Anda di halaman 1dari 4

 Segitiga Api

1. Oksigen
Dibutuhkan paling tidak 15% volume oksigen dalam udara agar terjadi pembakaran.
2. Panas
Sumber panas diperkulan untuk mencapai suhu penyalaan sehingga mendukung
terjadinya pembakaran. Sumber panas: matahasi, gesekan, energi listrik, gas yg
dikompresi.
3. Bahan bakar
Bahan bakar adalah semua benda yang dapat mendukung terjadinya pembakaran.
Padat: kayu bakar, kertas, plastik, daun kering, batu bara
Cair : minyak tanah, bensin, alkohol, spirtus
Gas : gas alam, karbon monoksida, butan.

 SMK3 - adalah bagian dari sistem manajemen secara keseluruhan yang meliputi struktur
perencanaan, tanggung jawab, pelaksanaan, prosedur proses, dan sumber daya yang
dibutuhkan bagi pengembangan pencapaian, pengkajian, dan pemeliharaan kebijakan
keselamatan dan kesehatan kerja dalam rangka pengendalian risiko yang berkaitan
dengan kegiatan kerja guna terciptanya tempat kerja yang aman.
 Latar belakang kebijakan SMK3:
1. Masalah K3 masih belum menjadi prioritas program
2. Tidak ada yang mengangkat masalah K3 menjadi issue nasional baik secara politis
maupun sosial
3. Masalah kecelakaan kerja masih dilihat dari aspek ekonomi, dan tidak pernah dilihat
dari pendekatan moral
4. Tenaga kerja masih ditempatkan sebagai faktor produksi dalam perusahaan, belum
dirtempatkan sebagai mitra usaha
5. Alokasi anggaran perusahaan untuk masalah K3 relatif kecil

 Faktor-faktor yang mempengaruhi kesehatan tenaga kerja:


1. Beban kerja
 Fisik, jam kerja, lembur, dsb.
 Mental, deadline pekerjaan, dsb.
2. Lingkungan kerja
 Fisik, dekat dg panel listrik
 Kimia, di lab kimia
 Psikologi, karyawan yg tidak saling sapa

3. Kapasitas kerja
 Keterampilan, pendidikan sd-smp-sma, sertifikasi, dsb
 Kesegaran jasmani/rohani
 Status kesehatan/gizi
 Usia
 Jenis kelamin
 Ukuran tubuh

 Tahap kebakaran:
1. Tahap penyalaan.
Tahap ini ditandai dengan munculnya api dalam ruangan. Proses timbulnya api
dalam ruangan ini disebabkan oleh adanya energi panas yang mengenai material
yang dapat terbakar dalam ruang
2. Tahap pertumbuhan
Api mulai berkembang sebagai fungsi dari bahan bakar. Api akan terus menyala
ketika udara dan bahan bakar masih cukup untuk menyuplai pembakaran.
3. Tahap Flashover
Masa transisi antara tahap pertumbuhan dengan tahap pembakaran penuh.
4. Tahap pembakaran penuh
Pada tahap ini kalor yang dilepaskan adalah yang paling besar karena kebakaran
terjadi di seluruh ruangan.
5. Tahap surut
Tahap surut tercapai bila material terbakar sudah habis dan temperatur ruangan
berangsur turun.

 Fenomena gunung es adalah biaya kerugian akibat kecelakaan kerja yang membengkak.
Di depan terlihat kerugian hanya pada kerusakan alat tersebut dan pengobatan/perawatan
korban. Namun, di belakangnya terdapat biaya-biaya yang harus dibayar juga seperti,
keterlambatan dan gangguan produksi, sewa peralatan, waktu penyelidikan, biaya legal
hukum, ekstra waktu untuk kerja administrasi, upah lembur, hilangnya bisnis dan nama
baik, dlsb.

 Tipe Kecelakaan
1. Terbentur
2. Terpukul
3. Tertangkap pada
4. Jatuh pada ketinggian yang sama
5. Jatuh pada ketinggian yang berbeda
6. Tergelincir
7. Terpapar
8. Terhisap
9. Tersetrum
10. Tertabrak

 Kondisi Berbahaya
1. Pengamanan yang tidak sempurna
2. Peralatan yang tidak seharusnya
3. Kecacatan
4. Prosedur yang tidak aman
5. Penerangan yang tidak memadai
6. Iklim yang tidak aman
7. Tekanan udara yang tidak aman
8. Getaran yang berbahaya
9. Pakaian, kelengkapan yang tidak aman
10. Kejadian berbahaya lainnya
 Tindakan Berbahaya
1. Melakukan pekerjaan tanpa wewenang
2. Bekerja dengan kecepatan yang berbahaya
3. Membuat alat pengaman tidak berfungsi
4. Memakai peralatan yang tidak aman
5. Melakuakan proses yang tidak aman
6. Posisi atau sikap tubuh yang tidak aman
7. Bekerja pada objek berputar atau berbahaya
8. Mengalihkan perhatian, mengganggu, berkelakar
9. Tidak menggunakan APD.
10. Dll
 Tujuan dari sistem pentanahan adalah menciptakan jalur yang low impedance
(tahanan rendah) terhadap permukaan bumi untuk gelombang listrik dan transcient
voltage (sentakan listrik).