Anda di halaman 1dari 23

Pengertian Sistem Informasi Manajemen

Tuesday, 7 April 2015

Pengertian Sistem Informasi dan Cara Mengelola nya


” Sistem Informasi Manajemen “
A.  Pengertian System Informasi Manajemen
Ada beberapa pendapat para ahli mengenai pengertian sistem
informasi manajemen, sebagai berikut :
1.    David Kroenke
Sistem Informasi Majanement adalah pengembangan dan
penggunaan sistem-sistem informasi yang efektif dalam
organisasi.
2.    Mc. Leod
Sistem Informasi Manajemen didefinisikan sebagai suatu
sistem berbasis computer yang menyediakan informasi bagi
beberapa pemakai yang mempunyai kebutuhan serupa.
Informasi digunakan oleh pengelolah ataupun staf lainnya
pada saat mereka membuat keputusan untuk memecahkan
masalah.
3.    Stoner
Sistem Informasi Manajemen merupakan metode formal yang
menyediakan informasi yang akurat dan tepat waktu pada
manajemen untuk mempermudah proses pengambilan
keputusan dan membuat organisasi dapat melakuakan fungsi
perencanaan, operasi secara efektif dan pengendalian.
B.  Prasyarat sistem informasi
Sistem Informasi merupakan sekumpulan hardware, software,
brainware, prosedur, dan aturan yang diorganisasikan secara integral
untuk mengolah data menjadi informesi yang bermanfaat untuk
memecahkan masalah dan pengambilan keputusan. Sebuah sistem
informasi dapat dikatakan sistem iformasi yang baik jika memenuhi
syarat sebagai berikut:
1.    Sistem harus dibentuk untuk menyelesaikan suatu tujuan
2.    Elemen sistem harus mempunyai rencana yang ditetapkan
3.    Adanya hubungan diantara elemen sistem
4.    Unsur dasar dari proses lebih penting dari pada elemen sistem
5.    Sistem informasi memiliki sifat-sifat sebagai berikut:
a.     Pemprosesan informasi yang efektif
b.    Menejemen informasi yang efektif
c.     Keluwesan
d.    Kepuasan pemakai
6.    Sistem informasi memiliki kemampuan sebagai berikut:
a.     Memiliki kecepatan akses
b.    Menyediakan kecepatan, komunikasi akurat, dan kalaborasi
c.     Menyimpan informasi dalam jumlah besar
d.    Akses yang cepat dan tidak mahal
7.    Sistem informasi memiliki komponen sebagai berikut ini:
a.     Blok masukan. Input disini termasik metode-metode yang
digunakan yntuk menangkap data yang berupa dokumen-
dokumen dasar
b.    Blok model. Kombinasi prosedur, logika, dan model
matematik yang akan memanipulasi data input dan data
yang tersimpan dibasis data
c.     Blok luaran. Sistem infomasi yang baik serta bermanfaat
dan dokumentasi yang berguna untuk semua tingkatan
d.    Blok Teknologi. Digunakan untuk menerima masukan,
menjalankan model, menyimpan dan mengakses data,
menghasilka dan mengirimkan keluaran, dan membantu
pengendalian sistem secara keseluruhan
C.  Tujuan sistem informasi manajemen
1.    Menyediakan informasi yang dipergunakan didalam
perhitungan harga pokok jasa, produk, dan tujuan lain yang
diinginkan perusaan
2.    Menyediakan informasi yang dipergunakan dalam
perencanaan, pengendalian, pengevaluasian dan perbaikan
berkelanjutan
3.    Menyediakan informasi untuk pengambilan keputusan
D.  Manfaat dan peran sistem informasi manajemen
1.    Manfaat Sistem Informasi Manajemen (SIM)
a.     Memberikan dukungan dalam pengumpulan informasi
b.    Digunakan secara efektif guna mendukung setiap tingkatan
c.     Membantu untuk mereleasasikan keputusan dalam
tingkatan
d.    Meningkatkan aksesibilitas data yang tersaji
e.     Menjamin tersedianya kualitas dan keterampilan
2.    Peran sistem informasi manajemen
a.     Meningkatan efisiensi operasional, agar dapat membantu
perusahaan untuk menjalankan startegi keunggulan biaya
b.    Memperkenalkan inovasi dalam bisnis, yaitu dengan cara
membangun biaya pertukaran kedalam huubungan antara
perusahaan dengan konsumen
c.     Membangun sumber informasi strategis, memapukan
sumber informasi strategis
E.   Data dan informasi
1.    Data
a.     Pengertian data
Adalah fakta-fakta mentah yang harus dikelola unuk
menghasilkan suatu informasi yang memiliki arti bagi suatu
organisasi
b.    Jenis-jenis data
1.    Berdasarkkan cara memperolehnya
a.     Data primer
b.    Data sekunder
2.    Berdasarkan sifat data
a.     Data kuantitatif
b.    Data kualitatif
3.    Berdasarkan sumber data
a.     Data internal
b.    Data eksternal
4.    Berdasarkan cakupan pengumpulannya
a.     Data sensus
b.    Data sampel
5.    Berdasarkan dinamika data
a.     Data statis
b.    Data semi dinamis
c.     Data dinamis
2.    Informasi
a.     Pengertian informasi
Adalah hasil proses atau hasil pengolahan data yang
meliputi hasil penggabungan, hasil analisis, hasil
penyimpulan, dan hasil pengolahan sistem informasi
komputerisasi.
b.    Manfaat informasi
1.    Meningkatkan pengetahuan pemakai
2.    Mengurangi ketidak pastian dalam pengambilan
keputusan
3.    Menggambarkan keadaan peristiwa yang terjadi
4.    Mengurangi keanekaragaman yang tidak diperlukan
c.     Sifat informasi
1.    Mudah diperoleh
2.    Luas dan lengkap
3.    Ketelitian
4.    Kecocokan
5.    Ketepatan waktu
6.    Kejelasan
7.    Keluwesan
8.    Dapat dibuktikan
9.    Tidak ada prasangka
d.    Ciri-ciri informasi
1.    Kuantitas informasi dan kualitas informasi
2.    Informasi actual dan relavan
3.    Ketepatan dan kebenaran informasi
.   Jenis-jenis sistem informasi
Berikut ringkasan materi tentang jenis-jenis sistem informasi
Objektif
§  Mengenal berbagai sistem informasi dari berbagai sudut pandang

§  Memahami secara singkat proses berbgai jenis sistem informasi

§  Memahami manfaat masing-masing jenis sistem informasi

Cara pandang pengklasifikasi SI


§  Level Organisasi

§  Area Fungsional

§  Dukungan yang diterima

§  Arsitektur

Sistem Informasi menurut Level Organisasi


§  Sistem informasi departemen

§  Contoh : Sistem Informasi SDM (HRIS)

§  Sistem informasi perusahaan (enterprise information system)

§  Contoh : sistem informasi perguruan tinggi

§  Sistem informasi antarorganisasi

§  Contoh : eCommerce

Sistem Informasi Fungsional


§  Sistem informasi berdasarkan area fungsional

§  Ditujukan untuk memberikan informasi bagi kelompok orang yang

berada pada bagian tertentu dalam perusahaan.


Contoh :
§  Sistem Informasi Akuntansi

§  SI yang menyediakan informasi yang dipakai oleh fungsi

akuntansi (departemen/bagian Akuntansi)


§  Mencakup semua transaksi yang berhubungan dengan

keuangan dalam perusahaan


§  Sistem Informasi Keuangan

§  SI yang menyediakan informasi pada fungsi keuangan yang

menyangkut keuangan perusahaan.


§  Misal : Cash Flow dan informasi pembayaran

Klasifikasi SI berdasarkan fungsi (Jeffrey L. Whiiten)


§  Sistem Pemrosesan Transaksi (Transaction Processing System/TPS)

§  Sebuah sistem yang meng-capture dan memproses data

transaksi bisnis. Misalnya: pesanan, kartu absensi,


pembayaran, KRS, reservasi dll
§  Sistem Informasi Manajemen (Managemen Information

System/MIS)
§  Sistem informasi yang menyediakan pelaporan yang

berorientasi manajemen berdasarkan pemrosesan transaksi


dan operasi organisasi.
§  Sistem Pendukung Keputusan (Decissin Support System/DSS)

§  Sistem informasi yang menindentifikasi berbagai alternatif

keputusan atau menyediakan informasi untuk membantu


pembuatan keputusan.
§  Sistem Informasi Eksekutif (Executive Information System/EIS)

§  Sistem informasi yang diperuntukkan oleh manajer eksekutif

untuk mendukung perencanaan bisnis dan menilai performa


rencana tersebut.
§  Sistem Pakar (Expert System)

§  Sistem informasi yang meng-capture dan menghasilkan

kembali pengetahuan ahli pemecahan masalah atau para


pengambil keputusan dan mensimulasikan kembali
“pemikiran” ahli tersebut.
§  Sistem Komunikasi dan Kolaborasi (Communication and

Collaboration System)
§  Sistem yang memungkinkan komunikasi lebih efektif antara

orang-orang dalam maupun luar organisasi untuk


meningkatkan kemampuan berkolaborasi.
§  Sistem Otomatisasi Kantor (Office Automation System)

§  Sistem informasi yang mendukung aktifitas bisnis kantor

secara luas yang menyediakan aliran kerja yang diperbaiki


antar personil.
Sistem Informasi berdasarkan dukungan yang tersedia
§  Sistem Pemrosesan Transaksi (transaction processing system atau

TPS)
§  Sistem Informasi Manajemen(management information system

atau MIS)
§  Sistem Otomasi Perkantoran (office automation system atau OAS)

§  Sistem Pendukung Keputusan (decission support system atau DSS)

§  Sistem Informasi Eksekutif (executive information systematau EIS)

§  Sistem Pendukung Kelompok  (group support system atau GSS)

§  * Sistem Pendukung Cerdas (intelligent support system atau ISS)

G.  Karakteristik informasi siap pakai      


Informasi yang baik merupakan hal penting dalam pengambilan
suatu keputusan, kualitas infromasi sangat menentukan keputusan
yang diambil. Oleh karena itu informasi yang baik dan siap pakai
sangat diperlukan dalam setiap pengambilan keputusan.
Berikut ini terdapat beberapa karakteristik informasi yang baik dan
siap pakai

1. Akurat
Syarat utama informasi dikatakan siap pakai adalah akurat.
Informasi yang diterima harus benar, merefleksikan fakta yang
sebenarnya, tepat, dan sebaiknya merupakan hasil analisis
statistik yang baik.

2. Tepat Waktu
Selain akurat informasi harus tepat waktu, dalam arti
informasi harus tersedia pada saat yang dibutuhkan. Misalnya
bagian pemasaran dan pemesanan barang harus mengetahui
jenis dan jumlah stok barang di gudang. Jangan sampai bagian
pemasaran menjanjikan pengiriman barang kepada konsumen
sementara stok barang di gudang tidak tersedia. Bagian
pemasaran perlu mengetahui jumlah seluruh stok barang
digudang guna keperluan pengirimannya.

3. Relevan
Selanjutnya karakteristik informasi siap pakai adalah
relevan, dalam arti informasi yang disampaikan memiliki
hubungan terkait dengan keputusan yang akan diambil.
Misalnya, hal-hal yang perlu dipertimbangkan dalam menyeleksi
calon pegawai adalah latar belakang pendidikan, pengalaman
kerja, pelatihan yang pernah diikuti, usia, gender maupun status
calon pegawai. 

4. Lengkap dan Memadai


Karakteristik selanjutnya adalah informasi yang diterima
harus lengkap dan memadai dalam kuantitas dan kualitas sesuai
laporan yang dibutuhkan. Misalnya, pemegang saham ingin
meninjau secara langsung seluruh laporan perusahaan. Dengan
demikian, perusahaan harus menyediakan informasi secara rinci
berupa neraca keuangan, laporan laba-rugi, laporan arus kas dan
lain sebagainya.

5. Up to Date
Informasi juga harus Up to Date, hal ini karena lingkungan
selalu mengalami perubahan setiap saat. Perubahan dapat
menimbulkan kesempatan tersendiri. Perubahan tersebut tidak
dapat dicegah melainkan harus di antisipasi dengan baik. Oleh
karena itu informasi yang diperoleh terbaru dan mengakomodir
perubahan-perubahan yang terjadi dan memudahkan
manajemen mengambil keputusan yang tepat.

6. Dapat Diandalkan
Informasi harus handal dan dapat dipercaya, juga dapat
dipertanggungjawabkan kebenarannya. Informasi yang tidak
jelas sumbernya akan tidak handal dan tidak dapat
dipertanggungjawabkan kebenarannya. Dengan demikian
sumber informasi harus terpercaya/ diperoleh dengan cara tepat,
dan diroses dengan cara yang benar, serta pendistribusiannya
dapat dipercaya.

7. Dapat Dimengerti
Karakterisitik informasi selanjutnya adalah dapat
dimengerti, informasi harus dapat dibaca dan dipahami dengan
baik agar informasi tersebut berguna bagi para pembuat
keputusan, meskipun pengguna informasi dianggap memiliki
pengetahuan yang cukup untuk memahami informasi tersebut.
Jika informasi mudah dimengerti oleh pengguna informasi maka
proses pembuatan keputusan dapat dipercepat.
8.    Dapat Dibandingkan                                                               
Informasi harus dapat dibandingkan dengan keadaan
perusahaan saat ini, masa lalu, dan masa yang akan datang,
serta kemampuan potensial yang dimiliki kepada pihak asing.
H.  Input, proses, dan output
Dalam Perangkat Keras (Hardware) Komputer, terdapat 3
Buah Konsep perangkat keras,, yakni:

Alat Input adalah alat-alat yang berfungsi memasukan data atau


·                    
perintah kedalam komputer.Contoh dari alat input antara lain:
1.                Keyboard–> Papan Ketik yang berfungsi memasukan data
baik itu char(Karakter),number(nomor) atau symbol.
2.                Mouse–> Sebuah alat input yang digunakan untuk
menunjukan cursor(Pointer)
3.                Scanner–> Alat input yang berfungsi untuk men duplikat/
mengcopy teks/gambar dari kertas/foto dsb
4.                Joystick–> Alat input yang berfungsi memberikan masukan
namun biasanya dipakai dalam game
5.                Camera digital–> Input Gambar/image
6.                Microphone–> Input Suara
7.                Digitizer–>Digunakan dalam pemetaan
8.                Touch Screen–>Digunakan memberikan instruksi sama
seperti mouse namun kelebihan nya di sentuh
9.                Touch pad
10.           Track ball
11.           Light Pen
12.           Handy cam
·                     Alat Pemproses adalah alat-alat yang berfungsi mengolah data
kedalam komputer setelah mengalami proses Input.Contoh dari alat
pemproses adalah Processor
·                     Alat Output adalah alat-alat yang berfungsi mengeluarkan data-

data yang berbentuk informasi.Contoh dari alat Output adalah:


1.                Monitor–> Menampilkan display gambar, teks, symbol dsb
2.                Printer–> Mencetak document yang telah kita buat
3.                Speaker–> Memunculkan suara yang dapat di input lewat
microphone atau mp3
4.                Proyektor–> sama seperti monitor, namun media proyektor
dapat di dinding
DIAGRAM BLOK ALUR KERJA KOMPUTER
Description: pict01

1. Input Device (Alat Masukan) 


Adalah alat-alat yang berfungsi memasukan data atau
perintah kedalam komputer
2. Output Device (Alat Keluaran) 
Adalah alat-alat yang berfungsi mengeluarkan data-data
yang berbentuk informasi
3. I/O Ports 
Bagian ini digunakan untuk menerima ataupun mengirim
data ke luar sistem. Peralatan input dan output di atas
terhubung melalui port ini.
4. CPU (Central Processing Unit) 
CPU merupakan otak sistem komputer, dan memiliki dua
bagian fungsi operasional, yaitu: ALU (Arithmetical Logical
Unit) sebagai pusat pengolah data, dan CU (Control Unit)
sebagai pengontrol kerja komputer.
5. Memori                                                                              Memori
terbagi menjadi dua bagian yaitu memori internal dan
memori eksternal. Memori internal berupa RAM (Random
Access Memory) yang berfungsi untuk menyimpan program
yang kita olah untuk sementara waktu, dan ROM (Read Only
Memory) yaitu memori yang haya bisa dibaca dan berguna
sebagai penyedia informasi pada saat komputer pertama
kali dinyalakan. Contoh memory External berupa
Hardisk,Flashdisk dan compact disk.
6. Data Bus                                                                            Adalah
jalur-jalur perpindahan data antar modul dalam sistem
komputer. Karena pada suatu saat tertentu masing-masing
l h d b 1 bi d k j l h
saluran hanya dapat membawa 1 bit data, maka jumlah
saluran menentukan jumlah bit yang dapat ditransfer pada
suatu saat. Lebar data bus ini menentukan kinerja sistem
secara keseluruhan. Sifatnya bidirectional, artinya CPU
dapat membaca dan menirma data melalui data bus ini.
Data bus biasanya terdiri atas 8, 16, 32, atau 64 jalur paralel.
7. Address Bus                                                                     
Digunakan untuk menandakan lokasi sumber ataupun
tujuan pada proses transfer data. Pada jalur ini, CPU akan
mengirimkan alamat memori yang akan ditulis atau
dibaca.Address bus biasanya terdiri atas 16, 20, 24, atau 32
jalur paralel.
8. Control Bus                                                                       Control
Bus digunakan untuk mengontrol penggunaan serta akses ke
Data Bus dan Address Bus. Terdiri atas 4 samapai 10 jalur
paralel.
Untuk memudahkan Blogger dalam memahami arti dari
Input,Output dan Pemproses, saya akan membuat definisi
salah satu Hardware,,,Dalam kesempatan kali ini, Hardware
yang akan saya bahas adalah Hardisk
.      Pengendalian sistem informasi
1)   Keterampilan untuk mengelola pengendalian sistem
informasi
a)    Kemampuan mengendalikan kegiatan perencanaan
informasi
b)   Kemampuan mengendalikan proses transformasi
informasi
c)    Emampuan mengendalikan organisasi pelaksanaan
sistem informasi
2)   Pembagian pengendalian sistem informasi
a)    Pengendalian umum
b)   Pengendalian aplikasi
3)   Cara mengenali pengendalian sistem informasi 
Pengendalian ini dilakukan mulai dari proses
pengembangan sistem, desain sistem, dan saat
pengoperasian sistem.

“ Mengelola Data dan Informasi “


A.  Menghimpun data
1)   Pengertian pengumpulan data                                                         
      Pengumpulan data merupakan langkah yang cukup penting
dalam penelitian. Data yang terkumpul akan digunakan sebagai
bahan analisis dan pengujian hipotesis yang telah dirumuskan.
Oleh karena itu, pengumpulan data harus dilakukan dengan
sistematis, terarah dan sesuai dengan masalah penelitian.    
                Teknik pengumpulan data erat hubungannya dengan
masalah penelitian yang akan dipecahkan. Karena itu,
pemilihan teknik dan alat pengumpulan data yang sesuai perlu
diperhatikan. Dalam penelitian, penggunaan teknik dan alat
pengumpulan data yang tepat (sesuai) dapat membantu
pencapaian hasil (pemecahan masalah) yang sahih (Valid ) dan
andal
(Reliable).
Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan sebelum
pengumpulan data dilakukan, yaitu :
1. jenis data yang diperoleh,
2. sumber data,
3. cara pengumpulan data, dan
4. jumlah data yang diperlukan.

                Berdasarkan sumber, data dapat dibedakan menjadi


data primer dan sekunder. Data Primer adalah merupakan
informasi yang dikumpulkan peneliti langsung dari sumbernya.
Dalam hal ini, peneliti bertindak sebagai pengumpul data.
Biasanya, pengumpulan data primer membutuhkan waktu
yang cukup lama dan biaya yang tinggi. Keuntungan
penggunaan data primer ini adalah dapat
dipercaya.                                                                           Data
Sekunder, adalah informasi yang telah dikumpulkan pihak lain.
Jadi dalam hal ini peneliti tidak langsung memperoleh data dari
sumbernya. Peneliti bertindak sebagai pemakai data. Data
sekunder dibagi menjadi dua kelompok menurut sumbernya,
yaitu : 1) Data Internal, yang tersedia di tempat penelitian di
lakukan, dan 2) Data eksternal, yaitu merupakan data
perolehan dari pihak luar. Penggunaan data sekunder dapat
menghemat waktu, biaya, dan tenaga. Akan tetapi, data yang
diperoleh belum tentu sesuai dengan keinginan atau maksud
peneliti, serta tidak diketahui dengan pasti kebenarannya.
2) Metode dalam Pengumpulan
Data                                                              Teknik pengumpulan
data erat kaitannya dengan metode (cara) pengumpulan data
penelitian yang digunakan. Ada tiga metode penelitian yang
sering digunakan, yaitu : Sensus, sampling dan studi kasus.
1. Metode Sensus
                Dalam metode sensus, pengumpulan data yang
diperlukan dilakukan terhadap seluruh populasi yang cirinya
hendak diketahui. Jadi, data yang diperoleh dapat
menunjukkan ciri keseluruhan populasi yang sebenarnya.
Penggunaan metode ini membutuhkan biaya tinggi, waktu dan
tenaga yang relatif banyak.
2. Metode
Sampling                                                                                            
Metode sampling paling sering digunakan dalam penelitian.
Dalam metode ini, pengumpulan data dilakukan dari sebagian
populasi yang dianggap mewakili keseluruhan ciri populasi
yang dikehendaki.
3. Metode Studi
Kasus                                                                                         Dalam
metode studi kasus, penelitian dilakukan terhadap satu aspek
tertentu yang telah ditentukan. Pengumpulan datanya juga
dilakukan terhadap sebagian populasi yang mewakili (yang
hendak diteliti). Hasil penelitian (kesimpulan) yang diperoleh
dengan metode ini tidak dapat digeneralisasikan, tetapi
merupakan nilai khusus (specific value ) darin penelitian itu
sendiri.
3)  Teknik Pengumpulan Data                                                         
      Sehubungan dengan metode penelitian di atas, ada
4)   beberapa teknik dan alat yang dipergunakan dalam
pengumpulan data. antara lain melalui observasi dan
komunikasi.
1. Teknik Observasi (Pengamatan
)                                                                  Dalam teknik ini
peneliti melakukan pengamatan dan pencatatan yang
sistematik terhadap subyek penelitian. Berdasarkan
pelaksanaannya, teknik pengamatan ini dibedakan menjadi :
2. Teknik pengamatan langsung            
                                                          Dalam teknik pengamatan
langsung, pengamatan dilakukan tanpa menggunakan
peralatan khusus. Jadi, peneliti langsung mengamati dan
mencatat segala sesuatu yang diperlukan pada saat
terjadinya proses yang dilakukan oleh subyek penelitian.
3. Teknik pengamatan tak
langsung                                                                 Dalam teknik
ini, pengamatan dilakukan dengan menggunakan peralatan
tertentu, mislanya tape recorder. Pengamatan dalam hal ini,
dapat dilakukan dalam situasi sebenarnya maupun buatan,
misalnya : permainan peran (roleplaying) yang direkam
dengan kamera.
4. Teknik pengamatan
partisipasi                                                                     Dalam
teknik ini, peneliti turut mengambil bagian dalam situasi
nyata objek penelitian. Jadi, peneliti masuk ke dalam situasi
pengamatan dan ikut aktif melakukan kegiatan dalam
sistem tersebut.
5. Teknik
Komunikasi                                                                                      
          Teknik komunikasi digunakan untuk mendapatkan
data primer maupun sekunder. Dalam hal ini, peneliti
mengadakan hubungan (komunikasi) dengan subjek
penelitian. Ada dua jenis teknik komunikasi : yaitu teknik
komunikasi langsung dan teknik komunikasi tidak langsung.
                   Dalam teknik komunikasi langsung, peneliti
berhubungan langsung (tatap muka) dengan subjek
penelitiannya. Sedaangkan pada teknik komunikasi tidak
langsung, peneliti menggunakan media atau pranata
tertentu untuk menghubungi subjek penelitiannya.
Komunikasi langsung biasanya dilaksanakan dengan
wawancara, dan komunikasi tidak langsung dapat dilakukan
dengan menggunakan angket (Questioner).
1.
Wawancara                                                                                          
          Wawancara merupakan alat pengumpul data untuk
memperoleh informasi langsung dari sumbernya. Ada
beberapa faktor yang mempengaruhi arus informasi dalam
wawancara, yaitu : pewawancara (interviewer), responden
(interviewee), pedoman wawancara dan situasi wawancara.

a. Pewawancara
                                                                                                  adalah
pengumpul informasi, oleh karena itu pewawancara
diharapkan dapat menyampaikan semua pertanyaan
dengan jelas, merangsang responden untuk menjawab
semua pertanyaan, dan mencatat semua informasi yang
dibutuhkan dengan benar.
b. Responden
                                                                                                    
merupakan pemberi informasi yang diharapkan dapat
menjawab semua pertanyaan dengan jelas dan lengkap.
Untuk itu diperlukan motivasi atau kesediaan responden
menjawab pertanyaan dan hubungan selaras antara
responden dan pewawancara.
c. Pedoman wawancara
                                                                                     yang
dipergunakaaan pewawancara, menguraikan masalah
penelitian yang biasanya dituangkan dalam bentuk
pedoman wawancara.
d. Situasi wawancara berkaitan dengan waktu, tempat,
kehadiran orang ketiga dan sikap masyarakat
umumnya.                    Waktu dan tetap yang tidak sesuai
dapat menjadikan pewawancara canggung dan responden
enggan menjawab pertanyaan. Adanya orang ketiga, dapat
mempengaruhi responden dalam menjawab, demikian pula
dengan sikap masyarakat umum.
e.
Angket                                                                                                  
          Angket merupakan alat pengumpul data yang biasa
digunakan dalam teknik komunikasi tidak langsung. Artinya,
responden secara tidak langsung dihubungi melalui daftar
pertanyaan tertulis yang dikirim dengan media tertentu atau
dikirim langsung oleh si peneliti.                                              
                   Pada umumnya, angket ini digunakan dalam
penelitian yang respondenya tersebar secara geografis.
Dalam penelitian sosial, angket ini juga berfungsi sebagai
pelengkap pengumpulan data yang diperoleh dengan cara
lain.                                 Tujuan dari penyebaran angket
adalaaaah untuk mencari informasi yang lengkap mengenai
sesuatu masalah. Hal ini penting agar responden yang
menerimanya tidak merasa khawatir dalam mengisi.
Responden tahu dengan jelas informasi tertentu yang
diminta dan tidak merasa khawatir dirinya diuji bila
mengisinya.
Berdasarkan bentuknya, angket dapat dibedakan menjadi :
1. Angket berstruktur (Tertutup)
Dalam angket ini, jawaban pertanyaan yang diajukan sudah
disediakan. Responden diminta untuk memilih satu jawaban
yang sesuai dengan dirinya. Jadi, pertanyaannya bersifat
tertutup.
Contoh :
1. Apakah anda seorang karyawan pegawai negeri ?
a. Ya
b. Bukan
2. Jika Ya, sudah berapa lamakah anda menjadi pegawai
negeri ?
a. 1 tahun
b. 2 tahun
c. 3 tahun
d. Lebih dari 3 tahun
2. Angket tak berstruktur (Terbuka)                                            
                    Pada angket ini, pertanyaan diajukan dalam
bentuk pertanyaan terbuka, pilihan jawaban tidak
disediakan. Jadi responden diberi kebebasan untuk
menjawab pertanyaan menurut pendapatnya sendiri.
Contoh :
1. Bagaimana pendapat anda tentang sistem penggajian yang
diberikan oleh Perusahaan kepada karyawannya di tempat
anda bekerja ?
..................................................
2. Bagaimana saran anda untuk perbaikan sistem penggajian
di perusahaan tempat anda bekerja ?
..................................................
B.  Pencatatan data
1.    Teknik Pencatatan Narrative
a)    Pengertian pencatatan
narrative                                                                        Teknik
pencatatan narrative merupakan teknik pengumpulan
(pencatatan) data oleh observer dengan kejadian dan urutan
kejadiannya sebagaimana yang terjadi pada situasi
nyata. Teknik ini membantu formulasi deskripsi yang
komprehensif akan perilaku individu.
b)   Anecdotal recording : pencatatan mencakup apapun yang
tampak relevan bagi observer. Cara ini tidak membutuhkan
kerangka waktu, pengkodean atau pengkategorian tertentu.
c)    Running recording : observer mencatat ketika perilaku
muncul
Kelebihan pencatatan narrative:
a)    Memelihara rangkaian asli dari suatu kejadian
b)   Membantu pengumpulkan informasi dan menemukan
perilaku kritis
c)    Dapat digunakan untuk mengetahui dan menilai kemajuan
d)   Memberikan catatan tentang kesulitan yang berkelanjutan
e)    Membutuhkan sedikit peralatan
f)     Cocok sebagai pendahulu prosedur observasi yang lebih
sistematis
Kelemahan:
a)    Tidak cocok untuk data kuantitatif
b)   Sulit untuk divalidasi
c)    Tidak mendeskripsikan secara penuh beberapa tipe dari
perilaku kritis
d)   Sulit digeneralisasi
e)    Memungkinkan terjadinya perbedaan antar pengamat satu
dengan pengamat yang lain
2.    Metode interval recording
                                                                                  Merupakan salah satu
teknik observasi yang berfokus pada perilaku spesifik dalam
waktu yang spesifik pula. Periode observasi dibagi menjadi
beberapa segmen interval (biasanya selama 5 sampai 30 detik,
tergantung pada apa yang mau diobservasi). Interval recording
sesuai uuntuk observasi terkontrol dan di dalam laboratorium.
Keuntungan Interval Recording
Interval recording memiliki beberapa keuntungan (Kazdin, 1981;
Nay, 1979):
a)    Membantu menemukan hubungan antara waktu dan
perilaku
b)   Memfasilitasi pemeriksaan reliabilitas interobserver
c)    Membantu memastikan perilaku yang ditemukan pada
saat observasi dalam jangka waktu yang sama
d)   Efisien dalam penggunaan waktu
Kerugian Interval Recording
a)    Perilaku-perilaku yang diobservasi tampak seperti
urutan, karena interval waktu –bukan karena perilaku
tersebut-
b)   Hubungan antara perilaku dan permasalahan terlihat
berlebihan
c)    Metode ini tidak menyediakan informasi tentang
kualitas perilaku atau tentang situasi saat observasi
dilaksanakan, kecuali informasi-informasi spesifik yang
dikode dalam sistem recording
d)   Tidak mengungkapkan frekuensi secara actual atau
durasi dari perilaku
3.  Metode Event
Recording                                                                                    Metode
event recording dilakukan dengan cara merekam setiap hal dari
perilaku spesifik (specific behavior) atau kejadian-kejadian yang
ingin diukur selama periode observasi. Event recording
merekam sample behavior, dimana unit pengukurannya adalah
perilaku. Dengan kata lain, observer menuggu perilaku atau
kejadian yang ingin diukur itu muncul kemudian mencatatnya.
Event recording terutama digunakan untuk observasi terkontrol
dan studi laboratorium.
Kelebihan :
a)    Mengukur atau melihat perilaku dengan frekuensi
yang rendah atau jarang, dan oleh orang yang sehari-
hari berada dalam setting observasi
b)   Memudahkan dalam mempelajari banyak perilaku atau
peristiwa yang berbeda
c)    Lebih efisien
d)   Dapat menggunakan bermacam-macam cara
pencatatan data yang berbeda
Kelemahan :
a)    Tidak memberikan pola perilaku yang sifatnya
sementara
b)   Sulit untuk mencapai reliabilitas antar observer
c)    Tidak cocok untuk melihat perilaku yang tidak diskrit
d)   Observer harus dapat mempertahankan konsentrasi
dalam waktu yang lebih lama
4.    Rating
Methods                                                                                                   
Metode observasi berupa checklist yang didasarkan pada
intensitas perilaku yang diamati. Observer sebelumnya membuat
rating sikap pada skala atau ceklis, dan biasanya hasil perekaman
dicatat di akhir periode observasi. Metode ini membutuhkan
kepekaan tinggi pada subjektivitas observer.
Kelebihan :
a)    Memungkinkan sudut pandang umum
b)   Memungkinkan untuk merekam macam-macam
perilaku
c)    Dapat mengukur rating perilaku beberapa orang
sekaligus atau sebuah grup secara keseluruhan
d)   Memungkinkan perekam aspek kualitatif dari perilaku
Kekurangan :
a)    Skala yang dibuat berdasaran asumsi yang tidak jelas
b)   Bisa terjadi reliabilitas rendah antar observer karena
interpretasi yang berbeda pada setiap orang
c)    Tidak cocok untuk merekam perilaku yang mendasari
atau menjadi konsekuensi dari sebuah perilaku
d)   Tidak akurat bila terjadi time-delay atau perbedaan
waktu pada pelaksanaan
C.  Pengolahan data                                                                                              
          Istilah data merupakan istilah majemuk  yang berarti fakta atau
bagian dari fakta yang mengandung arti, yang dihubungkan dengan
kenyataan. Data dapat berupa angka-angka, huruf-huruf, simbol atau
bilangan untuk menjadi keluaran atau output yang
diinginkan.                                                                            Data juga dapat
diartikan suatu fakta atau keterangan yang jika berdiri sendiri belum
mempunyai arti atau nilai. Data dapat dijadikan kajian analisis atau
kesimpulan.                                                                                                        
Menurut Jogiyanto Hartono (2006:8) data adalah bentuk yang masih
mentah, belum bisa berceritera banyak, sehingga perlu diolah lebih
lanjut. Data diolah melalui suatu model untuk dihasilkan
informasi.                                         Istilah Pengolahan adalah suatu
proses atau kegiatan untuk menghasilkan keluaran atau output yang
diinginkan.Menurut Jogiyanto Hartono (2006:9) pengolahan
(processing) adalah proses data yang diolah melalui suatu model
menjadi informasi, penerima kemudian menerima informasi tersebut,
membuat suatu keputusan dan melakukan tindakan, yang berarti
menghasilkan suatu tindakan yang lain yang akan membuat sejumlah
data kembali. Data tersebut akan dtangkap sebagai input, diproses
kembali lewat suatu model dan seterusnya membentuk suatu siklus.
Siklus ini disebut juga dengan siklus pengolahan data (data processing
cycles).                                                      Jadi pengolahan data (data
processing) dapat dikatakan sebagai susunan atau kumpulan dari
hasil kegiatan pikiran dengan bantuan tenaga atau suatu peralatan,
sehingga dapat menghasilkan informasi untuk mencapai tujuan
tertentu.                                                          Pengolahan data dapat
dilakukan secara manual maupun dengan sistem komputerisasi
melalui berbagai aplikasi pengolah data. Proses pengolahan data
seperti memasukkan dan mengambil data dari dan ke media
penyimpanan memerlukan perangkat lunak semacam sistem
manajemen basis data.Secara umum proses pengolahan data menjadi
informasi melalui tiga tahapan dasar yaitu input, proses, output. Tiga
tahapan dasar tersebut dikembangkan sebagai berikut.
1. Penghimpunan dan pencatatan
data                                                                            Tahapan ini
berhubungan dengan proses pengumpulan atau penghimpunan data
yang biasanya merupakan proses pencatatan (recording) data ke
dokumen dasar atau formulir. Penghimpunan data dapat diperoleh
melalui formulir-formulir yang sudah dibuat sebelumnya, seperti
formulir penerimaan siswa baru, formulir pasien rumah sakit, formulir
pengajuan pembukaan rekening bank dan lain
sebagainya.                                                                   Tahapan
penghimpunan dan pencatatan data melalui komputerisasi dapat
dilakukan dengan cara melakukan input data melalui aplikasi atau
perangkat lunak yang digunakan. Tahapan dari cara kerja sistem
komputer ini adalah data yang telah didapatkan dan dikumpulkan
dimasukkan oleh pemakai atau pengguna pada perangkat input,
kemudian dengan metode tertentu data yang diinputkan diolah atau
diproses oleh perangkat proses dan selanjutnya dihasilkan informasi
oleh perangkan keluaran (output device). Jadi pada dasarnya
perangkat keras (hardware) komputer dibagi menjadi tiga perangkat
utama yaitu, input device, prosses device, dan output device.
 
2.Pengklasifikasian data                                                                                
          Setelah tahapan penghimpunan dan pencatatan data maka
tahapan selanjutnya adalah pengklasifikasian data. Dalam tahapan ini,
data diberi identitas atau diklasifikasikan. Identifikasi tersebut dapat
dilakukan untuk suatu kelompok atau beberapa kelompok dari data
tersebut sehingga nantinya merupakan karakteristik dari data yang
bersangkutan.
3. Penyusunan data (sorting)                                                                         
          Setelah data-data yang diolah diberikan identifikasi seperti
diatas, maka data tersebut mungkin perlu diatur atau disusun
sedemikian rupa, contohnya mengurutkan data berdasarkan kode
klasifikasinya, berdasarkan nama, tanggal, dan lain sebagainya. Proses
ini dinamakan sorting.
4. Perhitungan (calculating)
Tahapan ini data dihitung atau dikalkulasi seperti pelaksanaan
perhitungan atau disebut juga calculating.
5. Penyusunan laporan (summarizing)
Untuk memungkinkan dilakukan analisis terhadap data atau
informasi yang dihasilkan, diperlukan penyimpulan atau pembuatan
rekapitulasi laporan sesuai dengan keinginan pemakai informasi.
6. Penyimpanan (storing)                                                                               
          Storing atau penyimpanan data dan informasi yang sejenis
kedalam file untuk referensi dimasa yang akan datang perlu dilakukan.
Media penyimpanan ini terdiri dari beberapa macam, disesuaikan
dengan metode dan peralatan yang dipakai dalam sistem pengolahan
data, seperti disk, kartu, dan dokumen. Dapat juga disimpan pada
dunia maya. Baca Cara Menyimpan Menggunakan Google Drive dan
Dropbox
7. Pencarian
(retrieving)                                                                                           Di dalam
file yang disimpan, pencarian data atau retrieving biasa digunakan
dengan cara penyimpanannya terutama jika pengolahan datanya
menggunakan komputer.
8.Komunikasi (communicating)                                                                    
          Dalam proses pengolahan data menjadi informasi sampai
informasi tersebut dapat dipakai oleh user atau pengguna, maka
diperlukan suatu komunikasi sehingga mempermudah proses
pengolahan data menjadi informasi.
9. Penggandaan (reproducing)                                                                      
          Untuk pengamanan apabila data hilang atau rusak, juga untuk
keperluan perusahaan lainnya bisa dilakukan dengan penggandaan
menggunakan mesin fotocopy, disk maupun magnetic tape.
Penggandaan berarti proses, cara, perbuatan menggandakan. Jadi,
kata menggandakan berarti usaha memperbanyak atau
melipatgandakan beberapa kali dokuemn. 

Demikian pula halnya dengan data, data digandakan untuk keperluan


tertentu. Penggandaan data berarti suatu perbuatan menggandakan
atau memperbanyak data sesuai dengan kebutuhan menggunakan
alat pengganda.
10.Pendistribusian
data                                                                                                              
Pendistribusian data dan inromasi dapat dilakukan bila data sudah
digandakan. Penggandaan data tersebut dilakukan agar data dapat
dijadikan sebagai informasi bagi yang membutuhkannya.
Penggandaan dapat dilakukan melalui media penyimpanan seperti CD,
DVD, maupun melalui cetakan dan sebagainya. Hasil penggandaan
data ini kemudian dibagikan kepada pihak-pihak yang berkepentingan
terhadap data tersebut sebagai penunjang pekerjaan.
 
D.  Penggandaan data menjadi informasi                                                         
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia Balai Pustaka, ditulis arti kata
penggandaan, yakni : proses, cara, perbuatan menggandakan. Jadi
kata menggandakan dapat diartikan, usaha memperbanyak atau
melipatkan beberapa kali dokumen. Dapat diartikan pula penggandaan
dokumen, berarti suatu perbuatan menggandakan atau
memperbanyak dokumen sesuai kebutuhan dengan menggunakan alat
pengganda.                                                                             Dalam
kehidupan sehari-hari banyak sekali kegiatan yang merupakan
kegiatan penggandaan, baik itu penggandaan dokumen tertulis
maupun penggandaan dokumen tidak tertulis. Dengan adanya mesin
pengganda ini diharapkan pekerjaan dapat diselesaikan dengan cara
yang lebih efektif dan efisien.                                             Agar kita dapat
mengetahui berbagai cara yang dapat digunakan untuk
menggandakan dokumen dan berbagai alat untuk menggandakan
dokumen sesuai dengan jenis dokumennya, maka kita perlu
mengetahui berbagai jenis dokumen.                                                    
Maraknya teknologi digital memberi pengaruh besar terhadap
kecepatan pekerjaan bagi suatu kantor, terutama pekerjaan kantor
yang berhubungan dengan penggandaan dokumen.
Berikut beberapa alat pengganda :
1.    Photocopy
2.    Stencil mechine
3.    Risograph
4.    Offset
5.    Duplikator typeset
6.    Duplikator hektografik dengan alcohol
7.    Printer
8.    Scanner
9.    Mesin ketik
10.                       Thermocopier

.   Pendistribusian data dan


informasi                                                                            Bahwa informasi
harus didistribusikan kepada mereka yang membutuhkan nya. Dapat
mengandung pemberian dan penentuan waktu informasi yang tepat.
Ada beberapa manfaat nya yaitu sbb :
a)    Mempercepat suatu data dan informasi
b)   Mempercepat dalam pengambilan keputusan
c)    Mempercepat penyelesaian tugas lain nya
.    Penyimpanan data dan
informasi                                                                               Media
penyimpanan data adalah bahan fisik yang di dalamnya tersimpan
data, perintah dan informasi yang dipindahkan dari dalam komputer.
Media penyimpanan data disebut dengan istilahstrorage medium atau
media penyimpanan sekunder (secondary storage).          
                                                                                      Media penyimpanan
juga bisa sebagai alat masukkan dan alat keluaran, sebagai alat
masukkan adalah pada saat data dan informasi yang ada dalam
media penyimpanan dibutuhkan maka akan dibuka di komputer,
proses tersebut menjadi input. Sedangkan menjadi alat keluaran
adalah pada saat data dan informasi yang ada dalam komputer
dipindahkan atau disimpan dalam media penyimpanan. Beberapa
jenis media penyimpanan terdiri dari:
                      I.        Falshdisk
                    II.        Memory Card/mini SD RAM
                   III.        External harddisk
                  IV.        MP3, MP4, MP5
                   V.        CD/DVD
Semuanya dapat digunakan untuk menyimpan data, gambar, video
musik, dan lainnya.

 
 

Unknown at 07:03

Share

No comments:

Post a Comment

Home ›
View web version

Powered by Blogger.