Anda di halaman 1dari 21

LAPORAN HASIL WAWANCARA DAN OBSERVASI EVALUASI

PEMBELAJARAN

Topik : Teknik Analisis Butir Soal


Informan : Nahrawi S, Pd
NIP: 12123674 000701 0004

Pewawancara : 1. Isal Putra Utama


2. Rahmat Ary Rintoko
3. Dewi Rochayati
4. Nanang Sugiarto
5. Khaerul Farhan
Editor : 1. Asep Apandi Noval
2. Sindy Indah Oktavia
Hari/Tanggal : Rabu, 2 Oktober 2019
Sekolah : Yayasan Pendidikan Islam Imam Syafi’I
Jenjang : MTs
Mata Pelajaran : Akidah Akhlah
Kelas : 8 (Semester Satu)

A. Rekapitulasi Hasil Wawancara


NO PERTANYAAN JAWABAN
1. Apa yang menjadikan rujukan Rujukan adalah seperti silabus, RPP, KMA
(dokumen pendukung) bapak 165 meliputi KI, KD, indikator dan beberapa
buku ajar seperti buku dari KEMENAG dan

1
dalam membuat soal-soal buku rekomendasi dari sekolah yakni buku
Aqidah Akhlak MTs kelas 8? paket akidah akhlak dari Moh. Toha
2. Siapa saja yang biasanya Dalam pembuatan soal-soal yang berkaitan
terlibat dalam pembuatan soal- dengan mata pelajaran akidah akhlak
soal aqidah akhlak kelas 8 di diberikan kewenangan pada guru mata
MTs Yaspina ini? pelajaran itu sendiri.
3. Bagaimana proses penyusunan Untuk jenis soal yang masuk dalam
butir-butir soal aqidah akhlak kategorisasi Ulangan Harian (UH), remedial
kelas 8 di MTs Yaspina ini? perbaikan dan Ujian Tengah Semester (UTS)
merupakan kewajiban dan wewenang dari
guru mata pelajaran tersebut.
Untuk jenis soal seperti Ujian Akhir Soal
(UAS), pembuatan kisi-kisi dan butir soal
dilakukan secara kolaboratif dengan
melibatkan guru akidah akhlak regional
Tangerang Selatan atau yang biasa disebut
MGMP.
4. Apa yang menjadi indikator Soal-soal yang saya susun sendiri seperti
atau paramenter tingkat Ulangan Harian (UH) meliputi instrumen
kesulitan soal akidah akhlak pembuatan Pilihan Ganda (PG) dan essai.
yang disusun sendiri oleh Dalam menentukan bobot soal saya
bapak? membaginya dengan sama rata. Tidak
dominan antara sulit, menengah dan mudah.
Biasanya untuk bobot soal sulit saya
kembangkan di essai seperti satu pertanyaan
diminta beberapa point dalam teknis
menjawabnya.

2
5. Dalam penyusunan butir-butir Soal yang saya buat didasari dari materi yang
soal, apakah bapak menerapkan telah saya ajarkan. Biasanya seperti
HOTS dalam proses pertanyaan, apa yang dimaksud atau
penyusunan butir-butir soal sebutkan dan lain sebagainya. Dan untuk soal
UH, remedial dan UTS? HOTS, saya melihat dari kemampuan siswa
saya.
6. Kapan biasanya bapak mulai Butir-butir soal seperti UH saya susun setelah
menyusun butir-butir soal UH BAB tertentu dalam buku paket dan LKS
dan UTS? telah selesai.
Untuk kisi-kisi dan soal UTS saya susun
seminggu sebelum pelaksaan hari ujian.
Karena ada standarisasi dari pihak YASPINA
untuk mengumpulkan soal-soal UTS
seminggu sebelum pelaksanaan. Hal ini
dimaksud untuk memudahkan dalam
pendistribusian nanti ketika pelaksanaan.
7. Apakah butir-butir soal seperti Iya, dengan satu instrumen yang meliputi
UH, UTS dan UAS pilihan ganda (PG) dan essai (uraian).
menggunakan instrumen
pembuatan yang sama?
8. Apakah ada progam remedial Ada remedial yang disediakan biasanya
untuk siswa yang tidak berupa ujian kembali atau bentuknya dalam
mencapai kelususan di UH, penugasan. Namun, untuk mata pelajaran
UTS dan UAS. aqidah akhlak batas untuk siswa melakukan
remedial hanya 3x.
9. Apakah yang menjadi Standarisasinya dari pihak sekolah yang
pententuan bobot KKM berkoordinasi dengan guru bidang. Untuk
kategori mata pelajaran non-eksata 80. Untuk

3
khususnya pada mata pelajaran yang eksata 75. KKM tersebut didasarkan
aqidah akhlak ini? terhadap pertimbangan dari pengaturan dari
kurikulum sekolah.
10. Dalam proses pengoreksian Untuk pengoreksian saya biasanya
menggunakan teknik kunci berjendela
lembar jawaban siswa, teknik
(window keys) dengan memberikan sedikit
apa yang bapak gunakan dalam lubang berbentuk kotak persegi (jendela)
dengan lembar jawaban yang telah
mata pelajaran aqidah akhlak
disediakan
tersebut?
Dan masing-masing dari setiap point nomor
soal dihitung satu nilai. Di akhir diakumulasi
dengan format pencapaian paling tinggi
betulnya 100.
11. Dalam pengoreksian essay Untuk essai sistem pengoreksiannya berbeda
teknik apa yang bapak dengan PG. Bentuk pemberian skornya
gunakan? Terlebih pada studi disesuaikan dengan bobot soal. Untuk soal-
kasus siswa yang menjawab soal essai memerhatikan pertimbangan
dengan tulisan yang tidak dapat kelengkapan dan kesesuaian jawaban.
dibaca dengan jelas. Apabila menjawab dengan sesuai dengan
lengkap maka diberikan point lebih dari 1.
Sebaliknya, jika menjawab hanya singkat
(memberikan kata kunci saja) maka nilai
terkecilnya hanya mendapat nilai 1.
12. Bagaimana proses penyusunan Untuk penilaian afektif saya menggunakan
instrumen untuk menilai ranah metode pengamatan kesehariannya di
afektif siswa dalam mata sekolah. Seperti, ketika bertemu apakah
pelajaran aqidah akhlak ini? siswa tersebut bersikap ramah dan santun
terhadap guru khususnya bidang ini. Selain
itu, saya juga menggunakan berbagai

4
informan lain dalam menilai seperti pendapat
temannya. Jadi, informasi yang digali di
dapat dari sekolah dan juga rumah.
Selain itu, untuk keterampilan dalam aqidah
akhlak di MTs Yaspina memiliki progam
agama yang menunjang aspek tersebut.
seperti progam BTQ dan progam shalat
berjamaah.
13. Dalam pembelajaran aqidah Evaluasi pembelajaran untuk mata pelajaran
akhlak, apakah ada evaluasi aqidah akhlak di Yaspina dilakukan secara
pembelajaran? Jika iya, apakah bersama dalam rapat akbar. Evaluasi ini
dilakukan secara mandiri atau memberikan kesempatan secara mandiri
bersama lembaga? untuk setiap guru bidang menyampaikan
laporan perkembangan setiap siswa secara
komprehensif. Hasil evaluasi tersebut
digunakan sebagai bahan rujukan sekaligus
pertimbangan untuk nilai kelulusan (untuk
kenaikan kelas) dan perbaikan progam
pengajaran selanjutnya. Khususnya di mata
pelajaran aqidah akhlak.
14. Kapan biasanya evaluasi besar Rapat akbar tersebut lazimnya dilaksanakan
tersebut dilaksanakan? dalam periodik tiga bulan dan enam bulan
sekali. Untuk yang tiga bulan sekali
membahas evaluasi pengajaran terkait materi
ajar yang telah disampaikan. Selanjutnya,
untuk rapat akbar akhir semester merupakan
rapat evaluasi akbar membahas

5
perkembangan siswa selama satu semester
sebagai penentuan kelulusan siswa tersebut.
15. Siapa saja yang biasanya Kepala sekolah bersama jajarannya dan
terlibat dalam proses evaluasi setiap guru bidang.
akbar tersebut pak?
16. Dimana biasanya bapak Rapat akbar terkait evaluasi pembelajaran
bersama team melakukan dilaksanakan di sekolah.
kegiatan evaluasi
pembelajaran?
17. Terkait dalam proses evaluasi Absensi kehadiran, laporan hasil ujian siswa
akbar tersebut, dokumen apa dan dokumen lainnya.
saja yang harus disiapkan guru
bidang khususnya aqidah
akhlak ini pak?

Kesimpulan

Menurut kelompok kami, sebagai analisator ada empat point penting terkait
hasil dari wawancara dan observasi di MTs Yaspina. Yaitu terkait penyusunan dan
pensekoran dan penilaian butir soal. Selain itu, poin penting juga terkait sistem evaluasi
yang analisator temukan di lapangan. Berdasarkan studi observasi, untuk membuat dan
menganalisis butir soal Ulangan Harian (UH), Ujian Tengah Semester (UTS) pada
bidang mata pelajaran aqidah akhlak kelas 8 di MTs Yaspina ini masih dominan
bersifat subjektif. Hal tersebut tercemin dalam proses penyusunan insturmen untuk
soal-soal kognitif, menurut penuturan hemat dari informan proses penyusunan didasari
untuk mempermudah siswanya dalam menjawab. Menurut penuturan informan, sulit
atau tidaknya soal-soal ujian merupakan hak mutlak dari sisi gurunya. Selain itu,
pengaplikasian soal-soal HOTS belum sepenuhnya diterapkan pada mata pelajaran
aqidah akhlak tersebut. Hal tersebut menurut pandangan kami sebagai analisator dapat

6
terjadi karena kurangnya sosialiasi dan pendampingan guru-guru dalam proses
penyusunan soal-soal HOTS tersebut. Hipotesis kami dilandasi dari penuturan hemat
dari informan yang tidak mengetahui terkait jenis soal-soal HOTS. Selain itu, menurut
kami sebagai analisator pada mata pelajaran akidah akhlak ini sudah cukup mumpuni
terkait referensi buku-buku pendukung dalam proses pengajaran. Menurut penuturan
informan kami, siswa kelas 8 di MTs Yaspina wajib memiliki buku paket pelajaran.
Dalam hal ini buku paket dari Moh. Toha yang menurut pengalaman kami sebagai
analisator melihat bahwa buku tersebut memang lazim digunakan di sekolah-sekolah
madrasah.

Ada beberapa hal yang kami perhatikan terkait proses penilaian afektif dan
psikomotorik khususnya pada mata pelajaran akidah akhlak di MTs Yaspina ini, bahwa
instrumen yang dibuat oleh guru bidang tersebut masih bersifat subjektif. Yakni
melihat dari sisi keseharian siswa tersebut di sekolah. Namun, selama masa observasi
kami menemukan beberapa fakta lapangan sikap siswa yang bersifat santun ketika
berhadapan dengan yang lebih tua. Selain itu, terkait progam keagamaan yang
dituturkan oleh informan kami, pada praktek lapangannya kami juga menemui benar
adanya progam keagamaan tersebut. Dalam hal ini, analisator berpandangan bahwa hal
tersebut dapat membantu dalam proses penilaian untuk aspek afektif dan psikomotorik.
Namun, pengamatan dan apa yang dilakukan siswa-siswa tersebut masih tergolong
umum (untuk semua bidang). Untuk itu, kami sebagai analisator mendiskusikan
dengan matang untuk memberikan rekomendasi pembuatan instrumen afektif maupun
psikomotorik sesuai bidang mata pelajaran tersebut. Sebagai tujuan, untuk memberikan
sistem penilaian yang sistematis dan objektif.

7
B. Analisis Dokumen Pembelajaran
1. Silabus

Indentitas Silabus:
Madrasah : MTs YASPINA
Mata Pelajaran : Akidah-Akhlak
Kelas / Semester : VIII / I
Silabus mata pelajaran Akidah Akhlak yang dibuat oleh guru bidang mata
pelajaran aqidah akhlak berisi 3 materi pokok, yaitu tentang beriman kepada kitab-
kitab Allah, akhlak terpuji pada diri sendiri dan akhlak tercela pada diri sendiri.
Sedangkan di dalam Kompetensi Dasar (KD) yang terdapat dalam Keputusan
Menteri Agama (KMA) dan buku Akidah Akhlak cetakan Kementrian Agama berisi
5 materi pembelajaran pada semester satu (ganjil), yaitu 3 materi yang tertera di
atas dan ditambahkan dengan materi tentang “adab kepada orang tua dan guru” serta
“kisah keteladanan Nabi Yusuf a.s. dan Nabi Ayyub a.s” Berikut perbandingan isi
materi yang terdapat pada KMA dan materi dalam silabus sekolah:

KD KMA KD Buku Teks


3.1 Memahami hakikat beriman 3.1 Menjelaskan pengertian beriman
kepada kitab-kitab Allah swt. kepada kitab-kitab Allah SWT.
3.2 Memahami pengertian, contoh, 3.2 Menjelaskan pengertian dan
dan dampak positif sifat pentingnya tawakkal, ikhtiyar, sabar,
tawakal, ikhtiyar, sabar, syukur dan qana’ah
syukuur dan qana’ah
3.3 Memahami pengertian, contoh, 3.3 Menjelaskan pengertian ananiah,
dan dampak negatif sifat putus asa, ghadhab, tamak dan takabbur
ananiah, putus asa, gadab, dan
tamak

8
3.4 Memahami adab kepada kepada
orang tua dan guru
3.5 Menganalisis kisah keteladanan
Nabi Yunus dan Nabi Ayub

Dalam proses pembelajaran, guru sering menggunakan metode ceramah dalam


menyampaikan materi, karena dianggap metode tersebut cukup relevan dengan
materi yang akan diajarkan. Saran rekomendasi dari kami sebagai analisator, terkait
metode pengajaran dapat divariasikan dengan metode lain. Tujuannya adalah untuk
meningkatkan daya kritis siswa dan membuat pembelajaran menjadi lebih
menyenangkan.

Secara kompetensi, KD yang terdapat dalam buku teks sudah cukup sesuai
dengan kompetensi yang diharapkan dalam KD KMA. Level kognitif yang akan
dicapai pada KMA sudah terpenuhi. Namun seharusnya KD Buku Teks
menyesuaikan KD KMA dalam hal konten materi ajar, karena seperti yang sudah
dijelaskan di atas bahwasanya KD Buku Teks tidak memiliki konten isi yang sesuai
dengan KD KMA. Hal ini tentunya sangat berpengaruh terhadap indikator
pencapaian materi ajar yang seharusnya dicapai oleh peserta didik.

2. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP)


Pandangan analisator yang meninjau isi dari RPP yang diberikan oleh guru
bidang studi akidah akhlak di MTs Yaspina ini menggambarkan proses penyusunan
instrumen kisi-kisi butir soal untuk ranah kognitif yang cukup sistematis. Seperti
yang tertera di dalam RPP. Selain itu, ada beberapa catatan analisator terkait
kelengkapan penyusunan instrumen tersebut seperti tidak terdapatnya sistem atau
teknik pengskoran dan penentuan bobot soal. Hal ini menjadi sorotan utama, karena
berdasarkan hasil studi observasi analisator menemukan bahwa ada missing link
antara teori dalam hal ini adalah RPP dan praktik dalam pengajarannya. Sebagai

9
contoh, untuk Ulangan Harian (UH) yang disusun di dalam RPP Akidah akhlak
menjelaskan indikator pencapaian, jenis penilaian, bentuk penilaian. Hanya saja,
ada bagian krusial yang tidak dijelaskan dalam RPP tersebut seperti teknik
penskoran. Selain, tidak terdapatnya teknik penskoran didapatkan berdasarkan hasil
studi observasi bahwa untuk UH, guru bidang tersebut menerapkan sistem pilihan
ganda dan essai. Sedangkan di dalam RPP hanya terdapat bentuk essai.
Selain itu, di dalam RPP tidak ditemukannya instrumen kisi-kisi penilaian
untuk ranah afektif dan psikomotorik. Hal ini sejalan atau sesuai dengan hasil
observasi yang dilakukan analisator bahwa menurut penjelasan informan untuk
kategorisasi penilaian afektif (sikap) dan psikomotorik (keterampilan)
menggunakan pengamatan (observasi) dari kesehariannya siswa di sekolah. Saran
rekomendasi dari analisator adalah untuk membuat secara padu dan sistematis
terkait penilaian afektif dan psikomotorik untuk menghindari perlabelan (streotip)
secara subjektif terhadap siswa.
Selain letak sorotan utama analisator teknik pembuatan butir soal dan
evaluasi pembelajaran, analisator juga memiliki catatan lain terkait analisis pada
RPP akidah akhlak kelas 8 MTs Yaspina, yang pertama adalah tentang tidak
disebutkannya media dan alat yang digunakan guru dalam proses belajar dan
mengajar. Saran rekomendasi kami sebagai analisator untuk memilih dan
menentukan media dan alat pembelajaran guna menunjang pembelajaran di dalam
kelas lebih efektif. Yang kedua, yaitu tentang metode yang digunakan dalam
pembelajaran. Di dalam RPP, disebutkan metode yang digunakan adalah ceramah
dan diskusi. Namun berdasarkan hasil studi observasi metode yang digunakan
dalam mengajar akidah akhlak kelas 8 tersebut adalah ceramah. Saran rekomendasi
dari kami adalah untuk memvariasikaan metode pengajaran yang berbasis active
learning. Saran lain dari kami adalah mungkin guru dapat mengembangkan
beberapa hal dalam belajar seperti dengan menggunakan metode role playing.
Metode ini disinyalir dapat membuat peserta didik lebih memahami dengan materi
akidah akhlak. Karena dengan bermain peran peserta didik akan lebih mengerti

10
bagaimana mereka mengimplementasikannya ke dalam kehidupan sehari hari.
Ketiga, yaitu tentang proses kegiatan yang telah dibuat oleh guru tersebut. Dalam
kegiatan pembukaan guru juga dapat mencantukam kegiatan berupa pemberian
stimulus kepada siswa agar mengingat materi yang telah diajarkan sebelumnya.
Keempat, adalah terkait sumber pembelajaran. Dalam praktik pengajaran, saran
rekomendasi dari analisator adalah guru dapat mengambil rujukan sumber materi
ajar yang lain agar menambah khazanah keilmuan seperti dari kitab-kitab klasik (
ta'lim muta'lim. Dan, yang terakhir adalah tenrkait indikator pencapaian. Ada
beberapa hal terkait indikator pencapaian yang kurang sesuai. Misal dalam KD di
RPP yang masuk ke ranah kognitif C3 namun dalam indikator pencapaian hanya
cukup di ranah kognitif C1. Analisis dari kami hal tersebut sangat berpengaruh
tinggi terhadap perkembangan tingkat nalar siswa. Saran rekomendasi dari kami
untuk memilih dan membuat indikator sesuai jenjang yang telah direkomendasikan
dalam Peraturan Pemerintah (PP).

3. KKM Akidah Akhlak

Pencapaian kriteria ketuntasan minimal perlu dianalisis untuk dapat


ditindaklajuti sesuai dengan kesepakatan di dalam dokumen yang telah di buat.
Tindak lanjut diperlukan untuk melakukan perbaikan dan penyempurnaan
dalam pelaksanaan pembelajaran maupun penilaian. Analisis pencapaian
kriteria minimal bertujuan untuk mengetahui tingkat ketercapaian KKM yang
telah ditetapkan. Berikut merupaka penjabarannya:

1. Kegiatan ini dimaksudkan untuk melakukkan analisis rata-rata dari hasil


pencapaian peserta didik terhadap kriteria ketuntasan minimal yang telah
ditetapkan pada setiap mata pelajaran.
2. Melaului analisis dari dokumen terlampir tersebut, analisator
menyimpulkan bahwa:

11
a. KD, yang dapat diperoleh oleh 75%-100% dari jumlah peserta didik
33 orang
b. KD, yang dapat diperoleh oleh 50%-74% dari jumlah peserta didik
33 orang
c. KD, yang dapat diperoleh oleh ≤ 49% dari jumlah peserta didik 33
orang

12
Kisi-Kisi Instrumen Tes Kognitif, Afektif dan Psikomotorik

A. Aspek Kognitif
B. Aspek Afektif

1. Penilaian diri
Berilah tanda centang (√) pada kolom “ya” atau “tidak” sesuai dengan
keadaan sebenarnya yang dialami.

Nama : ……………………….
Kelas : ………………………
Semester : ………………………
No Pernyataan Ya Tidak

1 Saya percaya al-qur’an adalah kitab yang diturunkan


kepada nabi dan rasul yang terakhir

2 Saya yakin al-qur’an adalah mujizat yang agung

3 Saya selalu mempelajari isi kandungan al-qur’an

4 Saya mengamalkan isi kandungan al-qur’an dalam


kehidupan sehari-hari

5 Saya mempelajari al-qur’an bersama teman-teman

13
2. Observasi
Penilaian sikap dengan observasi dilakukan oleh guru mata pelajaran (saat
KBM), guru BK dan oleh wali kelas (diluar jam pelajaran).

Nama : ……………………….
Kelas : ………………………
Semester : ………………………

No Waktu Nama peserta Catatan Butir Keterangan


didik perilaku sikap Spiritual/sosial

1.
2.
3.
4.
5.
6.

14
3. Penilaian antar teman
Berilah tanda centang (√) pada kolom “ya” atau “tidak” sesuai dengan
keadaan sebenarnya.

Nama teman yang dinilai : ……………………………..


Nama penilai : …………………………….
Kelas : …………………………….
Semester : ……………………………..

No Pernyataan Ya tidak
1 Teman saya percaya bahwa al-qur’an adalah kitab yang
diturunkan kepada nabi dan rosul yang terakhir

2 Teman saya yakin bahwa al-qur’an adalah mujizat yang agung

3 Teman saya mempelajari isi kandungan al-qur’an


4 Teman saya mengamalkan isi kandungan al-qur’an dalam
kehidupan sehari-hari

5 Teman saya mempelajari al-qur’an bersama teman-teman

15
4. Refleksi akhlaq mulia

No Nama Pernyataan Keterangan


peserta 1 2 3 4 5
didik
⭐⭐⭐ ⭐⭐ ⭐ ⭐⭐⭐ ⭐⭐ ⭐ ⭐⭐⭐ ⭐⭐ ⭐ ⭐⭐⭐ ⭐⭐ ⭐ ⭐⭐⭐ ⭐⭐ ⭐

Keterangan :

⭐⭐⭐ = sangat baik


⭐⭐ = cukup baik
⭐ = baik

16
C. Aspek Psikomotorik
5. Penilaian diri
Berilah tanda centang (√) pada kolom “ya” atau “tidak” sesuai dengan
keadaan sebenarnya yang dialami olehmu.
Nama:
Kelas :
Semester:

No Pernyataan Nilai
Selalu Kadang- Tidak
kadang Pernah
1 Saya membaca al-qu’ran setiap hari
2 Saya menunjukkan adab ketika membaca al-qur’an
3 Saya menghafal q.s. an-nisa:136 atau ayat yang
semakna
4 Saya tidak menaruh al-qur’an di sembarang tempat
5 Saya bersungguh-sungguh dalam KBM
6 Saya percaya pada kemampuan diri sendiri ketika
ujian
7 Saya menerima dengan lapang dada hasil ujian
8 Saya sabar ketika mendapat perlakuan yang buruk
9 Saya mengajarkan materi yang belum teman saya
pahami
10 Saya pantang menyerah walaupun belum
mendapatkan nilai yang bagus

Teknik Penskoran:
Selalu : Skor 3 Nilai: Jumlah skor yang diperoleh X 100
Jumlah skor maksimal
Kadang-kadang : Skor 2
Tidak Pernah : Skor 1

17
6. Observasi
a. Penilaian keterampilan dengan observasi dilakukan oleh guru mata
pelajaran (saat KBM), guru BK dan oleh wali kelas (diluar jam pelajaran).

No Waktu Nama peserta Catatan Butir Keterangan


didik perilaku sikap Spiritual/sosial
1
2
3
4
5
Dsb

b. Penilaian keterampilan dengan observasi dilakukan oleh guru mata


pelajaran (saat KBM), guru BK dan oleh wali kelas (diluar jam pelajaran).

No Indikator Nilai
Selalu Kadang- Tidak
kadang Pernah
1 Membaca al-qu’ran setiap hari
2 Menunjukkan adab ketika membaca al-qur’an
3 Menghafal q.s. an-nisa:136 atau ayat yang semakna
4 Tidak menyimpan al-qur’an di sembarang tempat
5 Bersungguh-sungguh dalam KBM
6 Percaya pada kemampuan diri sendiri ketika ujian
7 Menerima lapang dada hasil ujian
8 Sabar ketika mendapat perlakuan buruk
9 Mengajarkan kepada temannya materi yang belum
dipahami
10 Pantang menyerah walau belum mendapatkan nilai
yang bagus

Teknik Penskoran:
Selalu : Skor 3 Nilai: Jumlah skor yang diperoleh X 100
Jumlah skor maksimal
Kadang-kadang : Skor 2
Tidak Pernah : Skor 1

18
7. Penilaian antar teman

Berilah tanda centang (√) pada kolom “ya” atau “tidak” sesuai dengan
keadaan sebenarnya.

Nama teman yang dinilai:


Nama penilai:
Kelas:
Semester:

No Pernyataan Nilai
Selalu Kadang- Tidak
Kadang Pernah
1 Teman saya membaca al-qu’ran setiap hari
2 Teman saya menunjukkan adab ketika membaca al-
qur’an
3 Teman saya menghafal q.s. an-nisa:136 atau ayat
yang semakna
4 Teman saya tidak menaruh al-qur’an di sembarang
tempat
5 Teman saya bersungguh-sungguh dalam KBM
6 Teman saya percaya pada kemampuan diri sendiri
ketika ujian
7 Teman saya menerima dengan lapang dada hasil
ujian
8 Teman saya sabar ketika mendapat perlakuan yang
buruk
9 Teman saya mengajarkan materi yang belum
temannya pahami
10 Teman saya pantang menyerah walaupun belum
mendapatkan nilai yang bagus

Teknik Penskoran:
Nilai: Jumlah skor yang diperoleh X 100
Selalu : Skor 3 Jumlah skor maksimal
Kadang-kadang : Skor 2
Tidak Pernah : Skor 1

19
s
Penskoran Total:
Nilai: JS penilaian diri + JS penilaian guru + JS penilaian antar teman
3

20
21