Anda di halaman 1dari 73

Topografi viscera abdomen-pelvis

dan pembuluh darah saluran cerna


Santoso Gunardi
Hepar (facies anterior)
Facies: sup., inf., ant.,,
post., & lat.
2 lobus dipisah oleh: lig.
falciforme /
suspensorium dan fossa
sagitalis sin.
Hepar (facies anterior)

diaphragma yang memisahkan


permukaan ini dari iga
kanan bawah,
pleura costalis,
tulang dan tulang rawan iga
6-10 kanan,
processus xyphoideus,
dinding depan perut,
tulang rawan iga 7 dan 8 kiri.
Permukaan lateral kanan

sisi kanan: berbatasan dengan bagian lateral


diaphragma, yang membatasinya dengan bagian
bawah pleura, paru, arcus costae 7-11 kanan .

Santoso Gunardi
Facies viseral hepar
Porta hepatis
Syntopi facies viseralis hati
Biopsi hati

• dilaksanakan dengan pungsi jarum melewati


selaiga 8, 9, atau 10 kanan, ketika penderita
inspirasi.
Vesica fellea
Bagian-bagian vesica fellea dan mucosanya

Fundus dapat
diraba dari
dinding depan
perut, di
bawah arcus
costarum
Cholelithiasis
• Batu empedu (cholelithiasis) merupakan
pengendapan garam empedu pada vesica fellea,
yang dapat mengakibatkan inflamasi vesica fellea
(cholecystitis). Batu dapat melintas ke dalam ductus
cysticus dan ductus choledochus.

• sumbatan ductus choledochus mencegah bilirubin


yang dihasilkan hati mencapai usus halus Tinja
pucat kekurangan pigmen ini. Akibat sekunder:
bilirubin serum naik, diendapkan pada kulit,
mengakibatkan warna kuning.
Pancreas
Ductus pancreaticus major dan minor; papilla
duodenalis major Vateri
Caput pancreatis Dilintasi ductus choledochus
Cauda pancreatis
• Di kiri: hilus lienalis
• Dorsal: ginjal kiri dan gl. Suprarenalis
• Caudal: flexura coli sinistra.

Santoso Gunardi
Facies viseralis limpa

Ikat:
Lig. gastrolienale
Lig. phrernicolienale
(lig.lienorenale)
Lig. phrenicocolica
Syntopi limpa

Diaphragma, iga 9 – 11 kiri,


paru pleura
diaphragmatica sinistra.
Facies visceralis fundus
gaster, cauda pancreatis,
ginjal
Ruptur limpa

Akibat trauma terlokalisasi


pada kuadran kiri atas
dinding depan perut.
Dapat pula berhubungan
dengan patah tulang
costae bawah kiri (iga 9-
10).

Ref: RL Drake et al: Gray Dasar-dasar Anatomi edisi bahasa Indonesia


SPLENECTOMY
• pengangkatan limpa. Struktur anatomis yang dekat
dapat cedera saat splenectomy; yakni: dinding
gaster (lambung) jika Aa. gastricae breves
terganggu; cauda pancreatis jika Aa. pancreaticae
terganggu atau saat manipulasi Lig. lienorenale;
ginjal kiri saat manipulasi Lig. lienorenale.
• Komplikasi: atelektasis lobus inferior pulmonis
sinistra. Thrombositosis (yakni, peningkatan jumlah
platelet di dalam darah)
Ginjal kanan
Letak sebenarnya Ginjal
Letak ginjal di sebelah dorsal
kanan kiri
anterior: lobus dexter hepatis dinding dorsal gaster
Pars descendens duodeni pancreas dan vasa
lienalis
Flexura coli dextra usus halus
usus halus Duodenum pars inferior
Limpa
Flexura coli sinistra
Posterior :Diaphragma; m. psoas major; m. quadratus
lumborum; pr. Trans. v.L1, 2 (3); apon m. trans abd,
n. subcostalis; n. iliohypogastricus; n. ilioinguinalis
a. subcostalis; aa. lumbales 1-2 (3)
iga 12(ka); iga 11 dan 12 (ki).
Syntopi ginjal di sebelah dorsal
A & V renalis serta gl. suprarenalis
Ureter
Ureter
Masuk PAP : flexura
marginalis
Tepi incissura ischiadica
major, medial
V, a, n, obturatoria
Syntopi ureter
Anterior ureter kanan: duodenum pars descendens, ileum
terminale, a/v colica dextra, a/v ileocolica, mesostenium.

Dorsal ureter kanan: m. psoas; bifurcatio a. iliaca comm.


kanan.

Anterior ureter kiri: colon sigmoideum; a/v colica sinistra, a/v.


testicularis / ovarica.

Di panggul melintas di bawah lig. umbilicale laterale dan


ductus deferen (laki); pada perempuan: sepanjang sisi
cervix uteri dan bagian atas vagina.
Ureterolithiasis

• Obstruksi paling sering terjadi pada tiga tempat


penyempitan normal ureter, menyebabkan
hydronephrosis unilateral. Temuan klinis meliputi
rasa nyeri hebat hilang timbul pada daerah
pinggang, abdomen, atau daerah testis atau vulva
yang memancar ke dalam sisi bagian dalam paha,
bergantung pada tempat obstruksinya;
Proyeksi rasa nyeri pada permukaan
tubuh
Cedera ureter pada histerektomi

• Berisiko pada tiga tempat:


1. di tempat ureter menyeberangi A. iliaca
communis atau A. iliaca externa untuk memasuki
pelvis, tepat di sebelah medial terhadap A. ovarica.
2. ketika melintas ke arah vesica urinaria, di
sebelah inferior terhadap A. uterina.
3. ketika melintas di sebelah lateral terhadap cervix
uteri.
Vesica urinaria(2)
Ruptur dinding superior vesica urinaria 
ekstravasasi urin intraperitoneal di dalam cavum
peritonei. Disebabkan kekuatan tekanan pada
vesica urinaria yang penuh

Ruptur dinding anterior  ekstravasasi urin


ekstraperitoneal di dalam spatium
retropubicum (dari Retzius). Disebabkan oleh
fraktur pelvis yang menusuk vesica urinaria
Vena pharynx
Atas: pl. pterygoid.
Plexus berhubungan
dengan Vv ophthalmica
dan sinus cavernosus
Vv. di wajah tak berkatup
Bawah: V. jugularis int +
V. facialis

Dinding lateral phar


setinggi tonsil palatina:
V, palatina ext
/paratonsilar  berbahaya
terputus pada tonsilectomi
Aorta abdominalis dan cabang-cabang
Pendarahan gaster dan limpa
Pendarahan duodenum dan caput
pancreatis
a.Pancreaticoduodenalis
superior
beranastomosis
dengan a. pancreaticoduo-
denalis inferior
Pendarahan duodenum dan pancreas
A.lienalis
A. Hepatica communis dan cabang-cabang
Aa. Mesenterica superior dan inferior
serta cabang-cabang
Cabang-cabang A. mesenterica superior
Cabang-cabang A. ileocolica
Aa. Mesenterica superior dan inferior
A. Marginalis Drummond
A.&V. renalis
Arteriosklerosis aorta abdominalis

• dapat terjadi di seluruh bagian


• Tidak jarang, A. mesenterica inferior mengalami
oklusi; tetapi tidak mengalami komplikasi karena
terjadi perlahan-lahan dan terdapat anastomosis
A. colica dextra, A. colica media, dan A. colica
sinistra yang membentuk A. Marginalis dari
Drummond, yang menggantikan suplai darah dari
A. mesenterica inferior
A. Ovarica dan bifurcatio aorta
abdominalis
Pendarahan oesophagus
V. Portae (1)
V. Portae (2)
v. Portae (3)
Anastomosis portocaval
Hypertensi portal
• terjadi bila ada sumbatan pada aliran darah
melewati sinusoid hati. Kemungkinan sebabnya:
cirrhosis hepatis. Tanda hypertensi portal
meliputi haemorrhoid dan perdarahan gaster-
oesophagus, yang diakibatkan obstruksi aliran
darah balik portal melewati hati dan
peningkatan aliran darah melalui rute alternatif,
untuk mencapai V. cava inferior (misalnya, V.
rectalis dan V. oesophageae).
Hemoroid
• Hipertensi portal (yang menyertai cirrhosis) atau
penekanan lokal A. mesenterika inferior (karena
konstipasi kronik dengan dilatasi colon sigmoideum
atau karena ada janin selama semester akhir
kehamilan) mengakibatkan pemintasan darah dari
rectum dan canalis analis menuju sistem vena
sistemik
• Pemintasan ini menyebabkan pelebaran varises
pleksus vena submukosa anal dan perianal
(hemoroid)
Varises oesophagus
• Submukosa oesophagus berisi pleksus pembuluh
darah besar yang luas.
• Vena bagian tengah oesophagus mengalir ke dalam
sirkulasi sistemik melalui V. azygos dan V.
hemiazygos, beranastomosis dengan vena bagian
bawah oesophagus, yang beranastomosis dengan
vena sistem portal hepatik lewat V. gastrica sinistra.
Secara potensial pintasan anastomosis ini
berbahaya pada kejadian hipertensi portal dan
mengakibatkan pembentukan varises oesophagus
Pemberian obat secara suppositoria dapat ditujukan
langsung untuk memasuki aliran darah vena:
agar senyawa aktif masuk ke dalam tubuh tidak
melalui aliran darah portal hati yang dapat
memecahkan sebagian besar senyawa tersebut.

suppositoria tidak boleh dimasukkan terlalu jauh ke


arah kranial di dalam canalis analis, karena dapat
menyebabkan senyawa aktif dialirkan ke dalam hati
melalui V. portae oleh V. rectalis superior
V. cava inferior
Pembuluh darah panggul laki
Pembuluh darah panggul perempuan
Pendarahan rectum
Pendarahan uterus dan ovarium
Hysterectomy

• diperlukan kehati-hatian yang besar untuk


mengidentifikasi ureter bagian distal dan meligasi
A. uterina yang berdekatan tanpa merusak ureter
Pembuluh balik rectum
Plexus venosus dalam panggul
Dinding depan abdomen

Santoso Gunardi
Hernia inguinalis directa

Santoso Gunardi
Hernia scrotalis

Santoso Gunardi
Skema berbagai hernia inguinalis dan hernia femoralis
Skema berbagai tidak sempurnanya penutupan
processus vaginalis peritonei

Santoso Gunardi
Hernia inguinalis indirecta

Santoso Gunardi
Processus vaginalis peritonei yang tetap terbuka
Rujukan

• RL Drake et al: Gray Dasar-dasar Anatomi edisi


bahasa Indonesia, 2013
• Neiter: Interactive Atlas of Human Anatomy, 2005
• Arthur F.D., Douglas J.G: Grant’s Dynamic Human
Anatomy; 2004
• David Morton et all: The Big Picture Gross
Anatomy,2011
• Hollinshead A.H.: Anatomy for Surgeons, Vol. 2,
1982