Anda di halaman 1dari 3

huHasil Operasi

Anus yang baru dapat membentuk jaringan parut dan menyempit


(stenosis). Bila terjadi, kondisi ini akan membutuhkan tindakan lanjutan berupa
anal dilatasi. Anal dilatasi dilakukan untuk mencegah pembukaan lubang anus
menjadi lebih kecil. Dilator Anal (kadang-kadang disebut Heger dilator) dengan
perlahan meregangkan anus. Biasanya anal dilatasi dilakukan baik setelah operasi
atau akibat dari penilaian yang dilakukan oleh dokter bedah setelah pemeriksaan
dubur. Dokter bedah akan menjelaskan seberapa sering dan untuk berapa lama
dilatasi ini perlu diikuti. Anal dilatasi diperlukan untuk secara bertahap
meregangkan anus baru tanpa merusak sphincter, sampai anus mencapai ukuran
yang normal untuk pasien. Setelah dilakukan operasi terdapat insice pada bagian
anus, dilakukan penjahitan dengan munggunakan pola simple interrupted suture di
antara mukosa rektum dan kulit untuk membuat lubang anus permanen,
pemberian betadine dan nebacetine powder pasca penjahitan (Bazri, 2017).

Setelah dilakukan penanganan, pasien diberikan pemberian antibiotik yang


terdiri dari penisilin dan streptomisin 1g secara i / m untuk jangka waktu lima hari
(Probiotik; M / S Nawan Pharmaceutical, Lahore, Pakistan). Anus baru yang telah
dibuat disarankan untuk dicuci dua kali sehari dengan Normal Saline diikuti
dengan pemberian salep Neomycine Sulphate (Neomycin Oint, M / SAmros
Pharmaceuticals, Karachi, Pakistan)
Simpulan

Berdasarkan hasil pemeriksaan yang telah dilakukan maka dapat


disimpulkan bahwa anjing mengalami atresia disertai fistula recto-vaginal, hal ini
dapat dilihat dari hasil pemeriksaan fisik dengan inspeksi dan palpasi dan
berpedoman pada data-data pemeriksaan yang diperoleh pada rekam medik yakni
tidak terdapat lubang pada anus disertai adanya saluran yang menghubungkan
antara rectum dan vagina . Penanganan pada kasus ini adalah pembedahan yakni
dengan menutup saluran recto-vaginal dan membuat incisi baru pada anus sebagai
tempat keluarnya feses.
Daftar Pustaka

Bazri, M. R. (2017). Penanganan Kasus Atresia Ani Tipe II (Fistula


Rectovaginal) Dengan Metode Bedah Anoplasti. Makasar: Fakultas
Kedokteran Hewan Hasanudin.