Anda di halaman 1dari 199

MODUL PENYUSUNAN

DOKUMEN ADMINISTRATIF PENERAPAN


BADAN LAYANAN UMUM DAERAH (BLUD)
PUSKESMAS

DIREKTORAT JENDERAL BINA KEUANGAN DAERAH


KEMENTERIAN DALAM NEGERI
2019
KATA PENGANTAR
MENTERI DALAM NEGERI

Puji Syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT karena atas limpahan
rahmat, taufik, dan hidayah-Nya modul Penyusunan Dokumen Administratif
Penerapan Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) Puskesmas dapat tersusun.
Dengan telah diterbitkannya Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 79 Tahun
2018 tentang Badan Layanan Umum Daerah sebagai pengganti Peraturan Menteri
Dalam Negeri Nomor 61 Tahun 2007 tentang Pedoman Teknis Pengelolaan
Keuangan Badan Layanan Umum Daerah, selanjutnya untuk memberikan
pedoman bagi Pemerintah Daerah dalam menyusun dokumen administratif BLUD
sebagai persyaratan utama penerapan BLUD, maka disusun modul penyusunan
dokumen administratif penerapan Badan Layanan Umum Daerah (BLUD)
puskesmas.

Modul inimenjelaskan mengenai proses penyusunan dokumen


administratif BLUD puskesmas yang terdiri dari dokumen tata kelola, rencana
strategis, standar pelayanan minimal dan laporan keuangan. Penyusunan modul
telah melalui proses pembahasan dengan melibatkan pemangku kepentingan
terkait.

Dengan diterbitkannya modul penyusunan dokumen administratif


penerapan Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) puskesmas, dapat menjadi
pedoman bagi puskesmas dalam menyusun dokumen administratif untuk
menerapkan BLUD, sebagai upaya optimalisasi peningkatan kinerja pelayanan,
kinerja keuangan, dan manfaat bagi masyarakat.

Akhir kata, terima kasih kepada semua pihak yang turut membantu
penyusunan modul ini.

uffi^.e",i,
Tjahjo Kumolo

K"t" P""r*" E
DAFTAR ISI

Halaman

TIM PENYUSUN MODUL PENYUSUNAN DOKUMEN ADMINISTMTIF PENEMPAN


BADAN LAYANAN UMUM DAEMH (BLUD) PUSKESMAS i
KATA PENGANTAR. ii
DAFTAR ISI iii

POLA TATA KELOLA BLUD PUSKESMAS


BAB I PENDAHULUAN 1
A. Latar Belakang 1
B. Pengertian Pola Tata Kelola 2
C. Tujuan Penerapan Pola Tata Kelola 2
D. Ruang Lingkup Tata Kelola 2
E. Dasar Hukum Pola Tata Kelola 3
F.
Perubahan Pola Tata Kelola 3
G. Sistematika 3

BAB II KELEMBAGAAN 5
A. Kelembagaan ..................... 5
1. Gambaran Singkat Puskesmas (contoh) 5
2. StruKur Organisasi dan Tata Laksana (contoh) 7

B. Prosedur Kerja................ 30
1. Alur Pelayanan Pendaftaran 32
2. Alur Pelayanan Pemeriksaan Umum............. 32
3. Alur Pelayanan Pemeriksaan Gigi dan Mulut ........................ 33
4. Alur Pelayanan Kesehatan Ibu dan Anak... 33
5. Alur Pelayanan Manajemen Terpadu Balita Sakit.,................ 34
6. Alur Pelayanan Ruang Pelayanan Lanjut Usia (Lansia) ......... 34
7. Alur Pelayanan Skrening Pre Eklampsia... 35
B. Alur Pelayanan Kamar Obat................ 35
9. Alur Pelayanan Laboratorium 36
10.Alur Pelayanan Gawat Darurat 24 Jam,...........,... 36
1 1. Alur Pelayanan Rawat Inap ................ 37
12. Alur Pelayanan Poned......... 37

C. Pengelompokan Fungsi (contoh)...............i................ 38


1. Fungsi pelayanan kesehatan (service)..;.............................. 38
Administrasi...
2. Fungsi Penyelenggaraan 39
Pendukung/Penunjang............
3. Fungsi 39

D. Pengelolaan Sumber Daya Manusia (contoh).......... 39


1. Perencanaan Pe9awai........... 4l
DaftarIsi @
2. Pengangkatan Pegawai 4t

Pengelolaan Keuangan........ 45
1. Struktur Anggaran 45
2. Perencanaan dan Penganggaran 81UD......... 47
3. Ketentuan konsolidasi RBA dalam RKA................. 4B
4. Pelaksanaan Anggaran......... 48
5. Pengelolaan 8e1anja............ 49
6. Pengelolaan Barang ............ 50
7. Tarif Layanan 51
B. Piutang dan Utang/Pinjaman ................ 51
9. Kerjasama 81UD............... 52
10. Investasi BLUD............... 53
1 1. S|LPA (Sisa Lebih Perhitungan Anggaran) 81UD................... 53
12. Defisit......... 54
13. Laporan Keuangan......... 54

F. Pengelolaan Lingkungan dan Limbah (contoh) 55

BAB III PENUTUP 56

RENCANA STRATEGIS BLUD PUSKESMAS


BAB IPENDAHULUAN 57
A. Latar Belakang 57
B. Pengedian Rencana Strategis.......... 57
C. Tujuan Penyusunan Rencana Strategis.......... 57
D. Dasar Hukum Rencana Strategis.......... 5B
E. SistematikaPenulisan 59

BAB II GAMBARAN PELAYANAN PUSKESMAS.. 60


A.Gambaran Umum Puskesmas................... 60
1. Wilayah Keda (contoh) 60
2. Pelayanan Puskesmas....... 61

B. Gambaran Organisasi Puskesmas....... 63


1. Struktur Organisasi dan Tugas Pokok dan Fungsi................. 63
2. Sumber Daya Puskesmas (contoh)........ 68

C. Kinerja Pelayanan Puskesmas (contoh) 7t


1. Capaian Kinerja Upaya Kesehatan Masyarakat...... 7L
2. Capaian Kinerja Upaya Kesehatan Perorangan...... 7t
3. Capaian Kinerja Administrasi dan Manajemen...... 76

BAB III PERMASALAHAN DAN ISU STRATEGIS PUSKESMAS 77


A. Identifikasi Masalah Kesehatan Masyarakat...... 77
B. Isu Strategis...................... 7B

Daftarlsi I
C. Rencana Pengembangan Layanan....,...... 80
l. Rela ted Divers ificafibn (kea nekaraga ma n) ............. 80
2. Market Developmerf (pengembangan pasar) 80
3. Product Developmenf (pengembangan produk) ................... 81
4. Vertical Integratrbn (integrasi vertikal) 81
5. Pengembangan Jenis Pelayanan 82
6. Peningkatan Sarana Prasarana Pelayanan 82
7. Peningkatan Mutu SDM Pelayanan........ B3

BAB IV V[SI, MISI, TUJUAN DAN ARAH KEBIJAKAN 84


A. Visi Puskesmas (contoh) 84
B. MISI PUSKESMAS (contoh)........... B4
C. Tujuan Puskesmas (contoh) B5
D. Sasaran Puskesmas (contoh)........... 85
E. Strategi Dan Arah Keb'rjakan Puskesmas....... B6

BAB V RENCANA STRATEGIS 92

BABVI PENUTUP
I.AMPIRAN

STANDAR PELAYANAN MINIMAL BLUD PUSKESMAS


BAB I PENDAHULUAN LL7
A. Belakang
Latar .. ll7
B. Tujuan....... 119
C. Pengertian 119
D. Landasan Hukum............. 120
E, Sistematika Penyajian 120
F. Cara Menyusun Dokumen SPM Puskesmas BLUD...................... L2l

BAB II STANDAR PEI.AYANAN MINIMAL....... 123


A. Jenis Layanan........... 123
B. Prosedur Layanan........... L24
C. Standar Pelayanan Minimal Puskesmas................... t24
1. Pelayanan Kesehatan Ibu Hamil (K4) ................ L26
2. Pelayanan Kesehatan Ibu Bersalin L27
3. Pelayanan Kesehatan Bayi Baru Lahir (KN Lengkap) 128
4. Pelayanan Kesehatan Balita (0-59 bulan)............. L29
5. Pelayanan Kesehatan pada Usia Pendidikan Dasar (penjaringan
kelas 1 dan 7)................... .. 130
6. Pelayanan Kesehatan pada usia produktif (15-59 tahun)...... 130
7. Pelayanan Kesehatan pada Lanjut Usia (>60 tahun)............ 131
8. Pelayanan Kesehatan PenderitaHipeltensi t32
9. Pelayanan Kesehatan PenderitaDiabetes 133
10. Pelayanan Kesehatan Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) Berat

Daftar Isi
I
11. Pelayanan Kesehatan Orang Terduga Tuberkulosis (TB)....... 135
12. Pelayanan Kesehatan Orang dengan Risiko Terinfeksi HIV.... 136
13.Kepuasan MasyarakatTerhadap Pelayanan Puskesmas........ 137
14. Pencapaian Desa/kelurahan Universal Child Immunization (UCI )
138
15. Pencapaian desa/kelurahan siaga aktif PURI (Purnama Mandiri)
139
16.Pencapaian desa/kelurahan STBM (Sanitasi Total Berbasis
Masyarakat) dan PH8S......... 140
17. Penanggulangan KLB (Kejadian Luar Biasa) < 24 jam.......... 140
18. Case Fatality Rate DBD (Demam Berdarah Dengue)........... .. t4l
19.Fasilitas pelayanan kesehatan dan fasilitas pelayanan kesehatan
tradisional memiliki Uin................... 142

BAB III RENCANA PENCAPAIAN SPM L44


A. Rencana Pencapaian Indikator SPM ................ .. 144
B. Strategi Pencapaian Spm Berdasarkan Rencana Strategis.......... 145
C. Rencana Anggaran 8iaya................ 145

BAB IV
PENUTUP 146
LAMPIRAN

LAPORAN KEUANGAN BLUD PUSKESMAS


BAB IV
PENYUSUNAN LAPORAN KEUANGAN BADAN LAYANAN UMUM
DAERAH 158
Contoh Penyusunan Laporan Keuangan BLUD Puskesmas 159

Catatan atas Laporan Keuangan (CaLK) t64


BAB I PENDAHULUAN L64
A. Maksud dan Tujuan Penyusunan Laporan Keuangan................. t64
B. Landasan Hukum Penyusunan Laporan Keuangan 165
C. Sistematika 166

BAB II PROFIL PUSKESMAS L67


A. Gambaran Umum Puskesmas ................... 167
1. Latar Belakang t67
2. Sejarah Puskesmas....... 168
3. Visi dan Misi ................. 169
4. Kegiatan Utama Puskesmas.................... L70
5. Jumlah Pegawai........... t70
5. Alamat dan Letak Puskesmas. 171

BAB III KEBIJAKAN AKUNTANSI.. L75


A. Entltas Akuntansi........ 175
B. Basis Akuntansi yang Mendasari Penyusunan Laporan Keuangan t75
C. Basis Pengukuran yang Mendasari Penyusunan Laporan Keuangan 176

Drft"rI9 E
D. Penerapan Kebijakan Akuntansi Berkaitan dengan Ketentuan yang ada
dalam SAP....... t76
1. Pendapatan t76
2. Belanja....... 176
3. Kas............ t76
4. Piutang t76
5. Persediaan t76
5. Aset Tetap. t77
7. Pengeluaran Setelah Pero|elahan ................. t78
8. Ekuitas...... t7B

BAB TV PENJELASAN POS.POS LAPORAN KEUANGAN.... I79


A. Penjelasan Pos-Pos Laporan Realisasi 179
1. Pendapatan 179
2. Belanja.,..... 179

B. Penjelasan Pos-Pos Neraca. 181


1. Kas dan Setara Kas....... 181
2. Piutang 181
3. Persediaan 181
4. AsetTetap. 181
5. Aset Lainnya............ 182
6. Kewajiban 183
7. Ekuitas...... 183

C. Penjelasan Pos-Pos Laporan Operasional (LO) .......................... 183


1. Pendapatan 183
2. Beban 183

D. Penjelasan Laporan Perubahan Ekuitas

BAB V PENUTUP 186

oaftarlsi @
P@LA TAT=A KEL@LA
BLUD
PUSKESMAS
BAB I
PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG
Puskesmas merupakan unit pelaksana teknis Dinas Kesehatan yang
menyelenggarakan sebagian dari tugas teknis operasional Dinas Kesehatan dan
ujung tombak pembangunan kesehatan. Berdasarkan peraturan Menteri
Kesehatan RI Nomor 75 Tahun 2014 Puskesmas mempunyai fungsi sebagai
penyelenggara Upaya Kesehatan Masyarakat tingkat pertama dan Upaya
Kesehatan Perorangan tingkat pertama.

Pelayanan kesehatan masyarakat adalah pelayanan yang bersifat publik


(public goods) dengan tujuan utama memelihara dan meningkatkan kesehatan
serta mencegah penyakit tanpa mengabaikan penyembuhan penyakit dan
pemulihan kesehatan, antara lain meliputi promosi kesehatan, pemberantasan
penyakit, penyehatan lingkungan, perbaikan gizi dan peningkatan kesehatan
keluarga. Sedangkan pelayanan kesehatan perorangan, yaitu pelayanan yang
bersifat pribadi (private goods), dengan tujuan utama penyembuhan penyakit
dan pemulihan kesehatan perorangan tanpa mengabaikan pemellharaan
kesehatan dan pencegahan penyakit, baik berupa rawat jalan maupun rawat
inap.

Mengingat beban kerja puskesmas yang berat, pengelolaan kegiatan yang


tidak memberikan keleluasaan bagi puskesmas untuk menetapkan program dan
kegiatan sesuai dengan kebutuhan masyarakat setempat sefta tututan
puskesmas untuk meningkatkan kinerjanya, sedangkan sistem pembiayaan masih
belum memberikan keleluasaan bagi puskesmas untuk berupaya dalam
peningkatan pelayanan, maka dipandang perlu untuk mengelola puskesmas
secaft entepreneur bukan secara birokratik lagi. Untuk itu puskesmas perlu
melakukan perubahan mendasar sehingga lebih mandiri dan mampu berkembang
menjadi lembaga yang berorientasi terhadap kepuasan pelanggan.

Dengan terbitnya Peraturan Pemerintah Nomor 23 Tahun 2005 tentang


Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum yang diubah dengan peraturan
Pemerintah Nomor 74 Tahun 2012 tentang Pengelolaan Keuangan Badan
Layanan Umum dan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 79 Tahun 201g
tentang Badan Layanan Umum Dderah dimana memberikan peluang bagi
puskesmas untuk menerapkan pola pengelola keuangan BLUD yang memberikan
fleksibilitas dalam pengelolaannya.

Dalam rangka menerapkan pola pengelolaan keuangan BLUD perlu


disusun Pola Tata Kelola yang merupakan aturan internal puskesmas dengan
memperhatikan prinsip-prisip tranparansi, akuntabilitas, responsibilitas dan
independensi.

Pota Tata Kelota BLUD puskesmas


!
B. PENGERTIAN POLATATA KELOLA
Berdasarkan Pasal 38 Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 79 Tahun
2018 tentang Badan Layanan Umum Daerah (BLUD), pola tata kelola merupakan
tata kelola Unit Pelaksana Teknis Dinas/Badan Daerah yang akan menerapkan
BLUD dan ditetapkan dengan Peraturan Kepala Daerah. Selanjutnya dalam Pasal
39 dan Pasal 40 Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 79 Tahun 2018
disebutkan bahwa pola tata kelola memuat antara lain:
1. Kelembagaan yang memuat posisi jabatan, pembagian tugas, fungsi,
tanggung jawab, hubungan kerja dan wewenang.
2. Prosedur kerja yang memuat ketentuan hubungan dan mekanisme kerja
antar posisi jabatan dan fungsi.
3. Pengelompokan fungsi yang memuat pembagian fungsi pelayanan dan
fungsi pendukung sesuai dengan prinsip pengendalian internal untuk
efektifitas pencapaian.
4. Pengelolaan Sumber Daya Manusia yang memuat kebijakan mengenai
pengelolaan sumber daya manusia yang berorientasi pada peningkatan
pelayanan kepada masyarakat.

C. TUJUAN PENERAPAN POLATATA KELOI.A


Pola Tata Kelola yang diterapkan pada Badan Layanan Umum Daerah
Puskesmas bertujuan untuk:
1. Memaksimalkan nilai puskesmas dengan cara menerapkan prinsip
transparansi, akuntabilitas, responsibilitas dan independensi, agar puskesmas
memiliki daya saing yang kuat.
2. Mendorong pengelolaan puskesmas secara profesional, transparan dan
efisien, serta memberdayakan fungsi dan peningkatan kemandirian organ
puskesmas.
3. Mendorong agar organ puskesmas dalam membuat keputusan dan
menjalankan kegiatan senantiasa dilandasi dengan nilai moral yang tinggi dan
kepatuhan terhadap peraturan perundang-undangan yang berlaku, serta
kesadaran atas adanya tanggung jawab sosial puskesmas terhadap
stakeholder.
4. Meningkatkan kontribusi puskesmas dalam mendukung kesejahteraan umum
masyarakat melalui pelayanan kesehatan.

D. RUANG LINGKUPTATA KELOLA


Ruang lingkup tata kelola Puskesmas meliputi peraturan internal
puskesmas dalam menerapkan BLUD. Tata kelola dimakud mengatur hubungan
antara organ Puskesmas sebagai UPT yang menerapkan BLUD, yaitu Kepala OPD,
Pemerintah Daerah, Dewan Pengawas, dan Pejabat Pengelola seda Pegawai
berikut tugas, fungsi, tanggungjawab, kewajiban, kewenangan dan haknya
masing-masing.

Pola Tata Kelola BLUD Puskesmas


I
DASAR HUKUM POLA TATA KELOLA
Dasar Hukum untuk menyusun Pola Tata Kelola Puskesmas adalah:
1. Peraturan Pemerintah Nomor 23 Tahun 2005 tentang Pengelolaan Keuangan
Badan Layanan Umum yang dlubah dengan Peraturan Pemerintah Nomor 74
Tahun 2012 tentang Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum.
2. Peraturan Pemerintah Nomor 12 Tahun 2019 tentang Pengelolaan Keuangan
Daerah.
3. Peraturan Pemerintah Nomor 18 Tahun 2016 tentang Perangkat Daerah.
4. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 Tahun 2006 tentang Pedoman
Pengelolaan Keuangan Daerah yang telah diubah kedua kalinya dengan
Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 21 Tahun 2011.
5. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 79 Tahun 2018 tentang Badan
Layanan Umum Daerah.
6. Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 75 tahun 2014
tentang Pusat Kesehatan Masyarakat.
7. Peraturan Daerah Kabupaten/Kota tentang Perangkat Daerah
Kabupaten/Kota.
B. Peraturan Kepala Daerah Kabupaten/Kota tentang Kedudukan, Susunan,
Tugas, Fungsi dan Tata Kerja Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota.
9. Peraturan Kepala Daerah Kabupaten/Kota tentang Unit Pelaksana Teknis Pada
Dinas dan Badan di Kabupaten/Kota.
l0.Keputusan Kepala Daerah Kabupaten/Kota tentang Penetapan Puskesmas
Pembantu Menjadi Pusat Kesehatan Masyarakat.
ll.Keputusan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota Tentang Petunjuk
Pelaksanaan Peraturan Kepala Daerah Kabupaten/Kota Tentang
Pembentukan, Susunan Organisasi, Kedudukan, dan Tugas Unlt Pelaksana
Teknis Puskesmas Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota.
12. Keputusan Kepala Dlnas Kesehatan Kabupaten/Kota tentang Struktur
Organisasi Unit Pelaksana Teknis Puskesmas Dinas Kesehatan
Kabupaten/Kota.
13. Praktik-praktik terbaik (best pradices) penerapan etika bisnis dalam dunia
usaha.

F. PERUBAHAN POLA TATA KELOLA


Pola Tata Kelola puskesmas ini akan direvisi apabila terjadi perubahan
terhadap peraturan perundang-undangan yang terkait dengan pola tata kelola
puskesmas sebagaimana disebutkan di atas, serta disesuaikan dengan tugas,
fungsi, tanggung jawab, dan kewenangan organisasi puskesmas serta perubahan
lingkungan.

G. SISTEMATTKA
Sistematika penyusunan dokumen tata kelola, sebagai berikut:
Pengantar
BAB I : PENDAHULUAN
BAB II : A. KELEMBAGMN
1. Gambaran Singkat Puskesmas
2. Struktur Organisasi Dan Tata Laksana
Pola Tata Kelola BLUD Puskesmas
B. PROSEDUR KER]A
C. PENGELOMPOKAN YANG LOGIS
D. PENGELOI.AAN SDM
BAb III : PENUTUP
LAMPIRAN

Pola Tata Kelola BLUD Puskesmas


!!
BAB II
KELEMBAGAAN

A. KELEMBAGAAN
1. GAMBARAN SINGKAT PUSKESMAS (contoh)
UPT Puskesmas .... merupakan Puskesmas Induk yang ada di
Kecamatan terletak di Jalan Raya .... No .... Kecamatan .... Kabupaten/Kota ...,
terletak di .... km sebelah ..... dari Kab/kota ....

UPT Puskesmas ditetapkan menjadi Puskesmas ..... Rawat Inap dan


mempunyai surat Izin Operasional yang ditetapkan oleh Pemerintah dan
Perizinan Nomor: .... tentang Izin Opesional Puskesmas.

UPT Puskesmas Kabupaten/Kota ... berlokasi di Jalan Raya .... No....


Kecamatan .... Kabupaten/Kota ..., dengan wilayah kerja sebanyak.... Desa
dari .... desa di wilayah kecamatan ..... UPT Puskesmas ..... didukung jaringan
dibawahnya sebanyak.... Pustu,.... Ponkesdes, .... Posyandu Balita serta....
Posyandu Lansia serta .... Jejaring BPS dan BPM.

UPT Puskesmas ..... sebagai Puskesmas Rawat Inap mempunyai Ruang


Pelayanan yaitu:
a. Ruang Pelayanan Pendaftaran, Administrasi dan Rekam Medis (RPRM)
b. Ruang Pemeriksaan Lansia (RPL)
c. Ruang Konseling Gizi dan Sanitasi (RK)
d. Ruang Pemeriksaan Umum (RPU)
Ruang Pemeriksaan MTBS/Anak (RMTBS)
Ruang Pemeriksaan Gigi (RPG)
Ruang Laboratorium (RLAB)
Ruang Pemeriksaan Penyakit Menular (RP2M)
Ruang Pelayanan Kesehatan Ibu, Anak, KB dan Imunisasi (RKIA)
Ruang pemeriksaan Pre-Eklampsia
Ruang Pemeriksaan IVA, HIV-IMS (RIVA)
Ruang Tata Usaha (RTU)
Ruang Pelayanan Farmasi (RPF)
Ruang Pelayanan 24 Jam dan Gawat Darurat (RGD)
o. Ruang Rawat Inap (RRI)
p. Ruang Bersalin (PONED)
Sebagai fasilitas pelayanan kesehatan strata/tingkat peftama,
puskesmas ..... bertanggungjawab menyelenggarakan Upaya Kesehatan
Perorangan (UKP) tingkat pertama dan Upaya Kesehatan Masyarakat (UKM)
tingkat pertama berdasarkan Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 75 Tahun
2014 tentang Pusat Kesehatan Masyarakat.

Pola Tata Kelola BLUD Puskesmas


E
Upaya Kesehatan Perorangan, yaitu pelayanan yang bersifat pribadi
(private goods), dengan tujuan utama penyembuhan penyakit dan pemulihan
kesehatan perorangan tanpa mengabaikan pemeliharaan kesehatan dan
pencegahan penyakit melalui pelayanan rawat jalan. Sedangkan Upaya
Kesehatan Masyarakat adalah pelayanan yang bersifat public (public Aoods)
dengan tujuan utama memelihara dan meningkatkan kesehatan serta
mencegah penyakit tanpa mengabaikan penyembuhan penyakit dan
pemulihan kesehatan.

Upaya Kesehatan Masyarakat tingkat pertama yang menjadi tanggung


jawab Puskesmas ..... meliputi:
a. Upaya Kesehatan Masyarakat Esensial
1) Upaya Promosi Kesehatan
2) Upaya Kesehatan Lingkungan
3) Upaya Kesehatan Ibu, Anak dan Keluarga Berencana
-Keluarga Berencana
-Kesehatan Reproduki
4) Upaya Gizi
5) Upaya Pencegahan dan Pengendalian Penyakit
-Pencegahan dan Pengendalian Tuberkulosis
-Pencegahan dan Pengendalian Kusta
-Imunisasi
-Pencegahan dan Pengendalian Demam Berdarah Dengue
-Pencegahan dan Pengendalian HIV-AIDS
-Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular
-Surveilans
-Pencegahan dan Pengendalian ISPA/D|are
-Kesehatan Jiwa
6) Perawatan Kesehatan Masyarakat
b. Upaya Kesehatan Masyarakat Pengembangan
1) Pencegahan dan Pengendalian Hepatitis
2) Kesehatan Usia Lanjut
3) Kesehatan Gigi dan Mulut Masyarakat
4) Usaha Kesehatan Sekolah
5) Deteksi Dini Kanker Leher Rahim
5) Pengobatan Tradisional Komplementer
7) Kesehatan Kerja dan Olah Raga
B) Kesehatan Indera
9) Kesehatan Matra / Haji
10)Im Reaksi Cepat
11)Pengawasan Obat & Makmin

Sedangkan Upaya Kesehatan Perorangan tingkat peftama yang menjadi


tanggung jawab Puskesmas ... meliputi:
a. Rawat Jalan:
1) Pemerikaan Umum
Pola Tata Kelola eLUJe, t"rr.* !
2) Pemeriksaan Gigi
3) Pemeriksaan Lansia
4) Pemeriksaan Anak/MTBS
5) Pemeriksaan Ibu dan Anak
6) Pemeriksaan Pre-Eklampsia
7) Pelayanan Keluarga Berencana
8) Pelayanan Imunisasi Balita
9) Konseling Gizi dan Sanitasi
10) Pemerikaan Kesehatan Jiwa
11) Pemeriksaan Deteksi Kanker Leher Rahim
12) Pemeriksaan Infeksi Menular Seksual dan HIV
13) Pelayanan Obat
14) Pelayanan Laboratorium

b. Pelayanan Gawat Darurat dan Rawat Inap


1) Pelayanan Gawat Darurat 24 jam
2) Pelayanan Rawat Inap
3) Pelayanan PONED

Selain itu UPT Puskesmas ..... juga melaksanakan pelayanan rujukan


rawat jalan dan rujukan Gawat Darurat.

2. STRUKTUR oRGANISAST DAN TATA LAKSANA (contoh)


Struktur organisasi adalah bagan yang menggambarkan tata hubungan
kerja antar bagian dan garis kewenangan, tanggungjawab dan komunikasi
dalam menyelenggarakan pelayanan dan penunjang pelayanan.

UPT Puskesmas ..... merupakan Unit Pelaksana Teknis Dinas Kesehatan


Kabupaten/Kota yang bertanggungjawab menyelenggarakan Upaya
Kesehatan Perorangan dan Upaya Kesehatan Masyarakat tingkat pertama di
wilayah kerja Puskesmas ..... Kecamatan ....., dimana tata kerjanya diatur
melalui Peraturan Daerah Kabupaten/Kota ... No. .... tahun .... tentang
Perangkat Daerah Kabupaten/Kota ...
tentang Pembentukan Susunan
Organisasi dan Tata Kerja Unit Pelaksana Teknis di Lingkungan Dinas
Kesehatan Kabupaten/Kota ... yang ditindaklanjuti dengan Keputusan Kepala
Dinas Kesehatan Nomor.... Tanggal .... Bulan .... Tahun .... tentang Petunjuk
Pelaksanaan Peraturan BupatiAValikota ... Tentang Pembentukan, Susunan
Organisasi, Kedudukan, dan Tugas Unit Pelaksana Teknis Puskesmas Dinas
Kesehatan Kabupaten/Kota ....

UPT Puskesmas ..... mempunyai tugas melaksanakan pelayanan,


pembinaan dan pengembangan upaya kesehatan secara paripurna kepada
masyarakat di kecamatan ... sesuai dengan kedudukan dan/atau wilayah kerja
dalam rangka mendukung pelaksanaan tugas pokok Dinas Kesehatan
Kabupaten/Kota Puskesmas dipimpin oleh seorang Kepala yang
berkedudukan di bawah dan bertanggungjawab kepada Kepala Dinas
Kesehatan.

Pola Tata Kelola BLUD Puskesmas


I
Struktur organisasi dan uraian tugas puskesmas dalam rangka
penerapan PPK BLUD disajikan dalam dua kondisi, yaitu kondisi sebelum dan
sesudah menerapkan Pola Pengelolaan Keuangan BLUD, sebagai berikut:
a. Struktur Organisasi dan Uraian Tugas Sebelum Penerapan BLUD
1) Struktur Organisasi
Sebelum penerapan Badan Layanan Umum Daerah (BLUD),
Puskesmas ..... merupakan Unit Pelaksana Teknis Dinas Kesehatan
Kabupaten/Kota Struktur Organisasi UPT Puskesmas
berdasarkan Surat Keputusan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota
... Nomor .... tanggal .... Bulan .... Tahun .... dimana dalam struKur
tersebut telah mengakomodasi Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 75
Tahun 2014.

Bagan Struktur Organisasi UPT Puskesmas ...... sebagaimana


berikut:

Pola Tata Kelola BLUD cust<esmas


I
STRUKTUR ORGANISASI UPT PUSKESMAS ...

PEIIAI{GGUIIG JIW S JARII{GAiI PELAYAXAN


PUS|(ESHASa r] RrtG FASYIXXES

P' DIARE

P' D€O :

Gambar 1. Bagan Struktur Organisasi UPT Puskesmas

Pola Tata Kelola BLUD euskesmas


I
b. Struktur organisasi UPT Pusksmas .... Kabupaten/Kota ... terdiri dari:
1) Kepala Puskesmas
2) Kepala Sub Bagian
Tata Usaha yang beftanggungjawab membantu
Kepala Puskesmas dalam pengelolaan Keuangan, Umum dan
Kepegawaian serta Perencanaan dan Pelaporan. Terdiri dari:
a) Pelaksana Keuangan:
o Pelaksana Bendahara Pembantu IKN
. Pelaksana Bendahara Pembantu Penerimaan
. Pelaksana Bendahara Pembantu pengeluaran
b) Pelaksana Umum dan Kepegawaian:
. Pelaksana Sarana Prasarana Lingkungan / Bangunan
o Pelaksana Pengelolaan Barang
. Pelaksana Sarana Prasarana Kendaraan
. Pelaksana Administrasi dan Kepegawaian
c) Pelaksana Perencanaan dan Pelaporan
3) Penanggung Jawab Upaya Kesehatan Masyarakat (UKM) dan perawatan
Kesehatan Masyarakat (Perkesmas).
Penanggung Jawab Upaya Kesehatan Masyarakat (UKM) bertanggung
jawab membantu Kepala Puskesmas dalam mengkoordinasikan kegiatan
Pelaksana Upaya yang terbagi dalam:
a) Upaya Kesehatan Masyarakat (UKM) Esensial
l. Pelaksana Promosi Kesehatan
2. Pelaksana Kesehatan Lingkungan
3. Pelaksana Gizi
4. Pelaksana Kesehatan Ibu, Anak dan Keluarga Berencana
. Pelaksana Keluarga Berencana
. Pelaksana Kesehatan Reproduki
5. Pelaksana Pencegahan dan Pengendalian penyakit
. Pelaksana Pencegahan Penyakit Tuberkulosis
o Pelaksana Pencegahan Penyakit Kusta
. Pelaksana Imunisasi
. Pelaksana Surveilans
. Pelaksana Pencegahan penyakit Demam Berdarah Dengue
(DBD)
. Pelaksana Pencegahan Penyakit ISpA/Diare
. Pelakana Pencegahan Penyakit HIV-AIDS
o Pelaksana Pencegahan Penyakit Tidak Menular (pTM)
. Pelaksana Kesehatan Jiwa
6. Pelaksana Perawatan Kesehatan Masyarakat
b) Upaya Kesehatan Masyarakat (UKM) pengembangan
1. Pelaksana Usaha Kesehatan Sekolah
2. Pelakana Kesehatan Gigi dan Mulut Masyarakat
3. Pelaksana Kesehatan Tradlsional dan Komplementer
4. Pelaksana Kesehatan Kerja dan Olah Raga
5. Pelaksana Kesehatan Indera
5. Pelaksana Kesehatan Usia Lanjut (Usila)
7. Pelaksana Pencegahan penyakit Hepatitis
,o,u ruo["n r,rr t*"r* El
8. Pelaksana Deteksl Dini Kanker Leher Rahim
9. Pelaksana Kesehatan Matra/Haji
10. Pelaksana llm Reaksi Cepat (TRC)
11. Pelaksana Pengawasan Obat, Makanan dan Minuman
4) Penanggung Jawab Upaya Kesehatan Perorangan (UKP), Kefarmasian
dan Laboratorium:
a) Penanggung Jawab Ruang Pendaftaran, Administrasi dan Rekam
N4edis
b) Penanggung Jawab Ruang Pemeriksaan Umum
c) Penanggung Jawab Ruang Pemeriksaan Lanjut Usia
d) Konseling Gizi dan Sanitasi
e) Penanggung Jawab Ruang Pemeriksaan MTBS/Anak
f) Penanggung Jawab Ruang Pemeriksaan Gigi
g) Penanggung Jawab Ruang Pelayanan Kesehatan Ibu, Anak,
Keluarga Berencana dan Imunisasi
h) Penannggung Jawab Ruang Pre-Eklampsia
i) Penanggung Jawab Ruang Pemeriksaan Penyakit Menular
j) Penanggung Jawab Ruang Pemeriksaan IVA, IMS-HIV
k) Penanggung Jawab Ruang Imunisasi
l) Penanggung Jawab Ruang Pelayanan Farmasi
m) Penanggung Jawab Ruang Laboratorium
n) Penanggung lawab Ruang UGD 24 lam
o) Penanggung lawab Rawat Inap
p) Penanggung Jawab PONED
5) Penanggung Jawab Jaringan Pelayanan Puskesmas dan lejaring Fasilitas
Pelayanan Kesehatan (Fasyankes)
a) Puskesmas Pembantu
. Penanggung Jawab Puskesmas Pembantu ...
b) Pondok Kesehatan Desa (Ponkesdes)
. Penanggung Jawab Ponkesdes ...
c) Penanggung lawab lejaring Fasilitas Pelayanan Kesehatan

c. Hubungan Antar Struktur Organisasi


1) Kedudukan Sruktur Organisasi Puskesmas dengan Dinas Kesehatan
Puskesmas ... berkedudukan sebagai Unit Pelaksana Teknis di bawah
Organisasi Perangkat Daerah Dinas Kesehatan. Sebagai unsur
pelaksana teknis, UPT Puskesmas ... melaksanakan kegiatan teknis
operasional dan atau kegiatan teknis penunjang tertentu.
Kegiatan teknis operasional UPT Puskesmas secara langsung
berhubungan dengan pelayanan masyarakat. Kegiatan teknis penunjang
dilaksanakan untuk mendukung pelaksanaan tugas organisasi induk
yaitu Dinas Kesehatan dengan gambaran hubungan sebagai berikut:
- Sekretariat Dinas Kesehatan
Dilaksanakan oleh Sub Bagian Tata Usaha Puskesmas meliputi
administrasi dan kepegawaian, pengelolaan sarana prasarana, dan
pengelolaan keuangan.
- Bidang Pelayanan Kesehatan
Pola Tata Kelola BLUD Puskesmas
@
Dilaksanakan oleh Penanggung Jawab dan pelaksana UKP,
kefarmasian dan laboratorium serta penanggung jawab jaringan
dan jejaring puskesmas
- Bidang Kesehatan Masyarakat
- Dilaksanakan oleh Penanggung Jawab dan pelaksana UKM esensial
dan UKM pengembangan Puskesmas
- Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit
- Dilakanakan oleh Penanggung Jawab dan pelaksana UKM esensial
dan UKM pengembangan Puskesmas
- Bidang Sumber Daya Kesehatan
Dilaksanakan oleh penanggung jawab sarana prasarana alat
kesehatan, penanggung jawab kepegawaian dan penanggung
jawab kefarmasian

Sebagai Unit Pelaksana Teknis, Kepala Puskesmas bertanggung jawab


langsung kepada Kepala Dinas Kesehatan.

2) Kedudukan Kepala Puskesmas dan Kepala Sub Bagian Tata Usaha


Kepala UPT Puskesmas berwenang memberikan penugasan kepada
Kepala Sub Bagian Tata Usaha dan pegawai puskesmas lainnya. Kepala
Sub Bagian Tata Usaha beftanggung jawab langsung terhadap Kepala
UPT Puskesmas. Penanggung jawab dan pelaksana UKM esensial dan
pengembangan, penanggung jawab dan pelaksana UKP, kefarmasian
dan laboratorium serta penanggung dan pelaksana jaringan dan jejaring
puskesmas beftanggung jawab langsung kepada Kepala UPT
Puskesmas.

3) Kedudukan Penanggung Jawab dan pelaksana teknis kegiatan


Penanggung jawab UKM esensial dan UKM pengembangan
berkedudukan sebagai koordinator pelaksanaan kegiatan UKM esensial
dan pengembangan.
Penanggung jawab UKP, kefarmasian dan laboratorium berkedudukan
sebagai koordinator pelaksanaan kegiatan UKP dan penunjang.
Penanggung jawab jejaring dan jaringan puskesmas berkedudukan
sebagai koordinator pelaksanaan kegiatan pembinaan jejaring di
wilayah kerja puskesmas dan pelaksanaan jaringan pustu dan
ponkesdes dl wilayah kerja puskesmas.
Penanggung jawab dan pelaksana UKM, UKP dan jaringan berada
dalam garis koordinasi untuk menggkoordinasikan masing-masing
kegiatan secara lintas program.

4) Tugas Pokok dan Fungsi:


a) Kepala UPT Puskesmas
Kepala UPT Puskesmas berada dan bertanggung jawab langsung
kepada Kepala Dinas Kesehatan dan secara operasional
bertanggung jawab kepada Camat di wilayah kerjanya.

Pota Tata Ketota BLUD Puskesmas


@
Kapala UPT Puskesmas memiliki tugas pokok mengkoordinasikan
pelakanaan kegiatan pelayanan kesehatan di wilayah kerjanya dan
melaporkan kepada Kepala Dinas Kesehatan.
Fungsi Kepala UPT Puskesmas adalah :
- Menggerakkan pembangungan berwawasan kesehatan
- Melaksanakan pemberdayaan kesehatan masyarakat
- Melaksanakan pelayanan kesehatan tingkat pertama meliputi
UKM dan UKP
- Melaksanakanpengelolaankeuangan
- Melaksanakan evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pelayanan
kesehatan di wilayah kerja
- Melaksanakan tugas kedinasan lain yang diberikan Kepala Dinas
Kesehatan sesuai dengan bidang tugasnya
b) Kepala Sub Bagian Tata Usaha
Sub Bagian Tata Usaha dipimpin oleh tenaga struKural Kepala Sub
Bagian Tata Usaha yang berada dibawah dan bertanggung jawab
kepada Kepala UPT Puskesmas.
Kepala Sub Bagian Tata Usaha memiliki tugas pokok melaksanakan
kegiatan pengelolaan keuangan, umum dan kepegawaian sefta
perencanaan, pencatatan dan pelaporan dan melaporkan kepada
Kepala UPT Puskesmas.
c) Penanggung lawab Upaya Kesehatan Masyarakat dan Perkesmas
UKM dan perkesmas dilaksanakan oleh tenaga medis, paramedis
dan tenaga kesehatan fungsional lainnya yang dikoordinir oleh
Penanggung Jawab UKM dan Perkesmas.
Penanggung Jawab UKM dan Perkesmas bertugas
mengkoordinasikan kegiatan-kegiatan UKM dan Perkesmas dan
bertanggung jawab kepada Kepala UPT Puskesmas.
d) Penanggung Jawab Upaya Kesehatan Perorangan, Kefarmasian dan
Laboratorium
UKP, Kefarmasian dan Laboratorium dilaksanakan oleh tenaga
medis, paramedis, dan tenaga kesehatan fungsional lain sesuai
bidang keahliannya yang dikoordinir oleh Penanggung lawab UKP,
Kefarmasian dan Laboratorium.
Penanggung Jawab UKP, Kefarmasian dan Laboratorium bertugas
mengkoordinasikan kegiatan pelayanan UKP dan bertanggung
jawab kepada Kepala UPT Puskesmas.
e) Penanggung Jawab Jaringan Pelayanan dan Jejaring Fasyankes
Jaringan Pelayanan Kesehatan di UPT Puskesmas dilaksanakan oleh
tenaga fungsional paramedis dan struktural adminstratif yang
dikoordinir oleh Penanggung Jawab laringan Pelayanan dan Jejaring
Fasyankes yang bertanggung jawab kepada Kepala UPT Puskesmas.
Penanggung Jawab Jaringan Pelayanan dan Jejarlng Fasyankes
memiliki tugas pokok mengkoordinasikan pelayanan kesehatan di
jejaring pelayanan Pustu dan Ponkesdes, serta mengkoordinasikan
kegiatan pembinaan pada jejaring Fasyankes di wilayah kerja
Puskesmas dan bertanggung jawab kepada Kepala UPT Puskesmas.

eofu fui. X"fof. erUo eurt"rrr* @


f) Puskesmas Pembantu
Puskesmas Pembantu dipimpin oleh seorang penanggungjawab
Puskesmas Pembantu yang merupakan tenaga fungsional
Paramedis.
PenanggungJawab Puskesmas Pembantu beftugas
mengkoordinasikan kegiatan pelayanan kesehatan di wilayah kerja
Pustu dan bertanggung jawab kepada Kepala UPT Puskesmas.
g) Pondok Kesehatan Desa (Ponkesdes)
Pondok Kesehatan Desa (Ponkesdes) dipimpin oleh seorang
penanggungjawab Ponkesdes yang merupakan tenaga fungsional
Paramedis.
PenanggungJawab Ponkesdes bertugas mengkoordinasikan
pelaksanaan pelayanan kesehatan di wilayah kerja dan secara
teknis bedanggungjawab kepada Kepala UPT Puskesmas dan secara
administratif bertanggung jawab kepada Kepala Desa.

s) Uraian Tugas
Uraian tugas masing-masing struktur yang terdapat dalam bagan
organisasi seperti diuraikan di atas adalah sebagai berikut:
a) Kepala UPT Puskesmas mempunyai tugas:
- Menyusun rencana kegiatan/rencana kerja UPT.
- Menyusun dan menetapkan kebijakan teknis UPT.
- Menyusun dan menetapkan kebijakan operasional dan kinerja
UPT.
- Menyusun dan menetapkan kebljakan mutu pelayanan UPT.
- Melakanakan pelayanan kesehatan perorangan tingkat
pertama.
- Melaksanakan pelayanan kesehatan masyarakat tingkat
pertama.
- Melaksanakan pembinaan kesehatan masyarakat.
- Melaksanakan kegiatan manajemen Puskesmas.
- Melaksanakan pengendalian dan pelaksanaan norma, standart,
pedoman dan petunjuk operasional di bidang pelayanan
kesehatan dasar dan kesehatan masyarakat.
- Melaksanakan pemantauan, evaluasi dan pelaporan kegiatan
UPT,
b) Kepala Sub Bagian Tata usaha mempunyai tugas:
- Menyusun rencana kegiatan Sub Bagian Tata Usaha.
- Menyiapkan bahan bahan pelaksanaan kegiatan di bidang
pelayanan kesehatan dasar dan pelayanan kesehatan
masyarakat.
- Menyiapkan bahan pelaksanaan pengendalian dan pelaksanaan
norma, standar, pedoman, dan petunjuk operasional di bidang
pelayanan kesehatan dasar dan pelayanan kesehatan
masyarakat.
- Menyusun Pedoman Kerja, Pola Tata Kerja, Prosedur dan
Indikator Kerja Puskesmas.
- MelaKanakan administrasi keuangan, kepegawaian, surat
menyurat, kearsipan, administrasi umum, perpustakaan,
kerumahtanggaan, prasarana, dan sarana serta hubungan
masyarakat.
- Melaksanakan pelayanan administratif dan fungsional di
lingkungan UPT.
- Melaksanakan kegiatan mutu administrasi dan manajemen UPT.
- Menyusun laporan kinerja dan laporan tahunan UPT.
- Melaksanakan pemantauan, evaluasi, dan pelaporan kegiatan
Sub Bagian Tata Usaha.
c) Penanggungjawab UKM
- Mengkoordinasikan kegiatan UKM UPT Puskesmas.
- Melakukan monitoring/pemantauan pelaksanaan kegiatan,
kepatuhan prosedur dan analisis kegiatan UKM.
- Melakukan evaluasi capaian kinerja dan mutu kegiatan UKM.
- Melaporkan kepada Kepala UPT Puskesmas.
d) Penanggungjawab UKP
- Mengkoordinasikan kegiatan UKP UPT Puskesmas.
- Melakukan monitoring/pemantauan pelaksanaan pelayanan,
kepatuhan prosedur dan analisis kegiatan pelayanan UKP.
- Melakukan evaluasi capaian kinerja dan mutu pelayanan UKP.
- Melaporkan kepada Kepala UPT Puskesmas.
e) Penanggungjawab Jaringan dan Jejaring
- Mengkoordinasikan kegiatan UKM dan UKP dijaringan
pelayanan kesehatan.
- Melakukan monitoring/pemantauan pelaksanaan kegiatan UKM
dan UKP, kepatuhan prosedur dan analisis kegiatan UKM dan
UKP di jaringan pelayanan kesehatan.
- Melakukan evaluasl capaian kinerja dan mutu UKM dan UKP di
jaringan pelayanan kesehatan.
- Melakukan monitoring dan evaluasi pelayanan kesehatan di
jejaring pelayanan kesehatan.
- Melaporkan kepada Kepala UPT Puskesmas.
Q Pelaksana Perencanaan dan Pelaporan
- Menyiapkan bahan, dokumen, kebijakan dan hasil kegiatan
dalam penyusunan perencanaan kegiatan UPT Puskesmas/
Perencanaan Tingkat Puskesmas.
- Menyusun Pedoman Kerja, Prosedur Kerja dan Kerangka Acuan
Kegiatan Perencanaan dan Pelaporan.
- Melakukan analisis bahan perencanaan kegiatan.
- Menyusun Rencana Usulan Kegiatan dan Rencana Pelakanaan
Kegiatan Puskesmas.
- Menyusun evaluasi dan laporan hasil kegiatan.

Pota Tata Ketota BruD Puskesmas


!!
- Melaporkan kepada Kepala UPT Puskesmas.
g) Pelaksana Keuangan
- Menyiapkan bahan, dokumen dan kebijakan perencanaan
keuangan.
- Menyusun Pedoman Kerja, Prosdeur Kerja dan Kerangka Acuan
Kegiatan pengelolaan keuangan.
- Menyusun perencanaan kegiatan pengelolaan keuangan.
- Melaksanakan kegiatan pengelolaan dan pengadministrasian
keuangan.
- Menyusun evaluasi, analisis dan laporan keuangan.
- Melaporkan kepada Kepala UPT Puskesmas.
h) Pelakana Umum dan Kepegawaian
- Menyiapkan bahan, dokumen dan kebijakan perencanaan
kepegawaian, sarana prasarana dan adminstrasi umum.
- Menyusun Pedoman Kerja, Prosedur Kerja dan Kerangka Acuan
Keglatan kepegawaian, sarana prasarana dan administrasi
umum.
- Menyusun perencanaan kegiatan pengelolaan kepegawaian,
sarana prasarana dan administrasi umum.
- Melaksanakan kegiatan pelayanan kepegawaian dan
administrasi umum.
- Melakukan analisis kepegawaian, sarana prasarana dan
administrasi umum.
- Menyusun Rencana Usulan Kegiatan dan Rencana Pelaksanaan
Kegiatan kepegawaian, sarana prasarana dan administrasi
umum.
- Melakukan evaluasi dan laporan kepegawaian, sarana prasarana
dan administrasi umum.
- Melaporkan kepada Kepala UPT Puskesmas.
i) Pelaksana UKM
- Menyiapkan bahan, dokumen dan kebijakan perencanaan
kegiatan UKM.
- Menyusun Pedoman Kerja dan Prosedur Kerja UKM.
- Menyusun perencanaan kegiatan UKM, Rencanan Usulan
Kegiatan, Rencana Pelaksanaan Kegiatan dan Kerangka Acuan
Kegiatan UKM.
- Melaksanakan evaluasi hasil kegiatan.
j) Penanggungjawab Ruang UKP
- Mengkoordinasikan kegiatan pelayanan di ruang pelayanan.
- Menyiapkan bahan, dokumen dna kebijakan perencanaan
kegiatan pelayanan.
- Menyusun pedoman kefa ruang pelayanan dan prosedur kerja
pelayanan.
- Menyusun rencana kebutuhan sarana kerja, alat kerja dan
bahan kerja.

Pola Tata Kelola BLUD euskesmas


@
- Melaksanakan pemenuhan indikator mutu, kinerja dan evaluasi
hasil kegiatan pelayanan.
k) Pelaksana Pelayanan UKP
- Menyiapkan bahan dan alat kerja pelayanan.
- Melaksanakan kegiatan pelayanan sesuai dengan prosedur yang
berlaku.
- Melakukan pencatatan dan pelaporan hasil kegiatan pelayanan.
- Melaporkan hasil kegiatan kepada Penanggung Jawab
pelayanan.
l) Penanggungjawab Pustu dan Ponkesdes
- Menyiapkan bahan, dokumen dan kebijakan perencanaan
kegiatan pelayanan.
- Menyusun Pedoman Kerja dan Prosedur Kerja.
- Menyusun perencanaan kegiatan, Rencanan Usulan Kegiatan,
Rencana Pelaksanaan Kegiatan dan Kerangka Acuan Kegiatan.
- Mengkoordinasikan kegiatan pelayanan.
- Melaksanakan evaluasi hasil kegiatan.
- Melaporkan kepada Kepala UPT Puskesmas.
m) Pelaksana Pelayanan Pustu dan Ponkesdes
- Menyiapkan bahan dan alat kerja kegiatan.
- Melaksanakan kegiatan sesuai dengan prosedur yang berlaku.
- Melakukan pencatatan dan pelaporan hasil kegiatan.
- Melaporkan hasil kegiatan kepada Penanggung Jawab.

d. Struktur Organisasi, Pembina dan Pengawas seda Uraian Tugas Setelah


Penerapan BLUD
1) Struktur Organisasi
Dalam rangka penerapan Badan Layanan Umum Daerah (BLUD),
organisasi Puskesmas perlu disesuaikan berdasarkan Peraturan Menteri
Dalam Negeri Nomor 79 Tahun 2018 tentang Badan Layanan Umum
Daerah.
Susunan organisasi dalam penerepan pola pengelolaan keuangan,
Pejabat Pengelola Badan Layanan Umum Daerah terdiri dari:
a) Pemimpin BLUD
b) Pejabat Keuangan
c) Pejabat Teknis
Pejabat Pengelola BLUD Puskesmas diangkat dan diberhentikan oleh
Bupati/Walikota. Pemimpin BLUD Puskesmas beftanggung jawab
terhadap Bupati/Walikota, sedangkan Pejabat Keuangan dan Pejabat
Teknis bertanggung jawab kepada Pemimpin BLUD Puskesmas.

Pota Tata Ketota BLUD cusresmas


@
STRUKTUR ORGANISASI UPT PUSKESMAS ,..

XEPALA SUBSAOAII TATA USAHA

PENAIGGI]NG JAWAB UXM

Gambar 2. Bagan Struktur Organisasi BLUD UPT Puskesmas

Pola Tata Kelola BLUD Puskesmas


@
2) Uraian Tugas Penjabat Pengelola
Dari bagan tersebut terlihat bahwa struktur organisasi BLUD UPT
Puskesmas Kabupaten/Kota ... terdiri dari:
a. Pemimpin BLUD dijabat oleh Kepala UPT Puskesmas
b. Pejabat Keuangan dijabat oleh Kepala Sub Bagian Tata Usaha
c. Pejabat Teknis dijabat oleh Penanggung Jawab Pelayanan
Kesehatan yang terdiri dari:
1. Penanggung jawab Pelayanan Kesehatan Perorangan,
kefarmasian dan laboratorium meliputi:
a) Ruang Pendaftaran, Administrasi dan Rekam Medis
b) Ruang Pemeriksaan Umum
c) Ruang Pemeriksaan Lanjut Usia
d) Ruang Konseling Gizi dan Sanitasi
e) Ruang Pemeriksaan MTBS / Anak
f) Ruang Pemeriksaan Gigi
g) Ruang Pelayanan Kesehatan Ibu, Anak, Keluarga
Berencana dan Imunisasi
h) Ruang Pemeriksaan Penyakit Menular
i) Ruang Pemeriksaan Pre-Eklampsia
j) Ruang Pemeriksaan IVA, IMS-HIV
k) Ruang Imunisasi
l) Ruang Pelayanan Farmasi
m) Ruang Laboratorium
n) Ruang Pelayanan 24 Jam dan Gawat Darurat
o) Ruang Rawat Inap
p) Ruang PONED

2. Penanggung Jawab Pelayanan Kesehatan Masyarakat meliputi:


a) Upaya Kesehatan Masyarakat (UKM) Esensial
b) Pelaksana Promosi Kesehatan
c) Pelakana Kesehatan Lingkungan
d) Pelaksana Gizi
e) Pelaksana Kesehatan Ibu, Anak dan Keluarga Berencana
- Pelaksana Deteksi Dini Tumbuh Kembang
- Pelaksana Keluarga Berencana
- Pelaksana Kesehatan Reproduki
f) Pelaksana Pencegahan dan Pengendalian Penyakit
g) Pelaksana Pencegahan Penyakit Tuberkulosis
h) Pelaksana Pencegahan Penyakit Kusta
i) Pelaksana Imunisasi
j) Pelaksana Surveilans
k) Pelaksana Pencegahan Penyakit Demam Berdarah Dengue
(DBD)
l) Pelaksana Pencegahan Penyakit ISPA/D|are
m) Pelaksana Pencegahan Penyakit HIV-AIDS
n) Pelaksana Pencegahan Penyakit Tidak Menular (PTM)
o) Pelaksana Kesehatan Jiwa
Pola Tata Ketota oLuo Rusxesmas
!l
p) Pelaksana Perawatan Kesehatan Masyarakat
q) Upaya Kesehatan Masyarakat (UKM) Pengembangan
- Pelaksana Usaha Kesehatan Sekolah
- Pelaksana Kesehatan Gigi dan Mulut Masyarakat
- Pelaksana Kesehatan Tradisional dan Komplementer
- Pelaksana Kesehatan Kerja dan Olah Raga
- Pelaksana Kesehatan Indera
- Pelaksana Kesehatan Usia Lanjut (Usila)
- Pelaksana Pencegahan Penyakit Hepatitis
- Pelaksana Deteki Dini Kanker Leher Rahim
- Pelaksana Kesehatan Matra/Haji
- Pelaksana Tim Reaksi Cepat (TRC)
- Pelaksana Pengawasan Obat, Makanan dan Minuman

3. Penangung jawab Jaringan pelayanan dan jejaring fasilitas


pelayanan kesehatan terdiri atas:
a) Puskesmas Pembantu
b) Ponkesdes
c) Jejaring fasilitas pelayanan kesehatan

Perubahan lainnya dari struktur organisasi UPT Puskesmas


Kabupaten/Kota ... yang perlu disesuaikan dengan ketentuan dalam
penerapan BLUD adalah sebagai berikut:
a. Penyebutan Pejabat Pengelola BLUD disesuaikan dengan
nomenklatur pemerintah daerah setempat, sebagai berikut:
1. Kepala UPT Puskesmas sebagai Pemimpin BLUD,
2. Pejabat Keuangan direpresentasikan dengan jabatan Kepala Sub
Bagian Tata Usaha
3. Pejabat Teknis direpresentasikan dengan jabatan Penanggung
Jawab Upaya
b. Pemimpin BLUD dapat membentuk Satuan Pengawasan Intern (SPI)
dalam rangka meningkatkan sistem pengawasan dan pengendalian
internal Puskesmas terhadap kinerja pelayanan, keuangan dan
pengaruh lingkungan sosial dalam menyelenggarakan Praktik Bisnis
yang Sehat. Satuan Pengawas Internal dapat direpresentasikan
dengan Tim Manajemen Mutu Puskesmas.
c. Adanya penambahan fungsi dalam penatausahaan keuangan BLUD
yaitu fungsi akuntansi, verifikasi dan pelaporan.

b. Pembina dan pengawas terdiri dari:


1. Pembina Teknis dan Pembina Keuangan
Pembina teknis BLUD Puskesmas adalah Kepala Dinas Kesehatan
sedangkan pembina keuangan adalah Kepala Badan Pendapatan,
Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPPKAD).
2. Satuan Pengawas Internal

Pola Tata Kelola aruD Puskesmas


f[
Satuan Pengawas Internal berkedudukan langsung di bawah
pemimpin BLUD.
3. Dewan Pengawas
Pembentukan Dewan Pengawas dilakukan apabila Puskesmas telah
memenuhi persyaratan tentang Dewan Pengawas yaitu:
a) Jumlah anggota Dewan Pengawas paling banyak 3 (tiga) orang
apabila:
1) Realisasi pendapatan menurut Laporan Realisasi Anggaran 2
(dua) tahun terakhir sebesar Rp....,- (....) sampai dengan Rp ....,-
(... . ); atau
2) Nilai aset menurut neraca 2 (dua) tahun terakhir sebesar Rp ....,-
(....) sampai dengan Rp....,- (....)
b) Jumlah anggota Dewan Pengawas paling banyak 5 (lima) orang
apabila:
1) Realisasi pendapatan menurut Laporan Realisasi anggaran 2
(dua) tahun terakhir, lebih besar dari Rp....,- (......); atau
2) Nilai aset menurut neraca 2 (dua) tahun terakhir lebih besar dari
Rp.,-(...)
3) Tata Laksana
a. Dewan Pengawas
Dewan Pengawas BLUD adalah satuan fungsional yang bertugas
melakukan pembinaan dan pengawasan dan pengendalian internal
terhadap pengelolaan BLUD yang dilakukari oleh pejabat pengelola
sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan, Dewan
Pengawas dibentuk dengan keputusan Kepala Daerah.
1. Pengangkatan dan pemberhentian Dewan Pengawas
a) Keanggotaan Dewan Pengawas
Anggota Dewan Pengawas yang berjumlah 3 (tiga) orang
dapat terdiri dari unsur-unsur:
1) 1 (satu) orang pejabat Dinas Kesehatan yang membidangi
Puskesmas;
2) 1 (satu) orang pejabat Pendapatan, Pengelola Keuangan
dan Aset Daerah;
3) 1 (satu) orang tenaga ahli yang sesuai dengan kegiatan
BLUD Puskesmas.

Anggota Dewan Pengawas yang berjumlah 5 (lima) orang


dapat terdlri dari unsur-unsur:
1) 2 (dua) orang pejabat Dinas Kesehatan yang membidangi
Puskesmas,
2) 2 (dua) orang pejabat Pendapatan, Pengelolaan
Keuangan dan Aset Daerah,
3) 1 (satu) orang tenaga ahli yang sesuai dengan kegiatan
BLUD Puskesmas.

Pola Tata Kelola BLUD Puskesmas


!!
2. Tenaga ahli dapat berasal dari tenaga profesional atau
perguruan tinggi yang memahami tugas fungsi, kegiatan dan
layanan BLUD Puskesmas.
3. Anggota Dewan Pengawas dapat diangkat menjadi anggota
Dewan Pengawas pada 3 (tiga) BLUD.
4. Pengangkatan anggota Dewan Pengawas dilakukan setelah
pengangkatan Pejabat Pengelola.
5. Syarat untuk dapat diangkat menjadi anggota Dewan Pengawas,
yaitu:
a. Sehat jasmani dan rohani;
b. Memiliki keahlian, integritas, kepemimpinan, pengalaman,
jujur, perilaku yang baik, dan dedikasi yang tinggi untuk
memajukan dan mengembangkan BLUD;
c. Memahami penyelenggaraan pemerintahan daerah;
d. Memiliki pengetahuan yang memadai tugas dan fungsi
BLUD;
e. Menyediakan waktu yang cukup untuk melaksanakan
tugasnya;
f. Berijazah paling rendah S-1;
g. Berusia paling tinggi 60 (enam puluh) tahun;
h. Tidak pernah menjadi anggota Direksi, Dewan Pengawas,
atau Komisaris yang dinyatakan bersalah menyebabkan
badan usaha yang dipimpin dinyatakan pailit;
i. I rdak sedang menjalani sanksi pidana; dan
j. ndak sedang menjadi pengurus partai politik, calon kepala
daerah atau calon wakil kepala daerah, dan/atau calon
anggota legislatif.

6. Masa Jabatan Dewan Pengawas


a. Masa jabatan anggota Dewan Pengawas ditetapkan
selama 5 (lima) tahun, dan dapat diangkat kembali untuk
satu kali masa jabatan berikutnya apabila belum berusia
paling tinggi 60 (enam puluh) tahun.
b. Dalam hal batas usia anggota Dewan Pengawas sudah
berusia paling tinggi 60 (enam puluh) tahun, Dewan
Pengawas dari unsur tenaga ahli dapat diangkat kembali
untuk 1 (satu) kali masa jabatan berikutnya.
c. Anggota Dewan Pengawas diberhentikan oleh
Bupati/Walikota ... karena:
1) Meninggal dunia;
2) Masa jabatan berakhir;
3) Diberhentikan sewaktu-waktu.
d. Anggota Dewan Pengawas diberhentikan sebagaimana
dimaksud pada ayat (3) huruf c, karena:
1) tidak dapat melaksanakan tugasnya dengan baik;
2) tidak melaksanaan ketentuan peraturan perundang-
undangan;

Pola Tata Kelola BLUD euskesmas


!!t
3) terlibat dalam tindakan yang merugikan BLUD
Puskesmas;
4) Dinyatakan bersalah dalam putusan pengadilan yang
telah mempunyai kekuatan hukum tetap;
s) Mengundurkan diri;
6) Terlibat dalam tindakan kecurangan yang mengakibatkan
kerugian pada BLUD Puskesmas, negara dan/atau daerah.

7. Sekretaris Dewan Pengawas


a. Bupati/Walikota ... dapat mengangkat Sekretaris Dewan
Pengawas untuk mendukung kelancaran tugas Dewan
Pengawas.
b. Sekretaris Dewan Pengawas bukan merupakan anggota
Dewan Pengawas.

Biaya Dewan Pengawas


Segala biaya yang diperlukan dalam pelaksanaan tugas
Dewan Pengawas termasuk honorarium Anggota dan Sekretaris
Dewan Pengawas dibebankan pada BLUD Puskesmas dan
dimuat dalam Rencana Bisnis Anggaran.

q Pelaksanaan tugas Dewan Pengawas


Dewan Pengawas memiliki tugas:
a. Memantau perkembangan kegiatan BLUD;
b. Menilai kinerja keuangan maupun kinerja non keuangan
BLUD dan memberikan rekomendasi atas hasil penilaian
untuk ditindaklanjuti oleh Pejabat Pengelola BLUD;
Memonitor tindak lanjut hasil evaluasi dan penilaian kinerja
dari hasil laporan audit pemeriksa eksternal pemerintah;
Memberikan nasehar kepada Pejabat Pengelola dalam
melakanakan tugas dan kewajibannya;
e. Memberikan pendapat dan saran kepada Bupati/Walikota
mengenai:
1) RBA yang diusulkan oleh Pejabat Pengelola;
2) Permasalahan yang menjadi kendala dalam pengelolaan
BLUD; dan
3) Kinerja BLUD.
f. Penilaian kinerja keuangan diukur paling sedikit meliputi:
1) Memperoleh hasil usaha atau hasil kerja dari layanan
yang diberikan (rentabilitas);
2) Memenuhi kewajiban jangka pendeknya (likuiditas);
3) Memenuhi seluruh kewajibannya (solvabilitas); dan
4) Kemampuan penerimaan dari jasa layanan untuk
membiayai pengeluaran.
g. Penilaian kinerja non keuangan diukur paling sedikit
berdasarkan perspektif pelanggan, proses internal
pelayanan, pembelajaran, dan peftumbuhan;

Pola Tata Kelola ALUO errf".rn-"r p


h. Dewan Pengawas melaporkan tugasnya kepada Kepala
Daerah secara berkala paling sedikit 1 (satu) kali dalam satu
tahun atau sewaktu-waktu jika diperlukan.

b. Pemimpin BLUD
Dengan mengacu pada Pasal 32 ayat (2) Peraturan Pemerintah
Nomor 23 Tahun 2005 dan Pasal 6 ayat (2) Peraturan Menteri
Dalam Negeri Nomor 79 Tahun 2018, Kepala UPT Puskesmas ....
bertindak sebagai Pemimpin BLUD Puskesmas.
1. Pengangkatan dan pemberhentian Pemimpin BLUD
a) Pemimpin BLUD Puskesmas diangkat dan diberhentikan
oleh Kepala Daerah ....
b) Pemimpin BLUD Puskesmas bertanggung jawab kepada
Kepala Daerah.
c) Pemimpin BLUD diangkat dari pegawai negeri sipil dan/atau
pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja, sesuai
dengan ketentuan perundang-undangan.
d) BLUD Puskesmas dapat mengangkat pemimpin BLUD dari
profesional lainnya sesuai dengan kebutuhan,
profesionalitas, kemampuan keuangan dan berdasarkan
prinsip efisiensi, ekonomis dan produktif dalam
meningkatkan pelayanan.
e) Pemimpin BLUD Puskesmas yang berasal dari tenaga
profesional lainnya dapat dipekerjakan secara kontrak atau
tetap.
0 Pemimpin BLUD Puskesmas dari tenaga profesional lainnya
diangkat untuk masa jabatan paling lama 5 (lima) tahun
dan dapat diangkat kembali untk 1 (satu) kali periode masa
jabatan berikutnya jika paling tinggi berusia 60 (enam
puluh) tahun.
g) Standar Kompetensi Pemimpin BLUD Puskesmas
1) Beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa.
2) Berijazah setidak-tidaknya Strata Satu (S-1) dibidang
Kesehatan.
3) Sehat jasmani dan rohani.
4) Mampu memimpin, membina, mengkoordinasikan dan
mengawasi kegiatan Puskesmas dengan seksama.
5) Mampu melakukan pengendalian terhadap tugas dan
kegiatan Puskesmas sedemikian rupa sehingga dapat
berjalan secara lancar, efektif, efisien dan berkelanjutan.
6) Cakap menyusun kebijakan strategis Puskesmas dalam
meningkatkan pelayanan kesehatan kepada masyarakat.
7) Mampu merumuskan visi, misi, dan program Puskesmas
yang jelas dan dapat diterapkan, diantaranya meliputi:
- Peningkatan kreativitas, prestasi, dan akhlak mulia
insan Puskesmas.
- Penciptaan suasana Puskesmas yang asri, aman, dan
Pola Tata Kelola BLUD Puskesmas
Ell
indah.
- Peningkatan kualitas tenaga medis, paramedis dan
non medis puskesmas.
- Pelaksanaan efektivitas, efisiensi, dan akuntabilitas
program.

2. Fungsi Pemlmpin BLUD


Sesuai dengan Pasal 8 ayat (2) Peraturan Menteri Dalam Negeri
Nomor 79 tahun 2018, Pemimpin BLUD mempunyai fungsi
sebagai penanggung jawab umum operasional dan keuangan di
Puskesmas. Pemimpin BLUD bertindak selaku Kuasa Pengguna
Anggaran (KPA)/Kuasa Pengguna Barang Puskesmas.

Dalam hal pemimpin BLUD tidak berasal dari Pegawai Negeri


Sipil maka pejabat keuangan ditunjuk sebagai Kuasa Pengguna
Anggaran/Kuasa Penggunan Barang.

3. Tugas Pemimpin BLUD


a) Memimpin, mengarahkan, membina, mengawasi,
mengendalikan dan mengevaluasi penyelenggaraan kegiatan
BLUD agar lebih efisien dan produKivitas;
b) Merumuskan penetapan kebijakan teknis BLUD serta
kewajiban lainnya sesuai dengan keb'rjakan yang telah
ditetapkan Kepala Daerah;
c) Menyusun Rencana Strategis;
d) Menyiapkan RBA;
e) Mengusulkan calon pejabat keuangan dan pejabat teknis
kepada kepala daerah sesuai dengan ketentuan;
0 Menetapkan pejabat lainnya sesuai dengan kebutuhan BLUD
selain pejabat yang telah ditetapkan dengan peraturan
perundang-undangan;
s) Mengoordinasikan pelaksanaan keb'rjakan BLUD yang
dilakukan oleh pejabat keuangan dan pejabat teknis,
mengendalikan tugas pengawasan internal, serta
menyampaikan dan mempertanggunjawabkan kinerja
operaslonal serta keuangan BLUD kepada kepala daerah;
h) Tugas lainnya yang ditetapkan oleh kepala daerah sesuai
kewenangannya.

c. Pejabat Keuangan
Dengan mengacu pada Pasal 10 Peraturan Menteri Dalam Negeri
Nomor 79 Tahun 2018 Kepala Sub Bagian Tata Usaha bertindak
sebagai Pejabat Keuangan dan berfungsi sebagai penanggung
jawab keuangan puskesmas yang meliputi fungsi berbendaharaan,
fungsi akuntansi, fungsi verifikasi dan pelaporan.
1. Pengangkatan dan pemberhentian Pejabat Keuangan

pota Tata Kelota BLUD Puskesmas


lll
a) Pejabat Keuangan BLUD Puskesmas diangkat dan
diberhentikan oleh Kepala Daerah ....
b) Pejabat Keuangan bertanggung jawab kepada pemimpin
BLUD Puskesmas.
c) Pejabat Keuangan dalam melakanakan tugasnya dibantu
oleh Bendahara Penerimaan dan Bendahara pengeluaran,
d) Pejabat Keuangan, Bendahara penerimaan dan Bendahara
Pengeluaran harus dijabat oleh pegawai Negeri Sipil.
e) Standard Kompetensi:
l)
Beriman dan bertakwa kepada Tuhan yang Maha Esa.
2) Ber[azah setidak-tidaknya D3.
3) Sehat jasmani dan rohani.
4) Cakap melaksanakan tugas sesuai dengan tugas
pokokdan fungsi jabatan sesuai dengan peraturan
perundang-undangan yang berlaku.
5)Mempunyai kemampuan melaksanakan administrasi
kepegawaian.
6)Mempunyai kemampuan melaksanakan administrasi
perkantoran.
7)Mempunyai kemampuan melakanakan administrasi
barang.
8)Mempunyai kemampuan melaksanakan administrasi
rumah tangga.
9)Mempunyai kemampuan melaksanakan administras
penyusunan program dan laporan

2. Tugas Pejabat Keuangan BLUD


Selain melaksanakan tugas sebagai Kepala Sub Bagian Tata
Usaha, Pejabat Keuangan BLUD puskesmas memiliki tugas
sebagai berikut:
a) Merumuskan kebijakan terkait pengelolaan keuangan;
b) Mengoordinaskan penyusunan RBA;
c) Menyiapkan DPA;
d) Melakukan pengelolaan pendapatan dan belanja;
e) Menyelenggarakan pengelolaan kas;
f) Melakukan pengelolaan utang, piutang, dan investasi;
g) Menyusun kebijakan pengelolaan barang milik daerah yang
berada di bawah penguasaannya;
h) Menyelenggarakan akuntansi dan penyusunan laporan
keuangan; dan
i) Tugas lainnya yang ditetapkan oleh kepala daerah dan/atau
pemimpin BLUD sesuai dengan kewenangannya.

d. PejabatTeknis.
Dengan mengacu pada Pasal ll
Peraturan Menteri Dalam Negeri
Nomor 79 Tahun 2018, Koordinator Pelayanan Kesehatan bertindak
sebagai Pejabat Teknis dan berfungsi sebagai penanggung jawab
teknis operasional dan pelayanan di bidangnya.
l. Pengangkatan dan pemberhentian Pejabat Teknis
a. Pejabat Teknis BLUD diangkat dan diberhentikan oleh Kepala
Daerah ....
b. Pejabat Teknis bertanggung jawab kepada pemimpin BLUD.
c. Pejabat Teknis BLUD dapat terdiri dari pegawai negeri sipil
dan/atau pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja,
sesuai dengan ketentuan perundang-undangan.
d. BLUD Puskesmas dapat mengangkat pejabat Teknis BLUD
dari profesional lainnya sesuai dengan kebutuhan,
profesionalitas, kemampuan keuangan dan berdasarkan
prinsip efisiensi, ekonomis dan produktif dalam meningkatkan
pelayanan.
e. Pejabat Teknis BLUD Puskesmas yang berasal dari tenaga
profesional lainnya dapat dipekefiakan secara kontrak atau
tetap.
f. Pejabat Teknis BLUD Puskesmas dari tenaga profesional
lainnya diangkat untuk masa jabatan paling lama 5 (lima)
tahun dan dapat diangkat kembali untk 1 (satu) kali periode
masa jabatan berikutnya jika paling tinggi berusia 60 (enam
puluh) tahun.
s. Pengangkatan dan pemberhentian Pejabat Teknis BLUD yang
berasal dari pegawai negeri sipil disesuaikan dengan
ketentuan perundangan-undangan di bidang kepegawaian.
Pengangkatan dalam jabatan dan penempatan pejabat
Teknis BLUD ditetapkan berdasarkan kompetensi dan
kebutuhan praktik bisnis yang sehat. Kompetensi merupakan
kemampuan dan keahlian yang dimiliki oleh Pejabat Teknis
BLUD berupa pengetahuan, keterampilan dan sikap perilaku
yang diperlukan dalam pelaksanaan tugas. Kebutuhan praktik
bisnis yang sehat merupakan kesesuaian antara kebutuhan
jabatan, kualitas dan kualifikasi dengan kemampuan
keuangan BLUD.

2. Standar Kompetensi:
a. Beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa.
b. Berijazah setidak-tidaknya D3.
c. Sehat jasmani dan rohani.
d. Cakap melaksanakan tugas sesuai dengan tugas pokok dan
fungsi jabatan sesuai dengan peraturan perundang
undangan yang berlaku.
e. Menguasai secara umum tentang segala fasilitas dan
pelayanan UPT Puskesmas.
t. Menguasai pedoman pelayanan, prosedur pelayanan dan
standar pelayanan sesuai dengan bidang tugasnya.
g. Memiliki komitmen kuat terhadap peningkatan mutu
pelayanan Puskesmas.

3. Tugas Pejabat Teknis


Selain melaksanakan tugas koordinasi pelaksanaan pelayanan
medis dan pelaksanaan pelayanan kesehatan masyarakat, tugas
Pejabat Teknis berkaitan dengan mutu, standarisasi,
administrasi, peningkatan kualitas SDM dan peningkatan sumber
daya lainnya. Adapun Pejabat Teknis BLUD Puskesmas
mempunyai tugas sebagai berikut:
a. Menyusun perencanaan kegiatan teknis operasional dan
pelayanan di unit kerjanya;
b. Melaksanakan kegiatan teknis operasional dan pelayanan
berdasarkan RBA;
c. Memimpin dan mengendalikan kegiatan teknis operaslonal
dan pelayanan di unit kerjanya; dan
d. Tugas lainnya yang ditetapkan oleh kepala daerah dan/atau
pemimpin BLUD sesuai dengan kewenangannya.

Satuan Pengawasan Intern (SPI)


Pemimpin BLUD Puskesmas dapat membentuk Satuan Pengawasan
Internal yang merupakan aparat internal puskesmas untuk
pengawasan dan pengendalian internal terhadap kinerja pelayanan,
keuangan dan pengaruh lingkungan sosial dalam menyelenggarakan
Praktek Bisnis Yang Sehat.
Satuan Pengawasan Internal dipimpin oleh seorang ketua yang
bertanggung jawab secara langsung di bawah Pemimpin BLUD
Puskesmas, dengan mempeftimbangkan:
1. Keseimbangan antara manfaat dan beban;
2. Kompleksitas manajemen; dan
3. Volume dan/atau jangkauan pelayanan.
Satuan Pengawasan Internal terdiri dari tim audit bidang
administrasi dan keuangan, tim audit bidang pelayanan medis, serta
tim audit bidang kesehatan masyarakat sesuai dengan kebutuhan
puskesmas.
Satuan Pengawasan Internal melaksanakan audit secara rutin
terhadap seluruh unit kerja di lingkungan puskesmas meliputi
bidang administrasi dan keuangan, bidang pelayanan medis, dan
bidang kesehatan masyarakat.
1. Persyaratan untuk dapat diangkat menjadi Satuan Pengawas
Internal Puskesmas:
a) Sehat jasmani dan rohani;
b) Memiliki keahlian, Integrltas, pengalaman, jujur, perilaku
yang baik, dan dedikasi yang tinggi untuk memajukan dan
mengembangkan BLUD;
c) Memahami penyelenggaraan pemerintahan daerah;
d) Memahami tugas dan fungsi BLUD;
Pola Tata Kelola BLUD Puskesmas
![
e) Memiliki pengalaman teknis pada BLUD;
f) Berijazah paling rendah D3;
g) Pengalaman kerja paling sedikit 3 (tiga) tahun;
h) Berusia paling rendah 30 (tiga puluh) tahun dan paling tinggi
55 (lima puluh lima) tahun pada saat mendaftar pertama kali;
i) Tidak pernah dihukum karena melakukan tindak pidana yang
merugikan keuangan negara atau keuangan daerah;
i) l]dak sedang menjalani sanksi pidana; dan
k) Mempunyai sikap independen dan obyektif.

2. Fungsi Satuan Pengawas Internal


a) Membantu Pemimpin BLUD Puskesmas dalam melakukan
pengawasan internal puskesmas.
b) Memberikan rekomendasi perbaikan untuk mencapai
sasaran puskesmas secara ekonomis, efisien, dan efektif.
c) Membantu efektivitas penerapan pola tata kelola di
puskesmas.
d) Menangani permasalahan yang berkaitan dengan indikasi
terjadinya KKN (Kolusi, Korupsi, dan Nepotisme) yang
menimbulkan kerugian puskesmas sama dengan unit kerja
terkait.

a Tugas Satuan Pengawasan Internal


Tugas Satuan Pengawas Internal adalah membantu manajemen
Puskesmas untuk:
a) Pengamanan harta kekayaan;
b) Menciptakan akurasi sistem informasi keuangan;
c) Menciptakan efisiensi dan produktivitas; dan
d) Mendorong dipatuhinya kebijakan manajemen dalam
penerapan Praktek Bisnis Yang Sehat.

4. Kewenangan Satuan Pengawas Internal


a) Mendapatkan akses secara penuh dan tidak terbatas
terhadap unit-unit kerja puskesmas, aktivitas, catatan-
catatan, dokumen, personel, aset puskesmas, serta
informasi relevan lainnya sesuai dengan tugas yang
ditetapkan oleh Pemimpin BLUD Puskesmas.
b) Menetapkan ruang lingkup kerja dan menerapkan teknik-
teknik audit yang diperlukan untuk mencapai efektivitas
sistem pengendalian internal.
c) Memperoleh bantuan, dukungan, maupun kedasama dari
personel unit kerja yang terkait, terutama dari unit kerja
yang diaudit.
d) Mendapatkan kerjasama penuh dari seluruh unsur Pejabat
Pengelola Puskesmas, tanggapan terhadap laporan, dan
langkah-langkah perbaikan.

Pola Tata Kelola BLUD Puskesmas


@
e) Mendapatkan dukungan sumberdaya yang memadai untuk
keperluan pelaksanaan tugasnya.
0 Mendapatkan bantuan dari tenaga ahli, baik dari dalam
maupun luar puskesmas, sepanjang hal tersebut diperlukan
dalam pelaksanaan tugasnya.

f. Pegawai BLUD
1. Pegawai BLUD menyelenggarakan kegiatan untuk mendukung
kinerja BLUD.
2. Pegawai BLUD berasal dari Pegawai Negeri Sipil dan/atau
pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja, sesuai dengan
ketentuan peraturan perundang-undangan.
3. Pegawai BLUD dapat diangkat dari tenaga profesional lainnya
sesuai dengan kebutuhan profesionalitas, kemampuan keuangan
dan berdasarkan prinsip efisiensi, ekonomis dan produktif dalam
meningkatkan pelayanan.
4. Pegawai BLUD dari tenaga profesional lainnya dapat
dipekerjakan secara kontrak atau tetap dan dilaksanakan sesuai
dengan jumlah dan komposisi yang telah disetujui BPPKAD.
5. Pengangkatan dan penempatan pegawai BLUD berdasarkan
kompetensi yaitu pengetahuan, keahlian, ketrampilan, integritas,
kepemimpinan, pengalaman, dedikasi dan sikap perilaku yang
diperlukan dalam pelaksanaan tugas dan sesuai dengan
kebutuhan Praktek Bisnis Yang Sehat.

PROSEDUR KERJA
Prosedur kerja dalam tata kelola Puskesmas menggambarkan pola
hubungan dan mekanisme kefia antar posisi jabatan dan fungsi dalam
organisasi. Prosedur kerja puskesmas dalam rangka memberikan pelayanan
kepada masyarakat baik pelayalanan kesehatan perorangan maupun pelayanan
kesehatan masyarakat dituangkan dalam bentuk Standar Operating Prosedur
(SOP) pelayanan kesehatan, pelayanan penunjang kesehatan serta pelayanan
manajemen, meliputi:
1. Ruang Pendaftaran, Administrasi dan Rekam Medis
2. Ruang Pemeriksaan Umum
3. Ruang Pemerikaan Lanjut Usia
4. Ruang Konseling Gizi dan Sanitasi
5. Ruang Pemeriksaan MTBS/Anak
6. Ruang Pemeriksaan Gigi
7. Ruang Pelayanan Kesehatan lbu, Anak, Keluarga Berencana dan Imunisasi
8. Ruang Pemeriksaan Penyakit Menular
9. Ruang Pemeriksaan IVA, IMS-HIV
10. Ruang Pemeriksaan Pre-Eklampsia
11. Ruang Imunisasi
12. Ruang Pelayanan Farmasi
13. Ruang Laboratorium
14. Ruang Pelayanan 24 jam dan Gawat Darurat

Pota Tata Ketota aluo Puskesmas


![
15. Ruang Rawat Inap
16.Ruang PONED
17. Tata Usaha/Administrasi
18. Pelayanan Kesehatan Masyarakat
19. Pelayanan Jaringan Puskesmas

SOP diusulkan oleh pelaksana kegiatan sesuai kebutuhan kemudian


ditetapkan oleh Kepala UPT Puskesmas/Pemimpin BLUD. SOP tersebut kemudian
disosialisaikan kepada pihak-pihak terkait baik internal maupun eksternal. SOp
yang telah disusun dilakukan evaluasi secara berkala dan dapat dibuat SOp baru
atau revisi jika diperlukan.

Jenis-jenis SOP yang berlaku di Puskesmas .... lebih lengkap dicantumkan


pada Lampiran.

Selain melalui SOP, mekanisme kerja pelayanan di Puskesmas ....


digambarkan juga dalam Alur Pelayanan yaitu:
(Lampiran):
1. Alur Pelayanan Pendaftaran
2. Alur Pelayanan Pemeriksaan Umum
3. Alur Pelayanan Pemeriksaan Gigi dan Mulut
4. Alur Pelayanan Kesehatan Ibu dan Anak
5. Alur Pelayanan Skrening Pre Eklampsia
6. Alur Pelayanan Manajemen Terpadu Balita Sakit
7. Alur Pelayanan Ruang Pelayanan Lanjut Usia (Lansia)
B. Alur Pelayanan Kamar Obat
9. Alur Pelayanan Laboratorium
10. Alur Pelayanan Gawat Darurat 24 Jam
11. Alur Pelayanan Rawat Inap
12. Alur Pelayanan Poned

aLuo eusxesmas
Pota Tata Ketota
!!
DTAGRAM ALUR PROSEDUR PELAYANAN
UPT PUSKESMAS.....

1. Alur Pelayanan Pendaftaran

PASIEN DATANG

PASIEN MENGAMBIL NOMOR ANTRIAN DI MESIN ANTRIAN

PASIEN MELETAKKAN KARTU BERKUNJUNG DAN MENUNGGU

PETUGAS MEMANGGIL PASIEN DAN MENDATA PASIEN DAN


MENANYAKAN TU]UAN PASIEN

2. Alur Pelayanan Pemeriksaan Umum

R. PELAYANAN RUJUKAN

Pola Tata Kelola BLUD Puskesmas


3. Alur Pelayanan Pemeriksaan Gigi dan Mulut

4. Alur Pelayanan Kesehatan Ibu dan Anak

R. PELAYANAN KIA

Pota Tata Ketota BLUD Puskesmas


![
5. Alur Pelayanan Manajemen Terpadu Balita Sakit

6. Alur Pelayanan Ruang Pelayanan Lanjut Usia (Lansia)

Pola Tata Kelola Bt-uD euskesmas


![
7. Alur Pelayanan Skrening Pre Eklampsia

R. PEL.
SKRINI
GPE
(PEM
ROT,
I{AP,
Bt{I

8. Alur Pelayanan Kamar Obat

R PELAYAIIAN UI'IUM

R PELAYAI{AN XIA

R PELAYANAN MTAS

R PELAYANAI LANSIA

R PELAYANAN GIGt

R PELAYANAN IVA

R PELAYANAI{ PRE
EKLAMPSIA

Pola Tata Kelola BLUD Puskesmas


9. Alur Pelayanan Laboratorium

R PELAYANAN KIA/XB

R PELAYANAT MTBS

R PELAYANAN GIGI

R. PELAYANAN GAWAT
DARURAT

R PELAYANAN UII{SIA

R PELAYA A MWAT
INAP

10. Alur Pelayanan Gawat Darurat 24 Jam

Pota Tata Ketota BLUD Puskesmas


!l!
11. Alur Pelayanan Rawat Inap

RAWATINAP
r' NFORM CONCENT DC 5 S
r' RE-IDENTIFIKASI
r' TINDAKAN PELAYANAN
MERAWAT SESUAI ADVIS
DOKTER

12. Alur Pelayanan Poned

Pola Tata Kelola BLUD Puskesmas


Etr
C. PENGELOMPOKAN FUNGSI (contoh)
Pengelompokan fungsi Puskesmas .... menggambarkan pembagian yang
jelas dan rasional antara fungsi pelayanan dan fungsi pendukung yang sesuai
dengan prinsip pengendalian intern dalam rangka efektifitas pencapaian
organisasi. Dari uraian struKur organisasi tersebut di atas, tergambar bahwa
organisasi puskesmas telah dikelompokkan sesuai dengan fungsi sebagai berikut:
1. Telah dilakukan Pemisahan fungsi yang tegas antara Dewan pengawas dan
Pejabat Pengelola BLUD yang terdiri dari Pemimpin BLUD, pejabat Keuangan,
dan Pejabat Teknis.
2. Pembagian fungsi pelayanan kesehatan, fungsi penunjang pelayanan
kesehatan dan fungsi penyelenggaraan administrasi.
3. Pembagian tugas pokok dan kewenangan yang jelas untuk masing masing
fungsi dalam organisasi yang ditetapkan melalui keputusan Kepala puskesmas.
4. Fungsi audit internal di lingkungan Puskesmas dengan membentuk Satuan
Pengawas Internal (SPI).

Fungsi Organisasi Puskesmas d'rjabarkan sebagai berikut:


1. Fungsi pelayanan kesehatan (service)
Fungsi pelayanan di puskesmas d'rjalankan oleh penanggung jawab dan
pelaksana kegiatan UKM dan UKP sebagai berikut:
a. Upaya Kesehatan Masyarakat Esensial
1) Upaya promosi kesehatan
2) Upaya gizi masyarakat
3) Upaya kesehatan lingkungan
4) Upaya pencegahan dan pengendalian penyakit
a) P2 Tuberkulosis
b) P2 kusta
c) Imunisasi
d) Surveilans
e) P2 Demam Berdarah Dengue
f)
P2 Infeksi Saluran Pernafasan Akut & Diare
g) P2 HIV-AIDS
h) P2 Tidak Menular/PTM
i)
Kesehatan jiwa
5) Upaya kesehatan ibu dan anak
a) Keluarga Berencana/KB
b) Kesehatan reproduksi
6) Perawatan Kesehatan Masyarakat (Perkesmas)
b. Upaya Kesehatan Masyarakat Pengembangan
1) Upaya kesehatan sekolah (UKS)
2) Kesehatan gigi dan mulut masyarakat
3) Kesehatan tradisional dan komplementer
4) Kesehatan kerja dan olah raga
5) Kesehatan indera
6) Kesehaan lanjut usia
7) P2 Hepatitis
rata Kelola BLUD Puskesmas
Pola
!l!
8) Deteksi dini kanker leher rahim
9) Kesehatan matra/haji
10)Tim reaksi cepat (TRC)
11)Pengawasan obat, makanan dan minuman

c. Upaya Kesehatan Perorangan


1) Pelayanan pendaftaran dan administrasi
2) Pelayanan pemeriksaan umum
3) Pelayanan pemeriksaan lanjut usia
4) Pelayanan konseling gizi dan sanitasi
5) Pelayanan pemeriksaan MTBS/Anak
6) Pelayanan pemeriksaan gigi
7) Pelayanan pemeriksaan kesehatan ibu dan anak dan imunisasi
8) Pelayanan Keluarga Berencana/KB
9) Pelayanan pemeriksaan IVA dan IMS-HIV
10)Pelayanan pemeriksaan Pre-eklampsia
11)Pelayanan gawat darurat 24 jam
12)Pelayanan Rawat inap
13)Pelayanan PONED

2. Fungsi Penyelenggaraan Administrasi


Fungsi penyelenggaraan administrasi dilaksanakan oleh sub bagian tata usaha
meliputi kegiatan:
a. Penyelenggaraan administrasi kepegawaian
b. Penyelenggaraan pengelolaan keuangan
c. Penyelenggaraan pengelolaan barang, sarana dan prasarana termasuk
gedung dan kendaraan ambulans

3. Fungsi Pendukung/Penunjang
Fungsi pendukung/penunjang di puskesmas dilaksanakan oleh penanggung
jawab dan pelakana:
a. Laboratorium dan pemeriksaan penunjang
b. Kefarmasian dan obat-obatan
c. Pengelolaan alat kesehatan/kedokteran
D. PENGELOLAITN SUMBER DAYA MANUSIA (contoh)
Pengelolaan sumber daya manusia merupakan pengaturan dan
pengambilan kebijakan yang jelas, terarah dan berkesinambungan mengenai
sumber daya manusia pada suatu organisasi dalam rangka memenuhi
kebutuhannya baik pada jumlah maupun kualitas yang paling menguntungkan
sehingga organisasi dapat mencapai tujuan secara efisien,efektif, dan ekonomis.
Organisasi modern menempatkan karyawan pada posisi terhormat yaitu sebagai
aset berharga (brainware) sehingga perlu dikelola dengan baik mulai
penerimaan, selama aktif bekerja maupun setelah purna tugas.

Pola Tata Kelola BLUD errr"rru, p


Pengelolaan Sumber Daya Manusia meliputi: ABK

NO Jenis Tenaga Jumlah Status Standar Perhitungan Kekurangan


Xebutuhan Analisis
Beban Kerja

1 Dokter 4 3Pt{S,1THL 6 6 2

2 Dokter gigi 3 1 PNS (kapusk), 2 2 Lebih 1


1 CPNS, 1, THL

3 Apoteker 1 ITHL 2 2 I
4 Asisten Apoteker 0 honorcr 2 2 2
5 Mministrasi 1 I PNS 1 I 0
Kepegawaian

6 Bendahara 0 0 3 3

7 Pengodrninistarasi 2 2 PNs 2 0
Umum

8 Sistem Infor.nasi 1 1 Honorer 2 I


Kesehatan

9 PerEelola Barang 0 0 2 2
Aset Negara

,.0 Peng€lola 1 I Hooorer 1 1 0


Program dan
Pelaporan

t1 Kasir 1 1 Honoaer 1 1 0

\2 Perekam Medis 0 0 2 2 2

l3 lcbeGihan 2 2 honorer 4 4 2

14 Sopir Amtulan I I Hooorer 2 2 I


15 Peniaga 2 r THL, T 3 3 I
keamanan Honorer

t6 Perdwat 23 5 PNS, 4 THL 4 23 l1 0


honorer

Perawat desa 16 15 PTT,I THL 21 15 5


(pustu
/ponkesdes)

t7 Perawat gigi I Pt{s 1 1 0


18 Bdan 11 6PNt5 l9 19 8
honorea

Bdan 2L 18PNS, 2 PTT, 1 2L 21 0


tr stu/ponkesdes THL

19 Nutsisionist 1 1 Pt'ls 1 I
20 kanata Lab 2 IPI{S, 1 THL 4 4 2

2t Sanitarian 1 1 PNS 2 2 I

22 homkes 0 0 I 1 I
23 Epidemologi 0 0 I 1 I
f.es€hatan

Pola Tata Kelola BLUD Puskesmas


![
No Jenis Tenaga Jumlah Status Standar Perhitungan Kekurangan
xebutuhan Analisis
Beban kerja

]UMIAH 95 5I PNS, 18 THL, tt7 101 l6


t7 nr,9
honorer

1. Perencanaan Pegawai
Perencanaan Pegawai merupakan proses yang sistimatis dan Strategis untuk
mempredlksi kondisi lumlah PNS atau Non PNS jenis Kualifikasi, keahlian dan
kompetensi yang diinginkan dimasa depan melalui Analisis Beban Kerja dan
diharapkan dapat melaksanakan tugas dengan baik agar pelayanan di
Puskesmas dapat lebih baik dan hasilnya meningkat

2. Pengangkatan Pegawai
Pola rekruitmen SDM baik tenaga medis, paramedis maupun non medis pada
UPT Puskesmas..... Kabupaten/Kota ... adalah sebagai berikut:
a. SDM yang berasal dari Pegawai Negeri Sipil (PNS).
Pola rekruitmen SDM yang berasal dari Pegawai Negeri Sipil (PNS) di UPT
Puskesmas ..... Kabupaten/Kota ... dilaksanakan sesuai dengan peraturan
perundangan-undangan yang berlaku di
Lingkungan Pemerintah
Kabupaten/Kota ....
b. SDM yang berasal dari Tenaga Profesional Non-PNS.
Pola rekruitmen SDM yang berasal dari tenaga profesional non-PNS
dilaksanakan sebagai berikut:
1) Pengangkatan pegawai berstatus Non PNS dilakukan sesuai dengan
kebutuhan profesionalitas, kemampuan keuangan dan berdasarkan
pada prinsip efisiensi, ekonomis dan produktif dalam rangka
peningkatan pelayanan.
2) Rekruitmen SDM dimakudkan untuk mengisi formasi yang lowong atau
adanya perluasan organisasi dan perubahan pada bidang-bidang yang
sangat mendesak yang proses pengadaannya tidak dapat dipenuhi oleh
Pemerintah Kabupaten/Kota.
3) Jumlah dan komposisi pegawai Non PNS telah disetujui oleh BPPKAD
4) Tujuan rekruitmen SDM adalah untuk menjaring SDM yang profesional,
jujur, bertanggung jawab, netral, memiliki kompetensi sesuai dengan
tugas/jabatan yang akan diduduki sesuai dengan kebutuhan yang
diharapkan serta mencegah terjadinya unsur KKN (kolusi, korupsi, dan
nepotisme) dalam rekruitmen SDM.
5) Rekruitmen SDM dilakukan berdasarkan prinsip netral, objektif,
akuntabel, bebas dari KKN serta terbuka.
6) Mekanisme pengangkatan pegawai berstatus Non PNS lebih lanjut
akan diatur dalam Peraturan Bupati^Valikota ....
7) Pengangkatan dan penempatan pegawai BLUD berdasarkan kompetensi
yaitu pengetahuan, keahlian, ketrampilan, integritas, kepemimpinan,
pengalaman, dedikasi dan sikap perilaku yang diperlukan dalam
pelaksanaan tugas dan sesuai dengan kebutuhan Praktek Bisnis Yang
Sehat.

Pola Tata Kelola BLUD Puskesmas


!!
Penempatan Pegawai
Penempatan pegawai BLUD berdasarkan kompetensi yaitu pengetahuan,
keahlian, ketrampilan, integritas, kepemimpinan, pengalaman, dedikasi
dan sikap perilaku yang diperlukan dalam pelaksanaan tugas dan sesuai
dengan kebutuhan Praktek Bisnis Yang Sehat

Sistem Remunerasi
1) Pengaturan Remunerasi
Pejabat pengelola BLUD dan Pegawai BLUD dapat diberikan remunerasi
sesuai dengan tingkat tanggung jawab dan profesionalisme. Komponen
Remunerasi meliputi:
a) Gaji yaitu imbalan kerja berupa uang yang bersifat tetap setiap
bulan;
b) Tunjangan tetap yaitu imbalan kerja berupa uang yang bersifat
tambahan pendapatan di luar gaji setiap bulan;
c) Insentif yaitu imbalan kerja berupa uang yang bersifat tambahan
pendapatan di luar gaji;
d) Bonus atas prestasi yaitu imbalan kerja berupa uang yang bersifat
tambahan pendapatan di luar gaji, tunjangan tetap dan insentit
atas prestasi kerja yang dapat diberikan 1 (satu) kali dala I (satu)
tahun anggaran setelah BLUD memenuhi syarat tertentu;
e) Pesangon yaltu imbalan kerja berupa uang santunan purna jabatan
sesuai dengan kemampuan keuangan; dan/atau
f) Pensiun yaitu imbalan kerja berupa uang.

2) Pengaturan Remunerasi ditetapkan oleh Bupati/Walikota berdasarkan


usulan yang disampaikan oleh pemimpin BLUD dengan
mempertimbangkan prinsip proporsionalitas, kesetaraan, kepatutan,
kewajaran dan kinerja dan dapat memperhatikan indeks harga
daerah/wilayah.

3) Bupati/Walikota dapat membentuk tim pengaturan remunerasi yang


keanggotaannya dapat berasal dari unsur:
a) Dinas Kesehatan;
b) Dinas Pendapatan, Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah;
c) Perguruan Tinggi; dan
d) Lembaga Profesional.

4) Indikator Remunerasi meliputi:


a) Pengalaman dan masa kerja;
b) Ketrampilan, ilmu pengetahuan dan perilaku;
c) Risiko kerja;
d) Tingkat kegawatdaruratan;
e) Jabatan yang disandang; dan
f) Hasil/capaian kinerja.

Pola Tata Kelola BIUD Puskesmas


@
5) Remunerasi bagi Pejabat Pengelola meliputi:
a) Berslfat tetap berupa gaji;
b) Bersifat tambahan berupa tunjangan tetap, insentif, dan bonus atas
prestasi kerja; dan
c) Pesangon bagi Pegawai Pemerintah dengan perjanjian kerja dan
profesional lainnya serta pensiun bagi Pegawai Negeri Sipil.

6) Indikator tambahan bagi remunerasi pemimpin BLUD


mempeftimbangkan faktor:
a) Ukuran dan jumlah aset yang dlkelola, tingkat pelayanan serta
produktivitas;
b) Pelayanan sejenis;
c) Kemampuan pendapatan; dan
d) Kinerja operasional berdasarkan indikator keuangan, pelayanan,
mutu dan manfaat bagi masyarakat.

7) Remunerasi bagi pejabat keuangan dan pejabat teknis ditetapkan


paling banyak sebesar 90o/o (sembllan puluh persen) dari remunerasi
pemimpin.

B) Remunerasi bagi Pegawai meliputi:


a) Bersifat tetap berupa gaji;
b) Bersifat tambahan berupa tunjangan tetap, insentif, dan bonus atas
prestasi kerja; dan
c) Pesangon bagi Pegawai Pemerintah dengan perjanjian kerja dan
profesional lainnya serta pensiun bagi Pegawai Negeri Sipil.

9) Remunerasi bagi Dewan Pengawas berupa honorarium sebagai imbalan


kerja berupa uang, bersifat tetap dan diberikan setiap bulan.
Honorarium Dewan Pengawas sebagai berikut:
a) Honorarium Ketua Dewan Pengawas paling banyak sebesar 40olo
(empat puluh persen) dari gaji dan tunjangan pemimpin;
b) Honorarium anggota Dewan Pengawas paling banyak sebesar 360lo
(tiga puluh enam persen) dari gaji dan tunjagan pemimpin; dan
c) Honorarium sekretaris Dewan Pengawas paling banyak sebesar
15o/o (lima belas persen) dari gaji dan tunjangan pemimpin.

10) Pemberian gaji, tunjangan dan pensiun bagi PNS sesuai dengan
peraturan perundang-undangan.

e. Suksesi Manajemenflenjang Karir


Kepala Puskesmas mengusulkan persyaratan jabatan dan proses seleki
untuk jabatan tertentu sesuai dengan kebutuhan Puskesmas dalam
menjalankan strategi.

Pola Tata Kelola BLUD Puskesmas


@
1) Penetapan persyaratan jabatan dan proses seleksi untuk jabatan
tersebut diatas harus dilaporkan kepada Kepala Daerah melalui kepala
dinas.
2) Kepala Puskesmas mengusulkan program pengembangan kemampuan
pegawai Puskesmas baik fungsional maupun struktural secara
transparan

f. Pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM)


Program pengembangan sumber daya manusia Puskesmas lima tahun ke
depan diarahkan pada pemenuhan jumlah SDM agar berada pada rasio
yang ideal. Selain itu, pengembangan sumber daya manusia juga
diarahkan agar memenuhi kualifikasi SDM sesuai dengan peraturan
perundang-undangan yang berlaku agar pelayanan kesehatan kepada
pasien/masyarakat dapat berjalan sebagaimana mestinya. Program
pengembangan SDM pada UPT Puskesmas ..... Kabupaten/Kota ...
dijabarkan sebagai berikut :
1) Melakukan kerjasama dengan perguruan tinggi terpercaya dalam
rangka memenuhi tenaga medis dan paramedis sesuai dengan
kebutuhan puskesmas.
2) Mengembangkan tenaga medis dan paramedis yang potensial ke
jenjang pendidikan yang lebih tinggi, baik di dalam maupun di luar
negeri.
3) Merintis kegiatan-kegiatan yang mengarah kepada pengembangan
kemampuan SDM baik tenaga medis, paramedis maupun administrasi
melalui kegiatan penelitian, kegiatan ilmiah, diskusi panel, seminar,
simposium, lokakarya, pelatihan/diklat, penulisan buku, studi banding,
dil.
4) Meningkatkan standar pendidikan tenaga administratif yang potensial,
terutama ke jenjang Diploma III dan 51.

Pemutusan Hubungan Kerja


1) Hubungan kerja antara Puskesmas dan Pegawai dapat berakhir karena
satu atau lebih sebab-sebab berikut:
a) Pegawai diberhentikan dengan hormat antara lain:
1. Meninggal dunia
2. Atas permintaan sendiri
3. Mencapai batas usia pensiun
4. Tidak cakap jasmani dan atau rohani
5. Adanya penyederhanaan organisasi sesuai dengan peraturan
perundang-undangan.
b) Pegawai diberhentikan tidak dengan hormat:
1. Melakukan usaha dan atau kegiatan yang beftujuan mengubah
Pancasila dan Undang-undang Dasar 1945 atau terlibat dalam
gerakan atau melakukan kegiatan yang menentang Negara dan
Pemerintah.
2. Dipidana penjara atau kurungan berdasarkan ketentuan
pengadilan yang telah mempunyai kekuatan hukum yang tetap,

Pola Tata Kelola BLUD Puskesmas


!!!
karena melakukan suatu tindak pidana kejahatan yang ada
maupun tidak ada hubungannya dengan jabatan.
c) Batas Usia Pensiun sebagai berikut:
1. Batas usia pensiun bagi PNS termasuk yang memangku jabatan
Dokter yang ditugaskan secara penuh pada unit pelayanan
kesehatan sesuai peraturan perundang-undangan.
2. Bagi Pegawai yang memiliki keahlian teftentu yang dibutuhkan
Puskesmas sebagaimana angka 1, dapat diperpanjang setiap
tahun.
3. Keahlian pada angka 2 tersebut ditentukan oleh Kepala
Puskesmas.
4. Apabila terjadi penyederhanaan organisasi, Pegawai dapat
diberhentikan dengan hormat setelah mendapat persetujuan
Kepala Puskesmas.
5. Pegawai yang diberhentikan tidak dengan hormat, tidak
mendapat hak hak kepegawaian.
6. Setiap proses pemutusan hubungan kerja akan dilaksanakan
dengan berpedoman pada ketentuan-ketentuan kepegawaian
yang berlaku.

PENGELOLAAN KEUANGAN
1. Struktur Anggaran
Struktur anggaran BLUD Puskesmas terdiri dari:
a. Pendapatan BLUD
Pendapatan BLUD terdiri dari:
1) Jasa Layanan
Jasa layanan berupa imbalan yang diperoleh langsung oleh puskesmas
dari jasa layanan yang diberikan kepada masyarakat. Jasa layanan
puskesmas diperoleh dari jenis layanan yang diberikan kepada pasien
yang berkunjung atau mendapatkan pelayanan kesehatan puskesmas
meliputi: kunjungan loket, konsultasi, pemeriksaan, tindakan dan
pemeriksaan penunjang. Komponen jasa layanan puskesmas meliputi:
jasa sarana dan jasa pelayanan yang ditetapkan dalam tarif layanan.
2) Hibah
Pendapatan hibah diperoleh puskesmas dari masyarakat atau badan
lain yang bersifat terikat atau tidak terikat. Pendapatan dari hibah yang
bersifat terikat, digunakan sesuai dengan tujuan pemberi hibah, sesuai
dan selaras dengan tujuan puskesmas, sebagaimana tercantum dalam
naskah perjanjian hibah.
3) Hasil kerjasama dengan pihak lain
Pendapatan hasil kerjasama diperoleh puskesmas dari hasil kerjasama
dengan pihak lain.
4) APBD
Pendapatan puskesmas dari APBD diperoleh dari alokasi DPA APBD
untuk puskesmas sepeti anggaran operasional puskesmas serta honor
subsidi dan non subsidi puskesmas.
5) Lain-lain pendapatan BLUD yang sah
Pendapatan lain-lain yang sah meliputi:
a) Jasa giro;
b) Pendapatan bunga;
c) Keuntungan selisih nilai tukar rupiah terhadap mata uang asing;
d) Komisi, potongan ataupun bentuk lain sebagai akibat dari penjualan
dan/atau pengadaan barang dan/atau jasa BLUD;
e) Investasi;
f) Pengembangan usaha. Pengembangan usaha dilaksanakan dengan
cara pembentukan unit usaha yang merupakan bagian dari
puskesmas yang bertujuan untuk peningkatan dan pengembangan
layanan.

Pendapatan BLUD dilaksanakan melalui rekening kas BLUD puskesmas


dan dikelola langsung untuk membiayai pengeluaran puskesmas sesuai
RBA kecuali yang berasal dari hibah yang terikat.

b. Belanja BLUD
Belanja BLUD puskesmas terdiri dari:
1) Belanja Operasi
Belanja operasi mencakup seluruh belanja untuk menjalankan tugas
dan fungsi meliputi:
a) Belanja pegawai;
b) Belanja barang dan jasa;
c) Belanja bunga dan belanja lainnya.
2) Belanja Modal
Belanja modal mencakup seluruh belanja untuk perolehan aset
tetapdan aset lainnya yang memberi manfaat lebih dari 12 (dua belas)
bulan untuk digunakan dalam kegiatan puskesmas.
Belanja modal meliputi belanja tanah, belanja peralatan dan mesin,
belanja gedung dan bangunan, belanja jalan, belanja irigasi dan
jaringan, dan belanja aset tetap lainnya.

c. Pembiayaan BLUD
Pembiayaan BLUD Puskesmas adalah semua penerimaan yang perlu
dibayar kembali dan/atau pengeluaran yang akan diterima kembali, baik
pada tahun anggaran yang bersangkutan maupun tahun anggaran
berikutnya.
Jenis pembiayaan meliputi:
1) Penerimaan pembiayaan
Penerimaan pembiayaan puskesmas meliputi:
a) Sisa lebih perhitungan anggaran tahun anggaran sebelumnya;
b) Divestasi;
c) Penerimaan utang/pinjaman.
2) Pengeluaran pembiayaan
Pengeluaran pembiayaan meliputi:
a) Investasi;
b) Pembayaran pokok utang/pinjaman.
eour@
2. Perencanaan dan Penganggaran BLUD
Puskesmas merencanakan anggaran dan belanja BLUD dengan menyusun
Rencana Bisnis Anggaran (RBA) yang mengacu kepada Renstra puskesmas.
RBA puskesmas disusun berdasarkan:
a. Anggaran berbasis kinerja, yaitu analisis kegiatan yang berorientasi pada
pencapaian output dengan penggunaan dana secara efisien.
b. Standar satuan harga, merupakan harga satuan setiap unit barang/jasa
yang berlaku di Pemerintah Daerah.
c. Kebutuhan belanja dan kemampuan pendapatan yang diperkirakan akan
diperoleh dari layanan yang diberikan kepada masyarakat, hibah, hasil
kerjasama dengan pihak lain dan/atau hasil usaha lainnya, APBD, dan
sumber pendapatan BLUD lainnya. Belanja dirinci menjadi belanja modal
dan belanja operasi.

Penyusunan RBA puskesmas meliputi:


a. Ringkasan pendapatan dan belanja.
b. Rincian anggaran pendapatan, belanja dan pembiayaan yang merupakan
rencana anggaran untuk seluruh kegiatan tahunan yang dinyatakan dalam
satuan uang yang tercermin dari rencana pendapatan, belanja dan
pembiayaan.
c. Perkiraan harga, merupakan estimasi harga jual produk barang/jasa
setelah memperhitungkan biaya per satuan dan tingkat margin yang
ditentukan seperti tercermin dalam Tarif Layanan.
d. Besaran persentase ambang batas, yaitu besaran persentase perubahan
anggaran bersumber dari pendapatan operasional yang diperkenankan
dan ditentukan dengan mempertimbangkan fluktuasi kegiatan operasional
BLUD.
e. Perkiraan majulforward estimate, yaitu perhitungan kebutuhan dana
untuk tahun anggaran berikutnya dari tahun yang direncanakan guna
memastikan kesinambungan program dan kegiatan yang yang telah
disetujui dan menjadi dasar penyusunan anggaran tahun berikutnya.

RBA Puskesmas menganut pola anggaran fleksibel dengan suatu presentase


ambang batas. RBA juga disedai Standar Pelayanan Minimal.
Konsolidasi perencanaan anggaran BLUD puskesmas dalam APBD
dilaksanakan dengan ketentuan sebagai berikut:
a. Pendapatan BLUD yang berasal dari jasa layanan, hibah, hasil kerjasama
dan pendapatan lain yang sah, dikonsolidasikan ke dalam RKA puskesmas
pada akun pendapatan daerah pada kode rekening kelompok pendapatan
asli daerah pada jenis lain pendapatan asli daerah yang sah dengan obyek
pendapatan dari BLUD;
b. Belanja BLUD yang sumber dananya berasal Pendapatan BLUD (jasa
layanan, hibah, hasil kerjasama dan pendapatan lain yang sah) dan Sisa
Lebih Perhitungan Anggaran (SiLPA) BLUD dikonsolidasikan ke dalam RKA
puskesmas pada akun belanja daerah yang selanjutnya dirlnci dalam 1
I
(satu) program, 1 (satu) kegiatan, (satu) output dan jenis belanja.
Belanja BLUD tersebut dialokasikan untuk membiayai program
Pola Tata Kelola ALUO eriX"rr"-* @
peningkatan pelayanan serta kegiatan pelayanan dan pendukung
pelayanan;
Pembiayaan BLUD dikonsolidasikan ke dalam RKA Puskesmas yang
selanjutnya dikonsolidasikan pada akun pembiayaan pada Satuan Kerja
Pengelola Keuangan Daerah selaku Bendahara Umum Daerah;
d. BLUD Puskesmas dapat melakukan pergeseran rincian belanja sepanjang
tidak melebihi pagu anggaran dalam jenis belanja pada DPA untuk
selanjutnya disampaikan kepada PPKD;
Rincian belanja dicantumkan dalam RBA.

3. Ketentuan konsolidasi RBA dalam RKA sebagai berikut:


a. RBA dikonsolidasikan dan merupakan kesatuan dari RKA puskesmas.
b. RKA beserta RBA disampaikan kepada PPKD sebagai bahan penyusunan
rancangan peraturan daerah tentang APBD.
c. PPKD menyampaikan RKA beserta RBA kepada tim anggaran pemerintah
daerah untuk dilakukan penelaahan.
d. Hasil penelaahan antara lain digunakan sebagai dasar pedimbangan
alokasi dana APBD untuk 8LUD.
e. Tim anggaran menyampaikan kembali RKA beserta RBA yang telah
dilakukan penelaahan kepada PPKD untuk dicantumkan dalam rancangan
peraturan daerah tentang APBD yang selanjutnya ditetapkan menjadi
Peraturan Daerah tentang APBD.
f. Tahapan dan jadwal proses penyusunan dan penetapan RBA mengikuti
tahapan dan jadwal proses penyusunan dan penetapan APBD dan diatur
lebih lanjut dalam Peraturan Kepala Daerah.

4. PelaksanaanAnggaran
Tahapan pelaksanaan anggaran BLUD puskesmas meliputi ketentuan sebagai
berikut:
a. Puskesmas menyusun DPA BLUD berdasarkan peraturan daerah tentang
APBD untuk diajukan kepada PPKD. DPA memuat pendapatan, belanja
dan pembiayaan BLUD.
b. PPKD mengesahkan DPA sebagai dasar pelaksanaan anggaran BLUD.
c. DPA yang telah disahkan PPKD menjadi dasar pelaksanaan anggaran yang
bersumber APBD yang digunakan untuk belanja pegawai, belanja modal
dan belanja barang dan/atau jasa yang mekanismenya dilakukan sesuai
ketentuan peraturan perundang-undangan. Pelaksanaan anggarannya
dilakukan secara berkala sesuai dengan kebutuhan yang telah ditetapkan
dengan memperhatikan anggaran kas dalam DPA memperhitungkan:
jumlah kas yang tersedia, proyeksi pendapatan dan proyeksi pengeluaran.
Pelaksanaan anggaran dilengkapi dengan melampirkan RBA.
d. DPA yang telah disahkan dan RBA menjadi perjanjian kinerja yang
ditandatangani oleh Bupati/Walikota. Peflanjian kinerja memuat
kesanggupan untuk:
1) meningkatkan kinerja pelayanan bagi masyarakat;
2) meningkatkan kinerja keuangan dan meningkatkan manfaat bagi
masyarakat.
Pola Tata Kelola BIUD Puskesmas
@
e. Pemimpin BLUD menyusun laporan pendapatan BLUD, laporan belanja
BLUD dan laporan pembiayaan BLUD secara berkala dan dilaporkan
kepada PPKD. Laporan dilampiri dengan Surat Pernyataan Tanggunjawab
yang ditandatangani pemimpin BLUD.
f. Berdasarkan laporan BLUD tersebut, Kepala Dinas Kesehatan menerbitkan
Surat Permintaan Pengesahan Pendapatan, Belanja dan Pembiayaan
untuk disampaikan kepada PPKD (SP3B).
g. PPKD kemudian mengesahkan dan menerbitkan Surat Pengesahan
Pendapatan, Belanja dan Pembiayaan (SP2B).

Penatausahaan keuangan BLUD dilaksanakan dengan ketentuan:


a. Pemimpin BLUD membuka rekening kas BLUD untuk keperluan
pengelolaan kas sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-
undangan.
b. Rekening kas BLUD digunakan untuk menampung penerimaan dan
pengeluaran kas yang sumber dananya berasal dari Pendapatan BLUD
yaitu jasa layanan, hibah, hasil kerjasama dan pendapatan lain yang sah.
c. Penyelenggaraan pengelolaan kas BLUD meliputi:
1) Perencanaan penerimaan dan pengeluaran kas.
2) Pemungutan pendapatan atau tagihan.
3) Penyimpanan kas dan dan mengelola rekening BLUD.
4) Pembayaran.
5) Perolehan sumber dana untuk menutupi defisit jangka pendek.
6) Pemanfaatan surplus kas untuk memperoleh pendapatan tambahan.
d. Penerimaan BLUD dilaporkan setiap hari kepada pemimpin melalui Pejabat
Keuangan.
e. Penatausahaan keuangan BLUD paling sedikit memuat:
1) Pendapatan dan belanja.
2) Penerimaan dan pengeluaran.
3) Utang dan piutang.
4) Persediaan, aset tetap dan investasi.
5) Ekuitas.

5. Pengelolaan Belanja
Pengelolaan Belanja BLUD diberikan fleksibilitas dengan mempertimbangkan
volume kegiatan pelayanan. Fleksibilitas yang dimaksud adalah belanja yang
disesuaikan dengan perubahan pendapatan dalam ambang batas RBA dan
DPA yang telah ditetapkan secara definitif. Fleksibilitas dilakanakan terhadap
Belanja BLUD yang bersumber dari Pendapatan BLUD yang meliputi: jasa
layanan, hibah, hasil kerjasama dan pendapatan lain yang sah serta hibah
tidak terikat.
Ambang batas RBA merupakan besaran persentase realisasi belanja yang
diperkenankan melampaui anggaran dalam RBA dan DPA dengan
memperhatlkan ketentuan sebagai berikut:
a. Dalam hal belanja BLUD melampaui ambang batas, terlebih dulu
mendapat persetujuan Bupati/Walikota.

Pola Tata Kelola BLUD eusresmas


@
b. Dalam hal tefladi kekurangan anggaranr Puskesmas mengajukan usulan
tambahan anggaran dari APBD kepada PPKD.
c. Besaran persentase ambang batas dihitung tanpa memperhitungkan saldo
awal kas.
d. Besaran persentase ambang batas memperhitungkan fluktuasi kegiatan
operasional meliputi:
1) Kecenderungan/tren selisih anggaran pendapatan BLUD selain ApBD
tahun berjalan dengan realisasi 2 (dua) tahun anggaran sebelumnya.
2) Kecenderungan/tren selisih pendapatan BLUD selain APBD dengan
prognosis tahun anggaran berjalan.
3) Besaran persentase ambang batas dicantumkan dalam RBA dan DpA
berupa catatan yang memberikan informasi besaran persentase
ambang batas.
4) Persentase ambang batas merupakan kebutuhan yang dapat
diprediksi, dicapai, terukur, rasional dan dipertanggungjawabkan.
e. Ambang batas digunakan apabila Pendapatan BLUD (iasa layanan, hibah,
hasil kerjasama dan pendapatan lain yang sah) diprediksi melebihi target
pendapatan yang telah ditetapkan dalam RBA dan DpA tahun yang
dianggarkan.

6. Pengelolaan Barang
Pengadaan barang dan/atau jasa di puskesmas BLUD mengikuti ketentuan
sebagai berikut:
a. Pengadaan barang dan/atau jasa yang bersumber dari APBD dilaksanakan
berdasarkan ketentuan peraturan perundangan mengenai barang/ jasa
pemerintah.
b. Pengadaan barang dan/atau jasa yang bersumber dari jasa layanan, hibah
tidak terikat, hasil kerjasama dan lain-lain pendapatan BLUD yang sah,
diberikan fleksibilitas berupa pembebasan sebagian atau seluruhnya dari
peraturan perundangan-undangan mengenai pengadaan barang/jasa
pemerintah.
c. Ketentuan lebih lanjut mengenai pengadaan barang dan/atau jasa diatur
dengan Peraturan Bupati/Walikota untuk menjamin ketersediaan barang
dan/atau jasa yang lebih bermutu, lebih murah, proses pengadaan yang
sederhana, cepat, serta mudah menyesuaikan dengan kebutuhan untuk
mendukung kelancaran pelayanan puskesmas.
d. Pengadaan barang dan/atau jasa yang dananya berasal dari hibah terikat,
dilakukan sesuai dengan kebijakan pengadaan dari pemberi hibah atau
Peraturan Bupatif&alikota sepanjang disetujui oleh pemberi hibah.

Pelaksanaan pengadaan barang dan/atau jasa dengan ketentuan:


a. Pengadaan barang dan/atau jasa dilakukan oleh pelaksana pengadaan
yaitu panitia atau unit yang dibentuk pemimpin untuk BLUD puskesmas
untuk melaksanakan pengadaan barang dan/atau jasa BLUD.
b. Pelaksana pengadaan terdiri atas personil yang memahami tata cara
pengadaan, substansi pekerjaan/kegiatan yang bersangkutan dan bidang
lain yang diperlukan.

tot",u,u a",o," aaro r Eil


Ketentuan pengelolaan barang BLUD puskesmas mengikuti ketentuan
peraturan perundang-undangan mengenai barang milik daerah.
7. Tarif Layanan
Puskesmas mengenakan Tarif Layanan sebagai imbalan atas penyediaan
layanan barang/jasa kepada masyarakat berupa besaran Tarif dan/atau Pola
Tarif. Penyusunan Tarif Layanan sesuai ketentuan berikut:
a. Tarif Layanan bisa disusun atas dasar:
1) Perhitungan biaya per unit layanan. Bertujuan untuk menutup seluruh
atau sebagian dari biaya yang dikeluarkan untuk menghasilkan
barang/jasa atas layanan yang disediakan puskesmas. Cara
perhitungan dengan akuntansi biaya.
2) Hasil per investasi dana. Menggambarkan tingkat pengembalian dari
investasi yang dilakukan oleh puskesmas selama periode tertentu.
3) Jika Tarif Layanan tidak dapat ditentukan atas dasar perhitungan biaya
per unit layanan atau hasil per investasi, maka Tarif ditentukan dengan
perhitungan atau penetapan lain yang berpedoman pada ketentuan
peraturan perundang-undangan.
b. Besaran Tarif disusun dalam bentuk:
1) Nilai nominal uang; dan/atau
2) Persentase atas harga patokan, indeks harga, kurs, pendapatan
kotor/bersih, dan/atau penjualan kotor/bersih.
c. Pola Tarif merupakan penyusunan Tarif Layanan dalam bentuk formula.

Proses penetapan Tarif Layanan sebagai berikut:


a. Pemimpin BLUD puskesmas menyusun Tarif Layanan puskesmas dengan
mempeftlmbangkan aspek kontinuitas, pengembangan layanan,
kebutuhan, daya beli masyarakat, asas keadilan dan kepatutan, dan
kompetisi sehat dalam penetapan Tarif Layanan yang dikenakan kepada
masyarakat serta batas waktu penetapan Tarif.
b. Pemimpin BLUD puskesmas mengusulkan Tarif Layanan puskesmas kepala
Bupati/Walikota berupa usulan Tarif Layanan baru dan/atau usulan
perubahan Tarif Layanan.
c. Usulan Tarif Layanan dilakukan secara keseluruhan atau per unit layanan.
d. Untuk penyusunan Tarif Layanan, pemimpin BLUD dapat membentuk tim
yang terdiri dari:
1) Dinas Kesehatan
2) Pengelolaan Keuangan Daerah
3) Unsur Perguruan Tinggi
4) Lembaga profesi
e. Tarif Layanan diatur dengan Peraturan Bupati/Walikota dan disampaikan
kepada pimpinan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah.

8. Piutang dan Utang/Pinjaman


Ketentuan pengelolaan piutang BLUD puskesmas sesuai ketentuan berikut:
a. Piutang sehubungan dengan penyerahan barang, jasa, dan/atau transaksi
yang berhubungan langsung atau tidak langsung dengan kegiatan BLUD
puskesmas.

Pola Tata Kelola BLUD er.t"rr", !!


b. Penagihan piutang pada saat piutang jatuh tempo, dilengkapi dengan
asministrasi penagihan.
c. Jika piutang sulit tertagih, penagihan piutang diserahkan kepada
Bupati/Walikota dengan melampirkan bukti yang sah.
d. Piutang dapat dihapus secara mutlak atau bersyarat. Tata caranya diatur
melalui Peraturan Bupati/Walikota.
Ketentuan pengelolaan utang BLUD puskesmas sebagai berikut:
a. Utang/pinjaman sehubungan dengan kegiatan operasional dan/atau
perikatan pinjaman dengan pihak lain.
b. Utang/pinjaman dapat berupa:
1) Utang/pinjaman jangka pendek. Yaitu utang/pinjaman yang
memberikan manfaat kurang dari 1 (satu) tahun yang timbul karena
kegiatan operasional dan/atau yang diperoleh dengan tujuan untuk
menutup selisih antara jumlah kas yang tersedia ditambah proyeksi
jumlah penerimaan kas dengan proyeksi jumlah pengeluaran kas
dalam 1 (satu) tahun anggaran. Dibuat dalam bentuk perjanjian
utang/pinjaman yang ditandatangani oleh pemimpin BLUD puskesmas
dan pemberi utang/pinjaman.
2) Pembayaran kembali utang/pinjaman jangka pendek harus dilunasi
dalam tahun anggaran berkenaan dan menjadi tanggung jawab
Puskesmas. Pembayaran bunga dan pokok utang/pinjaman yang telah
jatuh tempo menjadi kewajiban puskesmas.
Pemimpin BLUD puskesmas dapat melakukan pelampauan
pembayaran bunga dan pokok sepanjang tidak melebihi nila ambang
batas yang telah ditetapkan dalam RBA.
Mekanisme pengajuan utang/pinjaman jangka pendek diatur dengan
Peraturan Bupati/Walikota.
3) Utangipinjaman panjang. Yaitu utang/pinjaman yang memberikan
manfaat lebih dari 1 (satu) tahun dengan masa pembayaran kembali
atas utang/pinjaman tersebut lebih dari 1 (satu) tahun anggaran.
Utang/pinjaman jangka panjang hanya untuk pengeluaran belanja
modal.
Pembayaran utang/pinjaman jangka panjang merupakan kewajiban
pembayaran kembali utang/pinjaman yang meliputi pokok
utang/pinjmana, bunga, dan biaya lain yang harus dilunasi pada tahun
anggaran berikutnya sesuai dengan persyaratan perjanjian
utang/pinjaman yang bersangkutan.
Mekanisme pengajuan utang/pinjaman jangka panjang sesuai
ketentuan peraturan perundang-undangan.

9. Kerjasama BLUD
Puskesmas dapat melakukan kerjasama dengan pihak lain untuk
meningkatkan kualitas dan kuantitas pelayanan berdasarkan prinsip efisiensi,
efektivitas, ekonomis dan saling menguntungkan. Prinsip saling
menguntungkan dapat berbentuk finansial dan/atau non finansial.

Bentuk keflasama tersebut meliputi:


Oo'u fu," f"tot" tarD turt"* Eil
a. Kerjasama operasional. Dilakukan melalui pengelolaan manajemen dan
proses operasional secara bersama dengan mitra kerjasama dengan tidak
menggunakan barang milik daerah.
b. Pemanfaatan barang milik daerah. Dilakukan melalui pendayagunaan
barang milik daerah dan/atau optimalisasi barang milik daerah dengan
tidak mengubah status kepemilikan untuk memperoleh pendapatan dan
tidak mengurangi kualitas pelayanan umum yang menjadi kewajiban
Puskesmas. Pelaksanaan kerjasama dalam bentuk perjanjlan. Pendapatan
dari pemanfaatan barang milik daerah yang sepenuhnya untuk
menyelenggarakan tugas dan fungsi kegiatan puskesmas yang
bersangkutan merupakan Pendapatan BLUD. Pemanfaatan barang milik
daerah mengikuti peraturan perundang-undangan. Tata cara kerjasama
dengan pihak lain mengikuti Peraturan Kepala Daerah.

10. Investasi BLUD


BLUD puskesmas dapat melakukan investasl sepanjang memberikan manfaat
bagi peningkatan pendapatan dan peningkatan pelayanan kepada masyarakat
serta tidak mengganggu likuiditas keuangan dengan tetap memperhatikan
rencana pengeluaran.
Investasi yang diperbolekan adalah investasi jangka pendek. Yaitu investasi
yang dapat segera dicairkan dan dimaksudkan untuk dimiliki selama 12 (dua
belas) bulan atau kurang. Investasi jangka pendek dapat dilakukan dengan
mengoptimalkan surplus kas jangka pendek dengan memperhatikan rencana
pengeluaran.
Investasi jangka pendek meliputi:
a. Deposito pada bank umum dengan jangka waktu 3 (tiga) sampai dengan
12 (dua belas) bulan dan/atau yang dapat diperpanjang secara otomatis
b. Surat berharga negara jangka pendek
Karakteristik investasi jangka pendek yaitu:
a. Dapat segera diperjualbelikan
b. Ditujukan untuk manajemen kas
c. Instrumen keuangan dengan risiko rendah
11. S|LPA (Sisa Lebih Perhitungan Anggaran) BLUD
Sisa lebih perhitugan anggaran (SiLPA) merupakan selisih lebih antara
realisasi penerimaan dan pengeluaran puskesmas selama 1 (satu) tahun
anggaran. Dihitung berdasarkan Laporan Realisasi Anggaran (LRA) pada 1
(satu) periode anggaran. Ketentuan mengenal SiLPA sebagai berikut:
a. S|LPA dapat digunakan dalam tahun anggaran berikutnya, kecuali atas
perintah kepala daerah disetorkan sebagian atau seluruhnya ke kas
daerah dengan mempedimbangkan posisi likuiditas dan rencana
pengeluaran puskesmas.
b. Pemanfaatan S|LPA dalam tahun anggaran berikutnya dapat digunakan
untuk memenuhi kebutuhan likuiditas.
c. Pemanfaatan S|LPA dalam tahun anggaran berikutnya yang digunakan
untuk membiayai program dan kegiatan harus melalui mekanisme APBD.

Pota Tata Ketota BLTJD eustesmas


fll
Dalam kondisi mendesak, pemanfaatan S|LPA tahun anggaran berikutnya
dapat dilaksanakan mendahului perubahan APBD.
e, Kondisi mendesak yang dimaksudkan adalah:
1) Program dan kegiatan pelayanan dasar masyarakat yang anggarannya
belum tersedia dan/atau belum cukup anggarannya pada tahun
anggaran bef alan.
2) Keperluan mendesak lainnya yang apabila ditunda akan menimbulkan
kerugian yang lebih besar bagi pemerintah daerah dan masyarakat.

12. Defisit
Defisit anggaran merupakan selisih kurang antara pendapatan dengan
belanja BLUD. Dalam hal anggaran diperkirakan defisit, ditetapkan
pembiayaan untuk menutupi defisit tersebut antara lain dapat bersumber dari
S|LPAtahun anggaran sebelumnya dan penerimaan pinjaman.

13. Laporan Keuangan


Puskesmas menyusun pelaporan dan pertanggungjawaban berupa laporan
keuangan. Laporan keuangan BLUD terdiri atas:
a. Laporan Realisasi Anggaran (LRA)
b. Laporan perubahan saldo anggaran lebih
c. Neraca
d. Laporan Operasional (LO)
e. Laporan arus kas
f. Laporan perubahan ekuitas, dan
g. Catatan Atas Laporan Keuangan (CALK)
Laporan keuangan disusun berdasarkan Standar Akuntansi Pemerintah (SAP).
Laporan keuangan disertai dengan laporan kinerja yang berisikan informasi
pencapaian hasil atau keluaran BLUD.
Laporan keuangan diaudit oleh pemeriksa eksternal pemerintah sesuai
dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

Penyusunan laporan keuangan memperhatikan ketentuan sebagai berikut:


a. Pemimpin BLUD menyusun laporan keuangan semesteran dan tahunan
b. Laporan keuangan disertai dengan laporan kinerja paling lama 2 (dua)
bulan setelah periode pelaporan berakhir, setelah dilakukan review oleh
bidang pengawasan di Pemerintah Daerah.
c. Laporan keuangan diintegrasikan/dikonsolidasikan ke dalam laporan
keuangan Dinas Kesehatan, untuk selanjutnya
diintegrasikan/dikonsolidasikan ke dalam laporan keuangan Pemerintah
Daerah.
d. Hasil review merupakan kesatuan dari laporan keuangan BLUD
puskesmas.

F. PENGELOLAAN LINGKUNGAN DAN LIMBAH (contoh)


Kepala Puskesmas yang menerapkan BLUD menetapkan kebijakan
pengelolaan sampah dan limbah baik limbah kimia, fisik dan biologik. Kebijakan
pengelolaan lingkungan dan limbah yang diselenggarakan di UPT Puskesmas....
yaitu:
1. Pengelolaan limbah di UPT Puskesmas ..... dengan menggunakan IPAL
(Instalasi Pengelolaan Air Llmbah). Alur pembuangan limbah di Puskesmas
semua dialirkan menjadi satu saluran pipa pembuangan yang berakhir pada
IPAL. IPAL ini terdiri dari 4 tahap di mulai dengan inlet masuk di tahap 1.
pada sistem ini ada penambahan bakteri stafter, kemudian masuk tahap 2
disini dilakukan penyaringan dengan bio ball dan batu zeolit kemudian masuk
tahap 3 disini ada proses aerasi, setelah itu masuk pada tahap 4 dilakukan
penyaringan lagi, setelah itu baru air limbah keluar melalui outlet. Selama ini
di UPT Puskesmas ..... sudah dilakukan uji baku mutu air limbah ke BTKL
surabaya dengan hasil yang baik dan memenuhi standart kualitas baku mutu
air limbah.
Pengelolan sampah di UPT Puskesmas..... dibedakan menjadi 2 yaitu untuk
pengelolaan sampah medis dan non medis. Untuk pembuangan sampah medis
UPT Puskesmas ..... melakukan perjanjian dengan perusahaan pengolah
limbah. Sedangkan Pembuangan sampah Non Medis UPT Puskesmas .....
melakukan kesepakatan dengan petugas pengambil sampah Dinas Kebersihan
dan pertamanan tanpa perjanjian teftulis, Setiap 3 hari sekali sampah non
medis diambil petugas untuk dibuang ke TPA.
? UPT Puskesmas ..... memiliki tanggung jawab sosial terhadap lingkungan. Hal
ini diwujudkan dalam upaya pencegahan penyakit yang dapat ditimbulkan
oleh lingkungan yang tidak sehat. Tidak hanya itu UPT Puskesmas.....juga
memiliki komitmen dalam masalah limbah dan sampah dengan baik agar tidak
mencemari lingkungan.

Pola Tata Kelola BLUD Puskesmas


![
BAB IV
PENUTUP

Pola Tata Kelola yang diterapkan pada Puskesmas yang menerapkan Pola
Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum Daerah bertujuan untuk:
A. Memaksimalkan nilai puskesmas dengan cara menerapkan prinsip transparansi,
akuntabilitas, responsibilitas dan independensi, agar puskesmas memiliki daya
saing yang kuat.
B. Mendorong pengelolaan puskesmas secara profesional, transparan dan efisien,
serta memberdayakan fungsi dan peningkatan kemandirian organ puskesmas.
C. Mendorong agar organisasi puskesmas dalam membuat keputusan dan
menjalankan kegiatan senantiasa dilandasi dengan nilai moral yang tinggi dan
kepatuhan terhadap peraturan perundang-undangan yang berlaku, serta
kesadaran atas adanya tanggung jawab soslal puskesmas terhadap stakeholder.
D. Meningkatkan kontribusi puskesmas dalam mendukung kesejahteraan umum
masyarakat melalui pelayanan kesehatan.

Untuk dapat terlaksananya aturan dalam Pola Tata Kelola perlu mendapat
dukungan dan partisipasi seluruh karyawan Puskesmas serta perhatian dan
dukungan Pemerintah Kabupaten/Kota ... baik bersifat materiil, adminlstratif maupun
politis.

Pola Tata Kelola puskesmas ini akan direvisi apabila terjadi perubahan
terhadap peraturan perundang-undangan yang terkait dengan pola tata kelola
puskesmas sebagaimana disebutkan di atas, serta disesuaikan dengan fungsl,
tanggung jawab, dan kewenangan organ puskesmas seta perubahan lingkungan.

e@
RENCANA STRATEGIS
tsLUD
PUSKESMAS
BAB I
PEl{DAHUIUAN

A. I.ATAR BELAKANG
Puskesmas merupakan unit pelaksana teknis Dinas Kesehatan yang
menyelenggarakan sebagian dari tugas teknis operasional Dinas Kesehatan dan
ujung tombak pembangunan kesehatan. Berdasarkan peraturan Menteri
Kesehatan RI Nomor 75 Tahun 2014 Puskesmas mempunyai fungsi sebagai
penyelenggara Upaya Kesehatan Masyarakat tingkat pertama dan Upaya
Kesehatan Perorangan tingkat pertama.

Puskesmas dalam menjalankan fungsinya perlu memiliki arah dan rencana


yang jelas sesuai dengan visi pembangunan kesehatan di daerah. Arah dan
rencana tersebut dituangkan dalam indikator kinerja dan target yang akan dicapai
dalam periode waktu tertentu.

Setiap tahun rencana tersebut akan dibuat target kinerja dan dilakukan
monitoring dan evaluasi dan jika perlu dilakukan juga perubahan rencana sesuai
dengan perubahan situasi dan keb'rjakan.

Penyusunan rencana strategis puskesmas dalam rangka penerapan BLUD,


dilaksanakan oleh tim perencanaan tingkat puskesmas yang ditunjuk oleh kepala
puskesmas melalui SK Kepala Puskesmas.

Sebagai unit pelaksana teknis, penyusunan rencana strategis puskesmas


mengacu kepada Rencana Strategis Dinas Kesehatan dan menyesuaikan dengan
sumber daya, lingkungan, kebutuhan masyarakat dan peran masyarakat di
wilayah kerja Puskesmas.

B. PENGERTIAN RENCAT{A STRATEGIS


Berdasarkan Pasal 41 Peraturan Menteri Dalam Negeri RI Nomor 79 tahun
2018, Rencana Strategis pada Badan Layanan Umum Daerah adalah
perencanaan 5 (lima) tahunan yang disusun untuk menjelaskan strategi
pengelolaan BLUD dengan mempertimbangkan alokasi sumber daya dan kinerja
dengan menggunakan teknik analisis bisnis.

Rencana Strategis Puskesmas memuat antara lain:


- Rencana pengembangan layanan
- Strategi dan arah keb'rjakan
- Rencana program dan kegiatan
- Rencana keuangan

C. TUJUAN PENYUSUNAN RENCANA STRATEGIS


Beberapa tujuan yang hendak dicapai atas penyusunan Rencana Strategis
diantaranya adalah:

Rencana Strategis BLUD Puskesmas


1. Sebagai Road Map dalam mengarahkan kebijakan alokasi sumberdaya UPT
Puskesmas untuk pencapaian Visi Organisasi.
2. Sebagai pedoman alat Pengendalian organisasi terhadap penggunaan
anggaran.
3. Untuk mempersatukan langkah dan gerak serta komitmen seluruh staf
Puskesmas, meningkatkan kinerja sesuai standar manajemen dan standar
mutu layanan yang telah ditargetkan dalam dokumen perencanaan.

D. DASAR HUKUM RENCANA STRATEGIS


Dasar Hukum untuk menyusun Rencana Strategis Puskesmas adalah:
a. Peraturan Pemerintah Nomor 23 Tahun 2005 tentang Pengelolaan Keuangan
Badan Layanan Umum yang diubah dengan Peraturan Pemerintah Nomor 74
Tahun 2012.
b. Peraturan Pemerintah Nomor 18 Tahun 2016 tentang Perangkat Daerah.
c. Peraturan Pemerintah Nomor 12 Tahun 2019 tentang Pengelolaan Keuangan
Daerah.
d. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 Tahun 2006 tentang Pedoman
Pengelolaan Keuangan Daerah yang telah diubah kedua kalinya dengan
Permendagri Nomor 21 Tahun 2011.
e. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 79 Tahun 2018 tentang Badan
Layanan Umum Daerah.
f. Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 75 tahun 2014 tentang Pusat Kesehatan
Masyarakat.
g. Peraturan Daerah tentang Perangkat Daerah.
h. Peraturan Kepala Daerah tentang Kedudukan, Susunan, Tugas, Fungsi dan
Tata Kerja Dinas Kesehatan.
i. Peraturan Kepala Daerah tentang Unit Pelaksana Teknis Pada Dinas dan
Badan.
j. Keputusan Kepala Daerah tentang Penetapan Puskesmas Pembantu Menjadi
Pusat Kesehatan Masyarakat.
k. Peraturan Kepala Dinas Kesehatan tentang Rencana Strategis Dinas
Kesehatan.
l. Keputusan Kepala Dinas Kesehatan tentang Petunjuk Pelaksanaan Peraturan
Kepala Daerah tentang Pembentukan, Susunan Organisasi, Kedudukan, dan
Tugas Unit Pelaksana Teknis Puskesmas Dinas Kesehatan.
m. Keputusan Kepala Dinas Kesehatan tentang Struktur Organisasi Unit Pelaksana
Teknis Puskesmas Dinas Kesehatan.
n. PraKik-praktik terbaik (best pradices) penerapan etika bisnis dalam dunia
usaha.

Rencana Strategis BLUO eurf".."rlll


SISTEMATIKA PENULISAN
Sitematika penyusunan dokumen Rencana Strategis sebagai berikut:

Pengantar
BAB 1 PENDAHULUAN
BAB 2 GAMBAMN PELAYANAN PUSKESMAS
A. Gambaran Umum Puskesmas
B. Gambaran Organisasi Puskesmas
C. Kinerja Pelayanan Puskesmas

Bab 3 PERMASALAHAN DAN ISU STMTEGIS PUSKESMAS


A. Identifikasi Masalah Kesehatan Masyarakat
B. Isu Strategis
C. Rencana Pengembangan Layanan

Bab 4 VISI, MISI, TUJUAN DAN ARAH KEBI]AKAN


A. VISI PUSKESMAS
B. MISI PUSKESMAS
C. TUIUAN (Rencanan pengembangan layanan)
D. SASAMN (Sasaran pengembangan layanan)
E. STMTEGI DAN ARAH KEBIJAMN

Bab 5 RENCANA STMTEGIS

Bab 6 PENUTUP
BAB II
GAMBARAN PELAYANAN PUSKESMAS

A. GAMBARAN UMUM PUSKESMAS


1. Wilayah Kerja (contoh)
UPT Puskesmas ... merupakan satu-satunya Puskesmas induk di
Kecamatan... dan UPT Puskesmas... berada di wilayah desa....
UPT Puskesmas... awalnya dibangun sesuai standar puskesmas non
rawat satu lantai pada tahun 2000 yang kemudian mengalami renovasi
menjadi dua lantai dan ditambahkan rawat inap serta poned pada tahun 2007
UPT Puskesmas ... ditetapkan menjadi Puskesmas Rawat Inap yang
berdasar Surat Keputusan Bupati ... Nomor ... tahun ... tentang penetapan
puskesmas menjadi puskesmas perawatan dan puskesmas PONED
berdasarkan Surat Keputusan Bupati .... Nomor ... tahun ...., dengan ijin
operasional puskesmas Nomor ...
Secara geografis wilayah kerja Puskesmas ... berada di Kecamatan ...
Kabupaten/Kota ...., terletak di daerah pedesaan (koordinat ...... LS, ...........)

Adapun batas-batas wilayahnya adalah sebagai berikut:


Sebelah Utara
Sebelah Timur
Sebelah Selatan
Sebelah Barat

Adapun Luas Wilayah .... Km2, yang terdiri dari


Sawah .... Ha
Tambak .... Ha
Tegal .... Ha
Tanah pekarangan .... Ha
Lain-lain .... Ha

1. Desa.........
2. Desa .........
3. Desa
4. Desa .........
5. Desa
6. Desa .........
7. Desa.........
8. Desa.........
9. Dst......
Jarak tempuh dari Puskesmas ke desa : ... - ... km
Jarak Puskesmas ke Kabupaten/Kota : ... km

Rencana Strategis BLUO erst"rrn"iffl


Puskesmas ... merupakan Unit Pelaksana Tekhnis Dinas Kesehatan
Kabupaten/Kota .... yang bertanggung jawab terhadap penyelenggaraan
upaya kesehatan di
wilayah kerja Puskesmas ... di
Kecamatan ....
Kabupaten/Kota ..... Berdasarkan karakterisistik wilayah, puskesmas ...
merupakan Puskesmas kawasan pedesaan, sedangkan berdasarkan
kemampuan penyelenggaraan termasuk dalam kategori puskesmas Rawat
Inap.

Puskesmas ... sesuai dengan Permenkes RI Nomor 75 Tahun 2014


mempunyai fungsi sebagai:
1.Penyelenggara Upaya Kesehatan Masyarakat (UKM) tingkat pertama di
wilayah kerja.
2. Penyelenggara Upaya Kesehatan Perorangan (UKp) tingkat pertama di
wilayah kerja.

UPT Puskesmas ... Kabupaten/Kota .... berlokasi di Jl. Raya .... No. .... ,
Desa ...., Kec. .... Kabupaten/Kota ...., dengan wilayah kerja sebanyak ...
desa di wilayah kecamatan ..... UPT Puskesmas ... didukung jejaring
dibawahnya sebanyak... Pustu,... Ponkesdes, dan... posyandu Balita serta
... Posyandu Lansia.

Wilayah kerja Puskesmas merupakan wilayah pedesaan dengan jumlah


penduduk yang padat. Hal tersebut karena banyak pembangunan perumahan
yang hingga saat ini masih terus berkembang terutama di wilayah Desa .....

Selain padatnya pemukiman di wilayah kerja Puskesmas ..., terdapat


juga beberapa industri rumah tangga di Kecamatan ....

Tahun ... Puskesmas ... meraih sertifikat ISO 9001:2005 dilanjutkan


dengan seftifikat akreditasi Puskesmas pada tahun ....

2. Pelayanan Puskesmas
Upaya Kesehatan Masyarakat tingkat pertama yang menjadi tanggung
jawab Puskesmas ... meliputi:
a. Upaya Kesehatan Masyarakat Esensial
a) Upaya Promosi Kesehatan
b) Upaya Kesehatan Lingkungan
c) Upaya Kesehatan Ibu, Anak dan Keluarga Berencana
- Keluarga Berencana
- Deteksi Dini Tumbuh Kembang
- Kesehatan Reproduksi
d) Upaya Gizi
e) Upaya Pencegahan dan Pengendalian Penyakit
- Pencegahan PenyakitTuberkulosis
- Pencegahan Penyakit Kusta
- Imunisasi
- Pencegahan dan Pengendalian Demam Berdarah Dengue

nun."n.@
-Pencegahan dan Pengendalian HIV-AIDS
-Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular
-Surveilans
- Pencegahan dan Pengendalian ISPA/Diare
-Kesehatan Jiwa
F) Perawatan Kesehatan Masyarakat
b. Upaya Kesehatan Masyarakat Pengembangan
a) Pencegahan dan Pengendalian Hepatitis
b) Kesehatan Usia Lanjut
c) Kesehatan Gigi dan Mulut Masyarakat
d) Usaha Kesehatan Sekolah
e) Deteksi Dini Kanker Leher Rahim
f) Pengobatan Tradisional Komplementer
g) Kesehatan Kerja dan Olah Raga
h) Kesehatan Indera
i) Kesehatan Matra/Haji
j) Im Reaksi Cepat
k) Pengawasan Obat & Makmin

Sedangkan Upaya Kesehatan Perorangan tingkat pertama yang


menjadi tanggung jawab Puskesmas ... meliputi:
a. Rawat Jalan:
a) Pemeriksaan Umum
b) Pemeriksaan Gigi
c) Pemeriksaan Lansia
d) Pemeriksaan Anak / MTBS
e) Pemeriksaan Ibu dan Anak
f) Pelayanan Keluarga Berencana
g) Pelayanan Imunisasi Balita
h) Konseling Gizi dan Sanitasi
i) PemeriksaanPre-Eklampsia
j) Pemeriksaan Kesehatan Jiwa
k) Pemeriksaan Deteksi Kanker Leher Rahim
l) Pemeriksaan Infeksi Menular Seksual dan Tes HIV
m) Pelayanan Obat
n) Pelayanan Laboratorium
b. Pelayanan Gawat Darurat 24 jam
c. Pelayanan PONED

Pelayanan Rawat Inapselain itu jika diperlukan, UPT Puskesmas ...


juga melaksanakan pelayanan rujukan rawat jalan dan rujukan Gawat
Darurat.

UKM dan UKP yang dilakanakan oleh Puskesmas ... telah


dikembangkan melalui berbagai inovasi untuk menjangkau seluruh
masyarakat di wilayah kerja. Beberapa inovasi UKM yang telah dikembangkan
antara lain:
Rencana Strategis aruD Puskesmas
@
- Poli skrining pre eklampsia
- Kelompok Pendukung ASI di desa Indrodelik dan Mojopuro Gede

Sedangkan pada pelayanan kesehatan perorangan, terdapat


pelayanan kesehatan dasar non rawat inap sepefti pemeriksaan kesehatan
umum dan pemeriksaan kesehatan gigi, serta beraneka ragam layanan yang
ditawarkan kepada pelanggan puskesmas antara lain:
- Layanan kesehatan Lanjut Usia One Stop Service
- Layanan kesehatan anak (MTBS)
- Layanan kesehatan ibu dan anak (KIA) melalui inovasi skrining
kewaspadaan terhadap Pre Eklampsia
- Layanan kesehatan penyakit menular Tuberkulosis dan Kusta dengan
mengakomodasi pelayanan terhadap pasien TB-MDR
- Layanan kesehatan Infeksi Menular Seksual (IMS) termasuk pelaksanaan
pemeriksaan HIV
- Layanan Klinik Sanitasi yang melayani konsultasi penanganan penyakit
berbasis lingkungan
- Layanan konsultasi gizi dan konseling ASI untuk tatalaksana gizi pada
balita, ibu hamil, ibu menyusui, gangguan metabolik, dan lanjut usia

Puskesmas ... juga melakukan pelayanan gawat darurat 24 jam,


rawat inap tingkat pedama dan PONED.

Selain itu pelayanan kesehatan di Puskesmas juga ditunjang dengan


kelengkapan pelayanan penunjang seperti laboratorium yang dilengkapi
pemeriksaan dengan alat canggih dan farmasi.

B. GAMBARAN ORGANISASI PUSKESMAS


1. Struktur Organisasi dan Tugas Pokok dan Fungsi
Struktur organisasi UPT Puskemas .... Kabupaten/Kota .... terdiri dari:
a. Kepala Puskesmas
b. Kepala Sub Bagian Tata Usaha yang bertanggungjawab membantu Kepala
Puskesmas dalam pengelolaan Keuangan, Umum dan Kepegawaian serta
Perencanaan dan Pelaporan. Terdiri dari;
1) Pelaksana Keuangan:
- Pelaksana Bendahara Pembantu JKN
- Pelaksana Bendahara Pembantu Penerimaan
- Pelaksana Bendahara Pembantu Pengeluaran
2) Pelaksana Umum dan Kepegawaian:
- Pelaksana Sarana Prasarana Lingkungan/Bangunan
- Pelaksana Pengelolaan Barang
- Pelaksana Sarana Prasarana Kendaraan
- Pelaksana Administrasi dan Kepegawaian
3) Pelaksana Perencanaan dan Pelaporan

c. Penanggung Jawab Upaya Kesehatan Masyarakat (UKM) dan perawatan


Kesehatan Masyarakat (Perkesmas).

n"n-nu St.ut"Oi, Af-UO eurl.rr** ![


Penanggung lawab Upaya Kesehatan Masyarakat (UKM) bertanggung
jawab membantu Kepala Puskesmas dalam mengkoordinasikan kegiatan
Pelaksana Upaya yang terbagi dalam:
1) Upaya Kesehatan Masyarakat (UKM) Esensial
a) Pelaksana Promosi Kesehatan
b) Pelaksana Kesehatan Lingkungan
c) Pelaksana Gizi
d) Pelaksana Kesehatan Ibu, Anak dan Keluarga Berencana
- Pelaksana Deteksi Dini Tumbuh Kembang
- Pelaksana Keluarga Berencana
- Pelaksana Kesehatan Reproduksi
e) Pelaksana Pencegahan dan Pengendallan Penyakit
- Pelaksana Pencegahan Penyakit Tuberkulosis
- Pelakana Pencegahan Penyakit Kusta
- Pelaksana Imunisasi
- Pelaksana Surveilans
- Pelaksana Pencegahan Penyakit Demam Berdaran Dengue (DBD)
- Pelaksana Pencegahan Penyakit ISPA'/Diare
- Pelaksana Pencegahan Penyakit HIV-AIDS
- Pelaksana Pencegahan Penyakit Tidak Menular (PTM)
- Pelaksana Kesehatan liwa
f)
Pelaksana Perawatan Kesehatan Masyarakat

2) Upaya Kesehatan Masyarakat (UKM) Pengembangan


a) Pelaksana Usaha Kesehatan Sekolah
b) Pelaksana Kesehatan Gigi dan Mulut Masyarakat
c) Pelaksana Kesehatan Tradisional dan Komplementer
d) Pelaksana Kesehatan Kerja dan Olah Raga
e) Pelaksana Kesehatan Indera
f) Pelaksana Kesehatan Usia Lanjut (Usila)
g) Pelaksana Pencegahan Penyakit Hepatitis
h) Pelaksana Deteki Dini Kanker Leher Rahim
i) Pelaksana Kesehatan Matra/Haji
j) Pelaksana l-im Reaksi Cepat (TRC)
k) Pelaksana Pengawasan Obat, Makanan dan Minuman

d. Penanggung Jawab Upaya Kesehatan Perorangan (UKP), Kefarmasian dan


Laboratorium
1) Penanggung Jawab Ruang Pendaftaran, Administrasi dan Rekam
Medis
2) Penanggung lawab Ruang Pemeriksaan Umum
3) Penanggung Jawab Ruang Pemeriksaan Lanjut Usia
4) Konseling Gizi dan Sanitasi
5) Penanggung Jawab Ruang Pemeriksaan MTBS/Anak
6) Penanggung Jawab Ruang Pemeriksaan Gigi
7) Penanggung lawab Ruang Pelayanan Kesehatan Ibu, Anak,
Keluarga Berencana dan Imunisasi
Rencana Strategis BLUD Puskesmas
f[
B) Penannggung Jawab Ruang Pre-Eklampsia
9) Penanggung Jawab Ruang Pemeriksaan Penyakit Menular
10) Penanggung Jawab Ruang Pemeriksaan IVA, IMS-HIV
11) Penanggung Jawab Ruang Imunisasi
12) Penanggung Jawab Ruang Pelayanan Farmasi
13) Penanggung Jawab Ruang Laboratorium
14) Penanggung Jawab Ruang UGD 24 Jam
15) Penanggung Jawab Rawat Inap
16) Penanggung Jawab PONED

e. Penanggung lawab Jaringan Pelayanan Puskesmas dan Jejaring Fasilitas


Pelayanan Kesehatan (Fasyankes)
1) Puskesmas Pembantu
-
Penanggung Jawab Puskesmas Pembantu ...
-
Penanggung Jawab Puskesmas Pembantu ...
-
dst...
2) Pondok Kesehatan Desa (Ponkesdes)
-
Penanggung Jawab Ponkesdes...
-
Penanggung Jawab Ponkesdes...
-
dst...
3) Penanggung Jawab Jejaring Fasilitas Pelayanan Kesehatan.

Uraian tugas masing-masing struktur yang terdapat dalam bagan organisasi


seperti diuraikan di atas adalah sebagai berikut:
a. Kepala UPT Puskesmas mempunyai tugas:
- Menyusun rencana kegiatan/rencana kerja UPT
- Menyusun dan menetapkan keb'rjakan teknis UPT
- Menyusun dan menetapkan kebijakan operasional dan kinerja UPT
- Menyusun dan menetapkan kebijakan mutu pelayanan UPT
- Melaksanakan pelayanan kesehatan perorangan tingkat pertama
- Melaksanakan pelayanan kesehatan masyarakat tingkat pertama
- Melaksanakan pembinaan kesehatan masyarakat
- Melaksanakan kegiatan manajemen Puskesmas
- Melaksanakan pengendalian dan pelaksanaan norma, standart,
pedoman dan petunjuk operasional di bidang pelayanan kesehatan
dasar dan kesehatan masyarakat
- Melakanakan pemantauan, evaluasi dan pelaporan kegiatan UPT
b. Kepala Sub Bagian Tata usaha mempunyai tugas:
- Menyusun rencana kegiatan Sub Bagian Tata Usaha
- Menyiapkan bahan bahan pelaksanaan kegiatan di bidang pelayanan
kesehatan dasar dan pelayanan kesehatan masyarakat
- Menyiapkan bahan pelaksanaan pengendalian dan pelaksanaan norma,
standar, pedoman, dan petunjuk operasional di bidang pelayanan
kesehatan dasar dan pelayanan kesehatan masyarakat
- Menyusun Pedoman Kerja, Pola Tata Kerja, Prosedur dan Indikator
Kerja Puskesmas
Rencana Strategis eluo eustesmaiffl
- Melaksanakan administrasi keuangan, kepegawaian, surat menyurat,
kearsipan, administrasi umum, perpustakaan, kerumahtanggaan,
prasarana, dan sarana serta hubungan masyarakat
- Melaksanakan pelayanan administratif dan fungslonal di lingkungan
UPT
- Melaksanakan kegiatan mutu administrasi dan manajemen UPT
- Menyusun laporan kinerja dan laporan tahunan UPT
-Melaksanakan pemantauan, evaluasi, dan pelaporan kegiatan Sub
Bagian Tata Usaha
c. Penanggung lawab UKM
- Mengkoordinasikan kegiatan UKM UPT Puskesmas
- Melakukan monitoring/pemantauan pelaksanaan kegiatan, kepatuhan
prosedur dan analisis kegiatan UKM
- Melakukan evaluasi capaian kinerja dan mutu kegiatan UKM
- Melaporkan kepada Kepala UPT Puskesmas
d. Penanggung Jawab UKP
- Mengkoordinasikan kegiatan UKP UPT Puskesmas
- Melakukan monitoring/pemantauan pelaksanaan pelayanan, kepatuhan
prosedur dan analisis kegiatan pelayanan UKP
- Melakukan evaluasi capaian kinerja dan mutu pelayanan UKP
- Melaporkan kepada Kepala UPT Puskesmas
e. Penanggung Jawab Jaringan dan Jejaring
- Mengkoordinasikan kegiatan UKM dan UKP di jaringan pelayanan
kesehatan
- Melakukan monitoring/pemantauan pelaksanaan kegiatan UKM dan
UKP, kepatuhan prosedur dan analisis kegiatan UKM dan UKP di
jaringan pelayanan kesehatan
- Melakukan evaluasi capaian kinerja dan mutu UKM dan UKP di jaringan
pelayanan kesehatan
- Melakukan monitoring dan evaluasi pelayanan kesehatan di jejaring
pelayanan kesehatan
- Melaporkan kepada Kepala UPT Puskesmas
f. Pelaksana Perencanaan dan Pelaporan
- Menyiapkan bahan, dokumen, kebijakan dan hasil kegiatan dalam
penyusunan perencanaan kegiatan UPT Puskesmas/Perencanaan
Tingkat Puskesmas
- Menyusun Pedoman Kerja, Prosedur Kerja dan Kerangka Acuan
Kegiatan Perencanaan dan Pelaporan
- Melakukan analisis bahan perencanaan kegiatan
- Menyusun Rencana Usulan Kegiatan dan Rencana Pelaksanaan
Kegiatan Puskesmas
- Menyusun evaluasi dan laporan hasil kegiatan
- Melaporkan kepada Kepala UPT Puskesmas
g. Pelaksana Keuangan
- Menyiapkan bahan, dokumen dan kebijakan perencanaan keuangan
Rencana Strategis BLUD Puskesmas
f[
- Menyusun Pedoman Kerja, Prosdeur Kerja dan Kerangka Acuan
Kegiatan pengelolaan keuangan
- Menyusun perencanaan kegiatan pengelolaan keuangan
- Melaksanakan kegiatan pengelolaan dan pengadministrasian keuangan
- Menyusun evaluasi, analisis dan laporan keuangan
- Melaporkan kepada Kepala UPT Puskesmas
h. Pelaksana Umum dan Kepegawaian
- Menyiapkan bahan, dokumen dan kebijakan perencanaan
kepegawaian, sarana prasarana dan adminstrasi umum
- Menyusun Pedoman Kerja, Prosedur Kerja dan Kerangka Acuan
Kegiatan kepegawaian, sarana prasarana dan administrasi umum
- Menyusun perencanaan kegiatan pengelolaan kepegawaian, sarana
prasarana dan administrasi umum
- Melaksanakan kegiatan pelayanan kepegawaian dan administrasi
umum
-Melakukan analisis kepegawaian, sarana prasarana dan administrasi
umum
-Menyusun Rencana Usulan Kegiatan dan Rencana pelaksanaan
Kegiatan kepegawaian, sarana prasarana dan administrasi umum
-Melakukan evaluasi dan laporan kepegawaian, sarana prasarana dan
administrasi umum
-Melaporkan kepada Kepala UPT Puskesmas
i. Pelaksana UKM
-Menyiapkan bahan, dokumen dan kebijakan perencanaan kegiatan
UKM
- Menyusun Pedoman Kerja dan Prosedur Kerja UKM
- Menyusun perencanaan kegiatan UKM, Rencanan Usulan Kegiatan,
Rencana Pelaksanaan Kegiatan dan Kerangka Acuan Kegiatan UKM
- Melaksanakan evaluasi hasil kegiatan
j. Penanggung Jawab Ruang UKP
- Mengkoordinasikan kegiatan pelayanan di ruang pelayanan
- Menyiapkan bahan, dokumen dna kebijakan perencanaan kegiatan
pelayanan
- Menyusun pedoman kerja ruang pelayanan dan prosedur kerja
pelayanan
-Menyusun rencana kebutuhan sarana kerja, alat kerja dan bahan kerja
-Melaksanakan pemenuhan indikator mutu, kinerja dan evaluasi hasil
kegiatan pelayanan
k. Pelaksana Pelayanan UKP
-Menyiapkan bahan dan alat kerja pelayanan
-Melaksanakan kegiatan pelayanan sesuai dengan prosedur yang
berlaku
-Melakukan pencatatan dan pelaporan hasil kegiatan pelayanan
-Melaporkan hasil kegiatan kepada penanggung Jawab pelayanan
l. Penanggung Jawab Pustu dan Ponkesdes

Rencana Strategis aLUO errkesmaslfl


- Menyiapkan bahan, dokumen dan kebijakan perencanaan kegiatan
pelayanan
- Menyusun Pedoman Kerja dan Prosedur Kerja
- Menyusun perencanaan kegiatan, Rencanan Usulan Kegiatan, Rencana
Pelaksanaan Kegiatan dan Kerangka Acuan Kegiatan
- Mengkoordinasikan kegiatan pelayanan
- Melaksanakan evaluasi hasil kegiatan
- Melaporkan kepada Kepala UPT Puskesmas
m. Pelaksana Pelayanan Pustu dan Ponkesdes
- Menyiapkan bahan dan alat kerja kegiatan
- Melaksanakan kegiatan sesuai dengan prosedur yang berlaku
- Melakukan pencatatan dan pelaporan hasil kegiatan
- Melaporkan hasil kegiatan kepada Penanggung Jawab

2. Sumber Daya Puskesmas (contoh)


a) Sumber Daya Manusia
Sumber Daya Manusia di Puskesmas ... meliputi tenaga kesehatan
dan tenaga non kesehatan. Puskesmas ... sudah memenuhi tenaga
doker, dokter gigi, apoteker, perekam medis, analis medis, asisten
apoteker sanitarian dan nutrisonis. Tetapi masih ada kekurangan jumlah
dokter, jumlah bidan, tenaga administrasi, tenaga kebersihan dan sopir.
Sebagian besar tenaga masih berstatus non PNS.

Rencana Strategis alUo ersfesraifll


Berikut ini profil ketenagaan di Puskesmas ... :

I I Dokter 4 3PNS,1THL 6 6 2
2 | DoKer gigi 3 1 2 2 Lebih 1
PNS(kapusk).1
CPNS,l,THL
3 I Apoteker 1 lTHL 2 2 1

4 | Asisten Apoteker 0 honorer 2 2 2

5 lAdministrasi 1 1 PNS 1 1 0
Kepegawaian

6 | Bendahara 0 0

7 | Pengadministarasi 2 2 PNS
Umum

8 | Sistem Informasi 1 Honorer 2


Kesehatan

9 | Pengelola Barang 0 2
Aset Negara

10 | Pengelola I Honorer I
Program dan
Pelaporan

11 | Kasir 1 1 Honorer I 1 0

12 i Perekam Medis 0 0 2 2 2

13 | Kebersihan 2 2 honorer 4 4 2

14 | Sopir Ambulan I 1 Honorer 2 2 1

15 | Penjaga 2 1 THL,1 3 3 1
keamanan Honorer

16 | Perawat 23 15 PNS,4 THL, 23 11 0


4 honorer

Perawat desa 16 15 PTT,I THL 2t 16 5


(pustu
/ponkesdes)
17 | Perawat gigi 1 PNS 1 I 0
18 I Bidan 11 6 PNS. 5 19 l9 8
honorer

Bidan ?t 18PNS,2 PTT ,1 2t 2L 0


pustu/ponkesdes THL
Nutrisionist 1 1 PNS 1 2 1

Rencana Strategis BLUD Puskesmas


@
Perhitungan
No Jenis Tenaga
Standar
Jumlah Status Analisis Kekurangan
Kebutuhan
Beban Keria
20 Pranata Lab 2 IPNS, 1 THL 4 4 2
2t Sanitarian 1 1 PNS 2 2 1

22 Promkes 0 0 1 I I
23 Epidemologi 0 0 1 L 1
Kesehatan

JUMLAH 95 51PNS, 18 THL, 117 101 16


t7 nr,9
honorer

b) Sumber Daya Keuangan


Sumber daya keuangan Puskesmas ... berasal dari Kapitasi JKN
Puskesmas, Operasional APBD dan Bantuan Operasional Kesehatan.
Dana operasional yang didapatkan dari APBD masih tergolong kecil dan
hanya mencukupi kebutuhan air dan listrik.

Berikut ini realisasi keuangan Puskesmas ... dari berbagai sumber


dana:

Sumber Realisasi Realisasi Realisasi Realisasi


No
Dana Tahun 2015 Tahun 2016 Tahun 2017 Tahun 2018
Op€rasional
1 114.446.129 115.531.440 108.122.930 115.363.799
APBD
Bantuan
2 Operasional 149.000.000 322.000.000 569.607.200 785.124.000
Kesehatan

3 Kapitasi JKN 1.069.950.020 2.258.003.058,52 2.4s7.078.667 2.608.400.805

4 Non Kapitasi 302.117.000 389.647.500 4s8.983.060 258.854.020

5 Subsidi 30.871.7s0 35.871.750 32.190.500 0

5 Non Subsidi 5.175.500 66.631.750 34.523.500 24.877 .2s0

7 lumla h 1.671.560.399 3. 187.68 5. 498, 5 2 3.660.505.857 3.792.610.874

c) Sumber Daya Sarana Prasarana


Sarana dan prasarana Puskesmas ... cukup lengkap dengan
kondisi gedung yang baru dibangun pada tahun 2014. Beberapa sarana
masih perlu perhatian karena mengalami kerusakan sedang.

... belum memiliki mobil jenazah dan ambulans yang


Puskesmas
memadai meskipun memiliki pelayanan 24 jam dan melayani rujukan

Rencana Strategis AIUO errtor"i@


kegawadarurata n.

Kondisi
Jumlah /
No Sarana Rusak
Kecukupan Baik Rusak Berat
Sedanq
1 Gedung Puskesmas 1 1

2 Gedung Pustu 5 5
3 Gedeng Ponkesdes 16 7 9
4 Mobil Operasional
5 Pusling 1 1

6 Ambulans 2 1, 1

7 Mobil Jenazah 0
8 Motor Operasional 6 6
9 Alat kesehatan 614 o/

Puskesmas ... memiliki sarana pemeriksaan laboratorium canggih


sepefti Fotometer, HematoAnalyzer dan Rotator untuk pemeriksaan
infeksi menular seksual.

KINERJA PELAYANAN PUSKESMAS (contoh)


1. Capaian Kinerja Upaya Kesehatan Masyarakat
a) Upaya Promosi Kesehatan
b) Upaya Gizi Masyarakat
c) Upaya Kesehatan Lingkungan
d) Upaya Kesehatan Ibu, Anak dan KB
e) Upaya Pencegahan dan Pengendalian Penyakit

2. Capaian Kinerja Upaya Kesehatan Perorangan


Penduduk di wilayah kerja Puskesmas ... Kecamatan .... cenderung
meningkat dari tahun ke tahun. Selain karena adanya perkembangan
perumahan/pemukiman baru juga karena banyak pendatang dari luar
kecamatan hingga luar Kabupaten/Kota. Hal tersebut memiliki pengaruh
terhadap peningkatan jumlah kunjungan pasien di Puskesmas ... dan
jaringannya.

Tingkat kunjungan di Puskesmas ... makin meningkat setiap tahun.


Pasien non gawat darurat juga banyak berkunjung pada sore hari. Hal ini
karena Puskesmas ...
berada di
wilayah perkotaan dimana banyak
penduduknya yang bekerja pada pagi hari.

Berikut gambaran kenaikan kunjungan rawat jalan di Puskesmas ...


setiap tahun:

Jumlah
No Unit Pelayanan
2013 20t4 2015 2016 20L7 2018
1 Puskesmas .., 31012 2700s 31055 42269 42040 5t464
Rencana Strategis alUD Puskesmas
!!
lumlah
No Unit Pelayanan 2013 20L4 2015 2016 20L7 2018

2 Pustu.. 4tr4 4156 4198 4240 4283 4326


3 Ponkesdes .. 4245 4288 4330 4374 44t8 4463
4 Ponkesdes ... 2925 2955 2985 3015 3045 3076
5 Pustu ... 6387 6452 6517 6583 6649 67t6
6 Ponkesdes... 2180 2202 2224 2246 2269 2292
7 Ponkesdes... 3656 3693 3730 3768 3806 3844
8 Ponkesdes... 1782 1800 1818 1836 185 5 1874
9 Ponkesdes... 3128 3160 3191 3223 3256 3289
10 Ponkesdes... 27t2 2739 2767 2795 2823 2852
11 Ponkesdes ... 6327 6390 6455 6520 6586 6653
t2 Ponkesdes... s323 5377 5431 5486 5541 5597
13 Pustu .. t597 1613 t629 1645 1662 t679
14 Pustu .. 7897 7977 8058 8139 822t 8304
15 Ponkesdes.. 5645 5702 s760 58i8 5877 5936
Lb Pomkesdes... 3015 3045 3076 3t07 3138 3170
t7 Ponkesdes.. 2806 2834 2863 2892 2921 295r
18 Ponkesdes .. 1619 1635 1652 1669 1686 1703
19 Ponkesdes ... 2961 2991, 3021 3052 3083 3414
20 Ponkesdes... 1690 !707 t724 1741, 1759 t777
2L Pustu ... 2380 2404 2428 2453 2478 2503
22 Ponkesdes... 2590 26t6 2642 2669 2696 2723
Jumlah 105991 10274r t07554 119540 120092 130606

Kunjungan tiap poli digambarkan pada grafik berikut ini:

Graf ik kunjunBan poli lansia

2d)o
1lOO

,2()15 2014)

Poa i l.rnsi?)

-9
Gambar 1. Grafik Kunjungan Pasien Ruang Pelayanan Lansia
Puskesmas ... Tahun 2013-20t7 .

Rencana Strategis BLUD Puskesmas p!


Graf ik Kunjungan Poli umum
JOo(x)

2500

2COS

150m

16m

5mo

o
201l 2014 2015 2016 2071

IAHUN

Gambar 2. Graifk Kunjungan Pasien Ruang Pelayanan Umum


Puskesmas ... Tahun 2013-2017.

Graf ik kunjungan Poli MTBS


4500
4mo
3500
3&0
23)o 2

2000
1500
1000
SM
0
lot l 2014 2015 )a1t
Irhun

3 Poti MISS

-
Gambar 3. Grafik Kunjungan Pasien Ruang Pelayanan MTBS Puskesmas
... Tahun 2013-20L7.

Rencana Strategis BLUD Puskesmas


@
Grafik Kunjungan Poli Gigi
lmo

2500

2@O

l SOO

1@O

5S

0
2014 2015 2016 2017

Gambar 4. Grafik Kunjungan Pasien Ruang Pelayanan Gigi Puskesmas


... Tahun 20t3-2017.

Graf ik Kunjungan laboratorium

2013 2014 2015 )o17

Tahun

Laborato.ium

-8
Gambar 5. Grafik Kunjungan Pasien Ruang Pelayanan Laboratorium
Puskesmas ... Tahun 20t3-20L7.

Rencana strategis BLUD Puskesmas


@
Grafik kunjungan Poli KIA/KB
2500

2mo

1500

- 1mo

5m

0
2014 2015 201t
Iehun

Poli XtA /K8

-2
Gambar 6. Grafik Kunjungan Pasien Ruang pelayanan KIA puskesmas
... Tahun 2013-20t7.

Grafik kunjungan Poli IVA


7m

6&
5m

4m

3m

2m

lm
0
2013 2014 2015 2017

tahur

6, Poli tvA

-
Gambar 7. Grafik Kunjungan Pasien Ruang Pelayanan IVA dan IMS
Puskesmas ... Tahun 2013-20L1.
Grafik kunjungan UGD, rawat inap & Poned
8000
7mo
5m0
smo
4mo
3m0
2mo
1@O
0
2013 2014 2015 2016 2017

tah!n
In.p
-u6D -BavJat -POattD
Gambar 8' Grank -"'il'ril"'r3?iTJl?linap & Poned Puskesmas "'

3. Capaian Kinerja Administrasi dan Manajemen


Puskesmas ... melakanakan Survey Kepuasan Masyarakat untuk melhat
tingkat kepuasan masyarakat terhadap pelayanan puskesmas. Rata-rata
tingkat kepuasan masyarakat di Puskesmas... cukup tinggi dengan nilai IKM
mencapai lebih dari 80o/o.

Hasil survei kepuasan masyarakat


4

,,i
tll lll ill lll tll lll ill fil lll
Ul U2 U] U4 U5 U6 Ul U8 U9

. tahun 2016 . tahun 2017 r tahun 2018

Rencana Strategis BLUD Puskesmas


@
BAB III
PERMASALAHAN DAN ISU STRATEGIS PUSKESMAS

A. IDENTIFIKASI MASALAH KESEHATAN MASYARAKAT


Wilayah kerja Puskesmas ... yang berada di wilayah pedesaaan dengan
tingkat kepadatan penduduk yang tinggi, memllki potensi berbagai masalah
kesehatan. Selain itu terdapat juga peluang yang besar untuk penyelesaiannya.
Berapa masalah kesehatan masyarakat berkaitan dengan kinerja
Puskesmas ... pada tahun 2018 diantaranya sebagai berikut:

Kesehatan lbu, Anak dan Keluarga Berencana


Capaian beberapa kegiatan Kesehatan lbu, Anak dan Gizi Masyarakat masih
mengalami beberapa masalah Yaitu:
- Rendahnya capaian penanganan komplikasi kebidanan
- llngginya penemuan bumil risiko tinggi
- Rendahnya capaian penanganan komplikasi pada neonates
- Rendahnya capaian KB Pasca salin

FAKTOR PENGHAMBAT FAKTOR PENDORONG


1. Luas wilayah dan jumlah penduduk yang 1. Tinqkat pendapatan Penduduk
tinggi 2. Kemudahan mengakses sarana
2. Banyakpendudukpendatang/urban pelayanan kesehatan dengan
dengan mobilisasi tin99i dukungan infrastruKur dan sarana
3. Tingkat persaingan ekonomi yang tinqgi transportasi
4. Penduduk pendatang yang tidak memiliki
jaminan kesehatan atau jaminan
kesehatan terdaftar di wilayah lain

Penyakit Menular dan Kesehatan Lingkungan


Beberapa masalah penyakit menular dan kesehatan lingkungan yang masih
menjadi masalah di wilayah kerja Puskesmas... adalah:
- Desa ODF kurang dari target
- Tingginya penemuan kasus TBC
- Tingginya penemuan kasus DBD

FAKTOR PENGHAMBAT FAKTOR PENDORONG


1. Kepadatan p€nduduk yang tinggi 1. Tingginya kunjungan rawat jalan
2. Saryankes swasta di wilayah kerja yang puskesmas
tidak melaksanakan program UKM 2. Adanya laminan kesehatan JKN bagi
3. Populasi berisiko yang tersembunyi dan masyarakat miskin
belum teriangkau
4. Linokunqan dan DaDaran pencemaran

Penyakit Tidak lt4enular


Masalah penyakit tidak menular di wilayah kerja Puskesmas .'. diantaranya:

n"n-n. StrutaOi. At-Uo er.X"rrn* EII


Masih rendahnya cakupan penemuan kasus Hipertensi dan Diabetes Mellitus
Masih rendahnya cakupan pemeriksaan skrinlng kanker leher Rahim
lingginya prevalensi obesitas dan risiko penyakit tidak menular lainnya.

FAKTOR PENGHAMBAT FAKTOR PENDORONG


1. Kesadaran skrining kesehatan fang 1. Tingkat kesejahteraan penduduk
masih rendah 2. Kemudahan akses saryankes
2. Masyarakat masih berpola pemikiran
paradigma sakit
3. Kesadaran gaya hidup sehat masih
rendah
4- Keterhatasan nehroas

Kualitas Pelayanan dan Uoava Kesehatan Perorangan


Puskesmas ... dengan jaringan ... (lima) Puskesmas Pembantu serta 16
(enam belas) Ponkesdes bersaing dengan beberapa klinik swasta, DoKer Praktek
Mandiri dan Bidan Praktlk Swasta yang menjadi jejaring wilayah kerja Puskesmas.
Selain itu terdapat juga beberapa Puskesmas yang berbatasan wilayah atau dekat
dengan wilayah Puskesmas ... seperti: Puskesmas ..., Puskesmas ... dan
Puskesmas ... .
Hal-hal tersebut di atas menunjukkan bahwa tingkat persaingan pelayanan
kesehatan sangat tinggi. Hal tersebut menjadikan Puskesmas ... bertekad untuk
terus meningkatkan mutu pelayanan dan menangkap peluang potensi
pengembangan layanan dan peningkatan kapasitas pelayanan dengan
mempelajari perilaku pencarian pengobatan (health seeking behaviou)
masyarakat.
Masalah kualitas pelayanan kesehatan pada UKP di puskesmas sebagai
berikut:
- Ketersediaan obat, alkes dan BMHP masih belum mencukupi
- Jumlah dokter belum sesuai Analisis Beban Kerja
- Angka Kontak Komunikasi yang masih rendah
- llngkat Kepuasan Masyarakat

FAKTOR PENGHAMBAT
1. Tingkat persaingan dengan saryankes Tingkat kesejahteraan masyarakat
swasta tinggi Kemudahan akses terhadap saryankes
2. lumlah peserta JKN puskesmas yang
masih rendah dibanding jumlah
penduduk
3. Keterbatasan jumlah tenaga dokter,
perawat dan bidan

B. ISU STRATEGIS
1. Penlngkatan Kesehatan lbu, Anak, Lansia dan Gizi Masyarakat
2. Peningkatan Promosi Kesehatan dan Pemberdayaan Masyarakat
3. Perbaikan Pencegahan Penyakit Menular dan Kesehatan Lingkungan
4. Perbaikan Pengendalian Penyakit Tidak Menular
5. Peningkatan Kualitas Pelayanan Melalui Penerapan Standar Akreditasi
Puskesmas dan Informasi
Rencana Strategis BLUD Puskesmas
a) Budaya Organisasi
Rangkaian manajemen perubahan yang dilakukan oleh UPT
Puskesmas ... telah membentuk suatu budaya organisasi baru.
Sinergisme kegiatan yang dipadukan dengan implementasi BLUD akan
meningkatkan kualitas pelayanan melalui budaya menjunjung tinggi etika
dan hukum kesehatan, menjunjung tinggi kejujuran serta meningkatkan
kepuasan pelanggan, profesionalisme, kompetensi dan ke{asama.
b) Sumber Daya Keuangan
Persiapan penerapan BLUD di Puskesmas ... dilaksanakan melalui:
persiapan SDM, persiapan pengelolaan keuangan, persiapan perubahan
sistem akuntansi, persiapan data dan dokumen pendukung serta
persiapan sarana dan prasarana.
c) Sumber Daya Manusia
Secara umum terjadi perubahan pola pikir Sumber Daya Manusia di
Puskesmas ... yang disebabkan oleh peningkatan kapasitas dan
kapabilitas sumber daya manusia secara umum baik melalui pendidikan
formal maupun non formal berupa pelatihan dari Dinas Kesehatan
Kabupaten/Kota Dinas Kesehatan Propinsi dan Kementrian
Kesehatan.
Peningkatan kapasitas Sumber Daya Manusia dilakukan melalui
proses perencanaan kebutuhan pendidikan dan pelatihan serta
perencanaan anggaran pendidikan dan pelatihan.
d) Sumber Daya Informasi
Implementasi Sistem Informasi Pasien (SIP) di Puskesmas sudah
dilaksanakan sejak tahun 2015 dan akan digantikan dengan Sistem
Informasi Kesehatan Daerah (SIKDA) pada tahun 2019 untuk seluruh
Kabupaten/Kota Sedangkan pelayanan pasien JKN sudah
menggunakan aplikasi P-Care dari BPJS Kesehatan.
Dukungan perangkat hardware, sofrware dan jaringan di Puskesmas
... sudah terpenuhi melalui anggaran Dinas Kesehatan maupun anggaran
Kapitasi JKN Puskesmas.
Selain Sistem Informasi yang dikembangkan sendiri oleh Puskesmas,
sistem pelaporan berbasis teknologi informasi sudah dilaksanakan oleh
beberapa program seperti TB, Posbindu PTM, HIV, Pengelolaan barang
daerah dan kepegawaian.
e) Sumber Daya Teknologi
Pemenuhan peralatan kedokteran canggih sudah sebagian besar
dimiliki oleh Puskesmas ... sepefti unit Fotometer untuk pemeriksaan
laboratorium kimia klinik, unit Hemato Analizer untuk pemeriksaan
laboratorium darah lengkap, unit USG untuk pemeriksaan ibu hamil, unit
ECG untuk pemeriksaan rekam jantung, unit diagnostik vital sign untuk
pemeriksaan fisik pasien, unit nebulizer untuk tindakan gawat darurat
sefta Autoclave untuk proses sterilisasi peralatan medis.
Selain peralatan kedokteran canggih, Puskesmas ... telah memiliki
perangkat penunjang berbasis teknologi seperti perangkat komunikasi
internal dan perangkat pengawasan kamera CCTV.
Pengadaan peralatan kedokteran dan perangkat berbasis teknologi
tersebut berasal dari anggaran Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota .... dan
anggaran kapitasi JKN Puskesmas.
f) Sumber Daya Fasilitas Fisik (Bangunan dan Peralatan)
Sarana bangunan Puskesmas sejak tahun 2014 telah mengalami
beberapa renovasi yang signifikan baik berupa perbaikan, penambahan
ruangan, penambahan sarana bangunan, pengecatan maupun
penambahan dan penggantian perabot dan peralatan kantor.
Meskipun demikian, masih ada sarana bangunan yang belum
terpenuhi yang telah masuk dalam perencanaan puskesmas yaitu
penambahan ruang rekam medis dan pengadaan genset.
Seluruh anggaran pengadaan dan pemeliharaan sarana berasal dari
anggaran Dinas Kesehatan dan Kapitasi JKN Puskesmas.

C. RENCANA PENGEMBANGAN LAYANAN


Isu strategis berdasarkan analisis internal dan eksternal di Puskesmas...
adalah sebagai berikut:
L. Related Dive$ifiatbr, (keanekaragaman)
Diversifikasi pada UPT Puskesmas ... dapat dilihat dari berbagai macam
jenis layanan yang sudah dikembangkan. Setiap layanan didukung oleh
tenaga kesehatan profesional dan kompeten di bidangnya seperti dokter,
dokter gigi, apoteker, perawat, perawat gigi, analis kesehatan, asisten
apoteker, perekam medis, sanitarian, gizi dan bidan. Dengan demikian ada
11 (sebelas) jenis tenaga kesehatan yang dapat memberikan diversifikasi
layanan kesehatan rawat jalan, rawat inap dan 24 jam.
Diversifikasi layanan pada jam kerja pagi hari tergolong lengkap mulai
pelayanan loket, pemeriksaan umum, pemeriksaan lansia, pemeriksaan gigi,
pemeriksaan penyakit menular, pemeriksaan anak/MTBS, pemeriksaan ibu
dan anak, pemeriksaan penyakit menular seksual, konsultasi gizi, konsultasi
santasi, pemerikaan laboratorium dan pelayanan farmasi.
Sedangkan diversifikasi layanan 24 jam yang ditunjang oleh tenaga
perawat dan bidan profesional menyediakan layanan rawat jalan sore, gawat
darurat, rujukan, persalinan dan rawat inap.
Semua diversifikasi layanan di atas dimaksudkan untuk memenuhi
keutuhan konsumen dan masyarakat akan layanan kesehatan yang lengkap.

2, Market Development (pengembangan pasar)


Pengembangan pasar yang dilakukan oleh Puskesmas ... adalah dengan
menjangkau konsumen atau masyarakat melalui pendekatan akses layanan
kesehatan misalnya peningkatan ragam layanan di Puskesmas Pembantu,
layanan Posyandu lansia, Posbindu di khusus di instansi dan sebagainya.
Jangkauan konsumen lanjut usia dengan karakteristik yang mandiri,
dikembangkan melalui Ruang Pelayanan Lansia yang mengambil konsep ore
stop seNice dimana lansia dilayani secara terpadu dalam satu ruangan
dengan antrian khusus tanpa harus melakukan mobilisasi berlebihan.

Rencana Strategis BLUD Puskesmas


f[
Selain itu dengan karakteristik masyarakat pedesaan yang banyak
didominasi petani dan buruh pabrik maka Puskesmas... membuka layanan
gawat darurat 24 jam meskipun belum lengkap seperti pelayanan pagi hari.
Akses terhadap Puskesmas yang mudah karena berada di lokasi
strategis, jalan raya yang dilewati sarana transpoftasi umum, dekat dengan
pemukiman dan dekat dengan sarana tempat-tempat umum lainnya
merupakan alasan tersendiri bagi konsumen untuk memilih puskesmas ...
sebagai tempat mendapatkan layanan kesehatan.
Keterjangkauan biaya pelayanan di Puskesmas menjadikan puskesmas
... memiliki rentang karakteristik konsumen dengan tingkat ekonomi kurang,
menengah hingga tingkat ekonomi atas. Kelengkapan fasilitas, kenyamanan
ruang pelayanan, profesionalitas petugas, kejelasan prosedur dan
kelengkapan produk menjadi salah satu alasan masyarakat dengan tingkat
ekonomi menengah atas memilih Puskesmas....
Perkembangan pemukiman dan kawasan industri yang masih terus
berjalan di wilayah Puskesmas, masih menyimpan potensi besar bagi
Puskesmas untuk meningkatkan pengembangan pasar.

3. Product Development (pengembangan produk)


Pengembangan produk pelayanan yang dilaksanakan oleh puskesmas...
dengan memperhatikan kebutuhan konsumen melalui hasil identiflkasi
kebutuhan dan umpan balik masyarakat. Beberapa produk layanan yang
menjadi unggulan antara lain:
a. Layanan pemeriksaan infeksi menular seksual seperti gonore, sifilis dan
pemeriksaan HIV.
b. Layanan pemerlksaan laboratorium lengkap meliputi pemeriksaan Darah
Lengkap menggunakan alat Hemato-Analizer, Urin Lengkap, kimia klinik
menggunakan alat fotometer dan pengiriman spesimen pemeriksaan Tes
Cepat Molekuler (TCM) untuk deteksi penyakit tuberkulosis.
c. Layanan pemeriksaan IVA untuk deteksi dini kanker leher rahim.
Selain mengembangkan produk khusus, puskesmas juga
mengembangkan modelling dan special services seperti: Layanan lansia one
stop service, layanan pemeriksaan ibu hamil terpadu (ANC Terpadu), layanan
pemeriksaan anak dengan pendekatan MTBS (Manajemen Terpadu Balita
Sakit), Kelas ibu hamil, program pengelolaan penyakit kronis (prolanis) dan
Posbindu khusus di instansi (sekolah).

4. Verti@l fnbgration (integrasi vertika!)


Pengembangan pelayanan melalui strategi integrasi veftikal
dilaksanakan dengan meningkatkan koordinasi dengan Dinas Kesehatan
Kabupaten/Kota .... melalul koordinasi perencanaan anggaran, pembinaan
dan pengawasan serta integrasi kegiatan yang menjadi prioritas di
Kabupaten/Kota....
Laju pertumbuhan penduduk dan perkembangan kawasan pemukiman
apabila diikuti dengan perilaku pencarian pengobatan yang baik maka
Puskesmas akan menjadi salah satu Fasilitas Kesehatan llngkat pertama
(FKTP) yang akan dimanfaatkan oleh masyarakat.

n"n."n" St.ut"Oi. at-UO eurlarr.* f!


Lokasi Puskesmas yang strategis merupakan kondisi yang
menguntungkan untuk mengembangkan keanekaragaman pelayanan
kesehatan karena memiliki pangsa pasar yang juga beraneka ragam.
Rencana pengembangan program pelayanan kesehatan di UPT
Puskesmas ... sampai dengan tahun ... yang bertujuan untuk meningkatkan
kualitas pelayanan publik bidang kesehatan sehingga rencana
pengembangan program pelayanan kesehatan.

5. Pengembangan Jenis Pelayanan


Peningkatan jumlah kunjungan rawat jalan Puskesmas ... setiap tahun
mengharuskan Puskesmas ... untuk mencari inovasi agar lebih efisien dalam
memberikan pelayanan pada pasien. Mengurangi waktu tunggu di unit
pendaftaran maupun di poli merupakan salah satu cara untuk meningkatkan
efisiensi pelayanan sehingga kepuasan pasien lebih meningkat. Oleh karena
itu, Puskesmas ... akan mengembangkan eledronic medical record (E'
medical recordl.
Selaln itu untuk meningkatkankualitas pelayanan pada pasien,
Puskesmas ... juga akan membuka layanan pemeriksaan USG oleh dokter
umum dan pengobatan tradisonal.
Berdasarkan latar belakang di atas, jenis pelayanan yang akan
dikembangkan di Puskesmas ... yaitu:
a. E-medical record
b. Pemeriksaan USG Abdomen oleh dokter umum
c. Pojok herbal
6. Peningkatan Sarana Prasarana Pelayanan
Kebutuhan sarana dan prasarana di Puskesmas meningkat seiring
dengan pemenuhan standar akreditasi puskesmas dan peningkatan
kunjungan puskesmas.
Sistem antrian loket yang lebih mudah dan transparan akan dibutuhkan
jika tingkat kunjungan makin meningkat.
Ruang tunggu khusus pasien lansia diperlukan sebagai perwujudan
puskesmas santun lansia. Sedangkan ruang tunggu pasien menular
digunakan untuk tempat pasien TB MDR yang harus meminum obat di
bawah pengawasan petugas.
Tempat parkir roda 2 diperlukan karena lahan puskesmas yang terbatas
dan tidak memiliki lahan parkir kendaraan. Tempat parkir di desain berada di
lantai atas sehingga akan menghemat lahan.
Beberapa rencana terkait penambahan sarana maupun pengembangan
sarana meliputi:
a. Sistem pendaftaran loket menggunakan sidik jari
b. Ruang tunggu khusus pasien lansia
c. Ruang tunggu ruang penyakit menular (IB)
d. Tempat Parkir kendaraan roda 2

Rencana Strategis BLUD Puskesmas


f!
7. Peningkatan Mutu SDM Pelayanan
Seiring dengan meningkatnya kunjungan dan upaya antisipasi program
UHC (Universal Health Coverage) yang akan meningkatkan jumlah peserta
BPJS Kesehatan, maka Puskesmas perlu melakukan rencana
pengembangan SDM pelayanan meliputi:
a. Penambahan dokter umum
b. Penambahan tenaga analis medis
c. Pelatihan tenaga medis dan paramedis

Rencana Strategis BLUD Puskesmas


f[
BAB IV
VISI, MISI, TUJUAN DAN ARAH KEBUAKAN

A. VISI PUSKESMAS (contoh)


Visi puskesmas adalah gambaran arah pembangunan atau kondisi masa
depan yang ingin dicapai dalam kurun waktu 5 (lima) tahun. Visi puskesmas
disusun berdasarkan visi Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota .... pada dokumen
Rencana Strategis Dinas Kesehatan .... Tahun 20.... -2O.... Jika terjadi
perubahan visi Pemerintah Kabupaten/Kota....yang dalam hal ini diterjemahkan
oleh Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota ...., maka visi Puskesmas juga akan
dilakukan revisi sesuai dengan perubahan tesebut.

Visi Puskesmas ... Tahun 20.... - 20.... :

"Menuju masyarakat ,... mandiri untuk hidup sehat"

Menuju masyarakat .... mandiri untuk hidup sehat yang dimaksud adalah
dengan pelayanan puskesmas UKM dan UKP dapat memfasilitasi masyakat
sehingga menyadari kebutuhan akan kesehatan, mau dan mampu mengenali,
mencegah dan mengatasi permasalahan kesehatannya sendiri.

Visi Puskesmas ... memillki keterkaitan dengan Visi Dinas Kesehatan


Kabupaten/Kota yaltu: "TERWUIUDNYA MASYARAKAT
KABUPATEN/KOTA YANG MANDIRI UNTUK HIDUP SEHAT".
Puskesmas ... mendukung visi Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota .... dengan
meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan menjadi lebih bermutu.

Keterkaitan visi puskesmas dengan Visi Pemerintah Kabupaten/Kota ....


yaitu: ..TERWUJUDNYA .... YAT{G AGAMIS, ADIL, SEJAHTERA DAN
BERKEHIDUPAN YANG BERKUALITAS". Visi tersebut akan diwujudkan
dengan Misi ke-4 yaitu,' "Lreningkatkan kualibs sumber daya manusia
melalui pemerataan layanan kesehatan, mewujudkan pendidikan yang
berkelanjubn dan pemenuhan kebutuhan dasar lainnya".

Visi Puskesmas... sejalan dengan cita-cita Pemerintah Kabupaten/Kota ....


mewujudkan kehidupan berkualitas melalui pemerataan layanan kesehatan.
Selain melalui pemerataan, layanan kesehatan harus lebih bermutu sehingga
masyarakat menerima pelayanan kesehatan yang berkualitas. Kehidupan
masyarakat lebih baik dan terdorong untuk berperan aktif dan mandiri untuk
menjadi lebih sehat.

B. MISI PUSKESMAS (contoh)


Misi Puskesmas adalah langkah-langkah yang akan diambil untuk
mewujudkan visi Puskesmas. Adapun misi untuk mencapai visi Puskesmas adalah
dengan:

Rencana Strategis aLUO errksrrs@


1. Memberikan pelayanan prima yang berkualitas demi kepuasan pelanggan
2. Melayani pelanggan dengan 5 S (senyum, sapa, sopan, santun, sabar)
3. Menciptakan lingkungan sehat yang merupakan sumber kesehatan
perorangan, keluarga dan masyarakat

Agar dapat memberikan pelayanan prima yang berkualitas maka,


Puskesmas ... membuat perencanaan peningkatan sarana prasarana dan
peningkatan kualitas sumber daya manusia melaluai perencanaan tingkat
puskesmas. Monitoring dan evaluasi kegiatan puskesmas dilaksanakan melalaul
penilaian kinerja puskesmas.

Menciptakan lingkungan sehat yang merupakan sumber kesehatan


perorangan, keluarga dan masyarakat dapat dicapai dengan mengoptimalkan
kegiatan promkes dan kesling serta meningkatkan ke{asama lintas program dan
lintas sektor.

C. TUJUAN PUSKESMAS (contoh)


Tujuan organisasi merupakan penjabaran atau implementasi dari
pernyataan misi organisasi yang mengandung makna:
- Merupakan hasil akhir yang akan dicapai atau dihasilkan dalam jangka waktu
sampai tahun terakhir renstra.
- Menggambarkan arah strategis organisasi dan perbaikan-perbaikan yang
ingin diciptakan sesuai tugas pokok dan fungsi orgaisasi
- Meletakkan kerangka prioritas untuk memfokuskan arah saran dan strategi
organisasi berupa kebijakan, program operasional dan kegiatan pokok
organisasi selama kurun waktu renstra.
Berdasarkan hal tersebut maka tujuan Puskesmas... adalah sebagai berlkut:

"Meningkatkan derajat kesehatan ibu dan anak, status gizi dan


pengendalian dengan pelayanan kesehatan bermutu"

D. SASARAN PUSKESMAS (contoh)


Sasara merupakan penjabaran daritujuan organisasi dan
menggambarkan hal-hal yang ingin dicapai melalui tindaka n-tindakan yang akan
dilakukan secara operasional.
Sasaran dan indikator sasaran Puskesmas ... berdasarkan tujuan sebagai
berikut:

TUJUAN SASARAN INDIKATOR SASARAN


Meningkatkan derajat Meningkatnya kesehatan 1 Angka Kematian Ibu (AKI)
kesehatan ibu dan anak, keluarga, perbaikan gizi,
status gizi dan kesehatan lingkungan, 2 Anqka Kematian Bayi (AKB)
pengendalian dengan pengendalian penyakit 3 Persentase balita qizi buruk
pelayanan kesehatan menular dan tidak menular
Pelayanan kesehatan usia
bermutu. serta kualitas pelayanan 4
sekolah dan remaja

Rencana strategis BLUD Puskesmas


fll
TUJUAN SASARAN INDIKATOR SASARAN
kesehatan Pelayanan kesehatan pada usia
5
lanjut >60 tahun
Persentase desa siaga aktif
6
Purnama Mandiri

7 Persentase desa STBI'4 dan PHBS

Persentase desa yang mencapai


8
UCI
Persentase KLB yang
9
ditanggulanqi <
24 jam
Persentase keberhasilan
10
penqobatan TB
11 RFT penderita kusta
12 Case Fatality Rate DBD
Orang berisiko terinfeksi HIV
13
mendapatkan pemeriksaan HIV
Cakupan temuan kasus
1,4
pemasungan pada ODGJ berat
Persentase desa yang memiliki
15
Posbindu PTM
Penyehatan makanan dan
16
minuman

Fasilitas pelayanan kesehatan,


t7
tenaga kesehatan dan
fasyankestrad memiliki iiin
18 lvlutu Pelayanan Puskesmas
Mutu Pelayanan Pustu dan
19
Ponkesdes

E. STMTEGI DAN ARAH KEBIJAKAN PUSKESMAS


Strategi dan kebijakan dibentuk untuk mencapai tujuan dan sasaran.
Strategi dirumuskan dengan menentukan langkah pilihan yang tepat melalui
analisis metode SWOT.

Adapun interaksi dan hasil interaksi dapat diikuti pada tabel berikut:
Analisis SWOT untuk meningkatnya kesehatan keluarga, perbaikan
gizi, kesehatan lingkungan, pengendalian penyakat menular dan tidak
menular serta kualitas pelayanan kesehatan

1. Adanya Sistem 1. Keterbatasan jumlah


manajemen yang berlaku tenaga doKer, tenaga
(akreditasi FKTP) perawat,bidan,
2. Adanya Komitmen tenaga adminsitrasi
pimpinan umum dan pelaksana
3.Adanya AIat Kesehatan program dibanding

Rencana Strategis BLUD Puskesmas


![
Faktor Internal Kekuatan ( S ) Kelemahan ( W )
yang mencukupi untuk beban kerja pelayanan
beragam jenis layanan UKP dan proqram
(alat pemeriksaan umum, UKM
pemeriksaan penunjang
EKG, pemeriksaan
penunjang usc,
pemeriksaan laboratorium 2. Kurangnya jenis
canggih) peningkatan kapasitas
4.Adanya sarana yang (pelatihan) petugas
memadai (gedung, yang sudah terpenuhi
kendaraan pusling, sarana 3. Keterbatasan
IPAL) anggaran operasional
5.Adanya jenis ketenagaan (listrik, air, internet,
yang mencukupi (dokter, kebersihan, dll)
apoteker, dokter gigi, 4. Keterbatasan
perekam medis, perawat, ang9aran
bidan, ahli gizi, perawat pemeliharaan saElna
gigi, sanitarian, analis (gedung, alat
medis, kesehatan kesehatana,
masyarakat dan kendaraan, IPAI. dll)
administrasi) 5. Rendahnya gaji/jasa
6.Adanya akses yang mudah pelayanan pegawai
terjangkau masyarakat NON PNS
T.Adanya tarif pelayanan 6. Rendahnya
yang teoangkau dengan kemampuan
subsidi dan non subsidi Puskesmas
S.Adanya layanan program menjangkau peserta
yang mendukung JKN di luar wilayah
promotif, preventif, kuratif Puskesmas
dan rehabilitatif
(pencegahan HIV, kanker
leher rahim, hepatitis,
tuberkulosis, dll

Faktor Eksternal

Meningkatnya daya 1. Mengoptimalkan mutu 1. Mengatasi


beli masyarakat pelayanan melalui sistem keterbatasan jumlah
terhadap kesehatan manajemen mutu yang tenaga kesehatan
baik dan peningkatan melalui peluang
strata akreditasi peningkatan
puskesmas (S1,O1) pendapatan
2. Mengoptimalkan puskesmas (W1,O1)
ketersediaan alat 2. Mengatasi
kesehatan dan jenis keterbatasan
layanan yang dapat anggaran operasional
dipenuhi (53,01) melalui peluang
3. Mengoptimalkan kondisi peninqkatan
sarana pelayanan melalui pendapatan
pemeliharaan dan puskesmas (W3,O1)
perawatan yang baik (s4, 3. Mengatasi
o1) keterbata sa n
4. Menqootimalkan

Rencana Strategis BLUD Puskesmas


f[
Peluang ( O ) so wo
pelayanan dengan pemeliharaan sarana
panduan SOP Pelayanan melalui peluang
(ss, o1) peningkatan
5. Mengoptimalkan pendapatan
informasi tarif pelayanan puskesmas (W4,Ol)
yang terjangkau kepada 4. Mengatasi rendahnya
masyarakat luas (S7, Ol) gaji/jasa pelayanan
pegawai Non PNS
melalui p€luang
peningkatan
pendapatan
ouskesmas (W5,Ol)
2. Adanya dukungan Mengoptimalkan adanya 1. Mengatasi
kebijakan daerah komitmen pimpinan dengan keterbatasa n
tentang pemenuhan memanfaatkan adanya anggaran operasional
sarana dan dukungan kebijakan daerah melalui perencanaan
operasional melalui perencanaan dan sesuai kebijakan
puskesmas manajemen yang baik daerah (W3,O2)
(s2,o2) 2. Mengatasi
keterbata sa n
an9garan
pemeliharaan sarana
melalui perencanaan
sesuai kebijakan
daerah (W4,02)

3. Adanya Kebijakan 1. Mengoptimalkan Mengatasi


Universal Health ketersediaan alat keterbatasan jumlah
Coverage (UHC) kesehatan dan jenis tenaga melalui
sistem laminan layanan yang dapat peluang peningkatan
Kesehatan Nasional dipenuhi (S3, 03) pendapatan kapitasi
tahun 2020 2. I'4engoptimalkan kondisi IKN (W1,03)
sarana pelayanan melalui Mengatasi
pemeliharaan dan keterbata sa n
perawatan yang baik (S4, kapasitas petugas
03) kesehatan melaui
3.Mengoptimalkan tenaga peluang peningkatan
pelayanan dengan pendapatan kapitasi
panduan SOP Pelayanan IKN (w2,03)
(ss, 03) 3. Mengatasi
4.Mengoptimalkan informasi keterbata sa n
keberadaan, layanan JKN anggaran operasional
dan keunggulan melalui peluang
puskesmas melalui peningkatan
berbagai sarana informasi pendapatan kapitasi
(s6, 03) JKN (W3,O3)
5. Mengoptimalkan informasi 4. Mengatasi
layanan program yang keterbata sa n
dapat diperoleh an9garan
masyarakat di Puskesmas pemeliharaan melalui
(s8, 03) peluang peningkatan
pendapatan kapitasi
JKN (W4,O3)

Rencana Strategis aluo eusfesras !!l


Ancaman ( T ) ST WT
1. Tingginya jumlah Mengoptimalkan adanya 1. Mengatasi
Fasilitas Kesehatan sistem manajemen mutu keterbatasan tenaga
Tlnqkat Pertama akreditasi puskesmas kesehatan untuk
(FKTP) kompetitor dan (s1,T1) mengatasi Jarak
jarak yang terlalu Mengoptimalkan jenis Fasilitas Kesehatan
dekat antar FKTP layanan dan keunggulan Kompetitor yang
puskesmas (56, T1) terlalu dekat (W1, T1)
. Mengoptimalkan layanan 2. Mengatasi
program dan kegiatan luar keterbatasan
gedung sebagai puskesmas
differensiasi layanan menjangkau peserta
puskesmas (S8, T1) JKN di luar wilayah
dengan tekhnologi
komunikasi untuk
mengatasi kompetitor

2. Kesadaran 1. Mengoptimalkan mutu Mengatasi rendahnya


masyarakat tentang pelayanan melalui sistem gaji/jasa pelayanan
hukum manajemen mutu, pegawai Non PNS untuk
panduan SOP pelayanan mengatasi kesadaran
dan pelaksanaan masyarakat tentang
akreditasi puskesmas hukum (W5,T2)
sebagai dasar hukum
kinerya pelayanan
puskesmas (S1, T2)
2. Mengoptimalkan
komitmen pimpinan
tentang masalah
perlindungan hukum
(s2,T2)

3. Kebijakan pelayanan 1. Mengoptimalkan mutu Mengatasi rendahnya


JKN yang berubah-ubah pelayanan melalui sistem gaji/ jasa pelayanan
dan tidak manajemen mutu, pegawai non PNS untuk
menguntungkan panduan SOP pelayanan mengatasi kebijakan
dan pelaksanaan pelayanan yang berubah-
akreditasi puskesmas ubah dan tidak
sebagai kebuakan menguntungkan (w2.T2)
pelayanan JKN di
puskesmas (S1, T3)
2. Mengoptimalkan
komitmen pimpinan
tentang kebijakan
pelayanan .lKN di
Puskesmas (S2,T3)

Rencana Strategis BLUD Puskesmas


f[
Strategi untuk mencapai sasaran dan tujuan sebagai berikut:

TUJUAN SASARAN STRATEGI KEBUAKAN


Meningkatkan i Meningkatnya Peningkatan Menetapkan Lafdnan One
deralat lkesehabn pelayanan Stop Service untuk lansia
kesehatnn ibu I keluarga, kesehatan ibu, dan posfandu lansia
dan anak, I perbaikan qizi, anak, remaja, dengan pemenuhan alkes
dan ] kesehatan
status gizi dan lansia dan Bahan Habis Pakai
pengendalian llingkungan, posyandu lansia
dengan I penqendalian
pelayanan ] Oenyatit
kesehatan I menular dan Penanganan Menetapkan layanan untuk
bermutu. tidak menular masalah gizi ibu dan anak seperti ANC
serta kualitas kurang dan buruk terpadu, persalinan 24 jam,
pelaya nan pada bayi, balita, konseling laktasi, konseling
kesehatan ibu hamil dan ibu gizi, pemeriksaan MTBS, KB
menyusui pasca salin, skrining risti
pre eklampsia

Peningkatan Menetapkan anggaran


upaya promosi peningkatan kapasitas
kesehatan dan kader setiap tahun dan
pem berdayaa n meningkatkan promoE
masyarakat kesehatan melalui media
sosial

Peningkatan Menetapkan layanan


Pengendalian pemeriksaan infeksi
penyakit menular menular seksual dan HIV,
dan tidak layanan M,Posbindu
menular serta
kesehatan
lingkungan
Peningkatan Membentuk jejaring
pembinaan dan kerjasama dengan BPM,
kelasama klinik dan RS melalui
jejaring dan supervisi dan pembinaan
jaringan
ouskesmas
Peningkatan 1 Menganggarkanpelatihan
mutu pelayanan, SDM kesehatan, mencukupi
kecukupan dan kebutuhan jenis SDM sesuai
kualitas SDM, standar akreditasi
sarana prasarana puskesmas dan pengadaan
dan perbekalan obat serta p€rbekalan
kesehatan. kesehatan melalui kapitasi
JKN
TUJUAN SASARAN STMTEGI KEBI]AKAN
Pengembangan Menetapkan layanan klinik
layanan sesuai IMS-HIV dan UGD dan
kebutuhan persalinan 24 jam
masyarakat dan
kebijakan bidang
kesehatan

Rencana Strategis BLUD Puskesmas


!!
BAB V
RENCANA STRATEGIS

Rencana strategis yang meliputi Rencana Program dan Kegiatan, Indikator


Kinerja, Kelompok Sasaran dan Pendanaan Indikatif dapat dilihat dalam Lampiran
(contoh), disesuai dengan masa jabatan Kepala Daerah.

n"n*n" Str.t"ei, errX"rrn-* ![


BAB VI
PENUTUP

Rencana Strategis pada Puskesmas yang menerapkan Badan Layanan Umum


Daerah sangat bermanfaat sebagai acuan dalam pelayanan kesehatan di Puskesmas
dan sebagai upaya untuk meningkatkan kinerja dengan adanya fleksibilitas
pengelolaan anggaran.

Terlakananya Rencana Strategis perlu mendapat dukungan dan partisipasi


pengelola Puskesmas serta perhatian dan dukungan Pemerintah Daerah baik bersifat
materiil, administratif maupun politis.

Rencana Strategis puskesmas ini akan direvisi apabila terjadi perubahan


terhadap peraturan perundang-undangan yang terkait dengan puskesmas atau
kebijakan Pemerintah Daerah sesuai dengan fungsi, tanggung jawab, dan
kewenangan organisasi puskesmas serta perubahan lingkungan puskesmas.

Rencana Strategis Pustesmas


![
LANflPIRAN
C
lo o
lII c,N
-c do N
llJ <N
o
-)z
clE
UR N
l! do N
(tJ <rl N
OJ
o-
E t-
.g
(fl
c
o
U*
co
\o
a\l
E <N
F
F\
c
.(o
(o
E
c
o
ol
9io
o= o
F\
C
o
o. giR
anc
a ttt
ze
r.F
p*3
c,+f i:fr
",
g rz

-e
!.zE
2Zt^= z
E?XE
o< E h erHE;i
d
<F:6
z:E UI
tJ
to! z
=<:
ut-
UJ
o. HEEf;F
E-q E',xt E
EEE
Yt!
lrt +
o.o # EEEEE-
lE
'a
OJ
E z
lo
-v.
lE
.Y
cIl =
.C c --
co o
F =
: v
z 6
z
l
l
F

o
z
a
o
I
.Y
IE
tr
=
d
I
E: E
o
tl o
d
o-
F*tt
- ol >-= ru
H
.o
E
tu
sC(^Y!vl
.g o, c, l9 l e
E a:z >- o-
tc .9

E E E ts; E
C'l

;E.
(lJ
o
Ol
E
xZ
(!,< E
g ;* p.iEE gEEE- !.rEEE
e
o !!-
tt F< cr!
EIE c
gE E8 (u

-- 6'
6E iE$;c rEgflE6:E5EE :gg;#g d.

-i9
9!-v
z o s s s
=6
LE = N
LN
or e
o F.
*s F
oo
(,a d o
d O
O q
sN so
9o
ITJ
o o
N N
gJ
o
(9
'eE d o t\ s s
EI
i-{
o o $
o \o
E8
ss
L. o s sF\ ;<
8.E (o N
N
rEt
Er o
3*n
Y
@
o ro

r!E
€E o
lrz q
OG oP ...\
!Qx
-YE
E'E
E-
rs=
o .:,lJ -Gl\! O?rx
E-9
BE sE tE
E-)( olq c! l
t!c : c.9'r or
ts t,
5 -o€;=
- - IEO eE-c^ q,l :T EEqEE
85,:?
i i6o c;i
Ev -O'\E-:
8E
l .EEE8 .99Efl o orE €
E E=e !! 'r -c rY -tt EE = =F.
.E: =
d
o bE>= doS
lg^Qf
c E9o, EEt-9 I5.e
lEO
>E i9E"
o o= o
-.;Yt -Illc
-cl S
tn P_ n ^
I:I-a.Egg
{a '
'=r\iE-C
l!-c l!
ao
7.o; .ii: f
c -
€EE-4EE- o E FEE
= lo
=
IE 3
!
C'I
fdq,r=
-iJ.!zI
-ll,-(l-r-
- o-- o.:z dE-3e 5EE EgEE
E lll
'a
c, d c c 11:
E
:
o1
F< .q l!
,F
6
dt .Q q)

z <d
Y<
lu
E
.9
tr^ (u
lrc
--tB
r{ (/,)
(I.)^
v7 dto
\z )< (,f tElou
d cl< o< .S cf
20 ll ._
l! l:1 lu
1^ F' o)- Ol >-
c:o
E-o
b:E i'E e
th E_6 <d) cL cD 89 s
o a! !-
z
=
d
I
o
d,
o-

az CP
.ScE
ltr .g .:L
Eg
F<
l! o -
se 9n Epp
hg 8.F fr E h
; E.ts
oo(,f
o-l E
!* o.

r{ so
z (\.
o s
LA
s s s
o so
(l N @ O Or Ot
I
F
d o sto s slo so
EI
o-
N
o o
s
@
s
(1 F\ N @ or
I!
tJ
d o s so sO so srO
F
i{
o sOr
N s N o @ @

Bt* s
a!
o\
so s
o\
s so
o
s
E=R
Y
(o Or o\

o)
c'\ dl c(,
9.. h.-
_ (,E!:!
? c(,
-c
-o
tEv
sx
E. .o+
r- m^
o
-i!cE_E
r, d! ftr !11 (,)
c >l?o {, o)
* 5s !-c
.Ea 3 )irE
5 aO l!
-;=att!D
CIZ SSE
to!
-f
cF 2(uo-
orE -o
\Cl
sOt
L:l c
o,XE
E('
B
: d6o- s;! c
t Irr - o :_-o l,o
(,,'E X 16tn -fi! loVE (o
>-.- ft! O C:
i-lq
al,

=,
4 sEEgg gEm -c^ lElUlq
(,/) !z= X
lE- co 9>
JEd) tdr-o;
oE
a - )'E
o 5a .EH l,ciJ(u-oE ll,
E.E E:
:drtuo-c:\o € E eE )zl!J
Y o! _ l\z
Le-
fE+m E-.c
UIEy E :,!o- S*o * HT,T€S
EEEfiH +FC=EE E
.jY
6EA E or 6r! orP
-o
i!oq,)o tr
5E_9.=.=t dag 3EE !. = =.o(ui(E'
-, > o.= >. x
lD
E (J ol
d oQ E
oLn -f
oz Eo Bn mg to
t-<
<d
Yro
i{n
0., :
vo_ !iEE J]
:z ol c- F
Y< OL o- gEq) -.
UEe
Etl
e-9 A
6* lo lE.a E= llto r! HE6
zo lo!!rE- E 6:tr tsE CC cE - F€6
OdE o,
E.EE
(u(u(/); fE
qJF Ee'
(UItr
-sr
g E'.','
on>.v u8
o o.t P
o-rzf!: = $EE o-t o_ >- o_ 6- -!Z O
0.,

o \o N o
z 00 or
E
d
I
o
d
o.

xZ
Hg

*E

z r{
N
o
so s sO so sO
o o o u) o
a!
F
c o so s e
s
UJ
4 o o s
O
o o
a{ a\l
o\
u.t
Id o
s
o so s
o
:9
o so
o
N o o Lat
Oi
N

s s so
O
o so s \o.
(o
Y
=*l P
ttrE**r:
E>E6=>E.9 6!r
m:x
toX
5=
cc
lll -9gHE: >(,
orO
Eo
=c^
=x
OJE(,
o;9E d-c.E-
C,r
o F lEE
(' Cl Q ot drE
5
l E5#
0)-O - c EI) _ k
x! s sE E.e; E;
H;Et-g tsE =ll
gleE _E>-
-
E EIU!lE0.iC,r!X
C a ) y E Ut l g H;FEE: Hg b.1 oB
d
o (l) rr- 5-=*o*ibE '6.-PH
EcYx naa
1=E H E=EC 3 3,s *lo oJ^
tE
E -E
st*t Se
4..:: -! rn o\. ! c (l)
b
cro E€e"gEsc ,s EEE9 E-o !o\
E.:EEO\ =-d
-cJ
lEl-a:
O-l cE
(, c=- -
i*eFE*eE8
\t a 1 C.= (, 2- >
=:
Jyao,
r-r
c lJo
ii E O-E i eg E=E€189 .< o60 11
=
.:: (U

(u E
d
o1
t-< (,
(,
d =
sFt
f=o, 3
<d .E -9>.I tr 6-O 8=E
Y< o E -r -jz (,
.Y,l
rd E-' E ir
c E(,
o-r
o(:_
E9
!
co
tII
l! 8089 luo
€ EE
zo ,og 96 s'E€ E o-.^v
f<ao
l-a
trq 6co l6E EpE
(u(ro
d-a oo SEEI 8_9 I o- >o-
o a! u1
z
o? o
=
d E)-..,d
(, Eto
(9
o bEsE9E
9:.u C-= C
d
o-
1'tsqE E!
6l C.,:: (,J (..,
o(uflf
o- o. cL u) o_

xZ
Hg
EH. E.
.o i: rB -i: o
t_E'6tAE
c.-
rq.E sP
-g (,
u'El
t-< S,=

*E Eggl FEg flE* EI;


E9_?3€9" &-6',EE_9E
2 (\ so s s s
o o @
Lr1
r Cr' Or

F
d o sO
gI
rF N
o s so so
Or N or Ol
UJ
(,
d (,r
s so
o s sL.l
d co N @ @

so s(o so so
co '.o @ 00
Y
=*; E o-
J
x c .o>^ !Z -o
o-3
l
!-*-ga< EC) lx
t{
o
(!!;S
!:Q E=t:E lo
!x '--r
o-^
oS
5 *-tts rz;JY iEr
E s l9 6'
c c -,: lo
=^
W-o
.-o
gts

c=,
o
!€^
<ilo
tr99
=fF
*xt!
lg.:!c!,
E
!co
'- '\
oE
'.oE

lt E_-
t!; ltr
:u399
q=€ o loE
i q-r
s-9
(,c
tso
.b d:9
Etrfo tr Qsq .o iiJ qt
5.&.=€ _e
lE
^?=
3a_ *in EO
looH
=-o

d ER
oz EF. c(, cafl
F<
<d E!
-lE
c esiE _ E
a0
clq
Y< Kicti:i (tto bc R
EE '19 lU o -839;
l! f9 .o?= EE
o-(^ E iot
zti oJ= E
>, '.v l
c= c -o "-:E
aEv
v-(,c
O-EE FggEE zo- zdd
o ro |.\ @ o\
z
z o s sO s
@
s s
o
s so
o
E
t-
=
- a{ Oi o\ o\ d @
IE
IoJ
o
4 rt s s@ sN sN sln so
uJ o so
r Or @ Or
o Or @ o lo-
lrn
lrr
lor
to)
Y (9
o
o d Or
r.{ s s s(o ;<
so sto so tut
o
N Oi @
Lt)
o\
L'l
o\ r.\ o t.
o
; o
E 65 s sN s sO so
th
Itr
6.{ s N s(o N o
Y Ot Or
o \o' o\ o
o s= \o o ro
f
4
Y !f; -
c
P.cS
lo
-.-
-lltE
! €a cll
c-
l!o- S .oE E
d
drFc x=o
= ;i5.o
E UE
c Elr <!(,
f- f
E
8.:.s
=-= Eq: -'
o-; ,->-
0, 8.3
rE ;Eax EH hE
3 h*o'
=
Ts
ta tr lD-r
EP E€ E EEE .-E gHtH '6o
-O

E E66s -s ag EAE Es, r4


tn -ot x 5x
z 6 -cir(,
lo.- ! lo\1,
.r1Lf € i h{< fre --cloEc^ftI
(J
(n ol 0, r-'
;HEFE
-E€ . lE

5 E9o^
f Es
EEe3 o,P=-
E b 8ts co (l
co=q- -o q:
-cod
lo E -i
v^.AE E
._- D
Ec)
=l!!
-v.
EHEB c E3E a) -c
L (, lH orfi 9 lE.=! loO
6r/) c w"- :EEEE
lE
ut c= e(,= o >EJ f ,=
='c:
olz
092-E >
ta o -ftt
l! ccq - (Eat-C
>-lltl 4.j Ef; c(!
o=
P_6
'6';
uJ EE - lB .g > o.-
Y .!]l d, ftr Prolt, 6*
=€ EdO- FM}E
-lg,E o .J. EE
z E:E 8EE 3g >c yE E3
5
::tcl,
.oll,l!
-c(r-
l!E=
E#- -c E.- -co i{-co < f
o-c! Y
*ni+
llj -:z -
- .o= .g
ET'
tu
-C -c |I, -;O CLL
o E o= -eea E=O.- lD 'o5 rB 0., .,:li
E.sg! E
trJ
(, 3Ee EOJE(u
lv 3EE
El< cEE
lco
c, co 3 e[ c
z
r
LIJ
E
-c !
l!

E d
(9
ec o
Io
:E
.EE
lolBc
lg
o-
cl!
(o
ol
d o c(o c c'l (, -Octr9.9
to- .g
c, c c Eo c lE o
E
o
c
o.
c
o dto
>.E 3
z =lg 9ET
ol -E E
* OJ
llt
o
E
c o
F
-q
{J
o.
O'L
o,c
:z
clo
CN
o :d8:8.
OJ
c
cGl cGl .q
(,
Y o- 8.E
cGl lo
'lJ sr
;ii E H
!,8# E Xo
o-
o
o l
_78 lg Eg !/, .= < tr 9=
z lg
U 8-9 0)
o-
orf
cr !z &E;gg
-q]
€s
o- o-
(ul
o-o
o .! \o |.\
z
z3 '{o slr)
@
s
LN
o\
s
@
so
o
sO LA
N so Oi
so
o
E
- lD
E
OJ

c,o
tl s so s so s o s
ul
c o N o F\ so o
o
f
o-
N Or @ .9
c')
lrl 0)
lJ
I o
!.{ so s s so so t
s s P

F o
\o
N N @ @ o lI,
c
c(u
q, d.
6E :9 so sO s s
a.{ sO' tn
ra
O
o
o
o
(o so sl-
\l.
t\l N
es co N

x .c E E
tE= c:.g E o co
o--tr 9l! -dl P+_
'do-o l!E !o o orE Ecd h(! .o EE
>.=<
6lool P= 'E)!)
nr-c- -EE. E(, <.-E
:Bg -c
ocltr =o)
\r! 9.e ---B -oo:i
o!x EtEs Ea8,,r .a lo(n
.!2 lo i >'
c>- (^o cC ltr cr=
o_ og -oo
l-a ;EA ol-
f€s
d >o
l(,
(o:<
lo=x
i
-rJ
9g
lq
F
Ea Cl>-EOt .)z
EEHE
a -6-
u oo
ood >
aa
daEs
-, (n:<
q (/,0,,o 6 lo"r =
5
lEJE *-c
-oX
E!-
(, o) a: :EX o0)> Fbhq
(t --o
;:8
o-9-r
EE&E
(u=o m .!2 -^
cD-o lE o tlcx
fi 6.ra -eE gE
0J
sE# Ho
:l o\
EPE (^ o=o
a 1.- E ;Es 'tsr60
=
d
o
o)t 3
E6 0 "o _ ,--{ clEE E
.l9o(o Eo f'\$ -c
-(:
=oc
- -c. 9) .= --.t E 9EE rZ
{,
f p 6c
6rE or
c JfoJ
a=t
h! x e 8. P'E -o;c,
i: d, :t vt-
o iaE
lt ;l!ru >'E
t
Pg -€'9 " c8.EE
>.s aE;.i! P=Eg ."EI TE.E*
EE: ffl-- E=o :6d <.}zm O ee5 o
i.=..o :fL
_g
fte tgca C:o
r oQ geE 9=i tbEs
-lz=
oi-c
<.- e -Co :t1 -Cl b(t,
EE Q -a EE;8
6.0 = oc EQ]
Fco > EE' !(u
foL lr o.
rllD
v! E Cl_C c)
Eg
E. 4-5
:h vtrn
.s
3 co -fo
E
:o+
E f
o=
E! f
5Eg
.1 O,
E

l9 lo clo
=
d
o)
cIt
cn
o)
cll
c(, P
I lg
cl! (, tlJ
G
o ljol
lzc
|ol! d) f o t aE<
d
o-
=o
E
) -iE
-c.
lll
E
J
._o c_
g.t
F
c,
E bi>
4
o
FIE
F! l l!-
.oE - 3a
= !
f
clt
c(o HgBI
t- o o o) lE4 -y. Z. dl
lE jj:(o ill
9t].r H}E 'a9
cl._
c, frEEE
Y c cc c-r .19 co
El! E'E:
g
E c latr!
t-l
o
zl-l
02:
gco oo 0rd
oo
o!
t/rC b-i
h 0., b6s
Eq
6.o
l
c)
E^ SSoi
O,,F
o- t/)
qJ
o-.o
qJ
o- -o o-E o- o-E za G,
,:o &aqE
o o\ O N \o
z @
z o
=
s
F\
sN sF\
@
so
o
s
o so
o
s
(o
E
lra
IE
ld,
o s sro s so so so
N
o sO ll
N N co o o o \o
ld
I-
lor
Id,
o!
s s sa\l so s
o sO s
o
N N
LN
co o o o

-3
HR s ss- sO so s s
o so
N @ o o
E=

l!-c .sE c- o*
o-lo ! :=.o
at -;
EE SEEE
(^ -g
E '.= v !Il HgE
>o,
cf = =o =o-C
P;S (! --.!a x
l
so 'F
EOI EE
=!t
c, n,
_!x
E€e
- ftto
o)co
'6
-Ea
J.!.t,=
CL
(L)=
o cc) E O' -o oi:F
-J- o= lu
x qo P,;
ti
th
tE:
g-ts iEET
.= 0) or!
lz C
=;<
cQ
lD9
EI/)
cll -c
El!
^c
o EE lEc=
>(I
.kx
E
!€ g
=E crJ
or

:Eb .. pe; -!zoH: -O aE= c.) -C, (,6. --= to


r--r
5 >.E .q
,^ I E
f 9,=! to=
d-\ lo -ci tol; -a.=5
o k9 P E.,e g Eon c= ts'-E
4
= f::mc 9E 't 9E lI,lz o orl
o .E AO E>
>E :b
E! sJ-cE!. 8.-?
o+ b
E
:i dJ IE
5En 5 so- .g -o b E6 lo ..:! '<
,E
H'9:E
!2 0, ',C
5€= rF dF a
[:g
-od
oc:
= P.9fr
c
F
E
Jlo d
lDr:
tE co 9.'-
cE>
H1r
c!E
ocl'l
€pt
Eho !Ec-lE 5E -e E(o ! -c) -)
5
=
iir'F E
l \i= c,r
o-
.EJ
E! E; c=(u
ltrt\
Fr(uc
=(o
'd
== Ey :JL
.1 (u
v.o i3 -E &

.q
=
d o .E
:5
E =
c E c
(9 ,6 o ru
o co)
ll' acl
iD Gl
Eo) co
_o lll
.c'\
d CF o
E o, YC E Por a-
>,=
o o- '= at c)
o (, EE
'-E=
OJ
c, e'6 \z :e o E
cr- fir>
l'/lE 8E
o nio 0.)
c\
F o.c c
.ol: .cE s*
6(n :=
.c o, :=
rU- olI, 0J-
gEE
Y AE oo, ?.c. oE
En=
.ji, lo
cF c.Y tP
o >d Aio rDi
zl-a _?g PE E
orf =
tE l:
b9 !.D IE E€E
3E qJts
o- o- ;-9 o-d
0..)

E FE o
c! :z
o.r gsE
o N co ol O (\l
z a! a\t N a!
\o co \J o\ 5 NJ z
o
_9
o !
o
_0
o
ar _E -E
o l='z C
E
1r> F3^Z
oo
!ui lE e= loJ q, :.:. Tr o,
o o o ru.D o tol 4 -'
a
q,
f, l
o,
fr
ES
f lo
lc
lz
o)
!!. c*g=s
o.<
fo, =6
o
OJ
(D o o
o,
o lo !
o &= -6-=
tO --
_! ! o tn l'<x o E8
c o
a cr
o,
o
d
o
3 EC
(D f,
or -oi
ff
Hg*
l.< (D
c o o- :l oq,,!a
o A, 6 lo i( L!l- -E
o o )
(!
E
d E
o
lo,
lf
z. 6e q dH
E
a :-o-
o.
o =
q) c l-o _o_
_0 o
(c) h'H o-
c -_q o J A, E OJ
q
o,
l o',.
l l6' = -c
f. or -
o o, l= o )
OJ
E
4C-' U)
o-
o,
or
a
E
o
f
o
o,,
=
lr
l€ 3
o
o-
o,
:l
?
o t,
CL c o, lo,
o - !p
= o
o
.< f a\ 6)
HEF e69 4 o6 lE>
q t(Dd =2.
F
-l
-sdr
ol = oro,a
li
ro6J = c,B : E *== llkoror
o.<
;o
o= 3
r=. =(), - 7o,
E^:r 3Ef g Fod U1
c +l oJ
lor !m
Eo ufOE
ro Iti U'o
Q E o d'c il ?
o
- =.f
Sp z
9b o, C' 1- Or
u(o o d,Q -6-
!
_-o- 01
o 7i
8_E
oo-
I *e
=-(l,
ltoJ orJo +==3o
x oo
o
E'
.+.D "r
5i -.
o)
o,-'
f 'tr
6)
m
sA l.,lo o., (L - "(, o.,
f :!
E u -! E a o o
o,o
=c o(/) l ?c! gss 3'lg o,
q, 2*4 fE C
e
F
3 E
lLl (, -i3
o -E- q. oi oi {re.= a ! ii-' o-Q
-f, o
Jo)
=.8 g.< ! 5f
- o, x!\
-o
!td 6 ): xo E z
x-l
oo- 9l- rn cft-g
=orqr f
'oO O-
o, o,
idutF -l.o or (^ E
E t{
ct-
J.(I, f(o-i i6' i<- o, c
o',- _o, or^6 x$ 3 EC 1 f ol q,
xts. 6a voc
x==
vo, o, sts 3 o

ElB ;E o
l
I
ora a "96 !
E5-
}f :,
o,
oo, x
Hf(!
oo, (, I C
sf 3d = E,B tt
o-f s o0.,=' s x
m
tn
3
o + o !
o
s 5 o or
5
Or
O o (o @
o Ee
s s s s s s o,
s s
i,,
o iri
t0

or
o or
N]
o\
o 01
o co
o o
o @
o t.,
o
s s s s s s s o,
s t-
lo -o
m
o\ Or o\
o ol
o co @ o N !-.t
! o o o o m
s s s s s s s o,
s o v
\J Or Or o\ @ @ N c +
5 O' o o o a @
O o
s s s s s s s o,
s N z
z
J:' 't I
q qry x; 7
*r<; o-o l! -{
'o 6io tJl ol o- o
E t-+
9ii v
FTEi.D +hi 7
.nI q :Jg q 6)
=E
90 lr I .t
= crlg z
9.
1 1
ixt dtc
5q f QE qE;E 83edE
! aro r: A'I
3qg ao,*E:d '-c or- 6i d o.cEr J "-q dp 6
x6
-<
tsfif*.-f^
BdI
E x6-P
Iv
o^
9 E€=
cn- Y
3EE1
L\f c x E6 c b'-Ec 3
"-s =dd,ts =
ilE
J
*J
1g l 9d-.rP c P
F= cri; L
a-, slE= 5=A = €q
, igE -u'
E
!
..i{
# f oJ l
f rct
vo
I o
F
.l.r
3
s E!-3 !
F
zom
! P P 7 z m
I ! o o
bo br
: :.J 90 6) o
9
o
9 I
\J , E
o o
o b
o b
o z
o z
19
I o m^
s s Io ^(,
Cm
-
x-
D
!
v 7 z =>D
I N,'
: Io o
t, !
b o !
o z
6 i) b 9
o b
7) 3
8 o
o o z q
-{
N
\] o
N
7
o v
s s o Ix x
p z
F P
E z a !
sr f., I I o C
o\ b o x
o ! ! ! a
!, b !n !,r s,1 o
o o z m
o o -{
D
ah
2
rl
orl N =
6
o
ral s ^,

€.
(,l 1
F
!
F
oF z
o 6
EI b'
t, I 6)
\l
gt b
o
b a
u
5l
o z

E -x
6) 6)
3:t
E E, F' E E ECI 6

@ @ @ @
>9
a2=
o o o o o !EE
!

qF :BE 3 >a)
rcl ro c
<3 EE = t Pqfo,=x f
fol
==Es' o,
E A Q A'E
J;1U J!
o
g€9 €E E lD
-'=or f,
o -{ Jl rf,
9.; dcc 6+o, (o
30 @
l

x9 dH f c SFBdgF
3998'eE PsEEI=
o- c_q q 5c--u;i6t 3r*iqE
=
q r I -E f
"-3--38= x e=
-l -e = a xqS 3 o d
xq;3u
5E-=d
< _-9 -JF -ri
v 9E ;C.
ts!o:d6
e +-: r.< Es{;sl
.-o r 3 i
t;6fi H !-1 ao .1i q *E
EEe,g+
Q

sg 6 '--d & 3I Pf

io
s s
F
F
B
io
P :
\J o
gr
o I
o I
o F e
o o
!
o
s s

F F F F
E !
E
!.,
io ie
!
IJI 9 1.,
a a o
o o o

o
I
s

P P F
E
!.r !^l l.t
!

.l
ol
b
o F
E
Io
o
o
i)
o
I
o
o
EI
o, I
ll
o, I o
el
;t s
ot F
p P
'ol
cl E t, 9
b'
o
.Dt I b b 9
e o o q
o o o

E E E
6.) a
E E, !. E E

@ @ @ @ @
o o o o o
o'E 'o < ct 'o
iiB
.D
9A €ft x E F; ) d-^ a
dc e
de< f
o c
Eorlrd =:
<(.i
>5€ 6tsqP li\il
aiu r +d ;d HoE
f,c
:iE OJ
EFE
*6- o ,:
e-
7
C EU3 3" 9.
!.
o,

I cE iiE ! 589H666899 ;R'd q E


< Ef So, 1 E$;FEEqA;]
- i 3 ol o, Og.3 E -86]E J
f dY'o sbi dd!
3-d - o.rf H9l
=-
EEo f -! q.6
= f { P f I di>ri, O FE'E; qPE Xg
^T*
3 6q
d(nr =-
6C
; siEaiE rg elesi. - c- coo T
di q d;E
g :: I!.
E e fr=- l4E; P d
@4
,el d d --X.6
le.*i! + -Q q
s6' .98 E 6g
o
o o
o
s

v
1C F F F
p
! E
90 t, 9o
t.) a. i!
b 9 b 9
o I
o <)
o
o o

P
oP v F F v !
!
Lo :A i, t^) a1
I
N o
: I b 9 Io 9
o o
o o

I
<) o ! o
s
F F 7
!
7 E E
I N' 9o llJ :J
o
!..,

9 o
o 9 I i)
,l a e o a e o
rl o
tnl o o \J o
s s
9. I
F
F
',l
'tI
cl I :A
so
<)
tDt !n
b b s>
fl
e a a
orl o
(,l
E 'o
r E
C C
E
6)
E
6r
3
I
E 9. F:' E,

@ @ @ @ ID d)
o o o o o
\t

E! _O
oo o't
a63e i;o-{ of{ aaa oo
E*EE idorf
q< u(o
o-
:l
r J9! :ar
ni
r =E
+in os
3X.3i xy
.D
o ir, f 'Elf
c-. p
FC 3
ad o
3
0
3- 0
'n o.

x $E ! xc @ qa * de 06a B -.-F
3Ei<6 3 Y=d3q= E=s.3:d < 6'i X= 3 ?+ f E q+
s_tiltai 9i. -oa
Edr
x r'
-J\t 9aror IdE
g;E KE-9 9a=fd
E.: 1P E r9H
e=E=6 E 4
O@\6 6
XE iE; x\a
x=o q=A x
=9
E

<3 q sBd6d: :.qo-n a.d


x o3a
3d
;=BqEts EC-. < E ba E<cn_o 6 n sc !
8-- Sq !
C C Sq- cF
P F

<)
a
s s s

F
P 9 iJ 5 i-n
o
F i) b b F P
Io
o o ! D o
\J \J o
o
s o-o s
F
, v
E
!
!
F P P
:A
I io
l.)
i.J
t,
!,| !n
o 9 b
!
b
P
!- o o a o o o
o o
o
o o
s s s

F ! F
F E !
9 t',
o !, t,
I F ;r !,r Io 1., !,1
F
o
q o
f,
)
OJ o o
I
o)
s s
o
€. F F 2 v
! F
!
c 5 b b,
E i, t,
.D 9 o b b b b
o a
3 o o
E E E
L:
d :! a
9 !!- 2 q 33 3e 38
E rO rO r.o

@ @ @ @ (D @ tD
o o o o o o o o
!

o 60, 8R]6P
c
E c-,o,
!! c:E
ar ;^E$E g
l
_o
9:4.

q'r
d
f
i5x
qo,_
Pr
ii
I li
@ ocD
"dq
o-
6:(,
oo 3.? I rr-Cto==
e x- _o- se =o,
-c: i6J
3S
J
3
--t .1.
C 3,6
I
5-B}=EH olDo.Dii6c 3 5'E EE rE: qEEEE
Ff d'i
5 g?Ed= ga5
*+E -=+ ;g+86E i:
* E aE Q-7 .-! r -r
or o-
-o9dX
in r:l
oi.<
c = E =\ = d
-xr':Hr'
J
or 5; r)1ro : d,i.5 3
dB d;e " =3 = 3 J6
e:E Eis-3i€ oon\sr\ij. =e :d; d;:; = e 9-
;5 oE.6 :o,=\-'-.d]' sA; 6=E
I "-;aQ'ils s; f q "-= EE; ilA' "€E
qB d: =:E A
< -6 q HE sq.5
9r9-
--Jx =-' *= E E 6R E

a n
_o

s s

F !
F v F
P
b b b E
o
o b I 9
o t, p
o o
!
s

P
D 7 F F
b, b\ b, B
!
9 o 9 I
o
o b p
o o o
\J q .{
s s s s s

.4 F
F
! ! !. oF
o o .{
9 9
o b v
5l o o
ort
rl
!
;,1 o
s s s
F
-t
cl
F
E i-
E
|. F

I e \J
b !n
3l b
orl a
_o
! ! ! E
a o a
3E 33 3E L
E _!!-

iO

@ @ @
o o o o @
o @
o
di EE3 d,rq
E
E.q,6X
H = E-
"'g lH fi 9
6 Hsg
!!. e d:
gF45 llr.D de4FgH : Es-H f-o
+,,,ts;i dEHE6 lf B =
@
@J J o-
E o, o.
fo,
d

ts.EC
iSEPH I gc <lin=:l
6si"d ot x E9 H d E:E +
iq?E 6
-r $6 q 6i vr. e G 9E d.:f
Hq 3E
*38-6
g
* 9S * H B,,H H
Y-oe<x i
i :fl
*=E H
=
q"d€ -Eo i
id=-^.d
d'JH
ti5

U
ior 8g'-*#
5 Y -9.
*=.EE,BU .iZ
:Q
=
Ho -
*35
= =R Fgs+ il
or
of
Sni\
ai

(o \f d,

o o
s

p p
!
7 F E
90 9o
\J o
o 6
o
b I Io 9
o
o o o

p P
P E F !
90 ! B
a,
q b io a'
b b 9
o b s)
o o o
o

o
s s
P ,
o
9 i,o :.J
o !-' ou
9 b I

rl
o
o o
el s
EI
(Dt F
oF E
-pl ] b 1'
tDt b b 9 I
rl
O'I o
_g
) f
E
-t 3- !'o a

E @ d d
L

@ @ @ @
o o o o @
o
o @

r= ! m'o
p.Q
< !q !!. EEF
EgEE€S p.z
6a =.
I 6;
+d E3 g a=
qf,;
"8fiH8 =4
E..<
-q
E=
<5 ;r: s;s: 8g
;@
big
iri lo
e
@
SE=B
Q -o
o
{a
c,
9.- rih

d: qH gC
H ts gE E AESEEE q E += -$EI d:B I SS
58
RAE i xq-a
-a*d =
iF3c
"mc6-P-
LCc'-

trE;H' \oL 3f;io E;EE a*


=c
or-6 9=Qm',
3-.f .<
ro o, I PH:S
-1\vt
=-f gggag 'E
QE - di
-=H ?E
.< 3;
E 6Q
- i),
dfr-; o
ED
sa3
;9xu * 98.
;
'o -6 F6 b
rod

o o o
s

F
!P F F
E !
t-^, !.)
@ io in
o b
o 9 9 o 9
b o e o o
e o o

o o
o
@
s s s s

F -
E oF D
N'
ao :A i, b
9 o e e
b
o b
o o b
o o o

o o
o
s

F
E v
!
F
ao
I 5 G
P
9 o o
.l
ll
b b
<)
o 8
o
b
o, I

al o
I
s s
rol
6l
'tI
F v o, F
ao in b
aDt b
a o o b
=l o o o o
e E
o o
-
E I @ @
o I

@
o @
o @
o o
d FH.E5aE R
0.)
+es nqaE
:!oJ =qegti/l; d E* ?6

1' sl -od g - sp 6
rci^q a 6il
q +q
-! I d,E i+ =,€ 3;
o,
Eggs 3
e; cia d

xf9\a-frv9:cF(1,
tsaD{ ggEHE6'-3E P P AE 3 3 C k qoc
o=: iiii aD
r r.rctf C b Ei+c, @ =o, q
sE5;g$ fr4 sRsE*5ts+ ==.D=c
-- +E + =59E
;a:&EE;J 4?;EE":4
o) asx
:tc dg
-tlD-
6q. !
B 4;6s. o_ 6 ,o o-'
=--=
;*=;QHgq f\-5
rv E-5-E orE A- sBe:*AaFe
',rd=4*:d
_E

E! 9 rts.i.
b'E5B
c E +33
lqo
= IP E E
Gi 3E - =61-q
=Eh* 9= =3
sHteE: e$
sq <9a 6,;<

v F p
E
!
F v
E
I !,
o
I 90 90
o 90 9 I
o o o

o o
I

7 F P
o, F
is ie
!4 9
o
9
\o
o e
o b
o b
o b b
<) o o

o
s s
F P
E F
F
oP
!,1
i.r
!^J I\, s,

b lJ! !,
o b
o
o o o a
ll
o, I
rl
o
ol o
s
aDt
rol F F
G'I
'ol
cl l.J t, !.-, I\, ie
ot I-lI
o !n !n
q b
o
b
rl
3 E E
I3 I3 't
--l

E = €
=

@ @ @ @ (D
o o o o
!

6'F E O! 93
oiQ
qJ
9.q
o:, =5
i66-3
Ea id^cr
q h+-
sr=
d>Y
I 3=.
I
d_5
r =6
q E3
o, .s

s6l.
fo, q3 ;58 tii=' =.
f a5 ,iq.,ts
O CDf !. lro ro
E xi 3a oJ o, -. 5i\ d\
{.; O.x
lf orl
q <oJ 8 E E
i5g
5i
iO-
9. 2. L
XEEXC
a'qo qE q qE
=ts f 5 E g+E
o, i6 o, f Ln:
€-Ei+H5
- f g=
0, =
:ag 5 Ed-al €3,H5
6 6
:Ed ilEd 3 95eE -x r=
I
5 6t s7s+
--
g--e o^ oJ =- or 6,
iri P o,
839 -o6
o-+ xE
{cc6
9i =<
Pd9.B
=
I
{Eo---r
f-o -=
34qE s-= F:
a:,8gEe "*=.€938i 6::
g d.E oo g x g=Q.
.-^ 6
==
3E Eq3 EE !\! -dAo'
- saEs x5s =3r-d E=eg ;=dr E a
-g-.\
x 9d :r6tl J, H
iof
@
o
o
.!n
\J o !

s
P
!
!
o !
F
!
F P
!n 9o
:A \J
o
b b 9
o b !,
q F
<) o P
E
o P
o o o o o
! q q q
o
s s s
F
E
ov
o F v -
P !
A E
G
I eF TJ in
@
!n !n P
o
o i-/1 b
o
1.,
o o !,1
o o F
o o o
o o o
o o
o

o o o o o o o
s s s s
F
E
P F P F
E
v E
I
15

\J
s\] i, io ir\
6
ao i, I t, b
o o o TJ
e b
o
o

o o o\
o o o o o o
s s
F

F E E v F
E
\J N
b E i. o
5
\l ! b
!
io \, i,
:., !o !r
\] ir i^ i, o a F
\] o ! a o E.

'o
a o^P
q ii-:o
;;o,
q f . !
HU
q h'=
a E
CE
!
g I g
rD

d ,dg Eg ,69 tO (o

CE @ @
o o o @
o o
@ E ID @
x *
!ge 3 glg;3E Jd_ gz!1 d k F NE
53 E r =.= o, !l s f,qdQ
!E
dE cq aE E ds=E e'
E O-O --.t
E6eEqdeE9
l
eaE x ii34*5e-E*Hi
B i;q; : si6d
d r ad d = = F .!t
4aBs El E:SEE
fax€dqe x5 Eg_4iiqq;l o
d 3 F
sq: E€.? Ya.l4=rFtE 3
;;i;€E J{o,
g!P
e53s 4.E=E F
F g,E
-E
s.4 q ss' th

q 6=
ro g
x
!
\J
s s HE;
v F
z
, \] o
I b I o
e o o
I i)
v P
o b
o o z !
v
o o N o
o o
s lo v
3
F F P z !
F \J
p 6 m
l, 6 z
sn
ao
I o
o u o
tn
o q b z |.
o
t, o
-{
F
-o
s
o o
N m
o -{
J>
^lr
z
x E
ztn
!
F P
E F 2 d c
F :J
\J
6) I
i,J
a4
o x !
t, Io ] F m C
a b 6)
z o
-{ m
z to
a o
o a N
o 3
N D
6
v
E F P
z
!D o
i,J 6
\J
i>
I 9 F
o
o o e z
tn
3 a
c c C c "'E
16
'o
68
2
6)
@ @ @ @
c C C C
0 o 0 o zth
! 6C
o3
>E
7lm
f f 3 3
>v
2
o\
o
thz, GAE !E _O

E9E AE
u-6' O 5 EP lro o,
9p
-+
roor-
ch=
?e
*.: 3E
o1 o, f
vf, o,
e.'
l
i5
-F
f =

>(^0 >! a\
3: 3:P3i< d;E E dEEq;F
?6 e
-9i6\=+ -isg:et =E
"-Eqro,
=
4-
I.I 3: =
3
:3 E6 3r
asESHs
5aE'=1d 3= Pfr; u
IF
d=F FE.i '=-E E tsEtsXq6 : E; 4'+E i'-668E c
=
3= 5 E ga 5H s* r,E* l F=E*eq
o i* ao X
q i6 +6' E
q
f t=-4tro
cP6j- io ai
f \
oro c
d
5,5

.,>ox
!
'io ;;1Z
€ BPB

P
v
E
! \J
F 2
!.r B o
b 9o
o 6
o
o ,
Io b b b I
o o o z
o
o a o o
^,
lo

v oF 2
F o
t, I! :J 6')
o
9 t, I 9
o b
o o z -t
o
N 6
F
o o o
hJ {
m
o x
zm
v 7
F z E
@ P 6)
t^,
i.r
0 5
1C o x
1' 9 Ir'
, ln
G')
b .J o
o o z -{
l\J
z
o o
s s s N

rl F F
o,, P F z
I o
I
rl !^ F
o, I
i.J @ b1 6
-l : d ir I! F
I -/
\l !! z
.Dt

-t !
tn
FI E
C
E
c
E
C C c
;E
fl
EE
z
6
@ @ @ @

E co
_o
c0
c
C
I
!
c
!
c
o zo
6)C
6.
>E
!rn
3 f f f !,
3 2
!
d9E of d AE
6e o o,
^E
cD or 6'
z9 =^ !E

dlds -ots!^36C
'r]lof!-lLA=
>.+:,6l d
d-e
id- i F9t
Es6
= 5p-EI
n
o
I U 6 =*g
=
9.rX.n' .er5 F
3
6 Cra 33**a.iE c
=x
5>E
iE6i-d Y o -16 E
o
3
=.r
1-
x
N
\l
HEE

F F
7 7 z
o 6)
9 9 i, 6)
e
9 I tt
o o b b b
o o o
o 2
N
o
o ro

F - F z
o o
: g,
o I! !, 6)
o
o 7)
P
o b :.r I, !
s o z
-{
D
N 6)
o m
t\,,
o -{
x
2
p m
o F z E
6)
.J
9 ie
!, o x
I o .(,| !, v mo
b
o ! z -{
N
z
cN
o s
vo F
f F
Il 9 i.,
E z
6)
o, \J
IJI
! @ io o
d
l,J N)
b' 9 F
o 2
'a
H
p
E

f C C EE
Pc)
2
6)

@ (D

E C
0
c
o
!
C
o zt,
6)C
63
>E
:E
b!
3 3 3 2
\l
\J

AP 6E E P o.>
!q
oro > E6f AE
E qE
E60id
EE 4 aB
ido,= i0q 3; !! .i in rq
o
o 3E 72
zq !E
q 9r

g_o9>pc
3 gsEs E :90= a3 E=5 Ei:l n
; sl o,
9d!x i9
sdg"3:&
E +d d !r .i+3rd- 3J9 q qr
xgror:ro_ ood 0x*
o
F
3
I
xrk EH 5q d d a d E;6 g6s -oi J9!)a
g i6
:69'odXoJ o!! t ; F
,5q lo€ 6
_o- €.
_o-
z

I
o o o o
s o
o EEE

I
F F F
!
\J
F P F D z
! o
P !n o
\] io io \l h p
o F
b 9 aD i.J
I 5 z !
I o o o vo
t9 6t
o F
s s I lo
3
I
!m
P F P p F
o
! F E z
6
z
I 6)
io
f- l.r
\] ao
I o m
\J vb
I b I
o
o
I..j
o
90
io
I
z ^o
o. i>
-{ 3>
oz
o o N d
I s
o o o o
o
o
IJ
o
6)
{
m .7c
o C
x
P zm I
F
!
F
, P
F
z
!
ie o@ e C
I
: !,
\J
I \l
o
o xm
o
i.r A
o
L^.,
..J
o Ill
90 9 t, I !, b to
\J z
o -{
@ D
z =
]n
,l @
o o N
o
t\J
:lorl
-l v
h
\l !
F
E z6
el P
b' b\
l.' i, 90 6)
pl
ct !,
!
9 7t
i'J \J
\] io z
!

!
q q
rfP
lo (o
o
(o
2r=
-t -t -t
rO
{ -t 8666
fll !
!L
6', C C C C
.E
!1
c
Ze
P.@
,8il
CD @

f9 3o 3o f0 3o
=o g,F
! .! \J

6dts CD 'E
NE
6 qts IO
!q
E FgE
=H.g H frE
i5
-,
Por 9t- a
c
I xq@! o cD ir a\
a?q F
FaErtg= ga EOF rE f IF
$arEB gd
g^ii,g=cD
9$=rs g =-"ae- 3
Eflg;; *
E -idr.:\?
. E.< =E
rEqE :'H-ET E

I
rO
HEE I s
6

s s EEfi
I F
F F F 2
1.,
\J
E 1,
\l 6)
!n t, !n t, o
\] @
ol F
1., !
i^ b
q io
@
z
I
o
o N
o o
s 10

v v
F f-
in E z
\J
o o\ o
I io io 9 o
\J
:
..1
9l I 9
,
o
o o z
o
-{
Is N
o
v6)
I
o e N m
s s o -{
x
F v zm
h aF irl
P
! 2 e
! o 6)
o
:A 5
90 : 9 !, v ^6
I
o q z
o o -{
2
N
o o
o
o
N

'l
rl
rnl F
s
v
F
v
;l @ io E
! z
(ol @ o
I 9 I b
o
'ol
cl P :., t, 9o
F
o \l z
o o
lt
(,l
o, I

d
!
ra'o
-{
C
-.,1
c
9. 3;A
E _0

!4 CE
_o .E'

gE
6a -F a,
3o 3o 3o 'EH
9,,
ffiANDAR PELAYANAN MINIMAL
BLUD
PUSKESMAS
BAB I
PENDAHULUAN

A. I-ATAR BELAKANG
Dalam penyelenggaraan pelayanan yang menyangkut masyarakat umum.
Pemberi pelayanan publik selalu dihadapkan dengan norma, aturan, standar,
dan ukuran yang harus dipenuhi agar dalam menjalankan pelayanan dapat
diberikan secara akuntabel, bisa dipertanggung jawabkan dan berkinerja tinggi.

UPT Puskesmas adalah Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPT) dari Dinas
Kesehatan yang bertanggungjawab menyelenggarakan pembangunan
kesehatan yang merupakan sarana pelayanan kesehatan (perorangan dan
masyarakat) strata pertama.

Disamping pelayanan yang berkualitas, pelayanan publik juga dituntut


untuk memberikan pelayanan yang aman (safety), sehingga tidak terjadi
sesuatu tindakan yang membahayakan maupun mencederai pelanggan, oleh
karena itu perlu disusun sistem manajemen untuk mencegah terjadinya
kejadian yang tidak diinginkan, yang meliputi: identifikasi risiko, analisis risiko,
evaluasi risiko, penanganan risiko, monitoring yang berkesinambungan, dan
komunikasi. Untuk melakukan monitoring yang berkesinambungan diperlukan
adanya indikator (tolak ukur) dan target (threshold) yang harus dicapai atau
dipenuhl.

Upaya untuk meningkatkan kepuasan bahkan kesetiaan pelanggan dan


menjamin keamanan pasien dapat dilakukan dengan standardisasi pelayanan.
Bagaimana penerapan standar pelayanan tersebut apakah telah dapat
menjamin kepuasan pelanggan dan keamanan pasien harus dapat ditunjukkan
dengan fakta, oleh karena itu pengukuran (indikator) dan target pencapaian
untuk tiap indikator perlu disusun, disepakati, dan ditetapkan sebagai acuan.

Untuk menjamin terlaksananya pelayanan kesehatan yang bermutu/dapat


menjamin kepuasan pelanggan dan keamanan pasien harus, maka UpT
Puskesmas perlu mengembangkan Standar Pelayanan Minimal yang merupakan
salah satu syarat administrasi Puskesmas BLUD dengan mengacu pada
Peraturan Pemerintah Nomor 2 tahun 2018 tentang Standar Pelayanan Minimal,
Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 43 Tahun 2016 tentang Standar Pelayanan
Minimal Bidang Kesehatan, Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 100 Tahun
2018 tentang Penerapan Standar Pelayanan Minimal dan Peraturan Menteri
Dalam Negeri Nomor 79 Tahun 2018 tentang Badan Layanan Umum Daerah.

Dalam Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 79 Tahun 2018 tentang


Badan Layanan Umum Daerah, dijelaskan bahwa Standar pelayanan mininal
memuat batasan minimal mengenai jenis dan rnutu layanan dasar yang harus
dipenuhi oleh Unit Pelaksana Teknis Dinas/Badan Daerah yang akan
Standar Pelayanan Minimal BLUD Prrk"sn.l*
Iq
menerapkan BLUD.

Standar pelayanan minimal diatur dengan Peraturan Kepala Daerah untuk


menjamin ketersediaan, keterjangkauan, pemerataan, kesetaraan, kemudahan
dan kualitas layanan umum yang diberikan oleh Unit Pelaksana Teknis
Dinas/Badan Daerah yang akan menerapkan BLUD sesuai dengan ketentuan
peraturan perundang-undangan.

Puskesmas mengemban tugas atas dua jenis SPM tersebut, karena


Puskesmas sebagai bagian dari Pemerintah Daerah yang harus memenuhi hak-
hak konstitusional masyarakat, juga sebagai UPTD yang menerapkan BLUD.
Sebuah Puskesmas BLUD melaksanakan selain sejumlah IPD SPM Kesehatan,
juga melaksanakan SPM Pelayanan lain, dan SPM Pendukung yang disesuaikan
dengan kemampuan Puskesmas BLUD tersebut. Dalam menyusun SPM
Puskesmas BLUD tersebut, harus mempergunakan bahasa awam dan mudah
dimengerti dan dipahaml sehingga Puskesmas dan masyarakat penerima
pelayanan memiliki pemahaman tentang ukuran kinerja yang sama. SPM
Kesehatan dapat diuraikan secara sederhana ke dalam butir-butir sebagai
berikut:
1. Merupakan kewajiban bagi semua Pemerintah Daerah;
2. Hak setiap warga Negara untuk memperoleh lenis Pelayanan Dasar yang
ditetapkan oleh Peraturan Pemerintah Nomor 2 Tahun 2018 tentang SPM;
3. Sebagai bagian dari Alat ukur kinerja Kepala Daerah;
4. Semua Daerah melaksanakan Jenis Pelayanan Dasar yang sama;
5. Kaitannya dengan Puskesmas, adalah bahwa melalui Puskesmas, Kepala
Daerah menjalankan kewajibannya menyediakan Pelayanan Dasar
Kesehatan SPM Kesehatan, masing-masing Puskesmas sesuai kemampuan
Puskesmas melayani Jenis Pelayanan Dasar yang ditetapkan oleh Peraturan
Pemerintah Nomor 2 Tahun 2018, sedangkan secara keseluruhan
Puskesmas di Daerah tersebut melalui Puskesmas-puskesmas tersebut harus
mampu melayani seluruh lenis Pelayanan Dasar yang ditetapkan dalam
Peraturan Pemerintah dimaksud;
6. Terbatas Jenis Pelayanan Dasar yang ditetapkan oleh Peraturan Pemerintah
Nomor 2 Tahun 2018;
7. Pelaksanaan SPM Kesehatan dievaluasi secara nasional dan dapat dilakukan
perubahan jika dinilai perlu diatur lebih lanjut dengan Peraturan Pemerintah;
8. Diutamakan untuk pelayanan Preventif promotif, sebagaimana dirumuskan
dalam Standar Teknis, yang dibuat oleh Kementerian Teknis mengikuti
perintah Peraturan Pemerintah Nomor 2 Tahun 2018, dalam hal ini yang
diatur lebih lanjut dengan Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 4 Tahun
2019 tentang Standar Teknis Pemenuhan Mutu Pelayanan Dasar pada SPM
Bidang Kesehatan;
9. Dapat berbeda antar Puskesmas tergantung kondisi, karakteristik, cakupan
layanan masing-masing puskesmas;
10.Tidak terbatas pada pelayanan kesehatan, dapat melakukan pelayanan lain
yang secara jelas dapat disediakan oleh Puskesmas, dan dibutuhkan oleh
konsumen Puskesmas (masyarakat, pasien termasuk keluarganya) sebagai

Standar Pelayanan Minimal BLUD errf.rrn-* @


pendukung layanan utamanya;
ll.Termasuk IPD SPM Kesehatan sesuai kemampuan, berakibat akan dilakukan
penyesuaian SPM Kesehatan, maka dilakukan penyesuaian SPM Puskesmas
BLUD;
12.Dapat dilakukan Perubahan SPM Puskesmas BLUD ketika dinllai perlu untuk
masing-masing Puskesmas, terutama ketika Rencana Pengembangan
Pelayanan Puskesmas BLUD yang tertera dalam Renstra Puskesmas BLUD
telah dapat direalisasikan dan menjadi layanan rutin, maka layanan itu bisa
dijadikan SPM Puskesmas BLUD;
13. Ditetapkan oleh Kepala Daerah melalui Peraturan Kepala Daerah meliputi
pelayanan kesehatan komprehensif sesuai Tugas dan Fungsi (Tusi)
Puskesmas, bahkan dapat mencakup pelayanan non-kesehatan.

TU]UAN
Adapun tujuan disusunnya Standar Pelayanan Minimal adalah sebagai berikut:
1. Sebagai pedoman bagi puskesmas dalam penyelenggaraan layanan kepada
masyarakat.
2. Terjaminnya hak masyarakat dalam menerima suatu layanan.
3. Dapat digunakan sebagai alat untuk menentukan alokasi anggaran yang
dibutuhkan.
4. Alat Akuntanbilitas Puskesmas dalam penyelenggaraan layanannya.
5. Mendorong terwujudnya checks and balance.
6. Terciptanya transparasi dan partislpasi masyarakat dalam penyelenggaraan
puskesmas.

PENGERTIAN
Standar Pelayanan Minimal (SPM) adalah ketentuan mengenai jenis dan
mutu pelayanan dasar yang merupakan urusan pemerintahan wajib yang
berhak diperoleh setiap warga negara secara minimal.

SPM di Puskesmas menjadi acuan Puskesmas dalam mencapai standar


kinerja, membuat perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi kegiatan Upaya
Kesehatan Masyarakat (UKM) dan Upaya Kesehatan Perorangan (UKP).

Ada 2 (dua) Jenis SPM yaitu SPM Kesehatan dan SPM (Puskesmas) BLUD:
1. SPM Kesehatan, sebagaimana diatur dalam PERATURAN PEMERINTAH
Nomor 2 Tahun 2018, Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 100 Tahun
2018, dan Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 4 Tahun 2019, adalah:
a. Standar Pelayanan Minimal, yang selanjutnya disingkat SPM adalah
ketentuan mengenai Jenis dan Mutu Pelayanan Dasar yang merupakan
Urusan Pemerintahan Wajib yang berhak diperoleh setiap Warga Negara
secara minimal.
b. Pelayanan Dasar adalah pelayanan publik untuk memenuhi kebutuhan
dasar Warga Negara.
c. Jenis Pelayanan Dasar adalah jenis pelayanan dalam rangka penyediaan
barang dan/atau jasa kebutuhan dasar yang berhak diperoleh oleh
setiap Warga Negara secara minimal.

Standar Pelayanan Mrnrmal BLUD eustesmai@t


d. Mutu Pelayanan Dasar adalah ukuran kuantitas dan kualitas barang
dan/atau jasa kebutuhan dasar serta pemenuhannya secara minimal
dalam Pelayanan Dasar sesuai standar teknis agar hidup secara layak.
e. Urusan Pemerintahan Wajib adalah urusan pemerintahan yang wajib
diselenggarakan oleh semua Daerah.
2. SPM BLUD, sebagaimana diatur dalam Peraturan Menteri Dalam Negeri
Nomor 79 Tahun 2018 adalah Standar pelayanan mininal memuat batasan
minimal mengenai jenis dan mutu layanan dasar yang harus dipenuhi oleh
Unit Pelaksana Teknis Dinas/Badan Daerah yang akan menerapkan BLUD,
untuk menjamin ketersediaan, keterjangkauan, pemerataan, kesetaraan,
kemudahan dan kualitas layanan umum yang diberikan oleh Unit Pelaksana
Teknis Dinas/Badan Daerah yang menerapkan BLUD sesuai dengan
ketentuan peraturan perundang-undangan. SPM BLUD ditetapkan dengan
Peraturan Kepala Daerah.

D. I.ANDASAN HUKUM
1. Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2009 tentang Pelayanan Publik.
2. Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan.
3. Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintah Daerah.
4. Peraturan Pemerintah Nomor 12 Tahun 2019 tentang Pengelolaan
Keuangan Daerah.
5. Peraturan Pemerintah Nomor 23 Tahun 2005 tentang Pengelolaan
Keuangan Badan Layanan Umum yang telah diubah kedua kalinya dengan
Peraturan Pemerintah Nomor 74 Tahun 2012 tentang Pengelolaan
Keuangan Badan Layanan Umum.
6. Peraturan Pemerintah Nomor 2 Tahun 2018 tentang Standar Pelayanan
Minimal.
7. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 79 tahun 2018 Tentang Badan
Layanan Umum Daerah.
8. Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 43 Tahun 2016 tentang Standar
Pelayanan Minimal Bidang Kesehatan.
9. Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 75 Tahun 2014 tentang Pusat
Kesehatan Masyarakat
10. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 21 tahun 2011 tentang Perubahan
Kedua Atas Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 Tahun 2006 Tentang
Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah.
11. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 79 Tahun 2007 Tentang Pedoman
Penyusunan Rencana Pencapaian Standar Pelayanan Minimal.
12. Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor
KEP /25lM.P AN/212012 Tentang Pelayanan Publik.
13. Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor
7/PER/25IM.PAN l2l20lo Tentang Pedoman Penilaian Kinerja Unit
Pelayanan Publik.

E. SISTEMATIKAPENYAJTAN
Sistematika penyajian Dokumen Standar Pelayanan Minimal (SPM) UPT
Puskesmas adalah sebagai berikut:

Standar Pelayanan Minimal BLUD ertf."rrr* @


Bab I : PENDAHULUAN
Bab II : STANDAR PELAYANAN MINIMAL.
A. Jenis Pelayanan
B. Prosedur Pelayanan
C. Standat Pelayanan Minimal Puskesmas
III: RENCANA PENCAPAIAN SPM.
A. Rencana Kegiatan Pencapaian Kinerja SPM
B. Strategi Pencapaian SPM
Bab IV: SISTEM AKUNTABILITAS KINERJA
Memuat tentang rencana strategis dan penganggaran SPM,
monitoring dan pengawasan pelaksanaan SPM serta Pengukuran
capaian dan evaluasi kinerja.
BAb V : PENUTUP
Lampiran

F. CARA MENYUSUN DOKUKEN SPM PUSKESMAS BLUD


1. Puskesmas mengidentifikasi Jenis Pelayanan yang saat ini telah mampu
disediakan bagi semua warga yang berada di wilayah kerja Puskesmas, atau
pengguna Puskesmas. Jenis Pelayanan itu mendukung pelaksanaan tugas
dan fungsi Puskesmas BLUD, yaitu Fungsi Pelayanan dan Fungsi Pendukung.
Untuk semua jenis pelayanan tersebut agar dituliskan Standar Pelayanan
Minimal-nya, yaitu penjelasan bagaimana prosedur/langkah-langkah
bagaimana setiap pelaksanaan tersebut dilaksanakan.

2. Memperhatikan Modul Penilaian dan Penetapan Badan Layanan Umum


Daerah (sesuai SE Menteri Dalam Negeri Nomor 981/1010/SJ dan Nomor
981/101l/SJ) tertanggal 6 Februari 2019, dimana Surat Edaran ini
merupakan tindak lanjut dari Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 79
Tahun 2018 tentang BLUD, maka bagian SPM ini agar memperhatikan
adanya:
a. Penjelasan Standar Pelayanan Minimal di Puskesmas PEMTURAN
PEMERINTAHK BLUD:
- Fokus mengutamakan kegiatan pelayanan yang menunjang
terwujudnya tugas dan fungsi BLUD;
- Terukur merupakam kegiatan yang pencapaiannya dapat dinilai
sesuai dengan standar yang telah ditetapkan;
- Dapat dicapai merupakan kegiatan nyata, dapat dihitung tingkat
pencapaiannya, rasional, sesuai dengan kemampuan dan tingkat
pemanfaatannya;
- Relevan dan dapat di andalkan merupakan kegiatan yang sejalan,
berkaitan dan dapat dipercaya untuk menunjang tugas dan fungsi
BLUD;
- Tepat waktu atau kerangka waktu merupakan kesesuaian jadwal dan
kegiatan yang telah ditetapkan.
b. Kelengkapan jenis pelayanan sesuai dengan SPM yang diberlakukan di
Puskesmas.

Standar Pelayanan Minimal BLUD errt"rrn.* @


c. Keterkaitan yang kuat antara SPM dengan Renstra Dinas Kesehatan dan
Anggaran Tahunan.
d. Pengesahan SPM oleh Kepala Daerah melalui Peraturan Kepala Daerah.
Seluruh unsur diatas dapat dipahami dalam kebijakan Manajemen
Puskesmas (sesuai Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 44 Tahun 2016).
llm Puskesmas yang menyusun dan menyiapkan rancangan Renstra
Puskesmas perlu memahami kebijakan ini dan mengikuti pedoman tersebut.

3. Puskesmas juga mengidentifikasi Jenis Pelayanan yang akan dikembangkan


untuk dapat disediakan bagi semua warga di wilayah kerja puskesmas di
masa mendatang. lenis pelayanan ini yang akan dimasukkan ke dalam
Renstra Puskesmas sebagai Rencana Pengembangan dalam kurun waktu
lima tahun mendatang.

4. Puskesmas memilih lenis Pelayanan angka 1, yang dapat dipastikan


pelaksanaannya dengan kualitas terbaik, untuk ditetapkan sebagai SpM
Puskesmas BLUD. Pemilihan ini dilaksanakan dengan pendampingan oleh
Dinas Kesehatan setempat.

5. Puskesmas menyusun Rancangan Peraturan Kepala Daerah (perkada), dan


mengusulkannya untuk diterbitkannya Perkada tentang SpM puskesmas
BLUD. Proses ini dilaksanakan dengan pendampingan oleh Dinas Kesehatan
setempat.

6. Satu Perkada untuk satu Puskesmas BLUD, atau Satu Perkada untuk semua
atau beberapa Puskesmas BLUD. Dalam Perkada tersebut diuraikan dengan
jelas SPM masing-masing Puskesmas.

7. Kepala Daerah melakukan kajian yang diperlukan dalam menerbitkan


Peraturan Kepala Daerah (Perkada) SPM Puskesmas BLUD.
BAB II
STANDAR PETAYAT{AN MINTMAL

A. JENIS PELAYANAN
Ada dua jenis pelayanan yang dilakukan di puskesmas yaitu Pelayanan
Upaya Kesehatan Perorangan (UKP) dan Pelayanan Upaya Kesehatan
Masyarakat (UKM).

Pelayanan Upaya Kesehatan Masyarakat (UKM) meliputi:


1. Upaya Kesehatan Masyarakat Esensial
a. Upaya Promosi Kesehatan.
b. Upaya Kesehatan Lingkungan.
c. Upaya Kesehatan lbu, Anak dan Keluarga Berencana.
1) Keluarga Berencana.
2) Deteksi Dini Tumbuh Kembang.
3) Kesehatan Reproduksi.
d. Upaya Gizi.
e. Upaya Pencegahan dan Pengendalian Penyakit.
1) Pencegahan Penyakit Tuberkulosis.
2) Pencegahan Penyakit Kusta.
3) Imunisasi.
4) Pencegahan dan Pengendalian Demam Berdarah Dengue.
5) Pencegahan dan Pengendalian HIV-AIDS.
6) Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular.
7) Surveilans.
B) Pencegahan dan Pengendalian ISPA/Diare.
9) Kesehatan Jiwa.
f. Perawatan Kesehatan Masyarakat

2. Upaya Kesehatan Masyarakat Pengembangan


a. Pencegahan dan Pengendalian Hepatitis.
b. Kesehatan Usia Lanjut.
c. Kesehatan Gigi dan Mulut Masyarakat.
d. Usaha Kesehatan Sekolah.
e. Deteksi Dlni Kanker Leher Rahim.
f. PengobatanTradisional Komplementer.
g. Kesehatan Kerja dan Olah Raga.
h. Kesehatan Indera.
i. Kesehatan Matra/Haji.
j. Im Reaksi Cepat.
k. Pengawasan Obat & Makmin.

Sedangkan Upaya Kesehatan Perorangan (UKP) tingkat pertama yang


menjadi tanggung jawab Puskesmas meliputi:
1. Rawat lalan:
Standar Pelayanan Minimal BLUD eurk"rr", p[
a, Pemeriksaan Umum.
b. Pemeriksaan Gigi.
c. Pemeriksaan Lansia.
d. Pemeriksaan AnaldMTBS.
e. Pemerikaan Ibu dan Anak.
f. Pelayanan Keluarga Berencana.
s. Pelayanan Imunisasi Balita.
h. Konseling Gizi dan Sanitasi.
i. Pemeriksaan Pre-Eklampsia.
j. Pemeriksaan Kesehatan Jiwa.
k. Pemeriksaan Deteksi Kanker Leher Rahim.
t. Pemeriksaan Infeksi Menular Seksual dan Tes HIV.
m. Pelayanan Obat.
n. Pelayanan Laboratorium.
o. Pelayanan Gawat Darurat 24 jam.
p. Pelayanan PONED.
q. Pelayanan Rawat Inap.

PROSEDUR PELAYANAN
Prosedur pelayanan diPuskesmas disusun dalam bentuk Standar
Operasional Prosedur (SOP) yang dituangkan dalam dokumen Tata kelola yang
ditetapkan oleh Kepala Daerah.

SOP merupakan serangkaian instruksi tertulis yang dibakukan mengenai


berbagai proses penyelenggaraan aktivitas. Tujuan penyusunan Standar
Operasional Prosedur di puskesmas adalah agar berbagai proses kerja rutin
terlaksana dengan efisien, efektit konsisten/seragam dan aman dalam rangka
meningkatkan mutu pelayanan melalui pemenuhan standar yang berlaku.

Manfaat SOP bagi puskesmas adalah memenuhi persyaratan standar


pelayanan puskesmas, mendokumentasikan langkah-langkah kegiatan dan
memastikan staf puskesmas memahami bagaimana melakukan pekerjaannya.

Alur pelayanan di Puskesmas disusun untuk memberikan kejelasan dan


kemudahan bagi pasien untuk mendapatkan pelayanan di puskesmas. Terdapat
beberapa alur pelayanan yang berlaku di Puskesmas.

c. STANDAR PELAYANAN MINIMAL PUSKESMAS


Standar Pelayanan Minimal (SPM) Puskesmas mengacu kepada Standar
Pelayanan Minimal yang diatur dalam Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 43
Tahun 2016 tentang Standar Pelayanan Minlmal Bidang Kesehatan dan
Peraturan Pemerintah Nomor 2 Tahun 2018 tentang Standar Pelayanan
Minimal.

Standar Pelayanan I'4inimal BLUD Prrk"*.* p[


JENIS iIUTU PENERIMA CAPAIA'{
PERNYATMN CAPAIAN
NO LAYANAN LAYANAT{ I.AYAT{AN TARGET PUSKESMAS
DASAR STAI{DAR JKL 2OD(
DASAR DASAR
Setiap ibu hamil
Pelayanan Sesuai standar mendapatkan
,,,o/o
1 kesehatan ibu pelayanan Ibu hamil p€layanan 100o/o ...o/o
hamil antenatal antenatal sesuai
standar
Setiap ibu
bersalin
Pelayanan Sesuai standar
mendapatkan ...o/o ...o/o
2 kesehatan ibu pelayanan Ibu bersalin 1000/o
pelayanan
bersalin persalinan
persalinan sesuai
standar
Setiap bayi baru
Sesuai standar lahir
Pelayanan
pelayanan mendapatkan ...o/o ...o/o
3 kesehatan bayi Bayi baru lahir 1000/o
kesehatan bayi pelayanan
baru lahir
baru lahir kesehatan sesuai
standar
Setiap balita
Sesuai standar
Pelayanan mendapatkan
pelayanan ...o/o ...o/o
4 kesehatan Ba lita pelayanan 100o/o
kesehatan
balita kesehatan sesuai
balita
standar
Setiap anak pada
Pelayanan Sesuai standar usia pendidikan
Anak pada
kesehatan skrining dasar
usia ..o/o ,,,o/o
5 pada usia kesehatan usia mendapatkan 1000/o
pendidikan
pendidikan pendidikan skrining
dasar
dasar dasar kesehatan sesuai
standar
Setiap warga
negara Indonesia
Pelayanan Sesuai standar Warga Negara usia 15 s.d. 59
kesehatan skrining Indonesia usia tahun ...o/o ...o/o
6 100%
pada usia kesehatan usia 15 s.d. 59 mendapatkan
produktif produktif tahun skrining
kesehatan sesuai
standar
Setiap warga
negara Indonesia
Pelayanan Sesuai standar Warga Negara usia 60 tahun ke
kesehatan skrining Indonesia usia atas ...o/o ..o/o
7 1000/o
pada usia kesehatan usia 60 tahun ke mendapatkan
lanjut lanjut atas skrining
kesehatan sesuai
sta ndar
Setiap penderita
Sesuai standar
Pelayanan hipertensi
pelayanan
kesehatan Penderita mendapatkan ..o/o ...o/o
8 kesehatan 100o/o
penderita hipertensi pelayanan
penderita
hipertensi kesehatan sesuai
hipertensi
standar
Pelayanan Sesuai standar Penderita Setiap penderita ...o/o ...o/o
9 l00o/o
kesehatan oelavanan Diabetes Diabetes Melitus

Standar Pelayanan Minimal BLUD ersrcsras pll


JE IS MUTU PENERIMA
PERNYATMN
CAPAIAN
t{o LAYANAN LAYAI{AN LAYAnlAT{ TARGET PUSKESMAS
bASAP STANDAR JKL 2OXX
DASAR DASAR
penderita kesehatan Melitus mendapatkan
Diabetes penderita pelayanan
Melitus Diabetes kesehatan sesuai
Melitus standar
Setiap orang
dengan
Pelayanan
gangguan jiwa
Kesehatan Sesuai standar Orang dengan
(ODGI) berat ...o/o ...o/o
10 orang dengan pelayanan gangquan jiwa 1000/o
gangguan jiwa kesehatan jiwa mendapatkan
(ODGJ) berat
pelayanan
berat
kesehatan sesuai
standar
Setiap orang
Pelayanan
Sesuai standar dengan TB
kesehatan Orang dengan ...o/o ...o/o
11 pelayanan mendapatkan 100o/o
orang dengan TB
kesehatan TB pelayanan TB
TB
sesuai standar
Setiap orang
berisiko
Orang berisiko
terinfeksi Hry
terinfeksi HIV
(ibu hamil,
(ibu hamil,
pasien TB,
pasien TB,
Pelayanan pasien IMS,
Sesuai standar pasien IMS,
kesehatan waria/transgend
mendapatkan warial ...o/o ...o/o
L2 orang dengan
pemeriksaan
er/ pengguna 100o/o
transgender,
risiko terinfeksi napza, dan
HIV pengguna
HIV warga binaan
napza/ dan
lembaga
warga binaan
pemasyarakatan)
lembaga
mendapatkan
pema sya ra kat)
pemeriksaan HIV
sesuai standar
Tabel 1. Indikator Standar Pelayanan Minimal Bidang Kesehatan Kabupaten JKL.

Profil Indikator Standar Pelayanan Minimal yang mengacu kepada Peraturan


Menteri Kesehatan RI Nomor 43 Tahun 2016 dan Peraturan Pemerintah Republik
Indonesia Nomor 2 Tahun 2018 meliputi 12 (dua belas) indikator yang harus
dipenuhi puskesmas. Selain itu terdapat 7 (tujuh) indikator SPM untuk puskesmas
BLUD di Kabupaten JKL sebagai berikut:

1. Kesehatan Ibu Hamil (K4


ludul Pelayanan kesehatan ibu hamil (K4) di Puskesmas
Dimensi Mutu Kesinambunqan Pelayanan
Tujuan Tergambarnya kinerja UPT Puskesmas dalam upaya
pelayanan pemeriksaan antenatal ibu hamil di puskesmas
Definisi Operasional Pelayanan yang diberikan kepada ibu hamil di wilayah
kerja puskesmas mlnimal 4 kali selama kehamilan yaitu
satu kali selama kehamilan trimester pertama, satu kali
selama kehamilan trimester kedua dan dua kali pada
trimester ketioa oleh tenaoa kesehatan meliouti keoiatan
Standar Pelayanan Minimal BLUD Prrk"rr". plt
10 T yaitu:
1. Timbang Berat Badan dan ukur Tinggi Badan
2. Ukur tekanan darah
3. Nilai status gizi (ukur LILA/Lingkar Lengan Atas)
4. Ukur tinggi puncak rahim (fundus uteri)
5. Tentukan presentasi janin dan Denyut Jantung Janin
(DJJ)
6. Skrining status imunisasi tetanus dan berikan
imunisasi Tetanus Toxoid (TT) jika diperlukan
7. Tablet Tambah Darah minimal 90 tablet selama
kehamilan
B. Tes laboratorium: tes kehamilan, pemeriksaan
Hemoglobulin (Hb), pemeriksaan golongan darah jika
belum diperiksa sebelumnya, pemeriksaan protein
urin jika ada Indikasi, yang pemberian pelayanan
disesuaikan dengan umur kehamilan
9. Tata laksana kasus sesuai kewenangan
10. Temu wicara (konselino)
Frekuensi Setiap 1 bulan
Penqumpulan Data
Periode Analisa 1 tahun
Numerator lumlah ibu hamil diperiksa sesuai standar di wilayah
puskesmas selama periode waktu 1 tahun
Denumerator Jumlah seluruh ibu hamil di wilayah puskesmas selama
periode waktu 1 tahun yanq sama
Sumber Data Reqister Kohort ibu, buku KIA
Standart 100o/o
Penanggung Jawab Penanggung jawab upaya Kesehatan Ibu dan Anak
Penqumpul Data
Langkah-langkah
Keqiatan
Monitoring dan Sistem Informasi Puskesmas
Evaluasi
Sumber Daya Bidan, Perawat dan Dokter
Manusia

2. nan Kesehatan Ibu Bersalin


ludul Pelayanan Kesehatan Ibu Bersalin di Puskesmas
Dimensi Mutu Keselamatan dan Kesinambunqan Pelayanan
Tujuan Tergambarnya kinerja UPT Puskesmas dalam upaya
penanganan ibu bersalin sesuai standar di wilayah
puskesmas
Definisi Operasional Persalinan sesuai standar yang dilakukan oleh tenaga
kesehatan (bidan. dokter, dokter spesialis kebidanan) di
fasilitas pelayanan kesehatan (Polindes, Poskesdes,
puskesmas, Bidan Praktek Swasta, klinik pratama, klinik

Standar Pelayanan Minimal BLUD euskesmas p[


utama, klinik bersalin, balai kesehatan ibu dan anak,
Rumah Sakit) mengikuti acuan Asuhan Persalinan Normal
dan Buku Saku Pelayanan Kesehatan Ibu di Fasilitas
Kesehatan Rujukan
Frekuensi Setiap 1 bulan
Penqumpulan Data
Periode Analisa Setiap 1 tahun
Numerator lumlah ibu bersalin sesuai standar di wilayah puskesmas
selama periode waktu 1 tahun
Denumerator Jumlah semua ibu bersalin di wilayah puskesmas selama
periode waktu l tahun yang sama
Sumber Data Register Kohort Ibu, Buku KIA
Standart 100%
Penanggung Jawab Penanggung Jawab Upaya Kesehatan lbu dan Anak
Penqumpul Data
Langkah-langkah
Keqiatan
Monitoring dan Sistem Informasi Puskesmas
Evaluasi
Sumber Daya Bidan, Perawat dan Dokter
Manusia

Kesehatan Baru Lahir (KN


Judul Pelayanan Kesehatan Bayi Baru Lahir di
Puskesmas
Dimensi Mutu Keselamatan dan Kesinambunqan Pelayanan
Tujuan Tergambarnya kinerja UPT Puskesmas dalam upaya
penanganan bayi baru lahir sesuai standar di wilayah
puskesmas
Definisi Operasional Pelayanan yang diberikan kepada bayi usia 0-28 hari
sesuai standar mengacu kepada Pelayanan Neonatal
Essensial oleh tenaga kesehatan (bidan, perawat, dokter,
dokter spesialis anak) di fasilitas pelayanan kesehatan
(Polindes, Poskesdes, puskesmas, Bidan Praktek Swasta,
klinik pratama, klinik utama, kllnik bersalin, balai
kesehatan ibu dan anak, Rumah Sakit, Posyandu,
kuniungan rumah)
Frekuensi Setiap 1 bulan
Penqumpulan Data
Periode Analisa Setiap 1 tahun
Numerator Jumlah bayi baru lahir dilayani sesuai standar di wilayah
puskesmas selama periode waktu 1 tahun
Denumerator Jumlah semuabayi baru lahir di wilayah puskesmas
selama periode waktu I tahun yanq sama
Sumber Data Register Kohort Anak, Reqister Posyandu, Buku KIA
Standart 100o/o
Penanggung Jawab Penanggung Jawab Upaya Kesehatan Ibu dan Anak
Pengumpul Data
Langkah-langkah
Keqiatan
Monitoring dan Sistem Informasi Puskesmas
Evaluasi
Sumber Daya Bidan, Perawat dan Dokter
Manusia

4. nan Kesehatan Balita (0-59 bulan


Judul Pelayanan Kesehatan Balita di puskesmas
Dimensi Mutu Kesinambungan Pelayanan
Tujuan Tergambarnya kinerja UPT Puskesmas dalam upaya
pelayanan balita sesuai standar di wilayah ouskesmas
Definisi Operasional Pelayanan kesehatan yang diberikan kepada anak
berusia 0-59 bulan oleh tenaga kesehatan (bidan,
perawat, dokter, dokter spesialis anak) di fasilitas
pelayanan kesehatan (Polindes, poskesdes, puskesmas,
Bidan Praktek Swasta, klinik pratama, klinik utama, klinik
bersalin, balai kesehatan ibu dan anak, Rumah Sakit,
Posyandu, kunjungan rumah) meliputi :
1) Penimbangan minimal 8 kali setahun, pengukuran
panjang/tinggi badan minimal 2 kali setahun
2) Pemberian vitamin A 2 kali setahun
3) Pemberian imunisasi dasar lenqkap
Frekuensi Setiap 1 bulan
Pengumpulan Data
Periode Analisa Sqtiap 1 tahun
Numerator Jumlah balita 0-59 bulan mendapat pelayanan kesehatan
balita sesuai standar di wilayah puskesmas selama
periode waktu I tahun
Denumerator Jumlah semuabalita 0-59 bulan di wilayah puskesmas
selama periode waktu 1 tahun yanq sama
Sumber Data Register Kohort Anak, Register Posyandu, Buku KIA
Standaft 100o/o
Penanggung Jawab Penanggung Jawab Upaya Kesehatan Ibu dan Anak
Penqumpul Data
Langkah-langkah
Kegiatan
Monitoring dan Sistem Informasi Puskesmas
Evaluasi
Sumber Daya Bldan, Perawat dan Dokter
Manusia
5. Pelayanan Kesehatan pada Usia pendidikan Dasar (penjaringan kelas
1 dan 7)

Pelayanan Kesehatan paaa Us-- eenaidikan Oasar

Kesinambu
Tergambarnya kinerja UpT puskesm.i dalam upaya
pelayanan pada usia pendidikan dasar sesuai standar di

Definisi Operasional Penjaringan kesehatan yang diberikan kepada anak udta


l
pendidikan dasar minimal 1 kali pada kelas dan kelas 7
meliputi:
l.Penilaian status gizi (tinggi badan, berat badan, tanda
klinis anemia)
2.Penilaian tanda vital (tekanan darah, frekuensi nadi
dan nafas)
3. Penilaian kesehatan gigi dan mulut
4.Penilaian ketajaman indera penglihatan dengan poste
snellen
5.Penilaian ketajaman indera pendengaran dengan

Setiap 1 tahun

Jumlah anak usia pendidikan dasar kelas l dan 7 yang


mendapat pelayanan skrining kesehatan di satuan
pendidikan dasar di wilayah puskesmas selama periode
waktu 1 tahun
Jumlah semuaanak usia pendidikan dasar kelas l dan 7
di wilayah puskesmas selama periode waktu 1 tahun

ister Anak Sekolah


100%
Penanggung Jawab Upaya Usaha Kesehatan ernf

Sistem Informasi Puskesmas

Bidan, Perawat dan Dokter

Kesehatan usta 15-59 tahun


ludul Pelayanan Kesehatan pada Usia produktif tS-59
Tahun di Puskesmas
Dimensi Mutu Kesinambunqan Pelayanan
Tujuan Tergambarnya kinerja UpT puskesmas aatam upava

Standar Pelayanan I'4inimal BLUD puskesmas


pelayanan pada usia prm
Definisi Operasional Pelayanan skrining kesehatin usia tS-59-tahun oleh
tenaga kesehatan (dokter, bidan, perawat, nutrisionis,
petugas Posbindu pTM) di puskesmas dan jaringan
Posbindu di wilayah puskesmas minimal 1 tahun seiali
meliputi:
1. Deteksi kemungkinan obesitas dilakukan dengan
memeriksa tinggi badan dan berat badan serta
lingkar perut
Deteksi hipertensi dengan memeriksa tekanan darah
sebagai pencegahan primer
Deteksi kemungkinan diabetes melitus menggunakan
tes cepat gula darah
Deteksi gangguan mental emosional dan perilaku
Pemeriksaan ketajaman penglihatan
Pemeriksaan ketajaman pendengaran
Deteksi dini kanker melalui pemeriksaan payudara
klinis dan pemeriksaan IVA khusus untuk waniia usia
30-59 tahun

l tahun
lumlah pengunjung usia 15-59 tahun mendapat
pelayanan skrining kesehatan sesuai standar di wilayah
selama periode waktu 1 tahun
Jumlah penduduk usia 15-59 tahun yang aaa ai witayan
puskesmas selama periode waktu 1 tahun yanq sama
Register Posbindu, Register Rawat lalan,Tegister IVA,
Reqister Anak Sekolah

Penanggung Jawab Penanggung Jawab Surveilans pTM

Sistem Informasi Puskesmas

Bidan, Perawat dan Dokter

Kesehatan Usia (>60 tahun


ludul Pelayanan Kesehatan pada Usia t-aniut > OO
Tahun di Puskesmas
Dimensi Mutu Kesinambunqanpelayaffi -
Tujuan Tergambarnya tineri@
pelayanan pada usia lansia > 60 tahun sesuai standar di

Standar Pelayanan Minimal BLUD puskesmas


Definisi Operasional Pelayanan skrining kesehatan uiial
OO tanun ofeft
tenaga kesehatan (dokter, bidan, perawat, nutrisionis,
kader posyandu lansia/posbindu) di puskesmas Oin
jaringan Posbindu di wilayah puskesmas minimal
1 tahun
sekali meliputi:
1. Deteksi hipertensi dengan mengukur tekanan darah
2. Deteki diabetes melitus dengin pemeriksaan kadar
gula darah
Deteksi kadar kolesterol dalam darah
Deteksi gangguan mental emosional dan perilaku,
termasuk kepikunan menggunakan mini cog atau Minl
Mental Status Examination (MMSEffest fiental Mini
atau Abreviated Mental Test (AMT) dan Geriatric

l tahun
Jumlah pengunjung usia 15-Sg tahun mendapat
pelayanan skrining kesehatan sesuai standar di
wilayah
selama periode waktu I tahun
Jumlah penduduk usia 15-59 tatlun ya,1S ada d wilayah
puskesmas selama periode
Waktu 1 tahun yanq sama
Register Posbindu, Register Rawat-alaq ReEster
Posyandu Lansia
100%
Penanggung lawab Surveilans pTM

Sistem Informasi Puskesmas

Bidan, Perawat dan Dokter

Kesehatan Penderita
Judul Pelayanan Kesehatan penOeritalipertensi O
Puskesmas
Dimensl Mutu KestnamDunqan pelaVanan
Tujuan Tergambarnya rine4a uer@
pelayanan penderita hipertensi sesuai standar di wilayih
pu:kesmas,
Definisi Operasional perayanan kesehatan sesuai srandar pada penduduk
,

usii
> 15 tahun yang menderita hipertensi esensial atau
hipeftensi tanpa komplikasi di
wilayah puskesmas
meliouti:

Standar Pelayanan 14inimal BLUD puskesmas


1 Mengikuti Panduan Praktik Klinik agi Dokter di FKTP
2 Pelayanan kesehatan sesuai standar diberikan pada
penderita hipertensi di FKTP meliputi: pemeriksaan
dan monitoring Tekanan Darah, edukasi, pengaturan
diet seimbang, aktifitas fisik, dan pengelolaan
farmakologis
Pelayanan kesehatan sesuai standar bertujuan untuk
mempertahankan TD pada < 140190 mmHg untuk
usia di bawah 60 tahun dan < 150/90 mmHg untuk
penderita 60 tahun ke atas dan untuk mencegah
komplikasi jantung, stroke, diabetes melitus dan
gagal ginjal kronis
Jika TD penderita hipertensi tidak bisa dipertahankan
sebagaimana dimaksud pada poin sebelumnya atau
mengalami komplikasi, maka penderita perlu dirujuk
ke FfiL yanq berkompeten
Frekuensi Setiap 1 bulan
Penqumpulan Data
Periode Analisa Setiap I tahun
Numerator Jumlah penderita hipertensi mendapatkan pelayanan
kesehatan sesuai standar di wilayah puskesmas selama
periode waKu 1 tahun
Denumerator Jumlah seluruh penderita hipertensi yang ada di wilayah
puskesmas selama periode waktu 1 tahun yanq sama
Sumber Data Register rawat jalan, reqister posbindu
Standart 100o/o
Penanggung Jawab Penanggung Jawab Surveilans PTM
Penqumpul Data
Langkah-langkah
Keqlatan
[4onitoring dan Sistem Informasi Puskesmas
Evaluasi
Sumber Daya Bidan, Perawat dan Dokter
Manusia

q Kesehatan Penderita Diabetes


ludul Pelayanan kesehatan penderita diabetes di
puskesmas
Dimensl Mutu Kesinambunqan Pelayanan
Tujuan Tergambarnya kinerja UPT Puskesmas dalam upaya
pelayanan penderita diabetes di puskesmas
Definisi Operasional Pelayanan kesehatan penyandang Diabetes Melitus di
wilayah kefa Puskesmas sesuai standar oleh tenaga
kesehatan sesuai kewenangannya (dokter, perawat,
nutrisionis) meliputi 4 (empat) pilar penatalaksanaan
Yaitu:

Standar Pelayanan Minimal BLUD errt".r., @


1. Edukasi
2. Aktivltas fisik
3. Terapi nutrisi medis
4. Intervensi farmakologls

Penderita DM dengan komplikasi perlu dirujuk ke fasilitas


kesehatan rujukan.
Pelayanan kesehatan penderita DM sesuai standar
termasuk pemeriksaan HbA1c.
Penderita DM yang belum menjadi peserta JKN
diwaiibkan men'iadi peserta JKN.
Frekuensi Setlap 1 bulan
Penqumpulan Data
Periode Analisa Setiap l tahun
Numerator Jumlah penderita DM yang mendapatkan pelayanan
kesehatan sesuai standar di wilayah puskesmas selama
periode waktu 1 tahun
Denumerator lumlah semua penderita DM di wilayah Puskesmas
selama periode waktu 1 tahun yang sama
Sumber Data Reqister harian rawat jalan, register Posbindu
Sta nd a rt 100o/o
Penanggung Jawab Penanggung jawab Surveilans PTM
Penqumpul Data
Langkah-langkah -
Keqiatan
Monitoring dan Sistem Informasi Puskesmas
Evaluasi
Sumber Daya Bidan, Perawat dan Dokter
Manusia

10 nan Kesehatan Ga uan Jiwa Berat


ludu I Pelayanan kesehatan Orang Dengan Gangguan
Jiwa (ODGJ) berat di puskesmas
Dimensi Mutu Kesinambunqan Pelayanan
Tujuan Tergambarnya kinerja UPT Puskesmas dalam upaya
pelayanan kesehatan Orang Dengan Gangguan Jiwa
(ODGI) beratdi wilayah Puskesmas
Definisi Operasional Pelayanan kesehatan meliputi pelayanan promotif
preventif yang bertujuan meningkatkan kesehatan ODGJ
berat danmencegah kekambuhan pada penderita ODGJ
berat di wilayah Puskesmas yang dilaksanakan oleh
tenaga kesehatan (dokter dan perawat) meliputi:
1. Edukasi dan evaluasi tentang tanda dan gejala
gangguan jiwa, kepatuhan minum obat dan
informasllain terkait obat, mencegah tindakan
pemasunqan, kebersihan diri, sosialisasi, llegqlqn
rumah tangga dan aktivitas bekerja sederhana
dan/atau
2. Tindakan kebersihan diri ODGJ berat
Dalam melakukan pelayanan promotif preventif
diperlukan penyediaan materi KIE dan buku kerja
sederhana

Frekuensi Setiap 1 bulan


Penqumpulan Data
Periode Analisa Setiap 1 tahun
Numerator lumlah ODGJ berat yang mendapatkan pelayanan
kesehatan jiwa promotif preventif sesuai standar di
wilayah puskesmas selama periode waktu I tahun
Denumerator Jumlah semua ODGI berat di wilayah Puskesmas selama
periode waKu 1 tahun yanq sama
Sumber Data Reqister harian rawat ialan, reqister kesehatan jiwa
Standart 100o/o
Penanggung Jawab Penanggung jawab kesehatan jiwa
Penqumpul Data
Langkah-langkah
Keqiatan
Monitoring dan Sistem Informasi Puskesmas
Evaluasi
Sumber Daya Bidan, Perawat dan Dokter
Manusia

11 Kesehatan Oranq Terduga Tuberkulosis (TB)


Judul Pelayanan kesehatan orang terduga Tuberkulosis
(TB) di ouskesmas
Dimensi Mutu Kesinambunqan Pelayanan
Tujuan Tergambarnya kinerja UPT Puskesmas dalam upaya
pelayanan penderita TB di puskesmas
Definisi Operasional Pelayanan kesehatan pada penderita TB di wilayah
Puskesmas oleh tenaga kesehatan sesuai Pedoman
Penanggulangan TB yang berlaku antara lain:
1. Penegakan diagnosis secara bakteriologis dan klinis
serta dapat didukung dengan pemeriksaan penunjang
lainnya
2. Dilakukan pemerlksaan pemantauan kemajuan
pengobatan pada akhir pengobatan intensif, bulan
ke-S dan akhir pengobatan
3. Pengobatan dengan menggunakan Obat Anti
Tuberkulosis (OAT) dengan panduan OAT standar

Gejala utama TB adalah batuk berdahak selama 2


minqqu atau lebih. Battuk dapat diikuti dengan dahak

Standar Pelayanan Minimal BLUD Pust esmas S[


bercampur darah, batuk darah, sesak nafas, badan
lemas, nafsu makan menurun, berat badan menurun,
berkeringat malam hari, tanpa aktivitas fisik dan badan
meriang lebih dari satu bulan.
Kegiatan promotif preventif antara lain penemuan kasus
secara dini, penemuan kasus secara aktif, pemberian KIE
untuk pencegahan penularan dengan penerapan etika
batuk, pengendalian faktor risiko dan pemberian obat
pencegahan.
Prinsip pelayanan TB adalah penemuan penderita TB
sedini mungkin, ditatalaksana sesuai standar sekaligus
pemantauan hingga sembuh atau "TOSS TB" (Temukan,
Obati Sampai Sembuh).
Frekuensi Setiap 1 bulan
Penqumpulan Data
Periode Analisa Setiap 1 tahun
Numerator Jumlah orang terduga TB yang mendapatkan pelayanan
kesehatan sesuai standar di wilayah puskesmas selama
periode waktu 1 tahun
Denumerator 6 x target orang terduga TB di wilayah Puskesmas
selama periode waktu 1 tahun yangle4e-
Sumber Data Reqister harian rawat ialan, reqister TB
Standart 100o/o
Penanggung Jawab Penanggung jawab P2 TB
Penqumpul Data
Langkah-langkah
Keqiatan
Monitoring dan Sistem Informasi Puskesmas
Evaluasi
Sumber Daya Bidan, Perawat dan Dokter
Manusia

12 erinfeksi HIV
Kesehatan Oranq denqan Risiko Terinfeksi
Judul Pelayanan kesehatan orang dengan risiko
Terinfeksi HIV
Dimensi Mutu Kesinambunqan Pelayanan
Tujuan Tergambarnya kinerja UPT Puskesmas dalam upaya
pelayanan orang dengan risiko terinfeksi HIV di
puskesmas
Definisi Operasional Pelayanan kesehatan yang diberikan kepada ibu hamil,
pasien TB, pasien Infeksi menular seksual (IMS),
warla/transgender, pengguna napza, dan warga binaan
lembaga pemasyarakatan, oleh tenaga kesehatan sesuai
Pedoman Pengendalian HIV AIDS yang berlaku antara
lain:
1. Pemberian Informasi terkalt HIV AIDS
2. Pemeriksaan HIV menggunakan tes cepat HIV sesuai
standar
3. Orang dengan hasil pemeriksaan hasil HIV positif,
diberi pengobatan ARV dan dilakukan konseling
4. Orang dengan hasil pemeriksaan IMS negatif, perlu di
periksa ulang minimal 3 bulan, 6 bulan, dan 12 bulan
dari pemeriksaan pedama
Frekuensi Setiap 1 bulan
Penqumpulan Data
Periode Analisa Setiap 1 tahun
Indikator SPM Persentasi orang beresiko terinfeki HIV mendapatka
pemeriksaan HIV sesuai standar
Numerator Jumlah orang beresiko terinfeksi HIV yang medapatkan
pemeriksaan HIV sesuai standar 1 tahun
Denumerator Jumlah orang beresiko terinfeksi HIV di wilayah
Puskesmas selama periode waktu 1 tahun yanq sama
Sumber Data Register harian rawat jalan, reqister HIV
Standart 100o/o
Penanggung Jawab Penanggung jawab P2 HIV
Penqumpul Data
Langkah-langkah
Keqiatan
Monitoring dan Sistem Informasi Puskesmas
Evaluasl
Sumber Daya Bidan, Perawat dan Dokter
Manusia

13. n Tr Puskesmas
Judul Kepuasan Masyarakat Terhadap Pelayanan
Puskesmas
Dimensi Mutu Kesinambungan Pelayanan
Tujuan Tergambarnya kinerja UPT Puskesmas dalam upaya
pelayanan pasien
Definisi Operasional Hasil pengukuran darl kegiatan Survey Kepuasan
Masyarakat yang berupa angka.
Survey Kepuasan Masyarakat Kegiatan pengukuran
secara komprehensif tentang tingkat kepuasan
masyarakat terhadap kualitas layanan yang diberikan
oleh penyelenggara pelayanan publik.
Frekuensi Setiap 1 tahun
Penqumpulan Data
Periode Analisa Setiap 1 tahun
Indikator SPM Nilai Indeks Kesehatan Masyarakat
Sumber Data Kuesioner Survey Kesehatan Masyarakat
Standart 80o/o
Penanqqunq Jawab Penanggung Jawab Administrasi Manaiemen
Penqumpul Data
Langkah-langkah
Keqiatan
Monitoring dan Sistem Informasi Puskesmas
Evaluasi
Sumber Daya Bidan, Perawat dan Dokter
Manusia

4. rahan Universal Child Immunization


Judul PencaDaian desa/kelurahan UCI
Dimensi 14utu Kesinambunqan Pelayanan
Tujuan Tergambarnya kinerja UPT Puskesmas dalam
mewuiudkan desa UCI
Definisi Operasional Desa/kelurahan dimana > dari jumlah bayi yang
B0o/o
ada di desa tersebut sudah mendapatkan Imunisasi
Dasar Lengkap. Imunisasi Dasar Lengkap pada bayi
meliputi:
- Imunisasi Hepatitis B diberikan pada bayi 0-7 hari
- Imunisasi BCG dan Polio diberikan pada bayi usia 1
bulan
- l
Imunisasi DPT-HB-Hib dan Polio 2 diberikan pada
bayi usia 2 bulan
- Imunisasi DPT-HB-H|b 2 dan Polio 3 diberikan pada
bayi usia 3 bulan
- Imunisasi DPT-HB-H|b 3dan Polio 4 dan IPV
diberikan pada bayi usia 4 bulan
- Imunisasi Campak/MR diberikan pada bayi usia 9
bulan

Frekuensi Setlap 1 bulan


Penqumpulan Data
Periode Analisa Setiap 1 tahun
Indikator SPlt4 Persentase desa yanq mencapai UCI
Numerator .lumlah desa/kelurahan yanq mencapai UCI
Denumerator lumlah seluruh desa/kelurahan yang ada di wilayah kerja
Puskesmas
Sumber Data Reqister imunisasi, kohort bayi
Standa rt 100 o/o
Penanggung Jawab Penanggung jawab imunisasi
Penqumpul Data
Langkah-langkah
Keqiatan
Monltoring dan Sistem Informasi Puskesmas
Evaluasi
Sumber Daya Bidan, Perawat dan Dokter
Manusia

Standar Pelayanan Minimal BLUD eusksmas


@
15 n siaqa aktif PURI (Purnama Mandiri
ludul Pencapaian desa/kelurahan siaqa aktif PURI
Dimensi Mutu Kesinambunqan Pelayanan
Tujuan Tergambarnya kinefa UPT Puskesmas dalam
mewujudkan desa/kelurahan siaqa aktif PURI
Definisi Operasional Desa/kelurahan yang penduduknya memiliki kesiapan
sumber daya dan kemampuan serta kemauan untuk
mencegah dan mengatasi masalah kesehatan, bencana
dan kegawatdaruratan kesehatan secara mandiri dengan
kriteria sebagai berikut:
Purnama:
- Forum desa/kelurahan berjalan setiap bulan
- Kader kesehatan 6-8 orang
- Ada kemudahan akses pelayanan kesehatan dasar
- Ada posyandu dan 3 UKBM lainnya aktif
- Ada dana dari pemerintah desa/kelurahan sefta dua
sumber dana lainnya
- Ada peran aktif masyarakat dan peran aktif dua
ormas
- Ada peraturan Kepala Desa/kelurahan atau peraturan
bupati yang sudah direalisasikan
- Pembinaan PHBS minimal dari 4Oo/o rumah tangga
yang ada

Mandiri:
- Forum desa/kelurahan berjalan setiap bulan
- Kader kesehatan 9 orang atau lebih
- Ada kemudahan akses pelayanan kesehatan dasar
- Ada posyandu dan 4 UKBM lainnya aktif
- Ada dana dari pemerintah desa/kelurahan serta dua
sumber dana lainnya
- Ada peran serta aktif masyarakat dan peran aktif
lebih dari dua ormas
- Ada peraturan kepala desa/kelurahan atau peraturan
bupati yang sudah direalisasikan
- Pembinaan PHBS minimal 70olo rumah tangga yang
ada
Frekuensi Setiap 1 tahun
Penqumoulan Data
Periode Analisa Setlap l tahun
Indikator SPM Persentase desa/kelurahan siaqa aktif PURI
Numerator lumlah desa/kelurahan siaoa aktif PURI
Denumerator Jumlah seluruh desa/kelurahan yang ada di wilayah kerja
Puskesmas
Sumber Data Formulir Strata UKBM
Standart 50o/o

Standar Pelayanan Minimal BLUD Purk"r.", !!t


Penanggung Jawab Penanggung jawab UKBM
Penqumpul Data
Langkah-langkah
Keqiatan
Monitoring dan Sistem Informasi Puskesmas
Evaluasi
Sumber Daya Bidan, Perawat dan Dokter
lvl a n usia

6. Pencapaian desa/ kelurahan STBM (Sanitasi Total Berbasis Masyarakat) dan PH BS


Judul Pencapaian desa/kelurahan STBM dan PHBS
Dimensi Mutu Kesinambungan Pelayanan
Tujuan Tergambarnya kinerja UPT Puskesmas dalam
mewuiudkan desa/kelurahan STBM
Definisi Operasional Desa yang melaksanakan kegiatan STBM 5 (lima) pilar
yaitu:
- Stop Buang Air Besar sembarangan
- Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS)
- Pengelolaan air minum/makanan rumah tangga
- Pengelolaan sampah rumah tangga
- Pengelolaan limbah cair rumah tangga
Dan melaksanakan kegiatan PHBS

Frekuensi Setiap l tahun


Penqumoulan Data
Periode Analisa Setiap l tahun
Indikator SPM Persentase desa/kelurahan STBM dan PHBS
Numerator Jumlah desa/kelurahan yang melaksanakan kegiatan
STBM dan PHBS
Denumerator Jumlah seluruh desa/kelurahan yang ada di wilayah kerja
Puskesmas
Sumber Data Laporan keslinq, laporan PHBS
Standart l5o/o
Penanggung Jawab Penanggung jawab kesehatan lingkungan, penanggung
Penqumpul Data iawab Promosi Kesehatan
Langkah-langkah
Keqiatan
Monitoring dan Sistem Informasi Puskesmas
Evaluasi
Sumber Daya Bidan, Perawat dan Dokter
Manusia

t7 n KLB Luar Biasa) < 24


Judul Penanqqulanqan KLB < 24 iam
Dimensi N4utu Kesinambunqan Pelayanan
Tu'iuan Terqambarnya kineria UPT Puskesmas dalam

Standar Pelayanan Minimal BLUD trrt"r"* @


menanqqulanqi Keiadian Luar Biasa < 24 jam
Definisi Operasional Penanggulangan Kejadian Luar Biasa penyakit menular
(Difteri, DBD, Campak, Tetanus,dll) kurang dari 24 jam
sejak laporan W1 diterima sampai penyelidikan dengan
catatan selain formulir W1 dapat juga berupa faximili,
email, telepon, dll.
Penanggulangan berupa upaya untuk menemukan
penderita atau tersangka penderita, penatalaksanaan
penderita, pencegahan peningkatan, perluasan dan
menqhentikan suatu KLB.
Frekuensi Setiap 1 bulan
PenqumDulan Data
Periode Analisa Setiap 1 tahun
Indikator SPM Persentase Keiadian Luar Biasa ditangani < 24 l'e,m
Numerator Jumlah Kejadian Luar Biasa ditangani < 24 jam dalam
perlode satu tahun
Denumerator Jumlah seluruh Kejadian Luar Biasa yang ada di wilayah
keria Puskesmas dalam perlode tahun yang sama
Sumber Data Laporan KLB,
Standa rt 90o/o
Penanggung Jawab Penanggung jawab surveilans
Penqumpul Data
Langkah-langkah
Keqiatan
Monitoring dan Sistem Informasi Puskesmas
Evaluasi
Sumber Daya Bidan, Perawat dan Dokter
Manusia

18. Case Fatality Rate DtlD (Demam Berdarah Dengue)


Judul case Fatality Rate DBD
Dimensi Mutu Kesinambunqan Pelayanan
Tujuan Tergambarnya kinerja UPT Puskesmas dalam
menurunkan CFR DBD
Definisi Operasional Penderita DBD yang meninggal dibanding seluruh jumlah
penderita DBD yang ditemukan dan ditangani.
Diagnosis DBD menurut krlteria WHO sebagai berikut:
Kriteria Klinis
1. Demam tinggi mendadak tanpa sebab yang jelas
berlangsung terus menerus 2-7 hari
2. Terdapat manlfestasi perdarahan ditandai dengan:
- Uji bendung positif
- ftekie, ekimosis, purpura
- Perdarahan mukosa, epistaksis, perdaraha4 ggq!-
- Hematemesis dan atau melena
3. Pembesaran hati
4. Syok, ditandai dengan nadi cepat dan lemah sampai
tak teraba, penyempitan tekanan nadi (20 mmHg),
hipotensi sampai tidak terukur, kaki tangan dingin,
kulit lembab, waktu pengisian kapiler memanjang (>
2 detik) dan pasien tampak gelisah

Kriteria Laboratorium
1. Trombositopenia (100.000/ul atau kurang)
2. Adanya kebocoran plasma karena peningkatan
permeabilitas kapiler, dengan manifestasi sebagai
berikut:
- Peningkatan hematokrit >- 20o/o dad. nilai standar
- Penurunan hematokrit > 200lo setelah mendapat
terapi cairan
- Efusi pleura/perikardial, asites, hipoproteinemia

Diagnosis ditegakkan dengan dua kriteria klinis pertama


ditambah satu kriteria laboratorium.
Frekuensi Setiap 1 bulan
Penqumpulan Data
Periode Analisa SetiaD I tahun
Indikator SPM Persentase Case FataliW Rate DBD
Numerator Jumlah penderita DBD yang meninggal dalam periode
satu tahun
Denumerator Jumlah seluruh penderita DBD yang ditemukan dan
ditangani yang ada di wilayah kerja Puskesmas dalam
oeriode tahun yano sama
Sumber Data Laporan surveilans DBD
Sta nda rt Kuranq dari 0,5olo
Penanggung lawab Penanggung jawab P2 DBD
Penqumpul Data
Langkah-langkah
Keqiatan
Monitoring dan Sistem Informasi Puskesmas
Evaluasi
Sumber Daya Bidan, Perawat dan Dokter
Manusia

19. Fasilitas pelayanan kesehatan dan fasilitas pelayanan kesehatan tradisional


memiliki
kes dan fasyankestrad memiliki

Tergambarnya kinerja UPT Puskesmas dalam memenuhi


ntauan iin tenaqa fasvankes dan

Standar Pelayanan l,linimal BLUD euskesmas


![
Definisi Operasional Fasilitas pelayanan kesehatan (klinik, Rumah Sakit)
memiliki ijin operasional yang masih berlaku dan fasilitas
pelayanan kesehatan tradisional memiliki ijin termasuk
oenyehat tradisional memiliki STPT atau SIPT
Frekuensi Setiap 1 tahun
PenqumDulan Data
Periode Analisa Setiap 1 tahun
Indikator SPM Persentase fasyankes dan fasyankestrad yang memiliki
iiin
Numerator Jumlah fasyankes dan fasyankestrad memiliki 'rjin dalam
periode satu tahun
Denumerator lumlah seluruh fasyankes dan fasyankestrad
dalam periode tahun yanq sama
Sumber Data Laporan pendataan fasyankes da n fasyankestrad
Standart 100o/o
Penanggung Jawab Penanggung jawab jejaring dan jaringan
Penoumoul Data
Langkah-langkah
Keqiatan
Monitoring dan Sistem Informasi Puskesmas
Evaluasi
Sumber Daya Bidan, Perawat dan Dokter
Manusia

Standar Pelayanan l4inimal BLUD euskesmas


![
BAB III
RENCANA PENCAPAIAN SPM

A. RENCANA PENCAPAIAN INDIKATOR SPM


Jadwal rencana pencapaian indikator SPM dibuat berdasarkan dokumen
Rencana Strategis Dinas Kesehatan Kabupaten JKL tahun 2016-2021 untuk
mencapai target sesuai dengan Peraturan Menteri Kesehatan 43 Tahun 2016
tentang Standar Pelayanan Minimal Bidang Kesehatan.

Capaian 20xx 20xx


No Indikator 2oxx 2oxx
Pkm 2OXX
1 Pelayanan kesehatan ibu hamil ... o/o ... o/o .,, o/o ... o/o .. o/o

(K4)
o/o o/o o/o o/o o/o
2 Pelayanan Kesehatan Ibu Bersalin ... ... .. ,,. ..
o/o o/o o/o o/o
3 Pelayanan Kesehatan Bayi Baru ... o/o ... .. ... ,..
Lahir (KN LenokaD)
o/o o/o o/o o/o o/o
4 Pelayanan Kesehatan Balita (0-59 ,,, ... .. ... .,,
bulan)
o/o o/o o/o o/o o/o
5 Pelayanan kesehatan pada usia ... ... ... ... ...
pendidikan dasar (penjaringan
oada kelas 1 dan 7)
o/o o/o o/o o/o o/o
6 Pelayanan kesehatan pada usia ... ... ... .. ...
produktif ( 15-59 thn)
o/o o/o o/o o/o
7 Pelayanan kesehatan pada usia ... o/o
,.. ... .. ...
laniut (>60 th)
o/o o/o o/o o/o o/o
8 Pelayanan kesehatan penderita ... ... ... ... ...
hioertensi
o/o o/o o/o o/o o/o
9 Pelayanan kesehatan penderita ... ,., ... .., ...
Diabetes f4ellitus
o/o o/o o/o o/o o/o
10 Pelayanan kesehatan orang .. ... ... ... ...
dengan gangguan jiwa (ODGJ)
berat
o/o o/o o/o o/o ... o/o
11 Pelayanan kesehatan orang .. ., ... ...
terduoa Tuberkulosis fiBC)
o/o o/o o/o o/o o/o
L2 Pelayanan kesehatan orang ... .. ... ... ...
denqan risiko terinfeksi HIV
o/o o/o o/o o/o o/o
13 Kepuasan masyarakat terhadap ,,, ... .. ... ,.
Delavanan Duskesmas
o/o o/o o/o o/o .. o/o
14 Pencapaian desa/kelurahan UCI ... ... .. ...
o/o o/o o/o o/o
1i Pencapaian desa/kelurahan siaga ... o/o ... .. ... ..,
AKif PURI
o/o o/o o/o o/o o/o
16 PencaDaian desa/kelurahan STB14 ... ... .. ... .,,
o/o o/o
t7 Penanqqulanqan KLB < 24 tam ... o/o ... o/o .. o/o ... ...
18 cFR Demam Berdarah Denque <...o/o <,..o/o <...o/o <...o/o <...o/o
o/o o/o o/o o/o o/o
19 Fasyankes dan fasyankestrad ... ,,, ... ... ...
memiliki iiin
Tabel 2. Rencana Pencapaian Indikator Standar Pelayanan Minimal
Bidang Kesehatan Kabupaten lKL.

Standar Pelayanan Minimal BLUD euskesras !!


B. STRATEGI PENCAPAIAN SPM BERDASARKAN RET{CANA STRATEGIS
Strategi pencapaian SPM dilaksanakan melalui program kegiatan yang
disusun dalam Rencana strategis puskesmas. Keseuaian Rencana strategis
puskesmas dengan SPM sebagaimana dalam Lampiran.

C. RENCANAANGGARAN BIAYA
(RD)
NO SATUAN 20)x
20)0(
1 Pelayanan kesehatan ibu hamil Rupiah
2 Pelayanan kesehatan bu bersalin Rupiah
3 Pelayanan kesehatan bayi baru lahir Rupiah
4 Pelavanan kesehatan balita Rupiah
Pelayanan kesehatan pada usia
5 Rupiah
oendidikan dasar
6 )elavanan kesehatan Dada usia Droduktif Rupiah
7 Pelayanan kesehatan pada usia lanjut Rupiah
8 Pelayanan kesehatan penderita hipertensi Rupiah
Pelayanan kesehatan penderita Diabetes
9 Rupiah
N4elitus
Pelayanan Kesehatan orang dengan Rupiah
10
canqquan iiwa berat
11 Pelavanan kesehatan oranq dengan TB Rupiah
)elayanan kesehatan orang dengan risiko
t2 Rupiah
:erinfeksi HIV
JUI'ILAH
Tabel 3. Rencana Anggaran Biaya Berdasarkan .lenis Pelayanan Dasar

2OXX 7oxx
Belanja Pegawai /Jaspel dan Honor
I
rPNS)
Belanja Barang dan Jasa
2
iJasoel non PNS)
3 Belania Modal
Jumlah
Tabel 4. Rencana Anggaran Biaya Berdasarkan Jenis Belanja
BAB V
PENUTUP

Standar Pelayanan Minimal (SPM) disusun untuk memberikan panduan arah


kebijakan pelayanan kesehatan di Puskesmas untuk dapat terlaksananya kebijakan
dalam Standar Pelayanan Minimal perlu mendapat dukungan dan partisipasi seluruh
pegawai/karyawan Puskesmas serta perhatian dan dukungan Pemerintah Daerah
baik bersifat materiil, administratif maupun politis.

Standar Pelayanan Minimal puskesmas ini akan direvisi apabila terjadi


perubahan terhadap peraturan perundang-undangan yang terkait dengan pola tata
kelola puskesmas sebagaimana disebutkan di atas, serta disesuaikan dengan fungsi,
tanggung jawab, dan kewenangan organ puskesmas serta perubahan
lingkungan.
LANflPIRAN
C
(I,
cC,
E
l."
z 'tr E
(E

:z \r :z
UJ
:z :z
.o
E u)-
:ZE 5 l(U

(9
_o
'= ol :=c
OJ
-v. tf
lo-
ctE
E E
lg Eo lo
LIJ
Y
d
ao
=f I -EF
lB= (rJ
:
E-.=
lllco
o € =
-o =F
6c
.-lo =E
-oc
.-(, Cl! l(!
Oo) IE
Y
t,
EE
-= (u
(, ni
.s
P-
ii
Ei.
(!]Plo
v.c
-lE
l.
IE
o Ef
O,' E
c cll,
o! E€E 8Ectr l.
zl-{ pb OJ
AC v, c= =
-Yc
lc
ll!
o=
o-E o
o-
b9
o-E
:iO,tr
&Ee 39 t>-
llg
loJ
lo-
N \r LN
lo
lc
(ll
5c I

E= c
<d
l
ciE
(tE
V(j, +9
.vi!
.g(t
I

EP (J o.

:
o
o
=
LIJ
z
Y
th
d
f q
o.
F q
c,
Y o
d F
Y
o o Y
zt{
E
z
! o 'E=
u.t
o F E!
LIJ
Y -E
z &, =to
-o:
HE
col
(,(,
J >i,
<<
o E o-= :
:
rEii
-c-
4 dJ c:
uJ
(, o '> ttt (,lo
oc
zUI ziS :2(E
o. sEa h4
E SEE
9., o >i
loagr.g
d BJqIf oJ{2
(, Y}.O- o-
=-o
oJ

o
c,
o-
to
C-
c
E
IE
c(o
= (,
z ,! 9E c,l
ql c.- ,lJ +ts
I(u E= .F c .! l!C or l! i3
]|o
E
o
o-->- -o(u !tr to CD(o
ECn
ruc
tf
oJl, .F
l-l Clll J lz(u CL
f
o-
(9 (o:6 co =cL
cLlD !,|E '6r c o
UI s)
C=
lY c
C'
:z
(, .sE (o
-o 3€ E. o9 f
Y l!u)
tsq EE J
d :89 t Ea E >\^ >f
L)=
ER
@

o i'-:l=
qill'=
o cl r- = 3= EE !l) -o E' E
O-orV
qJ
o. orF-3 c, 8.8 gE
Y -
l!-
.o i=
E
(o
3E-
ts'!q
th=
sii
c(o
-lE
6r< l!J!
lo0,
CE
.E
=c
o (uE F
gF.! OE 9-o- 9oii c
l!
z 6o,9
l
-v.
o;(u
AC
b9 -YE --Pc Ee
(ulE
(JOE lo
U CLCUI o-E 89 8Ef; cL> .Q
OJ
o-
\o N @ or ,--. C) F,l f\ lE
D
c
li
z:z
o,
E= CC clo^ H:!
<d
Y(9
-(tlE
s E E.s. E9 ts(9 or
>--
(!E' r
-?69 E ue
crof
EP 38.E9 83 cL co :z

N sl.

z
d :8
(9
tA lE
ts
q lo
co
4, ru
o ao
E
Y
co
o :z (uf
zti cL -c)

o!
ln
= o
o(o to

l! =IE
co
c(o c.o
(ocL (o

ro _c(! o
= (,, .:z
l,(, tt
(u
oJc :z
-Y q,)
c) c.o
9z
.o3 atl^
>.c
ag.= s-g
0J=
dlg o-!
!'o Et -g
EO 9d oroo
seg
5a =.o,
H6 x-doi
iD ==
oB or= 6ror=
3o ox
qo-
a=u
,-O-A-
do o
d_E
o
vo E$q !
f
=: tt. --d 3
o,
l!)
o,
o,
f
Jes
(Df
o,
o,
E E.s
ool
xn o.,
f.
o-
o, fo,o.
(o-
ctn. sbo,
o,

5
o' (,1
t{
or! o-x-r) z
x(D 9d a, o br' I
=
Eq
!.t
=HX o.r
: ae x
-r ot 9.oJ
E*E
dor- {
=6
o,(D of :.J E o
3o- ^- -cQ v
oo !!-o,
or'< t
3E 6E o,
o
9o
xd' c=, o,,
PE
vlI, F
f
c J z
=E 9.
o

! O' t1

cL! E -T
oo
(rf dEE -EE=-<(n(4(r!
(D aD lD < Or 'T rD aD aD
a2
o, a,
rn9 d+<
6g
6', :i
forg $E d *E;agE 6)x
v>.
Eg E 3 d'3 sEg* rE
o,
x o,
CL
o,
*.g-*
l
=
o-
OJ ON \o r- @r- !ts orts Ul l- Ar-
_o
a. E! 'o 'u -o ! -o 9..)
o)
oo a-(D q- (D o (o, dq
=T'
o)
-o,
q=
x- =' F2.
H=
o, f.
f
=(D
Aui
ool o
2T
or€ lut
cLo
z
I
l 8,6 rO - r-o -O .? (, or of
El- xo, o, x- =
9= E_ g' x
dE = o, o,
=
2.
3
f il.l
f
o,
f
o,
o,
f
o,
f
-O,
=(,
:,o
c
(D

-
;E
<f 9s
^-O
-{
o
9r ErD c 3 -E
3
o, JO,
F
@
t- 3 =
o o-
(D -EE'
(^ -' s.= x
C q d =
0 6' o,
m
E=
0 o, C 3P(n
c!
(D
f =
E _o- f
o- o x(, >3
=ro
='
6)
li
c o (D
c .Di- >s
F vl -o o do
o -
(D o C f EB c
3 f
o. P o-
E of- d
f
z
o ts'9
-o,f
E
.E
o
o
=
o,
l,
o
o.
(D t5
o, !
a 3
-t
G'
=-
o
o,
l
-g
-qT
U)

._J
t{
o- 'o
OrO
z
fa 0
ti
-o(D
T= x
(! ili {
lnao o
o- F
o 6
D
o.,
a o
--{
@ F
= z
(o
o @

E
o=(D
=-O EF u)l t
--{ ! o
'02
!orftifE
f-
69
ox
tsqfi -o ) =iE
IJ J=

UH F>
s^ =

do
Lo
HE
o, --{ d(D
(o
a
Iy - _..1

C
o,
=E
l
o- (, Nl
o, !N OI NJ (N NJ AN N) l.J tsNJ
-o
.D
d
o,
Ea)
(Do 5e Iiari
--l'o
C, ;i- ui
q;q
J
#q f!6q
;i' r,
-g
(D
z
f OE or(i o, ;i(/I
o)
l _dE =o E }E
JE{
sE =Q
o
3 0
3 o,--o dq a)=ot
dts
S -ar oriI o, x
l.
3 =r - E6
::t -J = *(D or=
6(D olx o -{
!r @
a o,l = ut\ or= o-
o o
.+
o,(--J trE v
@
t-
C e f.< oxo,
r=r Hd 3
ad o xm
o
0
c!
=
4
--ol(o
ro rqs
(o
=J
EE
od
(D
3
o
=t- 6'
ur
3
o
'71
o
c -- (o !a ro ro
.D
lh. l(D
rct f
q, (o
oroo o l-o
oo, cJ (o
o,
-{
fo,
Ed f.< J.< z
-= o, o, = ll,l
f
C =
l!) (o =
l.o

E =
qd !
o
J
-o
o
f
O- o, o
c.<o,
(o
o,
o,
orf =
r.o E
o,
.o r-O
c o,
E= o, f
BA =
(O o.
(D (,
x-o
C=
o.,
f
U\
o,
!
6-E xr- 3
q. iri -e.
ul=r @ c
,.-\ o o,
--1 -r
tI' o, N J
A o
(l) =
o C
3 o

o \o @

!> -E z
o:l
fLo 3=o,
(D
Il-{
l.c)F
o(r, o
f
x
cr- =
ll)
(o
E6
orcr c
oJ
o o
lo d o- F
-ri (of
o (,
q,fl o
-= f o,
t,
o,
f xr- C
o F
g,
z
N-',
A

N
.:12
!-.! @ o
o-tE (D -E
=.: i
o,,
(D El3 t=
3E= dE; =f -
E
':l(/,
o.o 6P
xr -) or3
,69 3xr3
o-l ES AE
oC
q(/, HE F' 9o
JOI
\n
O.,E )
=
d (, (, o(, (O @N
o, ur +(JJ Lr.) N-' U) NJ
_o

E 6'F i( -E < isE 1, =-o r) r) fa) d6' z


P
o(D =.oaDab dq o, o, :y ot
lx- E- I
OJ
l
d. o,
i- E-<
(o o,
qE -ggs E o-o
=t
orl
c-
! E
C
^- or -o
-
OJ
=.
rnotlf :' gl(o ; Eti o, A, -roJ EE x
o, --1- q3 A 3'E_ fi
o, l: f 5J
(D- O'J
5-g
t.
= :jC- *6 '0 -9
3
or_ $B6-
x-o
o, 'c,
=(DI
_asi;
(^ f .x a
ot-
Jo, -@
tn
-G'
U)
or6
a
-@ o
U1 v
o,
@
t-
C
o
E=
6-q gs -'-=
I .D _a
o,?46;
or =..< _o-
E
g _o- _cL xm
a. ir,
J=

=s. o : a
!
c tn= JIl,
o, o, iiqg:d ui
39
o,,
It C
\h
='
t- l=
nn

o
z.\ o
"l -i
o,
oo
=rf o,<
go, :l-
o,
= C
3
o)
v=
ro fu
(D
f z
E;
T=
E
cr o- -o o- -9
oo a)
oo(D ()
d,B g =ii o
'-o,d EX _'Tt
o,
=-
loE --r o, o
O'J ai=
f-
Lo.D
*x
o(D
Lo(,
c(D H'O F an
o,= o, !
to, =o, o 3
=:
€f
o, ag o
@
q'O q.o o
6g --t
Qro <!o
6)

5 (, I\J
l-l
oEr) p -o .) p z
ooo,
d3-
-ror= = <o,
(D
=,=
o
o Ip I
x
9B *Q o-
-Tt
o, o,
-{
(O
=2 .'r so, d_e o
E
(D
o
or(D
f3
o, ;;'
f E ir q o F
-P6 F
f tt
E5
of <g (I,
CL
o
o
ors ?d
o =.
o,
I@ F
8E a
='
I -c
6)(a F
9. z
o,

! Or ur A
(D-L
aD(!(Do,
a) x= xx
o2 co,
ilE E= <:lgor-<4=
=E =2
oa 69
>'-E =.00a3
o, A'
-ilEE +s{
6qi6
rE
oorJ 9=f
e{ +3E
^.a
6'f
f'-
o-
(D

==
o
8 o) o,
c EE
(n
0 f& UI
E,B_
o6 (D
6) o
l
o- \o
o, PA OA uJ @(, !(, OI UJ
-o
.D (,,)'E
o -o g-o
c2< i'o, o !o, o oo
o,
=, =
C
7+ 9.
E(D
(l
C
-
-a P
.D'

=
=
q
:3o zI
o
f o jtr-ii
= ro -J
1 aots9 _o-
=.
- x
=
o,
f i mu6 -o, o,
{
=.
3 =do, o f
o.,
o
9r
@
c
3 =
(c) =
r-O [e n; m
E.
f
iri F
t-
C
o,
f 3 _o-
E,q, d d'
!!I-(o o-
o
f xm
0 o o o,
x 6)
_9
c o
6)
f
ro
o
(D

T
=. 3silE
'\, =:u
3
o
o
i(
o.,
lD o, o =
3 @
o = -
ffiE 9.
g z
o,
o, =.
o,
@ -c
I
o,

E
r', -E -_o -o
=.(Dof(D

(/} o, frET
HE o o,
<f f =i
qdH <-f G6' (t
**Bs+ !
3
gdgg
cfl-a
EE dB
O.Joro,
o (D<
f.= o, -h
a6=Y,
lu --. o, o,
f

or (n
fT, :J -E z
J..D
ff
c.<
dq
:: u) I
lo =.(D x
ord
o,
3E o
f F
3 !?. rD an
o,
o,
do,
E.< o
^-
f
o, -o, v
=
o-
Ol =ro
z

rO @

_o- < E -T
,(^
=o
;H =- F4eg
^rPo
xoJ
8E
6)^
=6q +oJ o,
_aa c== IZ
9.
=
tc) o,
o,
f
o-
OJ (oA @5 !+ ora Ln.A 55 Ld+ N5
_o
.D
3 o-z 4Q -Ef
g6aT' 7(= -O
OJ
or=
-?
o ='?
OrO (oY o,
x- E5 nda t{
zq
o)
f
OJ
l
=Y
dl.
<o
f
o
7if
O, r.r-
fo
o.,
>6 =.
c
o,
.+E
oo,
60r!
oxi-o(,
= 4*+
o.rgo l-{
{, l.
(Df l=. a='
(/)(o
o,
q,B=.
f == Ll_ o,
j !Lo x
=
f
f(o l!) !(D -E (D :*6 69
=.
!l o, _: o-\ d -J O, O =:-^l o
@ a6 lh
o,,
=
lll
='-\
u= o,
== 3 E a'g F
o, -o =' o, o,
t-
C
0 or-
!(D = E
o
x
E(D
=
o,
a
o,
-E
(Do
(ox 6a m
^
.E
c
^-o
o
th
^-
;
9. ^-
;:o,
f
0
f
o
E' zi
o=
5g
OE
o
o = c 3 f (oo
o 3 o, o. c d-
3 o, = o (D
z
o,
f J
=.
3
o, o,
f
ro
E
6, tD a,'
q(o
2o.l =
0,
A
Ul
x-'
oE
q9(D
()J IL o,
odx 6
=
s=
olo,
!
3
3 o-r
o,
-=
=i
!=:
-
3
(D

:Jo,
o,
-r

._J

:! x- x -T1
P(D(Do, z
s) u\ ah th
:aD(D=j
0
lo o, o x
a q'q': -.1
o
4---(D F
e S o.E- q
=-dP q
3 '= D
F
=
4 z
='
N
(, NJ N
N.)
NJ o
ET O f E -E
-ultl,
-o
f A-i E:-< E X -E
!qaD^iaD(D o, (D aD
g a:; i o i --o
q:,d"; E .o=o o,=JO
o, ui EE
{-9
' o, ild
-lorl
6f (D =or:1
-o,
fiE 4=q 6)^
-r, =. 9. o =: olfD
Yn
d g E3 H E;
= f 5'
=xn
o, -'
oJ
l
o
o, UJ t,l N(,I r- (rt our
_o
.D -g -o
6t o
3
!
o
3
13
orf 3f
tD
-Er o
z
It,
l q q .< o_ s.o I
o,
a 3 oo, (D='
f
(l,
o,
o, x'o, or o, x
f,
= l f ol =.q -{
3 !(D
J.+
or.D (o-
=) o
9l o, E(, F
:f =
o, C-
@
t-
C o
o,
f
o,
(o
o !1 - xm
o f
o, if(D x-
(Df
o
!
c
t
(!
55
d
g 3
(D
J
o,
Eg {
3
o, 9. o
9..
o =
o z
a o =
o-
o
o, f f

E
-0x !
(D(D vo
! o
xb F
dg 3
-tr=
=J
!
co m
z
(Il(I)
^-<
qil t o
! m
t-
o, or 3 o
-t
o
=
o z
o- E
o,
E C
0
!
co
^
m
(rt
@ 3
q
=
E z
c I :
-o
o x
o,
o, o
f
o,
F
=
-tr
o
C (,
-o F
3
o,
z

NJ
5
!z
69
6)x
aq+EEE€ v>
a
a[= ?6
o)

!
OJ (.'I ql (,l LN gI ut
(o @ ! ol gI
)
OJ

eoF -tr !x f-o


=
o'rits
o 5e6
sm<
oo.
oJ(D
!
(D
do
Uro,
FI
z
Il-{
= d
=.
FJl. ^i Oi q,
=.
3 -;IJ=
>(-oc - >o, l
O,
d3
O,
xD
9r
@
+o,
r-= ! id =u1
(-l
or= o,
:f
t- o =r .rv o
C
o
=o, c
S=
z-0.D Ee o-5
(o ze sd NJ
5 =O F
-o
c -El o -E aI O,,
od o, 6(D xm
(D
mLo
=l E m_ 3 =' o,
o
q. 5(!
3 Hts o m:i -o
o'
l-a
o,
z=
=b o,
f
4*
z-=
E-E
e6'
f
--{ o,
f
--l
>= o o, x2 z
E - - =
oJ
f
@

!>x
clizCl
E, t'!r

ilE;
3EE
lf;;
'3: o
!
3
EE
m>
EE
E'
F{

z
I
x
o
v
t
6
7
z

N N N N
@ ! ol (,
Ul,-E -o=c 5!Cr!-s> l-a
I
rEq
(/)Orui
rD ^v
1t! C z\+ l(D o, o f i1
qz= .ri'f f f.!i o,
l o,fo E$ o o6i -lO O!f f
e.E EE
ox
ilo,? J=
C .'.'
o orJ{X
3 !D
,,l l(l,
orl, -o,
=. ut c,go
ilE O,J
fl o-o
o,
o
ln of
f
o,
rE
f 0 f,
;l
aDt
3 o
I
or o\ Ol Ol ol ol ol or
o,
fl
I @ ! o\ ut 5 (, tJ o
rl -0> E> -o vo 3^ oo l-l
3l :! (! co-
(, o, EO_ l o, o, z
!Lo 2A (o 9_ d (Dl!
E- I
EB o.=
J=
E.r qd 6'
CL
qt o
xo
x
o,
=
6'
o
F
E
ro:
(oc gts
oQ x
-l -o,utl o, l: is o fo, O,J
',Ea BFa
r-l =, (D o,
ct
orc o
(D
ol
.ol
o o
-x
o, ilo =t
F
cl
o, xo ll)
(D
f
zo
ftD
o, x
lDl =
o tr. o o
f
LE
iio,
f m
t, _o- o. 3 I' 6)
itorl (D
J q o, E
t. tj o, l-a
(nl o, E E
o
!!.
.E,
o
o f
(), ^- 9.
J (D
tn
o
g 2
E f,
o *.
-
(
!
3

(o
t? F{
o= z
i(c E,
Ep
o-(D x
Eg(v o
f
o F
=
-o
6
c
a
tt
E v
o,
f
z

(, N
o
I
RP3 EE B t-! (L aD
OJ az
o-c c --t Eiril o
= 6g
-l *nt
=9Ao o,Ao
-.:x =
(^X-
Q od
C -s .+ 6)x
,>
ri
(D

C(D
o,
g m'H = tE
-TO, E'
o
f
=l
dl CL
q o c
o, I g
ol o, f
.<t \J ! ._J ..J
o,
fl
I (, N o Or
\o
o,
fl I
-oT, !-E !(D !
=l c(D
ga orD (D 6'B z
fl
co =a
6(D o o EB I
go, th) f - fi
cF" x
;l=1
t-l
==-
EE
Bg o.r

o
o,
o
-+ o,
Z. t/7
o
o =o, ffor u, o o
pl €s ct o, F
ct =-d
-v\
(D_ =
--0
o, o, xm
aDt (D la 6 o, o
rl (D
f- =(,
?-oJ a E(D !, t{
ol o, (l,, Eo q,
f
o, o, c o
f c= il z
E = = f
o
wwsgxsmd
@MTE
NVONVMAX NW@dW
serrrrtrnd on']g ueouenax uerodrl
f![

'r!dueHal
eueurle6eqes seuse{snd Onlg ue6uenex uerode'l ueunsn^ued qoluo3)

'LlPiaep qeluuaurad qalo


uelderalrp 6ue,( ueteoEuebuad uep ueeuelualed uralsts ue6uep tensas leuotseledo
ueJodel uep uere66ue lsestleal uelodel ednjaq ue6uenal t$lalord/stsou6oJd
upunsnluaur elueq rde1a1 ue6uenal ueJodel uauodrrJol S unsn^uau,
lepq lnqasral nreq uepeg/seulo slu)al eueqelad }un eleut on-18 ue)deleueur
ueIP uep lnluaqtp nleq uepeS/seuro stu)af eues)elad ltun leq ureleo

'uebuena) ueJodel sele uelele] .l


upp lselrnlf ueqeqnrad uetode-i .q
lleuorserad6 uerodel'l

tue.rebouy rsesrreau ':


;:ill?l
:sele utpJal ue6uena) ueJodel ueuodulo),; S .Od)S uebupnal ueJodel
uep qelauaur snJeq pnqeutp ue6uenal uejodq uebuenal uelodel uauoduJol
S ueunsnluad ulelep eleul lsuelunle selrlua ue>ledntaul uelnq ueppg/seuto stu)te1
eueqelad lrun ueleuarelto 'qeleep qeluuaiued eped ueldetalrp 6ue{ rsuelunle
ualsrs ueEuap rensas ueEuenal uerodel lenqueu snJpq Onlg ue)deJauaul
ue>1e 6ueI qeraeo uepeg/seuto stulal eueqeled ltun elpda) .ue6uena1 ue:ode;
I
uauodruol lenquJau uele 6uel uelodelad seltlue tpefuau uele elutlueu Onlg
euarel lpMe ue6uena) ueJodq re6eqas lnqas.ra1 onlg Llap lenqrp 6uei( ueEuenal
uerodel 'uebuenal uerodq uauodruol S lenquraul qelaeO ulnuln ueuele-l
uepeg ueldeleuau lnlun 1e:els nles qeles qelaeq ulnurg ueuelel uepeg 6ue1ua1
8I0Z unqel 6/ JouroN ua6eN lrleleo ualuaN uejnlere6 ueouap rensa5

61'119 ue6uenay uelodpl uielep utulallal elutrqle


eped 6uel On'lg Euelunle uep ue6uenal lqesue{ depeqtal >1edr.Uep reAunduau
rur leq enpa) 'epe 6ue,( spl ue)leeJueuaul upbuap )apuad elbuet tselsalul
ue)n)ielau undneu uedullluau ue6uap urpueul eJelas sel uee;o;a6uad ue6ueuaalal
!l!l!u,eLu e6n[ 6p1g se]lul 'r.lpleep sel al nlnqep qtqapal rolastp eduel eluqaloradrp
6uel ueledepuad 6uns6ue; etelas ueleun66uau uep eultJeuaul ledep ure; elelue
lnqasrel ue6upnal uee;o;e6uad seltltqtqal1 .tse$a^ul uee;o;a6uad uep ,6ue1ntd
-6ue1n uee;ola6uad 'sel uee;o;a6uad ,e[uelaq uep ueledepuad uee;o;a6uad ure;
erelue 'ue6uena>1 uee;o;a6uad sellltqtqau ue1Jaqtp unup ueuelel uepeg ue6uenay
ueelola6uad e;o6 uelde.rauatu 6ue{ selqua ,e^u)tlsualelel ue6uap rensag

HVUIVO ].{nHn NVNVAIr| NVOV8


NV9NVnI)| NWOdln NVNnSnANId
AI SV8
seusatsnd on'tg ueouenax ueiodEl
EE

($qao) /snp.rns

etuqa€ qeuJnt

eluursl lasv efuelag 9ZZ


e^rurel deFI psv e[uepg sz7
UPP
uebuuer
'!se6UI 'uept e(ueFg
bzz
ueunoue€ uep 6unpa9 etueF€ EZZ
u!sa!{ uep uelelerad e(ueF€ zz.z
qPUPI erueFS tzz
lvoow vtN\nl8 zz
eser uep 6uereg e(uela8 zlz
PMe6Ad e(uela8 tIz
ISWIdO VtNlrBB
vtN!nl8 z
uePdepuad qelurnf

qes oue^ qeDeo


rEV uetdepuad ulerursl ttI
uolqes!olo
6ue,( qeJaeo uee,kFt
ueeppouad llseH uqed?Puod €II
qeraeo lsnqEa! usledepuad ztI
qeraeo le[ed uePdepuad III
Hvtlvo nsv NvI-vdvoNld II
NVIVdVONId I
s b E z I
('od, ueqeqruad q€laFs 0urualau
Cdu) tdd) ue!ern
q!s!ps !s6rtPau ueie66uv apo)t

)xoz ulSNlslo Ie ulHxfdls 9NVA NnHVI )nt-Nn


NVUV9gNV ISVSnV3U NrSodlat
''' svNS3)Snd
''' HVJ-NIUll,'lld
seusalsn6 q11g ueouenay uerodel
@[
eluurgl )apuad ot6uPt 6uqn
oinht ro eurualo ugledepuad
lPted 6uqnH
eieE buetnH
e6q leqH ueouqlqrad 6uelnH
lapuad el6uPt ueqr(e^.ra,
NVBIIVM)I

r_lsv rv10J-
qelurnI

ulPlursl lasv
pntn^ua€ lel psv
leuo6eradouoN delat lasv
e6gal leqrd ue6uap uee{rula)l
r6nd queg uelntunl ueqr6el

uernsouv uelen[uad 6ueurd ueqrbef


P^uurq lasv
qelulnt

dqal lasv uqnsniuad rsenuJnIv

uee0aouad Lletep ls)tulsuo)

e,tuurq dqal FsV


ueouuef uep Ee6uI 'uelef
uPun6ueg uep 6unpa9

u6ah uep uqelelad


qPUe-l

dqat psv
qeurnt
uaueurEd EeFa^uI
ueueturad uoN lsglsa^ul

6ue(ued o16uet rseFa ul

qelurnt

eluursl rerusl lasv


ueerpasrad

6uelnU
)iapuad ot6uet lselsa^ul

se)l erelas uep se,


reruel ]asv
llsv
cod)
z NVIWN
)c(02

I-XX0Z NflHVI NVo )c(02 UlSt/,llsl0 IE Uld


!DW]N
'''''' svwsl)snd
'" " HV1NIU3N3d
sersalsn6 q11g ue6uenay uaodel
![

sv]-Inrl lv10r
selrnll

svln)l

NVSITV AI) ]vrot


qPlunI

laoaN ren] 6uqnH


ua6aN urPteo 6uEnH

6ue[ued P)t6uef ueq![e.!aay

qPlurnI

6ue(ued ol6uet 6uslnH retuet uet6pg


( ot) (od)
I-)CXoZ NVIWN
)(x0z
!fl se,usarFnd on'tg ue6uena) ue.rode'l

or - r.lsH30/snlduns

NV838'MO1

ulel-urEr-l ueqa€
6ue1nr6 ueqp ua6 ueqag
Besuouv uep uPlnsn^uad ueqaS
esef uep 6uere€ ueqag
O'l - reme6ed ueqa€
lserado ueqeS
NV838

NVIVdVONId 'lV10J_

o'I - qes 6ue ovd ulel-ulrl


Ol - qeJaeo leted ueledepuad
o'l - (ovd) HWSvo I'lsv NvlvdvoN3d
('du) ('du)
NVIV8N
xx0z I-XX0Z

)O(02 Ul8t4:lS3O I€ NVO I-XXoZ U38t^l3S3O It UIHyUdIS 9NV lOOIUld )in]-Nn


IVNOISWIdO N\rdOd\n
''' svwsr)snd
r"r.rrtrnd on']g ue6uena) uerodsl
!![

UIH)V Svrn)l
e^uutEl ls)laiql
)19 ueerpssJadqaro)
dqal last qa.lo)
oxdd )u
svfin)3 (gNudn)) stgar ts>Euo>t

o't rsll30/sntduns

lV/tAV SV-UnXl

('du) ('du)
NVI\IdN
)cx0z I -)O(02

)C{02 U38t'llslo Ie NVo I-XX0Z UlSt'l3SlO I€ UIH)wls 9NV lOOIUld )nlNn


sv-un)l:I. NVHVEnuld Nwod\n
''' svwsl)snd
pl sersalsnd on-lg uebuenax ue.rode'l

'uerenla6uad qnrn;as reAerqueu Inlun


dnlnr ueleLaq aporJad ueeuuauad qqpde reue6uauJ rseuJoJur ue)erpaluar\1 'I
:uebuap e^uunurn eped "
elo)/ualednqe)
qelurJaurad upp plusnsnql eped "
elo)/ualednqP) qeluuaurad ueleqasa)
seuro rp lrlrlod undneuJ 'lersos '1Luouo1a uesnlndal lreq uesnlnda) lenquJaut
uep se}lrqelunle relruau uelep uerodel PUn66uad erPd r6eq leejueurJaq
6ueA rseu.uolur uelrfeAuaur qplepe upbupna1 uerodel ueunsn^uad uenfn]

'lnqas.ral ueren;abuad ueqaq 6un66ueuau


lnlr uele uelrsr.unserp
6ue1ep uele 6uer{ rse:aua6 qeyede uep uelrselolerp 6ue{ uelen;a6uad
qnln;as reAerqu:au Inlun dn>1nr uerode; apouad eped qeraep qeluuauad
ueeurr:auad qeyede rnqela6uaur lnlun uerode; eun66uad ered nlueqtua6
(tl1 t n be p uou en ua fu e1u ) rseraua6r eluy u ebuequ rasay'9
'ue6uepun-6uepunrad ue:n1e:ad eped
eAuueleelal uep eAuepedal ueleler.radrp 6ue,( eAep raquns uee;o;a6uad
uelep selrlue ueqeruef-Eun66ueyad se]e qnrnlaAuaur uep elnqral ere)as
rnqelaEuau lnlun Ieq rlrluaur lele.relseu emqeq ue6uequruad ueyesepJaq
leleleAseu epedal rn[n[ uep elnqral 6uel ueEuenal tseuJloJut ueltlaqrua6
rsueredsue.rl'g
lnlun qeraep qeluuauad eupp selnla uep
'1e>lereAseu ueburluada)
'ueqrfemal '1ase qnrn;as sele uerlepue6ued uep ueelola6uad 'ueeueruatad
rs6un1 uelqepnuau e66u1qas ueJodelad apor:ad ue;ep selqua uelerba>1
ueeueqelad rsen;eaabuau 1n1un ue6uena>1 uerodel eun66uad eted nluequa4
uauafeue6'7
'1rpor:ad ereras ueldelalrp qe;a1
6ue{ uenfn1 rederuau uplep selrlua epedal uele{euadrp 6uel ue>1e[rqa1
ueeuesle;ad epas e,(ep requrns ueelola6uad uelqeme[6un66uepadura6
sellrqelun)v 'I
:ueburguadal 1n1un uelode;ad apouad nlens eped rnqn.rlsral uep stleuJapts
ereras ue1er6a1 ueeuesle;ad ule;ep rederrp 6uel grseq eyes up)n)eltp qelal
6ue{ eledn-eledn ue4rode;ar.u 1n1un ueqrlernal telunduau selrlua derlas

'u e6u epu n-6u epunrad


uernlerad depeqral eluueleelal uelnluauauJ nluequreu uep eLaurl tsuatsue
uep selr^rUaJe re;ruaur 'ue6uenal tstpuo) le;1uaru 'ueldelallp qelal 6uel ue.re66ue
ue6uap e[ue;aq uep ueledepuad rsesr;eal uel6urpueqr.uau lngun ueleunbtp
ue6uenal uerodel 'ue:ode;ad apouad nles euelas seltlua qalo uelnleltp
6uel rqesuerl qnJnlas uep ue6uenel rsrsod reuabuatu uenagat 6uel tseu oJut
uelerpa{uau lnlun qelepe ue6uena>1 ue:ode; ueunsn{uad pns1e4
ue6uenay uerodel ueunsnlua6 uen[n1 uep pnslehl .V

NVnlnHVONtd
I SV8

(XIef,) ue6uenay uerode-1 ssle uelelef,


srr.r,trnd onlg ueouenex uerodp'l
!l[
'qeraeo ue6uena) ueelols6uad ueuopad 6uelual
IIOZ unqel IZ rorloN tra6aN rupleo ueluaN uernluad ue6uep elurlelenpal
qPqnrp qelel 6ue^ gggT unrlel €I routoN ua6aN ureleo rreluaN uplnlpred'Il
'qeraeo ue6uenay
rsPturo]ul ujelsrs Euelual ol0z unqel sg Jou.toN qpluueued ue.lnle.lad.ol
'qereeo/ere6eN llllil buereg ueelole6uad Euelual tIoZ unqel /Z rouroN
qelurraurad uernleJad ue6uap qeqntp qelal eueute6eqas qeJaeo/ere6eN
)lllN bueJeg ueelolaEuad 6ue1ua1 gggT unr.lel g loutoN tleluuauled uelnlelad .6
'qelutJauled tsueJsul eLaut)
uep ue6uena) ueJodelad 6ueluat 9OOZ unqel g louroN qelutraued uetnlprad .g
'qelaeg ue6uena) ueelola6uad 6ue1ua1 6197 unqel
zI joruoN qeluuaurad ueJnlered ueouap qeqntp qelal eueuteoeqas qplaeo
ue6uena) upelolaouad ouelual SOOZ unqel gS rouroN qeluuauad uelnlerad ./
'ueqeluuaurad lsuelunlv repupls 6ue1ua1 g1g7 unqel
IZ qelurraurad uelnlelad uebuap qpqntp qelal eupute6eqas ueqeluuaulad
rsuelun)v repuels buelual sooz unqel ,z rouoN qelutreuad uernlerad .g
'tleJaeo ueqeluuauJad
6ue1ua1 9197 unqel EZ :outo11 6uepu6-6uepu1 qpqntp r.lelel eueutebeqes
qeree6 ueqeluuaua6 6ue1ua1 t00Z unqel ZE louroN 6uepu61-6uepu1 .g
'ere6aN uebupna) qeMef 6un66ue1
uep ueelola6uad ueequauad 6ue1ua1 9gg7 unqel SI .rotuop 6uepu1-6uepup .9
'ere6ap ueeleqepuaqrad 6ue1ua1 9967 unqel I .rouop 6uepup-6uepu61 .g
'erebal uebuenay Euegual E00Z unqpl /I ronroN 6uepul-6uepu1 .7
'e:e6ap ueEuena;1 .rn1e6uaut
6ue,( uer6eq e{usnsnq>1 '5}6I ptsauopul >llqndau .rese6 6uepul-6uepu1 .1
:i{elepe " elo)/ualednqe) qeluuautad
"" sprlsalsnd !p ueouenel uetode; ueunsn,(uad urnlnq uesepue-l
ue6uenaX uerodel ueunsnlua6 unlnH uesepuEl

'euep splnla uep ueqrfema1 '1ase 'e[ue;aq


'ueledepuad leue6uau tseuroJut ueyerpaluau "' eloy/ualednqe) qelutreulad
!p Od)S ue6uenal uelode; 'lnqasal uen[nl-uen[nl tqnuaurau ]nlun ./
'ue:ode;ad apouad eue;as uelnleltp 6uel ueler6al leqr>1e rebeqas
'ueun:nuad nele uelteua) rulelebuau qelpde ,... elo)/ualednqe) qeluuauled
!p OdS ueEuenal rsrsod ueqeqntad leuabuaul lseulloJut uelerpalua4 .9
'er(uueeuuauad
Jaquns-Jequrns uebuap uelteryaq "'
eloy/ualednqey qelutraulad
!p O6yS rsrpuo) uep ue6uenal rstsod reua6uau tsputJoJut ueletpa^ual4 'S
'e{use1
ueqnlnqal rdn>1nruau.r uep eluueler6al qnlnles teuppuau ... eloy/ualednqey
qeluueuad !p Od)S eueurebeq reua6uaur tseuuo1ut uelerpalua6 .9
'tpdpltp qelal 6ue,( ;rseq-pseq pyas... eloy/ualednqey
qeluuauad e16ue:aq urelep Od)S rp ue1er6a1-ue1er6aq ue;ep ueleunErp
6uer( rruouola elep .raquns qe;unI reua6uauJ tseu.toJut uelerpaluap .g
' ue6uepun-6uepuruad uetnletad

uep ueldelalrp 6ueA ue.re66ue ue6uap rensas qe;a1 elurselo;e uep tuouo)a
elep raqurns qaloladuau eler qelede reua6uaul tseuroJut ue>1erpalua61 .7
sersalsna on']g ue6uena) uerode'l
EEI

ue;ndursay
dru-nNtd A qeg

seltnlf ueqeqnra6 uelodel sod-so6 uese;afua6 .6


.3
;euorseladg uetodel sod-so6 uese;e[ua6
ereral sod-so6 uese;afua6 .g
uete66uy tspstleau uelodel sod-so6 ueselafued .V
NV9NVnil NVdOd\n sod-sod NVS\nlNld : AI qe8

rsuelunlv uelefrqay uedelaua6 '6


ue6uenay
uerode-1 ueunsnlua6 tJesepue6 6ue,( uelnln6ua6 stse€ .J
ue6uenay uetodel ueunsnlua6 uesppuep 6uel rsuelunly stseg .g
lsuelun)v sslllu3
.v
ISNVINn)V N\rrvfl8l) : III qeg

"" seulsalsnd e;o1a6ua6 ueunsns uep rsesrue6t6 JnUnl1S .g


"" seulelsnd unun uPlequeg .v
"" svNslsnd ]Houd : II qe8

elBeua$rs 'J
uln)nH reseo .g
uebuena;1 ue:ode'i ueunsniua6 uen[n1 uep pn$le4 .V
NVNINHVON]d :I qEg
:1n1uaq re6eqas eltlpuJapts ue6uap unsnsrp ue6uenay uelodel sele uelele3
v)IlvHllsrs'f,
'rsuelunlV uele[rqey
uep ua$ts 6ue1ua1 .." unqel ...' rotloN .... elo)llpM/tledng uernlerad.gl
'qerae6 ue6uenay
uee;o1a6ua6 1o1od-1o1o6 6uelual .... unqel ..'. louloN .... qelae6 uplnlelad.Sl
.qeJeeo ulnuJn ueuelel
uepeg 6ue1ua1 XXOZ unqel 6l loutoN r:a6ag ue;eq tratua6 uejnlered.rl
qeraeg qplutJaula6 eped lenqv slseqJag tsuelunlv Jepuels
uederaua6 6ue1ua1 g1g7 unqef t9 .roruo1r1 ua6ap ueleq Ualua6 uelnlelad.El
'qeree6 ltlt6 Eueteg ueelo;a6ua6
ueuropad 6ueluag 9167 unqel 6I .ror.uo1; ua6ap ueleq Ualua4 uernleJad.Zl
sersalsnd ontg ueouena) ueiodsl
![
'er(erq uenlueuad
lnseuJal'eluuere66ue6uad undneu ueEuenal ueelola6uad ulelep elusnsnq)
uptensa^ued lp^ueq uelnlelau snreq seursalsnd lenquau )nseuJal laq!qau
qrqal ue6uap le)eje^seu epedal ueleLlasal ueuer(elad ue)uaquaur ledep
:e6e (6p19) qerepo unurn ueue{e1 uepeg lpefuaur e^usnlels uqn[erp ledep
rurl '" elo)/ualednqe) ue6unloull rp ueleqasa) seuro rp (q1661) qerae6
srqaf eueqelad lrun reoeqes P^ueq e^uleMe eped 6uel seurse)snd
'qeraeo urnurn ueue^e-l
uepeg ue6uena) ueelolaEuad elod qelepe pnqeurp 6ueA ueelolabuad
elod'pluueue^elad 6ueprq urelep elulpuorseiado ueleroal uelEuequrabuau
uep r.rpues e^uup6uenal elols6uau )nlun 1e1e:e,(seur ueuelelad
ue)uaqurau rs6unJ uep sebnl 6ue{ qeraep 1e16uerad selrgrqlslag 6uo:opuau.r
lnqasJal uernleJad 'qeJaep rp lrlqnd rsesrue6ro uelep uesnlndal ue;rque6uad
ueuarsueleprle) sel6ueurau lnlun ue)pns)eurp lnqasJal ueJnleJad

'Lleleeo unuJn ueuer(e1


uepeg 6ue1ua1 BIOZ unqef 6/ JoruoN uabaN ueleo ualua6 uernlerad
er(u1rqla1 rJesepuaur lnqasJal ue6uepunrad uernlered'ueqeluuauJad
rsuelunlv repupls 6uelual 0IOZ unqel Il
rouroN qeluuaulad ueJnleJad
e6n[ uep S0OZ unqel €Z JotuoN r.]eluueued uernlerad selv ueqeqnrad
Euelual ZIOZ unqel tl
rouroN qeluuaurad uernlerad 'unu6 ueuelel
uepeg ue6uenay uee;o;abua6 6uelual SOOZ unqel EZ .rorxoN qelurrauJed
ueJnlerad urelep Jnlerp qeJaeO unun ueue{e1 uepeg lrelJal uernlerad
ue16uepa5 'qeree6 ueqeluuaua6 6ue1ua1 tIOZ unqel 97 :onrop 6uepug
-6uepu;1 uelnlepaquraur qeJaep rurouolo uep rsesrlerluasap eluepy

'rueqor uep rueuse[ ereras leqas 6ueA


lelerelseu i.lelo 6unlnprp e;rqede lreq uebuap upunbuequad ueluele[uau
esrq uele ere6au qenqas ernqeq 1e6ur6ua6 '1e1ere{seu lnlun Ireqral
6uel ueleqasal ueue{e;ad ueluaquiaur esrq le6e rqeuaqrp n;e;as 1n1un n;lad
ueleqasel 6ueprq elrqede uelue:aq6uau lppll 'upleLlasel bueplqlp leuolseu
uen[n1 eped uqqererp npad seusalsnd rp ueleqasal ueere66ualaluad
uep ueun6uequad euaJpl '1e1e:elseu qnJnlas epedal uplpqasal
ueuele;ad ueluaqueur 1n1un se6n1 uequabuau uep leuorseN uelpqase)
uraprs reluer eleur urelep eEequal ue>1edruau seuiselsnd '(seusalsn6)
lelereAse4 ueleqasa) lesnd l.lelepe 1e>1e:erGeu epedal ueleqasal ueue{e;ad
ue)uaquaur ue;ep 6urluad lebues ue:ad reAunduraur 6ueA ueleqasal
ueuele;ad eueJes nles qeleg '1e1e:elseu qalo uqqnlnqrp 1e,(ueq 6ur;ed 6uel
ueue{e;ad Inluaq nlps qeles ueledn:au uplpqasel 6ueplq !p ueue{e1a6
6ue1e1ag rqel 'I
"" seuelsnd untun uereqrue9 'v

"" SVlllSDlSnd IIJOUd


II svg
seusalsn6 6119 ue6uenay uerodel
!![
Jouas selull ueDlelabbuauJ e^ednleq seuJsa)snd lul leq uleleo 'ueleqasa)
ueseMeMraq ueunbuPquad lere66uad lesnd lebeqas lsbunJ.laq seusalsnd 'e
:ulel ereluP lnqasral burluad tsounl 'lPuolseu ueleqasa) ueunbuPquad uenfnl
e^uredelJal 6unlnpuau uJelPp 6utluad 6ue,( ts6unl lllllulaui seuselsnd
'elo) uelPqasol uJalsrs uep leuolseu ueteqasel ualsls ulelep butluad lebues
6uel uelnpnpa) reAunduraur leleleAsPul ueleqesal lesnd lesep uelefiqe)
uelJesppraq seursa)snd ""' eloy/ualednqe) ueleLlasa) seutq sebnl uetbeqas
ue)eueqelau spusalsnd 'stulal eues)elad lrun re6eqaS 'ueleueral qe,(e;tm
uerbeqas !p ueleqase)i ueun6ueqr.uad uele:e66ua1ai(uau qervte[ 6un66ueyaq
6uel "" ueleqasa) seuto slulal eueqe;ad ltun qelepe "" seu.lsa)snd
"" seursalsnd qerefa5 '7

uelderauau
'61'119

lnlun Euo.roprp seusa)snd eleul 'ueleqasal ueuerte;ed ue)euJelnlp


q11g uederauad qeraeq u-rnu1 ueue,{e1 uepeg 6ue1ua1 SIOZ unqPl 6/
.roruo11 ua6ap uele6 ueluey{ ueJn}elad (9) lele IE lesPd ue) esPpJag

'1eqas 6ueA tsltaduo) 'P


uep lue1n1ede1 uep uelrpea) sesv 'l
lleletelseu tlaq e,(e6 'q
'ueuelel uebuequa6uad uep seJtnutluo) 'e
:rur 3n1uaq re6eqas
1eq-1eq uel6uequryadutau snleq lnqaslal ue)deloltp uep ue1;nsntp 6uei
ueue,(e; ;r:eI 'qeraep eledal uernlelad ueouap qe.raep eleda) qalo ueldelaltp
uerpnura) uep 'eAuuebueuaalal ue6uap tensas uelPqesay seut6 66y5 eleda>1
rnlelaur "' elolrleg/rledng epedal seusalsnd eleda) qalo ue1;nsn1p ueue{e1
Jlel 'ueuer(e; lrun rad PIPrq ueounltqlad lesep sele unsnslp 6ue,{ 1t:e1 1n1uaq
uelep ueldelalrp lnqasrol upluaqrp 6uert ueuele; eseflEueteq sPle uelequll
'uelueqlp 6ueI ueuelel esev6ueleq sete uelequll le6eqas le)elelseu
epedel Juel p6untuau ledep On1g tpe[uer.u qe1a1 6uel seuisa)snd

'ue1de1a1rp qela1
6uer( ueuelelad uelerbal uep lempe[ uetensasa) ueledn:au 'n11em 1edal 'a
16119 rsbunl uep sebnl bue[unuau lnlun ele]redlp ledep uep uelre)raq
'ue;e[as 6ue,( ue1er6a1 ueledntau 'uPllPpuetp ledep uep ue^alau 'p
leluuegeeluetuad le:l6ull uep uendueual !enses ;euotsel'er(uuetederuad
1e16ur1 6unlrqrp ledep 6uel e1e,{u ue1er6a1 uelednlaut 'ledertp 1ede6 'f,
lue>1de1a1rp qe;a1 6ue{ repuels
uebuap re;rurp ledep er{uuetederuad 6uel ue1et6a1 uelednJetu 'ln1nla1 'q
16119 rs6unl uep se6n1 er(upn[nr,ua1 6uefunuaru 6uel ueueAeled
ueler6al ueleueln6uau Ue uelep 'ueue,{elad stua[ eped snloi 'e
: nlre{'uelererkrad tqnuauau snJeq lnqaslal leututtu ueuer(e1ad tepuel5

'ueue{e; uelledepuau )nlun ueLlppnuel euas er{etq 'ueuer(e; ueeJelasal


uep ueelerauad'ueuer(e1 se1;en1 uelEuequtpadruaul snteq'eluue6ueuamal
uebuap rensas " e1o1r;em/rlednq qalo ue>1de1a1tp 6uel leututtu
ueueAelad Jepuep uoleunE6uatu qqlg tpe[uau qela1 6ueA seusa]snd
!fl ser.n 1.nd ontg ueouena) uerode'l

,,ueuelN uep qeuleu uebuaO epuv luelelaN detg tuey,,


"" sPusa)snd uPue^el lfuer

,,!ue) uen[n1 qelepe epuv ueleqese) ,,


"' seuse)snd ouoN

repue$ renses nlnulaq 6ue{ lesep ueleqasal ueueleled uelllaquet^l '€


le)elelseu ueleLlesa) ueuelelad uelleullldo6uaN'z
ersnueur elep raquns selllen) ue)lelbuluaN 'I
: qelepe "" seuJsa)snd lslN

Jerlas dnprr.l Inlun ulpueu 6uer( 1e>1ereAse6l


e^upnfnMia1.. :qelepP qetaeo Pleda) lsl^ lensas "" seuJsa)snd lsln
lslht uep lsl^ '€
'rsPrlsrurupe uep uenulauad 6uenl 1n1un enpal
reluel 'lelere^seur depeqlal ueuei(elad 6uen,l 1n1un eurPUad leluPl 'leluel
enp uep urplel Ztt.l "" "" seusalsnd ueun6uPq senl lul lPeS'(6uelo tedues"
)epll nll npler* 6uel seleqJel 6uel ;tuoslad euarel) gy nete VD uep urnun
ueleqo6uad :urel erelue 'ue.r6old uetEeqas e,(ueq ueleuesle;tp 6uel uep
"' unqel rseradoraq te;nu '7tu "'senlas qeuel !p lllplaq "" seulsa)snd

'lelelelseu ueelep.raqulad uep ueleqasal lsou.told eyas


pserq Jenl uelpetal ue6ue;n66ueuad uep t6o;orulaptda uelrpr;aAuad 'ue1n[n.t
ueleqasel ueueie;ad 'tesep ueleqasal ueuelelad dnleluau 6uel ueleqasa>1
ueunbuequed labrel uPp e0aury rolelrpul uoldelallp qPlal 'elol/uelednqe)
rp uelerlasal 6ueptq ;euru;tu ueueAPlad repuP1s leua6ueul uPleqesal
6ueprq ue6uepun-6uepun.ra6 uelnleled ueliesepleq'e{u1nfue1a5
'lelereAseu
ueleqasa) ueuelelad uep ue6uelotad ueleqasal ueue,(e;ad >1n1ueq
tuelep ue6unqr.ueursa)Jaq uep nped.ral'qnlnla,{uatu eleras euepad
1e16ur1 ueleqasal ueueAe;ad uelele6bua;aluaul sPusa)snd lul leLl
ue;e6 'eu:eyad eleJp ueleqase>1 ueuer(eled lesnd ueledn:aul seulsa)snd 'l
'ueleqesa) uel6o.td
ueeueqeled neJueurau uep uele.reboualaiuau 'ueldelauaru lnll euas
ueeAerquad Inseural ueleqasal ue6urluadal uel6uenladuau uelep
;q1e ue.radraq'1eqas dnplq )nlun lelPlelseul uep ulpuas t.ttp tue,(e;aul
uendureural uep ueneual 'uelepesal tltltuaul lele.relseu uep e6:en1a1
'lelerelseu elnuad puJplnlel ue6uetotad .re6e elednlaq setusalsnd
rur leq uele6 'lelerelseu ueer(ep.raquad lesnd uelednlaul seulsalsnd 'q
'ueqrlnuad uep
ueqnqua{uad uelreqebuaur eduel lleAuad ueqe6aruad uep ueteqasal
ueereqrlauad ueleureln6uaul eyas eAue[ra1 qeAeprrr rp ueunEuequad
uer6ord derles ueere66uala,(uad ltep uPleqasal leduep ueyode;au uep
nelueuaui JlUe UI! seusalsnd 'ueleqasal ueseMeMlaq ueunbuequad
uele.reb6ualaluau re6e Plue0a) qeIPltM lp eqPsn elunp uep
Budaya Kerjaflata Nilai
"RAJIN (Ramah, Aman, Jujur, Inisiatif, Nyaman) "

Kegiatan Utama Puskesmas ....


Sebagai suatu unit pelayanan kesehatan di Dinas Kesehatan
Kabupaten/Kota ..... sefta sesuai dengan tupoksi dari Puskesmas, dimana
Puskesmas mengemban tugas sebagai pelayanan umum kepada masyarakat
yang tercermin dalam kegiatan Upaya Kesehatan Masyarakat (UKM) yang
bersifat preventif dan pelayanan khusus berupa kegiatan Upaya Kesehatan
Perorangan yang bersifat kuratif. Kegiatan yang dilaksanakan yaitu:
1. Upava Kesehatan Masyarakat
a. Esensial
1) Upaya Promosi Kesehatan
2) Upaya Kesehatan Lingkungan
3) Upaya KIA (Kesehatan Ibu dan Anak) dan KB
4) Upaya Pelayanan Gizi
5) Upaya Pencegahan dan Pengendalian Penyakit
b. Pengembangan
1) Pelayanan Perkesmas
2) Pelayanan Kesehatan Jiwa
3) Pelayanan Kesehatan Gigi dan Mulut
4) Pelayanan Kesehatan Tradisional
5) Pelayanan Kesehatan Olahraga
6) Pelayanan Kesehatan Indera
7) Pelayanan Kesehatan Lansia
8) Pelayanan Kesehatan Kerja
9) Kesehatan Matra
2. Upaya Kesehatan Peroranoan
a. Pelayanan Pemeriksaan Umum
b. Pelayanan Kegawatdaruratan
c. Pelayanan Kefarmasian
d. Pelayanan Laboratorium
e. Pelayanan KIA-KB bersifat UKP
f. Pelayanan Kesehatan Gigi dan Mulut
g. Pelayanan Gizi bersifat UKP

5. Jumlah Pegawai
20xx-1 2OXX
No Indikator Non
PNS Non PNS
1 Dokter Umum
2 Promkes
3 Kesllnq
4 Glzi
2oxx-1 2OXX
No Indikator
PNS Non PNS Non
5 Rekam lt4edik
6 Keuangan
7 Administrasi
8 Perawat
9 Bidan
10 Dokter Giqi
11 Perawat Giqi
L2 Apoteker
13 Asisten Apoteker
t4 Analls Kesehatan
15 Pendukunq lainnya
Jumlah

6. Alamat dan Letak Puskesmas


Puskesmas .... terletak di ll. .... No. .... Kelurahan..., Kecamatan ....,
kode pos ......, telepon ......., ......., Provinsi ......
a. Jarak Puskesmas .... dengan :
.Kelurahan terjauh yaitu ......, ..... kfil
.Ibu ...., ..... km
.RSUD ...., ..... kITr
.RSUD ...., ..... km
.Puskesmas ...., ..... km
. Puskesmas....,.....km
. Kelurahan....,..... km
. Kelurahan....,..... km

b. Wilayah kerja Puskesmas .... berbatasan dengan :

. Sebelah timur :Kelurahan......


. Sebelah utara :Kelurahan......
. Sebelah selatan : Kelurahan......
. Sebelah barat :Kelurahan......

Laporan Keuangan eluo eusresmas @


Wilayah kerja Puskesmas .... ada 2 kelurahan :
1) Kelurahan......
2) Kelurahan......
3) Sarana Penunjang di wllayah kerja
a) Sarana Pendidikan
_ PAUD
- Taman kanak-kanak CIK)
- Sekolah Dasar (SD/ MI)
- Sekolah Menengah Pertama (SMP/ MTs)
- Sekolah Menengah Atas (SMA)
- Perguruan Tinggi
- Pondok Pesantren
b) Tempat-tempat umum
- Pasar
- Supermarket Mini
- Tempat Pengelolaan Makanan (TPM)
- Hotel
- Stasiun
c) Sarana kesehatan
- Dokter Praktek Swasta
- Bidan Praktek Swasta
- Klinik Swast
- Rumah Sakit
d) Sarana lbadah
- Gereja
- Masjid
- Mushola
e) Perkantoran

d. Karakteristik Wilayah
Wilayah kerja Puskesmas .... merupakan daerah perkotaan yang
mayoritas masyarakatnya sebagai pegawai dan karyawan perusahaan.
Transportasi antar kelurahan dapat dilalui oleh semua kendaraan baik
roda 2 ataupun roda 4. Luas Wilayah kurang lebih ... km2 yang terbagi
ke dalam ... (...) kelurahan seperti terlihat pada tabel dan gambar
berikut:

Tabel 2. Luas Wilayah Kerja Puskesmas ....

NO KELURAHAN LUAS WILAYAH (km2)


1

JUMLAH

Laporan Keuangan aLUO er.rcr.", @!


Data Kependudukan
Jumlah penduduk Wilayah Puskesmas .... Tahun 20XX adalah ...... jiwa
yang terdiri dari:
- Laki-laki Jiwa
- Perempuan liwa

Secara umum profil penduduk dari wilayah puskesmas .... adalah


sebagai berikut:
Jumlah KK ...... KK
- Jumlah Masyarakat Miskin ...... Jiwa
- Jumlah Rumah ...... Rumah
lumlah Kelurahan ODF
- lumlah Ibu Hamil ...... Orang
- Jumlah Bayi ...... Bayi
- Jumlah anak balita (1-4 Tahun) ...... Balita
- Angka Kematian Ibu
- Angka Kematian Bayi ...... Bayi
- Jumlah Balita Gizi Buruk
- Jumlah PUS :::
- lumlah KB Aktif ...... Orang
- Jumlah Peserta JKN ......(...o/o dari Jml
penduduk ...... jiwa)
Profil penduduk berdasarkan tingkat Pendidikan o"''n"'
- I rdak/ belum tamat SD ',:,',
SD/MI
SLTP/14Ts l:n'"0'n''
SLTA/MA
Akademi/PT
Pasca Sarjana

Laporan Keuangan AIUO er.f"r..i![


Struktur Organisasi dan Susunan Pengelola Puskesmas ....

tlx ,.acrlo uraarr aE


xllltxad tinatL t oara
,tlrf rA3 rrarariata rdaH.rrAl

. ,ITAVAA ,Llo! tilx tlx . nr^tailllal.rqt artlf . tltAvriA tlriBtaU..,l


. rat rlia rarxal^ra 6G,
. ,tt YaIx at'..l^llr . xtatal^i GtGt ararl
. xta?Ai^l ttL,larari
. ll^ia Y ll Iallral n otou! r4iIrai?tt
,at rAra^ra . tatltlt^I tarra t/li
. ElAlArqrG r^t
. irarrlli a{, Yr,- tat}tltl . iar^YrMr l.taLlltrrra
. xtttrial G6 trgar
. llr^Valrll ,.ta(lc^rl^tr OArl . l.r^YriA.al.t{ t rl
tlE.rotnurattirrtt . tatl&iat
. llr^Yal lietl W^tlrl . xaaY^,lAI rataltaLi . 'lrlt^tat
llulltrra ltr^t aatll
talalratl,l aaattltatat . t l.trrialai
'luYA . ,|ll Yrit,. Ia3lrllaX
rlra aatl9alr to

Laporan Keuangan aLuo eusksmas


@
BAB III
KEBI]AKAN AKUNTANSI

Entitas Akuntansi
Kebijakan akuntansi yang terkait dengan entitas akuntansi meliputi
beberapa asumsi yang mendasarinya. Asumsi-asumsi tersebut adalah:

1. Kemandirian Entitas
Asumsi kemandirian entitas, yang berarti entitas akuntansi dianggap sebagai
unit yang mandiri dan mempunyai kewajiban untuk menyajikan laporan
keuangan sehingga tidak terjadi kekacauan antar unit pemerintahan dalam
pelaporan keuangan. Salah satu indikasi terpenuhinya asumsi ini adalah
adanya kewenangan yang diberikan kepada entitas untuk menyusun
anggaran dan melaksanakannya dengan tanggung jawab penuh. Entitas
bertanggungjawab atas pengelolaan aset dan sumber daya di luar neraca
untuk kepentingan yurisdiksi tugas pokoknya, termasuk atas kehilangan atau
kerusakan aset dan sumber daya dimaksud, utang-piutang yang terjadi akibat
pembuatan keputusan entitas, serta terlaksana tidaknya program dan
kegiatan yang telah ditetapkan.

2. Kesinambungan Entitas
Laporan keuangan disusun dengan asumsi bahwa entitas akan berlanjut
keberadaannya dan tidak bermaksud untuk melakukan likuidasi.

3. Keterukuran Dalam Satuan Uang


Laporan keuangan harus menyajikan setiap kegiatan yang diasumsikan dapat
dinilai dengan satuan uang. Hal ini diperlukan agar memungkinkan
dilakukannya analisis dan pengukuran dalam akuntansi. Satuan uang yang
digunakan adalah rupiah.

B, BasisAkuntansi yang Mendasari Penyusunan laporan Keuangan


Basis akuntansi yang dlgunakan adalah basis kas untuk pengakuan
pendapatan, belanja dalam laporan realisasi anggaran dan basis akrual untuk
pengakuan aset, kewajiban, dan ekuitas dana dalam neraca.
Basis kas untuk laporan realisasi anggaran berarti pendapatan diakui pada
saat kas diterima oleh kas daerah atau bendahara penerimaan, seda belanja
diakui pada saat kas dikeluarkan dari kas daerah atau bendahara pengeluaran.
Pemerintah daerah tidak menggunakan istilah laba, melainkan menggunakan sisa
perhitungan anggaran (lebih/kurang) untuk setiap tahun anggaran. Sisa
perhitungan anggaran tergantung pada selisih realisasi penerimaan pendapatan
dengan pengeluaran belanja.
Basis akrual untuk neraca berarti bahwa aset, kewajiban, dan ekuitas
dana diakui dan dicatat pada saat terjadinya transaksi, atau pada saat kejadian
atau kondisi lingkungan berpengaruh pada keuangan entitas, bukan pada saat
kas diterima atau dibayar oleh kas daerah.

Laporan Keuangan BLuD Pustesras


@
c. Basis Pengukuran yang Mendasari Penyusunan Laporan Keuangan
Pengukuran adalah proses penetapan nilai uang untuk mengakui dan
memasuklian setiap pos dalam laporan keuangan. Pengukuran pos-pos dalam
laporan keuangan menggunakan nilai perolehan historis. Aset dicatat sebesar
pengeluaran lias dan setara kas atau sebesar nilai wajar dari imbalan yang
diberikan untuk memperoleh aset tersebut. Kewajiban dicatat sebesar nilai
nominal.

Penerapan Kebijakan Akuntansi Berkaitan dengan Ketentuan yang ada


dalam SAP
1. Pendapatan
Pendapatan adalah semua penerimaan pada Rekening Kas Umum Daerah
atau bendahara penerimaan yang menambah ekuitas dana lancar dalam
periode tahun anggaran yang bersangkutan yang menjadi hak pemerintah
daerah dan tidak perlu dibayar kembali oleh pemerintah daerah. Pendapatan
diakui pada saat diterimanya kas oleh bendahara penerimaan atau pada
Rekening Kas Umum Daerah. Akuntansi pendapatan dilaksanakan
berdasaikan azas bruto, yaitu dengan membukukan penerimaan bruto, dan
tidak mencatat jumlah netto (setelah dikompensasikan dengan pengeluaran).

2. Belanja
Belanji adalah semua pengeluaran dari Rekening Bendahara Pengeluaran/
Kas Umum Daerah yang mengurangi ekuitas dana lancar dalam periode
tahun anggaran bersangkutan yang tidak akan dlperoleh pembayarannya
kembali oieh pemerintah daerah. Belanja diakui pada saat teljadinya
pengeluaran dari Bendahara Pengeluaran atau Rekening Kas Umum Daerah'

3. Kas
Kas adalah uang tunai dan saldo simpanan di bank yang setiap saat dapat
digunakan untuk memblayai kegiatan pemerintahan. Kas diakui pada saat
kai diterima oleh bendahara penerimaan/Rekening Kas Umum Daerah dan
pada saat dikeluarkan oleh bendahara pengeluaran/Rekening Kas Umum
Daerah. Kas dan setara kas dicatat sebesar nilai nominal.

4. Piutang
piutangldalah hak pemerintah untuk menerima pembayaran dari entitas lain
termasuk wajib pajak/bayar atas kegiatan yang dilaksanakan oleh
pemerintah. Fiutang dikelompokkan menjadi Bagian Lancar Tagihan
ienjualan Angsuran, Bagian Lancar Pinjaman kepada BUMN/D, Bagian
Lanlar Tuntuian Perbendaharaanffuntutan Ganti Rugi, Piutang Pajak,
Piutang Retribusi, Piutang Denda, dan Piutang Lainnya. Piutang diakui
sebesar nilai nominal dari piutang.

5. Persediaan
Persediaan adalah aset lancar dalam bentuk barang atau perlengkapan yang
dimaksudkan untuk mendukung kegiatan operasional pemerintah, dan
fuOorun x"*nSun sf-UO errt"* p[
barang-barang yang dimaksudkan untuk dijual dan/atau diserahkan dalam
rangka pelayanan kepada masyarakat.
Persediaan merupakan aset yang berwujud:
a. Barang atau perlengkapan (supplies) yang digunakan dalam rangka
kegiatan operasional pemerintah.
b. Bahan atau perlengkapan (supplies) yang digunakan dalam proses
produksi.
c. Barang dalam proses produksi yang dimaksudkan untuk d'tjual atau
diserahkan kepada masyarakat.
d. Barang yang disimpan untuk dijual atau diserahkan kepada masyarakat
dalam rangka kegiatan pemerintahan.

Pada akhir periode akuntansi, persediaan dicatat berdasarkan inventarisasi


fisik. Inventarisasi fisik terhadap persediaan dapat berupa penghitungan,
pengukuran atau penimbangan barang pada akhir masa pembukuan untuk
menghitung jumlah suatu persediaan. Berdasarkan jumlah tersebut diperoleh
suatu nilai rupiah persediaan yang bersangkutan untuk dimasukkan ke dalam
pembukuan. Inventarisasi fisik dilakukan pada setiap akhir periode akuntansi.

Aset Tetap
Aset tetap adalah aset berwujud yang mempunyai masa manfaat lebih dari
12 (dua belas) bulan untuk digunakan dalam kegiatan pemerintah daerah.
Aset tetap diklasifikasikan berdasarkan kesamaan dalam sifat atau fungsinya
dalam aktivitas operasi entitas. Klasifikasi aset tetap adalah sebagai berikut:
a. Tanah
Tanah yang dikelompokkan sebagai aset tetap ialah tanah yang diperoleh
dengan maksud untuk dipakai dalam kegiatan operasional pemerintah
dan dalam kondisi siap dipakai.
b. Peralatan dan Mesin
Peralatan dan mesin mencakup mesin-mesin dan kendaraan bermotor,
alat elektonik, dan seluruh inventaris kantor, dan peralatan lainnya yang
nilainya signifikan dan masa manfaatnya lebih dari 12 (dua belas) bulan
dan dalam kondisi siap pakai.
Gedung dan Bangunan
Gedung dan bangunan mencakup seluruh gedung dan bangunan yang
diperoleh dengan maksud untuk dipakai dalam kegiatan operasional
pemerintah dan dalam kondisi siap dipakai.
d. Jalan, Irigasi, dan Jaringan
Jalan, irigasi, dan jaringan mencakup jalan, irigasi, dan jaringan yang
dibangun oleh pemerintah serta dimiliki dan/atau dikuasai oleh
pemerintah dan dalam kondisi siap dipakai.
Aset Tetap Lainnya
Aset tetap lainnya mencakup aset tetap yang tidak dapat dikelompokkan
ke dalam kelompok aset tetap di atas, yang diperoleh dan dimanfaatkan
untuk kegiatan operaslonal pemerintah dan dalam kondisi siap dipakai.
f. Konstruksi dalam Pengerjaan

Laporan Keuangan aluo Rusresmas


@
Konstruksi dalam pengerjaan mencakup aset tetap yang sedang dalam
proses pembangunan namun pada tanggal laporan keuangan belum
selesai seluruhnya.

Untuk dapat diakui sebagai aset tetap, suatu aset harus berwujud dan
memenuhi kriteria sebagai berikut:
a. Mempunyai masa manfaat lebih dari 12 (dua belas) bulan.
b. Biaya perolehan aset dapat diukur secara andal.
c. Tldak dimaksudkan untuk d'rjual dalam operasi normal entitas.
d. Diperoleh atau dibangun dengan maksud untuk digunakan.

Aset tetap dinilai dengan harga perolehan. Apabila penilaian aset tetap
dengan menggunakan harga perolehan tidak memungkinkan maka nilai aset
tetap didasarkan pada nilai wajar pada saat perolehan.

7. Pengeluaran Setelah Perolehan


Pengeluaran setelah perolehan awal suatu aset tetap yang memperpanjang
masa manfaat atau yang kemungkinan besar memberi manfaat ekonomis di
masa yang akan datang dalam bentuk kapasitas, mutu produksi, atau
peningkatan standar kinerja, harus ditambahkan/dikapitalisasi pada nilai
tercatat aset yang bersangkutan.

8. Ekuitas
Ekuitas dana adalah pos pada neraca pemerintah yang menampung selisih
antara aset dan kewajiban pemerintah. Pos Ekuitas Dana terdiri dari tiga
kelompok, yaitu :
a. Ekuitas Dana Lancar.
b. Ekuitas Dana Investasi.
c. Ekuitas Dana Cadangan.
Ekuitas Dana Lancar merupakan selisih antara aset lancar dengan kewajiban
jangka pendek. Kelompok Ekuitas Dana Lancar antara lain terdiri dari
Cadangan Piutang dan Cadangan Persediaan.
Ekuitas Dana Investasi merupakan selisih antara investasi jangka panjang,
aset tetap dan aset lainnya dengan kewajiban jangka panjang. Pos ini antara
lain terdiri dari :
a. Diinvestasikan dalam Investasi Jangka Panjang.
b. Diinvestasikan dalam Aset Tetap.
c. Diinvestasikan dalam Aset Lainnya.
d. Dana yang Harus Disediakan untuk Pembayaran Utang Jangka Panjang.

Ekuitas Dana Cadangan mencerminkan kekayaan pemerintah yang


dicadangkan untuk tujuan tertentu sesuai dengan peraturan perundang-
undangan.

Laporan Keuangan aluo eusksmas @


BAB IV
PENJELASAN POS.POS LAPORAN KEUANGAN

A. PENJELASAN POS-POS TAPORAN REAIISASI


1. Pendapatan
Puskesmas .... Pemerintah Kabupaten/Kota .... memiliki pendapatan senilai
Rp...... Pendapatan tersebut merupakan Pendapatan Asli Daerah yang terdiri
dari:
a. Pendapatan Retribusi Daerah
b. Lain-lain PAD yang sah
Pendapatan retibusi daerah senilai Rp...... dengan rincian sebagai berikut:

Tabel Perbandingan Anggaran dan Realisasi Pendapatan Asli Daerah


Tahun 20f(

Pendapatan Asli Daerah Anggaran (Rp.) Realasasi (Rp.) o/o

Pendapatan Retribusi
Daerah
JUMLAH

Pendapatan retribusi daerah adalah retribusi pelayanan kesehatan berupa


penerimaan yang berasal pungutan atas pelayanan kesehatan yang
diberikan secara langsung kepada masyarakat yang membutuhkan.

c. Lain-lain Pendapatan Asli Daerah yang Sah senilai Rp......


Lain-lain Pendapatan Asli Daerah yang Sah berupa Pendapatan Dana
Kapitasi JKN dan Dana Klaim Non-Kapitasi JKN.

2. Belanja
Puskesmas.... Pemerintah Kabupaten/Kota .... memiliki belanja senilai Rp......
Belanja tersebut terdiri dari Belanja Tidak Langsung dan Belanja Langsung.
Belanja 11dak Langsung berupa gaji PNS adalah sebagai berikut :

Tabel Perbandingan Anggaran dan Realisasi Belanja Tidak Langsung


Tahun 20XX

Belanja Anqqaran (Rp.) Realisasi (Ro.) o/o

Belania Peqawai
Jumlah

Laporan Keuangan OLUO errt"rrai@


Selanjutnya rincian Belanja Langsung adalah sebagai berikut:

Tabel Perbandingan Anggaran dan Realisasi Belanja Langsung


Tahun 20XX

o/o
No Belanja Anggaran (Rp.) Realisasi (Rp.)

1. Belanja Pegawai
Belanja Barang dan
2.
Jasa
3. Belania Modal
Jumlah

Belanja di Puskesmas .... Pemerintah Kabupaten/Kota .... diklasifikasikan


menjadi belanja operasi dan belanja modal. Perincian belanja operasi adalah
sebagai berikut:

Tabel Perbandingan Anggaran dan Realisasi Belanja Operasi


Tahun 20XX

No Belanja Operasi Anqqaran (Rp. ) Realisasi (Ro.) o/o

1.
Belanja Pegawai

2. Belanja Barang dan


Jasa

Jumla h

Belanja modal merupakan belanja yang digunakan untuk pengadaan


barang daerah yang memiliki masa manfaat ekonomi lebih dari satu Tahun
Anggaran, yang terdiri darl tanah, peralatan, mesin, jalan, irigasi, jaringan,
bangunan dan aset lainnya yang dikategorikan menambah aset daerah.

Jumlah realisasi pengeluaran belanja modal tahun anggaran 20)C( mencapai


nilai total Rp...... Rinciannya dapat dijelaskan melalui tabel sebagai berikut
inl:

Tabel Realisasi Anggaran Belanja Modal


Tahun Anggaran 20)C(

No Belanja l4odal Anggaran (Rp.) Realisasi (Rp.) o/o

1. Belanja Modal Tanah


Belanja Modal Peralatan
2.
dan Mesin
Belanja Modal Gedung
3.
dan Banqunan
Belanja Modal lalan,
4.
Iriqasi dan Jarinqan

Laporan Keuangan eLUo Puskesmas ![


o/o
No Belanja Modal Anggaran (Rp.) Realisasi (Rp.)

Belanja Modal Aset TetaP


5.
Lainnya
Jumlah

B, PENJELASAN POS-POS NERACA


1. Kas dan Setara Kas
Kas dan setara kas terdiri dari saldo uang tunai dan simpanan di bank yang
setiap saat dapat digunakan untuk membiayai kegiatan Puskesmas.
Puskesmas .... Pemerintah Kabupaten/Kota .... memiliki saldo kas sebesar
Rp... per 31 Desember 20XX.

2. Piutang
Piutang merupakan tagihan Puskesmas kepada pihak lain sehubungan
dengan transaksi di masa yang lalu. Puskesmas Pemerintah
Kabupaten/Kota .... mempunyai piutang senilai Rp.. per 31 Desember 20)C(.

3. Persediaan
Persediaan merupakan aset lancar dalam bentuk barang atau
perlengkapan yang dimaksudkan untuk mendukung kegiatan operasional
pemerlntah dan barang-barang untuk dijual ataupun diserahkan dalam
rangka pelayanan kepada masyarakat. Persediaan di Puskesmas ....
Pemerintah Kabupaten/Kota .... adalah persedlaan obat senilai Rp... per 31
Desember 20)C(.

b. Peralatan dan Mesin


Peralatan dan Mesin yang dimiliki adalah senilai Rp... terdiri dari:

Tabel Daftar Peralatan dan Mesin


Per 31 Desember 20XX
No Uraia n Saldo 20)C(-1 (Rp.) I'lutasi Saldo 20)Cx (Rp.)
Selama Tahun 20xx (Rp.)
Pengadaan Penghapusan
A B c D E F=(c+D)-(E)

1 Alat-alat Besar

2 Alat-alat Angkutan
No Uraian Saldo 20)0(-1 (Rp.) Mutasi Saldo 20)fr (Rp.)
Selama Tahun 20XX (Ro.)
Pengadaan Penghapusan
A B c D E F=(C+D)-(E)
Alat Bengkel Dan
3
Alat Ukur
4 Alat Pertanian
Alat Kantor Dan
5
Rumah Tanqqa
Alat Studio Dan Alat
6
Komunikasi
Alat - Alat
7
Kedokteran
8 Alat Laboratorium

Rincian detil peralatan dan mesin seperti terlampir dalam lampiran Daftar
Inventarisasi Aset.

c. Gedung dan Bangunan


Nilal Gedung dan Bangunan adalah senilai Rp... yang terdiri dari:

Tabel Daftar Gedung dan Bangunan


Per 31 Desember 20)C(
Mutasi
No Uraian Saldo 20rc(-1 (Rp.) Selama Tahun 20)O( (Ro.) Saldo 20XX (Rp.)
Penqadaan Penqhapusan
A B c D E F=(C+DXE)
Gedung dan
1
Banqunan
Jumlah

Selama Tahun Anggaran 20XX belum terdapat penambahan aset Gedung


dan Bangunan pada Puskesmas....

d. Jalan Irigasi Jaringan


Nilai lalan Irigasi jaringan adalah senilai Rp...

e. Konstruksi dalam Penge{aan


Nilai Kontruksi dalam Pengerjaan adalah senilai Rp...

f. Akumulasi Penyusutan
Nilai Akumulasi Penyusutan Aset Tetap per 31 Desember 20)X adalah Rp...
Akumulasi Penyusutan Aset Tetap merupakan alokasi sistematis atas nilai
suatu aset tetap yang disusutkan selama masa manfaat aset yang
bersangkutan selain untuk Tanah dan Konstruksi dalam Pengerjaan.

5. Aset Lainnya
Aset lain-lain adalah senilai Rp...
Laporan Keuangan elUO erstesrai@
6. Kewajiban
Kewajiban yang terdapat di Puskesmas .... Pemerintah Kabupaten/Kota ....
merupakan Utang Perhitungan Plhak Ketiga senilai Rp...

7. Ekuitas
Saldo Ekuitas Dana per 31 Desember 20)fr sebesar Rp... Ekuitas Dana
merupakan kekayaan bersih UPTD Puskesmas....

C. PENJELASAN POS-POS LAPORAN OPERASIONAL (LO)


1. Pendapatan
Jumlah Pendapatan LO Puskesmas .... per 31 Desember 20)C( sebesar Rp...
dengan rincian sebagai berikut:

Tabel Pendapatan LO Puskesmas ....


Per 31 Desember 20)fr

PENDAPATAN lumlah (Rp.)


Retribusi Oaerah
Lain-lain Pendaoatan Asli Daerah yano Sah
Pendapatan Lainnya
Jumlah

a. Retribusi Daerah
- Pendapatan Retribusi Daerah sebesar Rp... berasal dari Retribusi
Pelayanan Kesehatan Masyarakat (PAD).
- Sebesar Rp... Pendapatan Non Kapitasi.
- Sebesar Rp... Pendapatan Pasien Kamkesda/Lainnya
b. Lain-lain Pendapatan Asli Daerah yang Sah (Kapitasi) sebesar Rp... berasal
dari Pendapatan Dana Kapitasi JKN.

2. Beban
Jumlah beban Puskesmas .... per 31 Desember 20XX sebesar Rp... Beban
merupakan penurunan manfaat ekonomi atau potensi jasa dalam periode
pelaporan yang menurunkan ekuitas, yang dapat berupa pengeluaran atau
konsumsi aset atau timbulnya kewajiban. Beban UPTD Puskesmas .... per 31
Desember 20XX adalah sebagai berikut:
a. Beban Pegawai
Beban Pegawai Puskesmas .... sebesar Rp... yang terdiri dari Beban
Pegawai Tidak Langsung dan Beban Pegawai Langsung seperti tampak
pada tabel berikut:

Tabel Beban UPTD Puskesmas ....


Per 31 Desember 20XX

Beban Peqawai Jumlah (Rp.)


Beban Peoawai Tidak Lanqsunq

Laporan Keuangan aLUO eusksmas


![
Beban Peqawai Lanqsunq
lumlah

b. Beban Barang dan lasa


Beban Barang dan Jasa sebesar Rp... setelah dikoreksi dengan Beban
Persedian Puskesmas .... per 31 Desember 20)fr sebesar Rp...

c. Beban Penyusutan dan Amortisasi


Beban Penyusutan dan Amortisasi UPTD Puskesmas .... per 31 Desember
20XX sebesar Rp...

d. Beban Penyisihan Piutang Lain-lain


Beban Penyisihan Piutang lain-lain merupakan beban untuk mencatat
estimasi atas resiko kemungkinan piutang tidak tertagih yang ditentukan
oleh kualitas piutang berdasarkan umur piutang dan upaya penagihan
dalam suatu periode. Jumlah Beban Penyisihan Piutang per 31 Desember
20XX sebesar Rp...

e. Beban Lain-lain
Beban lain-lain Puskesmas .... per 31 Desember 20)fr sebesar Rp...

D. PENJELASAN LAPORAN PERUBAHAN EKUITAS


Ekuitas akhir Puskesmas .... per 31 Desember 20)C( menunjukkan surplus
sebesar Rp... Perubahan tersebut dikarenakan adanya surplus LO sebesar Rp...
nilai RK PPKD sebesar Rp... koreksi nilai Aset tetap sebesar Rp... koreksi
persediaan GFK sebesar Rp... dan koreksi lainnya sebesar Rp...

Rincian Perubahan Ekuitas Puskesmas .... per 31 Desember 20)C( terlihat pada
tabel berikut:

Tabel 4.10
Perubahan Ekuitas Puskesmas
Per 31 Desember 20XX

Puskesmas ....
Laporan Perubahan Ekuitas
Untuk Periode Y Berakhir 31 Desember 20)X-1 Dan 31 Desember 20)fr

20)0(-1 (Rp.)

Ekuitas Awal

Surplus/Defisit Lo

Koreksi Lebih (Kurang) Ekuitas


RK PPKD
Koreksi Aset Tetap

Laporan Keuangan aLUo euskesmas


![
\

20xX-1 (Rp.) 20x,x (Rp.)


Ura ian -
Koreksi Persediaan GFK
Koreksi Lainnya

Ekuitas Akhir
BAB V
PENUTUP

Laporan Keuangan merupakan rangkaian Informasi terkini atas kondisi riil


aspek keuangan Tahun Anggaran 20XX yang penyusunannya didasarkan pada
Peraturan Pemerintah Nomor 71 Tahun 2010 tentang Standar Akuntansi
Pemerintahan dan Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2006 tentang Pelaporan
Keuangan dan Kinerja Instansi Pemerintah serta Peraturan Menteri Dalam Negeri
Nomor 13 Tahun 2006 tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan daerah yang
disempurnakan oleh Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 21 Tahun 2011 tentang
Perubahan Kedua Atas Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 Tahun 2006
Tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah serta Kebijakan Akuntansi
Pemerintah Daerah sepefti tertuang di dalam Peraturan Kepala Daerah tentang
Sistem dan Kebijakan Akuntansi.