Anda di halaman 1dari 48

KESEIMBANGAN

ASAM – BASA
Oleh :
HIPERCCI JAWA TENGAH

Pelatihan Dasar Ventilasi Mekanik


Semarang, 7-9 April 2017
MATERI
Teknik
interpretasi
Asam-basa

Keseimbangan
asam-basa
Korelasi
hasil AGD Studi kasus
Pada setting
Ventilator
OKSIGENASI

BGA VENTILASI

ASAM-BASA pH
pCO2
HCO3
BE
(Using ABG in Respiratory Acid Base Disorder, Oxygenation and
Mechanical Ventilation Care, 2010) 3
• Nilai PaO2, SaO2, dan P/F ratio dari hasil AGD
merupakan parameter yang berkaitan dengan
fungsi oksigenasi.
• P/F ratio dihitung dengan membagi nilai PaO2
dengan nilai FiO2 (%)
Normal > 300
ALI : 200-300
ARDS : < 200
Nilai Normal BGA

pH 7,35-7,45
PO2 80-100 mmHg
Saturasi > 95 %
PCO2 35-45 mmHg
HCO3 22-26 mEq/L
BE -2 - +2
KESEIMBANGAN ASAM BASA
TUBUH
• Keseimbangan asam basa adalah homeostasis dari
kadar ion hidrogen dalam tubuh
• Kadar normal ion hidrogen (H) arteri adalah: pH =
7,4 (7,35 – 7,45)
• Asidosis = asidemia → kadar pH darah <7,35
• Alkalemia = alkalosis → kadar pH darah >7,45
• Kadar pH darah <6,8 atau >7,8 tidak dapat diatasi
oleh tubuh
pH normal 7.40 (7.35 – 7.45)

(Using ABG in Respiratory Acid Base Disorder, Oxygenation and


Mechanical Ventilation Care, 2010) 7
Pembentukan ion H

Ion H secara normal dan kontinyu akan ditambahkan


ke cairan tubuh dari 3 sumber, yaitu ;
1. Pembentukan asam karbonat dan sebagian akan
berdisosiasi menjadi ion H dan bikarbonat
2. Katabolisme zat organik
3. Disosiasi asam organic pada metabolisme
intermedia, misalnya pada metabolisme lemak
terbentuk asam lemak dan asam laktat, sebagian
asam ini akan berdisosiasi melepaskan ion H
Pengontrolan konsentrasi
ion H
Bila terjadi perubahan konsentrasi ion H maka tubuh berusaha
mempertahankan ion H seperti nilai semula dengan cara:
1. Mengaktifkan sistem dapar/ buffer kimia
▪ Mencegah perubahan ion Hidrogen secara berlebihan
▪ Dapat bekerja beberapa detik untuk mencegah perubahan ion
Hidrogen
2. Mekanisme pengontrolan pH oleh sistem pernapasan
▪ Mengatur perlepasan gas CO2 melalui pernafasan
▪ Mengatur H2CO3 dalam tubuh
▪ Memerlukan waktu beberapa menit Jika (H+) berubah, pusat
pernapasan segera terangsang untuk mengubah kecepatan
pengeluaran gas CO2 dari cairan tubuh, sehingga (H+) kembali
normal ,memerlukan waktu 3 sampai 12 menit
3. Mekanisme pengontrolan pH oleh sistem perkemihan
▪ Mengatur kelebihan asam atau basa
▪ Bekerja beberapa jam sampai beberapa hari
Sistem buffer dan fungsinya
dalam tubuh
1. Buffer Bikarbonat (H2CO3)
Terdiri dari campuran H2CO3 dan NaHCO3 Kelebihan H+ di ikat
oleh HCO3-
H+ + HCO3- H2CO3
Buffer ini terdapat dalam semua cairan tubuh berperan penting dalam menunjang
keseimbangan asam – basa

2. Buffer Protein
Sangat penting untuk menetralkan kelebihan asam karbonat
dalam plasma
Protein + H+ H- Protein
3. Buffer Phosfat
Terdiri dari binatrium dan mononatrium fosfat (Na2HPO4 dan NaH2PO4 ).
Sangat penting untuk sel darah merah dan ginjal

H3PO4= + H+ H3PO4-

4. Buffer Hemoglobin
Sangat penting untuk menetralkan kelebihan H2CO3 dalam eritrosit

CO2 + H2O H2CO3

H2CO3 + Hb HCO3- + H+HbO

H2CO3 + HbO2 HCO3- + H+HbO


PENILAIAN KESEIMBANGAN
ASAM BASA

Hendersen- STEWART
Hasselbalch

13
Hendersen-Hasselbalch

[HCO -] HCO3
Normal
GINJAL
BASA
3
pH = 6.1 + log Kompensasi

Normal PARU
pCO2
ASAM CO2
RANGKUMAN GANGGUAN
KESEIMBANGAN ASAM BASA Hendersen-
Hasselbalch

DISORDER pH PRIMER RESPON


KOMPENSASI
ASIDOSIS  HCO3-  pCO2 
METABOLIK
ALKALOSIS  HCO3-  pCO2 
METABOLIK
ASIDOSIS  pCO2  HCO3- 
RESPIRATORI
ALKALOSIS  pCO2  HCO3- 
RESPIRATORI
PENILAIAN ASAM BASA
HENDERSEN-HASSELBACH
ALKALOSIS

pCO2 HOMEOSTASIS HCO3

7.35-7.45
ASIDOSIS
ASIDOSIS RESPIRATORIK
pCO2 berbanding terbalik terhadap pH

KOMPENSASI
ALKALOSIS

7.35-7.45
ASIDOSIS
• Asidosis respiratorik, disebabkan oleh retensi
CO2 akibat hipoventilasi. Pembentukan
H2CO3 meningkat, dan disosiasi asam ini akan
meningkatkan konsentrasi ion H.
• Penyebab : pengaruh obat (narkotik, sedative,
anestesi), gangguan otot pernapasan e.c
cidera spinal, gangguan pada paru (atelektasis,
pneumonia, pneumothorax, oedema pulmo,
emboli paru), nyeri, trauma thorax, distensi
abdomen)
Gambaran klinis

• Baik asidosis respiratorik akut maupun kronis


selalu disertai oleh hipoksemia sehingga
hipoksemia bertanggung jawab atas banyak
tanda-tanda klinis akibat retensi CO2.
• Kadar PCO2 lebih dari 60 mmHg → somnolen,
kekacauan mental, stupor, dan akhirnya koma.
• PCO2 tinggi → sindroma metabolik otak :
asteriksis (flapping tremor) dan mioklonus
(kedutan otot)
• Retensi CO2 menyebabkan vasodilatasi
pembuluh darah otak , meningkatkan ICP
• Pada keadaan obstruksi jalan nafas akut
gambaran klinisyang mendominasi adalah gejala
penekanan pernafasan yang berkaitan dengan
hipoksemia.
• Pada asidosis respiratorik kronis, dapat timbul
gejala jika PCO2 > 60mmHg
• Kompensasi asidosis respiratorik kronis dapat
terjadi polisitemia kompensatorik (Hb 16-22 g/l)
Intervensi

• Atasi penyebab (core problem)


• Tujuan penatalaksanaan adalah memulihkan ventilasi
efektif secepatnya dengan terapi O2 dan mengatasi
penyebab yang mendasarinya
• Jika pasien tidak stabil pertimbangkan untuk pemasangan
ventilator mekanik
• Jika pasien sudah terpasang ventilator mekanik,
tingkatkan ventilasi pasien dengan meningkatkan RR,
atau tidal volume
• Tujuan penanganan menurunkan PaCO2 tapi tidak
sampai normal 21
ALKALOSIS RESPIRATORIK
pCO2 berbanding terbalik terhadap pH
ALKALOSIS

KOMPENSASI

7.35-7.45
ASIDOSIS
Alkalosis Respiratorik

• Alkalosis respiratorik, disebabkan oleh kehilangan


CO2 yang berlebihan akibat hiperventilasi.
• Pembentukan H2CO3 menurun sehingga
pembentukan ion H menurun.
• Penyebab : oedema cerebri, brain injury, CVA,
infeksi pada CNS, penyakit paru, anemia, FiO2
rendah, pneumonia, pneumothorax, efusi pleura,
emboli paru, oedema paru, sepsis, kesalahan
setting ventilator, dll.
Intervensi

• Atasi penyebab utama


• Koreksi hipoksia, pasang ventilator mekanik
untuk menurunkan RR pasien dan untuk
menurunkan tidal volume.

(Using ABG in Respiratory Acid Base Disorder, Oxygenation and Mechanical


Ventilation Care, 2010)
ALKALOSIS
ASIDOSIS METABOLIK

KOMPENSASI

7.35-7.45
ASIDOSIS
Asidosis Metabolik

• Asidosis metabolik, asidosis yang bukan


disebabkan oleh gangguan ventilasi paru.
• Penyebabnya adalah penurunan kadar
bikarbonat sehingga kadar ion H meningkat
seperti pada kasus diare akut, diabetes
mellitus, olahraga yang terlalu berat, dan
asidosis uremia akibat gagal ginjal.
Penanganan

Penanganan langsung ditujukan untuk


memperbaiki faktor penyebabnya.
ALKALOSIS METABOLIK

KOMPENSASI
ALKALOSIS

7.35-7.45
ASIDOSIS
Alkalosis Metabolik

• Alkalosis metabolik, terjadi penurunan kadar


ion H dalam plasma karena defisiensi asam
non-karbonat.
• Akibatnya konsentrasi bikarbonat meningkat.
• Hal ini terjadi karena kehilangan ion H karena
muntah-muntah dan minum obat-obat alkalis.
• Hilangnya ion H akan menyebabkan
berkurangnya kemampuan untuk menetralisir
bikarbonat, sehingga kadar bikarbonat plasma
meningkat.
Penatalaksanaan

• Alkalosis metabolik responsif klorida ringan


dapat dikoreksi dengan mengganti cairan ECF
dengan larutan salin isotonis ditambah
dengan KCL.
• Alkalosis metabolik resisten klorida dikoreksi
dengan mengobati penyakit dasarnya.
• KCL juga bermanfaat untuk mengobati dan
mencegah terjadinya alkalosis dan
hipokalemia.
Mengenal Asam Basa Stewart
pH atau [H+] DALAM PLASMA
DITENTUKAN OLEH

DUA VARIABEL

VARIABEL DEPENDENT
INDEPENDEN VARIABLES

Stewart PA. Can J Physiol Pharmacol 61:1444-1461, 1983.


INDEPENDENT VARIABLES DEPENDENT VARIABLES

Strong Ions
Difference

pCO2
pH

Protein
Concentration
KLASIFIKASI

ASIDOSIS ALKALOSIS
I. Respiratori  PCO2  PCO2

II. Nonrespiratori (metabolik)

1. Gangguan pd SID

a. Kelebihan / kekurangan air  [Na+],  SID  [Na+],  SID


b. Ketidakseimbangan anion
kuat:
i. Kelebihan / kekurangan Cl-  [Cl-],  SID  [Cl-],  SID

ii. Ada anion tak terukur  [UA-],  SID

2. Gangguan pd asam lemah

i. Kadar albumin  [Alb]  [Alb]

ii. Kadar posphate  [Pi]  [Pi]

Fencl V, Jabor A, Kazda A, Figge J. Diagnosis of metabolic acid-base disturbances in


critically ill patients. Am J Respir Crit Care Med 2000 Dec;162(6):2246-51
RESPIRASI METABOLIK

Abnormal Abnormal Abnormal


pCO2 SID Weak acid

Alb PO4-
AIR  Anion kuat

Cl- UA-

Alkalosis Turun kekurangan Hipo Turun

Asidosis Meningkat kelebihan Hiper Positif meningkat

Fencl V, Am J Respir Crit Care Med 2000 Dec;162(6):2246-51


Case Study….!!!
Langkah
No Uraian
Interpretasi

Wanita 44 th masuk ICU dari IGD dengan HT Emergensi , T:


196/122 HR 110-115 x/mnt RR 40-45 x/mnt
1 Background
SpO2: 95-100% dengan O2 10 lpm airviva (BVM), pasien sudah
terpasang ETT

Parameter Nilai Harga Normal Analisis


pH 7,33 7,35-7,45
PCO2 32.0 35-45
PaO2 147.0
SaO2 99%
2 Hasil AGD
HCO3 17.2 22-26
BE -7.9 -2 s.d +2
AaDO2 524.9 < 65
FiO2 0.99
PO2/FiO2 > 300
Langkah
No Uraian
Interpretasi

Thorax: kardiomegali suspect LVH dn RAH, gambaran edema


3
pulmonum, efusi pleura dupleks

Parameter Nilai Harga Normal Analisis

Hasil Uric Acid 10 mg/dL 2.0-7.0


Pemeriksaan
Calcium 8.8 mg/dL 8.8-10.0
Lain
Kalium 140.7 mmol/L 135.0-147.0

Chlorida 107.7 mmol/L 95-105.0

Magnesium 2.1 mg/dL 1.8-3.0

4 Kesimpulan …………………………………………………………………….

5 Rekomendasi ……………………………………………………………………….
39
Langkah
No Uraian
Interpretasi

Wanita 44 th masuk ICU dari IGD dengan HT Emergensi , T:


196/122 HR 110-115 x/mnt RR 40-45 x/mnt
1 Background
SpO2: 95-100% dengan O2 10 lpm airviva (BVM), pasien
sudah terpasang ET

Parameter Nilai Harga Normal Analisis


pH 7,33 7,35-7,45 ↓
PCO2 32.0 35-45 ↓
PaO2 147.0
SaO2 99%
2 Hasil AGD
HCO3 17.2 22-26 ↓
BE -7.9 -2 s.d +2 ↓
AaDO2 524.9 < 65 ↑ ggn difusi
FiO2 0.99
PO2/FiO2 147/0.99=148 > 300 ↓ ggl difusi
Langkah
No Uraian
Interpretasi
Thorax: kardiomegali suspect LVH dn RAH, gambaran edema
3
pulmonum, efusi pleura dupleks
Parameter Nilai Harga Normal Analisis
Uric Acid 10 mg/dL 2.0-7.0 ↑

Hasil Calcium 8.8 mg/dL 8.8-10.0 N


Pemeriksaan Kalium 3,39 mmol/L 3,5-5.0 ↓
Lain
Natrium 140.7 mmol/L 135.0-147.0 N

Chlorida 107.7 mmol/L 95-105.0 ↑

Magnesium 2.1 mg/dL 1.8-3.0 N


140.7-
SID 40-42 ↓
107.7=33
Asidosis metabolik, Gangguan Oksigenasi/Gangguan
4 Kesimpulan
pertukaran gas, ketidakseimbangan anion
Perbaiki masalah dasar : vasodilator, antihipertensi, furosemid,
5 Rekomendasi cek fungsi ginjal
Langkah
No Uraian
Interpretasi
Laki-laki 79 th. Keluhan utama sesak nafas, sejak 2 hr SMRS,
memberat sekitar ½ jam SMRS, keringat dingin, RBh +/+ basal
Ada riwayat HT, pemakaian obat dan kontrol tidak teratur
1 Background Data di IGD : S: 36.8oC, TD 222/120 mmHg, N: 134x/mnt, RR:
31x/mnt SpO2 95% GDS 198 mg%. Saat tiba di ICU pasien
sudah dipasang ETT, O2 melalui air viva/ambubag 10 lpm, TD
92/32 S:35oC. Foto Thorax belum ada
Parameter Nilai Harga Normal Analisis
pH 7,06 7,35-7,45
PCO2 86.0 35-45
PaO2 90.0
SaO2 92 %
2 Hasil AGD
HCO3 24.5 22-26
BE -6.9 -2 s.d +2
AaDO2 526,3 <65
PO2/FiO2 ………… >300
Langkah
No Uraian
Interpretasi

Thorax: kardiomegali suspect LVH dn RAH, gambaran edema


3
pulmonum, efusi pleura dupleks

Hasil Parameter Nilai Harga Normal Analisis


Pemeriksaan
Lain
Natrium
BELUM
Cloride
DIPERIKSA
Albumin
4 Kesimpulan …………………………………………………………………….

5 Rekomendasi ……………………………………………………………………….
Langkah
No Uraian
Interpretasi
Laki-laki 79 th. Keluhan utama sesak nafas, sejak 2 hr SMRS,
memberat sekitar ½ jam SMRS, keringat dingin, RBh +/+ basal
Ada riwayat HT, pemakaian obat dan kontrol tidak teratur
1 Background Data di IGD : S: 36.8oC, TD 222/120 mmHg, N: 134x/mnt, RR:
31x/mnt SpO2 95% GDS 198 mg%. Saat tiba di ICU pasien
sudah dipasang ETT, O2 melalui air viva/ambubag 10 lpm, TD
92/32 S:35oC. Foto Thorax belum ada
Parameter Nilai Harga Normal Analisis
pH 7,06 7,35-7,45 ↓
PCO2 86.0 35-45 ↑
PaO2 90.0
SaO2 92 %
2 Hasil AGD
HCO3 24.5 22-26
BE -6.9 -2 s.d +2 ↓
AaDO2 526,3 <65 ↑
PO2/FiO2 ………… >300 ↓
Langkah
No Uraian
Interpretasi

Thorax: kardiomegali suspect LVH dn RAH, gambaran edema


3 pulmonum, efusi pleura dupleks

Parameter Nilai Harga Normal Analisis


Hasil
Pemeriksaan
Natrium
Lain
Cloride
BELUM
DIPERIKSA
Albumin

4 Kesimpulan Asidosis respiratorik terkompensasi sebagian , dengan ARDS


kolaborasi perbaikan sistim sirkulasi untuk menurunkan TD dan
HR menggunakan vasodilator, anti hipertensi
Untuk mengatasi masalah gangguan pertukaran gas:
5 Rekomendasi
kolaborasi penggunaan ventilator : berikan bantuan PS dan
FIO2, misalnya: Mode PSIMV, RR 8-10 x/mnt, PS 10-12, PEEP 5,
FiO2 50%