Anda di halaman 1dari 16

PEMERINTAH KABUPATEN SLEMAN

DINAS KESEHATAN
PUSAT KESEHATAN MASYARAKAT GODEAN I
Alamat: PandeanVII, Sidoluhur, Godean, Sleman, Yogyakarta
Email: godeansatu@gamial.com, Telepon (0274) 797534, Kode Pos 55564

PEDOMAN PENINGKATAN MUTU DAN KINERJA


PUSKESMAS GODEAN I KABUPATEN SLEMAN

BAB I
PENDAHULUAN

A. LatarBelakang
Pelayan kesehatan menjadi suatu kebutuhan dalam hidup manusia yang harus dipenuhi
oleh negara. Puskesmas sebagai unit pelaksana teknis dalam pembangunan kesehatan
mempunyai salah satu fungsi untuk memberikan pelayanan kesehatan kepada
masyarakat. Puskesmas dalam memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat
harus selalu menyesuaikan kebutuhan masyarakat, mengacu pada standar mutu
pelayanan, serta harus selalu dalam upaya untuk menjaga peningkatan mutu dan kinerja
pelayanan tersebut.

B. Tujuan
TujuanPedomanpeningatan mutu dan kinerjainiadalahuntukmenjadiacuanbagi
peningkatan mutu dan kinerja seluruhaktifitaspelayanan yang dilaksanakan di
puskesmasGodean I, sehinggapadaakhirnyamenghasilkanpelayanan yang
bermutudanterukur.

C. RuangLingkup
Lingkuppedomanpeningkatanmutudankinerjadisusunberdasarkanpersyaratanstandarakre
ditasipukesmas (Penilaian kinerja, Kaji banding),dan SMM ISO 9001:2008 (Audit mutu
internal, Audit eksternal, Survey kepuasan pelanggan, Tinjauan manajemen).
Selainitujugameliputikegiatanpeningkatanmutudankinerja yang ada di puskesmas,
antara lain: SPMKK (SistemPeningkatanmanajemenKlinikKeperawatan), MTP

1
(Monitoring, Training, Planning) untukpengobatanrasional, dan
Penilaiankinerjapuskesmas.

D. Batasan Operasional
1. Pelanggan
Pelangganataulanggananmerujukpadaindividuataurumahtangga, masyarakat,
perusahaan yang membelibarangataujasa.
2. KepuasanPelanggan
Pengertiansecaraumummengenaikepuasanatauketidakpuasankonsumenmerupakanha
sildariadanyaperbedaan –perbedaanantaraharapankonsumendengankinerja yang
dirasakanolehkonsumentersebut.Dari beragamdefinisikepuasankonsumen yang
telahditelitidandidefinisikanoleh para ahlipemasaran,
dapatdisimpulkanbahwakepuasankonsumenmerupakansuatutanggapanperilakukonsu
menberupaevaluasipurnabeliterhadapsuatubarangataujasa yang dirasakannya
(kinerjaproduk) dibandingkandenganharapankonsumen.
3. Pasien
Pasienataupesakitadalahseseorang yang menerimaperawatanmedis.
4. Koreksi
Pembetulan, perbaikan, pemeriksaan
5. TindakanKorektif
a. Tindakanperbaikan (corrective action)
adalahtindakanuntukmenghilangkanpenyebabketidaksesuaian agar
tidakterulanglagi.
b. Ketidaksesuaian(non-conformance) adalahtidakterpenuhinyasuatupersyaratan.
c. Persyaratan (requirement) adalahharapanataukebutuhan yang
dapatberupaketetapan, kebiasaan, ataukewajiban, baik yang
dinyatakanataupuntidakdinyatakan.
6. TindakanPreventif
Tindakan pencegahan (preventiveaction) adalah tindakan untuk menghilangkan
penyebab potensi ketidaksesuaian agar tidakterjadi.
Tindakanpreventifadalahtindakan yang dilakukansebelumsesuatuterjadi
(mencegahsebelumterjadi).

2
7. PedomanMutu
Suatupedoman yang merupakanpanduansebuah proses
terstrukturuntukmemperbaikikeluaran yang
dihasilkanatauuntukmemastikankeluaransesuaistandar yang diharapkan.
8. Dokumen
Dokumenadalahacuan yang
digunakanuntukmelakukanpekerjaanmeliputiKebijakanMutu, SasaranMutu,
PedomanMutu, ProsedurMutu, ProsedurTetap (Protap), RencanaMutuPelayanan,
dandokumenpendukunglainnyaSecaraumumdokumenjugamerupakansebuahtulisan
yang memuatinformasi. Biasanya, dokumenditulis di
kertasdaninformasinyaditulismemakaitintabaikmemakaitanganataumemakai media
elektronik (sepertiprinter).
9. Rekaman
Adalahhasildokumentasidarikegiatanatau proses yang disimpan.
10. Efektifitas
Efektivitasadalahpencapaiantujuansecaratepatataumemilihtujuan-tujuan yang
tepatdariserangkaianalternatifataupilihancaradanmenentukanpilihandaribeberapapilih
anlainnya.
Efektifitasbisajugadiartikansebagaipengukurankeberhasilandalampencapaiantujuan-
tujuan yang telahditentukan.
11. Efisiensi
Efisiensimerupakansuatuukurankeberhasilan yang
dinilaidarisegibesarnyasumber/biayauntukmencapaihasildarikegiatan yang
dijalankan.PengertianefisiensimenurutMulyamah (1987;3)
yaitu:“Efisiensimerupakansuatuukurandalammembandingkanrencanapenggunaanma
sukandenganpenggunaan yang direalisasikanatauperkataam lain penggunaan yang
sebenarnya”. SedangkanpengertianefisiensimenurutSP.Hasibuan (1984;233-4) yang
mengutippernyataanH. Emerson adalah: “Efisiensiadalahperbandingan yang
terbaikantara input (masukan) dan output (hasilantarakeuntungandengansumber-
sumber yang dipergunakan), sepertihalnyajugahasil optimal yang
dicapaidenganpenggunaansumber yang terbatas. Dengan kata lain
hubunganantaraapa yang telahdiselesaikan.”
12. Proses
3
Adalahurutanpelaksanaanataukejadian yang terjadisecaraalamiataudidesain,
mungkinmenggunakanwaktu, ruang, keahlianatausumberdayalainnya, yang
menghasilkansuatuhasil. Definisi lain dari proses adalahserangkaiankegiatan yang
salingterkaitatauberinteraksi, yang mengubah input menjadi output
Kegiataninimemerlukanalokasisumberdayaseperti orang danmateri
13. SasaranMutu
SasaranMutuadalah Target darimasing-masingbagian / departemen yang
ingindicapaidalamjangkawaktutertentu, SasaranMutuharusmempunyaiSyarat
a. ScopenyaJelasuntukbagianataudepartemenmana, Misalnya HRD, Operation,
Marketing, dsb.
b. Measurable yang artinyasasaranmututersebutharusbisadiukur (
baikdlmbentukJumlahataupunpresentase)
c. Achievable : semestinyamenentuan target / sasaranMutuituharusdapatdicapai, bila
target terlalutinggi, departemen/ bagiancenderungmalasuntukmengejarnya
d. Realible :SasaranMutuharuslahsesuatu yang nyata / Sesuatu yang
tidaknyataakansulituntukdijadikan target.
e. Time Frame nyajugaharusjelas, jadikapanseharunyasasaranitudicapaisudahjelas di
awalpembuatansasaranmututersebut.
14. PerencanaanMutu
Perencanaanmutuadalahaktivitaspengembanganprodukdan proses yang
dibutuhkanuntukmemenuhikebutuhanpelanggan. Pengendalianmutumerupakan
proses yang terdiriataslangkah-langkahsebagaiberikut:
 Mengevaluasikinerja
 Membandingkankinerjamutudengantujuanmutu
 Bertindakberdasarkanperbedaan.
15. KebijakanMutu
KebijakanMutuadalahkebijakanresmidantertulisdarimanajemenperusahaantentangko
mitmenperusahaandalammemperhatikandanmempertimbangkanaspek-
aspekmutudalamaktifitaskeseharianorganisasiatauperusahaan.
16. Sarana
Adalahsegalasesuatu yang dapat di
pakaisebagaialatdanbahanuntukmencapaimaksuddantujuandarisuatu proses produksi
17. Prasarana

4
Adalahsegalasesuatu yang merupakanpenunjangutamaterselenggaranyaproduksi.
contoh :lahan, jalan, parit, pabrik, tempatkerjadll

BAB II
GAMBARAN UMUM

A. GeografidanDemografi
PuskesmasGodean Iterletak di Wilayah Sleman Barat,denganluaswilayahkerja13,19
Km2, terdiridaridari 4 desa :
 DesaSidoluhur
 DesaSidomulyo
 DesaSidoagong
 DesaSidomoyo
Batas Wilayah:
Sebelah Utara : KecamatanSeyegan, KabupatenSleman.
SebelahTimur : Sidoarum, Kecamatan Godean, KabupatenSleman.
SebelahSelatan :KecamatanMoyudan, KabupatenSleman.
Sebelah Barat : Sidorejo, KecamatanGodean, KabupatenSleman.
Demografi:
JumlahPenduduk
Jumlahpenduduktahun 2012adalah 32.545jiwa dengan komposisi berdasarkan sex
16.278 jiwa laki-laki, dan 16.267 jiwa perempuan. Sedangkan jumlah keluarga 11.237
KK.

B. Distribusi Ketenagaan
Pendidikan
No Jabatan
SLTP SLTA D1 D2 D3 D4 S1 S2
A. PNS
1. Ka. Puskesmas 1
2. Kasubbag. T.U. 1
3. DokterUmum 1
4. Dokter Gigi 1
5. Bidan 1 3 1
6. Perawat 5
7. Perawat Gigi 2 1
8. AsistenApoteker 2
5
Pendidikan
No Jabatan
SLTP SLTA D1 D2 D3 D4 S1 S2
9. Laboratorium 1 1
10. PKM
11. Sanitarian 1
12. Nutrisionis 2
13. PerekamMedis 1 1
14. StafAdministrasi 3 1
15. Pengemudi 1
B. Non PNS
1. DokterUmum 1
2. BidanDesa/ PTT 1
3. Psikolog 1
4. StafAdministrasi 1
5. SatpamPTT 1

C. Organisasi
1. VisiOrganisasi
MenjadiPuskesmasTerpercaya dan Profesional untuk Mewujudkan Kemandirian
Masyarakat di Bidang Kesehatan.
2. MisiOrganisasi
a. Memberi pelayanan kesehatan dasar yang bermutu;
b. Meningkatkan profesionalisme SDM;
c. Menyediakan sarana prasarana yang memadai;
d. Membangun suasana kerja yang aman, nyaman, dan kondusif;
e. Meningkatkan kerjasama lintas sektor;
f. Mendorong masyarakat untuk hidup sehat.
5. Motto
PuskesmasGodean I memiliki Motto layanan “MelayaniSepenuh Hati”
6. Tata Nilai
Nilai-nilai yang disepakatibersamadalammelaksanakantugasdengan rasa dan
semangat “Totalitas, Profesional, dan Ketulusan”, yang artinyadalam melaksanakan
pelayanan harus didasari rasa dan semangat mencurahkan segala sumber daya yang
ada, penuh perhatian, berpedoman standar dan kaidah profesionalitas dari profesi,
serta dengan hati yang tulus.
7. KebijakanPeningkatan Mutu dan Kinerja
PuskesmasGodean I menerapkankebijakanmutu
dalammemberikanpelayanankesehatan kepadamasyarakat
secarakonsistendanprofesionalsesuaidengankebutuhanmasyarakat,
sertaselaluberusahameningkatkanmutudankinerjapelayananmelaluikegiatanpenilaian
6
kinerja, kaji banding, AMI, AME, survey kepuasanpelanggan, tinjauanmanajemen,
SPMKK, MTP pengobatan rasional, penilaian kinerja puskesmas. PuskesmasGodean
I memastikanbahwakebijakanmutusesuaidenganvisi, misisertakebutuhan.
Termasukkomitmenuntukmemenuhipersyaratanlayanandanpeningkatanefektifitassist
emmanajemenmutusecaraterus-
menerus.Menyediakankerangkakerjauntukmenetapkandanmeninjausasaranmutu.
Selalu Dikomunikasikandandimengertiolehsemuapegawai di PuskesmasGodean
Imelaluirapat, briefing, apel, papanpengumumandanpigura.

7
8. StrukturOrganisasi
KepalaPuskesmas

Ka Sub Bag TU
Tata Usaha

Perencanaan Kepegawaian Keuangan


Dan SIK Dan Umum

UKP UKM
PelayananKlinis

Pelayanan KIA Pelayanan Pelayanan PelayananPenunjang Promosidan UKBM Pencegahann Penanganan


KesehatanUmum KesehatanKhusus Medik Dan Masyarakat
Pemberantasan RawanKesehatan
Penyakitdan PL

KIA PoliUmum PoliGilut Laboratorium PKM Imunisasi Perkesmas


KB Puskeling PoliJiwa Farmasi UKS/UKGS Surveillance UKJM
Kesehatan - GawatDarurat Poli Mata Fisioterapi Gizi PemberantasanPenyakit Usila
Reproduksi Poli THT Batra Kesling
PoliPHBS,Gizi, Sanitasi Kes. Or. UKK
PoliUsila JPKM

8
9. Proses Pelayanan (Proses Bisnis)

Audit Mutu
Internal

Kebijakan Mutu
Tinjauan Manajemen

Sasaran Mutu Baru

Tindakan Perbaikan
Penempatan Pemeliharaan Pemeliharaan dan Pencegahan
Pengendalian
Pelatihan SDM dan Mutasi sarana lingkungan Penanganan
alat ukur
SDM prasarana kerja Keluhan
Pelanggan
RMM Baru Analis Data
Pengukuran
Kepuasan
Pelanggan

Poli Umum Ruang obat


dan Ruang P
P
Tindakan E
E
Laborat L
L
Penyerahan Obat/ A
A
Pembayaran Hasil N
N Penerimaan
Poli Gigi Pemeriksaan/ G
G pasien
konsultasi/rujukan G
G Konsultasi Gizi
A
A
N
N
KIA, KB &
Sanitasi
Imunisasi

Permintaan Menyusun Melaksanakan Monitoring &


Pelaporan
Masyarakat Perencanaan Perencanaan Evaluasi

Pengadaan Barang Pengendalian Pelayanan


Seleksi dan Tidak sesuai
Evaluasi
Supplier
Pemeriksaan dan
Penerimaan Barang

Penyimpanan Barang

Pengendalian Dokumen
dan catatan mutu

9
10. Landasan Hukum
LandasanHukum yang digunakandalampenyusunanPedomanMutuiniadalah:
a) Undang-Undang No 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan.
b) PeraturanMenteriKesehatan No. 75 Tahun 2014, tentang Pusesmas.
c) Peraturan Bupati Sleman No. 5.2 Tahun 2014, tentang Pedoman Penyususnan IKM
Unit Pelayanan Publik di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Sleman.

10
BAB III
PELAKSANAAN PENINGKATAN MUTU DAN KINERJA

A. Penilaian sasaran kinerja


1. Kegiatan.
Kegiatan penilaian kinerja karyawan yang dilakukan dengan menggunakan format SKP
(Sasaran Kinerja Pegawai) yang diajukan oleh setiap karyawan sebagai bentuk
kontrak kinerja di awal tahun kegiatan.
2. Penanggungjawab
Penanggungjawab kegiatan ini adalah Kepala Sub Bag TU, yaitu dengan
mengkoordinir penyusunan, pengisian data, kemudian diusulkan ke Kepala Puskesmas
untuk dilakukan penilaian.
3. Dokumen
Dokumen kegaiatan ini berupa hasil penilaian Sasaran Kinerja Pegawai (SKP).

B. Kaji banding
1. Kegiatan
Kegiatan kaji banding dilakukan dengan melihat kondisi mutu dan kinerja di tempat
lain,sehingga memperoleh perbandingan dengan kondisi yang ada, serta memperoleh
masukan untuk upaya perbaikan-peningkatanmutu dan kinerja diPuskesmas Godean
I.
2. Penanggungjawab
Penanggungjawab kegiatan ini adalah Kepala Sub Bag TU, Koordinator Upaya
Kesehatan (Yanmas), Koordinator Klinis sesuai materi kaji banding yang
dilaksanakan.
3. Dokumen
Dokumen kegiatan ini berupa laporan hasil kaji banding.

C. Audit mutu internal (AMI)


1. Kegiatan
Kegiatan AMI dilakukan dengan mengevaluasi pelaksanaan mutu dalam rangka
memelihara sistem menejemen mutu yang diterapkan benar-benar dijalankan, selain
juga untuk memperoleh input dalam rangka meningkatkan mutu dan kinerja.
11
2. Penanggungjawab
Penanggungjawab kegiatan ini adalah Koordinator mutu puskesmas dan Koordinator
audit mutu internal.
3. Dokumen
Dokumen kegiatan ini berupa Laporan hasil audit mutu internal.

D. Audit mutu eksternal (AME)


1. Kegiatan
Kegiatan AME dilakukan oleh tim auditor dari luar puskesmas dalam rangka
implementasi Akreditasi maupun SMM ISO 9001:2008. Melalui kegiatan ini akan
diperoleh masukan-masukan dalam rangka memelihara dan meningkatkan mutu
pelayanan. Hal-hal yang merupakan potensi masalah mutu dapat dilakukan tindakan
pencegahan dan perbaikan.
2. Penanggungjawab
Penanggungjawab kegiatan ini adalah Koordinator mutu puskesmas.
3. Dokumen
Dokumen kegiatan ini berupa laporan hasil kegiatan audit mutu eksternal.

E. Survey kepuasan pelanggan – Survey indeks kepuasan masyarakat


1. Kegiatan
Kegiatan survey kepuasan pelanggan dilakukan untuk memperoleh evaluasi
pelaksanaan mutu dan kinerja dari sisi pelanggan, dan dari hasil survey ini
memungkinkan puskesmas mengidentifikasi potensi-potensi masalah mutu sehingga
bisa dilakukan tindakan pencegahan dan perbaikan.
2. Penanggungjawab
Penanggungjawab kegiatan ini adalah Koordinator Mutu Pusekesmas dan Koordinator
Penanganan keluhan pelanggan.
3. Dokumen
Dokumen kegiatan ini berupa Laporan hasil survey kepuasan pelanggan

F. Tinjauan manajemen
1. Kegiatan

12
Kegiatan tinjauan manajemen dilakukan untuk membahas permasalahan pelaksanaan
mutu yang belum sesuai dengan yang dipersyaratkan. Sehingga harus segera
dilakukan tindakan korektif, pencegahan dan perbaikan.
2. Penanggungjawab
Penanggungjawab kegiatan ini adalah Koordinator mutu puskesmas.
3. Dokumen.
Dokumen kegiatan ini berupa laporan tinjauan manajemen

G. SPMKK – Sistem peningkatan manajemen klinik keperawatan


1. Kegiatan
Kegiatan SPMKK dilakukan dalam rangka meningkatkan kinerja klinik keperawatan
pada petugas perawat dan bidan melalui RCD (Refleksi Diskusi Kasus). Sehingga
diharapkan setiap ada kasus yang ditemukan dalam pelayanan selalu bisa ditangani
dengan baik dan profesional.
2. Penanggungjawab
Penanggungjawab kegiatan ini adalah Supervisor perawat dan Supervisor bidan
dengan pendamping Koordinator klinis.
3. Dokumen
Dokumen dari kegiatan ini berupa laporan RCD.

H. MTP pengobatan rasional


1. Kegiatan
Kegiatan MTP dilakukan untuk melihat mutu pengobatan yang diberikan kepada
pasien, dengan melakukan monev terhadap peresepan petugas kepada pasien.
Kegiatan dini dilakukan setiap 6 bulan sekali.
2. Penanggungjawab
Penanggungjawab kegiatan ini adalah Koordinator KLinis
3. Dokumen
Dokumen kegiatan ini berupa Laporan MTP.

I. Penilaian standar kompetensi karyawan


1. Kegiatan
Penilaian standar kompetensi karyawan dilakukan dalam rangka melihat kondisi
kompetensi karyawan secara up to date dibandingkan persyaratan yang ada, sehingga

13
teridentifikasi kondisi kompetensi karyawan yang masih kurang untuk segera
direkomendasi kegiatan peningkatan kompetensi.

2. Penanggungjawab
Penanggungjawab kegiatan ini adalah Kepala Sub Bag TU
3. Dokumen
Dokumen kegiatan ini berupa laporan penilaian standar kompetensi.

J. Kalibrasi alat kesehatan.


1. Kegiatan.
Kalibrasi alat kesehatan dilakukan dalam rangka untuk menjaga akurasi fungsi alat
pemeriksaan kesehatan yang digunakan dalam pelayanan, sehingga akan terpelihara
mutu alat yang digunakan.
2. Penanggungjawab.
Penanggungjawab kegiatan ini adalah Pengurus barang.
3. Dokumen.
Dokumen kegiatan ini berupa sertifikat kalibrasi alat.

14
BAB IV
PENUTUP

Pedoman peningatan mutu dan kinerja ini disusun berdasarkan persyaratan akreditasi dan
SMM ISO 9001:2008, serta kebijakan dinas kesehatan kabupaten sleman tentang kegiatan-
kegiatan yang harus dilaksanakan puskesmas dalam rangka memelihara dan meningkatkan
mutu dan kinerja pelayanan di puskesmas.
Sebagai rujukan persyaratan sumber daya manusia dan saran prasarana puskesmas dalam
penyusunan pedoman ini adalah terutama pada Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 75
tahun 2014 tentang Puskesmas. Walaupun dalam susunan pedoman ini tidak tertuang secara
eksplisit.
Dengan disusunya pedoman ini diharapakan dapat menjadi acuan bagi puskesmas dalam
melakukan upaya-upaya peningkatan mutu dan kinerja pelayanan. Agar lebih implementatif
dalam pelaksanaannya pedoman ini akan dilengkapi dengan dokumen SPO (Satandar
Prosedur Operasional).
Oleh karena segela keterbatasan yang ada dalam penyusunan pedoman ini, maka untuk
kesempuranan dalam impementasinya, sangat diharapkan masukan perbaikan dari semua
pihak.

15
16