Anda di halaman 1dari 52

RANCANGAN AKTUALISASI NILAI-NILAI DASAR ASN

PELATIHAN DASAR CPNS GOLONGAN III GELOMBANG V


PROVINSI JAWA BARAT

“PENGGUNAAN MODEL PEMBELAJARAN DISCOVERY LEARNING,


PROBLEM BASED LEARNING DAN PROJECT BASED LEARNING
UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN PEMAHAMAN KONSEP
MATEMATIK PESERTA DIDIK”

Disusun Oleh:

Nama : Silpiani, S.Pd.


NIP : 19910909 201903 2 018
Angkatan / No. Absen : XXIV / 21
Jabatan : Guru Matematika Ahli Pertama
Unit Kerja : SMK Negeri 2 Cipatujah
Instansi : Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat
Coach : Djadjat Sudradjat, SH, M.Si
Mentor : Drs. H. Syarif Hidayat, M.Pd

BADAN PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA


PROVINSI JAWA BARAT
TAHUN 2019
LEMBAR PERSETUJUAN
JUDUL : Penggunaan Model Pembelajaran, Discovery Learning, Problem
Based Learning dan Project Based Learning untuk Meningkatkan
Kemampuan Pemahaman Konsep Matematik Peserta Didik
NAMA : SILPIANI, S.Pd.
NIP : 19910909 201903 2 018
NDH : 21
JABATAN : Guru Matematika Ahli Pertama
UNIT KERJA : SMK Negeri 2 Cipatujah
ALAMAT : Jl. Raya Pamayangsari Desa Cikawungading Kec. Cipatujah
Kab. Tasikmalaya 46189

Telah disetujui dan dipresentasikan dalam Seminar Rancangan Aktualisasi Nilai-nilai


Dasar Profesi PNS yang dilakanakan pada Hari Kamis, 24 Oktober 2019 bertempat di
Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Provinsi Jawa Barat Jl. Kolonel Masturi
Km 3,5 Nomor 11 Cimahi

Cimahi, 24 Oktober 2019

Mentor,
Peserta Diklat,

Drs. H. SYARIF HIDAYAT, M.Pd.


SILPIANI, S.Pd
Pembina Utama Muda
NIP. 19910909 201903 2 018
NIP. 19600906 198201 1 006

Penguji, Coach,

LINA MARLINA, SST, MPS.sp DJADJAT SUDRADJAT, SH, M.Pd


Widyaiswara Ahli Madya Widyaiswara Ahli Madya
NIP. 19611123 198803 1 007 NIP. 19611123 198803 1 007
LEMBAR PENGENDALIAN MENTOR
“PENGGUNAAN MODEL PEMBELAJRAN DISCOVERY LEARNING, PBL
DAN PJBL UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN PEMAHAMAN
KONSEP MATEMATIK PESERTA DIDIK”

Nama Peserta SILPIANI, S.Pd.


NIP 19910909 201903 2 018
Angkatan / Gelombang XXIV (24) / Gel V NDH 21
Unit Kerja / Instansi SMK Negeri 2 Cipatujah
Nama Mentor DJADJAT SUDRADJAT, SH, M.Pd

HARI /
KEGIATAN TINDAK LANJUT / PARAF
NO TANGGAL
BIMBINGAN OUTPUT MENTOR
WAKTU
Minggu, 1. Mengkonsultasikan 1. Mendapatkan isu
1
20/10/2019 penentuan tema/topik aktual yang akan
(Whatsapp) isu disesuaikan dengan diangkat
tupoksi pekerjaan
2 Selasa/ 1. Mengkonsultasikan 1. Melanjutkan
22/10/2019 penegasan isu yang pekerjaan
(Whatsapp) diambil 2. Membuat
2. Mengkonsultasikan rancangan laporan
model dan media yang dan isu teknik USG
digunakan

Cimahi, 24 Oktober 2019


Mentor,

Drs. H. SYARIF HIDAYAT M.Pd.


Pembina Utama Muda
NIP. 19600906 198201 1 006
LEMBAR PENGENDALIAN COACH
“PENGGUNAAN MODEL PEMBELAJARAN DISCOVERY LEARNING,
PROBLEM BASED LEARNING DAN PROJECT BASED LEARNING
UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN PEMAHAMAN KONSEP
MATEMATIK PESERTA DIDIK”

Nama Peserta SILPIANI, S.Pd.


NIP 19910909 201903 2 018
Angkatan / Gelombang XXIV (24) / Gel V NDH 21
Unit Kerja / Instansi SMK Negeri 2 Cipatujah
Nama Coach DJADJAT SUDRADJAT, SH, M.Pd

HARI / MEDIA
KEGIATAN TINDAK LANJUT / KOMU- PARAF
NO TANGGAL
WAKTU BIMBINGAN OUTPUT NIKASI COACH
1 Senin, 1. Konsultasi 1. Menghasilkan isu Langsung
22/10/2019 penetapan isu 2. Menggunakan 3
2. Menentukan model pembelajaran
inovasi model (Discovery Learning,
yang digunakan Program Based
dalam Learning, Project
pembelajaran Based Learning)
3. Menentukan 3. Mengunakan e-
inovasi media modul, dan google
yang digunakan form, LKPD
4. Penguatan nilai 4. Menghasilkan nilai-
ANEKA yang nilai ANEKA yang
diaplikasikan sesuai dengan
aktualisasi
Keterangan:
Komunikasi antara Peserta dengan Coach bisa melalui media Telepon/WA/SMS/E-mail/dll

Cimahi, 24 Oktober 2019


Coach,

DJADJAT SUDRADJAT, SH, M.Pd


Widyaiswara Ahli Madya
NIP. 19611123 198803 1 007
KATA PENGANTAR

Puji dan syukur penulis panjatkan ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa, atas
berkat rahmat dan karunia-Nya penulis dapat menyelesaikan Laporan Rancangan
Aktualisasi Nilai-Nilai Dasar Profesi Pegawai Negeri Sipil berupa “Penggunaan
Model Pembelajaran Discovery Learning, Problem Based Learning dan Project
Based Learning untuk Meningkatkan Kemampuan Pemahaman Konsep
Matematik Peserta Didik” tepat pada waktunya.
Berdasarkan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 5 Tahun 2014
tentang Aparatur Sipil Negara Pasal 63 Ayat (3) yang berbunyi “Calon PNS wajib
menjalani masa percobaan” dan ayat (4) yang berbunyi “Masa percobaan
sebagaimana dimaksud pada ayat (3) dilaksanakan melalui proses pendidikan dan
pelatihan terintegrasi untuk membangun integritas moral, kejujuran, semangat dan
motivasi nasionalisme dan kebangsaan, karakter kepribadian yang unggul dan
bertanggung jawab, dan memperkuat profesionalisme serta kompetensi bidang”.
Laporan rancangan aktualisasi ini merupakan salah satu bentuk dari proses
pendidikan dan pelatihan terintegrasi yang diselenggarakan oleh Badan
Pengembangan Sumber Daya Manusia Provinsi Jawa Barat untuk mewujudkan
tujuan di atas melalui beberapa tahapan kegiatan. Laporan ini disusun melalui hasil
konsultasi penulis dengan coach dan mentor dengan tujuan memberikan gambaran
mengenai rencana pelaksanaan pendidikan dan pelatihan dengan mengaitkan teori
aktualisasi nilai dasar pada kegiatan habituasi di SMK Negeri 2 Cipatujah.
Berbagai dukungan, bantuan serta bimbingan yang telah penulis peroleh
selama mengikuti kegiatan pendidikan dan pelatihan maupun dalam penyusunan
laporan ini. Karena itu, pada kesempatan ini penulis menyampaikan terima kasih
yang sebesar-besarnya kepada:
1. Bapak Dr. H. Muhamad Solihin, M.Si., selaku kepala Badan Pengembangan
Sumber Daya Manusia Provinsi Jawa Barat;
2. Bapak Drs. H. Syarif Hidayat, M.Pd., selaku Kepala SMK Negeri 2 Cipatujah
sekaligus Mentor yang telah memberikan bimbingan dalam melaksanakan
perencanaan aktualisasi sehingga terealisasi dengan baik;

i
3. Bapak Djadjat Sudradjat, SH, M.Pd., selaku Coach yang berkenan meluangkan
waktunya untuk memberikan bimbingan, masukan dan motivasi dalam
penyusunan laporan rancangan aktualisasi ini;
4. Ibu Lina Marlina, SST, MPS.sp, selaku penguji pada Seminar Rancangan
Aktualiasi Pelatihan Dasar CPNS Provinsi Jawa Barat;
5. Para Widyaiswara BPSDM, selaku penyaji materi selama kegiatan pendidikan
dan pelatihan;
6. Panitia Penyelenggara Pelatihan Dasar CPNS Provinsi Jawa Barat Golongan
III Gelombang V Tahun 2019;
7. Suami tercinta yang selalu mendukung dan memotivasi untuk lebih baik
dengan caranya;
8. Orang Tua serta Keluarga selalu memberikan semangat dan motivasi;
9. Rekan-rekan seperjuangan peserta Pelatihan Dasar CPNS Golongan III
Gelombang V khususnya Angkatan XXIV Tahun 2019;
10. Semua pihak yang tidak dapat disebutkan satu persatu, baik secara langsung
ataupun tidak langsung yang telah banyak membantu penulis menyelesaikan
laporan rancangan aktualisasi ini; dan
Semoga seluruh bantuan dan kebaikan Bapak/Ibu/Saudara/i mendapatkan
balasan yang lebih baik dari Tuhan Yang Maha Esa. Tak ada gading yang tak retak,
maka laporan rancangan aktualisasi ini tentu masih jauh dari kata sempurna. Oleh
karena itu, kritik dan saran demi penyempurnaan laporan ini sangat penulis
harapkan. Semoga laporan ini bermanfaat bagi penulis khususnya, serta bagi para
pembaca pada umumnya.
Akhir kata, penulis mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang
telah membantu dalam penyusunan laporan seminar rancangan aktualisasi nilai
dasar profesi PNS ini.
Cimahi, 24 Oktober 2019
Penulis,

Silpiani, S.Pd
NIP. 19910909 201903 2 018

ii
DAFTAR ISI
LEMBAR PERSETUJUAN RANCANANGAN AKTUALISASI
LEMBAR PENGESAHAN RANCANGAN AKTUALISASI
KATA PENGANTAR ....................................................................................... i
DAFTAR ISI ....................................................................................................... iii
DAFTAR TABEL ............................................................................................... v

BAB I PENDAHULUAN .................................................................................. 1


A. Latar Belakang.................................................................................... 1
B. Tujuan ................................................................................................. 3
C. Manfaat .............................................................................................. 3
D. Ruang Lingkup Kegiatan .................................................................... 4
BAB II GAMBARAN UMUM ORGANISASI ............................................... 5
A. Identitas Organisassi ........................................................................... 5
B. Visi dan Misi Organisasi .................................................................... 6
C. Struktur Organisasi ............................................................................. 7
D. Tugas Pokok dan Fungsi Guru ........................................................... 8
BAB III SUBSTANSI MATERI PEMBELAJARAN ................................... 10
A. Agenda Kesiapsiagaan Bela Negara ................................................... 10
B. Agenda Nilai – Nilain Dasar ANEKA ............................................... 14
C. Agenda Kedudukan, Peran dan Funfsi ASN ...................................... 18
BAB IV RANCANGAN AKTUALISASI ...................................................... 28
A. Identifikasi, Penetapan dan Gagasan Pemecahan Isu ......................... 28
B. Matriks Rancangan Kegiatan Aktualisasi .......................................... 31
C. Jadwal Kegiatan Aktualisasi............................................................... 42

iii
DAFTAR TABEL

Tabel 1 Jadwal Kegiatan Umum Agenda Aktualisasi ........................................ 4


Tabel 2 Analisis Identifikasi Isu Menggunakan Teknik USG ............................ 28
Tabel 3 Rancangan Kegiatan Aktualisasi ........................................................... 31
Tabel 4 Jadwal Aktualisasi Nilai-nilai Dasar ..................................................... 42
Tabel 5 Jadwal Bimbingan dengan Mentor dan Couch ...................................... 43

iv
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Dalam rangka pelaksanaan cita-cita bangsa dan mewujudkan tujuan negara
sebagaimana tercantum dalam pembukaan Undang-Undang Dasar Negara Republik
Indonesia Tahun 1945, perlu dibangun aparatur sipil negara yang memiliki
integritas, profesional, netral dan bebas dari intervensi politik, bersih dari praktik
korupsi, kolusi, dan nepotisme, serta mampu menyelenggarakan pelayanan publik
bagi masyarakat dan mampu menjalankan peran sebagai unsur perekat persatuan
dan kesatuan bangsa berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara
Republik Indonesia Tahun 1945 (UU Nomor 5 Tahun 2014 Tentang ASN:
Pertimbangan).
Dalam Undang-undang No. 5 Tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara,
pegawai ASN berfungsi sebagai: 1) Pelaksana kebijakan publik; 2) Pelayan publik;
dan 3) Perekat dan pemersatu bangsa. Dalam menjalankan fungsinya, ASN wajib
mengaktualisasikan nilai-nilai dasar profesi ASN dalam keseharian kerjanya.
Sesuai dengan amanat undang-undang, untuk menginternalisasikan nilai-nilai dasar
tersebut ke dalam setiap ASN.
Latihan Dasar (Latsar) CPNS Golongan III angkatan XXI sampai dengan
XXIV yang diselenggarakan oleh Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia
Provinsi Jawa Barat tahun 2019 merupakan bentuk nyata internalisasi nilai-nilai
moral untuk menyiapkan PNS yang mampu mengaktualisasikan nilai-nilai tersebut
di tempat kerja, sehingga tercipta suatu lingkungan yang kondusif dan berdaya
saing tinggi.
Berdasarkan Undang-undang No. 5 Tahun 2014 tentang Aparatur Sipil
Negara, yang selanjutnya dijabarkan dalam Perkalan No. 21 Tahun 2016 tentang
pedoman penyelenggaraan Pelatihan Dasar Calon PNS Golongan III, CPNS wajib
menjalani masa percobaan yang dilaksanakan melalui proses pelatihan yang
terintegrasi (di tempat diklat dan di tempat kerja), yang memungkinkan peserta
mampu menginternalisasi, menerapkan, mengaktuallisasikan, dan membuatnya
menjadi kebiasaan (habituasi). Sehingga menyusun rancangan aktualisasi

1
merupakan salah satu tahapan awal untuk mencapai tujuan terciptanya PNS
profesional.
Sebagai CPNS, guru beperan menjadi pelayan publik, khususnya melayani
kebutuhan peserta didik sudah seharusnya mampu menciptakan lingkungan yang
kondusif dan berdaya saing tinggi agar tercapainya tujuan pendidikan nasional dan
tujuan pembelajaran yang diinginkan. Dalam Undang-undang No. 14 Tahun 2005
Tentang Guru dan Dosen guru adalah pendidik profesional dengan tugas utama
mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai, dan
mengevaluasi peserta didik pada pendidikan anak usia dini jalur pendidikan formal,
pendidikan dasar, dan pendidikan menengah.
Untuk membentuk karakter peserta didik yang baik maka pemerintah dalam
hal ini Kementerian Pendidikan Kebudayaan mengeluarkan Permendikbud No. 20
Tahun 2018 tentang Penguatan Pendidikan Karakter Pada Satuan Pendidikan
Formal, maka dari itu untuk mengimplementasikan Permendikbud tersebut maka
pihak sekolah harus menindak lanjutinya melalui program yang diterapkan secara
langsung pada tingkat satuan pendidikan. Nilai-nilai utama penguatan pendidikan
karakter yang perlu diterapkan kepada peserta didik diantaranya: religius,
nasionalis, mandiri, gotong royong, dan integritas.
Dalam membentuk generasi yang berkualitas dan berkarakter mulia,
diperlukan kerjasama berbagai pihak yang terkait. Diantaranya keterlibatan orang
tua, pengaruh lingkungan serta motivasi atau minat dari dalam diri peserta didik itu
sendiri. Dalam hal ini, motivasi atau minat peserta didik khususnya dalam
pembelajaran matematika masih belum optimal. Sehingga bentuk internalisasi dari
nilai-nilai karakter dan nilai-nilai dasar ASN berupa ANEKA tersebut penulis
integrasikan dalam kegiatan pembelajaran dengan menggunakan model
pembelajaran non konvensional. Hal tersebut salah satunya untuk menarik minat
dan motivasi peserta didik dalam pembelajaran matematika. Oleh karena itu penulis
mengambil judul “Penggunaan Model Pembelajaran Discovery Learning, Problem
Based Learning dan Project Based Learning untuk Meningkatkan Kemampuan
Pemahaman Konsep Matematik Peserta Didik”.

2
B. Tujuan
Tujuan aktualisasi ini adalah membentuk karakter pribadi PNS guru yang
profesional dalam tugasnya dengan menginternalisasikan nilai-nilai dasar ANEKA.
Sertaa mampu melaksanakan fungsi, tugas dan peran PNS sesuai dengan Undang-
undang Nomor 5 Tahun 2014 pasal 10, 11 dan 12. Adapun tujuan khusus aktualisasi
ini, dalam rangka mewujudkan salah satu misi sekolah dalam aplikasinya pada mata
pelajaran matematika berkaitan dengan peningkatan kemampuan pemahaman
matematik peserta didik.

C. Manfaat
Rancangan aktualisasi yang berjudul “Penggunaan Model Pembelajaran
Discovery Learning, Problem Based Learning dan Project Based Learning untuk
Meningkatkan Kemampuan Pemahaman Konsep Matematik Peserta Didik” ini
memiliki manfaat sebagai berikut:
Bagi Peserta Pelatihan Dasar CPNS:
1. Sebagai sarana untuk mengaktualisasikan nilai-nilai dasar Akuntabilitas,
Nasionalisme, Etika Publik, Komitmen Mutu, dan Anti Korupsi (ANEKA)
serta menginternalisasi kedudukan peran dan fungsi ASN terhadap pekerjaan
sehari-hari.
2. Meningkatkan pengetahuan dan pengalaman belajar mengajar dengan
memanfaatkan inovasi model pembelajaran.
Bagi Unit Kerja:
1. Meningkatnya nilai mutu sekolah dalam kegiatan Pembelajaran.
2. Terealisasinya misi organisasi yang terintegrasi dalam pembelajaran.
Bagi Peserta Didik :
1. Terciptanya pengalaman belajar dengan model baru.
2. Teaplikasikannya materi matematika melalui pembelajaran langsung berbasis
proyek lapangan.
3. Mengoptimalkan minat dan motivasi peserta didik dalam pembelajaran
matematika khususnya.

3
D. Ruang Lingkup
Ruang lingkup rancangan kegiatan aktualisasi mencakup tugas dan fungsi
di satuan kerja SMK Negeri 2 Cipatujah, dengan menginternalisasi nilai-nilai
ANEKA dan melakasanakan kedudukan, peran dan fungsi ASN. Kegiatan
pelaksanaan rancangan aktualisasi dilaksanakan pada:
Lokasi : SMK Negeri 2 Cipatujah
Jl. Raya Pamayangsari RT.009 RW. 002 Desa Cikawungading
Kecamatan Cipatujah Kabupaten Tasikmalaya Kode Pos 46189
Waktu : Tanggal 28 Oktober 2019 sampai dengan 30 November 2019
Adapun urutan kegiatan selama habituasi seperti terdapat pada tabel berikut:
Tabel 1
Jadwal Kegiatan Umum Agenda Aktualisasi

Waktu Agenda Pembelajaran Fasilitator Ket

17/10/2019 Pembekalan Habituasi Tim Pembimbing 3 JP

Penguji, Coach
24/10/2019 Evaluasi Rancangan Aktualisasi 10 JP
dan Mentor
28/10/2019
Instansi
s.d. Aktualisasi di tempat kerja Mentor
masing-masing
30/11/2019

Pembimbingan Pra Evaluasi Tim Pembimbing 2 JP

2/12/2019 Penguji, Coach


Evaluasi Pelaksanaan Aktualisasi 10 JP
s.d. dan Mentor
4/12/2019
Review Penyelenggaraan
BPSDM 2 JP
Pelatihan dan Penutupan

4
BAB II
GAMBARAN UMUM ORGANISASI

A. Profil Organisasi
Berdasarkan Surat Keputusan Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat No.
421.5/14452-Set-Disdik tanggal 27 April 2017, SMK Negeri 2 Cipatujah didirikan.
Berlokasi di Jl. Raya Pamayangsari RT. 009 RW. 002 Desa Cikawungading
Kecamatan Cipatujah Kabupaten Tasikmalaya Kode Pos 46189. Memiliki titik
koordinat -7,7696842, 108,0967160.
SMK Negeri 2 Cipatujah merupakan sekolah kejuruan bidang kemaritiman.
Bidang tersebut berdasarkan beberapa pertimbangan, seperti lokasi yang terletak ±
150 m dari bibir pantai, kebutuhan masyarakat untuk menciptakan generasi yang
memiliki kompetensi dalam bidang pelaut maupun pengolahan hasil laut dan
budidaya laut, serta jarak yang relatif jauh menuju sekolah keujuruan kemaritiman
terdekat.
Adapun jurusan / Kompetensi Keahlian yang tersedia di SMK Negeri 2
Cipatujah meliputi Kompetensi Keahlian Nautika Kapal Penangkap Ikan (NKPI)
dan Pengolahan Hasil Penangkapan Ikan (PHPI).
Berdiri pada luas tanah ± 50.000 m2 SMK Negeri 2 Cipatujah, memiliki
jumlah ruang belajar 5, ruang Kepala Sekolah, ruang guru, ruang Wakasek, ruang
Tata Usaha, dapur, kantin, 2 WC peserta didik, 1 WC guru dan gudang
penyimpanan. Selain ruang-ruang tersebut di atas, terdapat juga lapangan olah raga
(bola Voly), lapangan upacara, dan tanah kosong yang sebagian ditanami pohon
kelapa.
Berikut profil SMK Negeri 2 Cipatujah secara umum :
Nama Sekolah : SMKN 2 Cipatujah
NSS : 301021201044
NPSN : 69752268
Status Sekolah : Negeri
Bentuk Pendidikan : SMK
Alamat : Jl. Raya Pamayang Sari
RT : 002

5
RW : 001
Nama Dusun : Cikawungading
Desa / Kelurahan : Cikawungading
Kode Pos : 46189
Kecamatan : Cipatujah
Kabupaten/Kota : Tasikmalaya
Provinsi : Jawa Barat
No. Tlp : 082240168548
No. Fax : --
Email : smknduacipatujah@gmail.com
Website : http://www.smknduacipatujah.mysch.id
SK Pendirian Sekolah : 421.5/14452-SET DISDIK
Tanggal SK Pendirian : 2017 – 04 – 27
SK Izin Operasional : 421.5/14452-SET DISDIK
Tanggal SK Izin Operasional : 2017 – 04 – 27
SK Akreditasi :-
Tanggal SK Akreditasi :-

B. Visi dan Misi Organisasi


SMK Negeri 2 Cipatujah memiliki Visi dan Misi sebagai berikut:
VISI :
Berlandaskan Iman dan Taqwa Kepada Tuhan Yang Maha Esa, SMK Negeri 2
Cipatujah menjadikan peserta didik penggali Sumber Daya Laut yang handal serta
menjadi Sekolah rujukan Kelautan di Tahun 2028
MISI :
1. Menjadikan peserta didik seorang pelaut yang handal.
2. Mendidik calon penggali Sumber Daya Alam Laut yang memiliki Kompetensi,
Kepribadian, dan Loyalitas terhadap bidang keahliannya.
3. Menjadikan lulusan menjadi Ahli Nautika dan Teknisi Pemula untuk mengisi
kebutuhan tenaga kerja dalam bidang pelayaran di sekitar wilayahnya.
4. Mengembangkan sarana & prasarana yang representatif

6
5. Menerapkan sistem manajemen mutu yang mengacu pada TQM (Total Quality
Management) / Manajemen Mutu Terpadu.
NILAI-NILAI ORGANISASI
Nilai-nilai organisasi yang ada di SMK Negeri 2 Cipatujah meliputi berbudaya,
berkarakter, berintegritas, berwawasan luas, profesional, disiplin, dan kreatif.

C. Tugas Pokok dan Fungsi


1. Tugas Guru
Tugas guru ini dijelaskan dalam bab XI pasal 39 Ayat 2 Undang-
Undang No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, pasal 20
Undang-Undang No. 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen serta pasal 52
Peraturan Pemerintah No. 74 Tahun 2008 tentang guru, yakni:
1. Merencanakan pembelajaran.
2. Melaksanakan proses pembelajaran yang bermutu.
3. Menilai dan mengevaluasi hasil pembelajaran.
4. Membimbing dan melatih peserta didik/ siswa.
5. Melakukan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat.
6. Melaksanakan tugas tambahan yang melekat pada kegiatan pokok yang
sesuai.
7. Meningkatkan dan mengembangkan kualifikasi akademik dan kompetensi
secara berkelanjutan.
Lebih lanjut, tugas guru secara lebih terperinci dijelaskan
dalam Permendiknas No. 35 Tahun 2010 tentang Petunjuk Teknis Jabatan
Fungsional Guru dan Angka Kreditnya, diantaranya:
1. Menyusun kurikulum pembelajaran pada satuan pendidikan.
2. Menyusun silabus pembelajaran.
3. Menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP).
4. Melaksanakan kegiatan pembelajaran.
5. Menyusun alat ukur/ soal sesuai mata pelajaran.

7
6. Menilai dan mengevaluasi proses dan hasil belajar pada mata pelajaaran di
kelasnya.
7. Menganalisis hasil penilaian pembelajaran.
8. Melaksanakan pembelajaran/perbaikan dan pengayaan dengan
memanfaatkan hasil penilaian dan evaluasi.
9. Melaksanakan bimbingan dan konseling di kelas yang menjadi
tanggungjawabnya (khusus guru kelas).
10. Menjadi pengawas penilaian dan evaluasi terhadap proses dan hasil belajar
tingkat sekolah/ madrasah dan nasional.
11. Membimbing guru pemula dalam program induksi.
12. Membimbing siswa dalam kegiatan ekstrakurikuler proses pembelajaran.
13. Melaksanakan pengembangan diri.
14. Melaksanakan publikasi ilmiah dan/ atau karya inovatif.
15. Melakukan presentasi ilmiah.
2. Fungsi Guru
Fungsi guru yang dimaksudkan disini juga sudah termasuk dalam tugas
guru yang telah dijabarkan diatas, namun terdapat beberapa fungsi lain yang
terkandung dalam poin d dan e Pasal 20 Undang-Undang No. 14 Tahun 2005
tentang Guru dan Dosen serta poin a, b dan c Pasal 40 Ayat 2 Undang-Undang
No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, yakni :
1. Memelihara dan memupuk persatuan dan kesatuan bangsa.
2. Menjunjung tinggi peraturan perundang-undangan, hukum, dan kode etik
guru, serta nilai-nilai agama dan etika.
3. Menciptakan suasana pendidikan yang bermakna, menyenangkan, kreatif,
dinamis dan dialogis.
4. Memelihara komitmen secara profesional untuk meningkatkan mutu
pendidikan.
5. Memberi teladan dan menjaga nama baik lembaga, profesi, dan kedudukan
sesuai dengan kepercayaan yang diberikan kepadanya.

8
D. Struktur Organisasi

KEPALA SEKOLAH
Drs. H. Syarif Hidayat, M.Pd
Drs. H. Syarif Hidayat, M.Pd

KOMITE SEKOLAH KEPALA TATA USAHA


DEDI MULYADI RUDI CANDRA, S.Sos
WAKIL KEPALA SEKOLAH

YOGI YUDA HIDAYAT, S.Pd, M.Pd

KAPROG NKPI KAPROG PHP

CHINTIA FEBRIANI SAVITRI, S.Pd CICI HERYANI, S.Pd

GURU

SISWA

9
BAB III
LANDASAN TEORI

Dalam Undang-undang Nomor 5 Tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara


pasal 1 ayat (2) menyatakan bahwa Pegawai Aparatur Sipil Negara yang
selanjutnya disebut Pegawai ASN adalah pegawai negeri sipil dan pegawai
pemerintah dengan perjanjian kerja yang diangkat oleh pejabat pembina
kepegawaian dan diserahi tugas dalam suatu jabatan pemerintahan atau diserahi
tugas negara lainnya dan digaji berdasarkan peraturan perundang-undangan.
Selanjutnya pada ayat (3) menyatakan bahwa Pegawai Negeri Sipil yang
selanjutnya disingkat PNS adalah warga negara Indonesia yang memenuhi syarat
tertentu, diangkat sebagai Pegawai ASN secara tetap oleh pejabat pembina
kepegawaian untuk menduduki jabatan pemerintahan. Sebelum menjadi PNS
secara utuh, terdapat beberapa tahapan yang harus ditempuh mulai dari tes CPNS,
hingga lulus menjadi CPNS. Sebagai CPNS wajib mengikuti masa percobaan
selama satu tahun. Hal tersebut diatur dalam Perkalan No. 21 Tahun 2016 tentang
Pedoman Penyelenggaraan Pelatihan Dasar Calon PNS Golongan III. Termasuk
tahapan kegiatan yang harus dilaksanakan selama proses pelatihan dasar.
Kegiatan selama proses pelatihan dasar yang harus didikuti oleh CPNS
meliputi beberapa agenda, meliputi agenda kesiapsiagaan bela negara, agenda nilai-
nilai dasar ANEKA, Agenda Kedudukan, Peran dan Fungsi ASN serta Agenda
Habituasi.
A. Agenda Kesiapsiagaan Bela Negara
Agenda kesiapsiagaan bela negara meliputi beberapa kegiatan yaitu:
1. Wawasan Kebangsaan dan Nilai-nilai Bela Negara
Wawasan berasal dari kata mawas dalam bahasa Jawa yang bermakna
memandang atau melihat. Sedangkan wawasan kebangsaan memiliki pengertian
sudut pandang seseorang mengenai diri dan tanah air sebagai negara kepulauan
dan sikap bangsa Indonesia pada diri sendiri dan lingkungan dengan
mengutamakan persatuan dan kesatuan wilayah dalam penyelenggaraan hidup
berbangsa, bernegara dan bermasyarakat.
Makna wawasan kebangsaan mencakup beberapa hal berikut ini.

10
1. Mengamanatkan kepada seluruh warga negara untuk menempatkan
persatuan, kesatuan serta kepentingan bangsa diatas kepentingan diri
sendiri atau kelompok tertentu;
2. Tidak memberikan tempat untuk patriotisme yang licik;
3. Mengembangkan persatuan Indonesia sehingga bisa mempertahankan
keutuhan NKRI dengan berdasarkan azas Bhinneka Tunggal Ika;
4. Negara Indonesia yang bersatu bisa mewujudkan bangsa yang maju,
sejahtera dan sejajar dengan bangsa lain;
5. Wawasan kebangsaan harus selalu berlandaskan Pancasila sebagai ideologi
bangsa Indonesia dan berhasil menjalankan misi ditengah kehidupan tata
negara di dunia.
Nilai wawasan kebangsaan sangat fundamental mencakup 6 hal yaitu
menghargai harkat dan martabat manusia sebagai makhluk ciptaan Tuhan Yang
Maha Esa, mencintai tanah air dan bangsa, demokrasi dan kedaulatan rakyat,
tekad bersama seluruh warga negara mewujudkan Indonesia yang bebas,
merdeka dan bersatu, masyarakat yang adil dan makmur dan kesetiakawanan
sosial. Wawasan kebangsaan terwujud dari tata laku baik lahiriah dan batiniah
yang mencerminkan warga negara Indonesia sejati. Rasa cinta tanah air bisa
memberikan kecintaan diri pada bangsa sehingga kamu memiliki semangat
nasionalisme.
Bela Negara adalah sikap dan perilaku warga negara yang dijiwai oleh
kecintaannya kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia, yang berdasarkan
Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945 delam menjalin kelangsungan hidup
bangsa dan negaa yang seutuhnya. Bela Negara merupakan sasaran utama
Kementerian Pertahanan dalam membentuk 100 juta kader bela negara untuk
mewadahi nawa cita Presiden Ir. Joko Widodo untuk kepentingan nasional antara
lain pendidikan bela negara dilingkungan pendidikan, lingkungan pemukiman
serta lingkungan pekerjaan.
Dasar hukum pelaksanaan bela negara adalah Undang-Undang Dasar
1945 Pasal 27 ayat (3), Pasal 30 ayat (1), (2). Undang-Undang Nomor 3 Tahun

11
2002 Tentang Pertahanan Negara, Peraturan Presiden Nomor 97 Tahun 2015
Tentang Kebijakan Umum Pertahanan Negara Tahun 2015- Pasal 8 ayat (1).
Nilai-nilai dasar bela negara meliputi:
1. Cinta tanah air, hal tersebut dapat diantaranya diaplikasikan dalam bentuk
jaga tanah, pekarangan dan seluruh ruang wilayah Indonesia, jiwa raganya
bangga sebagai bangsa Indonesia, iwa patriotisme terhadap bangsa dan
negaranya, jaga nama baik bangsa dan negara, memberi kontribusi pada
kemajuan bangsa, bangga gunakan produk dalam negeri.
2. Kesadaran berbangsa dan bernegara, dalam bentuk partisipasi aktif dalam
organisasi, menjalani hak dan kewajiban sesuai aturan, ikut serta dalam
pemilu, berpikir, bersikap dan berbuat yang terbaik, berpartisipasi dalam
menjaga kedaulatan bangsa dan negara.
3. Setia pada pancasila sebagai ideologi negara, dengan memahami nilai-nilai
Pancasila, mengamalkan nilai-nilai Pancasila, menjadikan Pancasila sebagai
alat pemersatu bangsa, senantiasa mengembangkan nilai-nilai Pancasila,
setia pada Pancasila sebagai Ideologi dan dasar negara, rela berkorban bagi
bangsa dan negara, mendahulukan kepentingan umum, mencurahkan
perhatian, tenaga, pikiran untuk tugas tanpa pamrih rela berkorban
waktu,harta, raga dan jiwa untuk negara, memiliki kemampuan awal bela
negara baik fisik maupun nonfisik, meiliki kecerdasan emosional, spiritual
dan intelegensia
2. Isu Kontemporer
Tujuan Reformasi Birokrasi pada tahun 2025 untuk mewujudkan birokrasi
kelas dunia, merupakan respons atas masalah rendahnya kapasitas dan
kemampuan Pegawai Negeri Sipil dalam menghadapi perubahan lingkungan
strategis, yang menyebabkan posisi Indonesia dalam pencaturan global belum
memuaskan. Permasalahan lainnya adalah kepedulian PNS dalam meningkatkan
kualitas birokrasi yang masih rendah menjadikan daya saing Indonesia
dibandingkan negara lain baik di tingkat regional maupun internasional masih
tertinggal. Dengan terbitnya Undang-Undang No. 5 Tahun 2014 tentang ASN,

12
secara signifikan telah mendorong kesadaran PNS untuk menjalankan profesinya
sebagai ASN dengan berdasarkan pada:
a. Nilai dasar;
b. Kode etik perilaku;
c. Komitmen, integritas moral, dan tanggung jawab pada pelayanan publik;
d. Kompetensi yang diperlukan sesuai dengan bidang tugas;
e. Profesionalitas jabatan.
Implementasi terhadap prinsip-prinsip tersebut diwujudkan dengan
meningkatkan kepedulian dan partisipasi untuk meningkatkan kapasitas
organisasi dengan memberikan penguatan untuk menemu-kenali perubahan
lingkungan strategis secara komperhensif pada diri setiap PNS.
3. Kesiapsiagaan Bela Negara
Kesiapsiagaan bela negara merupakan aktualisasi nilai-nilai bela negara
dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara sesuai peran profesi
warga negara, demi menjaga kedaulatan negara, keutuhan wilayah dan
keselamatan segenap bangsa dari segala bentuk ancaman yang pada hakikatnya
mendasari proses nation and character building. Proses tersebut didasari oleh
sejarah perjuangan bangsa, sadar akan ancaman bahaya nasional yang tinggi
serta memiliki semangat cinta tanah air, kesadaran berbangsa dan bernegara,
yakni Pancasila sebagai ideologi negara, kerelaan berkorban demi bangsa dan
negara.
Kesiapsiagaan bela negara merupakan kondisi warga negara yang secara
fisik memiliki kondisi kesehatan, keterampilan dan jasmani yang prima serta
secara kondisi psikis yang memiliki kecerdasan intelektual, dan spiritual yang
baik, senantiasa memelihara jiwa dan raganya memiliki sifat-sifat disiplin, ulet,
kerja keras dan tahan uji, merupakan sikap mental dan perilaku warga negara
yang di jiwai oleh kecintaan kepada NKRI yang berdasarkan Pancasila dan UUD
1945 dalam menjamin kelangsungan hidup berbangsa dan bernegara.

13
B. Agenda Nilai-nilai Dasar ANEKA
Sebagai ASN (Aparatur Sipil Negara) yang berkarakter tentu memiliki nilai-
nilai dasar dalam menjalankan profesinya, sehingga berpredikat baik dalam
melayani masyarakat. Ada lima nilai-nilai dasar yang harus dimiliki oleh seorang
ASN, yakni Akuntabilitas, Nasionalisme, Etika Publik, Komitmen Mutu dan Anti
Korupsi (ANEKA). Masing-masing nilai dasar tersebut terdiri dari beberapa
indikator yang dijabarkan sebagai berikut:
1. Akuntabilitas
Akuntabilitas berasal dari bahasa Latin: accomptare
(mempertanggungjawabkan) bentuk kata dasar computare
(memperhitungkan) yang juga berasal dari kata putare (mengadakan
perhitungan).
Akuntabilitas adalah kewajiban pertanggungjawaban yang harus
dicapai. Akuntabilitas berasal dari istilah dalam bahasa Inggris
accountability yang berarti pertanggunganjawab atau keadaan untuk
dipertanggungjawabkan atau keadaan untuk diminta
pertanggunganjawaban. Akuntabilitas merupakan prinsip dasar bagi
organisasi yang berlaku pada setiap level/unit organisasi sebagai suatu
kewajiban jabatan dalam memberikan pertanggungjawaban laporan
kegiatan kepada atasannya (LANRI, 2014: 11).
Akuntabilitas yang dilakukan oleh PNS akan teruji ketika PNS
tersebut mengalami permasalahan dalam transparansi dan akses informasi.
Seorang PNS dapat dikatakan PNS yang akuntabel apabila mampu
mengatasi masalah-masalah tersebut. Dalam artian mampu mengambil
pilihan yang tepat ketika terjadi konflik kepentingan, tidak terlibat dalam
politik praktis, melayani warga secara adil dan konsisten dalam
menjalankan tugas dan fungsinya.
Adapun indikator nilai-nilai dasar Akuntabilitas yaitu jujur, anggung
jawab, kejelasan kewenangan, integritas, mendahulukan kepentingan
publik, konsisten, adil, transparan dan keseimbangan

14
2. Nasionalisme
Nasionalisme dalam arti sempit adalah suatu sikap yang meninggikan
bangsanya sendiri, sekaligus tidak menghargai bangsa lain sebagaimana
mestinya. Nasionalisme Pancasila adalah pandangan atau paham kecintaan
manusia Indonesia terhadap bangsa dan tanah airnya yang didasarkan pada
nilai-nilai Pancasila.
Nasionalisme sangat penting dimiliki oleh setiap pegawai ASN
bahkan tidak sekedar wawasan saja tetapi kemampuan mengaktualisasikan
nasionalisme dalam menjalankan fungsi dan tugasnya merupakan hal yang
lebih penting. Diharapkan dengan nasionalisme yang kuat maka orientasi
berpikir mementingkan kepentingan publik, bangsa dan negara. Pegawai
ASN akan berpikir tidak lagi sektoral dengan mental blocknya, tetapi akan
senantiasa mementingkan kepentingan yang lebih besar yakni bangsa dan
negara.
Adapun indikator nilai-nilai dasar Nasionalisme, antara lain
berketuhanan Yang Maha Esa, adil, beradab, menjaga persatuan dan
kesatuan, kerjasama, tidak memaksakan kehendak, tenggang rasa, membela
kebenaran, disiplin, tanggung jawab, kerja keras, hidup sederhana dan
musyawarah
3. Etika Publik
Weihrich dan Koonts (2005:46) mendefinisikan etika sebagai “the
dicipline dealing with what is good and bad and with moral duty and
obligation”. Secara lebih spesifik Collins Cobuild (1990:480
mendefinisikan etika sebagai ”an ideea or moral belief that influences the
behaviour, attitudes and philosophy of life of a group of people”. Oleh
karena itu, konsep etika sering digunakan sinonim dengan moral. Ricocur
(1990) mendefinisikan etika sebagai tujuan hidup yang baik bersama dan
untuk orang lain didalam institusi yang adil. Dengan demikian etika lebih
dipahami sebagai refleksi atas baik atau buruk, benar atau salah yang harus
dilakukan atau bagaimana melakukan yang baik atau benar, sedangkan
moral mengacu pada kewajiban untuk melakukan yang baik atau apa yang

15
seharusnya dilakukan. Dalam kaitannya dengan pelayanan publik etika
publik adalah refleksi tentang standar/norma yang menentukan baik/buruk,
benar/salah perilaku, tindakan dan keputusan untuk mengarahkan kebijakan
publik dalam rangka menjalankan tangggungjawab pelayan publik.
Kode etik adalah aturan-aturan yang mengatur tingkah laku dala suatu
kelompok khusus, sudut pandangnya hanya ditunjukkan pada hal-hal
prinsip dalam bentuk ketentuan – ketentuan tertulis. Adapun Kode Etik
Profesi dimaksudkan untuk mengatur tingkah laku/etikasuatu kelompok
khusus dalam masyarakat melalui ketentuan-ketentuan tertulis yang
diharapkan dapat dipegang teguh oleh sekelompok profesional tertentu.
Adapun indikator nilai-nilai dasar Etika Publik, antara lain jujur,
bertanggung jawab, integritas tinggi, cermat, teliti, disiplin hormat, sopan,
taat pada peraturan perundang-undangan dan pemerintah dan mampu
menjaga rahasia.
4. Komitmen Mutu
Komitmen mutu adalah tindakan untuk menghargai efektivitas,
efisiensi, inovasi dan kinerja yang berorientasi mutu dalam
penyelenggaraan pemerintahan dan pelayanan publik. “Commitment to
quality means that you take pride in work and strive for excellence to
achieve the best possible results” (University of Victoria: 2010)
Komitmen mutu juga dapat diartikan sebagai rasa keterikatan untuk
selalu meningkatkan kepandaian, kecakapan dan mutu pekerjaan dari
seorang PNS agar dapat mendorong kinerja yang berkualitas.Sangat penting
bagi PNS untuk berkomitmen terhadap mutu dalam memberikan pelayanan
publik. Pelayanan publik yang bermutu merupakan wujud akuntabilitas dari
pemerintah selaku penyedia layanan publik. Pelayanan publik yang bermutu
akan menciptakan kepercayaan publik kepada pemerintah. Untuk
meningkatkan kinerja PNS yang berkomitmen pada mutu, beberapa hal
perlu dilakukan di antaranya perubahan pola pikir (mindset) PNS,
pergeseran budaya kerja, dan perbaikan tata kelola pemerintahan (good
corporate governance).

16
Adapun indikator nilai-nilai dasar Komitmen Mutu, antara lain
inovasi, kerjasama, kontrol, responsif, dapat dipercaya, efektif dan efisien,
nyaman, aman, profesionalisme, konsisten, teliti dan tepat guna.
5. Anti Korupsi
Kata korupsi berasal dari bahasa latin yaitu corruptio yang artinya
kerusakan, kebobrokan dan kebusukan. Selaras dengan kata asalnya,
korupsi sering dikatakan sebagai kejahatan luar biasa, salah satu alasannya
adalah karena dampaknya yang luar biasa, salah satu alasannya adalah
karena dampaknya yang luar biasa menyebabkan kerusakan baik dalam
ruang lingkup, pribadi, keluarga, masyarakat dan kehidupan yang lebih luas.
Kerusakan tersebut tidak hanya terjadi dalam kurun waktu yang pendek,
namun dapat berdampak secara jangka panjang.
Adapun indikator nilai-nilai dasar Anti Korupsi, antara lain:
a. Jujur, nilai kejujuran di dalam sekolah dapat diwujudkan dalam bentuk
tidak melakukan kecurangan akademik. Misalnya tidak mencontek,
tidak melakukan plagiarisme, dan tidak memalsukan nilai.
b. Peduli, nilai kepedulian dapat diwujudkan dalam bentuk antara lain
berusaha ikut memantau jalannya proses pembelajaran, memantau
sistem pengelolaan sumber daya di sekolah, memantau kondisi
infrastruktur lingkungan sekolah. Nilai kepedulian juga dapat
diwujudkan dalam bentuk mengindahkan seluruh peraturan dan
ketentuan yang berlaku di dalam sekolah dan di luar sekolah.
c. Mandiri, nilai kemandirian dapat diwujudkan antara lain dalam bentuk
mengerjakan soal ujian secara mandiri dan mengerjakan tugas-tugas
akademik secara mandiri.
d. Disiplin, nilai kedisiplinan dapat diwujudkan antara lain dalam bentuk
kemampuan mengatur waktu dengan baik, kepatuhan pada seluruh
peraturan dan ketentuan yang berlaku di sekolah, mengerjakan segala
sesuatunya tepat waktu, dan fokus pada pelajaran.
e. Tanggung jawab, penerapan nilai tanggung jawab antara lain dapat
diwujudkan dalam bentuk belajar sungguh-sungguh, mengerjakan

17
tugas akademik dengan baik, menjaga amanah dan kepercayaan yang
diberikan.
f. Kerja keras, dapat diwujudkan oleh siswa dalam kehidupan sehari-
hari. Misalnya dalam melakukan sesuatu menghargai proses bukan
hasil semata, tidak melakukan jalan pintas, belajar dan mengerjakan
tugas-tugas akademik dengan sungguh-sungguh.
g. Sederhana, nilai kesederhanaan dapat diterapkan oleh siswa dalam
kehidupan seharihari, baik di sekolah maupun di luar sekolah.
Misalnya hidup sesuai dengan kemampuan, hidup sesuai dengan
kebutuhan, tidak suka pamer kekayaan, dan lain sebagainya.
h. Berani, nilai keberanian dapat dikembangkan oleh siswa dalam
kehidupan di sekolah dan di luar sekolah. Antara lain dapat
diwujudkan dalam bentuk berani mengatakan dan membela
kebenaran, berani mengakui kesalahan, berani bertanggung jawab,
dan lain sebagainya.
i. Adil, nilai keadilan dapat dikembangkan oleh siswa dalam kehidupan
sehari-hari, baik di dalam sekolah maupun di luar sekolah. Antara lain
dapat diwujudkan dalam bentuk selalu memberikan pujian tulus pada
kawan yang berprestasi, memberikan saran perbaikan dan semangat
pada kawan yang tidak berprestasi, tidak memilih kawan berdasarkan
latar belakang sosial, dan lain-lain.

C. Agenda Kedudukan, Peran dan Fungsi ASN


Agenda Kedudukan, peran dan fungsi ASN meliputi manajemen ASN,
Whole of Government dan pelayanan publik.
1. Manajemen ASN
Manajemen ASN adalah pengelolaan ASN untuk menghasilkan
pegawai ASN yang profesional, memiliki nilai dasar, etika profesi, bebas
dari intervensi politik, bersih dari praktik korupsi, kolusi dan nepotisme.
Manajemen ASN lebih menekankan kepada pengaturan profesi pegawai

18
sehingga diharapkan agar selalu tersedia sumber daya ASN yang unggul
selaras dengan perkembangan jaman.
a. Kedudukan ASN
Kedudukan atau status jabatan PNS dalam sistem birokrasi selama
ini dianggap belum sempurna untuk menciptakan birokrasi yang
profesional. Untuk dapat membangun profesionalitas birokrasi, maka
konsep yang dibangun dalam UU ASN tersebut harus jelas. Berikut
beberapa konsep yang ada dalam UU No. 5 Tahun 2014 tentang ASN.
1) Berdasarkan jenisnya, pegawai ASN terdiri atas Pegawai Negeri Sipil
(PNS) dan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK). PNS
merupakan warga negara Indonesia yang memenuhi syarat tertentu,
diangkat sebagai pegawai ASN secara tetap oleh pejabat pembina
kepegawaian untuk menduduki jabatan pemerintahan, memiliki nomor
induk pegawai secara nasional. Sedangkan PPPK adalah warga negara
Indonesia yang memenuhi syarat tertentu, yang diangkat oleh pejabat
pembina kepegawaian berdasarkan perjanjian kerja sesuai dengan
kebutuhan instansi pemerintah untuk jangka waktu tertentu dalam
rangka melaksanakan tugas pemerintahan.
2) Pegawai ASN berkedudukan sebagai aparatur negara yang menjalankan
kebijakan yang ditetapkan oleh pimpinan instansi pemerintah serta
harus bebas dari pengaruh dan intervensi semua golongan dan partai
politik. Pegawai ASN dilarang menjadi anggota dan/atau pengurus
partai politik. Selain itu untuk menjauhkan birokrasi dari pengaruh
partai politik, hal ini dimaksudkan untuk menjamin keutuhan,
kekompakan dan persatuan ASN, serta dapat memusatkan segala
perhatian, pikiran dan tenaga pada tugas yang dibebankan kepadanya.
3) Kedudukan ASN berada di pusat, daerah dan luar negeri. Namun
demikian pegawai ASN merupakan kesatuan. Kesatuan bagi pegawai
ASN sangat penting, mengingat dengan adanya desentralisasi dan
otonomi daerah, sering terjadinya isu putra daerah yang hampir terjadi
dimana-mana sehingga perkembangan birokrasi menjadi stagnan di

19
daerah-daerah. Kondisi tersebut merupakan ancaman bagi kesatuan
bangsa.
b. Peran ASN
Untuk menjalankan kedudukan pegawai ASN, maka pegawai ASN
berfungsi dan bertugas sebagai berikut:
1) Pelaksana kebijakan publik, ASN berfungsi, bertugas dan berperan
untuk melaksanakan kebijakan yang dibuat oleh pejabat pembina
kepegawaian sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.
Untuk itu ASN harus mengutamakan kepentingan publik dan
masyarakat luas dalam menjalankan fungsi dan tugasnya, serta harus
mengutamakan pelayanan yang berorientasi pada kepentingan publik.
2) Pelayan publik, ASN berfungsi, bertugas dan berperan untuk
memberikan pelayanan publik yang profesional dan berkualitas.
Pelayanan publik merupakan kegiatan dalam rangka pemenuhan
kebutuhan pelayanan sesuai peraturan perundang-undangan bagi setiap
warga negara dan penduduk atas barang, jasa dan/atau pelayanan
administratif yang diselenggarakan oleh penyelenggara pelayanan
publik dengan tujuan kepuasan pelanggan.
3) Perekat dan pemersatu bangsa, ASN berfungsi, bertugas dan berperan
untuk mempererat persatuan dan kesatuan NKRI. ASN senantiasa setia
dan taat sepenuhnya kepada Pancasila, UUD 1945, negara dan
pemerintah. ASN senantiasa menjunung tinggi martabat ASN serta
senantiasa mengutamakan kepentingan negara dari pada kepentingan
diri sendiri, seseorang dan golongan. Dalam UU ASN disebutkan bahwa
dalam penyelengaraan dan kebijakan manajemen ASN, salah satu
diantaranya asas persatuan dan kesatuan.
c. Hak dan Kewajiban ASN
Hak adalah suatu kewenangan atau kekuasaan yang diberikan oleh
hukum, suatu kepentingan yang dilindungi oleh hukum, baik pribadi
maupun umum. Dapat diartikan bahwa hak adalah sesuatu yang patut atau
layak diterima. Agar melaksanakan tugas dan tanggungjawabnya dengan

20
baik, dapat meningkatkan produktivitas, menjamin kesejahteraan ASN dan
akuntabel, maka setiap ASN diberikan hak. Hak ASN dan PPPK yang diatur
dalam UU No. 5 Tahun 2014 tentang ASN sebagai berikut:
1) PNS berhak memperoleh, gaji, tunjangan, dan fasilitas, cuti, jaminan
pensiun dan jaminan hari tua, perlindungan, pengembangan kompetensi.
2) PPPK berhak memperoleh, gaji dan tunjangan, cuti, perlindungan,
pengembangan kompetensi.
Selain hak sebagaimana disebutkan di atas, berdasarkan pasal 70 UU
No. 5 Tahun 2014 tentang ASN disebutkan bahwa setiap pegawai ASN
memiliki hak dan kesempatan untuk mengembangkan kompetensi.
Berdasarkan Pasal 92 pemerintah juga wajib memberikan perlindungan
berupa jaminan kesehatan, jaminan kecelakaan kerja, jaminan kematian,
jantuan hukum.
Sedangkan kewajiban adalah suatu beban atau tanggungan yang
bersifat kontraktual. Dengan kata lain kewajiban adalah suatu yang
sepatutnya diberikan. Pegawai ASN berdasarkan UU No. 5 Tahun 2014
tentang ASN wajib:
1) Setia dan taat pada Pancasila, Undang-Undang Dasar Negara Republik
Indonesia Tahun 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia, dan
pemerintah yang sah;
2) Menjaga persatuan dan kesatuan bangsa;
3) Melaksanakan kebijakan yang dirumuskan pejabat pemerintah yang
berwenang;
4) Menaati ketentuan peraturan perundang-undangan;
5) Melaksanakan tugas kedinasan dengan penuh pengabdian, kejujuran,
kesadaran, dan tanggung jawab;
6) Menunjukkan integritas dan keteladanan dalam sikap, perilaku, ucapan
dan tindakan kepada setiap orang, baik di dalam maupun di luar
kedinasan;
7) Menyimpan rahasia jabatan dan hanya dapat mengemukakan rahasia
jabatan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan;

21
8) Bersedia ditempatkan di seluruh wilayah Negara Kesatuan Republik
Indonesia.
d. Kode Etik dan Kode Perilaku ASN
Dalam UU No. 5 Tahun 2014 tentang ASN disebutkan bahwa ASN
sebagai profesi berlandaskan pada kode etik dan kode perilaku. Kode etik
dan kode perilaku ASN bertujuan untuk menjaga martabat dan kehormatan
ASN. Kode etik dan kode perilaku berisi pengaturan perilaku agar pegawai
ASN:
1) Melaksanakan tugasnya dengan jujur, bertanggung jawab, dan
berintegritas tinggi.
2) Melaksanakan tugasnya dengan cermat dan disiplin;
3) Melayani dengan sikap hormat, sopan, dan tanpa tekanan;
4) Melaksanakan tugasnya sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-
undangan;
5) Melaksanakan tugasnya sesuai dengan perintah atasan atau Pejabat yang
berwenang sejauh tidak bertentangan dengan ketentuan peraturan
perundang-undangan dan etika pemerintahan;
6) Menjaga kerahasiaan yang menyangkut kebijakan;
7) Menggunakan kekayaan dan barang milik negara secara bertanggung
jawab, efektif, dan efisien;
8) Menjaga agar tidak terjadi konflik kepentingan dalam melaksanakan
tugasnya;
9) Memberikan informasi secara benar dan tidak menyesatkan kepada
pihak lain yang memerlukan informasi terkait kepentingan kedinasan;
10) Tidak menyalahgunakan informasi intern negara, tugas, status,
kekuasaan, dan jabatannya untuk mendapat atau mencari keuntungan
atau manfaat bagi diri sendiri atau untuk orang lain;
11) Memegang teguh nilai dasar ASN dan selalu menjaga reputasi dan
integritas ASN;
12) Melaksanakan ketentuan peraturan perundang-undangan mengenai
disiplin Pegawai ASN.

22
2. Whole of Government
Berdasarkan interpretasi analitis dan manifestasi empiris di
lapangan maka WoG didefinisikan sebagai “suatu model pendekatan
integratif fungsional satu atap” yang digunakan untuk mengatasi wicked
problems yang sulit dipecahkan dan diatasi karena berbagai karakteristik
atau keadaan yang melekat antara lain: tidak jelas sebabnya, multi dimensi,
dan menyangkut perubahan perilaku.
a. Praktek whole of government
Terdapat beberapa cara pendekatan WoG yang dapat dilakukan, baik
dari sisi penataan institusi formal maupun informal. Cara-cara ini pernah
dipraktekkan oleh beberapa negara, termasuk Indonesia dalam level-level
tertentu. Meliputi:
1) Penguatan koordinasi antar Lembaga
2) Membentuk lembaga koordinasi khusus
3) Membangun gugus tugas
4) Koalisi sosial
b. Tantangan dalam praktek whole of government
Tantangan yang akan dihadapi dalam penerapan WoG di tataran
praktek sebagai berikut:
1) Kapasitas SDM dan institusi, kapasitas SDM dan institusi-institusi yang
terlibat dalam WoG tidaklah sama. Perbedaan kapasitas ini bisa menjadi
kendala serius ketika pendekatan WoG, misalnya mendorong terjadinya
merger atau akuisisi kelembagaan, dimana terjadi penggabungan SDM
dengan kualifikasi yang berbeda.
2) Nilai dan budaya organisasi, nilai dan budaya organisasi menjadi
kendala ketika terjadi upaya kolaborasi sampai dengan kelembagaan.
3) Kepemimpinan, kepemimpinan menjadi salah satu kunci penting dalam
pelaksanaan WoG. Kepemimpinan yang dibutuhkan adalah
kepemimpinan yang mampu mengakomodasi perubahan nilai dan
budaya organisasi serta meramu SDM yang tersedia guna mencapai
tujuan yang diharapkan.

23
c. Praktek Whole of Government (WoG) dalam pelayanan publik
Praktek WoG dalam pelayanan publik dilakukan dengan
menyatukan seluruh sektor yang terkait dengan pelayanan publik. Jenis
pelayanan publik yang dikenal dapat didekati oleh pendekatan WoG sebagai
berikut:
1) Pelayanan yang bersifat administratif, yaitu pelayanan publik yang
menghasilkan berbagai produk dokumen resmi yang dibutuhkan warga
masyarakat. Dokumen yang dihasilkan bisa meliputi KTP, status
kewarganegaraan, status usaha, surat kepemilikan, atau penguasaan atas
barang, termasuk dokumen-dokumen resmi seperti SIUP, izin trayek,
izin usaha, akta, sertifikat tanah dan lain-lain;
2) Pelayanan jasa, yaitu pelayanan yang menghasilkan berbagai bentuk
jasa yang dibutuhkan warga masyarakat, seperti pendidikan, kesehatan,
ketenagakerjaan, perhubungan dan lain-lain.
3) Pelayanan barang, yaitu pelayanan yang menghasilkan jenis barang
yang dibutuhkan warga masyarakat, seperti jalan, jembatan, perumahan,
jaringan telepon, listrik, air bersih, dan lain-lain.
Pelayanan regulatif, yaitu pelayanan melalui penegakan hukuman dan
peraturan perundang-undangan, maupun kebijakan publik yang
mengatur.
3. Pelayanan Publik
a. Konsep Pelayanan Publik
Berkaitan dengan pelayanan, ada dua istilah yang perlu diketahui,
yaitu melayani dan pelayanan. Pengertian melayani adalah membantu
menyiapkan (mengurus) apa yang diperlukan seseorang". Sedangkan
pengertian pelayanan adalah "usaha melayani kebutuhan orang lain"
(Kamus Besar Bahasa Indonesia, 1995).
Adapun menurut Keputusan MENPAN Nomor 63 tahun 2003,
mengenai pelayanan adalah sebagai berikut:
1) Pelayanan Publik adalah segala kegiatan pelayanan yang dilaksanakan
oleh penyelenggara pelayanan publik sebagai upaya pemenuhan

24
kebutuhan penerima pelayanan maupun pelaksanaan ketentuan
peraturan perundang-undangan;
2) Penyelenggara Pelayanan Publik adalah Instansi Pemerintah;
3) Instansi Pemerintah adalah sebutan kolektif meliputi satuan kerja satuan
organisasi Kementerian, Departemen, Kesekretariatan Lembaga
Tertinggi dan Tinggi Negara, dan instansi Pemerintah lainnya, baik
Pusat maupun Daerah termasuk Badan Usaha Milik Negara, Badan
Hukum Milik Negara dan Badan Usaha Milik Daerah;
4) Unit Penyelenggara pelayanan publik adalah unit kerja pada instansi
Pemerintah yang secara langsung memberikan pelayanan kepada
penerima pelayanan publik;
5) Pemberi pelayanan publik adalah pejabat/pegawai instansi pemerintah
yang melaksanakan tugas dan fungsi pelayanan publik sesuai dengan
peraturan perundang-undangan;
6) Penerima pelayanan publik adalah orang, masyarakat, instansi
pemerintah dan badan hukum yang menerima pelayanan dari instansi
pemerintah.
b. Prinsip-prinsip Pelayanan Publik
Berbagai literatur administrasi publik menyebut bahwa prinsip
pelayanan publik yang baik untuk mewujudkan pelayanan prima adalah:
1) Partisipatif, dalam penyelenggaraan pelayanan publik yang dibutuhkan
masyarakat pemerintah perlu melibatkan masyarakat dalam
merencanakan, melaksanakan, dan mengevaluasi hasilnya;
2) Transparan, dalam penyelenggaraan pelayanan publik, pemerintah
sebagai penyelenggara pelayanan publik harus menyediakan akses bagi
warga negara untuk mengetahui segala hal yang terkait dengan
pelayanan publik yang diselenggarakan tersebut, seperti: persyaratan,
prosedur, biaya, dan sejenisnya.
3) Responsif, dalam penyelenggaraan pelayanan publik pemerintah wajib
mendengar dan memenuhi tuntutan kebutuhan warga negaranya. Tidak
hanya terkait dengan bentuk dan jenis pelayanan publik yang mereka

25
butuhkan akan tetapi juga terkait dengan mekanisme penyelenggaraan
layanan, jam pelayanan, prosedur, dan biaya penyelenggaraan
pelayanan.
4) Tidak diskriminatif, pelayanan publik yang diselenggarakan oleh
pemerintah tidak boleh dibedakan antara satu warga negara dengan
warga negara yang lain atas dasar perbedaan identitas warga negara,
seperti: status sosial, pandangan politik, etnisitas, agama, profesi, jenis
kelamin, difabel, dan sejenisnya;
5) Mudah dan Murah, penyelenggaraan pelayanan publik dimana
masyarakat harus memenuhi berbagai persyaratan dan membayar fee
untuk memperoleh layanan yang mereka butuhkan harus diterapkan
prinsip mudah, artinya berbagai persyaratan yang dibutuhkan tersebut
masuk akal dan mudah untuk dipenuhi. Murah dalam arti biaya yang
dibutuhkan oleh masyarakat untuk mendapatkan layanan tersebut
terjangkau oleh seluruh warga negara.
6) Efektif dan Efisien, penyelenggaraan pelayan publik harus mampu
mewujudkan tujuan-tujuan yang hendak dicapainya (untuk
melaksanakan mandat konstitusi dan mencapai tujuan-tujuan strategis
negara dalam jangka panjang) dan cara mewujudkan tujuan tersebut
dilakukan dengan prosedur yang sederhana, tenaga kerja yang sedikit,
dan biaya yang murah;
7) Aksesibel, pelayanan publik yang diselenggarakan oleh pemerintah
harus dapat dijangkau oleh warga negara yang membutuhkan dalam arti
fisik (dekat, terjangkau dengan kendaraan publik, mudah dilihat,
gampang ditemukan, dan lain-lain.) dan dapat dijangkau dalam arti non-
fisik yang terkait dengan biaya dan persyaratan yang harus dipenuhi
oleh masyarakat untuk mendapatkan layanan tersebut.
8) Akuntabel, penyelenggaraan pelayanan publik dilakukan dengan
menggunakan fasilitas dan sumber daya manusia yang dibiayai oleh
warga negara melalui pajak yang mereka bayar. Oleh karena itu semua

26
bentuk penyelenggaraan pelayanan publik harus dapat dipertanggung-
jawabkan secara terbuka kepada masyarakat.
9) Berkeadilan, penyelenggaraan pelayanan publik yang dilakukan oleh
pemerintah memiliki berbagai tujuan. Salah satu tujuan yang penting
adalah melindungi warga negara dari praktik buruk yang dilakukan oleh
warga negara yang lain.

27
BAB IV
RANCANGAN AKTUALISASI

A. Identifikasi, Penetapan dan Gagasan Pemecahan Isu


Dalam memilih dan menganalisis isu yang akan diterapkan dalam kegiatan
aktualisasi ini, digunakan teknik USG (Urgency, Seriousness, Growth) seperti yang
disajikan dalam tabel berikut ini:
Tabel 2
Analisis Identifikasi Isu Menggunakan Teknik USG
PENILAIAN
NO ISU / MASALAH TOTAL RANK
U S G
Banyaknya peserta didik yang
1 3 4 3 10 4
mendapat nilai di bawah KKM
Belum optimalnya kemampuan
2 5 5 5 15 1
pemahaman konsep matematika
Kurangnya motivasi belajar peserta
3 4 4 5 13 2
didik
Belum optimalnya
4 kemampuan koneksi matematik 4 4 4 12 3
peserta didik
Keterangan angka: Keterangan angka: Keterangan angka:
Urgency Seriousness Growth
5 : Sangat Mendesak 5 : Sangat Berpengaruh 5 : Sangat Berdampak
4 : Mendesak 4 : Berpengaruh 4 : Berdampak
3 : Cukup Mendesak 3 : Cukup Berpengaruh 3 : Cukup Berdampak
2 : Tidak Mendesak 2 : Tidak Berpengaruh 2 : Tidak Berdampak
1 : Sangat Tidak 1 : Sangat Tidak 1 : Sangat Tidak
Mendesak Berpengaruh Berdampak
Dari hasil analisis core issue dengan menggunakan metode USG tersebut,
penulis mengambil isu yang ke dua, yaitu “Rendahnya kemampuan pemahaman
konsep matematika peserta didik”.

28
Berikut ini merupakan penjelasan teknik analisis Core Issue untuk
rancangan aktualisasi:
Unit Kerja : SMK Negeri 2 Cipatujah
Isu : Pemahaman Konsep Matematika Peserta Didik
Identifikasi core : 1. Banyaknya peserta didik yang mendapat nilai di
issue bawah KKM.
2. Belum optimalnya kemampuan pemahaman konsep
matematika
3. Belum optimalnya motivasi belajar peserta didik.
4. Belum optimalnya kemampuan koneksi matematik
peserta didik
Isu yang : Belum optimalnya kemampuan pemahaman konsep
diangkat matematika
Gagasan : Penggunaan model pembelajaran Discovery learning,
pemecah isu problem based learning, dan project based learning
untuk meningkatkan kemampuan pemahaman konsep
matematik peserta didik.

29
Diagram Alur Pemecahan Isu

Latar Belakang Penetapan isu ISU Identifikasi core isue


Kemampuan pemahaman Konsep 1. Belum optimalnya minat belajar
Kondisi saat ini: Matematika Peserta didik matematik peserta Model
1. Dari aspek manajemen ASN 2. Belum optimalnya minat peserta dan
2. Dari aspek WoG didik dalam pembelajaran matematik media
3. Dari aspek pelayanan Publik 3. Belum optimalnya pemahaman
konsep matemtik peserta didik
GAGASAN PEMECAH ISU
Penggunaan Model Pembelajaran, Discovery
Learning, Problem Based Learning dan
Project Based Learning untuk Meningkatkan Isu Prioritas:
Kemampuan Pemahaman Konsep Matematik Belum Optimalnya kemampuan
pemahaman konsep matematik
Peserta Didik
peserta didik

Tufoksi Guru: Inovasi yang digunakan:


1. Model pembelajaran
1. Menyusun RPP 2. Media pembelajaran elektronik
2. Melaksanakan kegiatan pembelajaran 3. Tugas proyek lapangan
3. Menyusun alat ukur/soal 4. Media Evaluasi elektronik
4. Menilai dan mengevaluasi proses dan hasil belajar

TUJUAN
Meningkatkan kemampuan pemahaman konsep matematika peserta didik

30
B. Matriks Rancangan Kegiatan Aktualisasi
Unit Kerja : SMK Negeri 2 Cipatujah
Identifikasi Isu : 1. Banyaknya peserta didik yang mendapat nilai di bawah KKM.
2. Belum optimalnya kemampuan pemahaman konsep matematika peserta didik.
3. Belum optimalnya motivasi belajar peserta didik
4. Belum optimalnya kemampuan koneksi matematik peserta didik

Isu yang Diangkat : 1. Belum optimalnya kemampuan pemahaman konsep matematika peserta didik.

Gagasan Pemecah Isu Penggunaan Model Pembelajaran, Discovery Learning, Problem Based Learning dan Project Based Learning
untuk Meningkatkan Kemampuan Pemahaman Konsep Matematik Peserta Didik

Tabel 3
Rancangan Kegiatan Aktualisasi
Kontribusi Penguatan
Output & Hasil Keterkaitan Substansi
No Kegiatan Tahapan Kegiatan Terhadap Visi Nilai
Kegiatan Mata Pelatihan
Misi Organisasi Organisasi
1 2 3 4 5 6 7
1. Konsultasi 1. Menghubungi 1. Penyusun mengetahui Nilai-nilai ANEKA Kegiatan ini Sesuai dengan
kepada kepala sekolah, gambaran awal Akuntabel berkaitan dengan nilai-nilai
mentor dan untuk permasalahan yang Misi ke 5 SMKN organisasi
Couch mengkonsultasikan ada di sekolah 2 Cipatujah yaitu

31
Kontribusi Penguatan
Output & Hasil Keterkaitan Substansi
No Kegiatan Tahapan Kegiatan Terhadap Visi Nilai
Kegiatan Mata Pelatihan
Misi Organisasi Organisasi
isu yang akan 2. Penyusun dapat Hasil konsultasi Menerapkan yaitu
diangkat menentukan metode ditindaklanjuti dengan penuh sistem berbudaya
2. Mengkonsultasikan yang akan digunakan rasa tanggungjawab manajemen
metode yang akan untuk pemecahan isu Etika Publik mutu yang
digunakan dalam 3. Tersusunnya jadwal Melaksanakan konsultasi mengacu pada
pemecahan pelaksanaan kegiatan dengan mentor disertai rasa TQM (Total
masalah. aktualisasi hormat, santun dan ramah Quality
3. Mengkonsultasikan Komitmen Mutu: Hasil Management) /
waktu perencanaan Output: konsultasi dan rancangan Manajemen
1. Foto pelaksanaan kegiatan meningkatkan Mutu Terpadu
konsultasi efektifitas dan efisiensi
2. Notulen hasil dalam menyusun laporan
konsultasi aktualisasi
3. Jadwal pelaksanaan WoG
kegiatan Menjalin kerjasama antara
penyusun dengan mentor
(kepala sekolah) dalam

32
Kontribusi Penguatan
Output & Hasil Keterkaitan Substansi
No Kegiatan Tahapan Kegiatan Terhadap Visi Nilai
Kegiatan Mata Pelatihan
Misi Organisasi Organisasi
penyeesaian rancangan
aktualisasi
Analisis Dampak:
Dampak apabila
1. Jika melakukan konsultasi, tidak disertai dengan sikap sopan, santun dan hormat terhadap pimpinan, akan
nilai-nilai dasar PNS
berdampak pada buruknya hubungan antara penyusun dengan mentor
diaplikasikan dalam
2. Berkaitan dengan isu yang diajukan, jika tidak dikonsultasikan dengan baik. Kemungkinan akan menimbulkan
tugas dan jabatan
kesalahfahaman persepsi isu.
2. Menyusun 1. Membuat Rencana 1. Menghasilkan RPP Nilai ANEKA Kegiatan ini Sesuai dengan
perangkat Pembelajaran 2. Menghasilkan bahan Akuntabilitas berkaitan dengan nilai-nilai
Pembelajaran (RPP) ajar dan atau link Membuat perencanaan Misi ke 3 organisasi
2. Menyusun Bahan untuk sumber bahan kegiatan pembelajaran yang SMKN 2 profesional,
Ajar / Menentukan ajar dapat Cipatujah yaitu: kreatif.
Link Bahan Ajar 3. Menghasilkan link dipertanggungjawabkan. Menjadikan
3. Membuat google google form untuk tes Komitmen Mutu lulusan menjadi
form untuk media awal dan tes akhir Berupaya untuk konsisten Ahli Nautika
tes awal peserta agar materi yang dan Teknisi
didik disampaikan dan model Pemula untuk

33
Kontribusi Penguatan
Output & Hasil Keterkaitan Substansi
No Kegiatan Tahapan Kegiatan Terhadap Visi Nilai
Kegiatan Mata Pelatihan
Misi Organisasi Organisasi
Output: yang digunakan sesuai mengisi
1. RPP dengan rancangan dan kebutuhan
2. Modul dan atau Link berjalan dengan lancar. tenaga kerja
bahan ajar Kedudukan ASN dalam dalam bidang
3. Link tes awal dan tes NKRI pelayaran di
akhir berupa google Manejeman ASN sekitar
form Melaksanakan peran ASN wilayahnya.
sebagai pelaksana kebijakan
dengan mendukung program
pemerintah dalam bidang
inovasi pendidikan
Dampak apabila Analisis Dampak:
nilai-nilai dasar PNS Apabila dalam melaksanakan perencanaan pembelajaran tidak disertai tanggung jawab dan komitmen untuk kosnsisten,
diaplikasikan dalam maka akan berdampak tidak sesuai antara pelaksanaan di lapangan dengan rencana yang telah disusun. Sehingga tujuan
tugas dan jabatan akhir pemecahan isu tidak dapat terlaksana.

34
Kontribusi Penguatan
Output & Hasil Keterkaitan Substansi
No Kegiatan Tahapan Kegiatan Terhadap Visi Nilai
Kegiatan Mata Pelatihan
Misi Organisasi Organisasi
3. Melaksanakan 1. Melakukan Tes 1. Mengetahui Nilai ANEKA Kegiatan ini Sesuai dengan
Kegiatan Awal untuk kemampuan awal Komitmen Mutu berkaitan dengan nilai-nilai
Pembelajaran mengetahui pemahaman konsep Kegiatan tes awal Misi ke 2 organisasi
kemampuan peserta didik dilaksanakan untuk SMKN 2 berkarakter,
pemahaman konsep 2. Terlaksananya mengefektif dan Cipatujah yaitu: berwawasan
matemtik awal kegiatan pembelajaran mengefisienkan proses yang Mendidik calon global,
peserta didik dengan menggunakan harus dilaksanakan dalam penggali kreatif.
2. Melaksanakan model discovery rangka pemecahan isu. Sumber Daya
Pembelajaran learning Dalam penyelesaian tugas Alam Laut yang
materi awal dengan 3. Terlaksananya proyek diperlukan adanya memiliki
model Discovery kegiatan pembelajaran kerja keras untuk Kompetensi,
based learning dengan menggunakan menyelesaikan tugas yang Kepribadian,
3. Melaksanakan model problem based diberikan. dan Loyalitas
Pembelajaran learning Anti Korupsi terhadap bidang
lanjutan materi 4. Terlaksananya Dalam melaksanakan keahliannya.
dengan model kegiatan pembelajaran kegiatan pembelajaran,
dengan menggunakan disiplin waktu dan proses

35
Kontribusi Penguatan
Output & Hasil Keterkaitan Substansi
No Kegiatan Tahapan Kegiatan Terhadap Visi Nilai
Kegiatan Mata Pelatihan
Misi Organisasi Organisasi
problem based model Project Based merupakan pokok penting
learning Learning keberhasilan.
4. Melaksanakan Output: Akuntabilitas
Pembelajaran 1. Foto hasil pengerjaan Dalam melaksanakan
untuk materi akhir peserta didik dalm pembelajaran diperlukan
dengan model google form adanya tanggungjawab
Project Based 2. Foto kegiatan (responsibilitas) agar inovasi
Learning pembelajaran dengan yang dilaksanakan berjalan
model discovery dengan baik.
learning Etika Publik
3. Foto kegiatan Dalam pembelajaran sikap
pembelajaran dengan sopan, santun, dan ramah
model prolem based harus diutamakan sebagai
learning dasar pembelajaran yang
4. Foto kegiatan ramah dan menyenangkan.
pembelajaran dengan

36
Kontribusi Penguatan
Output & Hasil Keterkaitan Substansi
No Kegiatan Tahapan Kegiatan Terhadap Visi Nilai
Kegiatan Mata Pelatihan
Misi Organisasi Organisasi
model Project based Nasionalisme
learning Selama kegiatan
pembelajaran, dalam setiap
kelompok terdapat perbedaan
yang beragam, baik dalam
pengetahuan maupun
argumen. Rasa saling
menghormati dan
menghargai menjadi dasar
tertibnya pembelajaran.

Pelayanan Publik
Dalam kegiatan
pembelajaran guru harus
memberikan pelayanan
secara maksimal kepada
peserta didik.

37
Kontribusi Penguatan
Output & Hasil Keterkaitan Substansi
No Kegiatan Tahapan Kegiatan Terhadap Visi Nilai
Kegiatan Mata Pelatihan
Misi Organisasi Organisasi
WoG
Diperlukan kerjasama dan
koordinasi yang baik dalam
kegiatan pembelajaran dan
penyelesaian tugas proyek.
Manajemen ASN
Melaksanakan pembelajaran
dengan baik dan
menyenangkan merupakan
suatu bentuk pelaksanaan
kebijakan yang telah
ditetapkan oleh pemerintah.
Dampak apabila Pelaksanaan pembelajaran yang tidak disertai dengan penanaman nilai-nilai ANEKA serta aplikasi kedudukanASN
nilai-nilai dasar PNS dalam NKRI, menjadikan peserta didik tidak memahami esensi pokok dari proses pembelajaran yang sesungguhnya.
diaplikasikan dalam Sehingga peserta didik akan mudah terpapar oleh maraknya berbagai jenis penyimpangan dan pengaruh negatif lainnya.
tugas dan jabatan

38
Kontribusi Penguatan
Output & Hasil Keterkaitan Substansi
No Kegiatan Tahapan Kegiatan Terhadap Visi Nilai
Kegiatan Mata Pelatihan
Misi Organisasi Organisasi
4. Menyusun 1. Membuat google 1. Menghasilkan link Nilai-nilai ANEKA Kegiatan ini Sesuai dengan
Alat form untuk media google form untuk tes Komitmen Mutu berkaitan dengan nilai-nilai
Ukur/Soal tes akhir peserta akhir Dengan menggunakan Misi ke 2 organisasi
didik 2. Menghasilkan google form secara tidak SMKN 2 profesional,
2. Menyiapkan instrumen atau lembar langsung mengefektifkan Cipatujah yaitu: kreatif
Instrumen/Lembar aktifitas peserta didik waktu pemeriksaan. Dan Mendidik calon
Aktifitas Pesert (untuk Tugas Akhir mengeifisienkan penggunaan penggali
Didik (Tugas Proyek) kertas. Karena beralih Sumber Daya
Project) 3. Menghasilkan Format menjadi bentuk digital. Alam Laut yang
3. Menyusun Format Penilaian Proyek Dalam membuat instrumen memiliki
Penilaian Proyek Peserta Didik proyek diperlukan Kompetensi,
peserta didik Output: ketepatandan ketelitian Kepribadian,
1. Link tes akhir sehingga instrumen dapat dan Loyalitas
2. Instrumen Lembar difahami oleh peserta didik. terhadap bidang
Kerja Peserta Didik keahliannya.
3. Format Penilaian
Proyek Peserta Didik

39
Kontribusi Penguatan
Output & Hasil Keterkaitan Substansi
No Kegiatan Tahapan Kegiatan Terhadap Visi Nilai
Kegiatan Mata Pelatihan
Misi Organisasi Organisasi
Dampak apabila Dalam penyusunan instrumen penilaian harus dilandasi dengan dasar efisiensi, efektifitas dan tepat guna, sehingga pada
nilai-nilai dasar PNS hasil akhir aktualisasi sesuai dengan harapan.
diaplikasikan dalam
tugas dan jabatan
5. Menilai dan 1. Melaksnakan tugas 1. Menghasilkan tugas Nilai-nilai ANEKA Kegiatan ini Sesuai dengan
mengevaluasi proyek berupa proyek peserta Akuntabel berkaitan dengan nilai-nilai
proses dan 2. Melaksanakan didik (kelompok) Penilaian dilakukan secara Misi ke 2 organisasi
hasil belajar Penilaian hasil 2. Mendapatkan hasil transparan. SMKN 2 berbudaya,
proyrk peserta penilaian proyek Anti Korupsi Cipatujah yaitu: berintegrasi,
didik peserta didik Dalam menilai harus Mendidik calon kreatif.
3. Melakukan tes 3. Mendapatkan hasil tes berdasarkan prinsip keadilan penggali
akhir akhir peserta didik Nasionalisme Sumber Daya
4. Menganalisis 4. Mendapatkan hasil Dalam menyelesaikan tugas Alam Laut yang
Penlaian hasil Tes analisis dan proyek diperlukan kerjasama memiliki
kesimpulan dari hasil dan saling memahami. Kompetensi,
tes Kepribadian,
dan Loyalitas

40
Kontribusi Penguatan
Output & Hasil Keterkaitan Substansi
No Kegiatan Tahapan Kegiatan Terhadap Visi Nilai
Kegiatan Mata Pelatihan
Misi Organisasi Organisasi
Output: Pelayanan Publik terhadap bidang
1. Foto bukti proyek Memberikan pelayanan keahliannya.
siswa prima dalam bentuk
2. Bukti Proyek yang penghargaan kepada siswa
sudah diberipenilaian yang memiliki hasil penilaian
3. Forto hasil pengisian paling baik.
siswa dalam google
form
4. Bukti hasil penilaian
tes akhir peserta didik
Dampak apabila Analisis Dampak:
nilai-nilai dasar PNS Pada proses penilaian diperlukan pelayanan prima agar peserta didik merasa percaya diri dan semnagat dalam
diaplikasikan dalam menyelsaikan tugas-tugasnya. Selain itu juga harus transparan dan adil agar tidak menimbulkan kecemburuan sosial
tugas dan jabatan kepada peserta didik. Hasil penilaian harus bisa dipertanggungjawabkan

41
C. Jadwal Kegiatan Aktualisasi
Jadwal pelaksanaan 5 (delapan) kegiatan tertera pada tabel di bawah ini. Berdasarkan pada tabel tersebut, kegiatan-kegiatan
aktualisasi dilaksanakan dari tanggal 28 Oktober 2019 sampai dengan 30 November 2019. Uraian jadwal kegiatan rancangan aktualisasi
mengenai “Penggunaan model pembelajaran Discovery Learning, Problem Based Learning, dan Project Based Learning untuk
meningkatkan kemampuan pemahaman konsep matematik peserta didik” adalah sebagai berikut:
Tabel 4
Jadwal Kegiatan Aktualisasi Nilai-Nilai Dasar
Oktober November
No. Kegiatan
25 26 27 28 29 30 31 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30

1 Konsultasi kepada √
mentor
Menyusun
2 perangkat √ √

Pembelajaran
Melaksanakan
3 Kegiatan √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √

Pembelajaran

4 Menyusun Alat √ √ √ √ √
Ukur/Soal
Menilai dan
5 mengevaluasi proses √ √ √ √ √

dan hasil belajar

42
Uraian jadwal konsultasi dengan mentor dan coach selama rentang waktu 25 Oktober 2019 sampai dengan 30 November
2019 adalah sebagai berikut:

Tabel 5
Jadwal Bimbingan dengan Mentor dan Coach
Oktober November
No. Kegiatan
25 26 27 28 29 30 31 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30

1 Konsultasi dengan √ √ √ √ √ √
mentor
Konsultasi dengan √ √ √ √ √
2
Coach

Desember
No Kegiatan
1 2 3 4

1 Konsultasi dengan
mentor
Konsultasi dengan √
2
Coach

43
BAB IV
PENUTUP

44