Anda di halaman 1dari 31

KATA PENGANTAR

Puji Syukur penulis sampaikan ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa, atas berkat dan
rahmatNya penulis diberi kekuatan dan kesehatan yang baik sehingga dapat mengerjakan
menyelesaikan Laporan Resmi Praktikum Perpetaan Topografi 2019/2020 ini dengan baik.
Dalam penyusunan laporan praktikum perpetaan topografi ini, penulis banyak
mengucapkan terimakasih kepada Dosen pengampu praktikum perpetaan topografi dan
Asisten laboratorium perpetaan topografi yang telah membimbing penulis selama
melakukan praktikum perpetaan topografi dan menyusun laporan resmi praktikum
perpetaan topografi ini.
Penulis sadar bahwa dalam menyusun laporan praktikum perpetaan topografi ini
masih banyak kekurangan dan kesalahan, sehingga masih jauh dari kata sempurna . Oleh
karena itu, penulis mengharapkan kritik dan saran yang membangun agar laporan resmi
praktikum perpetaan topografi ini dapat lebih baik lagi.
Penulis berharap, semoga laporan resmi praktikum perpetaan topografi ini dapat
bermanfaat baik bagi penulis sendiri dan pembaca untuk menambah pengetahuan
ilmu geografis pada umumnya. Penulis juga mohon maaf yang sebesar-besarnya
jika ada kata – kata yang kurang berkenan.

Yogyakarta, 20 Oktober 2019

Try Putri Elisabeth Gultom

iii
DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL ...................................................................................... i


HALAMAN PENGESAHAN ........................................................................ ii
KATA PENGANTAR .................................................................................... iii
DAFTAR ISI ................................................................................................... iv
DAFTAR GAMBAR ...................................................................................... vi
DAFTAR TABEL .......................................................................................... vii

BAB I. PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang ................................................................................ 1
1.2. Maksud dan Tujuan ......................................................................... 2

BAB II. TINJAUAN PUSTAKA


2.1. Geologi Regional ............................................................................ 3
2.2. Geologi Lokal.................................................................................. 4
2.3. Penelitian Terdahulu ....................................................................... 4

BAB III. DASAR TEORI


3.1. Pengertian Peta dan Jenis-jenis Peta ............................................... 5
3.2. Konsep Dasar Alat .......................................................................... 6
3.3. Stake Out ......................................................................................... 6
3.4. Peta Situasi ...................................................................................... 8
3.5. Perhitungan Luas ............................................................................. 9
3.6. Softwar Surfer ................................................................................. 9

BAB IV. METODE PENELITIAN


4.1. Waktu dan Lokasi Penelitian ..........................................................
4.2. Desain Survei Penelitian .................................................................
4.3. Peralatan dan Perlengkapan ............................................................
4.4. Diagram Alir Pengambilan Data .....................................................

iv
4.5. Pembahasan Diagram Alir Pengambilan Data ................................ 17
4.6. Diagram Alir Pengolahan Data ....................................................... 18
4.7. Pembahasan Diagram Alir Pengolahan Data ..................................

BAB V. HASIL DAN PEMBAHASAN


5.1. Tabel Data Stake Out ......................................................................
5.2. Tabel Data Koordinat Hasil Stake Out ............................................
5.3. Pembahasan Diagram Alir Pengolahan Data ..................................
5.3.1 Perhitungan Luas Koordinat Awal ..........................................
5.3.1.1. Perbandingan Perhitungan Data Excel dengan Data Surfer
Kapling Kelompok ......................................................................
5.3.1.2. Perbandingan Perhitungan Data Excel dengan Data Surfer
Kapling Angkatan ......................................................................
5.3.2 Perhitungan Luas Hasil Stake Out ...........................................
5.3.2.1. Perbandingan Perhitungan Data Excel dengan Data Surfer
Kapling Kelompok ......................................................................
5.3.2.2. Perbandingan Perhitungan Data Excel dengan Data Surfer
Kapling Angkatan ......................................................................
5.4. Perbandingan Peta Stake Out ..........................................................
5.4.1 Perbandingan Peta Kontur Awal dan Hasil Stake Out ............
5.4.1.1. Perbandingan Peta Kontur Awal dan Hasil Stake Out
Kapling Kelompok ......................................................................
5.4.1.2. Perbandingan Peta Kontur Awal dan Hasil Stake Out
Kapling Angkatan ......................................................................
5.4.2 Perbandingan Peta 3D dan Volume..........................................
5.4.2.1. Perbandingan Peta 3D dan Volume Kapling Kelompok
5.4.2.2. Perbandingan Peta 3D dan Volume Kapling Angkatan
5.5. Peta Situasi ......................................................................................

BAB VI. PENUTUP


6.1. Kesimpulan ..................................................................................... 23
6.2. Saran ................................................................................................ 23

v
DAFTAR PUSTAKA
LAMPIRAN
LAMPIRAN A. Peta Situasi (Manual)
LAMPIRAN B. Lembar Konsultasi 1 & 2

vi
DAFTAR GAMBAR

Gambar 3.1. Konsep Dasar Alat .................................................................... 6


Gambar 3.2. Poligon Terbuka........................................................................ 7
Gambar 3.3. Poligon Tertutup ....................................................................... 8
Gambar 4.1. Lokasi daerah penelitian ............................................................ 12
Gambar 4.2. Alat dan Perlengkapan ............................................................... 13
Gambar 4.3. Diagram Alir Pengambilan Data .............................................. 15
Gambar 4.4. Lokasi daerah penelitian ............................................................ 17

vii
DAFTAR TABEL

Tabel 5.1. Koreksi Poligon ............................................................................. 19


Tabel 5.2. Koreksi Sudut Dalam .................................................................... 19
Tabel 5.3. Koreksi Beda Tinggi ..................................................................... 19
Tabel 5.4. Detil ............................................................................................... 20

viii
BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Peta merupakan salah satu cara untuk menyampaikan informasi tentang
kondisi suatu wilayah secara visual, ringkas dan mudah. Untuk dapat memahami
suatu peta, maka peta harus dibuat sebagai seni yang menarik, mudah dimengerti
dan tidak membingungkan. Ilmu yang mempelajari hal ini lah yang disebut ilmu
kartografi
Dengan peta, maka dapat dipelajari kondisi suatu wilayah tanpa perlu
mendatangi wilayah tersebut. Salah satu informasi yang terdapat pada peta yaitu
relief yang merupakan beda ketinggian yang sering diproyeksikan oleh garis kontur
pada peta topografi.
Peta topografi adalah pemetaan bentuk dan ukuran yang tepat dari relief
permukaan bumi (Samadi, 2006). Pemetaan di bidang eksplorasi berguna untuk
memberikan informasi keadaan daerah yang akan ditambang dan memberikan
analisis suatu daerah untuk menentukan besar cadangan bahan galian di daerah
tersebut. Salah satu informasi yang dapat digunakan di bidang eksplorasi yaitu
adanya garis kontur. Dengan garis kontur maka ketinggian suatu wilayah dengan
nilai yang sama dapat diketahui.
Sebelum melakukan sebuah penelitian, maka dilakukan pembuatan Desain
Survei. Desain Survei adalah rencana dan struktural penelitian yang digunakan
untuk memperoleh bukti-bukti empiris dalam menjawab pertanyaan penelitian
dengan mengeifisiensikan waktu, dana, tenaga, dan kemampuan yang dimilikinya
selama melakukan kegiatan penelitian. (Hadjar I, 1999)
Dalam suatu perpetaan topografi, dikenal dengan istilah stake out, stake out
digunakan untuk menentukan lokasi koordinat suatu titik dilapangan, stake out
adalah mengembalikan koordinat ke lapangan dari desain. (Novianto A, 2019)
Setelah dilakukan stake out maka, untuk mengetahui posisi tata ruang di
daerah penelitian, seperti lokasi penduduk, lokasi jalan, dan informasi mengenai
vegetasi diperlukan peta situasi
1.2. Maksud dan Tujuan
Maksud dilakukannya penelitian stake out, dapat memahami prinsip yang
digunakan dalam pengukuran stake out, dan dapat mengetahui pengolahan data
yang dilakukan menggunakan software d
Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah dapat menghasilkan peta 3D,
Peta kontur dan peta situasi

2
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

2.1. Geologi Regional


Pada kala Pleistosen awal atau sekitar 0,4 sampai 0,7 juta tahun lalu
pengangkatan Pegunungan Selatan dan Pegunungan Kulon Progo merupakan awal
mula dari terbentuknya Yogyakarta. Akibat dari adanya pengangkatan tersebut
maka terbentuklah Cekungan Yogyakarta, yang selanjutnya berkembang aktivitas
gunung api Gunung Merapi. Karena adanya aktivitas gunung api tersebut maka
disebelah utara muncul kubah gunung merapi dan membentuk lembah datar.
Wilayah tempat terbentuknya lembah tersebut telah tersingkap endapan lempung
hitam (batas kontak antara batuan dasar dan endapan gunung api (Gunung Merapi).
Daerah Istimewa Yogyakarta mempunyai kondisi geomorfologi yang beragam,
antara lain :
a. Satuan Gunung Merapi.
Satuan gunung merapi terbentang dari kerucut gunung api hingga
dataran fluvial gunung api yang meliputi daerah kabupaten Sleman, kota
Yogyakarta dan sebagian Kabupaten Bantul termasuk bentang lahan
vulkanik
b. Satuan Pegunungan Selatan
Menurut Surono, (2009) Stratigrafi Pegunungan Selatan dibagi
menjadi tiga periode :
i. Periode sebelum aktivitas intensif vulkanisme berlangsung,
selanjutnya disebut periode pravulkanisme
ii. Periode kegiatan vulkanisme berlangsung secara intensif,
selanjutnya disebut periode vulkanisme.
iii. Periode setelah kegiatan vulkanisme berakhir ketika
organisme karbonat tumbuh dengan subur, se;anjitnya
disebut periode pascavulkanisme atau periode.
Satuan pegunungan ini didominasi dengan perbukitan batu gamping
sehingga wilayahnya tandus dan kekurangan air.

3
c. Satuan Pegunungan Kulon Progo
Satuan pegunungan ini terletak pada Kabupaten Kulon Progo bagian
utara memiliki bentang lahan struktural denudasional, dan mempunyai
lereng yang curam dan memiliki air tanah yang kecil.
d. Satuan Dataran Rendah
Satuan dataran rendah ini, merupakan bentang lahan yang dimana
dataran aluvial mendominasi bentang tersebut.

2.2. Geologi Lokal


Menurut Ikatan Ahli Geologi Indonesia, Daerah Piyungan termasuk
kedalam Zona Pegunungan Selatan yang berada bagian selatan Jawa Tengah,
terbentang dari bagian tenggara provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta, dan
memanjang kearah timur sepanjang pantai selatan Jawa Timur. Zona Pegunungan
ini didominasi oleh perbukitan batu gamping sehingga daerah ini memiliki tanah
yang cukup tandus dan memiliki kondisi air yang cukup kering.
Daerah ini termasuk dalam formasi kebo butak dan semilir. Formasi Kebo
Butak pada bagian bawah disusun oleh batupasir berlapis, batu lanau, batulempung,
sepih, tuf dan aglomerat. Pada bagian atasnya merupakan perselingan batupasir dan
batulempung dengan sisipan tipis tuf asam. Formasi Semilir, batuan penyusunnya
berupa tuf, tuf lapilli, lapilli batu amping, breksi batuapung dan serpih.

2.3. Penelitian Terdahulu

4
BAB III
DASAR TEORI

3.1. Pengertian Peta dan Jenis-jenis Peta


Peta merupakan ungkapan miniatur suatu posisi permukaan bumi yang
dilihat dari atas dan diproyeksikan pada bidang datar. Kegunaan peta adalah untuk
mengeplot atau mencantumkan suatu objek pengamatan di permukaan bumi
kedalam peta (diantaranya : lokasi, singkapan batuan, jalan raya, kota, dan
permukiman). Peta dapat digolongkan menjadi 3 jenis yaitu sebagai berikut:
a. Berdasarkan atas skala peta
- Peta Teknik - Peta Geografi
- Peta Topografi - Peta Situasi
b. Berdasarkan atas tema pembuatan peta (Peta Tematik)
- Peta Geologi - Peta Navigasi
- Peta Kehutanan - Peta Hidrogeologi
c. Berdasarkan letak peta terhadap muka bumi
- Peta Pemukaan - Peta Bawah Permukaan

3.2. Konsep Dasar Alat

Gambar 3.1. Konsep Dasar Alat

5
Pada hasil pembacaan alat akan didapatkan Ha, Va, SD.Untuk mencari H
dan D digunakan rumus sebagai berikut :
α = 900 - Va (3.1.)
Y = SD sin ( 900 – Va ) (3.2.)
D ( jarak datar ) = SD cos α (3.3.)
H = T alat + Y – T rambu (3.4.)
Keterangan :
Ha = Pembacaan Horizontal
Va = Pembacaan vertikal
T = Tinggi
SD = Jarak Miring
H = Ketinggian
D = Jarak yang sebenarnya

3.3. Stake Out


Pengukuran Stake out adalah suatu model pengukuran yang digunakan
untuk menentukan lokasi koordinat suatu titik dilapangan. Prinsipnya adalah
terbalik dengan konsep pengambilan data lapangan. Kalau pengambilan data
lapangan kita mencari/mengukur koordinat titik dari lapangan, sedangankan stake
out adalah mengembalikan koordinat ke lapangan dari desain. Ada banyak cara
dalam pekerjaan stake out yaitu :
1. Stake out berdasarkan koordinat (X, Y, Z), yaitu menentukan posisi suatu titik
dilapangan berdasrkan data koordinat.
2. Stake out berdasarkan HA-HD, yaitu stake out berdasarkan pada besaran sudut
horizontal dan jarak datar
3. Stake out DivLine, yaitu stake out untuk menentukan posisi titiktitik dengan
membagi jarak yang sama pada satu garis
4. Stake out RefLine, yaitu stake out untuk menentukan offset suatu titik
berdasarkan dua titik pada suatu garis.
Namun, dilapangan yang sering digunakan adalah stake out berdasarkan
nilai koordinat karena lebih praktis dan mudah. Sehingga pada bab ini juga kita
hanya akan singgung pekerjaan stake out berdasarkan koordinat.

6
3.4. Peta Situasi
Peta situasi adalah jenis peta yang ditandai dengan skala besar dan detail,
biasanya menggunakan garis kontur dalam pemetaan modern. Sebuah peta situasi
biasanya terdiri dari dua atau lebih peta yang tergabung untuk membentuk
keseluruhan peta. Peta situasi atau yang sering disebut dengan peta topografi skala
besar pada umumnya dipakai untuk pekerjaan seperti pembuatan waduk,
perencanaan trace jalan, proyek pengaliran, keperluan militer dan sebagainya.
Dengan demikian datadata dan informasi yang diperoleh harus lengkap yang
kemudian diolah dan disajikan dalam bentuk peta topografi.

3.5. Perhitungan Luas


Perhitungan luas kapling dapat di tentukan menggunakan rumus:
L=|{(X1.Y2)+ (X1.Y3)+…+ (Xn.Yn+1)+ (Xn+1.Y1)}-
{(Y1.X2)+ (Y2.X3)+…+ (Yn.Xn+1)+ (Yn+1.X1)}| (3.5)
2
3.6. Software Surfer
Surfer adalah salah satu software yang digunakan dalam pembuat peta, baik
peta topografi maupun peta – peta tematik lainnya. Software ini melakukan plotting
data tabulat XYZ tak beraturan menjadi lembar titik-titik segi empat (grid) yang
beraturan. Surfer memiliki kegunaan dalam pembuatan peta kontur. Peta kontur
digunakan untuk menunjukkan suatu nilai yang sama (misal, ketinggian) dalam
permukaan sebuah dataran.
Surfer juga sangat membantu dalam analisis keterangan ataupun morfologi
lahan dari suatu foto udara atau citra satelit yang telah memiliki datum ketinggian.
Aplikasi lain yang sering menggunakan surfer adalah analisis spasial untuk
mitigasi bencana alam yang berkaitan dengan faktor topografi dan morfologi lahan.
Beberapa fasilitas yang dapat digunakan dalam surfer, antara lain :
• Countur maps • 3D Wiframe Maps
• 3D Surface Maps • Vector Maps
• Image Maps • Vector Maps
• Shaded Relief Maps • Base Maps
• Post Maps • Map Layers

7
BAB IV
METODE PENELITIAN

4.1. Lokasi dan Waktu Penelitian

Gambar 4.1. Lokasi daerah penelitian (Sumber : Google Maps)

Daerah penelitian pengambilan data stake out ini dilakukan di Srimulyo,


Piyungan, Kabrengan, Srimulyo, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta,
tepatnya pada Bumi Perkemahan Pangkah. Secara geografis daerah ini terletak pada
7°50’17.1’’ LS dan 110°27’45.8” BT. Penelitian ini dilaksanakan pada hari
Minggu, 29 September 2019 yang dimulai dari pukul 07.00 WIB dan berakhir pada
pukul 11.30 WIB dengan cuaca pada daerah penelitian panas terik.

8
4.2. Desain Survei Penelitian

Gambar 4.2. Peta Desain Survei Penelitian

Peta diatas merupakan peta desain survei dari daerah penelitian yang berada
pada daerah Bumi Perkemahan Pangkah atau lebih tepatnya berada pada Srimulyo,
Piyungan, Kabrengan, Srimulyo, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta.
Berdasarkan peta diatas terdapat delapan titik pengukuran dengan arah lintasan
membentang dari arah utara menuju selatan. Peta ini di buat dengan menggunakan
skala 1 : 5000.

9
4.3. Peralatan dan Perlengkapan

9
10 8 2
3 6
7

Gambar 4.2. Alat dan Perlengkapan


Dalam melakukan penelitian pemetaan topografi ini, maka dibutuhkan alat
dan perlengkapan seperti dibawah ini :
1. Total Station (TS)
Total Station (TS) digunakan untuk mengukur jarak, koordinat dan beda
tinggi.
2. Global Positioning System (GPS)
Global Positioning System (GPS) dapat memberi informasi mengenai posisi
secara akurat berupa titik koordinat.
3. Handy Talky (HT)
Handy Talky (HT) digunakan untuk berkomunikasi dengan memanfaatkan
gelombang radio.
4. Statif
Statif berfungsi untuk tempat penyangga Total Station
5. Prisma Detil
Prisma Detil berupa benda terbuat dari kaca yang digunakan untuk
membantu peneliti menentukan titik dalam menembak suatu posisi.
6. Kompas Geologi
Kompas Geologi berfungsi dalam mengukur arah azimuth.

10
7. Meteran
Meteran digunakan untuk mengukur tinggi alat dan tinggi rambu yang
digunakan selama penelitian
8. Kertas Tabulasi
Kertas tabulasi digunakan sebagai wadah dalam menulis informasi data
yang berisi tabel berupa X, Y, Z, X’Y’Z’, Fill/Cut, Out/In
9. Payung
Payung berfungsi untuk melindungi Total Station dari terik matahari.
10. Papan Dada.
Papan Dada digunakan untuk tempat kertas sehingga mempermudah
peneliti menulis menggunakan kertas HVS

11
4.4. Diagram Alir Pengambilan Data
Berikut adalah diagram alir dalam pengambilan data pada saat melakukan
penelitan Stake Out.

Mulai

Setting JOB

Orientasi arah utara pada TS

Input koordinat

Input Backsight

Menentukan titik koordinat x’ y’ z’ berdasarkan titik koordinat


yang telah ditentukan

Koordinat x’ y’ z’, fill/cut, in/out, R/L

Selesai

Gambar 4.3. Diagram Alir Pengambilan Data

12
4.5. Pembahasan Diagram Alir Pengambilan Data
Pembahasan diagram alir pengambilan data di atas dapat diajabarkan
sebagai berikut :
 Pertama, mempersiapkan alat dan melakukan set up alat dengan mengatur
gelembung pada bulls eyes agar berada di tengah dan menggunakan tiga
sekrup penyetel pada alat agar tiang statif dapat nerdiri dengan kokoh
 Setelah itu melakukan setting job.
 Kemudian, mengatur arah alat sesuai dengan arah utara pada kompas.
Kompas diposisikan di samping alat untuk menentukan arah utara.
 Setelah itu, melakukan input koordinat awal pada total station.
 Selanjutnya, melakukan pengukuran backsight pada total station.
 Lalu, input data Ha dan Va, yang telah didapatkan sebelumnya
 Kemudian, pengukuran stake out dilakukan dengan mengarahkan Total
Station terlebih dahulu sehingga nilai DHA mendekati nol,
 Selanjutnya memposisikan Prisma Detil sesuai dengan arah koordinat pada
data sebelumnya, dan membidik prisma detil tersebut
 Kemudian, nilai X’, Y’, Z’, Fill/Cut, In/Out, R/L akan diperoleh.
 Pengukuran Stake Out telah selesai dilakukan,

13
4.6. Diagram Alir Pengolahan Data

Mulai Tinjauan
pustaka

Data Koordinat Data Koordinat


X,Y,Z X’,Y’,Z’

Peta Situasi

Input ke Software Surfer

Menyimpan data dalam format .csv

Membuat Grid

Peta Kontur Peta 3D Awal


Awal dan hasil dan Hasil

Volume Kapling
Awal dan Hasil

Pembahasan

Kesimpulan

Selesai

Gambar 4.4. Diagram Alir Pengolahan Data

14
4.7. Pembahasan Diagram Alir Pengolahan Data
Dibawah ini merupakan penjabaran dari diagram alir pengolahan data di
atas,
 Pertama, memasukkan data X, Y, Z dan data X’,Y’,Z’ yang merupakan data
setelah melakukan pengukuran stake out kedalam Microsoft Excell.
 Kemudian, membuat peta situasi daerah pengukuran dari data X’, Y’, dan
Z’.
 Selanjutnya membuka Software Surfer, kemudian membuka new worksheet
lalu menyalin data X, Y, Z yang sebelumnya telah di-input di Microsoft
Excell. Kemudian data tersebut disimpan dengan menggunakan format .csv
 Kemudian, membuat grid dengan membuka grid data pada toolbar grid dan
memilih file data X, Y, Z yang sebelumnya telah disimpan menggunakan
format .csv.
 Setelah itu, membuka menu Map, new, contour map. Maka akan dihasilkan
sebuah peta kontur. Kemudian membuat peta 3D dengan membuka menu
new 3D surface.
 Setelah itu, dari data X, Y, Z peta kontur dan peta 3D dapat di hitung luas
dan volumenya dengan menggunakan Excell dan Surfer
 Dari peta kontur, peta 3D dan perhitungan luas dan volume, maka dapat
dilakukan pembahasan lebih lanjut dan dapat diambil kesimpulan.
 Untuk data X’, Y’, dan Z’ dapat dilakukan dengan tahapan yang sama.

15
BAB V
HASIL DAN PEMBAHASAN

5.1. Tabel Data Stake Out


Dibawah ini merupakan tabel data stake out.

Tabel 5.1. Tabel Data Stake Out


X Y Z
440744 9133400 79.5 440643 9133423 100
440744 9133428 79 440643 9133451 95
440800 9133428 71.7 440643 9133477 90
440842 9133428 73.7 440676 9133500 81
440880 9133400 75 440700 9133500 77
440832 9133400 74 440700 9133477 80
440793 9133400 72 440700 9133451 84
440850 9133300 78 440700 9133423 85
440850 9133325 74 440676 9133423 88
440850 9133350 73 440643 9133500 87
440850 9133375 74 440643 9133521 85
440850 9133400 74 440643 9133544 82
440880 9133400 75 440643 9133565 81
440880 9133375 74 440676 9133565 79
440880 9133350 73 440700 9133565 77
440880 9133325 74 440700 9133544 78
440880 9133300 72 440700 9133521 77
440715 9133300 91 440700 9133500 77
440715 9133336 89 440676 9133500 81
440715 9133366 85 440740 9133222 79
440715 9133400 83 440728 9133243 80
440715 9133428 83 440715 9133266 86
440745 9133428 79 440700 9133292 95
440745 9133400 80 440731 9133292 86
440745 9133366 78 440755 9133292 80
440745 9133336 82 440768 9133271 70
440745 9133300 81 440783 9133248 77
440760 9133500 73 440800 9133222 78
440760 9133537 76 440769 9133222 78
440760 9133570 76
440800 9133570 76
440832 9133570 74
440832 9133538 76
440832 9133500 76
440800 9133500 75

16
5.2. Tabel Data Koordinat Hasil Stake Out
Dibawah ini merupakan tabel data hasil stake out.

Tabel 5.2. Tabel Data Koordinat Hasil Stake Out


X' Y' Z'
440745.466 9133401.439 92.945 440643.047 9133423.141 110.029
440742.718 9133427.38 93.076 440643.264 9133448.086 108.469
440800 9133427.319 92.571 440643.029 9133476.323 108.884
440849.392 9133422.314 90.889 440681.234 9133486.992 87.852
440869.74 9133407.05 93.569 440700.573 9133501.046 103.691
440831.983 9133400.206 93.499 440700.971 9133478.522 104.487
440792.614 9133399.643 93.837 440700.357 9133450.615 101.515
440856 9133295 97 440700.103 9133423.111 106.472
440850 9133325 104 440675.9760 9133422.5660 117.0790
440852 9133351 95 440643.60 9133500.32 116.40
440852 9133380 96 440642.48 9133520.57 114.11
440852 9133400 88 440642.85 9133544.00 110.32
440881 9133352 95 440643.01 9133564.99 108.88
440878 9133327 95 440675.98 9133564.91 109.42
440876 9133301 97 440700.00 9133565.00 109.98
440883 9133403 98 440700.05 9133544.00 112.06
440882 9133379 97 440700.00 9133521.00 113.50
440714.988 9133299.984 100.781 440699.96 9133500.06 115.60
440714.972 9133336.021 103.91 440676.01 9133499.95 115.67
440714.972 9133366.068 102.911 440740.01 9133222.03 90.51
440714.992 9133399.943 103.636 440728.01 9133242.96 98.64
440714.994 9133428.043 100.569 440714.98 9133266.05 103.18
440745.008 9133428.003 94.479 440709.65 9133271.41 104.71
440744.976 9133400.013 98.381 440732.11 9133277.36 102.67
440744.979 9133365.956 95.609 440754.99 9133292.03 89.11
440745.011 9133335.972 93.044 440767.99 9133271.02 85.09
440744.993 9133300.014 97.659 440783.01 9133247.93 86.55
440762.993 9133504.290 93.683 440800.00 9133214.22 101.58
440759.954 9133536.992 95.257 440769.00 9133221.62 99.88
440760.048 9133569.957 96.287
440799.965 9133569.908 96.37
440831.96 9133570.038 102.713
440831.947 9133537.936 96.536
440832.164 9133499.927 96.34
440799.978 9133500.042 96.027

17
5.3. Perhitungan Luas
5.3.1. Perhitungan Luas Koordinat Awal
5.3.1.1.Perbandingan Perhitungan Data Excell dengan Data Surfer Kapling
Kelompok
Perbandingan perhitungan data excell dengan data surfer kapling kelompok
dapat dilihat pada gambar dibawah ini.

Gambar 5.1. Perhitungan Data Excell Gambar 5.2. Perhitungan Data Surfer

Gambar diatas merupakan perbandingan perhitungan data excell dengan


data surfer dari kapling kelompok yang telah diukur. Terlihat bahwa pada data
excell luas yang terhitung ialah 16962016.5 dan pada surfer luas yang terhitung
sebesar 4389. Dengan selisih sebesar 16957627.5.
Adanya perbedaan pada perhitungan luas pada excell dan surfer bisa saja
dikarenakan adanya perbedaan ketelitian dari kedua software tersebut.
5.3.1.2.Perbandingan Perhitungan Data Excell dengan Data Surfer Kapling
Angkatan

18
Gambar diatas merupakan perbandingan perhitungan data excell dengan data
surfer dari kapling kelompok yang telah diukur. Terlihat bahwa pada data excell
luas yang terhitung ialah 25465 dan pada surfer luas yang terhitung sebesar
82476. Dengan selisih sebesar 57,011
Adanya perbedaan pada perhitungan luas pada excell dan surfer bisa saja
dikarenakan adanya perbedaan ketelitian dari kedua software tersebut.

5.3.2. Perhitungan Luas Hasil Stake Out


5.3.2.1.Perbandingan Perhitungan Data Excell dengan Data Surfer Kapling
Kelompok
Perbandingan perhitungan data luas hasil stake out excell dengan data
surfer kapling kelompok dapat dilihat pada gambar dibawah ini.

Gambar 5.3. Perhitungan Data Excell Gambar 5.4. Perhitungan Data Surfer

5.3.2.2.Perbandingan Perhitungan Data Excell dengan Data Surfer Kapling


Angkatan

19
5.4. Perbandingan Peta Stake Out
5.4.1. Perbandingan Peta Kontur Awal dan Hasil Stake Out
5.4.1.1. Perbandingan Peta Kontur Awal dan Hasil Stake Out Kelompok

Gambar 5. . Perbandingan Peta Kontur Awal dan Hasil Stake Out Kelompok

5.4.1.2. Perbandingan Peta Kontur Awal dan Hasil Stake Out Angkatan

Gambar 5. . Perbandingan Peta Kontur Awal dan Hasil Stake Out Angkatan

20
5.4.2. Perbandingan Peta 3D Awal dan Volume
5.4.2.1. Perbandingan Peta 3D Awal dan Volume Kelompok

Gambar 5. . Perbandingan Peta 3D Awal Kelompok

21
Gambar 5. . Perbandingan Volume Kelompok

5.4.2.2. Perbandingan Peta 3D Awal dan Volume Angkatan

Gambar 5. . Perbandingan Peta 3D Awal dan Volume Angkatan

22
5.5. Peta Situasi

23
24
BAB VI
PENUTUP

6.1. Kesimpulan

6.2. Saran

25