Anda di halaman 1dari 11

MAKALAH ALAT UKUR FISIKA

“GERAKAN D’ARSONVAL PADA


AMPEREMETER DAN VOLTMETER”

Dosen Pengampu: Dr. Karya Sinulingga, M.Si

Disusun oleh

Nama kelompok : Kelompok 7

1.Dewi Melia Gultom(4193321017)

2.Elva Sellya R. Tarigan(4193321007)

3.Gracia Rewina Girsang(4192421005)

Jurusan : Fisika

Kelas : Pendidikan Fisika DIK‘A 2019

FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU


PENGETAHUAN ALAM
UNIVERSITAS NEGERI MEDAN
2019
KATA PENGANTAR
Pertama-tama kami ucapkan puji syukur terlebih dahulu atas berkat dan
karunia-Nya, kami dari kelompok 7 dapat menyelesaikan makalah alat ukur fisika
yang berjudul “Gerakan D’Arsonval”. Tak lupa juga, kami ingin berterimakasih untuk
segala bantuan orang-orang terdekat sehingga kami dapat meyelesaikan makalah
ini dengan tepat waktu. Dalam makalah ini, akan ada pembahasan tentang
pengukuran fisika. Semoga makalah ini dapat membantu bagi para pembaca.

Dalam penulisan makalah ini, kami menyadari bahwa makalah ini masih jauh
dari kesempurnan. Oleh karena itu, kritik dan saran dari teman-teman yang bersifat
membangun sangat kami harapkan demi kesempurnaan makalah ini. Atas
perhatiannya, kami ucapkan terimakasih dan selamat membaca makalah ini.

Medan , Oktober 2019

Penyusun

Kelompok 7
PENDAHULUAN

LATAR BELAKANG

Pada alat kumparan putar jenis magnet permanen ,jarum penunjuk meter
akan berhenti apabila torsi penyimpang dan torsi kontrol sama besarnya, sehingga
torsi penympang sebanding dengan arus yang mengalir.Karena alat ukur kumparan
putar jenis magnet permanent bekerja berdasarkan gaya Lorentz maka torsi
penyimpang yang terjadi apabila arus yang melewati kumparan menimbulkan gaya
dikedua sisinya .hal ini sebanding apabila arus yang malalui kumparan 1 ampere
maka magnitude gaya akan ditimbulkan pada tiap sisi kumparan.

Apabila kumparan dipasang pegas-pegas pengatur ,maka torsi


elektromagnetik akan membangkitkan torsi mekanik pegas yang arahnya
berlawanan sehingga kumparan tersebut dapat berputar. Pada saat terjadi
kesetimbangan torsi ,kumparan defleksi dengan sudut tertentu .bresarnya sudut
defleksi ditunjukan oleh jarum penunjuk sehingga dapat ditera antara arus listrik
dan sudut defleksinya. Dan aplikasinya terdapat pada galvanometer arus searah,
fluks meter galvanometer balistik dll.

Dalam penulisan makalah ini penulis akan memaparkan tentang


galvanometer jenis balistik dan suspensi serta menjelaskan beberapa aspek penting
yang terdapat pada galvanometer.
PEMBAHASAN

A. Amperemeter
Amperemeter adalah alat yang digunakan untuk mengukur kuat arus listrik baik
untuk listrik DC maupun AC yang ada dalam rangkaian tertutup. Amperemeter biasanya
dipasang berderet dengan elemen listrik. Cara menggunakannya adalah dengan
menyisipkan amperemeter secara langsung ke rangkaian.

1. Amperemeter DC

Ampere meter arus searah atau sering disebut ampere meter DC adalah alat
ukur yang berfungsi untuk mengetahui besarnya arus listrik (DC) yang mengalir
pada suatu beban listrik atau rangkaian elektronika. Ampere meter menggunakan
gerak d’Arsonval yaitu gerakan dasar PMMC (permanent magnet moving coil) atau
sering juga dikenal dengan galvanometer PMMC.

2. Tahanan Shunt (Shunt resistor)

Gerakan dasar dari sebuah ampermeter arus searah adalah galvanometer


PMMC. Karena gulungan kumparan dari sebuah gerakan dasar adalah kecil dan
ringan dia hanya dapat mengalirkan arus yang kecil. Bila yang akan diukur adalah
arus besar, sebagian besar dari arus tersebut perlu dialirkan ke sebuah tahanan
yang disebut shunt. Tahanan shunt dapat ditentukan dengan menerapkan analisa
rangkaian konvensional terhadap gambar diatas dimana :

Rm = tahanan dalam alat ukur

Rs = tahanan shunt

Im = arus defleksi skala penuh dari alat ukur

Is = arus shunt

I = arus skala penuh ampermeter termasuk arus shunt.

Karena tahanan shunt paralel terhadap alat ukur (ampermeter), penurunan


tegangan pada tahanan shunt dan alat ukur harus sama dan dituliskan

Vshunt = Valat ukur

IsRs = ImRm
Tahanan shunt yang digunakan dalam sebuah alat ukur dasar bisa terbuat
dari sebuah kawat tahanan bertemperatur konstan yang ditempatkan di dalam
instrumen atau sebuah shunt luar yang memiliki tahanan yang sangat rendah.

3. Shunt Ayrton

Batas ukur sebuah ampermeter arus searah (dc) masih dapt diperbesar
dengan menggunakan sejumlah tahanan shunt yang dipilih melalui sakelar
rangkuman. Alat ukur seperti ini disebut ampermeter rangkuman ganda. Alat ini
ditunjukkan pada berikut.

Rangkaian ini memiliki empat shunt Ra, Rb, Rc, dan Rd yang dihubungkan
paralel terhadap alat ukur agar menghasilkan empat batas ukur yang berbeda.
Saklar S adalah sebuah sakelar posisi ganda dari jenis menyambung sebelum
memutuskan (make-before break), sehingga alat pencatat tidak akan rusak, oleh
karena tidak terlindungnya rangkaian tanpa sebuah shunt sewaktu pengubahan
batas ukur. Shunt universal atau shunt ayrton dalam gambar diatas mencegah
kemungkinan pemakaian alat ukur tanpa tahanan shunt. Keuntungan yang
diperoleh adalah nilai tahanan total yang sedikit lebih besar. Shunt Ayrton ini
memberikan kemungkinan yang sangat baik untuk menerapkan teori dasar
rangkaian listrik dalam sebuah rangkaian praktis.

4. Tindakan pencegahan yang harus diperhatikan bila menggunakan sebuah


ampermeter adalah:

· Jangan sekali-kali menghubungkan ampermeter ke sumber tegangan.


Karena tahanannya yang rendah dia akan mengalirkan arus yang tinggi sehingga
merusak alat tersebut. Sebuah ampermeter harus selalu dihubungkan seri terhadap
beban yang mampu membatasi arus.

· Periksa polaritas yang tepat. Polaritas yang terbalik menyebabkan


defleksi yang berlawanan yang dapat merusak jarum penunjuk.

· Bila menggunakan alat ukur rangkuman ganda, mula-mula gunakan


rangkuman yang tertinggi; kemudian turunkan sampai diperoleh defleksi yang
sesungguhnya. Untuk memperbesar ketelitian pengukuran, gunakan rangkuman
yang menghasilkan pembacaan terdekat ke skala penuh.

B. Voltmeter
Voltmeter adalah alat ukur yang digunakan untuk mengukur besara
tegangan atau beda potensial listrik antara dua titik pada suatu rangkaian listrik
yang dialiri arus listrik. Pada alat ukur voltmeter ini biasanya ditemukan tulisan
voltmeter (V), milivoltmeter (mV), mikrovoltmeter, dan kilovolt (kV). Sekarang ini,
voltmeter ditemukan dalam dua jenis yaitu voltmeter analog (jarum penunjuk) dan
voltmeter digital. Voltmeter memiliki batas ukur tertentu, yakni nilai tegangan
maksimum yang dapat diukur oleh voltmeter tersebut. Jika tegangan yang diukur
oleh voltmeter melebihi batas ukurnya, voltmeter akan rusak.

1. Voltmeter AC
Voltmeter AC digunakan untuk mengukur tegangan bolak balik pada beban
sumbertegangan listrik bolak balik. Voltmeter dipasang secara parallel. Kalibrasi
dilakukan denganmemutar jarum hingga menunjuk angka nol volt. Batas ukur (BU)
adalah kemampuanmaksimum voltmeter AC untuk mengukur besar tegangan
listrik. Skala penuh (SP) adalah batas terbesar dari posisi jarum pembacaan.

2. Sensitivitas voltmeter

Sensitivitas (S) adalah Kebalikan dari defleksi skala penuh alat ukur yaitu:
S = 1 / Idp Sensitivitas (S) dapat digunakan pada metode sensitivitas untuk
menentukan tahanan pengali voltmeter arus searah.

R = (S x V) – Rm

Dimana : S = sensitivitas voltmeter,ohm/volt

V = rangkuman tegangan yang ditentukan oleh posisi sakelar

Rm = tahanan-dalam alat ukur (ditambah tahanan seri)

Rs = tahanan pengali Efek pembebanan

Bila sebuah voltmeter dihubungkan antara dua titik di dalam sebuah


rangkaian tahanan tinggi, dia bertindak sebagai shunt bagi bagian rangkaian
sehinga memperkecil tahanan ekivalen dalam bagian rangkaian tersebut. Berarti
voltmeter akan menghasilkan penunjukan tegangan yang lebih rendah dari yang
sebenarnya sebelum dihubungkan. Efek ini disebut efek pembebanan instrumen
yang terutama disebabkan oleh sensitivitas rendah.

3. Penggerak Meter d’Arsonval dengan penyearah Setengah Gelombang

Dalam sebelumnya telah didiskusikan tentang pengukuran arus dan


tegangan searah, serta pengukuran resistansi, dengan menggunakan meter
penggerakd'Arsonval; merupakan peralatan yang tanggap terhadap arus searah
(DC).Dalam bab ini kita akan mengungkapkan tentang penggunaan meter penggerak
d'Arsonvaluntuk mengukur arus dan tegangan bolak-balik. Untuk mengukur arus
bolak-balik dengan penggerak meter d'Arsonval, pertama
tama kita harus menyearahkan arus bolak-balik dengan menggunakan sebuah dioda
penyearah untuk menghasilkan aliran arus searah. Beberapa jenis
dari penyearah menggunakan sebuah penyearah oksida tembaga (CuO), dioda tabun
ghampa, suatu semikonduktor atau dioda "kristal".

Jika kita tambahkan sebuah dioda pada rangkaian voltmeter yang


telahdidiskusikan pada sebelumnya, seperti yang ditunjukkan pada gambar 19, kita
akan memiliki kemampuan pengukuran tegangan AC. Suatu pengali yang
melipatkan 10 kali dari harga ini adalah 10V, input DC
akan menyebabkan penyimpangan skala penuh dengan tepat saat dihubungkandeng
an polaritas yang ditunjukkan pada gambar . Bias maju dioda akan
tidak berpengaruh pada operasi rangkaian jika kita anggap sebagai
dioda ideal.Sekarang andaikata kita memberi input DC 10 volt dengan
inputgelombang sinus 10 V rms. Tegangan pada penggerak meter hanya setengah
siklus positip dari gelombang sinus yang disebabkan oleh penyerahan dari
dioda. Harga puncak 10 V rms gelombang sinus adalah :

Ep = 10 Vrms x 1 .414 = 14.14 V puncak

Penggerak meter DC akan tanggap pada harga rata-rata dari gelombang


sinusAC dimana harga rata-rata sama dengan 0,636 kali harga puncak. Harga rata-
ratauntuk input tersebut diatas adalah :

Eav = Epx 0.636=14.14Vx 0.636=8.99 V

Keseluruhannya, harga rata-rata yang melampaui seluruh siklus


adalahsetengah harga rata-rata dari 8,99 V atau sekitar 4,5 V. Dengan demikian,
dapat kitalihat bahwa penunjuk pengukuran menyimpang skala penuh pada
sinyal 10 V DCdiberikan hanya menyimpang pada 4,5 V, saat diberikan sinyal
ACsinusoidal 10 V rms.
Gambar Perubahan voltmeter AC untuk mengukur tegangan DC

Selama setengah siklus negatip tidak konduk. Hal ini berarti bahwa
padakenyataannya voltmeter AC tidak sesensitif voltmeter DC, suatu voltmeter AC
yangmenggunakan penyearahan setengah gelombang kira-kira sensitifitasnya
hanya 45%dari voltmeter DC.Sebenarnya, rangkaian akan memungkinkan untuk
dirancang pada penyimpangan skala penuh dengan memberikan tegangan AC 10 V
rms,yang berarti bahwa resistor pengali akan hanya 45% dari harga resistor pengali
untuk voltmeterDC 10 V. Selama kita lihat bahwa tegangan DC ekivalen sama
dengan 45% dari hargaRMS pada tegangan AC, kita dapat menyatakannya dalam
bentuk suatu persamaanuntuk menghitung harga resistor pengali sebagai : 45,0 Kita
dapat mengambil kesimpulan dari persamaan di atas, untuk penyearahsetengah
gelombang, bahwa Senac=0,45 Sendc

Secara komersial, memproduksi voltmeter AC yang


menggunakan penyearahan setengah gelombang menjadikan kita untuk menambah
kan dioda dansebuah shunt seperti yang ditunjukkan pada gambar dibawah

Gambar Penyearah setengah gelombang menggunakan


penyearah dan shunt resistor

Dioda ganda ini dibuat dalam kemasan tunggal yang secara umum
disebutdengan suatu penyearah instrumen. Penambahan dioda D dibias mundur
padasetengah siklus positip dan sebenarnya tidak mempunyai pengaruh terhadap
kerjarangkaian. Pada setengah siklus negatip, D di bias maju dan memberikan
lintasanyang
bergantian pada kebocoran arus saat dibias oundur yang pada keadaan
normalmengalir melewati penggerak meter dan dioda D1Tujuan dari resistor shunt
R adalah untuk menaikkan arus yang melewati Dselama setengaa siklus positip
sehingga dioda beroperasi pada ukuran yanglebih linier dari kurva karakteristiknya.
Dengan demikian resistor shunt inimemperbaiki kelinieran meter pada batas
tegangan rendah AC, yang jugamenghasilkan sensitifitas yang lebih baik.

4. Penggerak Meter d’Arsonval dengan penyearah Gelombang Penuh

Gambar Penyearah jembatan gelombang penuh digunakan voltmeter AC

Pada voltmeter AC lebih sering yang berkeinginan untuk


menggunakan penyearah gelombang penuh dari pada penyearah setengah gelomba
ng, karenamemiliki sensitifitas yang lebih tinggi. Jenis rangkaian yang paling banyak
digunakan penyearah gelombang penuh adalah penyearah jenis jembatan.
Selamasetengah siklus positip, arus mengalir melalui dioda D2, melewati penggerak
meterdari positip menuju negatip, dan melewati D3. Polaritas dalam
rangkaian pada transformer sekunder adalah untuk setengah siklus positip. Selama
arus mengalirmelalui penggerak meter pada kedua siklus setengah, kita
mengharapkan penyimpangan penunjuk menjadi
lebih besar dari pada dengan penyearah setengahgelombang saat arus dialirkan
hanya pada setiap setengah siklus lainnya, atau
jika penyimpangan tetap sama maka instrumen yang menggunakan penyearahangel
ombang penuh akan memiliki sensitifitas yang lebih besar

Voltmeter AC menggunakan penyearah gelombang penuh

Berdasarkan rangkaian yang ditunjukkan pada gambar di atas. Harga


puncakdari sinyal 10 Vrms dihitung dengan penyearah setengah gelombang adalah
E p = 1,414 x E rms = 14,14 V peak

Rata-rata, atau DC, harga dari pulsa gelombang sinusadalah: E ave= 0,636 Ep = 9 V

Dengan demikian kita dapat melihat bahwa tegangan 10 y adalah


samadengan 9Vdc. Saat menggunakan penyearahan gelombarig penuh. Hal ini
berarti bahwasebuah voltmeter AC yang menggunakan penyearahan gelombang
penuh mempunyaisensitifitas yang sama dengan 90% dari sensitifitas DC, atau
mempunyai dua kalisensitifitas dari rangkaian yang menggunakan penyearahan
setengah gelombang. Sepertihalnya pada penyearah setengah gelombang, yang
berarti bahwa harga resistor pengaliakan hanya 90% dari harga voltmeter DC 10 V.
Kit*, dapat menulisnya untuk penyearah gelombang penuh sebagai :Sac = 0,9
SdcSebagai catatan bahwa voltmeter yang menggunakan penyearahan
setengahgelombang atau gelombang penuh hanya cocok untuk pengukuran
gelombangAC sinusoidal. Juga, persamaan yang ditunjukkan menjadi tidak berlaku
lagiuntuk bentuk gelombang non sinusoidal misal: gelombang persegi, gelombang
segitigadan gelombang gigi gergaji.

5. Tindakan pencegahan

Umumnya bila menggunakan sebuah voltmeter adalah: Periksa polaritas


yang benar. Polaritas yang salah (terbalik) menyebabkan voltmeter menyimpang
kesumbat mekanis dan ini dapat merusak jarum. Hubungkan voltmeter paralel
terhadap rangkaian atau komponen yang akan diukur tegangannya. Bila
menggunakan rangkuman ganda, gunakan selalu rangkuman tertinggi dan
kemudian turunkan sampai diperoleh pembacaan naik yang baik. Selalu hati-hati
terhadap efek pembebanan. Efek ini dapat diperkecil dengan menggunakan
rangkuman setinggi mungkin (dan sensitivitas paling tinggi). Ketepatan pengukuran
berkurang bila penunjukan berada pada skala yang lebih rendah.
PENUTUP
KESIMPULAN

Mengukur menggunakan alat ukur elektronik mungkin menjadi sesuatu yang


menakutkan bagi sebagian orang.Hal-hal seperti ini harus dihilangkan karena hal
tersebut dapatmenjadi kendala pada saat kita melakukan pengukuran.

Mengukur tidaklah susah jika kita tidak membuatnya susah.Yang harus kita
perhatikan ketika ingin memulai suatu pengukuran adalah bagaimana langkah-
langkahnya atau prosedur pengukuran tersebut.Apabila dalam melakukan suatu
pengukuran kita telah melaksanakannya sesuai prosedur,maka hasilnya pun akan
sesuai dengan apa yang kita harapkan.

Maka dari itu,janganlah pernah takut untuk melakukan sebuah pengukuran


menggunaakan alat ukur elektronik. Mudah-mudahan makalah ini bisa menjadi
suatu referensi untuk kita untuk mulai mencoba melakukan pengukuran
menggunakan alat ukur elektronik.