Anda di halaman 1dari 3

Nama : Puguh Kurniawan

NIM : 041338464

Makul : Bank & Lembaga Keuangan Non Bank 83

TUGAS 2
1. Sebutkan dan jelaskan faktor-faktor apa saja yang menentukan bunga kredit dalam
manajemen kredit ?
Jawab:

Beberapa faktor yang menetukan bunga kredit meliputi:


1.Cost of lonable funds
Merupakan biaya dana yang dikeluarkan bank dengan memperhitungkan reserve requirement
(cadangan wajib). Semakin tinggi cadangan wajib , maka semakin tinggi cost of lonable funds
karena semakin kecil jumlah yang disalurkan.
2.Spread
Merupakan selisih antara suku bunga kredit dan biaya dana
3.Biaya overhead
Semua biaya yang dikeluarkan bank dalam kegiatan penghimpunan dan penyaluran dana
yang menjadi beban rugi laba. Biaya ini meliputi biaya personalia, administrasi, dan biaya
umum.
4.Premi risiko
Faktor resiko merupakan salah satu komponen penting yang harus dipertimbangkan dalam
menentukan suku bunga kredit. Premi resiko adalah dana yang harus dicadangkan (disisihkan)
untuk penghapusan kredit terkait dengan tingkat kolektibilitas kredit. Premi ini ditentukan
berdasarkan pengalaman masa lalu.
5.Base landing rate
Merupakan penjumlahan dari semua komponen diatas. Jika base landing rate lebih tinggi dari
suku bunga pasar, maka struktur biaya harus direvisi.
Faktor2 lain yang ikut mempengaruhi penentuan suku bunga kredit secara tidak langsung ,
antara lain:
1. Jangka wakti
2. Jaminan kredit
3. Reputasi perusahaan
4. Hubungan baik
5. Jaminan pihak ketiga
2. Jelaskan apa yang dimaksud dengan prinsip syariah menurut UU perbankan?
Jawab:
Prinsip syariah adalah aturan perjanjian berdasarkan hukum islam antara bank dan pihak lain
untuk penyimpanan dana dan atau pembiayaan kegiatan usaha, atau kegiatan lainnya yang
dinyatakan sesuai dengan syariah, antara lain pembiayaan berdasarkan prinsip bagi hasil
(muharabah), pembiayaan berdasarkan prinsip penyertaan modal (musharakah), prinsip jual
beli barang dengan memperoleh keuntungan (murabahah), atau pembiayaan barang modal
berdasarkan prinsip sewa murni tanpa pilihan (ijarah), atau dengan adanya pilihan
pemindahan kepemilikan atas barang yang disewa dari pihak bankoleh pihak lain (ijarah wa
iqtina).

3. Sebutkan faktor-fakor yang menjadi penilaian tingkat kesehatan bank berdasarkan PBI
No.13/1/PBI/2011?
Jawab:
Pada peraturan Bank Indonesia No 13/1/PBI/2011 pasal 2 , disebutkan bank wajib melakukan
penilaian tingkat kesehatan bank dengan menggunakan pendekatan risiko (Risk Based Bank
Rating) baik secara individual ataupun konsolidasi. Dalam metode ini terdapat beberapa
indikator sebagai acuannya, yaitu :
1. profil risiko (riskprofile); merupakan penilaian terhadap risiko inheren dan kualitas
penerapan manajemen risiko dalam operasional bank yang dilakukan terhadap 8
(delapan) risiko, yaitu:
a. risiko kredit;
b. risiko pasar;
c. risiko likuiditas;
d. risiko operasional;
e. risiko hukum;
f. risiko stratejik;
g. risiko kepatuhan;
h. risiko reputasi
2. Good Corporate Governance (GCG); merupakan penilaian terhadap manajemen bank
atas pelaksanaan prinsip-prinsip GCG;
3. rentabilitas (earnings); merupakan penilaian terhadap kinerja earnings, sumber-
sumber earnings, dan sustainability earnings bank;
4. permodalan (capital); yang merupakan penilaian terhadap tingkat kecukupan
permodalan dan pengelolaan permodalan
4 Sebutkan dan jelaskan mengapa kesehatan bank perlu dijaga, berdasarkan konsep
Bank Indonesia?
Jawab:
 Menurut konsep Bank Indonesia tersebut maka ada dua kepentingan mengapa
kesehatan bank perlu dijaga, yaitu:
1) Menjaga kepercayaan masyarakat terhadap bank;
2) Sebagai indikator bagi Bank Indonesia sebagai lembaga pengawas perbankan di
Indonesia untuk melakukan evaluasi terhadap kondisi dan permasalahan yang
dihadapi bank serta menentukan tindak lanjut untuk mengatasi kelemahan atau
permasalahan bank, baik berupa corrective action oleh Bank maupun supervisory
action.

5. Dalam manajemen Bank Umum ada istilah asset-liability management (ALM),


sebutkan dan jelaskan dua pendekatan dalam ALM?
Jawab:
 Dalam ALM dikenal dua pendekatan, yaitu pendekatan :
1. Pendekatan pool of fund (pengumpulan dana), adalah pendekatan ALM dimana dana
dari berbagai sumber, yaitu giro, tabungan, deposito, pinjaman, dan modal,
dikumpulkan dalam satu pool. Kemudian dana ini dialokasikan untuk cadangan primer,
cadangan sekunder, kredit, investasi, dan aset tetap.
2. Pendekatan asset allocation (alokasi aset) memperlakukan bahwa alokasi dana
bersifat individu, artinya setiap sumber dana dialokasikan secara terpisah. Contoh,
sumber dana giro memiliki alokasi untuk cadangan, kredit, dan investasi.