Anda di halaman 1dari 14

A.

Pengertian

Berikut ini beberapa pengertian tablet :

1. Menurut FI Edisi IV

Tablet adalah sediaan padat mengandung bahan obat dengan atau tanpa
bahan pengisi.

2. Menurut British Pharmacopeae ( BP 2002)

Tablet adalah Sediaan padat yang mengandung satu dosis dari beberapa
bahan aktif dan biasanya dibuat dengan mengempa sejumlah partikel yang
seragam.

3. Menurut Formularium Nasional Edisi II

Tablet adalah sediaan padat kompak, dibuat dengan cara kempa cetakdalam
bentuk umumnya tabung pipih yang kedua permukaannya rata atau
cembung, mengandung obat dengan atau tanpa zat pengisi.

4. Menurut ANSEL Edisi IV

Tablet adalah bahan obat dalam bentuk sediaan padat yang biasanya dibuat
dengan penambahan bahan tambahan farmasetika yang sesuai.

B. Penggolongan
1. Berdasarkan Metode Pembuatan

Dikenal dua jenis tablet berdasarkan metode pembuatan, yaitu


tablet cetak dan tablet kempa.

a. Tablet cetak

Dibuat dari bahan obat dan bahan pengisi, umumnya mengandung


laktosa dan serbuk sukrosa salam berbagai perbandingan. Massa dibasahi
dengan Etanol prosentasi tinggi kadar Etanol tergantung dengan
kelarutan zat aktif dan bahan pengisi dalam pelarut, serta kekerasan tablet
yang diinginkan. Pembuatan dengan cara menekan massa serbuk lembab
dengan tekanan rendah pada lubang cetakan. Kemudian dikeluarkan dan

1
dibiarkan kering. Tablet cetak agak rapuh sehingga tablet dapat di potek
dan harus hati-hati saat pengemasan dan pendistribusiannya., besar
tekanan pada tablet 25-50 bar. Kepadatan tablet tergantung pada
pembentukan kristal yang terbentuk selama pengeringan, tidak
tergantung pada kekuatan yang diberikan.

b. Tablet kempa

Tablet kempa didefinisikan sebagai bentuk sediaan padat yang dibuat


dengan cara pengempaan dari sebuah formula dengan memberikan
tekanan tinggi (tekanan di bawah beberapa ratus kg/cm2) pada
serbuk/granul menggunakan pons/cetakan baja. Umumnya tablet kempa
mengandung zat aktif, bahan pengisi, bahan pengikat, desintegran, dan
lubrikan, tetapi dapat juga mengandung bahan pewarna, bahan
pengaroma, dan bahan pemanis.Tablet biasanya mempunyai ketebalan
kurang dari ½ diameternya.Tablet kempa ganda, tablet kempa yang
dibuat dengan lebih dari satu kali siklus tekanan.

2. Berdasarkan Distribusi Obat dalam Tubuh

Berdasarkan distribusi obat dalam tubuh, tablet dibedakan menjadi


dua kelompok, yaitu:

a. Untuk pengobatan local

1) Tablet untuk vagina (ovula), digunakan sebagai anti infeksi, anti


fungi, hormon local.

2) Tablet untuk penis (basila), di gunakan sebagai anti infeksi

3) Tablet hisap (lozenges) untuk mulut dan tenggorokan

b. Untuk pengobatan sistemik, per oral. Tablet yang bekerja sistemik dapat
dibedakan menjadi

1) Short acting/ jangka pendek : dalam satu hari memerlukan beberapa


kali menelan obat. Obat bekerja tidak lebih dari 8 jam

2
2) Long acting/ jangka panjang : dalam satu hari cukup menelan satu
tablet. Obat bekerja lebih dari 8 jam.

3. Berdasarkan Jenis Bahan Penyalut

Berdasarkan jenis bahan penyalut, tablet dapat dibedakan menjadi:

a. Tablet salut biasa / salut gula (dragee), Adalah tablet kempa yang disalut
dengan beberapa lapisan gula baik berwarna maupun tidak. Lapisan gula
berasal dari suspensi dalam air mengandung serbuk yang tidak larut,
seperti pati, kalsium karbonat, talk, atau titanium dioksida yang
disuspensikan dengan gom akasia atau gelatin.
b. Tablet salut selaput (film-coated tablet), Tablet kempa yang disalut
dengan salut tipis, bewarna atau tidak dari bahan polimer yang larut
dalam air yang hancur cepat di dalam saluran cerna. Penyalutan tidak
perlu berkali-kali. Disalut dengan hidroksi propil metil selulosa, metil
selulosa, hidroksi propil selulosa, Na-CMC, dan campuran selulosa asetat
ftalat dengan PEG yang tidak mengandung air atau mengandung air.
c. Tablet salut kempa adalah tablet yang disalut secara kempa cetak dengan
massa granulat yang terdiri atas laktosa, kalsium fosfat, dan zat lain yang
cocok. Mula-mula dibuat tablet inti, kemudian dicetak lagi bersama
granulat kelompok lain sehingga terbentuk tablet berlapis (multi layer
tablet). Tablet ini sering di gunakan untuk pengobatan secara repeat
action.
d. Tablet salut enteric (enteric-coated tablet), atau lepas tunda, Adalah
tablet yang dikempa yang disalut dengan suatu zat yang tahan terhadap
cairan lambung, reaksi asam, tetapi terlarut dalam usus halus. maka
diperlukan penyalut enterik yang bertujuan untuk menunda pelepasan
obat sampai tablet melewati lambung. Bahan yang sering digunakan
adalah alol, keratin, selulosa acetat phtalat.
e. Tablet lepas lambat, Tablet yang pelepasan zat aktifnya dimodifikasi
sehingga tablet tersebut melepaskan dosis awal yang cukup untuk efek
terapi yang kemudian disusul dengan dosis pemeliharaan sehingga

3
jumlah zat aktif atau konsentrasi zat aktif dalam darah cukup untuk
beberapa waktu tertentu. (misal tablet lepas lambat 6 jam, 12 jam, dsb).
f. Tablet berlapis, tablet yang disiapkan dengan pengempaan granuler tablet
pada granulasi yang baru dikempa. Proses ini dapat diulangi untuk
menghasilkan tablet berlapis banyak dari 2 atau 3 lapisan.

Tujuan Penyalutan Tablet

1) Melindungi zat aktif yang bersifat higroskopis atau tidak tahan pada
pengaruh udara , kelembapan dan cahaya.

2) Menutupi rasa dan bau yang tidak enak

3) Membuat penampilan yang lebih baik dan menarik

4) Mengatur tempat pelepasan obat dalam saluran cerna. Misalnya tablet


enteric yang pecah di usus

4. Berdasarkan Cara Pemakaian

Berdasarkan cara pemakaiannya, tablet dapat dibagi menjadi:

a. Tablet biasa / tablet telan.

Dibuat tanpa penyalut, digunakan per oral dengan cara ditelan, pecah di
lambung.

b. Tablet kunyah (chewable tablet)

Bentuknya seperti tablet biasa, cara pakainya dikunyah dulu dalam mulut
kemudian ditelan, umumnya tidak pahit. Dimaksudkan untuk dikunyah
sehingga meninggalkan residu yang memberikan rasa enak di
mulut.Diformulasikan untuk anak-anak, antasida dan antibiotic tertentu.
Dibuat dengan cara dikempa .biasanya digunakan manitol, sorbitol dan
sukrosa sebagai pengikat dan pengisi. Tablet kempa yang mengandung
zat aktif dan eksipien yang harus dikunyah sebelum ditelan.

4
c. Tablet hisap (lozenges, trochisi, pastiles)

Sediaan padat yang mengandung satu atau lebih bahan obat, umumnya
dengan bahan dasar beraroma dan manis, yang membuat tablet melarut
atau hancur perlahanlahan dalam mulut. Tablet yang mengandung zat
aktif dan zat-zat penawar rasa dan bau, dimaksudkan untuk disolusi
lambat dalam mulut untuk tujuan lokal pada selaput lendir mulut. Tablet
ini dibuat dengan cara tuang disebut pastilles atau dengan cara kempa
tablet menggunakan bahan dasar gula disebut trochisi. Umumnya
mengandung antibiotic, antiseptic, adstringensia.

d. Tablet larut (effervescent tablet)

Dibuat dengan cara dikempa. Selain zat aktif, tablet mengandung


campuran zat asam dan natrium bikarbonat yang jika dilarutkan dengan
air akan menghasilkan CO2. Diberi wadah yang tertutup rapat dan
terlindung dari lembab, di etiket diberi tanda “bukan untuk ditelan”.
Tablet ini harus dilarutkan dalam air baru diminum.Contohnya Ca-D-
Redoxon, tablet efervesen Supradin.

e. Tablet Implantasi (Pelet)

Tablet kecil, bulat atau oval putih, steril, dan berisi hormon steroid,
dimasukkan ke bawah kulit dengan cara merobek kulit sedikit, kemudian
tablet dimasukkan, dan kulit dijahit kembali. Zat khasiat akan dilepas
perlahan-lahan. Dibuat berdasarkan teknik aseptik, mesin tablet harus
steril. Dimaksudkan untuk implantasi subkutan (Untuk KB, 3-6 bulan,
mencegah kehamilan).

f. Tablet hipodermik (hypodermic tablet)

Tablet cetak/kempa yang dibuat dari bahan mudah larut/melarut


sempurna dalam air. Umumnya digunakan untuk membuat sediaan
injeksi steril dalam ampul dengan menambahkan pelarut steril (FI IV).
Umumnya berbobot 30 mg dan disuntikkan di bawah kulit (subkutan).
Dilarutkan lebih dahulu sebelum dijadikan injeksi hipodermik.

5
g. Tablet bukal (buccal tablet)

Digunakan dengan cara meletakkan tablet diantara pipi dan gusi,


sehingga zat aktif diserap secara langsung melalui mukosa mulut. Tablet
biasanya berbentuk oval, keras dan berisi hormon. Bekerja sistemik,
tererosi atau terdisolusi di tempat tersebut dalam waktu yang lama
(secara perlahan).

h. Tablet sublingual

Digunakan dengan cara meletakkan tablet di bawah lidah sehingga zat


aktif secara langsung melalui mukosa mulut, diberikan secara oral. Tablet
kempa berbentuk pipih yang berisi nitrogliserin. Biasanya untuk obat
penyempitan pembuluh darah ke jantung (angina pectoris) sehingga
harus cepat terlarut agar dapat segera memberi efek terapi. Diabsorbsi
oleh selaput lendir di bawah lidah.

i. Tablet vagina (ovula)

Tablet kempa yang berbentuk telur (ovula) untuk dimasukkan dalam


vagina yang di dalamnya terjadi disolusi dan melepaskan zat aktifnya.
Biasanya mengandung antiseptik, astringen. Digunakan untuk infeksi
lokal dalam vagina dan mungkin juga untuk pemberian steroid dalam
pengobatan sistemik. Tablet vagina mudah melemah dan meleleh pada
suhu tubuh, dapat melarut dan digunakan sebagai obat luar khusus untuk
vagina.

j. Tablet Rektal

Tablet kempa yang mengandung zat aktif yang digunakan secara rektal
(dubur) yang tujuannya untuk kerja lokal atau sistemik.

6
C. Komponen Tablet

Komponen atau formulasi tablet kempa terdiri dari zat aktif bahan
pengisi, bahan pengikat, desintegran, dan lubrikan, dapat juga mengandung
bahan pewarna, yang diabsorpsikan pada alumunium hidroksida yang tidak
larut yang di izinkan pada pengaroma dan bahan pemanis.

1. Zat aktif

Secara luas obat atau bahan aktif yang diberikan secara oral dalam
bentuk tablet dikelompokkan menjadi :

a. Zat Aktif Tidak Larut Air (Insoluble Drugs)

Zat ini cenderung digunakan untuk memberikan efek lokal pada saluran
pencernaan (seperti antasida dan adsorben).

b. Zat Aktif Larut Air (Suluble Drugs)

Zat ini cenderung digunakan untuk memberikan efek sistemik dengan


terdisolusi dan terabsorpsi pada usus.

2. Eksipien atau bahan tambahan.

Eksipien adalah zat yang bersifat inert secara farmakologi yang


digunakan sebagai zat pembantu dalam formulasi tablet untuk memperbaiki
sifat zat aktif, membentuk tablet dan mempermudah teknologi pembuatan
tablet. Eksipien harus memiliki kriteria sebagai berikut :

a. Bahan pengisi (diluent)

Berfungsi untuk memperbesar volume massa agar mudah di cetak atau di


buat. Bahan pengisi di tambahkan jika zat aktif sedikit sulit dikempa
biasanya digunakan Saccharum lactis, Amylum manihot, calcii phospas,
calcii carbonas dan zat lain yang cocok.

7
b. Bahan pengikat (binder)

Dimaksudkan agar tablet tidak pecah atau retak, dapat merekat.Biasanya


yang digunakan adalah mucilago Gummi Arabici 10 -20 % (panas solutio
Mythylcellulosum 5%).

c. Bahan penghancur/pengembang (disintegrant)

Dimaksudkan agar tablet dapat hancur dalam perut.Biasanya yang


digunakan adalah amilum manihot kering, gelatinum, agar – agar,
natrium alginat.

d. Bahan pelicin (lubrikan/lubricant)

berfungsi mengurangi gesekan selama proses pengempaan tablet dan


juga berguna untuk mencegah massa tablet melekat pada
cetakan(matrys). Biasanya digunakan talkum 5 %,Magnesium
stearas,Acidum Stearicum.

e. Perbaikan Aliran atau Glidan

Bahan yang dapat meningkatkan kemampuan, mengalir serbuk,


umumnya di gunakan dalam kempa langsung tanpa proses granulasi.
misal: silika pirogenik koloidal.

f. Bahan Penyalut

Untuk maksud dan tujuan tertentu tablet disalut dengan zat penyalut yang
cocok,biasanya berwarna atau tidak.

3. Adjuvant

Adjuvant adalah zat tambahan dalam formula sediaan obat yang


ditambahkan dalam jumlah kecil untuk maksud pemberian warna, penawar
bau, dan rasa.Contohnya :

a. Bahan pewarna (coloris agent)

Berfungsi untuk menutupi warna obat yang kurang baik, identifikasi


produk, dan untuk membuat suatu produk lebih menarik.

8
Tabel Jenis pewarna (sintetik yang biasa digunakan)

Pewarna Nama umum

Red 3 Erytrosine

Red 40 Allura red AC

Yellow 5 Tartrazine

Yellow 6 Sunset Yellow

Blue 1 Brilliant Blue


b. Pemanis dan pemberi rasa (Sweetners dan Flavor)

Penambahan pemanis dan pemberi rasa biasanya hanya untuk tablet-


tablet kunyah, hisap, buccal, sublingual, effervesen dan tablet lain yang
dimaksudkan untuk hancur atau larut di mulut.

Tabel beberapa pemanis yang biasa digunakan

Pemanis Alami Pemanis Sintetis atau Buatan

Mannitol Sakarin

Lactosa Siklamat

Sukrosa Aspartame

Dektrosa

D. Cara Pembuatan Obat yang Baik ( CPOB )

Terdapat 3 metode dalam pembuatan tablet kompresi yaitu : metode


granulasi basah, metode granulasi kering, dan metode cetak langsung.

1. Metode Granulasi Basah

Metode granulasi basah ini merupakan salah satu metode yang


paling sering digunakan dalam memproduksi tablet kompresi. Langkah-
langkah yang diperlukan dalam pembuatan tablet dengan metode granulasi
basah ini dapat dibagi sebagai berikut, yaitu menimbang dan mencampur

9
bahan-bahan yang diperlukan dalam formulasi, pembuatan granulasi basah,
pengayakan adonan lembab menjadi pelet atau granul, kemudian dilakukan
pengeringan, pengayakan kering, pencampuran bahan pelicin, dan
pembuatan tablet dengan kompresi.

Keuntungan metode granulasi basah:

a. Meningkatkan kohesifitas dan kompaktibilitas serbuk sehingga


diharapkan tablet yang dibuat dengan mengempa sejumlah granul pada
tekanan kompresi tertentu akan menghasilkan bentuk tablet yang bagus,
keras, dan tidak rapuh.

b. Mencegah segregasi komponen penyusun tablet yang telah homogen


sebelum proses pencampuran.

c. Zat-zat yang bersifat hidrofob, dapat memperbaiki kecepatan pelarutan


zat aktif dengan perantara cairan pelarut yang cocok dengan bahan
pengikat.

Kekurangan metode granulasi basah:

1) Banyak tahap dalam proses produksi yang harus divalidas.

2) Biaya cukup tinggi.

3) Zat aktif yang sensitif terhadap lembab dan panas tidak dapat dikerjakan
dengan cara ini. Untuk zat termolabil dilakukan dengan pelarut.

2. Metode Granulasi Kering (Slugging)

Metode ini telah digunakan bertahun-tahun dan merupakan bentuk


yang berharga terutama pada keadaan dimana dosis efektif terlalu tinggi
untuk kempa langsung dan bahan-bahan yang digunakan peka terhadap
pemanasan, kelembaban atau keduanya.Metode ini khususnya untuk bahan-
bahan yang tidak dapat diolah dengan metode granulasi basah, karena
kepekaannya terhadap uap air atau karena untuk mengeringnyadiperlukan
temperatur yang dinaikkan. Tahap pembuatan ini yaitu partikel zat aktif dan
eksipien dengan mengempa campuran bahan kering menjadi massa padat

10
yang selanjutnya dipecah lagi untuk menghasilkan partikel yang berukuran
lebih besar dari serbuk semula (granul). Prinsip dari metode ini adalah
membuat granul secara mekanis, tanpa bantuan bahan pengikat dan pelarut,
ikatannya didapat melalui gaya.

Keuntungan cara granulasi kering adalah:

a. Peralatan lebih sedikit karena tidak menggunakan larutan pengikat, mesin


pengaduk berat dan pengeringan yang memakan waktu

b. Baik untuk zat aktif yang sensitif terhadap panas dan lembab

c. Mempercepat waktu hancur karena tidak terikat oleh pengikat

Kekurangan cara granulasi kering adalah:

1) Memerlukan mesin tablet khusus untuk membuat slug

2) Tidak dapat mendistribusikan zat warna seragam

3) Proses banyak menghasilkan debu sehingga memungkinkan terjadinya


kontaminasi silang

3. Metode Cetak Langsung

Metode ini digunakan untuk bahan yang mempunyai sifat mudah


mengalir sebagaimanasifat-sifat kohesinya yang memungkinkan untuk
langsung dikompresi dalam tablet tanpa memerlukan granulasi basah atau
kering. Keuntungan utama dari metode ini adalah bahwa bahan obat yang
peka terhadap lembab dan panas, yang stabilitasnya terganggu akibat
operasi granulasi, dapat dibuat menjadi tablet. Akan tetapi dengan
meningkatnya tuntutan akan kualitas tablet, maka metode ini tidak
diutamakan.

Keuntungan metode kempa langsung yaitu :

a. Lebih ekonomis karena validasi proses lebih sedikit

b. Lebih singkat prosesnya.

11
c. Dapat digunakan untuk zat aktif yang tidak tahan panas dan tidak tahan
lembab

d. Waktu hancur dan disolusinya lebih baik karena tidak melewati proses
granul, tetapi langsung menjadi partikel. tablet kempa langsung berisi
partikel halus, sehingga tidak melalui proses dari granul ke partikel halus
terlebih dahulu.

Kerugian metode kempa langsung :

1) Perbedaan ukuran partikel dan kerapatan bulk antara zat aktif dengan
pengisi dapat menimbulkan stratifikasi di antara granul yang selanjutnya
dapat menyebabkan kurang seragamnya kandungan zat aktif di dalam
tablet.

2) Zat aktif dengan dosis yang besar tidak mudah untuk dikempa langsung
karena itu biasanya digunakan 30% dari formula agar memudahkan
proses pengempaan sehingga pengisi yang dibutuhkanpun makin banyak
dan mahal. Dalam beberapa kondisi pengisi dapat berinteraksi dengan
obat seperti senyawa amin dan laktosa spray dried dan menghasilkan
warna kuning. Pada kempa langsung mungkin terjadi aliran statik yang
terjadi selama pencampuran dan pemeriksaan rutin sehingga
keseragaman zat aktif dalam granul terganggu.

3) Sulit dalam pemilihan eksipien karena eksipien yang digunakan harus


bersifat; mudah mengalir; kompresibilitas yang baik; kohesifitas dan
adhesifitas yang baik.

E. Keuntungan tablet

Dibandingkan dengan bentuk sediaan lain, sediaan tablet mempunyai


keuntungan antara lain :

1. Tablet merupakan bentuk sediaan utuh dan menawarkan kemampuan


terbaik dibanding semua bentuk sediaan oral untuk ketepatan ukuran serta
variabilitas kandungan yang paling rendah.
2. Tablet merupakan sediaan yang biaya pembuatannya paling rendah.

12
3. Tablet merupakan bentuk sediaan oral yang paling ringan sehingga mudah
dibawa.
4. Tablet merupakan bentuk sediaan oral yang paling mudah dan murah
untuk dikemas dan dikirim.
5. Pemberian tanda pengenal produk pada tablet paling mudah dan murah,
tidak memerlukan pekerjaan tambahan bila menggunakan permukaan
pencetak yang bermonogram atau berhiasan timbul.
6. Tablet paling mudah ditelan serta paling kecil kemungkinan tertinggal di
tenggorokan, terutama tablet salut yang memungkinkan pecah/ hancurnya
tablet tidak segera terjadi.
7. Tablet bisa dijadikan produk dengan profil pelepasan khusus, seperti
pelepasan di usus atau produk lepas lambat.
8. Tablet merupakan bentuk sediaan oral yang paling mudah untuk
diproduksi secara besar-besaran.
9. Tablet merupakan bentuk sediaan oral yang memiliki sifat pencampuran
kimia, mekanik, dan stabilitas mikrobiologi yang paling baik.
10. Bau, rasa, dan warna yang tidak menyenangkan dapat ditutupi dengan
penyalutan.
11. 11.Tablet merupakan bentuk sediaan yang utuh (mengandung dosis zat
aktif yang tepat/teliti) dan menawarkan kemampuan terbaik dari semua
bentuk sediaan oral untuk ketepatan ukuran serta variabilitas kandungan
yang paling rendah.
12. Dapat mengandung zat aktif dalam jumlah besar dengan volume yang
kecil.
13. Tablet merupakan sediaan yang kering sehingga zat aktif lebih stabil.
14. Tablet sangat cocok untuk zat aktif yang sulit larut dalam air.
15. Pemakaian oleh penderita lebih mudah.

13
F. Kerugian tablet
1. Beberapa obat tidak dapat dikempa menjadi padat dan kompak, tergantung
pada keadaan amorfnya, flokulasinya, atau rendahnya berat jenis.
2. Obat yang sukar dibasakan, lambat melarut, dosisnya tinggi, absorpsi
optimumnya tinggi melalui saluran cerna atau setiap kombinasi dari sifat
diatas, akan sukar atau tidak mungkin diformulasi dan dipabrikasi dalam
bentuk tablet yang masih menghasilkan bioavailabilitas obat cukup
3. Obat yang rasanya pahit, obat dengan bau yang tidak dapat dihilangkan,
atau obat yang peka terhadap oksigen atau kelembaban udara perlu
pengapsulan atau penyelubungan dulu sebelum dikempa (bila mungkin)
atau memerlukan penyalutan dulu. Pada keadaan ini kapsul dapat
merupakan jalan keluar yang terbaik dan lebih murah.
4. Kesulitan menelan pada anak-anak, orang sakit parah, dan pasien lanjut
usia.

DAFTAR PUSTAKA

Anief M. 2007. Ilmu Meracik Obat. Gajah Mada University Press: Yogyakarta
Depkes. 1979. Farmakope Indonesia, Edisi III. Departemen Kesehatan Republik
Indonesia: Jakarta
Depkes. 1995. Farmakope Indonesia, Edisi IV. Departemen Kesehatan Republik
Indonesia: Jakarta
Syamsuni, 2006, Farmasetika Dasar Dan Hitungan Farmasi, Penerbit Buku
Kedokteran EGC, Jakarta.

14

Anda mungkin juga menyukai