Berikut ini
penjelasannya.
a. Komunikasi Verbal
Diambil dari kata dasarnya yaitu ‘verbal’, komunikasi verbal ini
menggunakan satu kata atau lebih. Dalam dunia bisnis, bentuk komunikasi
verbal ini digunakan baik secara tertulis maupun secara lisan dengan
struktur dan terorganisasi dengan baik dalam menyampaikan pesan atau
informasi kepada komunikan atau penerima pesan.
Dalam dunia bisnis, umumnya bentuk komunikasi verbal ini digunakan
ketika sedang rapat, seminar, atau yang lainnya yang berhubungan dengan
operasional perusahaan. Namun, kekurangan dari komunikasi verbal jika
tidak dikuasai dengan baik maka akan timbul berbagai hal yang di
antaranya:
1. Keterbatasan Kata
Biasanya beberapa hal seperti benda, orang, atau sesuatu hal lain
yang belum bisa disampaikan dengan menggunakan kata atau bahasa
verbal. Sehingga komunikasi verbal pun tidak berjalan dengan baik dan
lancar.
2. Kata Ambigu
Setiap individu memiliki pemikiran masing-masing. Hal inilah yang
membuat bahasa verbal menjadi bahasa yang dapat menimbulkan
ambiguitas. Seperti halnya berkata ‘Orang itu tampan’. Belum tentu orang
lain menganggap bahwa orang itu tampan. Sehingga orang lain akan
menganggap bahwa orang itu tampan sifat dan hatinya.
3. Kata Bias
Umumnya, kata-kata yang bias ini menyangkut soal budaya dari
daerah tertentu. Seperti halnya suatu bahasa dari Jawa akan berbeda
maknanya jika diartikan dalam bahasa Sunda. Contoh, orang mengatakan
kata ‘gedhang’. Dalam bahasa Jawa, kata tersebut berarti ‘pisang’,
sedangkan bahasa Sunda mengartikan bahwa kata itu adalah ‘pepaya’.
4. Percampuran Fakta
Komunikasi verbal dalam komunikasi bisnis ini sering terjadi
percampuran fakta dan makna. Sehingga akan timbul pesan atau informasi
yang baru dan bisa saja tidak sesuai dengan informasi atau pesan yang
sebenarnya.
b. Komunikasi Non Verbal
Komunikasi non verbal ini merupakan bentuk komunikasi yang
berlangsung menggunakan bahasa tanda, simbol, dan tubuh. Namun,
simbol atau tanda-tanda tersebut dapat memberikan pelukisan atau
deskripsi apa yang disampaikan. Namun, komunikasi non verbal ini hanya
bisa dilakukan secara lisan. Kecuali pada sandi morse yang merupakan
bahasa non verbal, melainkan menggunakan metode tertulis.
D. Teknik Komunikasi Bisnis
1. Memperhatikan dan Mendengarkan
Lawan bicara Anda akan merasa lebih nyaman karena Anda fokus
serta mau mendengarkan pembicaraannya, ketika kita ingin didengar oleh
orang lain sebaiknya kita juga mau mendengarkan orang lain. Kemudian
cara ini juga akan membuat komunikasi menjadi lebih efektif. Tantangan
akan selalu datang disetiap kesempatan komunikasi namun anda tidak
perlu takut karena dengan fokus dan memperhatikan maka Anda akan naik
kelas ke tingkat komunikasi bisnis yang lebih tinggi.
2. Kenali Lawan Bicara Anda
Saat sedang berkomunikasi hendaknya Anda mengetahui siapa lawan
bicara Anda karena ini akan mempengaruhi respon dan strategi pendekatan
yang akan kamu jalankan pada saat komunikasi atau negosiasi bisnis
berlangsung.
3. Miliki Kemampuan Menyimpulkan Penjelasan Orang Lain
Setiap orang memiliki gaya komunikasi yang berbeda-beda mulai dari
yang suka berbasa-basi hingga yang bicara apa adanya. Disini Anda harus
belajar menangkap maksud utama lawan bicara Anda. Ada dua cara untuk
dapat menyimpulakan penjelasan orang lain yaitu: fokus mendengarkan
dan memperhatikan gestur tubuhnya.
4. Bicara Jujur
Hendaknya saat berkomunikasi kita harus menyampaikan segala
sesuatunya berdasarkan fakta yang ada, kemudian tema pembicaraan kita
pun harus jelas. Terkadang ditengah obrolan mungkin kita atau lawan
bicara kita mulai melantur ke arah yang kurang tepat maka kita harus cepat
sadar dan kembali ke topik utama.
5. Gunakan Gestur dan Mimik yang Tepat
Anda harus menjaga gestur serta mimik saat berbicara pada orang lain,
seperti contohnya saat calon klien Anda menyetujui untuk bekerjasama
dengan perusahaan Anda, sebaiknya Anda mengucapkan sesuatu dengan
senyuman namun tidak perlu berlebihan karena ini juga akan
mempengaruhi manner kita didepan orang lain.
6. Jangan Mendikte
Urusan bisnis berbeda dengan sesi belajar dikelas atau pelatihan,
Anda mungkin saja tidak mengetahui bahwa lawan bicara Anda ternyata
adalah orang yang telah memiliki banyak pengalaman. Dalam
menyampaikan pembicaraan gunakanlah bahasa yang sederhana dan
mudah dimengerti serta sampaikan dengan jelas tujuan bisnis atau
kerjasama Anda.