Anda di halaman 1dari 5

AKUN KAS UMUM

Akun kas umum adalah akun utama pada hampir semua organisasi, karena hampir semua penerimaan
dan pengeluaran mengalir melalui akun ini. Sebagai contoh, pengeluaran kas untuk siklus pembelian dan
pembayaran biasanya dibayar dari akun ini, demikian pula penerimaan kas dalam siklus penjualan dan
pengumpulan piutang disimpan dalam akun ini.

AKUN IMPREST

Seperti telah dibahas pada Bab 18, banyak perusahaan menyelenggarakan akun imprest khusus untuk
membayar penggajian untuk meningkatkan pengendalian atas pengeluaran kas untuk penggajian. suatu
jumlah saldo telap misainya Rp t0.00. 000 0o ditetapkan untuk akun imprest penggajian. Segera sebelum
tanggal pembayaran gajupah, perusahaan menarik check atau melakukan transter secara elektronk dan
kas umum sebesar total gailupah bersih untuk disetorkan ke akun imprest penggajian. Setelah semua
pembayaran gaji upah dilaksanakan melalui akun imprest tersebut, maka saldo akun akan tersisa sebesar
Rp10.000.000.00. Dengan cara ini pengawasan akan mudah dilakukan, Karena akun ini hanya didebet
untuk gajiupah mingguan atau dua mingguan atau bulanan, dan dikredit untuk pembayaran kepada para
karyawan. Akun imprest yang agak berbeda kadang-kadang juga digunakan perusahaan. Dalam tipe ini,
perusahaan menyelenggarakan satu akun khusus untuk penerimaan, dan satu akun yang lain khusus
untuk pengeluaran kas. Tipe seperti ini biasa digunakan oleh perusahaan yang beroperasi pada berbagai
lokasi yang berbeda. Semua penerimaan disetorkan ke akun imprest, dan totalnya ditransfer ke akun kas
umum secara periodik. Akun untuk pengeluaran ditetapkan berbasis imprest,

AKUN BANK CABANG

Bagi perusahaan yang beroperasi di sejumlah lokasi, sering dikehendaki untuk memiliki akun bank
tersendiri pada setiap lokasi. Akun bank cabang berguna untuk membangun relasi pada komunitas lokal
dan memungkinkan dilakukan sentralisasi pada level cabang. pada perusahaan-perusahaan tertentu,
penyetoran dan pengeluaran kas untuk setiap cabang dilakukan pada akun bank yang terpisah, dan
kelebihan kas secara periodik ditransfer secara elektronik ke akun bank umum di kantor pusat. Akun di
cabang sebenarnya hampir seperti akun umum, tetapi pada level cabang.

DANA KAS KECIL IMPREST

Dana kas kecil imprest bukan suatu akun bank. Akun kas kecil dengan jumlah yang ditetapkan lebih
dahulu yang disediakan untuk pengeluaran-pengeluaran insidentil. Kas ini digunakan untuk pengeluaran
yang berjumlah kecil yang bisa dibayar dengan lebih mudah bila memakai kas dibandingkan dengan
memakai check. Akun kas imprest dietapkan dengan cara yang sama seperti akun bank imprest, tetapi
khusus untuk pengeluaran-pengeluaran yang berjumlah kecil, seperti misainya untuk pembelian
perlengkapan kantor, perangko, atau makan sang karyawan. Jumlah kas yang ditetapkan pada dana kas
kecil ini basanya tidak begitu besar, dan disi kembali sekali atau dua kali dalam sebulan. Karena jumlah
saldonya tidak material, kita tidak membahas penguijian rinci saldo pada bab ini. Fokus kita dalam hal ini
hanya pada pengendalian internalnya.

SETARA KAS

Perusahaan sering menginvestasikan kelebihan kas yang terakumulasi selama waktu tertentu dalam
siklus operasi perusahaan dalam apa yang disebut setara kas, karena akan dibutuhkan kembali dalam
waktu yaak terialu lama. Selara kas mempunyai tingkat likuiditas sangat tinggi sehingga dapat dijadikan
kas kembali dengan cepat. Termasuk. da am setara kas adalah deposito atas unjuk, dan money market
fund. Setara kas yang bisa cukup material, dicantumkan dalam laporan keuangan sebagai bagian dar
akun kas hanya apabila berupa investas i jangka pendek yang bisa diubah kembali meniadi kas pada
jumlah yang telah dike tahui secara cepat, dan tidak ada risiko signifikan pada nilai tukamya sebagai
akibat perubahan tingkat bunga. Gambar 20-1 melukiskan hubungan antara kas umum dengan akun kas
lainnya. Semua kas bermula dari akun kas umum atau disetorkan ke kas umum. Di sepanjang bab ini, kila
akan fokus pada pengauditan tiga tipe akun yaitu: akun kas umum, akun bank imprest penggajian, dan
kas kecil imprest. Akun-akun lain sangat mirip dengan akun-akun ini sehingga kita tidak perlu
membahasnya satu per satu.

INSTRUMEN KEUANGAN

Akun instrumen keuangan meliputi investasi dalam surat berharga seperti misalnya sekuritas utang dan
sekuritas saham, instrumen derivatif, dan aktivitas hedging. Investasi dalam instrumen keuangan dapat
dikelompokkan sebagai sekuritas untuk diperdagangkan, tersedia untuk dijual, dan dimiliki sampai jatuh
tempo, sedangkan derivatif dapat dikelompokkan sebagai aset atau kewajiban, sesuai dengan standar
akuntansi keuangan. Perusahaan membeli sekuritas untuk diperdagangkan dengan maksud untuk
menginvestasikan kelebihan kas untuk sementara waktu atau bisa juga menginvestasikan dalam
instrumen keuangan derivatif sebagai cara hedging. Sebagai contoh, suatu perusahaan penerbangan
melakukan investasi dalam bahan bakar dengan hedging, sebagai upaya untuk mengatasi kenaikan
harga bahan bakar. Kita akan membahas pengendalian internal dan pertimbangan pengauditan yang
berkaitan dengan instrumen keuangan setelah kita membicarakan akun kas.

Dalam pengauditan kas, auditor harus membedakan antara pemerisaaan terhadap rekonsiliasi saldo
menurut laporan bank dengan saido menurut buku besar yang dibuat klien, dengan pemenksaan untuk
membuktikan apakah kas menurut catatan di buku besar telah mencerminkan semua transaks kas yang
terjad selama tahun yang dpenksa. Pemeniksaan atas rekonsilias antara saido menurut laporan bank
dengan saldo di buku besar yang dibuat kilen relatif mudan, tetapi bagian terbesar dan total waktu audit
atas suatu perusahan adalah menyangkut pemenksaan apakah transaksi kas telah dicatat denganbenar.
Sebagai contoh, setiap kesalahan penyajan berikut ini pada akhimya akan berakibat kesalahan
pembayaran atau kegagalan untuk menerima kas, tetapi itu semua tidak akan dapat diungkapkan dengan
melakukan rekonsiliasi bank:

Tidak menagih tidak mengirim faktur kepada pembeli.


Penggelapan kas, dengan cara mencegat kas sebelum

penerimaan kas dicatat, dan mendebet akun kerugian piutang

Pembayaran ganda atas suatu faktur dari penjual.

Pembayaran tidak semestinya atas pengeluaran untuk keperluan

pribadi direksi.

Pembayaran untuk pembelian bahan baku fiktif.

Pembayaran kepada pegawai melebihi jam kerja sesungguhnya.

Pembayaran bunga kepada pihak berelasi melebihi tarif bunga

normal.

Apabila kesalahan penyajian ini ingin ditemukan dalam audit, maka penemuannya akan terjadi melalui
pengujian pengendalian dan pengujian substantif transaksi seperti telah kita bahas pada bab-bab
sebelumnya. Dua kesalahan penyajian pertama dapat ditemukan sebagai bagian dan pengauditan atas
siklus penjualan dan pengumpulan piutang (Bab 11) tiga benkutnya dalam pengauditan siklus pembelian
dan pembayaran Bab 15), dan dua terakhir dalam pengauditan siklus penggajan dan personalia (Bab 18)
dan siklus perolehan modal dan pengembaliannya Bab 19).

Penguian atas rekonsiliasi bank akan dapat mengungkapkan kesalahan penyajian yang sama sekali
berbeda dengan kesalahan penyajan d atas, sepert misainya:

' Checkyang belum diuangkan ke bank tidak dimasukkan ke dalamdaftar check masin beredar, walaupun
check tersebut telah dicatat dalam jumal pengelvaran kas.

Penerimaan kas oleh klien yang terjadi sesudah tanggal neraca

telah dicatat klien sebagai penerimaan kas tahun yang diperiksa.

Penerimaan kas beberapa waktu sebelum akhir tahun buku dan

telah disetorkan ke bank pada bulan yang sama, tetapi dicantum-

kan dalam rekonsiliasi bank sebagai setoran dalam perjalanan.

Pembayaran sebuah utang wesel dan telah didebetkan langsung

ke saldo bank oleh bank, tetapi tidak tercantum dalam catatan

klien.

PENGAUDITAN AKUN KAS UMUM


Neraca saldo PT ABC di halaman 185 hanya menampilkan satu akun

kas. Perhatikan pula bahwa semua siklus, kecuali siklus persediaan dan

penggudangan, mempengaruhi akun kas di bank.

Dalam pengujan atas saldo akhir akun kas umum, auditor harus

mengumpulkan bukif yang cukup dan tepat untuk menilai apakah kas,

sebagaimana tercantum dalam neraca, telah ditetapkan secara wajar dan

telah diungkapkan sesuai denga lima dari delapan tujuan pengauditan

saldo yang digunakan untuk pengujan rinci saldo (keberadaan, keleng:

kapan, ketelitian, pisah batas, dan kecocokan saldo). Hak atas kas umum

dan penggolongannya dalam neraca biasanya tidak menjadi perhatian

utama, sedangkan nilai bersih bisa direalisasi tidak relevan untuk tujuan

audit ini.

Metodologi untuk pengauditan saldo kas akhir tahun pada dasarnya

sama dengan metodologi untuk semua akun neraca yang lain dan akan

dibahas secara detil di bawah ini.

MENGIDENTIFIKASI RISIKO BISNIS KLIEN YANG MEMPENGARUHI

KAS (Tahap 1)

Kebanyakan perusahaan tidak memiliki risiko bisnis signifkan yang

mempengaruhi kas. Namun demikan, risiko bisnis klien bisa timbul dari

kebijakan manajemen kas yang tidak tepat.

Risiko bisnis klien lebih banyak timbul dari setara kas dan tipe lain

investasi. Kita akan membahas risiko bisnis yang diakibatkan investasi

lebih rinci pada bagian lain bab ini, yaitu pada pembahasan tentang

pengauditan atas akun-akun instrumen keuangan. Auditor harus

memahami risiko dari kebijakan dan strategi investasi klien, termasuk


pengendalian manajemen untuk menghadapi risiko tersebut.