Anda di halaman 1dari 5

UTS METIL

1. Jenis penelitian berdasarkan tujuan, metode, tingkat eksplanasi dan analisis, jenis data:
 Tujuan
 Penelitian murni
Penelitian dasar bertujuan untuk mengembangkan teori dan tidak
memperhatikan kegunaan yang langsung bersifat praktis. Penelitian dasar
pada umumnya dilakukan pada laboratorium yang kondisinya terkontrol
dengan ketat .
 Penelitian terapan

Penelitian terapan dilakukan dengan tujuan menerapkan, menguji dan


mengevaluasi kemampuan suatu teori yang diterapkan dalam
memecahkan masalah-masalah kehidupan praktis.

 Metode
 Penelitian survei
penelitian survei adalah penelitian yang dilakukan pada populasi besar
maupun kecil, tetapi data yang dipelajari adalah data dari sampel yang
diambil dari populasi tersebut, sehingga ditemukan kejadian-kejadian relatif,
distribusi, dan hubungan antar variabel sosiologis maupun psikologis”.
Penelitian survei biasanya dilakukan untuk mengambil suatu generalisasi dari
pengamatan yang tidak mendalam, tetapi generalisasi yang dilakukan bisa
lebih akurat bila digunakan sampel yang representatif.
Ex : Pengaruh kasus bom Bali terhadap perubahan iklim investasi di
Indonesia.
Hubungan ketrampilan dan pengetahuan siswa terhadap hasil
belajar siswa di SMP Negeri 2 Bangil-Pasuruan-Jawa Timur.
 Penelitian Ex Post Facto
suatu penelitian yang dilakukan untuk penelitian peristiwa yang telah terjadi
dan kemudian melihat ke belakang untuk mengetahui faktor-faktor yang
dapat menimbulkan kejadian tersebut.
Penelitian ini menggunakan logika dasar yang sama dengan penelitian
eksperimen yaitu jika X, maka Y hanya saja dalam penelitian ini tidak ada
maniulasi langsung terhadap variabel bebas (independen).
Misalnya, ada penelitian yang bertujuan untuk mengungkapkan sebab-sebab
terjadinya kerusakan instalasi reaktor nuklir di India, jatuhnya pesawat
terbang di Tebing Tinggi Sumatera, Kebakaran Pabrik Bahan Baku Plastik di
Gresik-Jatim, Penurunan Hasil Panen di Karawang.
 Penelitian eksperimen
Penelitian dengan pendekatan eksperimen adalah suatu penelitian yang
berusaha mencari pengaruh variable tertentu terhadap variable yang lain
dalam kondisi yang terkontrol secara ketat.
Terdapat empat bentuk metode yaitu pre experimental, true experimental
factorial, dan quasi experimental. (Tuckman, 1982; 128).
Penelitian eksperimen ini pada umumnya dilakukan pada laboratorium.
Ex: Pengaruh kosmetik terhadap kelambutan wajah.
Pengaruh susu bubuk terhadap perkembangan bayi.
 Penelitian naturalistik
Metoda penelitian ini sering disebut dengan metode kualitatif.
Metode kualitatif adalah metode penelitian yang digunakan untuk meneliti
pada kondisi objek alamiah (sebagai lawannya adalah eksperimen) dimana
peneliti adalah sebagai instrument kunci.
Teknik pengumpulan data dilakukan secara induktif (penarikan kesimpulan
berdasarkan keadaan-keadaan yang khusus untuk diperlakukan secara
umum).
Hasil penelitian kualitatif lebih menekankan makna dan pada generalisasi.
Ex: Pengembangan Model Sistem Pemilu di Indonesia.
 Penelitian kebijakan
Policy research (penggunaan merode penelitian kebijakan) dimulai karena
adanya masalah, dan masalah tersebut pada umumnya dimiliki oleh para
administrator, manajer atau para pengambil keputusan pada suatu
organisasi.
Penelitian kebijakan sangat relevan bagi perencana dalam perencanaan
kasus-kasus sosial.
Menurut Majchrzak (1984) penelitian kebijakan adalah suatu proses
penelitian yang dilakukan pada masalah-masalah sosial yang mendasar,
sehingga hasil temuannya dapat direkomendasikan kepada pembuat
keputusan untuk bertindak secara praktis dalam menyelesaikan kasus-kasus
di tempat kerjanya.
Ex: Implementasi Kebijakan BPPN dalam menuntaskan perbankan di
Indonesia.
 Penelitian tindakan
Penelitian tindakan adalah suatu proses yang dilalui oleh perorangan atau
kelompok yang menghendaki perubahan dalam situasi tertentu untuk
menguji prosedur yang diperkirakan akan menghasilkan perubahan tersebut.
Kemudian, setelah sampai pada tahap kesimpulan yang dapat
dipertanggungjawabkan, melaksanakan prosedur tersebut.
Tujuan utama penelitian tindakan adalah untuk mengubah: situasi,
perilaku, organisasi dan termasuk struktur mekanisme kerja, iklim kerja
serta sarana dan prasarana.
Ex: Pengaruh Tarif Tol terhadap Penanggulangan Kemacetan Lalu Lintas.
 Penelitian Evaluasi
Penelitian evaluasi dapat dinyatakan juga sebagai evaluasi, tetapi dalam hal
lain juga dapat dinyatakan sebagai penelitian.
Sebagai evaluasi berarti hal ini merupakan bagian dari proses pembuatan
keputusan, yaitu untuk membandingkan suatu kejadian, kegiatan, produk
dengan standar program yang telah ditetapkan.
Evaluasi sebagai penelitian berarti akan berfungsi untuk menjelaskan
fenomena. Ada dua jenis dalam penelitian evaluasi yaitu: Penelitian
evaluasi formatif yang menekankan pada proses dan
penelitian evaluasi sumatif yang menekankan pada produk.
Ex: Evaluasi Pelaksanaan Pungutan Pajak NPWP Perorangan Tahun 2003.
 Penelitian sejarah
Penelitian sejarah berkenaan dengan analisis yang logis terhadap kejadian-
kejadian yang berlangsung di masa lalu.
Penelitian tidak mungkin lagi mengamati kejadian yang akan diteliti.
Walaupun demikian sumber datanya bisa primer, yaitu orang terlibat
langsung dalam kejadian tersebut atau sumber-sumber dokumentasi yang
berkenaan dengan kejadian itu.
Tujuan penelitian sejarah untuk merekonstruksi berkenaan dengan analisis
yang logis terhadap kejadian-kejadian yang berlangsung di masa lalu secara
sistematis dan objektif melalui pengumpulan data, evaluasi , verifikasi dan
sintesis data yang diperoleh sehingga dapat ditetapkan fakta-fakta untuk
membuat suatu kesimpulan.
Ex : Sultan Agung Menyerang Batavia Tahun 1628-1629.
 Tingkat eksplanasi
 Penelitian deskriptif
Penelitian daskriptif adalah penelitian yang dilakukan untuk mengetahui nilai
variabel mandiri, baik satu variabel atau lebih (independent) tanpa membuat
perbandingan, atau menghubungkan dengan variabel yang lain.
Suatu penelitian yang berusaha menjawab pertanyaan seperti:
Bagaimanakan profil pelaku bisnis di Indonesia,
Seberapa besar produktivitas kerja karyawan di PT A;
Seberapa besar keuntungan PT B tahun ini;
Bagaimana etos kerja, dan prestasi kerja para karyawan didepartemen X,
(Yang dicetak miring adalah variabel yang diteliti, yang bersifat mandiri)
 Penelitian komparatif
Penelitian komparatif, adalah suatu penelitian yang bersifat membandingkan.
Variabelnya masih sama dengan penelitian variabel mandiri tetapi untuk
sampel yang lebih dari satu, atau dalam waktu yang berbeda. Contoh:
Adakah perbedaan nilai penjualan antara tahun 1997 dengan 1999.
(Tahun 1997 dan 1999 adalah waktu yang berbeda).
 Penelitian asosiatif
Penelitian asosiatif merupakan penelitian yang bertujuan untuk mengetahui
hubungan antara dua variabel atau lebih. Penelitian ini mempunyai tingkatan
yang tertinggi bila dibandingkan dengan penelitian deskriptif dan komparatif.
Dengan penelitian ini maka akan dapat dibangun suatu teori yang dapat
berfungsi untuk menjelaskan, meramalkan dan mengontrol suatu gejala.
Pada penelitian ini minimal terdapat dua variabel yang dihubungkan. Bentuk
hubungan antara variabel ada tiga yaitu: simetris, kausal, dan
interaktif/reciprocal.
 Analisis dan jenis data
 Penelitian kuantitatif
Penelitian kuantitatif adalah penelitian ilmiah yang sistematis terhadap
bagian-bagian dan fenomena serta hubungan-hubungannya. Tujuan
penelitian kuantitatif adalah mengembangkan dan menggunakan model-
model matematis, teori-teori dan/atau hipotesis yang berkaitan dengan
fenomena alam. Proses pengukuran adalah bagian yang sentral dalam
penelitian kuantitatif karena hal ini memberikan hubungan yang fundamental
antara pengamatan empiris dan ekspresi matematis dari hubungan-
hubungan kuantitatif.
Data kuanitatif adalah data yang berbentuk angka atau data kualitatif yang
diangkakan. Data kualitatif yang diangkakan (scoring) misalnya terdapat dalam skala
pengukuran. Suatu pernyataan/pertanyaan yang memerlukan alternatif jawaban, sangat
setuju, setuju, kurang setuju, tidak setuju dimana masing-masing; sangat setuji diberi angka
4, setuju 3, kurang setuju 2, dan tidak setuju 1.

 Penelitian kualitatif
Penelitian kualitatif adalah penelitian tentang riset yang bersifat deskriptif
dan cenderung menggunakan analisis. Proses dan makna (perspektif subjek)
lebih ditonjolkan dalam penelitian kualitatif. Landasan teori dimanfaatkan
sebagai pemandu agar fokus penelitian sesuai dengan fakta di lapangan.
Selain itu landasan teori ini juga bermanfaat untuk memberikan gambaran
umum tentang latar penelitian dan sebagai bahan pembahasan hasil
penelitian. Terdapat perbedaan mendasar antara peran landasan teori dalam
penelitian kuantitatif dengan penelitian kualitatif. Dalam penelitian
kuantitatif, penelitian berangkat dari teori menuju data, dan berakhir pada
penerimaan atau penolakan terhadap teori yang digunakan; sedangkan
dalam penelitian kualitatif peneliti bertolak dari data, memanfaatkan teori
yang ada sebagai bahan penjelas, dan berakhir dengan suatu “teori”.
Data kualitatif adalah data yang berbentuk kata, kalimat, skema dari
gambar.

 Penelitian gabungan
Penelitian gabungan merupakan suatu prosedur untuk pengumpulan data,
analisis data, dengan penggunaan gabungan secara sekuensial metode
kuantitatif dan kualitatif atau sebaliknya, dalam memperoleh pemahaman
yang lebih mendalam terhadap masalah utama.
2. Penjelasan data nominal, ordinal, interval, dan rasio
Ukuran nominal :
- paling sederhana
- tidak mengandung arti jarak maupun urutan dari ukuran-ukuran tsb.
- Ukuran-ukuran tsb harus “mutually exlusive” dan “exhaustive” (tidak tumpang tindih
dan meliputi keseluruhan yang mungkin) (agama, warna, bidang studi, dst.)

Ukuran ordinal :
- mengandung pengertian urutan (dapat diurutkan) tetapi tidak mengandung
pengertian jarak (kecil/sedang/besar, atas/menengah/bawah, dsb.)

contoh; nilai mutu, lomba


ukuran interval :
- mengandung pengertian urutan dan jarak antara ukuran, namun terbatas pada .
perbandingan (perbandingan relatif) dari jarak tsb bukan perbandingan absolute.
- tidak memiliki titik referensi absolute (titik nol baku) (temperature, indeks prestasi
dsb).

Ukuran rasio :
- mengandung arti urutan, jarak, dan titik referensi absolute (titik pangkal baku)
(berat, jarak, umur, dsb.).
3. Penjelasan instrumen penelitian yang valid dan reliabel