Anda di halaman 1dari 29

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN DISCOVERY LEARNING

UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR PESERTA DIDIK DALAM PROSES


PEMBELAJARAN YANG BERORIENTASI HIGHER ORDER THINGKING SKILL (HOTS)
PADA MATA PELAJARAN ILMU PENGETAHUAN SOSIAL KELAS VII C
SMP NEGERI 1 CAPKALA

BEST PRACTICE GURU


DALAM TUGAS PKP

OLEH:
RATNAWATI, S.Pd

SEKOLAH MENEGAH PERTAMA NEGERI 1 CAPKALA


KECAMATAN CAPKALA KABUPATEN BENGKAYANG
PROVINSI KALIMANTAN BARAT
TAHUN 2019
LEMBAR PENGESAHAN

Karya tulis dalam bentuk Best Practice dengan judul:

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN DISCOVERY LEARNING


UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR PESERTA DIDIK DALAM
PROSES PEMBELAJARAN YANG BERORIENTASI HIGHER ORDER
THINGKING SKILL (HOTS) PADA KELAS VII C SMP NEGERI 1
CAPKALA

Nama Peneliti : Ratnawati, S.Pd


Tempat Pelaksanaan : SMP NEGERI 1 CAPKALA
Tanggal Pelaksanaan : 19 Oktober 2019 – 25 Oktober 2019

Capkala, 25 Oktober 2019

Mengetahui/ Mengesahkan:
Kepala Sekolah Penulis

VICTOR, S.Pd RATNAWATI, S.Pd


NIP. 198106192009031003

i
BIODATA PENULIS

Nama : RATNAWATI,S.Pd
Tempat /Tgl lahir : Setanduk, 16 Januari 1991
Jenis Kelamin : Perempuan
Golongan Darah :O
Alamat : Jalan Raya Capkala
RT/RW : 011/006
Desa : Capkala
Kecamatan : Capkala
Kabupaten : Bengkayang
Agama : Kristen
Status Perkawinan : Menikah
Kewarganegaraan : WNI
Riwayat Pendidikan :
SD : SDN 16 Setanduk
SMP : SMPN 1 Capkala
SMA : SMAN 1 Capkala
Perguruan Tinggi : Fakultas Geografi Universitas Kanjuruhan Malang

ii
KATA PENGANTAR

Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Kuasa, Yang telah memberikan
rahmat dan hidayahNya kepada kita semua sehingga penyusunan dan pelaksanaan
Best Practice ini dapat terselesaikan sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan. Best
Practice merupakan laporan uraian hasil pengalaman nyata seorang guru dalam
memecahkan masalah yang dijumpai sesuai dengan tujuan pembelajaran dan
memiliki nilai bermanfaat baik secara langsung maupun untuk guru itu sendiri atau
tidak langsung meliputi (peserta didik, masyarakat, rekan sejawat lainnya). Best
Practice juga berisi cara pembaharuan atau berinovasi untuk meningkatkan sebuah
pembelajaran di lingkungan sekolah bagi guru itu sendiri.
Dalam penyusunan Best Practice sebagai tugas dari kegiatan Diklat
Peningkatan Kinerja Berkelanjutan (PKB) melalui Peningkatan Kompetensi
Pembelajaran (PKP) berbasis zonasi. Penyusunan Best Practice ini dapat
terselesaikan tentunya tidak terlepas adanya bantuan dari berbagai pihak, rekan-rekan
guru mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) yang tergabung dalam MGMP
Sub Rayon 04 Sungai Raya. Untuk itu, penulis mengucapkan terimakasih yang
sebesar-besarnya atas bimbingan Guru Inti selama melakukan pendampingan
kegiatan serta rekan-rekan yang telah membantu dalam penyusunan Best Practice ini.
Penulis menyadari bahwa penyusunan Best Practice ini masih terdapat banyak
kekurangan dan kelemahan di dalamnya. Sehingga saran dan kritikan dapat
menjadikan penulis untuk lebih baik, demi kesempurnaan penyusunan Best Practice
selanjutnya.

Capkala, 25 Oktober 2019


Penulis

RATNAWATI, S.Pd

iii
DAFTAR ISI
Lembar Judul
Halaman Pengesahan ................................................................................................ i
Biodata Penulis …................................................................................................... ii
Kata Pengantar ........................................................................................................... iii
Daftar Isi …............................................................................................................. .. iv
Daftar Lampiran ......................................................................................................... v
BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah ........................................................................................ 1
B. Jenis Kegiatan…..................................................................................................... 1
C. Manfaat Kegiatan ................................................................................................... 1
BAB II PELAKSANAAN KEGIATAN
A. Tujuan dan Sasaran ................................................................................................. 2
B. Bahan/Materi Kegiatan ........................................................................................... 2
C. Cara Melaksanakan Kegiatan ................................................................................. 2
D. Media/Instrumen ...... .............................................................................................. 5
E. Waktu dan Tempat Kegiatan ........... ....................................................................... 5
BAB III HASIL KEGIATAN
A. Hasil ……………………………………………………………………………… 6
B. Masalah yang Dihadapi ………………………………………………………… 6
C. Cara mengatasi masalah ………………………………………………………… 6
BAB IV SIMPULAN DAN REKOMENDASI
A. Simpulan …………................................................................................................ 8
B. Rekomendasi ......................................................................................................... 8
Daftar Pustaka ............................................................................................................ 9
Lampiran ................................................................................................................... 10

iv
DAFTAR LAMPIRAN

Lampiran 1 : Foto-foto kegiatan ......................................................................... 10


Lampiran 2 : RPP.................................................................................................. 12
Lampiran 3 : Bahan Ajar……............................................................................ 15
Lampiran 4 : LKPD ............................................................................................. 16
Lampiran 5 : Kisi-kisi soal piliha ganda dan uraian.......................................... 18
Lampiran 6 : Soal, kunci, dan pedoman penyekoran ........................................ 19
Lampiran 7 : Lembar observasi proses pembelajaran…................................... 20

v
BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah


Pembelajaran IPS terpadu di SMP sesuai dengan tuntutan Kurikulum 2013 merupakan
pendekatan pembelajaran yang mengintegrasikan beberapa muatan pelajaran dalam satu pembelajaran.
Beberapa muatan dalam kegiatan Program Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan melalui
Peningkatan Kompetensi Pembelajaran (PKP) berbasis Zonasi.
Pogram PKB melalui PKP bertujuan untuk meningkatan kompetensi peserta didik melalui
pembinaan guru dalam merancang, melaksanakan sampai dengan mengevaluasi pembelajaran yang
berorientasi pada keterampilan berpikir tingkat tinggi (Higher Order Thingking Skill/HOTS).
Dalam praktik pembelajaran Kurikulum 2013 yang penulis lakukan selama ini, penulis
menggunakan buku siswa dan buku guru. Penulis meyakini bahwa buku tersebut sudah sesuai dan baik
digunakan di kelas karena diterbitkan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Ternyata, dalam
praktiknya, penulis mengalami beberapa kesulitan seperti materi dan tugas tidak sesuai dengan latar
belakang siswa. Selain itu, penulis masih berfokus pada penguasaan pengetahuan kognitif yang lebih
mementingkan hafalan materi. Dengan demikian proses berpikir siswa masih dalam level C1
(mengingat), memahami (C2), dan C3 (aplikasi). Guru hampir tidak pernah melaksanakan
pembelajaran yang berorientasi pada keterampilan berpikir tingkat tinggi (higher order thinking skills/
HOTS). Penulis juga jarang menggunakan media pembelajaran. Dampaknya, suasana pembelajaran di
kelas kaku dan anak-anak tampak tidak ceria.
Berdasarkan hasil wawancara dengan beberapa siswa diperoleh informasi bahwa(a) siswa malas
mengikuti pembelajaran yang banyak dilakukan guru dengan cara ceramah’ (b) selain ceramah, metode
yang selalu dilakukan guru adalah penugasan. Sebagian siswa mengaku jenuh dengan tugas-tugas yang
hanya bersifat teoritis. Tinggal menyalin dari buku teks.
Untuk menghadapi era Revolusi Industri 4.0, siswa harus dibekali keterampilan berpikir tingkat
tinggi (higher order thinking skills). Salah satu model pembelajaran yang berorientasi pada HOTS dan
disarankan dalam implementasi Kurikulum 2013 adalah model pembelajaran Discovery Learning.
Discovery Learning merupakan model pembelajaran yang lebih menekankan pada ditemukannya
konsep atau prinsip yang sebelumnya tidak diketahui. Model pembelajaran yang diberikan kepada
peserta didik memiliki skenario pembelajaran untuk memecahkan masalah yang nyata dan mendorong
mereka memecahkan masalah mereka sendiri.
Setelah melaksanakan pembelajaran terpadui dengan model Discovery Learning, penulis
menemukan bahwa proses dan hasil belajar siswa meningkat. Lebih bagus dibandingkan pembelajaran
sebelumnya. Ketika model Discovery Learning ini diterapkan pada kelas VII yang lain ternyata proses
dan hasil belajar siswa sama baiknya. Praktik pembelajaran Discovery Learning yang berhasil baik ini
penulis simpulkan sebagai sebuah best practice (praktik baik) pembelajaran berorientasi HOTS dengan
model Discovery Learning.
B. Jenis Kegiatan
Kegiatan yang dilaporkan dalam laporan praktik ini adalah kegiatan pembelajaran di kelas VII
untuk mata pelajaran IPS.
C. Manfaat Kegiatan
Manfaat penulisan pratik baik ini adalah meningkatkan kompetensi peserta didik dalam
pembelajaran yang berorientasi HOTS
1
BAB II
PELAKSANAAN KEGIATAN

A. Tujuan dan Sasaran


Tujuan penulisan praktik baik ini adalah untuk mendeskripsikan praktik baik penulis dalam
menerapkan pembelajaran berorientasi higher order thiking skills (HOTS). Sasaran pelaksanaan
Best practice ini adalah siswa kelas VII semester 1 di SMP Negeri 1 CAPKALA sebanyak 27
orang.
B. Bahan/Materi Kegiatan
Bahan yang digunakan dalam praktik baik pembelajaran ini adalah materi kelas VII tentang
Interaksi Sosial yang merupakan pembelajaran IPS berikut ini.

IPS
Mengidentifikasi interaksi sosial dalam ruang dan pengaruhnya terhadap
KD 3.2 kehidupan sosial, ekonomi, dan budaya dalam nilai dan norma serta kelembagaan
sosial budaya.

Menyajikan hasil identifikasi tentang interaksi sosial dalam ruang dan


KD 4.2 pengaruhnya terhadap kehidupan sosial, ekonomi, dan budaya dalam nilai dan
norma serta kelembagaan sosial budaya

C. Cara Melaksanakan Kegiatan


Cara yang digunakan dalam pelaksanaan praktik baik ini adalah menerapkan pembelajaran
terpadu dengan model pembelajaran Discovery Learning.
Berikut ini adalah langkah-langkah pelaksanaan praktik baik yang telah dilakukan penulis.
1. Pemetaan KD
Pemetaan KD dilakukan untuk menentukan pasangan KD yang dapat diterapkan dalam
materi pembelajaran IPS. Berdasarkan hasil telaah KD yang ada di kelas VII, penulis memilih
materi Interaksi Sosial untuk kegiatan pembelajaran KD 3.2 di kelas VII semester 1.
2. Analisis Target Kompetensi
Hasil analisis target kompetensinya sebagai berikut.
KOMPETENSI DASAR INDIKATOR PENCAPAIAN KOMPETENSI
Kompetensi Pengetahuan  Mengidentifikasi interaksi sociaL dalam ruang
3.2 Mengidentifikasi  Mengidentifikasi pengaruh interaksi social terhadap
interaksi sosial dalam kehidupan social dalam nilai dan norma.
ruang dan pengaruhnya  Mengidentifikasi pengaruh interaksi social terhadap
terhadap kehidupan kehidupan ekonom dalam nilai dan norma.
sosial, ekonomi, dan  Mengidentifikasi pengaruh interaksi social terhadap
budaya dalam nilai dan kehidupan budaya dalam nilai dan norma.
norma serta  Mengidentifikasi pengaruh interaksi social terhadap
kelembagaan sosial kelembagaan social budaya
budaya.
Kompetensi Keterampilan  Menyajikan hasil identifikasi tentang interaksi social dalam
4.2 Menyajikan hasil ruang.
identifikasi tentang  Menyajikan hasil identifikasi tentang pengaruh interaksi
interaksi sosial dalam social terhadap kehidupan social dalam nilai dan norma.
ruang dan pengaruhnya  Menyajikan hasil identifikasi tentang pengaruh interaksi
terhadap kehidupan social terhadap kehidupan ekonomi dalam nilai dan norma.
sosial, ekonomi, dan  Menyajikan hasil identifikasi tentang pengaruh interaksi
budaya dalam nilai dan social terhadap kehidupan budaya dalam nilai dan norma.
norma serta  Menyajikan hasil identifikasi tentang pengaruh interaksi
kelembagaan sosial social terhadap kelembagaan social budaya.
budaya
2
3. Perumusan Indikator Pencapaian Kompetesi
IPS Kelas VII
IPK Penjunjang
3.2.1 Menjelaskan pengertian interaksi sosial. Menjelaskan ruang interaksi sosial
3.2.2 Menjelaskan pengertian interaksi sosial. Menjelaskan ruang interaksi sosial
IPK KUNCI
3.2.3  Menjabarkan pengertian interaksi social.
3.2.4  Mengidentifikasi syarat terjadinya interaksi social.
3.2.5  Menguraikan faktor-faktor yang mempengaruhi interaksi sosial.
3.2.5  Mengkategorikan ruang interaksi sosial.
3.2.6  Mengkategorikan ruang interaksi sosial.
3.2.7  Membedakan bentuk-bentuk proses sosial.
3.2.8  Mencontohkan pengaruh interaksi sosial
IPK PENGAYAAN
3.2.9  Mengklasifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi interaksi sosial.
3.2.10  Mengklasifikasi bentuk-bentuk proses sosial.
3.2.11  Menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi interaksi sosial.
3.2.12  Menganalisis bentuk-bentuk proses sosial
IPK KETERAMPILAN
4.2.1  Mengumpulkan Informasi tentang interaksi sosial.
4.2.2  Menyusun bahan paparan tentang interaksi sosial.
4.2.3  Menyajikan hasil paparan tentang interaksi sosial.
4.2.4  Membuat rencana tindak sebagai upaya menghindari pengaruh negatif interaksi
sosial.
4.2.5  Membuat alternatif solusi pengaruh negatif interaksi sosial.
4. Pemilihan Model Pembelajaran
Model pembelajaran yang dipilih adalah Discovery Learning.
5. Merencanakan kegiatan Pembelajaran sesuai dengan Model Pembelajaran
Pengembangan desain pembelajaran dilakukan dengan merinci kegiatan pembelajaran yang
dilakukan sesuai dengan sintak Discovery Learning. Berikut ini adalah rencana kegiatan
pembelajaran yang dikembangkan berdasarkan model Discovery Learning.
Sintak Model Guru Peserta Didik
Pembelajaran

Sintak Model Menyajikan dua gambar di 1. Mengamati gambar


Pembelajaran 1 bawah ini : yang disajikan oleh
Stimulation guru.
(stimulasi/ pemberian 2. Membaca kembali
rangsangan) bahan bacaan yang
telah disediakan agar
informasi yang
didapatkan lengkap.

3
Sintak Model 1. Mengarahkan peserta didik 1. Mengidentifikasi
Pembelajaran 2 untuk mengidentifikasi fakta fakta dan
Problem dan permasalahan secara permasalahan
statement (pernyata mandiri, kemudian secara mandiri,
an/ identifikasi diskusikan secara kemudian
masalah) berkelompok. diskusikan secara
2. Mengarahkan peserta didik berkelompok.
untuk merumuskan 2. Peserta didik
pertanyaan sesuai dengan merumuskan
tujuan pembelajaran. pertanyaan dan di
arahkan oleh guru
agar sesuai dengan
tujuan pembelajaran,
seperti :
a. Apakah mempelajari
interaksi
social adalah sesuatu
hal yang menarik?
b. Apakah yang
dimaksud
dengan
interaksi
sosial?
c. Mengapa penting
mempelajari
interaksi sosial?
d. Dimana ruang
interaksi sosial
terjadi?
Sintak Model Membimbing peserta didik 1. Peserta didik dalam
Pembelajaran 3 dalam kelompoknya untuk kelompoknya
Data collection melakukan dengan bimbingan
(Pengumpulan pencarian/pengumpulan data guru melakukan
Data). dengan referensi pencarian/pengumpu
bukubuku/sumber lain yang lan data dengan
relevan dan dengan referensi
browshing internet agar bukubuku/sumber
dapat menjabarkan lain yang relevan
pengertian interaksi sosial, dan dengan
mengidentifikasi syarat browshing internet
terjadinya interaksi sosial, agar dapat
menjabarkan
pengertian interaksi
sosial,
mengidentifikasi
syarat terjadinya
interaksi sosial,
2. Peserta didik
mengumpulkan data
hasil pengamatan
gambar dan
pencarian data
melalui browshing
internet atau
buku/sumber lain
yang relevan.

4
Sintak Model 1. Membimbing peserta didik Peserta didik dalam
Pembelajaran 4 dalam kelompoknya kelompoknya berdiskusi
Data Processing berdiskusi mengolah data mengolah data hasil
(Pengolahan Data) hasil pengamatan dan pengamatan dan mengolah
mengolah informasi yang informasi yang sudah
sudah dikumpulkan dari dikumpulkan dari hasil
hasil pencarian data melalui pencarian data melalui
browshing internet atau browshing internet atau
buku/ buku/sumber lain yang
sumber lain yang relevan relevan dengan bantuan
dengan bantuan pertanyaan- pertanyaan-pertanyaan pada
pertanyaan pada LK. LK
2. Membimbing peserta didik
menuangkan hasil diskusi
kelompok kedalam LK dan
menyusun bahan paparan
untuk disajikan dalam
presentasi.
Sintak Model 1. Guru memberikan Peserta didik membuat
Pembelajaran 5 penguatan dan tanggapan resume dengan bimbingan
Verification mengenai jalannya diskusi. guru tentang point-point
(Pembuktian) 2. Membimbing peserta didik penting yang muncul dalam
membuat resume tentang kegiatan pembelajaran yang
point-point penting yang baru dilakukan.
muncul dalam kegiatan
pembelajaran yang baru
dilakukan.
6. Penyusunan Perangkat Pembelajaran
Berdasarkan hasil kerja 1 hingga 5 di atas kemudian disusun perangkat pembelajaran
meliputi RPP, bahan ajar, LKPD, dan instrumen penilaian. RPP disusun dengan
mengintegrasikan kegiatan literasi, penguatan pendidikan karakter (PPK), dan kecakapan abad
21.

D. Media dan Instrumen


Media pembelajaran yang digunakan dalam praktik ini adalah Gambar Interaksi Sosial
diambil dari https://www.studiobelajar.com/interaksi-sosial/, serta media yang ada di
perpustakaan dan lembar kerja peserta ddik (LKPD).
Instrumen yang digunakan dalam praktik baik ini ada 2 macam yaitu (a) instrumen untuk
mengamati proses pembelajaran berupa lembar observasi dan laporan hasil diskusi (b) instrumen
untuk melihat hasil belajar siswa dengan menggunakan (c) tes tertulis pilihan ganda.

E. Waktu dan Tempat Kegiatan


Praktik baik ini dilaksanakan pada tanggal 17 sampai 24 Oktober tahun 2019 bertempat di
kelas VIIC Negeri 1 Capkala

5
BAB III
HASIL KEGIATAN

A. Hasil
Hasil yang dapat diilaporkan dari praktik baik ini diuraikan sebagai berikut.
1. Proses pembelajaran yang dilakukan dengan menerapkan model pembelajaran Discovery
Learning berlangsung aktif. Siswa menjadi lebih aktif merespon pertanyaan dari guru,
termasuk mengajukan pertanyaan pada guru maupun temannya. Aktifitas pembelajaran yang
dirancang sesuai sintak Discovery Learning mengharuskan siswa aktif selama proses
pembelajaran.
2. Pembelajaran yang dilakukan dengan menerapkan model pembelajaran Discovery Learning
meningkatkan kemampuan siswa dalam melakukan transfer knowledge.
Setelah membaca, mengamati, dan mendiskusikan materi Interaksi sosial, siswa tidak hanya
memahami konsep (pengetahuan konseptual) dan bagaimana membuat ringkasan yang benar
(pengetahuan prosedural), tetapi juga memahami konsep modernisasi abad 21. Pemahaman
ini menjadi dasar siswa dalam mempelajari materi IPS tentang interaksi sosial. Pemahaman
tentang konsep modernisasi abad 21 membantu siswa lebih aktif dalam menganalisis
interaksi sosial yang terjadi lingkungan keluarga, sekolah dan masyarakat. Pemahaman siswa
tentang interaksi sosial dalam rangka modernisasi pada dasarnya merupakan bentuk adaptasi
masyarakat terhadap modernisasi. Pemahaman ini dapat menjadi pengantar bagi siswa untuk
memahami cara mahluk hidup beradaptasi dengan lingkungan.
1. Penerapan model pembelajaran Discovery Learning meningkatkan kemampuan siswa untuk
berpikir kritis.
Hal ini dapat dilihat dari tingkat partisipasi siswa untuk bertanya dan menanggapi topik yang
dibahas dalam pembelajaran. Dalam pembelajaran sebelumnya yang dilakukan penulis tanpa
berorientasi HOTS suasana kelas cenderung sepi dan serius. Siswa cenderung bekerja
sendiri-sendiri untuk berlomba menyelesaikan tugas yang diberikan guru. Fokus guru adalah
bagaimana siswa dapat menyelesikan soal yang disajikan; kurang peduli pada proses berpikir
siswa. Tak hanya itu, materi pembelajaran yang selama ini selalu disajikan dengan pola
deduktif (diawali dengan ceramah teori tentang materi yang dipelajari, pemberian tugas, dan
pembahasan), membuat siswa cenderung menghapalkan teori. Pengetahuan yang diperoleh
siswa adalah apa yang diajarkan oleh guru.
Berbeda kondisinya dengan praktik baik pembelajaran berorientasi HOTS dengan
menerapkan Discovery Learning ini. Dalam pembelajaran ini pemahaman siswa tentang
konsep materi interaksi sosial diharapkanbisa menyesuaikan diri benar-benar dibangun oleh
siswa melalui pengamatan dan diskusi yang menuntut kemampuan siswa untuk berpikir
kritis.
2. Penerapan model pembelajaran Discovery Learning juga meningkatkan kemampuan siswa
dalam memecahkan masalah (problem solving). Discovery Learning yang diterapkan dengan
menyajikan gambar interaksi sosial yang berisi permasalahan kontekstual mampu
mendorong siswa merumuskan pemecahan masalah.
Sebelum menerapkan Discovery Learning, penulis melaksanakan pembelajaran sesuai
dengan buku guru dan buku siswa. Meskipun permasalahan yang disajikan dalam buku teks

6
kadang kala kurang sesuai dengan kehidupan sehari-hari siswa, tetap saja penulis gunakan.
Jenis teks yang digunakan juga hanya pada teks tulis dari buku teks.
Dengan menerapkan Discovery Learning, siswa tak hanya belajar dari teks tulis, tetapi juga
dari gambar interaksi sosial yang diberi kesempatan terbuka untuk mencari data, materi dari
sumber lainnya.
B. Masalah yang Dihadapi
Masalah yang dihadapi terutama adalah siswa belum terbiasa siswa belajar dengan
model Discovery Learning. Dengan tujuan untuk mendapat nilai ulangan yang baik guru selalu
menggunakan metode ceramah, siswa pun merasa lebih percaya diri menghadapi ulangan
(penilaian) setelah mendapat penjelasan guru melalui ceramah.
Masalah lainnya adalah guru tidak mempunyai media yang mendukung di sekolah selain itu
masalah lainnya tidak mempunyai kompetensi yang memadai untuk membuat video
pembelajaran. Padahal selain sebagai media pembelajaran,. Video juga merupakan bentuk teks
audiovisual yang juga harus disajikan sesuai dengan rumusan KD.

C. Cara Mengatasi Masalah


Agar siswa yakin bahwa pembelajaran dengan model Discovery Learning dapat
membantu mereka lebih menguasai materi pembelajaran, guru memberi penjelasan sekilas
tentang apa, bagaimana, mengapa, dan manfaat belajar berorientasi pada keterampilan berpikir
tingkat tinggi (higher order thinking skills/HOTS). Pemahaman dan kesadaran akan pentingnya
HOTS ajkan membuat siswa termotivasi untuk mengikuti pembelajaran. Selain itu, kesadaran
bahwa belajar bukan sekadar menghafal teori dan konsep akan membuat siswa mau belajar
dengan HOTS.
Media yang kurang mendukung berupa gambar ataupun Kekurang mampuan guru
membuat video pembelajaran dapat diatasi dengan mengunduh gambar atau video sesuai
dengan KD yang akan dibelajarkan baik dari youtube maupun dari Rumah Belajar. Dengan
demikian, selain menerapkan kegiatan literasi baca tulis, siswa juga dapat meningkatkan literasi
digitalnya.

7
BAB IV
PENUTUP

A. Simpulan
Berdasarkan uraian di atas dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut:
1. Pembelajaran dengan model pembelajaran Discovery Learning layak dijadikan praktik baik
pembelajaran berorientasi HOTS karena dapat meingkatkan kemampuan siswa dalam
melakukan transfer pengetahuan, berpikir kritis, dan pemecahan masalah.
2. Dengan penyusunan rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) secara sistematis dan cermat,
pembelajaran tematik dengan model pembelajaran Discovery Learning yang dilaksanakan
tidak sekadar berorientasi HOTS, tetapi juga mengintegrasikan PPK, literasi, dan kecakapan
abad 21.

B. Rekomendasi
Berdasarkan hasil praktik baik pembelajaran dengan model pembelajaran Discovery Learning,
berikut disampaikan rekomendasi yang relevan.
1. Guru seharusnya tidak hanya mengajar dengan mengacu pada buku siswa dan buku guru serta
jaring-jaring tema yang telah disediakan, tetapi berani melakukan inovasi pembelajaran yang
kontekstual sesuai dengan latar belakang siswa dan situasi dan kondisi sekolahnya. Hal ini
akan membuat pembelajaran lebih bermakna.
2. Siswa diharapkan untuk menerapkan kemampuan berpikir tingkat tinggi dalam belajar, tidak
terbatas pada hafalan teori. Kemampuan belajar dengan cara ini akan membantu siswa
menguasai materi secara lebih mendalam dan lebih tahan lama (tidak mudah lupa).
3. Sekolah, terutama kepala sekolah dapat mendorong guru lain untuk ikut melaksanakan
pembelajaran berorientasi HOTS. Dukungan positif sekolah, seperti penyediaan sarana da
prasarana yang memadai dan kesempatan bagi penulis utuk mendesiminasikan praktik baik ini
aka menambah wawasan guru lain tentang pembelajaran HOTS.

8
DAFTAR PUSTAKA

Rojuli. S, 2019. Paket Unit Pembelajaran Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan


(PKB) melalui Pengembangan Kompetensi Pembelajaran (PKP) Berbasis
Zonasi, Mata Pelajaran IPS. Dirjen GTK Kemendikbud.

Setiawan. I, Dedi, Suciati & Mushlih. S, 2016. Buku Guru IPS Kelas VII.
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

Setiawan. I, Dedi, Suciati & Mushlih. S, 2016. Buku Siswa IPS Kelas VII.
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

9
LAMPIRAN

Lampiran 1 : Foto-foto kegiatan

Foto 1. Mengucapkan salam pembuka Foto 2. Berdoa sebelum memulai pembelajaran

Foto 3. Menanyakan kehadiran peserta didik Foto 4. Apersepsi dan motivasi peserta didik

Foto 5. Menyampaikan tujuan pembelajaran Foto 6. Peserta didik memusatkan perhatian saat guru
menayangkan gambar (stimulasi)

Foto 7. Kegiatan Literasi Foto 8. Peserta didik membentuk kelompok

Foto 9. Membagikan LKPD untuk memusatkan perhatian Foto 10. Mengarahkan peserta didik mengamati masalah di
pada materi LKPD (Saintifik 5M)

10
Foto 11.Mengamati Proses pengolahan data (critical Creativity) Foto 12. Kegiatan penilaian

Foto 13. Presentasi hasil diskusi (Collaboration and Foto 14. Peserta didik menanggapi dan bertanya pada
Comunication) kelompok yang sedang presentasi

Foto 15. Kelompok yang presentasi memberi jawaban pada Foto 16. Guru memberikan penguatan (Transfer Knowledge
kelompok yang bertanya

Foto 17. Pengumpulan LKPD Foto 18. peserta didik menyimak penguatan dari guru (transfer knowledge)

Foto 19. peserta didik bertanya saat kegiatan refleksi Foto 20. Memberikan tindak lanjut untuk pertemuan berikutnya

Foto 21. Berdoa sebelum pembelajaran ditutup Foto 22. Menyanyikan lagu wajib nasional

11
Lampiran 2 : RPP

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN


(RPP )

Satuan Pendidikan : SMP NEGERI 1 CAPKALA


Mata Pelajaran : ILMU PENGETAHUAN SOSIAL
(Tema/Sub Tema/PB untuk SD)
Kelas/ Semester : VII C
Materi Pokok : Interaksi Sosial Budaya
Alokasi Waktu : 2 x 40 menit

A. Kompetensi Inti (KI)


 KI1 dan KI2: Menghargai dan menghayati ajaran agama yang dianutnya serta Menghargai dan menghayati
perilaku jujur, disiplin, santun, percaya diri, peduli, dan bertanggung jawab dalam berinteraksi secara efektif sesuai
dengan perkembangan anak di lingkungan, keluarga, sekolah, masyarakat dan lingkungan alam sekitar, bangsa,
negara, dan kawasan regional.
 KI3: Memahami dan menerapkan pengetahuan faktual, konseptual, prosedural, dan metakognitif pada tingkat
teknis dan spesifik sederhana berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya
dengan wawasan kemanusiaan, kebangsaan, dan kenegaraan terkait fenomena dan kejadian tampak mata.
 KI4: Menunjukkan keterampilan menalar, mengolah, dan menyaji secara kreatif, produktif, kritis, mandiri,
kolaboratif, dan komunikatif, dalam ranah konkret dan ranah abstrak sesuai dengan yang dipelajari di sekolah dan
sumber lain yang sama dalam sudut pandang teori.

B. Kompetensi Dasar (KD), Indikator Pencapaian Kompetensi

No KOMPETENSI DASAR INDIKATOR PENCAPAIAN KOMPETENSI


Kompetensi Pengetahuan 1.2.1 Menjelaskan pengertian interaksi sosial
3.2 Mengidentifikasi interaksi sosial 1.2.2 Menjelaskan ruang interaksi sosial
dalam ruang dan pengaruhnya 1.2.3 Menjabarkan pengertian interaksi social
terhadap kehidupan sosial, 1.2.4 Mengidentifikasi syarat terjadinya interaksi social
ekonomi, dan budaya dalam nilai 1.2.5 Menguraikan faktor-faktor yang mempengaruhi
dan norma serta kelembagaan sosial interaksi sosial
budaya. 1.2.6 Mengkategorikan ruang interaksi sosial
Kompetensi Keterampilan 4.2.1 Mengumpulkan informasi tentang interaksi sosial
4.2 Menyajikan hasil identifikasi 4.2.2 Menyusun bahan paparan tentang interaksi sosial
tentang interaksi sosial dalam ruang 4.2.3 Menyajikan hasil paparan tentang interaksi sosial
dan pengaruhnya terhadap 4.2.4 Membuat rencana tindak sebagai upaya menghindari
kehidupan sosial, ekonomi, dan pengaruh negatif interaksi sosial
budaya dalam nilai dan norma serta 4.2.5 Membuat alternatif solusi pengaruh negatif interaksi
kelembagaan sosial budaya sosial
C. Tujuan Pembelajaran
Setelah mempelajari bab ini diharapkan peserta didik mampu:
1. Mendeskripsikan pengertian interaksi sosial melalui studi literature atau berdasarkan penjelasan
guru.
2. Menjelaskan ruang interaksi sosial melalui studi literature atau berdasarkan penjelasan guru.
3. Menjabarkan pengertian interaksi social melalui studi literature atau berdasarkan penjelasan guru.
4. Mengidentifikasi syarat-syarat terjadinya interaksi sosial melalui studi literature atau berdasarkan
penjelasan guru.
5. Menguraikan faktor-faktor yang mempengaruhi interaksi sosial sosial melalui studi literature atau
berdasarkan penjelasan guru.
6. Mengkategorikan ruang interaksi sosial sosial melalui studi literature atau berdasarkan penjelasan
guru.

D. Materi Pembelajaran
1. Pengertian Interaksi sosial budaya
2. Ruang interaksi sosial
3. Menjabarkan pengertian interaksi social
4. Syarat-syarat terjadinya interaksi sosial
5. Menguraikan faktor-faktor yang mempengaruhi interaksi sosial
6. Mengkategorikan ruang interaksi sosial

12
E. Metode Pembelajaran
1. Metode Pembelajaran : Pendekatan saintifik
2. Model Pembelajaran : Discovery Learning

F. Media Pembelajaran
Media :
- Gambar interaksi sosial yang relevan
Alat/Bahan :
- spidol
- Worksheet atau lembar kerja (siswa)
- Lembar penilaian
- White Board

G. Sumber belajar
- Buku unit 2 Bahan Bacaan 1. Pengertian perubahan sosial budaya (halaman 39-48)
- Buku IPS Siswa Kelas VII, Kemendikbud, Tahun 2017
- Buku refensi yang relevan,
- Lingkungan setempat

H. Langkah-langkah Kegiatan Pembelajaran


Pertemuan Ke-1
ALOKASI
TAHAP PEMBELAJARAN KEGIATAN PEMBELAJARAN
WAKTU

A. Kegiatan Pendahuluan 15 menit

Pendahuluan 1. Peserta didik bersama guru menyampaikan salam pembuka, berdoa


(persiapan/orientasi) sebelum memulai kegiatan pembelajaran.
2. Guru memeriksa kebersihan kelas, kerapihan dan menanyakan
kehadiran siswa
3. Menyiapkan peserta didik secara psikis dan fisik untuk mengkondisikan
suasana belajar yang menyenangkan
Apersepsi Menanyakan materi yang sudah dipelajari sebelumnya dan dikaitkan
dengan materi yang akan dibahas pada pembelajaran hari ini.

Motivasi 1. Memberi motivasi peserta didik untuk aktif dalam proses


pembelajaran dengan memberikan materi pembelajaran berkaitan
denganinteraksi sosial, misalnya, “ apa pengrtian interaksi
social?
2. Menyampaikan kompetensi, materi, tujuan pembelajaran yang akan
dicapai peserta didik, yaitu peserta didik dapat memperjelas interksi
social.
3. Guru memberikan waktu literasi kepada peserta didik.

B. Kegiatan Inti 55 menit

Sintak Model Pembelajaran 1 1. Peserta didik diminta membentuk kelompok dengan anggota 4 - 5
Stimulation (stimulasi/ orang
pemberian rangsangan) 2. Peserta diberi motivasi atau rangsangan untuk memusatkan
perhatian pada sub materi dengan cara : menayangkan
gambar/foto materi tentang interaksi sosial budaya
Gambar interaksi sosial

(1) (2)
Sintak Model Pembelajaran 2 1. Peseta didik diminta mengamati identifikasi fakta
Problem dan permasalahan secara mandiri, kemudian
statement (pernyataan/ diskusikan secara berkelompok.
identifikasi masalah)
a. Apakah kamu tertarik mempelajari interaksi
sosial?
b. Jelaskan pengertian tentang interaksi social?
c. Mengapa penting mempelajari interaksi

13
sosial?

2. Peserta didik merencanakan langkah-langkah


pengumpulan data dan analisis data. Dari materi:
interaksi social
Sintak Model Pembelajaran 1. Dengan berdiskusi peserta didik dalam kelompoknya dengan bimbingan
Data collection guru diminta mengumpulkan informasi/data dari berbagai sumber,
(Pengumpulan Data). seperti : membaca Buku Siswa, serta referensi lain yang relevan untuk
menjawab pertanyaan terkait pengertian interaksi sosial.
2. Peserta didik menuliskan hasil pengumpulan informasi
dalam bentuk laporan tertulis pada buku catatannya masing-
masing.

Sintak Model Pembelajaran 3. Peserta didik mendeskripsikan interaksi sosial dengan panduan
dst aktivitas kelompok yang ada pada buku siswa.
Data Processing (Pengolahan 4. Peserta didik menuangkan hasil diskusi kelompok ke dalam
Data) LK dan mengeksplorasi pertanyaan/permasalahan lanjutan
untuk dicari jawabannya.

Sintak Model Pembelajaran 1. Peserta didik dalam kelompok diminta mempresentasikan hasil
dst pekerjaannya di depan kelas.
Verification 2. Kelompok lain diminta memberi tanggapan atas hasil
(Pembuktian) simpulan kelompok yang dipresentasikan.
3. Peserta didik bersama guru mengambil simpulan atas
jawaban dari pertanyaan
C. Kegiatan Penutup 10 menit
1. Peserta didik merefleksi/ merangkum kegiatan pembelajaran dengan bimbingan guru tentang point materi yang
dipelajari
2. Masing-masing peserta didik mengumpulkan hasil pekerjaannya
3. Peserta didik diberi kesempatan untuk menanyakan hal-hal yang belum dipahami.
4. Guru memberikan evaluasi di akhir pembelajaran serta pesan nilai dan moral
5. Guru memberikan tindak lanjut dengan memberikan arahan untuk pertemuan selanjutnya
6. Menutup kegiatan pembelajaran dengan berdoa, menyanyikan lagu wajib nasional dan mengucapkan salam
penutup.

I. Penilaian
a. Teknik Penilaian
1) Sikap
- Observasi/ Pengamatan

2) Keterampilan
- laporan hasil diskusi

3) Pengetahuan
- Tes Tertulis (piliha ganda)

b. Pembelajaran Remedial dan Pengayaan


- Remedial
Dilakukan bagi peserta didik yang capaian KDnya belum tuntas. Tahapan remedial dilaksanakan
melalui classical teaching atau tutor sebaya atau tugas yang diakhiri dengan tes.
- Pengayaan
Bagi siswa yang sudah mencapai nilai ketuntasan, diberikan pengayaan sebagai berikut:
 Peserta didik yang mencapai nilai ketuntasan maksimal diberikan pendalaman materi
dengan tingkat kedalaman materi dan kompleksitas soal yang lebih tinggi.
 Peserta didik yang mencapai nilai ketuntasan minimal, diberikan materi dengan
kompleksitas yang sedang.

Capkala, 17 Oktober 2019


Mengetahui:
Kepala Sekolah Guru Mata Pelajaran IPS

VICTOR, S.Pd RATNAWATI, S.Pd


NIP. 198106192009031003
14
Lampiran 3: Bahan Ajar

INTERAKSI SOSIAL

1. Pengertian dan Syarat Interaksi Sosial


Interaksi sosial adalah hubungan-hubungan antara orang perorangan,
antara kelompok manusia, maupun antara orang perorangan dan kelompok
manusia. Dalam interaksi sosial, hubungan yang terjadi harus dilakukan secara
timbal balik oleh kedua belah pihak. Artinya kedua belah pihak harus saling
merespon. Jika yang satu bertanya maka dia menjawab, jika diminta bantuan dia
membantu, jika diajak bermain dia ikut main. Dengan demikian interaksi social
adalah hubungan yang terjadi antara manusia dengan manusia yang lain, baik
secara individu maupun dengan kelompok.
Proses interaksi sosial akan terjadi apabila di antara pihak yang
berinteraksi melakukan kontak sosial dan komunikasi. Kontak sosial dan
komunikasi social merupakan syarat terjadinya interaksi sosial. Tanpa adanya
kedua syarat itu, interaksi sosial tidak akan terjadi. Melalui kontak dan
komunikasi seseorang akan memberikan tafsiran pada perilaku orang lain, atau
perasaan-perasaan yang ingin disampaikan kepada orang lain.
Berlangsungnya suatu proses interaksi sosial didasarkan pada beberapa
faktor, antara lain sebagai berikut.
a. Faktor imitasi, merupakan proses seseorang mencontoh orang lain atau
kelompok. Contohnya, seorang anak perempuan bermain masak-masakan
karena melihat ibunya pada saat memasak di dapur.
b. Faktor sugesti, merupakan pengaruh yang dapat menggerakkan hati orang.
Contohnya, seorang pasien yang akan berobat ke seorang dokter, pasien
tersebut akan cepat mengalami penyembuhan salah satunya disebabkan
adanya rasa sugesti pada dokter tersebut.
c. Faktor identifikasi, merupakan kecenderungan-ke cenderungan atau
keinginan-keinginan dalam diri seseorang untuk menjadi sama dengan orang
lain. Contohnya, seorang anak yang mengidolakan pemain bola, sehingga
semua tingkah laku idolanya akan dilakukan. Faktor simpati merupakan
kemampuan untuk merasakan diri seolah-olah dalam keadaan orang lain dan
ikut merasakan apa yang dilakukan, dialami, atau diderita orang lain.
Contohnya, pada saat ada tetangga kita yang tertimpa musibah, maka kita ikut
merasakan kesedihannya dan berusaha membantunya.
Tidak semua tindakan manusia merupakan interaksi sosial. Tindakan yang
bagaimana yang dapat dikatakan sebagai interaksi sosial? Suatu tindakan manusia
dikatakan sebagai interaksi sosial apabila memiliki ciri-ciri sebagai berikut
a. Jumlah pelakunya lebih dari seorang, biasanya dua atau lebih.
b. Berlangsung secara timbal-balik.
c. Adanya komunikasi antarpelaku dengan menggunakan simbol-simbol yang disepakati.
d. Adanya suatu tujuan tertentu.

15
Lampiran 4: LKPD
Lembar Kerja Peserta Didik 1

Nama Kelompok : .........................


Anggota : ......................... ........................... .................................................

Judul : interaksi sosial


Tujuan : Memahami interaksi sosial dengan baik
Mapel : Ilmu Pengetahuan Sosial

Petunjuk Kerja :
a. Amati tayangan gambar yang diberikan!
b. Kerjakan secara berkelompok 4-5 orang!
c. Kerjakan dengan kerja sama, penuh percaya diri dan rasa tanggung dalam menjawab pertanyaan-
pertanyaan di bawah ini!
d. Diskusikan dan laporkan hasil diskusimu secara tertulis pada lembar kerja!
e. Presentasikan hasil pekerjaan kelompok anda di depan kelas!.
f. Catat dan tanggapi semua hasil diskusi untuk bahan kesimpulan!

Pertanyaan lembar kerja:


1. Amatilah gambar di bawah ini!
No Gambar 1 Gambar 2 Gambar 3 Gambar 4
1

Pertanyaan lembar kerja:


1. Berdasarkan tayangan gambar di atas:
a. Jelaskan pengertian interaksi sosial!
b. Dari gambar di atas jelaskan interaksi sosial yang terjadi dari:
1. Gambar 1
2. Gambar 2
3. Gambar 3
4. Gambar 4
c. Dari gambar di atas, Identifikasi syarat terjadinya interaksi sosial!
1. Gambar 1
2. Gambar 2
3. Gambar 3
4. Gambar 4

16
Lembar Kerja Peserta Didik 2
Bentuk Test : Pilihan Ganda
Nama :
Kelas :
Judul : interaksi sosial
Tujuan : Memahami interaksi sosial dengan baik
Mapel : Ilmu Pengetahuan Sosial

Berilah tanda silang (x) pada jawaban a, b, c, dan d yang benar!


1. Hubungan-hubungan antara orang perorangan, antara kelompok manusia, maupun antara orang
perorangan dan kelompok manusia disebut ….
a. Status sosial
b. Peran sosial
c. Interaksi sosial
d. Proses social
2. Perhatikan gambar berikut!

Manusia tidak bisa lepas dari kehidupan masyarakat,karena pada hakekatnya adalah makhluk sosial.
Contoh interaksi sosial yang terjadi pada gambar di atas adalah ….
a. Kelompok siswa c. Individu dengan kelompok
b. Individu dengan individu d. Kelompok dengan kelompok
3. Perhatikan interaksi sosial berikut ini:
1. Dua orang anak saling bersalaman dan saling berbicara
2. Ibu Asmi menawar harga sepatu yang hendak dibeli
3. Seorang laki-laki memperhatikan seorang gadis
4. Seorang anak sedang membaca buku
5. Seorang guru yang sedang mengajar di kelas VII
Dari interaksi sosial di atas, yang merupakan syarat terjadinya interaksi sosial adalah….
a. 1, 2,5 b. 2,3,4 c. 3, 4, 5 d. 1,4,5
4. Contoh interaksi sosial antara individu dan kelompok ditunjukkan oleh pernyataan
sebagai berikut….
a. Team basket Salatiga melawan team basket Semarang.
b. Karyawan pabrik sepatu menuntut kenaikan upah kepada pemilik
perusahaan.
c. Pak Hasan menjelaskan interaksi sosial kepada siswa kelas 9B.
d. Bu Anisa menawarkan dagangannya kepada bu Rini.
5. Perhatikan gambar berikut!

Berdasarkan gambar tersebut, dalam proses interaksi sosial, berbagai faktor akan memengaruhi, salah satunya antara lain
mempunyai kecenderungan-kecenderungan atau keinginan-keinginan untuk menjadikan dirinya sama dengan orang lain,
maka faktor ini disebut …
a. Imitasi b. Simpati c. Sugesti d. Identifikasi

17
Lampiran 5 : Kisi-kisi soal piliha ganda
Materi Indikator Soal Bentuk Nomor
No. Kompetensi Dasar IPK Level
Pokok Soal Soal
1 2 3 4 5 6 7
3.2 3.2.1 Menjelaskan Interaksi Menjelaskan L1 PG 1
pengertian sosial pengertian
Mengidentifikasi interaksi interaksi sosial
sosial
interaksi sosial Menjabarkan L1 PG 2
3.2.2 Menjabarkan pengertian
dalam ruang dan pengertian interaksi sosial
pengaruhnya interaksi
social L3 PG 3
terhadap Mengidentifikasi
kehidupan sosial, 3.2.3 Mengidentifi syarat terjadinya L1 PG 4
kasi syarat interaksi social
ekonomi, terjadinya
interaksi
dan budaya dalam nilai social Menguraikan
dan norma serta faktor-faktor L3 PG 5
yang
kelembagaan sosial 3.2.4 Menguraika mempengaruhi
budaya. n faktor- interaksi sosial
faktor yang
mempengar Membedakan
uhi interaksi bentuk-bentuk
sosial proses sosial

3.2.5 Membedaka Mencontohkan


pengaruh
n bentuk-
interaksi sosial
bentuk
proses sosial

3.2.6 Mencontohk
an pengaruh
interaksi
sosial

18
Lampiran 6 : Soal, kunci, dan pedoman penyekoran

No Soal Kunci Jawaban Skor


1 1. Hubungan-hubungan antara orang perorangan, antara c. interaksi sosial 20
kelompok manusia, maupun antara orang perorangan dan
kelompok manusia disebut ….
a. Status sosial
b. Peran sosial
c. Interaksi sosial
d. Proses social
2 2, Perhatikan gambar berikut! b. Individu dengan 20
individu

Manusia tidak bisa lepas dari kehidupan masyarakat,karena


pada hakekatnya adalah makhluk sosial. Contoh interaksi sosial
yang terjadi pada gambar di atas adalah ….
a. Kelompok siswa
b. Individu dengan individu
c. Individu dengan kelompok
d. Kelompok dengan kelompok
3 3. Perhatikan interaksi sosial berikut ini: a. 1, 2,5 20
1. Dua orang anak saling bersalaman dan saling berbicara
2. Ibu Asmi menawar harga sepatu yang hendak dibeli
3. Seorang laki-laki memperhatikan seorang gadis
4. Seorang anak sedang membaca buku
5. Seorang guru yang sedang mengajar di kelas VII
Dari interaksi sosial di atas, yang merupakan syarat
terjadinya interaksi sosial adalah….
a. 1, 2,5
b. 2,3,4
c. 3, 4, 5
d. 1,4,5
4 4. Contoh interaksi sosial antara individu dan kelompok
c. Pak Hasan 20
ditunjukkan oleh pernyataan sebagai berikut…. menjelaskan
a. Team basket Salatiga melawan team basket interaksi sosial
Semarang. kepada siswa kelas
b. Karyawan pabrik sepatu menuntut kenaikan 9B.
upah kepada pemilik perusahaan.
c. Pak Hasan menjelaskan interaksi sosial kepada
siswa kelas 9B.
d. Bu Anisa menawarkan dagangannya kepada bu
Rini.
5 d. Perhatikan gambar berikut! d. Identifikasi 20

Berdasarkan gambar tersebut, dalam proses interaksi sosial,


berbagai faktor akan memengaruhi, salah satunya antara lain
mempunyai kecenderungan-kecenderungan atau keinginan-
keinginan untuk menjadikan dirinya sama dengan orang
lain, maka faktor ini disebut …
a. Imitasi
b. Simpati
c. Sugesti
d. Identifikasi
Total Skor 100
Pedoman Penilaian
Skor yang diperoleh
Nilai = x 100
total Skor

19
Lampiran 7 : Lembar observasi proses pembelajaran

a. Penilaian Sikap: Observasi


Penilaian observasi berdasarkan pengamatan sikap dan perilaku peserta didik sehari-hari, baik terkait dalam proses
pembelajaran maupun secara umum. Pengamatan langsung dilakukan oleh guru. Berikut contoh instrumen penilaian
sikap
Aspek Perilaku yang Dinilai Jumlah Skor Kode
No Nama Siswa
BS JJ TJ DS Skor Sikap Nilai
1 Alang √ √
2 Andre √ √
3 Apiau Supianto √ √ √
4 Desi √
5 Dharma √ √ √
6 Diana Ninis √ √ √
7 Diki Siswanto √ √ √
8
DIMAS √ √ √
PRAMUDITA
9 Dimas Prasetio √
10 Efrosina Firgi √ √ √
11 Elpiana Depi √ √
12 Firmandi √ √ √ √
13 Julini Hariani √ √ √
14 Karmila √ √
15 Krisna Natalia √ √
16 Lavira √ √ √
17 Lukan √ √ √
18 Novita √ √
19 Nyimoi √ √ √
20 Regil √ √ √
21 Riel Yunus Panamuan √ √ √
22 Riski √ √ √
23 Rosa √ √ √
24 Rosa Ria Deli √ √ √
25 SELPIA √ √ √
26 Sely √ √
27 Suriadi √ √
28 Wiranti √ √

Keterangan :
BS : Bekerja Sama JJ : Jujur TJ : Tanggun Jawab DS : Disiplin
Catatan :
1. Aspek perilaku dinilai dengan kriteria:
100 = Sangat Baik 75 = Baik 50= Cukup 25 = Kurang
2. Skor maksimal = jumlah sikap yang dinilai dikalikan jumlah kriteria = 100 x 4 = 400
3. Skor sikap = jumlah skor dibagi jumlah sikap yang dinilai = 275 : 4 = 68,75
4. Kode nilai / predikat :
75,01 – 100,00 = Sangat Baik (SB)
50,01 – 75,00 = Baik (B)
25,01 – 50,00 = Cukup (C)
00,00 – 25,00 = Kurang (K)
5. Format di atas dapat diubah sesuai dengan aspek perilaku yang ingin dinilai

20
LEMBAR OBSERVASI KINERJA DISKUSI

Mata pelajaran : Ilmu Pengetahuan Sosial


Kelas/Semester : VII/ Ganjil

Aspek Penilaian Rerata


No. Nama Siswa Kerjasama Inisiatif Gagasan Keaktifan Nilai
4 3 2 1 4 3 2 1 4 3 2 1 4 3 2 1
1 √ √ √ √
Alang
2 √ √ √ √
Andre
3 √ √ √ √
Apiau Supianto
4 √ √ √ √
Desi
5 √ √ √ √
Dharma
6 √ √ √ √
Diana Ninis
7 √ √ √ √
Diki Siswanto
8 DIMAS √ √ √ √
PRAMUDITA
9 √ √ √ √
Dimas Prasetio
10 √ √ √ √
Efrosina Firgi
11 √ √ √ √ √
Elpiana Depi
12
Firmandi
13 √ √ √ √
Julini Hariani
14 √ √ √ √
Karmila
15 √ √ √ √
Krisna Natalia
16 √ √ √ √
Lavira
17 √ √ √ √
Lukan
18 √ √ √ √
Novita
19 √ √ √ √
Nyimoi
20 √ √ √ √
Regil
21 √ √ √ √
Riel Yunus Panamuan
22 √ √ √ √
Riski
23 √ √ √ √
Rosa
24 √ √ √ √
Rosa Ria Deli
25 √ √ √ √
SELPIA
26 √ √ √ √
Sely
27 √ √ √ √
Suriadi
28 √ √ √ √ √ √ √ √
Wiranti

21
LEMBAR OBSERVASI KINERJA PRESENTASI

Mata pelajaran : Ilmu Pengetahuan Sosial


Kelas/Semester : VII/ Ganjil
Aspek Penilaian Rerata
Media yang Penguasaan Sistematika Nilai
No. Nama Siswa Penampilan
digunakan materi penyampaian
4 3 2 1 4 3 2 1 4 3 2 1 4 3 2 1
1 √ √ √
Alang
2 √ √ √
Andre
3 Apiau √ √ √ √
Supianto
4 √ √ √
Desi
5 √ √ √ √
Dharma
6 √ √ √ √
Diana Ninis
7 √ √ √ √
Diki Siswanto
8 DIMAS √ √ √ √
PRAMUDITA
9 √ √ √
Dimas Prasetio
10 √ √ √ √
Efrosina Firgi
11 √ √ √ √
Elpiana Depi
12
Firmandi
13 √ √ √
Julini Hariani
14 √ √ √
Karmila
15 √ √ √
Krisna Natalia
16 √ √ √ √
Lavira
17 √ √ √ √
Lukan
18 √ √ √ √
Novita
19 √ √ √ √
Nyimoi
20 √ √ √ √
Regil
21 Riel Yunus √ √ √ √
Panamuan
22 √ √ √ √
Riski
23 √ √ √ √
Rosa
24 √ √ √ √
Rosa Ria Deli
25 √ √ √ √
SELPIA
26 √ √ √ √
Sely
27 √ √ √
Suriadi
28 √ √ √ √ √
Wiranti
Keterangan Skor :
Baik sekali =4 Baik = 3 Cukup =2 Kurang = 1

Skor perolehan
Nilai =-------------------------- X 100
Skor maksimal

Kriteria Nilai
A= 86 – 100 : Baik Sekali B = 71– 85 : Baik C= 56 – 70 : Cukup D= ≤ 55 : Kurang

22
23