Anda di halaman 1dari 2

RANTAI DINGIN IMUNISASI

Nomor :
Terbit ke :
No.Revisi :
Dinas kesehatan SOP Tgl.Diberlaku : UPTD
Kab. Buton Halaman : Puskesmas
Selatan Sampolawa

Ditetapkan Kepala UPTD


Zulkifli Ilimi, SKM
Puskesmas Sampolawa
NIP.19800915 200804 1 001

A. Pengertian Yang dimaksud dengan peralatan rantai vaksin adalah seluruh peralatan
yang dipergunakan dalam pengelolaan vaksin sesuai dengan prosedur untuk
menjaga vaksin pada suhu yang telah ditetapkan.
B. Tujuan Vaksin tetap terjaga potensinya sampai batas maksimum kadaluwarsa
C. Kebijakan UU Kesehatan No. 36 Tahun 2009
D. Referensi 1. Gerakan akselerasi Imunisasi Nasional Universal Child Immunization
2010-2014 ( GAIN UCI 2010-1014)
2. Pedoman Teknis Imunisasi Tingkat Puskesmas , Dirktorat Jendral PP & PL
Departemen Kesehatan RI Tahun 2005
3. Pedoman Teknis pengelolaan Vaksin dan Rantai Vaksin Tahun 2005
4. Petunjuk Teknis Introduksi Inactivated Polio Vaccine (IPV) ,oleh
Kementerian Kesehatan Tahun 2016
E. Prosedur/ 1. Persiapan di Puskesmas
Langkah- 1.1. Permintaan/Pengambilan Vaksin dari Puskesmas ke Dinkes dan
langkah menggunakan peralatan rantai dingin yang sudah ditemtukan (cold
box/vaccine carrier)
1.2. Jenis peralatan pembawa vaksin disesuaikan dengan jumlah vaksin
yang diambil.
1.3. Alat pembawa vaksin yang sudah terisi vaksin, selama perjalanan dari
Dinkes ke Puskesmas tidak boleh terkena sinar matahari langsung.

2. Pelaksanaan
2.1. Semua vaksin disimpan pada suhu 2-80C
2.2. Bagian bawah lemari Es diletakkan kotak dingin cair (cool pack)
sebagai penahan dingin dan kestabilan suhu.
2.3. Penempatan vaksin HS/Sensitif panas (BCG,Campak,Polio) diletakkan
dekat evaporator
2.4. Vaksin IPV sensitive terhadap pembekuan,jadi tidak boleh di bekukan
atau ditempatkan dalam penyimpanan yang menggunakan kotak
dingin beku (ice packs ).Vaksin IPV juga sensitive panas,vaksin IPV
akan kehilangan potensi jika terpapar suhu tinggi.Vaccine Vial Monitor
(VVM) pada IPV mengindikasikan apakah vaksin telah terpapar suhu
tinggi dan apakah vaksin sudah rusak.
2.5. Penempatan vaksin FS/Sensitif beku (DPT,TT,HB) diletakkan agak
jauh dari evaporator
2.6. Beri jarak antara kotak vaksin minimal 1-2 cm atau satu jari tangan,
agar terjadi sirkulasi udara yang baik.
2.7. Letakkan satu buah thermometer muller dibagian tengah lemari Es
dan letakkan 1 buah freeze tag diantara vaksin hepatitis B atau DPT.
2.8. Vaksin selalu disimpan dalam kotak kemasan agar tidak terkena sinar
matahari/ultraviolet
2.9. Pelarut vaksin campak dan BCG disimpan pada suhu kamar.

G. Unit Puskesmas
Terkait
H. Rekaman Historis:
No Halaman Yang dirubah Perubahan Diberlakukan Tgl.

Anda mungkin juga menyukai