Anda di halaman 1dari 2

1. Jelaskan unsur dan kedudukan prinsip akuntansi berterima umum !

Unsur & kedudukan prinsip akuntasi berterima umum (GAAP) :

PRINSIP Bersifat umum dan universal dalam arti bahwa prinsip ini merupakan seperangkat
AKUNTANSI konsep, standar, prosedur, moetode dan teknik sebagai objek pengetahuan akuntansi
dan istilah ini dipakai dalam konteks teoritis

PRINSIP Berupa sekumpulan konsep, standar, prosedur, metode, konvensi, kebiasaan dan
AKUNTANSI praktik yang dipilih atau dianggap berterima secara umum serta dijadikan pedoman
BERTERIMA umum di lingkungan (negara) tertentu
UMUM

Pengumuman/ketentuan resmi yang dikeluarkan oleh badan yang berwenang


STANDAR mengenai konsep, standar, dan metode yang dinyatakan sebagai pedoman utama
AKUNTANSI dalam praktik akuntansi perusahaan dalam lingkungan (negara) sepanjang ketentuan
ini relevan dengan keadaan perusahaan atau unit usaha tertentu.

Yang diatur dalam standar akuntansi :


1. Pengukuran atau penilaian : Penentuan jumlah rupiah suatu transaksi yang harus dicatat
2. Definisi elemen dan pos laporan keuangan
3. Pengakuan (recognition) : Diakui=jumlah rupiah transaksi tersebut dicatat ke dalam sistem
pencatatan sehingga akan mempengaruhi laporan keuangan
4. Pengungkapan/penyajian (disclosure/presentation) :
Bagaimana suatu informasi keuangan disajikan dalam laporan keuangan.

Pelaporan Keuangan :
Seluruh upaya dan pemikiran tentang informasi apa yang harus dimasukkan dalam sistem
pelaporan , kualitas informasi dan bagaimana cara pengungkapan informasi tersebut.

2. Jelaskan tiga pengelompokan arus kas dan contoh transaksi yang termasuk didalamnya!

 Arus Kas Operasional (Operational Cash Flow)


Arus kas operasional adalah arus kas yang terkait dengan operasional perusahaan pada masa
periode tertentu. Sebagai contoh seperti, penjualan barang dan jasa dari pelanggan, pembelian
persediaan, atau perlengkapan yang umurnya diperkirakan kurang dari setahun, utang kepada
supplier dan beban operasional lainnya.
 Arus Kas Pembiayaan (Financing Cash Flow)
Arus kas pembiayaan adalah arus kas yang terkait dengan aktivitas pembiayaan perusahaan
(pengurangan dan penambahan modal) pada masa periode tertentu. Seperti penyetoran modal
awal, utang bank atau obligasi dan penerbitan saham.
 Arus Kas Investasi (Investing Cash Flow)
Arus kas investasi adalah arus kas masuk dan keluar yang terkait dengan aktivitas investasi
perusahaan pada periode tertentu. Contohnya, pembelian/penjualan aktiva tetap atau investasi
jangka panjang lainnya.

3. Pada tanggal 20 Desember 2018 dibeli persediaan dagang senilai Rp.20 juta, tetapi
pembayaran atas pembelian tersebut akan dilakukan pada 10 Januari 2019. Dari ilustrasi tsb
jelaskan pengakuan transaksi basis akrual!

Persediaan Dagang Rp 20.000.000


Utang Rp. 20.000.000
Basis ini merupakan dasar pengakuan atas suatu transaksi atau peristiwa ketika ia terjadi tanpa
memperhatikan diterima atau dikeluarkannya kas atau setara kas yang terkait. Konsep dasar basis
akrual diterapkan pada soal di atas adalah Pengakuan Beban Hal ini diakui ketika perusahaan
sudah memiliki kewajiban untuk membayar meskipun perusahaan belum melakukan pembayaran
sama sekalipun.

4. Berikanlah contoh ilustrasi dengan kenaikan harga untuk menentukan penggolongan inflasi
berdasarkan tingkatannya!
Berdasarkan sifatnya, inflasi terbagi menjadi 4 jenis:

 INFLASI RINGAN/MERAYAP (CREEPING INFLATION)


Inflasi ini ditandai dengan peningkatan laju inflasi yang rendah. Biasanya, kurang dari 10%
setahun. Ciri dari inflasi ini adalah kenaikan harga yang relative lambat dan berlangsung dengan
lambat.
 INFLASI SEDANG (GALLOPING INFLATION)
Inflasi ini sedikit lebih tinggi dibandingkan inflasi ringan. Lajunya berkisar antara 10-30% per
tahun. Jenis inflasi ini ditandai dengan kenaikan harga yang cukup besar dalam waktu yang
singkat.
 INFLASI BERAT (HIGH INFLATION)
Sesuai dengan namanya, kategori inflasi ini adalah inflasi yang tergolong berat. Mencakup laju
mulai dari 30-100% setahun. Pada tingkat ini, harga kebutuhan masyarakat naik secara signifikan
dan sulit dikendalikan.
 INFLASI SANGAT BERAT (HYPERINFLATION)
Jenis inflasi ini sangat dirasakan karena terjadi secara besar-besaran dan mencapai lebih dari
100% setahun. Indonesia pun pernah mengalami hiperinflasi, lho! Bahkan mencapai 600% di
tahun 1998. Penyebabnya, karena terjadinya pencetakan uang secara besar-besaran demi
menutup defisit anggaran pada waktu itu.

5. Diketahui saldo kas pada 31 Desember tahun 2016 adalah 24.000. saldo kas pada 31
Desember tahun 2017 adalah 36.000, dengan angka indeks tahun 2016 adalah 100. Selanjutnya
diketahui saldo kas pada tahun 2018 adalah 18.000.
Dari ilustrasi di atas buatlah analisis tren angka indeks tahun ke 2017 & 2018.