Anda di halaman 1dari 14

JARINGAN IKAT

LAPORAN PRAKTIKUM SPH I

Yang disusun untuk memenuhi tugas mata kuliah Struktur Perkembangan Hewan I

Dibina oleh Ibu Sofia Ery Rahayu

Oleh:

Kelompok 5 Offering C

1. Adera Suri Wardani 180341617544


2. Cynthia Putri Yuwana 180341617578
3. Naily Adniya Rochmy 180341617575
4. Rahma Nur Aini Berlian 180341617547

UNIVERSITAS NEGERI MALANG

FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM

JURUSAN BIOLOGI

FEBRUARI 2019
A. TOPIK
Jaringan Pengikat

B. TUJUAN
1. Memahami ciri-ciri jaringan pengikat melalui pengamatan preparat histologis.
2. Mempelajari struktur histologis macam-macam jaringan pengikat.
3. Mempelajari dan membandingkan struktur histologis macam-macam jaringan
tulang rawan.
4. Memelajari struktur histologis tulang kompak.
5. Mempelajri dan membandingkan proses osifiksi intramembran dan
endokondral melalui pengamtan preparat histologis.

C. DASAR TEORI
Jaringan pengikat atau biasa juga disebut jaringan ikat atau jaringan
peenyambung terdapat diantara jaringan-jaringan atau organ. Menurut Campbell (1999:
135) menyatakan bahwa, jaringan ikat berfungsi untuk menunjang tubuh, dibentuk
dalam sel-sel dalam jumlah sedikit. Dipandang dari komposisi strukturalnya jaringan
ikat mengandung tiga komponen yaitu, sel, serabut dan zat dasar. Didalam matriks
eksternal terdapat jenis-jenis sel khusus jaringan penyambung. Jaringan penyambung
terbagi menjadi 3 golongan komponen : sel, serabut protein dan zat dasar. (Jun Queira
C 1991 : 89).
Terdapat tiga macam serabut dalam jaringan pengikat yaitu, serabut kolagen,
serabut elastik dan serabut retikulum. Serabut kolagen berwarna putih
dan bentuknya berupa berkas-berkas beragam. Serabut kolagen terdapat pada tendon
dan jaringan ikat longgar. Serabut elastik mempunyai elastisitas tinggi, berwarna
kuning, lebih tipis dari serabut kolagen dan bentuknya seperti bangunan bercabang-
cabang dan tebal.. Jaringan ikat tersusun dari berbagai macam komponen yaitu matriks
dan sel-sel jaringan ikat.Serabut-serabut dan bahan dasar Serabut ini berperan
menghubungkan antara jaringan ikat dengan jaringan lainnya (Gartner 1998: 165).
Sel pada jaringan pengikat dibagi menjadi fibroblas, makrofag, sel mast, sel
plasma, sel adiposa dan leukosit. Fibroblas merupakan sel yang paling sering
ditemukan dalam jaringan pengikat,dan mempunyai saluran-saluran sitoplasma yang
tidak teratur. Makrofag terdapat 2 macam yaitu makrofag menetap dan mekrofag
mengembara. Makrofag menetap berbentuk bintang berinti bulat telur dan kromatin
padat. Makrofag mengembara berbentuk tidak beraturan dengan inti bulat dan kromatin
padat. Sel mast mengandung granula yang kaya akan heparin dan histamin. Sel plasma
ditemukan dalam jaringan ikat dengan jumlah sedikit, berada pada organ limfoid
jaringan yang terkena radang dan bagian yang menjadi sasaran masuknya kuman.
Leukosit, jenis leukosit yang ditemukan pada jaringan pengikat adalah eosinofil, basofil
dan limfosit. Sel adiposa atau sel lemak tersebar di dalam jaringan ikat areolar. Sel
lemak yang berkelompok disebut jaringan lemak atau jaringan adipose. Jaringan
adipose terbagi menjadi dua yaitu jaringan adipose unilokuler dan jaringan adipose
multilokuler. Dimana jaringan adipose unilokuler ditentukan oleh usia dan jenis
kelamin, dan warnanya putih kekuningan yang ditentukan oleh karotenoid oleh vitamin
A. Sedangkan jaringan adipose multilokuler berwarna coklat karena mengandung
sitokrom. (Jun Queira 1991 : 116)
Jaringan ikat dapat diklasifikasikan menjadi jaringan pengikat biasa, jaringan
pengikat dengan sifat khusus dan jaringan pengikat penyokong (penunjang). Jaringan
pengikat biasa dibagi menjadi jaringan pengikat longgar dan jaringan pengikat padat.
Menurut Geneser (1994: 154) menyatakan bahwa, jaringan pengikat longgar terdiri atas
kumpulan sel mast, sel makrofak, sel fibroblast, sel lemak, sel kolagen dan serat elastin.
Sedangkan jaringan pengikat padat memiliki komponen yang sama dengan jaringan
pengikat longgar namun serabut kolagennya lebih menonjol dan jumlah selnya lebih
sedikit.
Jaringan ikat khusus membentuk jaringan lemak, darah, tulang rawan dan
tulang. Menurut Dwisang (2011: 290) berdasarkan matriks yang membentuknya, tulang
rawan dibedakan menjadi tiga macam, yaitu tulang rawan hialin, tulang rawan elastic
dan tulang rawan fibrosa. Jaringan tulang rawan (Cartilago) biasanya terdapat pada
hidung, telinga, laring, trakea, antar ruas tulang belakang, permukaan sendi dan ujung
tulang rusuk (Dwisang 2011: 290). Jaringan penyokong, sesuai dengan namanya
jaringan penyokong berfungsi untuk menyokong bagian tubuh yang lemah, contoh
jaringan penyokong adalah jaringan tulang. Jaringan tulang dibagi menjadi 2 macam
yaitu, jaringan tulang kompak yang tersusun atas sistem Havers dan tulang bunga
karang yang terdiri atas trabekula-trabekula tulang.
Dalam pertumbuhannya jaringan tulang mengalami osifikasi atau penulangan.
Jaringan tulang dapat berkembang melalui 2 macam osifikasi yaitu, osifikasi
intramembran dan osifikasi endokondral. Osifikasi intramembran terjadi dalam
pembentukan tulang pipih, membantu pertumbuhan tulang pendek dan penebalan
tulang panjang, osifikasi endokondrial atau sekunder terjadi dalam tulang rawan hialin
berfungsi dalam pembentukan tulang panjang dan tulang pendek. Terdapat 2 proses
penting dalam osifikasi endokondrial. Pertama, hipertrofi kondrosit dari destruksi
jaringan tulang rawan. Kedua, perembesan bahan tulang ke daerah tulang rawan yang
telah mengalami destruksi dan pembentukan osteoblas yang selanjutnya akan menjadi
osteosit.

D. ALAT DAN BAHAN


1. Alat
Mikroskop
2. Bahan : preparat histologis
a. Jaringan mesenkim (jaringan pengikat embrional)
b. Jaringan pengikat areolar
c. Jaringan retikulum
d. Jaringan adiposa
e. Tulang rawan hialin
f. Tulang rawan elastik
g. Tulang kompak
E. PROSEDUR KERJA
Dilakukan pengamatan preparat-preparat dengan menggunakan mikroskoppada
perbesaran 10x10 dan 40x10

Dibuat gambar pengamatan sesuai dengan intruksi dibawah ini:

Diperhatikan bentuk dan susunan sel dari jaringan mesenkim

Diamati serabut-serabut yang terlihat pada jaringan pengikat areolar dan diamati pula sel-sel
yang terdapat didalam nya.

Diperhatikan bentuk dan susunan serabut-serabut retikulum dalam jaringan retikulum

Diperhatikan sel-sel penyusun jaringan adiposa,letak sitoplasma dan intinya,dicari serabut-


serabut diantara sel-sel penyusunya

Diamati preparat tulang rawan hialin pada daerah perikondrium yang mengandung fibroplas dan
daerah kondrogenik yang mengandung kondroblas. Diamati pula daerah rawan sebenarnya dan
diperhatikan susunan kondositnya

Diamati preparat tulang rawan elastik pada daerah perikondrium yang mengandung fibroplas dan
daerah kondrogenik yang mengandung kondroplas. Diamati pula daerah rawan sebenarnya dan
diperhatikan susunan kondrositnya

Diamati preparat tulang kompak,digambarkan satu sistem havers lengkap dengan bagian-bagian
penyusunnya,digambarkan pula lamela interstialyang terlihat dan dicari saluran volksman
F. HASIL PENGAMATAN

Gambar Pengamatan Keterangan Gambar Literatur


1. Jaringan Mesenkim
1. Zat dasar
1 2 2. Inti sel
mesenkim
3. Serabut
retkular

Perbesaran 10x10

3 2

Sumber:
Junqueira's Basic Histology

Perbesaran 40x10
2. Jaringan Pengikat Areolar
1. Serabut
kolagen
1
2. Serabut
elastik
3. Sel

Perbesaran 10x10

1 2 Sumber:
(https://www.slideserve.com/ )

Perbesaran 40x10
3. Jaringan Retikulum
1. Limfosit
2. serabut
kolagen tipe III

Perbesaran 10x10

Sumber:
1
Junqueira's Basic Histology
2

Perbesaran 40x10
4. Jaringan Adiposa
1. Inti
2. Vakuola
berisi lemak

Perbesaran 10x10

2
1

Sumber:
Junqueira's Basic Histology

Perbesaran 40x10
5. Preparat Tulang Rawan
Hialin
1. Perikondrium
2. Fibroblas

1
2

Perbesaran 10x10

Sumber:
Junqueira's Basic Histology

Perbesaran 40x10
6. Preparat Tulang Rawan
Elastik
1. serabut elastik
1

Perbesaran 10x10

Sumber:
Junqueira's Basic Histology

Perbesaran 40x10
7. Preparat Tulang Kompak
1. Saluran
2 Volksmann
2. Sistim Havers
1
3. Lamela
4. Osteosit
5. kanalikuli
Perbesaran 10x10

5 4

Sumber:
Junqueira's Basic Histology
Perbesaran 40x10

G. ANALISIS DAN PEMBAHASAN


Pada hasil pengamatan jaringan mesenkim menggunakan mikroskop dengan
perbesaran 10x10 terlihat inti sel mesenkim yang berbentuk oval dan berwarna gelap
serta zat dasar. Dan pada perbesaran 40x10 terlihat serabut reticular. Sesuai dengan
literatur yakni sel-sel mesenchymal ditandai oleh inti oval dengan nukleolus yang
menonjol dan kromatin halus (Mescher, 2009). Susunan selnya sebagian besar tersusun
longgar dan terkadang terdapat serabut-serabut halus (Sorcha, 2014).
Pada hasil pengamatan jaringan pengikat areolar menggunakan mikroskop
dengan perbesaran 10x10 terlihat serabut kolagen dimana dalam gambar tersebut
berwarna coklat dan lebih tebal diantara serabut lainnya. Dan pada perbesaran 40x10
dapat terlihat serabut elastik dan sel-sel dalam jaringan ini. Sesuai dengan literatur
bahwa jaringan ikat longgar atau bisa juga disebut jaringan areolar, memiliki semua
komponen utama jaringan ikat (sel, serat, dan bahan dasar). Sel yang paling banyak
adalah fibroblas dan makrofag, tetapi jenis sel jaringan ikat lainnya juga ada. Serabut
kolagen, elastis, dan retikular dapat ditemukan pada jaringan ini. Dengan jumlah zat
dasar yang cukup, jaringan ini memiliki konsistensi yang halus; fleksibel, vaskularisasi
yang baik, dan tidak terlalu tahan terhadap tekanan (Mescher, 2009).
Pada hasil pengamatan jaringan retikulum menggunakan mikroskop dengan
perbesaran 10x10 belum terlihat jelas bagian-bangiannya. Pada perbesaran 40x10 dapat
terlihat limfosit dan serabut kolagen tipe III. Dibandingkan dengan gambar literatur
tersebut terlihat bagian nodus limfa berwarna perak dimana reticular fibers (serabut
kolagen tipe III) terlihat sebagai garis hitam tidak beraturan. Sel retikular yakni bagian
yang sangat bernoda dan gelap. Sebagian besar sel yang lebih kecil dan sedikit bernoda
adalah limfosit yang melewati kelenjar getah bening (Mescher, 2009).
Pada hasil pengamatan jaringan adiposa menggunakan mikroskop dengan
perbesaran 10x10 sama seperti jaringan retikulum karena belum terlihat jelas bagian-
bangiannya. Pada perbesaran 40x10 dapat terlihat inti jaringan adiposa yang berada di
tepi vakuola. Sementara gambar literatur menunjukan letak sitoplasma berada disekitar
vakuola, yang beiri lemak, sulit untuk dapat terdeteksi dan terdapat inti yang ditunjuk
oleh panah (Mescher, 2009).
Pada hasil pengamatan preparat tulang rawan hialin menggunakan mikroskop
dengan perbesaran 10x10 terlihat perikondrium, yang banyak mengandung fibroblas,
dimana fibroblas terlihat memanjang. Menurut gambar dari literatur menunjukkan
bagian atas gambar menunjukkan perikondrium dan ada transisi bertahap serta
diferensiasi sel dari perikondrium ke tulang rawan, dengan sel fibroblastik memanjang
menjadi kondrosit yang lebih besar dan lebih bulat dengan permukaan tidak teratur.
Dan empat puluh persen dari berat kering tulang rawan hialin terdiri dari kolagen
(Mescher, 2009).
Pada hasil pengamatan preparat tulang rawan elastik menggunakan mikroskop
dengan perbesaran 10x10 terlihat serabut elastik. Menurut gambar dari literatur ukuran
dan distribusi sel di tulang rawan elastik sangat mirip dengan tulang rawan hialin.
Matriksnya terisi dengan serabut elastik, yang dilihat dengan pewarnaan khusus,
memberikan fleksibilitas yang lebih besar untuk bentuk tulang rawan elastik (Mescher,
2009).
Pada hasil pengamatan preparat tulang kompak menggunakan mikroskop
dengan perbesaran 10x10 terlihat saluran Volksmann dan sistem Havers. Pada
perbesaran 40x10 terlihat lamella, osteosit dan kanalikuli. Dibandingkan dengan
gambar literatur tersebut terlihat saluran Volksmann (P) yang menghubungkan osteon
yang berdekatan. Saluran tersebut "melubangi" lamella dan menyediakan sumber
mikrovaskulatur lain untuk saluran Havers (osteon) (Mescher, 2009).
H. KESIMPULAN
1. Jaringan ikat memiliki serat yang tidak terlalu padat seperti jaringan epitel,
memiliki bentuk sel yang tidak teratur, sitoplasma bergranula dan inti sel
menggelembung.

2. Jaringan ikat sendiri di klasifikasikan menjadi jaringan ikat biasa (jaringan pengikat
longgar dan jaringan pengikat padat), jaringan pengikat khusus (jaringan adiposa,
jaringan elastik dan jaringan retikulum), jaringan penyokong (jaringan tulang rawan
dan tulang).

3. Jaringan tulang rawan dibagi menjadi tiga yaitu tulang rawan hialin, tulang rawan
elastik dan tulang rawan fibrosa.

4. Tulang kompak tersusun atas sistem-sistem Havers. Sistem Havers mengandung 4-


20 lamela terususun konsentris mengelilingi saluran Havers yang mengandung
pembuluh darah dan saraf dan berhubungan melalui saluran Volksmann. Diantara
lamela-lamela terdapat lakuna yang berisi osteosit. Osteosit dan lamela disalurkan
melalui saluran-saluran halus disebut kanalikuli.

5. Osifikasi intramembran terjadi dalam pembentukan tulang pipih, membantu


pertumbuhan tulang pendek dan penebalan tulang panjang, osifikasi endokondrial
atau sekunder terjadi dalam tulang rawan hialin berfungsi dalam pembentukan
tulang panjang dan tulang pendek. Terdapat 2 proses penting dalam osifikasi
endokondrial. Pertama, hipertrofi kondrosit dari destruksi jaringan tulang rawan.
Kedua, perembesan bahan tulang ke daerah tulang rawan yang telah mengalami
destruksi dan pembentukan osteoblas yang selanjutnya akan menjadi osteosit.
I. JAWABAN EVALUASI
1. Jelaskan perbedaan antara jaringan pengikat longgar dan jaringan pengikt padat?
Definisi
 Jaringan Ikat Longgar: Jaringan ikat longgar adalah jenis jaringan ikat yang
mengelilingi pembuluh darah, saraf dan organ, memegang epitel dan organ berada
di tempatnya.
 Jaringan Ikat Padat: Jaringan ikat padat adalah jenis jaringan ikat yang mengandung
banyak serat kolagen dan menyediakan hubungan yang kuat antara jaringan yang
terutama membentuk bagian-bagian struktural tubuh.
Jumlah Sel
 Jaringan Ikat Longgar: Jaringan ikat longgar terdiri dari banyak sel.
 Jaringan Ikat Padat: Jaringan ikat padat terdiri dari sel yang lebih sedikit.
Fibroblas / Fibrosit
 Jaringan Ikat Longgar: Jaringan ikat longgar terutama mengandung fibroblas .
 Jaringan Ikat Padat: Jaringan ikat padat terutama mengandung fibrosit .
Serat
 Jaringan Ikat Longgar: Jaringan ikat longgar terdiri dari serat yang longgar.
 Jaringan Ikat Padat: Jaringan ikat padat terdiri dari banyak, serat tebal.
Jenis
 Jaringan Ikat Longgar: Tiga jenis jaringan ikat longgar adalah areolar, adiposa, dan
jaringan retikuler.
 Jaringan Ikat Padat: Tiga jenis jaringan ikat padat adalah padat teratur, padat tidak
teratur, dan jaringan elastis.
Fungsi
 Jaringan Ikat Longgar: Fungsi utama dari jaringan ikat longgar adalah berfungsi
sebagai matriks pendukung untuk pembuluh darah, pembuluh limfatik, saraf, serat
otot, organ, dan kulit.
 Jaringan Ikat Padat: Jaringan ikat padat menghasilkan tendon dan ligamen dengan
membentuk struktur yang kuat seperti tali

2. Apakah fungsi zat dasar pada jaringan pengikat?


Jawab : Mengisi ruang antar sel dan serabut pada jaringan ikat
3. Jelaskan fungsi jarigan adiposa yang terdapat dibawah kulit!
Jawab: Jaringan adiposa adalah jaringan penyimpan lemak,lemak berfungsi sebagai
sumber energi. Karena dilapisi lemak yang tebal,sehingga jaringan tersebut juga
dapat berfungsi sebagai bantalan agar tidak terluka saat terbentur atau jatuh,selain
itu lemak juga berfungsi untuk menjaga suhu tetap hangat.

4. Jelaskan peranan jaringan pengikat dalam sistem pertahanan tubuh! Carilah contoh-
contoh bagian tubuh yang mengandung a) tulang rawan hialin b) tulang rawan
elastik.
Jawab: Pada jaringan ikat terdapat sel plasma.Meskipun jumlahnya sedikit namun
sel ini berada bagian tubuh yang rawan terkena kuman dan berfungsi menghasilkan
antibodi yang dibuat didalan RE dan kemudian antibodi tersebut dilepas melalui
aliran darah atau disimpan di kantong-kantong sitoplasma.
a) Tulamg rawan hialin biasanya berada pada saluran pernafasan dan ujung
persendiam
b) Tulang rawan elastik biasanya terdapat pada epiglotis, laring, saluran
eustachius, saluran telinga luar dan daun telinga

5. Apakah yang menyebabkan matriks tulang menjadi keras?


Jawab: Karena tulang mengalami osifikasi yag menyebabkan tulang menjadi keras
agar mampu menyokong bagian tubuh yang lemah.

6. Apakah yang dimaksud dengan kanalikuli tulang? Apakah fungsnya?


Jawab: Kanalikuli adalah saluran kecil yang menghubungkan lakuna bersama serta
memiliki fungsi sebagai lorong yang dilalui nutrisi ke osteosit dan mengeluarkan
produk limbah.
J. DAFTAR PUSTAKA
Budisma. 2018. Perbedaan Jaringan Ikat Longgar dan Jaringan Ikat Padat. (online),
(https://perbedaan.budisma.net/perbedaan-jaringan-ikat-longgar-dan-jaringan-
ikat-padat.html) diakses tanggal 9 februari 2019.
Campbell. 1999. Biologi Edisis Kelima. Jakarta: Erlangga
Dwisang, Evi Luvina. 2011. Buku Saku Biologi SMA. Jakarta: Scientific Press.
Gartner, L.P. 1998. Atlas Berwarna Histologi. Jakarta: Binarupa Aksara.
Geneser, Finn. 1994. Buku Teks Histologi. Jakarta: Binarupa Aksara.
Hisham. 2015. Fungsi Kanalikuli. (online), (https://hisham.id/2015/04/fungsi-
kanalikuli.html) diakses tanggal 9 februari 2019.
Junqueira,Luis. C dan Carneiro, Jose. 1991. HISTOLOGI DASAR. Adji Dharma.-Ed.3-
Jakarta : xii-496 hlm
Mescher, Anthony L. 2009. Junqueira’s Basic Histology Text and Atlas 12th edition.
McGraw Hill Professional.
Tenzer, A., Judani, T., Handayani, N. dan Lestari, U. 2001. Petunjuk Praktikum
Struktur Hewan. Malang: FMIPA UM.

Anda mungkin juga menyukai