Anda di halaman 1dari 81

Usulan Teknis

Penyusunan Dokumen UKL-UPL Pengembangan Kawasan Gelanggang


Pemuda Oepoi
Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Propinsi NTT

BAB I
DATA ORGANISASI PERUSAHAAN

1.1. UMUM

Dokumen UsulanTeknis ini dimaksudkan sebagai salah satu persyaratan dokumen


penawaran Penyusunan Dokumen UKL-UPL Pengembangan Kawasan Gelanggang
Pemuda Oepoi
sesuai dengan ketentuan yang tercantum dalam dokumen lelang.

Dalam Penawaran Teknis untuk pekerjaan Penyusunan Dokumen UKL-UPL


Pengembangan Kawasan Gelanggang Pemuda Oepoi ini akan diuraikan kelengkapan
penawaran teknis yang diminta yang mencakup antara lain:
Pengalaman perusahaan, pemahaman terhadap kerangka acuan kerja, tanggapan
terhadap kerangka acuan kerja, pendekatan dan metodologi pelaksanaan pekerjaan,
rencana kerja, fasilitas pendukung, , laporan, jadual pelaksanaan pekerjaan, tenaga ahli
dan jadual penugasan tenaga ahli, organisasi pelaksanaan pekerjaan, selanjutnya akan
diuraikan secara detail.

1.2. DATA PERUSAHAAN

PT. Siarplan Utama Konsultan adalah salah satu Konsultan nasional yang didirikan pada
tahun 1989 berkantor di Kupang, Propinsi Nusa Tenggara Timur.

PT. Siarplan Utama Konsultan telah melaksanakan berbagai jasa konsultasi, dan
memperluas bidang jasa konsultansinya dengan ikut serta dalam pekerjaan-pekerjaan
Pengawasan Dan Perencanaan Teknik Jalan dan Jembatan, Analisis Mengenai Dampak
Lingkungan (Amdal), Perencanaan dan Studi Kelayakan Pelabuhan, Perencanaan Dan
Pengawasan Infrastruktur perumahan, bangunan, dan Perencanaan dan pengawasan
Pekerjaan Bendungan dan Embung, Pekerjaan studi dan Detail Desain sistem jaringan

1 PT. SIARPLAN UTAMA KONSULTAN


Jln. Sam Ratulangi V No. 11 Kupang-NTT
Usulan Teknis
Penyusunan Dokumen UKL-UPL Pengembangan Kawasan Gelanggang
Pemuda Oepoi
Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Propinsi NTT

transmisi perpipaan air minum, Bangunan Irigasi dan Jaringan Irigasi di Propinsi Nusa
Tenggara Timur.

1.3. IDENTITAS PERUSAHAAN

Nama Perusahaan : PT. SIARPLAN UTAMA KONSULTAN

Pimpinan Perusahaan :

Direktur Utama : IR. RANI HENDRIKUS, MS

Direktur : IR. DJWANTORO HARDJITO, M.Eng

Direktur : IR. ALEXIUS RICHARDSON

Direktris : IR. MYLAN SRI WAHYU MULYATI

Alamat : Jl. Sam Ratulangi V No.11 Kota


Kupang- NTT Telp. (0380) 834122

Akta PendirianNotaris : Silvester J. Mambaitfeto, SH

Nomor : 39

Tanggal : 13 September 1989

Akta Perubahan Notaris : Silvester J. Mambaitfeto, SH

Nomor : 104

Tanggal : 27 Pebruari 2010

SIUJK Nomor : 1-004031-2413-4-00079

Tanggal : 6 Pebruari 2015

Nomor Pokok Wajib Pajak : 01. 475.355.2 – 922.000

Asosiasi Profesi : INKINDO

Referensi Bank : Bank NTT

2 PT. SIARPLAN UTAMA KONSULTAN


Jln. Sam Ratulangi V No. 11 Kupang-NTT
Usulan Teknis
Penyusunan Dokumen UKL-UPL Pengembangan Kawasan Gelanggang
Pemuda Oepoi
Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Propinsi NTT

GAMBAR A.1 : STRUKTUR ORGANISASI PT. SIARPLAN UTAMA KONSULTAN

3 PT. SIARPLAN UTAMA KONSULTAN


Jln. Sam Ratulangi V No. 11 Kupang-NTT
Usulan Teknis
Penyusunan Dokumen UKL-UPL Pengembangan Kawasan Gelanggang
Pemuda Oepoi
Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Propinsi NTT

1.4. BIDANG USAHA


Secara garis besar bidang usaha yang telah berjalan adalah sebagai
berikut :

a. Rekayasa :

1. Prasarana Sumber Daya Air :

- Bendungan (inzet)

- Irigasi

- Perbaikan Sungai

- Pengendalian Banjir

2. Bangunan Sarana Transportasi/ Perhubungan :

- Jalan

- Jembatan

- Pelabuhan Laut (inzet)

- Pelabuhan Udara

3. Keciptakaryaan

- Tata Kota/RTRW Kawasan

- Penyediaan air bersih

- Pemukiman (inzet)

4 PT. SIARPLAN UTAMA KONSULTAN


Jln. Sam Ratulangi V No. 11 Kupang-NTT
Usulan Teknis
Penyusunan Dokumen UKL-UPL Pengembangan Kawasan Gelanggang
Pemuda Oepoi
Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Propinsi NTT

- Gedung bertingkat dan pabrik termasuk

Pemasangan Listrik & Mesin

5. Pertambangan dan Industri

6. Ketransmigrasian

b. Survei, Investigasi dan Eksplorasi :

1. Survai Geodesi

2. Eksplorasi geologi dan geografi

3. Investigasi geoteknik

4. Survai hidrometeorologi

5. Pengetesan di Laboratorium

c. Jasa Penilaian (Appraisal Services) :

1. Penilaian Aktiva tetap berwujud/tak berwujud

2. Studi Kelayakan Proyek

3. Analisa Mengenai Dampak Lingkungan

4. Pengamatan dan Evaluasi Manfaat Proyek (PBME)

5. Aplikasi Kredit

d. Manajemen :

1. Manajemen Proyek

2. Manajemen Strategik

5 PT. SIARPLAN UTAMA KONSULTAN


Jln. Sam Ratulangi V No. 11 Kupang-NTT
Usulan Teknis
Penyusunan Dokumen UKL-UPL Pengembangan Kawasan Gelanggang
Pemuda Oepoi
Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Propinsi NTT

3. Manajemen Bisnis (Manajemen Sumber Daya

Manusia, Manajemen Keuangan dan sebagainya)

4. Sistim Informsi Manajemen (MIS)

1.5. LINGKUP KEGIATAN

Lingkup pelayanan PT. SIARPLAN UTAMA KONSULTAN, sampai saat ini


adalah :

a. Tahap Studi :

- Survai Pendahuluan

- Analisa Ekonomi :

* Studi Sosio Ekonomi

* Studi Agronomi dan Agro Ekonomi

- Analisa Rekayasa :

 Survai Topografi

 Survai Hidrologi

 Survai Geologi

 Survai Geofisika

 Survai Bahan Konstruksi

 Survai Kelayakan

- Pemilihan Lokasi Proyek

- Analisa mengenai Dampak Lingkungan

6 PT. SIARPLAN UTAMA KONSULTAN


Jln. Sam Ratulangi V No. 11 Kupang-NTT
Usulan Teknis
Penyusunan Dokumen UKL-UPL Pengembangan Kawasan Gelanggang
Pemuda Oepoi
Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Propinsi NTT

b. Perencanaan (Design) :

- Perencanaan Awal (Basic Design)

- Perencanaan Detail (Detailed Design)

- Penyiapan Dokumen Pelelangan

c. Pengetesan Laboratorium :

- Tes Model Hidrolika

- Tes Tanah

- Tes Batuan

- Tes Beton

d. Pekerjaan Supervisi :

- Admnistrasi Kontrak

- Pengawasan Pekerjaan

e. Manajemen :

- Jasa Konsultansi

- Pelatihan

f. Informatika :

Rekayasa, Personalia, Akuntansi, Keuangan dan Aplikasi lainnya

1.6. PENUTUP

Harapan untuk menjadi besar tidaklah ditentukan pada bayangan yang indah tapi
semata-mata bertumpu pada kenyataan yang ada sejak awal berdirinya PT. SIARPLAN
UTAMA KONSULTAN sampai dengan saat ini. Dengan segala upaya yang tercermin
dalam bentuk kedalamnya untuk mendekatkan diri dengan Instansi Pemerintah maupun
Swasta yang memanfaatkan Jasa Konsultan. Kepercayaan yang diperoleh bukan saat

7 PT. SIARPLAN UTAMA KONSULTAN


Jln. Sam Ratulangi V No. 11 Kupang-NTT
Usulan Teknis
Penyusunan Dokumen UKL-UPL Pengembangan Kawasan Gelanggang
Pemuda Oepoi
Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Propinsi NTT

yang tepat untuk berbangga diri apalagi untuk menyatakan kemantapan yang sekaligus
menjauhi sifat konservatif yang artinya tumbuh mengembangkan diri serta kembangkan
kreasi yang baru.

BAB II
PENGALAMAN PERUSAHAAN

2.1. Umum

PT. Siarplan Utama adalah konsultan teknik yang berkantor dan beroperasi di
Provinsi Nusa Tenggara Timur, dan telah melaksanakan berbagai bidang pelayanan jasa
konsultansi dengan ikut serta dalam pekerjaan-pekerjaan di pelbagai bidang Teknik sejak
tahun 1993 dan mempunyai pengalaman yang luas khususnya dibidang penelitian dan
pengembangan yang berhubungan dengan dunia jasa konstruksi, jasa Lingkungan,
bidang hidro-oceanografi dan di biang pemetaan dan perencanaan wilayah. Berikut ini
akan disajikan data pengalaman PT. Siarplan Utama Konsultan :

2.2. Daftar Pengalaman Kerja Sejenis 10 Tahun Terakhir

Daftar pengalaman perusahaan untuk kurun waktu 10 tahun terakhir yang disajikan
disini merupakan rekaman daftar pengalaman kerja yang sejenis atau sesuai dengan
rencana kegiatan penugasan yang dimaksudkan dalam KAK. Disajikan pada Tabel
berikut ini.

8 PT. SIARPLAN UTAMA KONSULTAN


Jln. Sam Ratulangi V No. 11 Kupang-NTT
Usulan Teknis
Penyusunan Dokumen UKL-UPL Pengembangan Kawasan Gelanggang
Pemuda Oepoi
Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Propinsi NTT

9 PT. SIARPLAN UTAMA KONSULTAN


Jln. Sam Ratulangi V No. 11 Kupang-NTT
Usulan Teknis
Penyusunan Dokumen UKL-UPL Pengembangan Kawasan Gelanggang Pemuda
Oepoi
Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Propinsi NTT

10
Usulan Teknis
Penyusunan Dokumen UKL-UPL Pengembangan Kawasan Gelanggang Pemuda
Oepoi
Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Propinsi NTT

Gelanggang Pemuda Oepoi tersebut adalah jalan Provinsi dan jalan lingkungan kawasan
GOR
Oepoi.

Tindak Lanjut Kegiatan; Tersedianya hasil UKL-UPL dengan kondisi teknis yang sesuai
dengan kondisi serta situasi kawasan yang bersangkutan berdasarkan situasi guna
pembangunan fisik kawasan sesuai dengan fungsi dan utilitas kawasan tetap memberikan
keseimbangan dalam pengelolaan lingkungannya. Penyedia jasa yang melaksanakan
pekerjaan ini wajib menyediakan jasanya semaksimal mungkin guna terselenggaranya
pekerjaan Penyusunan Dokumen UKL-UPL Pengembangan Kawasan Gelanggang Pemuda
Oepoi yang seefisien mungkin, dan hasil pekerjaannya memenuhi persyaratan yang
ditetapkan dan dapat dipertanggungjawabkan guna pelaksanaan pekerjaan tersebut.

3.2. Maksud dan Tujuan Pekerjaan


1. Maksut;
Maksud dari “Penyusunan Dokumen UKL/UPL Pengembangan Kawasan Gelanggang
Pemuda
Oepoi” adalah :
Sebagai perangkat pengelolaan lingkungan hidup untuk pengambilan keputusan dan dasar
untuk menerbitkan ijin melakukan usaha dan atau kegiatan. Dokumen ini merupakan
panduan
pengelolaan lingkungan bagi seluruh stakeholder suatu kegiatan. Didalam UKL-UPL idealnya
memuat seluruh hal yang terkait dengan kemungkinan dampak dari suatu kegiatan. Seluruh
klausul dalam dokumen UKL-UPL akan diikat secara legal dalam “Izin Lingkungan”, dimana
UKLUPL
akan memiliki kekuatan hukum tetap, dan wajib dilaksanakan oleh pemrakarsa kegiatan. 2.
Tujuan;

11
Usulan Teknis
Penyusunan Dokumen UKL-UPL Pengembangan Kawasan Gelanggang Pemuda
Oepoi
Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Propinsi NTT

Memberikan gambaran tentang rona lingkungan awal bagi kegiatan-kegiatan yang akan
dilaksanakan serta memprakirakan dampak lingkungan yang akan terjadi terhadap
komponen lingkungan, dengan demikian dapat diformulasikan upaya pengelolaan dan
pemantauan lingkungan sebagai acuan bagi pemrakarsa maupun instansi terkait dalam
pengawasan dan pembinaan pelaksanaan pengelolaan lingkungan. Yang dapat dirinci
sebagai berikut :
a. Mengidentifikasikan kegiatan yang berpotensi menimbulkan dampak terhadap
lingkungan sejak tahap prakonstruksi, konstruksi, operasi sampai dengan pasca operasi.
b. Mengidentifikasikan komponen lingkungan yang diprakirakan terkena dampak
akibat kegiatan tersebut.
c. Merumuskan program upaya pengelolaan dan pemantauan lingkungan. d. Memastikan
kesesuaian kegiatan dengan standar teknis dan teknologi yang ramah lingkungan

3. Target/Sasaran Penyusunan Dokumen UKL dan UPL


Penyusunan UKL-UPL Kawasan Gelanggang Pemuda Oepoi” ini adalah sebagai berikut :
a. Sebagai acuan bagi pemrakarsa (pemilik) dalam melaksanakan pengelolaan dan
pemantauan lingkungan kegiatannya.
b. Tersedianya dokumen UKL dan UPL, diharapkan dapat dilakukan
pengelolaan dan pemantauan lingkungan yang lebih terarah, efektif dan efisien.
c. Sebagai acuan bagi instansi terkait dalam pengawasan dan pembinaan pelaksanaan
pengelolaan lingkungan yang telah dilaksanakan oleh pemrakarsa serta mendorong
pemrakarsa selalu memperbaiki kinerjanya.
d. Membantu Pemerintah dalam upaya melakukan pengawasan kualitas lingkungan
secara menyeluruh

4. Nama Organisasi Pengadaan Konsultansi


Nama organisasi yang menyelenggarakan npengadaan:
a. Satker/OPD : Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Provinsi NTT
b. PA : Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan permukiman Provinsi NTT
c. PPK : Kepala Seksi Bina Penataan Bangunan dan Lingkungan.
12
Usulan Teknis
Penyusunan Dokumen UKL-UPL Pengembangan Kawasan Gelanggang Pemuda
Oepoi
Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Propinsi NTT

5. Ruang Lingkup Substansi Materi

Lingkup substansi Penyusunan UKL-UPL Kawasan Gelanggang Pemuda Oepoi meliputi


Aspek Institusi, Aspek Teknis, Aspek Pembiayaan, Aspek Peraturan dan Aspek Peran
Serta Masyarakat dan Swasta.

Mengacu pada lingkup substansi di atas, maka kerangka logis penyelenggarannya


dapat diuraikan sebagai berikut:

1. KELUARAN (OUTPUT)

Adapun keluaran (output) fisik dari pekerjaan ini


adalah :

Keluaran yang dihasilkan dari pelaksanaan pekerjaan ini adalah Buku UKL-UPL
Penyusunan UKL-UPL Kawasan Gelanggang Pemuda Oepoi yang telah mendapat
rekomendasi/pengesahan dari Kantor BLH setempat.

2. PELAPORAN

Laporan yang menjadi tanggung jawab konsultan perencana adalah :

a. Laporan endahuluan
b. Laporan Executive Summary
c. Laporan Akhir UKL-UPL

6. Landasan Hukum;
Studi UKL-UPL ini akan berpedoman pada beberapa peraturan perundangan yang terkait,
antara lain:
 Undang-Undang No. 64 Tahun 1958 Tentang Pembentukan Daerah-daerah Tingkat I Bali,
NTB dan NTT (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1958 Nomor 115, Tambahan
Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 1649).

13
Usulan Teknis
Penyusunan Dokumen UKL-UPL Pengembangan Kawasan Gelanggang Pemuda
Oepoi
Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Propinsi NTT

 Undang-Undang RI 5 Tahun 1960 Tentang Peraturan Dasar Pokok Pokok Agraria


(Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1960 Nomor 104, Tambahan Lembaran
Negara Republik Indonesia Nomor 2034).
 Undang-Undang RI No. 5 Tahun 1990 Tentang Konservasi Sumberdaya Alam Hayati dan
Ekosistem (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1990 Nomor 49, Tambahan
Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3419).
 Undang-Undang RI No. 4 Tahun 1992 Tentang Perumahan dan Permukiman (Lembaran
Negara Republik Indonesia Tahun 1992 Nomor 23, Tambahan Lembaran Negara
Republik Indonesia Nomor 3469).
 Undang-Undang RI No. 5 Tahun 1996 Tentang pembentukan Kotamadya Daerah Tingkat
II Kupang (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1996 Nomor 43, Tambahan
Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3633).
 Undang-Undang RI No. 13 Tahun 2003 Tentang Ketenagakerjaan (Lembaran Negara
Republik Indonesia Tahun 2003 Nomor 39, Tambahan Lembaran Negara Republik
Indonesia Nomor 4279).
 Undang-Undang RI No. 7 Tahun 2004 Tentang Sumberdaya Air (Lembaran Negara
Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 32, Tambahan Lembaran Negara Republik
Indonesia Nomor 4377).
 Undang-Undang No 32 Tahun 2004 Tentang Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara
Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 125, Tambahan Lembaran Negara Republik
Indonesia Nomor 4437), sebagaimana telah diubah beberapa kali terakhir dengan
Undang-Undang RI No. 12 Tahun 2008 Tentang Perubahan Kedua atas Undang-Undang
No 32 Tahun 2004 Tentang Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia
Tahun 2008 Nomor 59, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4844).
 Undang-Undang RI No. 26 Tahun 2007 Tentang Penataan Ruang (Lembaran Negara
Republik Indonesia Tahun 2007 Nomor 68, Tambahan Lembaran Negara Republik
Indonesia Nomor 4725).
 Undang-Undang RI No. 22 Tahun 2009 Tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan
(Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2009 Nomor 96, Tambahan Lembaran
Negara Republik Indonesia No 5025).
 Undang-Undang RI No. 32 Tahun 2009 Tentang Perlindungan dan Pengelolaan
Lingkungan Hidup (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2009 Nomor 140,
Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5059). 14
Usulan Teknis
Penyusunan Dokumen UKL-UPL Pengembangan Kawasan Gelanggang Pemuda
Oepoi
Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Propinsi NTT

 Undang-Undang RI No. 36 Tahun 2009 Tentang Kesehatan (Lembaran Negara Republik


Indonesia Tahun 2009 Nomor 144, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia
Nomor 5063).
 Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah.
 Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan
Lingkungan Hidup.
 Peraturan Pemerintah RI No. 68 Tahun 1998 Tentang Kawasan Suaka Alam dan Kawasan
Pelestarian Alam (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1998 Nomor 132,
Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3776).
 Peraturan Pemerintah RI No. 27 Tahun 1999 Tentang Analisis Mengenai Dampak
Lingkungan Hidup (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1999 Nomor 59,
Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3838).
 Peraturan Pemerintah RI No. 41 Tahun 1999 Tentang Pengendalian Pencemaran Udara
(Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1999 Nomor 86, Tambahan Lembaran
Negara Republik Indonesia Nomor 3853).
 Peraturan Pemerintah RI No. 82 Tahun 2001 Tentang Pengelolaan Kualitas Air dan
Pengendalian Pencemaran Air (Lembaran Negara Tahun 2001 No. 153 Tambahan
Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4161).
 Peraturan Pemerintah RI No. 64 Tahun 2005 Tentang Perubahan Kelima Atas Peraturan
Pemerintah No. 14 Tahun 1993 Tentang Penyelenggaraan Program Jaminan Sosial
Tenaga Kerja (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2005 Nomor 147, Tambahan
Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4528).
 Peraturan Presiden RI No. 65 Tahun 2006 Tentang Perubahan Atas Peraturan Presiden
No. 36 Tahun 2005 Tentang Pengadaan Tanah Bagi Pelaksanaan Pembangunan Untuk
Kepentingan Umum.
 Peraturan Pemerintah No. 26 Tahun 2008 Tentang Rencana Tata Ruang Wilayah
Nasional (Lembaran Negara RI Tahun 2008 No. 48, Tambahan Lembaran Republik
Indonesia Nomor 4833)
 Peraturan Pemerintah RI No. 42 Tahun 2008 Tentang Pengelolaan Sumberdaya Air
(Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2008 Nomor 82, Tambahan Lembaran
Negara Republik Indonesia Nomor 4858)
 Peraturan Menteri Kesehatan No. 718/MENKES/PER/XII/1987 Tentang Tingkat
Kebisingan di permukiman.
 Peraturan Menteri Negara Agraria/Kepala BPN No. 2 Tahun 1999 Tentang Izin Lokasi.
15
Usulan Teknis
Penyusunan Dokumen UKL-UPL Pengembangan Kawasan Gelanggang Pemuda
Oepoi
Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Propinsi NTT

 Peraturan Menteri Negara Lingkungan Hidup Nomor 11 Tahun 2006 Tentang Jenis
Rencana Usaha dan/atau Kegiatan yang Wajib Dilengkapi dengan Analisis Mengenai
Dampak Lingkungan.
 Peraturan Menteri Negara Lingkungan Hidup No. 12 Tahun 2006 Tentang Persyaratan
dan Tata Cara Perizinan Pembuangan Air Limbah ke Laut
 Peraturan Menteri Perhubungan Republik Indonesia No. 14 tahun 2006 Tentang
Manajemen dan Rekayasa Lalulintas.
 Peraturan Menteri Dalam Negeri No. 1 Tahun 2007 Tentang Penataan Ruang Terbuka
Hijau Kawasan Perkotaan
 Peraturan Kepala BPN No. 3 Tahun 2007 Tentang Ketentuan Pelaksanaan Peraturan
Presiden No.36 Tahun 2005 Tentang Pengadaan Tanah Bagi Pelaksanaan Pembangunan
Untuk Kepentingan Umum Sebagaimana Telah Diubah dengan Peraturan Presiden RI
No. 65 Tahun 2006 Tentang Perubahan Atas Peraturan Presiden No. 36 Tahun 2005
Tentang Pengadaan Tanah Bagi Pelaksanaan Pembangunan Untuk Kepentingan Umum.
 Peraturan Menteri Negara Lingkungan Hidup Nomor 13 Tahun 2010 tentang Pedoman
Pelaksanaan Upaya Pengelolaan Lingkungan Hidup dan Upaya Pemantauan Lingkungan
Hidup dan Surat Pernyataan Kesanggupan Pengelolaan dan Pemantauan Lingkungan
Hidup.
 Peraturan Pemerintah Nomor 27 Tahun 2012 tentang Izin Lingkungan.
 Peraturan Menteri Negara Lingkungan Hidup Nomor 5 Tahun 2012 tentang Jenis
Rencana Usaha dan/atau Kegiatan Yang Wajib Memiliki Analisis Mengenai Dampak
Lingkungan Hidup.
 Peraturan Menteri Negara Lingkungan Hidup Nomor 16 Tahun 2012 tentang Pedoman
Penyusunan Dokumen Lingkungan Hidup.
 Peraturan Menteri Negara Lingkungan Hidup Nomor 17 Tahun 2012 tentang Pedoman
Keterlibatan Masyarakat Dalam Proses Analisis Dampak Lingkungan Hidup dan Izin
Lingkungan.
 Peraturan Menteri Negara Lingkungan Hidup Nomor 08 Tahun 2013 tentang Tata
Laksana Penilaian dan Pemeriksaan Dokumen Lingkungan Hidup Serta Penerbitan Izin
Lingkungan;
 Keputusan Menteri Negara Lingkungan Hidup No. KEP-48/MENLH/ 11/1996 Tentang
Baku Mutu Tingkat Kebisingan.
 Keputusan Menteri Negara Lingkungan Hidup No. KEP-49/MENLH/ 11/1996 Tentang
Baku Tingkat Getaran. 16
Usulan Teknis
Penyusunan Dokumen UKL-UPL Pengembangan Kawasan Gelanggang Pemuda
Oepoi
Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Propinsi NTT

 Keputusan Menteri Negara Lingkungan Hidup No. 110 Tahun 2003 Tentang Pedoman
Penetapan Daya Tampung Beban Pencemaran Air pada Sumber Air.
 Keputusan Menteri Negara Lingkungan Hidup No. 141 Tahun 2003 Tentang Baku Mutu
Emisi Gas Buang Kendaraan Bermotor
 Keputusan Menteri Negara Lingkungan Hidup No. 142 Tahun 2003 Tentang Pedoman
Mengenai Syarat dan Tata Cara Perizinan serta Pedoman Kajian Pembuangan Air Limbah
ke Air atau Sumber Air.
 Keputusan Menteri Negara Lingkungan Hidup No. 51 Tahun 2004 Tentang Baku Mutu
Air Laut.
 Keputusan Kepala Badan Pengendalian Dampak Lingkungan No. KEP-299/11/1996
Tentang Pedoman Teknis Kajian Aspek Sosial dalam Penyusunan AMDAL.
 Keputusan Kepala Badan Pengendalian Dampak Lingkungan No. KEP-124/12/1997
Tentang Panduan Kajian Aspek Kesehatan Masyarakat dalam Penyusunan AMDAL.
 Keputusan Kepala Badan Pengendalian Dampak Lingkungan No. 08 Tahun 2000 Tentang
Keterlibatan Masyarakat dan Keterbukaan Informasi dalam Proses AMDAL.
 Peraturan Daerah Propinsi Nusa Tenggara Timur Nomor 5 Tahun 1994 Tentang Kawasan
Lindung di Propinsi Daerah Nusa Tenggara Timur (Lembaran Daerah Nusa Tenggara
Timur Tahun 1994 Nomor 87 B Seri B).
 Peraturan Daerah Propinsi NTT Nomor 11 Tahun 2000 Tentang Organisasi dan Tata Kerja
Lembaga Teknis Daerah (Lembaran Daerah Propinsi Nusa Tenggara Timur Tahun 2000
Nomor 355 Seri D).
 Peraturan Daerah Propinsi Nusa Tenggara Timur No. 9 Tahun 2005 Tentang Rencana
Tata Ruang Wilayah Provinsi Nusa Tenggara Timur Tahun 2006 – 2020 (Lembaran
Daerah Propinsi Nusa Tenggara Timur Tahun 2005 Nomor 99 Seri E Nomor 058);.
 Peraturan Daerah Provinsi Nusa Tenggara Timur No. 3 Tahun 2006 Tentang
Pengendalian Lingkungan Hidup.
 Keputusan Gubernur Nusa Tenggara Timur Nomor 25 Tahun 2004 Tentang Petunjuk
Pelaksanaan AMDAL, UKL-UPL serta DKLH dalam Proses Perijinan di Propinsi Nusa
Tenggara Timur.
 Peraturan Daerah Kota Kupang Nomor 04 Tahun 2008 Tentang urusan Pemerintah yang
menjadi Kewenangan Kota Kupang (Lembaran Daerah Kota Kupang Tahun 2008 Nomor
4, Tambahan Lembaran Daerah Kota Kupang Nomor 199)

17
Usulan Teknis
Penyusunan Dokumen UKL-UPL Pengembangan Kawasan Gelanggang Pemuda
Oepoi
Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Propinsi NTT

BAGIAN IV
TANGGAPAN DAN SARAN TERHADAP KAK

4.1. Umum
Setelah mempelajari dengan seksama kerangka acuan kerja (KAK) yang tercantum dalam
Dokumen Seleksi Kegiatan Penyusunan Dokumen UKL-UPL Pengembangan Kawasan

18
Usulan Teknis
Penyusunan Dokumen UKL-UPL Pengembangan Kawasan Gelanggang Pemuda
Oepoi
Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Propinsi NTT

Gelanggang Pemuda Oepoi, maka Kami sebagai penyedia jasa telah memahami dan benar-
benar mengerti.

4.2. Tanggapan Terhadap KAK


4.2.1. Tanggapan Umum

Secara garis besar Kerangka Acuan Kerja (KAK) untuk Kegiatan Penyusunan Dokumen
UKL-UPL Pengembangan Kawasan Gelanggang Pemuda Oepoi yang ada sudah
memenuhi alur kerja yang sistematis dan pada hakikatnya merupakan patokan dasar dalam
pelaksanaan pekerjaan yang di dalamnya telah dijelaskan secara rinci. Oleh karena itu,
pihak Konsultan akan mengikuti semua ketentuan yang tercantum dalam KAK dan syarat-
syarat tersebut mulai dari tahapan mengikuti seleksi sampai dengan tahapan
pelaksanaan pekerjaan.

Untuk mendapatkan hasil yang optimal diperlukan kejelasan /kesepahaman dari


setiap aspek yang tertuang dalam KAK tersebut diantara kedua belah pihak dalam hal ini pihak
Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Propinsi NTT, sehingga diharapkan
tidak ada lagi pertanyaan -pertanyaan yang menyebabkan hambatan pada pelaksanaan
pekerjaan.

Disamping itu dengan maksud untuk dapat memberikan masukan atau pertimbangan bagi
pihak panitia / direksi sehingga akan lebih menyempurnakan Kerangka Acuan Kerja yang
ada, diperlukan beberapa tanggapan terhadap Kerangka Acuan Kerja.

4.2.2. Tanggapan khusus

1. Tanggapan Terhadap Latar Belakang


Setelah konsultan mempelajari dengan seksama bagian pendahuluan dan latar
belakang yang terdapat pada Kerangka Acuan Kerja (KAK) untuk Kegiatan
Penyusunan Dokumen UKL-UPL Pengembangan Kawasan Gelanggang Pemuda
19
Usulan Teknis
Penyusunan Dokumen UKL-UPL Pengembangan Kawasan Gelanggang Pemuda
Oepoi
Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Propinsi NTT

Oepoi, pada prinsipnya kerangka acuan untuk pelaksanaan pekerjaan


secara keseluruhan sudah jelas dan dapat memberikan gambaran mengenai
bentuk pelaksanaan pekerjaan yang akan dilaksanakan.
2. Tanggapan Terhadap Kegiatan Yang Dilaksanakan dan Cara Pelaksanaan
Kegiatan
Konsultan menyadari bahwa keberhasilan pelaksanaan pekerjaan akan
tercapai jika memahami dengan seksama terhadap apa yang dimaksud di dalam
Kerangka Acuan kerja. Dengan demikian keseluruhan lingkup pekerjaan yang
masuk didalamnya bisa terlaksana sepenuhnya dengan baik, dan sasaran dari
pekerjaan yang diharapkan bisa tercapai dengan tepat waktu. Dan konsultan cukup
memahami apa yang disajikan dalam KAK, maupun penjelasan-penjelasan yang
disampaikan dalam rapat penjelasan yang telah dilakukan.
Lingkup kegiatan seperti yang termuat di dalam kerangka acuan kerja yang harus
dilaksanakan oleh konsultan mencakup beberapa bagian pekerjaan yang sudah
dirinci tahapan pelaksanaannya, dan setelah dipelajari dan diamati dengan
sebaik - baiknya maka konsultan berpendapat bahwa lingkup pekerjaan sudah
sangat jelas dan mudah dipahami oleh Konsultan. Hal yang perlu dipertanyakan
hanya bersifat teknis pelaksanaan pekerjaan di lapangan.
3. Tanggapan Terhadap Maksud dan Tujuan
Dengan memperhatikan penjelasan mengenai maksud, tujuan dan sasaran
pekerjaan di atas maka sangatlah jelas bahwa Pengembangan kawasan
gelanggang pemuda Oepoi sebagaimana dianjurkan dalam pembangunan yang
berwawasan lingkungan agar dalam pelaksanaan pembangunan sesuai dengan
standar perundang-undangan yang berlaku menjadi produk dari rangkaian proses
perencanaan, pemanfaatan ruang dan pengendalian pemanfaatan ruang.
Terlepas dari hal ini konsultan berpendapat bahwa maksud, tujuan dan
sasaran dari pekerjaan sudah cukup jelas dan konsultan berkeyakinan dapat
menyelesaikannya dengan sebaik - baiknya.
4. Tanggapan Terhadap Keluaran

20
Usulan Teknis
Penyusunan Dokumen UKL-UPL Pengembangan Kawasan Gelanggang Pemuda
Oepoi
Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Propinsi NTT

Secara jelas keluaran yang harus diperoleh adalah tersedianya Dokumen UKL-
UPL Pengembangan Kawasan Gelanggang Pemuda Oepoi yang menjamin
diintegrasikannya prinsip-prinsip keberlanjutan dalam, pengambilan keputusan
yang bersifat strategis.
5. Tanggapan Terhadap Tempat Pelaksanaan Kegiatan
Konsultan menyadari pelaksanaan Kegiatan Penyusunan Dokumen UKL-UPL
Pengembangan Kawasan Gelanggang Pemuda Oepoi ini akan dapat berjalan
dengan baik pada tempat yang memenuhi persyaratan kriteria yang bisa
difasilitasi, sebab semua perencanaan dan kegiatan yang akan dilakukan selalu
berdasarkan atas ketersediaan sumber daya yang terdapat dilokasi pekerjaan.
Dengan adanya sumber daya yang memadai maka kegiatan akan dapat berjalan
dengan baik.
6. Tanggapan Terhadap Personil
Personil yang disyaratkan dalam Kerangka Acuan Kerja untuk Kegiatan
Penyusunan Dokumen UKL-UPL Pengembangan Kawasan Gelanggang Pemuda
Oepoi dirasa sudah mencukupi dari segi kuantitas maupun kualitas apabila
sesuai dengan kriteria yang sudah ditetapkan. Jadi semua tenaga ahli yang
disyaratkan dalam Kerangka Acuan Kerja ini telah sesuai dengan lingkup
pekerjaan yang harus dilaksanakan seperti yang tercantum dalam Kerangka Acuan
Kerja.
7. Tanggapan Terhadap Jadwal Tahapan Pelaksanaan Kegiatan
Konsultan berpendapat bahwa jangka waktu pelaksanaan pekerjaan yang
disediakan selama 120 (Seratu dua puluh) hari kalender, mencukupi untuk
menyelesaikan Kegiatan Penyusunan Dokumen UKL-UPL Pengembangan
Kawasan Gelanggang Pemuda Oepoi ini dengan sebaik-baiknya. Konsultan
sanggup menyelesaikan pekerjaan sesuai dengan jangka waktu yang telah
ditentukan tersebut dengan bantuan dari Direksi Pekerjaan dan Instansi terkait
lainnya.
Untuk mengantisipasi padatnya kegiatan yang harus dilakukan oleh
konsultan, maka dalam penyusunan Bagan Alir dan Jadwal Pelaksanaan, Jadwal
21
Usulan Teknis
Penyusunan Dokumen UKL-UPL Pengembangan Kawasan Gelanggang Pemuda
Oepoi
Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Propinsi NTT

Personil dan Jadwal Penggunaan Alat harus sangat hati-hati dan harus konsekuen
dengan Jadwal masing-masing, agar tidak terdapat kegiatan yang mundur

BAB V

Pendekatan dan Metodologi

5.1. Umum

22
Usulan Teknis
Penyusunan Dokumen UKL-UPL Pengembangan Kawasan Gelanggang Pemuda
Oepoi
Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Propinsi NTT

5.1.1. Uraian Pendahuluan

Untuk lebih memantapkan pelaksanaan pembangunan yang berwawasan


lingkungan dan dapat meminimalkan dampak negatif yang akan timbul, maka perlu
dilakukan Upaya Pengelolaan Lingkungan (UKL) dan Upaya Pemantauan Lingkungan
(UPL). Kegiatan penyusunan UKL dan UPL terhadap Penyusunan Dokumen UKL-UPL
Pengembangan Kawasan Gelanggang Pemuda Oepoi mengacu pada Peraturan
Menteri Pekerjaan Umum No.10/PRT/M/2008 tentang Penetapan Jenis Usaha
dan/atau Kegiatan Bidang Pekerjaan Umum yang Wajib Dilengkapi dengan UKL dan
UPL, Surat Edaran Menteri Negara Lingkungan Hidup No.B-1234/MENLH/08/1999,
tentang kegiatan yang wajib UKL dan UPL,. Sedangkan penyusunan terhadap
dokumen UKL dan UPL tersebut harus berpedoman kepada Kep Men LH No. 86
Tahun 2002, tentang penyusunan UKL dan UPL.

5.1.2. Alasan Kegiatan Dilaksanakan

Sesuai dengan yang tertuang pada pasal 3 ayat (4) PP No. 27/1999 tentang
Analisa Mengenai Dampak Lingkungan Hidup, maka bagi rencana usaha dan/atau
kegiatan yang tidak menimbulkan dampak penting terhadap lingkungan hidup atau
secara teknologi dampak penting yang timbul dapat dikelola, diwajibkan
melakukan Upaya Pengelolaan Lingkungan Hidup dan Upaya Pemantauan
Lingkungan Hidup (UKL dan UPL)

5.2. Maksud dan Tujuan a.


Maksud Kegiatan

23
Usulan Teknis
Penyusunan Dokumen UKL-UPL Pengembangan Kawasan Gelanggang Pemuda
Oepoi
Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Propinsi NTT

Kegiatan ini dimaksudkan untuk membantu Pemerintah Kota Kupang


melalui upaya pembangunan yang berwawasan lingkungan sehingga
dapat mencegah terjadinya pencemaran dan kerusakan lingkungan
serta meminimalkan gangguan pada tahap pra konstruksi, konstruksi dan
pasca konstruksi.

b. Tujuan Kegiatan

Tujuan dari kegiatan ini adalah tersusunnya dokumen UKL dan UPL
terkait Penyusunan Dokumen UKL-UPL Pengembangan Kawasan Gelanggang
Pemuda Oepoi.

5.3. Sasaran

Sasaran dari kegiatan penyusunan Upaya Pengelolaan Lingkungan (UKL) dan


Upaya Pemantauan Lingkungan (UPL) Penyusunan Dokumen UKL-UPL
Pengembangan Kawasan Gelanggang Pemuda Oepoi antara lain :

1. Tersedianya acuan dalam upaya-upaya pengelolaan dan pemantauan


lingkungan terkait dengan pelaksanaan kegiatan pengembangan
gelanggang pemuda Oepoi dimulai dari tahap pra konstruksi, konstruksi dan
pasca konstruksi.

2. Menyusun dokumen UKL dan UPL dari kegiatan pengambangan gelanggang


pumuda Oepoi Kupang yang berisikan mengenai informasi penting setiap
jenis kegiatan pembangunan yang dapat menimbulkan dampak potensial

24
Usulan Teknis
Penyusunan Dokumen UKL-UPL Pengembangan Kawasan Gelanggang Pemuda
Oepoi
Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Propinsi NTT

terhadap lingkungan di sekitar lokasi kegiatan sesuai dengan kaedah -


kaedah penyusunan UKL dan UPL yang berlaku.

3. Melakukan pembahasan materi UKL dan UPL dengan para stakeholder


terkait.

4. Mendapatkan rekomendasi UKL dan UPL dari instansi yang berwenang


mengesahkannya.

5. Menyetorkan dokumen UKL dan UPL tersebut kepada Satuan Kerja

Pengembangan Penyehatan Lingkungan Permukiman Bali.

5.4. Lokasi Kegiatan

Lokasi Kegiatan dalam rangka Penyusunan Dokumen UKL-UPL


Pengembangan Kawasan Gelanggang Pemuda Oepoi di Kota Kupang.

5.5. Lingkup Pekerjaan

Lingkup kegiatan/pekerjaan yang tercakup dalam kerangka acuan kerja


ini adalah

a. Melakukan persiapan dan koordinasi tim, yang meliputi:

- Melakukan koordinasi dan mengumpulkan data, informasi dan


memahami Rencana tata ruang kota, hasil perencanaan gedung
gelanggang pemuda Oepoi, dan rencana pengembangan jangka panjang.
25
Usulan Teknis
Penyusunan Dokumen UKL-UPL Pengembangan Kawasan Gelanggang Pemuda
Oepoi
Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Propinsi NTT

- Pengumpulan data awal, data primer dan sekunder, buku buku


referensi yang berhubungan dengan pekerjaan ini sebagai bahan
referensi medan/lapangan dan untuk penyempurnaan program kerja
sehingga akan dicapai suatu hasil pekerjaan yang maksimal,

- Penyebaran informasi kepada masyarakat luas, terutama pada


kawasan sekitar lokasirencana usaha/kegiatan, agar nantinya tidak
timbul masalah, khususnya untuk kawasan yang terkena dampak penting,

- Melakukan penyiapan personil,

- Menyiapkan peralatan dan bahan yang diperlukan,

- Melakukan orientasi lapangan dan penyamaan persepsi,

- Menyusun rencana kerja,

b. Melakukan koordinasi dengan pengguna jasa maupun para stakeholder


terkait masalah pengelolaan lingkungan.

c. Melakukan kegiatan pengumpulan data primer dan sekunder baik melalui


instansi terkait, masyarakat di sekitar lokasi kegiatan maupun hasil
observasi langsung di lokasi kegiatan.

d. Melakukan identifikasi dan menyajikan informasi komponen - komponen


rencana kegiatan yang diperkirakan akan menimbulkan dampak terhadap
lingkungan, antara lain :

- Kegiatan yang menjadi sumber dampak terhadap lingkungan,

- Jenis dampak terhadap lingkungan hidup yang terjadi,

- Ukuran yang menyatakan besaran dampak,

26
Usulan Teknis
Penyusunan Dokumen UKL-UPL Pengembangan Kawasan Gelanggang Pemuda
Oepoi
Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Propinsi NTT

- Hal - hal lain yang perlu disampaikan untuk menjelaskan dampak


lingkungan yang akan terjadi akibat Pengembangan Kawasan
Gelanggang Pemuda Oepoi.

e. Menguraikan secara rinci mengenai upaya pengelolaan lingkungan yang


harus dilaksanakan oleh pemrakarsa, antara lain :

- Langkah - langkah yang dilakukan untuk mencegah dan mengelola

dampak termasuk upaya menangani dan menanggulangi keadaan


darurat

- Kegiatan pemantauan yang dilakukan untuk mengetahui efektivitas


pengelolaan dampak dan ketaatan terhadap peraturan di bidang
lingkungan hidup.

- Tolok ukur yang digunakan untuk mengukur efektivitas pengelolaan


lingkungan hidup dan ketaatan terhadap peraturan di bidang
lingkungan hidup.

f. Menguraikan secara rinci mengenai mekanisme pelaporan dari


pelaksanaan UKL dan UPL pada saat rencana kegiatan dilaksanakan dan
pada saat pengoperasian.

g. Kegiatan Penyusunan Dokumen UKL-UPL Pengembangan Kawasan


Gelanggang Pemuda Oepoi dilaksanakan mulai dari tahapan pengisian
formulir isian UKL dan UPL yang berisikan informasi mengenai identitas
pemrakarsa kegiatan, rencana kegiatan, dampak lingkungan yang akan
terjadi, program pengelolaan dan pemantauan lingkungan hidup sampai
dengan tahap pengesahannya.

h. Melakukan Rapat Pembahasan Pembahasan Laporan dilakukan sebanyak


2 (dua) kali, dengan peserta dari instansi terkait sesuai petunjuk
Pemberi Tugas. Adapun laporan yang dilakukan pembahasan adalah :
27
Usulan Teknis
Penyusunan Dokumen UKL-UPL Pengembangan Kawasan Gelanggang Pemuda
Oepoi
Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Propinsi NTT

- Laporan Pendahuluan

- Konsep Laporan Akhir

Pembahasan dilakukan sebelum Laporan-laporan tersebut diserahkan


kepada Pengguna Jasa. Pembahasan dilakukan dengan mengundang instansi
terkait sesuai petunjuk Pemberi Tugas dengan jumlah peserta diperkirakan
sebanyak 25 orang dengan pembiayaan di tanggung konsultan, terdiri dari
biaya transport peserta, konsumsi dan snack serta penyediaan bahan materi
pembahasan

i. Melakukan Rapat Pembahasan dengan Tim Penilai

Pembahasan dengan Tim Penilai dilakukan sebanyak 2 (dua) kali,


dengan peserta dari instansi terkait sesuai petunjuk Pemberi Tugas dengan
jumlah peserta diperkirakan sebanyak 15 orang dengan pembiayaan di
tanggung konsultan, terdiri dari biaya transport peserta, konsumsi dan snack
serta penyediaan bahan materi pembahasan

j. Menyerahkan Dokumen UKL & UPL

Penyedia Jasa harus menyerahkan Dokumen UKL & UPL Infrastruktur

Drainase yang sudah mendapat Pengesahan/Legalitas dari instans


berwenang paling lambat selama 120 (serratus duapuluh) hari kalender
atau 4 (empat) bulan kalender dari SPMK.

5.5. Apresiasi dan Inovasi Konsultan

Dalam pengelolaan lingkungan dampak pembangunan yang digunakan


dalam penyusunan UKL & UPL pada dasarnya dilakukan upaya pencegahan sebagai
berikut :
28
Usulan Teknis
Penyusunan Dokumen UKL-UPL Pengembangan Kawasan Gelanggang Pemuda
Oepoi
Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Propinsi NTT

a. Pengelolaan lingkungan bertujuan untuk menghindari atau mencegah


dampak negatif lingkungan, melalui cara rekayasa teknologi.
b. Pengelolaan lingkungan bertujuan untuk menanggulangi, mengeliminir
atau mengendalikan dampak negatif yang muncul pada saat tahap pra
konstruksi, konstruksi maupun tahap pasca konstruksi.
c. Pengelolaan lingkungan bertujuan untuk memberikan pertimbangan
ekonomis, sebagai dasar pemberian kompensasi atas sumber daya yang tidak
dapat dipulihkan kembali, baik dalam artian fisik, ekonomi dan sosial.
d. Program pengelolaan lingkungan hidup yang dilakukan ditunjukan untuk
menekan/meminimalkan dampak negatif yang terjadi dan memaksimalkan
dampak positif terhadap lingkungan hidup.

Pendekatan yang dilakukan dapat berupa pendekatan teknologi, sosial


ekonomi- budaya dan institusi, yakni

1. Pendekatan Teknologi

Pengelolaan dampak lingkungan dengan pendekatan teknologi, pada


prinsipnya merupakan upaya untuk mencegah, mengendalikan dan
menanggulangi dampak penting lingkungan yang bersifat negatif dan
mengembangkan dampak positif yang terjadi, dengan memanfaatkan
rekayasa teknik atau teknologi yang saling menguntungkan antara
pembangunan dengan lingkungan sekitarnya. Pada pendekatan teknologi,
pengelolaan dampak lingkungan dilakukan dengan memanfaatkan rekayasa
teknologi yang tepat, yaitu dengan cara membatasi atau mengisolasi
dampak yang terjadi.

29
Usulan Teknis
Penyusunan Dokumen UKL-UPL Pengembangan Kawasan Gelanggang Pemuda
Oepoi
Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Propinsi NTT

2. Pendekatan Sosial Ekonomi

Pengelolaan dampak lingkungan dengan pendekatan sosial ekonomi,


merupakan langkah-langkah yang akan ditempuh pemrakarsa dalam upaya
menanggulangi dampak penting, melalui tindakan-tindakan yang
berlandaskan interaksi sosial, dan bantuan peran dari pemerintah.
Dengan demikian, upaya untuk mengelola dampak dengan pendekatan
sosial ekonomi, diharapkan mampu untuk menanggulangi dampak negatif
akibat pembangunan. Alternatif pengelolaan lingkungan yang dilakukan
dengan cara pendekatan sosial ekonomi, antara lain :

a. Melibatkan masyarakat disekitarnya, untuk ikut serta berperan aktif


dalam pengelolaan lingkungan.

b. Memprioritaskan penggunaan tenaga kerja dari sekitar lokasi, atau


memberikan manfaat kesempatan kerja yang dapat dinikmati oleh
masyarakat sekitarnya.

c. Menjalin koordinasi yang harmonis antara pemrakarsa dengan


masyarakat setempat, dalam pembina hubungan interaksi sosial.

d. Melakukan penyuluhan dan sosialisasi secara berkala kepada

masyarakat di sekitar lokasi usaha/kegiatan.

3. Pendekatan Institusi

Pengelolaan dampak lingkungan dengan pendekatan institusi, adalah upaya


pengelolaan dengan memanfaatkan mekanisme kelembagaan yang ada,
alternatif yang dilakukan antara lain :

a. Menjalin kerjasama yang harmonis dengan instansi-instansi yang

30
Usulan Teknis
Penyusunan Dokumen UKL-UPL Pengembangan Kawasan Gelanggang Pemuda
Oepoi
Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Propinsi NTT

berkepentingan dan berkaitan dengan pengelolaan lingkungan hidup,


terutama dalam hal penanganan dampak negatif.

b. Memberi kewenangan pengawasan yang penuh terhadap hasil unjuk


kerja pengelolaan lingkungan hidup, kepada instansi yang
berwewenang.

c. Memberikan pelaporan hasil pengelolaan lingkungan hidup, secara


berkala kepada instansi yang berkepentingan.

d. Menjalin kerjasama dengan instansi teknis, berkaitan dengan


pemberian penyuluhan secara berkala tentang menjaga kelestarian
lingkungan.

5.6. Metodologi

5.6.1. Kewajiban Dokumen UKL dan UPL

Kewajiban ketersediaan dokumen Amdal berikut UKL dan UPL


didasarkan Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 51 Tahun 1993
tentang Analisis Mengenai Dampak Lingkungan yang ditetapkan tanggal
2Oktober 1993. Peraturan Pemerintah ini sering disebut juga sebagai upaya
"deregulasi Amdal", karena umumnya lebih sederhana jika dibandingkan dengan
peraturan yang lama yaitu Peraturan Pemerintah Nomor 29 Tahun 1986 (yang
kemudian dicabut dengan dikeluarkannyaP P Nomor 51 Tahun 1993 ini).
Berdasarkan PP Nomor 51 Tahun 1993 dokumen Amdal yang ada hanya ANDAL
(Analisis Dampak Ungkungan), RKL (Rencana Pengelolaan Lingkungan) dan RPL
(Rencana Pemantauan Lingkungan). Jadi bentuk dokumen seperti PIL (Penyajiar.
Informasi Lingkungan), PEL (Penyajian Evaluasi Lingkungan). dan SEL (Studi
Evaluasi Lingkungan) sudah tidak digunakan lagi sejak 23 Oktober
31
Usulan Teknis
Penyusunan Dokumen UKL-UPL Pengembangan Kawasan Gelanggang Pemuda
Oepoi
Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Propinsi NTT

1993.

Menurut PP Nomor 51 Tahun 1993 Analisis Mengenai Dampak Lingkungan


merupakan bagian kegiatan studi kelayakan rencana usaha atau kegiatan. Hasil
analisis mengenai dampak lingkungan ini digunakan sebagai bahan perencanaan
pembangunan wilayah. Usaha atau kegiatan yang diperkirakan mempunyai dampak
penting terhadap lingkungan meliputi:

a. Pengubahan bentuk lahan dan bentang alam

b. Eksploitasi sumber daya alam baik yang terbarui maupun yang tak terbarui

c. Proses dan kegiatan yang secara potensial dapat menimbulkan


pemborosan, kerusakan, dan kemerosotan sumber daya alam dalam
pemanfaatannya

d. Proses dan kegiatan yang hasilnya dapat mempengaruhi lingkungan sosial


dan budaya

e. Proses dan kegiatan yang hasilnya dapat mempengaruhi pelestarian


kawasan konservasi sumber daya alam dan atau perlindungan cagar budaya

f. Introduksij enis tumbuh-tumbuhanj,e nis hewan,d anj asad renik


g. Pembuatan dan penggunaan bahan hayati dan non hayati

h. Penerapan teknologi yang diperkirakan mempunyai potensi besar untuk


mempengaruhi lingkungan

i. Kegiatan yang mempunyai resiko tinggi, dan mempengaruhi pertahanan

Negara

Suatu rencana usaha atau kegiatan yang akan dibangun di kawasan


lindung yang telah berubah peruntukannya atau lokasi rencana usaha atau
32
Usulan Teknis
Penyusunan Dokumen UKL-UPL Pengembangan Kawasan Gelanggang Pemuda
Oepoi
Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Propinsi NTT

kegiatan tersebut berbatasan langsung dengan kawasan lindung, termasuk


dalam kategori menimbulkan dampak penting. Yang dimaksud dengan kawasan
lindung menurut Penjelasan Pasal 7 UU Nomor 24 Tahun 1992 tentang

Penataan Ruang adalah sebagai berikut:

1. Kawasan Hutan Lindung

2. Kawasan Bergambut

3. Kawasan Resapan Air

4. Sempadan Pantai

5. Sempadan Sungai

6. Kawasan Sekitar DanaulWaduk

7. Kawasan Sekitar Mata Air

8. Kawasan Suaka Alam (terdiri dari Cagar Alam, Suaka Margasatwa, Hutan
Wisata, Daerah Pertindungan Plasma Nutah, dan Daerah Pengungsian Satwa)

9. Kawasan Suaka AMam Laut dan Perairan lainnya (termasuk perairan laut,
perairan darat, wilayah pesisir, muara sungai, gugusan karang atau terumbu
karang, dan atoll yang mempunyai ciri khas berupa keragaman dan/atau
keunikan ekosistim)

10. Kawasan Pantai Berhutan Bakau (mangrove)

11. Taman Nasional

12. Taman Hutan Raya

13. Taman Wisata Alam

33
Usulan Teknis
Penyusunan Dokumen UKL-UPL Pengembangan Kawasan Gelanggang Pemuda
Oepoi
Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Propinsi NTT

14. Kawasan Cagar Budaya dan limu Pengetahuan (termasuk daerah Karst
berair, daerah dengan budaya masyarakat istimewa, daerah lokasi situs
purbakala atau peninggalan sejarah yang bemilai tinggi)

15. Kawasan Rawan Bencana Alam

Kepala Badan Pengendalian Dampak Lingkungan Republik Indonesia telah


mengeluarkan keputusan nomor : KEP 056 Tahun 1994 tentang Pedoman
Mengenai Ukuran Dampak Penting. Menurut keputusan ini ukuran dampak penting
terhadap lingkungan perlu disertai dengan dasar pertimbangan sebagai berikut:

a. Bahwa penilaian pentingnya dampak terhadap lingkungan berkaitan secara


relative dengan besar kecilnya rencana usaha atau kegiatan, hasil guna dan
daya gunanya, bila rencana usaha atau kegiatan tersebut dilaksanakan

b. Bahwa penilaian pentingnya dampak terhadap lingkungan dapat pula


didasarkan pada dampak usaha atau kegiatan tersebut terhadap salah satu
aspek lingkungan saja, atau dapat juga terhadap kesatuan dan tata
kaitannya dengan aspek-aspek lingkungan lainnya dalam batas wilayah studi
yang telah ditentukan.

c. Bahwa penilaian pentingnya dampak terhadap lingkungan atas dasar


kemungkinan timbulnya dampak positif atau dampak negatif tak boleh
dipandang sebagai faktor yang masing-masing bisa berdiri sendiri,
melainkan harus diperhitungkan bobotnya guna dipertimbangkan hubungan
timbal baliknya untuk mengambil keputusan.

Pedoman mengenai ukuran dampak penting menurut keputusan ini


adalah sebagai berikut;

a. Jumiah Manusia yang Akan Terkena Dampak

Setiap rencana usaha atau kegiatan mempunyai sasaran sepanjang


menyangkut jumiah manusia yang diperkirakan akan menikmati manfaat dari
34
Usulan Teknis
Penyusunan Dokumen UKL-UPL Pengembangan Kawasan Gelanggang Pemuda
Oepoi
Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Propinsi NTT

rencana usaha atau kegiatan itu bila nanti usaha atau kegiatan tersebut
dilaksanakan. Namun demikian, dampak lingkungan, baik yang bersifat negatif
maupun positif yang mungkin ditimbulkan oleh suatu usaha atau kegiatan,
dapat dialami oleh baik sejumiah manusia yang termasuk maupun yang tak
termasuk dalam sasaran rencana usaha atau kegiatan.

Mengingat pentingnya manusia yang akan terkena dampak mencakup ,spek


yang luas, maka kriteria dampak penting dikaitkan dengan sendi-sendi
kehidupan yang di kalangan masyarakat luas berada dalam posisi atau
mempunyai nilai yang penting. Karena itu, dampak lingkungan atau suatu
rencana usaha atau kegiatan, yang penentuannya didasarkan pada perubahan
sendi-sendi kehidupan pada masyarakat tersebut dan jumlah manusia yang
terkena dampak menjadi penting bila:

manusia di wilayah studi ANDAL yang terkena dampak lingkungan tetapi tidak
menikmati manfaat dari usaha atau kegiatan, jumiahnya sama atau lebih
besar dari jumiah manusia yang menikmati manfaat dari usaha atau kegiatan di
wilayah studi.

Adapun yang dimaksud dengan manfaat dari usaha atau kegiatan adalah
manusia yang secara langsung menikmati produk suatu rencana usaha atau
kegiatan dan atau yang diserap secara langsung sebagai tenaga kerja pada
rencana usaha atau kegiatan.

b. Luas Wilayah Persebaran Dampak

Luas wilayah persebaran dampak merupakan salah satu faktor yang dapat
menentukan pentingnya dampak terhadap lingkungan. Dengan demikian
dampak lingkungan suatu rencana usaha atau kegiatan bersifat penting bila:
rencana usaha atau kegiatan mengakibatkan adanya wilayah yang
mengalami perubahan mendasar dan segi intensitas idampak, atau tidak
berbaliknya dampak, atau segi kumulatif dampak.
35
Usulan Teknis
Penyusunan Dokumen UKL-UPL Pengembangan Kawasan Gelanggang Pemuda
Oepoi
Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Propinsi NTT

c. Lamanya Dampak Berlangsung

Dampak lingkungan atau suatu rencana usaha atau kegiatan dapat berlangsung
pada suatu tahap tertentu atau pada berbagai tahap dari kelangsungan usaha
atau kegiatan. Dengan kata lain dampak suatu usaha atau kegiatan ada yang
berlangsung relatif singkat, yakni hanya pada tahap tertentu dari siklus usaha
atau kegiatan (perencanaan, konstruksi, operasi, pasca operasi) ; namun ada
pula yang berlangsung relatif lama, sejak tahap konstruksi hingga masa pasca
operasi usaha atau kegiatan. Berdasarkanp engertian ini dampak lingkungan
bersifat penting bila:

rencana usaha atau kegiatan mengakibatkanti mbulnyap erubahan


mendasar dari segi intensitas dampak atau tidak berbaliknya dampak, atau
segi kumulatif dampak, yang berlangsung hanya pada satu atau lebih tahapan
kegiatan.

d. Intensitas Dampak

Intensitas dampak mengandung pengertian perubahan lingkungan yang timbul


bersifat hebat, atau drastis, serta berlangsung di areal yang relatif luas,
dalam kurun waktu yang relatif singkat. Dengan demikian dampak
lingkungan tergolong penting bila:

1) Rencana usaha atau kegiatan akan menyebabkan perubahan pada sifat-


sifat fisik dan atau hayati lingkungan yang melampaui baku mutu
lingkungan menurut peraturan perundang-undang yang berlaku

2) Rencana usaha atau kegiatan akan menyebabkan perubahan mendasar


pada komponen lingkungan yang melampaui kriteria yang diakui,
berdasarkan pertimbangan ilmiah

3) Rencana usaha atau kegiatan akan mengakibatkans pesies-spesiesy ang


langka dan atau endemik, dan atau dilindungi menurut peraturan

36
Usulan Teknis
Penyusunan Dokumen UKL-UPL Pengembangan Kawasan Gelanggang Pemuda
Oepoi
Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Propinsi NTT

perundang - undangan yang berlaku terancam punah ; atau habitat


alaminya mengalami kerusakan

4) Rencana usaha atau kegiatan menimbulkan kerusakan atau gangguan


terhadap kawasan lindung (hutan lindung, cagar alam, taman nasional,
suaka margasatwa, dan sebagainya) yang telah ditetapkan rnenurut
peraturan perundang-undangan

5) Rencana usaha atau kegiatan akan merusak atau memusnahkan benda-


benda dan bangunan peninggalan sejarah yang bemilai tinggi

6) Rencana usaha atau kegiatan akan mengakibatkan konfik atau


kontroversi dengan masyarakat, pemerintah daerah, atau pemenntah pusat
; dan atau menimbulkan konfik atau kontroversi di kalangan masyarakat,
pemerintah daerah atau pemerintah pusat

7) Rencana usaha atau kegiatan mengubah atau memodifikasi area) yang


mempunyai nilai keindahan alami yang tinggi

e. Banyaknya Komponen Lingkungan Lain yang Terkena Dampak

Mengingat komponen lingkungan hidup pada dasamya tidak ada yang berdiri
sendiri, atau dengan kata lain satu sama lain saling terkait dan pengaruh
mempengaruhi, maka dampak pada suatu komponen lingkungan umumnya
berdampak lanjut pada komponen lingkungan lainnya. Atas dasar pengertian ini
dampak tergolong penting bila:

Rencana usaha atau kegiatan menimbulkan dampak sekunder dan dampak


lanjutan lainnya yang jumiah komponennya Iebih atau sama dengan
komponen lingkungan yang terkena dampak primer.

f. Sifat Kumulatif Dampak

Kumulatif mengandung pengertian bersifat bertambah, bertumpuk, atau


bertimbun. Dampak suatu usaha atau kegiatan dikatakan bersifat kumulatif
37
Usulan Teknis
Penyusunan Dokumen UKL-UPL Pengembangan Kawasan Gelanggang Pemuda
Oepoi
Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Propinsi NTT

bila. pada awalnya dampak tersebut tidak tampak atau dianggap tidak penting,
tetapi karena aktivitas tersebut bekerja berulang kali atau terus menerus,
maka lama kelamaan dampaknya bersifat kumulatif. Dengan demikian dampak
suatu usaha atau kegiatan tergolong penting bila:

1) Dampak Iingkungan berdangsung berulang kali dan terus menerus,

sehingga pada kurun waktu tertentu tidak dapat diasimilasi oleh


lingkungan alam atau sosial yang menerimanya

2) Beragam dampak lingkungan bertumpuk dalam suatu ruang tertentu,


sehingga tidak dapat diasimilasi oleh lingkungan alam atau sosial yang
menerimanya

3) Dampak lingkungan dan berbagai sumber kegiatan menimbulkan efek


yang saling memperkuat (sinergetik)

g. Berbalik atau Tidak Berbaliknya Dampak

Dampak kegiatan terhadap lingkungan ada yang bersifat dapat dipulihkan,


namun ada pula yang tidak dapat dipulihkan walau dengan intervensi
manusia sekalipun. Dalam hal ini maka dampak bersifat penting bila:
Perubahan yang akan dialami oleh suatu komponen lingkungan tidak dapat
dipulihkan kembali walaupun dengan intervensi manusia.

5.6.2. Kewajiban UKL dan UPL

Menurut Keputusan Menteri Negara Lingkungan Hidup Republik


Indonesia Nomor: KEP-12/ MENLH/3/94 tanggal 19 Maret 1994, lampiran Mll dan
IV tentang Pedoman Umum Upaya Pengelolaan Lingkungan dan Upaya Pemantauan
Lingkungan Rencana usaha atau kegiatan yang tidak ada dampak pentingnya, dan
38
Usulan Teknis
Penyusunan Dokumen UKL-UPL Pengembangan Kawasan Gelanggang Pemuda
Oepoi
Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Propinsi NTT

atau secara teknologi sudah dapat dikelola dampak pentingnya diharuskan


melakukan Upaya Pengelolaan Lingkungan (UKL) dan Upaya Pemantauan
Lingkungan (UPL) sesuai dengan yang ditetapkan didalam syarat- syarat
perizinannya menurut peraturan yang berlaku.

Berdasarkan ketentuan tersebut, oleh karena itu maka Pembangunan


Infrastruktur gelanggang pemuda Oepoi melakukan penapisan proyek, dengan
kriteria yang telah disesuaikan dengan kondisi Kota kupang, Upaya Pengelolaan
Lingkungan (UKL) dan Upaya Pemantauan Lingkungan (UPL) bukan merupakan
bagian Analisis Mengenai Dampak Lingkungan, oleh sebab itu UKL dan UPL
tidak dinilai oleh Komisi AMDAL, melainkan diarahkan langsung oleh instansi
teknis yang membidangi dan bertanggung jawab langsung atas pembinaan usaha
atau kegiatan tersebut melalui suatu petunjuk teknis sesuai jenis usaha atau
kegiatannya. Pedoman Umum Upaya Pengelolaan Lingkungan dan Upaya
Pemantauan Lingkungan Inffrastruktur Drainase berfungsi sebagai

1. Acuan dalam penyusunan Pedoman Teknis Upaya Pengelolaan Lingkungan dan


Upaya Pemantauan Lingkungan bagi Andal khusus

2. Acuan pelaksanaan Upaya Pengelolaan Lingkungan dan Upaya

Pemantauan Lingkungan bagi pemrakarsa di lapangan.

3. Instrumen pengikat bagi pihak pemrakarsa untuk melaksanakan pengelolaan


dan pemantauan lingkungan.

Dengan adanya pedoman ini, maka pengelolaan lingkungan dapat dilakukan


dengan baik, lebih terarah, efektif dan efisien. Upaya Pengelolaan Lingkungan dan
Upaya Pemantauan Lingkungan perlu disusun sedemikian rupa, sehingga dapat:

1. Langsung mengemukakan informasi penting setiap jenis rencana usaha atau


kegiatan yang merupakan sifat khas proyek itu sendiri dan dapat menimbulkan
dampak potensial terhadap lingkungannya

39
Usulan Teknis
Penyusunan Dokumen UKL-UPL Pengembangan Kawasan Gelanggang Pemuda
Oepoi
Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Propinsi NTT

2. Informasi komponen lingkungan yang terkena dampak.

3. Upaya pengelolaan dan pemantauan lingkungan hidup yang harus dilakukan


oleh pemrakarsa pada tahap prakonstruksi, konstruksi, maupun pasca
konstruksi.

5.6.3. Kaitan Pembangunan Infrastruktur dengan UKL dan UPL

Berdasarkan kondisi tersebut diatas maka berdasarkan Keputusan


Menteri Negara Lingkungan Hidup Nomor : KEP-11/MENLH/3/1994 ta nggal
19 Maret 1994, Penyusunan Dokumen UKL-UPL Pengembangan Kawasan
Gelanggang Pemuda Oepoi secara umum termasuk kegiatan yang tidak
wajib Amdal. Sedangkan berdasarkan Keputusan Menteri Negara
Lingkungan Hidup Nomor: KEP-14/MENLH/3/ 1994, bagi rencana usaha
atau kegiatan yang dengan Amdal tetap diharuskan melakukan Upaya
Penge!olaan Lingkungan (UKL) dan Upaya Pemantauan Lingkungan
(UPL).

Pedoman teknis Upaya Pengelolaan Lingkungan (UKL) dan Upaya


Pemantauan Lingkungan (UPL) ditetapkan oleh Menteri atau Pimpinan
Lembaga Pemerintah Non Departemen dengan menggunakan pedoman
umum sebagai rujukan. Karena pada saat penyusunan Laporan Umum
Upaya Pengelolaan Lingkungan (UKL) dan Upaya Pemantauan Lingkungan
(UPL) bagi Pembangunan Infrastruktur ini belum ditetapkan pedoman
teknisnya, maka menurut Keputusan Menteri Negara Lingkungan Hidup
Nomor : KEP- 12/MENLH/3/1994 Upaya Pengelolaan Lingkungan dan
Upaya Pemantauan Lingkungan yang dibuat disesuaikan dengan Pedoman
Umum.

40
Usulan Teknis
Penyusunan Dokumen UKL-UPL Pengembangan Kawasan Gelanggang Pemuda
Oepoi
Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Propinsi NTT

5.6.4. Rencana Usaha Atau Kegiatan dan Komponen Lingkungan

Menurut KEP-12/MENLH/3/94, sistematika Upaya Pengelolaan

Lingkungan dan Upaya Pemantauan Lingkungan mencakup:

 Rencana Usaha atau Kegiatan

 Komponen Lingkungan

 Dampak-dampak Yang Akan Terjadi

 Upaya Pengelolaan Lingkungan

 Upaya Pemantauan Lingkungan

 Pelaporan

 Pernyataan Pelaksanaan

Pada bagian ini hanya akan diuraikan tentang Rencana Usaha atau Kegiatan
dan Komponen Lingkungan. Dampak-dampak yang akan terjadi dan upaya
Pengelolaan Lingkungan serta upaya Pemantauan Lingkungan akan diuraikan
menurut komponen proyek pada bagian berikut. Pada bab terakhir akan
diuraikan tentang Pelaporan dan Pernyataan Pelaksanaan.

41
Usulan Teknis
Penyusunan Dokumen UKL-UPL Pengembangan Kawasan Gelanggang Pemuda
Oepoi
Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Propinsi NTT

5.6.5. Tata Cara Penyusunan UKL dan UPL


5.6.5.1. Pendahuluan

Berikut adalah tata cara penyusunan UKL dan UPL sesuai dengan

Permen LH No. 13 Tahun 2010.

Penapisan terhadap jenis usaha dan/atau kegiatan yang wajib dilengkapi


dengan upaya pengelolaan lingkungan hidup dan upaya pemantauan lingkungan
hidup (UKL-UPL) perlu dilakukan mengingat besarnya rentang jenis
usahadan/atau kegiatan yang wajib dilengkapi UKL-UPL. Pasal 34 ayat (1) Undang-
Undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan
Hidup mengatur bahwa setiap usaha dan/atau kegiatan yang tidak termasuk dalam
kriteria wajib amdal, wajib memiliki UKL-UPL. Pasal 35 ayat (1) Undang-Undang
Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup
mengatur pula bahwa usaha dan/atau kegiatan yang tidak wajib dilengkapi UKL-
UPL, wajib membuat surat pernyataan kesanggupan pengelolaan dan pemantauan
lingkungan hidup (SPPL). Pasal 36 ayat (3) Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009
tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup mengatur bahwa
ketentuan lebih lanjut mengenai UKL-UPL dan SPPL diatur dengan peraturan
Menteri.

Adapun usaha dan/atau kegiatan di luar daftar jenis rencana usaha dan/atau
kegiatan yang wajib dilengkapi dengan UKL-UPL dapat langsung diperintahkan
melakukan upaya pengelolaan dan pemantauan lingkungan hidup sesuai prosedur
operasional standar (POS) yang tersedia bagi usaha dan/atau kegiatan yang
42
Usulan Teknis
Penyusunan Dokumen UKL-UPL Pengembangan Kawasan Gelanggang Pemuda
Oepoi
Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Propinsi NTT

bersangkutan, dan melengkapi diri dengan surat pernyataan kesanggupan


pengelolaan dan pemantauan lingkungan hidup (SPPL). Disamping itu,
mekanisme perizinan telah berkembang ke arah lebih sempurna, sehingga dengan
kondisi tersebut beban kajian lingkungan dapat didorong untuk dapat menjadi
bagian langsung dari mekanisme penerbitan izin. Sebagai contoh, dalam setiap
pemberian izin mendirikan bangunan (IMB) telah termaktub kewajiban pemrakarsa
untuk melakukan upaya pengelolaan lingkungan hidup antara lain: wajib membuat
sumur resapan, berjarak tertentu dari batas daerah milik jalan (DAMIJA), dan lain-
lain.

UKL-UPL merupakan salah satu persyaratan yang wajib dipenuhi dalam


pelaksanaan penerbitan izin lingkungan, sehingga bagi usaha dan/atau kegiatan
yang UKL-UPLnya ditolak maka pejabat pemberi izin wajib menolak penerbitan izin
bagi usaha dan/atau kegiatan bersangkutan. UKL-UPL dinyatakan berlaku
sepanjang usaha dan/atau kegiatan tidak melakukan perubahan lokasi, desain,
proses, bahan baku dan/atau bahan penolong. Bagi UKL-UPL yang telah dinyatakan
sesuai dengan isian formulir atau layak, maka UKL-UPL tersebut dinyatakan
kadaluarsa apabila usaha dan/atau kegiatan tidak dilaksanakan dalam jangka
waktu 3 (tiga) tahun sejak rekomendasi atas UKL-UPL diterbitkan.

5.6.5.2. Langkah Dan Kriteria Penapisan Jenis Rencana Usaha Dan/Atau

Kegiatan Yang Wajib Dilengkapi Dengan UKL-UPL

Penapisan jenis rencana usaha dan/atau kegiatan yang wajib dilengkapi dengan
UKL-UPL dilakukan dengan langkah berikut:

1. Pastikan bahwa rencana usaha dan/atau kegiatan tersebut tidak termasuk


dalam jenis usaha dan/atau kegiatan yang wajib dilengkapi amdal.

a. Pastikan bahwa rencana usaha dan/atau kegiatan tersebut tidak


termasuk dalam daftar jenis usaha dan/atau kegiatan yang wajib dilengkapi
43
Usulan Teknis
Penyusunan Dokumen UKL-UPL Pengembangan Kawasan Gelanggang Pemuda
Oepoi
Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Propinsi NTT

amdal, baik yang ditetapkan dalam peraturan Menteri Negara Lingkungan


Hidup atau keputusan bupati/walikota sesuai kaidah penetapan wajib
amdal;

Catatan : Bupati/walikota atau Gubernur atas pertimbangan ilmiah dapat


menetapkan suatu jenis usaha dan/atau kegiatan menjadi wajib
amdal atas pertimbangan daya dukung, daya tampung dan
serta tipologi ekosistem setempat menjadi lebih ketat dari daftar
jenis usaha dan/atau kegiatan yang wajib dilengkapi amdal dalam
peraturan Menteri

b. Pastikan bahwa rencana usaha dan/atau kegiatan tersebut tidak berlokasi di


kawasan lindung;

Catatan : Usaha dan/atau kegiatan yang berbatasan dan/atau berlokasi di


kawasan lindung wajib dilengkapi amdal.

c. Pastikan bahwa rencana usaha dan/atau kegiatan tersebut tidak berlokasi di


lokasi yang tidak sesuai dengan rencana tata ruang wilayah (RTRW)
dan/atau rencana tata ruang kawasan setempat.

Catatan : Usaha dan/atau kegiatan yang berlokasi tidak sesuai tata ruang
wajib ditolak.

2. Pastikan bahwa potensi dampak dari rencana usaha dan/atau kegiatan telah

tersedia teknologi untuk menanggulangi dampak tersebut.

Catatan : Jika tidak tersedia teknologi penanganan dampak dari suatu


rencana usaha dan/atau kegiatan, maka kemungkinan rencana usaha
dan/atau kegiatan tersebut wajib dilengkapi amdal.

3. Periksa peraturan yang ditetapkan oleh menteri departemen sektoral atau


kepala lembaga pemerintah non departemen (LPND) tentang jenis usaha

44
Usulan Teknis
Penyusunan Dokumen UKL-UPL Pengembangan Kawasan Gelanggang Pemuda
Oepoi
Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Propinsi NTT

dan/atau kegiatan wajib UKL-UPL untuk ditetapkan menjadi usaha dan/atau


kegiatan yang wajib dilengkapi dengan UKL-UPL.

Catatan:

 Dalam hal menteri departemen sektoral atau kepala lembaga pemerintah


non departemen (LPND) belum menetapkan jenis usaha dan/atau kegiatan
wajib UKL-UPL, maka lakukan penetapan jenis usaha dan/atau kegiatan
wajib UKL-UPL sebagaimana langkah keempat dan langkah kelima.

 Dalam hal menteri departemen sektoral atau kepala lembaga pemerintah


non departemen (LPND) telah menetapkan jenis usaha dan/atau kegiatan
wajib UKL-UPL tetapi tidak dilengkapi dengan skala/besaran, atau
skala/besarannya ditentukan tetapi tidak ditentukan batas bawahnya, maka
lakukan penetapan jenis usaha dan/atau kegiatan wajib UKL-UPL
sebagaimana langkah keempat dan langkah kelima.

 Dalam hal terjadi perubahan terhadap peraturan yang ditetapkan oleh


menteri departemen sektoral atau kepala lembaga pemerintah non
departemen (LPND) tentang jenis usaha dan/atau kegiatan wajib UKL- UPL,
maka ketentuan dalam langkah ketiga ini wajib mengikuti peraturan yang
mengalami perubahan tersebut.

4. Lakukan penapisan rencana usaha dan/atau kegiatan tersebut untuk


memastikan bahwa dampak dari rencana usaha dan/atau kegiatan tersebut
memerlukan UKL-UPL atau SPPL dengan menjawab pertanyaan berikut:

Apakah Rencana Usaha Dan/Atau Kegiatan Ya/Tida


Tersebut
Jelaskan!
Akan Memberikan Dampak Terhadap
Jenis Kegiatan
Skala/besaran/ukuran
45
Usulan Teknis
Penyusunan Dokumen UKL-UPL Pengembangan Kawasan Gelanggang Pemuda
Oepoi
Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Propinsi NTT

Kapasitas produksi
Luasan lahan yang dimanfaatkan
Limbah dan/atau cemaran dan/atau dampak
Teknologi
lingkunganyang tersedia dan/atau digunakan
Jumlah komponen lingkungan hidup yang
terkena
Besaran investasi
Terkonsentrasi atau tidaknya kegiatan
Jumlah tenaga kerja
Aspek sosial kegiatan

kriteria tersebut, maka diindikasikan kegiatan tersebut wajib dilengkapi

dengan UKL-UPL.

5. Tetapkan jenis dan skala/besaran rencana usaha dan/atau kegiatan tersebut


wajib dilengkapi dengan UKL-UPL atau surat pernyataan kesanggupan
pengelolaan dan pemantauan lingkungan hidup (SPPL).

Catatan : Pemerintah daerah dapat menetapkan jenis rencana usaha


dan/atau kegiatan wajib UKL-UPL di luar jenis usaha dan/atau
kegiatan wajib UKL-UPL yang ditetapkan oleh menteri departemen
sektoral atau kepala lembaga pemerintah non departemen
(LPND).

5.6.6. Manfaat UKL dan UPL

1. Pada Pemerintah :

 Sebagai alat pengambil keputusan tentang kelayakan lingkungan dari


suatu rencana usaha dan/atau kegiatan.

46
Usulan Teknis
Penyusunan Dokumen UKL-UPL Pengembangan Kawasan Gelanggang Pemuda
Oepoi
Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Propinsi NTT

 Merupakan bahan masukan dalam perencanaan pembangunan wilayah 


Mencegah potensi SDA di sekitar lokasi proyek tidak rusak dan menjaga
kelestarian LH.

2. Pada Masyarakat :

o Dapat mengetahui rencana pembangunan di daerahnya sehingga dapat


mempersiapkan diri untuk berpartisipasi.
o Mengetahui perubahan lingkungan yang akan terjadi dan manfaat serta
kerugian akibat adanya suatu kegiatan.
o Mengetahui hak dan kewajibannya di dalam hubungan dengan usaha
dan/atau kegiatan di dalam menjaga dan mengelola kualitas lingkungan.

3. Pada Pemrakarsa :

 Untuk mengetahui masalah-masalah lingkungan yang akan dihadapi pada


masa yang akan datang.
 Sebagai bahan untuk analisis pengelolaan dan sasaran proyek.
 Sebagai pedoman untuk pelaksanaan pengelolaan dan pemantauan
lingkungan hidup.

5.5.7. Metodologi dan Rancangan Kegiatan Penyusunan UKL & UPL UKL-
UPL Pengembangan Kawasan Gelanggang Pemuda Oepoi

5.7.7.1. Umum

Penyusunan dokumen Upaya Pengelolaan Lingkungan dan Upaya


Pemantauan Lingkungan (UKL-UPL) Penyusunan Dokumen UKL-UPL
Pengembangan Kawasan Gelanggang Pemuda Oepoi memerlukan kajian atau
studi yang mendalam terhadap berbagai komponen yang terkait.
Mempertimbangkan hal tersebut diatas dan mempertimbangkan juga tentang
tahapan kegiatan yang harus dilaksanakan sesuai dengan pedoman penyusunan
yang telah ditetapkan serta kepentingan dokumen UKL-UPL, maka diperlukan suatu
47
Usulan Teknis
Penyusunan Dokumen UKL-UPL Pengembangan Kawasan Gelanggang Pemuda
Oepoi
Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Propinsi NTT

metodologi yang memuat proses penyusunan UKL-UPL dan metode-metode yang


akan digunakan dalam studi ini dengan diskripsi yang lengkap dan berurutan
sehingga bisa dijadikan sebagai acuan dalam penentuan rincian kegiatan studi UKL-
UPL.

5.7.7.2. Proses Studi UKL-UPL

1. Mengidentifkasi Komponen Kegiatan Proyek

Untuk dapat mengidentifikasi dampak, maka perlu dikaji terlebih dahulu


setiap kegiatan dalam proyek baik pada saat Pra Konstruksi, Kontruksi
maupun Operasi dan Pemeliharaan. Pengumpulan informasi yang bisa
dilakukan dengan cara sebagai berikut  Mempelajari informasi yang
diberikan oleh pemrakarsa dalam hal ini

Dinas Kimpraswil PRopinsi NTTdan KotaKupang.

 Mempelajari pustaka-pustaka dari berbagai sumber.

 Mengadakan pertemuan dengan staf ahli

Informasi yang harus dikumpulkan untuk identifikasi dampak bisa diperoleh


dari laporan h a s i l d e t a i l d e s a i n g e l a n g a n g p e m u d a O e p o i
yang mencakup hal-hal sebagai berikut :

 Perencanaan proyek

 Luas area yang dibutuhkan

 Jadwal pelaksanaan

 Penanggung jawab proyek

48
Usulan Teknis
Penyusunan Dokumen UKL-UPL Pengembangan Kawasan Gelanggang Pemuda
Oepoi
Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Propinsi NTT

 Peta lokasi proyek

 Data lain yang dianggap perlu

2. Mengidentifkasi Komponen Lingkungan Yang Berpotensi Terkena

Dampak

Dampak potensial yang akan diidentifikasi berasal dari benturan antara


komponen kegitan dengan komponen lingkungan. Untuk itu diperlukan juga
identifikasi komponen lingkungan yang diacuhkan dalam lokasi proyek.
Komponen lingkungan yang diacuhkan ini sering disebut sebagai rona
lingkungan. Untuk memperoleh rona lingkungan diperlukan pengumpulan
data yang menggambarkan kondisi awal lingkungan.

3. Identifkasi Dampak Potensial

Untuk dapat mengidentifikasi dampak, maka perhatian perlu diarahkan pada


kegiatan proyek sebagai sumber dampak. Untuk itu perlu dilakukan
pengumpulan informasi dengan cara :

 Mempelajari informasi yang diberikan oleh pemrakarsa

 Mempelajari pustaka-pustaka dari berbagai sumber.

 Mengajukan permintaan tambahan informasi secara tertulis

 Menyusun daftar isian untuk dikirim ke pemrakarsa

 Mengadakan pembahasan dengan staf ahli penyusun studi

49
Usulan Teknis
Penyusunan Dokumen UKL-UPL Pengembangan Kawasan Gelanggang Pemuda
Oepoi
Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Propinsi NTT

4. Mengidentifkasi Interaksi Antara Rencana Kegiatan Yang Diusulkan

Dengan Kegiatan Di Sekitarnya.

Dalam studi UKL-UPL ini diidentifikasi pula semua kegiatan atau aktivitas yang
ada maupun berpotensi terjadi pada lingkungan di sekitar lokasi proyek.
Selanjutnya dikaji hubungan atau interaksinya dengan rencana kegiatan yang
akan dilaksanakan sehingga bisa diidentifikasi semua dampak yang mungkin
terjadi. Pengumpulan data yang bisa dilakukan dalam lingkup kegiatan ini
dengan observasi lapangan, wawancara lansung dan diskusi dengan semua
pihak yang terlibat.

5. Penentuan Isu-isu Pokok

Semua dampak potensial yang telah diidentifikasi akan dianalisa dan disortir
untuk menentukan dampak hipotesis. Selanjutnya dampak hipotesis
dijadikan isu pokok dengan memperhatikan tingkat kepentingan dan tingkat
besarnya dampak.

6. Penentuan batas wilayah studi.

Penentuan batas wilayah studi akan dilakukan dengan memperhatikan batas


tapak proyek, batas ekologis, batas sosial, maupun batas administrasi yang
akan terkena dampak positif maupun negatif dari kegiatan pembangunan
drainase dan jalan dengan mempertimbangkan berbagai kendala teknis dan
kejelasan batas waktu sesuai dengan tahapan kegiatan studi. Penentuan batas
wilayah studi ini sangat penting dilakukan untuk mencapai hasil yang
maksimal dalam proses identifikasi permasalahan dan analisisnya.

50
Usulan Teknis
Penyusunan Dokumen UKL-UPL Pengembangan Kawasan Gelanggang Pemuda
Oepoi
Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Propinsi NTT

7. Mengevaluasi Dampak

Evaluasi dampak merupakan upaya untuk memahami sifat dan tingkat


pentingnya dampak dan mengkaji keterkaitan antara dampak primer, sekunder
dan tersier, serta mengkaji alternatif kegiatan yang memberikan
kesetimbangan optimal antara kepentingan kegiatan (proyek) dengan
lingkungan.

Hasil dari evaluasi dampak secara menyeluruh akan digunakan sebagai


dasar untuk mengidentifikasi dan merumuskan arah pengelolaan dampak
besar dan penting bagi lingkungan hidup yang telah ditimbulkan

8. Perumusan Upaya Pengelolaan Lingkungan (UKL) dan Upaya

Pengelolaan Lingkungan (UPL).

Perumusan upaya pengelolaan lingkungan didasarkan dari hasil evaluasi akhir


yang sifatnya holistik (menyeluruh) sehingga akan terlihat dampak kegiatan
pada komponen lingkungan yang sifatnya dampak primer, sekunder maupun
tersier. Perumusan upaya pemantauan lingkungan mempertimbangkan 3 (tiga)
pendekatan upaya pengelolaan lingkungan yang dapat dilakukan, yaitu :
pendekatan teknologi, pendekatan sosial ekonomi dan institusi.

Perumusan UPL harus berkesinambungan dengan dokumen UKL dan hanya


dilakukan pada komponen yang mengalami perubahan mendasar dan sumber
dampaknya. Disamping itu upaya pemantauan yang dirumuskan harus layak
secara ekonomi.

5.8. METODE PENGUMPULAN DATA RONA LINGKUNGAN

5.8.1. Komponen Geofsik Kimia

51
Usulan Teknis
Penyusunan Dokumen UKL-UPL Pengembangan Kawasan Gelanggang Pemuda
Oepoi
Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Propinsi NTT

a. Iklim

Data iklim yang dikumpulkan antara lain: suhu (rata-rata bulanan, maksimum dan
minimum), kelembaban, curah hujan, arah dan kecepatan angin. Data yang dikumpulkan
dapat berupa sekunder, yang diperoleh dengan cara kompilasi data dari Instansi teknis
terkait, seperti Badan Meteorologi dan Geofisika (BMG) atau Stasiun Klimatologi / Cuaca
setempat yang tersedia.

Analisis data iklim dilakukan untuk mengetahui klasifikasi iklim di lokasi studi
berdasarkan klasifikasi Schmidt & Ferguson yaitu dengan rumus berikut :

Q = (Rata-rata kering / Rata-rata bulan basah) x 100%

Bulan kering yaitu bulan dengan curah hujan < 60 mm/ bulan, dan bulan basah yaitu
bulan dengan curah hujan > 100 mm/ bulan. Nilai Q akan ditentukan berdasarkan
persamaan Schmidt & Ferguson.

b. Kualitas Udara dan Kebisingan

Pengambilan kualitas udara yang meliputi kandungan partikel, gas, dan tingkat
kebisingan dilakukan pada 3 (tiga) titik berdasarkan arah angin, daerah terkena dampak di
lokasi pemukiman sekitar tapak proyek (stratified purpose sampling), serta penilaian ahli,
yaitu :

 Titik 1, Di tapak proyek, mewakili daerah sumber dampak;


 Titik 2, Down Wind kegiatan pembangunan Gedung Pusat Hiburan Rakyat Obyek Wisata
Pantai Lasiana mewakili daerah terkena dampak;
 Titik 3, pada area pemukiman penduduk sekitar.
Teknik pengambilan contoh udara dilakukan dengan menggunakan alat HVAS (High
Volume Air Sampling). Cara kerja alat tersebut adalah mengalirkan udara atmosfer melalui
pipa plastik yang dilewatkan ke dalam tabung impinger yang berisikan larutan kimia
tertentu. Fungsi larutan kimia adalah untuk menangkap gas yang akan dianalisis. Tabung
impinger dihubungkan dengan air fow meter untuk mengatur besarnya volume aliran
udara yang akan dimasukkan ke tabung ambien yang telah berisikan larutan gas penangkap.
Waktu pengukuran pengambilan sampel udara dilakukan selama  60 menit untuk masing-
52
Usulan Teknis
Penyusunan Dokumen UKL-UPL Pengembangan Kawasan Gelanggang Pemuda
Oepoi
Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Propinsi NTT

masing daerah sampel. Senyawa kimia yang telah bereaksi dengan udara atmosfer
dimasukkan ke dalam botol sampel untuk dianalisis di laboratorium.

c. Hidrologi

Untuk mendapatkan gambaran kondisi air permukaan dan airtanah dilakukan


pengambilan sampel yang dianggap mewakili.

c.1. Debit aliran Sesaat

Pengukuran debit aliran air sungai dilakukan dengan mengukur luas penampang sungai
dan kecepatan aliran yang terjadi. Luas penampang sungai dihitung dengan cara
membagi lebar sungai ke dalam beberapa segmen. Lebar tiap - tiap direncanakan
sepertiga dari lebar sungai dan setiap segmen dilakukan pengukuran kedalaman. Untuk
mengetahui kecepatan aliran air akan digunakan alat current meter atau menggunakan
metode pelampung. Jarak tempuh pelampung  10 m disesuaikan dengan kondisi
sungai. Pengukuran kecepatan diulang sebanyak 3 kali, kemudian diambil nilai rata-rata.

Debit aliran dihitung dengan persamaan :

Q = v A,

dimana v adalah kecepatan dan A adalah penampang sungai yang terendam air.

Lokasi pengukuran debit sungai dilakukan pada Air Badan Air Rencana Pembuangan yang
dapat menggambarkan proses input-output yang masih berada di dalam batas ekologi
yang dikaji, yaitu:

 Titik 1 (D-01), air badan air bagian hulu (up stream) Air Badan Air Rencana
Pembuangan, mewakili daerah kontrol;
 Titik 2 (D-02), air badan air bagian hilir (down stream) Air Badan Air Rencana
Pembuangan, mewakili daerah terkena dampak.

c.2. Debit Rencana

53
Usulan Teknis
Penyusunan Dokumen UKL-UPL Pengembangan Kawasan Gelanggang Pemuda
Oepoi
Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Propinsi NTT

Dalam perencanaan pembangunan fisik yang berpotensi mengubah tata guna lahan
perlu dilakukan pendugaan terhadap debit limpasan permukaan dalam beberapa tahun
kedepan (debit rencana). Kemudiaan hasil pendugaan itu dijadikan acuan untuk
merencanakan dimensi saluran drainase, agar saluran drainase tersebut dapat
menampung debit banjir. Untuk menghitung debit rencana didapatkan dari data curah
hujan rata – rata dalam kurun waktu 10 (sepuluh) tahun terakhir dari Stasiun Pengamat
Hujan terdekat yang tersedia dari lokasi kegiatan (Kamiana, 2001).

c.3. Kualitas Air Badan Air

Pengambilan sampel air badan air dilakukan pada 2 (dua) titik lokasi berdasarkan arah
aliran air permukaan, lokasi kemungkinan terkena dampak (stratified purpose sampling)
serta penilaian ahli (Professional Judgement), yaitu:

 Air badan air bagian hulu (up stream) Air Badan Air Rencana Pembuangan, mewakili
daerah sumber dampak.
 Air badan air bagian hilir (down stream) Air Badan Air Rencana Pembuangan,
mewakili daerah terkena dampak.
Beberapa parameter yang diukur antara lain: suhu, TDS (jumlah padatan terlarut), Pb,
pH, Mn, DO (oksigen terlarut), BOD, COD, Cu, Zn, Hg, Fe, As, Se, SO 4, Ba, Fluorida dan
lain-lain.c.4. Kualitas Air Bersih

Pengambilan sampel air bersih / air bawah tanah dilakukan pada 2 (dua) titik lokasi
berdasarkan arah aliran air bawah tanah yang cenderung menuju ke Utara (laut), lokasi
kemungkinan terkena dampak (stratified purpose sampling) serta penilaian ahli
(Professional Judgement), yaitu :

 Air bersih didalam area project;


 Air sumur penduduk disekitar project.

d. Ruang dan Lahan

Data yang akan ditampilkan pada sub-bab ini adalah data tentang tata ruang dan
pemanfaatan lahan di wilayah studi yang seluruhnya merupakan data sekunder. Data-data
ini dikumpulkan dari berbagai sumber maupun pustaka, antara lain : Rencana Umum atau
54
Usulan Teknis
Penyusunan Dokumen UKL-UPL Pengembangan Kawasan Gelanggang Pemuda
Oepoi
Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Propinsi NTT

Rencana Detail Tata Ruang Kota Kupang , data tentang pemanfaatan lahan diperoleh dari
berbagai instansi, baik itu dari Badan Pertanahan Nasional (BPN), Bappeda atau melalui
instansi teknis terkait lainnya. Data-data sekunder tersebut dapat dilengkapi dengan data
primer yang diperoleh melalui observasi lapangan maupun wawancara dengan pejabat
instansional di wilayah studi, baik itu aparat desa/kelurahan atau kecamatan setempat,
tokoh masyarakat maupun masyarakat setempat.

e. Transportasi

Aspek lalu lintas yang dikaji meliputi aksesibilitas/daya hubung jalan, kondisi dan
prasarana jalan, dan tingkat kepadatan menuju lokasi proyek.

e.1. Aksessibilitas

Data aksesibilitas ini meliputi: jarak ke pusat Kota Kupang, serta akses masuk keluar
lokasi kegiatan. Pengukuran dilakukan menggunakan odometer kendaraan roda 4
maupun roda 2. Jalur yang diukur merupakan jalur yang umum dilewati masyarakat
bukan merupakan jalan pintas.

e.2. Tingkat Kepadatan Jalan

Metode Pengumpulan data kepadatan lalu lintas dilakukan secara kualitatif ,


diperkirakan pengaruhnya terhadap perubahan tarikan lalu lintas. Pengamatan
kepadatan lalu lintas dilakukan pada satu lokasi yaitu di depan pintu masuk tapak
proyek.

e.3. Kondisi dan Prasarana Jalan

Pengamatan kondisi jalan meliputi pengamatan klas jalan, lebar jalan, lebar bahu jalan,
tingkat hambatan samping, kondisi jalan (dimensi aspal/tanah) dan tingkat pelayanan
jalan terutama dilihat dari v/c ratio dan tingkat keamanan.

5.8.2. Komponen Biologi

a. Komunitas Flora
55
Usulan Teknis
Penyusunan Dokumen UKL-UPL Pengembangan Kawasan Gelanggang Pemuda
Oepoi
Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Propinsi NTT

Pengumpulan data primer dan pengamatan sampel flora dilakukan dengan


pengamatan langsung di lapangan dan perhitungan vegetasi dengan metode kuadrat
random pada 4 titik pengamatan untuk vegetasi berhabitus pohon dan 6 titik pengamatan
untuk vegetasi ground cover. Tahapan dalam pengkajian aspek flora terdiri dari :
 Pengamatan pertama terdiri dari pengamatan sepintas secara menyeluruh terhadap tipe
komunitas vegetasi di dalam dan di sekitar tapak proyek. Hal ini dimaksudkan untuk
memperoleh gambaran secara umum tentang garis besar kelompok, komposisi flora dan
bagaimana kaitannya dengan lingkungan secara timbal balik. Pengumpulan data
dilakukan dengan inventarisasi maupun wawancara dengan penduduk untuk mengenal
jenis tumbuhan yang memiliki manfaat khusus serta mempunyai nilai ekonomis,
tumbuhan yang endemik, langka dan dilindungi oleh Undang-Undang;
 Pengamatan petak contoh dilakukan guna mendapat gambaran yang mendekati
kebenaran tentang sifat-sifat populasi suatu vegetasi terhadap petak contoh yang relatif
sedikit dan dipandang dapat mewakili keadaan seluruh vegetasi yang diamati.
Pengamatan petak contoh memakai metode deskriptif sederhana.

b. Komunitas Fauna

Pengumpulan data fauna dilakukan melalui teknik observasi (penjelajahan) pada


wilayah tapak proyek dan daerah sekitarnya sampai radius ± 500 m. Kajian terhadap potensi
fauna meliputi deskripsi jenis dan kelimpahan yang sangat terkait dengan pola kehidupan
masyarakat di lokasi proyek. Keanekaragaman Jenis Fauna dan kelimpahannya dapat
diketahui dari observasi dan informasi masyarakat sekitar yang memiliki pengetahuan
tentang beragam hewan yang dikenali masyarakat dan pengamatan lapangan meliputi
kondisi ekosistem darat maupun perairan. Kondisi jenis fauna kelas mamalia, aves, reptilia,
amphibia dan serangga akan dikaji melalui tahapan sebagai berikut :
 Melalui pengamatan pertama yakni pengamatan menyeluruh terhadap habitat di dalam
atau di sekitar tapak, daftar ragam satwa, status kelangkaan jenis;
 Pendataan jenis satwa dan inventarisasi dengan penjelajahan lapangan (cruising
method) dengan memperhatikan suara dan jejak pada habitat yang diperkirakan.
Sedangkan wawancara dari responden yang mengetahui tentang fauna daerah studi,
56
Usulan Teknis
Penyusunan Dokumen UKL-UPL Pengembangan Kawasan Gelanggang Pemuda
Oepoi
Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Propinsi NTT

dimanfaatkan untuk melengkapi data terhadap satwa endemik dan langka yang
dilindungi Undang-undang.c. Pengumpulan dan Analisis Data Biota Air

1. Plankton

Data plankton termasuk data primer. Data-data ini dikumpulkan secara langsung di
lapangan yaitu di badan air menyesuaikan dengan pengambilan sampel kualitas air
permukaan di sekitar tapak proyek. Pengambilan sampel plankton dilakukan dengan
penyaringan air menggunakan plankton net No. 25, kemudian air yang tersaring
dimasukkan botol sampel dan ditambahkan formalin konsentrasi 4% dan CuSO 4 jenuh
sebagai bahan pengawet. Identifikasi plankton dilakukan di laboratorium sampai tingkat
genus dengan menggunakan buku acuan Charles C. Davis (1974) dan APHA (1992).
Perhitungan kelimpahan plankton memakai rumus konversi Lackey Drop Micro-Transect
Counting :
T P V 1
N x x x
L p v w

di mana : N = Jumlah plankton per liter, T = Luas gelas penutup (mm 2), P = Jumlah
plankton tercacah, L = Luas lapang pandang (mm2), p = Jumlah lapang pandang yang
diamati, V = Volume sampel yang diamati (ml), v = Volume sampel di bawah gelas
penutup (ml), w = Volume air yang disaring (ml)

2. Benthos

Data plankton termasuk data primer. Data-data ini dikumpulkan secara langsung di
lapangan yaitu di badan air menyesuaikan dengan pengambilan sampel kualitas air
permukaan di sekitar tapak proyek. Pengambilan sampel makrobenthos dilakukan dengan
penyaringan lumpur di dasar perairan yang diambil dengan Eckman Dredge/Grab. Diameter
saringannya 0,5 mm. Untuk membedakan bahan organik (benthos) dan bahan anorganik,
material yang terkumpul ditambahkan larutan rose bengal, di mana bahan organik akan
ditunjukkan dengan warna merah. Makrobenthos yang telah dipisahkan dari lumpur dan
material anorganik lainnya, kemudian dimasukkan dalam botol sampel, ditambahkan
formalin 4% sebagai pengawet. Identifikasi benthos dilakukan di laboratorium dengan
acuan APHA (1992) dan Edmunsond (1964).
57
Usulan Teknis
Penyusunan Dokumen UKL-UPL Pengembangan Kawasan Gelanggang Pemuda
Oepoi
Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Propinsi NTT

Keanekaragaman jenis biota air dihitung dengan rumus Shannon-Wiener Diversity Index
(H’), yang disajikan sebagai berikut :

H'   i  1pi x lnpi


n

ni
dimana : pi = N , ni = jumlah individu jenis ke - i , N = jumlah individu semua jenis, Ln =

Log natural (log dalam kalkulator).

3. Nekton

Data nekton diperoleh dari data sekunder yang diperoleh berdasarkan hasil wawancara
dengan penduduk di sekitar sungai serta data statistik potensi produk perikanan di Kota
Dumai. Data yang dapat dihimpun terutama adalah tingkat kekayaan jenis ikan. Wawancara
dilakukan dengan penduduk dan tokoh-tokoh masyarakat terkait. Berdasarkan data jenis
dan kelimpahan masing-masing biota perairan, maka dapat dilakukan perbandingan
struktur komunitas. Dari tolok ukur tersebut dapat ditelaah kondisi komunitas biota
perairan pada saat studi dan kemungkinan perubahannya akibat kegiatan operasional.

5.8.3. Komponen Sosial, Ekonomi, Budaya dan Kesehatan Masyarakat

Pengumpulan data primer diperoleh secara langsung dengan teknik wawancara


terstruktur menggunakan daftar pertanyaan (kuisioner) yang telah dipersiapkan. Untuk hal-
hal khusus dilakukan dengan wawancara tak terstruktur dari metode partisipatif. Sasaran
masyarakat yang diwawancarai (responden) adalah masyarakat di sekitar studi sebanyak ± 5
sampai 10% dari populasi terdampak. Responden dipilih dapat dipilih secara random
(stratified purposive random), dengan jumlah yang mewakili populasi pada masing-masing
strata. Stratifikasi yang digunakan adalah :
 Pemimpin Formal, sebagai perangkat pemerintah yang sangat memahami karakteristik
masyarakat dan kondisi daerah;
 Tokoh Masyarakat, sebagai figur yang disegani masyarakat dan menjadi panutan
masyarakat, sehingga persepsi dan pendapatnya akan dapat mempengaruhi pola pikir
masyarakat;
 Masyarakat Umum, sebagai obyek langsung terkena dampak. 58
Usulan Teknis
Penyusunan Dokumen UKL-UPL Pengembangan Kawasan Gelanggang Pemuda
Oepoi
Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Propinsi NTT

Beberapa informasi dari aspek sosial ekonomi mencakup orientasi nilai sosial
budaya, meliputi parameter norma sosial dan adat istiadat; Kondisi lingkungan perumahan;
Kesehatan keluarga; Perekonomian keluarga; Keamanan lingkungan; Sikap dan persepsi
masyarakat terhadap proyek; dan potensi permasalah sosial lainnya.
Data primer dilakukan identifikasi pola pemukiman, pola kelembagaan, identifikasi
sumberdaya manusia, identifikasi keterpengaruhan dan perhubungan. Dengan teknik
tabulasi dan statistik sederhana diharapkan dapat memberi informasi tentang kondisi
sosial, ekonomi dan kesehatan masyarakat serta persepsi/tanggapan atas kegiatan
pembangunan kawasan wisata pantai Lasiana.. Hal ini didukung juga oleh metode
wawancara kepada masyarakat yang rentan terkena dampak kegiatan. Dalam melakukan
kajian terhadap aspek kesehatan masyarakat, data yang menjadi sasaran pembahasan
terdiri dari parameter lingkungan:

 Insidensi dan prevalensi penyakit yang terkait dengan rencana kegiatan;


 Sanitasi lingkungan dan status gizi serta kecukupan pangan;
 Jenis dan jumlah fasilitas kesehatan;
 Cakupan pelayanan tenaga dokter dan paramedis.

5.9. METODE ANALISIS DAN PENYAJIAN DATA

Metode analisis data untuk masing-masing komponen lingkungan dilakukan sesuai


tipe data yang diperoleh.

5.9.1. Komponen Geofsik Kimia

a. Iklim, Kualitas Udara, dan Kebisingan

a.1. Iklim

Guna mengetahui kondisi iklim tapak proyek dan daerah sekitarnya dilakukan analisis
menggunakan tipe iklim Schmidt dan Fergusson. Berdasarkan tipe iklim ini, iklim di

59
Usulan Teknis
Penyusunan Dokumen UKL-UPL Pengembangan Kawasan Gelanggang Pemuda
Oepoi
Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Propinsi NTT

Indonesia diklasifikasikan berdasarkan pada nilai Q, yaitu perbandingan antara jumlah


bulan kering (curah hujan <60 mm) dan jumlah bulan basah (curah hujan >100 mm).

a.2. Kualitas Udara dan Kebisingan

Parameter kualitas udara yang dianalisis meliputi fisik (suhu, kelembaban, arah dan
kecepatan angin), kimia (CO, SO2, Pb, HC, NOx, dan O3), dan kebauan (NH3 dan H2S. Hasil
pengujian disebandingkan dengan baku mutu sesuai Peraturan Pemerintah Republik
Indonesia No. 41 Tahun 1999 tentang Pengendalian Pencemaran Udara .

b. Hidrologi

b.1. Debit Air Badan Air

Nilai debit aliran sungai yang direncanakan sebagai outlet pembuangan limbah cair saat
operasional ataupun yang berpotensi terjadi penurunan kualitas air saat tahapan
konstruksi maupun operasional akan ditentukan dengan menggunakan rumus (Suyono
sosrodarsono, Kensaku Takeda,1977) :

Q  V xA

(HI  hn ) 
A  d  h2  . . .  Hn-1
 2 

Q : Debit aliran (m3/dt)


A : Luas penampang sungai (m2)
V : Kecepatan aliran sungai yang melalui penampang (m/dt)
h : Kedalaman (m)
b.2. Debit Rencana

Nilai pendugaan debit rencana ditentukan dengan menggunakan langkah – langkah dan
rumus yaitu (Kamina, 2001) :

 Mendapatkan data intensitas hujan rata – rata (I) selama kurun waktu 10 (sepuluh)
tahun terakhir dalam satuan mm/jam;
 Menghitung luasan daerah tangkapan hujan (A) dalam satuan Ha;

60
Usulan Teknis
Penyusunan Dokumen UKL-UPL Pengembangan Kawasan Gelanggang Pemuda
Oepoi
Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Propinsi NTT

 Memasukkan koefisien pengaliran / limpasan air (C) berdasarkan SNI 03-2415-1991


yaitu = 0,75;
 Memasukkan konstanta tetap yaitu = 0,00278.
Rumus persamaan yang digunakan adalah :
Q = 0,00278 CIA
Dimana :
Q = Debit puncak banjir (m3/detik);
C = Koefisien limpasan yang merupakan fungsi penutup lahan (0,75);
I = Intensitas hujan (mm/jam);
A = Luas daerah tangkapan air (Ha).

b.3. Kualitas Air Badan Air


Pengujian dan analisis sifat fisika-kimia air badan air dilakukan pada laboratorium yang
ditunjuk. Beberapa parameter yang diukur antara lain: suhu, TDS (jumlah padatan
terlarut), Pb, pH, DO (oksigen terlarut), BOD, COD, Cu, Zn, Hg, SO 4, Fluorida dan lain-lain.
Hasil analisis laboratorium disebandingkan dengan Baku Mutu Air sesuai Peraturan
Pemerintah Nomor 82 Tahun 2001 tentang Pengelolaan Kualitas Air dan Pengendalian
Pencemaran Air.

b.4. Kualitas Air Bersih

Pengujian dan analisis sifat fisika-kimia air bersih dilakukan pada laboratorium yang
ditunjuk. Hasil analisis laboratorium disebandingkan dengan Peraturan Menteri
Kesehatan Republik Indonesia Nomor 416/MENKES/PER/IX/90 tentang Baku Mutu Air
Bersih .

c. Ruang dan Lahan

Data ruang dan lahan yang diperoleh dari instansi terkait akan dianalisis dengan
metode deskriptif dan disebandingkan dengan Draft Rencana Tata Ruang Kota Kupang .
Sedangkan data pengamatan lapangan kualitatif terhadap tapak proyek dan daerah
sekitarnya akan dianalisis dengan metode deskriptif.
61
Usulan Teknis
Penyusunan Dokumen UKL-UPL Pengembangan Kawasan Gelanggang Pemuda
Oepoi
Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Propinsi NTT

d. Transportasi

Perhitungan kepadatan lalu lintas dalam satuan mobil penumpang tiap jam
(smp/jam) dilakukan secara kuantitatif berdasarkan faktor jumlah kendaraan yang lewat (n)
dan besaran koreksinya. Perhitungan kapasitas jalan (C) dan derajat kejenuhan (DS)
dilakukan sesuai kondisi existing sesuai persamaan berikut (MKJI,1997) :

C  C o x FVw x FC sp x FC sf x FC cs

C : besaran kapasitas (smp/jam)


Co : faktor kapasitas arus bebas dasar (smp/jam)
FVw : penyesuaian untuk kapasitas lebar jalan
FCsp : pemisahan arah
FCsf : hambatan samping
FCcs : ukuran kota
Q
DS
C

DS : derajat kejenuhan
Q : tingkat kepadatan (smp/jam)

Sedangkan data lalu lintas laut / pelayaran didapatkan dari sumber pustaka atau
literatur maupun sejumlah publikasi dari laporan-laporan dan data yang relefan, yang
tersedia dari setiap Dinas maupun Instansi yang terkait.

5.9.2. Komponen Biologi

a. Komunitas Flora

Dalam analisis vegetasi, parameter yang diperoleh antara lain persentase


penyebaran, kerapatan, frekuensi dan dominasi baik secara mutlak maupun relatif,
sedangkan hasilnya dipergunakan dalam perhitungan perbandingan nilai penting (SDR)
yang merupakan nilai dominansi suatu jenis tumbuhan, indeks nilai penting, indeks
62
Usulan Teknis
Penyusunan Dokumen UKL-UPL Pengembangan Kawasan Gelanggang Pemuda
Oepoi
Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Propinsi NTT

kesamaan, serta indeks keanekaragaman Shannon-Wiener.

 Keanekaragaman Jenis, diperlukan untuk mengetahui keragaman vegetasi tegakan yang


ada;
 Densitas, merupakan kerapatan vegetasi tegakan;
 Dominansi, merupakan nilai persentase penutupan oleh pohon atau vegetasi tegakan.
Nilai dominansi tertinggi akan mempunyai nilai ekonomis dari segi batang yang dimiliki
vegetasi;
 Indeks Nilai Penting, Dalam pengambilan sampel vegetasi tidak hanya mempelajari
spesies apa yang ada namun juga kepentingan relatifnya dalam komunitas yang
ditunjukkan oleh penyebarannya, penguasaan lingkungannya maupun kesesuaian
lingkungannya. Jumlah nilai relatif ketiganya disebut Indeks Nilai Penting yang digunakan
untuk menentukan tipe asosiasi dari vegetasi penutup daerah studi;
 Suksesi, adalah perubahan yang berkelanjutan dari suatu ekosistem menuju kepada
kondisi keseimbangan;
 Potensi Pemanfaatan, Potensi flora dimanfaatkan untuk bahan bangunan, kayu bakar,
bahan makanan dan tanaman bernilai ekonomis.
Analisis vegetasi bertujuan untuk mengetahui tipe asosiasi, komposisi, dan fungsi
jenis-jenis vegetasi penutup wilayah studi. Cara yang dilakukan adalah:

 Mengetahui pola penyebaran jenis yang lazim dinyatakan adalam istilah nilai frekuensi;
 Mengetahui pola kesesuaian jenis terhadap faktor-faktor lingkungan yang ada, lazim
dinyatakan dalam nilai kerapatan;
 Mengetahui pola penyesuaian jenis terhadap faktor-faktor lingkungan yang ada, lazim
dinyatakan dalam dominansi.
Jumlah nilai nisbi dari ketiga pola tersebut merupakan Indeks Nilai Penting (INP)
yang selanjutnya digunakan untuk menentukan tipe asosiasi dari vegetasi penutup daerah
penelitian. Hasil analisis yang diperoleh dapat digunakan untuk menduga sifat habitat dari
lingkungan yang diduduki vegetasi tersebut serta memperkirakan kondisi lingkungan yang
bersangkutan :

 Perhitungan nilai Frekuensi Mutlak (F):


 plot yang diduduki 63
F
 plot yang dibuat
Usulan Teknis
Penyusunan Dokumen UKL-UPL Pengembangan Kawasan Gelanggang Pemuda
Oepoi
Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Propinsi NTT

 Perhitungan nilai Frekuensi Nisbi (FN):


Frekuensi Mutlak
F  x100%
N  Frekuensi Mutlak
 Perhitungan nilai Kerapatan Mutlak (K):
 individu per plot
K x10.000
 plot yang diduduk x LuasPlot

 Perhitungan nilai Kerapatan Nisbi (KN):


Kerapatan Mutlak
K  x100%
N  Kerapatan Mutlak

 Perhitungan nilai Dominansi Mutlak (D):


 individu per plot
D x10.000
 total individu xLuasPlot

 Perhitungan nilai Dominansi Nisbi (DN):


Dominansi Mutlak
DN  x100%
 Dominansi Mutlak
 Perhitungan Indeks Nilai Penting (INP):
INP = FN + KN + DN

b. Komunitas Fauna

Analisis terhadap komunitas fauna dilakukan dengan metode analisis deskriptif


sedangkan analisis terhadap perubahan yang terjadi dilakukan dengan metode
inventarisasi. Keberadaan fauna berkaitan erat dengan tempat tinggal atau habitat.
Perubahan vegetasi, sebagai sumber makanan, akan mempengaruhi keberadaan fauna.
Untuk memprakirakan perubahan yang terjadi dilakukan inventarisasi jenis dan jumlah
kelimpahan fauna kembali, untuk kemudian dilakukan analisis secara deskriptif.

c. Komunitas Plankton, Benthos, dan Nekton

Analisis terhadap komunitas plankton dan Benthos dilakukan dengan metode


analisis deskriptif indeks nilai penting, indeks kesamaan, serta indeks keanekaragaman
Shannon-Wiener. Dominasi spesies baik plankton dan benthos akan dilengkapi literatur
kegunaan dan fungsi spesies di alam ataupun bagi kehidupan manusia secara langsung
64
Usulan Teknis
Penyusunan Dokumen UKL-UPL Pengembangan Kawasan Gelanggang Pemuda
Oepoi
Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Propinsi NTT

maupun tak langsung, sedangkan untuk nekton berdasarkan kelimpahan dan divesitas dari
data sekunder.

5.9.3. Komponen Sosial, Ekonomi, Budaya dan Kesehatan Masyarakat

a. Sosial Ekonomi dan Sosial Budaya

Apabila tersedia data time series, maka akan dilakukan analisis kecenderungan
(trend analysis). Adapun data kualitatif terutama komponen sosial budaya dianalisis secara
deskriptif. Hasil analisis bersifat kategoris kualitatif dan kuantitatif, bukan merupakan
analisis terpisah tetapi bersifat komplementer atau saling menjelaskan.

 Perhitungan Pertumbuhan Penduduk :


t
Pt  P0 (1  r)

Pt : jumlah penduduk pada tahun ke-t


P0 : jumlah penduduk awal
r : laju tahunan pertumbuhan penduduk
t : periode waktu

 Perhitungan kepadatan penduduk :


t
P (1 r)
D
L

D : kepadatan penduduk
P : jumlah penduduk pada waktu acuan
r : laju tahunan pertumbuhan penduduk
t : periode waktu
L : Luas daerah
 Perhitungan kesempatan kerja di wilayah setempat :
KT
KK  15-54
x100%
P

65
Usulan Teknis
Penyusunan Dokumen UKL-UPL Pengembangan Kawasan Gelanggang Pemuda
Oepoi
Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Propinsi NTT

KK : Kesempatan kerja (%)


KT : Kebutuhan tenaga kerja di sektor formal
P15-54 : Jumlah penduduk usia kerja 15-54 tahun

 Perhitungan kegiatan perekonomian di wilayah setempat :


KPa
KP  x100%
KPr

KP : Kegiatan perekonomian (%)


KPa : Kegiatan perekonomian awal
KPr : Kegiatan perekonomian rencana

b. Kesehatan Masyarakat

Analisis data kesehatan masyarakat sebanding dengan analisis sosial ekonomi dan
sosial budaya yaitu dengan Teknik Analisis Frekuensi. Analisis didasarkan pada jumlah
masyarakat yang menderita pada tiap-tiap jenis penyakit yang ada (10 besar penyakit
masyarakat). Hasil analisis bersifat kategori kualitatif dan kuantitatif, bukan merupakan
analisis terpisah tetapi bersifat komplementer atau saling menjelaskan.

5.10. Program Kerja

Program kerja merupakan gambaran menyeluruh dan komprehensif usulan dari


konsultan dalam melaksanakan pekerjaan yang akan ditangani sesuai dengan Kerangka
Acuan Kerja (KAK) yang telah diberikan. Dalam rencana kerja ini akan diuraikan urutan
– urutan pekerjaan, konsep penanganan masalah, tanggung jawab dan personil yang
terlibat, pengerahan sarana maupun personil pendukung, schedule pelaksanaan
66
Usulan Teknis
Penyusunan Dokumen UKL-UPL Pengembangan Kawasan Gelanggang Pemuda
Oepoi
Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Propinsi NTT

pekerjaan serta schedule personil. Untuk memudahkan dalam pelaksanaan pekerjaan,


maka harus disusun Bagan Alir Pelaksanaan Pekerjaan. Bagan Alir ini berisikan
tahapan-tahapan pekerjaan yang akan dikerjakan, sehingga dalam penyusunan jadwal
pelaksanaan pekerjaan harus berpatokkan pada Bagan Alir Pelaksanaan Pekerjaan
tersebut

Secara garis besar rencana kerja pelaksanaan pekerjaan diuraikan sebagai


berikut :

A. Pekerjaan Persiapan dan Pendahuluan

1. Melakukan persiapan dan koordinasi tim, yang meliputi :

- Melakukan penyiapan personil

- Menyiapkan peralatan dan bahan yang diperlukan

- Melakukan orientasi lapangan dan penyamaan persepsi

- Menyusun rencana kerja

2. Melakukan koordinasi dengan pengguna jasa maupun para stakeholder terkait


masalah pengelolaan lingkungan.

3. Melakukan kegiatan pengumpulan data primer dan sekunder baik melalui


instansi terkait, masyarakat di sekitar lokasi kegiatan maupun hasil observasi
langsung di lokasi kegiatan.

B. Penyusunan UKL & UPL


67
Usulan Teknis
Penyusunan Dokumen UKL-UPL Pengembangan Kawasan Gelanggang Pemuda
Oepoi
Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Propinsi NTT

1. Melakukan identifikasi dan menyajikan informasi komponen-komponen rencana


kegiatan yang diperkirakan akan menimbulkan dampak terhadap
lingkungan, antara lain :

- Kegiatan yang menjadi sumber dampak terhadap lingkungan

- Jenis dampak terhadap lingkungan hidup yang terjadi

- Ukuran yang menyatakan besaran dampak

- Hal-hal lain yang perlu disampaikan untuk menjelaskan

2. Menguraikan secara rinci mengenai upaya pengelolaan lingkungan yang harus


dilaksanakan oleh pemrakarsa, antara lain:

- Langka-langkah yang dilakukan untuk mencegah dan mengelola dampak


termasuk upaya menangani dan menanggulangi keadaan darurat

- Kegiatan pemantauan yang dilakukan untuk mengetahui efektivitas


pengelolaan dampak dan ketaatan terhadap peraturan di bidang lingkungan
hidup

- Tolok ukur yang digunakan untuk mengukur efektivitas pengelolaan


lingkungan

- hidup dan ketaatan terhadap peraturan di bidang lingkungan hidup

3. Menguraikan secara rinci mengenai mekanisme pelaporan dari


pelaksanaan UKL dan UPL pada saat rencana kegiatan dilaksanakan dan pada saat
pengoperasian.

4. Menyerahkan semua Laporan dan Dokumen UKL-UPL yang telah mendapat


persetujuan/legalitas dari instansi yang berwenang.
68
Usulan Teknis
Penyusunan Dokumen UKL-UPL Pengembangan Kawasan Gelanggang Pemuda
Oepoi
Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Propinsi NTT

C. Penyusunan Laporan

1. Laporan Pendahuluan

Laporan Pendahuluan, diserahkan 30 (tiga puluh) hari setelah diterbitkannya


SPMK, sebanyak 3 (tiga) eksemplar, yang berisikan kegiatan konsultan,
antara lain :

 Ringkasan pencermatan Kerangka Acuan Kegiatan, metodologi, jadwal


dan rencana
 kerja yang bersifat feed back.
 Gambaran umum lokasi yang akan dibangun atau dikembangkan
 Karakteristik lokasi yang akan dibangun atau dikembangkan
 Kondisi Sosial budaya dan ekonomi
 Kondisi Lingkungan dan entitas ekologi meliputi entitas dan/atau spesies
kunci (key species); 2. memiliki nilai penting secara ekologis (ecological
importance); 3. Memiliki nilai penting secara ekonomi (economic
importance); dan/atau 4. memiliki nilai penting secara ilmiah (scientific
importance);
2. Laporan Antara diserahkan 60 hari setelah tandatangan SPMK oleh pihak
Pemrakarsa Pekerjaan, dibuat sebanyak 5 (lima) buku, yang berisi:
 Analisa Kesesuaian lokasi rencana kegiatan dengan tata ruang
 Analisa kesesuaian lokasi dengan kondisi sosial budaya, ekonomi (usaha
ekonomi sekitar)
 Analisa kesesuaian lokasi rencana dengan kondisi lingkungan dan entitas
ekologis
 Analisa rencana kegiatan yang dapat menimbulkan dampak lingkungan
Uraian tersebut dapat menggunakan tahap pelaksanaan proyek, yaitu
tahap pra¬konstruksi, kontruksi, operasi dan penutupan/pasca operasi.
Tahapan proyek tersebut disesuaikan dengan jenis rencana usaha
dan/atau kegiatan. 69
Usulan Teknis
Penyusunan Dokumen UKL-UPL Pengembangan Kawasan Gelanggang Pemuda
Oepoi
Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Propinsi NTT

 Analisa Kesesuaian lokasi rencana kegiatan dengan daya dukung dan


daya tamping lingkungan hidup dari lokasi rencana usaha dan/atau
kegiatan, dalam hal terdapat perhitungan daya dukung dan daya
tampung lingkungan dimaksud.
3. Laporan Akhir diserahkan 90 hari setelah tandatangan SPMK oleh pihak
Pemrakarsa Pekerjaan, dibuat sebanyak 5 (lima) buku, yang berisi:
 Dampak Lingkungan yang Ditimbulkan dan Upaya Pengelolaan
Lingkungan Hidup serta Upaya Pemantauan Lingkungan Hidup Bagian
 Matriks atau table rencana pementauan lingkungan hidup memuat
elemen-elemen: dampak yang dipantau, bentuk pemantauan lingkungan
hidup dan institusi pemantauan lingkungan hidup.
 Jumlah dan Jenis Izin IZIN PPLH yang dibutuhkan.
 Rekomendasi
 Kesimpulan dan Penutup
 Daftar Pustaka
 Lampiran
4. Pengurusan rekomendasi persetujuan UKL/UPL dan penerbitan
rekomendasi diserahkan 120 hari oleh Pihak Pemrakarsa. Surat
Rekomendasi dan Izin diserahkan yang Asli dan yang telah dilegalisir
sebanyak 10 eksemplar.
5. Eksekutif Summary diserahkan 120 hari setelah SPMK dibuat sebanyak 5
(Lima) buku, yang berisikan ringkasan isi dari laporan akhir secara singkat
dan jelas.
6. Album Dokumentasi diserahkan 120 hari setelah SPMK dibuat sebanyak 5
(lima) buku, yang berisikan foto dokumentasi kegiatan dan gambar
gambar arahan maupun peta berdasarkan hasil kajian dari laporan akhir.
7. Soft Copy diserahkan 120 hari setelah SPMK yang berisi semua laporan,
scan surat rekomndasi dan ijin, dokumentasi, album gambar dan peta

5.11. ORGANISASI PERSONIL


5.11.1. Organisasi 70
Usulan Teknis
Penyusunan Dokumen UKL-UPL Pengembangan Kawasan Gelanggang Pemuda
Oepoi
Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Propinsi NTT

Berdasarkan pada pengalaman Konsultan dalam pelaksanaan pekerjaan


studi selama ini, sangat diperlukan struktur organisasi pelaksanaan pekerjaan yang
mantap, disertai pula dengan penempatan personil tenaga ahli yang berkualitas
sesuai dengan spesialisasi masing-masing, disamping penyediaan sarana peralatan
kerja dengan kualitas yang dapat dipertanggung jawabkan.
Untuk mencapai tujuan yang diharapkan pada akhir pekerjaan studi ini,
maka tim Konsultan telah menyiapkan organisasi pelaksanaan pekerjaan seperti
yang tertera pada Gambar Bagan Organisasi Pelaksanaan Pekerjaan. Organisasi
pelaksanaan pekerjaan menggambarkan hubungan antar personil Konsultan dan
hubungan kerja antara Konsultan dengan Pemberi pekerjaan sesuai hirarki tugas,
tanggung jawab dan wewenangnya masing-masing.

Struktur Organisasi Team Work

5.11.2. Personil
Dalam pelaksanaan PENYUSUNAN UPL-UKL Gelangggang pemuda Oepoi Kota Kupang,
71
Usulan Teknis
Penyusunan Dokumen UKL-UPL Pengembangan Kawasan Gelanggang Pemuda
Oepoi
Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Propinsi NTT

untuk masing-masing kegiatan diperlukan tenaga ahli sejumlah 6 (enam) orang tenaga
ahli inti, dan 1 (satua) orang tenaga pendukung.
Tingkat disiplin ilmu sekurang-kurangnya setingkat Strata 2 (S2) untuk Team Leader dan
Strata 1 (S1) untuk Tenaga Ahli dan Ahli Madya (D3).

BAB VI
JADWAL PELAKSANAAN PEKERJAAN

Dalam proses pelaksanaan Kegiatan PENYUSUNAN UPL-UKL Gelangggang pemuda Oepoi


ini, konsultan akan memperhatikan ruang lingkup kegiatan serta jangka waktu
pelaksanaan. Hal ini dimaksudkan agar produk/ hasil rencana nantinya tidak bertentangan
dengan ketentuan yang terdapat pada Kerangka Acuan Kerja (KAK) yang sudah ditetapkan
oleh Dinas Pariwisata adan Ekonomi Kreatif Provinsi Nusa Tenggara Timur serta dapat
diselesaikan sesuai dengan waktunya.

Sesuai dengan Jadwal Tahapan Pelaksanaan Kegiatan yang tercantum dalam kAK
, Konsultan telah mencermati secara sungguh-sungguh ragam kegiatan dan waktu
pelaksanaannya, sehingga perhitungan man - month personel dan perhitungan volume
pekerjaan yang akan dilaksanakan harus mampu ditransfer pada sebuah rencana kerja
yang matang, yang efisien dan terkendali oleh sebuah jalur aktifitas yang mantap.
Pekerjaan akan dibagi menjadi dua bagian yaitu Pekerjaan Lapangan dan Pekerjaan
72
Usulan Teknis
Penyusunan Dokumen UKL-UPL Pengembangan Kawasan Gelanggang Pemuda
Oepoi
Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Propinsi NTT

Kantor. Waktu pelaksanaan pekerjaan sesuai dengan yang ditetapkan dalam Kerangka
Acuan Kerja adalah 30 (tiga puluh) hari kalender. Semua kerangka berpikir dalam program
kerja ini dituangkan dalam bentuk Jadwal Pelaksanaan Pekerjaan dan Bagan Alir
Pelaksanaan Pekerjaan. Secara teknis administrasi, jadwal pelaksanaan pekerjaan disusun
berdasarkan pertimbangan sebagai berikut :
a. Pekerjaan dimulai setelah proses administrasi kontrak kerja antara konsultan
dengan pihak pemberi tugas diselesaikan.
b. Penyelesaian keseluruhan pekerjaan diselesaikan dalam waktu 120 hari kalender
sesuai dengan berita acara rapat penjelasan umum
terhitung sejak dikeluarkannya Surat Perintah Kerja (SPK).
c. Rencana kerja yang diusulkan oleh Konsultan sesuai dengan KAK berkaitan
dengan tugas-tugas konsultan, maka untuk lebih jelasnya secara umum jadwal terinci
dapat dilihat dalam Tabel yang terdapat pada halaman berikut.

Bulan Ke
No. Kegiatan
I II II III Ket
1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4

I. RINCIAN PEKERJAAN
1. PEKERJAAN PERSIAPAN
DAN KOORDINASI
A. Mobilisasi Tim Konsultan
Koordinasi dan Pengumpulan
B.
Data Pelaksanaan Proyek
C. Pengumpulan Data Primer dan
Sekunder
D. Observasi Lokasi Pekerjaan
2. Penyusunan UKL & UPL
A. Identifikasi Komponen Kegiatan
Proyek
Identifikasi Komponen
B.
Lingkungan
C. Identifikasi Dampak Potensial
Mengidentifikasi Interasksi
D. Antara Rencana Kegiatan
dengan Kegiatan disekitarnya
E. Penentuan Isu - isu Pokok
F. Penentuan Batas Wilayah
G. Evaluasi Dampak 73
Usulan Teknis
Penyusunan Dokumen UKL-UPL Pengembangan Kawasan Gelanggang Pemuda
Oepoi
Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Propinsi NTT

H. Perumusan UKL & UPL


II. KELUARAN
A. LAPORAN PENDAHULUAN

B. KONSEP LAPORAN AKHIR


C. LAPORAN AKHIR
D. Dokumen UKL & UPL
E. Soft Copy
III. KEGIATAN PEMBAHASAN
A. Rapat Pembahasan Laporan

Jadwal Pelaksanaan Pekerjaan Penyusunan UKL-UPL Gelanggang Pemuda Oepoi

Selain jadwal pelaksanaan kegiatan diatas, diperlukan juga sarana dan prasarana
pendukung dimana sarana pendukung ini dapat digunakan untuk mempermudah dan
memperlancar pekerjaan.
Dalam melaksanakan Kegiatan PENYUSUNAN UPL-UKL Gelangggang pemuda Oepoi ini,
Konsultan menggunakan fasilitas dan sarana pendukung yang diperlukan sebagai
pendukung dalam pelaksanaan pekerjaan tersebut, yang pada dasarnya telah disesuaikan
dengan persyaratan yang tertuang dalam kerangka acuan kerja. Uraian mengenai fasilitas
dan sarana yang digunakan oleh Konsultan dalam pelaksanaan pekerjaan ini disajikan pada
sebagai berikut.

Fasilitas Dan Sarana Yang Digunakan


Konsultan akan menyediakan fasilitas dan peralatan yang diperlukan untuk menunjang
pekerjaan ini, yang meliputi antara lain :
1. Kantor/studio lengkap dengan peralatan yang diperlukan untuk
pelaksanaan pekerjaan
2. Biaya Komunikasi
3. Biaya Alat Tulis Kantor
4. 2 (empat) unit kendaraan operasional roda 1
5. 1 (satu) unit kendaraan operasional roda 4 74
Usulan Teknis
Penyusunan Dokumen UKL-UPL Pengembangan Kawasan Gelanggang Pemuda
Oepoi
Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Propinsi NTT

6. Kebutuhan lainnya guna memperlancar dan menyukseskan pelaksanaan pekerjaan


ini
7. Apabila ada yang peralatan yang harus dibeli dalam kegiatan ini, maka pada
akhir penugasan barang atau peralatan yang dibeli tersebut harus diserahkan
kepada pengguna jasa.

Ruang Kerja/Kantor
Untuk kelancaran kegiatan pekerjaan pihak konsultan telah menyiapkan kantor
yang permanen Denpasar sehingga memudahkan Team Konsultan berkoordinasi
dengan pemberi pekerjaan dan setiap saat dapat asistensi/diskusi dalam
penyelesaian pekerjaan. Disamping itu diharapkan nantinya setelah selesai
pekerjaan pihak pemberi pekerjaan mudah menghubungi konsultan.

Peralatan
Peralatan yang digunakan untuk setiap pekerjaan disesuaikan dengan
kebutuhan masing-masing kegiatan, tergantung dari volume dan kapasitas alat.
Adapun volume dan kapasitas alat dari masing-masing pekerjaan tersaji pada Tabel
Daftar Peralatan Terlampir).

Jadwal Peralatan
Jadwal peralatan untuk pekerjaan akan disesuaikan dengan waktu pemakaian, dan
jadwal peralatan ini berkaitan dengan schedule pelaksanaan dan personil untuk
pelaksanaan seluruh kegiatan. Jadwal peralatan dan volume serta waktu pemakaian
tersaji pada Tabel Jadwal Penggunaan Peralatan (Terlampir).
Tabel . Jadwal Penggunaan Peralatan

TIME FRAME
N REMA
ACTIVITY
O. I II III IV RK
1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4

I KEGIATAN PRA STUDY

75
Usulan Teknis
Penyusunan Dokumen UKL-UPL Pengembangan Kawasan Gelanggang Pemuda
Oepoi
Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Propinsi NTT

1 Kamera + Alat bantu


2 Kendaraan Operasional
3 Meteran Rol
KEGIATAN STUDY DAN
II LAPORAN
1 Gps
2 Sound level meter
83 pH meter
4 Botol sampel
5 Thermometer
6 Counter
7 Pengujian tanah (fisik, kimia)
Pengujian kualitas air (fisik,
8 kimia, biologi)
9 Peralatan Kantor

BAB VII
KOMPOSISI DAN JADWAL PENUGASAN T. AHLI

7.1. KOMPOSISI TENAGA AHLI

Konsultan dalam peleksanaan pekerjaan ini akan menyediakan dan


menugaskan beberapa Tenaga Ahli sesuai dengan yang dibutuhkan dalam Kerangka
Acuan Kerja (KAK). Tenaga Ahli yang akan ditugaskan tersebut dikoornidir oleh
seorang Team Leader yang memiliki kemampuan dalam koordinasi dan komunikasi
dengan pihak pengguna jasa, instansi teknis terkait dan Tenaga Ahli lainnya.
Adapun Tenaga Ahli yang diusulkan dalam pelaksanaan studi ini telah
memilki kualifikasi pendidikan, pengalaman dibidang penanganan pekerjaan
sejenis baik dalam perencanaan wilayah maupun di bidan kajian Lingkungan. Masing-
masing Tenaga Ahli tersebut memilki tugas dan tanggung-jawab sesuai dengan
bidang keahliannya.
Uraian mengenai Tenaga Ahli seperti yang disyaratkan dalam KAK, baik mengenai
jenis keahlian, maupun kualifikasi pendidikan, serta pengalaman personil, menurut
Konsultan telah sesuai dengan lingkup kegiatan yang dituntut dalam studi ini.
76
Usulan Teknis
Penyusunan Dokumen UKL-UPL Pengembangan Kawasan Gelanggang Pemuda
Oepoi
Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Propinsi NTT

Dalam hal ini konsultan akan mengusulkan Tenaga Ahli dengan pendidikan (S2)
maupun (S1) sesuai bidang keahliannya dan memiliki sertifikat keahliaan (SKA)
yang dikeluarkan Asosiasi Keahlian atau Badan/Lembaga yang berwenang serta
memiliki pengalaman sesuai bidang keahlian untuk menangani pekerjaan sejenis.

Tanggapan terhadap tugas dan tanggung jawab tenaga ahli, dalam hal ini perlu
adanya penekanan terhadap desain yang akan dilakukan. Dimana masing-masing
Tenaga Ahli memiliki pemahaman yang sama mengenai kondisi dan permasalahan
daerah lokasi studi, keinginan masyarakat pengguna, sehingga mampu
menghasilkan beberapa inovasi desain tidak hanya secara teknis, efesiensi
pendanaan, layak secara lingkungan, dan mampu memberikan manfaat lebih secara
ekonomi kepada masyarakat.
Kualifikasi dan jumlah Tenaga Ahli yang disediakan oleh penyedia jasa untuk
menangani pekerjaan ini sesuai dengan KAK dengan tugas dan tanggung jawab
seperti tabel dibawah ini:

Jumlah Bulan
Jumlah
Pengalaman
Pendidikan Terakhir

Tenaga Ahli

(masa kerja dalam kegiatan)


No. Nama Personil Jabatan
(Tahun)

(orang)

A. Tenaga Ahli Profesional/Inti


1 Candra Dwiratna S2 10 1 4
Ahli Teknik Lingkungan
Wulandarin,ST. MT
2 Ir. Rani Hendrikus,MS Ahli Sipil S2 10 1 4
Benediktus Toki,
3 Ahli Kesehatan masyarakat S2 5 1 4
S.K.M, M.Kes
4 Iswantoro, ST Ahli Planologi S1 5 1 4
77
Usulan Teknis
Penyusunan Dokumen UKL-UPL Pengembangan Kawasan Gelanggang Pemuda
Oepoi
Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Propinsi NTT

M.E. Perseveranda,
5 Ahli Sosek S1 5 1 4
SE. S.Mi
6 Ir. Emilianus Pani Ahli Biologi S1 5 1 4
7 Ir. Silverius Yohanes,
Ahli Kimia S2 5 1 4
M.Si
C. Tenaga Pendukung /Penunjang
1 Viktor Imanuel N. Surveyor S1 5 1 4
Ndoen, ST
2 Hendry David Drafter S1 5 1 4
Sakhariaz, ST
3 Lorensius Lemba Analisis D3 5 1 4
Liru, SE
1 Joyce E. S. Lerrick, SP Administrasi D3 5 1 4

7.2. TANGGUNG JAWAB


Tenaga yang akan ditugaskan untuk melaksanakan Pekerjaan PENYUSUNAN UPL-UKL
GELANGGANG PEMUDA OEPOI oleh Pihak Konsultan merupakan para profesional
yang memiliki pengalaman dalam bidang pekerjaan ini dan memiliki kualifikasi
seperti yang dipersyaratkan dalam KAK. Adapun tenaga-tenaga yang dibutuhkan
untuk menyelesaikan tugas ini adalah sebagai
berikut :

78
Usulan Teknis
Penyusunan Dokumen UKL-UPL Pengembangan Kawasan Gelanggang Pemuda Oepoi
Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Propinsi NTT

79
Usulan Teknis
Penyusunan Dokumen UKL-UPL Pengembangan Kawasan Gelanggang Pemuda
Oepoi
Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Propinsi NTT

80
Usulan Teknis
Penyusunan Dokumen UKL-UPL Pengembangan Kawasan Gelanggang Pemuda Oepoi
Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Propinsi NTT

JADWAL PENUGASAN TENAGA AHLI & PENDUKUNG

81

Anda mungkin juga menyukai