Anda di halaman 1dari 41

LAPORAN BEST PRACTICE

EKSPLORASI AKTIVITAS PENDEKATAN STEM MELALUI


PENERAPAN KONSEP BUNGEE JUMPING PADA MATERI
PERSAMAAN GARIS LURUS KELAS VIII DI SMPN 3
TANJUNG PALAS TIMUR

Disajikan pada
Tugas Akhir Pelaksanaan Program PKP Tahun 2019

Oleh
Noor Azizah, S.Pd.
NIP. 19911022 201503 2 002
Guru Mata Pelajaran Matematika di SMPN 3 Tanjung Palas Timur

PEMERINTAH KABUPATEN BULUNGAN


DINAS PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN KABUPATEN BULUNGAN
TAHUN 2019
HALAMAN PENGESAHAN

Naskah karya tulis ini:


Judul : Ekplorasi Aktivitas Pendekatan STEM melalui Penerapan
Konsep Bungee Jumping pada Materi Persamaan Garis Lurus
Kelas VIII di SMPN 3 Tanjung Palas Timur.
Penulis : Noor Azizah, S.Pd.
Jabatan : Guru Matematika SMPN 3 Tanjung Palas Timur Kabupaten
Bulungan Provinsi Kalimantan Utara

Karya tulis ini adalah benar-benar merupakan karya asli penulis dan tidak
merupakan plagiasi. Apabila di kemudian hari terbukti bahwa karya ini
merupakan hasil plagiasi, maka penulis bersedia menerima sanksi atas perbuatan
tersebut.

Tanjung Palas Timur, 22 Oktober 2019


Menyetujui,
Kepala Sekolah Guru Inti

Loter Kahan, S.Pd. Bariudin Talib. S.Si., S.Pd.


NIP. 19790203 200502 1 003 NIP. 19801006 201402 1 001

ii
BIODATA PENULIS

iii
KATA PENGANTAR

Puji syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT, atas segala limpahan
rahmat, hidayaj dan karunia-Nya, sehingga penulis dapat menyelesaikan laporan
best practice ini. Karya tugas ini merupakan karya inovasi tentang “Ekplorasi
Aktivitas Pendekatan STEM melalui Penerapan Konsep Bungee Jumping pada
Materi Persamaan Garis Lurus Kelas VIII di SMPN 3 Tanjung Palas Timur.“.
Melalui penyusunan laporan best practice ini, penulis mencoba
menjelaskan pengalaman pembelajaran matematika yang pernah dilakukan
sekolah. Dalam laporan best practice ini disajikan bagaimana langkah-langkah
pelaksanaan pembelajaran matematika yang menyenangkan dan mnghidupkan
suasana kelas.
Penulis mengucapkan banyak terima kasih kepada berbagai pihak yang
telah mendukung dalam penulisan best practice ini masih banyak kekurangan
karerna keterbatasan pengetahuan dan kemampuan menulis. Oleh karena itu,
penulis mengharapkan kritik dan saran dari pembaca demi penyempurnaan karya
tulis ini.

Tanjung Palas Timur, 22 Oktober 2019


Penulis

iv
DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL ........................................................................................... i


HALAMAN PENGESAHAN .............................................................................. ii
KATA PENGANTAR ......................................................................................... ii
DAFTAR ISI ....................................................................................................... v
BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah ................................................................. 1
B. Jenis Kegiatan ................................................................................. 2
C. Manfaat Kegiatan ............................................................................ 3
BAB II PELAKSANAAN KEGIATAN
A. Tujuan dan Sasaran ......................................................................... 5
B. Bahan/Materi Kegiatan ................................................................... 5
C. Metode/Cara Melaksanakan Kegiatan ........................................... 6
D. Alat/Instrumen ................................................................................ 9
E. Waktu dan Tempat Kegiatan .......................................................... 10
BAB III HASIL KEGIATAN
A. Hasil ................................................................................................ 11
B. Masalah yang Dihadapi .................................................................. 12
C. Cara Mengatasi Masalah ................................................................. 12
BAB IV SIMPULAN DAN REKOMENDASI
A. Simpulan ......................................................................................... 13
B. Rekomendasi ................................................................................... 13
DAFTAR PUSTAKA ......................................................................................... 14
LAMPIRAN ......................................................................................................... 15

v
BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah


Pendidikan berpengaruh terhadap kualitas sumber daya manusia yang
dihasilkan. Kualitas sumber daya manusia dapat dilihat dari kemampuan
lulusannya yang memiliki keterampilan, menguasai teknologi, serta memiliki
pengetahuan yang luas dan keahlian profesional. Kenyataannya, Indonesia sebagai
negara yang memasuki era persaingan bebas masih memiliki sumber daya
manusia yang rendah. Kualitas sumber daya manusia yang rendah dipengaruhi
oleh kualitas pendidikan di Indonesia masih tergolong rendah. Kemampuan
peserta didik dalam menjawab soal penerapan dan penalaran lebih rendah
daripada soal pemahaman. Hasil ini didukung dari riset PISA pada tahun 2015
yang terbit pada tahun 2016 yang menunjukkan bahwa Indonesia memiliki nilai
rata-rata 403 dari rata-rata internasional 500 dan 501(OECD, 2016) dan data riset
TIMSS tahun 2015, Indonesia menempati urutan ke 69 dari 76 negara yang
terlibat (TIMSS, 2015).
Peningkatan kualitas pendidikan di Indonesia bisa dikembangkan melalui
penerapan reformasi pendidikan. Perubahan yang terjadi pada pembelajaran
tradisional menuju ke pembelajaran yang lebih meningkatkan daya berpikir kritis
disebut dengan reformasi pendidikan (Redhana, 2010). Salah satu bentuk
reformasi pendidikan dapat dilakukan dengan menggunakan pendekatan
pembelajaran yang dapat membantu guru dalam menciptakan tenaga ahli yaitu
pendekatan STEM (Science, Technology, Engeneering, and Mathematics).
Pendekatan STEM ini adalah pendekatan yang merujuk kepada empat komponen
ilmu pengetahuan, yaitu pengetahuan, teknologi, teknik, dan matematika. Selaras
dnegan hal tersebut berdasarkan penelitian yang menunjukkan bahwa penerapan
STEM dapat membantu mengembangkan pengetahuan, membantu menjawab
pertanyaan berdasarkan penyelidikan, dan dapat membantu peserta didik untuk
mengkreasi suatu pengetahuan baru. (Permansari, 2016).
Pelajaran matematika saat ini dianggap oleh mayoritas siswa sebagai
pelajaran yang sulit dipahami. Kondisi seperti ini berjalan terus menerus dari

1
tahun ke tahun yang tentu saja jika dibiarkan akan menjadi suatu brand image
bahwa matematika adalah pelajaran yang menjadi momok yang sangat
menakutkan. Kondisi tersebut terjadi karena berbagai faktor yaitu pertama,
matematika berisi formulasi-formulasi yang memerlukan pemikiran tingkat tinggi
(high order thinking) yang memerlukan kesabaran untuk mengerjakannya. Kedua,
kriteria yang turun temurun yang mengatakan matematika adalah pelajaran yang
sulit sehingga menjadi mental block dalam diri siswa yang menyebabkan siswa
enggan untuk berupaya. Ketiga, kesalahan cara mengajar guru matematika itu
sendiri yang tidak memahami karakteristik peserta didik. Sebagian besar gutu
menganggap bahwa siswa harus disuapi. Padahal konsep itu adalah konsep
psikologi behaviorisme yang sudah lapuk. Saatnya sekarang membangun peserta
didik dengan menekankan kepada mereka untuk mampu membangun konsep
sendiri melalui metode constructivism.
Berdasarkan observasi penulis selama mengajar, diketahui bahwa
kemampuan peserta didik dalam menanggapi pertanyaan dengan alasan
mengajukan pertanyaan pada saat belum mengerti materi masih kurang, begitu
pun ketika peserta didik diminta untuk menganalisis suatu permasalahan,
menyimpulkan permasalahan, dan mengevaluasi permasalahan masih kurang.
Sejalan dengan hal tersebut, sebagai upaya untuk mengatasi dan meningkatkan
sumber daya manusia melalui pendidikan maka diperlukan penerapan kemampuan
berpikir kritis dengan menggunakan pendekatan STEM.

B. Jenis Kegiatan
Kegiatan yang dilaporkan dalam laporan best practice ini adalah kegiatan
pembelajaran matematika kelas VIII A pada Komptensi Dasar Menganalisis
fungsi (sebagai persamaan garis lurus) dan mengintrepetasikan grafiknya yang
dihubungkan masalah kontekstual.

2
C. Manfaat Kegiatan
1. Manfaat Teoritis
Secara teoritis penelitian ini diharapkan dapat memberikan sumbangan
kepada pembelajaran matematika terutama pada pengoptimalan hasil
belajar dengan model Project Based Learning dengan pendekatan
STEM.
2. Manfaat Praktis
a. Bagi guru
1) Penelitian ini akan memberikan pengalaman yang bermanfaat
dalam merancang pembelajaran kontekstual dan memfasilitasi
pembelajaran. Dari pengalaman tersebut diharapkan guru dapat
mengembangkan model Project Based Learning dan pendekatan
STEM dan dapat mengimplementasikannya dalam kelas serta
mampu menyiapkan berbagai model dan pendekatan
pembelajaran dalam upaya mengarahkan peserta didik mencapai
hasil belajar yang maksimal.
2) Memotivasi guru untuk memperluas penggunaan model dan
pendekatan pembelajaran sesuai dengan mater-materi yang
lainnya.
b. Bagi peserta didik
1) Secara tidak langsung mereka terbantu dalam belajar konsep-
konsep matematika yang sangat memberi peluang bagi peserta
didik untuk meningkatkan prestasi belajar mereka secara optimal.
2) Membantu peserta didik mengoptimalkan hasil belajar.
c. Bagi sekolah
Penelitian ini diharapkan dapat memberikan informasi mengenai
pembelajaran dnegan bantuan model Project Based Learning dan
pendekatan STEM yang dapat dijadikan sebagai bahan pertimbangan
dalam meningkatkan kualitas pembelajaran matematika di sekolah
serta sebagai sumbangan dalam upaya mengoptimalkan hasil belajar
matematika menggunakan model dan pendekatan pembelajaran yang
tepat.

3
d. Bagi penulis
Penelitian ini diharapkan dapat menjadi sarana untuk memperoleh
pengalaman langsung dalam memilih strategi pembelajaran dalam
meningkatkan kreatifitas peserta didik dalam menggunakan media
pembelajaran yang disediakan oleh guru.

4
BAB II
PELAKSANAAN KEGIATAN

A. Tujuan dan Sasaran


1. Tujuan
Tujuan yang ingin dicapai dalam pembelajaran ini agar sesuai dengan
harapan penelitian antara lain:
a. Menganalisis pengaruh penggunaan pendekatan STEM yang
diintegrasikan pada model Project Based Learning terhadap media
belajar dalam meningkatkan kreatifitas peserta didik.
b. Menganalisis pengaruh interaksi pendekatan STEM yang
diintegrasikan pada model Project Based Learning dengan kreatifitas
peserta didik terhadap hasil belajar.
2. Sasaran
Sasaran penelitian ini adalah peserta didik kelas VIII A Semester I Tahun
Pelajaran 2019/2020 di SMPN 3 Tanjung Palas Timur.

B. Bahan/Materi Kegiatan
Bahan yang digunakan dalam best practice pembelajaran ini adalah
materi kelas VIII Semester I Tahun Pelajaran 2019/2020 pada Materi Pokok
Persamaan Garis Lurus, dengan rincian KD sebagai berikut:
3.4 Menganalisis fungsi (sebagai persamaan garis lurus) dan
mengintrepetasikan grafiknya yang dihubungkan masalah
kontekstual.
4.4 Menyelesaikan masalah konstekstual yang berkaitan dengan fungsi
linear sebagai persamaan garis lurus
Adapun materi pembelajarannya sebagai berikut:
1) Fakta
Di sekitaran bundaran HI dengan menggunakan sepeda dan
mengayuhnya dengan kecepatan tetap. Setiap selang 10 detik kalian
menempuh jarak 40 m. Berapakah jarak yang akan berhasil ditempuh
selama 30 menit?

5
Perhitungan untuk menyelesaikan soal tersebut jika dibuat tabel dan
digambarkan dalam Koordinat Cartesius akan membentuk sebuah garis
lurus. Garis ini terbentuk oleh sebuah persamaan yang disebut dengan
persamaan garis lurus.
2) Konsep
 Persamaan garis lurus adalah suatu persamaan yang apabila
digambarkan ke dalam bidang Koordinat Cartesius akan
membentuk sebuah garis lurus.
 Gradien adalah tingkat kemiringan sebuah garis lurus.
 Sifat-sifat persamaan garis: garis yang sejajar dengan sumbu-x
gradiennya adalah nol, garis yang sejajar dengan sumbu-y tidak
memiliki gradien, gradien dua garis yang sejajar adalah sama, hasil
kali gradien dua buah garis yang saling tegak lurus adalah -1.
3) Prinsip

 ( )

4) Prosedural
 Menggambar grafik persamaan garis lurus
 Mencari nilai gradien jika diketahui , ,
, dan yang melalui dua titik.
 Menentukan persmaan garis jika diketahui gradien dan koordinat titi
A ( , ) dan melalui dua titik ( , ) dan ( , ).

C. Metode/Cara Melaksanakan Kegiatan


Cara yang digunakan dalam pelaksanaan best practice ini adalah
menerapkan pembelajan matematika dengan model project based learning
(PjBL) dengan pendekatan STEM.
Berikut ini adalah langkah-langkah pelaksanaan best practice yang telah
dilakukan penulis.
1. Pemetaan KD
Kompetensi Dasar pada kegiatan ini adalah sebagai berikut:

6
3.4 Menganalisis fungsi (sebagai persamaan garis lurus) dan
mengintrepetasikan grafiknya yang dihubungkan masalah
kontekstual.
4.4 Menyelesaikan masalah konstekstual yang berkaitan dengan fungsi
linear sebagai persamaan garis lurus
2. Perumusan Indikator Pencapaian Kompetensi
IPK Kunci:
3.4.4 Menganalisis fungsi linear (sebagai persamaan garis lurus) untuk
dapat menentukan persamaan garis lurus jika diketahui dua titik
pada garis tersebut.
4.4.4 Menyelesaikan masalah konstekstual yang berkaitan dengan
fungsi linear sebagai persamaan garis lurus
5. Merencanakan kegiatan pembelajaran sesuai dengan model
pembelajaran. Pengembangan desain pembelajaran dilakukan dengan
merinci kegiatan pembelajaran yang dilakukan sesuai dengan sintaks
PjBL. Berikut ini adalah rencana kegiatan pembelajaran yang
dikembangkan berdasarkan PjBL dengan pendekatan STEM.
a. Fase 1: Start with The Essential Question
 Menayangkan video kegiatan Bungee Jumping kemudian
membuka diskusi tentang penggunaan tali pada permainan
bungee jumping yang kemudian guru mengemukakan
pertanyaan esensial yang bermuara pada penugasan peserta
didik dalam melakukan proyek.
1) Apa yang terjadi jika tali yang digunakan untuk bermain
lebih panjang atau lebih pendek?
2) Bagaimana menentukan panjang tali yang pas?
b. Fase 2: Design a Plan fot The Project
 Guru mengorganisir peserta didik ke dalam kelompok
heterogen dengan cara memanfaatkan bulan lahir.
 Secara kolaboratif dengan peserta didik membuat perenanaan
kegiatan proyek untuk menyelesaikan masalah.
 Memberikan alat dan bahan yang digunakan untuk proyek
pembuatan Bungee Jumping.

7
 Memberikan LKPD kemudian meminta peserta didik
menuliskan perencanaan proyek sesuai petunjuk LKPD.
c. Fase 3: Create Schedule
 Guru memfasilitasi peserta didik untuk membuat jadwal
aktifitas yang mengacu pada waktu maksimal yang
disepakati.
 Guru memfasilitasi peserta didik untuk menyusun langkah
alternatif jika ada sub aktifitas yang molor dari waktu yang
dijadwalkan.
d. Fase 4: Monitor the Students and the Progress of the Project
 Melakukan monitor terhadap aktivitas peserta didik selama
menyelesaikan proyek.
e. Fase 5: Asses the Outcome
 Mempresentasikan hasil proyek
 Meminta peserta didik memeriksa secara cermat untuk
membuktikan benar atau tidaknya pernyataan dan alasan
yang ditetapkan pada saat menyelesaikan proyek.
f. Fase 6: Evaluate the Experience
 Melakukan refleksi terhadap aktivitas dan hasil proyek.
 Mengembangkan diskusi dalam rangka memperbaiki kinerja
selama proses pembelajaran sehingga didapatkan suatu temuan
baru untuk menjawab permasalahan yang diajukan pada tahap
pertama pembelajaran.

8
6. Merencanakan kegiatan pembelajaran yang menerapkan pendekatan
STEM.
SAINS TEKNOLOGI
Konsep gaya pegas pada Bungee 1) Menggunakan media teknologi
Jumping (Terjun Lenting) dalam menampilkan
permasalaha
2) Menggunakan alat-alat
teknologi dalam
mengumpulkan data
3) Mempelajari teknologi terkini
terkait permainan Bungee
Jumping.
ENGINEERING (REKAYASA) MATEMATIKA
1) Mendesaian, merekayasa, dan 1) Menerapkan konsep hubungan
menggunakan model Bungee antar dua variabel
Jumping 2) Menerapkan hubungan antara
fungsi linear
3) Menginterprestasikan fungsi
linear dalam grafik

7. Penyusunan Perangkat Pembelajaran


Berdasarkan hasil kerja pada poin 1 hingga poin 5 di atas kemudian
disusun perangkat pembelajaran meliputi RPP, bahan ajar, LKPD, dan
instrumen penilaian. RPP disusun dengan mengintegrasikan kegiatan
GLS, PPK, kecakapan abad 21 dan berorientasi HOTS.

D. Alat/Instrumen
Media : Video kegiatan Bungee Jumping (diambil dari
https://www.youtube.com/watch?v=l9m4cW2yxy0 ) dan slide
presentasi.

9
Bahan : LKPD dan materi Persamaan Garis Lurus (diambil dari buku
siswa dan
https://sumberbelajar.belajar.kemdikbud.go.id/sumberbelajar/ta
mpil/Persamaan-Garis-Lurus-2006/konten1.html )
Alat dan Bahan : Karet Gelang, Meteran, Pemberat (kantong plastik berisi
air), dan handphone.
Instrumen :
1. Instrumen penilaian pengetahuan  Tes uraian
2. Instrumen penilaian keterampilan  Lembar observasi selama
proyek dan presentasi
3. Instrumen penilaian sikap  Lembar observasi sikap selama
pembelajaran

E. Waktu dan Tempat Kegiatan


Waktu : 11 – 16 Oktober 2019
Tempat : SMPN 7 Tanjung Selor (Penyusunan perangkat pembelajaran)
dan SMPN 3 Tanjung Palas Timur (Pelaksanaan pembelajaran
dan evaluasi)

10
BAB III
HASIL KEGIATAN
A. Hasil
Hasil yang dapat dilaporkan dari praktik pembelajaran diuraikan sebagai
berikut:
1. Proses pembelajaran sudah mencangkup kecakapan abad 21, PPK dan
GLS.
Hal ini terlihat dari kegiatan-kegiatan sederhana yang diselipkan dalam
pembelajaran misalnya, meminta peserta didik mempin doa, menyanyikan
lagu Indonesia Raya, peserta didik menamakan kelompok dengan nama
negara yang ada di Asia Tenggara, peserta tertib melaksanakan perintah
yang diminta guru, dan peserta didik melakukan pengamatan masalah pada
sebuah video.
2. Penerapan model Project Based Learning (PjBL) pada pembelajaran sudah
memperlihatkan proses saintifik 5M.
Terlihat peserta didik melakukan pengamatan pada permasalahan dan juga
LKPD, peserta didik bertanya jika ada hal yang dianggap kurang jelas pada
saat pelaksanan proyek dan penyelesaian LKPD, perserta didik mencoba
melakukan proyek, peserta didik melakukan penalaran terkait hasil proyek,
dan peserta didik mengkomunikasikan hasil yang disimpulkan.
3. Pendekatan STEM menerapkan pembelajaran berbasis pemecahan masalah
sehingga dalam proses pengaplikasiannya, pembelajaran yang berlangsung
sudat mengintegrasikan aspek HOTS. Dimulai dari peserta didik melakukan
diskusi untuk merencanakan proyek terkait Bungee Jumping, memprediksi
penyelesaian masalah, sampai pada mengaitkan proyek dengan materi
penetuan persamaan garis lurus, hal-hal tersebut melibatkan proses transfer
knowledge, critical, creativiy, dan problem solving.
4. Pembelajaran dengan pendekatan STEM membuat peserta didik lebih
tertarik dalam belajar karena proses pembelajaran dilakukan tidak secara
monoton seperti pembelajaran pada umumnya.

11
B. Masalah yang Dihadapi
Penulis belum mampu menyesuaikan praktik pembelajaran sesuai dengan
alokasi waktu yang sudah direncanakan pada RPP. Hal ini bisa jadi dikarenakan
penulis belum terbiasa menerapkan model Project Based Learning di
pembelajaran-pembelajaran sebelumnya sehingga penulis keteteran dalam
manajemen waktu. Penulis membutuhkan waktu lebih untuk menuntaskan
kegiatan proyek. Beberapa kegiatan di penutup juga tidak sempat dilaksanakan.
Penyebab lain juga dikarenakan penulis menggunakan pendekatan stem yang
sangat menekankan pada 4 aspek (sains, teknologi, engineering, dan matematika).
Hal ini membuat penulis butuh waktu lebih untuk membuat peserta didik dapat
manfaat dari keempat aspek tersebu, tentunya bukan hanya matematikanya.
Permasalahan lain adalah penulis kurang melakukan penguatan materi
sehingga pada saat proses pembelajaran, peserta didik masih bertanya-tanya
tentang hal yang mendasar dari materi dan mengalami kebingungan pada saat
menemukan soal terkait materi, terutama soal yang bersifat HOTS.

C. Cara Mengatasi Masalah


Penulis lebih banyak lagi menerapkan model PjBL dalam pembelajaran
terutama pembelajaran dengan pendekatan STEM. Penulis nantinya akan bisa
mengatur waktu sehingga peserta didik tidak hanya fokus pada pelaksanaan
proyek.
Penulis melakukan pendalaman materi lagi, bagaimana mengaitkan hasil
kegaitan proyek dengan materi terkait. Penulis dapat meningkatkan literasi baca
tulis dan digital peserta didik dengan mereka mencari sendiri bahan materi dan
soal-soal terkait baik dari buku yang ada di perpustakaan sekolah maupun dari
internet.

12
BAB IV
SIMPULAN DAN REKOMENDASI
A. Simpulan
Berdasarkan uraian pada bab hasil dapat ditarik kesimpulan sebagai
berikut:
1. Dengan penysunan rencana pelaksanaan pembelajaran secara sistematis
dan cermat, pembelajaran dengan model Project Based Learning yang
diintegrasikan pendekatan STEM tidak sekedar berorientasi HOTS, tetapi
juga mengintegrasikan proses saintifik (5M), dan kecakapan abad 21
(PPK dan literasi).
2. Aktivitas-aktivitas pendekatan STEM dalam pembelajaran dapat
meningkatkan kemampuan peserta didik dalam melakukan transfer
pengetahuan, berpikir kritis dan kreatif, dan pemecahan masalah, yang
mana mencangkup pembelajaran berorientasi HOTS dan membuat peserta
didik tertarik dalam belajar.

B. Rekomendasi
Berdasarkan hasil praktik pembelajaran dengan pedekatan STEM,
berikut disampaikan rekomendasi yang relevan:
1. Guru seharusnya dapat menerapkan model pembelajaran dan
pendekatan yang lebih inovatif dan mengedepankan pembelajan
berbasis HOTS. Hal ini akan membuat peserta didik dapat
meningkatkan kemampuan alam melakukan transfer pengetahuan,
berpikir kritis dan kreatif, dan pemecahan masalah dan tentunya
membuat peserta didik lebih tertarik ikut dalam proses pembelajaran.
2. Peserta didik diharapkan melakukan literasi mendalam terkait materi
pembelajaran sehingga mampu meningkatkan kemampuan berpikir
tingkat tinggi.
3. Dukungan positif dari sekolah sangat diharapkan, seperti penyediaan
sarana dan prasarana yang memadai untuk melakukan pembelajaran
berbasis HOTS.

13
DAFTAR PUSTAKA

Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan. 2017. Buku Siswa Pelajaran


Matematika Kelas VIII Semester I. Jakarta: Kementrian Pendidikan dan
Kebudayaan.

Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan. 2017. Buku Guru Pelajaran


Matematika Kelas VIII Semester I. Jakarta: Kementrian Pendidikan dan
Kebudayaan.

Permansari, A. 2016. STEM Education : Inovasi dalam Pembelajaran Sains.


Seminar Nasional Pendidikan Sains : Peningkatan Kualitas Pembelajaran
Sains dan Kompetensi Guru melalui Penelitian dan Pengembangan dalam
Menghadapi Tantangan Abad-21, Universitas Pendidikan Nasional,
Bandung, 24 – 31 hlm. (Online),
(http://jurnal.fkip.uns.ac.id/index.php/snps/article/view/9810), diakses
Oktober 2019.

Redhana, I W. 2010. Pengaruh Model Pembelajaran Berbasis Peta Argumen


terhadap Keterampilan Berpikir Kritis Siswa pada Topik Laju Reaksi.
Jurnal Pendidikan dan Pengajaran, 43(17), 141 – 148 hlm. (Online),
(http://ejournal.undiksha.ac.id/index.php/JPP/article/view/1721), diakses
Oktober 2019.

TIMSS. 2015. International Results in Since. International Study Center, 1 256


hlm.

https://rumushitung.com/2015/09/22/persamaan-garis-lurus-matematika-smp-kelas-8/

https://sumberbelajar.belajar.kemdikbud.go.id/sumberbelajar/tampil/Persamaan-Garis-
Lurus-2006/konten1.html

https://www.youtube.com/watch?v=l9m4cW2yxy0

14
LAMPIRAN
I. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran
II. Jurnal Praktik Mengajar
III. Format Lembar Observasi Praktik Pembelajaran
IV. Lembar Kerja Peserta Didik
V. Tugas Individu Peserta Didik
VI. Lembar Observasi Penyelesaian Proyek dan Presentasi
VII. Lembar Observasi Penilaian Sikap

15
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
(RPP)
Satuan Pendidikan : SMPN 3 Tanjung Palas Timur
Mata Pelajaran : Matematika
Kelas/Semester : VIII/I (Satu)
Materi Pokok : Persamaan Garis Lurus
Alokasi Waktu : 3 x 40’

A. Kompetensi Inti
KI. 1 : Menghargai dan menghayati ajaran agama yang dianutnya.
KI. 2 : Menunjukkan perilaku jujur, disiplin, tanggung-jawab, peduli
(toleran, gotong-royong), santun, dan percaya diri dalam
berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam
dalam jangkauan pergaulan dan keberadaannya.
KI. 3 : Memahami pengetahuan (faktual, konseptual, dan prosedural)
berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu pengetahuan,
teknologi, seni, budaya terkait fenomena dan kejadian tampak
mata.
KI. 4 : Mencoba, mengolah, dan menyaji dalam ranah konkret
(menggunakan, mengurai, merangkai, memodifikasi, dan
membuat) dan ranah abstrak (menulis, membaca, menghitung,
menggambar, dan mengarang) sesuai dengan yang dipelajari di
sekolah dan sumber lain yang sama dalam sudut pandang/teori.

B. Kompetensi Dasar dan Indikator Pencapaian Kompetensi


Kompetensi Dasar Indikator
3.4.1 Menentukan bentuk persamaan
3.4 Menganalisis fungsi (sebagai
garis lurus dengan kemiringan m
persamaan garis lurus) dan
dan melalui titik (x1, y1).
mengintrepetasikan grafiknya
3.4.2 Menentukan persamaan garis
yang dihubungkan masalah
melalui dua titik
kontekstual

16
4.4 Menyelesaikan masalah 4.4.1 Menyelesaikan masalah
konstekstual yang berkaitan kontekstual berkaitan persamaan
dengan fungsi linear sebagai garis lurus dengan kemiringan m
persamaan garis lurus dan melalui titik (x1, y1).
4.4.2 Menyelesaikan masalah
kontekstual berkaitan persamaan
garis melalui dua titik

C. Tujuan Pembelajaran
Setelah melakukan kegiatan pembelajaran, peserta didik dapat:
1. Melalui kegiatan proyek dan diskusi kelompok peserta didik dapat
menentukan bentuk persamaan garis lurus dengan kemiringan m dan
melalui titik (x1, y1) dengan tepat.
2. Melalui kegiatan proyek dan diskusi kelompok peserta didik dapat
menentukan persamaan garis melalui dua titik (x1, y1) dan (x2, y2) dengan
tepat.

D. Materi Pembelajaran
1. Materi Reguler
Menentukan persamaan garis yang melalui gradien m dan salah satu titik
( ).
Persamaan garis yang melalui titik (x1, y1) dengan gradien m adalah
( )
Persamaan Garis yang Melalui Titik ( ) dan ( )

2. Materi Pengayaan
Pemberikan materi persamaan garis lurus yang berlevel HOTS.
3. Materi Remedial
Menentukan persamaan garis yang melalui:
- titik (x1, y1) dengan gradien m
- dua titik ( ) dan ( )

17
E. Metode Pembelajaran
Model : Project Based Learning
Pendekatan : STEM
Metode : Diskusi, Proyek, dan Pemberian Tugas
F. Media, Alat, dan Bahan
Media : Video kegiatan Bungee Jumping (diambil dari
https://www.youtube.com/watch?v=l9m4cW2yxy0 ) dan slide
presentasi.
Alat : LCD Projector, Alat Peraga (Karet Gelang, Meteran,
Pemberat (kantong plastik berisi air), dan handphone)
Bahan : LKPD
G. Sumber Belajar
1. Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan. 2017. Buku Siswa Mata
Pelajaran Matematika. Jakarta: Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan.
2. Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan. 2017. Buku Guru Mata
Pelajaran Matematika. Jakarta: Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan.

H. Langkah-langkah Pembelajaran
Sintaks Model Alokas
Kegiatan Project Based Deskrispi Kegiatan i
Learning Waktu
Pendahulua 1) Peserta didik bersama guru menyampaikan 5’
n salam.
2) Salah satu peserta didik diminta memimpin
doa dilanjutkan presensi kehadiran peserta
didik.
3) Menyanyikan lagu Indonesia Raya/Lagu
Nasional.
4) Membicarakan kesepakatan kelas untuk
membangun komitmen (kerjasama,
kekeluargaan, dan disiplin) selama kegiatan
pembelajaran.
5) Mengkondisikan suasana belajar yang
menyenangkan berupa apersepsi dan
motivasi, meminta peserta didik secara acak
menceritakan kebiasaan buruk mereka
sebagai remaja.
6) Guru menyampaikan kompetensi yang akan
dicapai dan manfaatnya dalam kehidupan
sehari-hari, sekaligus mengaitkan nilai
kerjasama & kekeluargaan dalam

18
bermasyarakat.
7) Guru menyampaikan langkah pembelajaran
dan teknik penilaian, dengan mengaitkan
nilai kedisiplinan dalam meraih prestasi.
Inti Fase 1: 1) Menayangkan video kegiatan Bungee 90’
Start with The Jumping kemudian membuka diskusi
Essential Question tentang penggunaan tali pada permainan
bungee jumping yang kemudian guru
mengemukakan pertanyaan esensial yang
bermuara pada penugasan peserta didik
dalam melakukan proyek.
- Apa yang terjadi jika tali yang
digunakan untuk bermain lebih
panjang atau lebih pendek?
- Bagaimana menentukan panjang tali
yang pas?
Fase 2: 1) Guru mengorganisir peserta didik ke
Design a Plan fot dalam kelompok heterogen dengan cara
The Project memanfaatkan bulan lahir.
2) Secara kolaboratif dengan peserta didik
membuat perenanaan kegiatan proyek
untuk menyelesaikan masalah.
3) Memberikan alat dan bahan yang
digunakan untuk proyek pembuatan
Bungee Jumping.
4) Memberikan LKPD kemudian meminta
peserta didik menuliskan perencanaan
proyek sesuai petunjuk LKPD.
Fase 3: 1) Guru memfasilitasi peserta didik untuk
Create Schedule membuat jadwal aktifitas yang mengacu
pada waktu maksimal yang disepakati.
2) Guru memfasilitasi peserta didik untuk
menyusun langkah alternatif jika ada sub
aktifitas yang molor dari waktu yang
dijadwalkan.
Fase 4: 1) Melakukan monitor terhadap aktivitas
Monitor the peserta didik selama menyelesaikan
Students and the proyek.
Progress of the
Project
Fase 5: 1) Mempresentasikan hasil proyek
Asses the 2) Meminta peserta didik memeriksa secara
Outcome cermat untuk membuktikan benar atau
tidaknya pernyataan dan alasan yang
ditetapkan pada saat menyelesaikan
proyek.
Fase 6: 1) Melakukan refleksi terhadap aktivitas dan
Evaluate the hasil proyek.
2) Mengembangkan diskusi dalam rangka

19
Experience memperbaiki kinerja selama proses
pembelajaran sehingga didapatkan suatu
temuan baru untuk menjawab permasalahan
yang diajukan pada tahap pertama
pembelajaran.
Penutup 1) Guru membuat dan memfasilitasi peserta didik 25’
membuat kesimpulan kegiatan pembelajaran.
2) Peserta didik dimotivasi untuk berani
melakukan refleksi terhadap proses
pembelajaran terkait dengan penguasaan
materi, model, metode dan penilaian
pembelajaran yang digunakan.
3) Peserta didik mengerjakan tes dengan tertib
dan disiplin.
4) Peserta didik diberi tugas untuk
menyempurnakan laporan (data dapat diakses
melalui majalah, koran, internet dan laporan
hasil diskusi kelompok tentang jawaban atau
pertanyaan yang telah dirumuskan) untuk
dikumpulkan kepada guru.
5) Peserta didik diminta mengkonstruksikan nilai
karakter dan keteladanan yang dipelajari hari
ini dan yang harus dilakukan dalam kehidupan
di sekolah maupun di masyarakat.
6) Peserta didik diingatkan untuk membaca
materi pada sub bab berikutnya yaitu
mengenai masalah sehari-hari terkait
persamaan garis lurus pada buku siswa.

I. Penilaian
No. Aspek Teknik Bentuk Instrumen
1. Sikap - Observasi kegiatan - Lembar observasi
- Catatan
2. Pengetahuan - Tes tertulis - Soal uraian
- Penugasan - Tugas
3. Keterampilan - Penilaian Penyelesaian - Lembar pengamatan
Proyek
- Penilaian Presentasi

20
Pembelajaran Remedial:
Pembelajaran remedial dilakukan segera setelah kegiatan penilaian, dengan
kegiatan pembelajaran ulang, bimbingan perorangan, dan bimbingan
kelompok.
Pembelajaran Pengayaan:
Berdasarkan hasil analisis penilaian, peserta didik yang sudah mencapai
ketuntasan belajar diberi kegiatan pengayaan dalam bentuk penugasan untuk
mempelajari soal-soal berkaitan dengan persamaan garis lurus.

Pura Sajau, 13 Oktober 2019


Mengetahui,
Kepala Sekolah Guru Mata Pelajaran

Loter Kahang, S.Pd. Noor Azizah, S.Pd.

21
LK-7 Jurnal Praktik Mengajar

Nama Peserta : Noor Azizah, S.Pd.


Sekolah : SMPN 3 Tanjung Palas Timur
Jenjang : Kelas VIII

Aspek Praktek
Deskripsi Dokumentasi
Pembelajaran
8) Peserta didik bersama
Kegiatan
guru menyampaikan
Pendahuluan
salam.
9) Salah satu peserta
didik diminta
memimpin doa
dilanjutkan presensi
kehadiran peserta
didik.
10) Menyanyikan lagu
Indonesia Raya/Lagu
Nasional.
11) Menyampaikan
kompetensi yang akan
dicapai dan
manfaatnya dalam
kehidupan sehari-hari,
sekaligus mengaitkan
nilai kerjasama &
kekeluargaan dalam
bermasyarakat.
12) Menyampaikan
langkah pembelajaran
dan teknik penilaian,
dengan mengaitkan
nilai kedisiplinan
dalam meraih prestasi.
Secara garis besar diminta
Kegiatan Inti
melakukan kegiatan
sebagai berikut:
1) Peserta didik berdiskusi
dalam kelompok
2) Peserta didik diminta
untuk memprediksi
hubungan antara
jumlah karet dan jarak

22
jatuh dengan
ketinggian tertentu
3) Peserta didik diminta
untuk menjawab
tantangan dengan
menentukan banyak
karet gelang yang
dibutuhkan sebagai tali
sehingga objek tetap
aman ketika bermain
bungee jumping di
ketinggian 140 cm.

1) Peserta didik
1 Proses
Saintifik (5M) mengamati
permasalahan dan
LKPD
2) Peserta didik
menanyakan hal yang
kurang jelas dari
kegiatan uji coba dan
hal yang masih mereka
bingung terkait materi
3) Peserta didik mencoba
melakukan proyek
4) Peserta didik
melakukan penalaran
terkait proyek
5) Peserta didik
mengkomunikasikan
hasil yang disimpulkan
dan menyimpulkan
kegiatan proyek dan

23
materi

2 Aktivitas
Pembelajaran
HOTS
1) Peserta didik
a. Transfer
Knowledge melakukan analisis
untuk menentuka
persamaan garis
2) Menggunakan konsep
persamaan garis dalam
menyelesaikan masalah
pada bungee jumping

1) Memberikan stimulus
b. Critical
berupa masalah sehari-
Thinking,
hari
Creativity
2) Peserta didik
melakukan diskusi
kelompok untuk
memecahkan masalah
yang diberikan
3) Peserta didik dapat
memanfaatkan alat
dan bahan untuk
menyelesaikan
permasalahan yang
diberikan.
4) Peserta didik dan guru
memberikan
tanggapan dan
menganalisis hasil
presentasi
1) Memberikan
c. Problem
permasalahan yang
Solving
harus diselesaiikan oleh
masing-masing
kelompok
2) Peserta didik berdiskusi
di kelompoknya untuk
mencari solusi dari
permasalahan yang
diberikan.
3) Peserta didik
menyimpulkan hasil
diskusi kelompok dan

24
mengecek kembali
hasil kesimpulannya.
4) Memberikan
scalfolding
1) Mengajak menjenguk
3 Kecakapan
Abad 21 (PPK, peserta didik
Literasi,
menjenguk temannya
yang sakit dan
mendoakan semoga
cepat sembuh
2) Meminta peserta
didik memimpin doa
3) Meminta peserta
didik memimpin
menyanyikan lagu
nasional
4) Meminta peserta
didik membentuk
kelompok
berdasarkan bulan
lahir
5) Meminta peserta
didik menamakan
kelompok mereka
dengan nama negara
yang ada di asia
tenggara
6) Peserta didik tertib
saat mengambil
bahan proyek
7) Memberikan apresiasi
bagi peserta didik
yang menjawab
8) Meminta peserta
didik melakukan

25
pengamatan video

1) Meminta peserta didik


4 Dimensi
Pengetahuan mengingat pelajaran
pada pertemuan
sebelumnya
2) Memberikan penguatan
terkait materi
3) Meminta peserta didik
menyimpulkan terkait
materi

1) Melakukan penilaian
5 Pelaksanaan
Penilaian sikap peserta didik
selama melakukan
kegiatan proyek dan
diskusi
2) Melakukan penilaian
keterampilan peserta
didik selama
melakukan kegiatan
proyek dan diskusi
3) Memberikan tugas
sebagai penilaian

26
pengetahuan

Kegiatan Penutup  Memberi penguatan


materi dengan
memperlihatkan
persamaan garis lurus
menggunakan.
 Meminta peserta didik
untuk menyimpulkan
tentang materi yang
telah dipelajari
 Mengingatkan peserta
didik untuk membaca
materi yang akan
dibahas pada
pertemuan selanjutnya
yaitu sifat-sifat dari
persamaan garis lurus.
 Memberi salam
penutup

Tanjung Palas Timur, 17 Oktober 2019

27
28
29
30
31
32
33
34
35
36