Anda di halaman 1dari 23

LAPORAN PENDAHULUAN

KONSEP KEBUTUHAN DASAR NUTRISI

Diah Aulia Nofiasari (G3A019141)

Rastia Irmachatshalihah (G3A019142)

Taufik Hermawan (G3A019144)

PENDIDIKAN PROFESI NERS

FAKULTAS ILMU KEPERAWATAN DAN KESEHATAN

UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SEMARANG

1
A. Definisi

Nutrisi adalah zat-zat gizi dan zat lain yang berhubungan dengan kesehatan dan
penyakit, termasuk keseluruhan proses dalam tubuh manusia untuk menerima makanan
atau bahan-bahan dari lingkungan hidupnya dan menggunakan bahan-bahan tersebut
untuk aktivitas penting dalam tubuhnya serta mengeluarkan sisanya. Nutrisi dapat
dikatakan sebagai ilmu tentang makanan, zat- zat gizi dan zat lain yang terkandung, aksi,
reaksi, dan keseimbangan yang berhubungan dengan kesehatan dan penyakit. Dalam
konsep dasar nutrisi kita mengenal sebuah istilah yang disebut dengan nutrien. Nutrien
adalah sejenis zat kimia organik atau anorganik yang terdapat dalam makanan dan
dibutuhkan oleh tubuh untuk menjalankan fungsinya, setiap nutrien memiliki komposisi
kimia tertentu yang akan menampilkan sekurang-kurangnya satu fungsi khusus pada saat
makanan dicerna dan diserap oleh tubuh. Asupan makanan yang adekuat terdiri atas
enam zat nutrisi esensial (kelompok nutrien) yang seimbang. Nutrien mempunyai tiga
fungsi utama, yaitu:

1. Menyediakan energi untuk proses dan pergerakan tubuh


2. Menyediakan “struktur material” untuk jaringan tubuh seperti tulang dan otot
3. Mengatur proses di dalam tubuh.

Energi yang dihasilkan oleh nutrien atau makanan disebut sebagai “nilai kalori”.
Kalori = energi yang digunakan untuk pembakaran.

1. Jumlah kalori yang dihasilkan nutrien (Suitor & Hunter, 1980):


a. 1 gr karbohidrat dan protein: 4 kkal
b. 1gr lemak: 9 kkal
2. Rata-rata pemasukan energi (Guyton, 1986):
a. 45% energi dari karbohidrat
b. 40% energi lemek
c. 15% energi protein

B. Klasifikasi
Nutrisi dasar adalah nutrisi yang diproduksi di dalam tubuh kita dan tidak perlu
didapatkan dari makanan. Contoh dari nutrisi ini adalah kolesterol, zat semacam lemak
yang ada di semua sel hewan. Nutrisi makanan harus didapatkan dari makanan yang kita

2
santap karena tubuh tidak memproduksi zat tersebut atau memproduksi dengan jumlah
yang kurang mencukupi untuk memelihara pertumbuhan dan kesehatan.
Enam jenis nutrisi yang ditemukan dalam makanan adalah karbohidrat, lemak,
protein, vitamin, mineral dan air. Karbohidrat, lemak dan protein disebut sebagai
macronutrients; menyusun sebagian besar santapan sehari-hari. Lebih dari 500 gr total
ketiga nutrisi tersebut dikonsumsi tubuh dalam sehari. Macronutrien ini berfungsi sebagai
bahan mentah untuk pembangunan dan pemeliharaan jaringan serta sebagai bahan bakar
berbagai aktifitas fisik dan metabolisme penunjang hidup. Micronutrientsterdiri dari
vitamin, mineral dan air. Ketiga nutrisi ini bukan sumber energi tapi memfasilitasi
aktifitas metabolisme tubuh. Vitamin dibutuhkan tubuh sekitar 300 mg sehari dan mineral
20 gram sehari. Kategori terakhir nutrisi adalah air, yang berfungsi sebagai media
terjadinya proses metabolisme tubuh.
Setiap individu memerlukan jumlah yang berbeda-beda dari setiap nutrisi, tergantung
pada faktor-faktor seperti jenis kelamin dan usia. Kondisi-kondisi kesehatan tertentu
seperti masa kehamilan, masa menyusui, sakit atau masa pengobatan, mengakibatkan
permintaan yang tidak biasa dari tubuh dan meningkatkan kebutuhan akan nutrisi.
Informasi pengaturan makanan, yang memperhitungkan banyak faktor disini,
menyediakan petunjuk dasar dalam memenuhi kebutuhan nutrisi sehari-hari.
Untuk itu, maka intake nutrisi ke dalam tubuh harus adekuat. Artinya nutrisi yang
dimakan harus mengandung essensial tertentu yang seimbang. Nutrisi essensial tersebut
dibagi menjadi dua jenis yakni :
1. Makronutrien
Makronutrien adalah makanan utama yang membina tubuh dan membekalkan
tenaga. Makronutrien terdiri dari 3 bagian utama yaitu lemak, protein dan
karbohidrat.
a. Protein
Protein merupakan bagian penting dari tulang, otot, dan kulit. Bahkan
dalam setiap sel dalam tubuh kita terdapat protein . Protein mempunyai
banyak fungsi, antara lain adalah membantu memecah nutrisi untuk
menjadi energi, sebagai struktur bangunan dalam tubuh, dan
menghancurkan racun.
Protein terdiri dari blok bangunan yang disebut asam amino. Tubuh
dapat memproduksi beberapa asam amino. Protein yang kita peroleh dari
daging dan produk hewani lainnya mengandung semua asam amino yang

3
dibutuhkan. Dari lebih dari 20 asam amino yang dibutuhkan tubuh,
delapan (sembilan pada orang dewasa dan anak-anak) tidak dapat dibuat
oleh tubuh dalam jumlah yang cukup untuk menjaga kesehatan. Asam
amino ini dikategorikan sebagai nutrisi esensial, dimana harus didapatkan
dari makanan yang kita santap. Asam amino esensial ini terdiri dari
histidine, isoleucine, leucine, lysine, methionine, phenylalanine, threonine,
tryptophan dan valine.
Ketika kita menyantap makanan dengan kadar protein tinggi,
pencernaan kita memecah makanan berprotein menjadi asam amino. Asam
amino ini kemudian diserap kedalam aliran darah dan didistribusikan ke
sel-sel yang membutuhkan, asam amino kemudian kembali menjadi
protein yang menjalankan fungsi-fungsi yang dibutuhkan tubuh. Protein
dari daging dan produk hewani yang lain juga disebut sebagai protein
lengkap. Berbeda dengan dengan protein Nabati yang tidak mengandung
semua asam amino yang dibutuhkan, untuk melengkapi asam amino yang
dibutuhkan maka perlu mengkonsumsi beberapa makanan nabati agar
memperoleh asam amino yang lengkap yang dibutuhkan.
Protein hewani, banyak terdapat pada makanan seperti telur, susu,
daging, ikan, dan unggas, merupakan protein yang lengkap karena
makanan itu mengandung semua asam amino yang sangat diperlukan
tubuh. Protein nabati, terdapat dalam sayuran, padi-padian, dan buncis,
memiliki kandungan asam amino yang kurang lengkap. Namun demikian,
protein nabati dapat dikombinasikan dalam pola makan untuk mencukupi
semua asam amino yang penting. Contoh yang baik adalah nasi dan
buncis. Salah satu dari dua makanan ini, kurang memiliki kandungan asam
amino yang cukup; tetapi asam amino yang tidak terdapat dalam nasi ada
dalam buncis dan sebaliknya.
Sehingga apabila dimakan secara bersama-sama, makanan ini
menyediakan sumber protein yang cukup. Dengan demikian, orang yang
tidak makan hewan, dapat mencukupi kebutuhan protein mereka dengan
pola makan yang kaya gandum, kacang polong dan buncis yang
dikeringkan, nasi, biji-bijian, dan tofu, serta produk kacang kedelai.
b. Karbohidrat

4
Karbohidrat adalah sumber utama energi tubuh manusia, menyediakan
4 kalori energi setiap gram. Karbohidrat tersusun dari atom carbon,
hidrogen dan oksigen. Ketika karbohidrat diproses dalam tubuh manusia,
gula glukosa dihasilkan; glukosa merupakan faktor penentu untuk
membantu memelihara jumlah protein dalam jaringan, memetabolisme
lemak, dan menggerakan sistem syaraf pusat.
Makanan yang dimakan mengandung berbagai jenis karbohidrat. Dari
jenis- jenis karbohidrat, ada yang lebih baik untuk kesehatan dibanding
jenis karbohidrat yang lainnya. Jenis-jenis kabohidrat tersebut antara lain
adalah:
a) Gula
Gula secara alami dapat ditemukan dalam buah-buahan,
sayuran, dan susu. Makanan seperti kue dan biskuit memiliki
pemanis buatan atau juga disebut dengan gula tambahan. Gula
yang didapatkan secara alami maupun yang didapat dari gula
tambahan Semuanya dapat diubah menjadi glukosa, atau zat gula
darah. Sel-sel kita membakar glukosa dan menjadikan energi.
b) Zat tepung
Zat tepung di dalam tubuh dipecah menjadi gula. Zat tepung
dapat ditemukan dalam sayuran tertentu, seperti kentang, buncis,
kacang polong, dan jagung. Ia juga ditemukan dalam roti, sereal,
dan biji-bijian.
c) Serat
Serat adalah karbohidrat yang yang tidak dapat dicerna oleh
tubuh. Serat melewati tubuh tanpa dipecah menjadi gula. Meskipun
tubuh tidak mendapatkan energi dari serat, manusia masih perlu
mengkonsumsi serat untuk tetap sehat. Serat membantu
menyingkirkan lemak berlebih dalam usus, yang membantu
mencegah penyakit jantung. Serat juga membantu mendorong
makanan melalui usus, yang membantu mencegah sembelit.
Makanan tinggi serat ialah buah-buahan, sayuran, kacang-
kacangan, kacang polong, biji-bijian, dan gandum makanan (seperti
roti gandum, oatmeal, dan beras merah).

5
Karbohidrat yang sehat antara lain adalah zat gula alami buah-buahan,
sayuran, susu, dan produk susu,Serat dan Zat tepung dalam makanan
gandum, buncis, kacang polong, dan jagung.

Karbohidrat diserap tubuh dalam 2 bentuk :

1) monosaccharides (gula sederhana seperti glukosa, fruktosa, dan


galaktosa yang tidak bisa lagi diurai dengan hydrolisa) atau dalam
bentuk
2) disaccharides (karbohidrat seperti sucrosa, lactosa, maltosa dan
dextrin yang dapat dihidrolisasi menjadi dua monosaccarides).

Monosaccharides dan disaccharides diperoleh dengan mengurai


polysaccharides, karbohidrat kompleks yang mengandung banyak
monosaccharides. Proses penguraian ini dilakukan oleh enzim. Proses ini
dimulai dari mulut dan berakhir di usus halus, dimana sebagian besar
penyerapan nutrisi terjadi. Setiap disaccharide diurai menjadi unit tunggal
oleh enzim tertentu. Sebagai contoh enzim lactase mengurai lactose
menjadi bagian-bagian penyusun monosaccharidnya, yaitu glukosa dan
lactosa. Contoh lain adalah enzim sucrase yang mengurai disaccharid
sucrose menjadi glukosa dan fruktosa.

c. Lemak
Agar tubuh kita tetap stabil, tubuh juga membutuhkan lemak karena
memiliki fungsi antara lain sebagai sumber energi, memproduksi zat zat
yang dibutuhkan oleh tubuh, serta membantu tubuh menyerap vitamin
tertentu dari makanan. Tidak semua makanan berlemak baik untuk
kesehatan kita. Lemak yang baik untuk dikonsumsi adalah lemak tak jenuh
tunggal ( monounsaturated ) dan lemak tak jenuh jamak (polyunsaturated).
Dengan mengkonsumsi lemak tak jenuh dapat meminimalisir akan
terserang penyakit jantung.
Beberapa makanan yang mengandung lemak tak jenuh tunggal antara
lain adalah, minyak zaitun, minyak kacang, minyak canola, dan alpukat.
Dan beberapa makanan yang memiliki kandungan lemak tak jenuh jamak
tinggi antara lain adalah minyak jagung, minyak biji kapas, dan minyak
kedelai. Jenis lemak yang kurang baik untuk kesehatan adalah lemak jenuh

6
karena dapat meningkatkan risiko penyakit jantung dengan menyebabkan
penumpukan zat lemak dalam arteri yang dapat menghambat aliran darah
yang kaya oksigen ke jantung. Lemak ini juga dapat meningkatkan risiko
stroke dengan menyebabkan penumpukan zat lemak yang sama dalam
arteri yang menjadi saluran aliran darah ke otak kita. Sebuah penelitian
juga menunjukkan bahwa dengan mengkonsumsi banyak lemak jenuh
dapat meningkatkan risiko kanker payudara.
Lemak dalam tubuh diurai dari makanan yang mengandung asam
lemak yang disebut Tryglyceride. Triglyceride terdiri dari 3 asam lemak
yang melekat pada suatu zat yang disebut glycerol. Berdasarkan pada
struktur asam lemaknya, lemak dibedakan menjadi lemak jenuh dan tak
jenuh. Penggolongan ini didasarkan pada apakah ikatan kimia diantara
atom carbon dalam molekul lemak berisi semua atom hidroden yang
mampu mereka bawa (saturated) atau masih memiliki kapasitas untuk
mengikat atom hidrogen lagi (unsaturated). Minyak jenuh umumnya
membeku pada suhu kamar; minyak tak jenuh dan minyak tak jenuh ganda
masih dalam bentuk cair (tidak membeku dalam suhu kamar). Minyak tak
jenuh dapat dibentuk menjadi minyak jenuh dengan menambahkan atom
hidrogen dalam proses yang disebut hidrogenasi. Proses ini membentuk
lemak jenuh yang disebut asam trans-lemak.
Makanan yang memiliki kandungan lemak jenuh tinggi antara lain
daging merah (sapi, babi, domba), daging unggas, mentega, susu, minyak
kelapa, minyak kelapa sawit. Sedangkan lemak trans dapat kita jumpai
pada beberapa makanan yang digoreng seperti seperti kerupuk, donat, dan
dan kentang goreng. Sama halnya dengan lemak jenuh dan lemak trans.
Kolesterol juga kurang baik bagi kesehatan, yang juga dapat meningkatkan
resiko serangan jantung. Kolesterol juga dapat kita temukan daging merah
(sapi, babi, domba) dan daging unggas. Meskipun lemak tak jenuh tunggal
dan lemak tak jenuh jamak baik untuk kesehata, namun harus tetap teratur
dalam mengkonsumsi lemak tersebut. Karena jika lemak terus bertambah
maka tubuh akan mengalami kegemukan yang dapat beresiko terserang
penyakit lain seperti diabetes dan obesitas.

7
2. Mikronutrien
Mikronutrien adalah komponen yang diperlukan untuk makronutrien tadi
berfungsi dengan baik. Mikronutrien terdiri dari vitamin dan mineral.
a. Vitamin
Vitamin adalah zat yang ditemukan dalam makanan yang dibutuhkan
tubuh untuk pertumbuhan dan kesehatan. Ada beberapa macam vitamin
yang dibutuhkan manusia. Berikut ini adalah fungsi masing-masing
vitamin yaitu :
a) Vitamin A, penting bagi penglihatan karena berfungsi untuk
pembentukan pigmen retina mata. Selain itu, berfungsi untuk
pertumbuhan normal sebagian besar sel tubuh, khususnya
pertumbuhan normal dan poliferasi normal berbagai jenis epitel,
juga penting untuk sistem imun tubuh.
b) Vitamin D, berfungsi untuk meningkatkan absorbsi kalsium dari
saluran cerna dan juga membantu mengontrol penyimpanan
kalsium, serta menyeimbangkan kadar fosfor di dalam tubuh.
Secara keseluruhan, fungsi spesifik vitamin D berkaitan dengan
metabolism kalsium tubuh dan pembentukan tulang.
c) Vitamin E, berfungsi sebagai antioksidan, melindungi membran
sel, dan menetralkan zat dari radikal bebas serta memainkan
peranan perlindungan untuk mencegah oksidasi lemak tak jenuh.
d) Vitamin K, berfungsi untuk pembentukan protrombin agar bisa
melakukan proses pembekuan darah.
e) Vitamin B1 (tiamin), berfungsi sebagai kokarboksilase, yang
terutama bekerja dalam kaitan dengan dekarboksilase protein untuk
dekarboksilasi asam piruvat dan asam alfa-keton lain. Vitamin B1
juga berfungsi dalam proses metabolisme akhir karbohidrat serta
dalam metabolisme asam amino.
f) Vitamin B12 (kobalamin), vitamin ini menjalankan beberapa fungsi
metabolisme secara umum, dalam proses metabolisme vitamin B12
ini bertindak sebagai koenzim akseptor hydrogen. Fungsi utamanya
adalah sebagai koenzim untuk mereduksi ribonukleotida menjadi
deoksiribonukleotida, sehingga vitamin B12 dapat meningkatkan

8
pertumbuhan, meningkatkan pembentukan dan pematangan sel
darah merah.
g) Niasin, berfungsi dalam proses metabolisme tubuh secara
keseluruhan, terutama sebagai koenzim dalam bentuk NAD dan
NADP.
h) Vitamin B6 (piridoksin), berfungsi sebagai koenzim pada banyak
reaksi kimia yang berhubungan dengan metabolisme asam amino
dan protein. Perannya yang paling penting yaitu sebagai koenzim
dalam proses transaminasi untuk sintesis asam amino.
i) Asam Folat, berfungsi sebagai pembawa gugus hidroksimetil dan
formil, berfungsi dalam metabolism asam nukleat dan asam amino,
serta berfungsi dalam sintesis purin dan timin yang dibutuhkan
untuk pembentukan DNA.
j) Vitamin B2 (riboflavin), berfungsi dalam proses metabolisme tubuh
secara keseluruhan. Selain itu, berfungsi dalam dehidrogenasi
dengan bekerja sebagai FAD (flavin adenine dinukleotida).
k) Kolin, berfungsi memelihara dan menjaga sel membrane, sebagai
memory retention, pengontrol otot, serta berperan dalam
metabolisme lipid.
l) Asam Pantotenat, berperan dalam metabolisme sel setelah diubah
menjadi koenzim A sehingga dapat berperan untuk mengkonversi
asam piruvat dekarboksilasi menjadi asetil-KoA.
m) Vitamin C (asam askorbat), berperan penting untuk pertumbuhan
dan kekuatan serabut di jaringan subkutan, kartilago, tulang dan
gigi. Selain itu berperan dalam proses penyembuhan luka, sebagai
antioksidan, pertumbuhan dan pemeliharaan jaringan, penyerapan
zat besi, serta mendukung fungsi imun tubuh.
b. Mineral
Mineral diklasifikasikan menjadi dua yaitu mineral organic dan
mineral anorganik.
Mineral organic adalah mineral yang dibutuhkan serta berguna bagi
tubuh yang dapat diperoleh melalui makanan setiap hari seperti nasi, ayam,
ikan, telur, sayur-sayuran serta buah-buahan, atau vitamin tambahan.
Sedangan mineral anorganik adalah mineral yang tidak dibutuhkan olehh

9
tubuh. Contohnta timbale hitam (Pb), iron oxide (besi teroksida), merkuri,
arsenic, magnesium, aluminium, atau bahan-bahan kimia lainnya hasil dari
resapan tanah.
Mineral anorganik sendiri dibagi menjadi dua yaitu mineral makro dan
mineral mikro. Contoh mineral makro adalah kalsium, fosofor,
magnesium, natrium, klorida, dan kalium. Sedangakan mineral mikro
terdiri dari besi, seng, iodium, selenium, tembaga, mangan, kromium, dan
flor.
a) Kalsium.
Kalsium membantu dalam pembentukan tulang dan gigi serta
membantu menjalankan fungsi otot dan saraf. Kalsium terkandung
dalam ikan salmon, sarden, susu, keju, yoghurt, kubis Cina,
kangkung, lobak, sawi, brokoli, dan jeruk.
b) Khlorida.
Klorida berfungsi menjaga keseimbangan kadar air di seluruh
tubuha. Klorida terkandung dalam Garam, rumput laut, gandum,
tomat, selada, seledri, buah zaitun, sarden, daging sapi, dan keju.
c) Tembaga.
Tembaga membantu melindungi sel dari kerusakan dan juga
untuk membentuk tulang dan sel darah merah. Tembaga dapat
ditemukan dalam kerang (terutama tiram), coklat, jamur, kacang,
dan gandum.
d) Fluoride.
Floride berfungsi memperkuak tulang dan gigi. Kopi dan dan
teh merupakan makanan yang mengandung flouride.
e) Yodium.
Yodium membantu menjalankan fungsi kelenjar tiroid. Tiroid
terkandung dalam Seafood, dan garam beryodium.
f) Zat Besi.
Zat Besi membantu sel darah merah dan mengantarkan oksigen
ke seluruh jaringan tubuh serta membantu menjalankan fungsi otot.
Untuk memenuhi kebutuhan zat besi kita dapat mengkonsumsi
daging merah, unggas, ikan, hati, tepung kedelai, telur, kacang-
kacangan, kacang polong, bayam, lobak hijau, kerang, dan sereal.

10
g) Magnesium.
Magnesium berfungsi untuk membentuk tulang dan gigi serta
untuk memeliahara syaraf dan otot agar tetap normal. Magnesium
terkandung dalam beberapa makanan yaitu kacang-kacangan,
seafood, susu, keju, dan yogurt.
h) Fosfor.
Fosfor sama halnya dengan magnesium yang berfungsi untuk
membentuk tulang dan gigi serta untuk memeliahara syaraf dan
otot agar tetap normal. Fosfor dapat ditemukan pada makan antara
lain susu, yoghurt, keju, daging merah, unggas, ikan, telur,
kacangkacangan, dan kacang polong.
i) Kalium.
Kalium berfungsi menjaga keseimbangan kadar air di seluruh
tubuh serta berfungsi memeliahara syaraf dan otot agar tetap
normal. Kalium terkandung dalam Susu, pisang, tomat, jeruk,
melon, kentang, ubi jalar, plum, kismis, bayam, lobak, kangkung,
dan kacang polong.
j) Selenium.
Selenium berfungsi mencega kerusakan pada sel serta
membantu fungsi kelenjar tiroid. Sayuran, ikan, kerang, daging
merah, biji-bijian, telur, ayam, hati, bawang putih, dan ragi bisa
dikonsumsi untuk memeneuhi kebutuhan akan Selenium.
k) Sodium.
Sodium sama halnya dengan kalium yang berfungsi menjaga
keseimbangan kadar air di seluruh tubuh serta berfungsi
memeliahara syaraf dan otot agar tetap normal. Makanan yang
mengandung Sodium antara lain adalah Garam, susu, keju, bit,
seledri, daging sapi, daging babi, sarden, dan buah zaitun hijau.
l) Seng (Zinc).
Seng berfungsi dalam menjaga kesehatan kulit dan membantu
dalam penyembuhan luka. Selain itu Seng juga berfungsi
membantu tubuh untuk melawan penyakit. Seng dapat kita
temukan dalam beberapa makanan antara lain Hati, telur, makanan

11
laut, daging merah, tiram, telur, kacang-kacangan, biji-bijian,
sereal, gandum, dan biji labu.
3. Air
Air bersirkulasi melalui darah kita dan sistem limpa, mengangkut oksigen dan
nutrisi ke sel tubuh dan membuang limbah metabolisme melalui urin dan keringat.
Air juga menjaga keseimbangan alami antara keluar dan masuknya garam dan air
didalam dan diluar sel. Persendian dan jaringan halus tubuh juga bergantung pada
bantalan cair yang hanya dapat ada apabila terdapat ketersediaan air yang cukup.
Air memang tidak memiliki nilai kalori dan karenanya air bukan sumber energi.
Namun tanpa air dalam menu kita, tubuh tidak dapat mencerna atau menyerap
makanan yang kita santap atau membuang limbah pencernaan tubuh.
Air berperan sebagai medium dari berbagai reaksi biokimia dari metabolisme
tubuh terjadi dan sebagai medum untuk nutrisi diangkut ke dan limbah dibuang
dari seluruh tubuh. Air juga berperan dalam pengaturan suhu tubuh, tekanan darah
dan volume darah, struktur molekul besar dan kelenturan jaringan tubuh. Air juga
berperan sebagai pelarut, pelumas (seperti pada sendi), dan bantal pelindung
(seperti di dalam mata dan cairan tulang belakang dan cairan amniotic). Aliran air
kedalam dan keluar dari sel diatur secara sangat akurat oleh pergantian
konsentrasi elektrolit pada kedua sisi membran sel.

C. Etiologi
1. Kekurangan nutrisi
a. Efek dari pengobatan
b. Mual / muntah
c. Gangguan intake makanan
d. Radiasi / kemoterapi
e. Penyakit kronis
f. Mengingkatnya kebutuhan kalori dan kesulitan dalam mencerna kalori akibat
penyakit infeksi atau kanker
g. Disfagia karena adanya kelainan persarafan
h. Penurunan absorbsi nutrisi akibat penyakit / intoleransi laktosa
i. Nafsu makan menurun

12
2. Kelebihan nutrisi
a. Kelebihan intake
b. Gaya hidup
c. Psikologi untuk konsumsi tinggi kalori
d. Penurunan laju metabolik
e. Latihan / aktifitas yang adekuat

D. Patofisiologi
Fungsi utama sistem pencernaan adalah memindahkan zat nutrisi (zat yang sudah
dicerna), air, dan garam yang berasal dari zat makanan untuk didistribusikan ke sel-sel
melalui sistem sirkulasi. Zat makanan merupakan sumber energi bagi tubuh seperti ATP
yang dibutuhkan sel-sel untuk melaksanakan tugasnya. Agar makanan dapat dicerna
secara optimal dalam saluran pencernaan, maka saluran pencernaan harus mempunyai
persediaan air, elektrolit dan zat makanan yang terus menerus. Untuk itu diperlukan
(Satino, 2005):
a. Pergerakan makanan melalui saluran pencernaan
b. Sekresi getah pencernaan
c. Absorbsi hasil pencernaan, air dan elektrolit
d. Sirkulasi darah melalui organ gastrointestinal yang membawa zat yang diabsorbsi
e. Pengaturan semua fungsi oleh sistem saraf dan hormon.dalam lumen saluran
gastrointestinal (GI) harus diciptakan suatu lingkungan khusus supaya
pencernaan dan absorbsi dapat berlangsung.
Sekresi kelenjar dan kontraksi otot harus dikendalikan sedemikian rupa supaya
tersedia lingkungan yang optimal. Mekanisme pengendalian harus dapat mendeteksi
keadaan lumen, yaitu regangan dinding oleh isi lumen, osmolaritas kimus atau
konsentrasu zat yang terlarut, keasaman kimus atau konsentrasu ion H+ dan hasil
pencernaan karbohidrat, lemak, protein (monosakarida, asam lemak dan peptide dari
asam amino).
Proses pencernaan makanan menurut Potter & Perry antara lain:
1. Mengunyah
2. Menelan (deglusi)
a. Pengaturan saraf pada saat menelan
b. Tahap menelan di esofagus
3. Makanan di lambung

13
4. Pengosongan di lambung
5. Faktor refleks duodenum
6. Pergerakan usus halus
a. Gerakan kolon
b. Gerakan mencampur
c. Gerakan mendorong
7. Defekasi
Masalah-masalah berhubungan dengan nutrisi menurut Potter & Perry antara lain:
1. Kekuranagn nutrisi
Kekurangan nutrisi merupakan keadaan yang dialami seseorang dalam keadaan tidak
berpuasa (normal) atau resiko penurunan berat badan akibat ketidakcukupan asupan
nutrisi untuk proses metabolisme.
2. Kelebihan nutrisi
Kelebihan nutrisi merupakan suatu keadaan yang dialami seseorang yang
mempunyai risiko peningkatan berat badan akibat asupan kebutuhan metabolisme
secara berlebihan.
3. Malnutrisi
Malnutrisi merupakan masalah yang berhubungan dengan kekurangan zat gizi pada
tingkat seluler atau dapat dikatakan sebagai asupan zat gizi yang tidak sesuai denga
kebutuhan tubuh.
4. Obesitas
Obesitas merupakan masalah peningkatan berat badan yang mencapai lebih dari
20% berat badan normal. Status nutrisinya adalah melebihi kebutuhan metabolisme
karena kebutuhan metabolisme karena kelebihan asupan kalori dan penurunan dalam
penggunaan kalori.

5. Diabetes militus
Diabetes militus merupakan gangguan kebutuhan nutrisi yang ditandai dengan
adanya gangguan metabolisme karbohidrat akibat kekurangan insulin atau
penggunaan karbohidrat berlebih.
6. Hipertensi
Hipertensi merupakan gangguan nutrisi yang disebabkan oleh berbagai masala
pemenuhan kebutuhan nutrisi seperti penyebab dari adanya obestas serta asupan
kalsium, natrium, dan gaya hidup yang berlebih.

14
E. Manifestasi klinik
Manifestasi atau tanda dan gejala nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh menurut buku saku
diagnosa keperawat NIC-NOC antara lain:
1. Subjektif
a. Kram abdomen
b. Nyeri abdomen dengan atau tanpa penyakit
c. Merasakan ketidakmampuan untuk mengingesti makanan
d. Melaporkan perubahan sensasi rasa
e. Melaporkan kurangnya makanan
f. Merasa kenyang segera setelah mengingesti makanan
2. Objektif
a. Tidak tertarik untuk makan
b. Diare
c. Adanya bukti kekeurangan makanan
d. Kehilangan rambut yang berlebihan
e. Bising usus hiperaktif
f. Kurangnya minat pada makanan
g. Luka rongga mulut inflamasi

F. Penatalaksanaan
1. Medis
a. Nutrisi enternal
Metode pemberian makanan alternative untuk memastikan kecukupan nutrisi
meliputi metode enternal (melalui sistem pencernaan). Nutrisi enternal juga
disebut sebagai nutrisi enternal total (TEN) diberikan apabila klien tidak
mampu menelan makanan atau mengalami gangguan pada saluran pencernaan
atas dalam transport makanan ke usu halus terganggu.
b. Nutrisi parentral
Nutrisi parentral (PN) juga disebut sebagai nutrisi parenteral total (TPN) atau
hiperalimentasi intravena, diberikan jika saluran gastro intestinal tidak
berfungsi karena terdapat gangguan dalam kontinuitas fungsinya atau karena
kemampuan penyerapan terganggu. Nutrisi parenteral diberikan secara
intervena seperti melalui kateter vena sentral ke vena keva superior, makanan

15
parenteral adalah larutan dekstrosa, air, lemak, protein, elektrolit, vitamin, dan
unsure renik.
2. Keperawatan
a. Menstimulasikan nafsu makan
b. Berikan makanan yang sudah dikenal yang memang disukai klien yang di
sesuaikan dengan kondisi klien.
c. Pilih porsi sedikit sehingga tidak menurunkan nafsu makan klien yang
anoreksia.
d. Hindari terapi yang tidak menenangkan atau tidak nyaman sesaat sebelum atau
sesudah makan.
e. Berikan lingkungan rapid an bersih yang bebas dari pengelihatan dan bau yang
tidak enak.
f. Kurang stress psikologi.

H. Konsep asuhan keperawatan


1. Pengkajian
a. Identitas pasien
Kaji identitas pasien dengan meliputi nama, alamat, umur, jenis kelamin, suku
bangsa, agama, bahasa yang dimengerti, tanggal MRS, No.Registrasi.
b. Keluhan utama
Tidak nafsu makan, mual, muntah.
c. Riwayat penyakit
d. Status nutrisi
Dalam mengkaji ststus nutrisi pasien, akan digunakan pendekatan ABCD
menurut Potter & Perry yaitu:
a) Anthropometric Meassuremen (Pengukuran Antropometri)
Antropometri adalah suatu sistem pengukuran ukuran dari susunan tubuh dan
bagian khusus tubuh. Ditinjau dari sudut pandang gizi mak antropometri
berhubungan dengan berbagai macam pengukuran dimensi tubuh dan
komposisi tubuh dari berbagai tingkat umur dan tingkat gizi. Berbagai jenis
pengukuran antara lain:
1) Berat Badan (BB)
erat badan merupakan ukuran antropometri yang terpenting dan paling
sering digunakan pada bayi baru lahir. Di samping itu, berat badan dapat

16
digunakan sebagai dasar perhitungan dosis obat dan makanan. Berat
badan menggambarkan jumlah dari protein, lemak, air dan mineral pada
tulang. Cara mengukur berat badan adalah:
BB = (TB - 100) – 10 % (TB - 100)
Sedangkan untuk berat badan ideal kriterianya adalah :
1) > 110 % dari berat badan standar = gemuk
2) 90 % – 110 % dari berat badan standar = ideal/gemuk
3) 70 % - 90 % dari berat badan standar = sedang
4) < 70 % = sangat kurus
2) Tinggi badan (TB)
Tinggi badan merupakan parameter yang penting bagi keadaan sekarang.
Jika tinggi badan tidak dapat diukur dengan klien berdiri, rentang lengan,
atau jarak dari ujung jari ke ujung jari dengan diulurkan penuh pada
tingkat bahu kurang lebih ketinggian untuk orang dewasa.
3) Lingkar lengan atas (LILA)
Pengukuran LILA adalah suatu cara untuk mengetahui risiko kekurangan
energi protein (KEP) wanita usia subur. Pengukuran LILA tidak dapat
digunakan untuk memantau perubahan status gizi dalam jangka pendek.
Ambang batas wanita usia muda dengan risiko kekurangan energi kronik
di Indonesia adalah 23,5 cm. Apabila kurang dari angka tersebut maka
wanita tersebut mempunyai risiko kekurangan energi kronis.
4) Lipatan trisep
Pengukuran lipatan trisep dimaksudkan untuk menentukan status lemak
tubuh. Pengukuran lipatan trisep dilakukan dengan mengggunakan caliper.
b) Biochemical Data
Pengkajian status nutrisi klien perlu ditunjang dengan pemeriksaan laboratorium
antara lain :
1) Hemoglobin (Hb)
Nilai normal hemoglobin yaitu:
Bayi baru lahir: 17 – 22 g/dl
Anak-anak: 11 – 13 g/dl
Pria: 13 – 16 g/dl
Wanita: 12 – 14 g/dl

17
Kadar hemoglobin dalam darah yang rendah dikenal dengan anemia.
Sdangkan kadar hemoglobin yang tinggi dapat dijumpai pada ornag yang
tinggal di daerah dataran tinggi dan perokok. Beberapa penyakit seperti
radang paru-paru, tumor dan gangguan sumsum tulang juga bisa
meningkatkan kadar hemoglobin.
2) Hematokrit (Hct)
Hematokrit adalah volume eritrosit yang dipisahkan dari plasma dengan
cara memutarnya di dalam tabung khusus yang nilainya dinyatakan
dalam persen (%) dengan cara perhitungan :
Hct = X 100 %
Hematokrit normal pria dan wanita yaitu 4 – 5,2 g/dl. Makanan dengan
tinggi protein pada pasien dengan hipoalbuminemia adalah
meningkatkan dan mempertahankan kadar albumin untuk mencegah
komplikasi lebih lanjut.
c) Clinical Sign
Observasi klinis dapat menjadi aspek terpenting di antara pengkajian nutrisi.
Seperti pada bentuk pengkajian keperawatan lain, perawat mengobservasi klien
tanda-tanda perubahan nutrisi. Karena nutrisi yang tidak tepat mempengaruhi
semua sistem tubuh, petunjuk malnutrisi dapat diobservasi selama pengkajian
fisik. Ketika pengkajian fisik sistem tubuh yang umum selesai, perawat dapat
memeriksa kembali area yang berhubungan untuk mengevaluasi status nutrisi
klien. Tanda-tanda klinis status nitrisi memberikan pedoman untuk observasi
selama pengkajian fisik.
d) Dietary History
Faktor yang perlu dikaji dalam riwayat konsumsi nutrisi/diet klien:
1) Pola diet / makan
Vegetarian, tidak makan ikan laut dll.
2) Kebiasaan makan
Makan bersama-sama. Makan sambil mendengarkan musik, makan sambil
menonton televisi dll.
Makanan kesukaan
Suka makan lalap, suka sambal, suka coklat, suka roti-roti dll.
3) Pemasukan cairan
Jumlah cairan tiap hari yang diminum, jenis minuman, jarang minum dll.

18
4) Problem diet
Sukar menelan, kesulitan mengunyah dll.
5) Aktivitas fisik
Jenis pekerjaan, waktu bekerja siang/ malam, perlu makanan tambahan apa
tidak
6) Riwayat kesehatan
Adanya riwayat penyakit diabetes militus, adanya alergi
Pengetahuan tentang nutrisi
Penentuan tingkat pengetahuan klien mengenai kebutuhan nutrisi

2. Pemeriksaan Fisik
a. Keadaan fisik: apatis, lesu.
b. Berat badan : obesitas, kurus (underweight).
c. Otot: flaksia/lemah, tonus kurang, tanderness, tidak mampu bekerja.
d. Sistem saraf: bingung, rasa terbakar, paresthesia, reflek menurun.
e. Fungsi gastrointestinal: anoreksia, konstipasi, diare, flatulensi, pembesaran
liver.
f.Kardiovaskuler: denyut nadi lebih dari 100 kali/menit, irama abnormal, tekanan
darah rendah/tinggi.
g. Rambut: kusam, kering, pudar, kemerahan, tipis, pecah/patah-patah.
h. Kulit: kering, pucat, iritasi, pethekie, lemak disubkutan tidak ada.
i. Bibir: kering, pecah-pecah, bengkak, lesi,stomatis, membran mukosa pucat.
j. Gusi: pendarahan, peradangan.
k. Lidah: edema, hiperemis.
l. Gigi: karies
m. Mata: konjungtiva pucat, kering, exotalamus, tanda-tanda infeksi.
n. Kuku: mudah patah

3. Pemeriksaan Penunjang
Laboratorium
a) Albumin (N: 4-5,5 mg/ 100 ml)
b) Transferin (N: 170-25 mg/100 ml)
c) Hb (N: 12 mg %)
d) BUN (N : 10-20 mg/ 100 ml).

19
e) Ekskresi kreatinin untuk 24 jam (N: laki –laki: 0,6-1,3 mg/ 100 ml,
wanita: 0,5-1,0 mg/100 ml.

4. Pathway

Pola makan tidak teratur, tidak nafsu makan, mual, muntah

Berkurangnya pemasukan makanan Berlebihnya pemasukan makanan

Kekosongan lambung Zat makanan tersimpan di jaringan adipose


dipakai sebagai energi

Erosi pada lambung (gesekan)


Berat tubuh meningkat

Produksi HCL meningkat


Kelebihan Nutrisi

Asam lambung refleks

Berkurangnya pemasukan makanan

Intake makanan tidak adekuat

Kekurangan Nutrisi

20
5. Diagnosa
a. Gangguan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh berhubungan dengan intake
makanan tidak adekuat (nafsu makan berkurang)
b. Gangguan nutrisi lebih dari kebutuhan tubuh berhubungan dengan asupan
(pola makan yang berlebihan)

6. Intervensi dan Rasional


DX Tujuan dan Kriteria Intervensi Rasional
hasil
a. Setelah diberikan 1. Kaji kebutuhan 1. Mengetahui keadaan
asuhan keperawatan nutrisi pasien. pasien.
selama….x 24 jam, 2. Sajikan 2. Meningkatkan selera
diharapkankebutuha makanan yang mudah makan dan intake
n nutrisi adekuat dicerna dalam makan.
dengan criteria hasil keadaan hangat, 3. Meningkatkan
: tertutup dan diberikan pengetahuan agar dx
a. Nafsu makan sedikit – sedikit tapi lebih kooperatif.
meningkat. sering. 4. Mengevaluasi
b. BB meningkat 3. Beri KIE efektifitas dari asupan
secara bertahap. tentang pentingnya makanan.
nutrisi proses 5. Memberi informasi
penymbuhan. tentang diet yang tepat
4. Ukur intake dan sesuai dengan
makanan dan timbang pasien.
berat badan.
5. Kolaborasi
dengan ahli gizi
tentang diet.
b. Setelah diberikan 1. Beri KIE tentang 1. Memberikan
asuhan diet sehat dan akibat informasi dan
keperawatan…. x 24 yang mungkin timbul mengurangi
jam diharapkan pada orang yang komplikasi.
pasien tidak mengalami kelebihan 2. Mengetahui

21
kelebihan nutrisi nutrisi. kalori yang masuk
dengan criteria hasil : 2. Ukur intake 3. Membanu
a. Pasien mampu makanan dalam 24 memecahkan masalah.
mempertahankan BB jam. 4. Maksimalkan
ideal . 3. Beri motivasi fungsi energy
b. Pasien mampu untuk menurutkan 5. Memberi
mengontrol asupan berat badan. informasi tentang diet
makanan. 4. Buat program yang tepat untuk
latihan untuk olahraga pasien.
5. Kolaborasi
dengan ahli gizi.

22
Daftar Pustaka
Ahem, Nancy R. Wilkinson, Judith M. 2011. Buku Saku Diagnosa Keperawatan Edisi 9
Diagnosa Nanda, Interverensi NIC, Kriteria Hasil NOC. Jakarta: Penerbit Buku
Kedoteran.
Docterman dan Bullechek. 2004. Nursing Interverention Classification (NIC). Edition 4
United States Of America: Masby Elsever Acadamic Press.
NANDA International. 2011. Diagnosa Keperawatan Definisi dan Klasifikasi 2012-
2014. Jakarta: EGC.
Saputra, Lyndon. 2013. Catatan Ringkasan Kebutuhan Dasar Manusia. Jakarta:
Binarupa Aksara Publisher.
Uliyah, Musfifatul.2006. Keterampilan Dasa Praktik Klinik Kebidanan. Jakarta:
Salemba Medika.
Wartonah, Tarwoto. 2006. Kebutuhan Dasar Manusia dan Proses Keperawatan. Jakarta:
Salemba Medika.

23