Anda di halaman 1dari 2

KEINGINAN PRIVASI PASIEN

RS PKU
MUHAMMADIYAH
No D okumen : No Revisi : Halaman :
YOGYAKARTA 4552/PS.12/X/2015 01 1/2
.
Ditetapkan
Direktur Utama
STANDAR
Tang gal Terbit
PROSEDUR
OPERASIONAL
dr. H. JokoMurdiyanto, Sp . An. MPH
NBM: 867.919
Pengertian Pri vasi merupakan tingkatan interaksi atau k eterbukaan yang dik
ehendaki seseorang pada suatu kondisi atau ke tertutupan, yaitu ad
anya keinginan untuk berinteraksi dengan orang lain atau justru ing
in menghindar atau berusaha supaya sukar dicapai oleh orang lain.

Tujuan M engetahui kebutuhan pasien akan privasinya selama di Rumah


Sakit PKU Muhammadiyah Yogyakarta sebagai bentuk kepedulian
Ru mah Sakit PKU Muhammadiyah Yogyakarta yang diterapkan
untuk melidungi hak asasi pasien.
Kebijakan Ru mah Sakit PKU Muhammadiyah Yogyakarta menghormati dan
me lindungi privasi pasien selama dirawat di Ru mah Sakit PKU M
uhammadiyah Yogyakarta sebagai bentuk terh adap kepedulian Ru
mh sakit PKU Muhammadiyah Yogyakarta terhadap hak-hak pa
sien dan keluarga
Prosedur Untuk Pasien Rawat Inap :

1. Petugas Admisi rawat inap memberikan i nformasi kepada


pasien dan atau keluarga merujuk kepada formulir edukasi
pasien dan keluarga terintegrasi deng an menjelaskan
mengenai hak dan kewajiban pasien termasuk didalamnya
hak akan privasi pasien selama dalam pera watan.
2. Apabila pasien dan atau keluarga mempunyai kebutuhan
privasi tertentu maka pasien dan atau keluarga dapat
menuliskannya di formulir general consent item privasi
3. Perawat atau care giver yang mengantarka n pasien ke ruag
rawat inap memberitahukan kepada per awat jaga ruang
rawat inap apabila pasien memiliki k ebutuhan privasi
tertentu
4. Perawat ruang rawat inap menerima pasien dan melakukan
KEINGINAN PRIVASI PASIEN
RS PKU
MUHAMMADIYAH
No Dokumen : No Revisi : Halaman :
YOGYAKARTA 4552/PS.12/X/2015 01 2/2
.
indentifikasi pasien dengan meminta pasien menyebutkan
nama lengkap dan tanggal lahir pasien
5. Perawat melihat formulir general consent rawat inap
apakah ada keinginan privasi dari pasien.
6. Perawat ruang rawat inap melakukan koordinasi dengan
pihak terkait sesuai dengan kebutuhan pasien guna menjaga
privasinya selama dalam perawatan:
- Menutup akses masuk pengunjung (baik keluarga,
kerabat).
- Menempatkan tanda pada pintu masuk kamar.
- Memastikan prefensi pasien untuk gendre atau jenis
kelamin petugas yang diberi izin masuk kamar.
7. Pada semua tindakan atau pemerikasaan yang di lakukan
oleh dokter dan perawat di ruang rawat inap, pastikan
privasi pasien terlindung dengan pintu atau tirai kamar
tertutup.
8. Untuk pasien yang akan transfer antar unit karena akan
dilakukan pemeriksaan penunjang pindah ruang rawat,
pastikan saat transfer privasi pasien terlindungi, contoh
dengan menggunakan selimut.
9. Memastikan seluruh petugas rumah sakit tidak
membicarakan hal-hal yang menyangkut pasien di area
umum.
Untuk Pasien Rawat Jalan :
1. Pada semua tindakan atau pemeriksaan yang dilakukan
oleh dokter atau perawat di ruang pemeriksaan pastikan
privasi pasien terlindungi dengan pintu dan tirai ruang
pemeriksaan tertutup.
2. Memastikan seluruh petugas rumah sakit tidak
membicarakan hal-hal yang menyangkut pasien di area
umum.
.
Unit Terkait Seluruh Unit