Anda di halaman 1dari 8

KEMENTERIAN KEUANGAN

BADAN PENDIDIKAN DAN PELATIHAN KEUANGAN


POLITEKNIK KEUANGAN NEGARA STAN
JAKARTA

RESUME
World Bank Technical Paper No. 505 May 2001:
TREASURY REFERENCE MODEL
(Ali Hashim dan Bill Allan)

Disusun oleh:
Septi Setiarti (27)
1401180092

Kelas 9-2 DIV Akuntansi Alih Program


Untuk Memenuhi Tugas pada
Mata Kuliah Sistem Informasi Akuntansi Pemerintah
BAGIAN I SKEMA TREASURY REFERENCE MODEL
Treasury Reference Model yang diuraikan dalam bahasan ini merupakan panduan dalam
mengembangkan sistem perbendaharaan yang terkomputerisasi. Panduan ini ditujukan untuk dua pihak,
yakni pemerintah dan pembuat perangkat lunak. Bagi pemerintah, TRM menyediakan alat untuk
merancang sistem dan spesifikasi teknis terkait proses dalam lembaga negara. Bagi pembuat perangkat
lunak, TRM menyajikan kebutuhan pemerintah yang utama dalam sistem perbendaharaan. Fokus TRM
dalam bahasan ini terletak pada tiga langkah pertama dalam fase perancangan, yaitu sebagai berikut.
1. High Level Functional Design
Langkah pertama mengulas komponen penting yang dibutuhkan terkait dengan kerangka hukum dan
kelembagaan dalam perencanaan dan pelaksanaan anggaran serta keterkaitan antar berbagai instansi
dengan Kementerian Keuangan.
2. Detailed Functional Design
Langkah ini mencakup definisi proses kunci dan arus informasi yang berhubungan dengan
pelaksanaan anggaran, definisi klasifikasi anggaran dan bagan akun, serta persyaratan pelaporan.
3. Technical Systems Design
Langkah ketiga ini mendefinisikan secara keseluruhan arsitektur secara teknis berkenaan dengan
karakteristik perangkat lunak aplikasi, perangkat keras, dan infrastruktur informasi yang dibutuhkan
untuk implementasi sistem perbendaharaan.

Treasury Reference Model: KONTEKS


Sistem Perbendaharaan dalam Konteks Kerangka Kerja Keseluruhan untuk Manajemen Fiskal
Pemerintah

Konsep treasury perlu ditetapkan, pertama, dalam konteks kerangka kerja keseluruhan untuk
manajemen fiskal pemerintah, yang mencakup prakiraan dan manajemen makroekonomi, persiapan
anggaran, dan administrasi pajak. Fungsi keuangan jelas harus dirancang sedemikian rupa sehingga
memfasilitasi interaksi di antara sistem-sistem ini. Kedua, fungsi-fungsi tertentu yang penting tetapi
tambahan atau terkait, seperti penggajian dan pensiun, sistem manajemen utang penuh, dan manajemen
personalia, umumnya dikembangkan sebagai modul yang terpisah tetapi terkait dari operasi manajemen
treasury penuh. Karena itu, perlu adanya kerangka peraturan sebelum mengoperasikan sistem
perbendaharaan. Elemen kerangka peraturan yaitu:

• Struktur kontrol, yang didefinisikan pada beberapa level yaitu legislasi formal dan regulasi serta
legislasi keuangan dan peraturan administrative.
• Klasifikasi akun, merupakan metodologi untuk secara konsisten mencatat setiap transaksi keuangan
untuk tujuan pengendalian pengeluaran, penetapan biaya, dan analisis ekonomi dan statistik. Pada
dasarnya, kode ini harus memuat elemen dana, program, organisasi atau satuan kerja, proyek, dan
klasifikasi belanja.
• Persyaratan pelaporan, mencakup pelaporan untuk pihak eksternal seperti legislator dan masyarakat
umum, organisasi internasional, maupun investor luar negeri dan pihak manajemen internal, yakni
pembuat kebijakan pemerintah. Saat ini terdapat dorongan untuk penyusunan laporan keuangan
yang menghubungkan informasi keuangan dan kinerja untuk memberikan pandangan yang lebih
jelas tentang penggunaan sumber daya melalui laporan berbasis akrual di samping laporan berbasis
kas.

Proses Fungsional untuk Penganggaran dan Akuntansi


Proses ini dapat digolongkan berdasarkan lingkup kementerian pusat serta kementerian
pengguna. Proses fungsional mencakup dua bidang yang saling terkait:
1. peramalan fiskal makro, persiapan dan persetujuan anggaran, mendukung tujuan pengaturan
kebijakan fiskal dan strategi prioritas
2. pelaksanaan anggaran, manajemen kas, dan akuntansi, mendukung tujuan mengoptimalkan
penggunaan sumber daya yang dianggarkan dan memastikan akuntabilitas dan ada di bawah lingkup
sistem perbendaharaan.

Sistem Buku Besar Perbendaharaan

Dalam konteks proses yang dijelaskan di atas, istilah Sistem Buku Besar Perbendaharaan (Treasury
Ledger System) digunakan untuk merujuk secara kolektif ke modul sistem yang memberikan dukungan
untuk:

• Kontrol anggaran dan jaminan, berkaitan dengan memelihara data pada otoritas pembelanjaan.
• Hutang.
• Piutang, bersama dengan hutang merupakan sekumpulan sistem digunakan untuk memproses
komitmen, pengeluaran, dan penerimaan yang terjadi selama tahun berjalan.
• Buku besar umum, digunakan untuk mengkompilasi catatan ringkasan untuk fungsi kontrol dan
analisis.
• Pelaporan fiskal.
Keseluruhan modul secara bersamaan menyediakan kemampuan untuk memantau eksekusi anggaran
bagi pemerintah dan menghasilkan laporan fiskal.

Kemampuan Treasury Ledger System


Treasury Ledger System mencakup seperangkat pengendalian dalam otorisasi anggaran dan
pengeluaran aktual serta penyajian dan pembuatan laporan dari database. Dengan demikian, TLS dapat
membuat transaksi (seperti otorisasi komitmen belanja kementerian), mengalokasikan otorisasi
(apropriasi dan alokasi dana), mencatat semua detail transaksi (mencatat anggaran, merekam
pengeluaran atas komitmen, merekam penerimaan, mencatat revisi anggaran, dsb.), serta
menggabungkan dan menyebarkan informasi.
Arsitektur Sistem Informasi untuk Manajemen Keuangan Pemerintahan
a. Sistem informasi untuk mendukung peramalan ekonomi makro.
b. Sistem informasi untuk membantu persiapan dan persetujuan anggaran.
c. Sistem informasi untuk pelaksanaan anggaran, akuntansi, dan pelaporan fiskal.
d. Sistem manajemen kas.
e. Sistem manajemen utang.
f. Sistem administrasi pendapatan.
g. Sistem untuk Membantu dalam Aspek Fiskal Manajemen Personalia.
h. Sistem untuk mendukung audit (internal dan eksternal).

Struktur Treasury Reference Model secara umum


TRM menjelaskan konsep keseluruhan dan proses inti manajemen perbendaharaan pemerintah
secara umum, dan mengembangkan model terperinci dari tiap proses. Atas dasar ini, model dapat
disesuaikan dengan kebutuhan tiap-tiap negara. Sebagai contoh yaitu pada proses "Management of
Budget Authority" TRM disusun dengan cara berikut:
• Sebuah diagram konseptual: komponen fungsional utama dan interaksinya.
• Peta aliran proses: manajemen keuangan dan masing-masing proses kunci (level 1)
• Diagram alur proses tingkat 2: deskripsi proses, perincian proses inti menjadi sub-proses utama, dan
diagram alur yang menunjukkan keterlibatan departemen / lembaga pemerintah yang berbeda dalam
proses
• Kuesioner untuk membantu mengumpulkan informasi spesifik tentang proses fungsional yang perlu
diperhitungkan dalam desain dan untuk membantu dalam mengukur aplikasi.
• Persyaratan fungsional yang terperinci untuk setiap proses bisnis yang menentukan karakteristik
perangkat lunak aplikasi yang akan diperoleh/dikembangkan.
• Penjelasan tentang entitas data yang dibuat dan/atau digunakan oleh setiap proses fungsional dan
yang menentukan sifat dari data yang akan disimpan dalam basis data sistem.

Spesifikasi Aplikasi untuk Model Sistem Perbendaharaan


Aplikasi untuk sistem Perbendaharan membutuhkan beberapa set modul yang menjalankan
fungsi-fungsi spesifik untuk mendukung proses-proses yang telah disebutkan sebelumnya. Selain itu,
terdapat beberapa aplikasi pihak ketiga (off-the-shelf application) yang tersedia di pasaran yang
menyediakan fitur-fitur yang diperlukan oleh sistem perbendaharaan. Bagaimanapun, harus ditetapkan
suatu rincian spesifik atas karakteristik yang diperlukan untuk menilai apakah aplikasi yang tersedia di
pasaran tersebut dapat digunakan memenuhi kebutuhan sistem Perbendaharaan. Persyaratan tersebut
perlu disesuaikan lagi terhadap kebutuhan spesifik untuk tiap negara. Penyesuaian terhadap spesifikasi
ini perlu dilakukan, terutama pada format input dan output dalam berbagai dokumen transaksi yang
digunakan, format data yang digunakan oleh berbagai entitas yang terkait dengan sistem, serta format
laporan yang digunakan.
Struktur Organisasi Perbendaharaan
Pengaturan kelembagaan untuk pemrosesan pengeluaran menggambarkan pengaturan
kelembagaan yang umum terjadi di mana:
a. semua pembayaran dari agen lini (line agencies) disalurkan melalui Perbendaharaan;
b. Perbendaharaan bertanggung jawab untuk melakukan pembayaran dari Treasury Single Account
(TSA) yang berada di Bank Sentral; dan
c. Bank Sentral bertanggung jawab atas operasi perbankan ritel yang terkait dengan pembayaran dan
penerimaan pemerintah.

Arsitektur Teknologi
Terdapat dua jenis arsitektur teknologi yang dapat diimplementasikan:
1. Pengolahan Transaksi Terdistribusi, membutuhkan jaringan di banyak tingkat dengan modul-modul
sistem yang beroperasi di tingkat perbendaharaan pusat/Kementerian Keuangan, masing-masing
perbendaharaan daerah dan kabupaten, instansi lini, dan spending unit
2. Sentralisasi Pemrosesan Transaksi, perangkat lunak aplikasi utama dan basis data yang terkait
berada di sebuah situs utama, biasanya di Perbendaharaan Pusat.
Model Kelembagaan Alternatif untuk Proses Pengeluaran
1. Model Pengeluaran berbasis Satuan Pengeluaran dan Kementerian Teknis
a. Treasury Bertanggung jawab atas Pemrosesan Pembayaran;Bank sentral bertanggung jawab atas
operasi perbankan
b. Kementerian dan Unit Pengeluaran bertanggung jawab langsung untuk Pemrosesan Pembayaran;
Bank Sentral bertanggung jawab atas operasi perbankan
2. Pengaturan Perbankan. Bank sentral mendelegasikan tanggung jawab ke agen fiskal (bank
operasional & bank persepsi)
3. Bagan Proses Untuk Pengaturan Terdesentralisasi
Pengamatan atas Standar dan Praktek Internasional
TRM memberikan dasar untuk memastikan bahwa desain sistem perbendaharaan sejalan dengan
standar internasional untuk berbagai aspek manajemen keuangan. Dua elemen khusus yang harus
dipertimbangkan adalah pengadopsian bagan akun yang memenuhi standar internasional untuk
akuntansi dan pelaporan fiskal, dan elemen yang relevan dengan IMF Code of Good Practices on Fiscal
Transparency Declaration on Principles.
1. Bagan Akun dan Klasifikasi
Chart of Accounts (COA) lengkap akan mencakup sub-klasifikasi berikut (dibahas lebih lanjut di
bawah):
* Klasifikasi Dana * Klasifikasi Organisasi * Klasifikasi Ekonomi * Klasifikasi Fungsional *
Klasifikasi Program * Klasifikasi Proyek
2. Struktur Basis Akrual
Direkomendasikan, COA pemerintah didasarkan pada prinsip-prinsip akrual, sehingga membentuk
klasifikasi akun ke dalam: *Akun Pendapatan *Akun Pengeluaran * Akun Aset *Akun Kewajiban
*Akun Aliran Ekonomi Lainnya.
3. Akun Anggaran dan Sistem Klasifikasi
*Klasifikasi Dana *Klasifikasi Organisasi *Klasifikasi Ekonomi *Klasifikasi Fungsional
*Klasifikasi Program *Klasifikasi Proyek
4. Transparansi Fiskal dan Keterkaitan dengan Reformasi Sistem Keuangan
Elemen Kode: *Kejelasan peran dan tanggung jawab *Ketersediaan informasi publik *Perencanaan,
Pelaksanaan, dan Pelaporan Anggaran

FAKTOR-FAKTOR PENTING UNTUK IMPLEMENTASI PROYEK


1. Komitmen Pemerintah dan Dukungan Manajemen
Pengenalan struktur kelembagaan baru untuk pelaksanaan anggaran memerlukan reorganisasi dan
penyelarasan ulang peran dan tanggung jawab instansi pemerintah terkait, seperti Kementerian
Keuangan, Bank Sentral dan Departemen Perbendaharaan serta hubungan mereka dengan
kementerian terkait. Hal tersebut juga membutuhkan reformasi mendasar pada proses yang
dilakukan oleh lembaga-lembaga tersebut. Sistem informasi berbasis komputer harus dilihat sebagai
sarana untuk membantu pelaksanaan proses dan prosedur bisnis yang direkayasa ulang.
Implementasi penuh sistem perbendaharaan dan reformasi yang menyertainya biasanya
membutuhkan beberapa tahun untuk diselesaikan. Selama periode ini mungkin ada beberapa
perubahan dalam manajemen.
2. Koordinasi Antar Lembaga dan Melibatkan Pengguna dalam Merancang Sistem
Persiapan dan pelaksanaan proyek sistem informasi sangat rumit ketika dilakukan di lingkungan
lintas lembaga. Pembentukan komite pengarah dan kelompok kerja dengan perwakilan dari semua
lembaga, misalnya perbendaharaan, departemen lain dari kementerian keuangan, Bank Sentral, K/L,
dan otoritas penghimpun penerimaan. Dengan ini akan dipastikan bahwa semua kebutuhan
diperhitungkan selama desain sistem. Masukan manajemen fungsional senior sangat penting selama
fase perencanaan awal dan fase desain proyek seperti pengetahuan yang mendalam tentang area
fungsional dan kapasitas manajerial untuk memastikan bahwa proyek diterima oleh pengguna dalam
area fungsional
3. Kapasitas Organisasi dan Kemampuan Teknis
Untuk memastikan keberlanjutan proyek mungkin perlu menambah pegawai dan mempekerjakan
spesialis pelaksanaan proyek, spesialis manajemen fiskal, dan keterampilan teknis lainnya sesuai
dengan kebutuhan.
4. Manajemen Perubahan
Implementasi sistem jaringan berbasis komputer di seluruh negara untuk mendukung proses
perbendaharaan membutuhkan pemahaman tidak hanya dari proses bisnis dan informasi, tetapi juga
lingkungan sosial, budaya, dan politik dari organisasi dan negara di mana sistem diimplementasikan.
5. Formal Project Planning
Dianjurkan untuk mengimplementasikan proyek-proyek tersebut secara bertahap sehingga dapat
ditempatkan dan dipantau secara memadai. Implementasi bertahap juga memastikan bahwa sistem
tidak melampaui kapasitas penyerapan organisasi.
6. Sistem dan Administrasi Data
Dukungan sistem informasi biasanya akan ditempatkan di antara beberapa instansi pemerintah. Oleh
karena itu, mekanisme koordinasi harus dibuat untuk memastikan bahwa ada kebijakan, prosedur,
dan standar yang berlaku untuk mengelola data dan sistem di seluruh instansi pemerintah. Standar
seharusnya mencakup protokol untuk komunikasi, entri data, mengedit, dan update format layar
input dan output, back-up dan recovery, keamanan, kontijensi, dan rencana pemulihan bencana, dan
dokumentasi teknikal dan pengguna.

BEBERAPA PERKEMBANGAN PROYEK PERBENDAHARAN PADA EKONOMI


TRANSISI
1. Proyek Mordernisasi Perbendaharaan Kazakhstan
Kerangka kerja institusional dan hukum sudah ada. Jaringan kantor-kantor Perbendaharaan telah
dibentuk dengan kantor di ibu kota, masing-masing dari 20 atau lebih Oblat (wilayah) dan sekitar 220
rayon (distrik). Struktur klasifikasi anggaran dibuat baru dan telah sesuai dengan GFS, TSA sudah
dibentuk, dan mengimplementasikan waran bulanan. Memakai perangkat lunak Oracle Financials dan
diperkirakan beroperasi di bawah model terpusat dengan semua proses transaksi dilakukan di
Perbendaharaan Pusat. Kantor Perbendaharaan jarak jauh akan berkomunikasi dengan pusat melalui
tautan komunikasi berbasis satelit. Seharusnya setiap pelaksana proyek bertanggung jawab atas
pengerjaannya. Namun banyak kasus dimana staf yang bertanggung jawab untuk desain proyek sering
lepas tangan selama fase implementasi kritis. Kurangnya kapasitas Kemenkeu untuk menangani
pelaksanaan tersebut menjadi hambatan utama dalam penyelesaian proyek. Penggajian atas pegawai
pemerintah yang rendah turut menyebabkan pencarian staf teknis yang berkualitas baik itu dalam
bidang fungsional maupun dari sisi IT menjadi sulit.
2. Proyek Sistem Keuangan Ukraina
Kantor pusat telah menyusun desain organisasi sebanyak tiga tier, terdiri dari 26 oblast dan sekitar 700
rayon. Struktur pengklasifikasian anggaran GFS sudah diimplementasikan. Sistem akuntansi
pemerintah berdasarkan Treasury telah memenuhi persyaratan pelaporan fiskal periodik yang cukup
baik. Laporan fiskal bulanan untuk operasi anggaran negara dan anggaran lokal diproduksi dalam 20
hingga 25 hari setelah akhir bulan. Laporan keuangan menghasilkan informasi yang kompatibel dengan
IMF-GFS. Kementerian Keuangan telah menetapkan sistem buku besar transaksi perbendaharaan
berbasis komputer, yang berfungsi sebagai tulang GFMIS dan memungkinkan pencatatan anggaran
awal serta perubahan selanjutnya, membukukan penerimaan tiap-tiap akun, alokasi kas, pencatatan
transaksi belanja di setiap tahap, melaksanakan fungsi dasar akuntansi, dan menghasilkan laporan bagi
Kementerian Keuangan, untuk tujuan manajemen anggaran, atau untuk tujuan auditor. Seluruh kantor
perbendaharaan di wilayah dapat menyelesaikan pembayaran melalui rekening yang terhubung dengan
Bank Sentral, alih-alih dengan meminta cabang untuk membentuk rekening terpisah atas spending unit
atau kantor cabang perbendaharaan di wilayah.
3. Proyek Manajemen Keuangan Publik Hungaria
Atas saran IMF, pemerintah membentuk pembayaran berbasis TSA. Mirip-mirip sistem pembayaran
melalui KPPN di Indonesia.

BAGIAN II BAGAN PROSES RINCI, KUESIONER PROSES, SPESIFIKASI FUNGSI DAN


ARSITEKTUR DATA
1. Diagram Proses Manajemen Otorisasi Anggaran
Alokasi dan Pembagian: Anggaran tahunan disetujui oleh parlemen dimuat ke dalam sistem oleh
Departemen Anggaran Kementerian Keuangan. Anggaran yang disetujui untuk kementerian
kemudian diklasifikasikan berdasarkan ekonomi yang terperinci dan dialokasikan menurut waktu
(triwulan dan bulan) dan terdaftar dalam sistem oleh Kementerian Keuangan dan disampaikan
kepada kementerian. Satuan Kerja mendaftarkan anggaran terperinci untuk satuan kerja bawahan
mereka dan menyampaikan peruntukannya kepada satuan kerja.
Transfer Anggaran: Umumnya UU Anggaran memungkinkan Kemenkeu, K/L dan Satker untuk
menggeser anggaran yang disetujui antara organisasi dan klasifikasi objek dalam batasan yang
ditetapkan oleh undang-undang.
Tambahan anggaran: Selama TA bersangkutan, revisi anggaran yang disetujui dapat dilakukan
oleh parlemen. Revisi ini dilakukan sesuai dengan prosedur untuk dalam penyusunan anggaran awal.
Proses penyusunan anggaran tambahan mencakup persiapan, Routing, dan permintaan persetujuan
atas anggaran tambahan. Anggaran tambahan biasanya disampaikan kepada parlemen untuk dapat
persetujuan pada pertengahan tahun.
2. Diagram Proses Komitmen Anggaran
Pengadaan barang dan jasa: (1) Setelah memverifikasi kelayakan pengeluaran dan ketersediaan
anggaran dan batas pengeluaran, satker akan memproses permintaan pengadaan sesuai dengan
prosedur yang ditentukan dan menempatkan pesanan pembelian kepada penyedia untuk pengadaan
barang dan jasa. Penyedia harus terdaftar dalam database. Satker akan mendaftarkan komitmen
tersebut dalam sistem dan memblok jumlah dana terkait dari anggaran yang tersedia dan batas
anggaran. Transaksi komitmen diteruskan ke K/L terkait dan KPPN untuk memproses pembayaran.
(2) Satker menyerahkan rincian transaksi ke kementerian yang akan memproses transaksi tersebut
melalui kantor perbendaharaan yang relevan. Kantor Perbendaharaan tidak memiliki jaringan
regional.
Pembentukan formasi pegawai dan rekrutmen pegawai baru: Satker mempersiapkan deskripsi
posisi yang akan diisi dan meminta persetujuan kepada kementerian terkait. Kementerian
melakukaan penelaahan terhadap persyaratan yang ada dan meneruskan berkas tersebut ke
Kementerian Keuangan. Kementerian keuangan memberikan persetujuan setelah melakukan
penelaahan terkait ketersediaan anggaran. Setelah formasi ditetapkan, satker dapat berkonsultasi
dengan kementerian yang menaunginya. Setelah proses rekruitmen selesai, dilakukan updating
database pegawai dan jumlah gaji serta tunjangan yang terkait.
Komitmen Gaji: Satker menghitung komitmen gaji pada basis data pegawai yang ada dan cadangan
pembayaran gaji yang terotorisasi. Hasil perhitungan tersebut disandingkan dengan ketersediaan
anggaran dan dikonsultasikan dengan kementerian dan Kementerian Keuangan. Komitmen gaji
mungkin dilakukan sekali dalam setahun dengan dasar estimasi dan dilakukan penyesuaian bila
diperlukan sepanjang tahun. Perubahan akan diperlukan ketika terjadi perubahan struktur
pembayaran dan pencadangan, promosi pegawai, penambahan pegawai, atau pengurangan pegawai.
3. Diagram Proses Manajemen Pembayaran dan Penerimaan
Verifikasi Penerimaan Barang dan Jasa dan Pembayaran:
Kasus 1: Satker mengarahkan transaksi melalui kantor perbendaharaan yang setelah diperiksa,
perintah pembayaran dikirim ke bank TSA.
Kasus-1a: Satker tidak berkomunikasi secara langsung dengan Kementerian Keuangan tetapi
mengirim transaksi verifikasi dan pembayaran mereka ke kementerian yang menaunginya lalu
diserahkan ke kantor perbendaharaan yang tepat. Perintah pembayaran dikirim ke bank TSA.
Kasus 2: Satker melimpahkan transaksi ke kementerian yang menaunginya untuk diproses langsung
ke bank TSA
Pembayaran Gaji: Satker menghitung gaji karyawan dan mengakibatkan tiga jenis perubahan basis
data: (i) perubahan yang berdampak pada gaji seperti penambahan tunjangan baru dll, (b) perubahan
pada data umum karywan seperti transfer, perubahan alamat, nomor rekening, dll., dan (c) perubahan
yang akan berdampak pada gaji karyawan hanya dalam bulan berjalan. Departemen Keuangan
menyetujui permintaan ini setelah memeriksa anggaran yang tersedia (batas pengeluaran, jaminan)
dan daftar posisi yang diotorisasi. Permintaan tersebut kemudian dikirim ke bagian manajemen kas
dan perintah pembayaran dikirim ke Bank TSA.
Penerimaan: Penerimaan pemerintah yang diterima di Bank lalu ditransfer ke TSA di Bank Sentral.
Kementerian Keuangan memantau penerimaan melalui laporan harian Bank. Departemen
Perbendaharaan membagi pendapatan pemerintah pusat dan daerah serta menyampaikannya pada
otoritas penerimaan.
Prakiraan Penerimaan dan Pengeluaran, Pemantauan Kas, Strategi pinjaman: Departemen
pengelolaan kas menerima perkiraan pengeluaran dan pendapatan dari kementerian-kementerian dan
dari departemen pengelolaan utang untuk pengeluaran pembayaran utang.
4. Diagram Proses Pengelolaan Utang dan Hibah
Pencatatan dan penyelesaian utang: Departemen pengelolaan utang menerima dokumen
perjanjian utang dari pemberi pinjaman dan mencatat rincian utang ke dalam sistem, termasuk
pembayaran dan komitmen penyelesaian utang. Pada saat tagihan utang diterima, departemen
tersebut memverifikasi bukti dan pembayaran terhadap portofolio utang dan meneruskan tagihan
tersebut ke Perbendaharaan untuk dilakukan pembayaran. Perbendaharaan akan mengirimkan daftar
pembayaran terkait dengan utang ke departemen pengelola utang untuk rekonsiliasi.
Penerimaan pinjaman: Departemen pengelolaan utang dan kementerian pengguna anggaran
menerima informasi dari pemberi pinjaman mengenai pinjaman yang diberikan kepada pemerintah.
Departemen pengelola utang mencatat perjanjian utang dan jadwal pencairan utang. Uang akan
disimpan oleh pemberi pinjaman di bank TSA. Bukti penerimaan dicatat oleh Perbendaharaan di
buku besar. Informasi dalam bukti tersebut diteruskan oleh Perbendaharaan ke departemen
pengelola utang yang kemudian akan meneruskannya ke kementerian pengguna anggaran tersebut.
Penerimaan hibah: Departemen pengelola utang dan kementerian pengguna anggaran menerima
informasi dari pemberi hibah mengenai hibah yang diberikan kepada pemerintah. Kementerian
meneruskan perjanjian hibah tersebut ke departemen pengelola utang. Departemen tersebut
kemudian mencatat perjanjian hibah dan jadwal pencairan hibah tersebut. Uang kemudian akan
disimpan oleh pemberi hibah di bank TSA. Bukti penerimaan dicatat oleh Perbendaharaan.
Informasi dalam bukti tersebut diteruskan oleh Perbendaharan ke departemen pengelola utang yang
kemudian akan meneruskannya ke kementerian pengguna anggaran.
Penerbitan Surat Utang: Jika departemen pengelolaan kas menghitung kebutuhan kas dalam suatu
periode melebihi ketersediaan saldo kas pada TSA dan saldo terkait, departemen pengelolaan utang
akan diminta untuk menerbitkan surat utang. Departemen pengelolaan utang akan memilih surat
utang yang tepat untuk diterbitkan dan kemudian menginstruksikan Bank Sentral untuk menerbitkan
surat utang tersebut. Hasil penjualan surat utang akan didepositkan pada TSA dan Bank Sentral akan
memberitahukan kepada Menteri Keuangan.
Pencatatan Jaminan sebagai Kewajiban Kontinjensi dan Proses Pembayaran atas Jaminan:
Departemen pengelolaan utang akan merekam jaminan yang diberikan oleh pemerintah sebagai
kewajiban kontinjensi. Departemen pengelolaan utang menerima informasi dari penerima jaminan
ketika jaminan diajukan. Pada akhir periode jaminan, penerima jaminan akan menginformasikan
pada departemen pengelolaan utang terkait penghapusan kewajiban kontinjensi. Dalam hal terdapat
pengajuan pembayaran atas jaminan, penerima jaminan akan mengirimkan permintaan pembayaran
padad departemen pengelolaan utang. Selanjutnya departemen pengelolaan utang akan melakukan
verifikasi terkait keberadaan utang, dan selanjutnya meminta perbendahaaran untuk mencairkan
dana.
5. Diagram Proses Pelaporan Anggaran dan Fiskal
Sistem perbendaharaan dirancang untuk menghasilkan laporan fiskal berkala yang menunjukkan
gambaran yang menyeluruh terkait penerimaan dan pengeluaran, serta kemajuan atas target
anggaran. Bagan akun pemerintah merupakan basis dari proses pelaporan fiskal yang mencakup
termasuk klasifikasi pendanaan, organisasi, fungsi, dan ekonomi dalam penganggaran, serta
klasifikasi kelompok akun, aset, dan liabilitas. Selama Kementerian dan Lembaga teknis
menjalankan tugasnya, informasi terkait program, kegiatan, pengeluaran, dan penerimaan akan
secara otomatis di-posting dalam General Ledger dengan menggunakan sistem perbendaharaan.
Informasi tersebut akan diteruskan kepada Kementerian Keuangan. Berdasarkan semua informasi
ini, Kementerian Keuangan dapat menyusun laporan fiskal yang menyandingkan antara estimasi
penerimaan dan pengeluaran terhadap realisasinya. Laporan ini dapat digunakan sebagai
rekomendasi dan langkah perbaikan selama tahun anggaran berjalan. Hasil dari laporan ini juga
memungkinkan munculnya revisi penganggaran pemerintah terkait estimasi penerimaan,
pengeluaran, dan lainya.