Anda di halaman 1dari 21

Dinamika struktur

Teknik Sipil
Universitas Gunadarma

Oktober 2019
Perhitungan Kekakuan Lateral Portal
dengan memperhitungkan Kekakuan Balok
Pada perkuliahan minggu lalu dalam memperhitungkan kekakuan la-
teral portal belum memperhitungkan kekakuan baloknya, atau dengan
tata lain kekakuan balok sangat besar bila dibandingjkan dengan ke-
kakuan kolomnya.
Dalam kenyataannya kondisi seperti itu sangat langka bahkan mung-
kin tidak ada.
Cara yang lebih realistis adalah dengan mem-
perhitungkan kekakuan baloknya.
Portal disamping ini adalah portal dengan
2 kaki yang tumpuannya dijepit.
Kekakuan kolom masing-masing Ic1 dan Ic2
sedangkan kekakuan baloknya Ib

Akibat beban dinamis yang bekerja pada titik B, maka akan terjadi sim-
pangan sebesar y
Besarnya momen primer akibat simpang-
an sebesar y = 1 satuan.

Karena kekakuan balok BC turut diperhitungkan, maka momen-


momen primer tersebut diatas harus didistribusikan kebalok BC
Untuk mendistribusikan momen premair kebalok BC dapat dilakukan
dengan methode  moment distribution  atau  methode Cross .
Momen akhir dari hasil distribusi momen akan diperoleh :

MAB MBA = MBC MCB = MCD MDC


Dari keseimbangan gaya free body kolom dibawah ini akan diperoleh :

Jadi gaya yang menyebabkan terjadinya simpangan


y = 1 satuan adalah :

Jadi kekakuan portal :


Contoh Soal :
Suatu portal dari konstruksi beton
bertulang dengan ukuran dan sket-
sa seperti gambar disamping.
E = 2,4 x 105 kg/cm2
Hitunglah kekakuan lateral portal
tersebut bila kekakuan balok BC
ikut diperhitungkan.
Penyelesaian :
Perhitungan momen inersia tiap-tiap kolom dan balok

Perhitungan faktor distribusi momen dititik B :


Kontrol :
BA + BC = 0,327 + 0,673 = 1
O.K.
Dengan cara yang sama dengan diatas,
dapat pula dihitung faktor distribusi
momen titik C
CB = 0,607 CD = 0,393

Kontrol : CB + CD = 0,607 + 0,393 = 1 O.K.


Jika portal diberi simpangan se-
besar y = 1 satuan, maka akan
timbul moman :
Untuk distribusi momen dikerjakan secara tabel seperti berikut ini :
Titik B C D
Kolom / Balok BA BC CB CD DC
Faktor Distribusi  0,327 0,673 0,607 0,393
MPrimer 11.250,00 22.500,00 22.500,00
MDistribusi - 3.679,75 - 7.571,25 - 13.657,50 - 8.842,50
MInduksi - 6.828,75 - 3.785,63 - 4.421,25
MTotal 7.571,25 - 14.400,00 - 17.443,13 13.657,50 18.078,75
MDistribusi 2.233,00 4.595,75 2.297,87 1.487,75
MInduksi 1.148,94 2.297,87 743,88
MTotal 9.804,25 - 8.655,31 - 12.847,38 15.145,25 18.822,63
MDistribusi - 375,70 - 773,24 - 1.394,81 - 903,06
MInduksi - 697,40 - 386,62 - 451,53
MTotal 9.428,55 - 10.125,95 - 14.628,80 14.242,19 18.371,09
MDistribusi 228,05 469,35 234,67 151,94
MAkhir 9.656,60 - 9.656,60 - 14.394,13 14.394,13 18.371,09
Dari distribusi/perataan momen diatas diperoleh momen akhir sbb. :
MBA = 9.656,60 kgm MCB = - 14.394,13 kgm MDC = 18.371,09 kgm
MBC = - 9.656,60 kgm MCD = 14.394,13 kgm
Dari keseimbangan free body kolom dibawah ini diperoleh :

Jadi kekakuan lateral portal adalah :

k = H1 + H2 = 3.017,69 + 10.239,13 = 13.256,82 kg/cm


PERSAMAAN GERAK UNTUK S.D.O.F.
Dari gambar model mathematis disam-
ping ini, hubungan antara konstanta pe-
gas ( k ), simpangan pada saat t detik
y ( t ) dan gaya pegas ( spring force ) :
FS = k . y ( t )
Gaya Peredam ( Damping Force ) : FC = c . y ( t )
Dimana : FC = Gaya Peredam ( Damping Force )
c = Koefisien Peredam ( Damping Coefficient )
y ( t ) = Kecepatan
Gaya Inersia : FI = m . y ( t )
Dimana : FI = Gaya Inersia
m = Massa
y ( t ) = Percepatan
Dari keseimbangan didapat : FS + FC + FI = P ( t )
Persamaan Umum Gerak S.D.O.F
k . y ( t ) + c . y ( t ) + m . y ( t ) = P ( t )
Getaran Bebas Tanpa Redamam ( Undamped Free Vibration )
Getaran Bebas P(t)=0
Tanpa Redaman c=0
Jadi Persamaan Umum Gerak S.D.O.F. menjadi : k . y ( t ) + m . y ( t ) = 0

Atau dapat ditulis :


Penyelesaian Umum Persamaan Differensial diatas adalah :

Dimana : G = Amplitudo
e = Bilangan Logaritma Natural
s = Konstanta
t = Waktu
Turunan 1 dan 2 dari persamaam 

Kalau hasil ini dimasukkan ke


m . G . S2 . e S t + k . G . e S t = 0 ( m . S2 + k ) . G . e S t = 0
( m . S2 + k ) . G . e S t = 0
Dari persamaan diatas : G . e S t  0
Jadi : m . S2 + k = 0
Jika :  Angular Natural Frequency 

S2 = - 2
S2 = - 2 S =  i

y ( t ) = G1 . e i  + G2 . e – i  
Untuk menyelesaikan peramaan , dipergunakan : Rumus  Euler 
e  i  t = cos (  t )  i sin (  t ) 
Jadi : y ( t ) = G1 { cos (  t ) + i sin (  t ) } + G2 { cos (  t ) – i sin (  t ) }
y ( t ) = ( G1 + G2 ) cos (  t ) + ( G1 i - G2 ) sin (  t )
y ( t ) = A cos (  t ) + B sin (  t )
Dimana : A = G1 + G2
B = G1 i - G2 i konstanta
Besarnya konstanta A dan B tergantung pada kondisi awal ( initial condition )
gerakan
Pada saat t = 0, maka :
y ( 0 ) = A cos (  0 ) + B sin (  0 )
y ( 0 ) = y0 = A y0 adalah simpangan pada saat t = 0
y ( t ) = A cos (  t ) + B sin (  t )
y  ( t ) = - A  sin (  t ) + B  cos (  t )
Untuk t = 0 : y  ( 0 ) = - A  sin (  0 ) + B  cos (  0 )
y(0) = B B= y(0)/
Besarnya konstanta : A = y0
B= y(0)/
Maka persamaan gerak untuk Getaran Bebas Tanpa Redaman menjadi :
Persamaan gerak untuk getaran bebas tanpa redaman diatas ini dapat
diplot hubungan antara Waktu ( t ) versus Simpangan ( y ) dengan
memperhitungkan kondisi awal y (0) dan y ( 0 ).
Ada kemungkinan 3 kombinasi nilai awal yang dapat disusun, yaitu :
1. Kondisi Pertama : y ( 0 ) = 0 dan y( 0 ) = 0
2. Kondisi Kedua : y ( 0 )  0 dan y( 0 ) = 0
3. Kondisi Ketiga : y ( 0 ) = 0 dan y( 0 )  0
Dari gambar segi tiga disamping ini, di-
mana sisi BC = konstanta A = y ( 0 )
Sisi AB = konstanta B = y( 0 ) / 
Jika :
Persamaan Gerak Ge-
taran Bebas Tanpa Re-
daman

y ( t ) =  sin  . cos (  t ) +  cos  . sin (  t )

y ( t ) =  sin (  t +  )  = amplitudo

Dimana pada persamaan diatas :

dan
Dengan cara yang sama seperti diatas, persamaan gerak dapat pula dinyatakan
sbb. :
y ( t ) =  cos (  t −  )
Dari persamaan gerak untuk getaran bebas tanpa redaman diatas jelas me-
rupakan getaran harmonis yang tentu saja periodik.
Dari Ilmu Fisika bahwa fungsi sin (  t ) dan cos (  t ) mempunyai pe-
riode 2 
Jadi :  t = 2  maka waktu getar T :

detik

Amplitudo atau simpangan maksimum akan berulang setelah periode waktu


T detik
Kebalikan dari Waktu Getar disebut  nateral frekuensi , dan dinyatakan
dengan :
siklus per detik
Contoh Soal :
Suatu portal baja dengan 2 tiang
yang dijepit pada tumpuannya.
Data-Data Konstruksi :
Tinggi portal h = 4,50 m
Bentangan portal L = 7,50 m
Modulus Elastisitas baja :
E = 2,1 x 106 kg/cm2
Kolom WF 150 x 200
Beban gravitasi q = 250 kg/m
Balok dianggap sangat kaku dibandingkan dengan kolom, sehingga
konstruksi bersifat sebagai  SHEAR BUILDING 
Jika beban gravitasi g = 9,81 m/det2, maka :
Hitunglah : a. Angular Natural Frequency 
b. Waktu Getar T
c. Natural Frequency f
Bila portal tersebut mendapat beban dinamis F ( t )
Penyelesaian :
WF 150 x 200 Dari tabel profil baja IX = 2690 cm4
Kekakuan Lateral Portal :

Berat beban gravitasi W = q x L = 250 x 7,50 = 1.875 kg


Angular Natural Frequency :

Waktu Getar :

Natural frequency :
Contoh Soal :

Suatu balok kantilever dari baja dengan penampang 25 x 6 mm seperti


gambar disamping. Bentangan kantilever L = 30 cm dan modulus elastisitas
baja : E = 2,1 x 106 kg/cm2
Pada ujung kantilever dibebani dengan beban seberat G = 25 kg yang
digantungkan pada pegas dengan konstanta k = 1,9 kg/cm.
Jika berat sendiri balok kantilever tsb. diabaikan, hitunglah Angular
Natural Frequency , Waktu Getar T dan Natural Frequency dari sistem
tersebut.
Penyelesaian :
Lendutan diujung kantilever akibat beban statis P diujung kantilever :

Kekakuan balok kantilever k BLK adalah P yang dapat memberikan len-


dutan /simpangan sebesar  = 1 satuan, maka
I = 1/12 x 2,5 x 0,6 3 = 0,045 cm3

Kekakuan balok kantilever :


Balok dan Pegas dapat di-identikan sebagai pegas yang dipasang seri, jadi :
k e = 1,61 kg/cm
Natural Angular Frequency :

Waktu Getar :

Natural Frekwensi :
Latihan 1:
Diketahui suatu portal beton
bertulang E = 200.000 kg/cm2
dengan ukuran seperti gambar
disamping ini.

Beban gravitasi q = 200 kg/m


bekerja sepanjang balok BF

Hitunglah Angular Frequency (  ), Waktu Getar ( T ) dan Natural Fre-


quency ( f ) bila portal menerima beban dinamis ( Pt ) dengan kekakuan
balok diperhitungkan.
Latihan 2:
Suatu portal dari baja dengan 3
kolom seperti gambar disam-
ping ini.
Ebaja = 2,1 x 106 kg/cm2
Beban gravitasi q = 2 ton/m
g = 9,81 m/det2
Kolom dari baja profil WF 200 x 150 semua, sedangkan balok dari profil
WF 450x 200
Hitunglah Angular Frequency (  ), Waktu Getar ( T ) dan Natural Fre-
quency ( f ) bila portal menerima beban dinamis ( Pt ) dengan mem-
perhitungkan kekakuan balok.