Anda di halaman 1dari 8

TUGAS PERTEMUAN IV

MATA KULIAH AKUNTANSI MANAJEMEN LANJUTAN

UNIVERSITAS INDONESIA

PEMBAHASAN KASUS
Colorscope, Inc.

Disusun Oleh:
Irfan Nurahmadi Harish 1806250133
Marselinus Aditya H.T. 1806162295

MAGISTER AKUNTANSI DAN PENDIDIKAN PROFESI AKUNTANSI


SEPTEMBER 2019

Statement of Authorship

“Kami yang bertandatangan dibawah ini menyatakan bahwa makalah/tugas terlampir adalah
murni hasil pekerjaan kami sendiri. Tidak ada pekerjaan orang lain yang kami gunakan tanpa
menyebutkan sumbernya.

Materi ini tidak/belum pernah disajikan/digunakan sebagai bahan untuk makalah/tugas pada
mata ajaran lain kecuali kami menyatakan dengan jelas bahwa kami menggunakannya.
Kami memahami bahwa tugas yang kami kumpulkan ini dapat diperbanyak dan atau
dikomunikasikan untuk tujuan mendeteksi adanya plagiarisme.”

Mata Kuliah : Akuntansi Manajemen Lanjutan


Judul Makalah/Tugas : Pembahasan Kasus: Colorscope, Inc.
Hari, Tanggal : Senin, 23 September 2019
Nama Pengajar : Dr. Christina Juliana, CPMA.

Penulis Penulis

Irfan Nurahmadi Harish Marselinus Aditya H.T.


(1806250133) (1806162295)
Colorscope, Inc.
Andrew Cha mendirikan sebuah perusahaan yang bergerak di bidang graphic arts,
yakni Colorscope Inc. Tumbuh kembangnya teknologi, khususnya desktop publishing and
World Wide Web yang merupakan gabungan dari sejumlah platform menjadikan Colorscope
berada di pasar yang cukup ketat persaingannya. Pada Maret di ulang tahunnya yang ke- 20,
Cha memikirkan ide-ide yang dapat memajukan Colorscope Inc. kedepannya.
Sejarah Perusahaan
Andrew Cha lahir tahun 1938 di Anhui, Tiongkok. Dia berpindah ke New York,
Amerika Serikat di 1967 demi kehidupan yang lebih baik, dengan menawarkan jasanya
sebagai pelukis, namun uangnya habis saat berada di Los Angeles dan membuatnya harus
menjadi pelayan di salah satu restoran makanan Tionghoa. Berkat kerja kerasnya, Cha
akhirnya menemukan pekerjaan yang sesuai dengan kemampuan seninya dalam
draftmanship dan fotografi. Sukses di bidang seni grafis, ia bertekad untuk membangun
usahanya sendiri. Colorscpe Inc., didirikan pada 1 Maret 1976, merupakan perusahaan yang
melayani bidang fotografi dengan efek khusus dan khusus memberikan pelayanan kepada
agen periklanan lokal di California selatan.
Reputasi Cha yang baik mendorong peningkatan penjualan dan mencapai titik
optimalnya pada tahun 1988, yakni mencapai USD 5 juta. Colorscope Inc. melayani agen
besar seperti Saatchi & Saatchi, Grey Advertising, dan J. Walter Thompson, perusahaan-
perusahaan retail dan perusahaan-perusahaan entertainment skala besar seperti Walt Disney
Company dan R.H. Macy&Co. Demi layanan yang prima, Cha membeli perangkat
komputer yang tidak murah agar dapat menjangkau efek-efek khusus yang mendetail dan
rumit.
Pada tahun 1988, RR. Donneley&Sons Co. menawarkan kerja sama melalui akuisisi.
Donneley merupakan perusahaan percetakan terbesar di dunia dengan omzet sebesar USD
4,3 milyar dan ingin mengambil alih Colorscope dengan nilai USD 10 juta. Cha memiliki
relasi yang cukup baik dengan perusahaan percetakan yang bernilai tinggi dan pemborong
pre-press tersebut. Dengan mengakuisisi usaha pre-press yang dimiliki oleh Cha dan
mengangkat Cha menjadi konsultan penjualan, Donneley berharap dapat melindungi
persetujuan percetakan yang besar, yang mana pada saat itu masih dalam tahap negosiasi.
Perusahaan yang dimiliki Cha dinilai memiliki operasional yang sangat efisien.
Sebelumnya, pegawai Donneley meninjau kegiatan operasional dan merancang model dari
proses bisnis dari perusahaan Cha, kemudian mengadopsi desain tersebut pada fasilitas pre-
press yang mereka miliki. Proses bisnis yang dimiliki Colorscope dijadikan sebagai metode
pelatihannya untuk memperoleh keuntungan operasional dalam jangkauan operasional
mereka secara global.
Setelah melihat potensi pada bisnisnya, Cha memutuskan untuk menolak penawaran
akuisisi tersebut, karena ia tidak puas dengan sejumlah ketidakpastian dan perjanjian yang
kurang lengkap. Cha fokus melayani pelanggan utamanya yang memberikan margin tinggi,
Cha tidak menghiraukan tren yang terjadi, yakni permintaan harga dari CPU yang lebih
murah dan komputer mikro dengan MAC. Perangkat tersebut mencakup fitur-fitur, seperti
page layout yang makin update dan pengoreksi warna, proliferated dan fungsi-fungsi yang
ditingkatkan. Agen-agen periklanan kecil dan took-toko percetakan mulai mengikuti strategi
yang dilakukan oleh Colorscope Inc. Cha masih dapat mengatasi akibat dari tren tersebut,
karena eratnya kedekatan personal dengan klien lamanya.
Namun, seiring perkembangan teknologi dan industri di tahun 1990, menyebabkan
pergeseran yang sangat mendasar dalam Colorscope. Meski Cha telah berusaha
meningkatkan kualitas dan kepercayaan pelanggannya, tekanan pasar mengakibatkan dia
memangkas harga pokok untuk mengimbangi tren dari industri (Exhibit 1). Namun, ternyata
hal tersebut masih belum cukup. Pada Bulan Mei 1994, 80% pendapatan utama dari
keseluruhan usahanya merupakan penjualan dari produk desain grafis serta perangkatnya
menggantikan Colorscope, Inc. dengan grup internal. Proses ini berlanjut hingga tahun
selanjutnya. Putusnya hubungan dengan pelanggan lamanya dalam jangka waktu yang
cukup lama, akhirnya Cha memutuskan untuk merestrukturisasi usahanya dengan
merevaluasi industri, posisi perusahaannya di segmen pre-press, kebijakan harga dan
operasinya.
Proses Produksi Pre-press.
Pre-press atau color separations adalah proses dasar untuk mencetak bahan baku atau
dikenal dengan pemisahan warna. Proses dimulai dengan desain dan layout buku atau
projek untuk didistribusikan. Setelah layout buku diterima, fotografer dapat
mengembangkan gambar, lalu mendapatkan persetujuan dari klien, dan dikirimkan untuk
pre-press ke Colorscope. Setelah diproduksi, gambar dijadikan master file untuk tujuan
percetakan. Dalam proses tersebut (proofing), klien dapat mengajukan perubahan maupun
melakukan berbagai penyesuaian. Ketika sudah dicetak ke dalam bentuk kertas, gambar
akan disimpan dalam bentuk file dan database terpisah untuk digunakan di kemudian hari.
Setelah final project disetujui, Colorscope akan memberikan master book atau file ke
percetakan. Dalam percetakan, film atau informasi diubah menjadi bentuk fisik, untuk
dicetak. Setelah selesai, buku siap diberikan ke pelanggan.
Dinamika Industri
Pada tahun 1995, pasar jasa percetakan di Amerika Serikat berada pada puncaknya, yakni
mencapai USD 66 miliar. Hal tersebut diakibatkan karena beragamnya diversifikasi atas
spesifikasi bahan baku cetak yang dihasilkan oleh setiap perusahaan. Berubahnya keadaan
pasar secara drastis menyebabkan Colorscope harus bersaing dengan beberapa kompetitor
yang memiliki kualitas setara, namun dengan harga yang relative lebih murah.
Direct Competition.
1.) Perusahaan percetakan yang secara teknis lebih ahli, didukung oleh sales people yang
profesional untuk menekan harga paket, yaitu dengan menggabungkan layanan pre-press
dengan percetakan menjadi satu paket 2.) Perusahaan pre-press nasional yang terintegrasi
horizontal, menyediakan jasa pre-press didukung dengan jaringan penjualan nasional oleh
jasa profesional dan beberapa pabrik di US. Perusahaan-perusahaan ini berkompetisi
dibeberapa sub-pasar, seperti sindikasi komik, kupon dan insert. 3.) Perusahaan yang berdiri
sendiri, yang bersaing bebas dengan agensi periklanan lain, atau perusahaan yang mendirikan
toko disamping kilen utama untuk menghalangi masuknya kompetitor potensial.
Workflow Organization.
Awalnya customer mengorder dan diterima oleh CS yang akan mencatat rincian spesifikasi
pekerjaan. Setiap order ditangani oleh perwakilan sesuai dengan spesifikasi pekerjaan untuk
melakukan “job preparation”, seperti proses pemotongan, passing text, graphics,
photograph, dan extensive marking. Kemudian dilanjutkan dengan scanning yang
menghasilkan keluaran berupa file komputer. Lalu, assembly yang menghasilkan perangkat
output tertentu. Menggunakan 9 komputer Macintosh dengan kapasitas RAM masing-masing
256MB dan terminal komputer yang besar, kemudian disambungkan ke scanner, output
devices dan powerful file server dengan kapasitas 40GB untuk arsip gambar optik. Operator
mengganti warna dan nuansa dari gambar yang sudah di scan sesuai keinginan customer.
Lalu dilakukan QC pada proofing, yaitu membandingkan hasil keluaran yang berbentuk
blueprint dengan spesifikasi klien. Pada tahap ini, seringkali terjadi perbedaan antara
spesifikasi dan hardcopy dan mengakibatkan pengerjaan ulang produk. Apabila sudah sesuai,
orderan dikirimkan ke customer dalam bentuk disk komputer atau film.
The Future.
Cha menyadari bahwa Colorscope perlu mengkapitalisasikan para pekerjanya yang terlatih
dan bekerja dengan efisien sebagai aset terbesar. Perlu strategi jangka pendek untuk
mendorong penjualan utamanya di bulan-bulan tertentu dimana pesanan untuk pre-press
tinggi demi menghidupkan kembali bisnisnya. Mengurangi proses pengerjaan kembali yang
diakibatkan adanya perubahan spesifikasi dan kesalahan proses (internal error). Colorscope
perlu memberi kompensasi berupa upah per jam bagi para pekerjanya. Harga produk perlu
ditingkatkan, karena Colorscope memberikan harga yang sama untuk customer yang berbeda,
yaitu harga per page dengan tambahan biaya untuk special effect. Pada akhirnya, harga tidak
seimbang dengan permintaan customer yang berbeda. Colorscope tidak mampu
mempekerjakan konsultan untuk merancang sistem ABC.
Analisis Permasalahan
 Dimulai ketika Andrew Cha memutuskan untuk tidak mengikuti trend yang sedang
terjadi dalam industrinya, dimana dengan adanya teknologi desktop publishing
mengubah industri secara signifikan.
 Cha perlu menerapkan quality control yang ketat sehingga rework cost dapat
diminimumkan.
 Perlu menggunakan mesin atau peralatan yang menghasilkan kualitas yang bagus dan
juga dapat menekan harga sehingga Cha dapat lebih kompetitif.

Pertanyaan
 Apakah sistem atau perhitungan yang digunakan sudah tepat?
 Colorscope bersikukuh dengan proses bisnisnya, mengabaikan tren bisnis, dengan tetap
membuat pesanan klien yang memiliki margin yang besar (high-margin client) dan
harga yang relatif lebih mahal. Disrupsi teknologi dan industri mengakibatkan
terjadinya pergeseran yang signifikan yang mempengaruhi harga. (Exhibit 1)
Colorscope terlalu focus pada pre-press production (Exhibit 2). Colorscope memiliki
pesaing dengan basis pelanggan yang luas (Exhibit 3).
 Colorscope, Inc. menggunakan teknologi yang kurang canggih dan sudah ketinggalan
zaman waktu itu. Perkembangan teknologi yang pesat berdampak kepada
keberlangsungan perusahaan dalam menghadapi persaingan global. Melakukan strategi
harga yang efektif dengan membebankan biaya kepada customer, yaitu job order
costing.
 Awalnya, penggunaan job order costing berjalan dengan baik. Namun, masalah mulai
terjadi saat perusahaan menolak untuk mengikuti trend. Perusahaan kalah bersaing,
karena kegiatan operasionalnya kurang efisien. Hal tersebut menyebabkan Colorscope
tidak dapat bersaing dari sisi harga. Colorscope harus bersaing dengan beberapa
kompetitor yang memiliki produk dengan kualitas yang hampir setara, namun dijual
dengan harga yang relative lebih murah. Dengan mengikuti trend, semestinya
Colorscope dapat lebih kompetitif terutama dari sisi harga. Mengutamakan kepercayaan
dan kualitas bukanlah suatu hal yang salah, tapi perlu memperhatikan sisi biaya juga.
Permasalahan juga terjadi pada rework yang seharusnya dikenakan biaya tambahan
(charge) jika customer menginginkan adanya perubahan. Sehingga customer dapat
lebih aware dalam melakukan order, hal tersebut dapat meminimalkan rework cost.
Dengan mengikuti trend, maka order akan semakin banyak didapatkan dan memerlukan
sistem perhitungan biaya yang lebih sesuai. Maka, menurut kami kurang tepat jika
Colorscope menggunakan job order costing di tengah perkembangan trend yang terjadi
dalam industrinya.
 Adakah usulan perubahan terhadap sistem atau perhitungan?
 Penggunaan Activity Based Costing (ABC) pada proses produksinya lebih tepat,
dengan menghitung biaya berdasarkan aktivitas operasional selama proses produksi,
yang dimulai dari saat pemesanan, scanning, assembly, yang diakhiri dengan
finishing serta Quality Control sebelum diberikan kepada pelanggan, sehingga
perusahaan dapat melacak biaya yang dikeluarkan secara terperinci pada setiap proses
agar penentuan harga dilakukan dengan lebih akurat.
 Apakah implikasi manajerial atas usulan perubahan sistem atau perhitungan tersebut?
 ABC dapat menggambarkan seluruh proses produksi per aktivitas serta biaya yang
dibutuhkan secara terperinci. Penggunaan ABC akan meningkatkan efisiensi, karena
dapat mengurangi kemungkinan terjadinya rework yang diakibatkan oleh kesalahan
produksi.
 Colorscope dapat lebih kompetitif dibandingkan dengan para kompetitornya dari sisi
harga produk.
 Harga dasar dari masing-masing produk yang dipesan sesuai dengan spesifikasi yang
diminta oleh pelanggan.
 Penggunaan ABC dapat mendukung perbaikan yang berkesinambungan, seperti:
pembelian mesin baru, pelatihan kepada tenaga kerja, dan lain-lain.
 ABC juga dapat mengeliminasi biaya-biaya yang kurang relevan dalam proses
produksinya.

Daftar Pustaka
 Robert S. Kaplan and Robin Cooper (1999). The   Design   of   Cost   Management

nd 
Systems; Text and Cases, 2 edition, Prentice-Hall.
 Anthony A. Atkinson, Robert S. Kaplan , Ella Mae Matsumura, S. Mark Young

(2012). Management   Accounting:   Information   for   Decision   Making   and   Strategy

th 
Execution, 6 edition. Pearson