Anda di halaman 1dari 13

SIKAP KERJA/WORK ATTITUDE

(TUGAS PSIKOLOGI INDUSTRI)

Disusun untuk memenuhi tugas mata kuliah Psikologi Industri

Dosen :

Lies Budiarti, S.Psi., M.Psi.

Disusun oleh :

Adinda Desfianingrum

Gio Arman 173020216

Novia Nurhasnah 173020218

Alya Adilla P.O 173020270

Raihan Ayub 173020274

JURUSAN TEKNOLOGI PANGAN

FAKULTAS TEKNIK

UNIVERSITAS PASUNDAN

BANDUNG

2019

i
KATA PENGANTAR

Puji dan Syukur Penulis Panjatkan ke Hadirat Tuhan Yang Maha Esa karena berkat limpahan Rahmat dan
Karunia-Nya sehingga penulis dapat menyusun makalah yang berjudul “sikap kerja/work attitude” ini tepat pada
waktunya.

Dalam penyusunan makalah ini, penulis banyak mendapat tantangan dan hambatan akan tetapi dengan bantuan
dari berbagai pihak tantangan itu bisa teratasi. Maka dari itu, penulis mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya
kepada semua pihak yang telah membantu dalam penyusunan makalah ini, terutama kepada Ibu Lies Budiarti, S.Psi.,
M.Psi. selaku dosen pengajar untuk mata kuliah Psikologi Industri semoga bantuannya mendapat balasan yang setimpal
dari Tuhan Yang Maha Esa.

Penulis menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari kesempurnaan baik dari bentuk penyusunan maupun
materinya. Kritik konstruktif dari pembaca sangat penulis harapkan untuk penyempurnaan makalah selanjutnya.

Akhir kata semoga makalah ini dapat memberikan manfaat kepada kita sekalian.

Bandung, 25 April 2019

Penulis

DAFTAR ISI

ii
KATA PENGANTAR...............................................................................................................................................................ii

DAFTAR ISI............................................................................................................................................................................iii

BAB I PENDAHULUAN..........................................................................................................................................................1

1.1 LATAR BELAKANG MASALAH...........................................................................................................................1

1.2 RUMUSAN MASALAH............................................................................................................................................1

1.3 RUANG LINGKUP......................................................................................................................................................1

1.4 TUJUAN PEMBAHASAN...........................................................................................................................................1

BAB 11 TINJAUAN PEMBAHASAN....................................................................................................................................2

2.1 TEORI TEORI TENTANG SIKAP.........................................................................................................................2

2.2 HUBUNGAN ANTARA SIKAP DAN PERILAKU................................................................................................2

2.3 KOMPONEN PEMBENTUK SIKAP......................................................................................................................3

2.4 TIPE SIKAP...............................................................................................................................................................3

2.5 FAKTOR FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PEMBENTUKAN SIKAP.....................................................4

2.6 PEMBAHASAN KASUS...........................................................................................................................................5

BAB III HASIL SURVEI.........................................................................................................................................................6

BAB IV PENUTUP...................................................................................................................................................................9

4.1 KESIMPULAN..........................................................................................................................................................9

4.2 REKOMENDASI/SOLUSI.......................................................................................................................................9

DAFTAR PUSTAKA..............................................................................................................................................................10

iii
BAB I

PENDAHULUAN

1.1 LATAR BELAKANG MASALAH

sikap kerja yang baik di dalam suatu perusahaan sangat dibutuhkan agar dapat menjadi budaya yang baik dan
berguna untuk perkembangan sebuah perusahaan di masa yang akan datang. Guna menciptakan budaya kerja dan budaya
perusahaan yang baik, maka diperlukan banyak usaha untuk mencapainya. membudayakan sikap kerja atau work attitude
yang baik di lapangan kerja , mempakan salah satu cara yang untuk menerapkan perbaikan-perbaikan sikap kerja menjadi
sebuah budaya yang baik demi tercapainya keteraturan dan kedisiplinan di dalam perusahaan, sehingga menimbulkan
suasana yang aman dan nyaman dalam bekerja

Sikap adalah bentuk ungkapan perasaan seseorang terhadap pekerjaan, baik ungkapan bernada positif maupun
negatif. Ungkapan seperti ini dalam bidang studi perilaku organisasi sering disebut sebagai sikap karyawan terhadap sebuah
pekerjaan. Dalam kehidupan organisasi, sikap karyawan tidak hanya ditujukan kepada pekerjaan tetapi juga pada
obyekobyek yang Iain seperti gaji yang diterima, teman kerja, atasan langsung, pimpinan perusahaan dan bahkan terhadap
organisasi secara keseluruhan

Ada empat alasan mengapa seorang manajer perlu memahami sikap karyawan. Pertama, pada situasi tertentu sikap
seseorang bemenganlh terhadap perilaku individu orang tersebut. Kedua, dalam konteks pekerjaan, membangun sikap kerja
positif sangat berguna bagi alasan kemanusiaan terlepas bahwa sikap tersebut akan meningkatkan produktivitas seseorang
atau tidak. Ketiga, banyak organisasi yang dengan sengaja mendesain program untuk menciptakan sikap positif, seperti
membangun Citra (image) katakanlah melalui berbagai bentuk iklan agar konsumen memiliki sikap positif terhadap
perusahaan. Keempat, sikap seseorang memainkan peran penting dalam studi perilaku organisasi khususnya teori motivasi.

1.2 RUMUSAN MASALAH

1. Teori teori tentang sikap kerja

2. Faktor faktor yang mempengaruhi sikap

3. Keterkaitan nilai sikap dan kepuasan kerja

1.3 RUANG LINGKUP

Ruang lingkup dari pembahasan makalah ini adalah segala sesuatu yang berkaitan tentang sikap kerja, komponen
pembentuk sikap faktor faktor yang mempengaruhi sikap, nilai sikap dan kepuasan kerja.

1.4 TUJUAN PEMBAHASAN

Dengan mengangkat judul makalah sikap kerja diharapkan kita dapat mengetahui bagaimana menyikapi suatu
sikap kerja yang baik dan mempunyai solusi untuk mengatasi masalah masalah yang berkaitan dengan sikap kerja untuk
menciptakan suatu kebudayaan yang baik di sebuah tempat kerja dan untuk menerapkan perbaikan-perbaikan sikap kerja
menjadi sebuah budaya yang baik demi tercapainya keteraturan dan kedisiplinan di dalam perusahaan, sehingga
menimbulkan suasana yang aman dan nyaman dalam bekerja.

1
BAB 11

TINJAUAN PEMBAHASAN

2.1 TEORI TEORI TENTANG SIKAP

Menurut Sarnoff (dalam Sarwono, 2000) mengidentifikasikan sikap sebagai kesediaan untuk bereaksi (disposition
to react) secara positif (favorably) atau secara negatif (unfavorably) terhadap obyek — obyek tertentu. D.Krech dan R.S
Crutchfield (dalam Sears, 1999) berpendapat bahwa sikap sebagai organisasi yang bersifat menetap dari proses
motivasional, emosional, perseptual, dan kognitif mengenai aspek dunia individu.

Sikap (attitude) didefinisikan oleh Robbins (2007) sebagai pernyataan evaluatif, baik yang menyenangkan maupun
tidak menyenangkan terhadap objek, individu, atau peristiwa. Hal ini mencerminkan bagaimana perasaan seseorang tentang
sesuatu. Sementara Kreitner dan Kinicki (2005) mendefinisikan sikap sebagai kecenderungan merespon sesuatu secara
konsisten untuk mendukung atau tidak mendukung dengan memperhatikan objek tettentu.

Gibson (2003), menjelaskan sikap sebagai perasaan positif atau negatif atau keadaan mental yang selalu disiapkan,
dipelajari dan diatur melalui pengalaman yang memberikan pengaruh khusus pada respon seseorang terhadap orang, obyek
ataupun keadaan. Sikap lebih merupakan determinan perilaku sebab, sikap berkaitan dengan persepsi, kepribadian dan
motivasi

Menurut pengertian dari maulana (1995) "sikap kerja karyawan adalah cara kerja karyawan di dalam
mengkomunikasikan suasana karyawan kepada pimpinan atau perusahaan. Maulana 1995 mendefinisikan mengenai
pengertian sikap adalah pemyataan evaluatif, baik yang menguntungkan objak atau tidak, orang atau peristiwa. Ada tiga
komponen dari suatu sikap yaitu pengertian (cognition), keharusan (affect), dan perilaku (behavior).

Komponen cognition adalah segmen pendapat atau keyakinan akan suatu sikap. Komponen affect adalah segmen
emosional atau perasaan dari suatu sikap, sedangkan komponen behavior adalah suatu maksud untuk berperilaku dengan
suatu cara tertentu terhadap seseorang atau sesuatu. Memandang sikap yang tersusun dari tiga komponen di atas, yaitu
cognition, affect dan behavior akan membantu memahami kerumitan sikap dan hubungan yang potensial antar sikap dan
perilaku.

Berdasarkan pendapat yang dikemukakan oleh para ahli dapat disimpulkan pengertian sikap sebagai organisasi
keyakinan-keyakinan yang mengandung aspek kognitif, behavior dan afektif yang merupakan kesiapan mental psikologis
untuk mereaksi dan bertindak secara positif atau negatif terhadap objek tettentu. Sikap dapat bembah dan dapat
dipengaruhi, dapat dibina dalam berbagai bidang kehidupan. Sikap negatif dapat dipengaruhi sehingga menjadi positif,
yang tadinya tidak senang menjadi senang, yang semula antipati menjadi bersimpati, dan sebagainya.

2.2 HUBUNGAN ANTARA SIKAP DAN PERILAKU

Seringkali kita beranggapan bahwa sikap seseorang akan mempengaruhi perilakunya. Oleh karena itu jika anda
hendak mengubah perilaku seseorang terlebih dahulu anda harus mengubah sikapnya. Namun dalam kenyataannya
hubungan antara sikap dan perilaku seseorang ternyata tidak sesederhana itu.

Motif berprilaku (behavior intention). Sebagian besar sikap seseorang sesungguhnya tidak secara langsung
berdampak terhadap perilaku orang tersebut. Demikian juga hanya sebagian kecil dari sikap seseorang yang jumlahnya

2
banyak sekali yang kemudian berubah menjadi perilaku. Yang dimaksud dengan motif berperilaku adalah sejauh mana kita
tertarik untuk bertindak.

Motif khusus. Penetapan tujuan (goal setting) dan ekspektasi terhadap imbalan memberikan impak yang sangat
besar terhadap motif berperilaku dan membantu seseorang membangun motif khusus untuk bertindak. Sekali motif khusus
terbentuk biasanya terkait langsung perilaku tertentu.

Setyobroto (2004) merangkum batasan sikap dari berbagai ahli psikologi sosial diantaranya pendapat G.W. Alport,
Guilford, Adiseshiah dan John Farry, serta Kerlinger yaitu :

1. l) Sikap bukan pembawaan sejak Iahir


2. Dapat berubah melalui pengalaman
3. Merupakan organisasi keyakinan-keyakinan
4. Merupakan kesiapan untuk bereaksi
5. Relatif bersifat tetap
6. Hanya cocok untuk situasi tertentu
7. Selalu berhubungan dengan subjek dan objek tettentu
8. Merupakan penilaian dari penafsiran terhadap sesuatu
9. Bervariasi dalam kualitas dan intensitas
10. Meliputi sejumlah kecil atau banyak item
11. Mengandung komponen kognitif, afektif dan komatif

2.3 KOMPONEN PEMBENTUK SIKAP

Berkaitan dengan komponen sikap, Walgito (2001) mengemukakan bahwa: Sikap mengandung tiga komponen
yang membentuk struktur sikap. Ketiga komponen itu adalah komponen kognitif, afektif dan konatif dengan uraian sebagai
berikut:

1. Komponen kognitif (komponen perseptual), yaitu komponen yang berkaitan dengan pengetahuan, pandangan,
keyakinan, yaitu hal-hal yang berhubungan dengan bagaimana orang mempersepsi terhadap obyek sikap.

2. Komponen afektif (komponen emosional), yaitu komponen yang berhubungan dengan rasa senang atau tidak senang
terhadap obyek sikap. Rasa senang merupakan hal yang positif, sedangkan rasa tidak senang adalah hal negatif.

3. Komponen behavior (komponen perilaku, atau action component), yaitu komponen yang berhubungan dengan
kecenderungan bertindak atau berperilaku terhadap obyek sikap

Penjelasan di atas relevan dengan pendapat Robbins (2007) yang menyatakan bahwa sikap terbentuk dari tiga
komponen (aspek) yaitu aspek evaluasi (komponen kognisi) dan perasaan yang kuat (komponen afektif) yang akan
membimbing pada suatu tingkah laku (komponen kecenderungan untuk berbuat/konasi).

2.4 TIPE SIKAP

Berbicara tentang tipe sikap, maka terdapat 3 (tiga) tipe sikap. Tipe sikap tersebut adalah sebagai berikut :

1. Kepuasan kerja
Yaitu sikap umum seorang individu terhadap pekerjaannya. Seseorang dengan tingkat kepuasan kerja tinggi
menunjukkan sikap yang positif terhadap kerja, sebaliknya seseorang yang tidak puas dengan pekerjaannya menunjukkan
sikap yang negatif terhadap perkerjaan tersebut.

3
2. Keterlibatan kerja

Adalah mengukur derajat sejau mana atau sampai tingkat mana seseorang memihak pada pekerjaannya,
berpartisipasi aktif didalamnya dan menganggap kinerjanya penting bagi harga diri. Pegawai dengan tingkat keterlibatan
kerja yang tinggi dengan kuat memihak pada jenis kerja yang dilakukan dan benar-benar peduli dengan jenis kerja tersebut.
Tingkat keterlibatan kerja yang tinggi telah ditemukan berkaitan dengan kemangkiran yang lebih rendah dan tingkat
permohonan berhenti yang lebih rendah.

3. Komitmen pada organisasi

Adalah suatu keadaan atau sampai sejauh mana seorang pegawai memihak pada suatu organisasi tertentu dan
tujuannya, dan berniat memelihara keanggotaan dalam organisasi tersebut. Seperti pada keterlibatan kerja bahwa komitmen
pada organisasi memperlihatkan hubungan yang negatif antara kemangkiran dan tingkat keluar masuknya pegawai.

2.5 FAKTOR FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PEMBENTUKAN SIKAP

Proses belajar sosial terbentuk dari interaksi sosial. Dalam interaksi sosial, individu membentuk pola sikap tertentu
terhadap berbagai objek psikologis yang dihadapinya.
Diantara berbagai faktor yang mempengaruhi pembentukan sikap adalah:

1. Pengalaman pribadi.

Untuk dapat menjadi dasar pembentukan sikap, pengalaman pribadi harus meninggalkan kesan yang kuat. Karena
itu, sikap akan lebih mudah terbentuk apabila pengalaman pribadi tersebut melibatkan faktor emosional. Dalam situasi
yang melibatkan emosi, penghayatan akan pengalaman akan lebih mendalam dan lebih lama berbekas.

2. Kebudayaan.

B.E Skinner (dalam, Azwar 2005) menekankan pengaruh lingkungan (termasuk kebudayaan) dalam membentuk
kepribadian seseorang. Kepribadian tidak Iain daripada pola perilaku yang konsisten yang menggambarkan sejarah
reinforcement (penguatan, ganjaran) yang dimiliki. Pola reinforcement clari masyarakat untuk sikap dan perilaku tetsebut,
bukan untuk sikap dan perilaku yang Iain.

3. Orang Iain yang dianggap penting.

Pada umumnya, individu bersikap konformis atau searah dengan sikap orang orang yang dianggapnya penting.
Kecenderungan ini antara Iain dimotivasi oleh keinginan untuk berafiliasi dan keinginan untuk menghindari kontlik dengan
orang yang dianggap penting tersebut.

4. Media massa.

Sebagai sarana komunikasi, berbagai media massa seperti televisi, radio, mempunyai pengaruh besar dalam
pembentukan opini dan kepercayaan orang. Adanya informasi baru mengenai sesuatu hal memberikan landasan kognitif
baru bagi terbentuknya sikap terhadap hal tersebut. Pesan-pesan sugestif yang dibawa informasi tersebut, apabila cukup
kuat, akan memberi dasar afektif dalam mempersepsikan dan menilai sesuatu hal sehingga terbentuklah arah sikap tertentu.

5. Institusi Pendidikan dan Agama.

Sebagai suatu sistem, institusi pendidikan dan agama mempunyai pengaruh kuat dalam pembentukan sikap
dikarenakan keduanya meletakkan dasar pengertian dan konsep moral dalam diri individu. Pemahaman akan baik dan
4
buruk, garis pemisah antara sesuatu yang boleh dan tidak boleh dilakukan, diperoleh dari pendidikan dan dari pusat
keagamaan serta ajaran-ajarannya.

6. Faktor emosi dalam diri.

Tidak semua bentuk sikap ditentukan oleh situasi lingkungan dan pengalaman pribadi seseorang. Kadang-kadang,
suatu bentuk sikap merupakan pernyataan yang didasari oleh emosi yang berfungsi sebagai semacam penyaluran frustasi
atau pengalihan bentuk mekanisme pertahanan ego. contohnya bentuk sikap yang didasari oleh faktor emosional adalah
prasangka.

2.6 PEMBAHASAN KASUS

Contoh kasus yang diambil adalah berkaitan dengan tiga komponen sikap yaitu kognition, affect, dan behavior.
Menggambarkan sikap negatife sesorang karyawan terhadap pengawas:

 Kognitif/evaluasi:

Guru les saya memberikan nilai A kepada seorang teman sekelas saya yang tidak begitu pantas mendapatkan nya bila
dibandingkan saya.

 Afektif/perasaan:

Saya tidak menyukai guru les saya

 Perilaku/tindakan:

Saya akan mencari tempat les baru, saya telah mengadukan guru les saya kepada siapa saja yang mau mendengarkan
saya.

Ini merupakan contoh sikap negatif terhadap guru les.

Keyakinan "diskriminasi salah" merupakan sebuah pernyataan evaluatif. Opini semacam ini adalah komponen
kognitif (cognitive component), yang menentukan tingkatan untuk bagian yang lebih penting dari sebuah sikap. Komponen
afektif-nya (affective component). Perasaan adalah segmen emosional atau perasaan dari sebuah segmen emosional atau
perasaan dari sebuah sikap, perasaan ini selanjutnya menimbulkan hasil akhir perilaku. Komponen perilaku (behavioral
component) dari sebuah sikap merujuk pada suatu maksud untuk berperilaku dalam cara tenentu terhadap seseorang atau
sesuatu.

BAB III

HASIL SURVEI

Jumlah Responden: 13 Responden (2 laki-laki, 11 perempuan)

DATA DIRI RESPONDEN

5
Umur Pendidikan Posisi/jabatan Instansi/perusahaan
No. Nama P/L
(tahun) Terakhir saat ini tempat bekerja
Karyawan
1 Suci P 20 SMA/SMK PT Mayora
Kontrak
Mila
2 P 20 SMA/SMK Admin Dewibutik
Rahmawati
Sophia Karyawan
3 P 21 SMA/SMK PT CBIP
Juariah Kontrak
Nurul
4 P 20 SMA/SMK Admin PT Silver Kris
Latifah
Operator
PT Cita Bahana Inti
5 Ade Siti P 22 SMA/SMK Laboratoriun
Persada (CBIP)
Dyeing
Arief Operator
6 L 19 SMA/SMK Tokai Senko K. K.
Hidayat Produksi
Operator
7 Indah P 19 SMA/SMK PT Pudak Scientific
Produksi
Operator
8 Kang Jae L 20 SMA/SMK Mitsubishi
Produksi
Rifany
Admin
9 Rustianadya P 20 SMA/SMK PT Pudak Scientific
Maintenance
Azzahra
Adzhani Operator
10 P 21 SMA/SMK Perusahaan
Syarfina Produksi
Manufacturing Mitsubishi Electric
11 Siti Hodijah P 22 SMA/SMK
Assisten Malaysia
Maya
12 P 24 SMA/SMK QC Electronik
Novitasari
13 Illona Noval P 19 SMA/SMK Admin PT Pudak Scientific

HASIL SURVEI

No. Pertanyaan Hasil Survei Alasan


1 Memiliki rekan 100% Ya  Karena kita mahluk sosial sehingga kita membutuhkan
kerja adalah hal orang lain
yang penting bagi  Karena bagi saya rekan kerja itu adalah satu kesatuan yang
saya memang sangat dibutuhkan, sebab di tempat kerja saya
berbentuk kelompok bukan individual
 Untuk kerja tim

6
 Sulit bertanya apabila tidak mengetahui suatu hal
 Karena kita membutuhkan team work
 Kita tidak bisa bekerja sama atau saling tolong menolong
2 Saya tidak 85,7% Ya -
semangat bekerja 14,3% Tidak
apabila rekan kerja
saya tidak masuk
kerja
3 Saya selalu 85,7% Ya  Karena senyum itu ibadah
menyapa/tersenyu 14,3% Tidak  Kepada kebanyakan saya selalu tersenyum, tetapi tidak
m apabila bertemu kepada sebagian orang karena kebanyakan di tempat kerja
karyawan lain di saya itu adalah laki-laki, jadi ketika saya tersenyum kepada
tempat kerja mereka, mereka selalu menggoda saya dan saya tidak suka
kepada mereka yang seperti itu. Jadi saya memilih untuk
tidak tersenyum dan menundukan kepala saya ketika
bertemu dengan mereka yang sering menggoda saya
 Karena semua orang punya sifat yg berbeda beda
 Semangat bekerja menurun
 Karena dengan senyumanlah semangat bekerja semakin
meningkat
 Karena saya tidak ingin dinilai sebagai orang yang
sombong
 Ga kenal
4 Saya bersedia 100% Ya  Sepanjang sakit saya tidak begitu parah, saya akan tetap
datang ke tempat bekerja, kasihan teman kerja saya harus back up kerjaan
kerja walaupun saya
sedang kurang enak  Karena jika saya masih merasa bisa untuk melakukan
badan pekerjaan, saya akan datang ke tempat kerja karena ada
tanggung jawab yang harus saya selesaikan namun jika
untuk berdiri pun saya tidak sanggup, saya tidak akan
memaksakan diri sebab itu akan fatal bagi kondisi saya dan
pekerjaan saya akan terbengkalai., Bentuk tanggung jawab
saya
 Karen saya kerja mencari uang untuk kedua org tua saya,
Jika masih kurang enak badan biasa masih dipaksakan kerja
kecuali saat sakit
 Satu hari kehadiran saya mempengaruhi gaji yang saya
dapat
 Jika kondisi saya memungkinkan untuk bekerja, Selagi kita
masih bisa bangun, setidaknya berusaha
 Tergantung jenis kerjaan, emang didahulukan harus selesai
dan klo ditunda juga gpp
5 Saya merasa senang 63,3% Ya ;  Menurut saya dengan tekanan kerja dan jam kerja seperti
karena upah/gaji 35,7 % Tidak itu, gaji saya sekarang itu terlalu kecil, Jika tidak sesuai
yang saya terima saya merasa itu tidak adil
sesuai dengan  masih kurang untuk mencukupi kebutuhan
pekerjaan yang  tidak sepadan jam kerja dgn upah
saya lakukan  Karena sekarang saya mulai mencintai pekerjaan saya jadi
ketika saya mendapatkan upah/gaji dri pekerjaan yang saya
lakukan besar atau kecil pun saya sangat bersyukur dan
senang
 Krena kadang kerja dan gaji yg kita dapt tidak sesuai
 Gaji juga menentukan semangat dari para karyawan

No. Pertanyaan Hasil Survei Alasan

6 Saya senang 85,7% Ya  Karena jika kita bekerja dengan baik mendapatkan pujian
mendapat pujian 14,3% Tidak adalah suatu bonus
bila melakukan  Karena bagi saya pujian itu adalah bentuk apresiasi dari
pekerjaan dengan hasil kerja yang baik yang berarti dihargai
baik  Karena sya bekerja bukan untuk dapat pujian

7
 Pujian juga dibutuhkan para pegawai sebagai apresiasi dari
pekerjaan yang telah dilakukannya, sehingga pegawai akan
lebih berusaha untuk melakukan kerja dengan baik
 Karena satu pujian bisa menambah motivasi untuk kerja
lebih baik lagi,
 Tidak haus akan pujian
 Karena saat saya bekerja dengan baik, itu sudah menjadi
penghargaan bagi saya
7 Saya keberatan 92,9% Ya ;  Karena kebiasaan berbohong tidak baik untuk karir
apabila ada rekan 7,1% Tidak kedepannya
kerja saya yang  Saya tidak menyukai orang yang seperti itu
tidak baik dalam  Saya tidak suka dibohong dan untuk kemajuan semua pihak
bekerja (contoh: juga
berbohong, tidak  Karena itu perilaku yang tidak terpuji, jujur itu hukumnya
bertanggung jawab, wajib
dll)  Karena sistem dalam tempat kerja saya bagi saya itu adalah
sistem kerja sama team
 Jika ada salah satu yang tidak bertanggung jawab, kita
semua terkena imbasnya
 Pekerjaan masing masing tanggung jawab masing masing,
yang penting tidak mempengaruhi pekerjaan saya
 Karena kita disana sama sama cari uang
 Baik dalam bekerja adalah prioritas utama saya
 Karena saya menyukai kejujuran
 Karena itu tandanya menandakan bahwa dia tidak konsisten
dalam bekerja
 Tidak baik, Sifat negatif, akan selalu mengganggu pada diri
saya
8 Saya memilih untuk 71,4% Ya  Lingkungan itu yg terpenting, percuma gaji gede tapi kerja
keluar dari 28,6% Tidak kaya kerja rodi belum lagi ditambah atasan dan temannya
pekerjaan atau yg seperti itu
berpindah posisi  Karena itu mengganggu kenyamanan dan mengganggu
apabila atasan saya peforma pekerjaan, saya masih bisa bertahan
berprilaku tidak  Karena ketika saya bekerja dengan baik berarti saya telah
adil terhadap saya melakukan kewajiban saya, dan bagi saya untuk
diperlakukan adil adalah hak
 Sebab kita memiliki peranan penting dalam setiap masing-
masing posisi pekerjaan
 Tekanan dari atas bisa mempengaruhi seseorang
 Meskipun pekerjaan sederhana sekalipun kalau tekanan dari
atas sangat kuat karyawan bisa stress
 Karena mencari kerja susah
 Karena setiap orang berhak mendapat keadilan walaupun
kita tidak setara dalam hal jabatan
 Keadilan dari atasan juga menentukan kinerja para pegawai.
Apabila ada pegawai yang diperlakukan tidak adil, maka
tingkat kinerjanya akan menurun.
 Karena semua orang membutuhkan keadilan dan tidak ingin
di beda bedakan
 Membuat kerja merasa tidak nyaman
 Tergantung situasi dan kondisi, jika bisa diselesaikan atau
komunikasi dengan baik. Kenapa tidak, bicaralah maka
orang akan mengerti
BAB IV

PENUTUP

4.1 KESIMPULAN

Sikap sebagai organisasi keyakinan-keyakinan yang mengandung aspek kognitif, behavior dan afektif yang
merupakan kesiapan mental psikologis untuk mereaksi dan benindak secara positif atau negatif terhadap objek tertentu.
Sikap dapat benlbah dan dapat dipengaruhi, dapat dibina dalam berbagai bidang kehidupan. Sikap negatif dapat

8
dipengaruhi sehingga menjadi positif, yang tadinya tidak senang menjadi senang, yang semula antipati menjadi bersimpati,
dan sebagainya. Sikap juga di pengaruhi Oleh berbagai faktor yaitu berdasarkan faktor pengalaman pribadi, kebudayaan,
lingkungan sekitar lingkungan keluarga dan faktor emosi dalam diri.

4.2 REKOMENDASI/SOLUSI

Agar dapat terwujud nya suatu sikap kerja yang baik di sebuah lingkungan kerja di perlukan nya komunikasi yang
baik antar para pekerja dengan bersikap ramah, hangat dan terbuka saat berkenalan. Mengenali orang orang dan jabatan
serta kebiasaan —kebiasaan disana. Mendengarkan saat orang Iain berbicara dan bertanya apa bila tidak tahu atau tidak
mengerti, sehingga dapat tercipta nya suasana kerja yang efektif apa bila kita mempunyai sikap dan perilaku yang baik dan
akan berdampak baik pada pekerjaan kita serta memelihara komunikasi yang baik antar pekerja.

DAFTAR PUSTAKA

http://efendikaris.blogspot.com/2012/01/nilai-sikap-dan-kepuasan-kerja.html

http://putriajengjanuarti.blogspot.com/2012/10/nilai-nilai-individu-dan-sikap-kerja.html

http://www.duniapsikologi.com/sikap-pengertian-definisi-dan-faktor-yang-mempengaruhi

9
http://indosdm.com/819

http://digilib.petra.ac.id/

Kreitner dan Kinicki, 2005. Perilaku Organisasi, buku 1 dan 2, Jakarta : Salemba Empat.

Robbbins dan Judge. 2007. Perilaku Organisasi, Jakarta : Salemba Empat

Setyobroto, Sudibyo, 2004. Psikologi Suatu Pengantar, edisi ke-dua, Jakarta : Percetakan Solo.

Walgito, Bimo. 2001. Psikologi Sosial. Yogyakarta: Penerbit Andi.

10