Anda di halaman 1dari 48

PRAKTIKUM IDK

NEOPLASIA

Tujuan Pembelajaran:
Setelah mengikuti topik ini mahasiswa mampu:
1. Menggambarkan struktur anatomi makroskopik; berbagai tumor jinak dan
tumor ganas
2. Menggambarkan struktur anatomi mikroskopik tumor ganas
3. Mendiskusikan mekanisme penyebab terjadi dan dampak dari proses-proses
diatas terhadap biologi, psikologi, social dan spiritual klien
4. Mendiskusikan implikasi dari perubahan tersebut terhadap tindakan
keperawatan

Daftar Referensi:

1. http://library.med.utah.edu/WebPath/NEOHTML/NEOPLIDX.html#2
2. http://www.webpathology.com/index.asp
3. CD Patologi
4. Preparat patologi mikroskopik

I. 1. Review Definisi
Sebelum anda mempelajari neoplasia, Anda diharapkan memahami
termnologi di bawah ini:
a) Hubungan antara neoplasia, tumor, kanker dan onkologi yaitu:
Jawab: Neoplasia didefinisikan sebagai perkembangan massa jaringan
abnormal yang tidak responsif terhadap mekanisme kontrol pertumbuhan
normal. Pada sel neoplasma terjadi perubahan sifat, sehingga sebagian
besar energi digunakan untuk berkembang biak. Pertumbuhan tak
terkontrol yang seringnya terjadi dengan cepat itu dapat mengarah ke
pertumbuhan jinak (benigna) maupun ganas (maligna atau kanker)
sedangkan onkologi adalah ilmu yang mempelajari tentang kanker.
b) Perbedaan benigna dan maligna yaitu:
Jawab: Benigna adalah dikarakteristikkan oleh pembelahan sel abnormal
tetapi tidak bermetastatis atau menginvasi jaringan sekitar. Sedangkan
maligna adalah pembelahan sel abnormal dengan kemampuan untuk
menyerang, metastatis, dan terjadi berulang.
c) Hubungan antara onkogenesis dan karsinogenesis, yaitu
Jawab: karsinogenesis adalah proses transformasi neoplasma dan
onkogenesis adalah salah satu faktor mekanisme terjadinya transformasi
tersebut. (Pringgoutomo, 2006).

II. Tumor Ganas


Perhatikan gambaran mitosis abnormal pada gambar berikut!
http://library.med.utah.edu/WebPath/NEOHTML/NEOPL044.html
Bandingkan dengan gambar mitosis normal pada Gambar Berikut!
https://library.med.utah.edu/WebPath/NEOHTML/NEOPL043.html

Gambarkan pada lembar praktikum di bawah ini!

Gambar 1. Mitosis Abnormal Gambar 2. Mitosis Normal


a) Apakah pleomorfisme dan hiperkromatinisme? Tunjukkan pada ciri-ciri
tersebut pada gambar!
Jawab:
Pleomorfisme : Istilah pleomorfisme berarti variasi dalam ukuran dan
bentuk sel-sel tumor. Luasnya seluler pleomorfisme umumnya berkorelasi
dengan derajat anaplasia. Sel tumor seringkali lebih besar dari biasanya
tetapi di beberapa tumor mereka bisa berukuran normal atau lebih kecil
dari normal (Mohan, 2010).

Hiperkromatinisme : Secara karakteristik, nuklir kromatin sel ganas


meningkat dan kasar berkelompok. Hal ini disebabkan peningkatan jumlah
nukleoprotein menghasilkan nukleus berwarna gelap, yang disebut
sebagai hyperchromatism. Bentuk nuklir dapat bervariasi, membran nuklir
mungkin tidak beraturan dan kromatin nuklir menggumpal di sepanjang
membran nuklir (Mohan, 2010).

Perhatikan gambar mikroskopik kanker payudara di bawah ini:

Gambar. 3

b) Apa tanda khas kanker payudara yang bias diamati dari gambar diatas?
Jawab: bentuk tumor tidak beraturan, ukurannya relatif besar,
perkembangannya cepat, tumor nya menginvasi jaringan sekitarnya
(Mohan, 2010).
c) Dilihat dari penamaan tumor, termasuk jenis apakah tumor payudara
tersebut?
Jawab: karsinoma mammae

Perhatikan gambar makroskopik oteosarkoma di bawah ini.


https://library.med.utah.edu/WebPath/NEOHTML/NEOPL049.html

Gambar 4

d) Lihat pertanyaan dan jawaban pada teks di bawah gambar. Apa yang
dapat Anda simpulkan dari pertanyaan dan jawaban tersebut?
Jawab: Ini adalah osteosarcoma tulang. Massa besar dan besar
muncul di korteks tulang dan meluas ke luar.

Osteosarkoma adalah neoplasma mesenkim ganas yang sel


neoplastiknya menghasilkan osteoid. Osteosarkoma tipikal biasanya
bermanifestasi sebagai lesi besar berbatas tidak tegas di region metafisis
tulang yang terkena. Tumor secara khas merusak korteks dan sering meluas
ke dalam menuju rongga sumsum tulang dan keluar ke jaringan lunak di
dekatnya. Tumor sering mengangkat periosteum dan menimbulkan apa yang
disebut sebagai segitiga codman pada radiograf, yang terbentuk oleh sudut
antara periosteum yang terangkat dan permukaan tulang yang terkena.
Osteosarkamo bermanifestasi sebagai massa yang membesar, sering
nyeri, dan mungkin menimbulkan perhatian karena fraktur pada tulang yang
terkena. Meskipun kombinasi gambaran klinis dan radiografik mungkin member
dukungan kuat mengenai diagnosis, diperlukan konfirmasi histology untuk
semua kasus(Kumar, Cotran&Robbins. 2007).

Perhatikan gambar hasil biopsy tumor payudara berikut:


http://www.webpathology.com/image.asp?case=324&n=1

Gambar 5

Untuk lebih jelas memahami struktur makroskopik tumor, baca penjelasan pada
halaman:

Gambar 6
e) Apa komponen yang ditemukan pada hasil biopsy tumor/ kanker
payudara? Tampilan seperti apa yang tampak pada sel-sel tumor yang
tumbuh?
Jawab

Papillary DCIS Cribriform DCIS


Solid DCIS
Keterangan (Breastcancer.org):
A : sel kanker
B : Membran sel
C : Lumen (center of duct) / duktus mamae
DCIS (Ductus Carcinoma in Situ Mamae)

f) Mengapa hasil biopsy tersebut digolongkan sebagai adenokarsinoma?


Jawab Mikroskopik pada kanker payudara yang kanker. Disebut
adenokarcinoma karena ganas

Perhatikan hasil mammogram suatu tumor payudara ini!


http://www.scielo.br/img/revistas/spmj/v113n5/a05fig1.jpg
Gambar 7

g) Apakah tujuan dan fungsi pemeriksaan mammogram?


Jawab: Tujuan dan fungsi pemeriksaan mammogram adalah untuk
mendeteksi adanya kanker payudara secara dini, yaitu sebelum benjolan
teraba atau mendeteksi adanya benjolan yang tidak diketahui. Sehingga
apabila kanker tersebut terdeteksi dapat langsung diangkat untuk
mencegah penyebaran kanker ke bagian tubuh lain. Pemeriksaan
mammogram sendiri bertujuan untuk menurunkan angka kematian yang di
sebabkan oleh kanker payudara.

Mengapa pada hasil mammogram, daerah tumor berwarna putih?


Jawab: Pada pemeriksaan mammogram daerah tumor berwarna putih
menandakan penumpukan jaringan tumor sehingga terjadi penebalan
jaringan payudara serta terdapat penimbunan kalsium pada daerah
tersebut/Mikrokalsifikasi yaitu deposit-deposit kecil kalsium dalam jaringan
payudara yang terlihat sebagai titik-titik kecil putih di sekitar jaringan
payudara dan berkumpul dalam suatu kelompok (cluster).
h) Selain biopsy dan mammogram, pemeriksaan penunjang apalagi yang
direkomendasikan untuk klien dengan yang diduga menderita
keganasan?
 Jawab: Pemeriksaan laboratorium, terjadi peningkatan tumor marker yaitu
antigen kanker (CA 27.29) atau antigen karsinoembriogenik, terjadi
peningkatan alkalin phospat pada tahap metastasis.
Selain itu, terdapat tes diagnostik lain:
1) Non invasive
 Rontgen thoraks
Foto rontgen dada ini diperlukan, selain untuk skreening pra-operasi, juga
untuk melihat apakah ada penyebaran kanker ke paru-paru
 USG (Ultrasonografi)
Digunakan untuk memberikan gambar tambahan di sekitar abdomen dan
pelvis, apakah terjadi metastasis. USG biasa digunakan sebagai tambahan
dalam pemeriksaan mamografi.
 MRI (Magnetic Resonance Imaging)
Pada Scan MRI, digunakan gelombang radiomagnetik untuk menghasilkan
gambar yang detil dari organ dalam. MRI dapat digunakan untuk melihat
kelainan pada otak dan sumsum tulang belakang serta untuk melihat suatu
daerah yang dicurigai di dalam tulang.
 PET (Positron Emission Tomography)
Pada PET scan, digunakan suatu bentuk gula (glukosa) yang mengandung
radioaktif. Sejumlah kecil zat radioaktif disuntikkan ke alam pembuluh vena
lengan. Setelah glukosa tersebut dimasukkan ke dalam tubuh, kemudian
pasien masuk ke dalam mesin PET yang memiliki kamera khusus yang
dapat mendeteksi radioaktif. Karena kanker payudara memakai energi
dalam jumlah yang besar,maka daerah kanker akan menyerap glukosa
radioaktif dalam jumlah besar. PET scan tidak direkomendasikan untuk
pasien kanker payudara, tetapi dapat digunakan untuk mengevaluasi
pasien secara dini pada pasien dengan metastase atau kanker payudara
rekuren (berulang).
 CT-scan (computerized tomography scanning): kepala, toraks, whole body
 Sintigrafi atau sidikan radioisotope.
merupakan alat scanning menggunakan isotop radioaktif seperti iodium,
technetium dll. contoh scintigrafi tiroid, tulang, otak dl
 RIA (radio immuno assay)
Untuk mengetahui petanda tumor (tumor marker)
2) Invasif
Tes diagnostik invasif biasanya dilakukan dengan cara biopsi, ada 2 macam
tindakan menggunakan jarum dan 2 macam tindakan pembedahan
a) Aspirasi biopsy / Fine Needle Aspiration Biopsy (FNAB)
Dengan aspirasi jarum halus, sel-sel tumor diaspirasi dari massa tumor
kemudian di smear dan diwarnai. Sifat massa dibedakan antar kistik atau
padat.
b) True cut / Care biopsy
Dilakukan dengan perlengkapan stereotactic biopsy mamografi untuk
memandu jarum pada massa.
c) insisi atau Eksisi biopsy,
Hasil biopsi dapat digunakan selama 36 jam untuk dilakukan pemeriksaan
histologik secara froxen section.
d) Cepat potong beku
Dilakukan pada saat tindakan operasi,dimana pasien masih berada dimeja
operasi. Keuntungan cara ini adalah pembuatan slide cepat sehingga
diagnosis dapat ditegakkan dengan cepat, kecepatan diagnosis diperlukan
untuk menentukan apakah lesi ganas atau tidak atau untuk menentukan
tepi sayatan operasi apakah jaringan tumor sudah terangkat seluruhnya
atau belum. kerugiannya gambaran rinci sel tumor kadang-kadang tidak
jelas

Perhatikan gambar kanker serviks di bawah ini:


http://www.webpathology.com/image.asp?case=559&n=1

http://library.med.utah.edu/WebPath/NEOHTML/NEOPL008.html
Gambar 8 Gambar 9

i) Jumlah Kasus kanker serviks tergolong tinggi di Indonesia. Apa saja yang
menjadi factor resiko kanker serviks?
Jawab: belum diketahui secara pasti perihal penyebab kanker leher
rahim / CA serviks. Namun terdapat kaitan yang cukup erat antara CA
serviks dengan infeksi kuman Human Papilloma Virus (HPV). Sejumlah
studi telah menemukan faktor – faktor yang mungkin menjadi resiko CA
serviks yaitu :
1) Human Papiloma Virus (HPV).
2) Sistem imun yang lemah
3) Menikah dan melakukan aktifitas seksual pada usia muda
(kurang dari 18 tahun)
4) Hubungan seksual dengan berganti-ganti pasangan
5) Merokok, berisiko dua setengah kali lebih besar untuk menderita
kanker leher rahim
6) Terlalu lama mengkonsumsi pil kontrasepsi
7) Mempunyai banyak anak
8) Berhubungan seks dengan laki-laki yang sering berganti
pasangan
9) Riwayat sering terjadi infeksi di daerah kelamin atau radang panggul
10) Defisiensi Vitamin A dan C, serta E.

j) Sebagai perawat apakah yang akan Anda sampaikan pada klien Anda saat
memberikan edukasi kesehatan untuk mencegah kanker servils?
Jawab: Perawat yang memiliki fungsi edukator sangat diperlukan sekali
konrtibusinya dalam usaha – usaha pencegahan CA serviks. Hal – hal
yang perlu di sampaikan pada klien saat pendkes untuk mencegah
kanker serviks adalah :
1) Memberikan pengetahuan tentang apa itu CA serviks, penyebab,
gejala dan faktor resiko terjadinya CA serviks.
2) Mensupport agar masyarakat (klien) menghindari faktor – faktor
resiko terutama dengan menjalankan hidup bersih dan mejalankan
kehidupan seksual yang sehat hanya dengan pasangan tetap.
3) Menjelaskan akan pentingnya pap smear bagi wanita usia
produktif pada khususnya, secara berkala minimal setahun sekali untuk
deteksi dini adanya kanker
4) Memberikan edukasi tentang pentingnya imunisasi vaksin HPV.
5) Pertimbangkan penggunaan kondom jika hubungan beresiko
6) Selain itu modifikasi pola makan yang dapat mengurangi resiko
kanker serviks diantaranya dengan mengkonsumsi makanan yang
banyak mengandung vitamin A, vitamin C dan asam folat.
7) Mengurangi atau menghentikan penggunaan rokok dan
tembakau.
Perhatikan struktur mikroskopik kanker serviks berikut:
http://www.webpathology.com/image.asp?n=3&Case=559

http://www.webpathology.com/image.asp?n=4&Case=559
Gambarkan struktur tersebut!

Gambar 10 dan 11 – Gambar mikroskopik kanker serviks

k) Apakah perbedaan karsinoma in situ dan invasive?


Jawab: Karsinoma in situ (non invasif) adalah gangguan maturasi epitel
skuamosa yang menyerupai karsinoma invasif tetapi membran basalisnya
masih utuh / belum menembus membran basalis. . Karsinoma in situ adalah
istilah yang digunakan untuk menjelaskan sel epitel abnormal yang masih
terbatas di daerah tertentu sehingga masih dianggap lesi prainvasif.
Sedangkan invasif adalah jika sel-sel karsinoma itu tumbuh menembus
membran basal, dan menginvasi jaringan dibawahnya, sehingga sel-sel
karsinoma berada langsung di bawah tumor induk atau tumor primer. kanker
dapat menginvasi stroma atau saluran limfovaskuler, dapat menembus
dinding dan alat tubuh berlumen seperti usus, dinding pembuluh darah, limfe
dan ruang perineural.

l) Bagaimana mekanisme karsinogenesis pada kanker serviks?


Jawab: Kanker serviks yang disebabkan salah satu virus yang cukup berbahaya
salah satunya adalah Infeksi Human Papilloma Virus (HPV) biasa terjadi pada
perempuan usia reproduksi. Infeksi ini dapat menetap, berkembang menjadi
displasi. Virus ini ditemukan pada 95% kasus kanker leher rahim. Proses terjadinya
kanker leher rahim sangat erat berhubungan dengan proses metaplasia.
Masuknya mutagen atau bahan-bahan yang dapat mengubah sel secara genetik
pada saat fase aktif metaplasia dapat berubah menjadi sel yang berpotensi ganas.
Sel-sel neoplastik terdapat pada seluruh lapisan epitel seviks. Cervical intraepiteal
Neoplasma (CIN) biasanya terjadi pada sambungan epitel skuamosa dengan
epitel kolumnar dari mukosa endoserviks. Karsinoma serviks invasif terjadi jika
tumor menembus epitel masuk kedalam stroma serviks. Invasif dapat terjadi pada
beberapa tempat sekaligus dimana sel – sel tumor meluas kedalam jaringan ikat
dan akhirnya menembus pembuluh limfe dan vena. Karsinoma serviks invasif
dapat meluas ke dinding vagina, ligamentum kardinale dan rongga endometrium,
invasi kekelenjar limfe dan pembuluh darah dapat menyebabkan metastasis
ketempat – tempat yang jauh.

Perhatikan gambar tumor ileum di bawah ini!


http://library.med.utah.edu/WebPath/NEOHTML/NEOPL011.html
Gambar 12
m) Melalui apakah cara penyebaran tumor tersebut?
Jawab: Ini merupakan gambar dari tumor ileum dimana terdapat lipoma maligna yang
merupakan cara penyebaran dari tumor.
Melalui apakah cara penyebaran tumor tersebut
Penyebaran limfatik; emboli tumor memasuki jalur limfe melalui cairan interstitial
yang berhubungan dengan cairan limfatik. Selain itu, sel–sel maligna dapat
menembus pembuluh limfatik melalui invasi. Setelah memasuki sirkulasi limfatik,
sel–sel maligna dapat tersangkut dalam nodus limfe atau lewat diantara sirkulasi
limfatik dan vena. Tumor yang tumbuh dalam area tubuh dengan sirkulasi limfatik
yang cepat dan luas mempunyai resiko tinggi metastase melalui jalur limfatik.
Penyebaran hematogen; diseminasi sel–sel maligna melalui aliran darah secara
langsung berhubungan dengan vaskularitas tumor. Hanya sedikit sel maligna yang
dapat bertahan dalam turbulensi alamiah sirkulasi arteri, insufiensi oksigenasi, atau
pengrusakan oleh sistem immune tubuh. Selain itu struktur dari kebanyakan arteri
dan arteriol adalah jauh dari aman untuk memungkinkan invasi keganasan. Sel-sel
maligna yang dapat bertahan dilingkungn yang ganas ini mampu melekat pada
endothelium dan fibrin, trombosit dan faktor-faktor pembekuan untuk melindungi
sel-sel maligna dari surveilens sistem immune. Endhotelium akan beretraksi,
sehingga memungkinkan sel-sel maligna untuk memasuki membran basalis dan
mensekresi enzim lisosom untuk merusak jaringan tubuh disekitarnya sehingga
menyebabkan implantasi.
Penyebaran ke rongga tubuh; Dapat terjadi pada rongga peritonium karena tumor
menginvasi rongga tubuh. karsdinoma kolon dapat menembus dinding usus dan
megalami reimplantasi ditempat jauh di rongga peritoneum.
Perhatikan Mikroskopik kanker sel ginjal di bawah ini:
http://library.med.utah.edu/WebPath/NEOHTML/NEOPL023.html

Gambar 13
n) Tampak pengurangan dan penggantian sel parenkim ginjal oleh sel
neoplastic. Klien dengan kondisi tersebut akan mengalami gangguan
fungsi ginjal, mengapa?
Jawab: Klien mengalami gangguan fungsi ginjal karena sel-sel karsinoma
melakukan penyimpangan dan mengganti posisi parenkim ginjal yang normal
oleh massa tumor dan karena adanya perubahan dari struktur dan fungsi akibat
perkembangan (displasia) dari sel yang normal.

Perhatikan Gambar metastasis ke hati di bawah ini!


http://library.med.utah.edu/WebPath/NEOHTML/NEOPL025.html
Gambar 14
o) Bagaimana mengetahui bahwa sel neoplatik di liver di atas ini merupakan
hasil metastasis tumor primer?
Jawab: adanya proses penyebaran (diseminasi) sel–sel maligna dari tumor
primer ke tempat yang jauh melalui sirkulasi limfatik atau sirkulasi darah.
Tumor yang masuk ke dalam menembus kavitas liver akan melepaskan sel–
sel atau emboli yang berjalan menuju organ dan akan bersemai atau tumbuh
di organ tersebut. Massa terlihat putih dan ukuran nya tidak teratur. Seperti
banyak lesi metastasis besar, ada nekrosis sentral.
Neoplasma primer muncul dalam organ sebagai massa soliter. Adanya
metastasis merupakan indikasi bahwa neoplasma ganas. Cara mengetahui
sel neoplastik dibawah ini merupakan hasil metastasis tumor primer adalah
dengan melihat adanya massa tersendiri yang merupakan ciri dari
neoplasma primer apabila muncul di suatu organ. Sel normal berkembang
menjadi neoplasma tetapi tidak memiliki kemampuan untuk metastase, tetapi
hanya melanjutkan proliferasi pada sel-sel neoplastik.

p) Mengapa keganasan dapat terjadi nekrosis? Nekrosis yang ditemukan


[ada jaringan kanker dapat menjadi penanda apa?
Jawab: Pada tumor ganas memiliki bagian sentral yang mengalami
nekrosis karena kurangnya pasokan darah yang berasal dari penjamu
gagal mengimbangi kebutuhan massa sel tumor yang tumbuh. Adanya
nekrosis menandakan bahwa adanya kematian sel yang dapat
menyebakan disfungsi jaringan

Perhatikan penyebaran kanker pada peritoneum di bawah ini:


http://library.med.utah.edu/WebPath/NEOHTML/NEOPL060.html

Gambar 15
(Yang berwarna putih adalah jari-jari pemeriksa)
q) Bagaimana mekanisme terjadinya penyebaran? Mengapa terjadinya di
rongga peritoneum?
Jawab: Neoplasma dapat menyebar dengan penyemaian dalam rongga
tubuh seperti rongga pleura atau rongga peritoneum. Pola penyebaran lebih
khas untuk karsinoma dibandingkan neoplasma lainnya. Perhatikan banyak
nodul tumor kecil terlihat di atas permukaan peritoneal dari mesenterium yang
ditampilkan di sini.
Bagaimana mekanisme terjadinya penyebaran?
Mengapa terjadinya dirongga peritoneum? Penyebaran (manifestasi)
terjadi pada tumor yang tergolong ganas, sebagai salah satu cirinya yang
memiliki kemampuan untuk bermanifestasi. Sel primer yang mengalami
displasia akan mengalami mitosis dan perkembangan ke jalur-jalur pembuluh
darah atau rongga-rongga tubuh. Karena aliran atau area ini memiliki atau
mudah untuk sel-sel bermitosis. Kemudian sel setelah sel primer bermitosis
maka sel sekunder akan putus dan begitu seterusnya. Sel primer akan
menyebar dan melakukan mitosis, selain itu saat penyebaran dan
perkembangannya pada saat sel terputus dan biasanya mudah tersangkut
pada daerah rongga-rongga sel tubuh
Dapat terjadi pada rongga peritonium karena tumor menginvasi rongga
alami tubuh. tumor dapat menembus dinding usus dan megalami reimplantasi
ditempat jauh di rongga peritoneum. Implan mungkin sudah melapisi semua
permukaan peritoneum, tetapi belum menginvasi parenkim organ abdomen
dibawahnya, ini adalah contoh tentang kemampuan tumor melakukan
reimplantasi ditempat lain yang tampaknya terpisah dari kemampuan
melakukan invasi.

III. Tumor Jinak


Perhatikan gambar di bawah ini:
http://library.med.utah.edu/WebPath/NEOHTML/NEOPL014.html
Gambar 16
r) Apa yang terjadi dan dimana kelainan tersebut?

Jawab: Yang terjadi pada gambar diatas adalah kelainan leiomioma (tumor otot
polos jinak) pada uterus

s) Jika dilihat dari struktrunya, ciri-ciri apakah yang khas menunjukkan


bahwa kelainan terebut adalah tumor jinak?
1. Diferensiasi
Neoplasma jinak terdiri atas sel berdiferensiasi baik atau sel – sel tumor yang
sangat mirip dengan padanannya atau sel –sel jaringan yang normal. Tumor
jinak yang berdiferensiasi baik, mitosis masih sulit ditemukan dan
konfigurasinya normal.
2. Laju Pertumbuhan
Sebagian tumor jinak tumbuh lambat, secara klinis tidak mudah untuk cepat
membesar dan secara mikroskopis tidak ada ditemukan gambaran mitosis
yang tidak normal . Namun, pada laju pertumbuhan leiomioma ( tumor otot
polos jinak) pada uterus dipengaruhi pada kadar estrogen dalam darah. Tumor
dapat cepat membesar selama kehamilan dan berhenti tumbuh atau menciut
dan umumya mengalami fibrokalsifikasi setelah menopause.

3. Invasi lokal
Suatu tumor jinak biasanya kohesif dan dan ekspansif, massa berbatas tegas
yang tidak menginvasi atau menginfiltrasi jaringan normal disekitarnya. Tumor
ini tidak mempunyai kemampuan untuk menginviltrasi, menginvasi, atau
menyebar ke tempat jauh seperti yang dilakukan oleh kanker.Kebanyakan
tumor jinak terbungkus kapsul atau simpai.
Pada leiomioma uterus dipisahkan secara jelas dari otot polos disekitarnya oleh
zona yang terdiri atas miometrium normal yang menggepeng dan tipis, tetapi
tidak terdapat kapsul sempurna.Bagaimanapun, disekitar lesi ini terdapat
bidang pemisah yang berbatas tegas.
4. Metastasis
Tumor jinak ini tidak bermetastasis. (Mader, 2000)

Perhatikan gambar fibriadenoma payudara berikut. Klik area fibriadenoma


pada gambar:
http://library.med.utah.edu/WebPath/NEOHTML/NEOPL019.html

Gambar 17

t) Apakah perbedaan fibriadenoma dan karsinoma payudara?

Jawab: Perbedaan fibroadenoma dengan karsinoma payudara menurut Price (2006),


adalah:

Klasifikasi Fibroadenoma karsinoma payudara


Sifat Tumor jinak pada payudara Tumor ganas/ maligana pada
payudara.

Keganasan yang berasal dari sel


kelenjar,

saluran kelenjar dan jaringan


penunjang payudara
 Stadium 0 Kanker in situ dimana
sel sel kanker berada
ditempatnya didalam jaringan
payudara
 Stadium 1 Tumor dengan garis
tengah kurang dari 2 cm dan
belum menyebar keluar dari
payudara
 Stadium 2A Tumor dengan garis
tengah 2-5 cm dan belum
menyebar ke kelenjar getah
bening, ketiak, atau tumor
Berukuran 1-3 cm, jika
dengan garis tengah 2 cm dan
Ukuran berukuran lebih dari 5 cm
sudah menyebar ke kelenjar
disebut Giant fibroadenoma
getah bening dan ketiak.
 Stadium IIB Tumor dengan garis
tengah lebih besar dari 5 cm dan
belum menyebar ke kelenjar
getah bening, ketiak.
 Stadium IIIA Tumor dengan garis
tengah kurang dari 5 cm dan
sudah menyebar ke kelenjar
getah bening ketiak disertai
perlengketan satu sama lain
atau perlengketan ke struktur
lainnya
 Stadium IIIB Tumor telah
menyusup keluar payudara,
yaitu ke dalam kulit payudara
atau ke dinding dada.
 Stadium IV Tumor telah
menyebar keluar daerah
payudara dan dinding dada
misalnya ke hati, tulang atau
paru - paru.

padat, berbatas jelas, dan


berbentuk benjolan yang dapat
Tekstur bergerak bebas, elastis lembut Keras dan tidak bergerak
dan mudah bergerak dibawah
kulit
Lokasi kuadran atas payudara kuadran atas, duktus atau lobus
Penyebab Belum diketahui Hormonal
 faktor genetik
 menstruasi dini
 Nullipara yaitu wanita dengan
usia kehamilan diatas 35 tahun
pada anak pertama
 Usia maternal lanjut saat
kehamilan anak pertama
wanita usia 15-40 tahun, remaja  Tidak pernah menyusui
Faktor resiko
perempuan, stimulasi estrogen  Menopouse usia lanjut
 Riwayat penyakit payudara
jinak,
 Obesitas
 Diit tingi lemak
 Penggunaan kontrasepsi oral
lebih dari 7 tahun
 Trauma terus menerus
 Terapi penggantian hormon
 Faktor usia
 Konsumsi alkohol 2 gelas
perhari (Depkes, 2007)

 Nyeri, terlebih jika telah terjadi


metastasis
 Terdapat lesung dan retraksi
puting
 Eksema puting susu
 Keluar cairan pada payudara
Biasanya tidak nyeri, tapi  Tampak seperti kulit jeruk di
Gejala beberapa orang merasakan sekitar tumor
nyeri tekan  Perubahan bentuk payudara
 Pembesaran kelenjar getah
bening, pembesaran lengan,
dan penyebaran kanker di
seluruh tubuh (Brunner and
Suddart, 2002)

 Pemeriksaan payudara  Deteksi dini


Pemeriksaan  Ultrasonografi  USG
penunjang  core biopsi atau FNA  Mammografi

 Stadium 1 dilakukan operasi dan


kemoterapi
 Stadium II Operasi dilanjutkan
Penatalaksana dnegan kemoterapi dan
bedah pengangkatan benjolan
an hormonal
 Stadium III Operasi dilanjutkan
dengan kemoterapi dilanjutkan
dengan radiasi dan hormonal
 Stadium IV Dilakukan
kemoterapi dilanjutkan dengan
radiasi dan hormonal
 Stadium lanjut Setelah diobati
harapan hidup klien paling lama
4 tahun.

u) Ingatlah ciri-ciri tumor jinak jika dibandingkan dengan tumor ganas!


Jawab:

Karakteristik Benigna ( Tumor jinak) Maligna ( Tumor ganas

Berdiferensiasi baik, Sebagian tidak


Diferensiasi/anaplasi struktur mungkin khas memperlihatkan
a jaringan asal diferensiasi disertai
anaplasia struktur sering
tidak kha

Laju pertumbuhan Biasanya progresif dan Tidak terduga dan


lambat, mungkin berhenti mungkin cepat atau
tunbuh dan menciut. lambat, gambaran mitotik
Gambaran mitotik jarang mungkin banyak dan
dan normal abnormal.

Invasi lokal Masa berbatas tegas yang Invasif local,menginfiltrasi


tidak menginvasi atau jaringan normal
menginfiltrasi jaringan disekitarnya
disekitarnya

Metastasis Tidak ada Sering ditemukan,


semakin besar dan
semakin kurang
berdiferensiasi umor
primer, semakin besar
kemungkinan metastasis.

v) Apa hubungan antara angiogenesis dan pertumbuhan tumor?


Jawab:

Faktor angiogenesis tumor adalah bahan yang disekresikan oleh sel


tumor yang merangsang pembentukan pembuluh-pembuluh darah baru.
Untuk hidup, semua sel memerlukan suplai darah yang adekuat untuk
memberi mereka oksigen dan makanan dan untuk membuang zat-zat sisa.
Sekali sel tumor mencapai ukuran tertentu (diameter sekitar 1-2 mm),
maka suplai darah semula tidak mencukupi sehingga pembuluh-pembuluh
darah baru harus dirangsang pertumbuhannya agar tumor tersebut dapat
tumbuh lebih lanjut. Pengukuran faktor angiogenesis tumor di darah atau
urine memungkinkan diagnosis dini beberapa kanker. Eksperimen terakhir
memperlihatkan bahwa tanpa angiogenesis tumor segera menyusut dan
terkadang menghilang. Untuk itu maka sangat erat hubungannya
angiogenesis dengan pertumbuhan tumor (Sherwood, 2004).

Perhatikan gambaran nevus di bawah ini:


http://library.med.utah.edu/WebPath/NEOHTML/NEOPL020.html

Gambar 18
w)

Bedakan dengan mikroskopik di bawah ini!


http://library.med.utah.edu/WebPath/NEOHTML/NEOPL024.html
x) Apakah perbedaan ciri-ciri nevus jinak dan melanoma maligna?

Jawab: Ciri - ciri Nevus Jinak menurut Smeltzer & Bare (2001), adalah:

1. bentuk teratur, bulat, oval atau polipoid

2. batas tegas

3. satu warna saja yaitu coklat

4. diameter < 6 mm

5. ukuran tidak berubah

Ciri- ciri Melanoma Malignan:

1. bentuk tidak beraturan

2. mempunyai batas yang tidak rata, kadang bergerigi dan timbul tonjolan
ditengahnya

3. beraneka warna yakni coklat, hitam, merah, biru dan putih

4. diameter > 6 mm

5. berkembang dan ukuran berubah dengan cepat

y) Dari etiologi, proses penyakit dan manifestasi klinik yang terjadi pada
neoplasia, apa dampaknya terhadapa biologi, psikologi, social dan
spiritual pasien?
Jawab: Neoplasia atau sering disebut sebagai tumor merupakan penyakit yang
dianggap sebagai kelainan genetic. Penyebab tumor menimbulkan mutasi gen
pada sel. Mutasi inilah yang menimbulkan kelainan genetic berdampak pada
perubahan fungsi gen, kelainan metabolism dan lainnya. Tumor dapat terbagi
atas tumor jinak dan ganas. Kanker merupakan istilah untuk
merepresentasikan tumor ganas. Tumor ganas dapat dikenali dengan istilah
karsinoma (timbul dari sel epitel) dan sarcoma (timbul dari jaringan medoderm
atau penunjang).
 Dampak
o Faktor biologis.
Menurut Yunitri (2012) genetic merupakan factor yang berperan
dalam kejadian depresi. Kelainan neurotransmitter dapat terjadi akibat
adanya kelainan genetic atau factor lingkungan seperti efek terhadap
pengobatan, kerusakan sel otak, kelainan hormone ataupun infeksi.
beberapa neurotransmitter dipercaya berhubungan dengan status
emosional, antara lain serotonin dan norepinefrin. Serotonin memiliki
peran penting dalam pengaturan mood, agresi, kecemasan, aktifitas
motorik, selera makan, aktifitas seksual, istirahat dan tidur, siklus
jantung, fungsi neuroendokrin, temperature tubuh, fungsi kognitif,
persepsi terhadap nyeri yang biasanya muncul pada pasien depresi.

o Faktor psikologis
Menurut Yunitri (2012) terdapat beberapa perubahan psikologis
pada pasien, yakni :
 Pasien cenderung merasa tidak berharga atau malu dengan
perubahan tubuhnya sehingga berusaha menutupi anggota
tubuhnya. Perilaku yang biasanya muncul seperti pasien
menutupi anggota tubuhnya dengan pakaian tertutup agar tidak
terlihat orang lain.
 Pasien merasa tubuhnya lebih tua dan tidak bisa melakukan
pekerjaan sebagaimana mestinya
 Khawatir akan penampilannya di depan umum dan merasa
bahwa dirinya tidak lagi berpenampilan menarik,
 Reaksi psikologis yang paling sering dialami adalah depresi dan
kecemasan
o Faktor social
Menurut Yunitri (2012) pasien mengalami perubahan social,
diantaranya :
 Pasien mengalami perubahan social baik dari segi pekerjaan,
ekonomi maupun hubungan dengan social dengan orang lain.
 pasien cenderung akan merasa sendiri, tidak dimengerti oleh
orang lain, merasa bersalah terhadap keluarga karena tidak
mampu menjalani perannya
 pasien merasa tidak mampu melakukan kegiatan sehari-hari
yang disenangi hanya berorientasi pada kondisi kesehatan diri
saja.
o Faktor spiritual
Menurut Yunitri (2012) terdapat perubahan spiritual yang dialami
pasien, yakni :
 Gangguan emosi, marah, dan mengalami penolakan
 Pasien mengalami kesedihan yang berat, depresi, sikap pesimis,
cemas, dan perasaan benci terhadap kehidupannya bahkan
memotivasi diri pasien mengakhiri hidupnya.
 Pasien merasa bahwa bahwa hidup yang dialaminya tidak adil
dan Tuhan tidak menyayanginya
 Pasien cenderung menganggap hidupnya sebagai musibah dan
hukuman dari Tuhan

z) Apa implikasinya dalam asuhan keperawatan kepada pasien neoplasia?


Jelaskan perannya dalam aspek perventif, promotifm kuratif dan
rehabilitative!
 Jawab: Asuhan preventif
Menurut Potter & Perry (2005) asuhan preventif merupakan upaya pencegahan
penyakit yang bertujuan untuk melindungi klien dari ancaman kesehatan yang bersifat
actual maupun potensial. Implikasinya dengan vaksinasi untuk mncegah penyakit-
penyakit tertentu, mencari penderita di dala masyarakat caranya dengan pemeriksaan
darah, rontgen, serta memberikan pengobatan. Pendidikan kesehatan kepada
masyarakat.

 Asuhan Promotif
asuhan promotif dilakukan untuk meningkatkan kesehatan individu, keluarga
dan masyarakat dengan penyuluhan kesehatan masyarakat, peningkatan gizi,
pemeliharaan kesehatan perseorangan dan lingkungan, olahraga yang teratur,
rekreasi, dan pendidikan. (Potter & Perry, 2005). Pelayanan home care merupakan
contoh promosi kesehatan dan edukasi untuk pasien.
 asuhan kuratif
asuhan kuratif yang dapat dilakukan oleh pasein penderita neoplasia adalah
pembedahan, kemoterapi, radiasi dan terapi kombinasi (Yunitri, 2012).
 asuhan rehabilitasi
asuhan rehabilitative meliputi pelayanan fisik, kerja, terapi bicara, dan social.
rehabilitasi yang ideal dimulai saat klien memasuku lingkungan pelayanan kesehatan
untuk menjalani terapi. sebagai contoh, beberapa peserta program ortopedi menjalani
latihan fisik sebelum menjalani operasi sendi untuk meningkatkan penyembuhan
pasca-operasi. awalnya rehabilitasi bertujuan mencegah komplikasi penyakit ataupun
cedera. Dengan semakin stabilnya kondisi klien, rehabilitasi membantu
memaksimalkan aktivitas klien dan kemandiriannya.

FORUM DISKUSI/ ONLINE:


1. Jawablah pertanyaan-pertanyaan di atas lalu poskan jawaban Anda ke
forum diskusi (Jawaban harus disertai refersnsi)
2. Beri respons terhadap minimal 2 anggota kelompok yang lain
3. Tanyakan hal-hal yang Anda belum jelas mengenai topik minggu ini
pada forum diskusi dan beri respons terhadap pertanyaan anggota
kelompok yang lain
4. Tuliska hasil diskusi kelompok dalam buku kerja praktikun ini!
Referensi :
Dixon, JM. (2006). ABC of Breast Diseases. 3rd edition. United Kingdom : Blackwell
Publishing.
Kumar V, Cotran R, Robbins S. (2000). Buku Ajar Patologi. 7th ed. Jakarta: EGC.
Pringgoutomo (2006). Patologi umum. Jakarta : Sagung Seto
Otto, S.E (2005). Buku saku keperawatan onkologi. jakarta: EGC
Price, S.A. & Wilson, L.M ( 1995) Patofisiologi: konsep klinis proses-proses
penyakit. Edisi keempat. Jakarta: EGC
Kartawiguna E. (2001). Faktor-faktor Yang Berperan Pada Karsinogenesis. Jakarta :
Bagian Histologi Fakultas Kedokteran Universitas Trisakti, diakses tanggal 25
maret 2015 melalui http://www.univmed.org/wp-
content/uploads/2011/02/Vol.20_no.1_3.pdf
Corwin, Elizabeth J. (2007). Buku Saku Patofisiologi, ed.3. Jakarta: EGC.
Mader, S. S. (2000). Human biology, (6th. ed.). Ch 8. Boston: The McGraw-Hill
Companies.
Price, Sylvia A. 2006. Patofisiologi : Konsep Klinis, Proses, dan Penyakit. Jakarta :
EGC.
Sherwood, L. (2004). Human physiology: From cells to systems, (5th ed.). Ch 13.
California: Thomson Learning
Smeltzer, S. C., & Bare, B. G. (2001). Brunner & suddarth’s textbook of medical-
surgical nursing. 8th edition. Philadelphia: Lippincott-Raven Publishers.
Yunitri, Nunik. (2012). Pengaruh Terapi Kelompok Suportif Ekspresif terhadap Depresi
dan Kemampuan Mengatasi Depresi dan kemampuan Mengatasi Depresi pada
Pasien Kanker. Diakses dari http://lib.ui.ac.id/opac/ui/.
Potter, P.A. dan Perry, A.G. (2005). Fundamental of Nursing : Concept, Process, and
Practice, 4th Ed. St. Louis : Mosby.
PRAKTIKUM IDK

KELAINAN KONGENITAL & PENUAAN

OBYEKTIF:

Setelah mengikuti topik ini mahasiswa mampu:

1. menggambarkan anatomi makroskopik atau mikroskopik berbagai kelainan


kongenital

2. menggambarkan perubahan anatomi pada penuaan

3. mendiskusikan mekanisme penyebab terjadi dan dampak dari proses- proses di


atas terhadap biologi, psikologi, sosial dan spiritual klien

4. mendiskusikan implikasi dari perubahan tersebut terhadap tindakan

keperawatan

SUMBER:

1. h ttp://library.med.utah.edu/WebPath/CINJHTML/CINJIDX.html

2. http://pathcuric1.swmed.edu/PathDemo/Start.htm

3. CD Patologi

3. Preparat patologi mikroskopik

I. KELAINAN KONGENITAL Perhatikan gambar berikut!


a. gambar apa yang tampak? Pada saat melakukan pengkajian neonatus bayi baru
lahir, mengapa ditemukannya satu anomali dapat mengindikasikan adanya
kelainan tambahan yang lain, termasuk kelainan dalam organ dalam?

Gambar yang tampak di atas adalah salah satu anomali kongenital yaitu jenis
labioskizis atau labiopalatoskizis adalah kelainan kotak paltine sehingga bagian
bibir dan langit-langit mulut tidak menutup dengan sempurna atau disebut dengan
bibir sumbing. Bibir sumbing dipengaruhi oleh beberapa faktor, yaitu :
- Faktor genetik atau keturunan
- Kurang Nutrisi. Kekurangan dfisiensi Zn, B6, dan vitamin C pada saat bayi
dalam kandungan.
- Radiasi
- Terjadi trauma pada kehamilan trisemester pertama
- Infeksi Rubella dan sifilis pada ibu dapat mempengaruhi keadaan janin.

Cacat bibir sumbing ini terbentuk pada trisemester pertama kehamilan karena tidak
terbentuknya mesoderm pada bagian yang telah menyatu sehingga menjadi pecah kembali.
Anomali kongenital disebabkan banyak faktor, sehingga besar kemungkinan apabila
ditemukan satu jenis anomali, dapat mengindikasikan adanya kelainan tambahan

Perhatikan kelainan di bawah ini! klik tulisan berwarna merah pada keterangan
gambar!
b. Apa penyebab kelainan-kelainan tersebut?
Single flexion crease adalah tipikal trisomi 21. Disebabkan karena kromoson seks atau
somatik gagal untuk memisahkan diri pada selama proses meiosis. Sebagian besar trisomy
menyebabkan aborsi embrio secara spontan, walaupun ada kemungkinan kecil untuk
kelahiran hidup.

Gambar di atas adalah omphalocel. Omphalocel adalah penonjolan dari usus atau isi perut
lainnya melalui akar pusar yang hanya dilapisi oleh peritoneum (selaput perut) dan tidak
dilapisi oleh kulit (www.medicastore.com, 2004). Kantong peritoneum yang tidak intak, tidak
menutup cavitas dari abdomen. Hal ini terjadi adaya ruptur basis dari tali pusar yang
merupakan daerah lemah.

Gambar diatas adalah sindaktili yaitu kelainan bawaan yang ditemukan pada jari tangan
yaitu tidak terjadi fagositosis dari lisosom sehingga jari tidak terpisah. Sindaktili disebabkan
oleh kelainan genetika atau keadaan di dalam rahim yang menyebabkan posisi janin tidak
normal, cairan amnion pecah, atau obat-obatan tertentu yang dikonsumsi ibu selama masa
kehamilan. Apabila penyebabnya akibat kelainan genetika, maka tidak dapat dilakukan
pencegahan. Kemungkinannya dapat diperkecil bila penyebabnya adalah obat-obatan yang
dikonsumsi ibu selama hamil.

Perhatikan gambar berikut!

c. Kelainan apa yang tampak? Apa penyebab polihidromnion pada kelainan tersebut?

Kelainan yang tampak pada gambar diatas adalah atresia bowel. Pada kelainan
tersebut terjadi penyempitan pada saluran pencernaan bagian atas sehingga volume
dari air ketuban meningkat (polihidramnion).
Polihidramnion adalah suatu kondisi medis yang ditandai dengan akumulasi
berlebihan dari cairan ketuban dalam rahim (Berhman, K & Arvin, N ,2000). Cairan
amnion adalah cairan yang melindungi bayi. Hal ini umumnya terjadi karena adanya
ketidaksesuaian antara golongan darah ibu dan janinnya.

Perhatikan gambar berikut!


d. Kelainan apa yang tampak? Organ apa saja yang mengalami anomali?

Gambar diatas merupakan gambaran atresia kolon serta anomali yaitu kloaka persisten.
Atreisa kolon adalah keadaan dimana terjadi penyempitan atau hilangnya lumen usus yang
menyebabkan obstruksi usus pada neonatus. Hal ini terjadi saa masa perkembangan embrio
dalam kandungan ibu. Kelainan ini dapat terjadi kareba tertutupnya saluran kolon dan
menyebabkan perkembangan kolon yang tidak sempurna akibat kurangnya pasokan darah.
Organ yang mengalami kelainan pada gambar diatas adalah kolon, alat kelamin, saluran
kemih, testis, dan rektum.

Perhatikan gambar berikut!

e. Kelainan apa yang tampak? Apa yang dimaksud dengan ’fistula’ dan perubahan fungsi
seperti apa yang terjadi pada organ yang terdapat fistula?

Gambar diatas adalah gambaran dari fistula trakeo-esofagus dengan atresia


esofagus dimana atresia esofagus terletak di pertengahan esofagus. Sedangkan
fistula trakeo-esofagus terletak dibawah carina. Kelainan ini merupakan kelainan
kongenital dimana terdapat segmen antara esofagus dengan lambung yang tidak
tersambung. Fistula trakeo-esofagus adalah kelainan stuktur embrionik yang
gagal membagi esofagus dan trakea yang mengakibatkan celah (fistula). Selain
karena gagal dalam struktur embrionik, fistula ini dapat terjad akibat cedera saat
pembedahan maupun infeksi.

Perhatikan gambar berikut!


f. Jelaskan patofisiologi kelainan tersebut!

Gambar diatas merupakan penyakit ginjal polikistik dimana gangguan ini adalah
gangguan herediter yang terutama menyerang tubulus ginjal yang dapat brakhir
dengan gagal ginjal. Kelainan ini ditandai dengan kista-kista multiple serta bilateral
yang mengadakan ekspansi yang lama kelamaan akan mengganggu dan
menghancurkan parenkim ginjal normal akibat penekanan.

Pada penyakit tersebut, satu atau dua ginjal mengandung banyak kista kortikal dan
medular yang terdiri dari tubulus-tubulus yang berdilatasi. Polikistik ginjal juga dapat
disebabkan oleh autosomal yang dominan. Autosomal dominan ini lebih sering
terjadi pada masa dewasa tetapi terkadang jyga dapat didiagnosa pada ana-anak.

Perhatikan gambar berikut!


g. Gambar apa yang tampak? Berdasarkan gambar tersebut, jelaskan definisi
herniasi!

Pada gambar diatas dapat dilihat bahwa kubah diafragma di sebelah kiri
menghilang yang menyebabkan terjadinya herniasi dari perut ke rongga dada.
Selain itu, lobus kiri liver pun meluas ke atas. Hal ini menunjukkan terjadinya
herniasi. Herniasi ialah penonjolan isi suatu rongga melalui jaringan ikat tipis yang
lemah pada dinding rongga. Gangguan ini sering terjadi pada daerah perut dimana
isi yang keluar biasanya bagian dari usus.

Perhatikan gambar berikut!


h. Gambaran apa yang tampak?

Gambar diatas adalah agnesis pada ginjal. Agnesis merupakan kegagalan


pembentukan atau perkembangan sebagian atau seluruh organ atau
bagian tubuh.

i. Bagaiman kelainan tersebut memberi dampak pada perkembangan organ lain?

Kelainan agnesis ini mengacu pada tidak adanya pembentukkan bagian tubuh
selama embirogenesis. Oleh karena itu, ginjal pada gambar diatas merupakan
ginjal yang pada saat embryogenesis tidak terbentuk retroperitoneum sehingga
terjadi agnesis dan berdampak pada organ lain. Dampak tersebut ialah berupa
oligohidramnion. Oligohidramnion adalah kondisi dimana cairan ketuban terlalu
sedikit.

Perhatikan gambar berikut!

j. apa yang dimaksud dengan oligohidroamnion? Apa penyebab terjadinya serta


dampaknya terhadap gangguan perkembangan fetus?
Pada gambar nampak karakter muka fetus dengan oligohidramnian, yaitu adanya
lipatan infraorbital menonjok dan hidung datar. Pada gambar juga nampak tangan
fetus yang memiliki lipatan kulit yang berlebihan seperti sarung tangan longgar.
Oligohidramnion membatasi gerakan janin dan tali pusar pendek.
Oligohidramnion merupakan volume caira ketuban yang sedikit (Leveno, et al,
2009).

Perhatikan gambar-gambar berikut!


k. kelainan apa saja yang tampak?

Gambar 1: Kasus pada gambar menunjukkan komplikasi yang jarang


terjadi pada kembar monozigot dimana terdapat perpaduan dari si kembar.
Kondisi ini disebut denga kembar siam. Istilah ilmiah dari kasus yang
nampak adalah craniothoracopagus, atau adanya penggabungan pada
kepala dan dadanya.
Gambar 2: Gambar tersebut merupakan contoh dari thoracopagus.
Perhatikan omphalocele yang besar pada abdomen bagian bawah pada
kembar monozigot ini. Si kembar saling berbagi jantung dan livernya serta
beberapa organ lain yang sebagian menyatu.
Gambar 3: Gambar ini menunjukkan acardiac yang komplit pada si
kembar. Terdapat beberapa organ internal yang terlihat terbentuk dengan
kurang baik. Namun, organ-organ tersebut tidak dapat berkembang.

l. Menurut Anda, apakah ada dari fetus dengan kelainan-kelainan tersebut yang
berpeluang hidup?

Berdasarkan keterangan dan penjelasan mengenai kelainan pada fetus di atas,


kemungkinan fetus untuk hidup sangat kecil. Hal ini disebabkan oleh fetus yang hanya
memiliki satu organ vital yang dipakai bersama atau organ yang tidak dapat berkembang
dengan baik. Upaya pemisahan yang dilakukan juga sangat sulit dan membutuhkan biaya
yang mahal.

Perhatikan gambar berikut!

m. Gambar apa yang tampak? Proses apa yang mendasari kelainan tersebut?
Gambar tersebut merupakan contoh dari proses granulomatosa yang dikenal
sebagai "gumma" dalam kasus sifilis kongenital . Gumma ditemukan terletak di
jantung janin. Sifilis ditemukan dalam rahim pada trimester ketiga.
Granulomatosa merupakan salah satu penyebab radang. Pola dari radang kronis
khas adalah radang granulomatosa yang ditandai dengan berkumpulnya banyak
makrofag atau histiosit. Benda asing penyebab, dikurung dan dipisahkan dari
jaringan sekitar, tidak dibuang. Penyakit infeksi sifilis pada kehamilan penyebabnya
adalah Triponema pallidun. Masa inkubasinya sekitar 10-90 hari dan selanjutnya
menimbulkan penyakit sifilis primer dengan gejala klinisnya sebagai berikut:
 terdapat ulkus dengan tepi agak tinggi dan tidak dirasakan sakit
 ulkus dapat terbentuk di serviks, vagina, rektum
 terjadi kesembuhan spontan dalam waktu 3-6 minggu
infeksi sifilis sekunder:
 setelah infeksi primer sembuh dalam waktu 3-6 minggu, infeksi akan berkembang
menjadi sekunder
 manifestasi klinis sifilis sekunder: terjadi gangguan kulit berbentuk makulopapul,
terdapat benjolan di daerah telapak tangan dan kaki
infeksi sifilis tersier
 tanpa pengobatan, infeksi akan masuk ke dalam stadium III
 bentuk kelainan jantung pada infeksi tersier yaitu: aneurisma aorta, insufisiensi aorta,
dapat menimbulkan komplikasi kardiovaskular
 terjadi infeksi terhadap janin, melalui plasenta dan menimbukan sifilis kongenital
 infeksi menuju janin dari infeksi sifilis terjadi melalui plasenta

Perhatikan gambar berikut!

n. Bagaimana mekanisme terjadinya kelainan tersebut?


Gambar diatas merupakan kelainan kernikterus, kernikterus adalah suatu
kerusakan otak akibat bilirubin indirek pada otak terutama pada korpus striatum,
talamus, nukleus subtalamus hipokamus, nukleus merah dan nukleus di dasar
ventrikel IV.
Mekanisme misal pada bayi yang lahir dengan fungsi hepar belum matang atau
gangguan fungsi hepar lain seperti hipoksia, asidosis akan mengakibatkan kadar
bilirubin indirek dalam darah tinggi. Bilirubin indirek yang terikat pada albumin
sangat tergantung pada kadar albumin dalam serum. Peningkatan bilirubin tak
terkonjugasi, yang menyumbang kernikterus, adalah racun bagi jaringan otak. Pada
bayi prematur biasanya kadar albuminya rendah sehingga dapat dimengerti bila
kadar bilirubin indirek yang bebas inilah yang dapat melekat pada sel otak.
Mekanisme bilirubin masuk ke dalam sususnan saraf pusat(SSP)
1. Bilirubin indirek bebas bersifat lipofilik
Bilirubin indirek bebas yang bersifat lipofilik dapat menembus sawar darah otak
dan masuk ke sel neuron otak, selanjutnya terjadi presipitasi dalam membran sel
saraf. Keadaan asidosis, hipoalbuminemia akan meningkatkan jumlah bilirubin
bebas ke dalam jaringan otak.
2. Bilirubin indirek dalam bentuk monoanion
Bilirubin indirek dalam plasma berikatan dengan albumin dalam bentuk di-anion
setelah disosiasi dengan 2 ion H. Suasana asam bilirubin indirek cenderung
membentuk mono-anion(bilirubin acid) serta menyebabkan penurunan afinitas
albumin-bilirubin indirek. Pada bentuk tersebut dapat meningkatkan presipitasi
didalam jaringan serta dapat menembus sawar otak.
3. Kerusakan sawar otak
Kadar P-glikoprotein (P-gp) adalah suatu substart dalam sawar otak yang dapat
membatasi masuknya bilirubin ke dalam SSP. Pada kerusakan sawar otak, zat
tersebut mengalami penurunan sehingga bilirubin indireq dapat bebas
menembus sawar otak yang mengakibatkan presipitasi bilirubin indirek di dalam
SSP.

Perhatikan gambar berikut!


o. Kelainan apa yang tampak? Apa yang dimaksud dengan ’stenosis’?
Kelainan tersebut adalah stenosis pilorus. Stenosis berarti penyempitan,
jadi stenosis pilorus merupakan penyempitan sfinger pilorus pada saluran
keluar lambung. Hipertropi dan hiperplasia otot sirkuler pilorus
menyebabkan obstruksi pada sfinger pilorik. Otot sirkuler menebal sampai
dua kali tebal normalnya dan pilorus memanjang, menyebabkan lumen
sangat menyempit. Selain itu lambung akan melebar dan terjadi hipertropi.

p. Apa yang dimaksud dengan muntah proyektil dan apa kaitannya dengan
kelainan pada gambar di atas?

Muntah proyektil ialah muntah yang terjadi secara tiba-tiba dengan


sedikit atau bahkan tanpa ditandai gejala awal.Penyakit ini merupakan
manifestasi klinis dalam kelainan stenosis pilorus. Penyebab dari stenosis
pilorus pun tidak diketahui walaupun diduga terjadi keterlibatan antara
persarafan sekitarnya. Stenosis ini berhubungan dengan malrotasi
intestinal, atresia esofagus (duodenum) dan anomalianorektal. Selain itu,
stenosis pilorus ini jarang terjadi, bahkan dapat disebabkan melalui faktor
genetik keturunan. Contohnya ialah muntah proyektil yang diderita bayi
berusia sekitar 3 sampai 6 minggu. Hal ini terjadi dalam frekuensi lebih
sedikit bagi bayi yang menyusui yaitu timbulnya gejala setelah 6 minggu,
sementara bayi yang minum susu formula gejala akan timbul setelah 4
minggu.

Perhatikan gambar berikut!


q. Apa kelainan yang tampak? Dari mana asal mekonium? Apa penyebab
terjadinya peritonitis mekonium?
Kelainan yang tampak pada gambar adalah Peritonitis mekonium. Peritonitis
mekonium di sini sebagai eksudat kehijauan yang melapisi permukaan serosa
rongga peritoneal dan dapat mempersulit ileus mekonium dalam rahim, khususnya
pada janin dengan fibrosis kistik.

Peritonitis mekonium sering disebabkan oleh infeksi yang didapat selama berada
di dalam rahim. Mekonium ini berupa penumpukan garam empedu, lanugo yang
tertelan, sel-sel usus yang mengelupas dan sekresi usus. Mekonium ini lengket dan
tampak berwarna hijau gelap kehitaman.

Perhatikan gambar berikut!


r. Angka kejadian kelainan tersebut cukup tinggi di Indonesia. Jelaskan
patogenesis kelainan tersebut! Secara umum apa yang dilakukan dalam
manajemen terapi pada bayi dengan kelainan seperti di atas?

Penyakit hirschsprung (megakolon kongenital) merupakan penyakit yang disebabkan karena


tidak adanya sel ganglion parasimpatik kongenital di dalam pleksus submukosa dan
intramuskular dari satu atau lebih segmen kolon. Penyakit ini biasanya dimanifestasikan pada
saat bayi. Biasanya hal ini terjadi pada seluruh kolon, namun juga dapat terjadi di bagian usus
halus. Apabila kolon terkena kelainan ini, usus akan membesar dan tidak ada peristaltis pada
bagian tanpa ganglion. Pada kolon yang membesar, daerah tanpa ganglion mengalami
kontraksi tanpa relaksasi sehingga menimbulkan obstruksi.

Patogenesis :

Kelainan ini berhubungan dengan spasme yang terjadi pada distal kolon dan sphincter anus
internal sehingga menimbulkan obstruksi. Oleh sebab itu, bagian yang abnormal akan
mengalami kontraksi di segmen bagian distal, dan bagian yang normal akan mengalami
dilatasi di bagian proksimalnya. Pada bagian distal rektum selalu terdapat aganglionik.

Manajemen terapi pada bayi dengan kelainana hirschsprung :

Menurut Cowan & Wrenn, 1990 dalam Gruendemann & Fernsebner, 1995 terdapat tiga cara
penanganan bayi dengan penyakit Hirschsprung terkait usia dan manifestasi klinis, di
antaranya :

1. Intervensi pembedahan pullthrough


2. Enterostomi pengalihan yang kemudian diikuti oleh operasi pullthrough
3. Pengangkatan impaksi, enema rutin, dan operasi pullthrough untuk bayi yang berusia
lebih dari 10 bulan dan tidak mengalami enterokolitis.

II. PENUAAN
Perhatikan gambar-gambar berikut!

s. Apa perubahan yang tampak pada jaringan tersebut?

Penyakit Alzheimer menyebabkan atrofi serebral yang dapat dilihat dari


permukaan luar otak dengan sulcus yang melebar atau seperti
merenggang dan girus menyempit atau mengkerut serta pembesaran
ventrikel-ventrikel.

t. Terkait dengan perubahan yang ditemukan di jaringan otak pada lansia, apa
yang dimaksud dengan ’Lewy body”?

Pada gambar diatas adalah tampilan dari otak dengan atrofi lebih jelas
dengan penyakit Alzheimer terlihat superior dan lateral.Perubahan besar
pada otak yang terjadi pada penderitaAlzheimer meliputi penebalan
leptomeninges, penyusustan girus, pelebaran sulkus, pembesaran
ventrikel, penyusutan hipokampus, dan atrofi umum. Selain perubahan
struktur pada penderita Alzheimer juga terjadi penurunan asetilkoloin
disebakan karena penurunan neuron kolinergik di nukleus basal yang
menyebabkan hilangnya kolin kolin asetiltransferase di neokorteks dan
hipokampus. Penyakit Alzheimer dapat menyebabkan penurunan
kemampuan kognitif secara berangsur-angsur, sering bermula dengan
kehilangan daya ingat.

Lewi body merupakan penyebab paling umum dari demensia pada orang
tua. Penyakit lewy body adalah endapan protein alpha-synuclein yang
terdapat pada sel-sel saraf yang mengalami kerusakan. Abnormalitas ini
terdapat di tempat-tempat tertentu di otak, yang menyebabkan perubahan-
perubahan dalam bergerak, berpikir dan berkelakuan. Endapan ini sering
ditemukan pada bagian yang dalam di otak pasien Parkinson. Orang yang
menderita penyakit Lewy body dapat merasakan sangat naik-turunnya
perhatian dan pemikiran. Gejala dari penyakit lewi body adalah perubahan
kewaspadaan dan perhatian, halusinasi, masalah gerak dan postur,
kebingungan, dan kehilangan memori. Bila tersebar luas diseluruh otak,
lewy body dapat menimbulkan tanda serta gejala yang mirip dengan
penderita Alzheimer.

Perhatikan gambar di bawah ini!

u. Apa perbedaan anatomi yang bisa diamati dari kedua gambar di atas?

Osteoporosis merupakan kelainan pada tulang yang disebabkan oleh


kelebihan relatif fungsi osteoklas. Matriks tulang pada penyakit ini
berkurang dan insidens fraktura meningkat. Artinya, keadaan tulang
osteoporosis ini sangat rapuh karena osteoklas tidak diimbangi oleh
osteoblas. Osteoporosis ini sering terjadi pada wanita dewasa terutama
yang telah mengalami menopaose karena tingkat estrogen sangat
berpengaruh dalam pembetukan tulang atau osteoblas. Didalam tulang
yang mengalami osteoporosis akan ditemukan struktur padat dan rongga
tulang berkurang. Pada dinding tulang yang kompak ( padat ) akan
mengalami penipisan yang mudak terjadi fraktur, dan paa tulang yang
beronggapun tampak terjadi ketidak sinambungan antara rongga. Atas
dasar definisi dari WHO ini maka osteoporosis diukur densitas massa
tulang dengan ditemukan nilai t-score yang kurang dari – 2,5. Sedangkan
dikatakan normal nilai t-score > -1

Gambar pertama ialah gambar vertebra normal sedangkan gambar yang


kedua ialah gambar vertebra yang mengalami osteoporosis. Perbedaan
anatomi yang dapat diamati ialah, vertebra penderita osteoporosis
mengalami penurunan massa tulang dengan spikula bertulang yang lebih
sedikit dan sempit. Kondisi ini menyebabkan terjadinya pelebaran sumsum
tulang dan saluran havers.’ Trabekula berkurang dan menjadi tipis.
Akibatnya, tulang mudah retak. Tulang yang mudah terkena osteoporosis
adalah vertebra, pelipis, dan tengkorak.

FORUM DISKUSI/ONLINE:

1. Jawablah pertanyaan-pertanyaan di atas lalu pos-kan jawaban

Anda ke forum diskusi (jawaban harus disertai referensi)

2. Beri respons terhadap jawaban minimal 2 anggota kelompok yang lain

3. Tanyakan hal-hal yang Anda belum jelas mengenai topik minggu ini pada
forum diskusi dan beri respons terhadap pertanyaan anggota kelompok yang
lain

Selamat belajar….