Anda di halaman 1dari 3

Peta Lintasan

Petadia atas merupakan Lintasan Geologi Daerah Padang Jaya dan Sekitarnya
Kematan Cimanggu, Kabupaten Cilacap, Provinsi Jawa Tengah. Peta di atas
memiliki unsur-unsru peta sebagai berikut:
 Judul peta
Di dalam peta tersebut terdapat judul peta yaitu “PETA LINTASAN
GEOLOGI DAERAH PADANG JAYA DAN SEKITARNYA
KECAMATAN CIMANGGU, KABUPATEN CILACAP, PROVINSI
JAWA TENGAH”. Judul peta merupakan unsur yang mencerminkan isi
peta atau informasi yang terdapat pada peta.
 Skala
Peta di atas memiliki skala 1:25.000 yang menunjukkan bahwa 1 cm pada
peta mewakili 25.000 cm atau 250 pada jarak sebenrnya atau jarak di
lapangan. Skala peta diatas termasuk dalam skala fraksi.
 Simbol
Simbol peta dapat diartikan sebagai bentuk atau tanda yang
melambangkan penjelasan tertentu pada peta.
 Legenda
Legenda merupakan unsur yang yang berisi tentang keterangan dari unsru-
unsur yang ada di peta.
 Peta Indeks
Peta indeks menunjukkan daerah yang ada di peta dengan daerah
disekitarnya. Peta indeks yang ada dilengkapi dengan indeks administrasi
dari daerah tersebut. Indeks Administrasi merupakan pembagian daerah
yang didasarkan pada hukum pemerintahan.
 Orientasi peta
Dalam peta diatas terdapat orientasi peta yang berada disebelah kanan.
Orientasi ini menjelaskan tentang arah mata angina, mulai dari arah utara,
timur, selatan, dan barat.
 Edisi Peta
Edisi peta merupakan keterangan tentang tahun pembuatan suatu peta.
Untuk meengetahui kapan peta tersebut dicetak atau dibuat. Peta diatas
dibuat pada tahun 2014.
 Drainage
Drainage merupakan bentuk yang berhubungan dengan pengairan air. Baik
yang dipermukaan maupun di bawah permukaan. Pada peta di atas
terdapat pola pengaliran berupa sungai.
 Relief
Relief merupakan beda tinggi satu tempat atau merupakan suatu gambaran
kenampakan tinggi rendahnya suatu daerah serta curam landainya suatu
permukaan. Pada peta lintasan diatas, relief digambarkan dengan garis
kontur. bagian utara sebelah kiri dan selatan sebelah kri pada peta diatas
digambarkan dengan kontur yang rapat, dan sisanya menunjukkan kontur
yang renggang. Kontur rapat menandakan bahwa daerah tersebut relative
curam, dan kontur reggang menunjukkan daerah yang relative landai.

Dalam peta lintasan geologi diatas, memuat informasi tentang litologi


yang ada pada daerah tersebut, diantaranya: batupasir, perselingan
batupasir-batulempung, perselingan batupasir-batulempung sisipan breksi,
kontak breksi-batupasir, dan breksi andesit. Dalam peta tersebut terdapat
penggambaran strike dan dip lapisan suatu batuan. Penyebaran batuan
pada peta lintasan diatas menunjukkan penyebaran dari arah tenggara ke
baratlaut. Di dalam peta diatas juga terdapat lokasi pengamatan yang
digambarkan dengan warna putih, lokasi pengambilan sampel analisis
mikropaleontologi dengan bentuk oval berwana putih dan biru, lokasi
pengambilan sampel analisis petrografi dengan bentuk oval berwarna
merah dan putih, dan terdapat symbol lokasi pengambilan data struktur
geologi dengan bentuk oval yang berwarna orange dan putih. Terdapat 23
lokasi pengamatan yang tersebar merata. Lokasi pengambilan sampel
analisa terdapat 3 lokasi. Lokasi pengambilan sampel analisis perografi
terdapat 2 lokasi, dan lokasi pengambilan data struktur geologi
Cara pengambilan foto singkapan dan pengambilan sampel batuan
Pada saat pengambilan foto singkapan mengukur strike dan dip singkapan
tersebut. dalam pengambilan foto singkapan digunakan parameter, apabila
jaraknya dekat menggunakan parameter berupa palu geologi. Namun, bila
jaraknya jauh maka digunakna parameter berupa orang. Apabila meggunakan
orang, maka arah orang tersebut mengikuti dipnya. Orang harus tegap. Tangannya
menunjuk kearah utara. Singkapan yang ada harus tercover semua.
Orang yang ngefoto itu sesuai dengan azimuth yang sudah diukur.

Sedangkan cara pengambilan sampel batuan dilakukan dengan mengamati


keadaan singkapan. Kemudian lihat bagian dari singkapan tersebut, mana yang
masih fresh dan sudah lapuk. Lalu ambil sampel batuan dari singkapan tersebut
secukupnya. Jika bagian yang diambil merupakan bagian yang lapuk, maka cari
bagian yang masih fresh agar batuan tersebut dapat dideskripsi sehingga kita dapat
mengetahui nama, tekstur, dan struktur dari batuan tersebut.

Cara memploting data lapangan pada peta


Menyiapkan peta geologi kaveling suatu daerah yang akan diteliti. Kemudian,
mengamati kontur yang terdapat dalam peta. Kemudian menentukan rute atau
jalan yang akan ditempuh. Sepanjang rute itu kita mengamati apakah terdapat
singkapan yang dapat diukur. Setelah itu amati singkapan yang ada, sebelumnya
cari dulu study literature dari