Anda di halaman 1dari 4

Jika kita perhatikan difusi keadaan-tunak melintas tebal ∆𝑥,

𝐷𝐴 (𝐶𝐴2 −𝐶𝐴1 )
𝑚̇A = = ℎ𝐷𝐴 𝐴(𝐶𝐴2 -𝐶𝐴1 )
∆𝑋

𝐷
Dan ℎ𝐷𝐴 = ∆𝑋

untuk contoh tentang penguapan air yang di bahas di atas,

𝑀𝑊
𝐶𝑊1 − 𝐶𝑊2 = 𝑅0 𝑇
(𝑃𝑊1 − 𝑃𝑊2 )

Sehingga koefisien perpindahan-massa untuk situasi ini dapat dituliskan sebagai

𝐷𝑝 𝑝− 𝑝
ℎ𝐷𝑤 = (𝑥2 − 𝑥1 )(𝑝𝑤1 − 𝑝𝑤2 )
ln 𝑝− 𝑝𝑤2
𝑤1

Perhatikan bahwa satuan koefisien perpindahan massa adalah meter per detik dalam satuan SI.

Kita lihat bahwa perbandingan 𝑣⁄𝑎, yaitu angka prandtl, merupakan penghubung antara keceptan dan
medan suhu dan karena itu merupakan parameter yang penting dalam setiap soal perpindahan-kalor
konveksi. Jika kita perhatikan lapisan-batas laminar di atas plat rata di mana terjadi difusi sebagai akibat
suhu kondisi perpindahan-massa pada permukaan, maka kita akan dapat menurunkan suatu persamaan
untuk konsentrasi komponen tertentu di dalam lapisan-batas persamaan itu, ialah

𝜕𝐶𝐴 𝜕𝐶𝐴 𝜕 2 𝐶𝐴
µ +𝑣 =𝐷 2
𝜕𝑥 𝜕𝑦 𝜕 𝑦

dimana 𝐶𝐴 ialah konsentrasi komponen yang berdisfusi melalui lapisan-batas itu. Profil konsentrasi dan
𝑣 𝑣
kecepatan memiliki bentuk yang sama apabila 𝑣 = 𝐷 𝑎𝑡𝑎𝑢 = 1. Perbandingan tak-berdimensi
𝐷 𝐷
disebut angka Schmidt,

𝑉 𝜇
𝑆𝑐 = 𝐷 = 𝑝𝐷

Dan merupakan parameter yang penting bila man kkonveksi dan perpindahan-massa penting. Jika angka
schmidt memainkan peranan yang sama dengan angka prandtl dalam soal-soal perpindahan-kalor
kinveksi. Bila untuk soal-soal perpindahan-kalor konveksi huubungan fungsional koefisien perpindahan-
kalor kita tuliskan sebagai

ℎ𝑥
𝑘
= 𝑓( 𝑅𝑒, Pr )

Maka dalam soal-soal perpindahan massa hubungan fungsional tersebut ialah

ℎ𝑝 𝑥
= 𝑓 (𝑅𝑒, 𝑆𝑐)
𝐷
𝛼
Profil suhu dan profil konsentrasi serupa bila mana 𝛼 = 𝐷 𝑎𝑡𝑎𝑢 𝐷 = 1, dan perbandingan 𝛼/𝐷 disebut
angka Lewis.
𝛼
𝐿𝑒 = 𝐷

Untuk penguapan zaar cair ke udara di dalam kolom-kolom bundar (sirkular) , dimana zat cair
ℎ 𝑥 ℎ𝐷 𝑑
membasahi permukaan, dan udara didorong melalui kolom. Pengelompokan suku 𝐷𝐷 𝑎𝑡𝑎𝑢 𝐷
disebut angka Sherwood.

ℎ𝐷 𝑥
𝑆ℎ = 𝐷

Analogi reynolds untuk aliran dalam pipa dapat dilanjutkan ke soal-soal perpindahan-massa, yaitu untuk
menyatakan koefisien perpindahan-massa dengan faktor-gesek. Analogi itu dapatdituliskan sebagai
berikut :

𝑓
ℎ𝑝/𝜇𝑚 𝑆𝐶 2/3 = 8

Untuk aliran di atas plat rata yang licin, analogi reynolds untuk perpindahan massa menjadi

ℎ𝐷 𝐶
Laminar 𝑆 2/3 = 𝑓 = 0,332 𝑅𝑒 −1
𝜇𝑥 𝐶 2 𝑥 2
ℎ𝐷 𝐶𝑓
Turbulen 𝑆 2/3 = 2 = 0,0296 𝑅𝑒 −1
𝜇𝑥 𝐶 𝑥 5

Contoh
Udara kering pada 1 atm bertiup pada sebuah termometer yang dibalut dengan kain basah. Termometer
ini merupakan termometer cembul-basah (wet-bulb thermometer) yang klasik. Suhu yang di baca oleh
termometer ialah 18,3° C. Berapakah suhu udara kering?

Penyelesaian
Soal ini kita selesaikan dengan mengingat bahwa pada keadaan tunak termometer ini tidak melakukan
pertukaran kalor netto, dan kalor yang di perlukan untuk menguapkan air dari pembalut mestilah
datangnya dari udara. Karena itu kita buat neraca energi berikut :

ℎ𝐴(𝑇𝑥 − 𝑇𝑤 = 𝑚̇𝑤 ℎ𝑓𝑔

dimana h ialah koefisien perpindahan-kalor dan 𝑚̇𝑤 ialah massa air yang menguap. Sekarang,

𝑚̇𝑤 = ℎ𝐷 𝐴(𝐶𝑤 − 𝐶𝑥 )
Sehingga ℎ𝐴(𝑇𝑋 − 𝑇𝑊 ) = ℎ𝐷 𝐴(𝐶𝑤 − 𝐶𝑥 )ℎ𝑓𝑔

𝛼 2
Kita dapatkan 𝑝𝑐𝑝 (𝐷)3 (𝑇𝑥 − 𝑇𝑤 ) = (𝐶𝑤 − 𝐶𝑥 )ℎ𝑓𝑔

Konsentrasi pada permukaan 𝐶𝑤 , ialah yang berhubungan dengan kondisi jenuh pada suhu yang diukur
oleh termometer. Dari daftar tabel uap (steam table) pada 65° 𝐹 [18,3⁰C] :
𝑙𝑏
𝑝𝑥 = 0,3056 𝑖𝑛2 𝑎𝑏𝑠 = 2107 𝑃𝑎
Dan
𝑝𝑤 (2107)(18)
𝐶𝑤 = 𝑅 = (8315)(291,3) = 0.01566 𝑘𝑔/𝑚3
𝑤 𝑇𝑤

Sifat-sifat lain ialah


𝐶𝑤 = 0(karena arus bebas ialah udara kering)
𝑝 103
𝜌 = 𝑅𝑇 = 1,0132 × (287)(291,3) = 1,212 𝑘𝑔/𝑚3
𝑘𝐽 𝛼 𝑆𝑐
𝐶𝑝 = 1,004 .℃ = = 0,845
𝑘𝑔 𝐷 𝑃𝑟
𝐵𝑡𝑢 𝑀𝐽
ℎ𝑓𝑔 = 1057 𝑙𝑏 = 2,456 𝑘𝑔
𝑚
Lalu, dari (a)

𝑇𝑥 − 𝑇𝑤 = (0,01566 − 0)(2,456 × 106 )/


2
(1,212)(1004)(0,845) = 35,36℃
3

𝑇𝑥 = 53,69℃

Perhitungan ini harus dikoreksi kembali dengan menghitung kembali densitas pada suhu rata-rata
aritmetik antara dinding dan arus-bebas. Dengan penyesuaian ini hasilnya ialah :

𝑘𝑔
𝜌 = 1,143 𝑇𝑥 = 55,8℃
𝑚3

Perbandingan 𝑠𝑐 /𝑃𝑟 tidak perlu dikoreksi. Karena parameter ini tidak banyak berubah pada rentang
suhu.

PROSES-PROSES PENGUAPAN AIR DI ATMOSFER


Kita telah menguraikan proses penguapan dan menunjukkan hubungan antara perpindaha-kalor
dan perpindahan-massa. Di udara (atmosfer) proses penguapan dan kondensasi yang berlangsung
dengan berkesinambungan dari tanah, laut dan danau mempengaruhi segala bentuk kehidupan, dan
menyebabkan keragaman sehari-hari iklim yang mengatur lingkungan di bumi kita. Proses-proses ini
sangat rumit karena dalam prakteknya dipengaruhi oleh arus konveksi atmosfer yang sangat
menentukan, tetapi sulit dijelaskan secara analitis.
Pada permukaan, tekanan parsial uap ialah 𝑝𝑠 .tekanan uap ini berangsur-angsur turun jika
ketinggian z bertambah, hingga tercapai nilai “atmosfer bebas” (“free atmosphere”) sebesar 𝑝𝑤 . Difusi
molekular uap-air dapat dituliskan dalam bentuk

𝑚̇𝑤 𝑀 𝑑𝑝𝑤
𝐴
= −𝐷𝑤 𝑅 𝑤𝑇 𝑑𝑧
0
Dimana A ialah luas permukaan yang menjadi perhatian. Dalam penerapan hidrologi, persamaan ini
mudah dinyatakan dengan densitas atmosfer dan tekanan. Tekanan total dinyatakan sebagai
𝑅
𝑝 = 𝜌 𝑀0 𝑇
Dimana 𝜌 dan M masing-masing ialah densitas dan berat molekul udara lembab. Oleh karena
konsentrasi molar uap-air sangat kecil di atmosfer, bobot molekul udara lembab pada hakekatnya sama
dengan bobot molekul udara kering.dengan menggabungkan kedua persamaan di atas sehingga
memberikan:
𝑚̇𝑤 𝑀𝑤 𝜌 𝑑𝑝𝑤
𝐴
= −𝐷𝑤 𝑀𝑎 𝑝 𝑑𝑧
𝑀𝑤
Tetapi = 0.622, sehingga
𝑀𝑎
𝑚̇𝑤 𝜌 𝑑𝑝𝑤
= −0,622𝐷𝑤
𝐴 𝑝 𝑑𝑧
Persamaan berikut dapat diintegrasi sehingga membentuk
𝑚̇𝑤 𝜌 𝑝𝑥 −𝑝∞
𝐴
= 0,622𝐷𝑤 𝑝 𝑧1

Dengan menggunakan kondisi batas


𝑝𝑤 = 𝑝𝑥 𝑝𝑎𝑑𝑎 𝑧 = 0
𝑝𝑤 = 𝑝∞ 𝑝𝑎𝑑𝑎 𝑧 = 𝑧1

Proses difusi uap-air jelas sangat rumit dikarenakan dua hal, yaitu sebagai berikut :
1. Proses difusi uap-air melibatkan gerakan pusaran turbulen (turbulent eddy motion) yang tidak
dapat diabaikan, sehingga koefisien difusi 𝐷𝑤 nyata berubah dengan perubahan ketinggian z
2. Udara jarang tenang dan arus angin sangat mempengaruhi laju penguapan.