Anda di halaman 1dari 13

PAPER FILOSOFI KLIEN DENGAN KEBUTUHAN KHUSUS

Disusun untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah

Asuhan Keperawatan Kebutuhan Khusus

Dosen Pembimbing : Engkartini, M.Kep

Disusun Oleh :

Kelompok 1

1. Achmad Khusni Mubarok 5. Gandha Tri Mulyani


2. Edi Karsito 6. Ista Ziatiningrum
3. Rangga Tri Sadita 7. Sulis Setyoningsih
4. Dewi Novita Komalasari 8. Erna Sari

PROGRAM STUDI S1 KEPERAWATAN

STIKES AL IRSYAD AL ISLAMIYYAH CILACAP

2018
PAPER FILOSOFI KLIEN DENGAN KEBUTUHAN KHUSUS

A. KONSEP PASIEN BERKEBUTUHAN KHUSUS


1. Definisi Pasien Berkebutuhan Khusus
The Commission on Dental Accreditation (CODA) mendefinisikan Special
Need Patient sebagai setiap individu dengan kondisi medis, fisik, psikologis
dan atau sosial yang membutuhkan pengkhususan perawatan. (Vainio et al,
2011)
2. Klasifikasi Pasien Berkebutuhan Khusus
Secara umum istilah pasien berkebutuhan khususterdiri dari berbagai jenis
kelainan genetik dan dapatan, yang secara praktisnya dapat dibagi menjadi
(Monteserín-Matesanz et al, 2015) :
a. Gangguan Motorik Neurologis (Sindrom Down,Cerebral Palsy, Dll.),
b. Penyakit Sistemik Kronis (Diabetes, Penyakit Jantung, Hipertensi),
c. Keganasan Onco-Hematologis (Leukemia, Limfoma),
d. Penyakit Menular (HIV, Hepatitis B atau C),
e. Cacat Fisik (Paraplegia, Hemiplegia),
f. Gangguan Sensorik (Gangguan Pendengaran, Cacat Visual),
g. Kelainan Dapatan (Rubela, Tuberkulosis)

B. SEJARAH PERKEMBANGAN HEMODIALISA


1. Pengertian Hemodialisa
Hemodialisis atau yang sering orang menyebutnya cuci darah adalah suatu
tindakan untuk membersihkan racun dalam tubuh. Tindakan ini dilakukan
sebagai terapi pengganti ginjal, karena ginjal tidak mampu lagi membuang
sisa-sisa metabolisme dalam tubuh.
2. Sejarah Perkembangan Hemodialisis di Dunia
Perkembangan HD (Hemodialisis) di dunia dipengaruhi oleh perkembangan
komponen-komponen yang diperlukan untuk suatu proses dialisis, yaitu
cairan, ginjal buatan, akses vaskuler, mesin dialisis dan heparin. Sejarah
dialisis diawali dengan temuan-temuan komponen dialisis, yaitu :
a. Tahun 1890, Lavege peritoneal dengan menggunakan bicarbonat untuk
mengobati kolera di Eropa.
b. 23 tahun kemudian yatu tahun 1913 Seorang Ilmuwan yang bernama
Abel, Rowntree dan Turner membuat ginjal buatan dan mencobakannya
pada binatang percobaan di RS. Johns Hopkins, Baltimor, USA (Sekolah
Kedokteran tertua). Akan tetapi binatang percobaan tidak tertolong.
c. 22 tahun kemudian yaitu tahun 1935 heparin baru ditemukan, yang
fungsinya untuk mencegah terjadinya pembekuan darah.
d. 29 tahun kemudian yaitu tahun 1964 Home dialysis mulai dilaksanakan
di seattle, USA
e. Tahun 1965, Tuan Brescia dan Cimino menemukan pembuatan Fistula,
sekarang lebih terkenal dengan pemasangan cimino, sehingga banyak
pasien yang akan melakukan operasi cimino. Cimino adalah operasi kecil
pada lengan dimana arteri dan vena di sambung, sehingga memudahkan
proses HD, tidak perlu menusuk lagi vena di pangkal paha, dengan
operasi ini pasien lebih santai dan rileks.
f. Tahun 1967, ditemukan cara pembuatan Hallow fiber (Ginjal Buatan)
dan di uji cobakan.
g. Tahun 1973 Mulai dilaksanakan dialisis.
h. Tahun 1974 perkembangan dialisis menampakkan hasil yang
memuaskan.
i. Tahun 1980 Dialisis Peritoneal dilaksanakan.
j. Tahun 1989 Rekombinant Human Eritropoitin mulai dikomersialisasikan.
Sejarah cuci darah dimulai dari seorang ahli kimia asal Skotlandia bernama
Prof Thomas Graham yang pada tahun 1854 menemukan prinsip pemisahan
bahan zat melalui membran semipermeable. Pada tahun 1912 dilakukan
hemodialisis pertama kepada hewan dengan menggunakan ginjal buatan
(Artificial Kidney) oleh Jhon L Abel, LG Rowntre dan BB Turner dari John
Hopkins Medical School. Hemodialisis pertama pada manusia dilakukan
oleh George Haas pada tahun 1914 di Jerman.
3. Sejarah Perkembanagan Hemodialisis di Indonesia
Sejarah perkembangan Hemodialisis di Indonesia secara garis besar adalah :
a. Tahun 1972 Hemodialisis pertama kali dilakukan di RS Cipto
Mangunkusumo, Jakarta.
b. Tahun 1977 Transplantasi pertama kali dilakukan di RS Cipto
Mnagunkusumo dari donor hidup.
Perawat-perawat yang ikut menyumbangkan tenaganya demi kemajuan
hemodialisis adalah :
a. Dari RSCM (sebelum era tahun 1980), yaitu : Br. Ata Ainun, Zr. Elly
Halimah, Zr. Yayah Sofia, Zr. Anit Suhaini, Zr. Tiormin, Zr. Maryeti Zr.
Ida, Br. Djodjo Sukardjo, Zr. Erwati, Zr. Renawati, Zr. Betty Farida, Zr.
Krisna Yetty.
b. Dari RS PGI Cikini (sebelum era tahun 1980), yaitu : Zr. Hormauli.

C. SEJARAH PERKEMBANGAN PEMBEDAHAN ATAU OPERASI


1. Pengertian Operasi Bedah
Operasi bedah adalah suatu proses medis yang telah banyak digunakan
untuk hal-hal yang sekiranya berada didalam tubuh yang menderita sakit
atau kelainan atau luka. Pembedahan ini sendiri bertujuan untuk
menyembuhkan, penyakit atau luka. Pembedahan ini bisa dilakukan secara
manuat atau dengan menggunakan instrumen yang lebih canggih. Cara
manual biasanya dilakukan dengan menggunakan pisau bedah dengan
banyak membuka ruang. Sedangkan dengan instrumen sudah lebih canggih,
seperti menggunakan laparoscopy. Saat ini, bedah dilakukan oleh ahli bedah
(surgeon), dokter yang memiliki spesialisasi dibidang pembedahan.
2. Sejarah Operasi Bedah
Sedari zaman Mesir Kuno, operasi bedah telah dikenal. Bahkan,
diungkapkan juga bahwa prosedur pembedahan juga sudah dilakukan pada
zaman Mesolitikum atau saman batu pertengan. Bukti yang ditemukan pada
zaman Mesir Kuno ialah operasi pembedahan tengkorak, dengan jumlah
tengkorak bekas bedah yang cukup besar, sebagian orang berpikir bahwa ini
adalah suatu 'kehormatan' yang diberikan kepada segmen populasi tertentu.
Contohnya para Firaun dari Mesir, mereka akan menjalani bedah tengkorak
beberapa kali dalam hidup karena suatu kepercayaan agar jiwa mereka akan
lebih mudah untuk meninggalkan tubuh-tubuh mereka setelah kematian.
Tentu saja proses pembedahan tersebut masih sangat memakai cara yang
tradisional dengan sebilah pisau dan bahkan mereka masih menggunakan
pisau yang dibakar untuk mensterilisasi selama proses pembedahan. Lapisan
kulit yang telah disayat tersebut lalu dijahit. Sementara, serpihan tulang
yang retak, tidak dimasukan ke dalam kepala lagi, melainkan mereka
memanfaatkan kemampuan fisik tulang untuk berekatan membuat jaringan
tulang baru.
Pada masa Hippocrates mengusulkan pembedahan tengkorak bagi luka-
luka di kepala, dan Yunani kuno mempunyai beberapa peralatan untuk
melaksanakan prosedur tersebut. Salah satunya adalah terebra berbentuk “t”,
yang cara kerjanya hampir menyerupai alat bor primitif. Sementara
peradaban Mesir kuno dapat bangga dengan peralatan medisnya yang relatif
maju. Para peneliti percaya bahwa mereka melakukan pembedahan otak
dengan sebuah palu dan pahat. Sebuah fakta yang menarik untuk dicatat
dalam prosedur peradaban Mesir kuno adalah terdapatnya seorang yang
berfungsi sebagai “hemostatic” (agen yang berfungsi untuk menghentikan
pendarahan). Pengobatan spesialis kuno ini memiliki kekuatan yang diduga
dapat menghentikan pendarahan dengan menghadirkannya di dalam ruang
operasi. Bedah medis ini telah berkembang lebih dari 10.000 tahun, jauh
melampaui prosedur pengobatan standar modern.
3. Sejarah Ilmu Bedah di Dunia
a. Masa Prasejarah
Pembedahan atau operasi dilakukan untuk pengobatan luka dan termasuk
prosedur untuk meringankan gangguan seperti menghapus sempalan,
menusuk bisul atau lecet, mengobati luka bakar dan menghilangkan
jaringan trauma. Operasi besar adalah Trephination yang lebih mungkin
digunakan untuk alasan spiritual atau magis.
1) Bangsa jaman purbakala
a) Mesir : The Edwin Smith Papyrus adalah sumber informasi untuk
menangani masalah pembedahan
b) Yunani : Hippocrates adalah orang yang mendiagnosis, mengobati
luka, fraktur dan dislokasi. Hipocrates mengungkapkan filosofi
berupa Dogma "vis medicatrix naturae“ yang artinya betapa besar
daya kemampuan untuk menyembuhkan yang dimiliki oleh alam
semesta ! Kita harus meniru, bila mungkin memperbaiki cara-cara
alam menyembuhkan penyakit
c) Romawi
1. Cornelius Celsus menulis tentang ilmu kedokteran (Celsus’s De
Medicina)
2. Galen : "humoral“ yaitu penyakit disebabkan oleh kelainan
harmoni daripada cairan badan "humor”
b. Masa Abad Pertengahan
1) Makin berpengaruhnya gereja Kristen : para pendeta & para biarawan
(bahasa Latin)
2) Pendirian sekolah katedral
3) Doktrin gereja ”Ecclesia abhorret a sanguine" (gereja mengharamkan
darah)
4) Derajat ilmu bedah merosot
5) Pembedahan : para teknisi yang tidak memiliki pendidikan universiter
6) Peraturan yang melarang semua pendeta gereja untuk berpraktek
hukum atau kedokteran
7) Orang-orang awam bukan biarawan gereja mengikuti ilmu
pengetahuan di sekolah katedral & universitas mulai didirikan
8) Universitas di Salerno (abad ke IX)
9) Buku "Fabrica" tulisan Roger dari Salerno menjadi "textbook“
10) Perancis : universitas di Paris, Montpellier & Lyon Lanfranc
11) Guy de Chauliac : vademecum bedah "la grande chirurgie“
12) Dua sebab stagnasi : pemisahan ilmubedah dari ilmu kedokteran
umum & diabaikannya ilmu anatomi
13) Profesi "barber“ (tukang potong rambut yang juga mahir tindakan
pembedahan)
c. Masa Renaissance
1) Masa Transisi
a) Desakan & minat untuk menggali dan mencari apa yang
sesungguhnya benar
b) Ilmuwan muda non-gereja : berpikir lebih bebas, menitikberatkan
logika dan rasio & ingin tahu kebenaran
c) lmu anatomi & fisiologi manusia diperdalam
d) Andreas Vesalius : De Humani Corporis Fabrica
e) Di Jerman ahli bedah Paracelsus : alam adalah penyembuh utama
& menganjurkan agar ilmu bedah dan ilmu penyakit dalam
dipersatu kembali
f) Assosiasi barber-ahli bedah mulai di kontrol
g) Pendidikan untuk ahli-bedah dilakukan melalui kurikulum bedah
dalam pendidikan kedokteran
2) Masa Pra-Modern
a) Pusat pendidikan terbesar di eropa pada abad 17 : Leyden,
Montpellier, Padua dan Paris
b) Intensifikasi studi bidang anatomi, patologi & fisiologi, masih
menganut filosofi kuno
c) William Harvey : Fundamental Understanding Of The Anatomy
And Physiology Of The Circulation Of The Blood

d) Pendidikan & praktek bagi pembedahan dikelola profesi


kedokteran

e) Pengembangan dari ketangkasan tangan & teknik pembedahan


f) Inovasi Larrey : organisasi sistem bedah di lapangan & sistem
ambulans lapangan

g) Namun angka kematian di antara prajurit terluka masih cukup


tinggi : belum diterapkan cara pembiusan & belum diketahui
tentang anti- dan asepsis

h) Permulaan abad ke XIX ilmu-bedah telah kembali menduduki


tempat yang kokoh (si ahli-bedah adalah seorang tabib terpelajar
yang disegani & memiliki kemahiran pribadi, serta menguasai
ilmu anatomi dan patologi)

i) Dua hal rintangan untuk majunya ilmu-bedah : anestesi & metoda


antiseptis pembedahan
3) Masa Bedah Modern
a) Anestesi
1. Crawford Long (Amerika) pada operasinya tahun 1842 : ether
sulfat
2. Tahun 1844 dokter gigi H. Wells menggunakan nitrous oxide
untuk extraksi gigi
3. Tahun 1846 oleh Morton dan Warren di RSU Massachusetts :
ketangguhan ether (anestetikum operasi)
4. Ether digunakan untuk menunjang operasi kecil dan besar
5. Tahun 1847 oleh Simpson digunakan chloroform di Edinburgh
6. Tahun 1884 Koller menggunakan kokain pada operasi mata
7. Corning secara tak sengaja.memasukkan kokain ke rongga
sub-arachnoid : anestesi pada kedua tungkai pasien
8. Dikembangkan menjadi anestesi spinal oleh R. Matas di
Amerika tahun 1899
9. Einhorn tahun 1905 : prokain hidrokhlorida (anestetikum
paling utama secara lokal atau regional)
10. Kurang dari 50 tahun : anestesi menjadi bidang ilmu
tersendiri
b) Antisepsis & asepsis
1. Empat rintangan sejak 150 tahun yang lalu : rasa nyeri, infeksi,
perdarahan & shock
2. Lister & ahli-bedah mengira : infeksi luka sesudah operasi
disebabkan oleh faktor atau substansi kimia yang timbul di
dalam jaringan
3. Mereka yakin sebab pernanahan datangnya dari dalam jaringan
4. Pasteur, Lister dan Koch : inisiatif pengembangan ilmu
bakteriologi
5. Lister : infeksi disebabkan oleh invasi kuman bakteri dari luar
6. Lister : teori antisepsis (1860) : asam karbolat
7. Teknik aseptik oleh Von Bergmann & Schimmelbusch
a. Penghentian perdarahan (hemostasis)
1) Tekanan di atas luka
2) Cara kauterisasi dengan besi yang dipanaskan
3) Ikatan ligatur (jahitan benang)
4) Metoda tourniket
5) Pean menemukan forceps arteri kemudian diikat dengan
sutera halus
6) Tahun 1883 Theodor Billroth di Wina melakukan reseksi
lambung karena kanker dengan hasil baik
b. Lima rangkaian tindakan pembedahan
1) Diagnosis
2) Indikasi tepat
3) Keadaan optimal pre-operatif
4) Teknik pembedahan yang baik
5) Keadaan optimal postoperatif
c) Tokoh Ilmu Bedah Modern
Peletak dasar-dasar ilmu bedah modern bernama Al-Zarawi (936-
1013 M) atau yang lebih dikenal dengan Abulcasis. Dia menulis
kitab yang berjudul Al-Tasrif li man ajaz an-il-talil—sebuah
ensiklopedia kedokteran. Di antara alat bedah yang ditemukan
dan digunakan Al-Zahrawi adalah Catgut, forceps, gypsum, pisau
bedah (scalpel), curette, retractor, sendok bedah (surgical spoon),
sound, pengait bedah (surgical hook), surgical rod, dan specula,
alat untuk memeriksa bagian dalam uretra (saluran kencing), alat
untuk memindahkan benda asing dari tenggorokan, serta alat
pemeriksa telinga.
4) Masa Abad ke-20
a) Hampir semua organ & rongga badan bisa dioperasi
b) Kemajuan ilmu kedokteran didapat dengan pengetahuan dasar
ilmiah, riset, percobaan binatang & teknik baru
c) Berkembangnya spesialisi & subspesialisasi bedah
d. Masa Milenium
Loncatan besar dalam teknologi kedokteran disebabkan kemajuan luar
biasa dari teknologi informasi, lensa optik, elektronika, mesin/alat
mikro, dsb.
4. Perkembangan Keperawatan Perioperatif Di Dunia
Sekolah pelatihan untuk perawat terbentuk setelah sekolah Florence
Nightingale didirikan di Amerika dan Kanada pada akhir abad ke-19.
Universitas John Hopkins mengidentifikasi keperawatan kamar bedah
sebagai suatu area spesialisasi dalam sekolah pelatihan mereka pada tahun
1889 dan pendidikan kamar bedah dimulai di Sekolah Pelatihan Boston
(selanjutnya di Sekolah Pelatihan untuk Perawat di Massachusetts General
Hospital).
Tenik kamar bedah termasuk dalam kurikulum standar yang dikeluarkan
oleh National League of Nursing (NLN) pada tahun 1919. Kurikulum
merekomendasikan teori 10 jam, bakteriologi 20 jam dan rotasi ke kamar
bedah selama dua sampai tiga bulan (Fairchild, 1983). Berikut adalah
sejarah dan perkembangan keperawatan perioperatif :
a. Wanita pergi untuk Perang
1) Pengenalan dini tentang pentingnya mencuci tangan.
2) Secara bertahap, kain, instrumen dan dressing dengan cermat
dibersihkan.
3) Kemajuan praktek asepsis.
b. Perawat Pada Saat Perang Saudara
1) Anestesi diperbolehkan untuk operasi yang lebih rumit.
2) Infeksi Fatal terjadi pada lebih dari 30% pasien.
3) Dilakukannya sayatan dimulai sekitar 1860 untuk mengobati infeksi.
c. Keperawatan OR Akhir 1800

Operating Theatre 1897 Operating Room Theatre 1898


d. Keperawatan OR pada tahun 1890
1) Siswa perawat bertanggung jawab untuk sterilitas peralatan.
2) Mempersiapkan ruangan, menggosok lantai dan dinding dengan
antiseptik.
3) Dressing yang direbus, direndam dan dibungkus handuk antiseptik
atau stoples kaca besar.
4) Mempersiapkan segala sesuatu yang diperlukan termasuk kebutuhan
bedah diantaranya yaitu botol air panas, stimulan, handuk bersih, kain
lembut, lint, baskom (bengkok), ember, air panas dan dingin, bran,
menempel plester, air berkarbonasi, ice, pinset, jarum, silk, minyak
jelly, sabun, minyak sutra, spons, selimut karet, bantal, selimut untuk
menutupi pasien
e. Pendidikan Keperawatan OR
1) Perawat tidak membaca buku-buku kedokteran dan buku tentang
keperawatan tidak ada.
2) Jika seorang perawat ingin menjadi seorang dokter, dia harus pergi ke
sekolah kedokteran.
3) Perawat yang membaca buku-buku medis membebani otak mereka.
4) Dalam kasus apapun, setiap membaca informasi tidak akan diingat
dalam semalam.
f. Keperawatan OR di Prancis 1917
1) Pengaturan anastesi, penjahitan dan pengikatan, penempatan saluran
dan menghilangkan jaringan yang mati
OR & Anesthesia-First Nursing Specialties in 1918
5. Perkembangan Ilmu Bedah di Indonesia
Perkembangan ilmu bedah di Indonesia dapat dilihat dari kemampuan
ahli-ahli bedahnya yang merupakan produk dari program pendidikan dokter
spesialis bedah. Oleh karena itu, kurikulum pendidikan dokter spesialis ilmu
bedah berperan penting dalam berkembangnya ilmu bedah di Indonesia.
Saat ini, ilmu bedah di Indonesia sedang mengalami berbagai tuntutan.
Menurut Prof. Sjamsuhidajat, kolegium Ilmu Bedah sebagai penyusun
kurikulum pendidikan dokter spesialis bedah harus memiliki pandangan dan
wawasan yang jauh ke depan. Perkembangan ilmu bedah di Indonesia saat
ini masih kalah dengan negara-negara tetangga seperti Malaysia, Singapura,
Thailand, dan Filipina. Apabila kita bertahan dengan kurikulum
konvensional, sebagian masyarakat yang cerdas dan kaya tentunya akan
mencari pengobatan ke luar negeri karena menganggap kompetensi dokter
bedah Indonesia tertinggal dari negara-negara lain.
6. Perkembangan Keperawatan Perioperatif di Indonesia
Perkembangan keperawatan perioperative di Indonesia sudah dimulai
sejak lama melalui program seminar, pelatihan baik yang diprakarsai oleh
Rumah Sakit, Institusi atau organisasi seperti PPNI, HIPKABI. Bahkan
sekarang Kementerian Kesehatan Republik Indonesia mulai mengadakan
program yang bertujuan untuk melahirkan tenaga perawat yang mahir dan
kompeten di kamar bedah atau perawat perioperatif melalui program
pendidikan lanjutan Diploma IV Mitra Spesialis Medikal Bedah, Mitra
Spesialis Kebidanan, Reanimasi Anastesi dan Mitra Spesialis Perawat
Kardiologi.
DAFTAR PUSTAKA

Anwar, Rosihan. 2010. Sejarah Kecil “Petitek historie” Indonesia. Jakarta : PT


Kompas.
Gruendemann, Barbara J & Fernsebner, Billie.2005. Buku Ajar Keperawatan
Perioperatif. Jakarta : EGC
Jain et al. Patient Safety in Surgery (2015) 9:8 DOI 10.1186/s13037-015-0057-6
Monteserín-Matesanz M, Esparza-Gómez GC, García-Chías B, Gasco-García C,
Cerero-Lapiedra R. Descriptive study of the patients treated at the clinic
“Integrated Dentistry for Patients with Special Needs” at Complutense
University of Madrid (2003-2012). Med Oral Patol Oral Cir Bucal. 2015;
20(2): e211-7.
Roberts SM, Wilson CF, Seale NS, McWhorter AG. Evaluation of morphine as
compared to meperidine when administered to the moderately anxious
pediatric dental patient. Pediatr Dent. 1992; 14(5): 306- 13.
Vainio L, Krause M, Inglehart MR. Patients with special needs: dental students’
educational experiences, attitudes, and behavior. J Dental Educ. 2011; 75(1):
13-22
http://british-indonesie.blogspot.com/2010/06/bedah-laparoscopy.html
http://bunda-hospital.blogspot.com/2011/10/robotic-surgery-pertama-di-
indonesia.html
http://erabaru.net/sejarah/56-sejarah/186-bedah-medis-kuno
http://id.wikipedia.org/wiki/Operasi_bedah
http://id.scribd.com/doc/134639877/Sejarah-Dan-Perkembangan-Ilmu-Bedah-
Modern
http://id.scribd.com/doc/65929589/ILMU-BEDAH#scribd
http://www.husada.co.id/index.php/promo-kegiatan/tips-kesehatan/142-mengenal-
cuci-darah-hemodialisis