Anda di halaman 1dari 3

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah


Anestesi merupakan cabang ilmu kedokteran yang mempelajari tata
laksana untuk me “matikan” rasa, baik rasa nyeri, takut dan rasa tidak nyaman
yang lain sehingga pasien merasa nyaman, dan ilmu ini mempelajari tata
laksana untuk menjaga/ mempertahankan hidup dan kehidupan pasien selama
mengalami “kematian” yang diakibatkan obat bius (Mangku & Senapathi,
2010).
Pelayanan anestesi merupakan bagian integral dari pelayanan
perioperatif yang memiliki pengaruh besar dalam menetukan keberhasilan
tindakan pembedahan yang adekuat dan aman bagi pasien. Anestesi yang ideal
akan bekerja secara cepat dan baik serta mengembalikan kesadaran dengan
cepat segera sesudah pemberian anestesi dihentikan (Majid dkk, 2011).
Pasien yang akan menjalani anestesi dan pembedahan
(elektif/emergency) harus dipersiapkan dengan baik. Pada prinsipnya dalam
penatalaksanaan anestesi pada suatu operasi terdapat beberapa tahap harus
dilaksanakan yaitu pra anestesi yang terdiri dari persiapan mental dan fisik
pasien, perencanaan anestesi, menentukan prognosis dan persiapan pada hari
operasi. Tahap penatalaksanaan anestesi yang terdiri dari Premedikasi, masa
anestesi, dan pemeliharaan, Serta tahap pemulihan dan perawatan post anestesi.
Kanker payudara merupakan salah satu penyakit yang paling banyak
menyerang perempuan. Di Indonesia, data Global Burden Of Center pada tahun
2002 menunjukkan bahwa kanker payudara merupakan kanker paling banyak
pada perempuan (26) per 1.00.000 penduduk). Jumlah ini juga didukung oleh
data yang dikumpulkan oleh Sistem Informasi Rumah Sakit (SIRS) tahun 2007
tercatat sebanyak 8.277 kasus. Kanker payudara menempati urutan pertama
pada pasien rawat inap di seluruh RS di Indonesia, WHO memperkirakan kasus
kanker payudara pada wanita akan terus meningkat setiap tahunnya (Rasjidi,
2010).
Perkembangan teknologi kedokteran berkembang menjadikan modalitas
terapi kanker/tumor menjadi lebih beragam diantaranya dengan
pembedahan/operasi, kemoterapi, radioterap, terapi hormonal, biologi terapi
dan imunoterapi. Tumor primer umumnya disembuhkan dengan operasi.
Operasi ini terdiri dari mengangkat tumor (lumpectomy) dan mengangkat
sebagian atau seluruh payudara yang mengandung sel kanker (mastectomy).
Mastectomy adalah suatu tindakan pembedahan onkologis pada keganasan
payudara yaitu dengan mengangkat seluruh jaringan payudara yang terdiri dari
seluruh stroma dan parenkhim payudara, areola dan puting susu serta kulit
diatas tumornya disertai diseksi kelenjar getah bening aksila ipsilateral level I,
II/III secara en bloc TANPA mengangkat m.pektoralis major dan minor.

B. Rumusan Masalah
Pada bagian ini, penulis mengambil kasus pada pasien pada pasien Ny.N
dengan diagnosa medis Ca Mammae (kanker payudara) yang akan di lakukan
tindakan mastectomy di Instalasi Bedah Sentral (IBS) RSUD Prof. Dr. Margono
Soekarjo Purwokerto.

C. Tujuan Penulisan
1. Tujuan Umum:
Tujuan umum penulisan asuhan keperawatan anestesi ini adalah
untuk mendapatkan pengalaman yang nyata dalam memberikan asuhan
keperawatan anestesi mulai dari pre operasi, intra operasi atau durante
operasi dan post operasi, pada klien Ca Mammae dengan general anestesi
2. Tujuan Khusus
a. Memberikan gambaran mengenai pengkajian asuhan keperawatan
perianestesia pada pasien mastectomy dengan General Anestesi.
b. Memberikan gambaran mengenai diagnosa keperawatan yang timbul
pada asuhan keperawatan perianestesia pada pasien mastectomy dengan
General Anestesi
c. Memberikan gambaran mengenai perencanaan keperawatan pada
asuhan keperawatan perianestesia pada pasien mastectomy dengan
General Anestesi
d. Memberikan gambaran mengenai implementasi keperawatan pada
asuhan keperawatan perianestesia pada pasien mastectomy dengan
General Anestesi
e. Memberikan gambaran mengenai evaluasi keperawatan pada asuhan
keperawatan perianestesia pada pasien mastectomy dengan General
Anestesi.

D. Waktu dan Tempat

Pelaksanaan kegiatan asuhan keperawatan perianestesi dilakukan pada


tanggal 21 Maret 2019, tempat pelaksanaan asuhan keperawatan perianestesi di
lakukan di Instalasi bedah sentral (IBS) RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo
Purwokerto.