Anda di halaman 1dari 2

HUKUM TAJWID SURAH YUNUS AYAT 40-41

Penjelasan secara teprinci dari nomor dalam Surat Yunus ayat 40 dan 41 di atas ialah :

1. Idzhar sebab huruf nun berharakat fathah tanwin bertemu huruf ha. Dibaca jelas tidak
berdengung sama sekali.
2. Idgham mislain karena huruf mim bersukun bertemu huruf mim. Dibaca masuk dengan
dengung dan ditahan sampai 3 harakat.
3. Idgham bighunnah karena huruf nun sukun bertemu huruf ya. Dibaca masuk dengan
dengung dan ditahan sampai 3 harakat.
4. Mad shilah qashirah sebab huruf ha (kata ganti) bertemu dengan huruf selain hamzah.
Cara membacanya panjang 2 harakat.
5. Idzhar sebab huruf nun berharakat fathah tanwin bertemu huruf ha. Dibaca jelas tidak
berdengung sama sekali.
6. Idgham mislain karena huruf mim bersukun bertemu huruf mim. Dibaca masuk dengan
dengung dan ditahan sampai 3 harakat.
7. Idgham bilaghunnah karena huruf nun sukun bertemu huruf lam tasydid. Dibaca lebur
tanpa dengung. Bunyi tanwin hilang.
8. Mad asli atau mad thobi’i karena huruf lam berharakat fathah bertemu alif dan setelahnya
tidak bertemu hamzah, sukun, waqaf, dan tasydid. Cara membacanya panjang 2 harakat.
9. Mad arid lissukun karena huruf mad jatuh sebelum huruf yang diwaqaf. Cara
membacanya panjang 2 sampai 6 harakat.
10. Ikhfa karena huruf lam berharakat kasrah tanwin bertemu huruf kaf. Cara membacanya
samar dengan dengung dan ditahan selama 3 harakat. Cara pengucapan seperti bunyi
"ng".
11. Mad asli atau mad thobi’i karena huruf ba berharakat dhamah bertemu wau sukun dan
setelahnya tidak bertemu hamzah, sukun, waqaf, dan tasydid. Cara membacanya panjang
2 harakat.
12. Idgham mutamatsilain karena huruf lam bersukun bertemu huruf lam kasrah.
13. Mad asli atau mad thobi’i karena huruf lam berharakat kasrah bertemu ya sukun dan
setelahnya tidak bertemu hamzah, sukun, waqaf, dan tasydid. Cara membacanya panjang
2 harakat.
14. Mad asli atau mad thobi’i karena huruf lam berharakat kasrah bertemu ya sukun dan
setelahnya tidak bertemu hamzah, sukun, waqaf, dan tasydid. Cara membacanya panjang
2 harakat.
15. Idzhar syafawi karena huruf mim sukun bertemu dengan huruf 'ain. Cara membacanya
dengan jelas.
16. Ikhfa karena huruf nun sukun bertemu huruf ta. Cara membacanya samar dengan
dengung dan ditahan selama 3 harakat.
17. Ikhfa syafawi sebab huruf mim sukun bertemu huruf ba'. Dibaca samar dengan dengung
dan ditahan selama 3 harakat.
18. Mad wajib muttashil alasannya karena huruf mad bertemu hamzah dalam satu kata.
Dibaca panjang 4 atau 5 harakat. Huruf alif bila berharakat adalah hamzah. Huruf alif
sebenarnya sebagai mad atau pemanjang fathah.
19. Mad badal karena huruf mad bertemu hamzah dalam satu kata akan tetapi posisi hamzah
lebih dahulu dari huruf mad. Cara membacanya panjang 2 harakat.
20. Mad jaiz munfasil alasannya karena huruf mad bertemu hamzah di lain kata. Dibaca
panjang 2/ 4 atau 5 harakat.
21. Shifrul Mustathil merupakan tanda bulatan lonjong tegak di atas huruf. Maka huruf
tesebut dibaca panjang bila waqaf dan tidak dibaca panjang ketika washal. Maka bila
teman-teman membacanya tidak berhenti pada huruf tersebut maka nun dibaca pendek.
22. Mad wajib muttashil alasannya karena huruf mad bertemu hamzah dalam satu kata.
Dibaca panjang 4 atau 5 harakat.
23. Idgham bighunnah karena huruf hamzah berharakat dhamah tanwin bertemu huruf mim.
Dibaca masuk dengan dengung dan ditahan sampai 3 harakat.
24. Ada dua hukum di sini. Pertama, ghunnah karena mim bertanda tasydid dan cara
membacanya dengan dengung serta ditahan 3 harakat. Kedua, mad asli atau mad thobi’i
karena huruf mim berharakat fathah bertemu alif dan setelahnya tidak bertemu hamzah,
sukun, waqaf, dan tasydid. Cara membacanya panjang 2 harakat.
25. Mad arid lissukun karena huruf mad jatuh sebelum huruf yang diwaqaf. Cara
membacanya panjang 2 sampai 6 harakat.