Anda di halaman 1dari 643

100% PAKET LKIT – 100% AKURAT

Paket LKIT 2016

1
Hal

facebook.com/asncpns @asncpns
100% PAKET LKIT – 100% AKURAT

Paket LKIT 2016

Petunjuk Penggunaan
Tercapainya nilai ujian sesuai passing grade tes yang ditetapkan merupakan
tujuan dan sasaran dari pembuatan bahan pembelajaran modul Paket LKIT
ini - dan untuk mencapai tujuan tersebut, bahan di dalam Paket LKIT selalu
ditunjang oleh fitur, isi modul yang lengkap, integratif, informatif, ilmiah,
dan terkini (up todate).

Agar memperoleh hasil belajar yang optimal dan sesuai harapan, sebaiknya
anda membaca modul halaman demi halaman, dengan baik dan cermat,
karena penyusunan modul ini disesuaikan dengan urutan prioritas
pengetahuan yang harus diketahui. Walaupun tidak selalu harus berurutan,
akan tetapi jika dibaca berurutan akan lebih memudahkan untuk
pemahaman. Jadi sebaiknya berurutan.

Didalam Paket LKIT ini, anda akan memahami topik beserta sub topik
sampai detail, sehingga anda bisa dengan mudah memahaminya dan
memetakannya dalam fikiran anda. Hal tersebut akan memudahkan anda
dalam menyelesaikan segala bentuk soal yang mungkin akan muncul dalam
tes CAT CPNS yang akan anda segera ikuti. Jangan pernah anda
melangkahi atau melewati materi yang ada di dalam modul ini, bacalah

2
Hal
semua tulisan pada materi dengan cermat, teliti dan terfokus.

Untuk dapat mengukur kemampuan anda dalam memahami isi modul, anda
diberikan latihan yang harus anda kerjakan sendiri. Di akhir tiap bab kami
juga berikan tes formatif sebagai gambaran soal soal CAT CPNS sesuai
dengan tingkat kesulitannya. Di tiap akhir modul, kami sertakan juga soal
tes sumatif sebagai gambaran soal-soal tes sesuai dengan modul yang telah

facebook.com/asncpns @asncpns
100% PAKET LKIT – 100% AKURAT

Paket LKIT 2016


anda pelajari. Khusus tes formatif dan tes sumatif, kami sertakan
jawabannya – sedangkan untuk latihan, silakan anda kerjakan sendiri
sebagai tolak ukur pemahaman anda terhadap modul yang telah anda
pelajari.

Disaat anda bisa menguasai semua materi dalam modul Paket LKIT
ini…”TERSENYUMLAH” karena bagaimanapun bentuk soal yang akan anda
hadapi akan bisa anda selesaikan dengan mudah.

Ketahuilah, selain modul ini sekarang anda gunakan sebagai bahan


pembelajaran anda – modul ini juga dijadikan sebagai bahan materi
referensi pembuatan soal CAT CPNS oleh para tim pembuat soal…

Harapan kami, semoga anda bisa lulus tes CPNS tahun ini dan jadikanlah
Paket LKIT sebagai senyuman indah dari bagian lembaran kehidupan anda..

Be Smile…

3
Hal

facebook.com/asncpns @asncpns
100% PAKET LKIT – 100% AKURAT

Paket LKIT 2016

DAFTAR ISI

BAB 1 MODUL TES PENYELENGGARAAN SISTEM NKRI 6


BAB 2 MODUL TES SEJARAH INDONESIA 121
BAB 3 MODUL TES WAWASAN PANCASILA 313
BAB 4 MODUL TES UUD 1945 395
BAB 5 MODUL TES WAWASAN KEBANGSAAN 467
BAB 6 MODUL TES MATEMATIKA DASAR 545

4
Hal

facebook.com/asncpns @asncpns
100% PAKET LKIT – 100% AKURAT

Paket LKIT 2016

Disclaimer and Legal Notice

All rights reserved - No part of this book may be reproduced or transmitted in any form
or any manner, electronic or mechanical, including photocopying, recording or by any
information storage and retrieval system, without permission in writing from the
Publisher.

Hak Cipta Dilindungi Undang - Undang

Barang siapa dengan sengaja dan tanpa hak melakukan perbuatan menyiarkan,
memamerkan, mengedarkan, atau menjual kepada umum suatu ciptaan sebagaimana
dimaksud dalam Pasal 2 ayat (1) atau Pasal 49 ayat (1) dan ayat (2) dipidana dengan
pidana penjara masing-masing paling singkat 1 (satu) bulan dan/atau denda paling
sedikit Rp1.000.000,00 (satu juta rupiah), atau pidana penjara paling lama 7 (tujuh)
tahun dan/atau denda paling banyak Rp5.000.000.000,00 (lima miliar rupiah)

5
Hal

facebook.com/asncpns @asncpns
100% PAKET LKIT – 100% AKURAT

Paket LKIT 2016

6
Hal

MODUL TES PENYELENGGARAAN


SISTEM NKRI
BAB 1 100% Paket LKIT 100% Akurat

facebook.com/asncpns @asncpns
100% PAKET LKIT – 100% AKURAT

Paket LKIT 2016


SISTEM PENYELENGGARAN NKRI

SISTEM ADMINISTRASI NEGARA

INDIKATOR KEBERHASILAN

Memahami pengertian Sistem Administrasi Negara, dan Asas-asas Sistem


Penyelenggaraan Pemerintahan Negara Indonesia

A. Pengertian

Sebelum membahas lebih lanjut mengenai pengertian Sistem Administrasi


Negara Indonesia, terlebih dahulu anda akan diberikan pengertian
mengenai sistem, administrasi, administrasi negara, dan sistem
administrasi negara.

1. Sistem

Sistem pada hakekatnya adalah seperangkat komponen, elemen, unsur,


atau subsistem dengan segala atributnya yang satu sama lain saling
berkaitan, pengaruh mempengaruhi dan saling tergantung sehingga

7
keseluruhannya merupakan suatu kesatuan yang terintegrasi atau suatu

Hal
totalitas, serta mempunyai peranan atau tujuan tertentu.

2. Administrasi

facebook.com/asncpns @asncpns
100% PAKET LKIT – 100% AKURAT

Paket LKIT 2016


Leonard D. White sebagaimana dikutip oleh Salamoen Soeharyo dan Nasri
Effendi (2005), menyatakan pengertian administrasi sebagai berikut:
“Administration is a process common to all group effort, public or
privat, civil or military, large or small scale” (administrasi adalah
sebagai proses yang umum terdapat dalam semua usaha kelompok, negara
ataupun swasta, sipil ataupun militer, berskala kecil maupun besar). Lebih
lanjut Dimock & Dimock dalam Soeharyo dan Effendi (2005) menegaskan
bahwa pada dasarnya administrasi merupakan aktivitas kerja sama
kelompok – “basically administration is cooperative group activity”.
Dari definisi tersebut di atas dapat disimpulkan bahwa pada dasarnya
administrasi adalah kerja

sama kelompok yang dilakukan untuk mencapai tujuan, kerjasama tersebut


dapat terjadi pada lingkungan negara ataupun swasta, sipil ataupun
militer, dan berskala kecil maupun besar.

3. Administrasi Negara

Selanjutnya marilah kita melihat definisi mengenai administrasi Negara


yang diberikan oleh beberapa ahli. Dalam salah satu bukunya, Pamudji

8
(tanpa tahun) mengemukakan bahwa administrasi negara (public

Hal
administration) adalah suatu “species” dalam lingkungan “genus”
administrasi (administration) yang bermakna sebagai kegiatan manusia
yang kooperatif. Species lainnya mungkin dapat disebutkan administrasi
niaga atau perusahaan (business administration) dan administrasi privat
non perusahaan niaga. Lebih lanjut dengan menggunakan istilah public
administration (administrasi publik), Pamudji mengemukakan definisi

facebook.com/asncpns @asncpns
100% PAKET LKIT – 100% AKURAT

Paket LKIT 2016


administrasi negara sebagai berikut:

1. Public administration adalah organisasi dan managemen dari manusia


dan benda guna mencapai tujuan tujuan pemerintah.
2. Public administration adalah suatu seni dan ilmutentang managemen
yang dipergunakan untuk mengatur urusan-urusan negara.

John M. Pfiffner dan Robert V. Presthus (1950) mengemukakan pengertian


administrasi negara sebagai berikut: ”Public administration involves the
implementation of public policy which has been determine by
representative political bodies” (Administrasi Negara meliputi
implementasi kebijakan pemerintah yang telah ditetapkan oleh badan-
badan perwakilan politik). Pada bagian lain ia menjelaskan bahwa: “Public
administration may be defined as the coordination of individual and
group efforts to carry out public policy. It is mainly occupied with the
daily work of governments”

(administrasi negara dapat didefinisikan sebagai koordinasi usaha-usaha


perorangan dan kelompok untuk melaksanakan kebijakan pemerintah. Hal
ini terutama meliputi pekerjaan sehari-hari pemerintah). Definisi tersebut
kemudian ditutup dengan penjelasan sebagai berikut: “In sum, public

9
Hal
administration is process concerned with carrying out public policies,
an compassing innumerable skills and techniques which give order and
purpose to the efforts of large numbers of people” (Secara menyeluruh,
administrasi negara adalah suatu proses yang berkenaan dengan
pelaksanaan kebijakan-kebijakan pemerintah, pengarah

facebook.com/asncpns @asncpns
100% PAKET LKIT – 100% AKURAT

Paket LKIT 2016


kecakapankecakapan dan teknik-teknik yang tak terhingga jumlahnya yang
memberi arah dan maksud terhadap usaha-usaha sejumlah besar orang).

Dari definisi-definisi tersebut di atas dapat ditarik suatu kesimpulan bahwa


Administrasi Negara adalah suatu proses yang melibatkan beberapa orang
dengan berbagai keahlian dan kecakapan untuk melaksanakan kebijakan-
kebijakan pemerintah.

Felix A. Nigro dalam Pamudji (tanpa tahun) memberikan jawaban atas


pertanyaan: Apakah Administrasi Negara itu? Dengan memberikan deskripsi
semacam uraian ringkas, dengan mengatakan: ”Public Administration: is
cooperative group effort in public setting

a. covers all three branches – executive, legislative, and judicial –


and theirinterrelationships
b. has an important role in formulating of public policy and is thus
a part of the political process
c. is different in significant ways from private administration
d. is closely associated with numerous private groups and
individuals in providing services to the community.

B. Sistem Administrasi Negara Indonesia

10
Hal
Setelah membahas mengenai pengertian administrasi negara, maka
pembahasan selanjutnya adalah menjawab pertanyaan, bagaimanakah
system administrasi yang berlaku di Indonesia? Pada hakekatnya dilihat dari
segi unsur-unsur yang mempengaruhi, suatu sistem administrasi negara-
negara di dunia dapat dikatakan hampir sama satu dengan yang lainnya.
Demikian juga sistem administrasi negara Indonesia tidaklah jauh berbeda
dengan system administrasi negara yang lain, yakni suatu sistem

facebook.com/asncpns @asncpns
100% PAKET LKIT – 100% AKURAT

Paket LKIT 2016


administrasi negara yang memiliki unsur-unsur dan dipengaruhi oleh faktor
lingkungan.

Namun demikian karena tidak ada sistem administrasi negara yang persis
sama antara negara yang satu dengan negara yang lain, maka system
administrasi negara Indonesia dalam eksistensinya juga berbeda dengan
sistem administrasi negara lainnya. Selanjutnya sistem administrasi Negara
Indonesia dapat diartikan baik secara luas maupun secara sempit. Dalam
kehidupan bernegara berdasarkan UUD 1945 selama ini dikenal adanya dua
istilah yang erat kaitannya dengan administrasi negara sebagai sistem yang
dipraktekan. Kedua istilah itu adalah Penyelenggaraan Negara dan
Penyelenggaraan Pemerintahan Negara (Soeharyo dan Effendi: 2005).

1) Sistem Administrasi Negara Indonesia Dalam Arti Luas

Di atas telah dikemukakan bahwa istilah yang erat kaitannya dengan


administrasi negara adalah penyelenggaraan negara dan penyelenggaraan
pemerintahan negara. Administrasi negara dalam pengertiannya yang luas
mencakup keseluruhan aktivitas negara, yang berarti mencakup aktivitas
keseluruhan lembaga negara baik eksekutif, legislatif, maupun yudikatif,

11
dalam rangka mewujudkan visi dan misi bernegara bangsa Indonesia.

Hal
Berkaitan dengan istilah tersebut, maka sistem penyelenggaraan Negara
adalah merupakan sistem administrasi negara dalam arti luas.

Hal tersebut dikemukakan oleh Soeharyo dan Effendi (2005) dengan


rumusan yang agak panjang, sebagai berikut: ”Sistem Administrasi Negara
Indonesia dalam artian luas adalah sistem penyelenggaraan Negara
Indonesia, yang merupakan sistem penyelenggaraan kehidupan negara dan

facebook.com/asncpns @asncpns
100% PAKET LKIT – 100% AKURAT

Paket LKIT 2016


bangsa dalam segala aspeknya, dengan memanfaatkan dan
mendayagunakan segala kemampuan keseluruhan aparatur negara beserta
seluruh rakyat, di seluruh wilayah negara Indonesia, serta segenap dana
dan daya yang tersedia secara nasional, demi tercapainya tujuan dan
terlaksananya tugas nasional/negara sebagaimana tersebut dalam UUD
1945”.

Selanjutnya penyelenggara negara menurut rumusan pasal 2 Undang-


undang Nomor 28 Tahun 1999 tentang Penyelenggaraan Negara yang Bersih
dan Bebas dari Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme adalah:

a. Pejabat Negara pada lembaga Negara


b. Menteri
c. Gubernur, sebagai Wakil Pemerintah Pusat di daerah
d. Hakim, meliputi hakim di semua tingkatan pengadilan
e. Pejabat Negara yang lain sesuai dengan ketentuan peraturan
perundang-undangan yang berlaku, misalnya: Kepala Perwakilan RI di
Luar Negeri yang berkedudukan sebagai Duta Besar Luar Biasa dan
Berkuasa Penuh, Wakil Gubernur, dan Bupati/Walikota
f. Pejabat lain yang memiliki fungsi strategis dalam kaitannya dengan

12
penyelenggaraan negara sesuai dengan ketentuan peraturan

Hal
perundang-undangan yang berlaku. Pejabat dimaksud adalah Pejabat
yang tugas dan wewenangnya di dalam melakukan penyelenggaraan
negara rawan terhadap praktek KKN, yang meliputi:
1. Direksi, Komisaris, dan pejabat struktural lainnya pada BUMN dan
BUMD;
2. Pimpinan Bank Indonesia;
3. Pimpinan Perguruan Tinggi Negeri;

facebook.com/asncpns @asncpns
100% PAKET LKIT – 100% AKURAT

Paket LKIT 2016


4. Pejabat Eselon I dan pejabat lain yang disamakan di lingkungan sipil,
militer, dan POLRI;
5. Jaksa;
6. Penyelidik;
7. Panitera Pengadilan;
8. Pemimpin dan Bendaharawan Proyek.

2. Sistem Administrasi Negara Dalam Arti Sempit

Dimock dan Koenig sebagaimana dikutip oleh Philipus M. Hadjon, dkk


(2002) menjelaskan bahwa administrasi negara dapat diartikan secara luas
maupun sempit. Dalam arti luas administrasi negara adalah kegiatan
Negara dalam melaksanakan kekuasaan politiknya. Pengertian tersebut
telah diuraikan pada bagian atas, yaitu menyangkut kegiatan keseluruhan
lembaga negara. Sedangkan dalam pengertian sempit, administrasi Negara
adalah kegiatan pemerintah (eksekutif) dalam penyelenggaraan
pemerintahan. Dengan demikian dapatlah disimpulkan bahwa dalam arti
yang luas administrasi negara menyangkut kegiatan keseluruhan lembaga
legislatif, eksekutif, dan yudikatif dalam menyelenggarakan kegiatan

13
kenegaraan, sedangkan dalam arti sempit administrasi negara menyangkut

Hal
kegiatan penyelenggaraan pemerintahan oleh eksekutif (pemerintah), yang
tentu saja di dalam proses penyelenggaraan pemerintahan tersebut
melibatkan keseluruhan masyarakat dengan memperhitungkan kemampuan

pendanaannya.

Dengan memperhatikan batasan-batasan pengertian mengenaiadministrasi


negara tersebut di atas, maka Soeharyo dan Effendi (2005) mengemukakan

facebook.com/asncpns @asncpns
100% PAKET LKIT – 100% AKURAT

Paket LKIT 2016


bahwa sistem penyelenggaraan pemerintahan Negara sebenarnya
merupakan sistem administrasi negara Indonesia dalam arti sempit.
Selanjutnya dirumuskan bahwa: ”Sistem administrasi Negara Indonesia
dalam artian sempit atau sistem penyelenggaraan pemerintahan negara
Indonesia adalah keseluruhan penyelenggaraan kekuasaan pemerintahan
(pouvoir executif/executive power) dengan memanfaatkan dan
mendayagunakan kemampuan pemerintah dan segenap aparatur
pemerintah dari semua peringkat pemerintahan beserta seluruh rakyat dari
seluruh wilayah negara Indonesia, dan dengan memanfaatkan pula segenap
dana dan daya yang tersedia secara nasional demi tercapainya tujuan dan
tugas nasional/negara sebagaimana tersebut dalam UUD 1945”.

Selanjutnya perlu dikemukakan bahwa yang dimaksud pemerintah adalah


Presiden beserta para menterinya, sedangkan aparatur pemerintahan
adalah instansi-instansi pemerintah baik di pusat maupun di daerah beserta
pejabat/pegawai negerinya. Dengan kata lain aparatur pemerintah
meliputi:

1. Aparatur pemerintahan, yaitu Departemen, LPND, Dinas, Kanwil, dan


sebagainya yang menjalankan fungsi pelayanan dan

14
pengaturan/pengayoman dan tidak mempunyai motif mencari

Hal
keuntungan.
2. Aparatur perekonomian negara, yaitu perusahaan/BUMN dan
perusahaan/BUMD, yang terutama harus menjalankan fungsi bisnis
walaupun tidak semata-mata mencari keuntungan.

C. Asas-asas Sistem Penyelenggaraan Pemerintahan Negara Indonesia

facebook.com/asncpns @asncpns
100% PAKET LKIT – 100% AKURAT

Paket LKIT 2016


Asas merupakan dasar, alas, atau pondasi. Ibarat suatu bangunan, maka
sebelum bangunan itu berdiri terlebih dahulu harus dibangun dasarnya,
alasnya, atau pondasinya agar bangunan tersebut tidak mudah runtuh.
Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (1997), asas diartikan sebagai “dasar”
(sesuatu yang menjadi tumpuan berpikir atau berpendapat), “dasar cita-
cita”, dan “hukum dasar”.

Di dalam membangun suatu negara/bangsa, sudah barang tentu diperlukan


suatu asas yang menjadi “dasar” dimana bangunan negara itu berdiri
dengan kokoh. Suatu asas yang menjadi patokan, petunjuk bagi para
penyelenggara negara di dalam proses penyelenggaraan negara
agarindonesia menjadi negara yang kuat, diperhitungkan, dan disegani
dalam pergaulan komunitas global.

Dengan telah dilakukan amandemen UUD 1945 sebanyak empat kali sejak
1999–2002, maka sistem penyelenggaraan pemerintahan Negara didasarkan
pada asas-asas sebagai berikut:

1. Negara Indonesia adalah Negara hukum (rechstaat) [Pasal 1 ayat (3)].


Pasal ini menyatakan bahwa Indonesia adalah negara hukum, bukan
negara berdasarkan kekuasaan (machstaat).

15
2. Kedaulatan berada di tangan rakyat dan dilaksanakan menurut UUD

Hal
1945 [Pasal 1 ayat (2)]. Pasal ini menyatakan bahwa Negara Republik
Indonesia menganut sistem konstitusional. Pasal 1 ayat (2) UUD 1945
ini juga mengandung pengertian bahwa kekuasaan negara tertinggi di
tangan rakyat, tidak lagi di tangan MPR. Hal tersebut berkaitan
dengan system pemilihan Presiden dan Wakil Presiden yang dipilih
secara langsung oleh rakyat [Pasal 6A ayat (1)]. Namun demikian

facebook.com/asncpns @asncpns
100% PAKET LKIT – 100% AKURAT

Paket LKIT 2016


berdasarkan TAP MPR No. II/MPR/2003 dinyatakan bahwa MPR
berfungsi sebagai pemegang dan pelaksana kedaulatan rakyat
menurut ketentuan UUD 1945.
3. Presiden Republik Indonesia memegang kekuasaan pemerintahan
menurut UUD [Pasal 4 ayat (1)]. Ketentuan pasal tersebut
menunjukkan bahwa penyelenggaraan pemerintahan negara adalah
penyelenggara pemerintahan yang dilaksanakan oleh Presiden yang
memegang kekuasaan pemerintahan dan termasuk hak legislatif yang
dimilikinya berdasarkan UUD 45.
4. Presiden dan Wakil Presiden memegang jabatan selama lima tahun,
dan sesudahnya dapat dipilih kembali dalam jabatan yang sama,
hanya untuk satu kali masa jabatan (Pasal 7). Pasal tersebut
menunjukkan bahwa masa jabatan Presiden terbatas, yakni maksimal
hanya dua kali masa jabatan.
5. Usul pemberhentian Presiden dan/atau Wakil Presiden dapat
diajukan oleh DPR kepada MPR hanya dengan terlebih dahulu
mengajukan permintaan kepada Mahkamah Konstitusi untuk
memeriksa, mengadili, dan memutus pendapat DPR bahwa Presiden
dan/atau Wakil Presiden telah melakukan pelanggaran hukum berupa

16
pengkhianatan terhadap Negara, korupsi, penyuapan, tindak pidana

Hal
berat lainnya, atau perbuatan tercela; dan/atau pendapat bahwa
Presiden dan/atau Wakil Presiden tidak lagi memenuhi syarat sebagai
Presiden dan/atau Wakil Presiden [Pasal 7B ayat (1)]. Pendapat
tersebut adalah dalam rangka pelaksanaan fungsi pengawasan DPR.
Selanjutnya dalam ayat (6) dinyatakan bahwa MPR wajib
menyelenggarakan sidang untuk memutuskan usul DPR tersebut

facebook.com/asncpns @asncpns
100% PAKET LKIT – 100% AKURAT

Paket LKIT 2016


paling lambat tiga puluh hari sejak MPR menerima usul tersebut.
Pasal 7C menunjukkan bahwa kedudukan DPR kuat, tidak dapat
dibekukan atau dibubarkan oleh Presiden. Pasal-pasal tersebut
menunjukkan bahwa Presiden tidak bertanggung jawab kepada DPR
maupun kepada MPR
6. Presiden dibantu oleh menteri-menteri negara [Pasal 17 ayat (1)].
Pasal 17 ayat (2) menyebutkan bahwa menteri-menteri itu diangkat
dan diberhentikan oleh Presiden. Ketentuan UUD 1945 tersebut
menunjukkan bahwa Negara Indonesia menganut sistem Presidensial,
dimana menteri-menteri Negara tidak bertanggung jawab kepada
DPR tetapi bertanggung jawab kepada Presiden.

2. LATIHAN

Pilihlah B jika jawaban Benar, dan A jika jawaban Salah!

1. Dengan berlakunya UUD 1945 yang telah diamandemen, membawa


konsekuensi pada sistem pemilihan Presiden.
2. Sesuai dengan ketentuan psl. 6A ayat (1) UUD 1945 bahwa Presiden
dipilih langsung oleh rakyat, berarti kedudukan Presiden setingkat

17
dengan MPR.

Hal
3. Kekuasaan Kepala Negara tidak terbatas. Hal ini sebagai konsekuensi
yuridis atas diubahnya ketentuan Pasal 7 UUD 1945.
4. Presiden tidak dapat diberhentikan oleh MPR.
5. MPR merupakan lembaga tertinggi negara yang memegang
kedaulatan rakyat.

3. RANGKUMAN

facebook.com/asncpns @asncpns
100% PAKET LKIT – 100% AKURAT

Paket LKIT 2016

 Sistem Administrasi Negara Indonesia dapat dibedakan dalam arti


luas maupun dalam arti sempit.
 Dalam pengertian yang luas Sistem Administrasi Negara meliputi
tugas-tugas penyelenggaraan Negara oleh semua lembaga Negara,
baik eksekutif, legislatif, maupun yudikatif.
 Sedangkan dalam arti sempit, administrasi Negara hanya meliputi
tugas penyelenggaraan pemerintahan Negara oleh Presiden sebagai
Kepala Pemerintahan.
 Pembahasan mengenai Sistem Penyelenggaraan Negara dibedakan
dengan Sistem Penyelenggaraan Pemerintahan Negara, karena Sistem
Penyelenggaraan Pemerintahan Negara membahas asas-asas yang
berlaku di dalam penyelenggaraan pemerintahan negara yang
berfokus pada mekanisme bekerjanya lembaga eksekutif yang
dipimpin oleh Presiden selaku Kepala Pemerintahan.
 Sedangkan Sistem Penyelenggaraan Negara membahas mekanisme
bekerjanya lembaga eksekutif, legislatif, dan yudikatif.

18
Hal

4. TES FORMATIF

facebook.com/asncpns @asncpns
100% PAKET LKIT – 100% AKURAT

Paket LKIT 2016


Pilihlah salah satu jawaban yang benar.

1. Dalam menjalankan tugas dan kewenangannya, Presiden bertanggung


jawab kepada ….
a. DPR
b. MPR
c. Rakyat
d. MPR bersama rakyat
2. Sistem Pemerintahan Negara berdasarkan UUD 1945 pada hakekatnya
merupakan uraian tentang bagaimana mekanisme pemerintahan
Negara dijalankan oleh ….
a. Presiden
b. DPR
c. MPR
d. Presiden bersama-sama DPR
3. Dalam sistem pemerintah negara Indonesia, kedudukan DPR adalah
kuat, karena ….
a. DPR dapat menjatuhkan Presiden
b. DPR dapat mengajukan mosi tidak percaya kepada pemerintah
c. anggota DPR merangkap anggota MPR

19
d. DPR dapat mengundang MPR untuk sidang istimewa

Hal
4. Sesuai dengan hasil amandemen UUD 1945 yang keempat, ditentukan
bahwa ….
a. kedaulatan berada di tangan MPR
b. kedaulatan berada di tangan rakyat
c. DPR dapat menjatuhkan Presiden
d. Presiden bertanggung jawab kepada rakyat

facebook.com/asncpns @asncpns
100% PAKET LKIT – 100% AKURAT

Paket LKIT 2016


5. Di dalam sistem pemilihan umum, Presiden dipilih langsung oleh
rakyat, hal itu berarti bahwa ….
a. kedaulatan berada di tangan rakyat
b. kedaulatan berada di tangan MPR
c. Presiden mempunyai kekuasaan mutlak
d. Presiden sejajar dengan MPR

Pilihlah

A jika jawaban 1, 2, dan 3 benar

B jika jawaban 1 dan 3 benar

C jika jawaban 2 dan 4 benar

D jika semua jawaban benar

6. Negara Indonesia adalah negara hukum mengandung pengertian


bahwa….

1. setiap tindakan penyelenggara negara harus didasarkan atashukum

2. Presiden menjalankan kekuasaannya berdasarkan atas hukum

3. rakyat Indonesia berbuat sesuai dengan hukum yang berlaku

20
4. MPR menjalankan kewenangannya berdasarkan atas kekuasaan

Hal
Jawab: A

7. DPR mempunyai kewenangan ….

1. menjatuhkan Presiden

2. mengawasi jalannya pemerintahan

3. menyelidiki dugaan kasus pelanggaran oleh Presiden

facebook.com/asncpns @asncpns
100% PAKET LKIT – 100% AKURAT

Paket LKIT 2016


4. membentuk UU bersama-sama Presiden

Jawab: C

8. Sistem Pemerintahan Negara berfokus pada ….


1. mekanisme bekerjanya lembaga eksekutif yang dipimpin oleh
Presiden
2. mekanisme bekerjanya lembaga-lembaga Negara
3. mekanisme bekerjanya lembaga eksekutif yang dipimpin oleh
kepala pemerintahan
4. mekanisme penyelenggaraan kekuasaan legislative
Jawab: B
9. Di dalam menjalankan kekuasaannya, Presiden dibantu oleh ….

1. menteri koordinator

2. menteri negara

3. menteri yang memimpin departemen

4. pejabat setingkat menteri

Jawab: D

10. MPR memegang kekuasaan ….

21
1. membentuk UUD

Hal
2. menetapkan GBHN

3. mengubah konstitusi

4. memilih Presiden dan Wakil Presiden

Jawab: B

facebook.com/asncpns @asncpns
100% PAKET LKIT – 100% AKURAT

Paket LKIT 2016

BAB 2
TUJUAN BERNEGARA DAN SISTEM
MANAJEMEN NASIONAL

INDIKATOR KEBERHASILAN

Setelah mempelajari bab ini, anda harus dapat memahami Tujuan


Bernegara dan Sistem Manajemen Nasional,

A. Tujuan Bernegara Bangsa Indonesia

Setiap negara di dunia dalam usaha mencapai tujuan bernegara yang dicita-
citakan pasti memiliki visi, yang kemudian visi tersebut akan dijabarkan
lebih lanjut dengan menetapkan misi yang akan dilaksanakan dalam
mewujudkan visi tersebut.

Tujuan bernegara bangsa Indonesia sesuai dengan konstitusi yang berlaku,


yaitu Undang-undang Dasar 1945 adalah sebagaimana yang disebutkan
dalam Alinea IV Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945, yaitu: “melindungi
segenap bangsa dan seluruh tumpah darah Indonesia, memajukan

22
kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa, dan ikut

Hal
melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan,
perdamaian abadi, dan keadilan sosial”.

Tujuan bernegara bangsa Indonesia tersebut oleh Lembaga Ketahanan


Nasional (Lemhanas) disebut sebagai faktor karsa dan merupakan Cita-cita
Nasional atau Cita-cita Bangsa (Lembaga Ketahanan Nasional: 1989).

facebook.com/asncpns @asncpns
100% PAKET LKIT – 100% AKURAT

Paket LKIT 2016


Ternyata bahwa apa yang diungkapkan dalam Pembukaan Undang-undang
Dasar Negara Indonesia 1945 sebagai cita-cita nasional atau cita-cita
bangsa tersebut bersifat ideal dengan dimensi waktu yang tidak terbatas.
Oleh karena itu cita-cita nasional atau cita-cita bangsa tersebut perlu
dijabarkan lebih lanjut melalui proses operasionalisasi yang dinamis secara
bertahap ke dalam jangkauan waktu pencapaian yang lebih konkrit dengan
mempertimbangkan dan memperhitungkan perkembangan keadaan serta
kemungkinan peluang yang terbuka. Proses operasionalisasi Cita-cita
Nasional atau Cita-cita Bangsa menurut jangkauan waktunya dirumuskan
menjadi Idaman Nasional sebagai hasil proyeksi Cita-cita Nasional dalam
jangka panjang. Kemudian Idaman Nasional dijabarkan lebih lanjut ke
dalam jangkauan waktu yang lebih konkrit menjadi Tujuan Nasional sebagai
prakiraan dalam jangka sedang. Tujuan Nasional agar lebih mudah di dalam
pencapaiannya, selanjutnya dijabarkan menjadi Sasaran Nasional sebagai
perhitungan Tujuan Nasional dalam jangka pendek.

Dengan demikian terdapat stratanisasi faktor karsa sesuai dengan dimensi


waktu pencapaiannya yang dapat dilihat pada tabel 1 berikut.

TABEL 1

23
Stratanisasi Faktor Karsa dan Stratanisasi Faktor Karsa Pencapaiannya

Hal
Stratanisasi Faktor Karsa Stratanisasi Faktor Karsa

Cita-cita Nasional Ideal tidak terbatas

Idaman Nasional Jangka panjang

Tujuan Nasional Jangka sedang

facebook.com/asncpns @asncpns
100% PAKET LKIT – 100% AKURAT

Paket LKIT 2016

Sasaran Nasional Jangka pendek

Perlu kiranya diketahui bahwa UUD 1945 yang merupakan landasan


konstitusional penyelenggaraan negara, dalam waktu relatif singkat (1999
– 2002), telah mengalami 4 (empat) kali perubahan. Dengan berlakunya
amandemen UUD 1945, telah terjadi perubahan dalam pengelolaan
pembangunan, yaitu:

1. Penguatan kedudukan DPR sebagai lembaga legislatif dalam


penyusunan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN);
2. Ditiadakannya GBHN sebagai pedoman penyusunan rencana
pembangunan nasional; dan
3. 3. Diperkuatnya Otonomi Daerah dan desentralisasi pemerintahan
dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia.

GBHN yang ditetapkan oleh MPR berfungsi sebagai landasan perencanaan


pembangunan nasional sebagaimana telah dilaksanakan dalam praktek
ketatanegaraan selama ini. Ketetapan MPRini menjadi landasan hukum bagi
Presiden untuk dijabarkan dalam bentuk Rencana Pembangunan Lima
Tahunan dengan memperhatikan secara sungguhsungguh saran DPR, yang
selanjutnya Pemerintah bersama DPR menyusun APBN.

24
Hal
Perubahan UUD 1945 yang mengatur bahwa Presiden dipilih secara langsung
oleh rakyat dan tidak adanya GBHN sebagai pedoman Presiden untuk
menyusun rencana pembangunan, maka dibutuhkan pengaturan lebih
lanjut bagi proses perencanaan pembangunan nasional. Dalam
merencanakan pembangunan tersebut, pemerintah berpedoman pada
Undang-undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan

facebook.com/asncpns @asncpns
100% PAKET LKIT – 100% AKURAT

Paket LKIT 2016


Pembangunan Nasional, yang memberikan pedoman mengenai suatu
perencanaan pembangunan yang meliputi 4 (empat) tahapan, yakni:

1. penyusunan rencana;
2. penetapan rencana;
3. pengendalian pelaksanaan rencana; dan
4. evaluasi pelaksanaan rencana.

Untuk melaksanakan misi bernegara yang sangat luas itu diperlukan


pentahapan-pentahapan sejalan dengan dimensi waktu yang disepakati
bersama.

Kembali pada permasalahan di atas, pemahaman tentang tujuan bernegara


dapat pula diperoleh melalui pemahaman tentang visi dan misi bernegara.
Gambaran atau ide atau cita-cita tentang masa depan yang dikehendaki
dengan mendirikan negara, seperti: “Terwujudnya negara Indonesia yang
merdeka, bersatu, berdaulat, adil dan makmur” atau lebih dikenal dengan
istilah “Terwujudnya masyarakat yang adil dan makmur” sebagaimana
tertuang dalam Alinea II Pembukaan UUD 1945 merupakan visi bernegara,
sedangkan kegiatan-kegiatan yang dilakukan sebagai

penjabaran lebih lanjut dalam rangka terwujudnya “masyarakat yang adil

25
dan makmur” yang dicita-citakan seperti: “melindungi segenap bangsa dan

Hal
seluruh tumpah darah Indonesia, memajukan kesejahteraan umum,
mencerdaskan kehidupan bangsa, dan ikut melaksanakan ketertiban dunia
yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial”
merupakan misi bernegara.

facebook.com/asncpns @asncpns
100% PAKET LKIT – 100% AKURAT

Paket LKIT 2016


B. Sistem Manajemen Nasional

Untuk mewujudkan Cita-cita Nasional atau Cita-cita Bangsa yang


merupakan tujuan bernegara sebagai visi dan misi Negara tersebut,
menurut Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhanas) diperlukan berbagai
usaha nasional yang meliputi unsur-unsur administrasi, manajemen, dan
organisasi. Unsur administrasi dan manajemen merupakan faktor upaya,
sedangkan unsur organisasi merupakan faktor sarana. Himpunan usaha
nasional secara menyeluruh yang memadukan pengertian administrasi,
manajemen, dan organisasi tersebut pada dasarnya adalah suatu
pemerintahan negara yang membentuk suatu sistem yang oleh Lemhanas
disebut sebagai Sistem Manajemen Nasional (SISMENNAS).

Pemahaman tentang sistem Pemerintahan Negara dilakukan dengan


pendekatan sistem, yaitu dengan melihat adanya keterkaitan beberapa
unsur yang berdiri sendiri (sub-sistem) sebagai suatu kebulatan yang utuh
yang membentuk sistem yang lebih luas. Ciri sistem adalah bahwa
perubahan pada suatu sub-sistem akan mempengaruhi sub-sistem yang lain
sehingga dapat merubah sistem secara keseluruhan. Dalam pemerintahan
suatu negara yang terdiri dari beberapa sub-sistem, keterikatan sub-sub

26
sistem ada pada visinya yang sama dan berangkat dari

Hal
visi yang sama itu sub-sub sistem membentuk turunan dari misi bernegara
yang mengacu pada Alinea IV Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945.

Hal yang masih perlu diperhatikan ialah bahwa didalam usaha


melaksanakan misi bernegara dan dalam merumuskan turunannya pada
tingkat sub-sistem sering terjadi perbedaan pendapat para penyelenggara
negara dalam hal penafsiran makna daripada misi di tingkat sistem. Oleh

facebook.com/asncpns @asncpns
100% PAKET LKIT – 100% AKURAT

Paket LKIT 2016


karena itu perlu dipahami pula bahwa setiap sistem menganut mekanisme
“input – process – output – feedback“ atau “masukan – proses – keluaran -
umpan balik“ yang juga menjadi ciri dari SISMENNAS yang dikembangkan
LEMHANAS.

Tentang SISMENNAS, pokok-pokok pikiran LEMHANAS adalah sebagai


berikut.

1. SISMENNAS meliputi dua bidang administrasi, yaitu: administrasi


negara dan administrasi niaga. Pada bidang administrasi negara,
SISMENNAS berperan menyelenggarakan fungsi pemerintahan pada
umumnya dan fungsi pembangunan nasional pada khususnya. Pada
bidang administrasi niaga, berperan mengembangkan “dunia usaha“
sebagai potensi nasional dan bagian penting dalam pembangunan
nasional.
2. SISMENNAS dalam bidang ketatanegaraan mempunyai empat unsur
utama, yaitu :
a. Negara sebagai “organisasi kekuasaan“ yang mempunyai hak dan
peranan terhadap pemilikan, pengaturan, dan pelayanan yang
diperlukan dalam rangka usaha mewujudkan Cita-cita Bangsa,

27
termasuk usaha produksi dan distribusi barang dan jasa bagi

Hal
kepentingan masyarakat umum (“public goods and services “);
b. Bangsa Indonesia sebagai unsur “Pemilik Negara“ berperan untuk
menentukan Sistem Nilai dan Arah/Haluan/Kebijaksanaan Negara
yang digunakan sebagai landasan dan pedoman bagi
penyelenggaraan fungsi-fungsi negara;
c. Pemerintah sebagai unsur “Manajer atau Penguasa“, berperan
dalam penyelenggaraan fungsi-fungsi pemerintahan umum dan

facebook.com/asncpns @asncpns
100% PAKET LKIT – 100% AKURAT

Paket LKIT 2016


pembangunan ke arah Cita-cita Bangsa dan kelangsungan serta
pertumbuhan negara;
d. Masyarakat adalah unsur “Penunjang dan Pemakai“ yang berperan
baik sebagai kontributor, penerima dan konsumen bagi berbagai
hasil kegiatan penyelenggaraan fungsi pemerintahan.
3. SISMENNAS secara struktural tersusun atas empat tatanan, dari dalam
keluar yaitu:
a. Tata Laksana Pemerintahan ( TLP );
b. Tata Administrasi Negara ( TAN );
c. Tata Politik Nasional ( TPN );
d. Tata Kehidupan Masyarakat ( TKM ).

TLP dan TAN merupakan “tatanan dalam (inner setting)“, TPN dan
TKM merupakan “tatanan luar (outer setting)“

4. SISMENNAS secara proses berpusat pada dan berintikan suatu


rangkaian pengambilan keputusan yang berkewenangan yang terjadi
pada tatanan dalam TAN dan TLP. Oleh karena itu tatanan dalam (TLP
dan TAN) disebut juga Tatanan Pengambilan Keputusan
Berkewenangan (TPKB).

28
5. Untuk menyelenggarakan TPKB, SISMENNAS menampung kepentingan

Hal
rakyat sebagai arus masuk yang dimulai dari TKM melalui TPN,
selanjutnya diproses/diolah dalam TLP dan TAN menjadi kepentingan
nasional, dan akhirnya dikeluarkan dalam bentuk tanggapan
Pemerintah berupa berbagai kebijaksanaan sebagai arus keluar ke
TPN dan TKM.
6. TLP dan TAN memerlukan sarana yang disebut kelembagaan negara
yang pada tahap TAN merupakan pelaksana/pemegang kedaulatan

facebook.com/asncpns @asncpns
100% PAKET LKIT – 100% AKURAT

Paket LKIT 2016


rakyat/perwakilan rakyat dan pemegang kekuasaan negara,
sedangkan pada tahap TLP berupa Penyelenggara dan mekanisme
pemerintahan atau birokrasi.
7. Sarana kelembagaan pada tahap TAN mencakup:
a) semua Kelembagaan Perwakilan Rakyat baik di Pusat maupun
di Daerah, yaitu Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR), Dewan
Perwakilan Rakyat (DPR), Dewan Perwakilan Daerah (DPD), dan
Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD);
b) Kelembagaan Kepala Negara/ Kepresidenan R.I;
c) Kelembagaan Kepala Pemerintahan Negara/ Kepresidenan R.I.;
d) Kelembagaan Negara lainnya, yaitu : Mahkamah Agung (MA),
Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), Mahkamah Konstitusi, Komisi
Yudisial, dan semua kelembagaan Penyelenggara Pemerintahan
baik di Pusat maupun di Daerah.

Contoh, sebelum menaikkan harga BBM, Pemerintah terlebih dahulu


berkonsultasi dengan DPR, setelah keluar kebijakan pemerintah mengenai
kenaikan harga BBM maka biasanya akan diikuti reaksi dari masyarakat.
Reaksi dari masyarakat (feed back) tersebut selanjutnya menjadi masukan
(input) bagi Pemerintah dalam mengeluarkan kebijakan selanjutnya

29
(output), demikian siklus terjadi dalam proses pengambilan kebijakan di

Hal
dalam proses penyelenggaraan negara.

facebook.com/asncpns @asncpns
100% PAKET LKIT – 100% AKURAT

Paket LKIT 2016


2. LATIHAN

Pilihlah B jika pernyataan berikut ini benar, dan A jika pernyataan salah.

1. Sasaran Nasional merupakan hasil perhitungan Tujuan Nasional dalam


jangka pendek secara operasional tercermin dalam dokumen APBN.
2. Amandemen Undang-Undang Dasar 1945 menetapkan bahwa
kedaulatan rakyat dipegang langsung oleh rakyat dan dilaksanakan
oleh perwakilannya di DPR.
3. Negara sebagai “organisasi kekuasaan” berperan menentukan sistem
nilai dan kebijaksanaan Negara sebagai landasan dalam proses
penyelenggaraan Negara.
4. MPR berwenang mengubah dan menetapkan konstitusi negara.
5. “Negara hendak memajukan kesejateraan umum”, merupakan salah
satu Visi bernegara.

3. RANGKUMAN

 “Terwujudnya Negara Indonesia yang merdeka, bersatu, berdaulat,


adil dan makmur” yang selanjutnya dikenal sebagai sebagaimana
tercantum dalam Alinea II Pembukaan UUD 1945, “Terwujudnya

30
masyarakat adil dan makmur”, merupakan visi bernegara yang harus

Hal
diemban oleh seluruh Bangsa Indonesia.
 Di dalam usaha untuk mewujudkan cita-cita tersebut, visi bernegara
perlu dijabarkan lebih lanjut ke dalam misi bernegara sebagaimana
tercantum di dalam Alinea IV Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945,
yaitu “melindungi segenap bangsa dan seluruh tumpah darah
Indonesia, memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan

facebook.com/asncpns @asncpns
100% PAKET LKIT – 100% AKURAT

Paket LKIT 2016


kehidupan bangsa, dan ikut melaksanakan ketertiban dunia yang
berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial”.
 Untuk mewujudkan visi dan misi bernegara diperlukan usaha-usaha
nasional yang meliputi unsur-unsur administrasi dan manajemen
sebagai faktor karsa, dan unsur organisasi sebagai faktor sarana.
Himpunan usaha nasional yang meliputi ketiga unsur tersebut,
disebut sebagai Sistem Manajemen Nasional.
 Secara proses, Sismenas berintikan pada Tata Laksana Pemerintahan
dan Tata Administrasi Negara sebagai tatanan dalam (inner setting)
sebagai lembaga yang berwenang mengambil keputusan mengenai
kebijakan nasional, dan Tata Kehidupan Masyarakat dan Tata Politik
Nasional sebagai tatanan luar (outer setting) yang menjadi tujuan
kebijakan tersebut.

4. TES FORMATIF

Pilihlah salah satu jawaban yang paling benar.

1. Cita-cita Nasional sebagai faktor karsa mempunyai dimensi waktu ….


a. Ideal tidak terbatas.

31
b. jangka menengah

Hal
c. jangka pendek
d. jangka panjang
2. Terwujudnya masyarakat yang adil dan makmur merupakan ….
a. visi bernegara
b. misi bernegara
c. tujuan bernegara

facebook.com/asncpns @asncpns
100% PAKET LKIT – 100% AKURAT

Paket LKIT 2016


d. sasaran nasional
3. Presiden tidak bertanggung jawab kepada DPR, mengandung
pengertian bahwa ….
a. DPR dapat menjatuhkan Presiden dalam Sidang Istimewa
b. Presiden dapat menjatuhkan DPR melalui mosi tidak percaya
c. selaku penyelenggara Negara, Presiden tidak perlu mendengarkan
suara DPR
d. kedudukan Presiden tidak bergantung pada DPR
4. Dewan Perwakilan Daerah (DPD) merupakan sarana kelembagaan
yang tercakup dalam ….
a. TLP
b. TAN
c. TPN
d. TKM
5. SISMENNAS menampung kepentingan rakyat sebagai arus masuk yang
dimulai dari ….
a. Tata Politik Negara (TPN)
b. Tata Administrasi Negara (TAN)
c. Tata Kehidupan Masyarakat (TKM)

32
d. Tata Laksana Pemerintahan (TLP)

Hal
Pilihlah

A jika pernyataan 1, 2, dan 3 benar

B jika pernyataan 1 dan 3 benar

C jika pernyataan 2 dan 4 benar

D jika semua pernyataan benar

facebook.com/asncpns @asncpns
100% PAKET LKIT – 100% AKURAT

Paket LKIT 2016


6. Tujuan bernegara bangsa Indonesia oleh Lembaga Ketahanan
Nasional disebut sebagai ….

1. cita-cita nasional

2. faktor karsa

3. cita-cita bangsa

4. tujuan nasional

Jawab: A

7. Tujuan bernegara bangsa Indonesia sesuai dengan Undang-Undang


Dasar 1945 adalah ….

1. melindungi segenap bangsa dan seluruh tumpah darah Indonesia

2. memajukan kesejahteraan umum

3. mencerdaskan kehidupan bangsa

4. ikut melaksanakan ketertiban dunia berdasarkan kemerdekaan,

perdamaian abadi, dan keadilan sosial.

Jawab: D

8. Pernyataan berikut yang berkaitan dengan stratanisasi dan dimensi

33
waktu faktor karsa adalah ….

Hal
1. Cita-cita nasional, ideal tak terbatas

2. Idaman nasional, jangka panjang

3. Tujuan nasional, jangka sedang

4. Sasaran nasional, jangka pendek.

Jawab: A

facebook.com/asncpns @asncpns
100% PAKET LKIT – 100% AKURAT

Paket LKIT 2016


9. Berikut ini yang merupakan bagian dari sistem pemerintahan Negara
adalah ….

1. kedaulatan rakyat ada di tangan MPR

2. pemerintah berdasarkan atas system konstitusi

3. Presiden bertanggung jawab kepada DPR

4. DPR merangkap sebagai anggota MPR

Jawab: C

10. Sismennas dalam bidang ketatanegaraan mempunyai unsur ….

1. negara sebagai organisasi kekuasaan

2. bangsa Indonesia sebagai pemilik negara

3. pemerintah sebagai manajer

4. masyarakat sebagai unsur penunjang dan pemakai

Jawab: D

34
Hal

facebook.com/asncpns @asncpns
100% PAKET LKIT – 100% AKURAT

Paket LKIT 2016

BAB 3
TUGAS DAN FUNGSI
PENYELENGGARA NEGARA

INDIKATOR KEBERHASILAN

Memahami Pengertian Penyelenggara Negara dan menguraikan Tugas dan


Fungsi Penyelenggara Negara.

Di dalam setiap negara, penyelenggara negara merupakan komponen atau


unsur yang sangat menentukan dalam jalannya penyelenggaraan negara,
baik itu negara serikat, negara republik, maupun negara kerajaan. Prinsip
pembagian tugas dan wewenang berlaku bagi setiap penyelenggara negara
untuk menghindari terjadinya tumpang tindih dalam pelaksanaan tugas,
disamping untuk memberikan kejelasan dalam pertanggungjawaban
pelaksanaan visi dan misi penyelenggara negara tersebut. Namun demikian
dalam negara Kesatuan Republik Indonesia tidak dikenal adanya pemisahan
kekuasaan seperti yang dikemukakan dalam teori “Trias Politika”, tetapi

35
yang dianut adalah prinsip pembagian kekuasaan (division of power atau

Hal
distribution of power), seperti yang diatur dalam UUD 1945.

facebook.com/asncpns @asncpns
100% PAKET LKIT – 100% AKURAT

Paket LKIT 2016


A. Pengertian Penyelenggara Negara

Yang dimaksud dengan Penyelenggara Negara adalah pejabat negara yang


menjalankan fungsi eksekutif, legislatif, atau yudikatif, dan pejabat lain
yang fungsi dan tugas pokoknya berkaitan dengan penyelenggaraan negara
sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku
(pasal 1 angka 1 UU No. 28 Tahun 1999). Dalam pembahasan selanjutnya,
maka penyelenggara negara dalam pembahasan ini meliputi keseluruhan
lembaga negara, baik eksekutif, legislatif, maupun yudikatif sebagaimana
dimaksudkan dalam UUD 1945, yaitu: Majelis Permusyawaratan Rakyat
(MPR), Presiden, Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), Dewan Perwakilan
Daerah (DPD), Mahkamah Agung (MA), Komisi Yudisial (KY), Mahkamah
Konstitusi (MK), dan Badan Pemeriksa Keuangan (BEPEKA).

B. Tugas dan Fungsi Penyelenggara Negara

Penyelenggara negara mempunyai peranan besar di dalam menjalankan visi


dan misi bernegara dalam mencapai cita-cita dan tujuan nasional
sebagaimana ditetapkan dalam Alinea II dan Alinea IV Pembukaan UUD
1945, dan peranan tersebut tercermin di dalam pelaksanaan tugas dan

36
fungsi sebagaimana telah diatur di dalam UUD 1945 dan peraturan

Hal
perundangundangan lainnya.

Dengan mengacu kepada Undang-Undang Dasar 1945 yang telah beberapa


kali diubah dan terakhir disahkan tanggal 10 Agustus 2002 serta peraturan
perundang-undangan lainnya, Penyelenggara Negara mempunyai fungsi dan
tugas sebagai berikut.

facebook.com/asncpns @asncpns
100% PAKET LKIT – 100% AKURAT

Paket LKIT 2016


1. Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR)
a. Susunan dan Kedudukan MPR

MPR terdiri atas anggota DPR dan anggota DPD yang dipilih melalui

pemilihan umum. MPR merupakan lembaga permusyawaratan rakyat

yang berkedudukan sebagai lembaga negara.

b. Tugas dan wewenang MPR


1. Mengubah dan menetapkan undang-undang dasar;
2. Melantik Presiden dan Wakil Presiden berdasarkan hasil pemilihan
umum, dalam Sidang Paripurna MPR;
3. Memutuskan usul DPR berdasarkan putusan Mahkamah Konstitusi
untuk memberhentikan Presiden dan/atau Wakil Presiden dalam
masa jabatannya setelah Presiden dan/atau Wakil Presiden diberi
kesempatan untuk menyampaikan penjelasan di dalam Sidang
Paripurna MPR;
4. Melantik Wakil Presiden menjadi Presiden apabila Presiden mangkat,
berhenti, diberhentikan, atau tidak dapat melaksanakan
kewajibannya dalam masa jabatannya;

37
5. Memilih Wakil Presiden dari dua calon yang diajukan Presiden,

Hal
apabila terjadi kekosongan Wakil Presiden dalam masa jabatan
selambat-lambatnya dalam waktu enam puluh hari;
6. Memilih Presiden dan Wakil Presiden apabila keduanya berhenti
secara bersamaan dalam masa jabatannya, dari dua paket calon
Presiden dan Wakil Presiden yang diusulkan oleh partai politik atau
gabungan partai politik yang paket calon presiden dan wakil presiden

facebook.com/asncpns @asncpns
100% PAKET LKIT – 100% AKURAT

Paket LKIT 2016


meraih suara terbanyak pertama dan kedua dalam pemilihan
sebelumnya, sampai habis masa jabatannya selambatlambatnya
dalam waktu tiga puluh hari;
7. Menetapkan Peraturan Tata Tertib dan Kode Etik MPR.

c. Hak-Hak MPR

Dalam melaksanakan tugas dan wewenangnya tersebut, anggota MPR


mempunyai hak-hak sebagai berikut :

1. Mengajukan usul perubahan pasal-pasal undang-undang dasar;


2. Menentukan sikap dan pilihan dalam pengambilan keputusan;
3. Memilih dan dipilih;
4. Membela diri;
5. Imunitas;
6. Protokoler;
7. Keuangan dan administrastif;

2. Presiden

Sebagai pelaksana fungsi eksekutif dan legislatif;

38
Hal
a. Kedudukan Presiden

Sebagai pengemban amanat rakyat yang mempunyai kedudukan selaku


Kepala Pemerintahan (fungsi eksekutif dan fungsi legislatif) dan Kepala
Negara.

facebook.com/asncpns @asncpns
100% PAKET LKIT – 100% AKURAT

Paket LKIT 2016


b. Tugas dan wewenang Presiden

1) selaku Kepala Pemerintahan (fungsi eksekutif dan fungsi legislatif):

a. Menjalankan kekuasaan pemerintahan negara menurut Undang-


undang Dasar;
b. Menetapkan Peraturan Pemerintah untuk menjalankan
undangundang sebagaimana mestinya;
c. Mengajukan dan membahas rancangan undang-undang bersama DPR;
d. Menetapkan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-undang
(Perpu);
e. Mengajukan dan membahas usul RAPBN bersama DPR;
f. Mengangkat dan memberhentikan para menteri.

2) Selaku Kepala Negara:

a) Memegang kekuasaan tertinggi atas Angkatan Darat, Angkatan Laut,


Angkatan Udara, dan Kepolisian Negara;
b) Dengan persetujuan DPR, menyatakan perang, membuat perdamaian
dan perjanjian internasional dengan negara lain;
c) Menyatakan keadaan bahaya, yang syarat-syarat dan akibatnya
ditetapkan dengan undang-undang;

39
d) Dengan memperhatikan pertimbangan Dewan Perwakilan Rakyat,

Hal
mengangkat duta dan konsul, serta menerima penempatan duta
negara lain;
e) Dengan memperhatikan pertimbangan Mahkamah Agung, memberi
grasi, dan rehabilitasi;
f) Dengan memperhatikan pertimbangan Dewan Perwakilan Rakyat,
memberi amnesti, abolisi;

facebook.com/asncpns @asncpns
100% PAKET LKIT – 100% AKURAT

Paket LKIT 2016


g) Memberi gelaran, tanda jasa dan lain-lain tanda kehormatan sesuai
dengan undang-undang;
h) Membentuk suatu dewan pertimbangan yang bertugas memberikan
nasehat dan pertimbangan kepada Presiden;
i) Mengangkat dan memberhentikan menteri-menteri negara.

Di samping itu Presiden juga memiliki kewenangan ekstrakontitusional


yakni mengeluarkan dekrit untuk sesuatu hal yang dianggap dapat
mengancam keselamatan bangsa dan negara, misalnya karena adanya
kebutuhan politik. Sebagai contoh dapat dikemukakan bahwa selama ini
telah terjadi beberapa kali Dekrit Presiden, satu diantaranya adalah Dekrit

Presiden 5 Juli 1959, kembali pada UUD 1945.

3. Dewan Perwakilan Rakyat (DPR)

a. Kedudukan DPR adalah sebagai Lembaga Negara

b. Fungsi DPR

1. Legislasi

40
2. Anggaran

Hal
3. Pengawasan

c. Tugas dan wewenang DPR

1. Membentuk undang-undang yang dibahas dengan Presiden untuk


mendapat persetujuan bersama;

facebook.com/asncpns @asncpns
100% PAKET LKIT – 100% AKURAT

Paket LKIT 2016


2. Membahas dan memberikan persetujuan peraturan pemerintah
penggati undang-undang;
3. Menerima dan membahas usulan RUU yang diajukan DPD yang
berkaitan dengan bidang tertentu dan mengikutsertakan dalam
pembahasan;
4. Memperhatikan pertimbangan DPD atas RUU APBN dan RUU yang
berkaitan dengan Pajak, pendidikan, dan agama;
5. Menetapkan APBN bersama Presiden dengan memperhatikan
pertimbangan DPD;
6. Melaksanakan pengawasan terhadap pelaksanaan UU, APBN, serta
kebijakan pemerintah;
7. Membahas dan menindaklanjuti hasil pengawasan yang diajukan oleh
DPD terhadap pelaksanaan UU mengenai otonomi daerah,
pembentukan, pemekaran, dan penggabungan daerah, sumber daya
alam dan sumber daya ekonomi lainnya, pelaksanaan APBN, pajak,
pendidikan, dan agama;
8. Memilih anggota Badan Pemeriksa Keuangan dengan memperhatikan
pertimbangan DPD;
9. Membahas dan menindaklanjuti hasil pemeriksaan atas

41
pertanggungjawaban keuangan negara yang disampaikan BPK;

Hal
10. Memberikan persetujuan kepada Presiden atas pengangkatan
dan pemberhentian anggota Komisi Yudisial;
11. Memberikan persetujuan calon hakim agung yang diusulkan
Komisi Yudisial untuk ditetapkan sebagai hakim agung oleh Presiden;
12. Memilih tiga orang calon anggota hakim konstitusi dan
mengajukannya kepada Presiden untuk ditetapkan;

facebook.com/asncpns @asncpns
100% PAKET LKIT – 100% AKURAT

Paket LKIT 2016


13. Memberikan pertimbangan kepada Presiden untuk mengangkat
duta, menerima penempatan duta negara lain, dan memberikan
pertimbangan dalam pemberian amnesti dan abolisi;
14. Memberikan persetujuan kepada Presiden untuk menyatakan
perang, membuat perdamaian, dan perjanjian dengan negara lain,
serta membuat perjanjian internasional lainnya yang menimbulkan
akibat yang luas dan mendasar bagi kehidupan rakyat yang terkait
dengan beban keuangan negara dan/atau pembentukan UU;
15. Menyerap, menghimpun, menampung dan menindaklanjuti
aspirasi masyarakat;
16. Melaksanakan tugas dan wewenang lainnya yang ditentukan
dalam UU.

d. DPR mempunyai hak:

1. Interpelasi
2. Angket
3. Menyatakan pendapat

42
Anggota DPR mempunyai hak :

Hal
1. Mengajukan RUU;
2. Mengajukan pertanyaan;
3. Menyampaikan usul dan pendapat;
4. Memilih dan dipilih;
5. Membela diri;
6. Imunitas

facebook.com/asncpns @asncpns
100% PAKET LKIT – 100% AKURAT

Paket LKIT 2016


7. Protokoler;
8. Keuangan dan administratif.

4. Dewan Perwakilan Daerah (DPD)

a. DPD mempunyai kedudukan sebagai lembaga perwakilan daerah yang


berkedudukan sebagai lembaga negara. Anggota Dewan Perwakilan Daerah
dipilih dari setiap provinsi melalui pemilihan umum.

b. DPD mempunyai fungsi:

1. Pengajuan usul, ikut dalam pembahasan dan memberikan


pertimbangan yang berkaitan dengan bidang legisasi tertentu;
2. Pengawasan atas pelaksanaan undang-undang tertentu.

c. DPD mempunyai tugas dan wewenang :

1. Dapat mengajukan kepada DPR RUU yang berkaitan dengan otonomi


daerah, hubungan pusat dan daerah, pembentukan dan pemekaran,
dan penggabungan daerah, pengelolaan sumber daya alam dan

43
sumber daya ekonomi lainnya serta yang berkaitan dengan

Hal
perimbangan keuangan pusat dan daerah;
2. Mengusulkan RUU sebagaimana dimaksud pada huruf a tersebut
kepada DPR;
3. Membahas RUU tersebut bersama-sama DPR atas undangan DPR
sesuai tata teritb DPR, sebelum DPR membahas RUU tersebut dengan
pemerintah;

facebook.com/asncpns @asncpns
100% PAKET LKIT – 100% AKURAT

Paket LKIT 2016


4. Melakukan pengawasan sebagai pertimbangan DPR atas pelaksanaan:
a. Undang-undang mengenai otonomi daerah;
b. Undang-undang mengenai pembentukan, pemekaran, dan
penggabungan daerah;
c. Undang-undang mengenai hubungan pusat dan daerah;
d. Undang-undang mengenai pengelolaan sumber daya alam dan
sumber daya ekonomi lainnya;
e. Undang-undang mengenai pajak, pendidikan, dan agama;
f. APBN
5. Memberikan pertimbangan kepada DPR atas RUU APBN dan RUU yang
berkaitan dengan pajak, pendidikan, dan agama.
6. Memberikan pertimbangan kepada DPR dalam pemilihan anggota
Badan Pemeriksa Keuangan.

d. DPD mempunyai hak :

1. Mengajukan RUU yang berkaitan dengan otonomi daerah, hubungan


pusat dan daerah, pembentukan dan pemekaran dan penggabungan
daerah, pengelolaan sumber daya alam dan sumber daya ekonomi

44
lainnya, serta yang berkaitan dengan perimbangan keuangan pusat

Hal
dan daerah;
2. Ikut membahas RUU tersebut bersama-sama DPR Anggota DPD
mempunyai hak :
1. Menyampaikan usul dan pendapat;
2. Memilih dan dipilih;
3. Membela diri;
4. Imunitas

facebook.com/asncpns @asncpns
100% PAKET LKIT – 100% AKURAT

Paket LKIT 2016


5. Protokoler
6. Keuangan dan administratif

5. Mahkamah Agung (MA)

a. Kedudukannya:

Sebagai Lembaga Negara yang berfungsi sebagai pengadilan

tertinggi bagi semua peradilan terlepas dari pengaruh Pemerintah

dan pengaruh-pengaruh lainnya.

b. Tugas dan Wewenangnya dalam fungsi peradilan:

1. Memutus pada tingkat pertama dan terakhir semua sengketa


peradilan;
2. Memeriksa dan memutus permohonan peninjauan kembali pada
tingkat pertama dan terakhir atas putusan pengadilan yang telah
memperoleh kekuatan hukum tetap;
3. Memutus permohonan kasasi terhadap putusan pengadilan tingkat
banding atau tingkat terakhir dari semua lingkungan peradilan;

45
4. Membatalkan putusan atau penetapan pengadilan tingkat kasasi

Hal
dari semua lingkungan peradilan.

c. Tugas dan wewenangnya dalam fungsi Pengawasan:

Melakukan pengawasan tertinggi terhadap penyelenggaraan peradilan di


semua lingkungan peradilan dalam menjalankan kekuasaan kehakiman.

facebook.com/asncpns @asncpns
100% PAKET LKIT – 100% AKURAT

Paket LKIT 2016


d. Tugas dan wewenangnya dalam fungsi Pengaturan:

1. Menguji secara materil terhadap peraturan perundangan di bawah


undang-undang;
2. Mengawasi tingkah laku dan perbuatan para hakim di semua
lingkungan peradilan dalam menjalankan tugasnya.

Untuk melaksanakan tugas-tugas pengawasan dan pengaturan, Mahkamah


Agung mempunyai perangkat berupa Komisi Yudisial yang bersifat mandiri
serta berwenang mengusulkan pengangkatan hakim agung serta berwenang
memberikan sanksi dalam rangka menjaga dan menegakkan kehormatan,
keluhuran martabat, serta perilaku hakim.

e. Wewenang dan tugasnya dalam fungsi Pemberian Nasehat:

Memberikan nasehat hukum baik kepada Presiden selaku Kepala Negara,


maupun kepada Lembaga Tinggi Negara lainnya;

6. Komisi Yudisial

a. Kedudukan:

46
1. Komisi Yudisial merupakan lembaga negara yang bersifat mandiri dan

Hal
dalam pelaksanaan wewenangnya bebas dari campur tangan atau
pengaruh kekuasaan lainnya;
2. Komisi Yudisial berkedudukan di Ibukota negara Republik Indonesia.

facebook.com/asncpns @asncpns
100% PAKET LKIT – 100% AKURAT

Paket LKIT 2016


b. Komisi Yudisial mempunyai wewenang:

1. mengusulkan pengangkatan Hakim Agung kepada DPR, dan


2. menegakkan kehormatan dan keluhuran martabat serta menjaga
perilaku hakim.

c. Komisi Yudisial mempunyai tugas:

1. melakukan pendaftaran calon Hakim Agung;


2. melakukan seleksi terhadap calon Hakim Agung;
3. menetapkan calon Hakim Agung;
4. mengajukan calon Hakim Agung ke DPR.

7. Mahkamah Konstitusi

a. Kedudukan:

Mahkamah Konstitusi merupakan salah satu lembaga negara yang


melakukan kekuasaan kehakiman yang merdeka untuk menyelenggarakan
peradilan guna menegakkan hukum dan keadilan.

47
b. Fungsi:

Hal
Menangani perkara tertentu di bidang ketatanegaraan, dalam rangka
menjaga kontitusi agar dilaksanakan secara bertanggung jawab sesuai
dengan kehendak rakyat dan cita-cita demokrasi.

facebook.com/asncpns @asncpns
100% PAKET LKIT – 100% AKURAT

Paket LKIT 2016


c. Tugas dan Wewenangnya :

1. Menguji undang-undang terhadap Undang-Undang Dasar Negara


Republik Indonesia 1945;
2. Memutus sengketa kewenangan lembaga negara yang kewenangannya
diberikan oleh Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia
1945;
3. Memutus pembubaran partai politik;
4. Memutus perselisihan hasil pemilihan umum;
5. Memberikan putusan atas pendapat DPR bahwa Presiden dan/atau
Wakil Presiden diduga telah melakukan pelanggaran hukum berupa
penghianatan terhadap negara, korupsi, penyuapan, tindak pidana
berat lainnya, atau perbuatan tercela, dan/atau tidak lagi memenuhi
syarat sebagai Presiden dan/atau Wakil Presiden sebagaimana
dimaksud dalam Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia
1945.

8. Badan Pemeriksa Keuangan (BPK)

a. Kedudukan:

48
Merupakan Lembaga Negara yang bebas dan mandiri dalam bmemeriksa

Hal
pengelolaan dan tanggung jawab keuangan negara.

b. Tugas:

1. Memeriksa pengelolaan dan tanggung jawab keuangan negara yang


dilakukan oleh Pemerintah Pusat, Pemerintah Daerah, Lembaga

facebook.com/asncpns @asncpns
100% PAKET LKIT – 100% AKURAT

Paket LKIT 2016


negara lainnya, Bank Indonesia, BUMN, BLU, BUMD, dan lembaga atau
badan lain yang mengelola keuangan negara;
2. Pemeriksaan BPK mencakup pemeriksaan keuangan, pemeriksaan
kinerja, dan pemeriksaan keuangan dengan tujuan tertentu;
3. Dalam hal pemeriksaan dilaksanakan oleh akuntan publik
berdasarkan ketentuan UU, laporan hasil pemeriksaan tersebut wajib
disampaikan kepada BPK dan dipublikasikan;
4. BPK menyerahkan hasil pemeriksaan atas pengelolaan dan tanggung
jawab keangan negara kepada DPR, DPD, dan DPRD sesuai dengan
kewenangannya;
5. Untuk keperluan tindak lanjut hasil pemeriksaan sebagaimana
dimaksud huruf d, BPK menyerahkan pula hasil pemeriksaan secara
tertulis kepada Presiden, Bupati/Walikota sesuai dengan
kewenangannya;
6. BPK memantau pelaksanaan tindak lanjut hasil pemeriksaan yang
dilakukan oleh Pejabat sebagai maksud pada huruf e, dan hasilnya
diberitahukan secara tertulis kepada DPR, DPD, DPRD, dan
pemerintah;
7. Apabila dalam pemeriksaan ditemukan unsur pidana, BPK melaporkan

49
hal tersebut kepada instansi yang berwenang sesuai dengan

Hal
ketentuan peraturan perundang-undangan paling lama 1 (satu) bulan
sejak diketahui adanya unsur pidana tersebut;
8. Laporan BPK sebagaimana dimaksud pada huruf g, dijadikan dasar
penyidikan oleh pejabat penyidik yang berwenang sesuai dengan
peraturan perundang-undangan;

facebook.com/asncpns @asncpns
100% PAKET LKIT – 100% AKURAT

Paket LKIT 2016


c. Wewenang:

1. menentukan obyek pemeriksaan, merencanakan dan melaksanakan


pemeriksaan, menentukan waktu dan metode pemeriksaan serta
menyusun dan menyajikan laporan pemeriksaan;
2. meminta keterangan dan/atau dokumen yang wajib diberikan oleh
setiap orang, unit organisasi Pemerintah Pusat, Pemerintah Daerah,
Lembaga Negara lainnya, Bank Indonesia, BUMN, BLU, BUMD, dan
lembaga atau badan lain yang mengelola keuangan negara;
3. melakukan pemeriksaan di tempat penyimpanan uang dan barang
milik negara, di tempat pelaksanaan kegiatan, pembukuan dan tata
usaha keuangan negara, serta pemeriksaan terhadap perhitungan-
perhitungan, surat-surat, bukti-bukti, rekening koran,
pertanggungjawaban, dan daftar lainnya yang berkaitan dengan
pengelolaan keuangan negara;
4. menetapkan jenis dokumen, data, serta informasi mengenai
pengelolaan dan tanggung jawab keuangan negara yang wajib
disampaikan kepada BPK;
5. menetapkan standar pemeriksaan keuangan negara setelah
konsultasi dengan Pemerintah Pusat/Pemerintah Daerah yang wajib

50
digunakan dalam pemeriksaan pengelolaan dan tanggung jawab

Hal
keuangan negara;
6. menetapkan kode etik pemeriksaan pengelolaan dan tanggung jawab
keuangan negara;
7. menggunakan tenaga ahli dan/atau tenaga pemeriksa di luar BPK
yang bekerja untuk dan atas nama BPK;
8. membina jabatan fungsional pemeriksa;

facebook.com/asncpns @asncpns
100% PAKET LKIT – 100% AKURAT

Paket LKIT 2016


9. memberi pertimbangan atas Standar Akuntansi Pemerintahan;
10. memberi pertimbangan atas rancangan sistem pengendalian
intern Pemerintah Pusat/Pemerintah Daerah sebelum ditetapkan
oleh Pemerintah Pusat/Pemerintah Daerah.
11. BPK menilai dan/atau menetapkan jumlah kerugian negara
yang diakibatkan oleh perbuatan melawan hukum baik sengaja atau
lalai yang dilakukan oleh bendahara, pengelola BUMN/BUMD, dan
lembaga atau badan lain yang menyelenggarakan pengelolaan
keuangan negara, yang ditetapkan dengan keputusan BPK;
12. Untuk menjamin pelaksanaan pembayaran ganti kerugian, BPK
berwenang memantau:
a. penyelesaian ganti kerugian negara/daerah yang ditetapkan
oleh Pemerintah terhadap pegawai negeri bukan bendahara dan
pejabat lain;
b. pelaksanaan pengenaan ganti kerugian negara/daerah kepada
bendahara, pengelola BUMN/BUMD, dan lembaga atau badan
lain yang mengelola keuangan negara yang telah ditetapkan
oleh BPK; dan
c. pelaksanaan pengenaan ganti kerugian negara/daerah yang

51
ditetapkan berdasarkan putusan pengadilan yang telah

Hal
mempunyai kekuatan hukum tetap.

facebook.com/asncpns @asncpns
100% PAKET LKIT – 100% AKURAT

Paket LKIT 2016


2. LATIHAN

Pilihlah B jika pernyataan berikut ini benar, dan A jika pernyataan salah!

1. Salah satu fungsi Majelis Permusyawaratan Rakyat adalah pemegang


kekuasaan negara menurut undang-undang dasar.
2. Suatu rancangan undang-undang yang telah mendapatkan
persetujuan DPR harus ditetapkan oleh Presiden.
3. Presiden mempunyai kewenangan melaksanakan pengawasan
terhadap pelaksanaan APBN.
4. Anggota Dewan Perwakilan Daerah secara otomatis menjadi anggota
MPR.
5. Badan Pemeriksa Keuangan tidak berhak memeriksa anggaran BUMD.

3. RANGKUMAN

Penyelenggara Negara adalah pejabat negara yang menjalankan fungsi


eksekutif, legislatif, atau yudikatif, dan pejabat lain yang fungsi dan tugas
pokoknya berkaitan dengan penyelenggaraan negara sesuai dengan
ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Penyelenggara Negara adalah keseluruhan Lembaga Negara yang terdiri

52
dari Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR), Presiden, Dewan Perwakilan

Hal
Rakyat (DPR), Dewan Perwakilan Daerah (DPD), Mahkamah Agung (MA),
Mahkamah Konstitusi, Komisi Yudisial, dan Badan Pemeriksa Keuangan
(BPK).

Dalam rangka melaksanakan tugas penyelenggaraan negara sebagaimana


tercantum di dalam Alinea IV Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945, maka
diselenggarakan fungsi-fungsi negara yang dilaksanakan oleh

facebook.com/asncpns @asncpns
100% PAKET LKIT – 100% AKURAT

Paket LKIT 2016


penyelenggara negara. Tugas dan fungsi yang harus dilaksanakan oleh
penyelenggara negara tersebut diatur di dalam konstitusi maupun
peraturan perundang-undangan organik lainnya.

4. TES FORMATIF

Pilihlah salah satu jawaban yang paling benar.

1. Berikut ini yang tidak termasuk pengertian Penyelenggara Negara


adalah….
a. MPR
b. DPD
c. BPK
d. KPK
2. Lembaga Negara yang mempunyai kewenangan melakukan perubahan
terhadap UUD adalah ….
a. Presiden
b. DPR
c. Mahkamah Konstitusi
d. MPR

53
3. Lembaga Negara yang memutus perkara perselisihan hasil pemilu

Hal
adalah ….
a. Mahkamah Agung
b. Mahkamah Konstitusi
c. Kejaksaan Agung
d. Komisi Yudisial

facebook.com/asncpns @asncpns
100% PAKET LKIT – 100% AKURAT

Paket LKIT 2016


4. Hasil amandemen UUD 1945 menetapkan bahwa kedaulatan berada
di tangan … dan dilaksanakan sepenuhnya menurut ketentuan UUD
1945.
a. DPR
b. MPR
c. MPR bersama-sama rakyat
d. Rakyat
5. Berdasarkan ketentuan UUD 1945 yang berwenang mengubah UUD
1945 adalah ….
a. rakyat melalui sidang umum MPR
b. MPR bersama-sama DPR
c. MPR
d. MPR dan Presiden

Pilihlah

A jika pernyataan 1, 2, dan 3 benar

B jika pernyataan 1 dan 3 benar

C jika pernyataan 2 dan 4 benar

D jika semua pernyataan benar

6. Dalam melakukan tugas dan wewenangnya, anggota MPR mempunyai 54


Hal

hak….

1. membela diri

2. imunitas

3. protokoler

facebook.com/asncpns @asncpns
100% PAKET LKIT – 100% AKURAT

Paket LKIT 2016


4. memilih dan dipilih

Jawab: D

7. Anggota DPR mempunyai hak ….

1. memilih dan dipilih

2. membela diri

3. imunitas

4. protokoler

Jawab: D

8. Anggota DPD mempunyai hak ….

1. menyampaikan usul dan pendapat

2. membela diri

3. imunitas

4. mengajukan rancangan UU

Jawab: D

9. Dewan Perwakilan Daerah mempunyai fungsi ….

55
1. pengajuan usul, ikut pembahasan, dan pertimbangan yang

Hal
berkaitan dengan bidang legislasi tertentu

2. pengawasan hasil-hasil pemilu di daerahnya

3. pengawasan atas pelaksanaan undang-undang tertentu

4. pengawasan atas pembangunan yang dibiayai dengan APBD

Jawab: B

facebook.com/asncpns @asncpns
100% PAKET LKIT – 100% AKURAT

Paket LKIT 2016


10. Badan Pemeriksa Keuangan mempunyai tugas dan kewenangan ….

1. memeriksa tanggung jawab atas pengelolaan keuangan Negara

2. memeriksa pelaksanaan APBN

3. memeriksa pelaksanaan APBD

4. memeriksa pelaksanaan anggaran BUMD

Jawab: D

56
Hal

facebook.com/asncpns @asncpns
100% PAKET LKIT – 100% AKURAT

Paket LKIT 2016

BAB 4
ASAS-ASAS UMUM PENYELENGGARAAN
NEGARA

INDIKATOR KEBERHASILAN

Memahami pengertian Asas-asas Umum Penyelenggara Negara

Dalam Undang-Undang Nomor 28 Tahun 1999, tentang Penyelenggaraan


Negara yang Bersih dan Bebas dari Kolusi, Korupsi, dan Nepotisme
dinyatakan bahwa dalam rangka mewujudkan Penyelenggaraan Negara
yang mampu menjalankan tugas dan fungsinya secara sungguh-sungguh dan
penuh tanggung jawab, perlu diletakkan asas-asas penyelenggaraan
negara.

Sebagaimana diuraikan dalam bab terdahulu bahwa yang dimaksud


penyelenggara negara adalah pejabat negara yang menjalankan fungsi
eksekutif, legislatif, atau yudikatif, dan pejabat lain yang fungsi dan tugas
pokoknya berkaitan dengan penyelenggaraan negara sesuai dengan

57
ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku (pasal 1 angka 1

Hal
UU No. 28 Tahun 1999).

Berkaitan dengan hal tersebut, dalam Undang-Undang Nomor 28 Tahun


1999 jo Undang-undang Nomor 25 Tahun 2004 telah ditetapkan asas-asas
umum penyelenggaraan negara sebagai berikut.

facebook.com/asncpns @asncpns
100% PAKET LKIT – 100% AKURAT

Paket LKIT 2016


A. Asas-asas Umum Penyelenggara Negara

Dalam rangka mewujudkan Penyelenggaraan Negara yang mampu


menjalankan tugas dan fungsinya secara sungguh-sungguh dan penuh
tanggung jawab, perlu diletakkan asas-asas umum penyelenggara Negara.
Berkaitan dengan hal tersebut, dalam Undang-undang Nomor 28 Tahun
1999 jo Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2004 telah ditetapkan asas-asas
umum penyelenggaraan Negara sebagai berikut :

1. Asas Kepastian Hukum.

Yang dimaksud dengan asas kepastian hukum adalah asas dalam negara
hukum yang mengutamakan landasan peraturan perundang-undangan,
keputusan, dan keadilan dalam setiap kebijakan penyelenggaraan negara;

2. Asas Tertib Penyelenggaraan Negara.

Yang dimaksud dengan asas tertib penyelenggaraan negara adalah asas


yang menjadi landasan keteraturan, keserasian, dan keseimbangan dalam
pengabdian penyelenggaraan negara;

58
Hal
3. Asas Kepentingan Umum.

Yang dimaksud dengan asas kepentingan umum adalah asas yang


mendahulukan kesejahteraan umum dengan cara yang aspiratif,
akomodatif, dan selektif;

facebook.com/asncpns @asncpns
100% PAKET LKIT – 100% AKURAT

Paket LKIT 2016


4. Asas Keterbukaan.

Yang dimaksud dengan asas keterbukaan adalah asas yang membuka diri
terhadap hak masyarakat untuk memperoleh informasi yang benar, jujur,
dan tidak diskriminatif tentang penyelenggara negara dengan tetap
memperhatikan perlindungan atas hak asasi pribadi, golongan, dan rahasia
negara;

5. Asas Proporsionalitas.

Yang dimaksud dengan asas proporsionalitas adalah asas yang


mengutamakan keseimbangan antara hak dan kewajiban penyelenggara
negara.

6. Asas Profesionalitas.

Yang dimaksud dengan asas profesionalitas adalah asas yang


mengutamakan keahlian yang berlandaskan kode etik dan ketentuan
peraturan perundang-undangan yang berlaku.

59
7. Asas Akuntabilitas.

Hal
Yang dimaksud dengan asas akuntabilitas adalah asas yang menentukan
bahwa setiap kegiatan dan hasil akhir dari kegiatan penylenggara negara
harus dapat dipertanggungjawabkan kepada masyarakat atau rakyat
sebagai pemegang kedaulatan tertinggi negara sesuai dengan ketentuan
peraturan perundang-undangan yang berlaku.

facebook.com/asncpns @asncpns
100% PAKET LKIT – 100% AKURAT

Paket LKIT 2016


Asas-asas penyelenggaraan negara di atas merupakan pedoman bagi
seluruh penyelenggara negara di dalam menjalankan tugas kewenangannya
dalam menciptakan iklim kepemerintahan yang baik (good governance).
Dengan menggunakan hal tersebut sebagai acuan, maka tujuan nasional
dalam mewujudkan suatu negara yang merdeka, bersatu, berdaulat, adil
dan makmur niscaya akan tercapai. Visi dan misi bernegara merupakan
suatu keniscayaan untuk dicapai apabila semua penyelenggara negara
menghindari perilaku KKN sebagai akar penyebab sulitnya negara bangkit
dari keterpurukan akibat krisis yang melanda negeri ini.

2. LATIHAN

Jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut dengan tepat!

1. Uraikan apa yang dimaksud dengan asas-asas umum dalam


penyelenggaraan negara ?
2. Uraikan apa yang dimaksud penyelenggara Negara ?
3. Uraikan asas proporsionalitas?
4. Apa yang dimaksud dengan asas kepastian hukum ?
5. Apa yang dimaksud dengan asas akuntabilitas?

60
Hal
3. RANGKUMAN

Undang-Undang Nomor 28 Tahun 1999, tentang Penyelenggaraan Negara


yang Bersih dan Bebas dari Kolusi, Korupsi, dan Nepotisme dinyatakan
bahwa dalam rangka mewujudkan Penyelenggaraan Negara yang mampu
menjalankan tugas dan fungsinya secara sungguh-sungguh dan penuh
tanggung jawab, perlu diletakkan asas-asas penyelenggaraan negara.

facebook.com/asncpns @asncpns
100% PAKET LKIT – 100% AKURAT

Paket LKIT 2016


Undang-Undang Nomor 28 Tahun 1999 jo Undang-undang Nomor 25 Tahun
2004 telah ditetapkan asas-asas umum penyelenggaraan negara yaitu asas
kepastian hukum, asas tertib penyelenggaraan Negara, asas kepentingan
umum, asas keterbukaan, asas proporsionalitas, asas profesionalitas, asas
akuntabilitas.

4. TES FORMATIF

Pilihan satu jawaban yang benar dari pertanyaan di bawah ini:

1. Undang-Undang Nomor 28 Tahun 1999, mengatur …


a. kode etik dan ketentuan peraturan perundang-undangan yang
berlaku.
b. Penyelenggaraan Negara yang Bersih dan Bebas dari Kolusi,
Korupsi, dan Nepotisme
c. Akuntabilitas dan hak asasi pribadi, golongan, dan rahasia Negara;
d. Efektivitas pemerintah penyelenggara negara
2. Yang dimaksud dengan asas akuntabilitas adalah...
a. asas yang menentukan bahwa setiap kegiatan dan hasil akhir dari
kegiatan penylenggara negara harus dapat

61
dipertanggungjawabkan kepada masyarakat

Hal
b. penyelenggara negara menghindari perilaku KKN
c. asas yang mengutamakan keahlian yang berlandaskan kode etik
d. perlindungan atas hak asasi pribadi, golongan, dan rahasia negara
3. Asas yang mengutamakan keseimbangan antara hak dan kewajiban
penyelenggara negara....
a. Asas akuntabilitas

facebook.com/asncpns @asncpns
100% PAKET LKIT – 100% AKURAT

Paket LKIT 2016


b. Asas kepastian hukum
c. Asas keterbukaan
d. Asas proporsionalitas
4. Asas dalam negara hukum yang mengutamakan landasan peraturan
perundang-undangan, keputusan, dan keadilan dalam setiap
kebijakan penyelenggaraan negara....
a. Asas keterbukaan
b. Asas penyelenggara negara yang baik
c. Asas fungsionalisasi
d. Asas kepastian hukum
5. Pertimbangan dikeluarkan Undang-Undang Nomor 28 Tahun 1999,
tentang Penyelenggaraan Negara yang Bersih dan Bebas dari Kolusi,
Korupsi, dan Nepotisme....
a. Dalam rangka adanya landasan peraturan perundang-undangan,
keputusan, dan keadilan dalam setiap kebijakan penyelenggaraan
Negara
b. kegiatan penyelenggara negara harus dapat
dipertanggungjawabkan kepada masyarakat
c. dalam rangka mewujudkan Penyelenggaraan Negara yang mampu

62
menjalankan tugas dan fungsinya secara sungguh-sungguh dan

Hal
penuh tanggung jawab
d. Agar negara bangkit dari keterpurukan akibat krisis yang melanda
negeri
6. Asas yang menjadi landasan keteraturan, keserasian, dan
keseimbangan dalam pengabdian penyelenggaraan negara...
a. Asas tertib penyelenggaraan negara

facebook.com/asncpns @asncpns
100% PAKET LKIT – 100% AKURAT

Paket LKIT 2016


b. Asas penyelenggara negara yang baik
c. Asas akuntabilitas
d. Asas pembuktian terbalik
7. Penyelenggara negara berdasarkan pasal 1 angka 1 UU No. 28 Tahun
1999)....
a. Eselon I b
b. PPATK
c. pejabat negara yang menjalankan fungsi eksekutif, legislatif, atau
yudikatif, dan pejabat lain yang fungsi dan tugas pokoknya
berkaitan dengan penyelenggaraan negara
d. eselon II
8. Asas Keterbukaan adalah... .
a. keadilan dalam setiap kebijakan penyelenggaraan Negara.
b. asas yang membuka diri terhadap hak masyarakat untuk
memperoleh informasi yang benar, jujur, dan tidak diskriminatif
tentang penyelenggara negara
c. Asas yang menjadi landasan keteraturan, keserasian, dan
keseimbangan dalam pengabdian penyelenggaraan Negara
d. fungsi dan tugas pokoknya berkaitan dengan penyelenggaraan

63
negara

Hal
9. Asas-asas umum penyelenggaraan Negara merupakan pedoman bagi
penyelenggara negara di dalam menjalankan tugas kewenangannya
dalam menciptakan ....
a. peraturan perundang-undangan yang berlaku
b. ketentuan UUD 1945 yang stabil
c. pengawasan atas pembangunan

facebook.com/asncpns @asncpns
100% PAKET LKIT – 100% AKURAT

Paket LKIT 2016


d. good governance
10. Asas Kepentingan Umum adalah...
a. keseimbangan dalam pengabdian penyelenggaraan Negara
b. tidak diskriminatif terhadap masyarakat dan penyelenggara
Negara
c. asas yang mendahulukan kesejahteraan umum dengan cara yang
aspiratif, akomodatif, dan selektif
d. pengawasan atas pembangunan

64
Hal

facebook.com/asncpns @asncpns
100% PAKET LKIT – 100% AKURAT

Paket LKIT 2016

BAB 5
LEMBAGA YANG MENGAWASI JALANNYA
PENYELENGGARAAN NEGARA

INDIKATOR KEBERHASILAN

Memahami pengertian lembaga yang bertugas mengawasi jalannya


penyelenggaraan negara, baik oleh lembaga eksekutif, legislatif, maupun
yudikatif.

Komitmen pemerintah sudah jelas bahwa di dalam proses penyelenggaraan


pemerintahan yang bersih dan bebas dari KKN, perlu adanya upaya-upaya
yang maksimal dalam mencegah adanya tindakan-tindakan penyimpangan
yang dilakukan oleh segenap penyelenggara negara. Upaya-upaya tersebut
dapat dilihat dengan dimungkinkannya peran serta masyarakat untuk ikut
di dalam proses penyelenggaraan negara dalam pengertian peran aktif
masyarakat untuk ikut serta mewujudkan Penyelenggara Negara yang
bersih dan bebas dari KKN yang dilaksanakan dengan mentaati norma

65
hukum, moral, dan sosial yang berlaku dalam masyarakat, dan juga

Hal
dibentuknya beberapa lembaga yang bertugas mengawasi jalannya
penyelenggaraan negara, baik oleh lembaga eksekutif, legislatif, maupun
yudikatif.

Lembaga-lembaga yang dibentuk dengan tugas mengawasi jalannya


penyelenggaraan negara bisa berbentuk internal, eksternal maupun
lembaga yang bersifat independen yaitu:

facebook.com/asncpns @asncpns
100% PAKET LKIT – 100% AKURAT

Paket LKIT 2016


A. Komisi Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (KPK)

Tindak pidana korupsi merupakan suatu kejahatan yang luar biasa


(extraordinary crime) sehingga penanganannya pun harus dilakukan dengan
cara yang luar biasa pula. Upaya-upaya penanggulangannya sampai saat ini
masih belum menunjukkan hasil yang menggembirakan, terbukti masih
banyaknya perbuatan pidana tersebut terjadi dimana-mana, baik yang
dilakukan oleh pejabat negara/pegawai negeri maupun oleh yang lainnya.
Lembaga-lembaga negara yang berkompeten sampai saat ini masih belum
berfungsi secara efektif dan efisien di dalam pemberantasan tindak pidana
korupsi. Kepolisian dan Kejaksaan yang selama ini diharapkan dapat
menangani kasus-kasus korupsi, dibuat tidak berdaya, bahkan dinilai oleh
khalayak umum bahwa kedua institusi itupun sudah masuk ke dalam virus
korupsi itu sendiri.

Dalam rangka peningkatan pemberantasan tindak pidana korupsi secara


profesional, intensif, dan berkesinambungan, berdayaguna, dan berhasil
guna Pemerintah bersama-sama DPR telah membentuk Undang-Undang
Nomor 30 Tahun 2002 tentang Komisi Pemberantasan Tindak Pidana
Korupsi. Komisi Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagai lembaga

66
independen dengan tugas dan wewenang melakukan pemberantasan tindak

Hal
pidana korupsi, dibentuk sebagai jawaban atas lambatnya penanganan
masalah korupsi yang selama ini melanda negeri ini.

Komisi Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi adalah lembaga negara yang


dalam melaksanakan tugas dan wewenangnya bersifat independen dan
bebas dari pengaruh kekuasaan manapun. Komisi Pemberantasan Tindak
Pidana Korupsi dibentuk dengan tujuan meningkatkan daya guna dan hasil

facebook.com/asncpns @asncpns
100% PAKET LKIT – 100% AKURAT

Paket LKIT 2016


guna terhadap upaya pemberantasan tindak pidana korupsi.

Dalam menjalankan tugas dan wewenangnya, Komisi Pemberantasan


Tindak Pidana Korupsi berasaskan pada:

a. kepastian hukum;

b. keterbukaan;

c. akuntabilitas;

d. kepentingan umum; dan

e. proporsionalitas.

1. Tugas KPTPK (KPK)

Komisi Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, yang selanjutnya disebut


Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mempunyai tugas sebagai berikut
(pasal 6 UU No. 30 Tahun 2002):

a. Koordinasi dengan instansi yang berwenang melakukan


pemberantasan tindak pidana korupsi;
b. Supervisi terhadap instansi yang berwenang melakukan

67
pemberantasan tindak pidana korupsi;

Hal
c. Melakukan penyelidikan, penyidikan, dan penuntutan terhadap
tindak pidana korupsi;
d. Melakukan tindakan-tindakan pencegahan tindak pidana korupsi,
dan
e. Melakukan monitor terhadap penyelenggaraan pemerintahan
negara.

facebook.com/asncpns @asncpns
100% PAKET LKIT – 100% AKURAT

Paket LKIT 2016


2. Wewenang KPK

Dalam melakukan tugasnya, KPK berwenang (pasal 7 UU No. 30 Tahun


2002):

a. Mengkoordinasikan penyelidikan, penyidikan, dan penuntutan


terhadap tindak pidana korupsi;
b. Menetapkan sistem pelaporan dalam rangka kegiatan
pemberantasan tindak pidana korupsi;
c. Meminta informasi tentang kegiatan pemberantasan tindak pidana
korupsi kepada instansi yang terkait;
d. Melaksanakan dengar pendapat atau pertemuan dengan instansi
yang berwenang melakukan pemberantasan tindak pidana korupsi;
dan
e. Meminta laporan instansi terkait mengenai pencegahan tindak
pidana korupsi.
f. Melakukan pengawasan, penelitian, atau penelaahan terhadap
instansi yang menjalankan tugas dan wewenangnya yang berkaitan
dengan pemberantasan TPK, dan instansi yang dalam
melaksanakan pelayanan publik;

68
g. Melakukan penyadapan dan merekam pembicaraan;

Hal
h. Meminta keterangan kepada bank atau lembaga keuangan lainnya
tentang keadaan keuangan tersangka atau terdakwa yang sedang
diperiksa;
i. Memerintahkan kepada bank atau lembaga keuangan lainnya
untuk memblokir rekening yang diduga hasil dari korupsi milik
tersangka, terdakwa, atau pihak lain yang terkait;

facebook.com/asncpns @asncpns
100% PAKET LKIT – 100% AKURAT

Paket LKIT 2016


j. Memerintahkan kepada pimpinan atau atasan tersangka untuk
memeberhentikan sementara tersangka dari jabatannya;
k. Meminta data kekayaan dan data perpajakan tersangka atau
terdakwa kepada instansi terkait;
l. Mengehentikan sementara suatu transaksi keuangan, transaksi
perdagangan, dan perjanjian lainnya atau pencabutan sementera
perizinan, lisensi serta konsensi yang dilakukan atau dimiliki oleh
tersangka atau terdakwa yang diduga berdasarkan bukti awal yang
cukup ada hubungannya dengan TPK yang sedang diperiksa;
m. Meminta bantuanan interpol Indonesia atau instansi penegak
hukum negara lain untuk melakukan pencarian, penangkapan, dan
penyitaan barang bukti di luar negeri;
n. Meminta bantuan kepolisian atau instansi lain yang terkait untuk
melakukan penagkapan, penahanan, penggeledahan, dan
penyitaan dalam perkara TPK yang sedang ditangani;
o. Melakukan pendaftaran dan pemeriksaan terhadap laporan harta
kekayaan penyelenggara negara;
p. Menerima laporan dan menetapkan status gratifikasi;
q. Menyelenggarakan program pendidikan antikorupsi pada setiap

69
jenjang pendidikan;

Hal
r. Merancang dan mendorong terlaksana program sosialisasi
pemberantasan TPK;
s. Melakukan kampanye anti korupsi kepada masyarakat umum;
t. Melakukan kerjasama bilateral atau multilateral dalam
pemberantasan TPK;

facebook.com/asncpns @asncpns
100% PAKET LKIT – 100% AKURAT

Paket LKIT 2016


u. Melakukan pengkajian terhadap sistem pengelolaan administrasi
di semua lembaga negara dan pemerintah;
v. Memberi saran kepada pimpinan lembaga negara dan pemerintah
untuk melakukan perubahan jika berdasarkan hasil pengkajian,
sistem pengelolaan administrasi tersebut berpotensi korupsi;
w. Melaporkan kepada Presiden RI, DPR, dan BPK jika saran KPK
mengenai usulan perubahan tersebut tidak diindahkan.

Di dalam menjalankan tugasnya, KPK bertanggung jawab kepada publik,


dan menyampaikan laporannya secara terbuka dan berkala kepada
Presiden RI, DPR, dan BPK.

Contoh:

Kewenangan yang diberikan kepada KPK berkaitan dengan wewenang


meminta keterangan pihak bank, merupakan suatu terobosan hukum dalam
memberantas korupsi khususnya di bidang kejahatan perbankan.

Melalui fatwa Mahkamah Agung Nomor KMA/694/R.45/XII/2004 tanggal 2


Desember 2004, KPK diberikan akses untuk membuka rahasia bank. Di
dalam fatwanya tersebut, MA menegaskan bahwa pasal 12 UU No. 30 Tahun

70
2002 telah mengatur secara khusus kewenangan KPK, khususnya di dalam

Hal
pasal 12 huruf c dan huruf d. Selain itu, berpedoman pada asas bahwa
ketentuan UU yang baru sebagai hukum khusus (lex spesialis)
mengesampingkan UU yang lama sebagai hukum umum (lex generalis) (asas
hukum tersebut dikenal sebagai : lex spesialis derogat lex generalis), maka
prosedurizin membuka rahasia bank sebagaimana telah diatur dalam pasal

facebook.com/asncpns @asncpns
100% PAKET LKIT – 100% AKURAT

Paket LKIT 2016


29 ayat (2) dan ayat (3) UU No. 20 Tahun 2001 juncto pasal 42 UU
Perbankan tidak berlaku lagi bagi KPK.

2. LATIHAN

Pilihlah B jika pernyataan berikut ini benar, dan A jika pernyataan salah

1. Penyelenggaraan negara yang bersih dan bebas dari KKN diatur di


dalam TAP MPR No. XI/MPR/1998.
2. Asas kepastian hukum mengutamakan landasan peraturan
perundangundangan dalam setiap kebijakan penyelenggaraan
negara.
3. Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mempunyai tugas melakukan
penyelidikan, penyidikan, dan penuntutan terhadap tindak pidana
korupsi;
4. Timtastipikor merupakan lembaga Negara yang menggantikan tugas-
tugas Kejaksaan dalam menangani kasus-kasus korupsi.
5. KPK tidak berwenang membuka rahasia bank milik tersangka pelaku
korupsi.

71
Hal

facebook.com/asncpns @asncpns
100% PAKET LKIT – 100% AKURAT

Paket LKIT 2016


3. RANGKUMAN

Penyelenggara Negara mempunyai peranan yang sangat menentukan dalam


penyelenggaraan negara untuk mencapai cita-cita perjuangan bangsa
mewujudkan masyarakat yang adil dan makmur sebagaimana tercantum di
dalam Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945.

Dalam rangka mewujudkan cita-cita negara, dibutuhkan Penyelenggara


Negara yang tidak saja jujur, tetapi juga harus bersih dan bebas dari KKN,
mengingat KKN merupakan perbuatan yang dapat merusak sendi-sendi
kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara, serta
membahayakan eksistensi negara.

4. TES FORMATIF

Pilihlah salah satu jawaban yang paling benar.

1. Yang berwenang melakukan penyidikan terhadap tindak pidana


korupsi adalah ….
a. KPK
b. KPPU

72
c. KPU

Hal
d. Komisi Ombudsman
2. Asas yang membuka diri terhadap hak masyarakat untuk memperoleh
informasi yang benar, merupakan asas ….
a. kepastian hukum
b. kepentingan umum
c. keterbukaan
d. akuntabilitas

facebook.com/asncpns @asncpns
100% PAKET LKIT – 100% AKURAT

Paket LKIT 2016


3. Kedudukan Komisi Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi adalah...
a. Lembaga tertinggi negara yang dalam melaksanakan tugas dan
wewenangnya bersifat independen dan bebas dari pengaruh
kekuasaan manapun
b. Lembaga negara yang dalam melaksanakan tugas dan
wewenangnya bertanggung jawab kepada DPR
c. lembaga negara yang dalam melaksanakan tugas dan
wewenangnya bersifat independen dan bebas dari pengaruh
kekuasaan manapun
d. lembaga pemerintah yang dalam melaksanakan tugas dan
wewenangnya bersifat independen dan bebas dari pengaruh
kekuasaan manapun
4. Melakukan penyadapan dan merekam pembicaraan adalah ....
a. Tugas Kepolisian
b. Fungsi Kejaksaan
c. Wewenang KPK
d. Wewenang BPK
5. Komisi Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi dibentuk dengan ….
a. UU No. 28 Tahun 1999

73
b. UU No. 22 Tahun 1999

Hal
c. UU No. 25 Tahun 1999
d. UU No. 30 Tahun 2002
6. Melaporkan kepada Presiden RI, DPR, dan BPK jika saran KPK
mengenai usulan perubahan tersebut tidak diindahkan adalah....
a. Kedudukan KPK
b. Fungsi KPK

facebook.com/asncpns @asncpns
100% PAKET LKIT – 100% AKURAT

Paket LKIT 2016


c. Wewenang KPK
d. Kewajiban KPK

Pilihlah

A jika pernyataan 1, 2, dan 3 benar

B jika pernyataan 1 dan 3 benar

C jika pernyataan 2 dan 4 benar

D jika semua pernyataan benar

7. Penyelenggaraan pemerintahan yang bersih dan bebas dari KKN


didasarkan pada ….

1. TAP MPR No. XI/MPR/1998

2. TAP MPR No. XII/MPR/1998

3. UU No. 28 Tahun 1999

4. UU No. 32 Tahun 2004

Jawab: B

8. Komisi Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi berasaskan pada:

74
1. kepastian hukum

Hal
2. keterbukaan

3. akuntabilitas

4. kepentingan umum

Jawab: D

facebook.com/asncpns @asncpns
100% PAKET LKIT – 100% AKURAT

Paket LKIT 2016


9. Dalam melakukan tugasnya, KPK berwenang ...
1. Mengkoordinasikan penyelidikan, penyidikan, dan penuntutan
terhadap tindak pidana korupsi
2. Menetapkan sistem pelaporan dalam rangka kegiatan
pemberantasan tindak pidana korupsi
3. Meminta informasi tentang kegiatan pemberantasan tindak pidana
korupsi kepada instansi yang terkait
4. Mengadili perkara tindak pidana korupsi
Jawab: A
10. Tugas KPK antara lain ….
1. mengkoordinasikan penyidikan
2. meminta laporan instansi terkait
3. menetapkan sistem pelaporan
4. meminta informasi tentang kegiatan pemberantasan korupsi

Jawab: B

75
Hal

facebook.com/asncpns @asncpns
100% PAKET LKIT – 100% AKURAT

Paket LKIT 2016

BAB 6
LEMBAGA-LEMBAGA PEMERINTAH

INDIKATOR KEBERHASILAN

Memahami pengertian lembaga-lembaga negara, fungsi-fungsinya, apa


yang menjadi kewenangan pemerintah pusat dan daerah, serta lembaga-
lembaga penyelenggara pemerintah baik di tingkat pusat maupun tingkat
daerah.

Pada bab ini anda diajak memahami lembaga-lembaga negara, fungsi-


fungsinya, apa yang menjadi kewenangan pemerintah pusat dan daerah,
serta lembaga-lembaga penyelenggara pemerintah baik di tingkat pusat
maupun tingkat daerah.

Salamoen Suharyo dan Nasri Effendy (2003) menyatakan bahwa dalam


penyelenggaraan pemerintahan negara yang dilaksanakan oleh Presiden
dibantu oleh Wakil Presiden dan para menteri, Presiden menyelenggarakan
tugas-tugas umum pemerintahan dan pembangunan dalam rangka

76
mewujudkan tujuan nasional.

Hal
Selanjutnya dinyatakan bahwa tugas umum pemerintahan adalah tugas-
tugas yang sejak dahulu dilaksanakan oleh pemerintah dimana saja dalam
rangka memenuhi kebutuhan dan kepentingan masyarakat, seperti
pemeliharaan keamanan dan ketertiban, penyelenggaraan pendidikan,
pelayanan kesehatan, dan lain-lain. Sedangkan tugas pembangunan adalah
tugas-tugas dalam rangka pelaksanaan program-program pembangunan.

facebook.com/asncpns @asncpns
100% PAKET LKIT – 100% AKURAT

Paket LKIT 2016


Dengan adanya lembaga-lembaga penyelenggara pemerintah ini, maka
tugas-tugas pemerintahan akan terbagi habis kepada lembaga-lembaga
penyelenggara pemerintahan yang ada (asas pembagian tugas).

A. Fungsi-fungsi Penyelenggara Pemerintahan

Pemerintah harus dapat menciptakan kondisi yang kondusif, sehingga


tumbuh kreativitas dan oto aktivitas masyarakat untuk membangun dalam
memenuhi kebutuhan sendiri. Oleh karena itu dalam GBHN-GBHN pada
masa orde baru selalu disebutkan bahwa aparatur pemerintah harus
mampu untuk (Salamoen Soeharyo dan Nasri Effendy: 2003):

1. Melayani masyarakat;

2. Mengayomi masyarakat; dan

3. Memberdayakan masyarakat.

Dalam hal ini, aparatur pemerintah harus menjalankan ketiga fungsi


tersebut, termasuk BUMN dan BUMD selaku Aparatur Perekonomian
Negara/Daerah khususnya Perum dan Perumda. Dengan demikian dapat
dikatakan bahwa aparatur pemerintah terdiri dari aparatur pemerintahan

77
dan aparatur perekonomian negara sebagai pelaksana dari tugas-tugas

Hal
melayani, mengayomi, dan memberdayakan masyarakat.

Lebih lanjut Salamoen Soeharyo dan Nasri Effendy menjelaskan bahwa


fungsi ketiga tersebut sebenarnya justru harus menjadi muara bagi kedua
fungsi yang lain, artinya pelayanan dan pengayoman harus sekaligus
diarahkan untuk memberdayakan masyarakat agar mampu berprakarsa dan
berperanserta dengan baik dalam pembangunan. Fungsi ketiga ini

facebook.com/asncpns @asncpns
100% PAKET LKIT – 100% AKURAT

Paket LKIT 2016


sebenarnya sejalan pula dengan paradigma baru dalam administrasi negara
yang yang mulai lahir pada awal dekade 90-an, yaitu fungsi pemberdayaan
(empowering).

Paradigma baru dalam administrasi negara menekankan bahwa pemerintah


tidak lagi harus menjadi produsen semua barang dan layanan yang
diperlukan masyarakat, tetapi pemerintah harus lebih berperan sebagai
fasilitator dan regulator, sehingga masyarakat mampu dengan baik
memenuhi kebutuhannya sendiri.

Sebagai contoh, dalam dunia usaha pemerintah menerbitkan peraturan


yang dapat mendorong dunia usaha untuk lebih berproduksi melalui paket-
paket kebijakan (Paknop, Pakde, dan sebagainya).

B. Kewenangan Pemerintah Pusat

Kewenangan Pemerintah Pusat sebelumnya diatur di dalam Undang-


Undang Nomor 22 Tahun 1999 tentang Pemerintah Daerah. Dalam
perkembangan selanjutnya, UU No. 22 Tahun 1999 kemudian diganti
dengan Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintah Daerah.

78
Dimaksudkan sebagai Pemerintah pusat menurut UU No. 32 Tahun 2004

Hal
adalah Presiden Republik Indonesia yang memegang kekuasaan
pemerintahan negara Republik Indonesia sebagaimana dimaksud dalam
UUD 1945 (pasal 1 angka 1).

Adapun kewenangan Pemerintah Pusat (Pemerintah) yang tidak diserahkan


ke Pemerintah Daerah meliputi kewenangan-kewenangan:

1. politik luar negeri;

facebook.com/asncpns @asncpns
100% PAKET LKIT – 100% AKURAT

Paket LKIT 2016


2. pertahanan;

3. keamanan;

4. yustisi;

5. moneter dan fiskal nasional; dan

6. agama.

Penyelenggaraan desentralisasi mensyaratkan pembagian urusan


pemerintahan antara Pemerintah dengan daerah otonom. Pembagian
urusan pemerintahan tersebut didasarkan pemikiran bahwa selalu terdapat
berbagai urusan pemerintahan yang sepenuhnya/tetap menjadi
kewenangan pemerintah.

Urusan pemerintahan tersebut menyangkut terjaminnya kelangsungan


hidup bangsa dan negara secara keseluruhan.

Urusan pemerintahan dimaksud meliputi: politik luar negeri dalam arti


mengangkat pejabat diplomatik dan menunjuk warga negara untuk duduk
dalam jabatan lembaga internasional, menetapkan kebijakan luar negeri,
melakukan perjanjian dengan negara lain, menetapkan kebijakan

79
perdagangan luar negeri, dan sebagainya; pertahanan misalnya mendirikan

Hal
dan membentuk angkatan bersenjata, menyatakan damai dan perang,
menyatakan negara atau sebagian wilayah negara dalam keadaan bahaya,
membangun dan mengembangkan sistem pertahanan negara dan
persenjataan, menetapkan kebijakan wajib militer, bela negara bagi setiap
warga negara dan sebagainya; keamanan misalnya mendirikan dan
membentuk kepolisian negara, menetapkan kebijakan keamanan nasional,

facebook.com/asncpns @asncpns
100% PAKET LKIT – 100% AKURAT

Paket LKIT 2016


menindak setiap orang yang melanggar hukum negara, menindak kelompok
atau organisasi yang kegiatannya mengganggu keamanan negara dan
sebagainya; moneter misalnya mencetak uang dan menentukan nilai mata
uang, menetapkan kebijakan moneter, mengendalikan peredaran uang dan
sebagainya; yustisi misalnya mendirikan lembaga peradilan, mengangkat
hakim dan jaksa, mendirikan lembaga pemasyarakatan, menetapkan
kebijakan kehakiman dan keimigrasian, memberikan grasi, amnesti,
abolisi, membentuk UU, Perpu, PP, dan peraturan lain berskala nasional,
dan lain sebagainya; dan agama misalnya menetapkan hari libur keagamaan
yang berlaku secara nasional, memberikan pengakuan terhadap
keberadaan suatu agama, menetapkan kebijakan dalam penyelenggaraan
kehidupan keagamaan dan sebaginya; dan bagian tertentu urusan
pemerintah lainnya yang berskala nasional, tidak diserahkan kepada
daerah.

Di dalam menyelenggarakan urusan pemerintahan tersebut di atas,


Pemerintah menyelenggarakan sendiri atau dapat melimpahkan sebagian
urusan pemerintahan kepada perangkat pemerintah atau wakil pemerintah
di daerah atau dapat menugaskan kepada pemerintahan daerah dan/atau

80
pemerintahan desa.

Hal
Penyerahan urusan dari Pemerintah kepada daerah disertai dengan sumber
pendanaan, pengalihan sarana dan prasarana, serta kepegawaian sesuai
dengan urusan yang didesentralisasikan, sedangkan urusan pemerintahan
yang dilimpahkan kepada Gubernur disertai dengan pendanaan sesuai
dengan urusan yang didekonsentrasikan.

facebook.com/asncpns @asncpns
100% PAKET LKIT – 100% AKURAT

Paket LKIT 2016


Dalam urusan pemerintahan yang menjadi kewenangan Pemerintah di luar
urusan pemerintahan tersebut di atas, Pemerintah dapat :

1. menyelenggarakan sendiri sebagian urusan pemerintahan;


2. melimpahkan sebagian urusan pemerintahan kepada Gubernur
selaku wakil Pemerintah; atau
3. menugaskan sebagian urusan kepada pemerintahan daerah
dan/atau pemerintahan desa berdasarkan asas tugas pembantuan.

C. Kriteria Penyelenggaraan Urusan Pemerintahan

Penyelenggaraan urusan pemerintahan disamping tunduk pada asas-asas


penyelenggaraan negara, juga didasarkan pada kriteria yang memberikan
kewenangan kepada penyelenggara negara landasan yang kuat bagi
terbentuknya hubungan antara pemerintah pusat dengan daerah.

Di dalam menyelenggarakan kewenangannya, Pemerintah membina


hubungan dengan pemerintahan daerah provinsi, kabupaten dan kota atau
antar pemerintahan daerah yang saling terkait, tergantung, dan sinergis
sebagai satu sistem pemerintahan.

Penyelenggaraan urusan pemerintahan dalam membina hubungan dengan

81
pemerintahan daerah dibagi berdasarkan kriteria sebagai berikut:

Hal

1. eksternalitas.

Yang dimaksud dengan kriteria eksternalitas adalah penyelenggara suatu


urusan pemerintahan ditentukan berdasarkan luas, besaran, dan jangkauan
dampak yang timbul akibat penyelenggaraan suatu urusan pemerintahan.

facebook.com/asncpns @asncpns
100% PAKET LKIT – 100% AKURAT

Paket LKIT 2016


2. akuntabilitas.

Yang dimaksud dengan kriteria akuntabilitas adalah penanggung jawab


penyelenggaraan suatu urusan pemerintahan ditentukan berdasarkan
kedekatannya dengan luas, besaran, dan jangkauan dampak yang
ditimbulkan oleh penyelenggaraan suatu urusan pemerintahan.

3. efisiensi.

Yang dimaksud dengan kriteria efisiensi adalah penyelenggara suatu urusan


pemerintahan ditentukan berdasarkan perbandingan tingkat daya guna
yang paling tinggi yang dapat diperoleh.

D. Lembaga Penyelenggara Pemerintahan Tingkat Pusat

Lembaga-lembaga penyelenggara pemerintahan tingkat pusat adalah :


Berdasarkan UU 39 Tahun 2008 tentang Kementerian Negara, Kementerian
berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Presiden. Setiap Menteri
membidangi urusan tertentu dalam pemerintahan. Urusan tertentu dalam

pemerintahan sebagaimana terdiri atas:

1. urusan pemerintahan yang nomenklatur Kementeriannya secara

82
tegas disebutkan dalam Undang-Undang Dasar Negara Republik

Hal
Indonesia Tahun 1945;
2. urusan pemerintahan yang ruang lingkupnya disebutkan dalam
Undang- Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945; dan
3. urusan pemerintahan dalam rangka penajaman, koordinasi, dan
sinkronisasi program pemerintah.

facebook.com/asncpns @asncpns
100% PAKET LKIT – 100% AKURAT

Paket LKIT 2016


Adapun Kesekretariatan yang membantu Presiden; Kejaksaan Agung,
Perwakilan RI di Luar Negeri, Tentara Nasional Indonesia (TNI), Kepolisian
Negara RI (Polri), Badan/Lembaga Ekstra Struktural, dan Badan
Independen.

a. Kementerian

Pasal 7 UU 39 Tahun 2008, Kementerian mempunyai tugas


menyelenggarakan urusan tertentu dalam pemerintahan untuk membantu
Presiden dalam menyelenggarakan pemerintahan negara.

Kementerian menyelenggarakan fungsi:

1. perumusan, penetapan, dan pelaksanaan kebijakan di bidangnya;


2. pengelolaan barang milik/kekayaan negara yang menjadi tanggung
jawabnya;
3. pengawasan atas pelaksanaan tugas di bidangnya; dan
4. pelaksanaan kegiatan teknis dari pusat sampai ke daerah.

Susunan organisasi Kementerian terdiri atas unsur:

83
1. pemimpin, yaitu Menteri;

Hal
2. pembantu pemimpin, yaitu sekretariat jenderal;
3. pelaksana tugas pokok, yaitu direktorat jenderal;
4. pengawas, yaitu inspektorat jenderal;
5. pendukung, yaitu badan dan/atau pusat; dan
6. pelaksana tugas pokok di daerah dan/atau perwakilan luar negeri
sesuai dengan peraturan perundang-undangan.

facebook.com/asncpns @asncpns
100% PAKET LKIT – 100% AKURAT

Paket LKIT 2016


Dengan Peraturan Presiden Nomor 47 Tahun 2009 dibentuk Kementerian
Negara, yang selanjutnya disebut dengan Kementerian sebagai berikut:

1) Kementerian Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan;

2) Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian;

3) Kementerian Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat;

4) Kementerian Sekretariat Negara;

5) Kementerian Dalam Negeri;

6) Kementerian Luar Negeri;

7) Kementerian Pertahanan;

8) Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia;

9) Kementerian Keuangan;

10) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral;

11) Kementerian Perindustrian;

12) Kementerian Perdagangan;

13) Kementerian Pertanian;

84
14) Kementerian Kehutanan;

Hal
15) Kementerian Perhubungan;

16) Kementerian Kelautan dan Perikanan;

17) Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi;

18) Kementerian Pekerjaan Umum;

19) Kementerian Kesehatan;

facebook.com/asncpns @asncpns
100% PAKET LKIT – 100% AKURAT

Paket LKIT 2016


20) Kementerian Pendidikan Nasional;

21) Kementerian Sosial;

22) Kementerian Agama;

23) Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata;

24) Kementerian Komunikasi dan Informatika;

25) Kementerian Riset dan Teknologi;

26) Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah;

27) Kementerian Lingkungan Hidup;

28) Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak;

29) Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi

Birokrasi;

30) Kementerian Pembangunan Daerah Tertinggal;

31) Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional;

32) Kementerian Badan Usaha Milik Negara;

33) Kementerian Perumahan Rakyat; dan

85
34) Kementerian Pemuda dan Olah Raga.

Hal
b. Kementerian Koordinator

Berdasarkan Peraturan Presiden (Perpres) 47 Tahun 2009 tentang


Kementerian Koordinator berada di bawah dan bertanggung jawab kepada
Presiden.

facebook.com/asncpns @asncpns
100% PAKET LKIT – 100% AKURAT

Paket LKIT 2016


Kementerian Koordinator mempunyai tugas membantu Presiden dalam
menyinkronkan dan mengkoordinasikan perencanaan, penyusunan, dan
pelaksanaan kebijakan di bidangnya. Dalam melaksanakan tugas,
Kementerian Koordinator menyelenggarakan fungsi :

1. sinkronisasi perencanaan, penyusunan, dan pelaksanaan kebijakan di


bidangnya;
2. koordinasi perencanaan, penyusunan, dan pelaksanaan kebijakan di
bidangnya;
3. pengendalian penyelenggaraan urusan kementerian sebagaimana
dimaksud pada huruf a dan huruf b;
4. pengelolaan barang milik/kekayaan negara yang menjadi
tanggungjawabnya;
5. pengawasan atas pelaksanaan tugasnya;
6. dan pelaksanaan tugas tertentu yang diberikan oleh Presiden.

Unsur Pemimpin adalah Menteri Koordinator mempunyai tugas memimpin


Kementerian Koordinator sesuai dengan bidang tugas Kementerian
Koordinator. Unsur Pembantu Pemimpin adalah Sekretariat Kementerian

86
Koordinator berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri

Hal
Koordinator. Sekretariat Kementerian Koordinator dipimpin oleh Sekretaris
Kementerian Koordinator.

Unsur Pelaksana adalah Deputi Kementerian Koordinator berada di bawah


dan bertanggung jawab kepada Menteri Koordinator. Deputi Kementerian
Koordinator dipimpin oleh Deputi.

facebook.com/asncpns @asncpns
100% PAKET LKIT – 100% AKURAT

Paket LKIT 2016


Unsur Pengawas adalah Inspektorat berada di bawah dan bertanggung
jawab kepada Menteri Koordinator melalui Sekretaris Kementerian
Koordinator. Inspektorat dipimpin oleh Inspektur.

Menteri Koordinator dibantu oleh Staf Ahli, yang merupakan satu kesatuan
dalam susunan organisasi Kementerian Koordinator. Menteri Koordinator
dibantu oleh paling banyak 7 (tujuh) Staf Ahli.

c. Kementerian Yang Menangani Urusan Pemerintahan Yang Nomenklatur


Kementeriannya Secara Tegas Disebutkan Dalam Undang-Undang Dasar
Tahun 1945 dan Yang Ruang Lingkupnya Disebutkan Dalam Undang-Undang
Dasar Tahun 1945 Kementerian dimaksud ialah:

1) Kementerian Dalam Negeri;

2) Kementerian Luar Negeri;

3) Kementerian Pertahanan;

4) Kementerian Hokum dan Hak Asasi Manusia;

5) Kementerian Keuangan;

6) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral;

87
Hal
7) Kementerian Perindustrian;

8) Kementerian Perdagangan;

9) Kementerian Pertanian;

10) Kementerian Kehutanan;

11) Kementerian Perhubungan;

facebook.com/asncpns @asncpns
100% PAKET LKIT – 100% AKURAT

Paket LKIT 2016


12) Kementerian Kelautan dan Perikanan;

13) Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi;

14) Kementerian Pekerjaan Umum;

15) Kementerian Kesehatan;

16) Kementerian Pendidikan Nasional;

17) Kementerian Sosial;

18) Kementerian Agama;

19) Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata; dan

20) Kementerian Komunikasi dan Informatika.

a) Kedudukan, Tugas, dan Fungsi Kementerian

Kementerian berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Presiden.


Kementerian mempunyai tugas menyelenggarakan urusan tertentu dalam
pemerintahan untuk membantu Presiden menyelenggarakan pemerintahan
Negara.

Kementerian yang ruang lingkupnya disebutkan dalam Undang-Undang

88
Dasar Tahun 1945, menyelenggarakan fungsi;

Hal
1. Perumusan, penetapan, dan pelaksanaan kebijakan di bidangnya;
2. Pengelolaan barang milik/kekayaan negara yang menjadi tanggung
jawabnya;
3. Pengawasan atas pelaksanaan tugas di bidangnya;
4. Pelaksanaan bimbingan teknis dan supervise atas pelaksanaan urusan
kementerian di daerah; dan

facebook.com/asncpns @asncpns
100% PAKET LKIT – 100% AKURAT

Paket LKIT 2016


5. Pelaksanaan kegiatan teknis yang berskala nasional.
6. Susunan Organisasi Kementerian

Susunan organisasi Kementerian Yang Ruang Lingkupnya Disebutkan Dalam


Undang-Undang Dasar Tahun 1945, terdiri atas unsur:

1) pemimpin, yaitu Menteri;

2) pembantu pemimpin, yaitu sekretariat jenderal;

3) pelaksana, yaitu direktorat jenderal;

4) pengawas, yaitu inspektorat jenderal; dan

5) pendukung, yaitu badan dan/atau pusat.

Kementerian Agama, Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia, dan


Kementerian Keuangan, selain memiliki unsur diatas, juga memiliki unsur
pelaksana tugas pokok di daerah.

d. Kementerian yang Menangani Urusan Pemerintahan Dalam Rangka


Penajaman, Koordinasi, dan Sinkronisasi Program Pemerintah Kementerian
yang menangani Urusan Pemerintahan Dalam Rangka Penajaman,

89
Koordinasi, dan Sinkronisasi Program Pemerintah terdiri atas:

Hal
1. Kementerian Sekretariat Negara;
2. Kementerian Riset dan Teknologi;
3. Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah;
4. Kementerian Lingkungan Hidup;
5. Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak;

facebook.com/asncpns @asncpns
100% PAKET LKIT – 100% AKURAT

Paket LKIT 2016


6. Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi
Birokrasi;
7. Kementerian Pembangunan Daerah Tertinggal;
8. Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional;
9. Kementerian Badan Usaha Milik Negara;
10. Kementerian Perumahan Rakyat; dan
11. Kementerian Pemuda dan Olah Raga.

Ketentuan mengenai Kementerian Sekretariat diatur tersendiri dengan


Peraturan Presiden.

a) Kedudukan, Tugas, dan Fungsi Kementerian

Kementerian berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Presiden.


Kementerian mempunyai tugas menyelenggarakan urusan tertentu dalam
pemerintahan untuk membantu Presiden dalam menyelenggarakan
pemerintahan negara.

Dalam melaksanakan tugas menyelenggarakan fungsi :

1. perumusan dan penetapan kebijakan di bidangnya;

90
2. koordinasi dan sinkronisasi pelaksanaan kebijakan di bidangnya;

Hal
3. pengelolaan barang milik/kekayaan negara yang menjadi tanggung
jawabnya; dan
4. pengawasan atas pelaksanaan tugas di bidangnya.

facebook.com/asncpns @asncpns
100% PAKET LKIT – 100% AKURAT

Paket LKIT 2016


b) Susunan Organisasi

Susunan organisasi Kementerian yang menyelenggarakan fungsi terdiri atas


unsur:

1) pemimpin, yaitu Menteri;

2) pembantu pemimpin, yaitu sekretariat kementerian;

3) pelaksana, yaitu deputi kementerian; dan

4) pengawas, yaitu inspektorat kementerian.

e. Lembaga Pemerintah Non Departemen (LPND)

LPND adalah lembaga pemerintah pusat yang dibentuk untuk melaksanakan


tugas pemerintahan tertentu dari Presiden. Kepala LPND berada di bawah
dan bertanggung jawab lengsung kepada Presiden.

Berdasarkan Keppres No. 103 Tahun 2001 tentang Kedudukan, Tugas,


Fungsi, Kewenangan, Susunan Organisasi dan Tata Kerja Lembaga
Pemerintah Non Departemen, yang beberapa kali diubah terakhir dengan
Peraturan Presiden No. 11 Tahun 2005, LPND mempunyai tugas
melaksanakan tugas pemerintahan tertentu dari Presiden sesuai dengan

91
ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Hal
Berdasarkan Peraturan Presiden No. 11 Tahun 2005, LPND terdiri dari :

1) Lembaga Administrasi Negara disingkat LAN;

2) Arsip Nasional Republik Indonesia disingkat ANRI;

3) Badan Kepegawaian Negara disingkat BKN;

4) Perpustakaan Nasional Republik Indonesia disingkat PERPUSNAS;

facebook.com/asncpns @asncpns
100% PAKET LKIT – 100% AKURAT

Paket LKIT 2016


5) Badan Perencanaan Pembangunan Nasional disingkat BAPPENAS;

6) Badan Pusat Statistik disingkat BPS;

7) Badan Standardisasi Nasional disingkat BSN;

8) Badan Pengawas Tenaga Nuklir disingkat BAPETEN;

9) Badan Tenaga Nuklir Nasional disingkat BATAN;

10) Badan Intelijen Negara disingkat BIN;

11) Lembaga Sandi Negara disingkat LEMSANEG;

12) Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional disingkat BKKBN;

13) Lembaga Penerbangan Antariksa Nasional disingkat LAPAN;

14) Badan Koordinasi Survei dan Pemetaan Nasional disingkat

BAKOSURTANAL;

15) Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan disingkat BPKP;

16) Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia disingkat LIPI;

17) Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi disingkat BPPT;

18) Badan Koordinasi Penanaman Modal disingkat BKPM;

92
19) Badan Pertanahan Nasional disingkat BPN;

Hal
20) Badan Pengawasan Obat dan Makanan disingkat BPOM;

21) Lembaga Ketahanan Nasional disingkat LEMHANNAS;

22) Badan Meteorologi dan Geofisika disingkat BMG.

Walaupun secara organisatoris, LPND berada di bawah dan bertanggung


jawab langsung kepada Presiden tetapi dalam pelaksanaan tugas

facebook.com/asncpns @asncpns
100% PAKET LKIT – 100% AKURAT

Paket LKIT 2016


operasional dikoordinasikan oleh atau mendapat pembinaan teknis dari
menteri tertentu. Sebagai contoh berdasarkan Peraturan Presiden No. 11
Tahun 2005, antara lain ditetapkan :

1. Menteri Dalam Negeri bagi BPN;


2. Menteri Pertahanan bagi LEMSANEG dan LEMHANNAS;
3. Menteri Perdagangan bagi BKPM;
4. Menteri Kesehatan bagi BPOM dan BKKBN;
5. Menteri Pendidikan Nasional bagi PERPUSNAS;
6. Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara bagi LAN, BKN,
BPKP, dan ANRI;
7. Menteri Negara Riset dan Teknologi bagi LIPI, LAPAN, BPPT, BATAN,
BAPETEN, BAKOSURTANAL, dan BSN;
8. Menteri Negara Perencanaan dan Pembangunan bagi BAPPENAS dan
BPS;
9. Menteri Perhubungan bagi BMG.

E. Kesekretariatan yang Membantu Presiden

1. Sekretariat Negara

93
Berdasarkan Peraturan Presiden No. 31 Tahun 2005, Sekretariat Negara

Hal
adalah lembaga Pemerintah yang dipimpin oleh Menteri Sekretaris Negara,
berkedudukan di bawah dan bertanggung jawab kepada Presiden.
Sekretariat Negara dipimpin oleh Menteri Sekretaris Negara.

facebook.com/asncpns @asncpns
100% PAKET LKIT – 100% AKURAT

Paket LKIT 2016


2. Sekretariat Kabinet

Berdasarkan Peraturan Presiden No. 31 Tahun 2005, Sekretariat Kabinet


adalah lembaga pemerintah yang dipimpin oleh Sekretaris Kabinet,
berkedudukan di bawah dan bertanggung jawab langsung kepada Presiden.
Sekretariat Kabinet dipimpin oleh Menteri Sekretaris Kabinet.

F. Kejaksaan Agung

Berdasarkan Undang-Undang No. 5 Tahun 1991 tentang Kejaksaan, dan


Keppres No. 55 Tahun 1991 tentang Susunan Organisasi dan Tata Kerja
Kejaksaan, Kejaksaan Agung adalah lembaga kejaksaan tingkat pusat.

 Kejaksaan adalah lembaga pemerintah yang melaksanakan


kekuasaannegara terutama di bidang penuntutan dalam tata susunan
kekuasaan badan-badan pengadilan hukum dan keadilan, yang
dipimpin oleh Jaksa Agung yang bertanggung jawab langsung kepada
Presiden.
 Kejaksaan terdiri dari Kejaksaan Agung di tingkat pusat, Kejaksaan
Tinggi di tingkat Provinsi dan Kejaksaan Negeri di Kabupaten/Kota,
yang ketiganya merupakan satu kesatuan.

94
 Dalam bidang perdata dan tata usaha negara, kejaksaan dengan

Hal
kuasa dapat bertindak di dalam maupun di luar pengadilan untuk dan
atas nama negara atau pemerintah.
 Kejaksaan dapat memberikan pertimbangan dalam bidang hukum
kepada instansi pemerintah lainnya.
 Dalam memimpin Kejaksaan, Jaksa Agung dibantu oleh seorang Wakil
Jaksa Agung dan beberapa orang Jaksa Agung Muda.

facebook.com/asncpns @asncpns
100% PAKET LKIT – 100% AKURAT

Paket LKIT 2016


G. Perwakilan RI di Luar Negeri

Perwakilan RI di luar negeri adalah satu-satunya aparatur yang mewakili


kepentingan negara RI secara keseluruhan di negara lain atau pada
organisasi internasional, dan dapat berupa Kedutaan Besar RI (KBRI),
Konsulat Jenderal RI (KONJEN RI), Konsulat RI, Perutusan tetap RI (PTRI)
pada PBB maupun mperwakilan RI tertentu yang bersifat sementara.
Perwakilan RI terdiri atas Perwakilan Diplomatik dan Perwakilan Konsulat.

1. Perwakilan Diplomatik

Kegiatan Perwakilan Diplomatik mencakup semua kepentingan negara RI


dan wilayah kerjanya meliputi seluruh wilayah negara penerima atau yang
bidang kegiatannya meliputi bidang kegiatan suatu organisasi
internasional.

Perwakilan Diplomatik terdiri dari Kedutaan Besar RI dan Perwakilan Tetap


RI yang dipimpin oleh seorang Duta Besar Luar Biasa dan berkuasa penuh
dan bertanggung jawab kepada Presiden selaku Kepala Negara melalui
Menteri Luar Negeri.

2. Perwakilan Konsuler

95
Kegiatan Perwakilan Konsuler meliputi semua kepentingan negara RI di

Hal
bidang konsuler dan mempunyai wilayah kerja tertentu dalam wilayah
negara penerima.

Perwakilan Konsuler terdiri atas Konsulat Jenderal (Konjen) dan Konsulat


masing-masing dipimpin oleh Konsul Jenderal, dan konsul bertanggung
jawab kepada Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh yang
membawahinya.

facebook.com/asncpns @asncpns
100% PAKET LKIT – 100% AKURAT

Paket LKIT 2016


Konjen dan Konsul yang tidak berada di bawah tanggung jawab Duta Besar
Luar Biasa dan Berkuasa Penuh bertanggung jawab kepada Menteri Luar
Negeri.

Tugas pokok Perwakilan Konsuler adalah mewakili negara RI dalam


melaksanakan hubungan konsuler dengan negara penerima di bidang
perekonomian, perdagangan, perhubungan, kebudayaan dan ilmu
pengetahuan sesuai dengan kebijaksanaan pemerintah yang ditetapkan
berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku, termasuk
hukum dan tata cara hubungan internasional.

H. Tentara Nasional Indonesia (TNI)

Jati diri, peran, fungsi, dan tugas kedudukan TNI diatur dalam Undang-
undang Nomor 34 Tahun 2004 tentang Tentara Nasional Indonesia. Dalam
undang-undang tersebut dinyatakan bahwa jati diri TNI adalah:

a. Tentara rakyat, yaitu tentara yang anggotanya berasal dari warga


Negara Indonesia;
b. Tentara pejuang, yaitu tentara yang berjuang menegakkan NKRI dan
tidak mengenal menyerah dalam melaksanakan dan menyelesaikan

96
tugasnya;

Hal
c. Tentara nasional, yaitu tentara kebangsaan Indonesia yang bertugas
demi kepentingan negara dan di atas kepentingan daerah, suku, ras,
dan golongan agama;
d. Tentara profesional, yaitu tentara yang terlatih, terdidik,
diperlengkapi secara baik, tidak berpolitik praktis, tidak berbisnis,
dan dijamin kesejahteraannya, serta mengikuti kebijakan politik

facebook.com/asncpns @asncpns
100% PAKET LKIT – 100% AKURAT

Paket LKIT 2016


negara yang menganut prinsip demokrasi,supremasi sipil, HAM,
ketentutan hukum nasional, dan hukum internasional yang telah
diratifikasi.

Peran TNI:

TNI berperan sebagai alat negara di bidang pertahanan yang dalam


menjalankan tugasnya berdasarkan kebijakan dan keputusan politik
negara.

Fungsi TNI:

TNI sebagai alat pertahana Negara, berfungsi sebagai:

a. Penangkal terhadap setiap bentuk ancaman militer dan ancaman


bersenjata dari luar dan dalam negeri terhadap kedaulatan, keutuhan
wilayah, dan keselamatan bangsa;
b. Penindak terhadap setiap bentuk ancaman sebagaimana pada huruf
a;
c. Pemulih terhadap kondisi keamanan negara yang terganggu akibat

97
kekacauan keamanan.

Tugas TNI: Hal

Tugas pokok TNI adalah menegakkan kedaulatan negara, mempertahankan


keutuhan wilayah NKRI yang berdasarkan Pancasila dan UUD 1945, serta
melindungi segenap bangsa dan seluruh tumpah darah Indonesia dari
ancaman dan gangguan terhadap keutuhan bangsa dan negara.

facebook.com/asncpns @asncpns
100% PAKET LKIT – 100% AKURAT

Paket LKIT 2016


Tugas pokok tersebut dilakukan dengan operasi militer untuk perang dan
operasi militer selain perang.

I. Kepolisian Negara RI (Polri)

Pergeseran paradigma pengabdian Polri yang sebelumnya cenderung


digunakan sebagai alat penguasa ke arah mengabdi bagi kepentingan
masyarakat telah membawa berbagai implikasi perubahan yang mendasar.
Salah satu perubahan itu adalah perumusan kembali perannya sesuai
dengan Undang-undang Nomor 2 Tahun 2002 yang menetapkan Polri
berperan selaku pemelihara kamtibmas, penegak hukum, pelindung,
pengayom, dan pelayan masyarakat. Arah kebijakan strategi Polri yang
mendahulukan tampilan selaku pelindung, pengayom, dan pelayan
masyarakt dimaksud bahwa dalam setiap kiprah pengabdian anggota Polri
baik sebagai pemelihara kamtibmas maupun sebagai penegak hukum
haruslah dijiwai oleh tampilan perilaku sebagai pelindung, pengayom, dan
pelayan masyarakat, sejalan dengan paradigma barunya yang mengabdi
bagi kepentingan masyarakat.

Peran, tugas, susunan dan kedudukan Polri secara pokok-pokoknya diatur

98
dalam UU No. 2 Tahun 2002 tentang Kepolisian Negara.

Hal
Peran dan tugas Polri adalah sebagai berikut :

1. Polri merupakan alat negara yang berperan dalam memelihara


keamanan dan ketertiban masyarakat, menegakkan hukum,
memberikan pengayoman dan pelayanan kepada masyarakat;

facebook.com/asncpns @asncpns
100% PAKET LKIT – 100% AKURAT

Paket LKIT 2016


2. Selain tugas pokok tersebut, Polri juga melaksanakan tugas:
a. Melaksanakan pengaturan, penjagaan, pengawalan, dan patroli
terhadap kegiatan masyarakkeat dan pemerintah sesuai
kebutuhan;
b. Menyelenggarakan segala kegiatan dalam menjamin keamanan,
ketertiban, dan kelancaran lalu lintas jalan;
c. Membina masyarakat untuk meningkatkan partisipasi
masyarakat, kesadaran hukum masyarakat serta ketaatan
warga masyarakat terhadap hukum dan peraturan perundang-
undangan;
d. Turut serta dalam pembinaan hukum nasional;
e. Memeliraha ketertiban dan menjamin keamanan umum;
f. Melakukan koordinasi, pengawasan, dan pembinaan teknis
terhadap kepolisian khusus, penyidik PNS, dan bentuk-bentuk
pengamanan swakarsa;
g. Melakukan penyelidikan dan penyidikan terhadap semua tindak
pidana sesuai dengan hukum acara pidana dan peraturan
perundangundangan lainnya;
h. Menyelenggarakan identifikasi kepolisian, kedokteran

99
kepolisian, laboratorium forensik, dan psikologi kepolisian

Hal
untuk kepentingan tugas kepolisian;
i. Melindungi keselamatan jiwas raga, harta benda, masyarakat,
dan lingkungan hidup dari gangguan ketertiban dan/atau
bencana termasuk memberikan bantuan dan pertolongan
dengan menjunjung tinggi hak asasi manusia;

facebook.com/asncpns @asncpns
100% PAKET LKIT – 100% AKURAT

Paket LKIT 2016


j. Melayani kepentingan warga masyarakat untuk sementara
sebelum ditangani oleh instansi dan/atau pihak yang
berwenang;
k. Memberikan pelayanan kepada masyarakat sesuai dengan
kepentingannya dalam lingkup tugas kepolisian;
l. Melaksanakan tugas lain sesuai dengan peraturan
perundangundangan.

J. Badan / Lembaga Ekstra Struktural dan Badan Independen

Untuk memberi pertimbangan kepada Presiden atau Menteri, atau dalam


rangka koordinasi atau pelaksanaan kegiatan tertentu/atau membantu
tugas tertentu dari suatu departemen, dibentuk badan/lembaga yang
bersifat ekstra struktural. Badan/Lembaga ini tidak termasuk dalam
struktur organisasi Menko, departemen ataupun LPND. Badan/Lembaga ini
dapat diketuai oleh Menteri, bahkan Wakil Presiden dan Presiden sendiri.
Sedangkan nomenklatur yang digunakan antara lain adalah dewan, badan,
lembaga tim, dan lain-lain, seperti:

1. Dewan Ekonomi Nasional (DEN);

100
2. Dewan Pemulihan Usaha Nasional (DPUN);

Hal
3. Dewan Pertimbangan Otonomi Daerah (DPOD);

4. Badan Pertimbangan Kepegawaian (BAPEK);

5. Badan Pelaksanan APEC;

6. Badan Pertimbangan Jabatan Nasional (BAPERJANAS);

7. Lembaga Sensor Film;

facebook.com/asncpns @asncpns
100% PAKET LKIT – 100% AKURAT

Paket LKIT 2016


8. Tim Pengembangan industri;

9. Hankam;

10. Tim Koordinasi Penanganan Masalah Pertahanan;

11. Komite Pemilihan Umum;

12. Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI);

13. Komisi Kepolisian Negara.

Di samping itu untuk membantu mewujudkan penyelenggaraan


pemerintahan yang baik, pemerintah membentuk lembaga independen,
seperti:

1. Komisi Hak Asasi Manusia (Komnas HAM);

2. Komisi Ombudsman Nasional (KON);

3. Komisi Pemilihan Umum (KPU);

4. Komisi Pemeriksa Kekayaan Penyelenggara Negara (KPKPN);

Lembaga-lembaga ini walaupun dibentuk dan dibiayai oleh pemerintah,

101
tetapi bekerja secara independen.

Hal
K. Lembaga Penyelenggara Pemerintahan Tingkat Daerah

Secara konstitusional, penyelenggaraan pemerintah daerah diatur dalam


pasal 18 UUD 1945, dan setelah mengalami amandemen keempat, menjadi
pasal 18, 18A, dan 18 B. Ketentuan lebih lanjut mengenai pemerintah
daerah

facebook.com/asncpns @asncpns
100% PAKET LKIT – 100% AKURAT

Paket LKIT 2016


mula-mula diatur dalam Undang-Undang No. 5 Tahun 1974, kemudian
diganti dengan Undang-Undang No. 22 Tahun 1999 dan seiring dengan
perkembangan zaman dan keinginan untuk memberikan peran yang lebih
besar kepada daerah untuk mengatur daerahnya masing-masing, maka
Undang- Undang No. 22 Tahun 1999 diganti dengan Undang-Undang No. 32
Tahun 2004 tentang Pemerintah Daerah.

Sistem penyelenggaraan pemerintahan daerah yang dianut selama ini tetap


dipertahankan, meskipun terjadi perubahan rumusan, yaitu didasarkan
atas asas desentralisasi, asas dekonsentrasi, asas tugas pembantuan. Dalam
menampung aspirasi daerah, asas penyelenggaraan pemerintahan daerah
tersebut kemudian dalam UU No. 32 Tahun 2004 ditambah dengan asas
otonomi dan tugas pembantuan.

Sesuai dengan ketentuan pasal 1 UU No. 32 Tahun 2004 asas-asas


penyelenggaraan pemerintahan tersebut dirumuskan sebagai berikut :

1. Desentralisasi adalah penyerahan wewenang pemerintahan oleh


Pemerintah kepada kepada daerah otonom untuk mengatur dan
mengurus urusan pemerintahan dalam sistem Negara Kesatuan
Republik Indonesia;

102
2. Dekonsentrasi adalah pelimpahan wewenang pemerintahan oleh

Hal
Pemerintah kepada Gubernur sebagai wakil pemerintah dan/atau
kepada instansi vertikal di wilayah tertentu;
3. Tugas Pembantuan adalah penugasan dari Pemerintah kepada daerah
dan/atau desa dari pemerintah provinsi kepada kabupaten/ kota
dan/ atau desa serta dari pemerintah kabupaten/ kota kepada desa
untuk melaksanakan tugas tertentu;

facebook.com/asncpns @asncpns
100% PAKET LKIT – 100% AKURAT

Paket LKIT 2016


4. Daerah otonom adalah kesatuan masyarakat hukum yang mempunyai
batas-batas wilayah yang berwenang mengatur dan mengurus urusan
pemerintahan dan kepentingan masyarakat setempat menurut
prakarsa sendiri berdasarkan aspirasi masyarakat dalam sistem
Negara Kesatuan Republik Indonesia;
5. Otonomi dan tugas pembantuan Sesuai dengan penjelasan pasal 2
ayat (2), yang dimaksud dengan “asas otonomi dan tugas
pembantuan” adalah bahwa pelaksanaan urusan pemerintahan oleh
daerah dapat diselenggarakan secara langsung oleh pemerintah
daerah itu sendiri dan dapat pula penugasan oleh pemerintah provinsi
ke pemerintah kabupaten/ kota dan desa atau penugasan dari
pemerintah kabupaten/ kota ke desa.

a. Pokok-pokok Pemerintahan Daerah

UU No. 32 Tahun 2004 pada pokoknya mengatur hal-hal sebagai berikut:

1. NKRI dibagi atas daerah-daerah provinsi dan daerah provinsi itu


dibagi atas kabupaten dan kota yang masing-masing mempunyai
pemerintahan daerah yang mengatur dan mengurus sendiri urusan

103
pemerintahan menurut asas otonomi dan tugas pembantuan;

Hal
2. Dalam menjalankan tugas pemerintahan, Pemerintah Pusat
menggunakan asas desentralisasi, tugas pembantuan, dan
dekonsentrasi;
3. Pemerintahan Daerah menjalankan otonomi seluas-luasnya, kecuali
urusan pemerintahan yang menjadi urusan Pemerintah Pusat;
4. Pemerintahan Daerah adalah:

facebook.com/asncpns @asncpns
100% PAKET LKIT – 100% AKURAT

Paket LKIT 2016


a. Pemerintahan daerah provinsi yang terdiri atas pemerintah
daerah privinsi dan DPRD Provinsi;
b. Pemerintahan daerah kabupaten/kota yang terdiri atas
pemerintah daerah kabupaten/kota dan DPRD kabupaten/kota;
5. Pemerintah Daerah terdiri atas kepala daerah dan perangkat daerah;
6. Perangkat daerah provinsi terdiri atas sekretariat daerah, sekretariat
DPRD, dinas daerah, dan lembaga teknis daerah. Sedangkan
perangkat daerah kabupaten/kota terdiri atas sekretariat daerah,
sekretariat DPRD, dinas daerah, dan lembaga teknis daerah,
kecamatan, dan kelurahan;
7. Dalam penyelenggaraan pemerintahan daerah, setiap daerah
dipimpin oleh kepala pemerintah daerah yang disebut kepala daerah.
Kepala daerah provinsi adalah Gubernur, untuk daerah kabupaten
adalah Bupati, sedangkan untuk kota adalah Walikota, yang masing-
masing dibantu oleh seorang wakil kepala daerah (wakil gubernur,
wakil bupati, dan wakil walikota);
8. Gubernur yang karena jabatannya berkedudukan juga sebagai wakil
Pemerintah Pusat di wilayah provinsi yang bersangkutan, dan dalam

104
kedudukannya tersebut Gubernur bertanggung jawab kepada
Presiden melalui Menteri Dalam Negeri;

Hal
9. Dalam menyelenggarakan pemerintahan daerah, Kepala Daerah
mempunyai tugas dan wewenang:
a. memimpin penyelenggaraan pemerintahan daerah berdasarkan
kebijakan yang ditetapkan bersama DPRD;
b. mengajukan rancangan Perda;

facebook.com/asncpns @asncpns
100% PAKET LKIT – 100% AKURAT

Paket LKIT 2016


c. menetapkan Perda yang telah mendapat persetujuan bersama
DPRD;
d. menyusun dan mengajukan rancangan Perda tentang APBD kepada
DPRD untuk dibahas dan ditetapkan bersama;
e. mengupayakan terlaksananya kewajiban daerah;
f. mewakili daerahnya di dalam dan di luar pengadilan, dan dapat
menunjuk kuasa hukum untuk mewakilinya sesuai dengan
peraturan perundang-undangan; dan
g. melaksanakan tugas dan wewenang lain sesuai dengan peraturan
perundang-undangan.
10. Dalam kedudukannya sebagai wakil Pemerintah, Gubernur
mempunyai tugas dan wewenang:
a. pembinaan dan pengawasan penyelenggaraan pemerintahan
daerah kabupaten/kota;
b. koordinasi penyelenggaraan urusan Pemerintah di daerah provinsi
dan kabupaten/kota;
c. koordinasi pembinaan dan pengawasan penyelenggaraan tugas
pembantuan di daerah provinsi dan kabupaten/kota.

105
11. Pembentukan daerah dapat berupa penggabungan beberapa
daerah atau bagian daerah yang bersandingan atau pemekaran dari

Hal
satu daerah menjadi dua daerah atau lebih;
12. Pembentukan daerah harus memenuhi syarat:
a. Administratif:

Untuk provinsi meliputi adanya persetujuan DPRD Kabupaten/kota dan


Bupati/Walikota yang akan menjadi cakupan wilayah provinsi, persetujuan
DPRD Provinsi induk dan Gubernur, serta rekomendasi Mendagri. Untuk

facebook.com/asncpns @asncpns
100% PAKET LKIT – 100% AKURAT

Paket LKIT 2016


Kabupaten/Kota meliputi adanya persetujuan DPRD Kabupaten/Kota dan
Bupati/Walikota yang bersangkutan, persetujuan DPRD Provinsi dan
Gubernur serta rekomendasi Mendagri.

b. Teknis:

Meliputi faktor yang menjadi dasar pembentukan daerah yang mencakup


faktor kemampuan ekonomi, potensi daerah, sosial budaya,
kependudukan, luas daerah, pertahanan, keamanan, dan faktor lain yang
memungkinkan terselenggarakannya OTDA.

c. Fisik:

Meliputi paling sedikit 5 (lima) kabupaten/kota untuk pembentukan


provinsi dan paling sedikit 5 (lima) kecamatan untuk pembentukan
kabupaten, dan 4 (empat) kecamatan untuk pembentukan kota, lokasi
calon ibu kota, sarana dan prasarana pemerintahan.

b. Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD)

Tugas dan wewenang DPRD

106
Dalam menjalankan tugas dan kewenangannya, DPRD memiliki fungsi
legislasi, anggaran, dan pengawasan.

Hal
DPRD mempunyai tugas dan wewenang:

1. membentuk Perda yang dibahas dengan kepala daerah untuk


mendapat persetujuan bersama;

facebook.com/asncpns @asncpns
100% PAKET LKIT – 100% AKURAT

Paket LKIT 2016


2. membahas dan menyetujui rencana Perda tentang APBD bersama
dengan kepala daerah;
3. melaksanakan pengawasan terhadap pelaksanaan Perda dan
peraturan perundang-undangan lainnya, peraturan kepala daerah,
APBD, kebijakan pemerintah daerah dalam melaksanakan program
pembangunan daerah, dan kerja sama internasional di daerah;
4. mengusulkan pengangkatan dan pemberhentian kepala daerah/wakil
kepala daerah kepada Presiden melalui Menteri Dalam Negeri bagi
DPRD Provinsi dan kepada Menteri Dalam Negeri melalui Gubernur
bagi DPRD kabupaten/kota;
5. memilih wakil kepala daerah dalam hal terjadi kekosongan jabatan
wakil kepala daerah;
6. memberikan pendapat dan pertimbangan kepada pemerintah daerah
terhadap rencana perjanjian internasional di daerah;
7. memberikan persetujuan terhadap rencana kerja sama internasional
yang dilakukan oleh pemerintah daerah;
8. meminta laporan keterangan pertanggungjawaban kepala daerah
dalam penyelenggaraan pemerintahan daerah;

107
9. membentuk panitia pengawas pemilihan kepala daerah;
10. memberikan persetujuan terhadap rencana kerja sama

Hal
antardaerah dan dengan pihak ketiga yang membebani masyarakat
dan daerah.

facebook.com/asncpns @asncpns
100% PAKET LKIT – 100% AKURAT

Paket LKIT 2016


DPRD mempunyai hak :

1) interpelasi;

2) angket, dan

3) menyatakan pendapat.

c. Kecamatan

Kecamatan dibentuk di wilayah kabupaten/kota dengan Perda berpedoman


pada Peraturan Pemerintah. Kecamatan dipimpin oleh Camat yang dalam
pelaksanaan tugasnya memperoleh pelimpahan sebagian wewenang bupati
atau walikota untuk menangani sebagian urusan otonomi daerah.

Camat diangkat oleh Bupati/Walikota atas usul sekretaris daerah


kabupaten/kota dari pegawai negeri sipil yang mengusai pengetahuan
teknis pemerintahan dan memenuhi persyaratan sesuai dengan peraturan
perundang-undangan. Dalam menjalankan tugas-tugasnya, camat dibantu
oleh perangkat kecamatan dan bertanggung jawab kepada Bupati/Walikota
melalui Sekretaris Daerah kabupaten/kota.

108
d. Kelurahan

Hal
Kelurahan dibentuk di wilayah kecamatan dengan peraturan daerah
(Perda) berpedoman pada peraturan pemerintah. Kelurahan dipimpin oleh
Lurah yang dalam pelaksanaan tugasnya memperoleh pelimpahan sebagian
wewenang dari Bupati/Walikota. Lurah diangkat oleh Bupati/Walikota atas
usul Camat dari pegawai negeri sipil yang mengusai pengetahuan teknis
pemerintahan dan memenuhi persyaratan sesuai dengan peraturan

facebook.com/asncpns @asncpns
100% PAKET LKIT – 100% AKURAT

Paket LKIT 2016


perundang-undangan. Dalam melaksanakan tugasnya, Lurah dibantu oleh
perangkat kelurahan, dan Lurah bertanggung jawab kepada
Bupati/Walikota melalui Camat. Untuk kelancaran pelaksanaan tugas
Lurah, dpat dibentuk lembaga lainnya sesuai dengan kebutuhan yang
ditetapkan dengan Perda.

2. LATIHAN

Pilihlah B jika pernyataan berikut ini benar, dan A jika pernyataan salah

1. Kewenangan pemerintah daerah termasuk didalamnya adalah


menyatakan daerah dalam keadaan bahaya.
2. Penyerahan urusan pemerintah pusat kepada pemerintah daerah
termasuk pelaksanaan asas tugas pembantuan.
3. Dalam membina hubungan dengan daerah, penyelenggaraan
pemerintahan antara lain didasarkan pada kriteria akuntabilitas.
4. Pemerintah daerah dapat mengatur dan mengurus sendiri
pemerintahannya berdasarkan asas otonomi dan tugas pembantuan.
5. Departemen merupakan lembaga penyelenggara negara tingkat

109
pusat.

Hal
3. RANGKUMAN

Tugas umum pemerintah adalah tugas-tugas yang sejak dahulu


dilaksanakan oleh pemerintah dimana saja dalam rangka memenuhi
kebutuhan dan kepentingan masyarakat. Tugas-tugas tersebut
dilaksanakan oleh aparatur pemerintah, baik oleh aparatur pemerintahan
maupun oleh aparatur perekonomian daerah.

facebook.com/asncpns @asncpns
100% PAKET LKIT – 100% AKURAT

Paket LKIT 2016


Pemerintah, baik dalam pengertian pemerintah pusat maupun pemerintah
daerah memiliki kewenangan yang diatur di dalam peraturan perundang-
undangan yang berlaku. Undang-undang yang mengatur kewenangan
pemerintahan tersebut pada mulanya adalah Undang-Undang Nomor 22
Tahun 1999, oleh karena adanya kebutuhan perubahan di dalam
memberikan peran yang lebih besar kepada pemerintah daerah, maka
undang-undang tersebut kemudian diganti dengan Undang-Undang Nomor
32 Tahun 2004 tentang Pemerintah Daerah.

4. TES FORMATIF

Pilihlah salah satu jawaban yang paling benar!

1. Kegiatan operasional Lembaga Administrasi Negara (LAN) dibawah


koordinasi ….
a. Meneg PPN
b. MenPAN dan RB
c. Meneg Ristek
d. Menpan

110
2. LIPI dibawah koordinasi ….
a. Menristek

Hal
b. Menko Perekonomian
c. Meneg PPN
d. Meneg PAN
3. Berikut merupakan kewenangan pemerintah daerah, kecuali
kewenangan bidang ….
a. Kesehatan

facebook.com/asncpns @asncpns
100% PAKET LKIT – 100% AKURAT

Paket LKIT 2016


b. Pendidikan
c. Keamanan
d. pembangunan daerah
4. Berikut ini merupakan lembaga ekstra struktural, kecuali ….
a. Komnas HAM
b. Dewan Ekonomi Nasional
c. Lembaga Sensor Film
d. Komite Pemilihan Umum
5. Pelimpahan wewenang pemerintah pusat kepada gubernur selaku
wakil pemerintah pusat merupakan pelaksanaan asas ….
a. tugas pembantuan
b. desentralisasi
c. otonomi
d. dekonsentrasi

Pilihlah

A jika pernyataan 1, 2, dan 3 benar

111
B jika pernyataan 1 dan 3 benar

C jika pernyataan 2 dan 4 benar

Hal
D jika semua pernyataan benar

6. Kewenangan pemerintah pusat meliputi kewenangan dalam bidang


….

1. politik luar negeri

facebook.com/asncpns @asncpns
100% PAKET LKIT – 100% AKURAT

Paket LKIT 2016


2. pertahanan

3. keamanan

4. fiskal

Jawab: D

7. Penyelenggaraan urusan pemerintahan harus didasarkan pada


kriteriakriteria ….

1. eksternalitas

2. akuntabilitas

3. efisiensi

4. efektif

Jawab: D

8. Kewenangan pemerintah kabupaten meliputi ….

1. penanganan bidang kesehatan

2. penyelenggaraan pendidikan

3. penyediaan bidang sarana dan prasarana

112
4. pelayanan pertanahan

Hal
Jawab: A

9. Susunan organisasi departemen terdiri dari ….

1. menteri

2. sekretariat jenderal

3. inspektorat jenderal

facebook.com/asncpns @asncpns
100% PAKET LKIT – 100% AKURAT

Paket LKIT 2016


4. staf ahli

Jawab: D

10. Dalam menjalankan fungsinya, Meneg dibantu oleh ….

1. sekretariat Meneg

2. deputi

3. staf ahli

4. inspektorat Meneg

Jawab: A

113
Hal

facebook.com/asncpns @asncpns
100% PAKET LKIT – 100% AKURAT

Paket LKIT 2016


TES SUMATIF SISTEM PENYELENGGARAAN NKRI

1) Harus berorientasi pada pencapaian visi dan misi serta hasil dan
manfaat yang diperoleh, merupakan salah satu ….

a. sasaran AKIP

b. prinsip AKIP

c. asas AKIP

d. tujuan

2) Asas-asas umum penyelenggaraan pemerintahan adalah ….

a. asas kepastian hukum

b. asas kepentingan pribadi

c. asas keterbukaan rahasia

d. asas rentang kendali

3) LIPI dibawah koordinasi ….

a. Menristek

b. Menko Polkam

114
c. Menko PPN

Hal
d. Menko PAN

4) Dalam sistem pemerintah negara Indonesia, kedudukan DPR adalah


kuat, karena ….

a. DPR dapat menjatuhkan Presiden

b. DPR dapat mengajukan mosi tidak percaya kepada pemerintah

facebook.com/asncpns @asncpns
100% PAKET LKIT – 100% AKURAT

Paket LKIT 2016


c. anggota DPR merangkap anggota MPR

d. DPR dapat mengundang MPR untuk sidang istimewa

5) Sesuai dengan hasil amandemen UUD 1945 yang keempat, ditentukan


bahwa ….

a. kedaulatan berada di tangan MPR

b. kedaulatan berada di tangan rakyat

c. DPR dapat menjatuhkan Presiden

d. Presiden bertanggung jawab kepada BPK

6) Badan Pemeriksa Keuangan mempunyai kewenangan ….

a. memeriksa tanggung jawab atas pengelolaan keuangan Negara

b. memeriksa pelaksanaan perusahaan PMA

c. memeriksa pelaksanaan MK

d. memeriksa pelaksanaan anggaran KY

7) Presiden tidak bertanggung jawab kepada DPR, mengandung


pengertian bahwa ….

115
a. DPR dapat menjatuhkan Presiden dalam Sidang Istimewa
b. Presiden dapat menjatuhkan DPR melalui mosi tidak percaya

Hal
c. selaku penyelenggara Negara, Presiden tidak perlu mendengarkan
suara DPR
d. kedudukan Presiden tidak bergantung pada DPR
8) Lembaga Negara yang mempunyai kewenangan melakukan perubahan
terhadap UUD adalah ….

a. Presiden

facebook.com/asncpns @asncpns
100% PAKET LKIT – 100% AKURAT

Paket LKIT 2016


b. DPR

c. Mahkamah Konstitusi

d. MPR

9) Lembaga Negara yang memutus perkara perselisihan hasil pemilu


adalah ….

a. Mahkamah Agung

b. Mahkamah Konstitusi

c. Kejaksaan Agung

d. Komisi Yudisial

10) Berdasarkan ketentuan UUD 1945 yang berwenang mengubah UUD


1945 adalah ….

a. rakyat melalui sidang umum MPR

b. MPR bersama-sama DPR

c. MPR

d. MPR dan Presiden

116
11) Undang-Undang Nomor 28 Tahun 1999, mengatur ....
a. kode etik dan ketentuan peraturan perundang-undangan yang

Hal
berlaku.
b. Penyelenggaraan Negara yang Bersih dan Bebas dari Kolusi,
Korupsi, dan Nepotisme
c. Akuntabilitas dan hak asasi pribadi, golongan, dan rahasia Negara;
d. Efektivitas pemerintah penyelenggara Negara.

facebook.com/asncpns @asncpns
100% PAKET LKIT – 100% AKURAT

Paket LKIT 2016


12) Asas yang mengutamakan keseimbangan antara hak dan kewajiban
penyelenggara Negara....

a. Asas Akuntabilitas.

b. Asas kepastian hukum

c. Asas Keterbukaan.

d. Asas Proporsionalitas.

13) Asas Keterbukaan adalah


a. keadilan dalam setiap kebijakan penyelenggaraan Negara.
b. asas yang membuka diri terhadap hak masyarakat untuk
memperoleh informasi yang benar, jujur, dan tidak diskriminatif
tentang penyelenggara Negara
c. Asas yang menjadi landasan keteraturan, keserasian, dan
keseimbangan dalam pengabdian penyelenggaraan Negara
d. fungsi dan tugas pokoknya berkaitan dengan penyelenggaraan
negara
14) Yang berwenang melakukan penyidikan, penyelidikan dan
penuntutan terhadap tindak pidana korupsi adalah ….

117
a. KPK

Hal
b. KPPU

c. KPU

d. Komisi Ondbusman

15) Komisi Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (KPK) dibentuk


dengan ….

facebook.com/asncpns @asncpns
100% PAKET LKIT – 100% AKURAT

Paket LKIT 2016


a. UU No. 22 Tahun 1999

b. UU No. 10 Tahun 2004

c. UU No. 3 Tahun 1971

d. UU No. 30 Tahun 2002

16) Berikut ini yang merupakan bagian dari sistem pemerintahan


Negara adalah ….

a. kedaulatan rakyat ada di tangan MPR

b. pemerintah berdasarkan atas system desentralisasi

c. Presiden bertanggung jawab kepada DPR

d. DPR merangkap sebagai anggota MPR

17) Sistem Menegemen Nasional secara struktural tersusun atas empat


tatanan, dari dalam keluar yaitu:

a. Tata Laksana Pemda ( TLP );

b. Tata Administrasi Nasional ( TAN );

c. Tata Politik Nasional ( TPN );

118
d. Tata Kehidupan Manusia ( TKM ).

Hal
18) Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) dalam Kedudukannya sebagai
Lembaga Negara mempunyai fungsi :

a. Legislasi

b. Perencanaan

c. Pengendalian

d. Yudikatif

facebook.com/asncpns @asncpns
100% PAKET LKIT – 100% AKURAT

Paket LKIT 2016


19) Kewenangan Pemerintah Pusat (Pemerintah) yang tidak
diserahkan ke Pemerintah Daerah antara lain meliputi kewenangan-
kewenangan:

a. politik luar negeri;

b. pertahanan;

c. pertanian

d. yustisi;

20) Dalam menyelenggarakan pemerintahan daerah, Kepala Daerah


mempunyai tugas dan wewenang kecuali...
a. memimpin penyelenggaraan pemerintahan daerah berdasarkan
kebijakan yang ditetapkan bersama DPRD;
b. mengajukan rancangan Undang-Undang;
c. menetapkan Perda yang telah mendapat persetujuan bersama
DPRD;
d. menyusun dan mengajukan rancangan Perda tentang APBD kepada
DPRD untuk dibahas dan ditetapkan bersama;

119
Hal

facebook.com/asncpns @asncpns
100% PAKET LKIT – 100% AKURAT

Paket LKIT 2016

120
Hal

facebook.com/asncpns @asncpns
100% PAKET LKIT – 100% AKURAT

Paket LKIT 2016

121
Hal

MODUL TES SEJARAH INDONESIA


100% Paket LKIT 100% Akurat

facebook.com/asncpns @asncpns
100% PAKET LKIT – 100% AKURAT

Paket LKIT 2016


SEJARAH INDONESIA

BAB 1
PERGERAKAN NASIONAL : MASA AWAL,
MASA RADIKAL, DAN MASA BERTAHAN

INDIKATOR KEBERHASILAN

i. Memahami tentang masa awal pergerakan nasional.


ii. Memahami tentang organisasi-organisasi modern pada masa
iii. Memahami tentang masa radikal pergerakan nasional.
iv. Memahami tentang masa bertahan pergerakan nasional.

Masa Pergerakan Nasional ditandai dengan munculnya organisasi-organisasi


modern antara lain Budi Utomo (BU), Sarekat Islam (SI), dan Indische Partij
(IP) dalam memperjuangkan perbaikan nasib bangsa. Kaum terpelajar
melalui organisasi-organisasi modern memotori munculnya pergerakan
nasional Indonesia.

Pada saat itulah bangsa-bangsa di Nusantara mulai sadar akan rasa “sebagai

122
satu bangsa” yaitu bangsa Indonesia.

Hal
Kata “Pergerakan Nasional“ mengandung suatu pengertian yang khas yaitu
merupakan perjuangan yang dilakukan oleh organisasi secara modern ke
arah perbaikan taraf hidup bangsa Indonesia yang disebabkan karena rasa
tidak puas terhadap keadaan masyarakat yang ada. Dengan demikian istilah
ini mengandung arti yang sangat luas. Gerakan yang mereka lakukan
memang tidak hanya terbatas untuk memperbaiki derajat bangsa tetapi

facebook.com/asncpns @asncpns
100% PAKET LKIT – 100% AKURAT

Paket LKIT 2016


juga meliputi gerakan di berbagai bidang, seperti: sosial, ekonomi,
pendidikan, kebudayaan, keagamaan, wanita, pemuda dan lain-lain. Istilah
“nasional” berarti bahwa pergerakan-pergerakan tersebut mempunyai
cita-cita nasional untuk mencapai kemerdekaan bagi bangsanya yang masih
terjajah. Disamping itu, sifat pergerakan pada masa ini lebih bersifat
nasional bila dibanding dengan sifat pergerakan sebelumnya yang bercorak
kedaerahan.

Adapun faktor-faktor yang menyebabkan timbulnya pergerakan nasional,


antara lain adalah :

a. Faktor yang berasal dari luar negeri (eksternal), antara lain: pada waktu
itu pada umumnya bangsa-bangsa di Asia sedang menghadapi imperialism
Barat. Hal inilah yang mendorong bangkitnya nasionalisme Asia. Selain itu
kemenangan Jepang dalam perang melawan Rusia tahun 1905 juga
membuktikan bahwa ternyata Bangsa Timur dapat juga mengalahkan
Bangsa Barat. Disamping adanya gerakan Turki Muda yang bertujuan
mencari perbaikan nasib.

b. Faktor yang berasal dari dalam negeri (internal), yaitu adanya rasa tidak
puas, penderitaan, rasa kesedihan dan kesengsaraan dari bangsa Indonesia

123
terhadap penjajahan dan penindasan kolonial. Ketidakpuasan itu

Hal
sebenarnya sudah lama mereka ungkapkan melalui perlawanan bersenjata
melawan Belanda di berbagi daerah, antara lain: perlawanan yang dipimpin
oleh Pattimura, Teuku Umar, Imam Bonjol, Pangeran Diponegoro dll.
Namun perlawanan-perlawanan itu menemui kegagalan karena di antara
mereka masih belum ada rasa persatuan nasional. Kegagalan demi
kegagalan inilah yang menyadarkan para pemimpin bangsa atau dalam hal

facebook.com/asncpns @asncpns
100% PAKET LKIT – 100% AKURAT

Paket LKIT 2016


ini kaum pergerakan nasional untuk merubah taktik dan strategi
perjuangan melawan penjajah dalam mewujudkan cita-cita mereka, yaitu
mencapai “Indonesia Merdeka” dengan mendirikan organisasi-organisasi
modern

Perbedaan Taktik Perjuangan Bangsa Indonesia Sebelum dan Sesudah


20 Mei 1908

Sebelum 1908 Sesudah 1908

Masih bersifat atau berorientasi Bersifat/berorientasi nasional.


kedaerahan/ kesukuan. Contoh: Walaupun banyak
Contoh: Patimura (1817) berjuang organisasi beraneka ragam
hanya untuk rakyat Maluku; ideologinya (Sosialis, Nasionalis,
Pangeran Diponegoro (1825 – 1830) Etnosentris dan lain-lain) tetapi
melawan Belanda hanya untuk upaya ke arah persatuan selalu
kepentingan rakyat Jawa Tengah; digalang. Sebut saja misalnya: PNI
Teuku Umar, Cut Nyak Dien dan (4 Juni 1927), PPPKI (17 Desember
Panglima Polim (1873 – 1904) 1927), Sumpah Pemuda (28 Oktober

124
berjuang melawan Belanda hanya 1928), Indonesia Muda (1930), Gapi

Hal
untuk rakyat Aceh, (1939), KRI (1939) dan MR (1941).

Media yang ditempuh adalah Media yang ditempuh adalah


perang; oleh karena itu mereka dengan berorganisasi yang
sangat mengandalkan jumlah mengandalkan otak, pikiran dan
strategi diplomasi.

facebook.com/asncpns @asncpns
100% PAKET LKIT – 100% AKURAT

Paket LKIT 2016


kekuatan materi; prajurit (otot),
senjata dan lain-lain.

Sangat tergantung pada pimpinan Tidak tergantung pada seorang


atau pemimpin (raja, sultan, tokoh pemimpin, meskipun pemimpinnya
ulama). Contoh: Perang Diponegoro tertangkap atau mati, akan tetapi
selesai setelah Diponegoro perjuangan kemerdekaan tidak
tertangkap, begitu juga dengan pernah berhenti karena ada
perang lainnya. kaderisasi.

1.1. MASA AWAL

Masa awal ditandai dengan berdirinya organisasi-organisasi modern antara


lain adalah :

a. Budi Utomo (BU, 20 Mei 1908)

Gagasan pertama pembentukan Budi Utomo berasal dari dr. Wahidin


Sudirohusodo, seorang dokter Jawa dari Surakarta. Ia menginginkan adanya
tenaga-tenaga muda yang terdidik secara Barat, namun pada umumnya

125
pemuda pemuda tersebut tidak sanggup membiayai dirinya sendiri.
Sehubungan dengan itu perlu dikumpulkan beasiswa (study fond) untuk

Hal
membiayai mereka.

Pada tahun 1908 dr. Wahidin bertemu dengan Sutomo, pelajar Stovia.
Dokter Wahidin mengemukakan gagasannya pada pelajar-pelajar Stovia
dan para pelajar tersebut menyambutnya dengan baik. Secara kebetulan
para pelajar Stovia juga memerlukan adanya suatu wadah yang dapat
menampung kegiatan dan kehidupan budaya mereka pada umumnya.

facebook.com/asncpns @asncpns
100% PAKET LKIT – 100% AKURAT

Paket LKIT 2016


Sehubungan dengan itu pada tanggal 20 Mei 1908 diadakan rapat di satu
kelas di Stovia. Rapat tersebut berhasil membentuk sebuah organisasi
bernama Budi Utomo dengan Sutomo ditunjuk sebagai ketuanya.

Pada awalnya tujuan Budi Utomo adalah menjamin kemajuan kehidupan


sebagai bangsa yang terhormat. Kemajuan ini dapat dicapai dengan
mengusahakan perbaikan pendidikan, pengajaran, kebudayaan, pertanian,
peternakan, dan perdagangan. Namun sejalan dengan berkembangnya
waktu tujuan dan kegiatan Budi Utomo pun mengalami perkembangan.

Pada tahun 1914 Budi Utomo mengusulkan dibentuknya Komite Pertahanan


Hindia (Comite Indie Weerbaar). Budi Utomo menganggap perlunya milisi
bumiputra untuk mempertahankan Indonesia dari serangan luar akibat
Perang Dunia Pertama (PD I, 1914 – 1918). Namun, usulan itu tidak
dikabulkan dan justru pemerintah Belanda lebih mengutamakan
pembentukan Dewan Rakyat Hindia (Volksraad). Selanjutnya ketika
Volksraad (Dewan Rakyat) didirikan, Budi Utomo aktif dalam lembaga
tersebut. Pada tahun 1932 pemahaman kebangsaan Budi Utomo makin
berkembang maka pada tahun itu pula mereka mencantumkan citacita
Indonesia merdeka dalam tujuan organisasi.

126
Hal
b. Serikat Islam (SI, Agustus 1911)

Berbeda dengan Budi Utomo yang mula-mula hanya mengangkat derajat


para priyayi khususnya di Jawa, maka organisasi Serikat Islam mempunyai
sasaran anggotanya yang mencakup seluruh rakyat jelata yang tersebar di
seluruh pelosok tanah air. Pada tahun 1909 R.M. Tirtoadisuryo mendirikan
perseroan dalam bentuk koperasi bernama Sarekat Dagang Islam (SDI).

facebook.com/asncpns @asncpns
100% PAKET LKIT – 100% AKURAT

Paket LKIT 2016


Perseroan dagang ini bertujuan untuk menghilangkan monopoli pedagang
Cina yang menjual bahan dan obat untuk membatik. Persaingan pedagang
batik Bumiputra melalui SDI dengan pedagang Cina juga nampak di
Surakarta. Oleh karena itu Tirtoadisuryo mendorong seorang pedagang
batik yang berhasil di Surakarta, Haji Samanhudi untuk mendirikan Serikat
Dagang Islam. Setahun setelah berdiri, Serikat Dagang Islam tumbuh
dengan cepat menjadi organisasi raksasa. Sekitar akhir bulan Agustus 1911,
nama Serikat Dagang Islam diganti menjadi Serikat Islam (SI). Hal ini
dilakukan karena adanya perubahan dasar perkumpulan, yaitu mencapai
kemajuan rakyat yang nyata dengan jalan persaudaraan, persatuan dan
tolong menolong di antara kaum muslimin. Anggota SI segera meluas ke
seluruh Jawa, Sumatra, Kalimantan dan Sulawesi. Sebagian besar
anggotanya adalah rakyat jelata. Serikat Islam ini dapat membaca
keinginan rakyat, dengan membantu perbaikan upah kerja, sewa tanah dan
perbaikan sosial kaum tani. Perkembangan yang cepat ini terlihat pada
tahun 1917 dengan jumlah anggota mencapai 450.000 orang yang tersebar
pada 84 cabang.

Meningkatnya anggota Serikat Islam secepat ini, membuat pemerintah

127
Hindia Belanda menaruh curiga. Gubernur Jenderal Idenburg berusaha
menghalangi pertumbuhannya. Kebijakan yang ditempuh antara lain

Hal
dengan hanya memberikan izin sebagai badan hukum pada tingkat lokal.
Sebaliknya pada tingkat pusat tidak diberikan izin karena dianggap
membahayakan, jumlah anggota yang terlalu besar diperkirakan akan
dapat melawan pemerintah.

Dalam kongres tahunannya pada tahun 1916, H.O.S Cokroaminoto


mengusulkan kepada pemerintah untuk membentuk Komite Pertahanan

facebook.com/asncpns @asncpns
100% PAKET LKIT – 100% AKURAT

Paket LKIT 2016


Hindia. Hal itu menunjukkan bahwa kesadaran politik bangsa Indonesia
mulai meningkat.

Dalam kongres itu diputuskan pula adanya satu bangsa yang menyatukan
seluruh bangsa Indonesia.

Sementara itu orang-orang sosialis yang tergabung dalam de Indische


Sociaal Democratische Vereeniging (ISDV) seperti Semaun, Darsono, dan
lain-lain mencoba mempengaruhi SI. Sejak itu SI mulai bergeser ke kiri
(sosialis). Melihat perkembangan SI itu, pimpinan SI yang lain kemudian
menjalankan disiplin partai melalui kongres SI bulan Oktober 1921 di
Surabaya. Selanjutnya SI pecah menjadi SI “putih” di bawah Cokroaminoto
dan SI “merah” di bawah Semaun dan Darsono. Dalam Perkembangan SI
“merah” ini bergabung dengan Partai Komunis Indonesia (PKI) yang telah
berdiri sejak 23 Mei 1920.

Dalam kongres Serikat Islam di Madiun pada tahun 1923 nama Serikat Islam
diganti menjadi Partai Serikat Islam (PSI). Partai ini bersifat nonkooperasi
yaitu tidak mau bekerjasama dengan pemerintah tetapi menginginkan
adanya wakil dalam Dewan Rakyat (Volksraad).

128
c. Muhammadiyah (18 November 1912)

Hal
Pada tanggal 18 November 1912 Muhammadiyah didirikan oleh Kyai Haji
Ahmad Dahlan di Yogyakarta. Organisasi Muhammadiyah bergerak di bidang
pendidikan, sosial dan budaya. Muhammadiyah bertujuan untuk
memurnikan ajaran Islam dalam pelaksanaan hidup sehari-hari agar sesuai
dengan Al-Qur’an dan Hadits. Muhammadiyah berusaha memberantas
semus jenis perbuatan yang tidak sesuai dengan al-Qur’an dan hadits. Di

facebook.com/asncpns @asncpns
100% PAKET LKIT – 100% AKURAT

Paket LKIT 2016


samping itu, Muhammadiyah juga giat memerangi penyakit TBC (Taklid,
Bid’ah dan Churafat) yang menghinggapi masyarakat khususnya di Jawa.

Praktik Churafat atau lebih dikenal dengan praktik-praktik amalan ibadah


yang salah menurut Islam, karena mendekati takhayul, perilaku syirik
(menyekutukan Tuhan) yang banyak terjadi di lingkungan Kerajaan
Mataram Yogyakarta dan sekitarnya seperti: percaya kepada kekuatan
keris, tombak, peristiwa gerhana bulan dianggap sebagai Buta Ijo sedang
memakan bulan, dan bahkan ada yang percaya kepada Nyi Roro Kidul. Hal
itu barangkali alasan yang dapat menjawab pertanyaan mengapa
Muhammadiyah lahir di kota Yogyakarta.

Untuk mencapai tujuannya Muhammadiyah melakukan berbagai usaha


seperti: mendirikan sekolah-sekolah, mendirikan rumah sakit, mendirikan
panti asuhan, mendirikan rumah anak yatim piatu dan lain-lain. Di bidang
pendidikan Muhammadiyah mendirikan dan mengelola sekolahsekolah dari
tingkat Taman Kanak-kanak sampai Perguruan Tinggi. Di sekolah-sekolah
Muhammadiyah selain diajarkan agama juga diajarkan pelajaran umum

yang mengacu pada kaidah-kaidah modern. Pendidikan mengenal sistem

129
kurikulum kelas atau tingkatan, sebagaimana dilakukan sekolah model
Barat.

Hal
Dalam perkumpulan Muhammadiyah terdapat bagian wanita yang disebut
Aisyiah, bagian khusus anak gadis disebut Nasyiatul Aisiyah, dan kepanduan
yang disebut, Hizbul Wathan.

facebook.com/asncpns @asncpns
100% PAKET LKIT – 100% AKURAT

Paket LKIT 2016


d. Indische Partij (IP, 1912 )

Organisasi yang sejak berdirinya sudah bersikap radikal adalah Indische


Partij.

Organisasi ini dibentuk pada tanggal 25 Desember 1912 di kalangan orang-


orang Indo di Indonesia yang dipimpin oleh Ernest Francois Eugene Douwes
Dekker (dr. Danudirja Setiabudi). Cita-citanya adalah agar orang-orang
yang menetap di Hindia Belanda (Indonesia) dapat duduk dalam
pemerintahan. Adapun semboyan IP adalah Indie Voor de Indier (Hindia
bagi orang-orang yang berdiam di Hindia).

Dalam menjalankan propagandanya ke Jawa Tengah, E.F.E Douwes Dekker


bertemu dengan Cipto Mangunkusumo yang telah meninggalkan Budi
Utomo. Cipto Mangunkusumo terkenal dalam Budi Utomo dengan
pandangan-pandangannya yang radikal, segera terpikat pada ide Douwes
Dekker. Suwardi Suryaningrat (Ki Hajar Dewantara) dan Abdul Muis yang
berada di Bandung juga tertarik pada ide Douwes Dekker tersebut. Dengan
dukungan tokoh-tokoh tersebut, Indische Partij berkembang menjadi 30
cabang dengan 7.300 orang anggota, sebagian besar terdiri atas orang-
orang Indo-Belanda.

130
Indische Partij berjasa memunculkan konsep Indie voor de Indier yang

Hal
sesungguhnya lebih luas dari konsep “Jawa Raya” dari Budi Utomo.
Dibandingkan dengan Budi Utomo, Indische Partij telah mencakup suku-
suku bangsa lain di nusantara. Budi utomo dalam perkembangannya
terpengaruh juga oleh cita-cita nasionalisme yang lebih luas. Hal ini
dialami juga oleh organisasi-organisasi lain yang keanggotaannya terdiri
atas suku-suku bangsa tertentu, seperti Serikat Ambon, Serikat Minahasa,

facebook.com/asncpns @asncpns
100% PAKET LKIT – 100% AKURAT

Paket LKIT 2016


Kaum Betawi, Partai Tionghoa Indonesia, Serikat Selebes, dan Partai Arab-
Indonesia. Cita-cita persatuan ini kemudian berkembang menjadi
nasionalisme yang kokoh, hal ini menjadi pokok.

Masa akhirindische Partij terjadi setelah Suwardi Suryaningrat dan Cipto


Mangunkusumo ditangkap. Pemerintah Belanda menganggap Indische Partij
mengganggu serta mengancam ketertiban umum. Oleh karena itu, para
pemimpinnya ditangkap dan dibuang. dr. E.F.E. Douwes Dekker atau
dr.Danudirja Setiabudi dibuang ke Kupang (NTT), dr. Cipto Mangunkusumo
dibuang ke Bandanaira di Kepulauan Maluku, dan Raden Mas Suwardi
Suryaningrat dibuang ke Pulau Bangka. Akhirnya kedua tokoh tersebut
meminta dibuang ke negeri Belanda. Demikian juga Douwes Dekker dibuang
ke Belanda dari tahun 1913 sampai dengan 1918.

Pada saat pemerintah Hindia Belanda merayakan 100 tahun kemerdekaan


negeri Belanda dari Belgia, tokoh yang disebut terakhirini juga menulis
sebuah artikel berjudul “Als Ik de Netherlander was” (seandainya aku
seorang Belanda) yang berisikan kritikan pedas terhadap pemerintah. Kelak
karena permohonan ketiga tokoh itu sendiri, akhirnya mereka dibuang ke
negeri Belanda.

131
Hal
1.2. MASA RADIKAL

Masa radikal diartikan sebagai suatu masa yang memunculkan organisasi-


organisasi politik yang kemudian dinamakan “partai”. Beberapa partai yang

dimaksud antara lain: PKI (1920), PNI (1927) dan Partindo (1931). Pada
umumnya organisasi-organisasi ini tidak mau bekerja sama dengan
pemerintah Hindia Belanda dalam mewujudkan cita-cita organisasinya.

facebook.com/asncpns @asncpns
100% PAKET LKIT – 100% AKURAT

Paket LKIT 2016


Mereka dengan tegas menyebutkan tujuannya untuk mencapai Indonesia
Merdeka. Organisasi-organisasi atau partai ini sudah bergerak dalam bidang
politik, khususnya menentang keputusan pemerintah Belanda. Masa radikal
ini juga diwarnai pengaruh Marxisme dan komunisme.

Pada tahun 1908 di negeri Belanda berdiri sebuah organisasi yang bernama
Indische Vereeniging. Organisasi ini didirikan oleh pelajar-pelajar dari
Indonesia.

Pada mulanya hanya bersifat sosial yaitu untuk memajukan kepentingan-


kepentingan bersama para pelajar tersebut. Namun sejalan dengan
berkembangnya perasaan anti kolonialisme dan imperialisme setelah
berakhirnya Perang Dunia I, organisasi ini juga menginginkan adanya hak
bagi bangsa Indonesia untuk menentukan nasibnya sendiri. Sehubungan
dengan itu Indische Vereeniging berganti nama menjadi Indonesische
Vereeniging (Perhimpunan Indonesia) dan bertujuan untuk mencapai
kemerdekaan Indonesia.

Sejalan dengan itu majalah Perhimpunan Indonesia yang semula bernama


“Hindia Putra” juga berganti nama menjadi “Indonesia Merdeka”. Para
anggota PI berusaha mengadakan propaganda kemerdekaan Indenesia. Di

132
samping itu mereka mengadakan hubungan dengan gerakan-gerakan

Hal
nasional di berbagai negara di dunia. Antara lain dengan Liga Penentang
Tindasan Penjajah, Internasionale Komunis dan ikut serta pada kongres-
kongres internasional yang bersifat humanistis.

Dalam perkembangannya pada tanggal 10 – 15 Februari 1927 Liga


Penentang Tindakan Penjajahan mengadakan Kongres Internasional
pertama di Brussel. Tujuan kongres ini adalah menentang imperialisme di

facebook.com/asncpns @asncpns
100% PAKET LKIT – 100% AKURAT

Paket LKIT 2016


dunia dan tindakan penjajahan. Dalan kongres Brussel itu hadir wakil-wakil
pergerakan kebangsaan berbagai negara terjajah di dunia termasuk
Indonesia diwakili oleh Mohammad Hatta, Nazir Pamuntjak, Gatot
Mangkupraja, Achmad Soebardjo dan Semaun Tindakan Anti Penjajahan.
Tujuannya adalah agar kaum pergerakan mendapat perhatian Internasional
serta para pemuda Indonesia bisa berkenalan dengan para tokoh
pergerakan bangsa-bangsa lain. Di samping itu juga untuk menanamkan
rasa senasib atau rasa solidaritas dengan bangsa-bangsa terjajah lainnya
seperti: tokoh-tokoh nasional dari India, Indo Cina, Filipina, Mesir serta
tokoh-tokoh pergerakan negara-negara di Pasifik.

Tindakan Perhimpunan Indonesia (PI) itu membuat Pemerintah Kolonial


Belanda bertindak tegas. Empat anggota pengurus Perhimpunan Indonesia
yaitu Mohammad Hatta, Nazir Pamuntjak, Abdul Madjid, dan Ali
Sastroamidjojo ditangkap. Mereka dihadapkan pada sidang pengadilan
Maret 1928. Dalam kesempatan tersebut, Mohammad Hatta mengajukan
pidato pembelaan yang berjudul “Indonesia Vry” . Pemerintah kolonial
Belanda ternyata tidak berhasil membuktikan kesalahannya, sehingga
merekapun dibebaskan. Kejadian ini merupakan peristiwa yang penting

133
bagi perjalanan Pergerakan Nasional Indonesia. Penentangan yang
dilakukan membuat PI semakin mendapat simpati dari rakyat sehingga PI

Hal
semakin besar.

Semangat yang tinggi untuk mencapai cita-cita Indonesia merdeka juga


nampak pada Partai Nasional Indonesia. Dalam anggaran dasarnya
ditegaskan secara jelas yaitu mencapai kemerdekaan Indonesia. PNI
berkeyakinan bahwa untuk membangun nasionalisme ada tiga syarat yang
harus ditanamkan kepada rakyat yaitu Jiwa Nasional (nationaale geest),

facebook.com/asncpns @asncpns
100% PAKET LKIT – 100% AKURAT

Paket LKIT 2016


Niat/Tekad Nasional (nationaale wil), dan Tindakan Nasional (nationaale
daad). Dengan cara ini Partai Nasional Indonesia berusaha dengan kekuatan
rakyat sendiri, memperbaiki keadaan politik ekonomi, dan budaya bangsa
Indonesia.

Pemahaman terhadap ketiga unsuritu menjadikan masyarakat sadar akan


kemelaratannya dalam alam penjajahan. Soekarno menjelaskan kepada
rakyat bahwa masa lampau Indonesia adalah sangat gemilang. Manusia
Indonesia menurut Soekarno (tokoh PNI) dimiskinkan oleh kolonial. Manusia
Indonesia yang memiliki tanah untuk mencari nafkah, tetapi tetap miskin.
Semangat marhaenisme dan nasionalisme yang ditiupkan oleh Bung Karno
mendapat simpati kelompok-kelompok politik. Semangat marhaenisme dan
nasonalisme itulah yang membuat partai-partai politik semakin terbangun
persatuannya. Oleh sebab itu pada akhir tahun 1927 PNI mengadakan suatu
rapat di Bandung yang antara lain dihadiri oleh wakil-wakil dari Partai
Serikat Islam, Budi Utomo, Paguyuban Pasundan,Sumatranen Bond dan
Kaum Betawi. Rapat yang dipimpin atau dipelopori Partai Nasional
Indonesia (PNI) itu, pada tanggal 17 Desember 1927 sepakat membentuk
suatu badan kerjasama yaitu Perhimpunan-Perhimpunan Politik

134
Kebangsaan Indonesia (PPPKI).

Hal
Lahirnya PPPKI mendapat respon dalam kongres PNI tahun 1928. Dalam
kongres itu dikemukakan bahwa ada pertentangan tajam antara penjajah
dan yang dijajah. Belanda, merupakan suatu kekuatan imperialisme yang
mengeruk kekayaan bumi Indonesia. Itulah sebabnya tatanan-tatanan
sosial, ekonomi dan politik Indonesia hancur lebur. Untuk mengatasi
keadaan ini diperlukan perjuangan politik yaitu mencapai Indonesia
merdeka.

facebook.com/asncpns @asncpns
100% PAKET LKIT – 100% AKURAT

Paket LKIT 2016


Tidak dapat disangkal bahwa pada masa pergerakan nasional ini ada unsur-
unsur Marxisme turut mempengaruhi sikap pergerakan nasional. Pemikiran
itu disebarkan dalam rapat-rapat, kursus-kursus dan sekolah-sekolah serta
organisasi-organisasi pemuda yang didirikan oleh PNI. Pers PNI yang terdiri
dari surat-surat kabar Banteng Priangan (Bandung) dan Persatuan Indonesia
(Jakarta) juga membantu penyebaran pandangan ini. Kegiatan PNI ini
dengan pesat menarik perhatian massa. Jumlah anggota PNI pada tahun
1929 diperkirakan 10.000 orang, yang tersebar antara lain di Bandung,
Jakarta, Yogyakarta, Semarang dan Makassar. Perkembangan PNI ini
semakin mengkhawatirkan pemerintah Hindia Belanda. Dengan tuduhan
akan melakukan pemberontakan, tokoh-tokoh PNI, Soekarno dkk
ditangkap, kemudian diajukan ke pengadilan pada 18 Agustus 1930.

Dalam pengadilan tersebut, Soekarno mengajukan pidato pembelaannya


yang berjudul “Indonesia Menggugat”. Tokoh-tokoh PNI tersebut kemudian
dijatuhi hukuman penjara. Setelah tokoh-tokoh pimpinan PNI ditangkap,
PNI kemudian dibubarkan. Selama Ir. Soekarno dipenjara, di dalam tubuh
PNI mengalami pertentangan antara kelompok yang tidak setuju PNI
dibubarkan yaitu PNI Merdeka yang kemudian mendirikan Pendidikan

135
Nasional Indonesia atau PNI Baru yang dipimpin oleh Drs. Moh. Hatta.
Sedangkan kelompok lainnya yang dipimpin Sartono yang lebih memilih PNI

Hal
dibubarkan akhirnya mendirikan Partindo (Partai Indonesia). Setelah keluar
dari penjara Ir. Soekarno dihadapkan kepada dua pilihan organisasi yang
sama-sama berat di hatinya. Namun demikian, akhirnya Ir. Soekarno
memilih masuk Partindo.

Nasionalisme juga berkembang di kalangan pemuda. Para pemuda yang


telah mendirikan berbagai organisasi pemuda juga merasa perlu untuk

facebook.com/asncpns @asncpns
100% PAKET LKIT – 100% AKURAT

Paket LKIT 2016


menggalang persatuan. Semangat persatuan ini diwujudkan dalam kongres
pemuda pertama di Jakarta pada bulan Mei 1926. Para pemuda menyadari
bahwa nasonalisme perlu ditumbuhkan dari sifat kedaerahan yang sempit
menuju terciptanya kesatuan seluruh bangsa Indonesia. Namun kongres
pertama ini belum membuahkan hasil seperti yang diharapkan.

PPI mempelopori penyelenggaraan Kongres Pemuda II. Dalam Kongres


Pemuda II yang diselenggrakan pada tanggal 27 – 28 Oktober 1928 berbagai
organisasi pemuda seperti Jong Java, Jong Sumatranen Bond, Sekar Rukun,
Pasundan, Jong Selebes, Pemuda Kaum Betawi. Pada tanggal 28 Oktober
1928, para pemuda peserta Kongres ini berusaha mempertegas kembali
makna persatuan dan berhasil mencapai suatu kesepakatan yang kemudian
dikenal sebagai Sumpah Pemuda, yaitu:

 Pertama, Kami Putra dan Putri Indonesia mengaku bertumpahdarah


yang satu, tanah airindonesia.
 Kedua, Kami Putra dan Putri Indonesia mengaku berbangsa yang satu,
bangsa Indoensia.
 Ketiga, Kami Putra dan Putri Indonesia menjunjung tinggi bahasa
persatuan bahasa Indonesia.

136
Dalam penutupan kongres itu pula untuk pertama kali dikumandangkan

Hal
lagu Indonesia Raya dan Bendera Merah Putih dikibarkan untuk mengiringi
lagu tersebut. Suasana haru yang sangat mendalam memenuhi hati para
pemuda yang hadir saat itu. Sebagai tindak lanjut Sumpah Pemuda pada
tanggal 31 Desember 1930 di Surakarta dibentuk organisasi Indonesia Muda,
yang merupakan penyatuan dari berbagai organisasi pemuda, yaitu Jong
Java, Jong Sumatranen Bond, Jong Minahasa, Jong Celebes, Sekar Rukun

facebook.com/asncpns @asncpns
100% PAKET LKIT – 100% AKURAT

Paket LKIT 2016


dan Pemuda Indonesia. Hal itu membuat Pemerintah Belanda semakin
serius mengawasi pergerakan politik bangsa Indonesia. Gubernur Jenderal
De Jonge melakukan tekanan keras terhadap organisasi pergerakan
nasional. Ia mempunyai hak luar biasa untuk menindak setiap gerakan
nasional yang dianggap mengganggu ketentraman dan ketertiban. Partai
politik dikenakan larangan rapat. surat kabar diberangus dan dibakar. Para
pemimpinnya ditangkap dan dibuang. Tindakan pemerintah berupa
penangkapan dan pembuangan para pemimpin politik inilah yang
menyebabkan hubungan partai-partai politik dengan massa rakyat
terputus. Pemimpin dan pengikut dipisahkan dari kegiatan politik. Polisi
rahasia atau Politieke Inlichtingen Dienst (PID) selalu memata-matai setiap
gerakan dan siap menindak.

1.3. MASA BERTAHAN

Pada tahap ini kaum pergerakan berusaha mencari jalan baru untuk
melanjutkan perjuangan. Hal itu dilakukan karena adanya tindakan keras
dari pemerintah. Mereka menggunakan taktik baru, yaitu dengan bekerja
sama dengan pemerintah melalui parlemen. Partai politik mengirimkan

137
wakil-wakilnya dalam Dewan Rakyat. Mereka mengambil jalan kooperatif,

Hal
tetapi sifatnya sementara dan lebih sebagai taktik perjuangan saja.

Perjuangan moderat dan parlementerini berlangsung dari tahun 1935–1942,


pada masa pemerintahan Gubernur Jenderal Tjarda van Starkenborgh
Stachouwer (1936 – 1942). Hingga saat pemerintah Hindia Belanda
ditaklukkan oleh Jepang, pemberian hak parlementer penuh oleh

facebook.com/asncpns @asncpns
100% PAKET LKIT – 100% AKURAT

Paket LKIT 2016


pemerintah Belanda kepada wakil-wakil rakyat Indonesia tidak pernah
menjadi kenyataan.

Di antara partai-partai politik yang melakukan taktik kooperatif dengan


pemerintah Hindia Belanda adalah Persatuan Bangsa Indonesia dan Partai
Indonesia Raya. Kelompok Studi Indonesia di Surabaya menyarankan agar
perbedaan antara gerakan yang berasas kooperasi dan non-kooperasi tidak
perlu dibesar-besarkan. Hal yang lebih penting yaitu tujuan organisasi sama
yakni memperjuangkan pembebasan rakyat dari penderitaan lewat
kesejahteraan ekonomi, sosial budaya dan politik.

Untuk melaksanakan cita-cita kesejahteraan ekonomi maka Persatuan


Bangsa Indonesia (PBI) mendirikan bank, koperasi serta perkumpulan tani
dan nelayan. Pemakarsanya adalah Dokter Sutomo, seorang pendiri Budi
Utomo. Pada tahun 1932, anggota PBI yang berjumlah 2.500 orang dari 30
cabang menyelenggarakan kongres, kongres tersebut memutuskan bahwa
PBI akan tetap menggalakkan koperasi, serikat kerja, dan pengajaran.
Untuk mencapai tujuan itu maka tidak ada jalan lain yang dilakukan kecuali
pendidikan rakyat diperhatikan dengan mengadakan kegiatan kepanduan.
Pada tahun 1935 terjadi penyatuan antara Budi Utomo dan PBI. Dalam

138
sebuah partai yang disebut Partai Indonesia Raya (Parindra), Ketuanya

Hal
adalah Dokter Sutomo. Organisasi-oraganisasi lain yang ikut bergabung
dalam Parindra diantaranya: Serikat Sumatera, Serikat Celebes, Serikat
Ambon, dan Kaum Betawi. Dengan bergabungnya berbagai organisasi
membuat Parindra semakin kuat dan anggotanya tersebar di mana-mana.
Jumlah anggotanya meningkat pesat. Pada tahun 1936 jumlah anggotanya
berkisar 3.425 orang dari 37 cabang. Cita-cita Parindra pun semakin tegas
yaitu mencapai Indonesia merdeka. Dalam kongresnya tahun 1937,

facebook.com/asncpns @asncpns
100% PAKET LKIT – 100% AKURAT

Paket LKIT 2016


Wuryaningrat terpilih sebagai ketua dibantu oleh Mohammad Husni
Thamrin, Sukardjo Wiryapranoto, Raden Panji Suroso, dan Susanto
Tirtoprojo. Kerjasama antar anggota cabang-cabangnya menjadikan
Parindra sebagai partai politik terkuat menjelang runtuhnya Hindia
Belanda.

Di samping Parindra juga muncul organisasi lain seperti Partindo. Namun


karena desakan pemerintah akhirnya partai itu bubar pada tahun 1936.
Para pemimpinnya meneruskan perjuangan dengan mendirikan Gerakan
Rakyat Indonesia (Gerindo) di Jakarta pada tanggal 24 Mei 1937. Tokoh-
tokoh yang duduk dalam Gerindo ialah Mr. Sartono, Mr. Mohammad Yamin,
dan Mr. Amir Syarifuddin.

Para pemimpinnya menginginkan Gerindo menjadi partai rakyat dengan


asas kooperasi. Prinsip demokrasi dipertahankan untuk menahan desakan
ekspansi Jepang yang makin dekat.

Perjuangan melawan pemerintah Belanda terus dilanjutkan. Di pihak lain,


para pejuang juga mempersiapkan diri menghadapi Jepang yang mulai
mengarah ke selatan. Namun kemudian terjadi kericuhan di dalam
Gerindo, sehingga

139
perpecahan tidak dapat dihindari. Oleh sebab itu Mr. Mohammad Yamin

Hal
mendirikan Partai Persatuan Indonesia pada tanggal 21 Juli 1939. Asas
perjuangannya adalah demokrasi kebangsaan dan kerakyatan. Namun
organisasi ini tidak mendapat tempat dalam masyarakat.

Pada masa pemerintah Gubernur Jenderal Van Limburg Stirum (1916– 1921)
dibentuk Volksraad atau Dewan Rakyat, yaitu pada tanggal 18 Mei 1918.
Anggota dewan dipilih dan diangkat dari golongan orang Belanda,

facebook.com/asncpns @asncpns
100% PAKET LKIT – 100% AKURAT

Paket LKIT 2016


Indonesia, dan bangsa-bangsa lain. Orang Indonesia yang menjadi anggota
mula-mula berjumlah 39%, kemudian bertambah dalam tahun-tahun
selanjutnya. Tujuan pembentukan Dewan Rakyat adalah agar wakil-wakil
rakyat Indonesia dapat berperan serta dalam pemerintahan. Akan tetapi,
dewan ini tidak mencerminkan perwakilan rakyat yang sesungguhnya,
karena yang berhak memilih anggota dewan adalah orang-orang yang
dekat dengan pemerintah. Wakil-wakil bumiputra tidak banyak mempunyai
hak suara.

Meskipun demikian, partai politik yang berazaskan kooperatif mengirimkan


wakil-wakilnya untuk duduk dalam Dewan Rakyat. Mereka menyalurkan
aspirasi (cita-cita, harapan, keinginan) partainya melalui dewan itu.
Sedang golongan nonkooperatif menganggap Dewan Rakyat hanyalah
sandiwara dan mereka tidak mau duduk dalam dewan itu.

Golongan kooperatif berupaya semaksimal mungkin untuk memanfaatkan


Dewan Rakyat. Pada tahun 1930 Mohammad Husni Thamrin, anggota Dewan
Rakyat, membentuk Fraksi Nasional guna memperkuat barisan dan
persatuan nasional. Mereka menuntut perubahan ketatanegaraan dan
penghapusan diskriminasi di berbagai bidang. Mereka juga menuntut

140
penghapusan beberapa pasal dalam Kitab Undang-Undang Hukum Pidana

Hal
Belanda tentang penangkapan dan pengasingan pemimpin perjuangan
Indonesia serta pemberangusan pers.

Pada tanggal 15 Juli 1936 Sutarjo Kartohadikusumo, anggota dewan rakyat,


menyampaikan petisi agarindonesia diberi pemerintahan sendiri (otonomi)
secara berangsur-angsur dalam waktu sepuluh tahun. Jawaban terhadap
petisi Sutarjo baru diberikan oleh pemerintah dua tahun kemudian. Dapat

facebook.com/asncpns @asncpns
100% PAKET LKIT – 100% AKURAT

Paket LKIT 2016


dipastikan bahwa tuntutan untuk otonomi ini ditolak pemerintah, sebab hal
ini memberi peluang yang mengancam runtuhnya bangunan kolonial.
Meskipun demikian, para nasionalis tetap gigih memperjuangkan tuntutan
itu lewat forum parlemen semu tersebut.

Kegagalan Petisi Sutarjo bahkan menjadi cambuk untuk meningkatkan


perjuangan nasional. Pada bulan Mei 1939 Muh. Husni Thamrin membentuk

Gabungan Politik Indonesia (GAPI) yang merupakan gabungan dari Parindra,


Gerindo, PSII, Partai Islam Indonesia, Partai Katolik Indonesia. Pasundan,
Kaum Betawi, dan Persatuan Minahasa. Tujuannya ialah agar terbentuk
kekuatan nasional tunggal dalam menghadapi pemerintah kolonial. Selain
itu, ancaman perang makin terasa karena Jepang sudah bergerak makin
jauh ke selatan dan mengancam Indonesia.

GAPI mengadakan aksi dan menuntut Indonesia Berparlemen yang disusun


dan dipilih oleh rakyat Indonesia, Pemerintah harus bertanggung jawab
kepada Parlemen. Jika tuntutan itu diterima pemerintah, GAPI akan
mengajak rakyat untuk mengimbangi kemurahan hati pemerintah.

Untuk mencapai cita-cita GAPI ini maka pada tanggal 24 Desember 1939

141
kaum pergerakan mengadakan Kongres Rakyat Indonesia. Kegiatan ini
antara lain menuntut pemerintah Belanda agar menjadikan bahasa

Hal
Indonesia sebagai bahasa nasional, Indonesia Raya sebagai lagu kebangsaan
dan bendera merah putih sebagai bendera Nasional.

Pemerintah memberikan reaksi dingin. Perubahan ketatanegaraan akan


diberikan setelah Perang Dunia II selesai. Pada 1 September 1939 pecah
perang di Eropa yang kemudian berkembang menjadi Perang Dunia II.
Tuntutan GAPI dijawab Pemerintah dengan pembentukan Komisi Visman

facebook.com/asncpns @asncpns
100% PAKET LKIT – 100% AKURAT

Paket LKIT 2016


pada bulan Maret 1941. Komisi yang diketuai Visman ini bertugas
menyelidiki keinginan golongangolongan masyarakat Indonesia dan
perubahan pemerintahan yang diinginkan.

Namun Komisi ini hanya menampung hasrat masayarakat Indonesia yang


pro pemerintah dan masih menginginkan Indonesia tetapi dalam ikatan
Kerajaan Belanda. Hasil penyelidikan Komisi Visman tidak memuaskan.
Komisi hanya sekedar memberi angin atau berbasa-basi kepada kaum
nasionalis Indonesia dan tidak sungguh-sungguh menanggapi perubahan
ketatanegaraan Indonesia. Sebelum hasil Komisi Visman diwujudkan,
Jepang sudah tiba di Indonesia.

Meskipun demikian pihak Indonesia telah sempat mengusulkan 3 hal, yaitu:

1. pelaksanaan hak menentukan nasib sendiri;

2. penggunaan bahasa Indonesia dalam sidang Dewan Rakyat;

3. pergantian kata Inlander (pribumi) menjadi Indonesier.

Untuk menguatkan dan mensukseskan perjuangan GAPI yaitu “Mencapai


Indonesia Berparlemen”, maka kaum pergerakan mengadakan kongres.
Kongres Rakyat Indonesia (KRI) yang sebelumnya hanyalah kata

142
kerja/kegiatan (verb) kemudian dirubah menjadi seolah-olah sebuah badan

Hal
perwakilan (parlemen) bagi bangsa Indonesia.

Anggota KRI di antaranya:

1. Partai Indonesia Raya (Parindra)


2. Gerakan Rakyat Indonesia (Gerindo)
3. Paguyuban Pasundan
4. Persatuan Minahasa

facebook.com/asncpns @asncpns
100% PAKET LKIT – 100% AKURAT

Paket LKIT 2016


5. Persatuan Perkumpulan Pemuda Indonesia (PPPI)
6. Kongres Perempuan Indonesia (KPI)
7. Istri Indonesia (II)
8. Persatuan Djurnalis Indonesia (Perdi)
9. Persatuan Politik Katolik Indonesia (PPKI)
10. Persatuan Hindustan Indonesia (PHI)
11. Partai Sarekat Islam Indonesia (PSII)
12. Partai Islam Indonesia (PII)
13. Partai Arab Indonesia (PAI)
14. Muhammadiyah
15. Persatuan Muslimin Indonesia (Permi)
16. Persatuan Islam (Persis)
17. Nahdhatul Ulama (NU)
18. Gabungan Serikat Pekerja Indonesia (Gaspi)
19. PBMTS
20. Partai Persatuan Indonesia (Parpindo)
21. Persatuan Bangsa Indonesia (PBI), kemudian yang

berasal dari organisasi Persatuan Vakbonden Pegawai Negeri (PVPN)

143
seperti:

Hal
22. Persatuan Pegawai Pegadaian Hindia (PPPH) yang kemudian berubah
menjadi Persatuan Pegawai Pegadaian Bumiputra (PPPB)
23. Persatuan Guru Hindia Belanda (PGHB) yang berubah menjadi
Persatuan Guru Indonesia (PGI yang merupakan gabungan dari: VOB,
PGB, OKSB, PGAS dan HKSB),
24. Landelijke Inkomsten Bond (LIB)
25. Perserikatan Kaum Sekerja Boschwezen (PKSB)

facebook.com/asncpns @asncpns
100% PAKET LKIT – 100% AKURAT

Paket LKIT 2016


26. Pegawai Mijn Bouw (PMB)
27. Perhimpunan Pegawai Spoor Tram (PPST).

Kongres Rakyat Indonesia yang mempunyai anggota tidak kurang dari 27


perkumpulan tersebut segera mempersiapkan pembentukan parlemen ala
Indonesia, yakni dengan merubah Kongres Rakyat Indonesia menjadi
Majelis Rakyat Indonesia (MRI). MRI dianggap sebagai suatu Badan
Perwakilan Rakyat Indonesia untuk sementara sampai terbentuknya
parlemen Indonesia yang sesungguhnya. Sejak tanggal 14 September 1941,
Kongres Rakyat Indonesia secara resmi diganti menjadi Majelis Rakyat
Indonesia (MRI).

Di dalam MRI duduk wakil-wakil dari organisasi politik, organisasi Islam,


federasi serikat sekerja, dan pegawai negeri. Anggota MRI adalah
merupakan gabungan dari organisasi-organisasi besar seperti Gapi, MIAI dan
PVPN.

Anggota Gapi (Gabungan Politik Indonesia) meliputi: Parindra, Gerindo, PII,


PPKI, PSII, Persatuan Minahasa dan Paguyuban Pasundan. Federasi ini

144
merupakan wadah baru setelah PPPKI yang sebelumnya merupakan
federasi dari berbagai perkumpulan beraneka warna lumpuh. Kemudian

Hal
MIAI (Majelis Islam A’la Indonesia) ini merupakan federasi dari organisasi-
organisasi Islam yang didirikan pada tanggal 21 September 1937 di
Surabaya. Anggota MIAI di antaranya ialah NU, Muhammadiyah, SI dan PII.
Rupanya PII disamping sebagai anggota Gapi juga menjadi anggota MIAI.

Sedangkan PVPN (Persatuan Vakbonden Pegawai Negeri), merupakan


federasi perkumpulan-perkumpulan sarikat sekerja pegawai negeri yang

facebook.com/asncpns @asncpns
100% PAKET LKIT – 100% AKURAT

Paket LKIT 2016


pada tahun 1930 jumlah anggotanya mencapai 29.700 orang dan meliputi
13 perkumpulan dan pada akhir masa pergerakan nasional PVPN
beranggotakan 18 organisasi di antaranya Persatuan Guru Hindia Belanda
(PGHB; di mana PGHB sendiri merupakan gabungan dari 7 perkumpulan
guru-guru dengan jumlah anggota 15.000, di antaranya yang paling besar
dari perkumpulan Volks Onderwijzers Bond [VOB] yang mempunyai 103
cabang dan 9.000 anggota), dan PGHB kemudian namanya diubah menjadi
Persatuan Guru Indonesia (PGI) yang mencakup Persatuan Guru Bantu
(PGB), Persatuan Guru Ambacht School (PGAS), VOB, Oud Kweekscholieren
Bond (OKSB), Persatuan Normaal School (PNS) dan Hogere Kweekscholieren
Bond (HKSB). Sedangkan anggota PVPN lainnya seperti Perserikatan
Pegawai Pegadaian Hindia (PPPH), Perserikatan Pegawai Pegadaian
Bumiputra (PPPB), Perhimpunan Pegawai Spoor dan Tram (PPST),
Vereniging van Indonesische Personeel bij de Irrigatie, Waterstaat en
Waterschappen (VIPIW), Landelijke Inkomsten Bond (LIB; Kadaster Bond),
Perserikatan Kaum Sekerja Boschwezen (PKSB), VAMOLA, Pegawai Mijn
Bouw (PMB), Persatuan Kaum Verplegers (sters) van Indie (PKVI), PPAVB,
Midpost, Opiumregie, PPTR, VOLTA, PMMB, PPP dan ORBHB.

145
Walaupun terdapat perbedaan pendapat antara organisasi-organisasi yang
tergabung dalam MRI, namun persatuan dan kesatuan kaum Nasionalis terus

Hal
dipupuk sampai masuknya Tentara Militer Jepang.

facebook.com/asncpns @asncpns
100% PAKET LKIT – 100% AKURAT

Paket LKIT 2016


2. LATIHAN 1

1) Sebutkan faktor-faktor yang menyebabkan munculnya pergerakan


nasional !
2) Apa perbedaan bentuk perjuangan pada masa sebelum dan sesudah
1908 ?
3) Siapa perintis berdirinya Budi Utomo dan apa tujuannya ?
4) Apa yang dimaksud dengan masa radikal dan masa bertahan?
5) Apa yang dituntut oleh Fraksi Nasional yang dibentuk oleh M. Husni
Thamrin?
6) Sebutkan Isi Sumpah Pemuda, tanggal 28 Oktober 1928 !
7) Sebutkan apa tuntutan perjuangan Gapi yang paling terkenal ?
8) Sebutkan tiga organisasi besar yang menjadi anggota MRI ?

3. RANGKUMAN

 Pergerakan Nasional Indonesia adalah pergerakan yang bercita-cita


nasional, yaitu bercita-cita mencapai Indonesia merdeka. Timbulnya
pergerakan nasional Indonesia tidak dapat dipisahkan dengan
bangkitnya nasionalisme Asia yang dianggap sebagai reaksi terhadap

146
imperialisme.

Hal
 Permulaan Pergerakan Nasional Indonesia ditandai dengan berdirinya
Budi Utomo pada tanggal 20 Mei 1908 sebagai suatu organisasi yang
modern.
 Suatu organisasi yang modern dalam pergerakan nasional adalah
organisasi yang telah lengkap dengan tujuan yang hendak dicapai,

facebook.com/asncpns @asncpns
100% PAKET LKIT – 100% AKURAT

Paket LKIT 2016


susunan kepengurusan organisasi, sekretariat, anggota, anggaran
dasar serta anggaran rumah tangga.
 Budi Utomo tidak berhasil memperoleh massa yang luas karena Budi
Utomo dianggap sebagai organisasi yang anggotanya banyak dari
lapisan atas saja yang kebanyakan mempunyai kedudukan sosial baik
sehingga sikapnya tidak tegas terhadap pemerintah Hindia Belanda.
 Sarekat Islam merupakan sebuah organisasi pergerakan nasional
dengan berdasarkan kepada agama Islam dan perdagangan. Pada
awalnya bernama Serikat Dagang Islam didirikan pada tahun 1911.
Sarekat Islam dalam waktu singkat berhasil mendapatkan banyak
anggota karena terbuka keanggotaannya bagi seluruh lapisan
masyarakat.
 Organisasi-organisasi yang bersifat kedaerahan timbul di berbagai
daerah antara lain Sarekat Sumatra (1918), Paguyuban Pasundan
(1914), Jong Minahasa (1912), dan lain-lain. Organisasi-organisasi
tersebut bertujuan ingin memajukan kebudayaan daerah.
 Indische Partij merupakan satu-satunya partai yang didirikan pada
tahun 1912 yang telah berani mengemukakan cita-cita Indonesia

147
merdeka.
 Volksraad yang dibentuk pada bulan Mei 1918 kekuasaannya belum

Hal
seperti parlemen, yang mampu menjalankan fungsi legislatif,
melainkan hanya merupakan sebuah badan yang banyak memberikan
nasihat (advis) belaka.
 Dalam rangka mencapai cita-cita Indonesia merdeka diperlukan
adanya persatuan dari seluruh rakyat Indonesia. Usaha persatuan
dimulai dengan dibentuknya Radicale Concertratie pada tahun 1918

facebook.com/asncpns @asncpns
100% PAKET LKIT – 100% AKURAT

Paket LKIT 2016


di dalam Volksraad dan kemudian dilanjutkan PNI 1927 dengan
mendirikan PPPKI.
 Asas PNI ialah self help, nonkooperasi, dan Marhaenisme. Program
PNI meliputi bidang politik ekonomi, dan sosial.
 Untuk menghadapi situasi Internasional yang semakin memanas maka
untuk penyusunan tenaga ke dalam agar lebih kuat memperkokoh
perjuangan citacita kebangsaan Indonesia maka kaum pergerakan
nasional mendirikan badan baru yaitu GAPI (Gabungan Politik
Indonesia). Setelah meletus Perang Dunia II, 1 September 1939, Gapi
segera mempersiapkan kongres selanjutnya.
 Pada tanggal 19 – 20 September 1939 berlangsung kongres Gapi yang
menghasilkan “Manifest Gapi” yaitu tuntutan “Indonesia
Berparlemen”.

TES FORMATIF

A. PILIHAN BENAR – SALAH

Jawablah pernyataan di bawah ini dengan memberikan tanda silang (X)

148
pada huruf B jika benar atau huruf S jika salah.

Hal
1) B – S
Pergerakan Nasional diawali dengan munculnya organisasi Budi
Utomo pada tahun 1908. (B)
2) B – S
Pada tahun 1923 nama Serikat Islam diganti menjadi Partai Serikat
Islam. Tujuannya adalah membantu pedagang Cina. (S)

facebook.com/asncpns @asncpns
100% PAKET LKIT – 100% AKURAT

Paket LKIT 2016


3) B – S
Kongres Pemuda I berlangsung pada tanggal 28 Oktober 1928 di
Jakarta. (S)
4) B – S
Serikat Islam (SI) yang didirikan pada tahun 1911 adalah merupakan
organisasi yang anggotanya hampir menyebar di seluruh nusantara.
Disamping itu SI merupakan organisasi yang anggotanya bukan saja
para muslim dari golongan priyayi saja. (B)
5) B – S
Untuk menghimpun kekuatan politik di Indonesia, PNI mensponsori
berdirinya Perhimpunan-Perhimpunan Politik Kebangsaan Indonesia
(PPPKI). (B)
6) B – S
Hasil yang konkrit atau dampak dari Sumpah Pemuda tahun 1928
adalah dibentuknya Organisasi Indonesia Muda pada tahun 1930. (B)
7) B – S
Yang memperjuangkan Indonesia berparlemen adalah GAPI. (B)
8) B – S

149
Arti Sumpah Pemuda bagi perjuangan rakyat Indonesia adalah
lahirlah tonggak persatuan bangsa Indonesia. (B)

Hal
9) B – S
Lagu Indonesia Raya pertama kali dikumandangkan pada Kongres
Pemuda I pada tahun 1926. (S)

facebook.com/asncpns @asncpns
100% PAKET LKIT – 100% AKURAT

Paket LKIT 2016


10) B–S
Perbedaan antara perjuangan organisasi-organisasi pergerakan
nasional yang berazaskan kooperasi dan non-kooperasi terletak pada
segi tuntutan politik. (S)

B. PILIHAN GANDA

Pilihlah jawaban yang paling benar dengan memberikan tanda silang (X)

pada huruf a, b, c, atau d.

1. Perjuangan yang dilakukan oleh organisasi secara modern kearah


perbaikan taraf hidup bangsa Indonesia yang disebabkan karena rasa
tidak puas terhadap keadaan masyarakat yang ada merupakan
pengertian dari :
a. Perjuangan Nasional
b. Perlawanan Nasional
c. Pergerakan Nasional
d. Reformasi Nasonal

150
2. Faktor-faktor yang menyebabkan timbulnya pergerakan nasional,
antara lain sebagai berikut, kecuali :

Hal
a. Bangkitnya nasionalisme Asia, seperti kemenangan Jepang
terhadap Rusia juga merupakan bukti bahwa bangsa timur dapat
mengalahkan bangsa barat
b. Rasa tidak puas dari bangsa Indonesia terhadap penjajahan dan
penindasan colonial

facebook.com/asncpns @asncpns
100% PAKET LKIT – 100% AKURAT

Paket LKIT 2016


c. Kegagalan dari perlawanan bersenjata yang menyadarkan para
pemimpin bangsa untuk merubah taktik dalam mewujudkan cita-
cita mereka, yaitu dengan mendirikan organisasi-organisasi
modern.
d. Keinginan untuk membuktikan kepada dunia bahwa Indonesia
adalah Negara yang makmur dan maju
3. Penggagas utama pembentukan organisasi Budi Utomo adalah
a. Sutomo
b. R.M. Tirtoadisuryo
c. dr. Wahidin Sudirohusodo
d. Cipto Mangunkusumo
4. Pada bulan Agustus tahun 1912 Serikat Dagang Islam berubah nama
menjadi Serikat islam. Hal ini disebabkan karena :
a. Adanya perubahan dasar perkumpulan, yaitu mengusahakan
perbaikan pendidikan, pengajaran, kebudayaan, pertanian,
peternakan, dan perdagangan
b. Adanya perubahan dasar perkumpulan, yaitu mencapai kemajuan
rakyat yang nyata dengan jalan persaudaraan, persatuan dan

151
tolong-menolong di antara kaum muslimin
c. Adanya perubahan dasar perkumpulan, yaitu ingin menumpas

Hal
segala bentuk imperialism dan mengupayakan kemerdekaan
bangsa Indonesia
d. Adanya larangan dari pemerintah colonial Belanda menggunakan
nama Serikat Dagang Islam

facebook.com/asncpns @asncpns
100% PAKET LKIT – 100% AKURAT

Paket LKIT 2016


5. Indische Partij adalah organisasi yang dibentuk pada tahun 1912 di
kalangan orang-orang Indo di Indonesia dan dipimpin oleh Tiga
Serangkai, kecuali…
a. E.F.E. Douwes Dekker
b. Cipto Mangunkusumo
c. Suwardi Suryaningrat
d. Abdul Muis
6. Hasil-hasil yang diputuskan dalam Kongres Brussel pada tanggal 10-
15 Februari 1927 adalah sebagai berikut, kecuali:
a. Memberikan dukungan yang sebesar-besarnya kepada Pergerakan
Kemerdekaan Indonesia dan menyokong pergerakan itu terus
menerus dengan segala daya upaya apa pun juga;
b. Menghimbau kepada seluruh masyarakat untuk aktif turut serta
dalam pergerakan nasional
c. Menuntut dengan keras kepada Pemerintah Belanda agar
pergerakan Rakyat Indonesia diberi kebebasan bergerak
d. Menghapus keputusan-keputusan hukuman mati dan pembuangan
dan menuntut adanya pembebasan tahanan politik bagi kaum

152
pergerakan.
7. Tujuan organisasi Perhimpunan Indonesia (PI) menjadi anggota Liga

Hal
Tindakan Anti Penjajahan adalah sebagai berikut, kecuali :
a. Agar kaum pergerakan mendapat perhatian Internasional
b. Agar para pemuda Indonesia bisa berkenalan dengan para tokoh
pergerakan bangsa-bangsa lain
c. Untuk menanamkan rasa senasib dengan bangsa-bangsa terjajah

facebook.com/asncpns @asncpns
100% PAKET LKIT – 100% AKURAT

Paket LKIT 2016


d. Agar mendapat perlindungan dari Negara-negara anggota Liga
Tindakan Anti Penjajah
8. Anggaran dasar Partai Nasional Indonesia ditegaskan secara jelas
yaitu :
a. Melakukan perlawanan terhadap penjajah
b. Mengentaskan rakyat dari kemiskinan
c. Mencapai kemerdekaan Indonesia
d. Meningkatkan kecerdasaan rakyat Indonesia
9. Pidato pembelaan Soekarno ketika diadili di pengadilan oleh
Pemerintah Hindia Belanda pada tanggal 18 Agustus 1930 berjudul:
a. Indonesia Vry
b. Indonesia Menggugat
c. Indonesia Melawan
d. Indonesia Merdeka
10. Hal yang dilakukan Pemerintah Belanda dalam membatasi
kegiatan politik di Indonesia dalam rangka melakukan tekanan keras
terhadap organisasi pergerakan nasional antara lain sebagai berikut,
kecuali:

153
a. Melarang partai politik melakukan rapat
b. Melarang masyarakat Indonesia menyanyikan lagu Indonesia Raya

Hal
c. Memberangus dan membakar surat kabar
d. Menangkap dan membuang para pemimpin partai politik
11. Perjuangan moderat dan parlementer dilakukan pada masa
pemerintahan Gubernur Jenderal Tjarda van Starkenborgh
Stachouwer (1936 – 1942) berlangsung pada tahun:
a. 1935 – 1942

facebook.com/asncpns @asncpns
100% PAKET LKIT – 100% AKURAT

Paket LKIT 2016


b. 1934 – 1942
c. 1935 – 1943
d. 1936 – 1942
12. Pada tahun 1935 terjadi penyatuan antara Budi Utomo dan PBI
menjadi sebuah partai yang disebut:
a. Partindo
b. Gerindo
c. Parindra
d. Gerindra
13. Tujuan pembentukan Dewan Rakyat pada masa pemerintagan
Gubernur Jenderal Limburg Stirum (1916-1921) adalah
a. Agar wakil-wakil rakyat Indonesia dapat berperan serta dalam
pemerintahan
b. Agar pemerintah Belanda tetap dapat mengendailkan
pemerintahan di Hindia Belanda
c. Untuk mengantisipasi kedatangan penjajah Jepang ke Indonesia
d. Agar partai politik tidak lagi melakukan perlawanan terhadap
pemerintah Belanda

154
14. Tugas Komisi Visman yang dibentuk oleh Pemerintah Hindia
Belanda atas tuntutan GAPI pada bulan Maret 1941 adalah

Hal
a. Menyelidiki keinginan golongan-golongan masyarakat Indonesia
dan perubahan pemerintahan yang diinginkan.
b. Membantu pemerintah untuk melakukan perlawanan terhadap
Jepang
c. Mengawasi jalannya Pemerintah Hindia Belanda dalam melakukan
Pemerintahannya

facebook.com/asncpns @asncpns
100% PAKET LKIT – 100% AKURAT

Paket LKIT 2016


d. Mengupayakan agar masyarakat Indonesia dapat bekerja sama
dengan Pemerintah Belanda
15. Hal-hal yang sempat diusulkan oleh Komisi Visman sebelum
kedatangan Jepang di Indonesia adalah sebagai berikut, kecuali :
a. Pelaksanaan hak menentukan nasib sendiri;
b. Penggunaan bahasa Indonesia dalam sidang Dewan Rakyat;
c. Pergantian kata Inlander (pribumi) menjadi Indonesier.
d. Penetapan bendera Indonesia adalah Merah Putih

155
Hal

facebook.com/asncpns @asncpns
100% PAKET LKIT – 100% AKURAT

Paket LKIT 2016

BAB 2
MASA PENDUDUKAN JEPANG SAMPAI
DENGAN INDONESIA MERDEKA

INDIKATOR KEBERHASILAN

i. Memahami masa pendudukan Jepang di Indonesia


ii. Memahami masa Indonesia memperjuangkan kemerdekaan

Masa Pendudukan Jepang berlangsung dari tahun 1942 – 1945, diwarnai


dengan perubahan-perubahan yang penting dalam perjalanan sejarah
bangsa Indonesia. perubahan-perubahan itu terlihat nyata dalam bidang
politik, ekonomi dan sosial. Pada masa pendudukkan Jepang ini, dibentuk
Badan Penyelidik Usahausaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia, yang
sangat penting artinya bagi perjuangan bangsa Indonesia khususnya untuk
mewujudkan kemerdekaan. Para tokoh pergerakan yang sebelumnya aktif
dalam masa awal dan masa radikal melanjutkan berkiprah menuangkan
gagasan-gagasannya untuk perbaikan nasib bangsanya dan kemudian

156
berhasil memproklamasikan kemerdekaan lepas dari pengaruh Jepang.

Hal
Pada tanggal 8 Desember 1941 Jepang yang menjadi sekutu Jerman,
menyerang pangkalan armada Amerika Serikat di Pearl Harbour (Pasifik).
Sejak itu Perang Pasifik atau yang lebih dikenal dengan Perang Asia Timur
Raya (ATR) berlangsung sengit. Perang ini merupakan bagian dari Perang

facebook.com/asncpns @asncpns
100% PAKET LKIT – 100% AKURAT

Paket LKIT 2016


Dunia II yang berlangsung sejak 1 September 1939 (serbuan Jerman atas
Polandia) hingga 15 Agustus 1945 (Jepang menyerah kepada Sekutu).

Pada mulanya PD II hanya berkobar di Eropa antara Jerman dan Italia


melawan Sekutu (Amerika, Inggris, Belanda, dan Perancis). Kemudian pada
akhir tahun 1941, Jepang (di Asia) melibatkan diri dalam peperangan dan
bergabung dengan Jerman dan Italia. Pada tanggal 8 Desember 1941
Jepang menyerang pangkalan Angkatan Laut Amerika di Pearl Harbour
(Hawai). Akibatnya, pecahlah Perang Pasifik atau Perang Asia Timur Raya.
Dalam waktu singkat, pasukan Jepang menyerbu dan menduduki negara-
negara Filipina, Myanmar, Malaysia, Singapura, dan Indonesia. Pemerintah
Hindia Belanda memaklumatkan perang pada Jepang lima jam setelah
penyerbuan Pearl Harbour, tetapi pasukannya tidak sebanding dengan
pasukan Jepang yang menyerbu Indonesia. Belanda hanya memiliki 4 divisi
sedangkan Jepang menyerang dengan 6 sampai 8 divisi, sehingga tidak
mengherankan bila Belanda mengalami kesulitan dalam menghadapi
serbuan tentara Jepang (Dai Nipon).

Pada tanggal 23 Januari 1942 Jepang menduduki Balikpapan, tanggal 14


Februari 1942 menduduki Palembang, dan tanggal 16 Februari 1942, Plaju

157
juga jatuh ke tangan tentara Jepang. Pada tanggal 1 Maret 1942, Tarakan

Hal
(kota minyak) di Kalimantan juga dikuasai Jepang. Di samping itu, tentara
Jepang berhasil mendarat sekaligus tiba di tiga tempat di Pulau Jawa yaitu
di Teluk Banten, di Eretan Wetan di pantai utara Jawa Barat dan di Desa
Kragan di sebelah timur kota Pasuruan, Jawa Timur.

Pada tanggal 5 Maret 1942, kota Jakarta sudah diduduki Jepang. Pada
tanggal 8 Maret 1942, Gubernur Jenderal Hindia Belanda yakni Tjarda van

facebook.com/asncpns @asncpns
100% PAKET LKIT – 100% AKURAT

Paket LKIT 2016


Starkenborgh Starkhouver menyerahkan pemerintahan Hindia Belanda
kepada Panglima Angkatan Perang Jepang di Jawa, Letnan Jenderal H.
Imamura. Upacara penyerahan itu berlangsung di Kalijati (Subang) Jawa
Barat. Dengan penyerahan Belanda tanpa syarat pada tanggal 8 Maret 1942,
maka berakhirlah penjajahan Belanda di Indonesia. Maka sejak 8 Maret
1942 Indonesia mulai diduduki atau diperintah oleh Jepang.

Kedatangan tentara Jepang yang berhasil mengalahkan Belanda disambut


dengan baik di mana-mana. Jepang menyebutnya sebagai Saudara Tua
bangsa Indonesia. Jepang mempergunakan kesempatan ini untuk
propaganda agar rakyat Indonesia mau membantu Jepang. Faktor utama
tentara Jepang menyerbu Indonesia yaitu: alasan ekonomis (ingin
mendapatkan minyak, batu bara dan bahan baku industri) dan imperialisme
(perluasan wilayah atau pasarindustri) Beberapa taktik Jepang dalam
mengambil atau menarik simpati rakyat Indonesia, antara lain:

1. Tentara Jepang mengijinkan rakyat Indonesia mengibarkan Sang


Merah Putih;
2. Lagu Indonesia Raya (karya WR. Supratman) boleh dinyanyikan di
mana-mana; dan

158
3. Bahasa Belanda dilarang digunakan sebagai bahasa pergaulan sehari-

Hal
hari dan diganti dengan bahasa Indonesia.

Namun demikian, dengan masuknya Jepang tidak berarti Pergerakan


Nasional Indonesia akan berhenti. Gerakan Petisi seperti Wibow o dan
Soetarjo yang muncul pada tahun 1936-an tetap menjadi landasan
perjuangan kaum pergerakan di masa Jepang. Hanya saja, pada masa
pendudukan Jepang semua organisasi maupun perkumpulan dibubarkan,

facebook.com/asncpns @asncpns
100% PAKET LKIT – 100% AKURAT

Paket LKIT 2016


kecuali yang bersifat hiburan dan organisasi yang dikehendaki pemerintah
Jepang. Berikut ini adalah beberapa organisasi yang dibentuk, dikehendaki
atau mendapat ijin keberadaannya oleh Pemerintah Jepang.

a. Gerakan Tiga A

Gerakan 3A ini merupakan organisasi pertama kali yang didirikan oleh


pemerintahan Jepang di Indonesia. Organisasi ini didirikan tanggal 29 April
1942, dipelopori oleh bagian Propaganda Jepang (Seindenbu). Pelopor
Gerakan Tiga A ialah Shimizu Hitoshi (orang Jepang). Semboyan Gerakan
Tiga A adalah: Nipon Pemimpin Asia, Nipon Pelindung Asia, dan Nipon
Cahaya Asia. Ketua Gerakan Tiga A yaitu Mr. Syamsuddin dibantu oleh
beberapa bekas tokoh Parindra seperti K. Sutan Pamuncak dan Muhammad
Saleh.

b. Pusat Tenaga Rakyat (Putera)

Pada tanggal 9 Maret 1943 Jepang mendirikan Pusat Tenaga Rakyat


(Putera). Pusat Tenaga Rakyat (Putera) dipimpin oleh Empat Serangkai

159
yaitu: Ir. Soekarno (Bung Karno), Drs. Mohammad Hatta (Bung Hatta), Ki

Hal
Hajar Dewantara, dan KH. Mas Mansur. Jepang curiga terhadap Putera
karena kegiatan-kegiatannya justru lebih memberi keuntungan kepada
persiapan kemerdekaan Indonesia. Pada tanggal 8 Januari 1944 didirikan
sebuah organisasi baru bernama Jawa Hookokai (Organisasi Kebaktian
Rakyat Jawa) yang dipimpin oleh orang-orang Jepang. Kegiatan Jawa
Hookokai lebih bersifat pemaksaan, sehingga pada kemudian hari munculah

facebook.com/asncpns @asncpns
100% PAKET LKIT – 100% AKURAT

Paket LKIT 2016


istilah kerja paksa (Romusha). Namun demikian, orang-orang yang terlibat
dalam Romusha oleh Jepang disebut sebagai Prajurit Ekonomi.

c. Majelis Syura Muslimin Indonesia (Masyumi)

Majelis Syura Muslimin Indonesia (Masyumi) sebelumnya adalah berupa


organisasi Majelis Islam A’la Indonesia (MIAI) pada masa akhir Hindia
Belanda (akhir Jaman Pergerakan Nasional). Organisasi ini didirikan oleh
K.H. Mas Mansur tahun 1937 di Surabaya. Untuk mendapatkan simpati dari
rakyat Indonesia yang mayoritas umat Islam, maka pada tanggal 13 Juli
1942 MIAI dihidupkan kembali oleh Pemerintah Pendudukan Jepang.
Kemudian, pada bulan Oktober 1943, MIAI dibubarkan kemudian didirikan
sebuah organisasi Islam baru bernama Majelis Syura Muslimin Indonesia
(Masyumi). Masyumi secara resmi berdiri pada tanggal 22 Nopember 1943.
Sebagai ketua dipilih K.H. Hasyim Asy’ari, dibantu oleh K.H. Mas Mansur
dan K.H. Farid Ma’ruf. Kepada pemuda-pemuda Islam diberi kebebasan
untuk membentuk laskar-laskar muslimin Indonesia dan dilatih kemiliteran
oleh tentara Jepang. Seperti: Laskar Hisbullah, Laskar Fisabilillah, dan lain-
lain.

160
Hal
d. Heiho (Pembantu Prajurit)

Karena keadaan perang semakin gawat, maka tentara Jepang membuka


kesempatan bagi pemuda-pemuda Indonesia untuk menjadi pembantu
prajurit Jepang. Maka tentara Jepang membentuk HEIHO (Pembantu
Prajurit Jepang khususnya untuk perang di luar Jawa). Untuk Angkatan

facebook.com/asncpns @asncpns
100% PAKET LKIT – 100% AKURAT

Paket LKIT 2016


Darat disebut Rikugun Heiho, sedangkan untuk Angkatan Laut disebut
Kaigun Heiho.

e. Peta (Pembela Tanah Air)

Pada tanggal 3 Oktober 1943, tentara Jepang mengumumkan pembentukan


tentara Pembela Tanah Air (Peta). Hal ini disebabkan karena serangan
tentara Sekutu terhadap tentara Jepang semakin gencar, oleh karena itu
semakin banyak pemuda-pemuda Indonesia yang dibutuhkan untuk
mempertahankan Pulau Jawa dan sekitarnya (untuk pertahanan dalam
negeri Indonesia), sehingga banyak pemuda Indonesia yang dilatih tentara
Jepang dalam latihan militer untuk keperluan membantu Jepang dalam
berperang. Perang Pasifik adalah babak baru bagi perjuangan untuk
mencapai Indonesia merdeka. Pada tanggal 16 Juni tahun 1943 Perdana
Menteri Jepang Tojo memberikan kebijakan baru untuk memperluas bidang
pendidikan dan kebudayaan serta memberi kesempatan untuk ikut serta di
bidang pemerintahan. Realisasi kebijakan ini terlihat dengan dibentuknya
badan-badan pertimbangan di daerah dan pusat. Pengangkatan orang-
orang Indonesia untuk menduduki jabatan tinggi mulai nampak. Di samping

161
itu orang-orang Indonesia mulai menjadi anggota badan penasehat pada

Hal
badan-badan Pemerintahan Militer Jepang. Penempatan orang-orang
pribumi pada jabatan pemerintahan di setiap keresidenan mulai nampak.

Dalam masa pemerintahan Jepang di Indonesia, wilayah pemerintahannya


dibagi atas tiga bagian besar. Pertama meliputi: Jawa dan Madura dengan
pusat pemerintahan di Batavia. Wilayah ini di bawah kekuasaan pasukan
Tentara XVI.

facebook.com/asncpns @asncpns
100% PAKET LKIT – 100% AKURAT

Paket LKIT 2016


Kedua Wilayah Sumatera yang berpusat di Bukittinggi. Wilayah ini di bawah
kekuasaan pasukan Tentara XXV; dan Wilayah ketiga meliputi: Irian Jaya,
Maluku, Nusa Tenggara dan Sulawesi yang berpusat di Makassar. Wilayah
ini di bawah kekuasaan Pasukan Armada Selatan II.

Masa pendudukan Jepang ini merupakan masa yang berat bagi orang-orang
Indonesia. Orang-orang Indonesia diwajibkan mengikuti kemauan Jepang
yang dirasakan rakyat Indonesia sangat memberatkan. Rakyat dipaksa
untuk membantu Jepang untuk memperoleh kemenangan dalam perang
Asia Timur Raya. Rakyat dipaksa menyerahkan hasil panen, menyerahkan
perhiasan dan dipaksa untuk menjadi tenaga romusha, yang banyak
dipekerjakan di daerah sekitar medan perang. Mereka dipaksa untuk
membuat jalan, jembatan, terow ongan atau bunker dan lain-lain.
Akibatnya kehidupan rakyat sangat memprihatinkan. Kehidupan ekonomi
mereka sangat merosot. Bahan kebutuhan sehari-hari sangat sulit didapat.
Untuk mendapatkannya rakyat harus mengikuti antrian yang memakan
waktu lama. Bahkan tidak jarang mereka tidak kebagian, sehingga tenaga
dan waktu terbuang percuma.

Tidak sedikit rakyat yang mati karena kelaparan dan menderita sakit. Di

162
samping itu juga diakibatkan karena kerja keras yang berlebihan (romusha)

Hal
untuk kepentingan penjajahan Jepang. Situasi pada masa itu betul-betul
sangat menyedihkan, banyak rakyat mati karena kelaparan, tidak ada obat-
obatan, mudah diserang penyakit seperti beri-beri, tipes, kolera, malaria
dan lain-lain. Banyak wanita dan gadis-gadis Indonesia yang dijadikan
pemuas nafsu seks tentara Jepang (zugunianfu). Akibat penderitaan rakyat
yang begitu parah, maka terjadilah beberapa-perlawanan terhadap
Jepang, seperti: Teuku Abdul Jalil dan Teuku Hamid di Aceh (Aceh), K.H.

facebook.com/asncpns @asncpns
100% PAKET LKIT – 100% AKURAT

Paket LKIT 2016


Zainal Mustafa (Singaparna, Tasikmalaya), K.H. Kusaeri (Cilacap), serta
Pemberontakan PETA, Supriyadi (Blitar). Menjelang akhir tahun 1944
Jepang mendapat kekalahan dalam perang Pasifik. Akibatnya Kabinet Tojo
jatuh dan digantikan oleh Kabinet Jenderal Koiso. Dalam kebijakannya
kabinet Jenderal Koiso mengumumkan apa yang dikenal dengan janji
kemerdekaan kepada Indonesia di kelak kemudian hari. Berbagai daerah
pangkalan tentara Jepang dikuasai oleh Tentara Sekutu di bawah pimpinan
Amerika Serikat, diantaranya adalah daerah Balikpapan. Pada bulan Maret
1945 Panglima Tentara Jepang di Jakarta mengumumkan dibentuknya
Badan Penyelidik Usaha-Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI)
atau Dokuritsu Zunbi Cosakai.

Badan baru ini bermaksud menyelidiki masalah tata pemerintahan,


ekonomi, politik dalam rangka pembentukan negara merdeka. Upacara
peresmian dilakukan pada tanggal 28 Mei 1945 di Pejambon yang dihadiri
oleh pejabat-pejabat tinggi Jepang dan diikuti penaikan Bendera Merah
Putih. Badan ini diketuai oleh dr. Rajiman Widiodininggrat. Dalam
sidangnya pada tanggal 29 Mei sampai 1 Juni 1945 badan ini telah
melahirkan konsep dasar-dasar negara. Badan penyelidik ini kemudian

163
dibubarkan dan dibentuk badan baru Panitia Persiapan Kemerdekaan
Indonesia (PPKI) atau Dokuritsu Zunbi I inkai.

Meskipun kekalahan Jepang sangat dirahasiakan, tetapi berkat kecepatan Hal


para pemuda, berita tentang menyerahnya Jepang kepada Sekutu, sampai
juga pada pemimpin-pemimpin Indonesia. Pada tanggal 16 Agustus 1945
bertempat di Asrama Baperpi Cikini 71 Jakarta para pemuda dari berbagai
kelompok mengadakan rapat dibawah pimpinan Chaerul Saleh. Rapat
memutuskan agar kemerdekaan segera diproklamasikan oleh bangsa

facebook.com/asncpns @asncpns
100% PAKET LKIT – 100% AKURAT

Paket LKIT 2016


Indonesia sendiri. Para pemuda lalu mengirimkan utusan kepada Bung
Karno dan Bung Hatta untuk menyampaikan hasil putusan rapat tersebut.

Para pemuda juga minta agar pengumuman tentang kemerdekaan


Indonesia lepas dari segala ikatan dengan Jepang. Semula Soekarno-Hatta
menolak usul para utusan tadi dengan alasan bahwa mereka harus
berembug dulu dengan para pemimpin lainnya serta harus mendengarkan
keterangan resmi tentang penyerahan Jepang. Utusan yang terdiri atas
pemuda Darwis dan Wikana akhirnya kembali dan menyampaikan hasil
penolakan tersebut. Penolakan tersebut mempertajam perbedaan
pendapat yang telah ada antara golongan tua dan golongan muda.
Golongan muda mendesak agar proklamasi segera dilaksanakan keesokan
harinya tanggal 16 Agustus 1945, sedang golongan tua masih menekankan
perlunya rapat dengan PPKI terlebih dahulu.

Adanya perbedaan pendapat itu mendorong golongan pemuda untuk


membawa Bung Karno dan Bung Hatta ke luar kota, dengan tujuan untuk
menjauhkan mereka dari segala pengaruh Jepang. Upaya paksa untuk
membawa Bung Karno dan Bung Hatta ke Rengasdengklok ini dikemudian
hari dikenal dengan Peristiwa Rengasdengklok. Demikianlah pada tanggal

164
16 Agustus 1945 pukul 4.30 para pemuda membawa Bung Karno dan Bung

Hal
Hatta ke Rengasdengklok kota kecil di sebelah timur Jakarta.

Sementara itu di Jakarta tercapai kesepakatan antara golongan tua dan


golongan muda bahwa Proklamasi Kemerdekaan harus dilaksanakan di
Jakarta. Mr. Ahmad Subardjo memberi jaminan bahwa Proklamasi
Kemerdekaan akan diumumkan pada tanggal 17 Agustus 1945. Atas jaminan
itu Bung Karno dan Bung Hatta dibawa kembali ke Jakarta. Sesampainya di

facebook.com/asncpns @asncpns
100% PAKET LKIT – 100% AKURAT

Paket LKIT 2016


Jakarta Bung Karno dan Bung Hatta langsung menuju rumah Laksamana
Maeda di Jalan Imam Bonjol No. 1. Di rumah inilah naskah proklamasi
disusun dan rumusannya berhasil diselesaikan pada menjelang subuh
tanggal 17 Agustus 1945. Pada pukul 10.00 tanggal 17 Agustus 1945 di
halaman rumah kediaman Bung Karno Jalan Pegangsaan Timur 56 (sekarang
Jalan Proklamasi) naskah proklamasi tersebut diumumkan oleh Soekarno -
Hatta dihadiri pemimpin-pemimpin bangsa dan berbagai kalangan pemuda.
Sejak itulah Indonesia memasuki alam kemerdekaan.

Kemerdekaan yang telah dicapai itu harus dibela dan dipertahankan.


Pemuda-pemuda Indonesia tampil ke depan dan mengambil tindakan-
tindakan yang nyata, antara lain :

a. Berita proklamasi dikumandangkan ke seluruh tanah air dan segenap


penjuru dunia oleh pemuda-pemuda yang bekerja di kantor berita
PTT serta instansi-instansi lain.
b. Pemuda-pemuda yang bekerja di jawatan-jawatan mengambil alih
jawatan dari tangan Jepang dengan atau tanpa kekerasan.
c. Untuk menjaga keamanan, pemerintah mula-mula membentuk BKR
(Badan Keamanan Rakyat) pada 22 Agustus 1945. Kemudian para

165
pemuda bekas anggota PETA, HEIHO, dan KNIL mengajukan usul pada

Hal
pemerintah untuk membentuk Tentara Keamanan Rakyat (TKR) dan
TKR dibentuk tanggal 5 Oktober 1945. TKR kemudian diganti menjadi
Tentara Republik Indonesia (TRI) bulan Januari 1946. Selanjutnya
pada 3 Juni 1947, TRI diganti lagi menjadi Tentara Nasional Indonesia
(TNI).
d. Milik pemerintah Jepang seperti gedung, mobil dan lain-lain
dinyatakan milik Republik Indonesia.

facebook.com/asncpns @asncpns
100% PAKET LKIT – 100% AKURAT

Paket LKIT 2016


e. Slogan-slogan dan semboyan-semboyan perjuangan ditempelkan atau
dicat pada tembok dan dinding-dinding kereta api.

Pihak Jepang di Indonesia sejak semula tidak mau mengakui adanya


Republik Indonesia. Secara resmi Jepang ditugaskan untuk menjaga
keamanan sampai tentara sekutu tiba dan diperintahkan agar tidak
mengubah keadaan yang ada.

2. LATIHAN

1. Siapa saja tokoh-tokoh Pergerakan Nasional Indonesia yang tetap


memperjuangkan kemerdekaan Indonesia pada masa pendudukan
Jepang ?
2. Bagaimana sikap atau tanggapan bangsa Indonesia terhadap Jepang
pada awal kedatangannya memasuki Indonesia?
3. Apa yang Saudara ketahui tentang Gerakan 3A ?
4. Sebutkan empat contoh organisasi bentukan Jepang di Indonesia !
5. Pada masa pendudukan Jepang di Indonesia, wilayah Indonesia dibagi

166
dalam tiga bagian wilayah besar, sebutkan wilayah-wilayah tersebut!
6. Sebutkan dua contoh perlawanan bangsa Indonesia terhadap Jepang

Hal
selama masa pendudukan Jepang di Indonesia !
7. Apa yang Saudara ketahui tentang Seikerei, Keibodan, dan Jawa
Hookokai?
8. Apa yang Saudara ketahui tentang Peristiwa Rengasdengklok ?

facebook.com/asncpns @asncpns
100% PAKET LKIT – 100% AKURAT

Paket LKIT 2016


9. Siapa yang memberi jaminan kepada Golongan Muda bahwa
Proklamasi Kemerdekaan akan diumumkan pada tanggal 17 Agustus
1945?
10. Di rumah siapakah naskah proklamasi disusun ?

3. RANGKUMAN

 Kedatangan tentara Jepang yang berhasil mengalahkan Belanda


disambut dengan baik di mana-mana.
 Jepang menyebutnya sebagai Saudara Tua bangsa Indonesia.
 Jepang mempergunakan kesempatan ini untuk propaganda agar
rakyat Indonesia mau membantu Jepang.
 Faktor utama tentara Jepang menyerbu Indonesia yaitu: alasan
ekonomis (ingin mendapatkan minyak, batu bara dan bahan baku
industri) dan imperialism (perluasan wilayah atau pasarindustri)
 Beberapa taktik Jepang dalam menarik simpati rakyat Indonesia,
antara lain: 1. Tentara Jepang mengijinkan rakyat Indonesia
mengibarkan Sang Merah Putih; 2. Lagu Indonesia Raya (karya WR.
Supratman) boleh dinyanyikan di manamana; dan 3. Bahasa Belanda

167
dilarang digunakan sebagai bahasa pergaulan sehari-hari dan diganti

Hal
dengan bahasa Indonesia.
 Pada waktu pemerintahan pendudukan Jepang seluruh pergerakan
nasional dibubarkan, kecuali organisasi yang dikehendaki Jepang.
 Beberapa organisasi yang dibentuk pada masa pendudukan Jepang
antara lain: Gerakan 3A, Putera, Heiho, Peta, Jawa Hookokai, dan
lain-lain.

facebook.com/asncpns @asncpns
100% PAKET LKIT – 100% AKURAT

Paket LKIT 2016

 Selanjutnya Jepang juga membentuk organisasi-organisasi pemuda,


barisan pekerja yang bertujuan untuk mempertahankan kedudukan
Jepang di Indonesia. Sebut saja misalnya: Keibodan, Seinendan,
Fujinkai dan lain-lain.
 Pergerakan rakyat Indonesia pada masa pendudukan Jepang
dilakukan dengan dua cara baik secara terang-terangan (legal)
maupun di bawah tanah (illegal).
 Bantuan dari rakyat Indonesia di segala bidang sangat dibutuhkan
terutama untuk membantu Jepang dalam menghadapi perang Asia
Timur Raya.
 Setelah Jepang menderita kekalahan, Jepang memberikan janji
kemerdekaan di kelak kemudian hari kepada bangsa Indonesia.
 Ketika Jepang menyerah tanpa syarat kepada Sekutu, para pemuda
mendesak pemimpin bangsa untuk segera memproklamasikan
kemerdekaan. Akhirnya kemerdekaan Indonesia diproklamasikan
pada tanggal 17 Agustus 1945 oleh Soekarno – Hatta atas nama bangsa
Indonesia.

168
Hal

facebook.com/asncpns @asncpns
100% PAKET LKIT – 100% AKURAT

Paket LKIT 2016


A. PILIHAN BENAR – SALAH

Jawablah pernyataan di bawah ini dengan memberikan tanda silang (X)

pada huruf B jika benar atau huruf S jika salah.

1. B - S
Pada zaman Jepang semangkat gotong-royong hanya dikembangkan
dalam organisasi Jawa Hokokai. (S)
2. B - S
Gerakan 3A yang didirikan Jepang gagal karena tidak popular dikalangan
rakyat. (B)
3. B – S
Semua organisasi yang didirikan oleh Jepang pada Masa Pendudukan
Jepang di Indonesia tidak ada manfaatnya sama sekali bagi
kemerdekaan Indonesia. (S)
4. B – S
Manfaat yang dapat dipetik dari zaman Jepang dalam menghadapi
kembalinya Belanda sesudah Perang Dunia II adalah semangat dan
disiplin militer yang tinggi. (B)
5. B – S

169
Organisasi bentukan Jepang yaitu Pusat Tenaga Rakyat (Putera)

Hal
didirikan pada Masa Pendudukan Jepang di Indonesia tahun 1944. (S)
6. B – S
Penjajahan Jepang di Indonesia berlangsung kurang lebih 3 abad. (S)
7. B – S
Bangsa Indonesia dapat memproklamasikan kemerdekaannya karena
mendapat bantuan sepenuhnya dari Jepang. (S)

facebook.com/asncpns @asncpns
100% PAKET LKIT – 100% AKURAT

Paket LKIT 2016


8. B.- S
Gerakan pemuda Seinendan adalah satu contoh dukungan pemerintah
Belanda terhadap para pemuda Indonesia. (S)
9. B – S
Jepang bangkit sebagai kekuatan Asia karena kemenangannya
mengalahkan Perang dengan Rusia tahun 1905. (B)
10. B–S
Jepang mempelopori Perang Asia Timur Raya karena dibantu oleh
Inggris. (S)

B. PILIHAN GANDA

Pilihlah jawaban yang paling benar dengan memberikan tanda silang (X)

pada huruf a, b, c, atau d.

1. Belanda menyerah kepada Jepang di Kalijati, Subang, Jawa Barat


pada tanggal:

a. 6 Maret 1942 c. 8 Maret 1942

b. 7 Maret 1942 d. 9 Maret 1942

170
2. Organisasi pemuda yang dibentuk oleh Pemerintah Jepang adalah

Hal
sebagai berikut, kecuali :

a. FUJINKAI c. KEIBODAN

b. SEINENDAN d. DOKURITSU ZUNBI COSAKAI

facebook.com/asncpns @asncpns
100% PAKET LKIT – 100% AKURAT

Paket LKIT 2016


3. Jepang memperkenalkan diri sebagai pembela Asia terhadap
kekejaman Imperialisme Barat melalui gerakan 3 A dengan semboyan
sebagai berikut, kecuali :

a. Nippon pelindung Asia c. Nippon pemimpin Asia

b. Nippon pembela Asia d. Nippon cahaya Asia

4. Perang Pasifik adalah babak baru bagi perjuangan untuk mencapai


Indonesia merdeka. Hal ini antara lain ditunjukkan oleh pemerintah
Jepang melalui kebijakan-kebijakannya sebagai berikut, kecuali:
a. Memperluas bidang pendidikan dan kebudayaan serta memberi
kesempatan untuk ikut serta di bidang pemerintaha
b. Pengangkatan orang-orang Indonesia untuk menduduki jabatan
tinggi di pemerintahan
c. Menunjuk orang-orang Indonesia menjadi anggota badan
penasehat pada badan-badan Pemerintahan Militer Jepang
d. Mengizinkan rakyat Indonesia untuk menyatakan kemerdekaanya
5. Masa pendudukan Jepang merupakan masa yang berat bagi orang-
orang Indonesia. Hal ini disebabkan oleh perlakuan pemerintah
Jepang kepada orang Indonesia sebagai berikut, kecuali :

171
a. Orang-orang Indonesia diwajibkan mengikuti kemauan Jepang

Hal
yang sangat memberatkan, seperti mengibarkan bendera Jepang,
menyanyikan lagu kebangsaan Jepang, melakukan seikerei dan
sebagainya.
b. Rakyat dipaksa untuk membantu Jepang untuk memperoleh
kemenangan dalam perang Asia Timur Raya.

facebook.com/asncpns @asncpns
100% PAKET LKIT – 100% AKURAT

Paket LKIT 2016


c. Rakyat harus menyerahkan hasil panen, menyerahkan perhiasan
dan dipaksa untuk menjadi pekerja Romusha.
d. Rakyat Indonesia diwajibkan menyembah matahari
6. Menjelang akhir tahun 1944 Jepang mendapat kekalahan dalam
perang Pasifik. Akibatnya Kabinet Tojo jatuh dan digantikan oleh

a. Kabinet Jenderal Koiso c. Kabinet Jenderal Koiro

b. Kabinet Jenderal Koito d. Kabinet Jenderal Koipo

7. Dalam kebijakannya Kabinet Jenderal yang baru mengumumkan apa


yang dikenal dengan :
a. Janji kemerdekaan Indonesia di kelak kemudian hari
b. Janji bahwa pemerintah Jepang tidak akan menyiksa rakyat
Indonesia
c. Janji bahwa pemerintah Jepang akan melindungi rakyat Indonesia
d. Janji memberikan pendidikan yang layak kepada rakyat Indonesia
8. Pada bulan Maret 1945 Panglima Tentara di Jakarta mengumumkan
dibentuknya Badan Penyelidik Usaha-Usaha Persiapan Kemerdekaan
Indonesia yang betugas :
a. Membantu pemerintah Jepang untuk melawan tentara sekutu

172
b. Menyelidiki masalah tata pemerintahan, ekonomi, politik dalam

Hal
rangka pembentukan negara merdeka
c. Melakukan persiapan untuk mengusir penjajah Jepang dari
Indonesia
d. Menyusun rancangan undang-undang dasar negara Indonesia
9. Badan Penyelidik Usaha-Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia
diketuai oleh :

facebook.com/asncpns @asncpns
100% PAKET LKIT – 100% AKURAT

Paket LKIT 2016


a. dr. Wahidin Sudirohusodo
b. R.M. Tirtoadisuryo
c. dr. Rajiman Widiodininggrat
d. Cipto Mangunkusumo
10. Pada tanggal 16 Agustus 1945 bertempat di Asrama Baperpi Cikini
71 Jakarta para pemuda dari berbagai kelompok mengadakan rapat
dibawah pimpinan Chaerul Saleh. Rapat tersebut memutuskan:
a. Menyusun teks proklamasi sebagai pernyataaan kemerdekaan
Indonesia
b. Agar kemerdekaan segera diproklamasikan oleh bangsa Indonesia
sendiri
c. Agar penjajah Jepang segera diusir dari Indonesia
d. Untuk menyebarkan kepada seluruh rakyat bahwa Indonesia telah
merdeka
11. Perbedaan pendapat yang telah ada antara golongan tua dan
golongan muda tentang pelaksanaan Proklamasi adalah :
a. Golongan muda mendesak agar proklamasi segera dilaksanakan
tanggal 17 Agustus 1945, sedang golongan tua masih menekankan

173
perlunya rapat dengan PPKI
b. Golongan muda mendesak agar proklamasi segera dilaksanakan

Hal
tanggal 17 Agustus 1945, sedang golongan tua masih menunggu
kepastian tentang berita menyerahnya Jepang
c. Golongan muda mendesak agar proklamasi dilaksanakan di
Rengasdengklok, sedang golongan tua menginginkan agar
proklamasi dilaksanakan di Jakarta

facebook.com/asncpns @asncpns
100% PAKET LKIT – 100% AKURAT

Paket LKIT 2016


d. Golongan muda mendesak agar proklamasi segera dilaksanakan
tanggal 16 Agustus 1945, sedang golongan tua masih menekankan
perlunya rapat dengan PPKI
12. Naskah proklamasi dibacakan atau diumumkan oleh Soekarno -
Hatta dan dihadiri oleh pemimpin-pemimpin bangsa dari berbagai
kalangan pemuda pada tanggal 17 Agustus 1945 pukul 10.00 WIB di:

a. Rengasdengklok c. Kediaman Laksamana Maeda

b. Kediaman Bung Karno d. Kediaman Bung Hatta

13. Tindakan-tindakan nyata yang dilakukan oleh para pemuda dalam


menyebarkan berita kemerdekaan Indonesia adalah :
a. Mengumumkannya melalui radio, selebaran, dinding-dinding
kereta api
b. Mengumumkannya melalui internet
c. Mengumumkannya melalui saluran televisi swasta
d. Mengumumkannya melalui jaringan telepon seluler
14. Untuk menjaga keamanan pada awal kemerdekaan, pemerintah
mula-mula membentuk BKR pada 22 Agustus 1945 yang merupakan
singkatan dari:

174
a. Badan Koordinasi Rakyat

Hal
b. Badan Kemerdekaan Rakyat
c. Badan Keamanan Rakyat
d. Badan Kedaulatan Rakyat
15. Pada tanggal 5 Oktober 1945 para pemuda bekas anggota PETA,
HEIHO, dan KNIL mengajukan usul pada pemerintah untuk mengganti
BKR menjadi:

facebook.com/asncpns @asncpns
100% PAKET LKIT – 100% AKURAT

Paket LKIT 2016


a. TKR (Tentara Keamanan Rakyat)
b. TRI (Tentara Republik Indonesia)
c. TNI (Tentara Nasional Indonesia)
d. Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (ABRI)

175
Hal

facebook.com/asncpns @asncpns
100% PAKET LKIT – 100% AKURAT

Paket LKIT 2016

BAB 3
PERJUANGAN MEMPERTAHANKAN
KEMERDEKAAN

INDIKATOR KEBERHASILAN

i. Memahami tenteng masa Indonesia merdeka


ii. Memahami tentang usaha-usaha Belanda menghancurkan NKRI
iii. Memahami kondisi ekonomi pada masa perjuangan kemerdekaan
iv. Memahami masa kembalinya ke Negara kesatuan

Masa kemerdekaan dan perjuangan untuk mempertahankan kemerdekaan


dimulai dari tahun 1945 – 1949, diwarnai dengan pengisian atau
pembentukan perlengkapan lembaga Negara sebagaimana negara merdeka
dan perjuangan bersenjata dalam mempertahankan kemerdekaan, serta
berbagai diplomasi antara bangsa Indonesia dengan pihak Belanda.
Diplomasi itu direalisasikan dalam perjanjian-perjanjian. Intinya Belanda
sebenarnya tidak rela bila Indonesia merdeka. Sehingga dengan berbagai

176
cara Belanda ingin menjajah Indonesia kembali dengan cara memecah
belah Republik Indonesia yang baru lahir.

Hal
1.1. Masa Awal Indonesia Merdeka

Memasuki bulan Agustus 1945 kedudukan Jepang semakin kritis. Pada


tanggal 6 Agustus 1945 Kota Hiroshima dibom oleh Sekutu dan disusul Kota
Nagasaki pada 8 Agustus 1945. Akibatnya Jepang bertekuk lutut kepada
Sekutu tanggal 14 Agustus 1945. Dengan penyerahan Jepang itu terjadi
kevakuman kekuasaan di Indonesia. Bangsa Indonesia kemudian

facebook.com/asncpns @asncpns
100% PAKET LKIT – 100% AKURAT

Paket LKIT 2016


mempergunakan kesempatan tersebut untuk memproklamasikan
kemerdekaan pada tanggal 17 Agustus 1945.

Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI) yang didirikan 7 Agustus


1945 dijadikan badan nasional dengan menambah enam orang anggota
sehingga badan tersebut beranggotakan 27 orang. Melihat susunan
anggotanya yang mewakili seluruh tanah air, maka pada waktu itu PPKI
dianggap sebagai “Badan Perwakilan” seluruh rakyat Indonesia.

Sehari setelah proklamasi, 18 Agustus 1945, PPKI mengadakan siding


pertama. Sidang tersebut berhasil mengesahkan UUD serta menunjuk Ir.
Soekarno sebagai Presiden Republik Indonesia dan Drs. Moh. Hatta sebagai
Wakil Presiden. Dalam sidang berikutnya berhasil dibentuk berbagai
kementrian dan pembagian wilayah Indonesia menjadi delapan (8) provinsi.
Selanjutnya berhasil pula dibentuk Komite Nasional, Partai Nasional dan
Badan Keamanan Rakyat. Sedikit demi sedikit aparat pemerintahan
semakin lengkap, sehingga roda pemerintahan pun mulai berjalan.

Untuk menegakkan kedaulatan, negara yang baru lahirini dihadapkan


dengan berbagai tantangan. Bentrokan dengan Jepang terjadi di berbagai
daerah.

Demikian juga dengan Sekutu yang ternyata diboncengi oleh Netherland


Indische Civil Administration (NICA). Perang Kemerdekaan pun terjadi di
mana-mana bahkan hampir di seluruh wilayah Indonesia.

177
1.2. Usaha-usaha Belanda untuk Menghancurkan Republik Indonesia

Pada pertengahan September 1945 rombongan pertama pasukan Sekutu Hal


mulai mendarat. Mereka merupakan bagian dari South East Asia Command
(SEAC) di bawah pimpinan Laksamana Mountbatten. Untuk Indonesia SEAC
membentuk Allieu Force Netherlands East Indies (AFNEI) yang terdiri atas
pasukan Inggris yang mendarat di Jawa dan Sumatera serta pasukan
Australia yang mendarat di luar Jawa dan Sumatra. Pasukan ini bertugas

facebook.com/asncpns @asncpns
100% PAKET LKIT – 100% AKURAT

Paket LKIT 2016


melucuti dan memulangkan tentara Jepang serta membebaskan tawanan
perang.

Pemerintah RI menerima kedatangan pasukan tersebut dengan tujuan


untuk mendapatkan pengakuan pihak Sekutu terhadap RI. Pada tanggal 1
Oktober 1945 Letnan Jenderal Christison, menyatakan bahwa pihaknya
mengakui (de facto) pemerintahan Republik Indonesia. Semenjak itu
pasukan-pasukan Inggris mulai memasuki kota-kota penting di Jawa dan
Sumatera. Namun kemudian timbul ketegangan-ketegangan baru antara
pasukan Inggris dan pasukan RI yang kemudian berkembang menjadi
pertempuran-pertempuran. Apalagi setelah diketahui bahwa kedatangan
pasukan sekutu (tentara Inggris) itu diboncengi oleh NICA. Sehingga pada
awal masa kemerdekaan, pasukan-pasukan RI tidak hanya menghadapi
Jepang tetapi juga Inggris dan NICA (Belanda).

Keadaan ini sudah diduga oleh para pemimpin Indonesia. Itulah sebabnya
pemerintah RI pada tanggal 5 Oktober memutuskan untuk membentuk
suatu tentara dengan nama Tentara Keamanan Rakyat (TKR). Selain itu
pemerintah mengeluarkan maklumat bahwa RI akan menanggung semua
hutang-hutang Nederland Indie. Dengan maklumat ini pemerintah ingin
menunjukkan pada dunia luar bahwa RI bukanlah negara yang masih tunduk
pada Jepang, tetapi RI mengakui tata cara negara-negara demokrasi barat.
Sebagai realisasi dari maklumat ini maka didirikan sejumlah partai dan
dibentuk satu kabinet yang dipimpin oleh Perdana Menteri Syahrir. Tugas
kabinet ini adalah menjalankan perundingan-perundingan dengan pihak

178
Belanda, yang melahirkan perundingan di Linggarjati pada tahun 1946.

Hal
Sebelum perundingan disepakati, Kabinet Syahrir dibubarkan karena
mendapat kritikan dari kelompok oposisi yaitu Tan Malaka. Namun Presiden
menunjuk Syahrir untuk kembali memimpin kabinet. Dalam perundingan
Kabinet SyahririI mengusulkan bahwa pada dasarnya RI adalah negara yang
berdaulat penuh atas bekas wilayah Nederland Indie. Karena itu Belanda
harus menarik mundur tentaranya dari Indonesia. Mengenai modal asing
pemerintah Republik Indonesia tetap akan menjamin. Selanjutnya Letnan
Gubernur Jenderal Hindia Belanda Van Mook mengajukan usul suatu

facebook.com/asncpns @asncpns
100% PAKET LKIT – 100% AKURAT

Paket LKIT 2016


pengakuan atas Republik Indonesia (Jawa) dan pembentukan negara
Serikat. Atas anjuran Duta Istimewa Inggris Clark Kern, Syahrir memberi
konsensus pada bulan Maret itu juga, yaitu agar Belanda mengakui RI di
Jawa dan Sumatera saja dan agar bersama-sama Belanda membentuk
Republik Indonesia Serikat.

Keinginan Belanda lewat tentara Sekutu dinyatakan oleh Van Mook pada
tanggal 19 Januari 1946. Kehadirannya adalah bermaksud menciptakan
Negara persemakmuran (commenwealth). Anggotanya adalah Kerajaan
Belanda, Suriname, Curocao dan Indonesia. Urusan ke luar commenwealth
itu dipegang oleh kerajaan Belanda sedangkan urusan ke dalam dipegang
oleh masing-masing negara. Pada perundingan bulan Mei 1946, Van Mook
mengusulkan agar Republik Indonesia bersedia membentuk
Commentwealth dan pengakuan Belanda atas kekuasaan RI di Jawa dan
Madura dikurangi kota-kota yang telah diduduki Sekutu.

Usul ini tentu saja ditolak oleh pihak RI. Pemerintah tetap menolak ide
Commentwealth dan tetap menuntut pengakuan kedaulatan atas Jawa,
Madura, dan Sumatera.

Kesulitan-kesulitan yang dihadapi di meja perundingan antara Indonesia


dan Belanda mengenai pengakuan kedaulatan RI dan intimidasi Belanda di
luar Jawa dan Sumatera. Di samping itu munculnya oposisi Tan Malaka
dengan Persatuan perjuangan-nya (PP) yang dengan gencar menyerang
pemerintah. Sikap ini memuncak dengan meletusnya pergolakan di daerah-

179
daerah Solo untuk menghapuskan daerah istimewa Surakarta. Keadaan
sedemikian kritisnya, sehingga Presiden merasa perlu mengumumkan

Hal
keadaan bahaya. Status keadaan bahaya diperlakukan untuk seluruh
Indonesia karena pihak Tan Malaka berhasil menculik Sutan Syahrir bersama
Mayor Jenderal Sudibyo, Dr. Darmasetiawan, dan Dr Sumitri. Atas seruan
Presiden para penculik kemudian membebaskan Syahrir dan kawan-kawan.
Kemudian pihak PP mencoba memaksa Presiden untuk menyusun
pemerintah baru yang dipimpin oleh kawan-kawan Tan Malaka pada tanggal
3 Juli 1947, tetapi Presiden tetap menunjuk Sutan Syahrir sebagai Perdana
Menteri. Kabinet SyahririII terbentuk Oktober 1946.

facebook.com/asncpns @asncpns
100% PAKET LKIT – 100% AKURAT

Paket LKIT 2016


Dari pihak Belanda intimidasi dimulai dengan diselenggarakannya
Konferensi Malino bulan Juli 1946 untuk membentuk “negara-negara“ di
wilayah-wilayah yang akan ditinggalkan tentara Sekutu. Ini jelas
bertentangan dengan kehendak RI yaitu agar negara-negara bagian dalam
Republik Indonesia dibentuk bersama-sama RI dan Belanda.

Sementara itu pihak Inggris ikut berbicara dengan maksud agar penarikan
tentara Sekutu (Inggris) berjalan secepat mungkin, agar utusan Inggris di
bawah pimpinan Lord Killern tiba pada bulan Agustus dan mengusulkan
antara lain syarat-syarat gencatan senjata antara RI dengan Belanda.
Pemerintah Indonesia menyetujui usul ini dan mengirim perwira-perwira
tentara Republik Indonesia untuk menyelesaikan masalah tehnis gencatan
senjata.

Sementara itu perundingan dengan pihak Belanda dilanjutkan setelah


Kabinet SyahririII disahkan dalam bulan Oktober 1946. Delegasi Indonesia
yang dipimpin Sutan Syahrir mengajukan usul agarindonesia diakui
kedaulatannya, pihak Belanda mengajukan usul Commenwealth lagi.
Namun, akhirnya tercapai juga suatu konsensus. Perundingan yang
dilakukan di Linggarjati dikeluarkan hasilnya pada tanggal 15 November
1946. Ide Commenwealth gagal, dan kekuasaan RI meliputi Jawa, Sumatera
dan Madura. Namun hasil persetujuan Linggarjati ini ternyata tidak bisa
diterima oleh PNI, Pertindo, Partai Katolik, Masyumi, dan laskarlaskar
(Partai sosialis dan Kabinet Syahrir dengan sendirinya mendukung). Dengan
perantaraan wakil Presiden Moh. Hatta, akhirnya persetujuan itu bisa

180
disahkan oleh

Hal
Komite Nasional Indonesia Pusat (KNIP) yang pada waktu itu berfungsi
sebagai parlemen dalam sidangnya di Malang tanggal 25 Maret 1947.
Seminggu sebelumnya, 12 Februari persetujuan gencatan senjata juga
ditandatangani oleh pihak militer.

Pelaksanaan dari kedua persetujuan itu ternyata tidak mudah. Masing-


masing pihak membuat interpretasinya sendiri. Salain itu kabinet Syahrir
mendapat tantangan hebat dari partai-partai. Sebab itu akhirnya Sutan

facebook.com/asncpns @asncpns
100% PAKET LKIT – 100% AKURAT

Paket LKIT 2016


Syahrir meletakkan jabatan. Sebagai penggantinya Presiden mengangkat
Amir Syarifuddin sebagai perdana menteri.

Pada tanggal 21 Juli 1947 Belanda tiba-tiba melancarkan Agresi militeri dan
berhasil menerobos pertahanan RI. Tentara Republik Indonesia bertahan
dengan melancarkan perang gerilya. Pada akhir Juli 1947 India dan
Australia mengajukan tuntutan mengenai agresi Belanda itu pada Dewan
Keamanan PBB dan DK-PBB memerintahkan gencatan senjata pada tanggal
4 Agustus 1947.

Selain itu suatu komisi konsuler yang terdiri atas konsul-konsul Amerika
Serikat, Cina, Belgia, Perancis, Inggris, dan Australia di Jakarta, ditugaskan
PBB untuk menyelidiki masalah-masalah itu dan melaporkan pada Dewan
Keamanan.

Amerika Serikat kemudian mengusulkan pada Dewan Keamanan


Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK PBB) untuk membentuk suatu komisi yang
mengawasi pelaksanaan gencatan senjata. Komisi yang terdiri atas Dr.
Frank Graham (AS), Richard Kirby (Australia) dan Paul Vanzeelant (Belgia),
di Indonesia dikenal dengan nama Komisi Tiga Negara (KTN) atau komisi
jasa baik. Komisi ini hanya mempunyai wewenang dalam bidang militer,
sedangkan dalam bidang politik komisi ini hanya mempunyai hak
mengusulkan.

KTN mulai bekerja pada bulan Oktober 1947 dan membuka kembali
perundingan-perundingan politik antara Indonesia dan Belanda. Pihak

181
Indonesia dalam perundingan ini dipimpin oleh Amir Syarifuddin.
Perundingan itu dilakukan di atas kapal USS Renville pada tanggal 8

Hal
Desember 1947. Selain itu ada suatu komisi teknis yang dipimpin oleh dr.
J. Leimana dibentuk untuk menyelesaikan masalah gencatan senjata. Pihak
Belanda menginginkan agar masalah gencatan senjata itu diselesaikan dulu
sebelum masalah politik dirundingkan. Namun utusan Indonesia
beranggapan masalah politiklah yang paling penting. Dengan demikian
perundingan Renville dihentikan untuk sementara. Tidak lama kemudian
utusan RI menyetujui Belanda agar masing-masing pihak mendekati Komisi
Tiga Negara (KTN) untuk merundingkan sikap politiknya. Hasil perundingan

facebook.com/asncpns @asncpns
100% PAKET LKIT – 100% AKURAT

Paket LKIT 2016


ini KTN berpendapat bahwa perjanjian Linggarjati harus dijadikan landasan
perundingan politik. Pihak Belanda menanggapi usul KTN dengan usul 12
prinsip politik yang pada dasarnya tidak menginginkan adanya Republik
Indonesia. Pihak RI bahkan hanya berhasil mengatasi keadaan dengan
mengajukan 6 prinsip politik tambaha. Utusan RI menerima usul ini, karena
ketentuannya adalah diadakan plebisit di Indonesia untuk menentukan
apakah daerah-daerah bersedia atau tidak bergabung dengan RI. Pihak
Belanda pun menerima. Sementara itu muncul masalh-masalah di dalam
negeri, khususnya intimidasi dari Belanda, yaitu pembentukan negara-
negara boneka. Untuk menghadapi Belanda, Amir Syarifuddin mengganti
anggota-anggota kabinet agar menjadi lebih kuat, namun setelah Renville
ditandatangani Masyumi dan PNI menarik anggota-anggotanya dari kabinet.
Akibatnya Kabinet Amir Syarifuddin pun jatuh karena hanya didukung oleh
sayap kiri (partai-partai yang beraliran Marxisme).

Presiden Soekarno kemudian menunjuk Drs. M. Hatta sebagai formatur.


Kabinet Hatta terbentuk tanpa sayap kiri tetapi dengan dukungan Masyumi,
PNI, Parkindo, dan Partai Katolik. Program kabinet Hatta adalah
pelaksanaan persetujuan Renville, pembentukan RIS, rasionalisasi tentara
dan pembangunan.

Untuk pembentukan RIS dan plebisit, Perdana Menteri Hatta menunjuk Mr.
Moh. Roem dan Belanda yang diwakili Abdul Kadir Widjojoatmodjo.
Perundingan dilaksanakan di Kaliurang tetapi gagal. Hal ini disebabkan
adanya desas-desus yang sengaja disebar luaskan oleh pihak komunis,

182
bahwa RI mengadakan hubungan politik dengan Uni Soviet. Reaksi Belanda
atas desas-desus ini adalah minta kepada RI yang isinya adalah, pertama,

Hal
agar dalam masa peralihan (menjelang terbentuknya Negara RIS)
kedaulatan di seluruh Indonesia berada dalam tangan Belanda, kedua agar
hubungan dengan Uni Soviet dihentikan. RI menjawab kedudukan RI tidak
bisa diubah.

Sementara itu Amir Syarifuddin membentuk apa yang disebut Front


Demokrasi Rakyat, yaitu suat persatuan antara golongan komunis dan
unsur-unsur radikal lainnya. Mereka memancing konflik dengan golongan

facebook.com/asncpns @asncpns
100% PAKET LKIT – 100% AKURAT

Paket LKIT 2016


Hatta dan mentuut reshuffle kabinet. Kemudian timbul kekuatan lain yang
dipimpin Tan Malaka dalam bentuk Gerakan Revolusi Rakyat (GRR) yang
berusaha mengimbangi FDR, untuk kepentingan politiknya sendiri.

Sementara keadaan begitu gawat, pada bulan Agustus 1948, Muso, seorang
tokoh PKI yang lari ke Moskow sejak tahun 1926, kembali ke Yogyakarta.
Muso membawa politik baru dari Rusia, yaitu agar parta-partai yang
beraliran Marxisme disatukan menjadi PKI. Pada akhir bulan Agustus itu
juga partai sosialis dari Amir Syarifuddin dan Partai Buruh disatukan ke
dalam PKI. Partai ini dipimpin oleh Muso. Taktik perjuangan yang digariskan
dari Moskowadalah melawan golongan nasional maupun kolonial (Belanda).
Rapat-rapat raksasa mulai dilakukan untuk menyebarkan sikap ini.

Pada taraf pusat, FDR yang dipimpin PKI itu menentang rasionalisasi
tentara, yaitu penyatuan tentara Republik Indonesia dengan laskar-laskar
menjadi Tentara Nasional Indonesia. Pihak PKI ingin tetap memelihara
laskar-laskarnya untuk mengimbangi tentara. Kabinet Hatta tetap tidak
tergoyahkan dan mendapat dukungan Masyumi, PNI dan Laskar seberang
(KRIS, IPR, SRSK) yang dipimpin oleh J. Latuharhari.

Keadaan mulai meruncing di Solo, daerah yang banyak dikuasai unsur-unsur


FDR. Pada tanggal 18 September 1948 PKI memproklamasikan Republik
Soviet Indonesia di Madiun. Pemberontakan Madiun dimulai. Kolonel
Djokosuyono diangkat oleh PKI menjadi “Gubernur Militer” dan Kol. Dahlan
menjadi komandan Komando Pertahanan di Madiun. Muso mulai

183
melancarkan serangan-serangan politik terhadap kabinet Hatta melalui
pemancar radio Madiun. Pemerintah bertindak tegas. Pasukan TNI

Hal
dikerahkan secara besar-besaran pada tanggal 20 September 1948 dan pada
tanggal 30 September, Kota Madiun dapat direbut kembali. Pertempuran
dilanjutkan sampai Muso tewas dan Amir Syarifuddin tertangkap. Meskipun
demikian banyak pemimpin PKI yang meloloskan diri ke daerah pendudukan
Belanda, antara lain D.N. Aidit.

Sementara masalah PKI belum teratasi, Belanda melakukan Agresi II pada


tanggal 19 Desember 1948. Dalam serbuan ke Yogyakarta, Presiden dan
Wakil Presiden tertangkap oleh Belanda. Meskipun begitu Pemerintah

facebook.com/asncpns @asncpns
100% PAKET LKIT – 100% AKURAT

Paket LKIT 2016


berhasil mengirimkan telegram kepada Mr. Syafruddin Prawiranegara di
Sumatera Barat agar membentuk Pemerintahan Darurat Republik Indonesia
(PDRI). Sementara Panglima besar Sudirman masih terus bergerilya.
Sebulan setelah serangan Belanda, TNI berhasil mengadakan konsolidasi.
Perang gerilya dilancarkan dengan cara menghadang garis komunikasi
logistik pasukan Belanda, memutuskan telepon, dan merusak jalan kereta
api. Belanda dapat menguasai kota-kota besar di Jawa dan Sumatera tetapi
daerah pedesaan tetap berada dalam tangan RI. Rakyat dikerahkan untuk
membantu TNI dalam hal intel, logistik dan keperluan lain. Inilah yang
dkenal dengan strategi Perang Rakyat Semesta.

Sementara TNI berhasil mengatur pertahanannya, Dewan Keamanan PBB


(DK PBB) mengambil tindakan. Wakil Amerika Serikat menyerukan gencatan
senjata dan memerintahkan KTN bekerja kembali. Belanda ditekan dengan
mengancam penghentian bantuan Marshaal Plan (Bantuan Amerika Serikat
pada Negara-negara untuk membangun industri yang rusak selama perang
Dunia II).

Perundingan pertama dimulai antara PM Belanda Dr. Beel dan Prof. Dr.
Supomo dan anggota-anggota delegasi RI pada perundingan Renville. Selain
itu antara RI dan negara-negara buatan Belanda yang tergolong dalam BFO
(Bejeenkomst voor Federal Overleg) juga diadakan pendekatan. BFO
kemudian menemui Presiden dan Wakil Presiden yang sedang ditawan di
Bangka. Pihak RI mengajukan usul agar dibicarakan tentang pengakuan
kedaulatan, penarikan pasukan Belanda dan pengembalian Pemerintahan

184
RI di Yogyakarta. BFO menyatakan dukungan pengembalian pemerintahan
RI di Yogyakarta dan menyerukan agar PBB membentuk suatu panitia untuk

Hal
membantu melaksanakan resolusi PBB di Indonesia.

Pada bulan April perundingan dimulai antara delegasi Indonesia yang


dipimpin oleh Mr. Mohammad Roem dan Dr. J. H. Van Royen dari pihak
Belanda.

Pertemuan di Hotel Des Indes (kini Duta Merlin) itu diawasi dan dipimpin
Marle Cochran, wakil dari Amerika Serikat dalam Komisi PBB (UNCI: United
Nations Commision forindonesia). Dalam perundingan ini pihak Indonesia

facebook.com/asncpns @asncpns
100% PAKET LKIT – 100% AKURAT

Paket LKIT 2016


menuntut agar Presiden dan Wakil Presiden dikembalikan ke Yogyakarta
dan agar Belanda mengakui RI. Perundingan berjalan sangat lamban,
sehingga Drs. Hatta didatangkan dari Bangka untuk langsung berunding
dengan Dr. Van Royen.

Dengan demikian pada tanggal 7 Mei 1949 dicapai Persetujuan Roem-Royen


dan pemerintah Indonesia dikembalikan ke Yogyakarta, setelah cara-cara
pengosongan Yogyakarta oleh tentara Belanda disepakati.

Setelah perundingan dengan pihak BFO yang sudah dimulai sejak di Bangka,
maka pada bulan Juli 1949 di Yogyakarta dicapai persetujuan bahwa akan
dibentuk negara federal yang bernama RIS. Kemudian diselenggarakan
Konferensi Antarindonesia di Jakara pada bulan Juli 1949 yang dipimpin
Drs. Hatta dan berhasil memutuskan untuk membentuk Panitia Persiapan
Nasional sebelum maju ke KMB (Konferensi Meja Bundar).

Konferensi Meja Bundar dimulai di Den Haag pada tanggal 23 Agustus 1949
dan berakhir pada tanggal 2 November 1949. Hasilnya direalisasikan oleh
KNIP pada tanggal 14 Desember 1949. Pada tanggal 16 Desember 1949
diadakan Pemilihan Presiden Negara RIS dan pada keesokan harinya
Soekarno terpilih dan disahkan sebagai Presiden Negara RIS. Pada tanggal
20 Desember 1949 kabinet Negara RIS dibentuk dan dipimpin Drs.
Mohammad Hatta, kemudian pada tanggal 23 Desember 1949 pimpinan
kabinet Negara RIS bertolak ke Den Haag, Belanda untuk menandatangani
pengakuan kedaulatan pada tanggal 27 Desember 1949.

185
Hal
1.3. Kondisi Ekonomi Indonesia pada Masa Perang Kemerdekaan

Pada kesempatan ini akan dibahas kondisi ekonomi pada masa perang
kemerdekaan. Di sini anda akan mengetahui usaha-usaha yang telah
dilakukan oleh pemerintah Negara RI yang baru saja merdeka baik di bidang
moneter, perdagangan maupun penataan sektor-sektor lainnya. Pelajaran
ini merupakan lanjutan dari pelajaran sebelumnya yang telah membahas
kondisi politik Indonesia pada periode yang sama.

facebook.com/asncpns @asncpns
100% PAKET LKIT – 100% AKURAT

Paket LKIT 2016


a. Masalah Moneter

Di bidang ekonomi negara baru ini menghadapi kenyataan yang cukup sulit.
Laju inflasi sangat tinggi. Ternyata sumberinflasi adalah kekacauan
moneter. Sampai bulan Agustus 1945 mata uang Jepang yang beredar di
Jawa berjumlah 1,6 Milyar. Jumlah uang beredar semakin meningkat ketika
pasukan Sekutu berhasil menduduki beberapa kota dan menguasai
beberapa bak. Mereka ini kemudian mengedarkan uang cadangan bank
sebesar 2,3 Milyar untuk membiayai kegiatan mereka. Sementara itu pajak
dan bea masuk sangat berkurang, sebaliknya pengeluaran negara makin
bertambah. Karena belum mempunyai mata uang sendiri pada masa awal
itu pemerintah RI menetapkan berlakunya tiga macam mata uang sebagai
alat pembayaran yang sah di wilayah RI. Tiga mata uang tersebut adalah
mata uang De Javasche Bank, mata uang Pemerintah Hindia Belanda dan
mata uang pendudukan Jepang. Selanjutnya untuk mengatasi kesulitan
moneter pemerintah mengusahakan pinjaman nasional. Dengan
persetujuan Badan Pekerja Komite Nasional Indonesia Pusat (BP KNIP)
Menteri Keuangan Ir. Surachman melaksanakan pinjaman yang
direncanakan meliputi Rp.1.000.000.000,-, yang dibagi menjadi dua tahap.
Pinjaman tersebut akan dibayar kembali selambat-lambatnya dalam waktu
40 tahun. Pada bulan Juli seluruh penduduk di Jawa dan Madura diharuskan
menyetorkan uang pada Bank Tabungan Pos dan rumah-rumah pegadaian.

Pinjaman tahap I berhasil mengumpulkan dana sebesar Rp. 500.000.000,-.


Sukses ini menunjukkan besarnya dukungan rakyat pada pemerintah.

186
Namun upaya pemerintah itu tidak berhasil mengatasi inflasi, karena pihak

Hal
Sekutu dalam hal ini NICA juga mengeluarkan uang baru di wilayah yang
diduduki Sekutu. Uang baru itu dikenal dengan uang NICA dimaksudkan
untuk menggantikan uang Jepang yang sudah sangat menurun nilainya.
Penggantian uang itu diumumkan sejak 6 Maret 1946. Kurs ditentukan 3%
artinya setiap satu rupiah uang Jepang sama nilainya dengan tiga sen uang
NICA. Perdana Menteri RI Sutan Syahrir memprotes panglima AFNEI karena
melanggar persetujuan yang telah disepakati bersama, yaitu selama belum
ada penyelesaian politik status Indonesia, maka tidak akan dikeluarkan

facebook.com/asncpns @asncpns
100% PAKET LKIT – 100% AKURAT

Paket LKIT 2016


mata uang baru. Kepada masyarakat pemerintah mengingatkan bahwa di
wilayah RI hanya berlaku tiga macam uang sebagaimana yang telah
diumumkan pada 1 Oktober 1945. Penduduk tidak dibenarkan
mempergunakan mata uang NICA sebagai alat pembayaran.

Sehubungan dengan itu Pemerintah RI kemudian mengeluarkan uang kertas


baru yang dikenal dengan Oeang Repoeblik Indonesia (ORI) untuk
mengganti mata uang Jepang. Kurs uang baru ini ditetapkan satu per
seribu, artinya seribu uang Jepang (Y 1000) sama nilainya dengan satu
rupiah (Rp 1,-) ORI. Untuk sementara pemerintah hanya mengizinkan setiap
keluarga memiliki Rp. 300,- dan yang tidak berkeluarga Rp. 100,-. Usaha
lain yang dilakukan pemerintah dalam memperbaiki moneter adalah
pembentukan Bank. Mula-mula dibentuk Bank Rakyat Indonesia sebagai
lanjutan dari Shomin Ginko. Bank ini merupakan bank negara yang bertugas
mengatur nilai tukar ORI dengan valuta asing yang ada di Indonesia.
selanjutnya pada 1 November 1946 dibentuk Bank Negara Indonesia (BNI)
yang berawal dari Yayasan Pusat Bank yang didirikan oleh Margono
Djojohadikusumo pada bulan Juli 1946. Bank ini kemudian dikenal dengan
Bank BNI ’46.

b. Perdagangan Indonesia

Walaupun sedang menghadapi blokade Belanda, pemerintah RI mulai


merintis perdagangan internasional dengan memberikan bantuan beras

187
pada India. Saat itu mIndia sedang tertimpa bahaya kelaparan. Sebagai
imbalan, Pemerintah India akan mengirimkan bahan pakaian yang sangat

Hal
dibutuhkan oleh rakyat Indonesia.

Tindakan pemerintah ini sebenarnya lebih bersifat politik, karena


berdasarkan Persetujuan Linggarjati, RI diharuskan menjual surplus
berasnya ke daerah-daerah yang diduduki Belanda. Namun pemerintah
menganggap lebih menguntungkan untuk menjual berasnya pada negara
sahabat dari pada membantu Belanda.

facebook.com/asncpns @asncpns
100% PAKET LKIT – 100% AKURAT

Paket LKIT 2016


Di samping itu pemerintah juga mengadakan hubungan dagang langsung
dengan luar negeri. Usaha ini dirintis oleh Banking and Trading Corporation
(BTC) dibawah pimpinan Sumitro Djojohadikusumo. BTC berhasil
mengadakan transaksi dengan Isbrantsen Inc sebuah perusahaan swasta
Amerika Serikat.

Isbrantsen Inc bersedia membeli barang-barang Indonesia seperti: gula,


karet, teh, dan lain-lain, dan membawa barang-barang pesanan Indonesia.
Namun, ternyata kapal yang membawa barang-barang tersebut berhasil
disita oleh Angkatan Laut Belanda.

Di Sumatera pemerintah juga berusaha menembus blokade Belanda. Sejak


tahun 1946 sampai akhir perang kemerdekaan usaha ini dilakukan dengan
perahu layar dan motor ALRI. Beberapa aparat Pemda Aceh juga mencoba
menembus blokade ke negara terdekat Singapura dan Malaya. Bahkan sejak
awal tahun 1947 Pemerintah RI telah berhasil membentuk perwakilan resmi
di Singapura yang diberi nama Indonesia Office (Indoff). Badan ini dipimpin
oleh Mr. Oetojo Ramelan dibantu Soerjono, Daroesman, Mr. Zairin Zain,
Thaharudin Ahmad, dr. Soeroso dan Tamtomo. Secara resmi Indoff
memperjuangkan kepentingan politik di luar negeri, akan tetapi secara
rahasia badan ini adalah pengendali usaha penembus blokade dan
melakukan perdagangan barter.

Kementerian Pertahanan juga membentuk perwakilan di luar negeri


disebut Kementerian Pertahanan Usaha Luar Negeri (KPULN) dipimpin oleh

188
Ali Jayengprawiro. Tugas pokok KPULN adalah membeli senjata dan
menembus blokade musuh. Sampai tahun 1946, Belanda hanya berhasil

Hal
menguasai Pelabuhan Belawan sehingga RI masih dapat menyelundupkan
barang ke luar.

Selama tahun 1946 barang yang diterima Singapura dari Sumatera seharga
Strait $ 20.000.000,-, sedang dari Jawa Straits seharga $ 1.000.000,-.
Sebaliknya barang-barang yang dikirim dari Singapura ke Sumatera seharga
Straits $ 3.000.000,- dan ke Jawa seharga $ 2.000.000,-.

facebook.com/asncpns @asncpns
100% PAKET LKIT – 100% AKURAT

Paket LKIT 2016


c. Penataan Sektor-sektor Lain

Pada awal kemerdekaan itu pemerintah menghadapi beberapa masalah


ekonomi yang sangat mendesak. Masalah-masalah tersebut yaitu: masalah
produksi dan distribusi makanan, masalah sandang, dan status dan
administrasi perkebunan-perkebunan.

Untuk memecahkan masalah-masalah tersebut pemerintah kemudian


menyelenggarakan Konperensi Ekonomi pada bulan Februari 1946.
Konperensi ini dipimpin oleh Ir. Darmawan Mangunkusumo dan dihadiri oleh
para gubernur, para cendikiawan dan pejabat-pejabat lain yang terkait.

Konperensi memutuskan untuk menghapus sistem autarki dalam


pelaksanaan produksi dan distribusi untuk secara berangsur-angsur diganti
dengan system desentralisasi. Untuk itu kemudian dibentuk Badan
Pengawas Makanan Rakyat yang kemudian mejadi Badan Persediaan dan
Pembagian Bahan Makanan (BPPBM). Badan ini dibawah supervisi
Kementerian Kemakmuran dan dipimpin oleh dr. Sudarsono. Konperensi
juga berhasil mengadakan penilaian kembali tentang status dan
administrasi perkebunan yaitu semua perkebunan dikuasai negara di bawah
pengawasan Menteri Kemakmuran.

Pada 16 Mei 1946 pemerintah merasa perlu untuk menyelenggarakan


konperensi ekonomi kedua yang diadakan di Solo. Dalam konperensi itu
dibahas program ekonomi pemerintah, masalah keuangan negara,
pengendalian harga, distribusi dan alokasi tenaga manusia. Wakil Presiden

189
Moh. Hatta mengarahkan agar rehabilitasi pabrik-pabrik gula, karena gula
merupakan bahan ekspor yang terpenting, karena itu pengusahaannya

Hal
harus dikuasai negara. Hasil ekspor gula diharapkan dapat dijual atau
ditukar dengan barang-barang lain.

Saran Moh. Hatta direalisasi dengan membentuk Badan Penyelenggara


Perusahaan Gula Negara (BPPGN). Status badan tersebut adalah
perusahaan negara, yang dipimpin oleh Notosudirdjo. Di samping itu
dibentuk pula Perusahaan Perkebunan Negara (PPN) yang juga merupakan
perusahaan negara. Tugas PPN adalah: a. Meneruskan pekerjaan bekas

facebook.com/asncpns @asncpns
100% PAKET LKIT – 100% AKURAT

Paket LKIT 2016


perusahaan perkebunan yang dikuasai oleh Jepang; b. Mengawasi
perkebunan bekas milik Belanda; dan c. Mengawasi perkebunan-
perkebunan lainnya, dengan cara mengawasi mutu produksinya.

Selanjutnya Menteri Kemakmuran Dr. AK. Gani pada 19 Januari 1947


membentuk Planning Board (Badan Perancang Ekonomi). Badan ini bertugas
membuat rencana pembangunan ekonomi, mengkoordinasi dan
merasionalisasi semua cabang produksi dalam bentuk badan hukum.

Sesuai dengan planning board, untuk membiayai pembangunan 10 tahun ini


pemerintah mengerahkan dana-dana masyarakat, yaitu dengan pinjaman
nasional dan tabungan rakyat serta pinjaman luar negeri. Di samping itu
juga mengikutsertakan badan-badan swasta dalam pembangunan ekonomi.

Rencana itu ternyata tidak sempat dilaksanakan karena situasi politik


militer tidak memungkinkan. Aksi militer Belanda pertama mengakibatkan
sebagian besar daerah Republik yang potensial jatuh ke tangan musuh.
Wilayah RI hanya tinggal beberapa keresidenan di Jawa dan Sumatera, itu
pun merupakan daerah minus dan berpenduduk padat.

Moh. Hatta yang menjabat perdana menteri sejak tahun 1948 mencoba
mengatasi kemerosotan ekonomi dengan tindakan yang realitas, yaitu
rasionalisasi.

Rasionalisasi meliputi penyempurnaan administrasi negara, angkatan


perang dan aparat ekonomi. Sejumlah satuan angkatan perang dan laskar

190
disalurkan pada bidang yang produktif dan diurus oleh kementerian
pembangunan dan pemuda.

Hal
Karena sumber dana yang utama adalah sektor pertanian, maka bidang ini
akan diaktifkan kembali. Menteri Urusan Bahan Makanan, Kasimo membuat
rencana produksi tiga tahun 1948 – 1950 yang dikenal sebagai Plan Kasimo
yang pada dasarnya adalah usaha swasembada pangan, Kasimo
menyarankan agar tanah-tanah kosong di Sumatera Timur seluas 281.277
hektar ditanami. Di Jawa diadakan intensifikasi dengan menanam bibit padi
unggul. Hewan yang berperanan penting dalam produksi pangan dipelihara
sebaik-baiknya, dalam arti tidak disembelih. Sensus hewan pun harus

facebook.com/asncpns @asncpns
100% PAKET LKIT – 100% AKURAT

Paket LKIT 2016


dilaksanakan. Di setiap desa harus dibentuk kebun-kebun bibit untuk
memberikan bibit yang baik lagi bagi rakyat. Plan Kasimo juga meliputi
transmigrasi.

Sementara itu Badan Perancang yang dibentuk, dr. AK. Gani diperluas
menjadi Panitia Siasat Ekonomi yang dipimpin sendiri oleh Wakil Presiden
Moh. Hatta, sedangkan dr. AK. Gani menjadi wakilnya. Tugas panitia ini
adalah mempelajari, mengumpulkan data, dan memberi bahan masukan
bagi kebijaksanaan pemerintah dan perencanaan pembangunan ekonomi.
Di samping juga memberikan nasehat-nasehat dalam rangka perundingan
dengan Belanda.

Panitia pemikirini menghasilkan dasar-dasar pokok rancangan ekonomi


Indonesia, yang berisi program pembangunan jangka panjang, dengan
tujuan untuk memperbesar dan menyebarkan atau meningkatkan
kemakmuran rakyat secara merata, dengan cara: a. mengintensifkan usaha
produksi; b. memajukan pertukaran perdagangan internasional; c.
mencapai taraf hidup yang lebih baik; dan d. mempertinggi derajat dan
kecakapan rakyat.

Adapun petunjuk pelaksanaan yang harus diikuti adalah sebagai berikut:


sektor perdagangan digiatkan kembali. Impor dibatasi pada barang-barang
yang penting seperti bahan pakaian, bahan baku untuk industri, dan alat
transport.

Eksport meliputi hasil-hasil perkebuan, hasil hutan, dan tambang.

191
Penyebaran penduduk dilakukan dengan cara memindahkan 20 juta
penduduk Jawa ke Sumatera dalam jangka waktu 15 tahun. Dengan

Hal
demikian diharapkan kemakmuran di Jawa berkembang dan terbuka
kemakmuran baru di Sumatera. Dasar politik ekonomi pemerintah adalah
Pasal 33 Undang-Undang Dasar 1945, karena semua perusahaan vital harus
dikuasai oleh negara. Perusahaan-perusahaan itu adalah perusahaan listrik
dan air, perusahaan kereta api dan term, pos dan telekomunikasi serta
bank sirkulasi.

facebook.com/asncpns @asncpns
100% PAKET LKIT – 100% AKURAT

Paket LKIT 2016


Selama masa perang revolusi kemerdekaan, kegiatan ekonomi dikuasai
pemerintah sehingga partisipasi pengusaha-pengusaha swasta kurang
menggembirakan. Karena itu di dalam kongres Persatuan Tenaga Ekonomi
di Malang, Wakil Presiden Moh. Hatta menganjurkan agar para pengusaha
swasta memperkuat wadah persatuannya.

Persatuan Tenaga Ekonomi (PTE) dibawah pimpinan BR. Motik menggiatkan


kembali partisipasi pengusaha swasta. Tujuannya adalah menggalang dan
melenyapkan individualisme di kalangan organisasi organisasi pedagang
untuk memperkokoh ekonomi bangsa Indonesia. Bahkan Presiden Soekarno
pernah menjanjikan bila PTE meningkatkan partisipasinya, calon-calon PTE
akan diangkat dalam Komite Nasional Pusat. Dianjurkan juga agar
pemerintah daerah membantu usaha-usaha PTE, namun karena situasi
perusahaan yang berada di bawah PTE semakin mundur, PTE hanya berhasil
mendirikan Bank PTE di Yogyakarta dengan modal pertama Rp. 5.000.000,-

Kegiatan PTE semakin mundur akibat aksi militer Belanda PTE kemudian
mencurahkan kegiatannya pada bidang perbankan. Usaha swasta lain yang
membantu pemerintah adalah Banking and Trading Corporation (BTC).
Menurut Dr. Sumitro Djojohadikusumo, BPC adalah langkah persiapan
organisasi badan perdagangan nasional, jika sewaktu-waktu perjuangan
politik beralih ke perjuangan ekonomi. Selain itu beberapa perusahaan lain
dari kalangan swasta bergabung dalam bentuk gabungan perusahaan.
Misalnya Gabungan Perusahaan Perindustrian dan Perusahaan penting yang
berpusat di Malang dan Pusat Perusahaan Tembakau Indonesia (Puperti)

192
yang berpusat di Cirebon. Produksi Puperti mencapai 170 juta batang rokok
untuk konsumen di Jawa. Dalam sidang berikutnya berhasil dibentuk

Hal
berbagai kementerian dan pembagian wilayah Indonesia menjadi delapan
provinsi.

facebook.com/asncpns @asncpns
100% PAKET LKIT – 100% AKURAT

Paket LKIT 2016


1.4. Kembali ke Negara Kesatuan

Negara Republik Indonesia Serikat adalah negara yang terdiri atas Negara-
negara bagian. Negara RIS ini terbentuk sebagai tidak lanjut dari hasil
Konperensi Meja Bundar (KMB) tanggal 2 November 1949 di Den Haag. RIS
terdiri atas 16 negara bagian, yaitu: Negara Republik Indonesia, Negara
Indonesia Timur, Negara Pasundan, Negara Jawa Timur, Negara Madura,
Negara Jawa Tengah, Negara Sumatera Selatan, Negara Sumatera Timur,
Kalimantan Barat, Kalimantan Tenggara, Kalimantan Timur, Dayak Besar,
Banjar, Bangka Belitung dan Riau.

Ir. Soekarno diangkat sebagai presiden dan Drs. Moh. Hatta sebagai perdana
menteri. Kabinet pun dibentuk dengan anggota-anggota antara lain Sri
Sultan Hamengkubuwono IX, Mr. Wilopo, Prof. Dr. Supomo, dr. Leimena,
Arnold Monomutu, Ir. Hertinglaoh, Sultan Hamid II dan Ide Anak Agung Gde
Agung.

Kabinet ini merupakan Zaken Kabinet (yang mengutamakan keahlian dari


anggota-anggotanya). Ternyata sebagian besar dari anggota kabinet ini
adalah pendukung unitarisme (kesatuan). Karena itu tidak beberapa lama
setelah RIS berdiri, gerakan-gerakan untuk membubarkan negara federal
dan membentuk negara kesatuan telah ada. Gerakan tersebut makin lama
makin kuat. Apalagi pembentukan negara federal tidak berdasarkan
landasan konsepsional yang kuat.

Pembentukan negara federal pada awalnya hanya merupakan tindak lanjut

193
dari usaha Belanda untuk menghancurkan RI. Karena itu banyak mendapat
tantangan dari sebagian besar rakyat RI.

Hal
Bahkan ternyata di kalangan negara-negara bagian bentukan Belanda pun
ada gerakan yang kuat untuk menentang bentuk negara federal tersebut.
Mereka menginginkan menegakkan kembali negara kesatuan RI. Negara
Indonesia Timur dan Negara Sumatera Timur dengan tegas menyatakan
keinginannya untuk bergabung dengan RI. Kedua negara bagian tersebut
kemudian menyerahkan mandatnya pada Pemerintah RIS untuk
mengadakan pembicaraan mengenai pembentukan Negara Kesatuan

facebook.com/asncpns @asncpns
100% PAKET LKIT – 100% AKURAT

Paket LKIT 2016


dengan Pemerintah RI. Setelah ditandatanganinya Piagam Persetujuan
antara Pemerintah RIS dan pemerintah RI tanggal 19 Mei 1950,
pembentukan Negara Kesatuan direalisasi. Kemudian dibentuk Panitia
Gabungan RIS – RI yang bertugas merancang UUD Negara Kesatuan yang
diselesaikan pada 20 Juli 1950. Rancangan UUD ini ditandatangani oleh
Presiden Soekarno 15 Agustus 1950 yang kemudian dikenal sebagai Undang-
Undang Dasar Sementara RI 1950 (UUDS 1950).

2. LATIHAN

1. Mengapa Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI) dianggap


sebagai Badan Perwakilan Rakyat ?
2. Sebutkan hasil sidang PPKI pada tanggal 18 Agustus 1945 ?
3. Apa yang memicu lahirnya Tentara Kemanan Rakyat (TKR) ?
4. Sebutkan tiga pertempuran melawan Belanda pada Masa Revolusi ?
5. Sebutkan dua Perundingan dengan Belanda pada Masa Revolusi ?
6. Sebutkan tiga negara yang terlibat dalam KTN ?
7. Sebutkan anggota-anggota kabinet Negara Republik Indonesia
Serikat!
8. Bagaimana kondisi ekonomi pada awal Indonesia merdeka ?

3. RANGKUMAN

194
 Masa kemerdekaan dan perjuangan untuk mempertahankan

Hal
kemerdekaan diwarnai dengan persiapan dan pembentukan
kelengkapan Negara sebagaimana negara merdeka dan diselingi
dengan perjuangan berbagai pertempuran dan diplomasi atau
perundingan antara bangsa Indonesia dengan pemerintah Belanda.
 Sehari setelah proklamasi (17 Agustus 1945), 18 Agustus 1945 PPKI
mengadakan sidang pertama. Sidang tersebut berhasil mengesahkan
UUD 1945 serta menunjuk Ir. Soekarno sebagai Presiden Republik
Indonesia dan Drs. Moh. Hatta sebagai Wakil Presiden.

facebook.com/asncpns @asncpns
100% PAKET LKIT – 100% AKURAT

Paket LKIT 2016

 Dalam sidang PPKI berikutnya berhasil dibentuk berbagai kementrian


dan pembagian wilayah Indonesia menjadi delapan (8) provinsi.
Selanjutnya berhasil pula dibentuk Komite Nasional Indonesia Pusat
(KNIP), Partai Nasional Indonesia (PNI) dan Badan Keamanan Rakyat
(BKR).
 Sedikit demi sedikit aparat pemerintahan semakin lengkap, sehingga
roda pemerintahan pun mulai berjalan.
 Pada pertengahan September 1945 rombongan pertama pasukan
Sekutu mulai mendarat. Mereka merupakan bagian dari South East
Asia Command (SEAC) di bawah pimpinan Laksamana Mountbatten.
Untuk Indonesia SEAC membentuk Allieu Force Netherlands East
Indies (AFNEI) yang terdiri atas pasukan Inggris yang mendarat di
Jawa dan Sumatera serta pasukan Australia yang mendarat di luar
Jawa dan Sumatra. Pasukan ini bertugas melucuti dan memulangkan
tentara Jepang serta membebaskan tawanan perang.
 Ketika Sekutu datang ke Indonesia, ternyata diboncengi oleh
Netherland Indische Civil Administration (NICA).
 Belanda datang ke Indonesia sebagai pegawai-pegawai NICA yang
mendompleng atau bersama-sama dengan Tentara Sekutu, Inggris
mendarat pada tanggal 24 Agustus 1945.
 Pemerintah RI menerima kedatangan pasukan Sekutu tersebut
dengan tujuan untuk mendapatkan pengakuan pihak Sekutu terhadap
RI. Pada tanggal 1 Oktober 1945 Letnan Jenderal Christison,

195
menyatakan bahwa pihaknya mengakui (de facto) pemerintahan
Republik Indonesia.
 Semenjak itu pasukan-pasukan Inggris mulai memasuki kota-kota

Hal
penting di Jawa dan Sumatera. Namun kemudian timbul ketegangan-
ketegangan baru antara pasukan Inggris dan pasukan RI yang
kemudian berkembang menjadi pertempuran-pertempuran. Apalagi
setelah diketahui bahwa kedatangan tentara Inggris itu diboncengi
oleh NICA. Sehingga pasukan-pasukan RI tidak hanya menghadapi
Jepang tetapi juga Inggris dan NICA (Belanda).

facebook.com/asncpns @asncpns
100% PAKET LKIT – 100% AKURAT

Paket LKIT 2016

 Belanda menghadapi RI yang telah merdeka dan rakyat Indonesia


yang siap mempertahankan kemerdekaan dan menentang semua
bentuk penjajahan.
 Untuk memaksakan kehendaknya agar dapat bercokol kembali di
bumi Indonesia, Belanda melakukan berbagai cara antara lain dengan
melakukan agresi kepada bangsa Indonesia.
 Keadaan ini sudah diduga oleh para pemimpin Indonesia. Hal iItulah
sebabnya pemerintah RI pada tanggal 5 Oktober memutuskan untuk
membentuk suatu tentara dengan nama Tentara Keamanan Rakyat
(TKR).
 Selain itu pemerintah mengeluarkan maklumat bahwa RI akan
menanggung semua hutang-hutang Nederland Indie. Dengan
maklumat ini pemerintah ingin menunjukkan pada dunia luar bahwa
RI bukanlah negara yang masih tunduk pada Jepang, tetapi RI
mengakui tata cara negara-negara demokrasi barat.
 Sebagai realisasi dari maklumat ini maka didirikan sejumlah partai
dan dibentuk satu kabinet yang dipimpin oleh Perdana Menteri
Syahrir. Tugas kabinet ini adalah menjalankan perundingan-
perundingan dengan pihak Belanda, yang melahirkan perundingan di
Linggarjati pada tahun 1946.
 Sebelum perundingan disepakati, Kabinet Syahrir dibubarkan karena
mendapat kritikan dari kelompok oposisi yaitu Tan Malaka. Namun
Presiden menunjuk Syahrir untuk kembali memimpin kabinet. Dalam

196
perundingan Kabinet SyahririI mengusulkan bahwa pada dasarnya RI
adalah negara yang berdaulat penuh atas bekas wilayah Nederland
Indie. Karena itu Belanda harus menarik mundur tentaranya dari

Hal
Indonesia.
 Mengenai modal asing pemerintah Republik Indonesia tetap akan
menjamin. Selanjutnya Letnan Gubernur Jenderal Hindia Belanda
Van Mook mengajukan usul suatu pengakuan atas Republik Indonesia
(Jawa) dan pembentukan negara Serikat.
 Atas anjuran Duta Istimewa Inggris Clark Kern, Syahrir memberi
consensus pada bulan Maret itu juga, yaitu agar Belanda mengakui RI

facebook.com/asncpns @asncpns
100% PAKET LKIT – 100% AKURAT

Paket LKIT 2016


di Jawa dan Sumatera saja dan agar bersama-sama Belanda
membentuk RIS.
 Adanya agresi Belanda , baik Agresi I (21 Juli 1947) dan Agresi II (19
Desember 1948) mendapatkan perhatian dari dunia internasional
antara lain dari Perserikatan Bangsa-Bangsa.
 PBB kemudian menekan Belanda agar melakukan perundingan dan
hasilnya Belanda menyerahkan kedaulatannya (transfer of
souveregnity) kepada Republik Indonesia Serikat (RIS) pada tanggal
27 Desember 1949.

A. PILIHAN BENAR – SALAH

Jawablah pernyataan di bawah ini dengan memberikan tanda silang (X)

pada huruf B jika benar atau huruf S jika salah.

1. B – S
Peristiwa Rengasdengklok terjadi karena para pemimpin khususnya
Soekarno-Hatta masih ragu-ragu untuk melaksanakan proklamasi.
Jawab: B
2. B – S
Keputusan sidang PPKI pada tanggal 18 Agustus 1945 adalah
mengesahkan Undang-Undang Dasar.
Jawab: B

197
3. B – S
Pada tanggal 21 Juli 1947 Belanda melakukan Agresinya yang pertama

Hal
dan berhasil menerobos pertahanan RI.
Jawab: B
4. B – S
Pemberontakan PKI pada tahun 1948 sangat merugikan perjuangan
rakyat Indonesia karena itu persatuan dan perjuangan bangsa
Indonesia makin kuat.
Jawab: S

facebook.com/asncpns @asncpns
100% PAKET LKIT – 100% AKURAT

Paket LKIT 2016


5. B – S
Presiden Soekarno dan Wakil Presiden Muhammad Hatta ditangkap
oleh Belanda dan ditahan di Prapat setelah agresi militer Belanda II.
Jawab: B
6. B – S
Setelah Agresi Belanda II, Mr. Amir Syarifuddin Prawiranegara yang
sedang berada di Sumatra Barat ditunjuk oleh pemerintah untuk
membentuk Pemerintahan Darurat Republik Indonesia (PDRI).
Jawab: S
7. B – S
Pada tanggal 18 September 1948 terjadi peristiwa penculikan
terhadap Perdana Menteri, Sultan Syahrir.
Jawab: S
8. B – S
Naskah proklamasi disusun di Rengasdengklok daerah Jawa Barat.
Jawab: S
9. B – S
Perang Kemerdekaan / Perang Revolusi fisik adalah perang untuk
mencapai Indonesia Merdeka.
Jawab: S
10. B – S
Konferensi Malino pada bulan Juli 1946 salah satunya bertujuan untuk
membentuk Negara Indonsia Timur.
Jawab: B

198
Hal

facebook.com/asncpns @asncpns
100% PAKET LKIT – 100% AKURAT

Paket LKIT 2016


B. PILIHAN GANDA

Pilihlah jawaban yang paling benar dengan memberikan tanda silang (X)

pada huruf a, b, c, atau d.

1. Jepang Menyerah kepada Sekutu pada tanggal :

a. 12 Agustus 1945 c. 14 Agustus 1945

b. 13 Agustus 1945 d. 16 Agustus 1945

2. Pada pertengahan September 1945 rombongan pertama pasukan


Sekutu mulai mendarat di Indonesia. Tujuan kedatangan pasukan
Sekutu tersebut adalah:
a. Agar tentara Sekutu membantu RI mengusir tentara Jepang
b. Mengambil alih kekuasaan dari Jepang, melucuti dan
memulangkan tentara Jepang ke negaranya, serta membebaskan
tawanan dari tawanan Jepang
c. Untuk mendapatkan pengakuan dari rakyat dan pemerintah RI
d. Untuk mendapatkan bantuan finansial dari pihak sekutu
3. Kabinet yang dipimpin oleh Perdana Menteri Syahrir yang merupakan
realisasi dari maklumat pemerintah RI bertugas :
a. Menjalankan perundingan-perundingan dengan pihak Belanda
b. Membentuk Tentara Keamanan Rakyat
c. Menjalankan perundingan dengan pihak Jepang
d. Mengatur jalannya pemerintahan di RI

199
4. Pimpinan pihak oposisi (Persatuan Perjuangan) yang menyerang
pemerintah:

a. Tan Malaka c. Dr. Darmasetiawan Hal

b. Mayor Jenderal Sudibyo d. Dr Sumitri

5. Hasil dari perundingan di Linggarjati tanggal 15 November 1946


adalah :
a. Belanda mengakui kedaulatan wilayah Republik Indonesia
b. Menciptakan negara persemakmuran (commenwealth).

facebook.com/asncpns @asncpns
100% PAKET LKIT – 100% AKURAT

Paket LKIT 2016


c. Belanda dan Republik Indonesia Serikat berada dalam suatu Uni
Indonesia-Belanda.
d. Pengakuan Belanda atas kekuasaan RI di Jawa dan Madura
dikurangi kota-kota yang telah diduduki Sekutu
6. Belanda melancarkan agresi militer yang pertama pada tanggal :

a. 20 Juli 1947 c. 22 Juli 1947

b. 21 Juli 1947 d. 23 Juli 1947

7. Pihak Indonesia dalam Perundingan Renville dipimpin oleh :


a. Syahrir c. Mr. Moh. Roem
b. Moh. Hatta d. Amir Syarifuddin
8. Taktik perjuangan yang digariskan oleh PKI yang dibawa Muso dari
Moskow (Rusia) adalah :
a. Menjadi partai oposisi yang gencar menentang pemerintah
b. Melawan golongan nasional maupun kolonial (Belanda)
c. Membantu pemerintah dalam melawan kolonial (Belanda)
d. Menyebarkan ajaran Marxisme ke seluruh wilayah RI
9. Belanda melakukan Agresi II pada tanggal 19 Desember 1948. Dalam
serbuan ke Yogyakarta, Presiden dan Wakil Presiden tertangkap oleh
Belanda. Meskipun begitu Pemerintah berhasil mengirimkan telegram
ke Sumatera Barat agar membentuk Pemerintahan Darurat Republik
Indonesia (PDRI) kepada :
a. Mr. Syafruddin Prawiranegara

200
b. Amir Syarifuddin
c. Panglima Besar Sudirman

Hal
d. Syahrir
10. Pada tanggal 23 Desember 1949 pimpinan kabinet RIS Drs. Moh.
Hatta bertolak ke Den Haag untuk :
a. Melakukan kunjungan kerja
b. menandatangani penyerahan kedaulatan hasil Konferensi Meja
Bundar
c. menjadi wakil Indonesia dalam Konferensi Meja Bundar
d. mengadakan studi banding

facebook.com/asncpns @asncpns
100% PAKET LKIT – 100% AKURAT

Paket LKIT 2016


11. Karena belum mempunyai mata uang sendiri pada masa awal
kemerdekaan, pemerintah RI menetapkan berlakunya tiga macam
mata uang sebagai alat pembayaran yang sah di wilayah RI. Tiga mata
uang tersebut adalah sebagai berikut, kecuali :
a. mata uang De Javasche Bank
b. mata uang Pemerintah Hindia Belanda
c. mata uang pendudukan Jepang
d. mata uang NICA
12. Usaha-usaha yang dilakukan pemerintah untuk mengatasi krisis
moneter pada masa awal kemerdekaan adalah sebagai berikut,
kecuali :
a. Pemerintah RI mengusahakan pinjaman nasional
b. Pemerintah RI mengusahakan pinjaman ke bank dunia
c. Pemerintah RI kemudian mengeluarkan uang kertas baru yang
dikenal dengan Oeang Repoeblik Indonesia (ORI) untuk mengganti
mata uang Jepang
d. Pembentukan Bank
13. Usaha-usaha yang dilakukan pemerintah untuk merintis perdagangan
internasional pada masa awal pemerintahan adalah sebagai berikut
kecuali:
a. Memberikan bantuan beras pada India, dengan imbalan India akan
mengirimkan bahan pakaian ke Indonesia.
b. Melalui BTC mengadakan transaksi dengan Isbrantsen Inc sebuah
perusahaan swasta Amerika Serikat. Isbrantsen Inc yang bersedia

201
membeli barang-barang Indonesia (gula, karet, teh, dan lain-lain)
dan membawa barang-barang pesanan Indonesia

Hal
c. Kementerian Pertahanan juga membentuk perwakilan di luar
negeri disebut Kementerian Pertahanan Usaha Luar Negeri
(KPULN) dipimpin oleh Ali Jayengprawiro
d. Melakukan transaksi ekspor dan impor dengan pemerintah
Malaysia
14. Untuk memecahkan masalah-masalah ekonomi pemerintah
kemudian menyelenggarakan Konperensi Ekonomi pada bulan

facebook.com/asncpns @asncpns
100% PAKET LKIT – 100% AKURAT

Paket LKIT 2016


Februari 1946. Hasil yang diputuskan dalam konperensi tersebut
adalah :
a. Menghapus sistem autarki dalam pelaksanaan produksi dan
distribusi untuk secara berangsur-angsur diganti dengan sistem
desentralisasi
b. Menggunakan jasa buruh lokal sebanyak-banyaknya untuk
mengurangi jumlah pengangguran
c. Menggunakan mesin semaksimal mungkin dalam proses produksi
untuk mengurangi biaya produksi
d. Meningkatkan hasil pertanian dan perkebunan untuk kemakmuran
rakyat dan diekspor ke luar negeri
15. Piagam Persetujuan antara Pemerintah RIS dan Pemerintah RI yang
menyatakan pembentukan Negara Kesatuan ditanda tangani pada
tanggal :
a. 18 Mei 1950
b. 19 Mei 1950
c. 20 Mei 1950
d. 21 Mei 1950

202
Hal

facebook.com/asncpns @asncpns
100% PAKET LKIT – 100% AKURAT

Paket LKIT 2016

BAB 4
MASA DEMOKRASI LIBERAL TAHUN 1950 -
1959
INDIKATOR KEBERHASILAN

i. Memahami tentang arti sistem demokrasi liberal.


ii. Memahami tentang kondisi politik masa demokrasi liberal.
iii. Memahami tentang kondisi ekonomi masa demokrasi liberal.
iv. Memahami tentang Dekrit Presiden 5 Juli 1959.

Pada masa Demokrasi Liberal yang dimulai tahun 1950 hingga 1959,
diwarnai dengan adanya munculnya partai-partai yang saling berebut untuk
menduduki kabinet. Pada masa ini ada dua partai yang sangat menonjol
dalam percaturan politik yaitu PNI dan Masyumi. Sehingga masa ini
diidentifikasikan dengan masa jatuh bangunnya kabinet.

Masa Demokrasi Liberal kepemimpinan negara diatur menurut Undang-


undang Dasar yang bertanggung jawab kepada parlemen. Kabinet disusun
menurut pertimbangan kekuatan kepartaian dalam parlemen dan sewaktu-
waktu dapat dijatuhkan oleh wakil-wakil partai itu.

203
1.1. Arti Sistem Demokrasi Liberal

Suatu bentuk sistem politik dan pemerintahan yang bersendikan pada asas- Hal
asas liberalisme yang pada umumnya ada dan berkembang di Eropa dan
Amerika Serikat. Di Indonesia sistem Demokrasi Liberal berlangsung sejak
tahun 1950 saat NKRI masih menggunakan UUDS 1950 sampai tahun 1959
saat dikeluarkannya Dekrit Presiden 5 Juli 1959, dengan ditandai
berlakunya UUD 1945 lagi. Pada masa ini pergantian kabinet sering

facebook.com/asncpns @asncpns
100% PAKET LKIT – 100% AKURAT

Paket LKIT 2016


dilatarbelakangi oleh perbedaan yang tajam antara partai-partai melawan
partai yang memerintah.

1.2. Kondisi Politik pada Masa Demokrasi Liberal

Kondisi politik Indonesia pada Masa Demokrasi Liberal baik secara langsung
maupun tidak langsung, sangat dipengaruhi oleh hasil KMB, yang
memunculkan rasa ketidakpuasan di berbagai kalangan politisi maupun
militer diberbagai daerah. Pasca KMB Negara RI menjadi berbentuk Negara
Serikat, yaitu Negara Republik Indonesia Serikat (RIS) yang pelaksanaannya
berdasarkan Konstitusi RIS (UUDS 1950) yang bercorak parlementer atau
liberal. Walaupun kemudian sejak bulan Agustus 1950 Negara RIS berubah
menjadi Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) yang pelaksanaannya
berdasarkan Konsitusi atau UUDS 1950, corak demokrasi dan
pemerintahannya masih bersifat parlementer atau liberal. Oleh karena
itulah pada masa pelaksanaan UUD RIS maupun UUDS 1950 lebih dikenal
dengan masa Demokrasi Parlementer atau Demokrasi Liberal.

Pada masa Demokrasi Liberal menunjukkan keadaan yang sangat buruk.


Sejak Negara RIS berubah menjadi NKRI pada bulan Agustus 1950, sistem
pemerintahan Negara Indonesia diatur berdasarkan Undang-Undang Dasar
Sementara (UUDS) 1950 yang menggunakan sistem kabinet Parlementer dan
sistem multi partai. Seluruh aspirasi politik disalurkan melalui partai-partai
politik yang ada pada waktu itu.

204
Selama negara Indonesia menganut sistem Demokrasi Liberal, yang terjadi

Hal
adalah situasi sosial-politik dan keamanan dalam negeri yang menunjukkan
gejala instabilitas politik dan keamanan, yang antara lain ditandai oleh
sering terjadi pergantian kabinet, pergolakan di berbagai daerah dan
gejolak dalam Angkatan Perang.

Pada tanggal 23 Januari 1950 di bawah pimpinan Kapten Raymond


Westerling, Angkatan Perang Ratu Adil (APRA) yang sebagian anggotanya
merupakan bekas tentara Koningklijk Nederlandsch Indisch Leger (KNIL),
dengan berkekuatan lebih dari 800 prajurit melakukan serangan atas kota

facebook.com/asncpns @asncpns
100% PAKET LKIT – 100% AKURAT

Paket LKIT 2016


Bandung. Kemudian, pada tanggal 5 April 1950, di Makassar, Sulawesi
Selatan terjadi pemberontakan yang dipimpin oleh Andi Azis yang didukung
KNIL. Pada tanggal 25 April 1950, Dr. Soumokil (mantan Jaksa Agung NIT)
mengumumkan berdirinya negara Republik Maluku Selatan (RMS) di Ambon,
Maluku. Pada waktu itu, Indonesia juga masih menghadapi pemberontakan
Darul Islam/Tentara Islam Indonesia (DI/TII) pimpinan Kartosuwiryo yang
kemudian berkembang ke beberapa daerah lain seperti: pemberontakan
DI/TII di Aceh, pimpinan Daud Beureuh; DI/TII di Jawa Tengah, pimpinan
Amir Fatah, DI/TII di Sulawesi Selatan, pimpinan Kahar Muzakar dan lain-
lain.

Selama masa ini sering terjadi jatuh bangunnya kabinet, dan terbukti telah
terjadi tujuh kali pergantian kabinet dimana umur rata-rata setiap kabinet
hanya sekitar satu tahun. Selama masa Demokrasi Liberal yang
menggunakan UUDS 1950 telah terjadi tujuh kali pergantian kabinet,
antara lain: Kabinet Natsir (September 1950 – Maret 1951), Kabinet
Sukiman (April 1951 – Februari 1952), Kabinet Wilopo (April 1952 – Juni
1953), Kabinet Ali Sastroamidjojo I (Agustus 1953 – Juli 1955), Kabinet
Burhanuddin Harahap (Agustus 1955 – Maret 1956), Kabinet Ali
Sastromidjojo II (Maret 1956 – Maret 1957) dan Kabinet Djuanda (Maret
1957 – Juli 1959).

Jatuh bangunnya kabinet pada masa Demokrasi Liberal disebabkan karena


adanya konflik antara partai politik. Misalnya Kabinet Natsir jatuh karena
PNI menentang kebijakannya mengenai Irian Jaya. Konflik partai Masyumi

205
dan PNI ini dimenangkan oleh Masyumi dan menjadikan kabinet Sukiman
berkuasa.

Hal
Kabinet Sukiman tidak berlangsung lama karena ia dijatuhkan oleh PNI.
Partai Nasional Indonesia menentang penandatanganan program bantuan
Amerika Serikat kepada pemerintah RI. Alasan penolakannya adalah karena
bantuan itu dapat dipakai sebagai alat untuk memasukkan RI ke dalam Blok
Amerika Serikat.

Dengan demikian menurut PNI, Indonesia tidak bersikap bebas aktif lagi
dalam melihat “Perang Dingin” antara Uni Soviet dan Amerika Serikat.

facebook.com/asncpns @asncpns
100% PAKET LKIT – 100% AKURAT

Paket LKIT 2016


Untuk mengurangi konflik antara PNI dan Masyumi itu Presiden menunjuk
tokoh moderat dari PNI untuk memimpin Kabinet, maka terbentuklah
Kabinet Wilopo (1952-1953). Kabinet ini bertugas mengadakan persiapan
pemilihan umum dan pembentukan dewan konstituante. Namun sebelum
tugas ini dapat diselesaikan, kabinet inipun harus meletakkan jabatan. Hal
ini disebabkan karena daerah-daerah makin tidak percaya kepada
pemerintah pusat. Di samping itu terjadi “Peristiwa 17 Oktober 1952”,
yaitu desakan dari militer agar Presiden segera membubarkan Parlemen
yang tidak mencerminkan keinginan rakyat.

Peristiwa 17 Oktober 1952 dimanfaatkan oleh TNI-AD untuk kepentingan


politiknya. Golongan yang dipimpin Kol. Bambang Sugeng itu tidak
menyetujui Kol.

A.H. Nasution sebagai KASAD. Sekelompok partai dalam parlemen


menyokong dan menuntut agar diadakan perombakan pimpinan
Kementerian Pertahanan dan TNI. Keterlibatan partai dianggap oleh
pimpinan TNI sebagai campur tangan sipil dalam urusan tentara. Oleh
karena itu mereka menuntut agar Presiden Soekarno membubarkan
Parlemen. Presiden Soekarno menolak tuntutan ini sehingga KASAD maupun
KSAP meletakkan jabatan. Mandat pembentukan kabinet tetap diserahkan
kepada PNI. Dalam suasana konflik politik itu, Ali Sastroamidjojo terpilih
untuk memimpin kabinet. Tugas Kabinet Ali Sastroamidjojo adalah
melanjutkan program kabinet Wilopo, yaitu antara lain melaksanakan
Pemilihan Umum untuk memilih DPR dan Konstituante.

206
Meskipun Kabinet Ali Sastroamidjojo berhasil dalam politik luar negeri

Hal
yaitu, dengan menyelenggarakan Konferensi Asia Afrika (KAA) di Bandung
dalam bulan April 1955, akan tetapi Kabinet Ali Sastroamidjojo harus
meletakkan jabatan sebelum dapat melaksanakan tugas utamanya yaitu
pemilu, alasannya karena pimpinan TNI-AD menolak pimpinan baru yang
diangkat Menteri Pertahanan. Hal ini sebenarnya yang berpangkal pada
peristiwa 17 Oktober 1952. Calon pimpinan TNI yang diajukan Kabinet ini
ditolak oleh Korps perwira sehingga menimbulkan krisis kabinet.

facebook.com/asncpns @asncpns
100% PAKET LKIT – 100% AKURAT

Paket LKIT 2016


Pada saat itu Presiden Soekarno akan berangkat ke tanah Suci Mekah.
Sebelum berangkat Presiden mengangkat tiga orang untuk menjadi
formatur kabinet, yaitu Sukiman (Masyumi), Wilopo (PNI), dan Asaat (non
partai). Namun ketiga orang ini tidak berhasil membentuk kabinet hingga
terpaksa mengembalikan mandatnya pada Wakil Presiden Drs. Moh. Hatta.
Hatta kemudian menunjuk Burhanuddin Harahap dari Masyumi untuk
membentuk kabinet.

Kabinet Burhanudin (1955 – 1956), ditugaskan untuk melaksanakan


pemilihan umum. Usaha ini berhasil sekalipun mengalami kendala-kendala
yang berat. Pada tanggal 29 September 1955 pemilihan anggota-anggota
parlemen dilakukan, dan pada tanggal 15 Desember 1955 diadakan
pemilihan umum untuk Konstituante. Setelah itu kabinet Burhanudin
meletakkan jabatan dan kemudian dibentuk kabinet baru yang sesuai
dengan hasil pemilihan umum.

Selain masalah pemilihan umum Kabinet Burhanuddin juga berhasil


menyelesaikan masalah TNI-AD dengan diangkatnya kembali Kol. A.H.
Nasution sebagai KASAD pada bulan Oktober 1955. Selain itu dalam politik
luar negeri kabinet ini condong ke barat dan berusaha mengadakan
perundingan dengan Belanda mengenai soal Irian Barat.

Hasil pemilihan umum 1955 menunjukkan PNI adalah partai yang terkuat.
Oleh sebab itu presiden mengangkat seorang formatur kabinet dari PNI
yaitu Ali Sastoramidjojo. Kabinet Ali Sastroamidjojo II (1956 – 1957) adalah

207
kabinet koalisi antara PNI dan Masyumi. Kabinet ini mempunyai rencana
kerja untuk lima tahun.

Hal
Rencana kerja ini disebut rencana lima tahun. Isinya antara lain: 1.
Perjuangan untuk mengembalikan Irian Barat dalam wilayah RI; 2. Otonomi
Daerah; 3. mengusulkan perbaikan nasib buruh; 4. penyehatan keuangan;
dan 5. pembentukan Dewan Ekonomi Nasional.

Sementara program berjalan timbul masalah-masalah baru. Pertama


kegagalan dalam memaksa pihak Belanda agar menyerahkan Irian Barat dan
pembatalan perjanjian KMB. Kedua, berkembangnya masalah anti Cina di

facebook.com/asncpns @asncpns
100% PAKET LKIT – 100% AKURAT

Paket LKIT 2016


kalangan rakyat yang tidak senang melihat kedudukan istimewa golongan
ini dalam perdagangan. Sehingga perkelahian dan pengrusakan terjadi di
beberapa kota.

Ketiga di beberapa daerah timbul perasaan tidak puas terhadap


pemerintah pusat. Hal ini menimbulkan terjadinya pergolakan di beberapa
daerah. Pergolakan daerah itu mendapat dukungan dari beberapa panglima
TNI-AD, mereka merebut kekuasaan di daerah dengan cara membentuk
Dewan Banteng di Sumatera Barat pada tanggal 20 Desember 1956, Dewan
Gajah di Sumatera Utara pada tanggal 22 Desember 1956, Dewan Garuda
di Sumatera Selatan, dan Dewan Manguni di Sulawesi Utara. Untuk
mengatasi keadaan ini Presiden mengumumkan berlakunya undang-undang

SOB (negara dalam keadaan bahaya) dan angkatan perang mendapat


wewenang khusus untuk mengamankan negara di seluruh Indonesia. Tetapi
usaha Presiden untuk mempengaruhi partai-partai agar mau membentuk
kabinet baru ternyata gagal. Sebab itu ia mengangkat Ir. Djuanda yang
tidak berpartai sebagai formatur kabinet.

Kabinet Djuanda (1957 – 1959) bertugas menyelesaikan kemelut dalam


negeri, selain memperjuangkan kembalinya Irian Barat dan menjalankan
pembangunan.

Pertama-tama kabinet ini membentuk suatu Dewan Nasional yang bertugas


memberi nasehat kepada pemerintah dalam menjalankan tugas-tugasnya.
Di samping itu, diadakan musyawarah nasional untuk mencari jalan keluar

208
dari kemelut nasional. Sebelum musyawarah itu menghasilkan keputusan
terjadi “Peristiwa Cikini”, yaitu percobaan pembunuhan Presiden.

Hal
Pada tanggal 10 Februari 1958, Ketua Dewan Banteng mengeluarkan
ultimatum agar Kabinet Djuanda dibubarkan dalam waktu lima kali 24 jam.
Presiden ternyata tidak menghiraukan hal ini sehingga akhirnya Dewan
Banteng memproklamasikan berdirinya “Pemerintah Revolusioner Republik
Indonesia” (PRRI) dengan Syarifudin Prawiranegara sebagai perdana
menteri. Begitu pula di Sulawesi dibentuk pemerintahan sendiri yaitu
Permesta. Hal itu membuat situasi negara semakin mengkhawatirkan.

facebook.com/asncpns @asncpns
100% PAKET LKIT – 100% AKURAT

Paket LKIT 2016


Dalam perjalanan pemerintahan pada masa Demokrasi Parlementer atau
Demokrasi Liberal, di bawah sistem pemerintahan UUDS 1950, sebagian
besar program kabinet-kabinet yang ada berjalan sangat lambat dan
bahkan tersendat-sendat, serta tidak sedikit yang kurang dari satu tahun.
Sebut saja misalnya, Kabinet Natsir hanya sekitar 6,5 bulan (September
1950 – Maret 1951), dan Kabinet Burhanuddin Harahap hanya sekitar 7 bulan
(Agustus 1955 – Maret 1956). Kabinet yang bertahan labih dari satu tahun
hanya Kabinet Wilopo, yaitu sekitar 14 bulan (April 1952 – Juni 1953) dan
Kabinet Ali Sastroamidjojo I selama sekitar dua tahun (Juli 1953 – Juli
1955). Pemerintahan yang dihasilkan melalui Pemilu 1955 adalah Kabinet
Ali Sastroamidjojo II. Kabinet ini pun usianya hanya sekitar 11,5 bulan atau
hampir mencapai satu tahun (Maret 1956 – Maret 1957).

Bahkan, pada masa Demokrasi Liberal ini, sering terjadi krisis Kabinet atau
vacum cabinet (kekosongan pemerintahan Perdana Menteri), dan hal ini
sering berlangsung cukup lama. Sebut saja misalnya: Pertama, antara
jatuhnya Kabinet Sukiman (Februari 1952) -yang bertahan sekitar sepuluh
bulan (April 1951 – Pebruari 1952) hingga dibentuknya Kabinet Wilopo (April
1952), maka waktu krisis cukup lama, yaitu sekitar 38 hari. Kedua, antara
jatuhnya Kabinet Wilopo (Juni 1953) hingga dibentuknya Kabinet Ali
Sastroamidjojo I (Agustus 1953) ada waktu krisis paling lama, yaitu 58 hari.

Masa Demokrasi Liberal adalah masa yang disebut sebagai zaman


pemerintahan partai-partai, zaman kabinet silih berganti dan zaman yang
melalaikan pembangunan berencana. Pada masa ini timbul pergolakan di

209
daerah-daerah yang disebabkan adanya perasaan tidak puas terhadap
kebijakasanaan pemerintahan pusat, seperti sistem pemerintah yang

Hal
tersentralisasi di pulau jawa, pembangunan di daerah-daerah dirasakan
sangat seret dan ada daerah-daerah yang beranggapan, bahwa pemerintah
pusat dipengaruhi oleh golongan komunis.

Manifestasi perasaan tidak puas ini akhirnya menimbulkan gerakan-gerakan


penentangan maupun perlawanan terhadap pusat di beberapa daerah,
seperti: Pemerintahan Revolusioner Republik Indonesia (PRRI) di Sumatera
dan Perjuangan Rakyat Semesta (Permesta) di Sulawasi.

facebook.com/asncpns @asncpns
100% PAKET LKIT – 100% AKURAT

Paket LKIT 2016


Sebenarnya, sejak tahun 1956 Presiden Sukarno mulai mengkritik secara
mendalam terhadap keberadaan dan pelaksanaan UUDS 1950 dalam system
pemerintahan. Hal itu dilakukan karena sudah lama tidak menyukai sistem
politik Demokrasi Liberal di bawah UUDS 1950, karena sistem ini dirasakan
telah membatasi atau mengungkung kekuasaannya. Ia merasa peranan
politik yang dijalankan sesuai kedudukannya sebagai Presisden terkungkung
atau terbelenggu oleh ketentuan-ketentuan yang diatur dalam UUDS 1950.
Situasi seperti itu dirasakan tepat baginya untuk melepaskan diri dari
pembatsan-pembatasan yang ditimpakan kepadanya sebagai Presiden
berdasarkan konstitusi. Sejak tahun 1956, ia sangat berharap dari kinerja
Konstituante hasil Pemilu 1955 yang beranggotakan 542 orang untuk
menghasilkan UUD yang diharapkan, yang sesuai dengan kepentingan
sebagian besar rakyat Indonesia.

Selama tahun 1956, Presiden Sukarno telah menunjukkan kebebasannya


yang lebih luas lagi dan memperlihatkan tindakannya yang lebih jelas dan
lebih tegas terhadap sistem Demokrasi Liberal. Dalam banyak hal ia telah
menolak kebijaksanaan politik pemerintah dan lebih mendasar lagi ia telah
mulai dan berani mengecam dasar-dasar pokok lembaga parlemen yang ada
pada saat itu. Bahkan, pada saat pembukaan resmi parlemen yang baru
telah dipergunakannya untuk menyatakan bahwa kebiasaan parlemen Barat
yang berdasarkan suara terbagi itu, setengah jumlah suara tambah satu
tidak cocok dengan masyarakat Indonesia dan mengharapkan parlemen
baru itu tidak akan bekerja berdasarkan kebiasaan Barat itu, tetapi

210
memperhatikan prinsip hidup bangsa Indonesia, yaitu gotong royong.

Keinginan Presiden Sukarno untuk mengganti UUDS 1950 pertama

Hal
dikemukakannya ketika ia berpidato tentang “kuburan semua Partai” pada
tanggal 28 Oktober 1956 dan dua hari kemudian ketika ia berpidato di
depan Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) pada tanggal 30 Oktober
1956 yang antara lain anjurannya yang agak keras mengenai pembubaran
partai-partai, serta pidatonya di depan sidang pembukaan Konstituante
yang baru terpilih pada tanggal 10 November 1956 dengan mengusulkan
suatu gagasan bagi pemecahan permasalahan dalam konsepsi yang

facebook.com/asncpns @asncpns
100% PAKET LKIT – 100% AKURAT

Paket LKIT 2016


dikemukakannya pada tanggal 21 Februari 1957 yang kemudian dikenal
dengan sebutan Konsepsi Presiden.

Ada tiga hal pokok isi dari Konsepsi Presiden, antara lain: Pertama, Sistem
Demokrasi Parlementer model Barat tidak sesuai dengan Kepribadian
Indonesia, oleh karena itu harus diganti dengan Sistem Demokrasi
Terpimpin. Kedua, Dibentuknya Kabinet Gotong-Royong yang terdiri dari
wakil-wakil semua partai (4 partai besar pemenang pemilu: PNI, Masyumi,
NU dan PKI) ditambah dengan golongan fungsional; dan Ketiga,
Dibentuknya Dewan Nasional yang kemudian bernama Dewan Pertimbangan
Agung Sementara (DPAS), yang beranggotakan wakil-wakil partai dan
golongan fungsional dalam masyarakat.

Dewan ini berfungsi memberi nasehat kepada kabinet baik diminta atau
tidak. Demokrasi Liberal telah merubah demokrasi menjadi ajang
perebutan kekuasaan dan sumber daya ekonomi belaka. Mereka di
parlemen dan di hampir di semua lembaga Negara dan bahkan di
masyarakat berlomba-lomba ingin menjadi pemenang. Masalahnya
kemudian adalah mereka yang menang justru lebih mementingkan
kepentingan pribadi, golongan dan partainya. Oleh karena itu, diskusi-
diskusi atau rapat-rapat di tingkat lembaga penyelenggara pemerintahan
lebih syarat diwarnai perdebatan sengit untuk memenangkan kepentingan
para politisi atau elit penguasa daripada membahas inti demokrasi yang
substansial yaitu, pemerintahan dari rakyat, oleh rakyat dan untuk rakyat.

211
Akibatnya wacana dan usaha untuk mengganti sistem pemerintah Liberal
yang tidak sesuai dengan kepribadian bangsa Indonesia muncul dan terus

Hal
dilakukan oleh Presiden Sukarno. Presiden Sukarno berkeyakinan bahwa
semua kesulitan bisa diatasi dengan merombak susunan pemerintah secara
keseluruhan.

Konsep atau gagasan Presiden Sukarno ini kemudian dikenal dengan nama
Konsepsi Presiden yang disampaikan kepada para pemimpin partai dan
tokoh masyarakat di Istana Merdeka pada tanggal 21 Februari 1957 dengan
usulan untuk membentuk Kabinet Gotong Royong dan Dewan Nasional.
Dalam konsep ini pula Presiden Sukarno mulai menyatakan untuk

facebook.com/asncpns @asncpns
100% PAKET LKIT – 100% AKURAT

Paket LKIT 2016


meninggalkan sistem liberal, terutama dalam bidang politik dan ekonomi.
Meskipun Konsepsi Presiden sempat mendapat kritikan keras dari
Mohammad Hatta, dan menyulitkan Kabinet Alisastroamidjojo II, akan
tetapi ide atau konsep Presiden Sukarno ini didukung oleh A.H Nasution.

Namun, pada kenyataan, dalam pelaksanaan Konsepsi Presiden ini


menimbulkan perdebatan dalam mayarakat, terutama di kalangan tokoh
masyarakat maupun politisi. Bahkan, Hatta yang pada waktu itu sudah
mengundurkan diri dari jabatan Wakil Presiden juga ikut mengkritisi
Konsepsi Presiden tersebut. Partai-partai politik seperti: Masyumi, NU,
PSII, Katholik dan PRI menolak konsepsi ini dan berpendapat bahwa
merubah susunan ketatanegaraan secara radikal hendaknya diserahkan
kepada Konstituante. Di antara partai-partai besar hanya PNI dan PKI yang
setuju. Masyumi sama sekali menolaknya. Bahkan NU yang tradisional,
bersifat oportunis dan lebih cenderung bersekutu dengan PNI daripada
bekas teman separtai Islamnya Masyumi, akan tetapi, kali ini NU tegas
menolak dimasukkannya PKI ke dalam pemerintahan.

Pada tanggal 14 Maret 1957, selang sekitar satu setengah jam setelah
Kabinet Ali Sastroamidjojo II mengundurkan diri, suhu politik semakin
memanas.

Presiden kemudian mengumumkan keadaan darurat perang, Staat van


Oorlog en Beleg (SOB) bagi seluruh wilayah Indonesia. Pernyataan Presiden
tersebut kemudian disusul dengan dikeluarkannya perintah Harian Presiden

212
sebagai Panglima Tertinggi Angkatan Perang. Segera sesudah itu Gabungan
Kepala Staf (GKS) dan Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) mengeluarkan

Hal
perintah Harian.

Baik GKS maupun KSAD menyatakan bahwa Konsepsi Presiden itu


dikeluarkan untuk mengatasi keadaan yang tidak stabil di dalam negara.

Keadaan darurat perang tersebut kemudian ditingkatkan menjadi keadaan


bahaya tingkat keadaan perang pada tanggal 17 Desember 1957. Keadaan
ini memungkinkan Angkatan Perang lebih leluasa mengambil tindakan-

facebook.com/asncpns @asncpns
100% PAKET LKIT – 100% AKURAT

Paket LKIT 2016


tindakan tegas dalam menanggulangi berbagai pemberontakan di daerah
serta para pengacau yang dilakukan oleh gerombolan DI/TII.

Presiden Sukarno menunjuk dirinya sendiri sebagai formatur dan cabinet


yang berhasil disusunnya ialah kabinet yang dipimpin oleh Ir. Djuanda,
seorang non-partai, sebagai Perdana Menteri, dengan wakil-wakil Perdana
Menteri masing-masing dari PNI, NU dan Parkindo. Kabinet yang dilantik
pada tanggal 9 April 1957 dikenal dengan nama Kabinet Karya. Kabinet ini
dapat dikatakan sebagai cabinet yang merintis jalan ke arah era atau
kondisi Demokrasi Terpimpin yang diinginkan atau diharapkannya dalam
rangka pelaksanaan UUD 1945 kembali. Ia berharap, dengan kembalinya
pelaksanaan sistem pemerintahan berdasarkan UUD 1945, maka kekuasaan
menjalankan pemerintahan akan ada di tangannya. Dengan demikian,
kekuasaan dan kedudukan Presiden dalam menjalankan pemerintahan akan
kembali menjadi lebih kuat.

Pada masa Kabinet Karya, pergolakan politik dan masalah keamanan dalam
negeri meningkat. Pada tanggal 6 Mei 1957, sebagai realisasi dari konsepsi
Presiden dibentuklah Dewan Nasional yang terdiri dari 45 orang anggota,
masing-masing mewakili golongan fungsional seperti tani, buruh, wanita
dan pemuda.

Kepala-kepala Staf dari angkata-angkatan dalam angkatan perang juga


diangkat sebagai anggota Dewan ini. Dewan Nasional ditetapkan
berdasarkan Undang- Undang Darurat No. 7 tahun 1957, yang antara lain

213
dijelaskan bahwa tugas dewan ini adalah memberikan nasehat mengenai
soal-soal pokok kenegaraan dan kemasyarakatan kepada pemerintah, baik

Hal
atas permintaan pemerintah, maupun atas inisiatif sendiri. Dewan Nasional
dipimpin oleh Presiden.

Perdebatan-perdebatan di Konstituante makin berlarut-larut, kata sepakat


yang diharapkan rakyat sulit didapat, dan hal ini membuat krisis nasional
semakin parah. Melihat gelagat kegagalan Konstituante ini berbagai pihak
mencari jalan keluar dari krisis politik yang terjadi saat itu. Pimpinan TNI
Angkatan Darat, mengajukan gagasan kembali ke Undang-Undang Dasar
1945. Pada tanggal 22 April 1959 Presiden Sukarno berpidato lagi di muka

facebook.com/asncpns @asncpns
100% PAKET LKIT – 100% AKURAT

Paket LKIT 2016


sidang Konstituante dan atas nama pemerintah menganjurkan agar dalam
rangka pelaksanaan Demokrasi Terpimpin, Konstituante menetapkan
kembali UUD 1945 menjadi Undang-Undang Dasar Negara Republik
Indonesia. Esok harinya Presiden Sukarno memulai perjalanan panjangnya
mengunjungi beberapa negara.

Sebelum Konstituante menerima atau menolak usul pemerintah itu terlebih


dahulu dari kelompok Islam datang dan mengusulkan agar dilakukan
amandemen untuk mengembalikan kata “dengan kewajiban menjalankan
syariat Islam bagi pemeluk-pemeluknya” kedalam pembukaan UUD 1945.
Usulan ini ditolak oleh Konstituante dalam sidangnya tanggal 29 Mei 1959
dengan perbandingan suara 201 setuju melawan 265 menolak. Pada tanggal
30 Mei 1959 baru dilakukan pemungutan suara terhadap anjuran atau
usulan pemerintah, hasilnya adalah 269 setuju dan 199 tidak setuju dari
jumlah 474 orang yang hadir, dari 542 anggota Konstituante keseluruhan.
Dengan demikian tidak tercapai qorum dua pertiga (2/3) seperti
disyaratkan dalam Pasal 37 UUDS 1950.

Kegagalan Konstituante untuk kembali ke UUD 1945 melalui saluran


Konstituante yang disarankan pemerintah, menyebabkan timbulnya
keadaan ketatanegaraan yang membahayakan persatuan dan kesatuan
bangsa, ditambah lagi dengan adanya pemberontakan-pemberontakan di
daerah-daerah yang makin mengancam keutuhan negara, mendorong
Presiden Sukarno untuk segera mengambil tindakan tegas. Pada tanggal 29
Juni 1959, dalam pidatonya setelah tiba di Tanah Air dari perjalanan

214
panjangannya ke luar negeri, Presiden Sukarno mengatakan bahwa dalam
beberapa hari ini ia akan mengambil tindakan tegas dalam persoalan

Hal
gagasan kembali kepada UUD 1945. Berikut adalah sebagian kutipan dari isi
pidato Presiden Sukarno tersebut:

“…Selama saja didalam perdjalanan, saja telah mendapat


laporanlaporan mengenai keadaan disini…dan saja mengetahui garis
besar daripada persoalan gagasan pelaksanaan Undang-Undang Dasar
’45. Sekarang saja datang ditanah air,…insja Allah subhanahu
wata’alla, didalam waktu jang singkat saja akan mengambil

facebook.com/asncpns @asncpns
100% PAKET LKIT – 100% AKURAT

Paket LKIT 2016


keputusan. Keputusan itu akan saja dasarkan kepada kehendak rakjat.
Didalam tahun 1952 saja telah berkata bahwa saja tidak mau
mendjadi diktator.

Tetapi sekarang saja insja Allah akan mengambil keputusan


berdasarkan atas kehendak rakjat terbanjak. Maka dengan demikian
saja tidak akan bertindak sebagai diktator."

Pada tanggal 4 Juli 1959 di Istana Bogor, Presiden Sukarno mulai


mengadakan pembicaraan-pembicaraan dengan pejabat-pejabat penting
pemerintah untuk mencari jalan keluar dari situasi yang gawat itu.
Pertemuan dimulai dengan Mr. Sartono, bekas Pejabat Presiden sementara,
kemudian dengan Perdana Menteri Djuanda. Setelah itu Presiden
mengadakan pembicaraan dengan ketiga kepala staf yang juga dihadiri oleh
Perdana Menteri Djuanda selaku Menteri Pertahanan. Presiden juga
mengadakan pembicaraan dengan Wakil Ketua Dewan Nasional, Ruslan
Abdulgani, Menteri Negara Prof. Moh. Yamin, Ketua Mahkamah Agung Mr.
Wirjono dan Direktur Kabinet Presiden, Mr. Tanzil.

Setelah Konstituante gagal menetapkan UUD 1945 menjadi Undang-Undang


Dasar Negara Republik Indonesia, maka melalui pembicaraan dan konsultasi
dengan pejabat-pejabat tinggi negara di Istana Bogor, maka keesokan
harinya pada tanggal 5 Juli 1959 bertempat di Istana Merdeka, Presiden
Sukarno mengeluarkan Dekrit. Dekrit Presiden tanggal 5 Juli 1959 memuat
tiga hal pokok, yaitu: Pertama, Menetapkan pembubaran Konstituante.

215
Kedua, Menetapkan UUD 1945 berlaku lagi bagi segenap Bangsa Indonesia
dan seluruh tumpah darah Indonesia, terhitung mulai hari tanggal

Hal
penetapan Dekrit ini dan tidak berlakunya lagi UUDS. Ketiga, Pembentukan
MPRS, yang terdiri atas anggota-anggota Dewan Perwakilan Rakyat
ditambah dengan utusan-utusan dari Daerah-daerah dan golongan-
golongan serta pembentukan Dewan Pertimbangan Agung Sementara dalam
waktu yang sesingkat-singkatnya.

Presiden Sukarno tidak menyukai sistem politik Demokrasi Liberal di bawah


UUDS 1950, karena sistem ini dirasakan telah membatasi atau
membelenggu kekuasaannya. Ia merasa peranan politik yang dimainkannya

facebook.com/asncpns @asncpns
100% PAKET LKIT – 100% AKURAT

Paket LKIT 2016


sesuai kedudukannya sebagai Presiden terkungkung atau terbelenggu oleh
ketentuan-ketentuan yang diatur dalam UUDS 1950. Situasi seperti itu
dirasakan tepat baginya untuk melepaskan diri dari pembatsan-
pembatasan yang ditimpakan kepadanya sebagai Presiden berdasarkan
konstitusi. Sejak tahun 1956, Beliau sangat berharap dari kinerja
Konstituante hasil Pemilu 1955 yang beranggotakan 542 orang untuk
menghasilkan UUD yang diharapkan, yang baik, yang sesuai dengan
kepentingan sebagian besar rakyat Indonesia.

Gagasan Presiden Sukarno tentang perlunya gotong royong dari berbagai


unsur baik dari kalangan nasional, agama dan komunis, kemudian
melahirkan gagasan tentang Nasakom. Gagasan Nasakom, dalam grand
design-nya merupakan “miniatur” politik luar negeri yang bebas aktif,
tetapi realisasinya tidak begitu populer di dalam negeri. Presiden Sukarno
tetap “diperebutkan” oleh kalangan militer, komunis dan Islam. Gagasan
Nasakom yang dicetuskan Presiden Sukarno merupakan bargaining politik
dan mobilisasi berbagai ideologi dalam wadah Nasakom dan memberikan
akses kepada seluruh rakyat yang secara bahu membahu mengenyahkan
penjajah dari bumi Indonesia dalam penjuangan dan Perang Kemerdekaan,
tanpa membedakan pandangan politik dan ideologi.

Kemelut pertentangan politik dan ideologi ini tidak terlepas dari struktur
politik Indonesia pada masa itu yang menganut sisem demokrasi liberal
dibawah Undang-Undang Dasar Sementara 1950, Berdasarkan UUDS 1950,
Perdana Menteri yang merupakan penanggung jawab tertinggi

216
pemerintahan sewaktu-waktu dapat dijatuhkan oleh parlemen yang terdiri
dari multipartai, sedangkan Sukarno sebagai presiden tidak dapat

Hal
dijatuhkan langsung oleh parlemen. Pada masa negosiasi pampasan perang
dengan Jepang, yang menjabat sebagai Perdana Menteri adalah Ir.
Djuanda, yang lebih dikenal sebagai seorang birokrat daripada politisi.
Kekuasaan politik pada waktu itu berada pada Perdana Menteri Djuanda,
dan Presiden Sukarno lebih sebagai simbol yang tidak mempunyai akses
langsung kepada parlemen maupun partai-partai politik. Dalam hal inilah
kebijakan presiden khususnya mengenai masalah penanganan pampasan

facebook.com/asncpns @asncpns
100% PAKET LKIT – 100% AKURAT

Paket LKIT 2016


perang dan penyelesaian Pemberontakan PRRI-Permesta mendapat banyak
tantangan, baik dari kalangan anggota parlemen maupun militer.

A.H Nasution dan Ahmad Yani yang berhasil memadamkan pemberontakan


PRRI-Permesta, mendukung Dekrit Presiden ini. Untuk mengamankan
pemberlakuan UUD 1945, untuk pertama kalinya wakil militer duduk dalam
Dewan Perwakilan Rakyat Gotong Royong (DPR GR) berdasarkan
penunjukan.

Presiden Sukarno pada bulan Februari 1957 melontarkan gagasan untuk


menghapuskan partai potitik dan menggantinya dengan golongan profesi
atau golongan fungsional di parlemen, dan menawarkan gagasan Demokrasi
Terpimpin, dengan Inti Demokrasi Terpimpin adalah Manipol dan Usdek.

Sebagai perwujudan dari gagasan ini presiden kemudian membentuk Dewan


Nasional berdasarkan Undang-Undang Darurat Nomor 7 Tahun 1957.

Berdasarkan undang-undang ini, unsur militer diikutkan dalam kabinet dan


Dewan Nasional, kemudian dalam Dewan Perancang Nasional (Depernas)
pada tahun 1958, merupakan cikal bakal terwujudnya gagasan politik
Sukarno yang melibatkan wakil-wakil militer dalam pemerintah dan proses
pembentukan kebijakan nasional.

Salah satu tugas dari Dewan Perancang Nasional adalah untuk


mengkoordinasikan proyek-proyek pemerintah yang diajukan sebagai
pampasan perang kepada Jepang. Dengan demikian, militer mempunyai

217
akses yang jelas dalam proses pengambilan kebijakan negara. Itulah
sebabnya proyek-proyek yang diajukan oleh kementerian veteran,

Hal
misalnya, termasuk yang diajukan oleh Pertamina adalah proyek-proyek
yang berkaitan dengan kebutuhan militer.

Presiden Sukarno bertekad untuk mengakhiri berlakunya UUDS 1950, dan


kembali pada UUD 1945. Tindakan ini diwujudkan dalam Dekrit Presiden 5
Juli 1959, yang berisi pembubaran Konstituante, pemberlakuan kembali
UUD 1945, dan tidak berlakunya UUDS 1950. Dekrit Presiden ini mendapat
dukungan kuat dari militer, karena militer “sudah jenuh” menyaksikan
pertikaian di parlemen yang meluas sebagai pertentangan massa di

facebook.com/asncpns @asncpns
100% PAKET LKIT – 100% AKURAT

Paket LKIT 2016


lapangan. Dekrit Presiden 5 Juli 1959 mengawali berlangsungnya masa
Demokrasi Terpimpin di Indonesia. Sementara itu, dalam perkembangan
selanjutnya, prinsip politik bebas aktif yang dipegang pemerintah Indonesia
dalam menjalin hubungan luar negeri yang telah dirintis sejak perang
kemerdekaan, pada Masa Demokrasi Terpimpin mulai condong bergerak ke
arah “kiri”.

1.3. Kondisi Ekonomi Pada Masa Liberal

a. Keadaan Ekonomi

Setelah penyerahan kedaulatan pada akhir tahun 1949, masalah


perekonomian yang dihadapi Indonesia telah berkembang semakin
kompleks.

Kondisi ekonomi di Indonesia pasca perang kemerdekaan masih


menunjukkan keadaan yang sangat memprihatinkan, karena masih
menyisakan permasalahan pelik sebagai dampak dari era sebelumnya, dan
munculnya permasalahan ekonomi yang baru sebagai akibat dari Konferensi
Meja Bundar (KMB).

Berikut ini adalah masalah-masalah yang dihadapi oleh bangsa Indonesia di


bidang ekonomi yang semakin bertambah rumit dan kompleks tersebut:
Pertama, belum terwujudnya kemerdekaan atau kedaulatan ekonomi.
Kondisi perekonomian Indonesia pasca pengakuan kedaulatan atau pasca

218
perang kemerdekaan sebagian besar masih dikuasai oleh asing. Memasuki
dekade 1950-an, sektor ekonomi modern Indonesia masih didominasi oleh

Hal
perusahaan-perusahaan milik Belanda.

Menghadapi situasi seperti itu, aspirasi para tokoh pemimpin Indonesia


memunculkan pandangan yang dikenal dengan “ekonomi nasional atau
nasionalisasi ekonomi”.

Namun, oleh karena kurang adanya persiapan dan perencanaan yang


matang, termasuk kurangnya koordinasi antar lembaga pemerintah dengan
baik, maka kebijakan nasionalisasi ekonomi yang diambil pemerintah

facebook.com/asncpns @asncpns
100% PAKET LKIT – 100% AKURAT

Paket LKIT 2016


Indonesia sebagian mengalami kegagalan. Kegagalan dalam upaya untuk
mewujudkan ekonomi nasional secepatnya, sebagian besar ditafsirkan oleh
para pemimpin Indonesia sebagai kegagalan mengatasi dominasi
perusahaan-perusahaan Belanda. Konferensi Meja Bundar yang
ditandatangani para pemimpin republik di Den Haag pada tahun 1949
memuat jaminan bahwa hak hak yang diberikan kepada modal asing akan
dihormati. Dengan hal itu berarti perusahaan-perusahaan Belanda tetap
mengendalikan sektor-sektor ekonomi yang utama.

Kedua, banyaknya sarana dan prasarana ekonomi yang hancur dan rusak
akibat perang dan kurang terawat. Akibat perang dan perjuangan secara
fisik, banyak sarana dan prasarana ekonomi yang rusak seperti: jalan,
jembatan, alat transportasi, alat komunikasi dan instalasi industri.
Kerusakan parah juga banyak terjadi di perkebunan, instalasi minyak,
pabrik dan lain-lain. Hal ini mengakibatkan lambatnya atau kemacetan
produksi dalam bidang industri.

Ketiga, pasca perang kemerdekaan terjadi pertumbuhan jumlah penduduk


Indonesia yang meningkat cukup tajam. Hal itu lebih dikarenakan salah
satunya faktor angka kematian (mortalitas) menurun, di sisi lain angka
kelahiran (fertilitas atau natalitas) bertambah. Pada tahun 1950
diperkirakan penduduk Indonesia sekitar 77,2 juta jiwa dan pada tahun
1955 meningkat menjadi 85,4 juta. Laju pertumbuhan penduduk yang
cepat berakibat pada kebutuhan impor makanan juga meningkat. Sejalan
dengan pertumbuhan penduduk kebutuhan akan lapangan kerja juga

219
meningkat. Sementara, pemerintah Indonesia tidak cukup banyak dana
untuk membuka lapangan kerja, akibatnya pengangguran terjadi dimana-

Hal
mana.

Oleh karena sebagian besar rakyat Indonesia pada waktu itu adalah petani
yang hidupnya banyak dipengaruhi oleh faktor alam dan sebagian besar
menganggur, akibatnya banyak rakyat Indonesia yang miskin atau melarat.

Pada tahun 1950-an, dengan kondisi ekonomi Negara yang sangat


memprihatinkan, sebagian rakyat Indonesia berada dlam garis kemiskinan,
maka sebagian besar mereka sulit memperoleh makanan yang cukup,

facebook.com/asncpns @asncpns
100% PAKET LKIT – 100% AKURAT

Paket LKIT 2016


akibatnya badannya kurus dan kesehatan mereka terganggu. Dengan
kondisi semacam itu, maka mereka dalam bekerja akan berkurang
kualitasnnya, produktifitas terganggu sehingga produktifitas ekonomi
mereka kecil. Dengan produktifitas kerja yang sangat kurang maka
pendapatan akan semakin kecil juga. Selanjutnya, apabila ada kebutuhan
yang mendadak tentu akan semakin sulit memenuhinya dan bertambah
sengsara atau menderita karena kemelaratan tersebut.

Keempat, utang negara meningkat dan inflasi cukup tinggi. Setelah


pengakuan kedaulatan, ekonomi Indonesia tidak kunjung stabil. Hal itu
ditandai dengan meningkatnya utang negara dan meningginya tingkat
inflasi. Meskipun penyebab inflasi dalam sejarah perekonomian Indonesia
disebabkan oleh factor yang berbeda, tetapi dalam kasus inflasi pada kurun
waktu pasca perang kemerdekaan hingga tahun 1958 pun, sebagian besar
disebabkan oleh adanya defisit Anggaran Belanja Negara.

Kelima, Indonesia mengalami defisit dalam perdagangan internasional.


Pada tahun 1950-an, perdagangan internasional Indonesia menurun. Hal ini
disebabkan Indonesia belum memiliki barang-barang ekspor selain hasil
perkebunan. Padahal sarana dan produktivitas perkebunan telah merosot
akibat berbagai kerusakan. Untuk dapat meningkatkan produksi,
diperlukan alat-alat dan sumber produksi. Sementara sebagian besar
sarana dan prasarana ekonomi dan alat-alat produksi mengalami kerusakan
dan kehancuran, maka dari itu produksi berkurang. Akibat produk industri
berkurang maka komoditas yang akan diperdagangkan atau diekspor juga

220
berkurang dan pada akhirnya Indonesia sering mengalami defisit dalam
perdagangan internasional.

Hal
Dengan kondisi ekonomi Indonesia yang hampir selalu defisit dalam
perdagangan internasional, menyebabkan Indonesia sulit untuk mengimpor
alat-alat produksi. Sementara, untuk mengurangi atau menghilangkan
defisit paling tidak diperlukan penghematan atau menekan pengeluaran
pemerintah atau memperbesar pajak. Dengan demikian, berarti menekan
kinerja pemerintah dan disisi lain menekan pengusaha, yang pada
gilirannya mempersulit baik usaha pemerintah maupun para pengusaha.

facebook.com/asncpns @asncpns
100% PAKET LKIT – 100% AKURAT

Paket LKIT 2016


Kondisi semacam itu tentu memperparah perusahaan maupun industri dan
menimbulkan penyerapan tenaga kerja berkurang dan pengangguran
bertambah. Maka, kondisi ekonomi yang demikian lesu menambah
rumitnya persoalan, mengakibatkan kondisi ekonomi semakin sulit, dan
pendapatan pajak pun berkurang dan kondisi keuangan pemerintah tetap
defisit.

Keenam, kekurangan tenaga ahli untuk membangun ekonomi nasional.


Pada awal pengakuan kedaulatan, perusahaan-perusahaan yang ada masih
merupakan milik Belanda. Demikian juga tenaga ahlinya. Tenaga ahli masih
dari Belanda, sedang tenaga Indonesia hanya tenaga kasar. Oleh karena itu
Mr. Iskaq Tjokroadisuryo melakukan kebijakan Indonesianisasi. Kebijakan
ini mendorong tumbuh dan berkembangnya pengusaha swasta nasional.
Adapun langkahnya adalah dengan mewajibkan perusahaan asing
memberikan latihan kepada tenaga-tenaga orang Indonesia.

Ketujuh, rendahnya penanaman modal asing (PMA). Penyebab rendahnya


PMA salah satunya adalah masalah gangguan keamanan dan konflik dengan
Belanda berkaitan dengan Irian Barat yang tidak kunjung selesai. Akibat
konflik Irian Barat kondisi politik tidak stabil. Bangsa Indonesia banyak
melakukan nasionalisasi perusahaan-perusahaan milik Belanda. Sebagai
dampak nasionalisasi, investasi asing mulai berkurang. Investor asing tidak
berminat menanamkan modalnya di Indonesia. Para pemimpin nasional
Indonesia yang berpandangan pragmatis menyadari bahwa modal asing
harus dapat ditarik ke Indonesia untuk mengembangkan potensi sumber

221
daya alam yang tersedia dan perindustrian yang modern. Untuk itu maka
pada tahun 1953 pemerintah Indonesia menyusun suatu Rancangan Undang-

Hal
Undang Penanaman Modal Asing (RUU PMA) yang setelah melalui proses
pembahasan yang cukup lama, akhirnya RUU PMA tersebut disetujui
parlemen pada tahun 1958 disertai berbagai amandemen. Masalah jangka
pendek yang harus diselesaikan oleh pemerintah adalah: (a) mengurangi
jumlah uang yang beredar dan (b) mengatasi kenaikan biaya hidup.
Sedangkan masalah jangka panjang adalah pertambahan penduduk dan
tingkat hidup yang rendah. Dari sisi moneter defisit pemerintah sebagian
berhasil dikurangi dengan pinjaman pemerintah pada 20 Maret 1950.

facebook.com/asncpns @asncpns
100% PAKET LKIT – 100% AKURAT

Paket LKIT 2016


Jumlah itu didapat dari pinjaman wajib sebesar Rp 1,6 Milyar. Kemudian
dengan kesepakatan Sidang Menteri Uni Indonesia-Belanda, diperoleh
kredit sebesar Rp 200.000.000,- dari negeri Belanda. Pada 13 Maret 1950
di bidang perdagangan diusahakan untuk memajukan ekspor dengan sistem
sertifikat devisa. Tujuan pemerintah adalah untuk merangsang ekspor.
Keadaan sedikit membaik tahun 1950. Eksporindonesia menjadi 187% pada
bulan April 1950, 243% pada bulan Mei atau sejumlah $ 115 juta.

Selain itu diupayakan mencari kredit dari luar negeri terutama untuk
pembangunan prasarana ekonomi. Menteri Kemakmuran Ir. Djuanda
berhasil mendapatkan kredit dari Exim Bank of Washington sejumlah $
100.000.000. Dari jumlah tersebut direalisasi sejumlah $ 52.245.000.
Jumlah ini untuk membangun proyek-proyek pengangkutan automotif,
pembangunan jalan, telekomunikasi, pelabuhan, kereta api, dan
perhubungan udara. Namun demikian sejak 1951 penerimaan pemerintah
mulai berkurang lagi, karena menurunnya volume perdagangan
internasional. Indonesia dengan ekonomi agrarianya memang tidak
memiliki barang-barang ekspor lain kecuali hasil perkebunan.

Upaya perbaikan ekonomi secara intensif diawali dengan Rencana Urgensi


Perekonomian (1951) yang disusun Prof. Dr. Soemitro Djojohadikusumo di
masa Kabinet Natsir. Sasaran utamanya adalah industrialisasi. Setahun
kemudian, pada zaman Kabinet Sukiman, pemerintah membentuk Biro
Perancang Negara yang berturut-turut dipimpin oleh Prof. Dr. Soemitro
Djojohadikusumo, Ir. Djuanda, dan Mr. Ali Budiardjo. Pada tahun 1956

222
badan ini menghasilkan suatu Rencana Pembangunan Lima Tahun (1956 –
1960) dan untuk melaksanakannya, Ir. Djuanda diangkat sebagai Menteri

Hal
Perancang Nasional. Pembiayaan RPLT ini diperkirakan berjumlah Rp 12,5
Milyar, didasarkan harapan bahwa harga barang dan upah buruh tidak
berubah selama lima tahun. Ternyata harga ekspor bahan mentah
Indonesia merosot. Hal ini mendorong pemerintah untuk melaksanakan
nasionalisasi terhadap perusahaan-perusahaan milik Belanda di Indonesia
pada bulan Desember 1957.

facebook.com/asncpns @asncpns
100% PAKET LKIT – 100% AKURAT

Paket LKIT 2016


Sementara itu, ketegangan politik yang timbul akibat pergolakan daerah
ternyata tidak dapat diredakan dan untuk menanggulanginya diperlukan
biaya yang besar, sehingga mengakibatkan meningkatnya defisit. Padahal
ekspor justru sedang menurun. Situasi yang memburuk ini berlangsung
terus sampai tahun 1959. Dalam bidang ekonomi satu fenomena moneter
yang paling terkenal pada periode ini adalah pemotongan mata uang rupiah
menjadi dua bagian. Pengguntingan uang ini terkenal dengan sebutan
“gunting Syafrudin”. Tujuan dari pengguntingan uang ini adalah untuk
menyedot jumlah uang beredar yang terlalu banyak, menghimpun dana
pembangunan dan untuk menekan defisit anggaran belanja.

b. Upaya Membangun Pengusaha Nasional

Sejak awal kemerdekaan telah ditempuh upaya untuk membangkitkan


suatu golongan pengusaha nasional yang tangguh. Pemikiran ke arah itu
dipelopori oleh Prof. Dr. Soemitro Djojohadikusumo yang berpendapat
bahwa bangsa Indonesia harus selekas mungkin memiliki suatu golongan
pengusaha. Para pengusaha bangsa Indonesia yang pada umumnya
bermodal lemah, perlu diberi kesempatan untuk berpartisipasi dalam
membangun ekonomi nasional. Pemerintah hendaknya membantu dan
membimbing para pengusaha itu, terutama pendidikan konkret atau
dengan bantuan pemberian kredit. Apabila usaha ini berhasil, secara
bertahap pengusaha bangsa Indonesia akan bangkit sehingga struktur

223
ekonomi colonial berangsur-angsur akan berubah.

Gagasan Soemitro itu dilaksanakan oleh Kabinet Natsir (September 1950 –

Hal
April 1951) ketika ia menjabat sebagai Menteri Perdagangan. Program ini
terkenal dengan sebutan Program Benteng (Gerakan Benteng/Benteng
Group) yang dimulai pada bulan April 1950. Selama tiga tahun (1950-1953)
kurang lebih 700 perusahaan bangsa Indonesia telah mendapat kredit
bantuan dari Program Benteng Ini. Langkah-langkah lain dalam
menumbuhkan dunia usaha nasional antara lain adalah mewajibkan
perusahaan-perusahaan asing untuk memberikan latihan-latihan dan
tanggung jawab kepada tenaga-tenaga bangsa Indonesia agar mereka dapat

facebook.com/asncpns @asncpns
100% PAKET LKIT – 100% AKURAT

Paket LKIT 2016


menduduki jabatan-jabatan staf, mendirikan perusahaan-perusahaan
negara, menyediakan kredit dan lisensi bagi usaha-usaha swasta nasional,
dan memberikan perlindungan pada perusahaan-perusahaan itu agar
mampu bersaing dengan perusahaan-perusahaan asing di Indonesia.

1.4. Dekrit Presiden 5 Juli 1959

Di dalam sidang konstituante menetapkan Undang-Undang Dasar 1945


kembali menjadi Undang-undang Republik Indonesia yang tetap. Hal ini
menunjukkan bahwa konstituante dianggap tidak mampu bekerja lagi.
Krisis politik pun semakin merajalela dan partai-partai tidak dapat
mengatasinya sehingga negara benar-benar dalam keadaan gawat.

Untuk menjaga kesatuan dan persatuan bangsa, dicapailah kesepakatan


antara presiden, kabinet, dewan nasional, wakil-wakil partai, dan
pimpinan TNI untuk kembali ke UUD 1945. Ini adalah jalan yang terbaik
untuk mengatasi krisis nasional. Akhirnya Presiden Soekarno mengeluarkan
dekrit pada tanggal 5 Juli 1959 yang isinya sebagai berikut: 1. Pembubaran
Konstituante; 2. Berlakunya kembali UUD 1945; dan 3. Tidak berlakunya
UUDS 1950 Dekrit Presiden itu juga menetapkan pembentukan Majelis
Permusyawaratan Rakyat Sementara (MPRS), Dewan Permusyawaratan
Rakyat Sementara (DPRS), dan Dewan Perancang Nasional (Deparnas).
Dekrit yang kemudian dikenal dengan nama Dekrit Presiden 5 Juli 1959 ini
mengawali Masa Demokrasi Terpimpin dalam pemerintahan Republik

224
Indonesia.

Hal

facebook.com/asncpns @asncpns
100% PAKET LKIT – 100% AKURAT

Paket LKIT 2016


2. LATIHAN

1. Apa yang dimaksud dengan Sistem Demokrasi Parlementer ?


2. Sebutkan rencana kerja Kabinet Ali Sastroamidjojo II (1956 – 1957) !
3. Sebutkan empat partai terbesar pemenang Pemilu 1955 !
4. Sebutkan isi Konsepsi Presiden, Februari 1957 !
5. Sebutkan masalah ekonomi jangka pendek yang harus diselesaikan
pemerintah setelah pengakuan kedaulatan 27 Desember 1949 !
6. Sebutkan apa saja isi dari Dekrit Presiden 5 Juli 1959 !
7. Mengapa Presiden Soekarno tidak senang dengan dijalankannya UUDS
1950?
8. Bagaimana keadaan ekonomi Indonesia pada Masa Demokrasi Liberal?

3. RANGKUMAN

 Demokrasi Liberal, sistem politik yang bersendikan pada asas-asas


liberalisme. Masa liberalisme sering juga disebut dengan masa
Kabinet Parlementer. Parlementer adalah kabinet yang
pemerintahannya sehari-hari dipegang oleh seorang Perdana Menteri.
 Di Indonesia sistem Demokrasi Liberal berlangsung sejak tahun 1950
saat NKRI masih menggunakan UUDS 1950 sampai tahun 1959 saat
dikeluarkannya Dekrit Presiden 5 Juli 1959.
 Pada masa demokrasi liberal, konflik partai sering terjadi sehingga
masa ini diwarnai dengan jatuh bangunnya kabinet.

225
 Jatuh bangunnya kabinet pada masa Demokrasi Liberal disebabkan
karena adanya konflik antara partai politik.

Hal
 Selama masa Demokrasi Liberal yang menggunakan UUDS 1950 telah
terjadi tujuh kali pergantian kabinet, antara lain: Kabinet Natsir
(September 1950 – Maret 1951), Kabinet Sukiman (April 1951 –
Februari 1952), Kabinet Wilopo (April 1952 – Juni 1953), Kabinet Ali
Sastroamidjojo I (Agustus 1953 – Juli 1955), Kabinet Burhanuddin
Harahap (Agustus 1955 – Maret 1956), Kabinet Ali Sastromidjojo II
(Maret 1956 – Maret 1957) dan Kabinet Djuanda (Maret 1957 – Juli
1959).

facebook.com/asncpns @asncpns
100% PAKET LKIT – 100% AKURAT

Paket LKIT 2016

 Isi dari Konsepsi Presiden, antara lain: Pertama, Sistem Demokrasi


Parlementer model Barat tidak sesuai dengan Kepribadian Indonesia,
oleh karena itu harus diganti dengan Sistem Demokrasi Terpimpin.
Kedua, Dibentuknya Kabinet Gotong-Royong yang terdiri dari wakil-
wakil semua partai (4 partai besar pemenang pemilu: PNI, Masyumi,
NU dan PKI) ditambah dengan golongan fungsional; dan Ketiga,
Dibentuknya Dewan Nasional yang kemudian bernama Dewan
Pertimbangan Agung Sementara (DPAS), yang beranggotakan wakil-
wakil partai dan golongan fungsional dalam masyarakat. Dewan ini
berfungsi memberi nasehat kepada kabinet baik diminta atau tidak.
 Namun, pada kenyataan, dalam pelaksanaan Konsepsi Presiden ini
menimbulkan perdebatan dalam mayarakat, terutama di kalangan
tokoh masyarakat maupun politisi. Bahkan, Hatta yang pada waktu
itu sudah mengundurkan diri dari jabatan Wakil Presiden juga ikut
mengkritisi Konsepsi Presiden tersebut. Partai-partai politik seperti:
Masyumi, NU, PSII, Katholik dan PRI menolak konsepsi ini dan
berpendapat bahwa merubah susunan ketatanegaraan secara radikal
hendaknya diserahkan kepada Konstituante.
 Di antara partai-partai besar hanya PNI dan PKI yang setuju. Masyumi
sama sekali menolaknya. Bahkan NU yang tradisional, bersifat
oportunis dan lebih cenderung bersekutu dengan PNI daripada bekas
teman separtai Islamnya Masyumi, akan tetapi, kali ini NU tegas
menolak dimasukkannya PKI ke dalam pemerintahan.
 Pada tanggal 14 Maret 1957, selang sekitar satu setengah jam setelah

226
Kabinet Ali Sastroamidjojo II mengundurkan diri, suhu politik semakin
memanas. Presiden kemudian mengumumkan keadaan darurat

Hal
perang, Staat van Oorlog en Beleg (SOB) bagi seluruh wilayah
Indonesia. Pernyataan Presiden tersebut kemudian disusul dengan
dikeluarkannya perintah Harian Presiden sebagai Panglima Tertinggi
Angkatan Perang. Segera sesudah itu Gabungan Kepala Staf (GKS) dan
Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) mengeluarkan perintah Harian.
Baik GKS maupun KSAD menyatakan bahwa Konsepsi Presiden itu
dikeluarkan untuk mengatasi keadaan yang tidak stabil di dalam
negara.

facebook.com/asncpns @asncpns
100% PAKET LKIT – 100% AKURAT

Paket LKIT 2016

 Presiden Sukarno menunjuk dirinya sendiri sebagai formatur dan


kabinet yang berhasil disusunnya ialah kabinet yang dipimpin oleh Ir.
Djuanda, seorang nonpartai, sebagai Perdana Menteri, dengan wakil-
wakil Perdana Menteri masing-masing dari PNI, NU dan Parkindo.
Kabinet yang dilantik pada tanggal 9 April 1957 dikenal dengan nama
Kabinet Karya. Kabinet ini dapat dikatakan sebagai kabinet yang
merintis jalan ke arah era atau kondisi Demokrasi Terpimpin yang
diinginkan atau diharapkannya dalam rangka pelaksanaan UUD 1945
kembali. Ia berharap, dengan kembalinya pelaksanaan sistem
pemerintahan berdasarkan UUD 1945, maka kekuasaan menjalankan
pemerintahan akan ada di tangannya. Dengan demikian, kekuasaan
dan kedudukan Presiden dalam menjalankan pemerintahan akan
kembali menjadi lebih kuat.
 Karena adanya kemelut berkepanjangan yang terjadi di dalam
konstituante, sidang konstituante tanggal 21 April 1959 yang
menemui kegagalan, maka Presiden Sukarno
menganjurkan/mengeluarkan dekrit untuk kembali ke UUD 1945
karena Konstituante dianggap gagal membuat UUD. Peristiwa pada
tanggal 5 Juli 1959 ini kemudian dikenal dengan Dekrit Presiden 5 Juli
1959.

227
Hal

facebook.com/asncpns @asncpns
100% PAKET LKIT – 100% AKURAT

Paket LKIT 2016


A. PILIHAN BENAR – SALAH

Jawablah pernyataan di bawah ini dengan memberikan tanda silang (X)

pada huruf B jika benar atau huruf S jika salah.

1. B – S
Kabinet liberal biasa juga disebut kabinet parlementer. Kabinet
parlementer artinya adalah kabinet yang pemerintahannya langsung
di bawah Presiden.
Jawab: (S)
2. B – S
Jatuh bangunnya kabinet pada masa demokrasi liberal disebabkan
adanya konflik antar partai politik yang berkepanjangan.
Jawab: (B)
3. B – S
Salah satu prestasi kabinet Ali Sastroamidjojo adalah
diselenggarakannya Konfrensi Asia-Afrika (KAA) yang berlangsung
pada bulan April 1955.
Jawab: (B)
4. B – S
Pemilihan Umum pertama di Indonesia pada tahun 1955
diselenggarakan pada masa kabinet Ali Sastroamidjojo.
Jawab: (S)
5. B – S

228
Pemenang Pertama Pemilu tahun 1955 adalah Partai Masyumi.
Jawab: (S)

Hal
6. B – S
Pada tanggal 10 Februari 1958 Ketua Dewan Banteng mengeluarkan
ultimatum agar kabinet Juanda dibubarkan.
Jawab: (B)
7. B – S
Kemerosotan ekonomi pada tahun 1957 salah satunya disebabkan
karena daerah di luar Jawa banyak mengalami pergolakan seperti
munculnya pemberontakan Permesta dan PRRI Sumatera Barat.

facebook.com/asncpns @asncpns
100% PAKET LKIT – 100% AKURAT

Paket LKIT 2016


Jawab: (B)
8. B – S
Persaingan bebas salah satu kegagalan pelaksanaan Demokrasi
Liberal di Indonesia karena konflik partai politik yang
berkepanjangan.
Jawab: (B)
9. B – S
Dekrit Presiden 5 Juli 1959 adalah tujuan utama dari pelaksanaan
Demokrasi Terpimpin di Indonesia.
Jawab: (S)
10. B – S
Dekrit Presiden 5 Juli 1959 bertujuan mengembalikan pelaksanaan
UUD 1945 dan tidak berlakunya lagi UUDS 1950.
Jawab: (B)

229
Hal

facebook.com/asncpns @asncpns
100% PAKET LKIT – 100% AKURAT

Paket LKIT 2016


B. PILIHAN GANDA

Pilihlah jawaban yang paling benar dengan memberikan tanda silang (X)

pada huruf a, b, c, atau d.

1. Di Indonesia sistem Demokrasi Liberal berlangsung pada masa :


a. Tahun 1950 sampai tahun 1959
b. Tahun 1950 sampai tahun 1960
c. Tahun 1950 sampai tahun 1961
d. Tahun 1950 sampai tahun 1962
2. Masa Liberal di Indonesia biasa pula disebut masa kabinet
parlementer. Kabinet parlementer adalah :
a. Kabinet yang pemerintahan sehari-hari dipegang oleh Parlemen
b. Kabinet yang pemerintahan sehari-hari dipegang oleh seorang
Perdana Menteri
c. Kabinet yang pemerintahan sehari-hari dipegang oleh Presiden
d. Kabinet yang pemerintahan sehari-hari dipegang oleh Wakil
Presiden
3. Pada masa Demokrasi Liberal sering terjadi pergantian kabinet. Hal
ini terjadi terutama karena :
a. Para menteri dalam kabinet banyak yang melakukan korupsi
b. Sering terjadi konflik di antara partai-partai politik
c. Sering terjasi konflik di antara para menteri dalam cabinet
d. Terjadinya perbedaan pendapat antara kabinet dengan presiden

230
4. Peristiwa yang dikenal dengan “peristiwa 17 Oktober 1952”, yaitu:
a. Desakan dari pihak-pihak tertentu agar Presiden segera

Hal
membubarkan DPRS yang tidak mencerminkan keinginan rakyat
b. Desakan dari pihak-pihak tertentu agar Presiden segera
membentuk parlemen baru dari luar partai politik
c. Desakan dari pihak-pihak tertentu agar Presiden segera
membubarkan Parlemen yang tidak mencerminkan keinginan
rakyat
d. Desakan dari pihak-pihak tertentu agar Presiden segera
membubarkan MPRS yang tidak mencerminkan keinginan rakyat

facebook.com/asncpns @asncpns
100% PAKET LKIT – 100% AKURAT

Paket LKIT 2016


5. Konferensi Asia Afrika di Bandung pada bulan April 1955, adalah pada
masa kabinet :
a. Djuanda
b. Wilopo
c. Burhanuddin Harahap
d. Ali Sastroamidjojo
6. Kabinet Ali Sastroamidjojo harus meletakkan jabatan sebelum dapat
melaksanakan tugas utamanya yaitu pemilu, alasannya karena:
a. Pimpinan TNI-AD menolak pimpinan baru yang diangkat Menteri
Pertahanan.
b. Partai Nasional Indonesia menentang kebijakannya mengenai Irian
Jaya
c. Partai Nasional Indonesia menentang penandatanganan program
bantuan Amerika Serikat kepada pemerintah RI
d. Daerah-daerah makin tidak percaya kepada pemerintah pusat
7. Beberapa keberhasilan yang dicapai pada masa Kabinet Burhanudin
(1955-1956) adalah sebagai berikut, kecuali :
a. Melaksanakan pemilihan umum
b. Menyelesaikan masalah TNI-AD dengan diangkatnya kembali Kol.
A.H. Nasution sebagai KASAD pada bulan Oktober 1955
c. Berusaha mengadakan perundingan dengan Belanda mengenai soal
Irian Barat (Papua Barat)
d. Menyelenggarakan Konferensi Asia Afrika (KAA) di Bandung dalam
bulan April 1955

231
8. Rencana kerja yang disebut rencana lima tahun pada masa Kabinet
Ali Sastroamidjojo II antara lain sebagai berikut, kecuali :

Hal
a. Perjuangan untuk mengembalikan Irian Barat dalam wilayah RI
b. Mengusulkan perbaikan nasib buruh
c. Mengembangkan hubungan bilateral dengan negara sahabat
d. Pembentukan Dewan Ekonomi Nasional
9. Masalah-masalah baru yang timbul pada saat Kabinet Ali
Sastroamidjojo II sedang menjalankan program-programnya antara
lain sebagai berikut kecuali :

facebook.com/asncpns @asncpns
100% PAKET LKIT – 100% AKURAT

Paket LKIT 2016


a. Kegagalan dalam memaksa pihak Belanda agar menyerahkan Irian
Barat dan pembatalan perjanjian KMB
b. Berkembangnya masalah anti Cina di kalangan rakyat yang tidak
senang melihat kedudukan istimewa golongan ini dalam
perdagangan, sehingga perkelahian dan pengrusakan terjadi di
beberapa kota
c. Di beberapa daerah timbul perasaan tidak puas terhadap
pemerintah pusat yang menimbulkan terjadinya pergolakan di
beberapa daerah
d. Rakyat menderita kelaparan dan berbagai penyakit akibat sulitnya
mendapatkan bahan makan pokok dan obat-obatan
10. Masalah jangka pendek dalam bidang ekonomi pada masa
demokrasi liberal yang timbul adalah :
a. Mengurangi jumlah uang yang beredar dan mengatasi kenaikan
biaya hidup
b. Memenuhi kebutuhan rakyat berupa pakaian dan makanan pokok
c. Pertambahan penduduk dan tingkat hidup yang rendah
d. Melunasi hutang luar neger
11. Upaya perbaikan ekonomi secara intensif diawali dengan Rencana
Urgensi Perekonomian (1951) pada masa Kabinet Natsir disusun oleh:
a. Ali Sastroamidjojo
b. Prof. Dr. Soemitro Djojohadikusumo
c. Ir. Djuanda
d. Mr. Ali Budiardjo

232
12. Pemotongan mata uang rupiah menjadi dua bagian (Gunting
Syafrudin) bertujuan sebagai berikut, kecuali :

Hal
a. Untuk menyedot jumlah uang beredar yang terlalu banyak
b. Menyatakan bahwa uang yang digunting tersebut tidak berlaku lagi
c. Menghimpun dana pembangunan
d. Untuk menekan defisit anggaran belanja
13. Gagasan Soemitro untuk membangkitkan suatu golongan
pengusaha nasional yang tangguh ketika ia menjabat sebagai Menteri
Perdagangan pada Kabinet Natsir (September 1950 – April 1951)
disebut :

facebook.com/asncpns @asncpns
100% PAKET LKIT – 100% AKURAT

Paket LKIT 2016


a. Program Benteng
b. Program Banteng
c. Program Bentang
d. Program Bintang
14. Akibat krisis politik semakin merajalela dan partai-partai tidak
dapat mengatasinya sehingga negara dalam keadaan gawat, Presiden
Soekarno mengeluarkan dekrit pada tanggal 5 juli 1959 yang isinya
sebagai berikut kecuali :
a. Pembubaran Konstituante
b. Pembubaran Kabinet Djuanda
c. Berlakunya kembali UUD 1945
d. Tidak berlakunya UUDS 1950
15. Dekrit Presiden 5 Juli 1959 juga menetapkan pembentukan sebagai
berikut, kecuali :
a. Majelis Permusyawaratan Rakyat Sementara (MPRS)
b. Dewan Perwakilan Rakyat Sementara (DPRS)
c. Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres)
d. Dewan Perancang Nasional (Deparnas)

233
Hal

facebook.com/asncpns @asncpns
100% PAKET LKIT – 100% AKURAT

Paket LKIT 2016

BAB 5
MASA DEMOKRASI TERPIMPIN TAHUN
1959 - 1965
INDIKATOR KEBERHASILAN

i. Memahami tentang kondisi politik masa demokrasi terpimpin.


ii. Memahami tentang kondisi ekonomi masa demokrasi terpimpin.
iii. Memahami tentang gerakan 30 September/PKI.

Pengertian demokrasi “terpimpin” adalah demokrasi “kerakyatan yang


dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan”.
Atau dengan kata lain kedaulatan (kekuasan) berada di tangan rakyat dan
dilakukan sepenuhnya oleh Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR).
Namun, dalam pelaksanaannya Demokrasi Terpimpin diartikan sebagai
“Demokrasi” yang dipimpin oleh satu orang (presiden), sehingga terjadi
pemusatan kekuasaan pada presiden (power upon presiden) dan akhirnya
terjadilah kultus individu (pengagungan pada diri seseorang, dalam hal ini
Presiden Soekarno).

Masa Demokrasi Terpimpin diawali dengan adanya Dekrit Presiden 5 Juli


1959. Dikeluarkannya dekrit tersebut disebabkan karena ketidakmampuan
Konstituante untuk menyusun Undang-Undang Dasar yang baru bagi Negara

234
Kesatuan Republik Indonesia. Padahal, sejak tahun 1956, Presiden
Soekarno sangat berharap dari kinerja Konstituante hasil Pemilu 1955 yang

Hal
beranggotakan 542 orang untuk menghasilkan UUD yang diharapkan, yang
baik, yang sesuai dengan kepentingan sebagian besar rakyat Indonesia.

Namun demikian, sumber lain mengungkapkan bahwa Dekrit Presiden


keluar karena Presiden Sukarno tidak menyukai sistem politik Demokrasi
Liberal di bawah UUDS 1950, karena sistem ini dirasakan telah membatasi
atau membelenggu kekuasaannya. Ia merasa peranan politik yang
dimainkannya sesuai kedudukannya sebagai Presiden terkungkung atau
terbelenggu oleh ketentuan-ketentuan yang diatur dalam UUDS 1950.

facebook.com/asncpns @asncpns
100% PAKET LKIT – 100% AKURAT

Paket LKIT 2016


Situasi seperti itu dirasakan tepat baginya untuk melepaskan diri dari
pembatasan-pembatasan yang ditimpakan kepadanya sebagai Presiden
berdasarkan konstitusi. Dengan kembalinya sistem kehidupan bernegara
menggunakan UUD 1945, maka kekuasaan presiden semakin kuat karena
adanya pasal di dalam konstitusi yang mengatur “hak prerogatif presiden”
atau hak istimewa. Pada masa ini banyak keputusan-keputusan penting
Negara yang didasarkan atas penilaian, pertimbangan, pemikiran dan
kemauan Presiden daripada keputusan yang didasarkan atas musyawarah
dalam parlemen.

Oleh karena itu tidak heran apabila ada beberapa sejarawan yang
mengungkapkan bahwa Demokrasi Terpimpin yang dijalankan tidak lagi
berdasarkan keinginan luhur bangsa Indonesia yang berlandaskan pada
falsafah dan ideologi Pancasila sebagai pedomannya, melainkan didasarkan
kepada keinginan-keinginan atau ambisi-ambisi politik Presiden Soekarno.

Setelah Presiden Sukarno mengeluarkan Dekrit, 5 Juli 1959, yang


selanjutnya, dengan kekuasaan penuhnya Beliau mengeluarkan beberapa
konsep pemikiran yang dianggap “radikal” yang justru menambah
ketegangan terhadap Barat. Beberapa konsep pemikiran yang dianggap
“radikal” itu seperti: 1. Penemuan Kembali Revolusi Kita (17 – 8 – 1959)
yang kemudian dikenal sebagai Manipol; Dalam perkembangan selanjutnya,
Manipol disandingkan dengan “implementasi” dari Demokrasi Terpimpin.
Semua pilar kehidupan bernegara (UUD 1945-Sosialisme-Demokrasi-
Kepribadian Bangsa/Pancasila) dirumuskan dalam satu istilah “USDEK”

235
sehingga menjadi Manipol-USDEK. 2. Jalannya Revolusi Kita (Jarek; 17 – 8 –
1960), perlunya persatuan unsur nasionalis, agama dan komunis (Nasakom);

Hal
meningkat lagi pada konsep baru yaitu, 3. Revolusi- Sosialisme-Pimpinan
(Resopim; 17 – 8 – 1961).

Pada tahun ini pula, berkaitan dengan masalah Irian Barat yang belum
selesai Beliau mencetuskan Tri Kora (19 – 12 – 1962 ); kemudian, 4. Tahun
Kemenangan (Takem; 17 – 8 – 1962); 5. Menggemakan Genta Suara Revolusi
(Gesuri; 17 – 8 – 1963); 6. Tahun Vivere Pericoloso (TAVIP; 17 – 8 – 1964)

facebook.com/asncpns @asncpns
100% PAKET LKIT – 100% AKURAT

Paket LKIT 2016


dan lain-lain, yang tiada selesai-selesainya, yang semua itu justru
memperkuat tesis Presiden Sukarno bahwa “Revolusi Belum Selesai”.

1.1. Kondisi Politik Masa Demokrasi Terpimpin

Demokrasi Terpimpin –pada hakekatnya- adalah suatu demokrasi yang tidak


didasarkan atas paham liberalisme, sosialisme, fasisme dan komunisme,
akan tetapi suatu paham demokrasi yang didasarkan kepada keinginan-
keinginan luhur bangsa Indonesia seperti yang tercantum di dalam
Pembukaan UUD 45 yaitu mencapai masyarakat adil dan makmur yang
penuh dengan kebahagiaan material dan spiritual sesuai dengan cita-cita
proklamasi 17 Agusturs 1945.

Dengan dikeluarkannya “Dekrit Presiden”, Kabinet Karya dibubarkan dan


diganti dengan Kabinet Kerja yang langsung dipimpin oleh Presiden
Soekarno.

Presiden sekaligus bertindak sebagai perdana menteri, sedang Ir. Djuanda


diangkat sebagai menteri pertama. Program pokok kabinet meliputi
penyelesaian masalah keamanan dalam negeri, pembebasan Irian Barat dan
masalah sandang pangan. Pada periode ini Presiden Soekarno hampir
memegang seluruh kekuasaan. Presiden menciptakan sistem politik yang
dinamakan Demokrasi Terpimpin. Presiden kemudian mengeluarkan
Penetapan No. 7 Tahun 1959 untuk mengatur kehidupan partai politik di

236
Indonesia, yang antara lain menyebut bahwa hanya partai-partai yang
dapat menerima Pancasila yang akan diberi hak hidup.

Hal
Partai Masyumi dan PSI dibubarkan karena ada tokoh-tokohnya yang
dianggap terlibat PRRI/Permesta. Lembaga-lembaga tertinggi negara
diubah oleh Presiden. DPR dan MPR dibentuk tanpa melalui pemilu dengan
nama DPR Gotong Royong dan MPR Sementara. Selain itu dibentuk pula
lembaga-lembaga inkonstitusional seperti Front Nasional yang bertujuan
memperjuangkan cita-cita Proklamasi dan cita-cita yang terkandung dalam
UUD 1945 serta Depernas (Dewan Perancang Nasional) yang bertugas
merancang pembangunan nasional.

facebook.com/asncpns @asncpns
100% PAKET LKIT – 100% AKURAT

Paket LKIT 2016


Dalam masa Demokrasi Terpimpin ada kekuatan politik waktu itu terpusat
di tangan Presiden Soekarno dengan TNI-AD dan PKI disampingnya. TNI
sejak keberhasilannya dalam menumpas pemberontakan PRRI-Permesta
pada tahun 1958 muncul dalam arena politik. Pimpinan TNI mendukung
sepenuhnya diberlakukannya kembali UUD 1945. TNI Angkatan Darat selalu
berusaha agar Demokrasi Terpimpin tidak berubah menjadi kediktatoran.
Wadah organisasi TNI AD adalah Golongan Karya. Sedangkan PKI yang sejak
tahun 1952 bangkit kembali setelah ditumpas dalam pemberontakan
Madiun (1948), dengan menerima PenPres No. 7/1959 partai ini mendapat
tempat dalam tatanan politik. Kemudian dengan menyokong gagasan
NASAKOM (Nasionalisme – Agama – Komunisme) dari Presiden, PKI dapat
memperkuat kedudukannya dan berusaha menyaingi TNI.

Pada tanggal 17 Agustus 1959 Presiden Soekarno mengucapkan pidato yang


berjudul “Penemuan Kembali Revolusi Kita” (Rediscovery of Our
Revolution). Pidato itu merupakan penjelasan dan pertanggungjawaban
atas Dekrit 5 Juli 1959 serta kebijaksanaan Presiden dalam mencanangkan
sistem Demokrasi Terpimpin.

DPAS mengusulkan agar pidato Presiden tersebut dijadikan Garis-Garis


Besar Haluan Negara dan dinamakan Manipol (Manifesto Politik). Usul
tersebut kemudian diterima oleh MPRS. Landasan Manipol adalah ajaran-
ajaran Bung Karno sejak tahun 1927 yang dikembangkan menjadi satu
kekuatan politik dan disebut Nasakom (Nasionalis, Agama, dan Komunis).
Ajaran ini mengukuhkan presiden sebagai penguasa tunggal. “Politik adalah

237
Panglima” merupakan semboyan pada waktu itu. Segala hal dalam
kehidupan bernegara diarahkan untuk kepentingan politik belaka.

Hal
Ekonomi, kebudayaan, pendidikan, kesenian harus diletakkan di atas
kepentingan politik. Arah politiknya adalah sosialisme. Keadaan ini
menguntungkan PKI karena sejak semula tujuan perjuangan politiknya
adalah menggalang persatuan nasional di bawah kekuatan komunis.

Politik pemerintah zaman Demokrasi Terpimpin memang sangat


menguntungkan PKI. Azas “Politik Luar Negeri Bebas dan Aktif” pun diganti
dengan doktrin politik baru yang mempertentangkan Newemerging Forces

facebook.com/asncpns @asncpns
100% PAKET LKIT – 100% AKURAT

Paket LKIT 2016


(Nefo) dan The Old Established Forces (Oldefo). Negara-negara yang
tergabung dalam Nefo adalah Negara-negara yang baru lahir atau baru
berkembang (developing countries). Negara yang tergabung dalam Nefo
umumnya adalah negara-negara Asia dan Afrika yang anti Barat. Sedangkan
Oldefo adalah Negara-negara yang sudah mencapai kemapanan sebelumnya
(developed countries). Oldefo umumnya adalah negara-negara Barat dan
antek-anteknya yang merupakan Nekolim (Neo Kolonialisme dan
Imprealisme). Asas politik baru ini dapat digunakan dengan baik oleh PKI
karena tidak berbeda jauh dengan program dan pandangan komunisme.

Disamping itu, kebijakan politik Presiden Sukarno yang “titik beratnya”


lebih condong ke luar negeri daripada ke dalam, serta dari kepemimpinan
Beliau yang semakin radikal, terutama setelah melewati “Tahun
Tantangan, 1958”, dapat menjelaskan mengapa ada simpati atau dukungan
dari Negara-negara Sosialis – Komunis (Uni Soviet, RRC.dan lain-lain) di satu
sisi, dan ada peningkatan ketegangan atau penentangan dari sisi lain, yaitu
dengan Barat yang cenderung Kapitalis – Liberal (AS, Inggris, dan lain-lain).

Pada akhir tahun 1960, setelah Garis-Garis Besar Pola Pembangunan


Nasional Semesta Berencana Tahapan Pertama 1961 – 1969 berhasil
ditetapkan oleh MPRS dengan ketetapan MPRS No. II/MPRS/1960 tanggal 3
Desember 1960, maka untuk keperluan merevisi (baca: meninjau cara
pelaksanaan) Pola Pembangunan hasil karya Dewan Perancang Nasional
(DPN) sesuai dengan Ketetapan-ketetapan MPRS maka Presiden
mengeluarkan Keppres No. 343 Tahun 1960 tanggal 27 Desember 1960

238
untuk membentuk suatu Dewan Pembangunan Pembantu Presiden atau
disingkat D.P.P.P. atau DP3 agar Pembangunan Nasional Semesta

Hal
Berencana Tahapan Pertama tersebut dapat berjalan dengan baik dan
lancar. Anggota DP3 terdari dari dua puluh orang dari lima Lembaga
Negara, yaitu: 1. dari pimpinan MPRS 5 orang; 2. dari DPRGR 5 orang; 3.
dari DPN 4 orang; 4. dari DPAS1 orang; dan 5. dari Pembantu Presiden
(anggota Kabinet) 5 orang.

Berdasarkan Keppres No. 343 Tahun 1960 tanggal 27 Desember 1960, yang

facebook.com/asncpns @asncpns
100% PAKET LKIT – 100% AKURAT

Paket LKIT 2016


menjadi Ketua DP3 adalah Ketua MPRS, Dr. Chairul Saleh. Memasuki awal
tahun baru, 1 Januari 1961, Presiden Sukarno meresmikan dimulainya
Pembangunan Nasional Semesta Berencana Tahapan Pertama 1961 – 1969
dalam suatu upacara pencangkulan tanah di Jl. Pegangsaan Timur 56,
Jakarta. Di halaman belakang Gedung Proklamasi dibangun Gedung
Pameran Pola Pembangunan Nasional Semesta (Gedung Pola). Pada masa
ini dimulai perencanaan dan pelaksanaan pembangunan besar-besaran
berbagai proyek yang tersebar di seluruh Indonesia. Sebut saja misalnya:
Pabrik Super Fosfat di Cilacap (Jawa Tengah), Pabrik Peleburan Baja
terbesar di Indonesia, Krakatau Steel di Cilegon (dahulu Jawa Barat,
sekarang wilayah Banten), Jembatan Sungai Musi di Palembang (Sumatera
Selatan), Pabrik Semen, Pabrik Gula, Pabrik Kertas dan lain-lain yang
tersebar di seluruh Indonesia.

Sementara, keadaan di Jakarta, pada awal masa Demokrasi Terpimpin


sedang sibuk melakukan pembangunan berbagai sarana dan infra struktur,
terutama dalam mendukung pembangunan pekerjaan persiapan
penyelenggaraan AG IV tahun 1962. Berbagai sarana dan infra struktur yang
mulai dibangun di Jakarta pada awal tahun 1960-an antara lain: 1.
Kompleks AG IV, mulai dibangun sejak 8 Februari 1960; 2. Monumen
Nasional (1961); 3. Masjid Istiqlal (1961); 4. Hotel Indonesia (1961); 5.
Pelebaran Jl. Gatot Suboto – M.T Haryono (1961); 6. Pelebaran Jl. Thamrin
– Sudirman (1961); 7. Jembatan Semanggi (1961); 8. Wisma Warta (Pers
House; 1960); 9. TVRI (1960); 10. Tugu Selamat Datang di Bundaran HI

239
(1960); dan lain-lain.

Agar pembangunan pekerjaan persiapan penyelenggaraan AG IV 1962 dapat

Hal
selesai pada waktunya, Presiden Sukarno mengeluarkan Keppres RI No. 15
Tahun 1961 tanggal 11 Januari 1961 Tentang Pembentukan dan
Pengangkatan Pemimpin, Deputi Pemimpin, dan Pembantu Umum
Pimpinan Komando Urusan Pembangunan Asian Games (KUPAG) yang
langsung bertanggung jawab kepada Presiden/Panglima
Tertinggi/Pemimpin Besar Revolusi Indonesia. Disamping itu, dengan
adanya Keppres RI No. 15 Tahun 1961 akan lebih memperkuat

facebook.com/asncpns @asncpns
100% PAKET LKIT – 100% AKURAT

Paket LKIT 2016


kepemimpinan, kewenangan Presiden dalam mempercepat penyelesaian
proyek pekerjaan persiapan penyelenggaraan AG IV tahun 1962 di Jakarta.

Disamping itu, salah satu Program Kabinet Kerja yang pada hakekatnya
merupakan tuntutan nasional adalah masalah Irian Barat. Wilayah ini
merupakan bagian dari Indonesia yang diproklamasikan tahun 1945, tetapi
Belanda belum bersedia menyerahkan bahkan berlarut-larut sampai tahun
1962. Mula-mula Indonesia mencoba memperjuangkan kembalinya wilayah
itu melalui PBB, tetapi tidak pernah berhasil memperoleh tanggapan
positif.

Pada tahun 1961, Pemerintah RI mengambil sikap tegas yaitu


merencanakan penyerbuan ke Irian Barat. Rencana ini dinamakan Tri
Komando Rakyat atau Trikora. Dalam rangka mencari bantuan untuk
operasi militer ke Irian Barat itulah Pemerintah RI mendekati Uni soviet.
Langkah ini ditempuh setelah negara-negara barat (terutama Amerika
Serikat) tidak bersedia memberikan dukungan. Dalam rangka
membebaskan Irian Barat inilah pada tahun 1962 dibentuk Komando
Mandala di bawah pimpinan Kolonel Soeharto.

Dengan dibentuknya Operasi Mandala, maka suasana perang semakin


dekat. Amerika Serikat kemudian mendesak Belanda untuk mengadakan
perundingan. Amerika Serikat khawatir situasi itu dapat digunakan Uni
soviet menanamkan kekuasaannya di wilayah Pasifik, yang akan merugikan
pihak Barat dalam “Perang Dingin”. Usaha ini berhasil dan pada tanggal 15

240
Agustus 1962 pihak Belanda dan Indonesia menandatangani Perjanjian New
York. Duta Besar AS untuk PBB, Ellsworth Bunker menjembatani pertikaian

Hal
ini. Bunker mengusulkan agaririan Barat diserahkan kepada Indonesia
melalui PBB dalam waktu dua tahun. Dalam masa peralihan itu Irian Barat
dipegang oleh suatu badan PBB, UNTEA (United Nation Temporary
Executive Authority). Badan ini kemudian menyerahkan Irian Barat kepada
pemerintah Republik Indonesia pada tanggal 1 Mei 1963.

Disamping program yang sudah diterangkan di atas, pada masa awal


pelaksanaan Demokrasi Terpimpin, Indonesia sedang dalam persiapan
menjadi tuan rumah dalam penyelenggaraan Asian Games IV yang diadakan

facebook.com/asncpns @asncpns
100% PAKET LKIT – 100% AKURAT

Paket LKIT 2016


di Jakarta pada tahun 1962. Meskipun kondisi ekonomi Indonesia pada
waktu itu, sejak pasca kemerdekaan hingga tahun 1958 masih
memprihatinkan, sedang terpuruk dan dipandang belum memungkinkan
untuk menyelenggarakan kegiatan olahraga internasional semacam Asian
Games. Ditambah lagi penyelesaian berbagai permasalahan ekonomi,
politik dan pemulihan keamanan pada tahun 1950-an, termasuk di
dalamnya adalah penyelesaian masalah PRRI-Permesta dan pergolakan
daerah lainnya, semua itu menguras perhatian pemerintah, yang
berdampak pada ikut campur tangannya kekuatan-kekuatan asing. Namun
demikian, pemerintah Indonesia tetap mengajukan proposalnya kepada
Sidang AGF di Tokyo pada tanggal 23 Mei 1958. Setelah sebagian besar
anggota AGF memutuskan memilih Jakarta sebagai tempat
diselenggarakannya AG IV tahun 1962, maka Proyek Pembangunan Asian
Games tidak boleh gagal. Proyek Pembangunan Asian Games oleh
pemerintah ditetapkan sebagai tugas nasional.

Pesta olahraga AG IV bukan saja bersifat keolahragaan, tetapi juga


mengandung unsur-unsur mempertinggi derajat bangsa dan negara selaku
tuan rumah.

Sementara itu, seperti uraian sebelumnya, keadaan ekonomi Indonesia


pada saat itu masih sangat sulit. Oleh karena itu, untuk menjawab
keraguan darimana Indonesia mendapatkan dukungan dan sumber dana,
serta mensiasati keadaan inflasi tersebut di atas, maka Presiden Sukarno
telah melakukan maneuver diplomasi yang luar biasa dengan menggunakan

241
dukungan Komunis (PKI).

Hal
Indonesia mengajukan proposal kepada Pemerintah Uni Soviet untuk
meminjam dana sebesar 12,5 Juta Dollar AS untuk membangun sarana dan
prasarana olahraga, termasuk stadion utama, kolam renang, gedung
olahraga, asrama/wisma atlet dan gedung-gedung lainnya. Langkah
strategis dan diplomatis itu sengaja diambil karena Indonesia pada saat itu
benar-benar memerlukan anggaran biaya pembangunan yang sangat besar,
terutama dalam hal ini adalah biaya penyelenggaraan AG IV tahun 1962.

facebook.com/asncpns @asncpns
100% PAKET LKIT – 100% AKURAT

Paket LKIT 2016


Dukungan Pemerintah Uni Soviet baik dalam upaya mensukseskan
penyelenggaraan AG IV, 24 Agustus 1962 – 4 September 162 maupun dalam
perjuangan bangsa Indonesia merebut Irian Barat dinilai sangat membantu
pemerintah Indonesia dalam mensukseskan program-program pemerintah
yang ada. Namun, hal itu juga memberikan jalan bagi PKI untuk
mempengaruhi kebijakan politik Bung Karno. Hal itu juga memungkinkan
PKI mendapat nama dan tempat yang terhormat di mata Presiden Soekarno
dan tentunya hal ini juga dapat menghapus tindakan pemberontakannya
yang pernah dilakukan melalui apa yang disebut dengan Peristiwa Madiun,
18 September 1948.

Masalah Malaysia pun merupakan isu yang menguntungkan PKI untuk


mendapat tempat dalam kalangan pimpinan negara. Masalah ini muncul
ketika Tengku Abdulrachman mengusulkan pada pemerintah Inggris untuk
membentuk federasi antara daerah-daerah jajahan Inggris di Asia
Tenggara. Federasi tersebut Federasi Malaysia yang meliputi daerah-
daerah Malaya, Singapura, Serawak, Brunei dan Sabah. Indonesia dengan
tegas menolak pembentukan federasi tersebut. Pemerintah Indonesia
waktu itu menganggap bahwa federasi itu proyek neokolonialisme Inggris
yang membahayakan Indonesia. PKI yang sangat berpengaruh waktu itu
berusaha mendorong Indonesia ke arah Konfrontasi. Filipina juga merasa
dirugikan dengan pembentukan federasi tersebut.

Karena itu masalah federasi menjadi masalah internasional dan


menimbulkan ketegangan di Asia Tenggara. Untuk menghindari terjadi

242
perang di Asia Tenggara, kemudian diusahakan penyelesaian melalui
perundingan. Setelah itu kemudian dilakukan perundingan-perungdingan

Hal
baik di Tokyo maupun di Manila. Dalam Konferensi Tingkat Tinggi di Manila
7 Juni 1963, wakil Indonesia dan Filipina menyatakan bahwa tidak
berkeberatan atas pembentukan federasi tersebut asal memang
dikehendaki oleh rakyat Kalimantan Utara. Dan untuk mengetahui
kehendak rakyat Kalimantan Utara tersebut harus dilakukan oleh PBB.
Untuk itu kemudian dibentuk tim untuk melaksanakan Referendum. Namun
sebelum tim ini selesai menjalankan tugas Tengku Abdulrachman dan

facebook.com/asncpns @asncpns
100% PAKET LKIT – 100% AKURAT

Paket LKIT 2016


Inggris telah mengumumkan berdirinya Federasi Malaysia pada tanggal 16
September 1963.

Indonesia mengajukan protes, karena menganggap Tengku Abdulrakhman


melanggar Konferensi Tingkat Tinggi di Manila. Dalam konferensi tersebut
Tengku Abdulrakhman menjanjikan untuk menangguhkan Proklamasi
Federasi Malaysia sampai Tim PBB menyelesaikan tugasnya. Oleh karena
itu Pemerintah Indonesia tidak bersedia mengakui Federasi Malaysia dan
membuka tahap baru dalam konfrontasinya terhadap Malaysia. Kemudian
pada tanggal 3 Mei 1964 Presiden Soekarno mengumumkan Dwi Komando
Rakyat (Dwikora) untuk menggagalkan dan menghancurkan Federasi
Malaysia.

1.2. Kondisi Ekonomi Pada Masa Terpimpin

Dekrit Presiden yang dikeluarkan 5 Juli 1959 juga membawa perubahan


dalam bidang ekonomi. Presiden kemudian mengeluarkan Deklarasi
Ekonomi (Dekon) yang antara lain menyebutkan bahwa penyelenggaraan
ekonomi harus dikendalikan sepenuhnya oleh pemerintah. Kebijaksanaan
pemerintah dalam ekonomi terutama nampak dalam kebijaksanaan
moneternya.

Untuk membendung inflasi Pemerintah mengeluarkan Peraturan Pengganti


Undang-Undang (Perpu) Nomor 2 Tahun 1959 yang mulai berlaku 25 Agustus

243
1959. Peraturan itu dimaksudkan untuk mengurangi banyaknya uang yang
beredar.

Hal
Untuk itu nilai uang kertas pecahan Rp 500,- dan Rp 1.000,- diturunkan
nilainya masing-masing menjadi Rp 50,- dan Rp 100,-. Di samping itu juga
dikeluarkan Perpu Nomor 3 Tahun 1959 tentang pembekuan sebagian dari
simpanan pada bank-bank. Hal ini dimaksudkan untuk mengurangi
banyaknya uang yang beredar, terutama dalam tahun 1957 dan 1958.

Sementara perdagangan ekspor-impor dan perdagangan dalam negeri juga


mengalami kemerosotan sehingga penghasilan negara juga merosot.

facebook.com/asncpns @asncpns
100% PAKET LKIT – 100% AKURAT

Paket LKIT 2016


Dengan demikian defisit anggaran belanja menjadi meningkat, dan hanya
sebagian kecil saja yang dapat ditutup dengan pinjaman-pinjaman dari luar
negeri. Hal-hal itu menyebabkan makin bertambahnya percetakan uang
kertas.

Sebagai tindak lanjut pengeluaran uang baru pemerintah mengeluarkan


Perpu Nomor 6 Tahun 1959. Isi peraturan tersebut bahwa bagian lembaran
uang lama Rp 1.000,- dan Rp 500,- harus segera ditukar dengan uang kertas
bank baru sebelum 1 Januari 1960. Untuk itu kemudian dibentuk Panitia
Penampung Operasi Keuangan (PPOK).

Tugas pokok panitia ini ialah menyelenggarakan tindak lanjut tindakan


moneter tersebut. Tindakan moneterini dimaksudkan untuk mengindahkan
inflasi dan mencapai keseimbangan serta kemantapan moneter. Hal itu
diusahakan dengan menyalurkan uang dan kredit baru ke bidang usaha-
usaha yang dipandang penting bagi kesejahteraan rakyat dan
pembangunan. Tetapi tindakan pemerintah ini ternyata mengalami
kegagalan. Volume uang yang beredar dari waktu ke waktu semakin
meningkat. Apalagi pemerintah kembali melakukan kebijakan moneter
yaitu mengeluarkan uang rupiah baru yang nilainya ditetapkan sebesar
1000 kali uang rupiah lama. Jumlah uang yang beredar semakin meningkat
dan mencapai puncaknya pada akhir 1966.

Hal itu diperparah lagi dengan tidak adanya kemauan pemerintah untuk
menahan diri dalam pengeluaran-pengeluarannya. Hal itu dapat dilihat dari

244
adanya proyek-proyek yang dianggap proyek “mercusuar” seperti:
Pembangunan Monumen Masional (Monas), Ganefo dan Conefo (Games of

Hal
the Newemerging Force dan Conference of the Newemerging Forces) dan
lain-lain.

Adanya proyek-proyek tersebut memaksa pemerintah mengeluarkan dana


semakin besar. Akibatnya inflasi semakin meningkat dan harga-harga
semakin membubung. Tingkat kenaikan harga -harga paling tinggi terjadi
dalam tahun 1965 (antara 200% - 300% dari harga tahun 1964) selaras
dengan tingkat kenaikan peredaran yang paling tinggi dalam tahun 1965,
karena ekspor merana, impor pun harus dibatasi sesuai kekuatan devisa.

facebook.com/asncpns @asncpns
100% PAKET LKIT – 100% AKURAT

Paket LKIT 2016


Sejak tahun 1961 pemerintah secara terus-menerus membiayai kekurangan
neraca pembayarannya dari cadangan emas dan devisa. Pada akhir tahun
1965, untuk pertama kali dalam sejarah moneternya, Indonesia kehabisan
cadangan emas dan devisanya, yang memperlihatkan saldo negatif sebesar
US$ 3 juta. Hal ini terjadi terutama karena politik konfrontasi dengan
Malaysia.

Di samping itu dalam rangka pelaksanaan ekonomi terpimpin Presiden


Soekarno menganggap perlu mengintegrasikan semua bank ke dalam suatu
organisasi Bank Tunggal Milik Negara. Tugas bank tersebut adalah
menjalankan aktivitas-aktivitas bank sirkulasi, bank sentral, dan bank
umum. Sebagai langkah pertama untuk menuju Bank Tunggal Milik Negara
itu terlebih dahulu diadakan integrasi bank-bank negara seperti Bank
Koperasi dan Nelayan (BKN), Bank Umum Negara, Bank Tabungan Negara,
Bank Negara Indonesia ke dalam Bank Indonesia. Sesudah proses
pengintegrasian itu selesai, barulah dibentuk Bank Tunggal Milik Negara
yang dibagi dalam beberapa unit, masing-masing unit menjalankan
pekerjaannya menurut aturan-aturan pendiriannya. Keadaan demikian itu
berlangsung terus sampai bank tunggal itu dibubarkan pada tahun 1968
(Undang-Undang Nomor 13 Tahun 1968).

Yang menarik dari Bank Tunggal Milik Negara itu ialah bahwa
pengintegrasian bank-bank negara dalam bentuk tunggal diatur melalui
penetapan Presiden, sedangkan bank-bank yang bersangkutan, sebelum
diintegrasikan dibentuk atau didirikan atas dasar undang-undang atau

245
peraturan pemerintah pengganti undang-undang.

Hal
Pada tahun 1964 Presiden Soekarno mengeluarkan Instruksi Presiden Nomor
081 dan Keputusan Presiden Nomor 360 Tahun 1964 yang berisi ketentuan-
ketentuan mengenai penghimpunan dan penggunaan Dana-dana Revolusi.
Dana-dana revolusi tersebut pada mulanya diperoleh dari pungutan uang
call SPP dan dari pungutan yang dikenakan pada pemberian izin impor
dengan deferred payment. Impor dengan kredit ini dilakukan karena
persediaan devisa sangat minus. Pada waktu itu memang persediaan devisa
menipis sekali.

facebook.com/asncpns @asncpns
100% PAKET LKIT – 100% AKURAT

Paket LKIT 2016


Dalam praktek barang-barang yang diimpor dengan menggunakan deferred
payment itu adalah barang-barang yang tidak bermanfaat bagi rakyat
banyak, bahkan sebaliknya merupakan barang-barang yang sudah dijadikan
spekulasi dalam perdagangan misalnya scooter dan barang-barang luks
lainnya. Jumlah izin impor dengan deferred payment khusus ini kira-kira
US$ 270 juta. Untuk setiap US $ 1 yang diimpor dengan deferred payment
itu orang harus menyetor antara Rp 250 sampai Rp 1.000,- (uang lama)
untuk Dana Revolusi di samping kadang-kadang harus juga membayar
dengan valuta asing dalam jumlah tertentu.

Karena kebijaksanaan kredit luar negeri itu hutang-hutang negara semakin


menumpuk sedangkan ekspor semakin menurun dan devisa makin menipis.
Hutang luar negeri dibayar dengan kredit baru atau ditangguhkan. Republik
Indonesia tidak mampu membayar tagihan-tagihan dari luar negeri,
sehingga terjadi insolvensi internasional, sebab itu beberapa negara
menghentikan impornya ke Indonesia karena hutang-hutang tidak dibayar.
Di dalam negeri berakibat mengganggu, menghambat atau mengacaukan
produksi, distribusi dan perdagangan, serta menimbulkan kegelisahan di
kalangan penduduk.

Upaya Presiden Soekarno dalam upaya mengangkat nama, martabat dan


derajat bangsa Indonesia di mata dunia internasional pada masa Demokrasi
Terpimpin ini salah satunya dengan berupaya agarindonesia dapat menjadi
tuan rumag AG IV tahun 1962 di Jakarta. Disamping itu, keinginannya untuk
mewujudkan “newera” atau Orde Baru, baik dalam sekala nasional

246
(merubah mindset kolonial ke arah mindset nasional) maupun dalam skala
internasional (to Build The New World Order) juga disampaikan Presiden

Hal
Soekarno dalam Sidang Umum PBB, 30 September 1960.

Namun demikian, semua upaya Presiden Sukarno tersebut juga


menimbulkan dampak –baik dampak positif maupun dampak negatif- yang
luar biasa. Perekonomian Indonesia justru semakin terpuruk, karena semua
proyek yang dicanangkan Presiden Sukarno semuanya membutuhkan dana
yang sangat besar, sementara Indonesia tidak mempunyai basis pendapatan
yang kuat, maka jalan keluar saat itu ialah “mencetak uang”. Percetakan

facebook.com/asncpns @asncpns
100% PAKET LKIT – 100% AKURAT

Paket LKIT 2016


uang Negara saat itu tidak henti-hentinya bekerja siang malam mencetak
uang, dan dampak yang terjadi yaitu inflasi hingga mencapai tiga digit.
Situasi semacam ini jelas semakin memanaskan konstelasi politik di
Indonesia pada saat itu.

1.3. Peristiwa Gerakan 30 September 1965

a. Latar Belakang Peristiwa

Dalam Terjadinya Peristiwa G30S 1965 lebih dikarenakan adanya


“pertemuan” kepentingan yang berbeda dari berbagai kelompok
kepentingan, sehingga menimbulkan konflik dan rivalitas antar dan inter
kelompok, individu, golongan maupun unsur kepentingan negara baik yang
melibatkan faktorinternal dan eksternal. Faktorinternal, lebih dikarenakan
adanya konflik dan rivalitas antar dan inter kekuatan partai politik di
Parlemen dan pemerintahan yang semakin memuncak, terutama setelah
Pemilu 1955 menghasilkan 4 partai besar, yaitu: PNI, Masyumi, NU dan PKI.

Sedangkan TNI yang berperan sebagai tulang punggung pertahanan Negara


pada waktu itu, dan mempunyai peranan yang sangat menentukan dalam
suatu pemerintah negara, tidak heran jika TNI sering diperebutkan oleh
berbagai kelompok kepentingan terutama partai politik, dan tidak
terkecuali termasuk PKI.

PKI semakin berpengaruh sejak konsep Demokrasi Terpimpin dilaksanakan

247
di Indonesia pada tahun 1959. Perkembangan politik pada waktu itu yang
didasarkan pada pelaksanaan ide Nasionalis, Agama, dan Komunisme

Hal
(Nasakom), memberi kesempatan kepada PKI untuk memperluas
pengaruhnya ke dalam semua komponen masyarakat.

Perluasan pengaruh PKI ini didukung oleh terjadinya krisis politik, sosial,
dan ekonomi nasional sejak awal tahun 1960-an. Keputusan pemerintah
untuk membubarkan Masyumi dan Partai Sosialis Indonesia (PSI) yang
merupakan pesaing utama PKI dalam kehidupan politik nasional pada bulan

facebook.com/asncpns @asncpns
100% PAKET LKIT – 100% AKURAT

Paket LKIT 2016


Agustus 1960, semakin memperbesar kesempatan bagi PKI untuk
memperluas pengaruhnya.

Kondisi ekonomi nasional yang semakin menurun berhasil dimanfaatkan


oleh komunis untuk membangun simpati di dalam masyarakat, terutama
lapisan masyarakat bawah yang memang sedang mengalami tekanan yang
sangat berat.

Ada adagium bahwa di mana suatu masyarakat atau negara dengan keadaan
ekonominya merosot, buruk dan banyak kemiskinan, maka di situlah
komunis dapat tumbuh dengan subur.

Pada akhir 1963, sebuah gerakan yang disebut “aksi sepihak” mulai
dilancarkan oleh PKI dan pendukungnya. Para petani dibantu oleh para
kader PKI mengambil alih tanah penduduk, terutama penduduk yang
memiliki tanah yang luas. Tindakan yang serupa juga dilakukan oleh para
pendukung PKI di daerah perkebunan.

Mereka mengambil alih tanah perkebunan milik pemerintah, kemudian


membuka lahan pertanian atau membuat permukiman di atas tanah
perkebunan yang mereka duduki. Dalam melakukan kegiatannya para
pendukung PKI tidak jarang mengancam dan melakukan tindakan kekerasan
lainnya terhadap para pemilik tanah, pegawai pemerintah, dan pengurus
perkebunan.

Beberapa contoh aksi sepihak yang dilakukan PKI dan pendukungnya,

248
antara lain Peristiwa Jengkol (15 November 1961), Peristiwa Indramayu (15
Oktober 1964), Peristiwa Boyolali (November 1964), Peristiwa Kanigoro (13

Hal
Januari 1965), dan Peristiwa Bandar Betsi (14 Mei 1965). Tindakan
kekerasan yang dilakukan oleh para petani atau buruh yang didukung oleh
PKI beserta organisasi pendukungnya, dibalas juga dengan kekerasan oleh
kelompok anti PKI, sehingga terjadi pertikaian yang berkepanjangan.

Pertikaian antara kelompok PKI dengan kelompok anti PKI juga terjadi di
kalangan seniman dan intelektual. Lembaga Kebudayaan Rakyat (Lekra)
merupakan salah satu organisasi pendukung PKI yang bergerak dalam
bidang kebudayaan. Perluasan pengaruh komunis menimbulkan reaksi dari

facebook.com/asncpns @asncpns
100% PAKET LKIT – 100% AKURAT

Paket LKIT 2016


kelompok anti Lekra, yang tidak menginginkan adanya dominasi ideologi
politik tertentu di dalam kegiatan seni atau intelektual. Kelompok ini juga
menyatakan perlunya menempatkan Pancasila dalam kebudayaan nasional.

Sikap menentang Lekra tersebut kemudian dituangkan melalui sebuah


pernyataan, yang dikenal sebagai Manifesto Kebudayaan (Manikebu) pada
Agustus 1963. Sebaliknya, kelompok Lekra melihat kelompok Manikebu
juga telah berpolitik. Perkembangan politik pada waktu itu memungkinkan
bagi PKI memojokkan kelompok anti komunis sama dengan anti
pemerintah. Akibatnya, Manikebu dilarang pemerintah pada bulan Mei
1964, karena dianggap sebagai hasil kebudayaan Barat yang humanis dari
kelompok borjuis yang tidak revolusioner.

Hasil karya sastra beberapa sastrawan Angkatan 45 dan Pencetus Manikebu


pada jaman Demokrasi Terpimpin dinyatakan terlarang, dan sebagian dari
mereka di penjara tanpa proses pengadilan. Upaya PKI dalam
mempengaruhi seluruh komponen masyarakat diterapkan juga pada ABRI.

Beberapa divisi berhasil disusupi kelompok pendukung PKI. Begitu juga


dengan Angkatan Laut, yang terpaksa harus kehilangan beberapa orang
perwira terbaiknya karena sikap mereka yang menentang perluasaan
pengaruh komunis di tubuh TNI AL. Beberapa perwira Kepolisian Negara
juga telah berhasil dipengaruhi oleh PKI. Berkembangnya simpati terhadap
ideologi komunis ini di dalam tubuh ABRI, menimbulkan sikap saling curiga
di antara anggota maupun di antara angkatan.

249
Dominasi politik PKI berpengaruh besar dalam menentukan kebijakan
pemerintah. Hal ini terbukti pada September 1964, ketika Partai Murba

Hal
yang garis politiknya berseberangan dan menentang PKI, dibubarkan oleh
pemerintah.

Demikian pula organisasi wartawan anti komunis yang tergabung dalam


Badan Pendukung Soekarnoisme (BPS), dilarang oleh pemerintah pada
Desember 1964. Selanjutnya, pada 14 Januari 1965, Ketua Comitte Central
Partai Komunis Indonesia (CC PKI), Dipa Nusantara Aidit menuntut
pemerintah agar mempersenjatai kaum buruh dan tani. Untuk menampung

facebook.com/asncpns @asncpns
100% PAKET LKIT – 100% AKURAT

Paket LKIT 2016


kaum buruh dan tani yang telah dipersenjatai ini rencananya akan dibentuk
Angkatan Kelima, setelah Angkatan Laut, Angakatan Darat, Angkatan
Udara, dan Angkatan Kepolisian. D.N. Aidit merencanakan meminjam
100.000 pucuk senjata dari RRC untuk kaum buruh dan tani. Sedangkan
pihak RRC (melalui Perdana Menteri Chou En Lai) menjanjikan akan
memberikan 100.000 pucuk senjata tersebut secara cuma-cuma. Tuntutan
ini ditentang keras oleh kalangan TNI AD, antara lain Menteri Panglima
Angkatan Darat (Men/Pangad) Letnan Jenderal Ahmad Yani. Ia menegaskan
bahwa semua kegiatan yang berhubungan dengan usaha mempersenjatai
penduduk sipil seharusnya langsung berada di bawah pengawasan dan
koordinasi TNI. Menurut Men/Pangad Letjen Achmad Yani, “Membentuk
‘Departemen Angkatan V’ tidak Efisien.” Walaupun mendapat “tentangan
hebat” dari kalangan pimpinan TNI dalam usahanya membentuk Angkatan
Kelima, PKI (yang pada saat itu menjadi bagian atau kekuatan penting
pendukung kekuasaan pemerintahan) terus mempersiapkan dan melatih
pasukan sukarelawan untuk dikirim dalam konfrontasi dengan Malaysia
(Dwikora) sebagai bagian dari “perang dalam skala luas – internasional”
melawan kaum kapitalis dan imperialis Barat.

Para anggota Pemuda Rakyat dan Gerwani dilatih dengan keterampilan


teknis militer, seperti pada awal Juli 1965. Tempat yang digunakan untuk
latihan itu berada di sekitar Lubang Buaya, Pondok Gede, Jakarta Timur.
Sampai akhir September 1965, diperkirakan tidak kurang dari 2.000 orang
telah mengikuti latihan militer tersebut di Jakarta. Latihan serupa juga

250
telah dilakukan di luaribu kota.

Tindakan dan perluasan pengaruh komunis yang dilakukan oleh PKI baik di

Hal
masyarakat maupun struktur pemerintahan menimbulkan kecurigaan
kelompok anti komunis dan mempertinggi persaingan di antara elite politik
nasional. Kecurigaan dan persaingan itu tergambar dengan jelas dalam
berbagai polemik yang menonjolkan pendapat masing-masing melalui surat
kabar atau media massa lain yang dimiliki masing-masing kelompok serta
aktivitas kemasyarakatan lainnya.

facebook.com/asncpns @asncpns
100% PAKET LKIT – 100% AKURAT

Paket LKIT 2016


Kecurigaan dan persaingan itu semakin meningkat dengan munculnya
berbagai desas desus di dalam masyarakat, terutama yang menyangkut
kesehatan Presiden Soekarno dan Dewan Jenderal Angkatan Darat.

Pada 15 Mei 1965, Dr. Subandrio selaku Wakil Perdana Menteri I / Menteri
Luar Negeri menerima sepucuk surat tanpa tanda tangan si pembuat.
Dalam surat tersebut hanya ditemukan nama Gilchrist (duta besaringgris)
yang seolah-olah memberikan laporan kepada duta besar Amerika
mengenai situasi di Indonesia. Di dalam Dokumen Gilchrist itu ditemukan
kata-kata “our local Army friends,” yang oleh PKI ditafsirkan bahwa di
dalam tubuh TNI AD ada sebuah Dewan Jenderal yang bertugas menilai
kebijaksanaan Presiden. Tudingan terhadap Angkatan Darat semakin
lantang pada September 1965, ketika ribuan tentara mulai berkumpul di
Jakarta dalam rangka persiapan hari ulang tahun (HUT) ABRI ke-20, pada 5
Oktober 1965.

Tuduhan ini ditolak oleh Angkatan Darat. Angkatan Darat kemudian secara
resmi mengumumkan penolakan terhadap penerapan prinsip Nasakom ke
dalam jajaran TNI dan pembentukan “Angkatan Kelima” pada tanggal 27
September 1965. Hal tersebut secara langsung mempertinggi kecurigaan
dan persaingan politik antara Angkatan Darat dengan PKI.

Namun, di luar – kontroversi – persaingan politik antara TNI dengan PKI


seputar gagasan Angkatan ke-5 dan Nasakom tersebut, Presiden Soekarno
sendiri justru sebagai penggagas, pencetus, pelopor dan penggerak ideologi

251
Nasakom tersebut.

Bahkan, sebelumnya, mulai tanggal 1 – 10 Juni 1965 di berbagai tempat di

Hal
seluruh Indonesia diadakan Pendidikan Kilat Kader Nasakom. Pendidikan
itu diikuti oleh ribuan peserta dari partai-partai politik, organisasi massa,
PNS, anggota ABRI, lingkungan universitas dan swasta. Pendidikan itu
diselenggarakan oleh Front Nasional dan merupakan bagian dari berbagai
usaha indoktrinasi (kursus kader revolusi; dalam suasana konfrontasi
terhadap imperialisme dan kapitalisme Barat) pada masa itu.

facebook.com/asncpns @asncpns
100% PAKET LKIT – 100% AKURAT

Paket LKIT 2016


b. Pelaksanaan G30S 1965 / Terjadinya Peristiwa

Di tengah-tengah kecurigaan dan persaingan politik yang semakin tinggi itu,


sekelompok pasukan di bawah pimpinan Letnan Kolonel Untung, Komandan
Batalyon I Kawal Resimen Cakrabirawa (pasukan khusus pengawal Presiden)
melakukan aksi bersenjata di Jakarta. Kelompok bersenjata ini bergerak
meninggalkan daerah Lubang Buaya pada tengah malam (hari Kamis 30
September 1965, kemudian disebut dengan istilah Gestapu), sedangkan
Penculikan dilakukan pada dini hari (pagi-pagi buta), Jum’at tanggal 1
Oktober 1965. Kemudian, beberapa jam kemudian G30S melalui RRI
mengumumkan bahwa gerakannya dilakukan dengan dalih untuk
mengamankan dan menyelamatkan Pemimpin Besar Revolusi (Presiden
Soekarno).

Mereka menculik dan membunuh para perwira tinggi Angkatan Darat. Di


operasi itu, para tentara itu berhasil menculik 6 orang perwira tinggi
Angkatan Darat, yaitu Letnan Jenderal Ahmad Yani, Mayor Jenderal R
Suprapto, Mayor Jenderal Harjono Mas Tirtidarmo, Mayor Jenderal
Suwondo Parman, Brigadir Jenderal Donald Izacus Panjaitan, dan Brigadir
Jenderal Sutoyo Siswomiharjo.

Disamping itu telah gugur pula Letnan Satu Piere Andreas Tendean sebagai
ajudan Menhankam / Kasab Jenderal Nasution serta Brigadir Polisi Sasuit
Tubun sebagai pengawal Wakil Perdana Menteri II J. Leimena. Selain
beberapa perwira TNI, puteri Jenderal Nasution, Ade Irma Suryani

252
Nasution, juga tertembak dan tewas dalam peristiwa tersebut.

Di Yogyakarta gugur pula dua orang perwira TNI-AD, yaitu Kolonel Katamso

Hal
sebagai Komandan Korem 072 / Yogyakarta dan Kepala Staf Korem Letnan
Kolonel Sugiyono. Mereka kemudian diculik dan dibunuh di Desa
Kentungan, sebelah utara Yogyakarta. Kemudian, para korban G30S itu
oleh pemerintah diangkat sebagai Pahlawan Revolusi.

Pada tanggal 1 Oktober 1965 (pagi hingga siang hari), pemimpin gerakan
mengumumkan melalui RRI Jakarta tentang aksi yang telah dilakukan.
Dalam pengumuman itu disebutkan tentang beberapa hal, antara lain G30S

facebook.com/asncpns @asncpns
100% PAKET LKIT – 100% AKURAT

Paket LKIT 2016


berhasil menggagalkan kudeta terhadap pemerintah atau Presiden
Soekarno, pembentukan Dewan Revolusi yang dipimpin oleh Letnan Kolonel
Untung, pembubaran kabinet, dan penghapusan pangkat jenderal dalam
TNI, dan mengumumkan bahwa pangkat tertinggi di TNI untuk sementara
adalah kolonel.

Berita tentang G30S (Gestapu) segera menyebar pada 1 Oktober 1965, dan
menimbulkan kebingungan di dalam masyarakat. Presiden Soekarno pergi
ke Bandar Udara Halim Perdanakusuma dengan alasan untuk
mempermudah tindakan penyelematan jika keadaan memburuk. Presiden
Soekarno kemudian memerintahkan agar masyarakat tetap menjaga
persatuan dan kesatuan serta mencegah terjadinya pertumpahan darah.

c. Penumpasan Terhadap Pelaku G30S 1965

Dalam Berita “penculikan” yang dilakukan oleh Pasukan Cakrabirawa


segera diterima oleh Panglima Komando Strategi Angkatan Darat (Kostrad)
Mayor Jenderal Soeharto. Kevakuman yang ada di dalam tubuh Angkatan
Darat karena terbunuhnya Men/Pangad Letnan Jenderal Ahmad Yani
berhasil dikuasai setelah beliau menyimpulkan kegiatan rutin Men/Pangad.
Apabila Men/Pangad berhalangan, yang mewakilinya biasanya Panglima
Kostrad.

Atas pertimbangan dan kesimpulan itu, Panglima Kostrad pada sore hari

253
tanggal 1 Oktober 1965 segera “menggerakkan pasukan” untuk menumpas
G30S itu. Panglima Kostrad, Mayor Jenderal Soeharto memerintahkan

Hal
pasukan Resimen Para Komando Angkatan Darat (RPKAD) untuk menumpas
pemberontakan.

Gerakan penumpasan oleh Panglima Kostrad ini kemudian oleh Presiden


Soekarno diberi nama “Gerakan Satu Oktober” (Gestok).

Pada tanggal 2 Oktober 1965, pasukan RPKAD yang dipimpin oleh Kolonel
Sarwo Edhie Wibowo berhasil menguasai markas G30S di Jakarta.
Keberhasilan serupa kemudian terjadi juga di daerah-daerah, seperti di

facebook.com/asncpns @asncpns
100% PAKET LKIT – 100% AKURAT

Paket LKIT 2016


Yogyakarta dan Jawa Tengah. Kemudian, pada tanggal 3 Oktober 1965,
satuan-satuan RPKAD atas bantuan Brigadir Polisi Sukiman yang dapat
meloloskan diri dari penculikan G30S, berhasil menemukan jejak-jejak
G30S yang mengubur mayat para perwira TNI tersebut di Lubang Buaya.

Keesokan harinya, tanggal 4 Oktober 1965, dengan dipimpin oleh Mayor


Jenderal Soeharto satuan-satuan Amphibi KKO Angkatan Laut segera
menggali dan mengangkat jenazah para perwira TNI AD dari sebuah sumur
tua yang kedalamannya mencapai 12 meter. Baru pada pukul 15.00 WIB,
semua jenazah berhasil diangkat dan diangkut ke RSAD (Rumah Sakit
Angkatan Darat) dan kemudian disemayamkan di Markas Besar Angkatan
Darat Jakarta.

Bertepatan dengan Hari Ulang Tahun (HUT) ABRI yang ke-20, 5 Oktober
1965, pukul 13.00 (dalam suasana HUT ABRI yang ke-20) dilakukan upacara
penghormatan penguburan jenazah para Perwira Tinggi Angkatan Darat
tersebut.

Dengan Keputusan Presiden Nomor 111/KOTI/1965 pada 5 Oktober 1965,


keenam perwira pertama itu diangkat sebagai Pahlawan Revolusi.
Sementara itu, operasi penumpasan sisa-sisa G30S terus dilanjutkan.
Seorang demi seorang tokoh-tokoh gerakan tersebut dapat ditangkap.

Kolonel Latief, mantan Komandan Brigade Infantri I/Kodam V Jaya berhasil


ditangkap di Jakarta pada tanggal 9 Oktober 1965. Dua hari kemudian, pada
tanggal 11 Oktober 1965, Untung Sutopo dalam pelariannya tertangkap di

254
daerah Tegal Jawa Tengah oleh anggota Pertahanan Sipil (Hansip) dan
rakyat. Adapun ketua CC PKI D.N. Aidit diberitakan kematiannya tanggal

Hal
24 November 1965. Tokoh-tokoh G30S yang berhasil ditangkap kemudian
diajukan ke pengadilan, di antaranya Nyono, Untung Sutopo, Kolonel
Latief, Dr. Subandrio, Omar Dani, Kamaruszzaman, Sudisman, Oetomo
Ramelan, Kolonel Sahirman, Mayor Mulyono dan Brigjen Soepardjo.
Sementara tertangkapnya Letkol Untung Sutopo di kota Tegal diberitakan
di media massa “seperti penangkapan tukang copet”.

facebook.com/asncpns @asncpns
100% PAKET LKIT – 100% AKURAT

Paket LKIT 2016


Peristiwa G30S merupakan Tragedi Nasional. Pada masa Orde Baru, setiap
tanggal 1 Oktober diperingati sebagai Hari Kesaktian Pancasila dan untuk
mengenangnya di Lubang Buaya didirikan Monumen Pancasila Sakti.
Sementara di Yogyakarta juga dibangun Monumen Pahlawan Pancasila.
Kemudian, pada jaman “Reformasi”, berdasarkan Keputusan Presiden
(Kepres) Megawati Soekarnoputri, Hari Kesaktian Pancasila diubah menjadi
Hari Tragedi Nasional.

d. Kontroversi Seputar Peristiwa Gerakan 30 September 1965

Peristiwa G30S 1965 ini merupakan peristiwa paling kontroversial dalam


sejarah Indonesia. Penulisan sejarah seputar Peristiwa G30S 1965, selama
ini masih kontroversial. Oleh karena itu, maklumlah jika dalam membaca
beberapa sumber – baik seputar latar belakang, peristiwa, pelaku dan
sebab-sebab – yang berbeda dengan sumber lain kemudian ditemukan
informasi yang berbeda-beda pula. Perbedaan “persepsi” dan pemahaman
sejarah dapat disebabkan oleh beberapa faktor, misalnya: perbedan
metodologi penulisan, perbedaan sumber yang ditemukan, perbedaan asal-
usul, jenis-jenis dan sudut pandang sejarawan, pelaku sejarah dan
masyarakat sejarawan itu sendiri.

Bahkan, di antara sesama sejarawan sendiri di dalam mengambil sikap


terhadap “distorsi sejarah” (fakta sejarah yang diselewengkan) masih
berbeda-beda.

255
Ada yang setuju terhadap pelurusan sejarah, namun ada juga yang tidak

Hal
setuju. Sejarawan lainnya justru mengusulkan ada penulisan ulang sejarah.

Pendapat lain mengatakan tidak setuju jika diulang, berarti akan


mengulang kesalahan distorsi. Pendapat lain lebih setuju dengan istilah
perlengkapan dan pengayaan sejarah, tetapi di pihak lain juga belum tentu
setuju.

Namun demikian, sampai saat ini, ketentuan baku tentang bagaimana cara
menulis “judul” yang paling benar terhadap “peristiwa” G30S 1965

facebook.com/asncpns @asncpns
100% PAKET LKIT – 100% AKURAT

Paket LKIT 2016


tersebut memang belum ada. Beberapa alternatif penulisan masih bisa
muncul, seperti: Pemberontakan G-30-S/PKI 1965, Pemberontakan G30S
1965, Peristiwa G-30- S/PKI 1965, Peristiwa G30S 1965, G30S 1965, Gerakan
30 September 1965, Gestapu 1965, Gestok, Gerakan 1 Oktober, Gestok
1965, dan lain-lain.

Dalam soal penulisan judul atau tema saja topik ini bisa menimbulkan
kontroversi, apalagi dalam memaparkan versi-versi? tentu semua itu sangat
mungkin. Sudah sekitar 35 tahun lebih hingga sekarang, kontroversi atau
polemic di seputar Peristiwa G30S 1965 masih terjadi. Bahkan, setelah
berhentinya Soeharto dari jabatan presiden tanggal 21 Mei 1998, polemik
tersebut semakin berkembang. Dari beberapa polemik tersebut, terdapat
beberapa tesis atau versi yang muncul di masyarakat. Namun demikian
versi-versi berikut ini masih mempunyai ruang untuk dikritisi kembali dan
diuji kebenarannya seperti beberapa versi berikut ini.

Versi I (PKI Sebagai Perancang dan Pelaku). Versi pertama ini merupakan
versi pertama kali yang sudah berkembang luas pada masa awal kelahiran
Orde Baru hingga sekarang. Versi ini menyebutkan bahwa PKI dianggap
sebagai pelaku utama (dalang) dari Peristiwa G30S 1965. Penganut versi ini
berpendapat bahwa PKI telah lama membangun kekuatan secara
sistematis, sebelum peristiwa itu terjadi, termasuk menyusup ke tubuh
ABRI dan memperalat oknum-oknum tentara.

Versi II (Presiden Soekarno Sebagai Perancang dan Pemberi restu kepada

256
para Pelaku). Versi kedua ini menyebutkan bahwa di samping Soebandrio
(eksekutif) seorang tokoh PKI yang sangat berperan dalam situasi politik

Hal
saat itu, versi ini juga lebih tegas menyebutkan bahwa Peristiwa G30S 1965
merupakan sebuah skenario (gagasan dan rancangan) Presiden Soekarno
untuk melenyapkan oposisi (lawannya) dari para perwira tinggi yang
menentang sikap politiknya. Versi ini dikemukakan oleh Anthony Dake
(sejarawan Amerika Serikat). Kesimpulan tersebut didasarkan atas
kesaksian Bambang Widjonarko, ajudan Presiden Soekarno, di Mahmilub.

Versi III (Militer Sebagai Pelaku, karena adanya konflik di internal TNI AD).
Versi ketiga ini sebenarnya juga telah berkembang pada akhir masa Orde

facebook.com/asncpns @asncpns
100% PAKET LKIT – 100% AKURAT

Paket LKIT 2016


Baru, namun pada waktu itu baru disampaikan dalam kalangan atau diskusi-
diskusi terbatas. Versi ketiga ini menyebutkan bahwa Peristiwa G30S 1965
merupakan akibat dari konflik internal di dalam tubuh Angkatan Darat (AD).
Versi ini dikemukakan oleh Ben R.O.G. Anderson dan Ruth Mc Vey
(sejarawan dari Cornell University di Amerika), dalam kertas kerjanya yang
kemudian dikenal dengan Cornell Paper.

Versi IV (Letjen Soeharto Sebagai Pelaku) Versi ini berkembang pesat


terutama setelah Soeharto “berhenti” dari jabatan presiden RI. Namun,
sebenarnya tesis ini sempat beredar di kalangan terbatas, khususnya di
lingkungan kampus beberapa bulan menjelang “berhentinya” Soeharto dari
jabatan Presiden RI, 21 Mei 1998. Versi keempat ini menyebutkan bahwa
Letjen Soeharto adalah orang yang sesungguhnya berada di balik Peristiwa
G30S 1965.

Versi V (AS Tidak Terlibat atau Tidak Ikut campur) Versi kelima ini
menyebutkan bahwa Amerika Serikat tidak terlibat atau tidak ikut campur
dalam Peristiwa G30S 1965. Versi ini bahkan menyebutkan bahwa Presiden
Soekarno sebenarnya sudah mengetahui rencana PKI sebelum peristiwa.
Sebagai indikasinya yaitu adanya “surat rahasia” yang diberikan kepada
Soekarno di selasela acara pertemuan Persatuan Ahli Teknik di Senayan,
Jakarta pada tanggal 30 September 1965.

Versi VI (AS Sebagai Perancang Peristiwa). Versi keenam ini mulai


berkembang pesat terutama setelah pergantian pemerintahan Soeharto ke

257
pemerintahan B.J Habibie dan seterusnya, di samping faktor lain yaitu
sudah mulai dapat dibuka atau diaksesnya arsip-arsip bersejarah yang

Hal
penting di Amerika Serikat yang menyinggung seputar peristiwa G30S dan
peranan pemerintah AS melalui CIA di Asia Tenggara, khususnya di
Indonesia pada tahun 1960-an.

Versi keenam ini menyebutkan bahwa Peristiwa G30S 1965 terjadi karena
adanya campur tangan (intervensi) dari pemerintahan AS melalui Central
Intelligence Agency (CIA) atau Pusat Dinas Rahasia AS yang terutama untuk
urusan – hubungan (jalurinformal) rahasia– luar negeri.

facebook.com/asncpns @asncpns
100% PAKET LKIT – 100% AKURAT

Paket LKIT 2016


Dinas rahasia (CIA) ini dianggap memprovokasi (memancing) PKI – melalui
Dokumen Gilchrist – agar segera melakukan “aksi” (bisa dibaca penculikan
atau bisa juga dibaca dengan kudeta). Akan tetapi, aksi
(penculikan/kudeta) itu sedapat mungkin diusahakan atau dikondisikan
sedemikian rupa supaya berlangsung secara prematur (terlalu dini, kurang
perencanaan dan persiapan). Dengan begitu, PKI bisa langsung dihancurkan
atau dilenyapkan. Versi ini dikemukakan oleh Peter Dale Scott (Sejarawan
dan Guru Besar Universitas California, Amerika Serikat).

Versi VII (Semua Pihak Terlibat) Versi ini menyebutkan bahwa pelaku atau
penyebab Peristiwa G30S 1965 adalah adanya faktorinternal (dalam negeri)
yang didukung oleh faktor eksternal (luar negeri). Versi ini dikemukakan
oleh Dr. Asvi Warman Adam (seorang peneliti di Lembaga Ilmu Pengetahuan
Indonesia).

Suasana jaman (zeitgheist) pada saat itu, baik pada masa sebelum maupun
sesudah peristiwa, nampak jelas adanya aroma pertarungan ideologi (baik
dalam skala nasional maupun internasional) yang sangat panas. Untuk skala
nasional, nampak sekali ideologi komunis di kisaran atau sekitar kekuasaan
Soekarno bertarung sengit dengan lawan-lawan politik PKI seperti NU,
Masyumi, Murba dan lain-lain. Di pihak lain (dalam skala internasional),
pihak Sekutu (Amerika, Inggris, Perancis, Belanda dan Australia) yang
memenangi PD I dan II masih melanjutkan “perang dingin” melawan
ideologi komunis (Rusia, Cina, Korea Utara, Vietnam Utara, Kuba dan lain-
lain).

258
Hal

facebook.com/asncpns @asncpns
100% PAKET LKIT – 100% AKURAT

Paket LKIT 2016


2. LATIHAN

1. Apa yang Saudara ketahui tentang Demokrasai Terpimpin ?


2. Mengapa kondisi dan politik Pemerintahan pada masa Demokrasi
Terpimpin dianggap sangat menguntungkan PKI ?
3. Dalam pelaksanaan Ekonomi Terpimpim Presiden Soekarno
mengintegrasikan semua bank ke dalam suatu organisasi Bank
Tunggal Milik Negara. Apakah kelebihan dari pola ini ?
4. Mengapa usulan “Angkatan Kelima” dalam ABRI tidak dapat diterima
oleh TNI?
5. Bagaimana kondisi ekonomi dan politik pada masa Demokrasi
Terpimpin ?

3. RANGKUMAN

 Demokrasi Terpimpin adalah suatu demokrasi yang tidak didasarkan


atas paham liberalisme, sosialisme, komunisme atau yang lain-lain.
Tetapi suatu paham demokrasi yang didasarkan pada Pancasila dan
UUD 1945 yang menuju pada satu tujuan mencapai masyarakat adil
dan makmur.
 Pengertian lain demokrasi “terpimpin” adalah demokrasi
“kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam
permusyawaratan/perwakilan”. Atau dengan kata lain kedaulatan
(kekuasan) berada di tangan rakyat dan dilakukan sepenuhnya oleh

259
Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR).
 Namun, dalam pelaksanaannya Demokrasi Terpimpin diartikan

Hal
sebagai “Demokrasi” yang dipimpin oleh satu orang (presiden),
sehingga terjadi pemusatan kekuasaan pada presiden (power upon
presiden) dan akhirnya terjadilah kultus individu (pengagungan pada
diri seseorang, dalam hal ini Presiden Soekarno).
 Politik Pemerintah masa demokrasi Terpimpin ternyata
menguntungkan PKI. Karena asas “Politik Luar Negeri Bebas dan
Aktif” pun diganti dengan doktrin politik yang baru
mempertentangkan NEFOS dan ALDEFOS.

facebook.com/asncpns @asncpns
100% PAKET LKIT – 100% AKURAT

Paket LKIT 2016

 Kondisi ekonomi masa ini, terlihat adanya inflasi yang sangat hebat
yang mencapai hingga 400%. Fenomena moneter yang terjadi adalah
dengan dikeluarkannya Penetapan Presiden Nomor 27/1965 pada
tanggal 13 Desember 1965 yang menyatakan pecahan seribu rupiah
menjadi satu rupiah.

A. PILIHAN BENAR – SALAH

Jawablah pernyataan di bawah ini dengan memberikan tanda silang (X)

pada huruf B jika benar atau huruf S jika salah.

1. B – S
Pelaksanaan Demokrasi Terpimpin berlangsung tahun 1957 – 1963.
Jawab: (S)
2. B – S
Salah satu alasan yang kuat mengapa Presiden Soekarno membubarkan
Partai Masyumi dan PSII adalah karena kedua partai politik itu mau
menerima Pancasila sebagai Asas Negara.
Jawab: (S)
3. B – S
Pada tahun 1965 disusun rencana perebutan kekuasaan, peristiwa ini
dikenal dengan peristiwa Madiun.
Jawab: (S)

260
4. B – S
Manifestasi politik (Manipol) adalah merupakan landasan pemikiran

Hal
ajaran Bung Karno yang bersumber pada Nasional, Agama dan Komunis
(Nasakom).
Jawab: (B)
5. B – S
Partai Komunis Indonesia sangat berjasa dalam membebaskan Irian
Barat, ini disebabkan Presiden Soekarno banyak mendapat bantuan
militer dari Amerika Serikat.
Jawab: (S)

facebook.com/asncpns @asncpns
100% PAKET LKIT – 100% AKURAT

Paket LKIT 2016


6. B – S
Dukungan Uni Soviet untuk perjuangan merebut kembali Irian Barat
memberikan jalan luas bagi PKI untuk mendapat kesempatan dalam
mempengaruhi pola politik Bung Karno.
Jawab: (B)
7. B – S
Tujuan utama Rencana Pembangunan Semesta yang mulai diterapkan 1
Januari 1961 adalah pengadaan alat militer.
Jawab: (S)
8. B – S
Ketua Dewan Perancang Pembangunan Ekonomi Nasional adalah bukan
dr. Muh. Yamin
Jawab: (B)
9. B – S
Merosotnya ekonomi pada tahun 1965 disebabkan karena keadaan politik
yang tidak menentu.
Jawab: (B)

10. B – S
Peristiwa G30S 1965 hanya disebabkan oleh adanya konflik antara
Angkatan Darat dengan PKI.
Jawab: (S)

261
Hal

facebook.com/asncpns @asncpns
100% PAKET LKIT – 100% AKURAT

Paket LKIT 2016


B. PILIHAN GANDA

Pilihlah jawaban yang paling benar dengan memberikan tanda silang (X)

pada huruf a, b, c, atau d.

1. Berikut adalah kurun waktu berlakunya Jaman atau Masa Demokrasi


Terpimpin..
a. 1955 – 1959
b. 1950 – 1959
c. 1955 – 1965
d. 1959 – 1965
2. Dengan dikeluarkannya “Dekrit Presiden”, Kabinet Karya dibubarkan
dan diganti dengan Kabinet Kerja yang langsung dipimpin oleh :
a. Presiden Soekarno
b. Wapres Moh. Hatta
c. Perdana Menteri
d. Ir. Djuanda
3. Presiden Soekarno mengeluarkan Penetapan No. 7 Tahun 1959 untuk
mengatur kehidupan partai politik di Indonesia, yang antara lain
menyebut bahwa :
a. Hanya partai-partai yang dapat menerima Pancasila yang akan
diberi hak hidup
b. Hanya partai-partai yang mendukung system Demokrasi Terpimpin

262
yang akan diberi hak hidup
c. Hanya partai-partai yang mendukung nasakom yang akan diberi

Hal
hak hidup
d. Partai-partai islam harus dibubarkan
4. Pidato Presiden Soekarno pada tanggal 17 Agustus 1959 yang
merupakan penjelasan dan pertanggungjawaban atas Dekrit 5 Juli
1959 serta kebijaksanaan Presiden dalam mencanangkan sistem
Demokrasi Terpimpin berjudul :
a. Penemuan Kembali Reformasi Indonesia
b. Penemuan Kembali Revolusi Indonesia

facebook.com/asncpns @asncpns
100% PAKET LKIT – 100% AKURAT

Paket LKIT 2016


c. Penemuan Kembali Reformasi Kita
d. Penemuan Kembali Revolusi Kita
5. Politik pemerintah pada jaman/masa Demokrasi Terpimpin yang
dikenal dengan nama Nasakom (Nasionalis, Agama, dan Komunis)
memang sangat menguntungkan PKI karena :
a. Sistem politik dapat membawa PKI menjadi penguasa Indonesia
b. Sejak semula tujuan perjuangan politik PKI adalah menggalang
persatuan nasional di bawah kekuatan komunis
c. PKI dapat menghancurkan lawan-lawannya yang bertentangan
dengan aliran komunis
d. PKI tidak dapat menyebarkan ajaran komunis dengan leluasa ke
seluruh wilayah NKRI
6. Untuk menyelesaikan masalah Irian Barat pada tanggal 15 Agustus
1962 pihak Belanda dan Indonesia menandatangani Perjanjian New
York. Dalam perjanjian ini diputuskan bahwa :
a. Irian Barat diserahkan kepada Indonesia dengan konsekuensi
Indonesia harus membantu Belanda melunasi hutang-hutangnya
b. Irian Barat akan berada dibawah PBB selama belum ada keputusan
pihak mana yang akan menguasainya
c. Irian Barat (Papua Barat) diserahkan kepada Indonesia melalui PBB
dalam waktu dua tahun
d. Irian Barat jatuh ke tangan Belanda
7. Indonesia dengan tegas menolak pembentukan Federasi Malaysia
yang merupakan federasi antara daerah-daerah jajahan Inggris di

263
Asia Tenggara yang meliputi daerah-daerah Malaya, Singapura,
Serawak, Brunei dan Sabah karena :

Hal
a. Pemerintah Indonesia waktu itu menganggap bahwa federasi itu
proyek neokolonialisme Inggris yang membahayakan Indonesia
b. Pemerintah Indonesia tidak merasa pernah dijajah Inggris sehingga
menolak untuk bergabung
c. Pemerintah Indonesia menginginkan agar dibentuk Federasi yang
lebih mencerminkan budaya Negara-negara Asia Tenggara
d. Pemerintah Indonesia merasa terancam jika federasi itu akan
memusuhi Indonesia

facebook.com/asncpns @asncpns
100% PAKET LKIT – 100% AKURAT

Paket LKIT 2016


8. Negara Asia Tenggara lain yang merasa dirugikan dengan dibentuknya
Federasi Malaysia adalah :
a. Thailand
b. Vietnam
c. Filipina
d. Brunei
9. Presiden Soekarno mengumumkan Dwi Komando Rakyat (Dwikora)
untuk menggagalkan dan menghancurkan Federasi Malaysia pada
tanggal :
a. 2 Mei 1964
b. 3 Mei 1964
c. 4 Mei 1964
d. 5 Mei 1964
10. Dekrit Presiden yang dikeluarkan 5 Juli 1959 juga membawa
perubahan dalam bidang ekonomi. Presiden kemudian mengeluarkan
Deklarasi Ekonomi (Dekon) yang antara lain menyebutkan bahwa :
a. Penyelenggaraan ekonomi dikendalikan melalui kerjasama
pemerintah dengan kalangan Pengusaha
b. Penyelenggaraan ekonomi harus dikendalikan sepenuhnya oleh
pemerintah
c. Pemerintah bekerja sama dengan pihak luar negeri untuk
memperbaiki kondisi perekonomian
d. Pemerintah menginginkan agar rakyat turut bekerjasama dalam
memperbaiki kondisi perekonomian

264
11. Untuk membendung inflasi Pemerintah mengeluarkan Peraturan
Pengganti Undang-Undang Nomor 2 Tahun 1959 yang mulai berlaku

Hal
25 Agustus 1959. Peraturan itu dimaksudkan untuk
a. Membantu pemerintah melunasi hutang-hutangnya
b. Mengurangi banyaknya uang yang beredar
c. Membantu pemerintah melakukan pembangunan
d. Membantu pemerintah melakukan belanja Negara
12. Pada akhir tahun 1965, untuk pertama kali dalam sejarah
moneternya, Indonesia kehabisan cadangan emas dan devisanya,

facebook.com/asncpns @asncpns
100% PAKET LKIT – 100% AKURAT

Paket LKIT 2016


yang memperlihatkan saldo negatif sebesar US$ 3 juta. Hal ini terjadi
terutama karena :
a. Pemerintah tidak dapat menahan pengeluaran-pengeluarannya
b. Politik konfrontasi dengan Malaysia
c. Pemerintah harus membayar hutang kepada pihak Belanda
d. Banyaknya oknum pemerintah yang melakukan korupsi
13. Keputusan Presiden yang dikeluarkan Presiden Soekarno yang
berisi ketentuan-ketentuan mengenai penghimpunan dan
penggunaan dana-dana revolusi adalah:
a. Keputusan Presiden Nomor 180 Tahun 1964
b. Keputusan Presiden Nomor 306 Tahun 1964
c. Keputusan Presiden Nomor 360 Tahun 1964
d. Keputusan Presiden Nomor 081 Tahun 1964
14. Pimpinan PKI yang membentuk suatu biro yang sangat dirahasiakan
yang disebut “Biro Khusus” bernama:
a. Adit c. Aidit
b. Audit d. Aditya
15. Operasi militer untuk menguasai keadaan -sehari atau beberapa
saat- setelah peristiwa Gerakan 30 September 1965 dipimpin oleh :
a. Komandan Kostrad Jenderal Soeharto
b. Jenderal A.H. Nasution
c. Presiden Soekarno
d. Panglima TNI

265
Hal

facebook.com/asncpns @asncpns
100% PAKET LKIT – 100% AKURAT

Paket LKIT 2016

BAB 6
MASA ORDE BARU SAMPAI DENGAN
RUNTUHNYA ORDE BARU

INDIKATOR KEBERHASILAN

i. Memahami tentang lahirnya orde baru.


ii. Memahami tentang stabilisasi dan rehabilitasi pada masa orde baru.
iii. Memahami tentang tahap-tahap pembangunan nasional.
iv. Memahami awal masa reformasi dan runtuhnya orde baru.

Orde Baru adalah era tatanan baru atau orde tatanan seluruh peri
kehidupan rakyat, bangsa dan negara Indonesia yang diletakkan kembali di
atas pelaksanaan Pancasila dan UUD 1945 secara murni dan konsekuen.
Disamping itu, Orde Baru juga diartikan sebagai sebuah orde/era
pembangunan atau masa koreksi total terhadap orde sebelumnya (Orde
Lama) yang dianggap banyak menyimpang dari ketentuan yang tercantum
di dalam Pancasila dan UUD 1945. Kelahiran Orde Baru ini tidak dapat
dipisahkan dari Peristiwa G30S 1965 dan munculnya Supersemar 1966.

266
Munculnya Supersemar merupakan dampak dari upaya penyelesaian
kemelut politik yang menimpa bangsa Indonesia sebagai akibat dari Tragedi

Hal
Nasional pada tanggal 30 September 1965.

1.1. Lahirnya Orde Baru

Setelah G30S berhasil ditumpas dan kemudian diketahui bahwa PKI berada
di balik peristiwa tersebut. Masyarakat umum dan partai-partai yang
berseberangan dengan PKI secara spontan mulai membentuk berbagai
kelompok yang menuntut pertanggungjawaban G30S dan para

facebook.com/asncpns @asncpns
100% PAKET LKIT – 100% AKURAT

Paket LKIT 2016


pendukungnya. Pada 8 Oktober 1965, mulai terjadi beberapa demonstrasi
massa menuntut pertanggungjawaban PKI.

Pada tanggal 25 Oktober 1965, terbentuklah beberapa kesatuan aksi antara


lain: Kesatuan Aksi Mahasiswa Indonesia (KAMI), yang kemudian disusul
Kesatuan Aksi Pemuda Pelajarindonesia (KAPPI), Kesatuan Aksi
pelajarindonesia (KAPI), Kesatuan Aksi Buruh Indonesia (KABI), Kesatuan
Aksi Wanita Indonesia (KAWI), Kesatuan Aksi Guru Indonesia (KAGI),
Kesatuan Aksi Sarjana Indonesia (KASI), dan Kesatuan Aksi Pengemudi
Becak Indonesia (KAPBI).

Kesatuan-kesatuan aksi itu membentuk Front Pancasila yang bersama-sama


dengan organisasi yang menentang PKI mengadakan rapat akbar pada 26
Oktober 1965 di Lapangan Banteng Jakarta. Menghadapi arus demonstrasi
yang kian deras, Presiden Soekarno berjanji akan mengadakan
penyelesaian politik terhadap G30S. Namun, janji tersebut masih belum
ditepati, sehingga menyebabkan para mahasiswa, pelajar, dan kelompok
lainnya yang didukung oleh masyarakat dan ABRI mulai melakukan tindakan
yang langsung mengarah kepada “pembersihan” PKI dan pendukungnya.

Pertikaian langsung antara para pemuda, mahasiswa, pelajar, dan kesatuan


aksi lainnya dengan PKI dan pendukungnya (Front Nasional/Barisan
Soekarno) tidak dapat dihindarkan. Di beberapa tempat seperti di Jakarta
dan Yogyakarta, mahasiswa dan pelajar bahkan telah berkorban jiwa. Para
pemuda anti PKI di berbagai daerah juga melakukan aksi yang sama melalui

267
berbagai organisasi.

Pertikaian langsung dengan PKI dan para pendukungnya tidak dapat

Hal
dihindari. Di beberapa daerah khususnya di Jawa, Bali, dan Sumatera
Utara, situasi berkembang menjadi aksi kekerasan yang menimbulkan
banyak korban di kalangan para anggota PKI beserta pendukungnya serta
orang-orang yang diduga menjadi pendukung komunisme. Namun aksi
kekerasan ini juga dimanfaatkan oleh kelompok atau individu tertentu
untuk kepentingan sendiri. Akibatnya, orang-orang yang tidak ada kaitan
dengan PKI atau organisasi pendukungnya juga menjadi korban. Tidak ada
yang tahu berapa jumlah orang yang telah terbunuh, karena semuanya

facebook.com/asncpns @asncpns
100% PAKET LKIT – 100% AKURAT

Paket LKIT 2016


hanya berdasarkan perkiraan. Hal yang pasti, sebuah tragedy kemanusiaan
yang bertentangan, baik dengan nilai-nilai luhur bangsa Indonesia maupun
hak asasi manusia universal telah terjadi.

Sementara itu, dengan dasar petimbangan kemelut politik yang tidak


menentu dan membubungnya harga-harga kebutuhan pokok rakyat. Pada
tanggal 10 Januari 1966, KAMI dan KAPII di hadapan Gedung DPRGR
mengajukaan Tiga Tuntutan Rakyat (Tritura), yaitu: a. Bubarkan PKI; b.
Bersihkan Kabinet Dwikora dari unsur-unsur G30S; dan c. Turunkan
harga/perbaikan ekonomi. Menghadapi situasi yang semakin gawat dan
memanas, Presiden Soekarno memanggil seluruh menterinya untuk
mengadakan sidang kabinet di Istana Bogor

Dalam sidang itu, banyak tokoh-tokoh KAMI yang diundang. Namun, di


luaristana Bogor, masyarakat yang berdemonstrasi semakin ramai dan
semakin berani menuntut dilaksanakannya Tritura. Dalam sidang kabinet
tersebut Presiden Soekarno sekali lagi berjanji akan memberikan
penyelesaian politik, bahkan menawarkan jabatan menteri kepada siapa
saja yang sanggup menurunkan harga.

Janji penyelesaian politik yang diucapkan Presiden Soekarno dalam siding


Kabinet Dwikora, diwujudkan dengan merombak susunan Kabinet Dwikora
menjadi Kabinet Dwikora yang disempurnakan. Kabinet Dwikora yang
disempurnakan itu dikenal dengan sebutan Kabinet 100 Menteri karena itu
terdiri dari 100 orang menteri yang banyak memihak kepada PKI.

268
Pada tanggal 24 Februari 1966, Kabinet Dwikora dilantik di Istana Merdeka
Jakarta. Pada saat pelantikan Kabinet Dwikora inilah salah seorang

Hal
mahasiswa UI yang sedang berdemonstrasi bernama Arief Rahman Hakim
gugur akibat bentrokan dengan pasukan pengawal presiden. Melihat
penyelesaian politik yang dilakukan Presiden Soekarno yang tidak sesuai
dengan kehendak rakyat, akhirnya menimbulkan terjadinya gelombang aksi
demonstrasi yang semakin besar, yang kini ditujukan kepada Presiden
Soekarno. Presiden Soekarno yang merasa tersinggung dengan kesatuan-
kesatuan aksi yang mendemonstrasinya, segera membalas dengan

facebook.com/asncpns @asncpns
100% PAKET LKIT – 100% AKURAT

Paket LKIT 2016


membubarkan KAMI pada tanggal 16 Februari 1966 dan menutup kampus
Universitas Indonesia pada tanggal 3 Maret 1966.

Tindakan Presiden Soekarno tersebut justru semakin memperuncing


keadaan, sehingga arus demonstrasi semakin keras dan membanjiri
Jakarta.

Akibatnya keadaan kota Jakarta semakin tidak menentu. Akhirnya, pada


tanggal 11 Maret 1966, di Istana Negara (Jakarta), dilangsungkan sidang
Kabinet Dwikora yang disempurnakan. Namun, sebelum sidang berakhir,
terdengar berita dari Komandan Cakrabirawa (Pasukan Pengawal Presiden)
Brigjen Sabur, bahwa di luaristana Bogor banyak pasukan yang tidak dikenal
identitasnya. Mendengar laporan itu, Presiden Soekarno gusar dan
menyerahkan pimpinan sidang kepada Wakil Perdana Menteri II Dr. J.
Leimena. Selanjutnya, Beliau bersama Wakil Perdana Menteri I Dr.
Subandrio dan Wakil Perdana Menteri III Chaerul Saleh meninggalkan sidang
menuju Istana Bogor.

Setelah sidang selesai, tiga orang perwira TNI AD masing-masing Mayor


Jenderal Basuki Rahmat (Menteri Veteran), Brigadir Jenderal M. Yusuf
(Menteri Perindustrian Dasar), dan Brigadir Jenderal Amir Machmud
(Panglima Kodam V/Jaya) menyampaikan hasil sidang Kabinet Dwikora itu.
Ketiga perwira TNI-AD itu, meminta izin (atau memang disarankan) Letnan
Jenderal Soeharto untuk menemui Presiden Soekarno di Istana Bogor.
Letnan Jenderal Soeharto mengijinkan ketiga perwira TNI-AD untuk

269
menemui Presiden Soekarno dan menyampaikan pesan, bahwa Letnan
Jenderal Soeharto sanggup menyelesaikan kemelut politik dan memulihkan

Hal
keamanan dan ketertiban di ibukota.

Setelah melakukan pembicaraan beberapa jam, akhirnya Presiden


Soekarno setuju memberikan perintah kepada Letnan Jenderal Soeharto
sebagai Panglima Angkatan Darat dan Pangkopkamtib untuk memulihkan
keadaan dan wibawa pemerintah, serta dalam menjalankan tugas,
penerima mandat (Letjen Soeharto) juga diharuskan melaporkan segala
sesuatu kepada Presiden Soekarno. Karena surat itu dibuat pada 11 Maret

facebook.com/asncpns @asncpns
100% PAKET LKIT – 100% AKURAT

Paket LKIT 2016


1966, sehingga surat itu dikenal dengan sebutan Surat Perintah Sebelas
Maret (Supersemar).

Dengan surat perintah tersebut, Letnan Jenderal Soeharto mengambil


beberapa tindakan di antaranya adalah membubarkan PKI pada tanggal 12
Maret 1966 dan selanjutnya pada tanggal 18 Maret 1966 dilakukan
“pengamanan” terhadap 15 orang menteri Kabinet Dwikora yang
Disempurnakan yang diduga terlibat G30S. Turunnya Surat Perintah Sebelas
Maret (Supersemar), merupakan jawaban terhadap berbagai tuntutan
mahasiswa dan rakyat yang menginginkan pembubaran PKI. Lahirnya
Supersemar, oleh sebagian sejarawan dianggap sebagai tonggak kelahiran
Orde Baru. Sementara, jika dilakukan penelitian secara mendalam, besar
kemungkinan masa-masa itu masih atau dapat dikatakan juga sebagai
masa-masa dimulainya “peralihan” (masa transisi).

Dengan turunnya Surat Perintah Sebelas Maret (Supersemar) tersebut,


sebenarnya merupakan awal dimulainya masa transisi (masa perpindahan
atau perubahan pemerintahan yang masih belum menentu). Masa transisi
dianggap sebagai masa peralihan yang masih belum pasti, sehingga masih
ada kemungkinan kekuatan lama (Orde Lama saat itu) kembali memegang
kekuasaan.

Namun, dalam faktanya, pergulatan politik antara pendukung Orde Lama


dengan kekuatan pendukung Orde Baru (Mahasiswa, ABRI dan sebagian
besar rakyat Indonesia) dimenangkan oleh kekuatan Orde Baru.

270
Namun, langkah Letnan Jenderal Soeharto dengan membubarkan PKI pada
tanggal 12 Maret 1966 dan mengamankan 15 orang menteri Kabinet

Hal
Dwikora yang Disempurnakan yang diduga terlibat G30S dinilai sebagai
tindakan yang sangat tegas, terlepas dari masih adanya perdebatan,
polemik atau kontroversi sejarah di masyarakat seputar Peristiwa G30S
1965 dan Supersemar tersebut.

Kemudian, menindaklanjuti pembersihan Kabinet Dwikora yang


disempurnakan, pada tanggal 2 Mei 1966 diselenggarakan sidang DPRGR,
selain dihadiri oleh anggota DPRGR, sidang tersebut juga dihadiri ratusan

facebook.com/asncpns @asncpns
100% PAKET LKIT – 100% AKURAT

Paket LKIT 2016


mahasiswa yang menyampaikan dan membacakan Nota Politik KAMI. Hasil
sidang DPRGRitu adalah sebagai berikut: a. Menyatakan pimpinan DPRGR
demisioner; dan b. mengangkat pengganti pimpinan DPRGR, yakni Achmad
Syaichu, Laksamana Muda (laut) Mursalin Daeng Mamanggung, dan Brigjen
Syarif Tayeb.

Dengan kepemimpinan pengganti, DPRGR terus mengadakan sidang-sidang


untuk penghilangan unsur-unsur, kekuatan atau pengaruh PKI dan
pendukung-pendukung Soekarno dari tubuh DPRGR maupun MPRS. Pada
tanggal 5 Mei 1966 muncullah pernyataan Angkatan Bersenjata Republik
Indonesia. Untuk menanggapi perkembangan keadaan, khususnya
sehubungan dengan adanya usaha-usaha untuk membubarkan MPRS dan
DPR-GR, ABRI yang meliputi AD, AL, AU dan Kepolisian, mengeluarkan
pernyataan yang ditandatangani oleh Waperdam ad interm bidang
Hankam/Menteri/Pangad Letnan Jenderal Soeharto, Wakil Panglima Besar
Kogam Jenderal A.H. Nasution, Menteri/Pangau Komodor Udara Rusmin
Nurjadin, Menteri/Pangal Laksamana Muda (L) Moeljadi, dan
Menteri/Pangak Komisaris Jenderal Polisi Soetjipto Joedodihardjo.

Pada 17 Mei 1966, DPRGR berhasil menyusun kepengurusan DPRGR, yang


terdiri dari Achmad Syaichu (Golongan Islam) sebagai ketua. Sedangkan
wakil ketua adalah Moh. Isnaeni (Golongan Nasionalis), Drs Ben Mang Reng
Say (Kristen Katolik), Laksda (laut) Mursalin Daeng Mamanggung (Golkar)
dan Brigjen Syarif Tayeb (Golkar). Disamping itu DPRGR juga berhasil
membersihkan anggotanya dengan memecat 65 orang anggota DPRGR yang

271
mewakili PKI dan ormas-ormasnya. Selanjutnya dalam menegakkan tertib
hukum di Indonesia, DPRGR juga berhasil merumuskan memorandum

Hal
kepada MPRS tentang Sumber Tertib Hukum yang berlaku di Indonesia yang
kemudian oleh MPRS ditetapkan dengan Tap MPRS Nomor XX/MPRS/1966.

Setelah DPRGR secara maraton mengadakan sidang-sidangnya, giliran MPRS


untuk melaksanakan berbagai persidangan. Dalam Sidang Umum (SU) MPRS
IV, pada 20 Juni – 5 Juli 1966, MPRS berhasil merumuskan 24 ketetapan.

Namun, dari 24 TAP MPRS hasil SU IV tersebut, ada bberapa TAP MPRS yang
diangap sangat penting dalam memuluskan jalan Soeharto pada masa awal

facebook.com/asncpns @asncpns
100% PAKET LKIT – 100% AKURAT

Paket LKIT 2016


menjalankan pemerintahannya (Orde Baru), yaitu: 1. Tap MPRS No.
IX/MPRS/1966 tentang Supersemar; 2. Tap MPRS No. XIII/MPRS/1966
tentang Pengukuhan Kabinet Ampera; 3. Tap MPRS No. XV/MPRS/1966
tentang Pemilihan/Penunjukan Wakil Presiden dan Tata Cara Pengangkatan
Pejabat Presiden; 4. Tap MPRS No. XX/MPRS/1966 tentang Memorandum
DPRGR mengenai Sumber Tertib Hukum Republik Indonesia dan Tata Urutan
Peraturan Perundangan Republik Indonesia; 5. Tap MPRS No.
XXII/MPRS/1966 tentang Kepartaian, Keormasan dan Kekaryaan; 6. Tap
MPRS No. XXIV/MPRS/1966 tentang Kebijaksanaan dalam Bidang
Pertahanan/Keamanan; 7. Tap MPRS No. XXV/MPRS/1966 tentang
Pembubaran Partai Komunis Indonesia (PKI), Pernyataan sebagai Organisasi
Terlarang di Seluruh Wilayah Negara Republik Indonesia; 8. Tap MPRS No.
XXVI/MPRS/1966 tentang Pembentukan Panitia Penelitian Ajaran-ajaran
Pemimpin Besar Revolusi Bung Karno; 9. Tap MPRS No. XXX/MPRS/1966
tentang Pencabutan gelar Bintang “Mahaputra” Kelas III dari D.N. Aidit;
dan 10. Tap MPRS No. XXXI/MPRS/1966 tentang Penggantian Sebutan
“Paduka Yang Mulia”, “Yang Mulia”, “Paduka Tuan” dengan Sebutan
“Bapak” atau “Saudara/Saudari”.

Di samping itu, dengan Keputusan No. 5/MPRS/1966, MPRS memutuskan


untuk meminta kepada Presiden Soekarno agar melengkapi laporan
pertanggungjawabannya, khususnya mengenai sebab-sebab terjadinya
peristiwa G30S beserta epilognya (pasca peristiwanya), serta masalah
kemunduran ekonomi dan akhlak. Pada tanggal 22 Juni 1966 (dalam

272
suasana SU MPRS ke-4, hari ke-3), Presiden menyampaikan amanat atau
pidatonya yang berjudul “Nawaksara”. Nawa artinya “sembilan”,

Hal
sedangkan Aksara artinya “huruf” atau “pasal”. Amanat –pidato– Soekarno
tersebut oleh MPRS dipandang atau dianggap tidak memenuhi harapan
rakyat, karena tidak memuat secara jelas kebijakan Presiden selaku
Mandataris MPRS mengenai Peristiwa G30S 1965 beserta epilognya.

Satu hari setelah Sidang MPRS ke-4 ditutup, yaitu tanggal 6 Juli 1966, ABRI
kembali mengeluarkan pernyataan penegasan dukungannya terhadap
ketetapanketetapan dan keputusan-keputusan MPRS, serta bertekad
melaksanakan dan mengamankannya secara konsekwen. Setelah Sidang

facebook.com/asncpns @asncpns
100% PAKET LKIT – 100% AKURAT

Paket LKIT 2016


Umum MPRS IV tahun 1966 tersebut dapat berlangsung dengan lancar,
kemudian pada tanggal 25 Juli 1966, Presiden Soekarno melaksanakan Tap
MPRS Nomor XIII/MPRS/1966 tentang Kabinet Ampera. Presiden Soekarno
membentuk Kabinet Ampera dan membubarkan Kabinet Dwikora yang
disempurnakan.

Kabinet Ampera terdiri dari tiga unsur, yaitu: a. Pimpinan kabinet dipegang
oleh Presiden Soekarno; b. Pembantu Pimpinan yang terdiri dari lima orang
Menteri Utama yang secara bersama merupakan suatu Presidium, dengan
Letjen Soeharto (Menteri Utama Bidang Hankam) sebagai Ketua Presidium;
dan c. Anggotaanggota kabinet yang terdiri dari 24 Menteri yang masing-
masing memimpin Departemen, di bawah koordinasi Presidium Kabinet
melalui Menteri Utama yang membawahi bidang-bidang yang
bersangkutan.

Tugas dari Kabinet Ampera ini disebut Dwi Darma, yaitu mewujudkan
stabilitas politik dan menciptakan stabiltas ekonomi. Sedangkan program
kerja Kabinet Ampera disebut Catur Karya yang terdiri dari empat hal,
yaitu: a. Memperbaiki kehidupan rakyat terutama di bidang sandang dan
pangan; b. Melaksanakan pemilu dalam batas waktu sebagaimana
disebutkan di dalam Tap MPRS No. XI/MPRS/1966; c. Melaksanakan politik
luar negeri yang bebas dan aktif untuk kepentingan nasional sesuai dengan
Tap MPRS No. XI/MPRS/1966; dan d. Melanjutkan perjuangan anti
imperialisme dan kolonialisme dalam segala bentuk dan manifestasinya.

273
Pada tanggal 11 Agustus 1966, ada dua peristiwa penting yaitu:
dibentuknya Dewan Stabilitas Ekonomi Nasional (DSEN) oleh Pemerintah

Hal
untuk membantu Kabinet Ampera. Sedangkan peristiwa penting lainnya
yaitu tercapainya persetujuan normalisasi hubungan antara Indonesia dan
Malaysia. Pada tanggal 16 Agustus 1966, Ketua Presidium Kabinet Ampera
(Letjen Soeharto) di depan Sidang Pleno DPR-GR, menyampaikan
keterangan Pemerintah mengenai kebijakan yang telah diambil dan
langkah-langkah yang akan dilaksanakan Pemerintah.

Satu hari kemudian, tanggal 17 Agustus 1966 (dalam suasana Peringatan


HUT Kemerdekaan RI ke-21), Presiden Soekarno mengucapkan pidato di

facebook.com/asncpns @asncpns
100% PAKET LKIT – 100% AKURAT

Paket LKIT 2016


depan rakyat dari halaman Istana Merdeka yang kemudian judul pidatonya
dikenal dengan nama JASMERAH (Jangan sekali-kali meninggalkan sejarah).
Pidato Presiden Soekarno tersebut mendapat reaksi dari berbagai kalangan
dan menjadi bahan perdebatan atau pertentangan politik saat itu. Bahkan
di beberapa tempat sempat menyebabkan timbulnya bentrokan-bentrokan
fisik.

Pada tanggal 28 September 1966, pada masa pemerintahan Kabinet Ampera


(Soekarno dibantu 5 orang Presidium dengan Letnan Jenderal Soeharto
sebagai Ketua Presidium dan 24 Menteri), Indonesia kembali aktif di PBB
setelah sebelumnya semenjak komando Presiden Soekarno pada tanggal 7
Januari 1966 Indonesia keluar dari PBB.

Dengan masuknya kembali Indonesia sebagai anggota PBB, secara tidak


langsung menandakan semakin menguatnya atau kemenangan secara
politis bagi pihak yang dipimpin Jenderal Soeharto (Orde Baru). Pada
tanggal 31 Desember 1966, di depan corong RRI dan layar TVRI, Jenderal
Soeharto (selaku Ketua Presidium Kabinet Ampera) menyampaikan pidato
akhir tahun kepada rakyat Indonesia. Hal ini juga menandakan bahwa
secara politis pihak yang dipimpin Jenderal Soeharto (Orde Baru) semakin
dominan, sementara Presiden Soekarno (Orde Lama) yang secara “de jure”
masih memegang kekuasaan pemerintahan sebagai Presiden RI dan sebagai
Pimpinan Kabinet Ampera, namun secara “de facto” pengaruh dan
legitimasi pemerintahannya pada saat itu semakin memudar dan semakin
dijauhi masyarakat.

274
Mengawali peristiwa penting di tahun 1967, pada tanggal 10 Januari 1967,

Hal
Presiden Soekarno menyampaikan “surat” Pelengkap Nawaksara kepada
Pimpinan MPRS untuk memenuhi permintaan MPRS (yang tertuang dalam
Keputusan No. 5/MPRS/1966) agar Presiden melengkapi laporan
pertanggungjawabannya mengenai terjadinya Peristiwa G30S 1965.

Untuk membahas Pelengkap Nawaksara tersebut, Pimpinan MPRS


menyelenggarakan musyawarah pada tanggal 21 Januari 1967, dan
mengeluarkan pernyataan bahwa Presiden Soekarno telah alpa dalam
memenuhi ketentuanketentuan konstitusional. Sementara itu, DPR-GR

facebook.com/asncpns @asncpns
100% PAKET LKIT – 100% AKURAT

Paket LKIT 2016


dalam resolusi dan memorandum tanggal 9 Februari 1967 menyatakan
menolak Nawaksara beserta Pelengkap Nawaksara, dan berpendapat
bahwa kepemimpinan Presiden Soekarno secara konstitusional, politik dan
ideologi membahayakan keselamatan dan keutuhan bangsa, negara dan
Pancasila.

Dalam perkembangan politik selanjutnya, berdasarkan Pengumuman


Presiden Soekarno/Mandataris MPRS/Panglima Tertinggi ABRI tanggal 20
Februari 1967 dan isi dari Tap MPRS No. XV/MPRS/1966 (yang menyatakan:
Apabila Presiden berhalangan, maka pemegang Supersemar memegang
jabatan Presiden), di Jakarta pada 22 Februari 1967, berlangsung
penyerahan kekuasaan pemerintahan dari Presiden Soekarno kepada
Letjen Soeharto (sebagai pengemban Tap MPRS No. IX/MPRS/1966).

Peristiwa penyerahan kekuasaan pemerintahan tersebut merupakan


peristiwa penting dalam usaha mengatasi situasi konflik yang sedang
memuncak pada waktu itu. Penyerahan kekuasaan ini mendapat sambutan
yang meriah di masyarakat umum dan ABRI. Bahkan pada tanggal 24
Februari 1967, ABRI menyatakan akan mengamankan isi yang tersurat dan
yang tersirat dalam pengumuman tersebut dengan segala konsekuensinya.
Dengan terjadinya penyerahan kekuasaan tersebut, pada tanggal 4 Maret
1967 Jenderal Soeharto memberikan keterangan resmi pemerintahan di
hadapan sidang DPRGR, setelah sebelumnya pada tanggal 24 Februari 1967
Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (ABRI) mengeluarkan kebulatan
tekad untuk mengamankan penyerahan kekuasaan tersebut.

275
Menindaklanjuti penyerahan kekuasaan tersebut, MPRS mengadakan Sidang

Hal
Istimewa pada tanggal 7 – 12 Maret 1967. Dalam Sidang Istimewa tersebut,
MPRS berhasil merumuskan Tap MPRS No. XXXIII/MPRS/1967, yang berisi
hal-hal sebagai berikut: a. Mencabut kekuasaan pemerintah negara dari
Presiden Soekarno; b. Menarik kembali mandat MPRS dari Presiden
Soekarno dengan segala kekuasaan pemerintah sebagaimana yang diatur di
dalam UUD 1945; dan c. Mengangkat Pengemban Tap MPRS
NomoriX/MPRS/1966 sebagai Pejabat Presiden hingga dipilihnya presiden
menurut hasil pemilihan umum.

facebook.com/asncpns @asncpns
100% PAKET LKIT – 100% AKURAT

Paket LKIT 2016


Pada akhir sidang istimewa MPRS, yakni pada tanggal 12 Maret 1967,
Jenderal Soeharto secara resmi dilantik dan diambil sumpah oleh Ketua
MPRS, Jenderal TNI A.H. Nasution sebagai Pejabat Presiden Republik
Indonesia. Di samping Tap MPRS No. XXXIII, MPRS juga berhasil
merumuskan: a. Tap MPRS No. XXXIV/MPRS/1967 tentang peninjauan
kembali Tap MPRS No. I/MPRS/1960 tentang Manifesto Politik RI sebagai
GBHN karena sudah tidak sesuai lagi dengan perkembangannya; dan b. Tap
MPRS No. XXXV/MPRS/1966 tentang pencabutan Tap MPRS No.
XVII/MPRS/1966 tentang Pemimpin Besar Revolusi.

Di dalam Sidang Umum MPRS yang berlangsung pada tanggal 21 – 30 Maret


1968, Pejabat Presiden Jenderal TNI Soeharto dikukuhkan sebagai Presiden
RI sampai dengan terpilihnya Presiden RI hasil pemilihan umum. Selain itu,
di dalam Sidang Umum MPRS 1968, telah dirumuskan tujuh ketetapan. Pada
tanggal 27 Maret 1968, Jenderal Soeharto diambil sumpah sebagai Presiden
RI yang keempat. Sejak 1968, Soeharto resmi menjabat sebagai Presiden RI
yang keempat (setelah Sukarno, 1945 – 1949; Mr. Asaat, 1949 – 1950;
Sukarno, 1950 – 1967). Walaupun realitasnya demikian, akan tetapi
sebagian besar masyarakat Indonesia lebih mempercayai bahwa Soeharto
adalah Presiden RI yang ke-2.

1.2. Stabilisasi dan Rehabilitasi

Tuntutan Tritura yang ketiga yaitu perbaikan dan stabilitas ekonomi hanya

276
dapat dilakukan dengan pembangunan di segala bidang. Akan tetapi
pembangunan hanya dapat berjalan lancar jika negara berada dalam

Hal
keadaan aman dan tertib. Oleh karena itu sebelum pembangunan nasional
dimulai diperlukan dahulu stabilitas nasional.

Program pertama yang dilakukan adalah pembaharuan kabinet. Kabinet


untuk menstabilitaskan ekonomi dan keamanan disebut Kabinet Ampera.
Dalam masa Kabinet Ampera I & II (1966-1968), Departemen Keuangan
mengemban tugas melaksanakan program stabilitas ekonomi dan keuangan

facebook.com/asncpns @asncpns
100% PAKET LKIT – 100% AKURAT

Paket LKIT 2016


negara yang meliputi bidang moneter termasuk didalamnya menjaga
stabilitas intern dan ekstern nilai mata uang Indonesia.

Untuk mengatasi situasi perekonomian dan keuangan yang sangat buruk


serta dalam rangka stabilitas ekonomi, pemerintah menetapkan
serangkaian kebijaksanaan, yaitu: a. Penyesuaian pengeluaran negara
dengan pendapatan negara, sehinga terdapat keseimbangan antara
pengeluaran dan penerimaan (Balance Budget) yang dituangkan dalam
Undang-undang APBN No.13 Tahun 1967 tanggal 30 Desember 1967 yang
juga menjadi dasar hukum pelaksanaan APBN 1968/1969; b. Penekanan
inflasi dan peningkatan nilai rupiah; dan c. Penjadwalan beban
pembayaran utang luar negeri warisan masa lampau yang seluruhnya
berjumlah US$ 2,4 Milyar dan di lain pihak juga berusaha untuk mendapat
kredit baru guna membiayai belanja pembangunan.

Selain itu, dalam konperensi “rescheduling” hutang-hutang luar negeri


dengan pihak kreditor menghasilkan persetujuan, yaitu: a. Pembayaran
hutang pokok dilaksanakan selama 30 tahun dari tahun 1970 s.d. 1999; b.
Pembayaran dilaksanakan secara angsuran dengan jumlah yang sama setiap
tahun; c. Selama waktu pengangsuran tidak dikenakan bunga sedangkan
pembayaran kembali bunga pinjaman dilaksanakan dalam 15 angsuran
tahunan mulai 1985; dan d.Pembayaran hutang dilaksanakan atas dasar
prinsip non discriminative, baik terhadap negara kreditor, maupun
terhadap sifat dan tujuan kredit.

277
Untuk melaksanakan Keputusan Presidium Kabinet No.15/U/KEP/8/1966
tentang Struktur Organisasi Departemen dengan Keputusan Menteri

Hal
Keuangan No.57/MEN.KEU/1967 dilakukan penyempurnaan struktur
organisasi Departemen Keuangan sebagai berikut : a. Pembentukan
Inspektorat Jenderal Departemen Keuangan yang merupakan pemecahan
Direktorat Jenderal Pengawasan Keuangan Negara untuk menghindari
kesimpangsiuran dalam memahami tugas nasional dan departemental; b.
Penambahan direktorat-direktorat yang pada Direktorat Jenderal Anggaran
(dari 3 menjadi 5), Direktorat Pajak (dari 4 menjadi 5), Direktorat Jenderal
Keuangan (dari 3 menjadi 5), Direktorat Pengawasan Keuangan Negara

facebook.com/asncpns @asncpns
100% PAKET LKIT – 100% AKURAT

Paket LKIT 2016


(dari 3 menjadi 4); dan c. Koordinasi langsung kantor-kantor daerah oleh
Direktorat Jenderal yang bersangkutan.

Adapun unit eselon I yang ada pada Departemen Keuangan itu adalah
terdiri dari Sekretariat Jenderal, Direktorat Jenderal Anggaran, Direktorat
Jenderal Pajak, Direktorat Jenderal Bea dan Cukai, Direktorat Jenderal
Pengawasan Keuangan Negara, Direktorat Jenderal Keuangan dan
Inspektorat Jenderal.

Setelah memasuki Kabinet Pembangunan I, Kebijaksanaan Menteri


Keuangan dalam bidang moneter, penerimaan dalam negeri dan
pengeluaran rutin diarahkan untuk meningkatkan tabungan pemerintah,
serta memperbaiki neraca pembayaran.

Pada masa Repelita I banyak dilaksanakan kebijaksanaan-kebijaksanaan di


bidang anggaran, perpajakan, penerimaan negara, ekspor dan devisa
sehingga memberikan kemajuan perekonomian Indonesia. Hal ini terbukti
dengan turunnya tingkat inflasi dari 650% pada tahun 1966 menjadi 85%
pada tahun 1968.

Untuk mendukung pelaksanaan tugas, serta dalam rangka meningkatkan


ketertiban dan disiplin pegawai dalam melaksanakan tugasnya, pada
tanggal 30 Maret 1971 dengan Surat Keputusan Presiden nomor 15 tahun
1971 ditetapkan pemberian tunjangan khusus yang dimaksudkan sebagai
tindakan preventif dan sekaligus sebagai imbangan atas tindakan yang akan
diambil sehingga pegawai Departemen Keuangan dapat menjalankan tugas

278
dan jabatannya dengan penuh kesadaran dan rasa tanggung jawab,
berprestasi kerja semaksimal mungkin dan tidak melakukan

Hal
penyelewengan- penyelewengan dalam bidang penerimaan dan
pengeluaran negara. Keputusan Presiden ini berlaku mulai tanggal 1 April
1971.

facebook.com/asncpns @asncpns
100% PAKET LKIT – 100% AKURAT

Paket LKIT 2016


1.3. Tahap-tahap Pembangunan Nasional

Prioritas utama tahap pembangunan nasional adalah stabilitas politik.


Tindakan ini dilakukan berdasarkan pengalaman sejarah pada masa Liberal
dan masa Demokrasi Terpimpin sebagaimana telah diuraikan terdahulu.
Karena itu dalam Kabinet Pembangunan Nasional I, mula-mula yang mereka
lakukan adalah menghilangkan pertentangan politik. Dualisme
Kepemimpinan adalah bagian pertama yang harus segera diselesaikan.
Dualisme Kepemimpinan ini berakhir pada tanggal 22 Februari 1967. Ketika
itu Presiden Soekarno menyerahkan kekuasaannya kepada Letnan Jenderal
Soeharto. Namun secara resmi serah terima jabatan baru dilaksanakan
setelah Sidang Umum V MPRS yang berlangsung tanggal 7 – 12 Maret 1967.

Dalam Sidang Umum V MPRS tanggal 21 – 30 Maret 1968 Letnan Jenderal


Soeharto diangkat sebagai Presiden RI sampai terpilih kembali melalui
Pemilihan Umum. Dengan terpilihnya Jenderal Soeharto ini kemudian
dibentuk Kabinet Pembangunan. Tugas utama Kabinet Pembangunan
adalah: 1. Menciptakan Stabilitas Politik dan Ekonomi; 2. Menyusun dan
melaksanakan rencana Pembangunan Lima tahun Tahap pertama; 3.
Melaksanakan Pemilihan Umum; 4. Mengikis habis sisa-sisa Pelaku G30S dan
pendukungnya; dan 5. Membersihkan aparatur negara di pusat dan di
daerah dari pengaruh PKI.

Keberhasilan dalam mewujudkan stabilitas politik ditunjukkan oleh hasil


penentuan pendapat rakyat (pepera) di Irian Barat pada tahun 1969. Irian

279
Barat memilih bersatu dengan Republik Indonesia. Di samping itu
pemerintah juga berhasil mengembalikan stabilitas politik luar negeri

Hal
antara lain dengan: 1. Berakhirnya Konfrontasi dengan Malaysia pada
tanggal 11 Agustus 1966; 2. Indonesia kembali menjadi anggota PBB pada
tanggal 28 September 1966; dan 3. Pembentukan ASEAN 8 Agustus 1967.

Setelah Jenderal Soeharto resmi menjabat sebagai Presiden RI, maka


langkah utama melaksanakan pembangunan nasional adalah membentuk
Kabinet Pembangunan I sesuai dengan Tap MPRS No. XLI/MPRS/1968 pada
tanggal 6 Juni 1968. tugas pokok Kabinet Pembangunan I adalah

facebook.com/asncpns @asncpns
100% PAKET LKIT – 100% AKURAT

Paket LKIT 2016


melanjutkan tugas-tugas dari Kabinet Ampera. Programnya dikenal dengan
sebutan Panca Krida Kabinet Pembangunan. Isinya adalah sebagai berikut:

a. Menciptakan stabilitas politik dan ekonomi sebagai syarat mutlak


berhasilnya pelaksanaan Rencana Pembangunan Lima Tahun
(Repelita) dan Pemilihan Umum (Pemilu).
b. Menyusun dan merencanakan Rencana Pembangunan Lima Tahun.
c. Melaksanakan pemilihan umum selambat-lambatnya pada bulan Juli
1971.
d. Mengembalikan ketertiban dan keamanan masyarakat dengan
mengkikis habis sisa-sisa G30S dan setiap rongrongan,
penyelewengan, serta pengkhianatan terhadap Pancasila dan UUD
1945.
e. Melanjutkan penyempurnaan dan pembersihan secara menyeluruh
aparatur negara baik di pusat maupun di tingkat daerah.

Untuk merealisasikan pembangunan seperti yang diamanatkan dalam Garis


Besar Haluan Negara (GBHN), Orde Baru melaksanakan konsep
Pembangunan Lima Tahun (Pelita) yang dimulai sejak 1 April 1969. Adapun
pelaksanaan konsep Pembangunan Lima Tahun selama masa pemerintahan
Orde baru adalah sebagai berikut:

a. Pelita I (1 April 1969 – 31 Maret 1974);


b. Pelita II (1 April 1974 – 31 Maret 1979);
c. Pelita III (1 April 1979 – 31 Maret 1984);

280
d. Pelita IV (1 April 1984 – 31 Maret 1989);
e. Pelita V (1 April 1989 – 31 Maret 1994); dan

Hal
f. Pelita VI (1 April 1994 – 31 Maret 1999, tidak terlaksana dengan
penuh).

Dalam sektor ekonomi Kebijaksanaan Pemerintah diarahkan untuk


memperbaiki neraca pembayaran yang ditunjang dengan tersedianya
cadangan devisa yang cukup memadai. Di samping itu terjadinya
keseimbangan moneter dan anggaran pendapatan belanja negara yang
berimbang dan dinamis.

facebook.com/asncpns @asncpns
100% PAKET LKIT – 100% AKURAT

Paket LKIT 2016


Untuk mencapai hal ini, maka dikeluarkan paket kebijaksanaan 1 April
1976. Sasaran pokok kebijakan ini adalah mendorong ekspor di luar minyak
dan gas bumi sebagai sumber pendapatan negara. Untuk meningkatkan
daya saing hail-hasil produksi dalam negeri, maka pada tanggal 15
November 1978 diambil kebijaksanaan yang menurunkan nilai tukar rupiah
terhadap valuta asing dengan 33,6% dari Rp 415,- per US dolar menjadi Rp
615,- per US dolar. Sedangkan untuk meningkatkan persediaan dalam
negeri dilakukan peningkatan kesadaran pajak masyarakat,
penyempurnaan efisiensi kerja setiap departemen.

Untuk mendukung kebijaksanaan pemerintah ini dan untuk menyelesaikan


perkembangan pelaksanaan tugas yang semakin kompleks, diperlukan
susunan tata kerja Departemen Keuangan yang lebih sempurna. Sebagai
pelaksanaan Keputusan Presiden RI Nomor 44 dan 45 tahun 1974, Menteri
Keuangan dengan Surat Keputusan Nomor KEP-405/MK/6/4/1975
menetapkan pembentukan unit organisasi baru sebagai berikut :

a. Badan Pendidikan dan Latihan Keuangan (BPLK), yang dibentuk untuk


memenuhi kebutuhan pendidikan/latihan yang dirasakan semakin
meningkat dan penting bagi seluruh pegawai.
b. Pusat Penelitian dan Pengembangan Keuangan (Puslitbang
Keuangan), yang mempunyai tugas pokok menyelenggarakan
pembinaan semua unit-unit penelitian dan pengembangan di
lingkungan Departemen Keuangan.
c. Kantor Wilayah, yang merupakan perwakilan departemen di daerah.

281
Di samping itu, pada tahun 1976 kembali dilakukan perubahan-perubahan

Hal
antara lain :

a. Dibentuknya Pusat Analisa Informasi Keuangan (PAIK), yang bertugas


melakukan pembinaan dan pengembangan dalam pengolahan data.
b. Berdasarkan Keputusan Presiden RI No. 52 tahun 1976, dibentuk
Badan Pengawas Pasar Modal (BAPEPAM), yang berada langsung di
bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri Keuangan, dan
bertugas mengadakan penilaian terhadap perusahaan-perusahaan
yang akan menjual sahamsahamnya melalui pasar modal,

facebook.com/asncpns @asncpns
100% PAKET LKIT – 100% AKURAT

Paket LKIT 2016


menyelenggarakan bursa pasar modal yang efektif dan efisien serta
terus-menerus mengikuti perkembangan perusahaanperusahaan yang
menjual saham-sahamnya melalui pasar modal.
c. Terbitnya Instruksi Menteri tentang Pengalihan tugas Direktorat
IPEDA dari Direktorat Jenderal Moneter ke Direktorat Jenderal Pajak.
d. Pembentukan Badan Urusan Piutang Negara (BUPN), serta beberapa
penyempurnaan pada Direktorat Jenderal Pengawasan Keuangan
Negara dan BPLK.

Pada Kabinet Pembangunan III, kebijaksanaan yang ditempuh oleh


pemerintah adalah dilakukannya penyempurnaan kebijaksanaan-
kebijaksanaan ekonomi yang telah dilaksanakan pada kabinet sebelumnya
terutama untuk meningkatkan sumber-sumber dalam negeri guna
meningkatkan tabungan pemerintah untuk membiayai pembangunan yang
semakin meningkat. Kejadian yang sangat mengganggu perekonomian
bangsa Indonesia adalah turunnya harga minyak bumi secara tajam
sehingga memaksa pemerintah untuk mendevaluasikan mata uang rupiah
sebesar 27,8% dari Rp 700,- per US dolar menjadi Rp 970,- per US dolar
pada bulan Maret 1983 guna mengamankan pembangunan neraca
pembayaran. Oleh karena itu, Indonesia kemudian mulai mengandalkan
penerimaan dalam negeri untuk menghimpun dana selain bantuan luar
negeri.

Dengan memfokuskan pada peningkatan penerimaan dalam negeri,


hasilnya secara nyata terlihat dengan meningkatnya jumlah penerimaan

282
dalam negeri yang terdiri dari pajak, bea masuk dan cukai, penerimaan
minyak serta penerimaan bukan pajak yang meningkat 57 kali dibanding

Hal
Repelita I.

Untuk lebih memantapkan pengawasan serta untuk menyesuaikan dengan


perkembangan kebutuhan pemerintah dan pembangunan, maka
Departemen Keuangan mengadakan perubahan organisasi dan membentuk
unit-unit kerja baru sejalan dengan perluasan tugas pokok dan fungsinya.
Adapun beberapa unit baru tersebut adalah :

facebook.com/asncpns @asncpns
100% PAKET LKIT – 100% AKURAT

Paket LKIT 2016


a. Direktorat Jenderal Moneter, dikembangkan menjadi Direktorat
Jenderal Moneter Dalam negeri dan Direktorat Jenderal Moneter Luar
Negeri.
b. BPLK, terjadi perluasan dalam struktur organisasi BPLK. Pusdiklat
Kebendaharaan Umum, berganti nama menjadi Pusdiklat Anggaran
dan dibentuk Pusdiklat Keuangan Umum sebagai penyelenggara diklat
bagi Setjen, Ditjen Moneter Dalam dan Luar Negeri, BUPN, BAPEPAM,
BPLK, PAIK serta Perjan Pegadaian. Selain itu, Pusdiklat Akuntansi
menjadi Sekolah Tinggi Akuntansi Negara (STAN). Dan yang terakhir
adalah dihapusnya Pusdiklat Pengawasan yang kemudian dibentuk
Pusdiklat Pegawai.
c. BUPN, dengan Surat Keputusan Menteri Keuangan Nomor
451/KMK.01/1982 ditetapkan pembentukan, pengaturan mengenai
nama, tempat kedudukan daerah wewenang cabang BUPN dan Kanwil
BUPN.
d. Direktorat Jenderal Pajak, terjadi penyempurnaan organisasi dan
Ditjen. Pajak yang meliputi peningkatan type kantorinspeksi Ipeda
dan pembentukan kantor dinas Ipeda Tk. I dan II.
e. Direktorat Jenderal Pengawasan Keuangan Negara (DJPKN), pada
tahun 1983 dilakukan pengalihan tugas dari DJPKN Departemen
Keuangan kepada Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan
(BPKP) yang dibentuk berdasarkan Inpres No. 14 tahun 1983.

Kebijaksanaan pembangunan berlandaskan pada Trilogi Pembangunan dan

283
hasil-hasilnya, pertumbuhan ekonomi yang cukup tinggi, stabilitas nasional
yang sehat dan dinamis mulai diterapkan pada Pelita IV. Kebijaksanaan ini

Hal
bertujuan meningkatkan neraca pembayaran dengan mengambil langkah-
langkah efisiensi dalam penggunaan devisa untuk impor, peningkatan
penanaman modal luar negeri serta pemantapan nilai tukar riil rupiah
terhadap valuta asing. Untuk mendukung semua ini dilakukan deregulasi
dan debirokrasi.

Namun dalam mewujudkan langkah-langkah efisiensi dan penggunaan


devisa untuk impor terjadi masalah, yaitu jatuhnya harga minyak bumi
pada tahun 1986 dari sekitar US$ 25 per barel pada awal tahun menjadi di

facebook.com/asncpns @asncpns
100% PAKET LKIT – 100% AKURAT

Paket LKIT 2016


bawah US$ 10 per barel pada bulan Agustus. Dampak dari keadaan ini
adalah pemerintah mendevaluasikan rupiah sebesar 31,0% dari Rp 1.134,-
per US dolar menjadi Rp 1.644,- per US dolar.

Langkah lebih lanjut deregulasi dan debirokrasi perdagangan luar negeri


adalah Pemerintah mengeluarkan paket kebijaksanaan 25 Oktober 1986
yang kemudian disusul dengan paket kebijaksanaan 15 Januari 1987.
Hasilnya ternyata cukup menggembirakan yakni dengan naiknya
penerimaan dalam negeri dengan pertumbuhan rata-rata 21,6% pada
Repelita IV.

Namun, upaya penyempurnaan organisasi dan tata kerja Departemen


Keuangan terus dilanjutkan. Adapun perubahan yang terjadi adalah:

1. Dengan Kepres No. 15 tahun 1984 dibentuk Pusat Pembukuan


Keuangan Negara (PPKN) yang berada di bawah dan bertanggung
jawab kepada Menteri, dan sehari-hari pembinaannya dilakukan oleh
Sekretaris Jenderal;
2. Dibentuk Pusat Penyusunan dan Analisa APBN berdasarkan Keputusan
Presiden Nomor 47 tahun 1985;
3. Dibentuk Pusat Pengelolaan dan Pembebasan Pengembalian Bea
Masuk (P4BM) berdasarkan keputusan Presiden Nomor 12 tahun 1986;
4. Dengan Keputusan Presiden Nomor 36 tahun 1987 dilakukan
perubahan struktur organisasi Departemen Keuangan yakni, Ditjen
Moneter Luar Negeri dan Ditjen Moneter Dalam Negeri digabung

284
kembali menjadi Ditjen Moneter dan sebagian direktorat dan tugas
Ditjen Moneter Luar Negeri dilimpahkan kepada Ditjen Anggaran dan

Hal
Setjen;
5. Terjadi perubahan struktural pada tingkat eselon II dalam Ditjen
Anggaran dengan masuknya Direktorat Dana Luar Negeri sebagai
akibat peleburan Ditjen Moneter dan peleburan Direktorat Kas
Negara dengan Direktorat Perbendaharaan Negara menjadi
Direktorat Perbendaharaan dan Kas Negara;

facebook.com/asncpns @asncpns
100% PAKET LKIT – 100% AKURAT

Paket LKIT 2016


6. Dibentuknya Badan Analisa Keuangan Negara, Perkreditan, dan
Neraca Pembayaran pada tahun 1988, yang kemudian disebut Badan
Analisa Keuangan Negara;
7. Dibentuk Badan Pelayanan Kemudahan Ekspor dan Pengolahan Data
Keuangan (BAPELTA) yang sekarang disebut BAPEKSTA berdasarkan
Keputusan Presiden nomor 27 tahun 1988. Badan ini merupakan
gabungan antara PAIK dan P4BM.

Dalam Kabinet Pembangunan V, prioritas utama ditujukan pada


pembangunan prasarana, peningkatan kualitas sumber daya manusia,
operasi pengendalian pengentasan kemiskinan. Untuk mencapai tujuan ini,
Departemen Keuangan mendapat tugas utama, yakni menggali dan
mengembangkan sumber-sumber penerimaan migas maupun non migas.
Hasilnya diharapkan untuk mendorong terciptanya lapangan kerja.

Untuk itu maka upaya peningkatan penerimaan bukan pajak makin


digalakkan, baik melalui peningkatan efisiensi usaha dan penyempurnaan
administrasi Badan Usaha Milik Negara (BUMN), maupun melalui penertiban
dan intensifikasi penerimaan rutin departemen/lembaga. Hasilnya, dalam
tiga tahun pertama penerimaan PPN menunjukkan hasil yang cukup
mengesankan. Hal ini dikarenakan adanya penyederhanaan yang telah
dilakukan dalam system perpajakan dan perluasan dasar pengenaan pajak.

Dalam bidang moneter, serangkaian kebijaksanaan penting diambil sejak


awal Repelita V adalah menyempurnakan sistem perkreditan nasional.

285
Sistem ini menggalang kredit bagi usaha kecil. Dalam paket ini fungsi
perbankan dan lembaga keuangan sebagai pengelola. Langkah-langkah

Hal
yang diambil berkaitan dengan paket ini antara lain : mengurangi secara
bertahap peranan kredit likuiditas untuk berbagai program dan kegiatan,
menyederhanakan struktur suku bunga, dan menyempurnakan program
perkreditan ke arah terjaminnya penyediaan dana usaha kecil dan kegiatan
produktif koperasi, diikuti dengan paket kebijaksanaan 29 Januari 1990
(Pakjan) disusul oleh Paket Februari 1991 (Paktri) dan Paket Juni 1991.
Kemajuan yang pesat di bidang penerimaan dalam negeri, penerimaan
pembangunan, pengeluaran rutin, pengeluaran pembangunan, serta

facebook.com/asncpns @asncpns
100% PAKET LKIT – 100% AKURAT

Paket LKIT 2016


perkembangan moneter yang meliputi perkembangan jumlah uang
beredar, penghimpunan dana, perkreditan, lembaga keuangan, dan ekspor
diharapkan dapat memperkuat landasan ekonomi menyongsong
Pembangunan Jangka Panjang Tahap II (PJPT II).

Dalam menyesuaikan perkembangan kebutuhan dalam pelaksanaan


pembangunan, Departemen Keuangan mengadakan penyempurnaan di
bidang organisasi dan tata kerja. Tujuannya adalah agar dapat lebih
berdaya guna dalam pelaksanaan organisasi tata kerja. Penyempurnaan ini
berupa penggabungan Kantor Kas Negara (KKN) dengan Kantor
Perbendaharaan Negara (KPN) menjadi Kantor Perbendaharaan dan Kas
Negara (KPKN), pembentukan Direktorat PAK, pelimpahan sebagian tugas
dan pegawai Ditjen Anggaran kepada PT. TASPEN, dan relokasi pegawai
DJA ke Ditjen Pajak.

Dalam rangka menghadapi perdagangan internasional peningkatan


kesejahteraan suatu bangsa sangat penting, karena ekonomi menjadi lebih
terbuka dan Free trade area semakin menjadi kebutuhan. Fakta yang
menunjukkan kondisi seperti ini adalah dengan munculnya GATT, AFTA,
NAFTA, maupun WTO serta mulai dicanangkannya kesatuan mata uang
Eropa. Melihat keadaan yang seperti ini, diperlukan tingkat kompetitif yang
tinggi pada masing-masing negara baik itu berupa keunggulan kompetitif
maupun keunggulan komperatif, jika suatu Negara ingin tetap exist dalam
perdagangan internasionalnya.

286
Adanya integrasi ekonomi regional seperti AFTA, NAFTA, APEC dan
sebagainya, cenderung akan memperketat persaingan global dan

Hal
memperkuat resiprositas dalam perdagangan internasional. Lebih-lebih
integrasi regional yang beranggotakan negara-negara maju yang meliputi
peraturan serta kebijaksanaan tarif dan non tarif serta insentif ekspor,
akan semakin merugikan negara-negara yang tertinggal di bidang
tekhnologi. Dalam hal ini diperlukan campur tangan pemerintah untuk
mempercepat pertumbuhan dan mengurangi dampak perdagangan yang
merugikan dengan negara-negara yang lebih maju serta mencegah adanya

facebook.com/asncpns @asncpns
100% PAKET LKIT – 100% AKURAT

Paket LKIT 2016


penetrasi yang lebih dalam perusahaan-perusahaan multinasional ke dalam
sektorindustri nasional.

Dalam kondisi persaingan yang semakin ketat, kehadiran BUMN akan sangat
diperlukan sebagai balancing agents dalam menghadapi perusahaan-
perusahaan multinasional swasta yang mampu menggunakan kekuatan
ekonomis mereka untuk membelokkan kebijaksanaan pemerintah ke arah
yang menguntungkan bagi perusahaan yang bersangkutan dan merugikan
kepentingan nasional.

1.4. Awal Reformasi dan Runtuhnya Orde Baru

Puluhan tahun masa orde baru dibawah kepemimpinan Presiden Soeharto


berlangsung dengan prioritas Pembangunan Jangka Pendek (5 tahun) dan
Pembangunan Jangka Panjang (30 tahun) yang dituangkan dalam program
pembangunan tiap lima tahun (Repelita). Keberhasilan pembangunan yang
dijalankan oleh orde baru lebih banyak pada pembangunan fisik, dimana
bangunan-bangunan pencakar langit kokoh berdiri di kota-kota besar
namun disisi lain pembangunan ekonomi sektor riil yang melibatkan
kalangan ekonomi lemah sangatlah rapuh. Pada bidang politik dan
keamanan orde baru berhasil mengkondisikan situasi sehingga kebijakan-
kebijakan yang diambil mendapat dukungan dari parlemen yang mayoritas
suara dikuasai oleh partai golkar sebagai partai penguasa orde baru.
Dengan dukungan yang dimiliki dari parlemen hasil pemilu 1997, Soeharto

287
sebagai presiden berkuasa untuk melakukan berbagai kebijakan termasuk
menempatkan orang-orang kepercayaanya bahkan kroni-kroni dan

Hal
keluarganya pada posisi-posisi strategis .

Kebijakan-kebijakan yang diambil oleh penguasa orde baru lebih banyak


menguntungkan elit penguasa dan keluarganya sehingga banyak
menimbulkan kerugian bagi negara, korupsi menjadi hal yang susah untuk
diperkarakan apalagi dibrantas habis. Kekayaan berlebihan keluarga
Soeharto, para kroni dan cukong jelas melukai rakyat jelata dan usahawan
pribumi .

facebook.com/asncpns @asncpns
100% PAKET LKIT – 100% AKURAT

Paket LKIT 2016


Pada tahun 1997 krisis ekonomi melanda, diawali dengan turunnya nilai
tukar rupiah terhadap dolar Amerika sehingga harga-harga melonjak tajam,
masyarakat kesulitan memenuhi kebutuhan bahan pokok. Kepercayaan
masyarakat terhadap kemampuan pemerintah mengatasi krisis ekonomi
telah hilang, timbul gejolak di masyarakat termasuk di kalangan mahasiswa
yang menyerukan pemerintahan yang bersih dari Korupsi, Kolusi dan
Nepotisme (KKN). Demonstrasi mahasiswa muncul dimana-mana dan terus
berlanjut menuntut pengadilan kasus-kasus korupsi yang merugikan negara
hingga pengunduran diri Presiden Soeharto sebagai penguasa Orde Baru.

a. Lahirnya Reformasi.

Setelah pelantikan Kabinet Pembangunan VII pada awal bulan Maret 1998
kondisi bangsa dan negara semakin tidak membaik. Perekonomian juga
tidak mengalami pertumbuhan, sementara masalah sosial semakin
menumpuk. Kondisi seperti itu mengundang keprihatinan rakyat. Memasuki
bulan Mei, mahasiswa di berbagai daerah mulai bergerak menggelar untjuk
rasa dan aksi keprihatinan yang isinya antara lain menuntut turunnya harga
sembako, dihapuskannya korupsi, kolusi, dan nepoitisme (KKN) dan
turunnya Soeharto dari kursi kepresidenan.

Oleh karena semakin banyaknya aksi unjuk rasa dimana-mana, akhirnya


membuat aparat tampak kewalahan, sehingga mereka harus bertindak
lebih keras terhadap aksi tersebut. Peringatan Jenderal Wiranto kepada

288
mahasiswa yang berani turun ke jalan waktu itu (April 1998), bahwa ia akan
memerintahkan mengganti “peluru karet” dengan “peluru timah” dalam

Hal
menertibkan para demonstran. Akibatnya, bentrokan antara mahasiswa
dan aparat keamanan tak dapat dicegah. Pada tanggal 12 Mei 1998 dalam
aksi unjuk rasa mahasiswa Universitas Trisakti terjadi bentrokan dengan
aparat keamanan yang mengakibatkan empat mahasiswa tewas tertembak
dan puluhan mahasiswa dan warga lainnya mengalami luka-luka. Kematian
keempat mahasiswa Trisakti ternyata tidak menyurutkan aksi mahasiswa di
seluruh Indonesia. Bahkan, kematian rekannya itu makin mengobarkan
semangat mahasiswa di seluruh Indonesia yang didukung masyarakat untuk

facebook.com/asncpns @asncpns
100% PAKET LKIT – 100% AKURAT

Paket LKIT 2016


terus menyuarakan tuntutannya supaya Presiden Soeharto mengundurkan
diri.

Peristiwa Trisakti, 12 Mei 1998 itu membuat masyarakat berduka dan


marah. Kejadian itu memicu terjadinya kerusuhan massal pada tanggal 14
dan 15 Mei 1998 di Jakarta dan sekitarnya. Kerusuhan itu mengakibatkan
kelumpuhan kegiatan masyarakat. Banyak pusat perbelanjaan (Mal, Plaza,
Supermarket) dijarah orang-orang yang tidak bertanggung jawab sehingga
beratus-ratus pertokoan menjadi amukan massa dan si jago merah.
Demikian pula, di Surakarta bangunanbangunan yang diduga sebagai akibat
KKN menjadi korban keganasan perusuh. Banyak bangunan menjadi rata
dengan tanah.

Aksi mahasiswa di Jakarta agak mereda saat terjadi kerusuhan massa.


Namun, setelah itu aksi mahasiswa pro reformasi semakin besar. Mereka
terus berusaha mendatangi gedung DPR/MPR untuk berdialog dengan wakil
rakyat walaupun mendapat penjagaan ketat dari aparat keamanan. Pada
tanggal 17 – 19 Mei 1998 puluhan ribu mahasiswa dari berbgai perguruan
tinggi di Jakarta dan sekitarnya akhirnya berhasil “menduduki” gedung
DPR/MPR. Dalam suasana yang sangat panas tersebut, kaum reformis di
seluruh pelosok tanah air bersemangat untuk menuntut reformasi di bidang
politik, ekonomi, dan hukum.

Pada tanggal 20 Mei 1998 Presiden mengundang tokoh-tokoh bangsa


Indonesia, untuk diminta pertimbangannya dalam rangka membentuk

289
Komite Reformasi, yang akan diketuai oleh Presiden Soeharto. Namun
tawaran pembentukan komite tersebut tidak mendapat tanggapan,

Hal
sehingga Presiden Soeharto tidak mampu membentuk Komite Reformasi
maupun Kabinet Reformasi.

Di luar gedung istana, ABRI dari segala angkatan siap siaga, sehingga
suasana menjadi tegang. Semangat reformasi ternyata tidak reda, terbukti
masih banyaknya mahasiswa yang bertahan di gedung DPR/MPR Senayan.
Dengan adanya desakan dari mahasiswa dan masyarakat serta
mempertimbangkan kepentingan bangsa dan negara, hari Kamis, 21 Mei
1998, pukul 10.00 Presiden Soeharto menyatakan berhenti dari tugas

facebook.com/asncpns @asncpns
100% PAKET LKIT – 100% AKURAT

Paket LKIT 2016


menjalankan kekuasaan Presiden RI di depan Mahkamah Agung. Pada
kesempatan yang sama, berdasarkan Pasal 8 UUD 1945, Presiden menunjuk
Wakil Presiden B.J. Habibie menjadi pengganti Presiden. Pelantikan
dilakukan di depan Mahkamah Agung.

b. Dasar Hukum Naiknya B.J Habibie Menjadi Presiden RI

Naiknya B.J Habibie menjadi presiden menggantikan Soeharto sempat


memunculkan polemik (kontroversi) di kalangan ahli hukum. Sebagian ahli
hukum di Indonesia, ada yang menilai hal itu konstitusional (sah
berdasarkan hukum dasar atau konstitusi), akan tetapi ada juga yang
memberi penilaian hal itu inkonstitusional (melanggar konstitusi). Adanya
beberapa pendapat tersebut disebabkan hukum yang kita miliki belum
lengkap, sehingga menimbulkan interpretasi yang berbeda-beda.

Bagi mereka yang menganggap bahwa B.J. Habibie menjadi presiden


adalah sah dan konstitusional adalah didasarkan atau disesuaikan dengan
ketentuan Pasal 8 Undang-Undang Dasar 1945 (sebelum diamandemen)
yang berbunyi:

“Jika Presiden mangkat, berhenti atau tidak dapat menjalankan


kewajibannya, maka ia diganti oleh wakil presiden sampai habis masa
waktunya.”

Sedangkan bagi mereka yang menyatakan bahwa naiknya B.J Habibie

290
menjadi Presiden adalah tidak sah atau inkonstitusional, dengan
melandaskan pada ketentuan Pasal 9 UUD 1945. Pasal 9 UUD 1945 (sebelum

Hal
diamandemen) menyatakan bahwa, “Sebelum Presiden memangku
jabatannya, maka ia (Presiden) harus mengucapkan sumpah dan janji di
hadapan MPR atau DPR.”

Untuk kasus ini, B.J. Habibie tidak melakukan hal demikan. Ia


mengucapkan sumpah dan janji di depan Mahkamah Agung dan personil
MPR dan DPR yang diundang ke Istana dan bukan bersifat kelembagaan.
Dalam Tap MPR Nomor VII / 1973 memungkinkan sumpah itu di depan MA,

facebook.com/asncpns @asncpns
100% PAKET LKIT – 100% AKURAT

Paket LKIT 2016


akan tetapi, ia tidak melihat alasan bahwa ketika itu tidak dimungkinkan
sumpah dan janji presiden dilakukan di depan MPR atau DPR. Artinya
bahwa, sumpah dan janji presiden bisa dilakukan di depan rapat DPR,
meskipun saat itu gedung MPR / DPR RI masih diduduki mahasiswa.

Bahkan, ada juga yang berpendapat bahwa mustinya Soeharto harus


mengembalikan mandatnya dahulu kepada MPR yang mengangkatnya, baru

kemudian MPR yang kemudian menyerahkan mandat tersebut kepada wakil


presiden (B.J. Habibie) atau bisa juga mandat “rakyat Indonesia” itu
diserahkan oleh MPR kepada orang lain (yang berasal dari kelompok
reformis) yang dipandang oleh MPR mampu memimpin Indonesia, karena
situasi dan kondisinya yang memang sedang tidak normal (sedang dalam
keadaan darurat).

Secara hukum materiil (normatif yuridis) naiknya B.J. Habibie menjadi


presiden sah dan konstitusional. Namun, secara hukum formal (hukum
acara) hal itu tidak konstitusional, sebab perbuatan hukum yang sangat
penting yaitu pelimpahan wewenang dari Soeharto kepada Habibie harus
melalui acara resmi yang konstitusional. Apabila perbuatan itu dihasilkan
dari acara yang tidak konstitusional maka perbuatan hukum itu menjadi
tidak sah. Saat itu DPR tidak memungkinkan untuk bersidang, seharusnya
ada alasan yang kuat dan itu harus dinyatakan sendiri oleh DPR.

Berdasarkan hal tersebut, secara yuridis formal ada dualisme


kepemimpinan, sebab saat itu mandat Soeharto sebagai presiden belum

291
dicabut. Jika demikian, maka apa pun nama sidang yang dilakukan oleh
MPR harus tetap bersidang untuk menerima pengunduran diri atau

Hal
pernyataan “berhenti” dari Soeharto. Jika pengunduran diri atau
pernyataan “berhenti” dari Soeharto diterima maka MPR mencabut
mandatnya, maka barulah hal yang demikian itu dinyatakan sah.

Begitu juga naiknya B.J. Habibie menjadi presiden juga harus melalui Tap.
MPR baru, sehingga ketetapan sebelumnya yang mengangkatnya menjadi
wapres harus dicabut melalui sidang MPR. Disamping itu, Soeharto
seharusnya mempertanggungjawabkan kepemimpinan-nya sejak Maret

facebook.com/asncpns @asncpns
100% PAKET LKIT – 100% AKURAT

Paket LKIT 2016


1998, baik secara kelembagaan maupun individu. Prosedur
pertanggungjawaban itu harus tetap dipenuhi. Namun, fakta sejarah
menunjukkan lain, yaitu penyerahan kekuasaan pemerintahan dari
Soeharto kepada B.J. habibie dilakukan di Istana di hadapan MA dan
undangan para pejabat tinggi negara. Hal itu terjadi lebih dikarenakan
faktor situasi dan kondisi yang serba tidak memungkinkan terhadap semua
aturan yuridis formal itu dilaksanakan.

Disamping itu, ketika negara dalam situasi dan kondisi yang tidak normal
(semisal dalam keadaan darurat, revolusi maupun kudeta), maka
pemerintah suatu negara, atau bisa juga terhadap pelaku kudeta –tidak
hanya untuk kasus pemerintah atau pelaku kudeta di Indonesia saja–
memungkinkan terjadinya tindakan inkonstitusional, termasuk
mengeluarkan dekrit, peraturan baru, dan bahkan penggantian terhadap
semua unsur pemerintahan yang ada sekalipun.

b. Pembentukan Kabinet Reformasi Pembangunan

Setelah B.J. Habibie dilantik dan disumpah “di Istana dihadapan MA” untuk
menjadi presiden pada tanggal 21 Mei 1998, beliau mendapat tugas
memimpin bangsa Indonesia. Dalam janji yang diucapkannya, beliau akan
memperhatikan sungguh-sungguh dinamika dan aspirasi yang berkembang
dalam pelaksanaan reformasi secara menyeluruh. Pada tanggal 22 Mei
1998, B.J. Habibie membentuk kabinet baru yang dinamakan Kabinet

292
Reformasi Pembangunan. Kabinet itu terdiri atas 16 Menteri, yang meliputi
perwakilan dari militer (ABRI), Golkar, PPP, dan PDI. Pada tanggal 25 Mei

Hal
1998 diadakan pertemuan atau sidang pertama kebinet Reformasi
Pembangunan.

B.J. Habibie membentuk komite untuk merancang undang-undang politik


yang lebih longgar, menjanjikan pemilu dalam waktu satu tahun, dan
menyetujui pembatasan masa jabatan presiden paling lama (maksimal)
untuk dua periode (dua kali lima tahun). Upaya tersebut mendapat
sambutan positif, akan tetapi pemerintah masih dituntut untuk

facebook.com/asncpns @asncpns
100% PAKET LKIT – 100% AKURAT

Paket LKIT 2016


merealisasikan agenda reformasi tersebut. Tugas berat B.J. Habibie adalah
mengatasi krisis ekonomi yang melanda Indonesia sejak pertengahan tahun
1997. Disamping itu, ia juga dituntut menciptakan pemerintahan yang
bersih, berwibawa, bebas dari praktek korupsi, kolusi, dan nepotisme
(KKN), serta berbagai kebijakan lain yang positif untuk menjawab
tantangan dan memenuhi tuntutan orde rerformasi ini.

c. Perbaikan Ekonomi

Di bidang ekonomi, B.J. Habibie dianggap sangat berhasil dengan gemilang,


karena mampu menaikkan kurs rupiah yang sebelumnya sempat merosot
dan mengembalikan kepercayaan dunia kepada Indonesia. Padahal, ketika
B.J. Habibie naik menjadi presiden, negara Indonesia diwarisi krisis
ekonomi yang cukup parah. Oleh karena itu, agar bangsa Indonesia dapat
segera keluar dari krisis ekonomi yang berkepanjangan, maka B.J. Habibie
berusaha melakukan beberapa kebijakan untuk memperbaiki
perekonomian Indonesia. Adapun beberapa kebijkan yang ditempuh B.J.
Habibie antara lain: 1. Merekapitalisasi perbankan; 2. Merekonstruksi
perekonomian nasional; 3. Melikuidasi beberapa bank bermasalah; 4.
Menaikkan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika hingga di bawah Rp
10.000,- dan 5. Mengimplementasikan reformasi ekonomi yang diisyaratkan
IMF.

293
d. Reformasi di Bidang Politik.

Hal
Tanggapan masyarakat terhadap kedudukan B.J. Habibie sebagai presiden
RI ada yang pro (mendukung) dan ada yang kontra (menolak atau
menentang).

Hal tersebut di atas merupakan kewajaran dalam kehidupan politik suatu


negara, apalagi dalam situasi dan kondisi negara memasuki masa-masa
transisi. Di era reformasi, Presiden B.J. Habibie mengupayakan suasana
politik Indonesia dalam keadaan yang transparan dan merencanakan

facebook.com/asncpns @asncpns
100% PAKET LKIT – 100% AKURAT

Paket LKIT 2016


Pemilu yang langsung, umum, bebas, rahasia, jujur, dan adil. Sehingga
dapat dibentuk lembaga tinggi Negara yang betul-betul refresentatif.
Disamping itu, hanya dengan melaksanakan Pemilu, disamping dianggap
memenuhi tuntutan sebagian besar kaum reformis, tetapi di pihak lain,
memang “sengaja” dipersiapkan oleh B.J. Habibie untuk “jalan”
kembalinya kekuatan Orde Baru di pemerintahan pada masa yang akan
datang.

Dalam pemilu yang siap diselenggarakan era pemerintahan Presiden B.J.


Habibie ternyata rakyat dapat menyalurkan aspirasinya sehingga
bermunculan partai-partai politik sebanyak lebih kurang 45 partai. Hal ini
berbeda dengan pemilu-pemilu sebelumnya yang hanya terdiri dari tiga
orsospol peserta pemilu (PPP, Golkar dan PDI). Disamping itu, kebijakan
B.J. Habibie yang dianggap cukup “bijaksana” di bidang politik yaitu
membebaskan beberapa narapidana politik. Sebut saja misalnya Sri Bintang
Pamungkas, mantan anggota DPR yang masuk penjara karena mengkritik
Presiden Soeharto, serta Muchtar Pakpahan, pemimpin buruh yang dijatuhi
hukuman karena dituduh memicu kerusuhan di Medan, Sumatera Utara
tahun 1994. Di samping itu, Habibie juga mencabut larangan berdirinya
serikat-serikat buruh independen.

e. Pemilihan Umum 1999

Salah satu kebijakan politik yang penting dalam memulihkan multikrisis di

294
Indonesia setelah penguasa Orde Baru (Soeharto) menyatakan berhenti
tanggal 21 Mei 1998 dan kemudian dilanjutkan oleh wakilnya (B.J Habibie)

Hal
yang oleh sebagian besar kaum reformis dianggap “penerus” Orde Baru
ialah dengan mempersiapkan Pemilihan Umum (Pemilu) yang langsung,
umum, bebas, rahasia, jujur, dan adil. Pemilu dianggap sebagai salah satu
jalan yang perlu mendapatkan perhatian untuk keluar dari multikrisis dan
untuk memperoleh pemimpin yang dipercaya rakyat. Untuk melaksanakan
pemilihan umum sebagaimana yang diamanatkan dalam ketetapan MPR.

facebook.com/asncpns @asncpns
100% PAKET LKIT – 100% AKURAT

Paket LKIT 2016


Presiden Habibie menetapkan tanggal 7 Juni 1999 sebagai waktu
pelaksanaannya. Untuk itu maka dicabutlah lima paket undang-undang
tentang politik, yaitu undang-undang tentang pemilu, susunan, kedudukan,
tugas, dan wewenang DPR/MPR, partai politik dan Golkar, referendum,
serta organisasi massa. Sebagai gantinya, DPR berhasil menetapkan tiga
undang-undang politik baru. Ketiga undang-undang yang diratifikasi pada
tanggal 1 Februari 1999 dan ditandatangani Habibie itu adalah undang-
undang partai politik, pemilihan umum, dan susunan serta kedudukan MPR,
DPR, dan DPRD.

Lahirnya undang-undang politik tersebut menggairahkan kehidupan politik


di Indonesia. Hal itu memicu munculnya partai-partai politik yang
jumlahnya cukup banyak. Tidak kurang dari 112 partai politik lahir. Dari
sekian banyak itu, hanya 48 partai yang berhak mengikuti pemilihan umum.
Sebagai pelaksana pemilihan umum adalah Komisi Pemilihan Umum (KPU),
bukan lagi LPU. Anggota KPU terdiri atas wakil dari pemerintah dan partai
politik peserta Pemilu. Kampanye pemilihan umum yang diikuti oleh 48
partai digelar di seluruh wilayah Indonesia.

Jadwal kampanye pemilu pun telah diatur namun bentrok antar pendukung
partai tetap tidak dapat dihindarkan.

Pelaksanaan pemilihan umum yang diperkirakan rusuh, ternyata tidak


menjadi kenyataan. Selama pemungutan suara, yaitu pada tanggal 7 Juni
1999, kondisi Indonesia justru relatif aman. Pemungutan suara berjalan

295
dengan lancar dan tidak ada kerusuhan. Setelah pemungutan suara
berakhir, KPU kembali melakukan pengunduran jadwal penghitungan akhir.

Hal
Dalam penghitungan akhir, lima partai yaitu: PDI-P, Partai Golkar, PPP,
PKB, dan PAN, meraih suara cukup besar.

f. Sidang Umum MPR Hasil Pemilu 1999.

Setelah KPU berhasil menetapkan jumlah anggota DPR dan MPR


berdasarkan hasil pemilu tahun 1999, serta berhasil menetapkan jumlah

facebook.com/asncpns @asncpns
100% PAKET LKIT – 100% AKURAT

Paket LKIT 2016


wakil-wakil Utusan Golongan dan Utusan Daerah maka MPR segera
melaksanakan sidang.

Sidang Umum MPR Tahun 1999 diselenggarakan antara tanggal 1 sampai


dengan 21 Oktober 1999. Sidang Umum ini mengukuhkan Amien Rais
sebagai ketua MPR dan Akbar Tandjung sebagai ketua DPR. Dalam Sidang
Paripurna MPR XII tanggal 19 Oktober 1999, pidato pertanggungjawaban
Presiden Habibie ditolak oleh anggota MPR melalui mekanisme voting
dengan 355 suara menolak, 322 suara menerima, 9 abstain, dan 4 suara
tidak sah. Dengan penolakan pertanggungjawaban tersebut, peluang
Habibie untuk mencalonkan diri kembali sebagai presiden RI menjadi
sangat tipis.

2. LATIHAN

1. Pada tanggal 10 Januari 1966 masyarakat yang dipelopori KAMI dan


KAPI menyampaikan tiga tuntutan rakyat kepada pemerintah yang
dikenal dengan nama Tritura , sebutkan tiga tuntutan rakyat
tersebut!
2. Sebutkan dua landasan pelaksanaan Pemerintah Orde Baru!
3. Apa nama kabinet pada masa Orde Baru dan Sebutkan Program
Kerjanya!

296
4. Sebutkan enam kurun waktu Repelita pada PJPT I!
5. Sebutkan tiga peserta Pemilu pada masa Orde Baru yang paling

Hal
dominan?
6. Apa prioritas utama pembangunan pada masa Kabinet Pembangunan
V?
7. Apa penyebab utama Pemerintahan Orde Baru mengalami
keruntuhan?
8. Sebutkan langkah-langkah yang ditempuh atau kebijakan yang
diambil Pemerintahan / Presiden B.J Habibie dalam mengatasi krisis
moneter?

facebook.com/asncpns @asncpns
100% PAKET LKIT – 100% AKURAT

Paket LKIT 2016


9. Sebutkan lima partai politik peserta Pemilu 1999 yang berhasil
menempati urutan 1 sampai 5 dalam perolehan suara terbanyak!
10. Siapa yang terpilih menjadi Presiden RI pada Sidang Umum tahun
1999 ?

3. RANGKUMAN

 Orde Baru adalah orde tatanan seluruh peri kehidupan rakyat, bangsa
dan negara Indonesia yang diletakkan kembali di atas pelaksanaan
Pancasila dan UUD 1945 secara murni dan konsekuen.
 Kelahiran Orde Baru ini tidak dapat dipisahkan dari Peristiwa G30S
1965 dan munculnya Supersemar 1966. Munculnya Supersemar
merupakan dampak dari upaya penyelesaian kemelut politik yang
menimpa bangsa Indonesia sebagai akibat dari Tragedi Nasional pada
tanggal 30 September 1965.
 Prioritas utama tahap Pembangunan Nasional adalah menciptakan
stabilitas politik dalam mendukung terwujudnya Stabilitas Nasional
sebagai syarat utama dalam melaksanakan pembangunan.
 Pemerintah Orde Baru berusaha untuk melakukan
pembenahanpembenahan terhadap buruknya keadaan ekonomi pada
masa sebelumnya. Hal ini diwujudkan dengan dibentuknya Dewan
Stabilisasi Ekonomi Nasional (DSEN) pada tanggal 11 Agustus 1966.
Adapun tugas dari DSEN ini adalah melakukan sinkronisasi, koordinasi

297
penyusunan program dan pelaksanaannya dalam rangka stabilisasi
ekonomi. Dewan ini merupakan pembantu pemerintah yang

Hal
bertanggung jawab langsung kepada Presiden dan bertugas
merumuskan kebijaksanaan-kebijaksanaan di bidang ekonomi.
 Selain keberhasilan, pembangunan pada masa orde baru, dirasakan
oleh masyarakat bahwa kebijakan-kebijakan yang diambil oleh
penguasa orde baru lebih banyak menguntungkan elit penguasa dan
keluarganya sehingga banyak menimbulkan kerugian bagi negara,
selain itu praktik korupsi, kolusi dan nepotisme (KKN) menjadi hal
yang susah untuk diberantas.

facebook.com/asncpns @asncpns
100% PAKET LKIT – 100% AKURAT

Paket LKIT 2016

 Akhir masa Orde Baru diwarnai oleh krisis kepercayaan masyarakat


terhadap pemerintah, demonstrasi mahasiswa, krisis ekonomi, dan
kerusuhan sehingga pada tanggal 21 Mei 1998 Presiden Soeharto
secara resmi menyatakan berhenti dan digantikan oleh Wakil
Presiden B.J Habibie.

A. PILIHAN BENAR – SALAH

Jawablah pernyataan di bawah ini dengan memberikan tanda silang (X)

pada huruf B jika benar atau huruf S jika salah.

1. B – S
Orde Baru adalah Suatu orde yang bertujuan untuk meluruskan dan
melaksanakan UUD 45 secara murni dan konsekuen.
Jawab: B
2. B – S
Kudeta PKI melalui G 30 S 65 pada dasarnya adalah kesalahan
kebijakan Presiden Soekarno pada Demokrasi Liberal.
Jawab: S
3. B – S
Pada tanggal 10 Juni 1966 Front Pancasila mengadakan Demonstrasi
yang menuntut Tritura.

298
Jawab: B
4. B – S

Hal
Surat perintah 11 Maret 1965 adalah Perintah untuk mengukuhkan
atau memperkuat kedudukan Ir. Soekarno sebagai Presiden RI.
Jawab: S
5. B – S
Stabilitas dan Rehabilitasi Pembangunan Nasional pada awal masa
Orde Baru adalah prioritas Kabinet Pembangunan I.
Jawab: B

facebook.com/asncpns @asncpns
100% PAKET LKIT – 100% AKURAT

Paket LKIT 2016


6. B – S
Hasil Sidang Umum V MPRS tanggal 21-30 Maret 1965 adalah
mengangkat Bung Karno sebagai Presiden seumur hidup.
Jawab: S
7. B – S
Salah satu prestasi politik luar negeri RI pada tahun 1967 adalah
Pembentukan Organisasi ASEAN.
Jawab: B
8. B – S
Pada masa Kabinet Pembangunan III salah satu kebijakan yang
ditempuh Presiden Soeharto adalah meningkatkan pendapatan dalam
negeri melalui sektor pajak.
Jawab: B
9. B – S
Pada tahun 1983 dibentuk Badan Pengawasan Keuangan dan
Pembangunan (BPKP). Tujuannya adalah memberikan peluang para
pejabat untuk lebih leluasa dalam berusaha.
Jawab: S
10. B–S
Konsep Trilogi Pembangunan di Indonesia mulai diterapkan hanya
pada Pelita ketiga.
Jawab: S

299
Hal

facebook.com/asncpns @asncpns
100% PAKET LKIT – 100% AKURAT

Paket LKIT 2016


B. PILIHAN GANDA

Pilihlah jawaban yang paling benar dengan memberikan tanda silang (X)

pada huruf a, b, c, atau d.

1. Pada tanggal 10 Januari 1966 KAMI dan KAPI menyampaikan tiga


tuntutan rakyat (TRITURA) kepada pemerintah sebagai berikut,
kecuali:
a. Pembubaran PKI dan ormas-ormasnya
b. Pembersihan kabinet Dwikora, dengan sasaran jangka panjang
berupa pemerintahan yang efisien, kompak, dan efektif
c. Penurunan harga bahan-bahan kebutuhan pokok, dengan
konsekuensi jangka panjang rehabilitasi dan stabilisasi ekonomi
d. Pembubaran Trikora
2. Presiden Soekarno mengeluarkan Surat Perintah –harian- kepada
Letnan Jenderal Soeharto yang menjabat sebagai pimpinan Kostrad.
Surat Perintah inilah yang –kemudian- dikenal dengan nama Surat
Perintah 11 Maret 1966 (Supersemar). Supersemarini antara lain
berisi:
a. Instruksi agar Letnan Jenderal Soeharto mengambil tindakan yang
dianggap perlu untuk menjamin keamanan, ketenangan,
ketertiban, dan kestabilan jalannya pemerintahan demi keutuhan
bangsa dan Negara Republik Indonesia

300
b. Instruksi agar Letnan Jenderal Soeharto menggantikan jabatan
Presiden Soekarno sebagai Presiden

Hal
c. Instruksi agar Letnan Jenderal Soeharto memimpin pasukan untuk
menumpas para pemberontak
d. Instruksi agar Letnan Jenderal Soeharto memimpin pasukan untuk
menumpas PKI dan ormas-ormasnya
3. Pemerintah Orde Baru adalah pemerintahan yang dipimpin oleh
Presiden Soeharto. Pemerintahan ini berlangsung sejak berlakunya
Supersemar pada tanggal 11 Maret 1966. Orde Baru mempunyai dua
landasan, yaitu :

facebook.com/asncpns @asncpns
100% PAKET LKIT – 100% AKURAT

Paket LKIT 2016


a. Landasan falsafah dan ideologi UUD 1945, dan landasan
konstitusional berupa Pancasila
b. Landasan falsafah dan ideologi Pancasila, dan landasan
konstitusional berupa UUD 1945
c. Landasan falsafah, ideologi dan landasan konstitusional adalah
Pancasila
d. Landasan falsafah, ideologi dan landasan konstitusional adalah
UUD 1945
4. Program pertama yang dilakukan untuk mengembalikan stabilitas
nasional pada masa Orde Baru adalah pembaharuan kabinet. Kabinet
untuk menstabilitaskan ekonomi dan keamanan disebut Kabinet
Ampera. Dalam masa Kabinet Ampera I & II (1966-1968), Departemen
Keuangan mengemban tugas :
a. Melaksanakan program stabilitas ekonomi dan keuangan negara
yang meliputi bidang moneter termasuk didalamnya menjaga
stabilitas intern dan ekstern nilai mata uang Indonesia
b. Membantu pemerintah dalam mengumpulkan dana untuk
pembiayaan dalam rangka pembangunan nasional
c. Menyusun APBN dalam rangka penerimaan dan belanja Negara
d. Membantu pemerintah untuk mengentaskan masyarakat dari
kemiskinan
5. Nama lain dari kabinet Dwikora yang disempurnakan adalah :
a. Kabinet Orde Baru
b. Kabinet Indonesia Bersatu

301
c. Kabinet Seratus Menteri
d. Kabinet Seratussepuluh Menteri

Hal
6. Tokoh mahasiswa yang tewas dalam demonstrasi KAMI dan KAPPI dan
dikenal dengan sebutan pahlawan Ampera adalah :
a. Amir Mahmud
b. Arif Rahman Hakim
c. Basuki Rahmat
d. Achmad Arif

facebook.com/asncpns @asncpns
100% PAKET LKIT – 100% AKURAT

Paket LKIT 2016


7. Kebijaksanaan pembangunan berlandaskan pada Trilogi
pembangunan dan hasil-hasilnya, pertumbuhan ekonomi yang cukup
tinggi, stabilitas nasional yang sehat dan dinamis adalah sasaran dari:
a. Pelita I
b. Pelita II
c. Pelita III
d. Pelita IV
8. Prioritas utama pembangunan pada prasarana , peningkatan kualitas
sumber daya manusia , operasi pengendalian pengentasan kemiskinan
adalah sasaran dari :
a. Pelita V
b. Pelita IV
c. Pelita III
d. Pelita I
9. Pada bidang moneter sistem perkreditan nasional disempurnakan
untuk menggalang kredit bagi usaha kecil, dilakukan pada :
a. Pelita V
b. Pelita IV
c. Pelita III
d. Pelita I
10. Adanya persaingan global dan memperkuatnya resiprositas dalam
perdagangan internasional ditandai dengan integrasi ekonomi
regional seperti dibawah ini kecuali ............
a. AFTA

302
b. NAFTA
c. NATO

Hal
d. APEC
11. Kejatuhan pemerintahan orde baru karena sebab di bawah ini ,
kecuali .....
a. Hilangnya kepercayaan rakyat
b. KKN
c. Pelanggaran HAM
d. Pihak asing

facebook.com/asncpns @asncpns
100% PAKET LKIT – 100% AKURAT

Paket LKIT 2016


12. Tragedi berdarah yang menandai kejatuhan Orde Baru terjadi
pada bulan :
a. Agustus 1997
b. Juli 1998
c. Mei 1998
d. Juni 1998
13. Presiden Soeharto menyatakan berhenti sebagai Presiden RI pada
tanggal:
a. 20 Mei 1998
b. 21 Mei 1998
c. c. 20 Mei 1999
d. d. 21 Mei 1999
14. Setelah Presiden Soeharto menyatakan berhenti, maka ia
digantikan oleh Wakilnya, yaitu B.J Habibie menjadi Presiden RI,
berdasarkan Konstitusi :
a. Pasal 6 UUD 1945
b. Pasal 7 UUD 1945
c. Pasal 8 UUD 1945
d. pasal 9 UUD 1945
15. Partai yang mampu memperoleh suara terbanyak pada Pemilu
1999 adalah?
a. PDI-P
b. Partai Demokrat
c. Golkar

303
d. PKB

Hal

facebook.com/asncpns @asncpns
100% PAKET LKIT – 100% AKURAT

Paket LKIT 2016


TES SUMATIF SEJARAH INDONESIA

A. PILIHAN BENAR – SALAH

Jawablah pernyataan di bawah ini dengan memberikan tanda silang (X)

pada huruf B jika benar atau huruf S jika salah.

1. B – S
Pergerakan Nasional diawali dengan munculnya organisasi Budi
Utomo pada tahun 1908
Jawab: B
2. B – S
Kudeta PKI melalui G30S 1965 pada dasarnya adalah kesalahan
kebijakan Presiden Soekarno pada masa Demokrasi Liberal..
Jawab: S
3. B – S
Salah satu prestasi Kabinet Ali Sastroamidjojo adalah
terselenggaranya Konfrensi Asia Afrika (KAA) yang berlangsung pada
bulan April 1955.
Jawab: B
4. B – S
Faktor yang menyebabkan pergerakan nasional terdiri dari faktor
dalam negeri (intern) dan faktor luar negeri (ekstern).

304
Jawab: B
5. B – S

Hal
Kedudukan Jepang semakin kritis setelah kota Hiroshima dibom oleh
tentara RI sebagai rasa tidak puas dari bangsa Indonesia terhadap
penjajahan dan penindasan Jepang kepada bangsa Indonesia.
Jawab: S
6. B – S
Kebangkitan Nasional diawali dengan lahirnya Budi Utomo tahun
1928.
Jawab: S

facebook.com/asncpns @asncpns
100% PAKET LKIT – 100% AKURAT

Paket LKIT 2016


7. B – S
Sudirman sebelum menjadi TNI, aktif dalam Pembela Tanah Air
(PETA).
Jawab: B
8. B – S
Perdana Menteri pertama Indonesia adalah Sutan Syahrir.
Jawab: B
9. B – S
Pelaksanaan Konfrensi Meja Bundar (KMB) di Amsterdam negeri
Belanda berlangsung pada tanggal 23 – 28 Agustus 1949.
Jawab: S
10. B–S
Masalah ekonomi bagi Negara yang baru lahir adalah nilai inflasi yang
rendah dan nilai devisa yang tinggi.
Jawab: S

A. PILIHAN GANDA

Pilihlah jawaban yang paling benar dengan memberikan tanda silang (X)

pada huruf a, b, c, atau d.

1. Kedudukan Jepang semakin kritis setelah kota Hiroshima dibom oleh

305
tentara Sekutu pada tanggal :
a. 4 Agustus 1945

Hal
b. 5 Agustus 1945
c. 6 Agustus 1945
d. 7 Agustus 1945
2. Untuk mempersiapkan kemerdekaan Indonesia dibentuklah PPKI pada
tanggal :
a. 4 Agustus 1945
b. 5 Agustus 1945
c. 6 Agustus 1945

facebook.com/asncpns @asncpns
100% PAKET LKIT – 100% AKURAT

Paket LKIT 2016


d. 7 Agustus 1945
3. Ir. Soekarno dan Drs.H.Moh Hatta diangkat sebagai presiden pertama
melalui sidang PPKI pada tanggal :
a. 17 Agustus 1945
b. 18 Agustus 1945
c. 19 Agustus 1945
d. 20 Agustus 1945
4. Pada tanggal 1 Oktober 1945 tentara sekutu yang diwakili tentara
Inggris mengakui secara de facto pemerintahan Indonesia yang
disampaikan oleh :
a. Letnan Jendral Christison
b. Lord Killen
c. Letnan Jendral Cristian
d. Richard Kirby
5. Kedatangan tentara sekutu ke Indonesia didompleng oleh tentara:
a. AFNEI
b. NICA
c. KNIL
d. HEIHO
6. Perundingan dengan pihak Belanda di Linggarjati ditandatangani
pada tahun:
a. 1942
b. 1945
c. 1946

306
d. 1948
7. Keinginan Belanda untuk menjadikan negara Indonesia menjadi

Hal
Negara persemakmuran disampaikan oleh :
a. Van der Vlass
b. Van Houten
c. Van Mook
d. Van de Sar
8. Negara persemakmuran bentukan Belanda beranggotakan Negara-
negara di bawah ini, kecuali ………
a. Kenya

facebook.com/asncpns @asncpns
100% PAKET LKIT – 100% AKURAT

Paket LKIT 2016


b. Suriname
c. Belanda
d. Indonesia
9. Perundingan setelah Agresi Militer Belanda I yang dilakukan di atas
kapal USS Renville terjadi pada tanggal:
a. 8 Desember 1947
b. 5 Desember 1947
c. 3 November 1947
d. 1 November 1947
10. Pada Agustus 1948 tokoh komunis yang datang dari Rusia untuk
menyatukan idiologi marxisme menjadi PKI adalah:
a. Frettelin
b. Muso
c. D.N Aidit
d. Amir Syarifudin
11. Pada tahun 1961, Pemerintah RI mengambil sikap tegas yaitu
merencanakan penyerbuan ke Irian Barat. Rencana ini dinamakan:
a. Trikora
b. Tritura
c. Dwikora
d. Coup d’etat
12. Sebagai tindak lanjut Sumpah Pemuda, pada tanggal 31 Desember
1930 di Surakarta dibentuk organisasi yang merupakan penyatuan dari
berbagai organisasi pemuda, seperti: Jong Java, Jong Sumatranen

307
Bond, Jong Minahasa, Jong Celebes, Sekar Rukun dan Pemuda
Indonesia, yaitu:

Hal
a. Perhimpunan Indonesia
b. Indonesia Muda
c. Serikat Indonesia Baru
d. Komando Mandala
13. Konferensi Meja Bundar diselenggarakan di:
a. Jakarta
b. Yogyakarta
c. Den Haag

facebook.com/asncpns @asncpns
100% PAKET LKIT – 100% AKURAT

Paket LKIT 2016


d. Bandung
14. Landasan pemerintahan pada masa Orde Baru adalah:
a. Pancasila
b. UUD 1945
c. Landasan Konstitusional
d. Pancasila dan UUD 1945
15. Berikut ini adalah tiga organisasi besar yang menjadi anggota
Majelis Rakyat Indonesia (MRI), 1941 – 1942, kecuali:
a. Persatuan Vekbonden Pegawai Negeri (PVPN)
b. Majelis Syuro’ Muslimin Indonesia (Masyumi)
c. Gabungan Politik Indonesia (Gapi)
d. Majelis Islam A’la Indonesia (MIAI)
16. Salah satu faktor dari luar negeri yang turut mempengaruhi
lahirnya kesadaran dan Pergerakan Nasional dalam perjuangan
bangsa Indonesia adalah:
a. dukungan luar negeri
b. Kemenangan Jepang dalam perang melawan Rusia tahun 1905
c. semangat bersaing
d. faktor alam
17. Jepang menjadi sekutu Jerman menyerang pangakalan armada
Amerika Serikat di Pearl Harbour, Hawai pada tanggal :
a. 8 Desember 1941
b. 8 Maret 1942
c. 21 Desember 1941

308
d. 21 Maret 1942
18. Agresi Militer Belanda pertama terjadi pada tanggal :

Hal
a. 27 Juli 1948
b. 24 Juli 1947
c. 21 Juli 1947
d. 20 Juli 1948
19. Rapat pembentukan Majelis Rakyat Indonesia (MRI) pada tanggal
13 – 14 September 1941, terjadi di kota :
a. Surabaya
b. Jakarta

facebook.com/asncpns @asncpns
100% PAKET LKIT – 100% AKURAT

Paket LKIT 2016


c. Yogyakarta
d. Denpasar
20. Menteri Keuangan pertama kali di Indonesia adalah:
a. Soemitro Djojohadikusumo
b. Ali Sastroamidjojo
c. Mochamad Room
d. Ir. Surachman
21. Hasil dari Konfrensi Meja Bundar (KMB), negara Indonesia
berbentuk negara:
a. Republik Kesatuan
b. Commonwealth
c. Republik Indonesia Serikat
d. Negara Persemakmuran
22. Pejabat Presiden RI Yogyakarta pada enam bulan pertama tahun
1950 adalah:
a. Mr. Asaat
b. Ir. Soekarno
c. Mr. Syafrudin Prawiranegara
d. Drs. Mohammad Hatta
23. Rancangan Undang-Undang Dasar yang ditandatangani oleh
Presiden Soekarno yang kemudian dijadikan sebagai Undang-Undang
Dasar Sementara, ditandatangani pada :
a. 20 Juli 1950
b. 15 Agustus 1950

309
c. 17 Agustus 1950
d. 15 Juli 1950

Hal
24. Indonesia menganut sIstem Demokrasi Liberal pada tahun :
a. 1945 – 1950
b. 1950 – 1955
c. 1950 – 1959
d. 1959 – 1965
25. Jumlah partai dalam sistem Demokrasi Liberal adalah :
a. multi partai
b. single majority

facebook.com/asncpns @asncpns
100% PAKET LKIT – 100% AKURAT

Paket LKIT 2016


c. terbatas
d. ditentukan oleh pemerintah
26. Pada masa sistem Demokrasi Liberal terbentuk beberapa kabinet
di pemerintahan antara lain di bawah ini , kecuali ....
a. Kabinet Natsir
b. Kabinet Sukiman
c. Kabinet Wilopo
d. Kabinet Alimin
27. Pada jaman/masa Demokrasi Liberal terdapat dua kekuatan partai
politik terbesar yaitu:
a. PNI dan PKI
b. MASYUMI dan PNI
c. MASYUMI dan PKI
d. PNI dan PDI
28. Pada masa kabinet Ali Sastroamidjoyo berhasil diselenggarakan
Konfrensi Asia-Afrika (KAA) di Bandung pada bulan:
a. April 1955
b. Oktober 1950
c. Juli 1949
d. Agustus 1948
29. Pemerintah Orde Baru adalah pemerintahan yang dipimpin oleh
Presiden Soeharto. Pemerintahan ini berlangsung sejak berlakunya
Supersemar pada tanggal 11 Maret 1966. Orde Baru mempunyai dua
landasan, yaitu :

310
a. landasan falsafah dan ideologi UUD 1945, dan landasan
konstitusional berupa Pancasila

Hal
b. landasan falsafah, ideologi dan landasan konstitusional adalah
Pancasila
c. landasan falsafah dan ideologi Pancasila, dan landasan
konstitusional berupa UUD 1945
d. landasan falsafah, ideologi dan landasan konstitusional adalah
UUD 1945

facebook.com/asncpns @asncpns
100% PAKET LKIT – 100% AKURAT

Paket LKIT 2016


30. Indonesia menjadi tuan rumah untuk penyelenggaraan Pesta
Olahraga Asia (Asian Games) untuk Asian Games yang ke berapa dan
terselenggara tahun:
a. Asian Games I pada tahun 1954
b. Asian Games II pada tahun 1958
c. Asian Games IV pada tahun 1962
d. Asian Games III pada tahun 1962

311
Hal

facebook.com/asncpns @asncpns
100% PAKET LKIT – 100% AKURAT

Paket LKIT 2016

312
Hal

facebook.com/asncpns @asncpns
100% PAKET LKIT – 100% AKURAT

Paket LKIT 2016

MODUL TES PANCASILA 313


Hal

100% Paket LKIT 100% Akurat

facebook.com/asncpns @asncpns
100% PAKET LKIT – 100% AKURAT

Paket LKIT 2016

BAB 1
PANCASILA

PENGERTIAN, FUNGSI, DAN KEDUDUKAN


HUKUM PANCASILA

INDIKATOR KEBERHASILAN

memahami dan menjelaskan Pengertian, Fungsi-fungsi, dan Kedudukan


Hukum Pancasila

Istilah Pancasila telah dikenal sejak zaman Sriwijaya dan Majapahit dimana
nilai-nilai yang terkandung didalam Pancasila sudah diterapkan dalam
kehidupan kemasyarakatan maupun kenegaraan meskipun sila-silanya
belum dirumuskan secara konkrit. Istilah Pancasila telah dikenal sejak
zaman Majapahit sebagaimana tertulis dalam buku NegaraKertagama
karangan Mpu Prapanca dan buku Sutasoma karangan Mpu Tantular. Dalam
buku Sutasoma karangan Mpu Tantular, istilah Pancasila mempunyai arti
berbatu sendi yang lima, pelaksanaan kesusilaan yang lima.

Istilah Pancasila sendiri berasal dari bahasa Sansekerta yaitu Panca berarti
lima dan Sila berarti dasar atau asas.

314
Jadi Pancasila sebagai Dasar Negara terdiri dari lima asas atau lima sila.

Hal
Ibarat suatu bangunan Negara Kesatuan Republik Indonesia didirikan diatas
suatu pondasi atau dasar yang dinamakan Pancasila yang terdiri dari lima
dasar atau lima asas.

Istilah nama Pancasila sebagai dasar Negara lahir pada tanggal 1 Juni 1945,
sebagaimana diusulkan Ir. Soekarno dalam sidang pertama BPUPKI, yang
mana usulan agar nama Dasar Negara yang terdiri dari lima asas atau lima
sila dinamakan Pancasila disetujui dalam sidang BPUPKI pada tanggal 1 Juni
1945 Pancasila sebagai Dasar Negara dirumuskan oleh Badan Penyelidik

facebook.com/asncpns @asncpns
100% PAKET LKIT – 100% AKURAT

Paket LKIT 2016


Usaha-Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI) dan disahkan
sebagai Dasar Negara oleh Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI)
pada tanggal 18 Agustus 1945.

Rumusan sila-sila Pancasila yang sah yang wajib diamalkan bangsa


Indonesia adalah rumusan sila-sila Pancasila yang tercantum dalam alinea
keempat Pembukaan UUD 1945. Selanjutnya pemahaman terhadap
Pancasila pada hakikatnya dikembalikan kepada dua pengertian pokok
yaitu pengertian Pancasila sebagai pandangan hidup dan sebagai Dasar
Negara. Selanjutnya berdasarkan pengertian pokok Pancasila tersebut,
Pancasila berfungsi sebagai dasar yang statis dan fundamental, tuntunan
yang dinamis dan ikatan yang dapat mempersatukan bangsa Indonesia.
Selain itu Pancasila juga memiliki fungsi yuridis ketatanegaraan yang
merupakan fungsi pokok dan fungsi utama sebagai dasar negara, fungsi
sosiologis dan fungsi etis dan filosofis.

Kedudukan hukum Pancasila selain sebagai dasar negara juga sebagai


sumber dari segala sumber hukum negara sebagaimana tercantum dalam
Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2004. Dalam hubungannya dengan
Undang-Undang Dasar 1945 (UUD 1945), Pancasila menjiwai Pembukaan
dan pasal-pasal UUD 1945.

A. PENGERTIAN PANCASILA

315
Kata atau istilah Pancasila berasal dari bahasa Sansekerta yaitu Panca
berarti Lima dan Sila berarti Dasar atau Asas.

Hal
Jadi istilah Pancasila yang berasal dari bahasa Sansekerta berarti lima
dasar atau lima sila adalah nama Dasar Negara Kesatuan Republik Indonesia
yang disahkan oleh Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI), pada
tanggal 18 Agustus 1945, bersamaan pada saat disahkan UUD 1945 oleh PPKI
karena Pancasila sebagai Dasar Negara merupakan bagian dari UUD 1945
yang tercantum dalam alinea keempat Pembukaan UUD 1945.

facebook.com/asncpns @asncpns
100% PAKET LKIT – 100% AKURAT

Paket LKIT 2016


Berdasarkan catatan peninggalan sejarah Pancasila telah dikenal sejak
zaman Sriwijaya dan Majapahit. Pada zaman Majapahit (abad XIV), istilah
Pancasila terdapat dalam buku Negara Kertagama karangan Mpu Prapanca
dan buku Sutasoma karangan Mpu Tantular.

Dalam buku Sutasoma karangan Mpu Tantular, istilah Pancasila berarti :

1. Berbatu sendi yang lima

2. Pelaksanaan kesusilaan yang lima

Istilah Pancasila sebagai Dasar Negara yang terdiri dari lima asas atau lima
dasar tersebut diusulkan oleh Ir. Soekarno sebagai anggota Badan
Penyelidik Usaha- Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI) dalam
sidang pertama BPUPKI pada tanggal 29 Mei s/d1 Juni 1945, yang mana
usulan Ir. Soekarno tersebut diterima dalam sidang. Karena usulan Ir.
Soekarno disetujui dalam sidang maka pada tanggal 1 Juni 1945 dianggap
sebagai lahirnya nama Pancasila sebagai Dasar Negara Indonesia Merdeka

Sebagai dasar Negara Pancasila berarti lima dasar atau lima asas yang
menjadi dasar dari suatu bangunan Negara R.I. yang diproklamirkan pada
tanggl 17 Agustus 1945. Ibarat suatu bangunan, Negara Kesatuan Republik
Indonesia (NKRI) didirikan diatas suatu pondasi atau dasar yang terdiri dari
lima asas yang dinamakan Pancasila.

Adapun dasar Negara Pancasila dirumuskan BPUPKI yang diketuai Dr.


Rajiman Wedyadiningrat dan Ketua muda R.P. Soeroso. Selanjutnya

316
Pancasila sebagai Dasar Negara, disahkan oleh PPKI, yang merupakan
penjelmaan atau mewakili seluruh rakyat Indonesia dalam sidang PPKI yang

Hal
diketuai Ir. Soekarno dan wakil ketua Drs. Moehammad Hatta pada tanggal
18 Agustus 1945 yaitu sehari setelah Indonesia memproklamirkan hari
kemerdekaannya. Dasar Negara Pancasila di sahkan oleh PPKI bersamaan
saatnya dengan pengesahan UUD 1945. Istilah Pancasila itu sendiri tidak
terdapat dalam Pembukaan maupun dalam pasal-pasal UUD 1945, namun
telah cukup jelas bahwa Pancasila yang kita maksud sebagai Dasar Negara
adalah rumusan sila-sila Pancasila yang tercantum dalam alinea keempat
Pembukaan UUD 1945 yang berbunyi sbb :

facebook.com/asncpns @asncpns
100% PAKET LKIT – 100% AKURAT

Paket LKIT 2016


1. Ketuhanan Yang Maha Esa
2. Kemanusiaan yang adil dan beradab
3. Persatuan Indonesia
4. Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam
permusyawaratan/perwakilan
5. Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia

Jadi rumusan sila-sila Pancasila yang kita amalkan dalam kehidupan


bermasyarakat, berbangsa dan bernegara adalah rumusan sila-sila
Pancasila yang tercantum dalam alinea keempat Pembukaan UUD 1945
Sebagai suatu paham filosofis, pemahaman terhadap Pancasila pada
hakikatnya dapat dikembalikan kepada dua pengertian pokok, yaitu
pengertian Pancasila sebagai pandangan hidup dan sebagai Dasar Negara.

Adapun pengertian Pancasila sebagai Pandangan Hidup dan sebagai Dasar


Negara adalah sbb :

1. Pancasila sebagai pandangan hidup.

Pancasila adalah suatu paham filsafat (philosophical way of thinking) oleh


karena itu harus dapat dipertanggungjawabkan secara logis dan dapat
diterima oleh akal sehat. Dalam pengertian tersebut, Pancasila disebut
juga sebagai way of life, weltanschaung, pegangan hidup, petunjuk hidup,
dan sebagainya.

317
Dalam hal ini Pancasila adalah sebagai petunjuk arah kegiatan di segala
bidang kehidupan, sehingga seluruh tingkah laku dan perbuatan manusia

Hal
Indonesia harus dijiwai dan merupakan pancaran dari sila-sila Pancasila
yang merupakan satu kesatuan yang utuh yang tidak dapat dipisahkan satu
dengan yang lain. Sebagai pandangan hidup yang merupakan penjelmaan
falsafah hidup bangsa, Pancasila dalam pelaksanaannya sehari-hari tidak
boleh bertentangan dengan norma-norma agama, norma-norma kesusilaan,
norma-norma sopan santun, serta norma-norma hukum yang berlaku.

facebook.com/asncpns @asncpns
100% PAKET LKIT – 100% AKURAT

Paket LKIT 2016


2. Pancasila sebagai Dasar Negara

Sebagai dasar negara, Pancasila harus dapat dipertanggung jawabkan


secara yuridis konstitusional (menurut hukum ketatanegaraan), oleh
karena itu setiap orang tidak boleh atau tidak bebas memberikan
pengertian/penafsiran manurut pendapatnya sendiri. Pancasila dalam
pengertian ini sering disebut pula sebagai dasar falsafah Negara
(philosofische grondslag) atau ideologi negara (staatsidee). Dalam hal ini
Pancasila digunakan sebagai dasar untuk mengatur penyelenggaraan
negara atau mengatur pemerintahan negara.

Hal tersebut nampak dari amanat alinea keempat pembukaan UUD 1945,
yang berbunyi antara lain: “….., maka disusunlah kemerdekaan kebangsaan
Indonesia itu dalam suatu undang-undang dasar negara Indonesia, yang
terbentuk dalam suatu susunan negara Republik Indonesia yang
berkedaulatan rakyat, dengan berdasarkan kepada: Ketuhanan Yang Maha
Esa, Kemanusiaan yang adil dan beradab, Persatuan Indonesia, dan
Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam
permusyawaratan/perwakilan, serta dengan mewujudkan suatu Keadilan
sosial bagi seluruh rakyat Indonesia”.

Selanjutnya menurut Prof. Drs. Notonegoro, SH, sebagai unsur pokok


kaidah negara yang fundamental, asas kerohanian Pancasila mempunyai
kedudukan istimewa dalam kehidupan ketatanegaraan bangsa Indonesia.

Ditegaskan pula bahwa Pancasila sebagai pokok kaidah fundamental dari

318
suatu negara itu dalam hukum mempunyai hakikat dan kedudukan yang
tetap, kuat dan tak berubah bagi negara yang dibentuk.

Hal
Dari penegasan tersebut dapat disimpulkan bahwa kedudukan Pancasila
sebagai pokok kaidah negara (dasar negara) adalah sangat fundamental.

facebook.com/asncpns @asncpns
100% PAKET LKIT – 100% AKURAT

Paket LKIT 2016


B. FUNGSI PANCASILA

Berdasarkan pengertian pokok Pancasila, maupun berdasarkan peranannya


dalam tata kehidupan bangsa Indonesia sebagaimana diuraikan di atas,
maka Pancasila dalam bentuknya yang sekarang ini berfungsi sebagai:

1. Dasar yang statis / fundamental, di mana di atasnya didirikan


bangunan negara Indonesia yang kekal. Inilah fungsi pokok Pancasila,
yang tercantum dalam Pembukaan UUD 1945.
2. Tuntunan yang dinamis, yaitu ke arah mana / negara Indonesia akan
digerakkan, atau dengan perkataan lain sebagai cita-cita dan tujuan
bangsa Indonesia.
3. Ikatan yang dapat mempersatukan bangsa Indonesia, di mana
Pancasila menjamin hak hidup secara layak bagi semua warga negara
dan semua golongan tanpa ada perbedaan.

Di samping itu, apabila dilihat lingkup jangkauan sasarannya, fungsi-fungsi


Pancasila dapat dibedakan sebagai berikut:

1. Fungsi yuridis ketatanegaraan yang merupakan fungsi pokok atau


fungsi utama dari Pancasila sebagai Dasar Negara.
2. Fungsi sosiologis, yaitu apabila dilihat sebagai pengatur hidup
kemasyarakatan pada umumnya.
3. Fungsi etis dan filosofis, yaitu apabila fungsinya sebagai pengatur
tingkah laku pribadi, dalam hal ini Pancasila berfungsi sebagai
philosophical way of thinking atau philosophical system.

319
Hal
C. KEDUDUKAN HUKUM PANCASILA

Dalam kaitan dengan fungsi pokoknya sebagai dasar Negara, Pancasila


sebagai bagian dari Pembukaan UUD 1945 mempunyai kedudukan hukum
yang kuat. Dalam hubungannya dengan UUD 1945, Pancasila menjiwai
pembukaan dan pasal-pasal UUD 1945.

Pembukaan UUD 1945 mengandung pokok-pokok pikiran yang tidak lain


adalah Pancasila yang merupakan cita-cita hukum (rechtsidee) yang

facebook.com/asncpns @asncpns
100% PAKET LKIT – 100% AKURAT

Paket LKIT 2016


menguasai hukum dasar, baik hukum dasar tertulis maupun hukum dasar
tidak tertulis (konvensi).

Pembukaan UUD 1945 terdiri dan 4 alinea, yang memuat hal-hal sebagai
berikut :

1. Pernyataan hak kemerdekaan bagi setiap bangsa


2. Pernyataan tentang hasil perjuangan kemerdekaan bangsa Indonesia
3. Pernyataan merdeka
4. Tentang dasar kerohanian (falsafah) Pancasila sebagai dasar negara.

Tiga pernyataan pertama adalah mengenai keadaan-keadaan atau


peristiwa-peristiwa yang mendahului terbentuknya Negara Kesatuan
Republik Indonesia.

Ketiga pernyataan itu tidak mempunyai hubungan organis dengan pasal-


pasal UUD 1945, namun pernyataan ke empat yaitu tentang dasar
kerohanian (falsafah) Pancasila sebagai dasar negara mengandung pokok
pikiran yang di dalamnya tersimpul ajaran Pancasila, sehingga dengan
demikian mempunyai hubungan kausal dan organis dengan Pasal-pasal UUD
1945.

Butir keempat tersebut sangat penting karena merupakan semangat


kejiwaan dari UUD 1945, sebagaimana dijelaskan oleh Prof. Dr. Soepomo
SH, bahwa untuk memahami hukum dasar suatu negara tidak cukup hanya
memahami pasal-pasalnya saja, melainkan harus dipahami pula suasana

320
kebatinan (semangat kejiwaan) dari hukum dasaritu.

Pokok-pokok pikiran yang merupakan suasana kebatinan dari UUD 1945

Hal
tersebut terdiri dari:

1. Pertama, negara melindungi segenap bangsa Indonesia dengan


berdasarkan persatuan (sila ketiga).
2. Kedua, negara Indonesia mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh
rakyat Indonesia (sila kelima).
3. Ketiga, negara berkedaulatan rakyat, berdasarkan atas kerakyatan
dan permusyawaratan/perwakilan (sila keempat).

facebook.com/asncpns @asncpns
100% PAKET LKIT – 100% AKURAT

Paket LKIT 2016


4. Keempat, negara berdasarkan Ketuhanan Yang Maha Esa, menurut
dasar kemanusiaan yang adil dan beradab (sila kesatu dan kedua).

Pokok-pokok pikiran itu yaitu Pancasila merupakan cita-cita hukum yang


menguasai hukum dasar baik hukum dasar yang tertulis maupun hukum
dasar yang tidak tertulis. Pokok-pokok pikiran dalam Pembukaan UUD 1945
dijelmakan dalam pasal-pasal UUD 1945.

Jadi pasal-pasal dalam UUD 1945 dijiwai oleh pokok-pokok pikiran yang
terkandung dalam pembukaan UUD 1945, yaitu Pancasila. Menurut Prof.
DR. Dardji Darmodihardjo SH dalam kaitannya dengan fungsi pokok atau
fungsi utama Pancasila sebagai Dasar Negara yang tercantum dalam
Pembukaan UUD 1945, Pancasila mempunyai kedudukan yang tinggi sebagai
cita-cita dan pandangan hidup bangsa.

Selanjutnya kedudukan hukum Pancasila sebagai Dasar Negara yang


tercantum dalam alinea keempat Pembukaan UUD 1945 yang disahkan PPKI
pada tanggal 18 Agustus 1945 dipertegas kembali dengan Ketetapan MPR
Nomor XVIII / MPR / 1998.

Adapun materi yang tertuang dalam Ketetapan MPR Nomor XVIII / MPR /
1998 adalah sebagai berikut:

1. Mencabut dan menyatakan tidak berlaku lagi Pedoman Penghayatan


dan Pengamalan Pancasila (P4) yang tercantum dalam Ketetapan MPR
NomoriI / MPR / 1978 yang ditetapkan dalam masa Orde Baru.

321
2. Menegaskan kembali Pancasila sebagai Dasar Negara yang tercantum
dalam Alinea keempat UUD 1945 yang disahkan PPKI pada tanggal 18

Hal
Agustus 1945.
3. Selanjutnya kedudukan hukum Pancasila selain sebagai Dasar Negara
juga sebagai sumber dari segala sumber hukum negara, sebagaimana
ditegaskan dalam UU Nomor 10 Tahun 2004.

Berdasarkan hal-hal tersebut diatas dapat disimpulkan bahwa kedudukan


hokum Pancasila adalah sebagai berikut:

facebook.com/asncpns @asncpns
100% PAKET LKIT – 100% AKURAT

Paket LKIT 2016


1. Pancasila sebagai Dasar Negara yang tercantum dalam Alinea
keempat Pembukaan UUD 1945 yang disahkan oleh PPKI pada tanggal
18 Agustus 1945 dipertegas kembali dengan ketetapan MPR no XVIII /
MPR / 1998
2. Pancasila menjiwai Pembukaan dan pasal-pasal UUD 1945. Menurut
Prof. R. Soepomo pokok-pokok pikiran dalam Pembukaan UUD 1945
yaitu sila-sila Pancasila merupakan suasana kebatinan atau semangat
kejiwaan dari pasal-pasal UUD 1945.
3. Pancasila sebagai sumber dari segala sumber hukum Negara
sebagaimana ditegaskan dalam UU no. 10 Tahun 2004. Hal ini berarti
bahwa semua peraturan perundang-undangan di Indonesia harus
dijiwai Pancasila atau harus mengacu pada Pancasila atau tidak boleh
bertentangan dengan Pancasila. Berdasarkan hal-hal tersebut diatas
dapat disimpulkan bahwa kedudukan hokum Pancasila selain sebagai
Dasar Negara, juga menjiwai Pembukaan dan pasal-pasal UUD 1945,
dan sebagai sumber dari segala sumber hukum negara.

2. LATIHAN

Kerjakan latihan di bawah ini, kemudian sesuaikan jawaban Anda dengan


materi yang terdapat dalam kegiatan belajarini!

1. Jelaskan bahwa istilah nama Pancasila sudah dikenal sejak zaman


Majapahit, meskipun sila-silanya belum dirumuskan secara konkrit!

322
2. Uraikan bahwa istilah nama Pancasila sebagai Dasar Negara “lahir”
pada tanggal 1 Juni 1945!

Hal
3. Jelaskan pengertian Pancasila sebagai Pandangan Hidup dan sebagai
Dasar Negara!
4. Sebutkan fungsi Pancasila apabila dilihat lingkup jangkauan
sasarannya!
5. Jelaskan kedudukan hukum Pancasila!

facebook.com/asncpns @asncpns
100% PAKET LKIT – 100% AKURAT

Paket LKIT 2016


3. RANGKUMAN

Istilah Pancasila berasal dari bahasa Sansekerta yaitu Panca berarti lima,
dan Sila berarti asas. Jadi Pancasila dalam bahasa Sansekerta berarti lima
dasar atau lima asas. Istilah Pancasila itu sendiri telah dikenal sejak zaman
Majapahit pada abad ke XIV sebagaiman tercantum dalam buku Negara
Kertagama karangan Mpu Prapanca dan buku Sutasoma karangan Mpu
Tantular.

Dalam buku Sutasoma karangan Mpu Tantularistilah Pancasila mempunyai


arti berbatu sendi yang lima, dan pelaksanaan kesusilaan yang lima.

Selanjutnya pada tanggal 1 Juni 1945 dalam sidang pertama BPUPKI, Ir.
Soekarno sebagai salah satu anggota BPUPKI mengusulkan Dasar Negara
Indonesia Merdeka yang terdiri dari lima asas atau lima sila diberi nama
Pancasila, yang mana usulan tersebut diterima oleh sidang BPUPKI
tersebut. Dengan demikian dapat dinyatakan bahwa pada tanggal 1 Juni
1945 adalah hari lahiristilah nama Pancasila sebagai Dasar Negara.

Pancasila sebagai Dasar Negara dirumuskan BPUPKI dan di sahkan oleh PPKI
pada tanggal 18 Agustus 1945. Pemahaman pengertian Pancasila pada
hakikatnya dapat dikembalikan kepada dua pengertian pokok yaitu
pengertian Pancasila sebagai pandangan hidup bangsa dan pengertian
Pancasila sebagai Dasar Negara Kesaturan Republik Indonesia.

Selanjutnya fungsi Pancasila pada hakikatnya adalah

323
a. Dasar yang statis/fundamental, dimana diatasnya didirikan bangunan
Negara Kesatuan Republik Indonesia yang kekal,

Hal
b. Tuntunan yang dinamis yaitu kearah mana, Negara Kesatuan republik
Indonesia akan digerakkan atau dengan perkataan lain Pancasila
sebagai cita-cita dan tujuan bangsa Indonesia dan
c. Ikatan yang dapat mempersatukan bangsa Indonesia.

Disamping itu, apabila dilihat lingkup jangkauan sasarannya, fungsi-fungsi


Pancasila meliputi

facebook.com/asncpns @asncpns
100% PAKET LKIT – 100% AKURAT

Paket LKIT 2016


a. Fungsi Yuridis ketatanegaraan, yaitu merupakan fungsi pokok atau
fungsi utama sebagai dasar Negara
b. Fungsi Sosiologis yaitu sebagai pengatur hidup bermasyarakat pada
umumnya dan
c. Fungsi Etis dan Filosofis yaitu sebagai pengatur tingkah laku pribadi
dalam hal ini Pancasila sebagai philosophical way of thinking atau
philosophical system.

Kedudukan hukum Pancasila sebagai Dasar Negara disahkan PPKI pada


tanggal 18 Agustus 1945, bersamaan dengan disahkannya UUD 1945 karena
Pancasila sebagai Dasar Negara tercantum dalam Pembukaan UUD 1945.

Kedudukan hukum Pancasila sebagai Dasar Negara yang tercantum dalam


alinea Keempat Pembukaan UUD 1945 ditegaskan kembali dengan
Ketetapan MPR Nomor XVIII / MPR / 1998. Adapun materi yang tertuang
dalam Ketetapan MPR Nomor XVIII / MPR / 1998 selain menegaskan kembali
kedudukan hukum Pancasila sebagai Dasar Negara, juga mencabut materi
P4 yang tercantum dalam Ketetapan MPR NomoriI / MPR / 1978 yang
ditetapkan dalam masa Orde Baru.

Menurut Prof. Dardji Darmodihardjo, SH dalam kaitannya dengan fungsi


pokok atau fungsi utama sebagai Dasar Negara yang tercantum dalam UUD
1945, Pancasila mempunyai kedudukan yang tinggi yaitu sebagai cita-cita
dan pandangan hidup bangsa dan Negara Indonesia.

Pokok-pokok pikiran dalam Pembukaan UUD 1945 yaitu Pancasila menjiwai

324
pasal-pasal UUD 1945 atau dengan kata lain, pasal-pasal UUD 1945
merupakan penjelmaan sila-sila Pancasila. Selain sebagai Dasar Negara,

Hal
Pancasila juga merupakan sebagai sumber dari segala sumber hukum
negara, maka hal ini berarti bahwa semua peraturan perundang-undangan
yang berlaku di Indonesia harus dijiwai oleh Pancasila atau harus mengacu
Pancasila, atau tidak boleh bertentangan dengan Pancasila.

facebook.com/asncpns @asncpns
100% PAKET LKIT – 100% AKURAT

Paket LKIT 2016


4. TEST FORMATIF

Pilihan Ganda

Pilih satu jawaban yang benar!

1. Istilah Pancasila berasal dari bahasa Sansekerta, yang secara harfiah


berarti:
a. Lima petunjuk
b. Lima pokok pikiran
c. Lima asas atau lima dasar
d. Lima pedoman.
2. Sebagai suatu paham filosofis, Pancasila mengandung dua pengertian
pokok, yaitu:
a. Sebagai pandangan hidup dan sebagai dasar negara.
b. Sebagai hukum dasar dan sebagai ajaran moral.
c. Sebagai ilmu filsafat dan sebagai tuntunan hidup.
d. Sebagai norma kesusilaan dan sebagai norma sopan santun.
3. Berdasarkan pengertian pokok tersebut, Pancasila dalam bentuknya
yang sekarang ini berfungsi antara lain:
a. Sebagai dasar yang statis/fundamental
b. Sebagai alat pengayoman
c. Sebagai etika pergaulan
d. Sebagai penuntun proklamasi.
4. Salah satu perwujudan dari nilai-nilai yang terkandung dalam sila-sila

325
Pancasila adalah:
a. Toleransi

Hal
b. Individualisme
c. Sikap otoriter
d. Arogansi.
5. Selain berdasarkan peranannya dalam tata kehidupan bangsa
Indonesia, fungsi Pancasila dapat dibedakan pula berdasarkan :
a. Bunyi rumusannya
b. Lingkup jangkauan sasarannya
c. Sejarah penyusunannya

facebook.com/asncpns @asncpns
100% PAKET LKIT – 100% AKURAT

Paket LKIT 2016


d. Susunan sila-silanya.
6. Kedudukan hukum Pancasila:
a. Sebagai sumber dari segala sumber hukum Negara
b. Sebagai sumber hukum dasar nasional
c. Sebagai sumber dari segala sumber hokum
d. Sebagai konvensi.

326
Hal

facebook.com/asncpns @asncpns
100% PAKET LKIT – 100% AKURAT

Paket LKIT 2016

BAB 2
SEJARAH PERUMUSAN PANCASILA
SEBAGAI DASAR NEGARA

INDIKATOR KEBERHASILAN

Memahami dan menjelaskan historis perumusan Pancasila sejak Zaman


Sriwijaya/Majapahit, zaman Penjajahan barat, Zaman Jepang, hingga
Zaman Kemerdekaan

1. URAIAN CONTOH

Sejarah perumusan Pancasila sebagai Dasar Negara merupakan bagian dari


sejarah perjuangan bangsa Indonesia, karena untuk membentuk Negara
Indonesia yang merdeka antara lain diperlukan UUD termasuk didalamnya
Dasar Negara sebagai acuan dasar penyelenggaraan Negara untuk
mewujudkan cita-cita bangsa sesuai tujuan Nasional.

Pancasila sebagai paham filosofi, telah dikenal dan diterapkan dalam


kehidupan bernegara maupun kehidupan bermasyarakat sejak zaman

327
Sriwijaya dan Majapahit, meskipun sila-sila Pancasila belum dirumuskan
secara konkrit. Sejak dahulu kala Bangsa Indonesia berjuang untuk

Hal
membebaskan diri dari penjajahan Barat maupun penjajahan Jepang
sebagai implikasi nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila yang anti
penjajahan. Adapun proses perumusan Pancasila sebagai Dasar Negara
dimulai sejak penjajahan Jepang hingga zaman kemerdekaan.

Pancasila sebagai Dasar Negara dirumuskan oleh BPUPKI yang diketuai oleh
Dr. Radjiman Wediodiningrat dan ketua muda R. P. Soeroso, dan disahkan
oleh PPKI sebagai Badan Nasional yang mewakili seluruh rakyat Indonesia
yang diketuai oleh Ir. Soekarno dan wakil ketua Drs. Moh. Hatta dalam

facebook.com/asncpns @asncpns
100% PAKET LKIT – 100% AKURAT

Paket LKIT 2016


sidang PPKI pada tanggal 18 Agustus 1945 sehari setelah Indonesia
memproklamirkan kemerdekaannya pada tanggal 17 Agustus 1945.

Pancasila sebagai Dasar Negara yang tertuang dalam alinea keempat


Pembukaan UUD 1945 berasal dari rumusan Pancasila yang terdapat dalam
Piagam Jakarta yang disusun oleh Panitia Sembilan dengan menghapuskan
tujuh kata setelah Sila Pertama Pancasila yaitu sila Ketuhanan.

Dengan demikian rumusan Pancasila yang sah dan wajib dilaksanakan dan
diamalkan adalah rumusan Pancasila yang terdapat dalam alinea keempat
Pembukaan UUD 1945, karena mempunyai kedudukan yuridis konstitusional
yaitu merupakan bagian dari UUD 1945, yang disahkan oleh PPKI tersebut
diatas.

Dengan disahkannya Dasar Negara Pancasila yang bersamaan dengan


disahkannya UUD 1945 karena Pancasila tercantum dalam Pembukaan UUD
1945 merupakan perjuangan para pendiri negara yaitu para anggota BPUPKI
dan PPKI dalam rangka membentuk Negara Kesatuan Republik Indonesia
yang Merdeka.

A. ZAMAN SRIWIJAYA DAN MAJAPAHIT (abad VII – XVI)

Sejak berabad-abad lampau, bangsa Indonesia berjuang dan berupaya


dengan berbagai cara untuk mencapai cita-cita Indonesia merdeka, yaitu
untuk membentuk pemerintahan yang berdaulat yang meliputi seluruh

328
wilayah Nusantara.

Hal
Pada zamannya, kedua kerajaan Sriwijaya dan Majapahit tersebut telah
merupakan negara yang berdaulat, bersatu serta mempunyai wilayah yang
meliputi seluruh nusantara. Pada zaman itu, unsur-unsur atau sila-sila dari
Pancasila yaitu Ketuhanan, Kemanusiaan, Persatuan, Musyawarah dan
Keadilan sosial telah dihayati dan dijadikan asas dalam tata kehidupan
pemerintahan dan kemasyarakatan, walaupun sila-silanya belum
dirumuskan secara konkrit.

facebook.com/asncpns @asncpns
100% PAKET LKIT – 100% AKURAT

Paket LKIT 2016


Kenyataan itu dapat dibuktikan berdasarkan dokumen-dokumen tertulis
yang ada seperti Telaga Batu, Kedukan Bukit, Karang Brahi, Talang Tua dan
Kota Kapur.

Dalam buku Nagarakertagama karangan Mpu Prapanca juga diuraikan


susunan pemerintahan Majapahit yang menunjukkan adanya unsur
musyawarah, hubungan antar negara tetangga dan sebagainya. Di samping
itu, dalam buku Sutasoma karangan Mpu Tantular dilukiskan pula adanya
toleransi kehidupan beragama, khususnya antara agama Budha dan Hindu.

Dengan demikian dapat dinyatakan bahwa bangsa Indonesia telah


mengalami kejayaan pada zaman Sriwijaya dan zaman Majapahit dimana
nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila sudah diterapkan dalam tata
kehidupan bernegara dan bermasyarakat, namun dengan datangnya
penjajahan Barat maka kehidupan bangsa Indonesia berubah menjadi
penderitaan, karena penjajah bertindak tidak sesuai dengan nilai-nilai yang
terkandung dalam Pancasila.

B. ZAMAN PENJAJAHAN BARAT

Dalam perkembangan selanjutnya yaitu antara abad XVII – XX, Indonesia


mengalami masa penjajahan yang dilakukan oleh bangsa-bangsa Barat dan
Jepang.

Dalam periode penjajahan Barat, bangsa Indonesia terlibat dalam

329
perjuangan fisik untuk mengusir penjajah, sehingga melahirkan pahlawan-
pahlawan dan pejuang-pejuang bangsa yang tak terbilang jumlahnya,

Hal
seperti Sultan Agung, Sultan Hasanudin, Pangeran Diponegoro, Teuku
Umar, Cut Nya Dien, Sisingamangaraja XII dan sebagainya.

Perlawanan terhadap penjajahan Barat tersebut terjadi hampir diseluruh


wilayah Indonesia, namun belum terkoordinasikan dengan baik dimana
perjuangan masih bersifat kedaerahan, sehingga belum berhasil mengusir
penjajah. Sementara itu bangsa Indonesia mulai menyadari bahwa
disamping perjuangan fisik, harus dipikirkan pula mengenai perlawanan

facebook.com/asncpns @asncpns
100% PAKET LKIT – 100% AKURAT

Paket LKIT 2016


dalam bentuk lain, yaitu perjuangan non pisik untuk menyadarkan bangsa
Indonesia mengenai pentingnya hidup bernegara dan berbangsa. Maka
muncullah berbagai bentuk organisasi yang bergerak di bidang pendidikan
dan sosial yang dipelopori oleh berdirinya Budi Utomo pada tanggal 20 Mei
1908. Karena Budi Utomo merupakan pelopor gerakan Nasional, maka pada

tanggal 20 Mei ditetapkan sebagai Hari Kebangkitan Nasional. Selanjutnya


lahirlah perintis-perintis pergerakan nasional, seperti HOS Tjokroaminoto,
Douwes Dekker, Ki Hajar Dewantoro, Dr. Tjipto Mangunkusumo dan lain-
lainnya.

Para perintis kemerdekaan mulai merintis jalan untuk menuju cita-cita


perjuangan yaitu Indonesia merdeka, melalui organisasi-organisasi yang
didirikannya. Perjuangan pergerakan mereka mulai menampakkan hasilnya
dengan diselenggarakannya kongres pemuda yang menghasilkan Sumpah
Pemuda pada tanggal 28 Oktober 1928. Pada waktu itu pemuda-pemuda
Indonesia yang dipelopori antara lain oleh Mr. Muh. Yamin, Kuntjoro
Purbopranoto, Wongsonagoro dan lain-lain; mengumandangkan Sumpah
Pemuda yang berisi ikrar dan pengakuan adanya satu bangsa, satu tanah
air dan bahasa yang satu, Indonesia.

Dengan sumpah pemuda itu tegaslah apa yang diinginkan oleh bangsa
Indonesia, yaitu kemerdekaan tanah air dan bangsa.

Adapun perlawanan bangsa Indonesia terhadap penjajah Barat merupakan


implementasi nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila.

330
Hal
C. ZAMAN PENJAJAHAN JEPANG

Sampai dengan periode tersebut di atas ternyata perjuangan bangsa


Indonesia belum berhasil mengusir penjajah Barat dari bumi Indonesia,
sampai akhirnya meletus Perang Pasifik pada tanggal 7 Desember 1941,
yaitu perang antara Jepang di satu pihak, melawan sekutu (Inggris, Amerika
Serikat, Belanda) di lain pihak. Dalam Perang Pasifik Jepang melakukan
pemboman terhadap kekuatan armada Amerika Serikat di Pearl Harbour.

facebook.com/asncpns @asncpns
100% PAKET LKIT – 100% AKURAT

Paket LKIT 2016


Pada tanggal 9 maret 1942 Pemerintah Hindia Belanda menyerah tanpa
syarat kepada Jepang dan mulai saat itu mulailah penjajahan Jepang di
Indonesia.

Tidak berbeda dengan penjajah-penjajah lain, Jepang pun melakukan


penindasan dan kekejaman yang mengakibatkan penderitaan rakyat. Maka
mulailah timbul perlawanan-perlawanan terhadap Jepang baik secara legal
maupun ilegal, misalnya pemberontakan PETA di Blitar. Mulai tahun 1943-
1944 Jepang mengalami kekalahan disemua medan pertempuran, dan
dalam perkembangan selanjutnya, menunjukkan adanya tanda-tanda akan
segera berakhir perang Pasifik dengan kekalahan Jepang di mana-mana.
Dalam kondisi seperti itu, untuk dapat mempertahankan dirinya, Jepang
berusaha untuk menarik simpati bangsa Indonesia, yaitu pada tanggal 7
september 1944 Jepang menjanjikan kemerdekaan Indonesia dikemudian
hari, apabila Indonesia membantu Jepang memenangkan perang. Sebagai
tindak lanjut dari janji tersebut, pada tanggal 1 Maret 1945 Jepang
mengulangi janji kemerdekaan Indonesia namun tanpa syarat, dan Jepang
mengumumkan akan dibentuknya Badan Penyelidik Usaha-usaha Persiapan
Kemerdekaan Indonesia (Dokuritsu Junbi Choosakai) yang dikenal sebagai
BPUPKI.

Pada tanggal 29 April 1945, Jepang membentuk BPUPKI yang diketuai


Dr.K.R.T. Radjiman Wediodiningrat, dengan dua orang Ketua Muda (Fuku
Kaityo).

331
Ketua Muda I Itibangase dan Ketua Muda II, Raden Pandji Soeroso yang
beranggotakan 60 orang anggota biasa, dan 7 (tujuh) orang anggota

Hal
Istimewa ( Toku Betsu) berkebangsaan Jepang yang tidak mempunyai hak
suara. Keberadaan mereka di dalam BPUPKI, karena pada tanggal tersebut
adalah HUT Tenno Heika (Kaisar), atau Tenco – Setsu (Hari Mulia). Adapun
ke tujuh orang anggota istimewa tersebut adalah: Tokonomi Tokuzi, Miyano
Syoozo, Itagaki Masamitu, Matuura Mitokiyo, Tanaka Minoru, Masuda
Toyohiko, dan Idee Toitiroe. Kemudian jumlah anggota BPUPKI ditambah 6
( enam) orang anggota yang berasal dari Indonesia.

facebook.com/asncpns @asncpns
100% PAKET LKIT – 100% AKURAT

Paket LKIT 2016


Dengan demikian jumlah keseluruhan anggota BPUPKI adalah 76 orang
(termasuk Ketua dan Ketua Muda).

Pada tanggal 28 Mei 1945 Jepang melantik BPUPKI dan keesokan harinya
BPUPKI melakukan persidangan yaitu sidang pertama dari tanggal 29 Mei
1945 hingga 1 Juni 1945 dan sidang kedua dari tanggal 10 Juli 1945 hingga
tanggal 16 Juli 1945.

Dengan terbentuknya badan tersebut bangsa Indonesia dapat secara sah


mempersiapkan kemerdekaannya, antara lain merumuskan syarat-syarat
yang harus dipenuhi sebagai negara yang merdeka, di samping itu juga
dasar-dasar atau asas-asas, di atas mana akan didirikan negara Republik
Indonesia.

Periode inilah yang diwarnai dengan kegiatan perumusan Pancasila sebagai


dasar negara, yaitu dengan diskusi dan perdebatan-perdebatan dalam
siding Badan Penyelidik Usaha-usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia
(BPUPKI).

Pada hari pertama sidang pertama BPUPKI pada tanggal 29 Mei 1945 ketua
BPUPKI meminta para anggota BPUPKI untuk mengemukakan
dasarindonesia merdeka. Pada tanggal 29 Mei, 31 Mei dan 1 Juni 1945 para
anggota BPUPKI yaitu Mr. Moh. Yamin, Prof, R, Soepomo dan Ir. Soekarno
masing-masing mengemukakan pendapatnya tentang lima asas atau lima
dasar Negara Indonesia merdeka.

332
Adapun rumusan Pancasila sebagai Dasar Negara yang dikemukakan para
anggota BPUPKI tersebut adalah sebagai berikut:

Hal
 Pada tanggal 29 Mei 1945 Mr. Moh. Yamin menyampaikan dalam
pidatonya lima asas atau dasar Negara Indonesia merdeka, yaitu:
1. Peri Kebangsaan
2. Peri Kemanusiaan
3. Peri Ketuhanan
4. Peri kerakyatan
5. Kesejahteraan Rakyat.

facebook.com/asncpns @asncpns
100% PAKET LKIT – 100% AKURAT

Paket LKIT 2016


Di samping pidato tersebut Mr. Muh. Yamin menyampaikan pula secara
tertulis rancangan UUD Republik Indonesia yang di dalam pembukaannya
tercantum lima asas dasar negara. Lima asas tersebut rumusannya berbeda
dengan yang diucapkannya dalam pidatonya , yaitu sebagai berikut:

1. Ketuhanan Yang Maha Esa


2. Kebangsaan Persatuan Indonesia
3. Rasa kemanusiaan yang adil dan beradab
4. Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam
permusyawaratan perwakilan
5. Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

 Pada tanggal 31 Mei 1945, dalam pidatonya Prof. R. Soepomo


mengemukakan pendapatnya tentang lima asas atau lima dasar
Negara Indonesia merdeka dengan rumusan sebagai berikut :
1. Persatuan
2. Kekeluargaan
3. Keseimbangan lahir dan batin
4. Musyawarah
5. Keadilan Rakyat

 Pada tanggal 1 Juni 1945 tibalah giliran Ir. Soekarno untuk


menyampaikan pidatonya pada sidang BPUPKI. Dalam pidato itu Ir.
Soekarno mengusulkan pula lima asas untuk menjadi dasar Negara

333
Indonesia Merdeka yaitu:
1. Kebangsaan Indonesia

Hal
2. Internasionalisme atau perikemanusiaan
3. Mufakat atau Demokrasi
4. Kesejahteraan Sosial
5. Ketuhanan yang berkebudayaan.

Pada tanggal 1 Juni 1945 untuk lima asas atau lima dasar sebagai dasar
Negara Indonesia merdeka oleh Ir. Soekarno diusulkan untuk diberi nama
Pancasila yang mana istilah itu diperolehnya dari seorang temannya yang
ahli bahasa. Adapun usul Ir. Soekarno agar Dasar Negara Indonesia yang

facebook.com/asncpns @asncpns
100% PAKET LKIT – 100% AKURAT

Paket LKIT 2016


terdiri dari lima asas atau lima dasar dinamakan Pancasila, disetujui
peserta sidang BPUPKI.

Dalam perkembangannya kemudian yaitu tahun 1947 pidato Ir. Soekarno


tersebut dipublikasikan dalam bentuk sebuah buku yang berjudul lahirnya
Pancasila dan oleh karena itulah muncul anggapan umum bahwa lahirnya
Pancasila adalah tanggal 1 Juni 1945 pada saat peserta sidang pertama
BPUPKI pada tanggal 1 Juni 1945 menyetujui usulan Ir. Soekarno agar nama
Dasar Negara yang terdiri dari lima sila dinamakan Pancasila.

Menurut Prof. Dardji Darmodihardjo, SH dinyatakan bahwa pada tanggal 1


Juni 1945 adalah “hari lahir” istilah Pancasila sebagai nama Dasar Negara
Indonesia. Jadi Dasar Negara kita Pancasila bukan lahir pada tanggal 1 Juni
1945, karena pada tanggal 1 Juni 1945 yang lahir adalah nama Pancasila
sebagai Dasar Negara Indonesia yang diusulkan Ir. Soekarno yang mana
usulan tersebut diterima dalam sidang BPUPKI pada tanggal 1 Juni 1945
tersebut.

Perumusan dasar negara Pancasila oleh Ir. Soekarno tersebut tidak


didasarkan kepada pola berfikir filosofis/religius, melainkan kepada pola
berfikir dialektis atau historis materialisme. Atas dasar hal tersebut maka
sila kebangsaan dihadapkan dengan Internasionalisme/Perikemanusiaan
menjadi “Sosio Nasionalisme”. Disamping itu sila Mufakat/Demokrasi
dihadapkan dengan sila kesejahteraan Sosial, menjadi “Sosio Demokrasi”.
Jadi lima dasar tadi menjadi tiga, yang disebut “Trisila” yaitu:

334
1. Sosio Nasionalisme
2. Sosio Demokrasi

Hal
3. Ketuhanan.

Selanjutnya “Trisila” itu diperas menjadi “Ekasila”, yaitu “Gotong-


royong”.

Pada akhir sidang pertama, ketua sidang membentuk suatu panitia, yang
dikenal sebagai panitia delapan yang diketuai Ir. Soekarno yang ditugasi
antara lain mengumpulkan dan menggolong-golongkan usul-usul yang
diajukan peserta sidang.

facebook.com/asncpns @asncpns
100% PAKET LKIT – 100% AKURAT

Paket LKIT 2016


Sidang pertama BPUPKI berakhir pada tanggal 1 Juni 1945. Pada tanggal 22
Juni 1945, ketua panitia delapan telah mengadakan pertemuan dengan
anggota BPUPKI yang ada di Jakarta dan anggota BPUPKI yang kebetulan
berada di Jakarta. Pertemuan tersebut merupakan pertemuan antara
golongan / paham kebangsaan dan golongan / paham agama. Dalam rapat
tersebut dibentuk panitia sembilan yang anggotanya terdiri dari Ir.
Soekarno, Drs. Moh. Hatta, Mr. A.A. Maramis, Abikoesno Tjokrosoejoso,
Abdul Kahar Muzakir, H. Agus Salim, Mr. Achmad Soebardjo, Wachid
Hasjim, dan Mr. Muhammad Yamin.

Panitia sembilan telah mencapai hasil baik yang menghasilkan persetujuan


dari golongan / paham agama (Islam) dan golongan / paham kebangsaan.

Persetujuan tersebut termaktub dalam satu naskah yang oleh panitia


delapan ditetapkan sebagai Rancangan Preambule Hukum Dasar. Adapun
hasil panitia sembilan tersebut sebagai hasil persetujuan golongan agama
dan kebangsaan oleh Mr. Moh. Yamin disebut sebagai Jakarta Charter atau
Piagam Jakarta.

Didalam Rancangan Preambule Hukum Dasar yang disusun oleh Panitia


Sembilan yang kemudian menjadi rancangan Pembukaan UUD 1945
terdapat rancangan dasar Negara Pancasila.

Adapun rancangan dasar Negara Pancasila yang terdapat dalam Piagam


Jakarta adalah sebagai berikut :

335
1. Ketuhanan, dengan kewajiban menjalankan syariat Islam bagi
pemeluk-pemeluknya

Hal
2. Kemanusiaan yang adil dan beradab
3. Persatuan Indonesia
4. Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam
permusyawaratan / perwakilan
5. Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

Rancangan Dasar Negara Pancasila yang tercantum dalam Piagam Jakarta


tersebut yang tertuang dalam Rancangan Preambule Hukum Dasar
dilaporkan dalam sidang kedua BPUPKI. Rancangan Preambule Hukum

facebook.com/asncpns @asncpns
100% PAKET LKIT – 100% AKURAT

Paket LKIT 2016


Dasar dan hal-hal lainnya oleh panitia delapan dilaporkan dalam sidang
kedua BPUPKI, dan dalam sidang kedua keanggotaan BPUPKI. Selanjutnya
pada tanggal 11 Juli 1945 ketua BPUPKI membentuk tiga panitia yaitu :

1. Panitia Perancang UUD diketuai Ir. Soekarno


2. Panitia Pembelaan Tanah Air diketuai Abikoesno Tjokrosoejoso
3. Panitia soal keuangan dan perekonomian diketuai Dr. Moh. Hatta

Panitia Perancang UUD bekerja selama 3 hari membentuk panitia kecil yang
diketuai Prof. R. Soepomo. Pada tanggal 14 Juli 1945 Ketua Perancang UUD
Ir. Soekarno melaporkan hasil tugasnya kepada sidang kedua BPUPKI.
Adapun hasil panitia perancang UUD yang disampaikan sidang kedua BPUPKI
terdiri dari naskah:

1. Rancangan teks proklamasi yang diambil dari alinea 1, 2 dan 3


rancangan Preambule hukum dasar (Piagam Jakarta) ditambah
dengan yang lain sehingga merupakan teks proklamasi yang panjang.
2. Rancangan Pembukaan UUD 1945 diambil dari alinea 4 Rancangan
Preambule Hukum dasar (Piagam Jakarta).
3. Rancangan Batang Tubuh UUD.

Pada tanggal 14 Juli 1945 setelah melalui perdebatan dan perubahan maka
teks Indonesia Merdeka dan teks Pembukaan UUD 1945 yang didalamnya
terdapat rancangan dasar Negara Pancasila diterima sidang.

Pada tanggal 16 Juli 1945 rancangan Preambule hukum dasar yang

336
selanjutnya dikenal sebagai rancangan Pembukaan, UUD dan rancangan
Batang Tubuh UUD diterima dalam sidang. Dengan demikian dapat

Hal
disimpulkan bahwa perumusan Pancasila sebagai Dasar Negara yang
tercantum dalam Pembukaan UUD 1945 dirumuskan dalam sidang-sidang
BPUPKI.

Setelah menyelesaikan tugasnya BPUPKI dibubarkan, dan pada tanggal 7


Agustus 1945 dibentuk Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI)
oleh Jepang yang bertugas menyelenggarakan Kemerdekaan Indonesia.
PPKI yang diketuai oleh Ir. Soekarno dan wakil ketua Drs. Moh. Hatta yang
beranggotakan 21 orang.

facebook.com/asncpns @asncpns
100% PAKET LKIT – 100% AKURAT

Paket LKIT 2016


Pada tanggal 9 Agustus 1945 Ir. Soekarno dan Drs. Moh. Hatta sebagai Ketua
dan wakil ketua PPKI dan mantan ketua BPUPKI Drs. Rajiman
Wedyadiningrat dipanggil oleh Jenderal Besar Terauchi di Dalat, yang
menyatakan bahwa Jepang telah menyetujui kemerdekaan Indonesia, dan
kapan kemerdekaan Indonesia diproklamasikan, diserahkan sepenuhnya
kepada PPKI.

Namun pada tanggal 14 Agustus 1945 Jepang meminta damai pada sekutu
dan pada tanggal 15 Agustus 1945 Jepang menyerah tanpa syarat kepada
Sekutu.

Pada tanggal 16 Agustus 1945 Ir. Soekarno dan Drs. Moh. Hatta sebagai
ketua dan wakil ketua PPKI dipanggil Jepang dan ditegaskan bahwa PPKI
dilarang untuk mempersiapkan kemerdekaan Indonesia.

Kenyataan ini menunjukkan bahwa Jepang telah mencabut semua janjinya


akan memberikan kemerdekaan kepada Bangsa Indonesia, sehingga berkat
semangat para pendiri Negara dan seluruh rakyat Indonesia maka pada
tanggal 17 Agustus 1945 diproklamirkan kemerdekaan Indonesia.

D. ZAMAN KEMERDEKAAN

Pada tanggal 17 Agustus 1945 Ir. Soekarno dan Drs. Moh. Hatta atas nama
bangsa Indonesia memproklamirkan kemerdekaan bangsa Indoensia.
Setelah Indonesia memproklamirkan kemerdekaannya, datanglah utusan

337
yang mewakili rakyat Indonesia Bagian Timur menghadap Drs. Moh. Hatta
yang merasa keberatan terhadap bagian kalimat yang terdapat dalam sila

Hal
pertama Pancasila yang terdiri dari tujuh kata yaitu “kewajiban
menjalankan syariat Islam bagi pemelukpemeluknya”.

Karena pada saat Indonesia memproklamirkan kemerdekaannya pada


tanggal 17 Agustus 1945 tersebut, UUD yang didalamnya terdapat
rancangan dasar Negara Pancasila belum disahkan, disamping itu juga
belum terpilih Presiden dan Wakil Presiden, maka keesokan harinya dengan
semangat persatuan dan kesatuan diadakan sidang PPKI pada tanggal 18

facebook.com/asncpns @asncpns
100% PAKET LKIT – 100% AKURAT

Paket LKIT 2016


Agustus 1945. Sebelum siding PPKI dimulai, Drs. Moh. Hatta membicarakan
usul penghapusan tujuh kata dalam sila pertama Pancasila yang berasal
dari Piagam Jakarta kepada K.H. Wachid Hasyim, Ki Bagus Hadikusumo, Mr
Kasman Singadimedjo dan Mr. Teuku M. Hasan. Dengan mengkedepankan
persatuan dan kesatuan, mereka setuju dan mufakat untuk menghapus
tujuh kata tersebut dalam Sila Pertama Pancasila, yaitu

Sila Ketuhanan yang semula tertulis ”Ketuhanan Dengan Kewajiban


Menjalankan Syariat Islam Bagi pemeluk-pemeluknya”, setelah dihapus
tujuh kata tersebut, Sila Pertama Pancasila menjadi ”Ketuhanan Yang
Maha Esa”.

Perlu dipahami pada saat PPKI dilantik Jepang beranggotakan 21 orang,


dan pada saat PPKI melaksanakan sidang pada tanggal 18 Agustus 1945
keanggotaannya ditambah 6 orang sehingga seluruh anggota PPKI
berjumlah 27 orang. Adapun PPKI yang bersidang pada tanggal 18 Agustus
yang beranggotakan 27 orang tersebut merupakan Badan nasional yang
mewakili seluruh rakyat Indonesia.

Dalam sidang PPKI pada tanggal 18 Agustus 1945 ditetapkan:

1. Mengesahkan UUD 1945 yang didalamnya terdapat dasar Negara


Pancasila yang dalam sila pertama Pancasila telah dihapuskan tujuh
kata tersebut

338
2. Memilih Presiden dan Wakil Presiden pertama NKRI yaitu Ir. Soekarno
dan Drs. Moh. Hatta

Hal
Untuk lebih kemahami perbedaan rumusan Pancasila yang terdapat dalam
Piagam Jakarta dan alinea Pembukaan UUD 1945, maka dibawah ini tertulis
Rumusan Pancasila sebagai Dasar Negara yang tercantum dalam Piagam
Jakarta dan alinea keempat Pembukaan UUD 1945 yaitu sebagai berikut:

a. Rumusan Pancasila Sebagai Dasar Negara Yang Tercantum Dalam


Piagam Jakarta

facebook.com/asncpns @asncpns
100% PAKET LKIT – 100% AKURAT

Paket LKIT 2016


1. Ke-Tuhanan dengan kewajiban menjalankan syariat Islam bagi
pemeluk-pemeluknya
2. Kemanusiaan yang adil dan beradab
3. Persatuan Indonesia
4. Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam
pemusyawaratan / perwakilan
5. Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia

b. Rumusan Pancasila Sebagai Dasar Negara Yang Tercantum Dalam


Alinea Keempat Pembukaan UUD 1945
1. Ketuhanan yang Maha Esa
2. Kemanusiaan yang adil dan beradab
3. Persatuan Indoensia
4. Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam
permusyawaratan / perwakilan
5. Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

Bahwa Pancasila sebagai Dasar Negara yang terkandung dalam alinea


keempat Pembukaan UUD 1945 adalah berasal dari Piagam Jakarta setelah
dihapuskan “tujuh kata” dalam sila pertama Pancasila.

Adapun rumusan sah dari Pancasila yang wajib kita laksanakan dan
diamalkan dalam tata kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara
adalah rumusan sila-sila yang terdapat dalam alinea keempat Pembukaan

339
UUD 1945 karena :

Hal
1. Mempunyai kedudukan yuridis konstitusional yaitu tercantum atau
merupakan bagian dari konstitusi (UUD).
2. Disahkan oleh lembaga atau badan yang mewakili seluruh bangsa
Indonesia (PPKI) yang berarti disepakati oleh seluruh bangsa
Indonesia.

Demikianlah, Pancasila yang dari awalnya sudah merupakan kepribadian,


pandangan hidup, maupun jiwa bangsa, setelah melalui jalan yang panjang

facebook.com/asncpns @asncpns
100% PAKET LKIT – 100% AKURAT

Paket LKIT 2016


akhirnya ditetapkan sebagai dasar negara atau dasar falsafah negara
sebagaimana tercantum dalam alinea keempat Pembukaan UUD 1945.

Adalah menjadi tugas dan kewajiban setiap warga negara untuk


menghayati dan menghayati secara utuh nilai-nilai yang terkandung dalam
sila-sila Pancasila agar dapat mengamalkan secara konsisten dan
bertanggung jawab dalam tata kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan
bernegara.

3. LATIHAN

Kerjakan latihan di bawah ini, kemudian sesuaikan jawaban Anda dengan


materi yang terdapat dalam kegiatan belajarini!

1. Jelaskan bahwa perjuangan bangsa Indonesia untuk membebaskan


diri dari penjajahan merupakan implikasi dari nilai-nilai yang
terkandung dalam Pancasila!
2. Sebutkan rumusan sila-sila Pancasila yang diusulkan sebagai Dasar
Negara oleh masing-masing anggota BPUPKI yaitu Mr. Moh. Yamin,
Prof. R. Soepomo dan Ir. Soekarno dalam sidang pertama BPUPKI!
3. Bedakan rumusan sila-sila Pancasila sebagai Dasar Negara yang
tercantum dalam Piagam Jakarta dan alinea keempat Pembukaan
UUD 1945!
4. Uraikan secara garis besar perumusan Pancasila sebagai Dasar Negara

340
oleh BPUPKI!
5. Jelaskan secara garis besar tentang pengesahan Pancasila sebagai

Hal
Dasar Negara oleh PPKI!

facebook.com/asncpns @asncpns
100% PAKET LKIT – 100% AKURAT

Paket LKIT 2016


4. RANGKUMAN

Sejarah perumusan Pancasila sebagai Dasar Negara merupakan bagian dari


sejarah perjuangan bangsa Indonesia untuk merdeka, karena sebagai
Negara Indonesia merdeka antara lain diperlukan dasar Negara yang
mengatur penyelenggaraan Negara untuk mewujudkan cita-cita bangsa
sesuai Tujuan Nasional. Keberadaan bangsa Indonesia ditandai dengan
kejayaan kerajaan Sriwijaya dan Majapahit, dimana nilai-nilai Pancasila
sudah diterapkan dalam tata kehidupan bernegara dan bermasyarakat
meskipun sila-silanya belum dirumuskan secara konkrit sebagaimana
tercantum dalam alinea keempat Pembukaan UUD 1945, Kehidupan bangsa
Indonesia dalam masa kejayaan Sriwijaya dan Majapahit mengalami
perubahan dengan datangnya kaum penjajah di Indonesia yaitu penjajahan
Barat dan Jepang. Perjuangan bangsa Indonesia untuk merdeka sebagai
implikasi penerapan nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila yang anti
penjajahan.

Perumusan Pancasila sebagai Dasar Negara dimulai sejak penjajahan


Jepang hingga zaman kemerdekaan. Jepang berhasil mengusir penjajahan
Belanda di Indonesia karena Jepang memenangkan perang Pasifik dengan
mengalahkan sekutu yang terdiri dari Amerika Serikat, Inggris dan Belanda.

Pada tanggal 9 maret 1942 Belanda menyerah tanpa syarat, dan mulailah
penjajahan Jepang di Indonesia pada Tahun 1942.

Mulai tahun 1943-1944 Jepang mengalami kekalahan disemua medan

341
pertempuran, dan agar Jepang mendapat dukungan Indonesia untuk
membantu Jepang memenangkan perang, maka pada tanggal 7 September

Hal
1944 Jepang menjanjikan kemerdekaan Indonesia, apabila Jepang
memenangkan perang.

Namun dalam kenyataannya Jepang sudah tidak mungkin lagi


memenangkan perang, sehingga pada tanggal 1 Maret 1945, Jepang
mengulangi janji kemerdekaannya pada bangsa Indonesia tapi tanpa syarat
dan menjanjikan akan membentuk suatu badan yang mempelajari hal-hal
yang diperlukan bagi Negara Indonesia merdeka yaitu BPUPKI.

facebook.com/asncpns @asncpns
100% PAKET LKIT – 100% AKURAT

Paket LKIT 2016


Pada tanggal 29 April 1945 Jepang membentuk BPUPKI yang diketuai Dr.
Radjiman Wediodiningrat dan ketua muda R.P. Soeroso yang beranggotakan
62 orang. Pada tanggal 28 Mei 1945 Jepang melantik BPUPKI dan keesokan
harinya BPUPKI sudah melakukan persidangan yaitu sidang pertama dari
tanggal 29 Mei hingga 1 Juni 1945 dan sidang kedua dari tanggal 10 Juli
hingga 16 Juli 1945.

Dalam sidang pertama anggota BPUPKI yaitu Mr. Moh. Yamin, Prof. R.
Soepomo dan Ir. Soekarno masing-masing mengemukakan lima asas atau
lima dasar Negara Indonesia merdeka, dimana rumusan sila-sila yang
diajukan para anggota BPUPKI masing-masing berbeda. Pada tanggal 1 Juni
1945 Ir. Soekarno dalam sidang pertama BPUPKI mengusulkan agar nama
dasar Negara Indonesia yang terdiri dari lima asas atau lima sila dinamakan
Pancasila, yang mana usul tersebut diterima dalam sidang, sehingga pada
tanggal 1 Juni 1945 dianggap sebagai lahirnya nama Pancasila bagi dasar
Negara Indonesia.

Pada akhir sidang pertama, ketua BPUPKI membentuk panitia delapan yang
ditugasi mengumpulkan usul-usul dari peserta sidang dasar Negara
Indonesia merdeka.

Pada tanggal 22 Juni 1945 dibentuk panitia sembilan yang menghasilkan


Jakarta Charter atau Piagam Jakarta. Panitia sembilan berhasil
merumuskan rancangan Preambule hukum dasar yang didalamnya terdapat
dasar Negara Pancasila. Hasil panitia sembilan dibawa kesidang kedua

342
BPUPKI, yang mana dalam sidang ke dua BPUPKI berhasil menyusun
rancangan Pembukaan dan Batang Tubuh UUD 1945. Setelah berhasil

Hal
melaksanakan tugasnya BPUPKI dibubarkan dan pada tanggal 7 Agustus
1945 Jepang membentuk PPKI yang diketuai Ir. Soekarno dan Drs. Moh.
Hatta yang beranggotakan 21 orang yang bertugas untuk menyelenggarakan
kemerdekaan bangsa Indonesia. Pada tanggal 15 Agustus 1945 Jepang
menyerah tanpa syarat pada sekutu, dan pada tanggal 16 Agustus 1945,
Jepang melarang PPKI mengadakan rapat-rapat untuk menyelenggarakan
kemerdekaan Indonesia. Karena Jepang telah mencabut janji memberikan
kemerdekaan Indonesia, maka pada tanggal 17 Agustus 1945 Indonesia

facebook.com/asncpns @asncpns
100% PAKET LKIT – 100% AKURAT

Paket LKIT 2016


memproklamirkan kemerdekaannya, dan keesokan harinya pada tanggal 18
Agustus 1945 diadakan sidang PPKI untuk menetapkan UUD 1945 sekaligus
dasar Negara Pancasila yang terkandung dalam Pembukaan UUD 1945.
Berdasarkan hal-hal tersebut di atas dapat disimpulkan bahwa proses
perumusan Pancasila sebagai dasar negara dimulai sejak zaman penjajahan
Jepang hingga zaman kemerdekaan. Sejarah perumusan Pancasila sebagai
dasar Negara merupakan bagian dari sejarah perjuangan bangsa, karena
untuk mewujudkan negara Indonesia yang merdeka memerlukan UUD yang
didalamnya tercantum Dasar Negara sebagai acuan dasar penyelenggaraan
negara untuk mewujudkan cita-cita proklamasi 17 Agustus 1945, dimana
para anggota BPUPKI dan PPKI yaitu badan yang merumuskan dan
mengesahkan Pancasila sebagai Dasar Negara, adalah para pendiri Negara
yang berjuang mewujudkan Negara Indonesia yang merdeka.

343
Hal

facebook.com/asncpns @asncpns
100% PAKET LKIT – 100% AKURAT

Paket LKIT 2016


5. TES FORMATIF

1. Pancasila sebagai dasar Negara tertuang dalam Pembukaan UUD


1945, Alinea ke ...
a. Pertama
b. Kedua
c. Ketiga
d. Keempat
2. Pada zaman penjajahan barat, tidak sedikit perlawanan yang
dilakukan putera-putera terbaik bangsa Indonesia, tetapi belum
berhasil, hal ini disebabkan oleh :
a. Belum adanya koordinasi, persatuan, dan kesatuan
b. Persenjataan yang tidak seimbang
c. Strategi perang yang masih konvensional
d. Peralatan perang yang kalah modern
3. Pada tanggal, 7 September 1944 Jepang menjanjikan kemerdekaan
Indonesia dengan membentuk BPUPKI pada ...
a. 29 April 1945
b. 29 Mei 1945
c. 29 Juni 1945
d. 29 Juli 1945
4. BPUPKI (Dokuritsu Junbi Choosakai) dilantik oleh pemerintah Jepang
pada ..
a. 28 April 1945

344
b. 28 Mei 1945
c. 28 Juni 1945

Hal
d. 28 Juli 1945
5. Sidang BPUPKI yang pertama dilaksanakan satu hari sesudah BPUPKI
dilantik oleh Pemerintah Jepang. Sidang BPUPKI yang pertama
berlangsung selama ...
a. 6 hari
b. 5 hari
c. 4 hari
d. 3 hari

facebook.com/asncpns @asncpns
100% PAKET LKIT – 100% AKURAT

Paket LKIT 2016


6. Sidang BPUPKI yang kedua berlangsung selama ...
a. 10 hari
b. 9 hari
c. 8 hari
d. 7 hari
7. Salah seorang yang mengemukakan konsep rumusan lima asas atau
lima dasar Negara Indonesia, pada sidang BPUPKI yang pertama
adalah ...
a. R. Soepomo
b. R.P Soeroso
c. Achmad Soebardjo
d. Abikoesno Tjokrosoejoso
8. Pada Sidang BPUPKI yang kedua, dibentuk beberapa panitia yang
antara lain mempersiapkan rancangan teks proklamasi kemerdekaan.
Adapun panitia yang ditugaskan untuk itu adalah ...
a. Panitia Perancang UUD
b. Panitia Pembelaan Tanah Air
c. Panitia Soal Keuangan dan Perekonomian
d. Panitia soal Kesejahteraan Rakyat
9. Panitia Pembelaan Tanah Air diketuai oleh :
a. Ir. Soekarno
b. Abikoesno Tjokrosoejoso
c. Drs. Moh. Hatta
d. R. Soepomo.

345
10. Panitia Pembelaan Tanah Air, bertugas untuk mempersiapkan
rancangan yang terkait dengan ...

Hal
a. Rancangan teks proklamasi
b. Rancangan Pembukaan UUD 1945
c. Rancangan Batang Tubuh UUD
d. Rancangan mengenai Bela Negara
11. Setelah BPUPKI menyelesaikan ugasnya, maka BPUPKI dibubarkan,
dan pada tanggal, 7 Agustus 1945 dibentuk Panitia Persiapan
Kemerdekaan Indonesia (PPKI) yang diketuai oleh ...
a. R. Wedyodiningrat

facebook.com/asncpns @asncpns
100% PAKET LKIT – 100% AKURAT

Paket LKIT 2016


b. R.P. Soeroso
c. Ir. Soekarno
d. Drs. Moh. Hatta.
12. Presiden dan Wakil Presiden pertama Indonesia dipilih melalui ...
a. Sidang BPUPKI
b. Sidang PPKI
c. Sidang KNIP
d. Sidang MPRS
13. Rumusan Pancasila yang tercantum dalam pembukaan UUD 1945,
pada hakikatnya bersumber dari ...
a. Pidato Mr. Moh. Yamin pada Sidang BPUPKI yang pertama
b. Pidato Prof. R. Soepomo pada Sidang BPUPKI yang pertama
c. Pidato Ir. Soekarno pada sidang BPUPKI yang pertama
d. Piagam Jakarta setelah mengalami revisi pada sila pertamanya
14. Atas dasar pola pikir dialektis atau historis materialisme, Pancasila
dapat diperas menjadi Trisila, dan Trisila dapat diperas menjadi
Ekasila yaitu gotong royong. Gagasan tersebut dikemukakan oleh ...
a. Prof. R. Soepomo
b. Mr. Moh. Yamin
c. Ir. Soekarno
d. Drs. Moh. Hatta.

346
Hal

facebook.com/asncpns @asncpns
100% PAKET LKIT – 100% AKURAT

Paket LKIT 2016

BAB 3
PERANAN PANCASILA DALAM KEHIDUPAN
BANGSA dan NEGARA

INDIKATOR KEBERHASILAN

Memahami Hakikat pengertian Sila-Sila Pancasila, Nilai-nilai yang


terkandung dalam Pancasila Pancasila, dan peranan Pancasila dalam
tatakehidupan Bermasyarakat, Berbangsa, dan Bernegara

Pancasila yang terdiri dari lima sila merupakan satu kesatuan yang organis,
satu kesatuan yang utuh dan bulat tidak dapat dipisahkan satu dengan yang
lainnya. Tiap-tiap sila Pancasila mempunyai tempatnya sendiri, tidak dapat
dipindahkan tata urutannnya karena sila-sila Pancasila merupakan satu
rangkaian kesatuan yang utuh dan bulat artinya sila-sila Pancasila tidak
dapat digeser-geser atau dibolak balik.

Rumusan sila-sila Pancasila sebagai acuan dasar bagi bangsa Indonesia


untuk melaksanakan kehidupannya sehari-hari maupun dalam kehidupan
ketatanegaraan adalah rumusan yang tercantum dalam alinea keempat

347
Pembukaan UUD 1945. Menurut Prof. DR. Dardji Darmodiharjo, Pancasila
merupakan nilai kerohanian yang didalamnya terkandung nilai-nilai yang

Hal
lain, secara lengkap dan harmonis baik nilai material, nilai vital, nilai
kebenaran/kenyataan, nilai aestetis, nilai etis/moral dan nilai religius.

Demikian pula halnya Prof. DR. Notonegoro memberikan pengertian


tentang nilai yang terdiri dari nilai material, nilai vital, dan nilai
kerohanian, selanjutnya nilai kerohanian terdiri dari nilai kebenaran,
keindahan, kebaikan dan nilai religius. Dengan demikian nilai-nilai yang
terkandung dalam Pancasila mampu membentuk sikap dan perilaku yang

facebook.com/asncpns @asncpns
100% PAKET LKIT – 100% AKURAT

Paket LKIT 2016


positif bagi manusia Indonesia baik dalam kehidupan bermasyarakat
maupun hidup ketatanegaraan. Nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila
sebagai dasar untuk melaksanakan kehidupan bangsa menjiwai Pembukaan
dan pasal-pasal UUD 1945. Karena nilai-nilai yang terkandung dalam
Pancasila sudah membumi di Indonesia sejak nenek moyang kita, hingga
saat ini dan seterusnya maka peranan Pancasila dalam kehidupan bangsa
adalah sebagai jiwa bangsa, kepribadian bangsa, sumber dari segala
sumber hukum negara, cita-cita dan tujuan bangsa Indonesia, falsafah
hidup yang mempersatukan bangsa Indonesia dan sebagai perjanjian luhur
bangsa Indonesia waktu mendirikan negara.

A. HAKIKAT PENGERTIAN SILA-SILA PANCASILA

Pancasila terdiri dari lima sila, masing-masing silanya merupakan rangkaian


kesatuan yang utuh dan bulat yang tidak dapat dipisahkan satu sila dengan
yang lainnya. Pancasila merupakan satu kesatuan, satu rangkaian yang utuh
dan bulat, dimana sila yang satu tidak dapat dipisahkan dari sila yang lain.

Adapun susunan sila-sila Pancasila adalah sistimatis hierarkhis artinya


kelima Pancasila menunjukkan suatu rangkaian urutan-urutan yang
bertingkat (hirarkhis).

Tiap-tiap sila Pancasila mempunyai tempat sendiri tidak dapat dipindahkan


tata urutannya, tidak dapat digeser-geser atau dibolak-balik. Adapun

348
urutan sila-sila Pancasila yang sah dan benar adalah urutan sila-sila
Pancasila yang tercantum dalam alinea keempat Pembukaan UUD 1945.

Hal
Adanya urutan sila-sila Pancasila tersebut tidak menunjukkan bahwa sila
pertama lebih tinggi kedudukannya atau lebih penting dari sila kedua,
demikian pula sila kedua tidak lebih tinggi atau lebih penting dari sila
ketiga dan seterusnya karena pengamalan Pancasila harus secara utuh dan
bulat.

Masing-masing sila Pancasila menjiwai sila lainnya, karena keseluruhan sila


dalam Pancasila merupakan satu kesatuan yang organis, utuh dan bulat dan
hal ini dapat diijelaskan sebagai berikut :

facebook.com/asncpns @asncpns
100% PAKET LKIT – 100% AKURAT

Paket LKIT 2016


1. Sila pertama Ketuhanan Yang Maha Esa meliputi dan menjiwai sila
kedua, ketiga, keempat dan kelima.
2. Sila kedua Kemanusiaan yang adil dan beradab meliputi dan menjiwai
sila kesatu, ketiga, keempat, kelima.
3. Sila ketiga Persatuan Indonesia meliputi dan menjiwai sila pertama,
kedua, sila keempat, dan sila kelima
4. Sila keempat Kerakyatan yang dipimpin hikmat kebijaksanaan dalam
permusyawaratan / perwakilan meliputi dan menjiwai sila kesatu,
kedua, ketiga dan kelima
5. Sila kelima Keadilan sosial meliputi dan menjiwai sila pertama,
kedua, ketiga dan sila keempat.

Berdasarkan uraian tersebut di atas, dapat disimpulkan bahwa masing-


masing sila meliputi dan menjiwai sila lainnya. Meskipun sila-sila dalam
Pancasila merupakan satu kesatuan yang utuh tidak dapat dipisahkan satu
dan yang lainnya, namun dalam memahami hakikat pengertian Pancasila
diperlukan uraian sila demi sila dan uraian tersebut harus berdasarkan
Pembukaan dan pasal-pasal UUD 1945. Selanjutnya uraian sila demi sila
dari hakikat pengertian Pancasila yang berdasarkan pada Pembukaan dan
pasal-pasal UUD 1945 adalah sebagai berikut :

1. Ketuhanan Yang Maha Esa


2. Kemanusiaan yang adil dan beradab
3. Persatuan Indonesia
4. Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam

349
pemusyawaratan / perwakilan
5. Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia

Hal
Adapun hakikat pengertian Pancasila yang terdiri dari 5 (lima) sila adalah
sebagai berikut :

1. Sila Pertama : Ketuhanan Yang Maha Esa

Sebagai sila pertama Pancasila, Ketuhanan Yang Maha Esa, menjadi sumber
pokok nilai-nilai kehidupan bangsa Indonesia, menjiwai dan mendasari
serta membimbing perwujudan kemanusiaan yang adil dan beradab,

facebook.com/asncpns @asncpns
100% PAKET LKIT – 100% AKURAT

Paket LKIT 2016


penggalangan Persatuan Indonesia yang telah membentuk Negara Republik
Indonesia yang berdaulat, yang bersifat kerakyatan yang dipimpin oleh
hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan, guna
mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

Hakikat pengertian sila pertama Pancasila menjiwai :

a. Alinea ketiga Pembukaan UUD 1945 yang berbunyi antara lain:


“Atas berkat rahmat Allah Yang Maha Kuasa…”
b. Pasal 29 UUD 1945:
1. Negara berdasarkan atas Ketuhanan Yang Maha Esa
2. Negara menjamin kemerdekaan tiap-tiap penduduk untuk
memeluk agamanya masing-masing dan untuk beribadat menurut
agama dan kepercayaannya itu.

2. Sila Kedua: Kemanusiaan yang adil dan beradab

Di dalam sila kedua “Kemanusiaan Yang Adil dan Beradab” telah tersimpul
cita-cita kemanusiaan yang lengkap, yang adil dan beradab memenuhi
seluruh hahekat manusia. Sebagai makhluk ciptaan Tuhan Yang Maha Esa,
kemanusiaan yang adil dan beradab adalah suatu rumusan sifat keluhuran
budi manusia (Indonesia). Dengan kemanusiaan yang adil dan beradab,
maka setiap warga Negara mempunyai kewajiban dan hak-hak yang sama;
setiap warga Negara dijamin haknya serta kebebasannya yang menyangkut
hubungan dengan Tuhan, dengan orang seorang, dengan negara, dengan
masyarakat, dan menyangkut pula kemerdekaan menyatakan pendapat dan

350
berhak atas pekerjaan dan penghidupan yang layak bagi kemanusiaan.
Sebagaimana dijelaskan terdahulu maka sila kedua ini diliputi dan dijiwai

Hal
pula oleh sila pertama. Hal ini berarti bahwa kemanusiaan yang adil dan
beradab bagi bangsa Indonesia bersumber dari ajaran Tuhan Yang Maha
Esa, yaitu manusia sebagai makhluk pribadi, sebagai anggota masyarakat
dan sekaligus hamba Tuhan.

facebook.com/asncpns @asncpns
100% PAKET LKIT – 100% AKURAT

Paket LKIT 2016


Hakikat pengertian sila kedua Pancasila menjiwai :

a. Alinea pertama Pembukaan UUD 1945

“Bahwa Sesungguhnya kemerdekaan itu ialah hak segala bangsa dan oleh
sebab itu maka penjajahan di atas dunia harus dihapuskan karena tidak
sesuai dengan perikemanusiaan dan perikeadilan.”

b. Pasal 27, 28, 29, 30 dan 31 UUD 1945

Mengenai kemanusiaan ini lebih lanjut dijabarkan dalam Bab X A UUD 1945
tentang Hak Asasi Manusia (Pasal 28 A sampai dengan Pasal 28 J).

3. Sila Ketiga: Persatuan Indonesia

Persatuan Indonesia berasal dari kata satu, yang berarti utuh tidak
terpecah-pecah, Persatuan mengandung pengertian bersatunya bermacam
corak yang beraneka ragam menjadi satu kebulatan.

Persatuan Indonesia dalam sila ketiga ini mencakup persatuan dalam arti
ideologis, politik, ekonomi sosial budaya dan keamanan (Ipoleksosbud dan
Hankamnas).

Persatuan Indonesia ialah persatuan bangsa yang mendiami wilayah


Indonesia, yang bersatu karena didorong untuk mencapai kehidupan
kebangsaaan yang bebas dalam wadah negara kesatuan yang merdeka dan

351
berdaulat. Oleh karena itu perbedaan merupakan kodrat manusia dan juga
merupakan ciri khas elemen-elemen yang membentuk Negara. Perbedaan

Hal
bukan untuk menimbulkan konflik atau permusuhan, tapi diarahkan pada
pengertian yang saling memberikan manfaat yaitu persatuan dalam
kehidupan bersama untuk mewujudkan tujuan bersama sebagai bangsa.
Persatuan Indonesia merupakan faktor yang dinamis dalam kehidupan
bangsa Indonesia, karena bertujuan melindungi segenap bangsa dan
seluruh tumpah darah Indonesia, memajukan kesejahteraan umum dan
mencerdaskan kehidupan bangsa, serta mewujudkan perdamaian dunia
yang abadi.

facebook.com/asncpns @asncpns
100% PAKET LKIT – 100% AKURAT

Paket LKIT 2016


Perwujudan sila ketiga yaitu Persatuan Indonesia adalah perwujudan dari
paham kebangsaan Indonesia yang dijiwai oleh Ketuhanan yang Maha Esa,
serta kemanusiaan yang adil dan beradab. Karena itu paham kebangsaan
Indonesia tidaklah sempit (chauvinistis), tetapi dalam arti menghargai
bangsa lain sesuai dengan sifat kehidupan bangsa itu sendiri. Nasionalisme
Indonesia mengatasi paham golongan, suku bangsa dalam upaya membina
tumbuhnya persatuan dan kesatuan sebagai satu bangsa yang bersatu padu,
tidak terpecahpecah.

Hakikat pengertian sila ketiga Pancasila menjiwai:

a. Alinea keempat Pembukaan UUD 1945 yang berbunyi: “Kemudian dari


pada itu untuk membentuk suatu Pemerintahan Negara Indonesia
yang melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah
Indonesia dan untuk memajukan kesejahteraan umum,
mencerdaskan kehidupan bangsa, dan ikut melaksanakan ketertiban
dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan
keadilan sosial, maka disusunlah Kemerdekaan Kebangsaan Indonesia
itu dalam suatu Undang- Undang Dasar Negara Indonesia ………..”
b. Pasal 32, 35 dan 36, 36 A, 36 B dan 36 C. UUD 1945

4. Sila keempat: Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan


dalam permusyawaratan perwakilan

Sila keempat berbunyi: Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat

352
kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan. Ini berarti bahwa
Indonesia menganut kedua macam demokrasi tersebut, yaitu demokrasi

Hal
langsung dan tidak langsung (demokrasi perwakilan).

Demokrasi tidak langsung atau demokrasi perwakilan (melalui atau


perantaraan wakil-wakil) sangat penting dalam suatu negara yang
mempunyai daerah luas dan warga negara yang banyak, seperti negara-
negara di zaman modern dewasa ini.

facebook.com/asncpns @asncpns
100% PAKET LKIT – 100% AKURAT

Paket LKIT 2016


Pelaksanaan demokrasi langsung dalam tingkat negara secara rutin hampir
tidak dapat dilakukan lagi sekarang ini, karena jumlah warga negara dan
luas negara umumnya adalah besar.

Sesuai dengan perkembangan dinamika rakyat Indonesia saat ini yang


didukung oleh kemajuan dibidang ilmu pengetahuan dan teknologi, maka
dalam menentukan siapa pemimpinnya telah disepakati, misalnya bahwa
pemilihan Presiden dan Wakil Presiden dilakukan melalui pemilihan umum
oleh rakyat secara langsung, tidak lagi oleh majelis Permusyawaratan
Rakyat. Hal ini di atur dalam Pasal 6 A ayat

(1) UUD 1945 yang berbunyi “Presiden dan Wakil Presiden dipilih dalam
satu pasangan secara langsung oleh rakyat”.

Hikmat kebijaksanaan berarti penggunaan pikiran atau rasio yang sehat


dengan selalu mempertimbangkan persatuan dan kesatuan bangsa,
kepentingan rakyat dan dilaksanakan dengan sabar, jujur dan
bertanggungjawab serta didorong oleh itikad baik sesuai dengan hati
nurani.

Permusyawaratan adalah suatu tata cara khas kepribadian Indonesia untuk


merumuskan dan atau memutuskan suatu hal berdasarkan kehendak rakyat
hingga tercapai keputusan yang berdasarkan kebulatan pendapat atau
mufakat.

Perwakilan adalah suatu sistem dalam arti tata cara (prosedur)

353
mengusahakan turut sertanya rakyat mengambil bagian dalam kehidupan
bernegara, antara lain dilakukan dengan melalui badanbadan perwakilan.

Hal
Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmah kebijaksanaan dalam
permusyawaratan / perwakilan berarti, rakyat dalam melaksanakan tugas
kekuasaannya baik secara langsung maupun melalui perwakilan ikut dalam
pengambilan keputusankeputusan dalam musyawarah yang dipimpin oleh
pikiran yang sehat secara penuh tanggung jawab, baik kepada Tuhan Yang
Maha Esa maupun kepada rakyat yang diwakilinya.

facebook.com/asncpns @asncpns
100% PAKET LKIT – 100% AKURAT

Paket LKIT 2016


Sila keempat ini merupakan sendi yang penting dari asas kekeluargaan
masyarakat kita. Sila keempat ini juga merupakan suatu asas, bahwa tata
Pemerintahan Republik Indonesia didasarkan atas kedaulatan rakyat.

Hakikat pengertian sila keempat Pancasila menjiwai :

a. Alinea keempat Pembukaan UUD yang antara lain berbunyi: maka


disusunlah kemerdekaan kebangsaan itu dalam suatu Undang- Undang
Dasar Negara Indonesia yang berkedaulatan rakyat …..dan
seterusnya.
b. Pasal 2 ayat (3), Pasal 7 B ayat (7), Pasal 28, 28 A s.d. Pasal 28 J, dan
Pasal 37.

5. Sila Kelima: Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia

Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia berarti, bahwa setiap


warganegara Indonesia mendapat perlakuan yang adil dalam bidang
hukum, politik sosial, ekonomi dan kebudayaan. Keadilan social mencakup
pula pengertian adil dan makmur.

Keadilan sosial yang dimaksud tidak sama dengan pengertian sosialistis


atau komunalistis karena yang dimaksud dengan keadilan sosial dalam sila
kelima bertolak dari pengertian bahwa antara pribadi dan masyarakat satu
sama lain tidak dapat dipisahkan. Masyarakat tempat hidup dan
berkembangnya pribadi, sedangkan pribadi adalah komponennya

354
masyarakat. Tidak dibenarkan terjadi praktek dalam masyarakat
sosialistis/komunalistis yang hanya mementingkan masyarakat dan juga

Hal
sebaliknya seperti yang berlaku dalam Negara liberal yang segala sesuatu
dipandang titik beratnya pada kepentingan pribadi/individu.

Keadilan sosial mengandung arti tercapainya keseimbangan antara


kehidupan pribadi dan kehidupan masyarakat. Oleh karena kehidupan
manusia itu meliputi kehidupan jasmani dan kehidupan rohani, maka
keadilan itu pun meliputi keadilan di dalam pemenuhan tuntutan hakiki
kehidupan jasmani serta keadilan di dalam pemenuhan tuntutan hakiki
kehidupan rohani secara seimbang, di bidang material dan di bidang

facebook.com/asncpns @asncpns
100% PAKET LKIT – 100% AKURAT

Paket LKIT 2016


spiritual. Pengertian ini mencakup pula pengertian adil dan makmur yang
dapat dinikmati oleh seluruh bangsa Indonesia secara merata, dengan
berdasarkan asas kekeluargaan. Sila keadilan sosial adalah tujuan dari
empat sila yang mendahuluinya, merupakan tujuan bangsa Indonesia dalam
bernegara, yang perwujudannya ialah tata masyarakat adil makmur
berdasarkan Pancasila.

Hakikat pengertian di atas sesuai dengan alinea kedua Pembukaan UUD


1945 yang menegaskan:

a. Alinea kedua Pembukaan UUD 1945 antara lain menegaskan “Dan


perjuangan pergerakan kemerdekaan Indonesia telah sampailah
kepada saat yang berbahagia dengan selamat sentosa mengantarkan
rakyat Indonesia ke depan pintu gerbang kemerdekaan negara
Indonesia yang merdeka, bersatu, berdaulat adil dan makmur.”
b. Pasal-pasal UUD 1945 : yaitu pasal 23 A, 27, 28, 29, 31, 33 dan 34
UUD 1945 Dengan uraian tersebut di atas, anda dapat mengetahui
tentang hakikat pengertian Pancasila. Selanjutnya hakikat
pengertian Pancasila itu hendaknya anda hayati untuk seterusnya
diamalkan dalam segala kegiatan kehidupan.

B. NILAI-NILAI YANG TERKANDUNG DALAM PANCASILA

Dalam hubungannya dengan pengertian Pancasila sebagaimana tersebut di


atas, Pancasila tergolong nilai kerohanian, tetapi nilai kerohanian yang

355
meyakini adanya nilai material dan nilai vital. Pancasila tergolong nilai
kerohanian yang didalamnya terkandung nilai-nilai yang lain secara

Hal
lengkap, dan harmonis, baik nilai material, nilai vital, nilai
kebenaran/kenyataan, nilai aestetis, maupun nilai religius.

Prof. Dr. Notonegoro, membagi nilai menjadi 3 yakni :

1. Nilai material, yaitu segala sesuatu yang berguna bagi unsur manusia.
2. Nilai vital, yaitu sesuatu yang berguna bagi manusia untuk dapat
mengadakan kegiatan dan aktivitas.

facebook.com/asncpns @asncpns
100% PAKET LKIT – 100% AKURAT

Paket LKIT 2016


3. Nilai kerohanian, yaitu segala sesuatu yang berguna bagi rohani
manusia.

Nilai kerohanian ini dapat dibedakan atas 4 macam yakni :

1. Nilai kebenaran yang bersumber pada unsur akal manusia


2. Nilai keindahan yang bersumber pada unsur rasa indah manusia
3. Nillai kebaikan atau nilai moral yang bersumber pada unsur kodrat
manusia (manusia dalam segala dimensinya).
4. Nilai religius yang merupakan nilai Ketuhanan, kerohanian yang tinggi
dan mutlak. Nilai religius ini bersumber pada kepercayaan/keyakinan
manusia.

Selanjutnya nilai –nilai yang terkandung dalam sila-sila Pancasila adalah :

1. Dalam sila pertama Ketuhanan Yang Maha Esa terkandung nilai


religious
2. Dalam sila kedua Kemanusiaan Yang Adil dan Beradab terkandung
nilai kemanusiaan
3. Dalam sila ketiga Persatuan Indonesia terkandung nilai persatuan
bangsa
4. Dalam sila keempat Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat
kebijaksanaan dalam pemusyawaratan / perwakilan terkandung nilai
kerakyatan
5. Dalam sila kelima Keadilan social bagi seluruh rakyat Indonesia
terkandung nilai keadilan sosial

356
Meskipun nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila termasuk nilai

Hal
kerohanian, tetapi nilai kerohanian yang mengakui pentingnya nilai
material dan nilai vital secara seimbang, sebagaimana dibuktikan dengan
susunan sila-sila yang sistematis hirarkhis yang dimulai sila pertama
Ketuhanan Yang Maha esa, sampai dengan sila kelima yaitu Keasilan sosial
bagi seluruh rakyat Indonesia

Jadi yang mempunyai nilai itu tidak hanya sesuatu yang berwujud benda
material saja, akan tetapi juga benda yang tidak berwujud yang bukan

facebook.com/asncpns @asncpns
100% PAKET LKIT – 100% AKURAT

Paket LKIT 2016


benda material. Bahkan sesuatu yang bukan benda material itu dapat
menjadi nilai yang sangat tinggi dan mutlak bagi manusia.

Nilai material secara relatif lebih mudah diukur dengan alat-alat pengukur,
misalnya dengan alat pengukur berat (gram), alat pengukur panjang
(meter), alat pengukur luas (meter persegi) alat pengukurisi (liter), dan
sebagainya.

Sedangkan nilai rohani tidak dapat diukur dengan menggunakan alat-alat


pengukur tersebut di atas, tetapi diukur dengan “budi nurani manusia”,
karena itu lebih sulit dilakukan, karena permasalahannya adalah apakah
ada perwujudan budi nurani manusia yang bersifat universal.

Manusia yang mengadakan penilaian terhadap sesuatu yang bersifat


kerohanian menggunakan budi nurani dengan dibantu indera, akal,
perasaan, kehendak dan oleh keyakinan. Sampai sejauh mana kemampuan
dan alat-alat bantu ini bagi manusia dalam memberikan penilaian tidak
sama bagi manusia yang satu dengan yang lain, dipengaruhi situasi dan
keadaan manusia yang bersangkutan.

Bagi manusia nilai dijadikan landasan, alasan atau motivasi dalam segala
perbuatannya. Dalam pelaksanaannya, nilai-nilai dijabarkan dalam bentuk
norma (normatif), sehingga merupakan suatu perintah/keharusan, anjuran
atau merupakan larangan atas sesuatu yang tidak diinginkan atau celaan.
Nilai kebenaran harus dilaksanakan dan segala sesuatu yang tidak benar,
tidak indah, tidak baik, dan sebagainya dilarang atau dicela. Dari uraian

357
yang dikemukakan di atas nampak jelas bahwa nilai berperan sebagai dasar
pedoman yang menentukan kehidupan setiap manusia. Nilai berada dalam

Hal
hati nurani, suara hati atau kata hati dan pikiran sebagai suatu
keyakinan/kepercayaan yang bersumber dari berbagai aspek atau sumber.

Selanjutnya untuk lebih memahami nilai - nilai yang terkandung dalam


Pancasila, akan diberi pemahaman tentang pengertian moral, nilai, norma,
dan sanksi sebagai berikut :

facebook.com/asncpns @asncpns
100% PAKET LKIT – 100% AKURAT

Paket LKIT 2016


1. Pengertian Moral

Moral adalah ajaran baik buruk perbuatan atau tingkah laku manusia
berdasarkan kodratnya. Moral berasal dari kata mos (mores) yang berarti
kesusilaan, tabiat, kelakuan.

Moral sebagai ajaran tentang baik buruknya perbuatan manusia sebagai


manusia. Seseorang individu yang tingkah lakunya sesuai dengan harkatnya
sebagai manusia disebut baik secara moral dan jika sebaliknya disebut
buruk secara moral atau imoral. Akan tetapi tidak semua nilai merupakan
nilai moral.

Ada bermacam-macam nilai seperti telah disebutkan di atas. Kalau seorang


siswa salah menjawab suatu pertanyaan guru di kelas ia tidaklah buruk
dalam arti moral. Begitu juga kalau lagu tidak merdu didengar, tidak dapat
kita nilai bahwa lagu itu buruk dalam arti moral. Dalam Pancasila terdapat
suatu rangkaian nilai-nilai yang merupakan nilai-nilai moral, karena apabila
nilai-nilai itu dilaksanakan, maka harkat dan martabat manusia Indonesia
dapat menjadi baik karena nilai-nilai moral yang melekat pada dirinya.

2. Nilai, Norma, dan Sanksi

Nilai terbentuk atas dasar pertimbangan-pertimbangan cipta, rasa, karsa


dari seseorang atau sekelompok masyarakat/bangsa. Terbentuknya suatu
nilai secara teoritis melalui proses tertentu dan atas dasar kesadaran dan
keyakinan, jadi tidak dapat dipaksakan.

358
Nilai secara singkat dapat dikatakan sebagai hasil penilaian / pertimbangan
“baik/tidak baik” terhadap sesuatu, yang kemudian dipergunakan sebagai

Hal
dasar alasan (motivasi) melakukan atau tidak melakukan sesuatu.

Norma (kaidah) adalah petunjuk tingkah laku (perilaku) yang harus


dilakukan dan tidak boleh dilakukan dalam hidup sehari-hari berdasarkan
suatu alas an (motivasi) tertentu dengan disertai sanksi.

Sanksi adalah ancaman/akibat yang akan diterima apabila norma (kaidah)


tidak dilakukan.

facebook.com/asncpns @asncpns
100% PAKET LKIT – 100% AKURAT

Paket LKIT 2016


Dari hubungan nilai timbullah ancaman-ancaman norma dengan sanksinya,
misalnya:

a. Norma agama, dengan sanksi dari Tuhan


b. Norma kesusilaan, dengan sanksi rasa malu dan menyesal terhadap
dirinya sendiri.
c. Norma sopan santun, dengan sanksi sosial masyarakat.
d. Norma hukum dengan sanksi dari pemerintah (alat-alat negara).

C. PENDEKATAN PENGAMALAN PANCASILA

Pancasila sebagai suatu ideologi mencakup seluruh aspek kehidupan.


Pendekatan untuk pengamalan Pancasila melalui 3 aspek (historis, yuridis
konstitusional dan filosofis). Sedangkan secara umum, pendekatan dapat
dilakukan dengan cara objektif praktis, agar lebih mudah dipahami oleh
masyarakat luas, yaitu: suatu penguraian yang menyoroti materi yang
didasarkan atas bahan-bahan resmi dan segala uraian selalu dapat
dikembalikan secara bulat dan sistematis pada bahan-bahan resmi.
Selanjutnya pengertian praktis dapat diartikan bahwa segala yang
diuraikan mempunyai kegunaan dalam praktek.

1. Pendekatan Historis (Sejarah)

Pembahasan nilai-nilai Pancasila dari segi sejarah (aspek historis)


diperlukan, sehubungan dengan sifat dari nilai yang abstrak. Dengan cara

359
ini dapat diketahui proses tumbuhnya dan melembaganya nilai-nilai
tersebut dalam kegiatan kehidupan (pribadi, masyarakat dan negara).

Hal
Perlu ditegaskan disini bahwa pembahasan aspek historis ini bukanlah sama
dengan pelajaran ilmu sejarah murni, tetapi hanya terbatas pada
pengungkapan fakta sejarah yang ada kaitannya langsung dengan proses
pertumbuhan serta pelaksanaan nilai-nilai Pancasila. Pendekatan sejarah
hanya membicarakan fakta sejarah yang ada sangkut pautnya dengan
Pancasila.

facebook.com/asncpns @asncpns
100% PAKET LKIT – 100% AKURAT

Paket LKIT 2016


2. Pendekatan Yuridis Konstitusional

Dari segi hukum ketatanegaraan pendekatan yuridis konstitusional sangat


penting untuk dihayati karena hukum yang mengatur kegiatan kehidupan
kita (pribadi masyarakat dan negara), sebagai konsekuensi Pancasila
sebagai dasar negara kita. Tegasnya tatanan kehidupan Pancasila tersebut
perlu dipahami dengan baik, agar dapat mengamalkannya dengan baik. Hal
ini penting untuk dipelajari, karena sulit bagi kita untuk
berbuat/bertindak, jika kita tidak mengetahui dengan baik, segi-segi
hokum ketatanegaraan dari Pancasila. Dikatakan demikian karena semua
peraturan perundang-undangan yang mengatur tentang kegiatan kehidupan
mengalir dari nilai-nilai Pancasila.

3. Pendekatan Filosofis

Istilah filsafat berasal dari bahasa Arab falsafah. Secara etimologi falsafah
berasal dari bahasa Yunani “philosophia”, yang terdiri dari dua suku kata
yaitu philo dan sophia. Philein berarti mencari, mencintai dan sophia
berarti kebenaran, kearipan kebijaksanaan. Dengan demikian kata
majemuk philosophia berarti “daya upaya pemikiran manusia untuk
mencari kebenaran atau kebijaksanaan”. Orang yang berfilsafat berarti
orang yang mencintai dan mencari kebenaran, bukan memiliki kebenaran.

Namun sebagaimana diketahui kebenaran itu relatif sifatnya, dalam arti


bahwa apa yang kita anggap benar saat ini, belum tentu dianggap demikian
dimasa yang akan datang. Kebenaran yang mutlak adalah ditangan/milik

360
Tuhan Yang Maha Esa. Dalam masalah pendekatan filosofis atas nilai-nilai
Pancasila ini kita tidak akan membicarakan seluruh ilmu filsafat, tetapi

Hal
terbatas pada penerapan metode ilmu filsafat dalam mempelajari
ketentuan yang mengalir dari nilai-nilai Pancasila.

Pendekatan filsafat ini juga diperlukan sehubungan dengan materi yang


dibicarakan adalah meliputi aspek filsafat dari Pancasila. Filsafat Pancasila
adalah ilmu pengetahuan yang mendalam tentang Pancasila. Untuk
mendapat pengertian yang mendalam, kita harus mengetahui hakikat
silasila Pancasila tersebut, dari tiap sila kita cari pula intinya. Setelah kita

facebook.com/asncpns @asncpns
100% PAKET LKIT – 100% AKURAT

Paket LKIT 2016


mengetahui hakikat inti tersebut di atas, maka selanjutnya kita cari
hakikat dan pokok-pokok yang terkandung dalam Pancasila, antara lain
tersebut dibawah ini:

a. Pancasila sebagai pandangan hidup bangsa, berarti bahwa nilai-nilai


yang terkandung dalam Pancasila itu dijadikan tuntunan dan
pegangan dalam mengatur sikap dan tingkah laku manusia Indonesia,
dalam hubungannya dengan Tuhan, masyarakat dan alam semesta.
b. Pancasila sebagai dasar negara, ini berarti bahwa nilai-nilai yang
terkandung dalam Pancasila itu dijadikan dasar dan pedoman dalam
mengatur tata kehidupan bernegara sebagaimana yang diatur oleh
UUD 1945. Untuk kepentingan kegiatan praktis operasional diatur
dalam UU No. 10 tahun 2004 mengenai tata urutan peraturan
perundangundangan yang berlaku, ditegaskan bahwa UUD 1945
menempati tata urutan yang tertinggi dari peraturan perundangan
yang berlaku.
c. Falsafah Pancasila yang abstrak tercermin dalam Pembukaan UUD
1945 merupakan uraian terperinci dari Proklamasi 17 Agustus 1945
yang dijiwai Pancasila.
d. Pancasila yang tercantum dalam Pembukaan UUD 1945 merupakan
suatu kebulatan yang utuh yang tidak dapat dipisahkan
e. Jiwa Pancasila yang abstrak tercetus menjadi Proklamasi
Kemerdekaan 17 Agustus 1945, dan tercermin dalam pokok-pokok
yang terkandung dalam Pembukaan UUD 1945.

361
f. Undang-undang Dasar 1945 menciptakan pokok-pokok pikiran yaitu
Pancasila yang terkandung dalam Pembukaan dalam pasal-pasalnya.

Hal
Ini berarti pasal-pasal UUD 1945 merupakan penjelmaan pokok-pokok
pikiran yang terkandung dalam Pembukaan UUD 1945 sebagai
perwujudan dari jiwa Pancasila.
g. Penafsiran sila-sila Pancasila harus bersumber dan berdasarkan
Pembukaan dan Pasal-pasal UUD 1945.

facebook.com/asncpns @asncpns
100% PAKET LKIT – 100% AKURAT

Paket LKIT 2016


D. PERANAN PANCASILA DALAM KEHIDUPAN BANGSA INDONESIA

Pancasila menjiwai Pembukaan UUD 1945 dan pasal - pasal UUD 1945.
Dalam Pembukaan UUD 1945 menggambarkan konsepsi dasar tentang
kehidupan yang dicita-citakan yang terkandung didalamnya suatu
kehidupan yang dianggap baik bagi bangsa Indonesia dalam kehidupan
bermasyarakat berbangsa dan bernegara.

Karena Pancasila sudah membumi sejak adanya bangsa Indonesia yang


berasal dari nilai-nilai luhur budaya bangsa Indonesia sendiri maka
Pancasila sebagai acuan dasar dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa
dan bernegara.

Di samping dua pengertian pokok mengenai Pancasila yaitu sebagai


pandangan hidup bangsa Indonesia, maupun Pancasila sebagai dasar negara
Republik Indonesia, maka pemahaman terhadap Pancasila dapat pula
dikaitkan dengan peranannya dalam tata kehidupan bangsa Indonesia,
yaitu:

1. Pancasila sebagai Jiwa Bangsa Indonesia

Menurut teori Von Savigny, setiap bangsa mempunyai jiwanya masing-


masing, yang disebut volksgeist (jiwa rakyat/jiwa bangsa).

Sejak zaman Sriwijaya dan Majapahit (abad VII-XVI), nilai-nilai yang


terkandung dalam Pancasila sudah dikenal dan diterapkan dalam kehidupan
bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara, dimana kedua kerajaan

362
tersebut telah memiliki kedaulatan dan wilayah yang meliputi seluruh
wilayah Nusantara.

Pada waktu itu unsur-unsur atau sila-sila yang terdapat dalam Pancasila Hal
telah terwujud sebagai asas-asas yang menjiwai dan dilaksanakan oleh
bangsa Indonesia, walaupun belum dirumuskan secara konkrit. Dengan
demikian pada zaman itu telah lahir Pancasila sebagai jiwa bangsa
Indonesia.

facebook.com/asncpns @asncpns
100% PAKET LKIT – 100% AKURAT

Paket LKIT 2016


2. Pancasila sebagai Kepribadian Bangsa Indonesia

Kepribadian bangsa adalah sifat hakiki yang tercermin dari sikap dan
perilaku suatu bangsa, yang membedakan bangsa itu dengan bangsa lain.
Sikap dan perilaku bangsa Indonesia menunjukkan adanya sifat-sifat yang
religius (walaupun dalam bentuknya yang paling sederhana sekalipun), adat
istiadat yang penuh nilai-nilai kesopanan dan keluhuran budi, toleransi,
kebersamaan dan kegotong-royongan, keadilan dan sebagainya, yang
keseluruhannya itu merupakan perwujudan dari nilai-nilai yang terkandung
dalam sila-sila Pancasila.

Ciri-ciri atau sifat-sifat yang terkandung dalam nilai-nilai Pancasila itulah


yang melekat pada bangsa Indonesia sehingga dapat dibedakan dengan
bangsa lain.

3. Pancasila sebagai Sumber Dari Segala Sumber Hukum Negara

Setiap hukum dasar, baik tertulis (UUD) maupun tidak tertulis, harus
bersumber dan berada di bawah pokok kaidah negara yang fundamental.
Dan sebagaimana telah dikemukakan terdahulu, menurut Prof. Drs.
Notonegoro, S.H., Pancasila merupakan unsur pokok kaidah negara yang
fundamental. Dengan demikian dari seluruh tingkatan tertib hukum yang
ada, Pancasila harus selalu menjadi acuan utama. Selanjutnya dalam
Undang-Undang No.10 Tahun 2004 ditegaskan bahwa Pancasila sebagai
sumber dari segala sumber hukum Negara, atau dengan kata lain semua
peraturan perundang-perundangan yang berlaku di Indonesia harus

363
mengacu, dijiwai, atau tidak boleh bertentangan dengan Pancasila.

Hal
4. Pancasila sebagai cita-cita dan tujuan Bangsa Indonesia

Fungsi sekaligus tujuan Negara Indonesia terkandung dalam alinea keempat


Pembukaan UUD 1945, yaitu melindungi segenap bangsa Indonesia dan
seluruh tumpah darah Indonesia, memajukan kesejahteraan umum,
mencerdaskan kehidupan bangsa, dan ikut melaksanakan ketertiban dunia
yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial.
Selanjutnya cita-cita bangsa Indonesia terkandung dalam alinea kedua

facebook.com/asncpns @asncpns
100% PAKET LKIT – 100% AKURAT

Paket LKIT 2016


yaitu membentuk Negara Indonesia merdeka, bersatu, berdaulat, adil dan
makmur.

Untuk mewujudkan cita-cita dan tujuan bangsa Indonesia maka dibentuk


suatu pemerintahan negara dalam suatu Undang-undang Dasar dengan
bentuk susunan negara Republik Indonesia yang berdasarkan Pancasila.
Dengan demikian nampak jelas bahwa berdasarkan pembukaan UUD 1945,
Pancasila adalah sebagai cita-cita dan tujuan bangsa Indonesia. Cita-cita
dan tujuan itulah yang hendak dicapai oleh bangsa Indonesia.

5. Pancasila sebagai falsafah hidup yang mempersatukan bangsa

Sebagai falsafah hidup dan kepribadian bangsa Indonesia, Pancasila


mengandung nilai-nilai dan norma-norma yang oleh bangsa Indonesia
diyakini paling benar, paling adil, paling bijaksana atau paling tepat bagi
kehidupannya.

Dengan keyakinan tersebut maka Pancasila merupakan sarana yang sangat


ampuh untuk mempersatukan bangsa Indonesia. Karena memiliki falsafah
hidup dan kepribadian yang sama, yaitu Pancasila, maka bangsa Indonesia
menjadi bersatu.

6. Pancasila sebagai perjanjian luhur bangsa Indonesia pada waktu

mendirikan Negara

Pancasila sebagai jiwa, kepribadian, maupun sebagai dasar Negara

364
sebagaimana tertuang dalam pembukaan UUD 1945, perumusannya melalui
proses yang cukup panjang sampai akhirnya diterima dan disahkan oleh

Hal
Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI), yaitu pada saat
pengesahan UUD 1945 tanggal 18 Agustus 1945.

Proses itu dimulai dari pidato Mr. Muh. Yamin pada tanggal 29 Mei 1945 di
depan sidang Badan Penyelidik Usaha-usaha Persiapan Kemerdekaan
Indonesia, yang berisikan lima asas dasar negara Indonesia Merdeka.

Selanjutnya pada tanggal 31 Mei 1945, Prof. R. Soepomo SH mengemukakan


dalam pidatonya tentang lima asas atau lima dasar Negara Indonesia

facebook.com/asncpns @asncpns
100% PAKET LKIT – 100% AKURAT

Paket LKIT 2016


merdeka. Kemudian pidato Ir. Soekarno pada tanggal 1 Juni 1945 di depan
sidang BPUPKI, yang juga mengemukakan mengenai lima asas sebagai dasar
negara Indonesia Merdeka (dilanjutkan dengan perumusan Pancasila oleh
Panitia Sembilan yang menghasilkan Piagam Jakarta sampai diterimanya
Piagam Jakarta tersebut oleh PPKI).

Dalam rangkaian proses itu terjadilah kompromi atau perjanjian moral yang
luhur sehingga pada akhirnya Pancasila diterima oleh semua pihak sebagai
dasar negara sebagaimana rumusannya termuat dalam Alinea Keempat
Pembukaan UUD 1945.

Dikatakan sebagai perjanjian luhur bangsa Indonesia, karena PPKI yang


mengesahkan Pancasila sebagai dasar negara pada tanggal 17 Agustus 1945
tersebut merupakan “badan nasional” yang mewakili seluruh bangsa
Indonesia.

2. LATIHAN

Kerjakan latihan di bawah ini, kemudian sesuaikan jawaban Anda dengan

materi yang terdapat dalam kegiatan belajarini!

1. Jelaskan bahwa sila-sila Pancasila merupakan satu kesatuan yang


organis atau kesatuan yang bulat dan utuh.
2. Jelaskan bahwa nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila menjiwai

365
Pembukaan dan pasal-pasal
3. Uraikan secara garis besar tentang pendapat Prof. DR. Notonegoro

Hal
tentang ”nilai” dalam hubungannya dengan pengertian nilai-nilai
yang terkandung dalam Pancasila.
4. Sebutkan pendekatan dalam pengamalan Pancasila.
5. Sebutkan peranan Pancasila dalam tata kehidupan bermasyarakat,
berbangsa dan bernegara.

facebook.com/asncpns @asncpns
100% PAKET LKIT – 100% AKURAT

Paket LKIT 2016


3. RANGKUMAN

Hakikat pengertian nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila yang wajib


dihayati dengan baik dan benar dan diamalkan secara konsisten dan
bertanggung jawab adalah rumusan sila-sila yang terkandung dalam alinea
keempat Pembukaan UUD 1945. Sebagaimana diketahui bahwa sila-sila
dalam Pancasila merupakan satu kesatuan organis atau kesatuan yang utuh
dan bulat yang tidak dapat dipisah-pisahkan. Susunan sila-sila Pancasila
adalah sistematis-hirarkhis artinya kelima Pancasila menunjukkan suatu
rangkaian urutan-urutan yang bertingkat (hirarkhis). Dalam tata urutan
tersebut tiap-tiap sila mempunyai tempatnya sendiri didalam rangkaian
susunan kesatuan sehingga tidak dapat dipindahkan tata urutannya atau
tidak dapat dibolak-balik. Namun tata urutan tersebut tidak menunjukkan
bahwa sila pertama lebih tinggi kedudukannya dari sila kedua, demikian
pula sila kedua tidak lebih tinggi dari sila ketiga dan seterusnya, karena
masing-masing sila Pancasila menjiwai sila-sila Pancasila lainnya. Sila-sila
Pancasila tertuang dalam pokok-pokok pikiran dalam pembukaan UUD 1945
dijabarkan dalam pasal-pasal UUD 1945. Berkaitan dengan pengertian nilai-
nilai yang terkandung dalam Pancasila, maka Prof. DR. Notonegoro
membagi nilai menjadi nilai material, nilai vital dan nilai kerohanian.

Selanjutnya nilai kerohanian terdiri dari nilai kebenaran, nilai keindahan,


nilai kebaikan, dan nilai religius. Demikian pula halnya pendekatan dalam
pengamalan Pancasila dapat dilaksanakan melalui pendekatan historis,
yuridis konstitusional, dan pendekatan filosofis. Menurut Prof. DR. Dardji

366
Darmodiharjo, Pancasila merupakan nilai kerohanian yang didalamnya
terkandung nilai-nilai material, vital, nilai kebenaran, nilai aestetis, nilai

Hal
etis/moral maupun nilai religius.

Mengacu kepada nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila yang


diamalkan dalam tata kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara,
maka peranan Pancasila dalam kehidupan bangsa sebagai jiwa bangsa
Indonesia, kepribadian bangsa Indonesia, sumber dari segala sumber hukum
negara, cita-cita dan tujuan bangsa Indonesia, sebagai falsafah hidup yang

facebook.com/asncpns @asncpns
100% PAKET LKIT – 100% AKURAT

Paket LKIT 2016


mempersatukan bangsa Indonesia, dan sebagai perjanjian luhur bangsa
Indonesia pada waktu mendirikan negara.

4. TES FORMATIF

1. Pendekatan untuk pengamalan Pancasila sebagai suatu ideologi


meliputi aspek-aspek:
a. Historis, Yuridis konstitusional, dan Filosofis, Obyektif praktis
b. Yuridis Konstitusional, Filosofis, dan Theologis
c. Filosofis, Relegius, dan Sosialis
d. Historis, Filosofis, dan Relegius.
2. Berikut ini adalah peranan Pancasila dalam tata kehidupan bangsa
Indonesia, kecuali:
a. Pancasila sebagai Jiwa Bangsa Indonesia
b. Pancasila Selagai Alat Perjuangan Demokrasi Bangsa Indonesia
c. Pancasila sebagai Kepribadian Bangsa Indonesia
d. Pancasila sebagai Sumber dari Segala Sumber Hukum Negara.
3. Pengamalan Pancasila sebagai pandangan hidup bangsa Indonesia,
sila pertama Ketuhanan Yang Maha Esa, tercermin dalam perilaku
berikut ini, kecuali:
a. Mempercayai adanya Tuhan Yang Maha Esa
b. Mentaati ajaran-ajaran Tuhan Yang Maha Esa
c. Menumbuhkan sikap hidup tolong menolong, kekeluargaan, dan

367
gotong royong.
d. Saling menghormati antara pemeluk agama dan penganut

Hal
kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa.
4. Pengamalan Pancasila sebagai pandangan hidup bangsa Indonesia,
sila Kedua Kemanusiaan yang Adil dan Beradab, tercermin dalam
perilku berikut ini, kecuali :
a. Menempatkan sesame manusia sebagai makhluk Tuhan dengan
segala martabat dan hak asasinya
b. Memperlakukan manusia secara adil dan beradab seperti terhadap
diri sendiri

facebook.com/asncpns @asncpns
100% PAKET LKIT – 100% AKURAT

Paket LKIT 2016


c. Memperlakukan sesama manusia sebagai manusia pribadi dan
manusia social secara seimbang
d. Memelihara kehidupan sebagai makhluk social dan memanfaatkan
serta mengamalkan miliknya sehingga mempunyai fungsi social
5. Pengamalan Pancasila sebagai pandangan hidup bangsa Indonesia,
sila Ketiga Persatuan Indonesia, tercermin dalam perilaku berikut ini,
kecuali:
a. Membina kebersamaan dalam segala aspek kehidupan
b. Membina persatuan sesama warga Negara dan penduduk Indonesia
c. Membina persatuan dan kesatuan wilayah Indonesia dan
kebudayaan yang Bhineka
d. Mencintai tanah air dan bangsa, dan menempatkan kepentingan
umum, bangsa dan Negara diatas kepentingan pribadi atau
golongan.
6. Pengamalan Pancasila sebagai pandangan hidup bangsa Indonesia,
sila Keempat Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan
dalam permusyawaratan/perwakilan, tercermin dalam perilaku
berikut ini, kecuali :
a. Menjunjungg tinggi asas kerakyatan
b. Melaksanakan asas kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat
kebijaksanaan, akal sehat dan hati nurani yang suci dalam
permusyawaratan/perwakilan
c. Mentaati segala putusan rakyat dalam lembaga perwakilan
d. Melindungi dan menjaga segala kepentingan rakyat

368
7. Pengamalan Pancasila sebagai pandangan hidup bangsa Indonesia,
sila Kelima Keadilan Sosial bagi Seluruh rakyat Indonesia, tercermin

Hal
dalam perilaku berikut ini, kecuali :
a. Memelihara kehidupan yang adil disegala bidang kehidupan bagi
seluruh rakyat Indonesia
b. Menumbuhkan sikap hidup tolong menolong, kekeluargaan dan
gotong royong
c. Memelihara lingkungan social agar bersih, nyaman dan tertib
d. Memelihara kehidupan sebagai makhluk social dan memanfaatkan
serta mengamalkan miliknya sehingga mempunyai fungsi social.

facebook.com/asncpns @asncpns
100% PAKET LKIT – 100% AKURAT

Paket LKIT 2016

BAB 4
PENGAMALAN PANCASILA
INDIKATOR KEBERHASILAN

Memahami dan menjelaskan Tujuan Pengamalan Pancasila, Pengamalan


Pancasila sebagai Pandangan hidup dan Pancasial sebagai Dasar Negara,
serta merasa ikut mengamankan Pancasila dari ideologi yang tidak sesuai
dengan Pancasila

Pada hakikatnya pengamalan Pancasila meliputi pengamalan Pancasila


sebagai pandangan hidup dan pengamalan Pancasila sebagai Dasar Negara.
Pengamalan Pancasila diperlukan untuk membentuk manusia Indonesia
yang memiliki pola pikir, pola sikap dan tingkah laku sesuai dengan sila-sila
Pancasila.

Rumusan sila-sila Pancasila yang kita amalkan sebagai pandangan hidup


maupun sebagai Dasar Negara adalah rumusan sila-sila Pancasila yang
tercantum dalam alinea keempat Pembukaan UUD 1945. Mengamalkan
Pancasila sebagai pandangan hidup adalah melaksanakan Pancasila dalam
kehidupan sehari-hari dimana kita harus memiliki sikap mental yang dijiwai
sila-sila Pancasila secara utuh dan bulat, yaitu sikap mental yang tidak

369
bertentangan dengan norma-norma agama, kesusilaan, kesopanan, dan
norma-norma hukum, karena nilai-nilai Pancasila sejalan atau tidak

Hal
bertentangan dengan norma-norma agama, kesusilaan, kesopanan, dan
norma hokum yang berlaku.

Pengamalan Pancasila sebagai pandangan hidup dikenal sebagai


pengamalan secara subyektif, yaitu pengamalan Pancasila dalam
kehidupan sehari-hari. Selanjutnya pengamalan Pancasila sebagai dasar
Negara disebut juga pengamalan Pancasila secara obyektif yaitu
pengamalan Pancasila dalam kehidupan ketatanegaraan.

facebook.com/asncpns @asncpns
100% PAKET LKIT – 100% AKURAT

Paket LKIT 2016


Pancasila sebagai Dasar Negara sebagai dasar penyelenggaraan negara
untuk mewujudkan cita-cita bangsa sesuai dengan tujuan nasional.
Pengamalan Pancasila sebagai dasar Negara meliputi pengamalan pokok-
pokok pikiran dalam pembukaan UUD 1945 dan pengamalan prinsip-prinsip
dari pasal-pasal UUD 1945.

Tugas kita semua menghayati, mengamalkan dan mengamankan Pancasila


dari bumi Indonesia ini, untuk mewujudkan masyarakat adil dan makmur
material dan spiritual berdasarkan Pancasila.

A. PENGAMALAN PANCASILA SEBAGAI PANDANGAN HIDUP

Pancasila dalam pengertian ini disebut sebagai way of life,


(Weltanschaung) sebagai pegangan hidup, petunjuk hidup dsb. Dalam hal
ini Pancasila sebagai petunjuk arah semua kegiatan kehidupan sehari-hari.
Hal ini berarti bahwa semua tingkah laku dan perbuatan dalam kehidupan
sehari-hari harus dijiwai dan merupakan pancaran dari sila-sila Pancasila
yang merupakan satu kesatuan yang utuh dan bulat, karena keseluruhan
sila didalam Pancasila merupakan satu kesatuan yang organis.

Mengamalkan Pancasila sebagai Pandangan Hidup Bangsa Indonesia


(Filsafat Hidup Bangsa), berarti melaksanakan Pancasila dalam kehidupan
sehari-hari, menggunakan Pancasila sebagai petunjuk hidup sehari-hari
agar hidup kita dapat mencapai kesejahteraan dan kebahagiaan lahir batin.

370
Pengamalan Pancasila sebagai pandangan hidup adalah sangat penting,
karena dengan demikian diharapkan adanya tata kehidupan yang sesuai

Hal
(harmonis) antara hidup kenegaraan dan hidup kemasyarakatan dalam
Negara Kesatuan Republik Indonesia baik kehidupan material maupun
spiritual.

Namun demikian, karena hidup sehari-hari itu meliputi bidang yang sangat
luas dan selalu berkembang, maka dalam prakteknya ketentuan-ketentuan
hidup berdasarkan Pancasila dalam hidup sehari-hari tidak mungkin dibuat
dalam peraturan perundangan secara menyeluruh dan terperinci.

facebook.com/asncpns @asncpns
100% PAKET LKIT – 100% AKURAT

Paket LKIT 2016


Berhubung dengan itu pada asasnya pengamalan Pancasila dalam hidup
sehari-hari diserahkan kepada kesadaran kita masing-masing sebagai
anggota warga bangsa / warga negara Indonesia.

Secara umum dapat disimpulkan, bahwa pengamalan Pancasila dalam


hidup sehari-hari adalah apabila kita mempunyai sikap mental, pola
berpikir dan tingkah laku (amal perbuatan) yang dijiwai sila-sila Pancasila
secara bulat dan utuh yang bersumber pada Pembukaan dan pasal-pasal
UUD 1945, tidak bertentangan dengan nilai-nilai dan norma-norma agama,
kesusilaan, sopan santun dan adat kebiasaan, serta tidak bertentangan
dengan nilai-nilai dan norma-norma hukum yang berlaku.

Sebagaimana dikemukakan di atas, pengamalan Pancasila sebagai


pandangan hidup disebut pengamalan Pancasila secara subyektif.
Pengamalan Pancasila secara subyektif ini meliputi bidang-bidang yang
sangat luas meliputi semua aspek kehidupan, baik dalam kehidupan
pribadi, keluarga, dan kemasyarakatan.

Adapun pengamalan Pancasila sebagai pandangan hidup antara lain


tersebut dibawah ini:

1. Pengamalan Sila Pertama: Ketuhanan Yang Maha Esa.


a. Mempercayai adanya Tuhan Yang Maha Esa dengan sifat-sifatnya
Yang Maha Sempurna, Maha Kuasa dan lain-lain sifat yang serba
suci
b. Mentaati ajaran-ajaran Tuhan Yang Maha Esa.

371
c. Saling menghormati antara pemeluk agama dan penganut
kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa.

2. Pengamalan Sila Kedua: Kemanusiaan yang adil dan beradab. Hal


a. Menempatkan sesama manusia sebagai makhluk Tuhan dengan
segala martabat dan hak asasinya.
b. Memperlakukan sesama manusia secara adil dan beradab seperti
memperlakukan dirinya sendiri.
c. Memperlakukan sesama manusia sebagai manusia pribadi dan
manusia sosial secara seimbang.

facebook.com/asncpns @asncpns
100% PAKET LKIT – 100% AKURAT

Paket LKIT 2016


3. Pengamalan Sila Ketiga: Persatuan Indonesia.
a. Membina persatuan sesama warga negara dan penduduk Indonesia
b. Membina persatuan dan kesatuan wilayah Indonesia dan
kebudayaan yang Bhineka Tunggal Ika.
c. Mencintai tanah air dan bangsa, dan menempatkan kepentingan
umum, bangsa dan negara di atas kepentingan pribadi dan
golongan.

4. Pengamalan Sila Keempat: Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat


kebijaksanaan dalam permusyawaratan/ perwakilan.
a. Menjunjung tinggi asas kerakyatan
b. Melaksanakan asas kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat
kebijaksaan, akal sehat dan hati nurani yang suci dalam
permusyawaratan/perwakilan.
c. Mentaati segala putusan rakyat dalam lembaga-lembaga
perwakilan.

5. Pengamalan Sila Kelima: Keadilan sosial bagi seluruh rakyat


Indonesia.
a. Memelihara kehidupan yang adil di segala bidang kehidupan:
politik, ekonomi, sosial budaya dan kain-lain bagi seluruh rakyat
Indonesia.
b. Menumbuhkan sikap hidup tolong menolong, kekeluargaan dan
gotongroyong.

372
c. Memelihara kehidupan sebagai makhluk sosial dan memanfaatkan
serta mengamalkan miliknya sehingga mempunyai fungsi sosial.

Hal
B. PENGAMALAN PANCASILA SEBAGAI DASAR NEGARA

Pengamalan Pancasila sebagai dasar negara adalah sebagai dasar


penyelenggaraan negara untuk mewujudkan cita-cita bangsa sesuai tujuan
nasional yaitu mewujudkan masyarakat adil makmur berdasarkan Pancasila
sebagaimana terkandung dalam pembukaan UUD 1945. Menurut Prof. DR.
Notonegoro asas kerohanian Pancasila mempunyai kedudukan istimewa

facebook.com/asncpns @asncpns
100% PAKET LKIT – 100% AKURAT

Paket LKIT 2016


dalam hidup kenegaraan, yaitu fungsi pokok atau fungsi utama Pancasila
adalah sebagai Dasar Negara. Menurut Prof. DR. Notonegoro, Pancasila
sebagai pokok kaedah Negara yang fundamental mempunyai hakikat dan
kedudukan yang tetap, kuat dan tak berubah bagi Negara yang dibentuk,
dengan perkataan lain dengan jalan hukum tidak dapat diubah.

Pengamalan Pancasila sebagai Dasar Negara meliputi pengamalan pokok-


pokok pikiran yang terkandung dalam Pembukaan UUD 1945 dan
melaksanakan prinsip-prinsip yang terkandung dalam pasal-pasal UUD
1945.

1. Pengamalan pokok-pokok pikiran yang terkandung dalam


Pembukaan UUD 1945

Mengamalkan Pancasila sebagai Dasar Negara berarti mengamalkan


Pencasila sebagai dasar untuk mengatur penyelenggaraan negara,
termasuk penyelenggaraan pemerintahan.

Pokok-pokok pikiran tentang hakikat dan bentuk negara serta


pemerintahan negara Republik Indonesia telah dituangkan di dalam
Pembukaan UUD 1945 yang merupakan penuangan jiwa Proklamasi
Kemerdekaan 17 Agustus 1945 ialah jiwa Pancasila yang mengandung
empat pokok pikiran:

Adapun pengamalan Pancasila dalam pokok-pokok pikiran yang terkandung

373
dalam Pembukaan UUD 1945 adalah sebagai berikut:

Hal
a. Negara persatuan (sila ketiga Pancasila)

Negara melindungi segenap Bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah


Indonesia (sila persatuan). Pernyataan ini terkandung dalam alinea
keempat Pembukaan UUD 1945. Dalam hal ini Negara mengatasi segala
paham golongan, mengatasi segala paham perorangan. Negara menurut
pengertian dalam Pembukaan UUD 1945 menghendaki persatuan, meliputi
segenap Bangsa Indonesia seluruhnya. Negara dan rakyat Indonesia

facebook.com/asncpns @asncpns
100% PAKET LKIT – 100% AKURAT

Paket LKIT 2016


mengutamakan kepentingan negara dan rakyat diatas kepentingan
golongan dan kepentingan perorangan (pokok pikiran persatuan).

b. Negara bertujuan mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat


dalam rangka mewujudkan Indonesia yang merdeka, bersatu,
berdaulat, adil dan makmur. (Sila Kelima).
Dalam hal ini Negara berkewajiban memajukan kesejahteraan umum,
mencerdaskan kehidupan bangsa, dan………............: keadilan sosial
bagi seluruh rakyat Indonesia (pokok pikiran keadilan sosial).
c. Negara berkedaulatan rakyat berdasarkan atas kerakyatan dalam
permusyawaratan / perwakilan. (Sila Keempat)
Negara kita berkedaulatan rakyat mempunyai sistem pemerintahan
demokrasi yang kita sebut Demokrasi Pancasila. Ini merupakan
perwujudan dari Sila keempat Pancasila yang berbunyi: Kerakyatan
yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam
permusyawaratan/perwakilan (pokok pikiran kedaulatan rakyat)
berdasar atas kerakyatan dalam permusyawaratan perwakilan).
d. Negara berdasarkan Ketuhanan Yang Maha Esa menurut dasar
kemanusiaan yang adil dan beradab. (Sila Pertama dan Kedua)
Negara kita bukan negara theokrasi, tetapi juga bukan negara
sekuler. Negara kita adalah negara berke-Tuhan Yang Maha Esa yang
menjunjung tinggi semua agama dan kepercayaan kepada Tuhan Yang
Maha Esa, adanya keselarasan kehidupan bernegara dan beragama.
Ini merupakan perwujudan dari Sila pertama Pancasila yang berbunyi

374
: Ketuhanan Yang Maha Esa, dan Sila kedua yang berbunyi :
Kemanusiaan yang adil dan beradab (pokok pikiran Ketuhanan yang

Hal
Maha Esa dan kemanusiaan yang adil dan beradab).

Selain empat pokok pikiran dalam Pembukaan UUD 1945 tersebut diatas,
juga ditegaskan dalam alinea pertama dan kedua Pembukaan UUD 1945
sebagai berikut:

a. Negara Indonesia yang merdeka, dan anti penjajahan.

“Bahwa sesungguhnya kemerdekaan itu adalah hak segala bangsa dan oleh
sebab itu penjajahan diatas dunia harus dihapuskan, karena tidak sesuai

facebook.com/asncpns @asncpns
100% PAKET LKIT – 100% AKURAT

Paket LKIT 2016


dengan perikemanusiaan dan perikeadilan ” (alinea pertama Pembukaan
UUD 1945)

b. Negara Indonesia yang merdeka, bersatu, berdaulat, adil dan makmur


berdasarkan Pancasila.

“Dan perjuangan pergerakan kemerdekaan Indonesia telah sampai kepada


saat yang berbahagia dengan selamat sentosa mengantarkan rakyat
Indonesia ke pintu gerbang kemerdekaan Negara Indonesia merdeka,
bersatu, berdaulat, adil dan makmur” (alinea kedua Pembukaan UUD
1945).

2. Pengamalan prinsip-prinsip yang terkandung dalam pasal-pasal


UUD 1945

Dari uraian tersebut diatas, nampak jelas, bahwa hakikat dan sifat Negara
kita adalah identik dengan hakikat dan sifat-sifat manusia Indonesia
seutuhnya ialah sebagai makhluk individu sekaligus makhluk sosial dalam
satu kesatuan yang disebut “monodualistis”.

Berpokok pangkal pada dasar tersebut diatas, maka disusunlah


pemerintahan negara berdasarkan Pancasila dengan mengamalkan prinsip-
prinsip yang terkandung dalam pasal-pasal UUD 1945 sebagai berikut:

a. Negara Kesatuan Republik Indonesia

375
Sesuai dengan Pasal 1 ayat (1) UUD 1945, negara kita ialah Negara Kesatuan
yang berbentuk Republik. Mengenai bentuk negara, antara lain kita

Hal
mengenal bentuk Negara Serikat dan Negara Kesatuan. Bagi negara kita
paling tepat ialah bentuk Negara Kesatuan (Eenheidstaat) karena sesuai
dengan sejarah perjuangan dan perkembangan bangsa, yang memiliki
wawasan nasional yaitu Wawasan Nusantara, yakni Kepulauan Nusantara
sebagai satu kesatuan politik, satu kesatuan ekonomi, satu kesatuan sosial
budaya dan satu kesatuan pertahanan keamanan nasional (Ipoleksosbud
Hankamnas).

facebook.com/asncpns @asncpns
100% PAKET LKIT – 100% AKURAT

Paket LKIT 2016


b. Hak asasi dan kewajiban asasi manusia berdasarkan Pancasila

Negara Pancasila menjunjung tinggi hak asasi, disamping hak asasi terdapat
kewajiban asasi. Kalau dalam masyarakat yang individualistis, tuntutan
pelaksanaan hak-hak asasi manusia ada kecenderungan berlebih-lebihan
sehingga mungkin merugikan masyarakat sebagai keseluruhan, maka dalam
masyarakat Pancasila hak asasi itu dilaksanakan secara seimbang dengan
kewajiban asasi karena sebagai manusia “monodualistis”, yaitu manusia
sesuai kodratnya adalah sebagai makhluk individu sekaligus makhluk sosial.

Contoh-contoh perwujudan hak-hak dan kewajiban-kewajiban asasi


manusia berdasarkan Pancasila dapat dilihat pada Pembukaan UUD 1945
dan Pasal-pasal 27, 28, 28 A s/d 28 J, 29, 30, 31, 33, dan 34 UUD 1945.

c. Sistem politik: Kesamaan kedudukan dalam hukum dan pemerintahan

Dalam Pasal 26 UUD 1945 dinyatakan, bahwa yang menjadi warga negara
ialah orang-orang bangsa Indonesia asli dan orang-orang bangsa lain yang
disahkan dengan undang-undang sebagai warga negara. Selanjutnya dalam
Pasal 27 ayat (1) dinyatakan: segala warga negara bersamaan
kedudukannya di dalam hukum dan pemerintahan dan wajib menjunjung
hukum dan pemerintahan itu dengan tidak ada kecualinya.

Kepulauan Nusantara sebagai satu kesatuan politik meliputi: satu kesatuan


wilayah, kesatuan bangsa, kesatuan filsafat dan ideology (Pancasila) dan
kesatuan hukum.

376
d. Sistem ekonomi sebagai usaha bersama berdasarkan asas
kekeluargaan

Negara yang kita cita-citakan adalah negara yang merdeka, bersatu, Hal
berdaulat adil dan makmur. Pemerintah negara Indonesia berkewajiban
mewujudkan kesejahteraan umum, yaitu mewujudkan suatu keadilan sosial
bagi seluruh rakyat Indonesia.

Hal-hal yang berhubungan dengan kesejahteraan dibidang ekonomi ini


diatur dalam Pasal 33 UUD 1945 yang berbunyi sebagai berikut:

facebook.com/asncpns @asncpns
100% PAKET LKIT – 100% AKURAT

Paket LKIT 2016


1. Perekonomian disusun sebagai usaha bersama berdasarkan atas asas
kekeluargaan.
2. Cabang-cabang produksi yang penting bagi negara dan yang
menguasai hajat hidup orang banyak dikuasai oleh negara.
3. Bumi dan air dan kekayaan alam yang terkandung di dalamnya
dikuasai oleh negara dan dipergunakan untuk sebesar-besar
kemakmuran rakyat.
4. Perekonomian nasional diselenggarakan berdasarkan atas dasar
demokrasi ekonomi dengan prinsip kebersamaan, efisiensi,
berkeadilan, berkelanjutan, berwawasan lingkungan, kemandirian,
serta dengan menjaga keseimbangan kemajuan dan kesatuan
ekonomi nasional.

Pasal 33 ini menggambarkan adanya demokrasi ekonomi berdasarkan


Pancasila. Kepulauan Nusantara sebagai kesatuan ekonomi berarti, bahwa
kekayaan wilayah Nusantara adalah modal dan milik bersama bangsa, dan
tingkat perkembangan ekonomi harus serasi dan seimbang di seluruh
Indonesia.

e. Sistem Sosial Budaya: atas dasar kebudayaan nasional dan Bhinneka


Tunggal Ika

Dalam Pasal 32 UUD 1945 disebutkan, bahwa negara/pemerintah


memajukan kebudayaan nasional, menghormati dan memelihara bahasa
daerah sebagai kekayaan budaya nasional. Ini berarti bahwa bangsa

377
Indonesia mengutamakan pembinaan dan pembangunan kebudayaan
nasional. Penerimaan unsur-unsur kebudayaan asing ke dalam kebudayaan

Hal
nasional dapat dibenarkan dengan ketentuan tidak bertentangan dengan
nilai-nilai Pancasila dalam kebudayaan nasional, dan dapat meningkatkan
nilai-nilai kebudayaan nasional sekaligus meningkatkan harkat dan
martabat manusia Indonesia.

Disamping itu, karena negara kita terdiri atas banyak pulau dan suku bangsa
serta golongan warga negara, maka kita menjunjung tinggi semboyan
“Bhinneka Tunggal Ika”. Dalam hubungan ini kita tidak boleh
mempertentangkan perbedaan sifat, bentuk dan wujud kebudayaan yang

facebook.com/asncpns @asncpns
100% PAKET LKIT – 100% AKURAT

Paket LKIT 2016


beraneka ragam yang tumbuh dan berkembang dalam masyarakat kita,
tetapi keanekaragaman itu hendaknya saling melengkapi dan semuanya itu
merupakan khazanah kebudayaan kita.

Manusia-manusia yang mendiami kepulauan Nusantara sebagai satu


kesatuan sosial dan budaya sebagaimana terkandung dalam wawasan
nasional bangsa Indonesia yaitu wawasan Nusantara. Corak ragam budaya
menggambarkan kekayaan budaya bangsa,yang harus dikembangkan untuk
dapat dinikmati bersama.

f. Sistem pembelaan negara, hak dan kewajiban dalam pertahanan


negara

Dalam Alinea keempat Pembukaan UUD 1945 dinyatakan, bahwa


pemerintah negara Indonesia harus melindungi segenap bangsa Indonesia
dan seluruh tumpah darah Indonesia. Dalam pasal 27 ayat (3) UUD 1945
menegaskan setiap warga negara berhak dan wajib ikut serta dalam upaya
pembelaan negara. Selanjutnya dalam pasal 30 ayat (1) UUD 1945
dinyatakan, bahwa tiap-tiap warga negara berhak dan wajib ikut serta
dalam usaha pertahanan dan keamanan negara.

Dalam pasal 30 ayat (2) UUD 1945 dinyatakan bahwa usaha pertahanan dan
keamanan negara dilaksanakan melalui system pertahanan dan keamanan
rakyat semesta oleh TNI dan Polri sebagai kekuatan utama dan rakyat
sebagai kekuatan pendukung.

378
Kepulauan nusantara kita sebagai satu kesatuan Pertahanan Keamanan
berarti, bahwa ancaman terhadap satu pulau atau satu daerah pada

Hal
hakikatnya merupakan ancaman terhadap seluruh bangsa dan negara dan
bahwa tiap-tiap warga negara mempunyai hak dan kewajiban yang sama
dalam rangka upaya pembelaan dan pertahanan keamanan negara dan
bangsa.

facebook.com/asncpns @asncpns
100% PAKET LKIT – 100% AKURAT

Paket LKIT 2016


g. Sistem pemerintahan Negara (Demokrasi Pancasila)

Pancasila yang terkandung di dalam Pembukaan UUD 1945 tidaklah


mungkin dapat kita terapkan di dalam kehidupan ketatanegaraan sehari-
hari, bila tidak dirumuskan di dalam ketentuan-ketentuan yang konkrit
yang sekarang tercantum di dalam pasal-pasal UUD 1945.

Adapun sistem pemerintahan Negara yang terkandung dalam pasal-pasal


UUD 1945 yang dijiwai Pancasila adalah sebagai berikut:

1. Indonesia ialah negara yang berdasar atas hukum (Rechtsstaat)


“Negara Indonesia adalah negara hukum (rechtsstaat) tidak
berdasarkan kekuasaan belaka (Machtsstaat)”. Dalam pasal 1 ayat (3)
UUD 1945 ditegaskan bahwa Indonesia ialah negara hukum.
2. Sistem Konstitusional
Dalam pasal 4 ayat (1) UUD 1945 dinyatakan bahwa presiden
memegang kekuasaan pemerintahan berdasarkan UUD (konstitusi).
Jadi presiden menjalankan pemerintahan Negara berdasarkan UUD
1945 sebagai konstitusi NKRI.
3. Kekuasaan negara yang tertinggi berada di tangan rakyat
Pasal 1 ayat (2) UUD 1945 mengatakan “kedaulatan berada di tangan
rakyat dan dilaksanakan menurut Undang-Undang Dasar”. Dari uraian
di atas jelaslah, bahwa Undang-Undang Dasar 1945 menganut sistem
kedaulatan rakyat. Hal ini jelas dinyatakan dalam salah satu kalimat
dari alinea ke-4 Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945 yang

379
menyatakan bahwa Negara Indonesia adalah Negara yang berbentuk
republik yang berkedaulatan rakyat.

Hal
4. Presiden memegang kekuasaan pemerintahan dan bertanggung jawab
kepada rakyat
Dalam pasal 4 ayat (1) UUD 1945 dinyatakan bahwa presiden
memegang kekuasaan pemerintahan berdasarkan UUD, sedangkan
pasal 1 ayat (1) UUD 1945 menegaskan kedaulatan di tangan rakyat.
Selanjutnya dalam pasal 6A ayat (1) ditegaskan bahwa presiden
dipilih secara langsung oleh rakyat. Mengacu kepada pasal 4 ayat (1),
pasal 1 ayat (1) dan pasal 6A ayat (1) UUD 1945 nampak jelas bahwa

facebook.com/asncpns @asncpns
100% PAKET LKIT – 100% AKURAT

Paket LKIT 2016


presiden memegang kekuasaan pemerintahan dan bertanggung jawab
kepada rakyat.
5. Kekuasaan Presiden tidak tak terbatas
Presiden harus mendapat persetujuan Dewan Perwakilan Rakyat
untuk membentuk Undang-Undang (gesetzgebung) dan untuk
menetapkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara
(Staatsbegrooting). Latar belakang dari prinsip di atas ialah bahwa
pemerintahan Indonesia adalah suatu pemerintahan yang demokratis
dan berdasarkan perwakilan, karena DPR dipilih rakyat melalui
pemilu.
6. Fungsi Pengawasan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR)
Pasal 20A ayat (1) UUD 1945 menyatakan bahwa DPR memiliki fungsi
pengawasan terhadap jalannya pemerintahan Negara yang
dilaksanakan presiden.
7. Kekuasaan Kehakiman yang merdeka
Kekuasaan kehakiman ialah kekuasaan yang merdeka sebagaimana
diatur dalam Pasal 24 ayat (1) UUD 1945 artinya terlepas dari
pengaruh kekuasaan pemerintah. Berdasarkan pasal 24 ayat (2) UUD
1945 dinyatakan bahwa kekuasaan kehakiman dilaksanakan oleh
Mahkamah Agung dan badan-badan dibawahnya (Pengadilan Umum,
Agama, Militer, dan TUN), dan Mahkamah Konstitusi.
8. Pemerintah Daerah
Pemerintah daerah diatur didalam pasal 18, 18A, dan 18B UUD 1945.
Adapun Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dibagi dalam

380
daerah provinsi, dan daerah provinsi dibagi pula dalam kabupaten
dan kota. Di daerah-daerah tersebut diadakan Dewan Perwakilan

Hal
Rakyat Daerah. Selanjutnya NKRI mengakui dan menghormati satuan-
satuan pemerintah daerah yang bersifat khusus dan atau bersifat
istimewa. Dalam rangka mewujudkan pemerataan pembangunan
diseluruh wilayah Indonesia dilakukan melalui otonomi daerah.

facebook.com/asncpns @asncpns
100% PAKET LKIT – 100% AKURAT

Paket LKIT 2016


C. PENGAMANAN PANCASILA

Sebagai bangsa Indonesia kita wajib menghayati, mengamalkan dan


mengamankan Pancasila. Pengalaman sejarah membuktikan bahwa PKI
pernah mencoba untuk menggantikan ideologi Negara Pancasila dengan
ideologi komunis yang bertentangan dengan Pancasila. Demikian pula
halnya dengan liberalisme yang mengutamakan kebebasan individu yang
pernah kita alami pada saat berlakunya UUDS 1950 yang menganut
Demokrasi Liberal yang mengutamakan kebebasan individu, demikian pula
halnya dalam era globalisasi yaitu terjadinya aliran teknologi informasi
yang masuk ke Indonesia bersamaan dengan masuknya nilai-nilai yang tidak
sesuai dengan Pancasila.

Merupakan tugas kita semua untuk mengamankan Pancasila dimuka bumi


Indonesia, khususnya untuk generasi muda yang tidak pernah mengalami,
perjuangan bangsa Indonesia yang dijiwai sila-sila Pancasila, perlu
diberikan pemahaman yang baik dan benar tentang nilai-nilai yang
terkandung didalam Pancasila yang telah melekat sejak nenek moyang kita
dalam kehidupan kemasyarakatan maupun dalam kehidupan kenegaraan.
Nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila harus kita hayati dan kita
amalkan karena nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila membentuk
manusia Indonesia yang bersifat dan berperilaku yang baik sebagai makluk
ciptaan Tuhan baik sebagai makhluk pribadi maupun sebagai makhluk sosial
dalam tata kehidupan kemasyarakatan maupun dalam kehidupan
kenegaraan.

381
Dalam kenyataannya menunjukan bahwa Pancasila membentuk kehidupan

Hal
yang harmonis, serasi dan seimbang, antara kehidupan kemasyarakatan
dan kenegaraan yang akhirnya diharapkan dapat mewujudkan
kesejahteraan material dan spiritual dalam mewujudkan tujuan nasional.

Mengingat nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila membentuk sifat


dan perilaku yang positif, maka, tugas dan kewajiban kita sebagai bangsa
Indonesia untuk mengamankan Pancasila dibumi Indonesia, karena
Pancasila merupakan nilai-nilai luhur budaya bangsa yang mampu
membawa Bangsa Indonesia hidup berkeseimbangan antara kehidupan

facebook.com/asncpns @asncpns
100% PAKET LKIT – 100% AKURAT

Paket LKIT 2016


kemasyarakatan dan kehidupan kenegaraan untuk mewujudkan masyarakat
adil dan makmur, material dan spiritual, berdasarkan Pancasila.

2. LATIHAN

Kerjakan latihan di bawah ini, kemudian sesuaikan jawaban Anda dengan


materi yang terdapat dalam kegiatan belajarini!

1. Uraikan secara garis besar pengamalan Pancasila sebagai pandangan


hidup!
2. Jelaskan tetang pengamalan Pancasila sebagai dasar negara yang
merupakan acuan dasar dari penyelenggaraan Negara!
3. Sebutkan pengamalan Pancasila dalam pokok-pokok pikiran dalam
Pembukaan UUD 1945!
4. Sebutkan pengamalan Pancasila dalam prinsip-prinsip yang
terkandung dalam pasal-pasal UUD 1945!
5. Jelaskan pentingnya pengamanan Pancasila dalam hubungannya
dengan terwujudnya tujuan nasional!

3. RANGKUMAN

Pancasila yang berasal dari nilai-nilai luhur budaya bangsa sudah dikenal
dan diterapkan oleh nenek moyang kita baik dalam kehidupan
kemasyarakatan maupun kehidupan ketatanegaraan. Meskipun sila-sila dari

382
Pancasila belum dirumuskan secara konkrit sebagaimana terkandung dalam
alinea keempat Pembukaan UUD 1945. Pancasila yang wajib kita hayati

Hal
dengan baik dan benar, agar dapat kita amalkan dan kita amankan
keberadaannya dimuka bumi Indonesia adalah rumusan sila-sila Pancasila
yang terkandung dalam alinea keempat Pembukaan UUS 1945.

Pada hakikatnya pengamalan Pancasila dikembalikan pada dua pengertian


pokok yaitu pengamalan Pancasila sebagai pandangan hidup dan
pengamalan Pancasila sebagai dasar Negara. Pengamalan Pancasila sebagai

facebook.com/asncpns @asncpns
100% PAKET LKIT – 100% AKURAT

Paket LKIT 2016


pandangan hidup adalah pengamalan Pancasila dalam kehidupan sehari-
hari agar dapat diwujudkan kesejahteraan lahir dan batin, Pengamalan
Pancasila sebagai pandangan hidup sangat penting agar kita berpikir,
bersikap, dan berperilaku yang baik yang dijiwai sila-sila Pancasila secara
bulat dan utuh, karena nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila tidak
bertentangan dengan nilai-nilai dan norma-norma agama, kesusilaan,
kesopanan maupun norma hukum yang berlaku. Pengamalan Pancasila
sebagai pandangan hidup disebut sebagai pengamalan Pancasila secara
subjektif selanjutnya pengamalan Pancasila sebagai dasar Negara disebut
juga sebagai pengamalan Pancasila secara obyektif dalam kehidupan
kenegaraan dimana Pancasila sebagai dasar penyelenggaraan Negara untuk
mewujudkan cita-cita bangsa sesuai tujuan nasional sebagaimana
terkandung dalam Pembukaan UUD 1945 .

Pengamalan Pancasila sebagai Dasar Negara mengacu kepada Pembukaan


dan pasal-pasal UUD 1945, karena Pembukaan yang mengandung empat
pokok pikiran tidak lain adalah sila-sila Pancasila dijabarkan lebih lanjut
dalam pasal-pasal UUD 1945. Dengan demikian pengamalan Pancasila
sebagai dasar Negara meliputi pengamalan pokok-pokok pikiran dalam
pembukaan UUD 1945 dan pengamalan prinsip-prinsip dari pasal-pasal UUD
1945.

Karena Pancasila dalam kenyataannya sudah membumi sejak nenek


moyang kita dan rumusan sila-sila Pancasila yang dituangkan dalam alinea
keempat disahkan oleh PPKI sebagai Badan Nasional yang mewakili seluruh

383
rakyat Indonesia, maka merupakan tugas dan kewajiban seluruh bangsa
Indonesia untuk menghayati Pancasila dengan baik dan benar agar dapat

Hal
diamalkan secara konsisten baik dalam kehidupan kemasyarakatan maupun
dalam kehidupan kenegaraan untuk mewujudkan Tujuan Nasional. Selain
mengamalkan Pancasila secara konsisten dan bertanggung jawab kita harus
mengamankan Pancasila dibumi Indonesia ini.

Pengalaman sejarah membuktikan bahwa PKI pernah berusaha


menggantikan ideologi Pancasila dengan ideologi komunis disamping itu
pernah kita mengalami demokrasi liberal yang mengutamakan kebebasan

facebook.com/asncpns @asncpns
100% PAKET LKIT – 100% AKURAT

Paket LKIT 2016


individu selama berlakunya UUDS 1950 dan lain-lain. Semangat dan tekat
untuk mengamankan Pancasila diperlukan seluruh bangsa Indonesia pada
umumnya, dan bagi generasi muda khususnya yang tidak mengalami
perjuangan bangsa Indonesia untuk mewujudkan Negara Indonesia yang
merdeka bersatu, berdaulat, adil dan makmur berdasarkan Pancasila.

Sejarah perumusan Pancasila sebagai Dasar Negara merupakan bagian dari


sejarah perjuangan bangsa Indonesia untuk merdeka, karena untuk
mewujudkan Negara Indonesia merdeka, diperlukan UUD yang didalamnya
terdapat Dasar Negara sebagai dasar penyelenggaraan Negara. Dalam era
globalisasi ini selain masuknya teknologi informasi yang canggih di
Indonesia juga dibarengi masuknya nilai-nilai yang tidak sesuai dengan sila-
sila Pancasila sehingga merupakan tugas dan kewajiban kita semua untuk
mengamankan Pancasila di Indonesia dengan mengantisipasi masuknya
nilai-nilai yang tidak sesuai Pancasila.

4. TES FORMATIF

1. Negara melindungi segenap Bangsa Indonesia dan seluruh tumpah


darah Indonesia . Pernyataan awal dalam alinea keempat Pembukaan
UUD 1945 ini cerminan dari Pancasila ...
a. Sila Kedua
b. Sila Ketiga
c. Sila Keempat

384
d. Sila Kelima
2. Alinea pertama Pembukaan UUD 1945, adalah cerminan dari

Hal
Pancasila ...
a. Sila Kedua dan Ketiga
b. Sila Kedua dan Keempat
c. Sila Kedua dan Kelima
d. Sila Ketiga dan Kelima
3. Alinea Ketiga Pembukaan UUD 1945, adalah cerminan dari Pancasila
...
a. Sila Pertama

facebook.com/asncpns @asncpns
100% PAKET LKIT – 100% AKURAT

Paket LKIT 2016


b. Sila Kedua
c. Sila Ketiga
d. Sila Keempat
4. Pada APBN 2009, Anggaran Pendidikan minimal 20 % dari total APBN,
hal ini cerminan dari ...
a. Sila Kedua
b. Sila Ketiga
c. Sila Keempat
d. Sila kelima.
5. Pemerintah Indonesia menetapkan kebijakan Politik Luar Negeri yang
Bebas dan Aktif. Kebijakan ini adalan cerminan dari Pancasila ...
a. Sila Pertama
b. Sila Kedua
c. Sila Keempat
d. Sila kelima
6. Sebagai suatu faham filosofis, Pancasila mengandung dua pengertian
pokok, yaitu ...
a. Sebagai hukum dasar dan ajaran moral
b. Sebagai ilmu filsafat dan sebagai tuntunan hidup
c. Sebagai Norma kesusilaan dan norma sopan santun
d. Sebagai pandangan hidup dan sebagai Dasar Negara
7. Memberikan santunan kepada fakir miskin, yatim piatu, dan orang-
orang yang terlantar adalah bentuk pengamalan Pancasila ...
a. Sila kedua

385
b. Sila ketiga
c. Sila keempat

Hal
d. Sila kelima
8. Pengamalan Pancasila sebagai Dasar Negara adalah ...
a. Pengamalan Pancasila dalam kehidupan ketatanegaraan
b. Pengamalan dalam berinteraksi terhadap masyarakat
c. Pengamalan secara normative
d. Pengamalan dalam organisasi social politik.

facebook.com/asncpns @asncpns
100% PAKET LKIT – 100% AKURAT

Paket LKIT 2016


TES SUMATIF PANCASILA

A. BERILAH TANDA (B) KALAU PERNYATAAN DI BAWAH INI BENAR, DAN (S)
KALAU PERNYATAAN TERSEBUT SALAH

1. (…) Nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila digali dari bumi


persada Nusantara.
Jawab: B
2. (…) Istilah Pancasila sudah dikenal sejak zaman Majapahit dan
Sriwijaya sebagaimana tertulis dalam buku Negara Kertagama dan
Sutasoma, karangan Mpu Sedah dan Mpu Panuluh.
Jawab: S
3. (…) Pancasila lahir pada tanggal 1 Juni 1945
Jawab: S
4. (…) Pancasila sebagai Dasar Negara disyahkan oleh Badan Penyelidik
Usaha-Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia pada tanggal 18
Agustus 1945
Jawab: S
5. (…) Rumusan Pancasila yang syah yang wajib diamalkan oleh bangsa
Indonesia adalah rumusan sila-sila Pancasila yang tercantum dalam
alinea keempat Pembukaan UUD 1945.
Jawab: B
6. (…) Kata atau Istilah Pancasila berasal dari bahasa Jawa Kuno , yaitu
Panca berarti Lima dan Sila berarti Dasar atau Asas.

386
Jawab: S
7. (…) Pancasila sebagai paham filsafat (philosophical way of thinking)

Hal
harus dapat dipertanggungjawabkan secara logis dan dapat diterima
akal sehat.
Jawab: B
8. (…) Pancasila sebagai way of life, adalah sebagai petunjuk arah
kegiatan disegala bidang kehidupan, sehingga seluruh perilaku
manusia Indonesia harus dijiwai dan merupakan pancaran dari sila-
sila Pancasila sebagai satu kesatuan yang utuh.
Jawab: B

facebook.com/asncpns @asncpns
100% PAKET LKIT – 100% AKURAT

Paket LKIT 2016


9. (…) Pancasila sebagai Dasar Negara harus dapat
dipertanggungjawabkan secara yuridis konstitusional, dan digunakan
sebagai dasar untuk mengatur penyelenggaraan Negara atau
mengatur pemerintahan Negara.
Jawab: B
10. (…) Badan Penyelidik Usaha-Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia
diketuai oleh Ir. Soekarno dan wakil ketua Drs. Mohammad Hatta.
Jawab: S
11. (…)Pembukaan UUD 1945 dimana rumusan Pancasila tercantum
didalamnya , terdiri dari lima alinea.
Jawab: S
12. (…) Rumusan Pancasila yang syah adalah rumusan Pancasila sesuai
Piagam Jakarta setelah dikurangi 7(tujuh) kata pada sila pertamanya.
Jawab: S
13. (…) Perlawanan putera-putera terbaik bangsa seperti Sultan
Hasanuddin, P. Diponegoro, Teuku Umar, dll, kurang berhasil karena
kurangnya persenjataan dan teknologi perang.
Jawab: S
14. (…) Tokoh pergerakan Nasional Budi Utomo tanggal 20 Mei 1908,
yang kemudian ditetapkan sebagai Hari Kebankitan Nasional antara
lain adalah HOS Tjokroaminoto, Douwes Dekker, Ki Hajar Dewantoro,
Dr. Tjipto Mangunkusumo.
Jawab: S
15. …) Sidang BPUPKI yang pertama diselenggarakan pada tanggal 29 Mei

387
1945 sampai dengan tanggal 1 Juni 1945.
Jawab: B

Hal
16. (…) konseptor-Konseptor Dasar Negara Pancasila pada siding BPUPKI
yang pertama adalah, Mr. Moh. Yamin, Prof. R. Soepomo, Ir.
Soekarno, dan Drs. Moh. Hatta.
Jawab: S
17. (…) Sidang PPKI tanggal 18 Agustus 1945, anggotanya ditambah
9(Sembilan) orang, merupakan Badan Nasional yang mewakili seluruh
rakyat Indonesia.
Jawab: S

facebook.com/asncpns @asncpns
100% PAKET LKIT – 100% AKURAT

Paket LKIT 2016


18. (…) Pancasila merupakan satu kesatuan , satu rangkaian yang utuh
dan bulat, dimana sila yang satu tidak dapat dipisahkan dari sila yang
lain, dan tidak dapat dipertukarkan tempatnya.
Jawab: B
19. (…) Masing-masing sila dalam Pancasila menjiwai sila lainnya,
karena keseluruhan sila dalam Pancasila merupakan satu kesatuan
yang organis, utuh dan bulat.
Jawab: B
20. (…) Sila Keempat berbunyi : Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat
kebijaksanaan dalam permusyawaratan.
Jawab: S
21. (…) Menurut Prof. Dr. Notonegaoro, nilai-nilai dapat dikelompokkan
kedalam nilai material, nilai vital, nilai kerohanian, dan nilai religius.
Jawab: S
22. (…) Undang-Undang no. 10 tahun 2004, menegaskan bahwa
Pancasila sebagai sumber dari segala sumber hukum Negara, atau
dengan kata lain semua peraturan perundang-undangan yang berlaku
di Indonesia harus mengacu dan dijiwai oleh Pancasila.
Jawab: B
23. (…) Pada hakikatnya pengamalan Pancasila meliputi pengamalan
Pancasila sebagai Pandangan hidup bangsa Indonesia dan pengamalan
Pancasila sebagai Dasar Negara.
Jawab: B
24. (…) Mencintai tanah air dan bangsa, dan menempatkan kepentingan

388
umum, bangsa dan Negara diatas kepentingan pribadi dan golongan
adalah pengamalan Pancasila sila ketiga Persatuan Indonesia.

Hal
Jawab: B
25. (…) Menumbuhkan sikap hidup tolong menolong, kekeluargaan dan
gotong royong adalah pengamalan Pancasila, sila Kelima : Keadilan
social bagi seluruh rakyat Indonesia.
Jawab: B

facebook.com/asncpns @asncpns
100% PAKET LKIT – 100% AKURAT

Paket LKIT 2016


B. Pilihan Ganda

Pilihlah satu jawaban yang benar!

1. Istilah Pancasila berasal dari bahasa Sansekerta, yang secara harfiah


berarti ...
a. Lima petunjuk
b. Lima pokok pikiran
c. Lima asas atau lima dasar
d. Lima pedoman
2. Sebagai suatu paham filosofis, Pancasila mengandung dua pengertian
pokok, yaitu ...
a. Sebagai pandangan hidup dan sebagai dasar Negara
b. Sebagai hukum dasar dan sebagai ajaran moral
c. Sebagai ilmu filsafat dan sebagai tuntunan hidup
d. Sebagai norma kesusilaan dan sebagai norma sopan santun
3. Berdasarkan pengertian pokok tersebut, Pancasila dalam bentuknya
yang sekarang ini berfungsi antara lain ...
a. Sebagai dasar yang statis/fundamental
b. Sebagai alat pengayoman
c. Sebagai etika pergaulan
d. Sebagai penuntun proklamasi
4. Salah satu perwujudan dari nilai-nilai yang terkandung dalam sila-sila
Pancasila adalah ...
a. Toleransi

389
b. Individualisme
c. Sikap otoriter

Hal
d. Arogansi
5. Selain berdasarkan peranannya dalam tata kehidupan bangsa
Indonesia, fungsi Pancasila dapat dibedakan pula berdasarkan ...
a. Bunyi rumusannya
b. Lingkup jangkauan sasarannya
c. Sejarah penyusunannya
d. Susunan sila-silanya
6. Kedudukan hukum Pancasila ...

facebook.com/asncpns @asncpns
100% PAKET LKIT – 100% AKURAT

Paket LKIT 2016


a. Sebagai sumber dari segala sumber hukum Negara
b. Sebagai sumber hukum dasar nasional
c. Sebagai sumber dari segala sumber hokum
d. Sebagai konvensi
7. Pengamalan Pancasila sebagai Dasar Negara tercermin ke dalam ...
a. Pengamalan dalam kehidupan ketatanegaraan
b. Pengamalan secara individual
c. Pengamalan secara teoritis belaka
d. Pengamalan menurut penafsiran pribadi
8. Menyantuni fakir miskin dan yatim piatu merupakan pengamalan sila
...
a. Ketuhanan Yang Maha Esa
b. Persatuan Indonesia
c. Keadilan Sosial
d. Demokrasi
9. Toleransi antarumat beragama merupakan pengamalan dari sila:
a. Kesatu
b. Kedua
c. Ketiga
d. Keempat
10. Pelaksanaan politik luar negeri yang bebas aktif merupakan
pengamalan sila ...
a. Kerakyatan/Demokrasi
b. Kemanusiaan yang adil dan beradab

390
c. Ketuhanan Yang Maha Esa
d. Keadilan Sosial

Hal
11. Anggaran pendidikan dalam APBN ditingkatkan dalam rangka
pengamalan sila Pancasila yang ...
a. Kesatu
b. Kedua
c. Ketiga
d. Kelima
12. Pancasila sebagai dasar negara kita dirumuskan dari ...

facebook.com/asncpns @asncpns
100% PAKET LKIT – 100% AKURAT

Paket LKIT 2016


a. Nilai-nilai kehidupan masyarakat Indonesia yang telah dimiliki dan
dilaksanakan sejak zaman nenek moyang kita sampai dewasa ini
b. Nilai-nilai kehidupan yang diciptakan oleh para pemimpin
pergerakan bangsa sejak awal abad XX
c. Ciptaan Bung Karno Presiden RI
d. Rumusan Mr. Muh. Yamin
13. Pengamalan Pancasila bertujuan membentuk sikap positif sesuai
dengan nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila. Dalam
pengertian filsafat, menilai berarti ...
a. Menimbang, yang merupakan kegiatan manusia menghubungkan
sesuatu dengan sesuatu untuk selanjutnya mengambil keputusan
b. Menimbang, untuk mencari perbandingan
c. Menimbang, untuk digunakan sebagai suatu proses dari latihan
berpikir
d. Menimbang, untuk mencari jalan penyelesaian
14. Ada 4 nilai kerohanian, salah satunya adalah ...
a. Nilai kebenaran yang bersumber pada unsur akal manusia
b. Nilai keindahan yang bersumber pada unsur kodrat manusia
c. Nilai vital yang merupakan nilai yang berguna untuk melakukan
kegiatan
d. Nilai magis religius yang dianut oleh nenek moyang bangsa
Indonesia
15. Pada zaman kerajaan Sriwijaya dan kerajaan Majapahit,
pelaksanaan Pancasila sebagai falsafah negara dilakukan dengan cara

391
...
a. Indoktrinasi kepada semua rakyatnya

Hal
b. Penataran kepada kerabat kerajaan
c. Menghayati unsur-unsur atau sila-sila dari Pancasila dan
menjadikannya sebagai asas dalam tata kehidupan pemerintahan
dan kemasyarakatan
d. Menyebarluaskan melalui buku-buku
16. Dalam upaya untuk mengusir penjajah barat, selain dilakukan
melalui perjuangan fisik, dilakukan pula perjuangan nonfisik, yaitu
...

facebook.com/asncpns @asncpns
100% PAKET LKIT – 100% AKURAT

Paket LKIT 2016


a. Menggalakkan diplomasi
b. Membentuk organisasi-organisasi dengan tujuan menyadarkan
bangsa Indonesia mengenai pentingnya hidup bernegara
c. Menjalin perjanjian pertahanan dengan negara lain
d. Minta bantuan dengan negara sahabat
17. Hasil nyata dari perjuangan nonfisik tersebut antara lain ...
a. Tergalangnya Sumpah Pemuda pada tanggal 28 Oktober 1928
b. Dibebaskannya para tahanan politik
c. Bersatunya para raja di Jawa
d. Diakuinya kedaulatan Indonesia oleh dunia Internasional
18. Kegiatan perumusan Pancasila sebagai dasar negara mulai
didiskusikan dan diperdebatkan pada tanggal 29 Mei 1945 pada forum
...
a. Sidang Istimewa MPR
b. Rapat Kerja PPKI
c. Sidang Badan Penyelidik Usaha-usaha Persiapan Kemerdekaan
Indonesia
d. Sidang Paripurna Dokuritsu Junbi Linkai
19. Istilah Pancasila sebagai dasar negara diusulkan oleh ...
a. Mr. Muh. Yamin
b. Ir. Soekarno
c. Bung Karno dan Bung Hatta
d. Panitia Sembilan
20. Prof. DR. Notonegoro membagi ”nilai” ...

392
a. Nilai material dan nilai vital
b. Nilai vital dan nilai kerohanian

Hal
c. Nilai material, vital, dan kerohanian
d. Nilai vital, nilai kebenaran, dan nilai religious
21. BPUPKI diketuai oleh ...
a. Prof. R. Soepomo SH
b. R.P. Soeroso
c. Mr. Muhammad Yamin
d. DR. Radjiman Wedyodiningrat
22. Perumusan Pancasila sebagai Dasar Negara dimulai sejak ...

facebook.com/asncpns @asncpns
100% PAKET LKIT – 100% AKURAT

Paket LKIT 2016


a. Zaman Sriwijaya
b. Zaman Majapahit
c. Zaman penjajahan barat
d. Zaman penjajahan Jepang
23. PPKI yang mengesahkan Pancasila sebagai Dasar Negara
merupakan ...
a. Badan yang dibentuk pemerintahan Hindia Belanda
b. Badan yang dibentuk pemerintahan Jepang
c. Badan yang dibentuk Komite Nasional pusat
d. Badan nasional yang merupakan penjelmaan seluruh rakyat
Indonesia
24. Rumusan Pancasila sebagai Dasar Negara yang tercantum dalam
Alinea keempat Pembukaan UUD 1945 berasal dari rumusan Pancasila
yang tertuang dalam ...
a. Pidato Mr. Muhammad Yamin tanggal 29 Mei 1945
b. Pidato Prof. R. Soepomo tanggal 31 Mei 1945
c. Pidato Ir. Soekarno tanggal 1 Juni 1945
d. Piagam Jakarta tanggal 22 Juni 1945
25. PPKI diketuai oleh ...
a. Ir. Soekarno
b. Drs. Moeh. Hatta
c. Prof. R. Soepomo
d. Abikoesno Tjokrosoejoso

393
Hal

facebook.com/asncpns @asncpns
100% PAKET LKIT – 100% AKURAT

Paket LKIT 2016

394
Hal

facebook.com/asncpns @asncpns
100% PAKET LKIT – 100% AKURAT

Paket LKIT 2016

395
Hal
MODUL TES UUD 1945
100% Paket LKIT 100% Akurat

facebook.com/asncpns @asncpns
100% PAKET LKIT – 100% AKURAT

Paket LKIT 2016

BAB 1
PENGERTIAN, FUNGSI, KEDUDUKAN, DAN
SEJARAH PEMBENTUKAN UNDANG-
UNDANG DASAR 1945

INDIKATOR KEBERHASILAN:

Memahami tentang pengertian, fungsi, kedudukan, dan sejarah


pembentukan Undang-Undang Dasar 1945.

BAB 1 dengan judul Pengertian, Fungsi, Kedudukan, dan Sejarah


Pembentukan Undang-Undang Dasar 1945 ini berisi uraian tentang UUD
1945 sebagai hukum dasar tertulis (konstitusi), juga diuraikan tentang
hukum dasar yang tidak tertulis (konvensi) yang berlaku dalam praktek
penyelenggaraan negara.

Undang-Undang Dasar 1945 merupakan keseluruhan naskah yang terdiri


dari Pembukaan dan Pasal-pasal. Pembukaan terdiri dari 4 Alinea.

Pasal-pasal terdiri dari 16 Bab, Bab I sampai dengan Bab XVI, pasal 1 sampai

396
dengan pasal 37. Setelah amandemen IV, UUD 1945 terdiri dari 21 Bab, Bab
I sampai dengan Bab XVI (Bab IV dihapus), dan 73 pasal, Pasal 1 sampai

Hal
dengan Pasal 37, terdiri 170 Ayat ,ditambah dengan 3 pasal Aturan
Peralihan dan 2 pasal Aturan Tambahan. Pembukaan dan Pasalpasal
merupakan satu kesatuan. Disamping hukum dasar tertulis, di Negara
Indonesia juga berlaku hukum dasar yang tidak tertulis, yaitu konvensi
sebagai kebiasaan yang hidup dan terpelihara dalam praktek
penyelenggaraan kenegaraan.

facebook.com/asncpns @asncpns
100% PAKET LKIT – 100% AKURAT

Paket LKIT 2016


Sebagai hukum dasar tertulis UUD 1945 mengikat: Pemerintah, Lembaga
Negara, Lembaga Masyarakat, setiap Warga Negara Indonesia, dan setiap
penduduk yang berada di wilayah negara Republik Indonesia.

UUD 1945 bukan hukum biasa melainkan hukum dasar yang merupakan
sumber hukum yang tertinggi, sehingga seluruh hukum yang berlaku tidak
boleh bertentangan dengan UUD 1945.

UUD 1945 terbentuk melalui sejarah yang amat panjang melalui pasang
surutnya kejayaan bangsa dan masa-masa penderitaan penjajahan, dan
masa-masa perjuangan untuk merdeka, menentukan sendiri hidup dan
masa depannya.

UUD 1945 untuk pertama kalinya diberlakukan pada tanggal 18 Agustus


1945, naskahnya pertama kali dimuat secara resmi dalam Berita Negara
yaitu Berita Republik Indonesia Tahun II No.7 tanggal 15 Februari 1946.

Sebagai warga negara Republik Indonesia, Anda perlu mengetahui apakah


yang dimaksud dengan UUD 1945, bagaimana fungsi dan kedudukannya
dalam Tata Hukum Negara Republik Indonesia, dan perlu juga mengetahui
bagaimana terjadinya (pembentukannya) serta keterangan suasana pada
waktu UUD 1945 itu dibuat.

A. Pengertian

397
Menurut Anda apakah yang dimaksud dengan UUD 1945 ?

Yang dimaksud dengan Undang-Undang Dasar 1945 adalah keseluruhan

Hal
naskah yang terdiri dari Pembukaan dan pasal-pasal (Pasal II Aturan
Tambahan). Pembukaan terdiri atas 4 Alinea, yang di dalam Alinea
keempat terdapat rumusan dari Pancasila, dan Pasal-pasal Undang- Undang
Dasar 1945 terdiri dari 20 Bab (Bab I sampai dengan Bab XVI) dan 73 pasal
(pasal 1 sampai dengan pasal 37), ditambah dengan 3 pasal Aturan
Peralihan dan 2 pasal Aturan Tambahan.

facebook.com/asncpns @asncpns
100% PAKET LKIT – 100% AKURAT

Paket LKIT 2016


Bab IV tentang DPA dihapus, dalam amandemen keempat penjelasan tidak
lagi merupakan kesatuan UUD 1945. Pembukaan dan Pasal-pasal UUD 1945
merupakan satu kebulatan yang utuh, dengan kata lain merupakan bagian-
bagian yang satu sama lainnya tidak dapat dipisahkan.

Naskahnya yang resmi telah dimuat dan disiarkan dalam “Berita Republik
Indonesia” Tahun II No. 7 yang terbit tanggal 15 Februari 1946, suatu
penerbitan resmi Pemerintah RI. Sebagaimana kita ketahui Undang-
Undang Dasar 1945 itu telah ditetapkan oleh Panitia Persiapan
Kemerdekaan Indoneisa (PPKI) dan mulai berlaku pada tanggal 18 Agustus
1945.

Rancangan UUD 1945 dipersiapkan oleh suatu badan yang bernama Badan
Penyelidik Usaha-usaha Pesiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI) atau
Dokuritsu Zyunbi Tjoosakai, suatu badan bentukan Pemerintah Penjajah
Jepang untuk mempersiapkan segala sesuatu yang diperlukan dalam rangka
persiapan kemerdekaan Indonesia.

Dengan demikian pengertian UUD 1945 dapat digambarkan sebagai


berikut:

398
Hal

facebook.com/asncpns @asncpns
100% PAKET LKIT – 100% AKURAT

Paket LKIT 2016

UUD 1945 :

 Dirancang oleh BPUPKI


 Ditetapkan PPKI tanggal 18 Agustus 1945
 Disiarkan dalam Berita Republik Indonesia Tahun II No.7 Tanggal 15
Februari 1946 (naskah “Penjelasan” telah dihapuskan berdasarkan

399
amandemen keempat UUD 1945).

Hal
B. Fungsi UUD 1945

Setiap sesuatu dibuat dengan memiliki sejumlah fungsi, sebagai contoh


kunci dibuat dengan fungsi sebagai penutup dan pembuka sebuah pintu,
dengan demikian secara sederhana dapat dijelaskan bahwa kunci berfungsi
sebagai pembeda antara pemilik dan bukan pemilik sebuah rumah.
Demikian juga halnya dengan UUD 1945, apakah sebenarnya yang menjadi

facebook.com/asncpns @asncpns
100% PAKET LKIT – 100% AKURAT

Paket LKIT 2016


fungsi dari sebuah UUD 1945 dalam praktek penyelenggaraan negara?
Marilah bersama-sama kita membahas hal tersebut.

Di atas telah kita bahas bersama bahwa yang dimaksud dengan UUD 1945
adalah hukum dasar tertulis. Dari pengertian tersebut dapatlah dijabarkan
bahwa UUD 1945 mengikat pemerintah, lembaga-lembaga negara, lembaga
masyarakat, dan juga mengikat setiap warga Negara Indonesia dimanapun
mereka berada dan juga mengikat setiap penduduk yang berada di wilayah
Negara Republik Indonesia. Sebagai hukum dasar, UUD 1945 berisi norma-
norma, dan aturan-aturan yang harus ditaati dan dilaksanakan oleh semua
komponen tersebut di atas.

Undang-undang Dasar bukanlah hukum biasa, melainkan hokum dasar,


yaitu hukum dasar yang tertulis. Sebagai hukum dasar, UUD 1945
merupakan sumber hukum tertulis. Dengan demikian setiap produk hokum
seperti undang-undang, peraturan pemerintah, peraturan presiden,
ataupun bahkan setiap tindakan atau kebijakan pemerintah haruslah
berlandaskan dan bersumber pada peraturan yang lebih tinggi, yang pada
akhirnya kesemuanya peraturan perundang-undangan tersebut harus dapat
dipertanggungjawabkan sesuai dengan ketentuan UUD 1945, dan muaranya
adalah Pancasila sebagai sumber dari segala sumber hokum negara (Pasal
2 UU No. 10 Tahun 2004).

Dalam kedudukan yang demikian itu, UUD 1945 dalam kerangka tata urutan
perundangan atau hierarki peraturan perundangan di Indonesia menempati

400
kedudukan yang tertinggi. Dalam hubungan ini, UUD 1945 juga mempunyai
fungsi sebagai alat kontrol, dalam pengertian UUD 1945 mengontrol apakah

Hal
norma hukum yang lebih rendah sesuai atau tidak dengan norma hukum
yang lebih tinggi, dan pada akhirnya apakah norma-norma hukum tersebut
bertentangan atau tidak dengan ketentuan UUD 1945.

facebook.com/asncpns @asncpns
100% PAKET LKIT – 100% AKURAT

Paket LKIT 2016


C. Kedudukan UUD 1945

Sebagaimana telah dijelaskan di muka, bahwa UUD 1945 bukanlah hukum


biasa, melainkan hukum dasar. Sebagai hukum dasar, UUD 1945 merupakan
sumber hukum tertinggi dari keseluruhan produk hukum di Indonesia.

Produk-produk hukum seperti undang-undang, peraturan pemerintah, atau


peraturan presiden, dan lain-lainnya, bahkan setiap tindakan atau
kebijakan pemerintah harus dilandasi dan bersumber pada peraturan yang
lebih tinggi, yang pada akhirnya harus dapat dipertanggungjawabkan sesuai
dengan ketentuan UUD 1945. Sekarang yang menjadi pertanyaan adalah:
dalam kedudukannya yang demikian, dimanakah letak UUD 1945 dalam tata
urutan peraturan perundangan kita atau secara hierarki dimanakah
kedudukan UUD 1945 dalam tata urutan perundangan Republik Indonesia?

Tata urutan peraturan perundang-undangan pertama kali diatur dalam


Ketetapan MPRS No. XX/MPRS/1966, yang kemudian diperbaharui dengan
Ketetapan MPR No. III/MPR/2000, dan terakhir diatur dengan Undang-
ndang No. 10 Tahun 2004 tentang Pembentukan Peraturan Perundang-
ndangan, dimana dalam Pasal 7 diatur mengenai jenis dan hierarki
Peraturan Perundang-undangan adalah sebagai berikut:

1. Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945


2. Undang-Undang/Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang
3. Peraturan Pemerintah
4. Peraturan Presiden

401
5. Peraturan Daerah

Hal
Peraturan Daerah meliputi:

1. Peraturan Daerah Provinsi dibuat oleh Dewan Perwakilan Rakyat


Daerah Provinsi bersama dengan Gubernur;
2. Peraturan Daerah Kabupaten/Kota dibuat oleh Dewan Perwakilan
Rakyat Daerah Kabupaten/Kota bersama Bupati/Walikota;
3. Peraturan Desa/peraturan yang setingkat, dibuat oleh badan
perwakilan desa atau nama lainnya bersama dengan kepala desa
atau nama lainnya.

facebook.com/asncpns @asncpns
100% PAKET LKIT – 100% AKURAT

Paket LKIT 2016


Undang-Undang Dasar bukanlah satu-satunya atau keseluruhan hukum
dasar, melainkan hanya merupakan sebagian dari hukum dasar, yaitu
hukum dasar yang tertulis. Disamping itu masih ada hukum dasar yang lain,
yaitu hukum dasar yang tidak tertulis. Hukum dasar yang tidak tertulis
tersebut merupakan aturan-aturan dasar yang timbul dan terpelihara
dalam praktek penyelenggaraan negara - meskipun tidak tertulis – yaitu
yang biasa dikenal dengan nama ‘Konvensi’.

Meskipun Konvensi juga merupakan hukum dasar (tidak tertulis), ia tidaklah


boleh bertentangan dengan UUD 1945. Konvensi merupakan aturan
pelengkap atau pengisi kekosongan hukum yang timbul dan terpelihara
dalam praktek penyelenggaraan ketatanegaaan, karena Konvensi tidak
terdapat dalam UUD 1945.

Contoh : Konvensi atau kebiasaan ketatanegaraan yang masih dipelihara


selama ini adalah setiap tanggal 16 Agustus, Presiden RI menyampaikan
pidato dihadapan sidang Dewan Perwakilan Rakyat. Praktek yang demikian
tidak diatur dalam UUD 1945, namun tetap dijaga dan dipelihara dalam
praktek penyelenggaraan kenegaraan Republik Indonesia.

Skema di bawah ini akan menjelaskan secara sistematis hubungan antara


hukum dasar tertulis dengan hukum dasar yang tidak tertulis.

402
Hal

facebook.com/asncpns @asncpns
100% PAKET LKIT – 100% AKURAT

Paket LKIT 2016

403
UUD 1945 adalah:

Hal
Hukum dasar yang tertulis (di samping itu masih ada hukum dasar yang
tidak tertulis, yaitu Konvensi)

1. Sebagai (norma) hukum:


a. UUD bersifat mengikat terhadap:
Pemerintah, setiap Lembaga Negara/Masyarakat, setiap WNRI dan
penduduk di RI.
b. Berisi norma-norma: sebagai dasar dan garis besar hukum dalam
penyelenggaraan negara harus dilaksanakan dan ditaati.

facebook.com/asncpns @asncpns
100% PAKET LKIT – 100% AKURAT

Paket LKIT 2016


2. Sebagai hukum dasar:
a. UUD merupakan sumber hukum tertulis (tertinggi) Setiap produk
hukum (seperti UU, PP, Perpres, Perda) dan setiap kebijaksanaan
Pemerintah berlandaskan UUD 1945.
b. Sebagai Alat Kontrol Yaitu mengecek apakah norma hukum yang
lebih rendah sesuai dengan ketentuan UUD 1945.

D. Sejarah Pembentukan UUD 1945

Bahwasannya konstitusi atau Undang-Undang Dasar dianggap memegang


peranan yang penting bagi kehidupan suatu negara, terbukti dari kenyataan
sejarah ketika Pemerintah Militer Jepang akan memberikan kemerdekaan
kepada Rakyat Indonesia. Sesuai janji Perdana Menteri Koiso yang
diucapkan pada tanggal 7 September 1944, maka dibentuklah badan yang
bernama Dokuritsu Zyunbi Choosakai (Badan Penyelidik Usaha-usaha
Persiapan Kemerdekaan Indonesia/BPUPKI) pada tanggal 29 Arpil 1945 yang
diketuai oleh Dr. Radjiman Wedyodiningrat dan Ketua Muda R.P. Soeroso,
yang tugasnya menyusun Dasarindonesia Merdeka (Undang-Undang Dasar).
Niat Pemerintah Militer Jepang tersebut dilatarbelakangi kekalahan
balatentara Jepang di berbagai front, sehingga akhir Perang Asia Timur
Raya sudah berada di ambang pintu. Janji Jenderal Mc Arthur “I shall
return” ketika meninggalkan Filipina (1942) rupanya akan menjadi
kenyataan.

404
Para anggota BPUPKI yang dilantik pada tanggal 28 Mei 1945 bersidang
dalam dua tahap: pertama, dari tanggal 29 Mei sampai dengan 1 Juni 1945

Hal
untuk menetapkan dasar negara dan berhasil merumuskan Pancasila yang
didasarkan pada pidato anggota Soekarno pada 1 Juni 1945, kedua, dari
tanggal 10 sampai dengan 17 Juli 1945 yang berhasil membuat Undang-
Undang Dasar (Harun Al Rasid, 2002).

Pada akhir sidang pertama, ketua sidang membentuk sebuah panitia yang
terdiri dari 8 orang dan diketuai oleh Ir. Soekarno, yang disebut Panitia
Delapan. Pada tanggal 22 Juni 1945 diadakan pertemuan antara gabungan
paham kebangsaan dan golongan agama yang mempersoalkan hubungan

facebook.com/asncpns @asncpns
100% PAKET LKIT – 100% AKURAT

Paket LKIT 2016


antara agama dengan negara. Dalam rapat tersebut dibentuk Panitia
Sembilan, terdiri dari Drs. Moh. Hatta, Mr. A. Subardjo, Mr. A. A. Maramis,
Ir. Soekarno, KH. Abdul Kahar Moezakir, Wachid Hasyim, Abikusno
Tjokrosujoso, H. Agus Salim, dan Mr. Muh. Yamin. Panitia Sembilan berhasil
membuat rancangan Preambule Hukum Dasar, yang oleh Mr. Muh. Yamin
disebut dengan istilah Piagam Jakarta.

Pada tanggal 14 Juli 1945 pada sidang kedua BPUPKI, setelah melalui
perdebatan dan perubahan, teks Pernyataan Indonesia Merdeka dan teks
Pembukaan UUD 1945 diterima oleh sidang. Teks Pernyataan Indonesia
Merdeka dan teks Pembukaan UUD 1945 adalah hasil kerja Panitia
Perancang UUD yang diketuai oleh Prof. Soepomo.

Setelah selesai melaksanakan tugasnya, BPUPKI melaporkan hasilnya


kepada Pemerintah Militer Jepang disertai usulan dibentuknya suatu badan
baru yakni Dokutsu Zyunbi Linkai (Panitia Persiapan Kemerdekaan
Indonesia/PPKI), yang bertugas mengatur pemindahan kekuasaan (transfer
of authority) dari Pemerintah Jepang kepada Pemerintah Indonesia. Atas
usulan tersebut maka dibentuklah PPKI dengan jumlah anggota 21 orang
yang diketuai oleh Ir. Soekarno dan Wakil Ketuanya Drs. Moh. Hatta.
Anggota PPKI kemudian ditambah 6 orang, tetapi lebih kecil daripada
jumlah anggota BPUPKI, yaitu 76 orang.

Menurut rencana, Jepang akan memberikan kemerdekaan kepada Rakyat


Indonesia pada tanggal 24 Agustus 1945. Namun terdapat rakhmat Allah

405
yang tersembunyi (blessing in disguise) karena, sepuluh hari sebelum
tibanya Hari-H tersebut, Jepang menyatakan kapitulasi kepada Sekutu

Hal
tanpa syarat (undconditional surrender).

Dalam tiga hari yang menentukan, yaitu pada tanggal 14, 15, dan 16
Agustus 1945 menjelang Hari Proklamasi, timbul konflik antara Soekarno-
Hatta dengan kelompok pemuda dalam masalah pengambilan keputusan,
yaitu mengenai cara bagaimana (how) dan kapan (when) kemerdekaan itu
akan diumumkan. Soekarno-Hatta masih ingin berembuk dulu dengan
Pemerintah Jepang sedangkan kelompok pemuda ingin mandiri dan lepas
sama sekali dari campur tangan Pemerintah Jepang.

facebook.com/asncpns @asncpns
100% PAKET LKIT – 100% AKURAT

Paket LKIT 2016


Pada hari Kamis pagi, tanggal 16 Agustus 1945, Soekarno-Hatta dibawa
(diculik) oleh para pemuda ke Rengasdengklok, namun pada malam harinya
dibawa kembali ke Jakarta lalu mengadakan rapat di rumah Laksamana
Maeda di Jalan Imam Bonjol No. 1 Jakarta. Pada malam itulah dicapai kata
sepakat bahwa Proklamasi Kemerdekaan akan diumumkan di Jalan
Pegangsaan Timur 56, yaitu rumah kediaman Bung Karno, pada hari Jum’at
17 Agustus 1945 (9 Ramadhan 1364), pukul 10.00 WIB.

Pada tanggal 17 Agustus 1945 petang hari datanglah utusan dari Indonesia
bagian Timur yang menghadap Drs. Moh. Hatta dan menyatakan bahwa
rakyat di daerah itu sangat berkeberatan pada bagian kalimat dalam
rancangan Pembukaan UUD 1945 yang berbunyi: “Ke-Tuhanan, dengan
kewajiban menjalankan syariat Islam bagi pemeluk-pemeluknya”. Dalam
menghadapi masalah tersebut dengan disertai semangat persatuan,
keesokan harinya menjelang sidang PPKI tanggal 18 Agustus 1945, dapat
diselesaikan oleh Drs. Moh. Hatta bersama 4 anggota PPKI, yaitu K.H.
Wachid Hasyim, Ki Bagus Hadikusumo, Mr. Kasman Singodimedjo, dan
Teuku M. Hasan. Dengan demikian tujuh kata dalam pembukaan UUD 1945
tersebut dihilangkan.

Untuk lebih jelasnya dapat diuraikan sebagai berikut: bahwa badan yang
merancang UUD 1945 termasuk di dalamnya rancangan dasar negara
Pancasila adalah BPUPKI yang dibentuk pada tanggal 29 April 1945. Setelah
selesai melaksanakan tugasnya yaitu merancang UUD 1945 berikut
rancangan dasar negara, dan rancangan pernyataan Indonesia merdeka,

406
maka dibentuklah PPPKI pada tanggal 7 Agustus 1945. PPKI adalah badan
yang menetapkan UUD 1945 dan yang mulai berlaku pada tanggal 18

Hal
Agustus 1945. Dengan demikian hasil Sidang BPUPKI adalah:

1. Rancangan Pernyataan Indonesia Merdeka;


2. Rancangan Pembukaan UUD 1945;
3. Rancangan Pasal-pasal UUD 1945.

facebook.com/asncpns @asncpns
100% PAKET LKIT – 100% AKURAT

Paket LKIT 2016


2. Latihan

Kerjakan latihan di bawah ini kemudian sesuaikan jawaban Anda dengan


materi yang terdapat dalam kegiatan belajarini.

1. Jelaskan apa yang dimaksud dengan UUD 1945? Apa yang


membedakan dengan UUD 1945 sebelum dilakukan amandemen ?
2. Jelaskan apa yang dimaksud fungsi UUD sebagai alat kontrol? Apabila
menurut Anda ada suatu aturan (UU, PP, Peraturan Presiden, atau
Peraturan Menteri) yang bertentangan dengan peraturan yang lebih
tinggi, bagaimana penyelesaiannya ?
3. Jelaskan kedudukan UUD 1945 dalam tata urutan perundangan di
Indonesia! Uraikan dengan jelas ketentuan yang pernah berlaku
selama ini! Mengapa Ketetapan MPR tidak lagi merupakan dasar
hokum sehingga tidak masuk lagi dalam tata urutan perundangan saat
ini ?
4. Uraikan pembentukan UUD 1945! Mengapa suatu Negara memerlukan
konstitusi! Jelaskan perbedaan antara hukumm dasar tertulis dengan
hukum dasar tidak tertulis ?
5. Jelaskan makna Proklamasi Negara Republik Indonesia ?

3. Rangkuman

UUD 1945 adalah merupakan keseluruhan naskah yang terdiri dari

407
Pembukaan dan Pasal-pasal. Setelah dilakukan amandemen, maka naskah
Penjelasan dihapus. UUD 1945 bukan merupakan hukum biasa, namun ia

Hal
merupakan hukum dasar tertulis, yang berfungsi sebagai alat kontrol, yaitu
mengontrol apakah ketentuan yang lebih rendah bertentangan atau tidak
dengan peraturan yang lebih tinggi, yang pada akhirnya harus dapat
dipertanggungjawabkan sesuai dengan kententuan UUD 1945. Sebagai
hukum dasar tertulis, UUD 1945 memiliki kedudukan paling tinggi dalam
tata urutan atau hierarki peraturan perundangundangan di Indonesia sesuai
dengan Undang-undang Nomor 10 Tahun 2004.

facebook.com/asncpns @asncpns
100% PAKET LKIT – 100% AKURAT

Paket LKIT 2016


Setelah Jepang mengalahkan sekutu dalam peperangan, maka Indonesia
yang semula merupakan jajahan Belanda beralih ke Jepang. Karena Jepang
memerlukan rakyat Indonesia untuk membantu Jepang memenangkan
perang Asia Timur Raya, maka Jepang menjanjikan kepada Indonesia,
apabila rakyat Indonesia membantu Jepang memenangkan perang. Jepang
berjanji akan memberikan kemerdekaan Indonesia. Agar Rakyat Indonesia
mempercayai janji-janji Jepang, maka dibentuklah BPUPKI, yaitu Badan
yang merancang UUD yang diperlukan Indonesia untuk menjadi negara
merdeka, termasuk di dalamnya rancangan dasar negara dan rancangan
pernyataan Indonesia merdeka.

BPUPKI dibentuk oleh Jepang pada tanggal 29 April 1945 yang diketuai oleh
Dr. Radjiman Wedyodiningrat dan Ketua Muda R.P. Soeroso. BPUPKI
mengadakan dua kali persidangan, yaitu: Sidang I dari tanggal 29 Mei
sampai dengan 1 Juni 1945, dan Sidang II dari tanggal 10 Juli sampai dengan
16 Juli 1945. BPUPKI bertugas merumuskan Dasarindonesia Merdeka. Hasil
Sidang BPUPKI adalah:

1. Rancangan pernyataan Indonesia merdeka;


2. Rancangan Pembukaan UUD 1945
3. Rancangan Pasal-pasal UUD 1945

Badan yang mengesahkan UUD 1945 setelah BPUPKI selesai melaksanakan


tugasnya adalah Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI) yang
dibentuk pada tanggal 7 Agustus 1945 yang diketuai Ir. Soekarno dan Drs.

408
Moch. Hatta sebagai Wakil Ketua. Sebelum Indonesia memproklamirkan
kemerdekaannya sesuai janji Jepang, ternyata Jepang menyerah tanpa

Hal
syarat kepada sekutu, setelah Sekutu menjatuhkan bom atom di Nagasaki
dan Hirosima. Karena Belanda berusaha kembali menjajah Indonesia
setelah Jepang kalah, maka pada tanggal 17 Agustus 1945, Indonesia
memproklamirkan kemerdekaan.

Sebagai negara yang merdeka dan berdaulat, Indonesia memerlukan UUD,


berikut dasar negara. Menurut pasal 3 UUD 1945 yang berwenang
menetapkan UUD adalah MPR. Mengingat MPR belum terbentuk pada saat
itu, maka PPKI yang menetapkan UUD 1945 yang berlaku pada

facebook.com/asncpns @asncpns
100% PAKET LKIT – 100% AKURAT

Paket LKIT 2016


tanggal 18 Agustus 1945. Naskah UUD 1945 telah dimuat dan disiarkan
dalam Berita Republik Indonesia Tahun II Nomor 7 terbit tanggal 15
Februari 1946.

4. Tes Formatif

1. Sebagai hukum dasar UUD juga sebagai alat kontrol, artinya


a. UUD bersifat mengikat terhadap Pemerintah, setiap Lembaga
Negara/Masyarakat, setiap WNRI dan penduduk di RI.
b. mengecek apakah norma hukum yang lebih rendah sesuai dengan
ketentuan UUD 1945.
c. sebagai dasar dan garis besar hukum dalam penyelenggaraan
negara harus dilaksanakan dan ditaati.
d. UUD merupakan sumber hukum tertulis (tertinggi)
2. PPPKI dibentuk pada tanggal 7 Agustus 1945. PPKI adalah badan
yang bertugas ...
a. Menyusun Rancangan Pernyataan Indonesia Merdeka;
b. Menyusun Rancangan Pembukaan UUD 1945;
c. Menyusun Rancangan Pasal-pasal UUD 1945.
d. menetapkan UUD 1945
3. Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia/PPKI), bertugas mengatur
pemindahan kekuasaan (transfer of authority) dari Pemerintah
Jepang kepada Pemerintah Indonesia, yang ketua dan wakilnya ...

409
a. Ir. Soekarno dan Drs. Moh. Hatta.
b. Mr. Muh. Yamin dan Prof.Soepomo

Hal
c. Dr. Radjiman Wedyodiningrat dan R.P. Soeroso,
d. Mr. A. Subardjo dan Mr. A. A. Maramis,
4. Pada tanggal 7 September 1944, dibentuk badan yang bernama
Dokuritsu Zyunbi Choosakai (Badan Penyelidik Usaha-usaha
Persiapan Kemerdekaan Indonesia/BPUPKI) yang diketuai oleh ?
a. R.P. Soeroso
b. Dr. Radjiman Wedyodiningrat
c. Ir. Soekarno

facebook.com/asncpns @asncpns
100% PAKET LKIT – 100% AKURAT

Paket LKIT 2016


d. Drs. Moh. Hatta,
5. Pembukaan Undang-Undang Dasar1945 itu mengandung pokok-pokok
pikiran yang diciptakan dan dijelmakan dalam Pasal-pasal Undang-
Undang Dasar 1945. Pokok pikiran pertama pembukaan UUD 1945
mengandung arti ...
a. Pokok pikiran Ketuhanan Yang Maha Esa;
b. Pokok pikiran kemanusiaan
c. Pokok pikiran keadilan sosial;
d. Pokok pikiran persatuan.
6. Sebagai hukum dasar UUD juga sebagai alat kontrol, artinya...
a. UUD merupakan sumber hukum tertulis (tertinggi)
b. sebagai dasar dan garis besar hukum dalam penyelenggaraan
negara harus dilaksanakan dan ditaati.
c. mengecek apakah norma hukum yang lebih rendah sesuai dengan
ketentuan UUD 1945.
d. UUD bersifat mengikat terhadap Pemerintah, setiap Lembaga
Negara/Masyarakat, setiap WNRI dan penduduk di RI.

410
Hal

facebook.com/asncpns @asncpns
100% PAKET LKIT – 100% AKURAT

Paket LKIT 2016

BAB 2
PEMBUKAAN UNDANG-UNDANG DASAR
1945

INDIKATOR KEBERHASILAN

Memahami tentang makna alinea-alinea, pokok-pokok pikiran dan


hubungan Pembukaan dengan Pasal dalam UUD 1945.

A. Makna Alinea-Alinea Pembukaan UUD 1945

Pembukaan UUD 1945 berisi pokok pikiran pemberontakan melawan


imperialisme, kolonialisme, dan fasisme, serta memuat dasar
pembentukan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Selain daripada itu,
Pembukaan UUD 1945 yang telah dirumuskan dengan padat dan khidmat
dalam empat alinea, dimana setiap alinea mengandung arti dan makna
yang sangat dalam, mempunyai nilai-nilai yang universal dan lestari.
Mengandung nilai universal artinya mengandung nilai-nilai yang dijunjung
tinggi oleh bangsabangsa beradab di seluruh dunia, sedangkan lestari
artinya mampu menampung dinamika masyarakat dan akan tetap menjadi

411
landasan perjuangan bangsa dan negara selama bangsa Indonesia tetap
setia kepada Negara Proklamasi 17 Agustus 1945.