Anda di halaman 1dari 3

Nama : Ni Putu Ayu Cindy Paramitha

NIM : 118211039
Jurusan : S1 Akuntansi Sore

 Tiga pendekatan yang dilakukan oleh auditor dalam memeriksa laporan keuangan klien
yang telah mempergunakan Sistem Informasi Akuntansi yaitu (Watne, 1990) :

1. Auditing Around The Computer. Pendekatan ini merupakan pendekatan yang mula-mula
ditempuh oleh auditor. Dengan pendekatan ini komputer yang digunakan oleh perusahaan
diperlakukan sebagai Black Box. Asumsi yang digunakan dalam pendekatan ini adalah
bila sampel output dari suatu sistem ternyata benar berdasarkan masukan sistem tadi,
maka pemrosesannya tentunya dapat diandalkan. Dalam pemeriksaan dengan pendekatan
ini, auditor melakukan pemeriksaan di sekitar komputer saja.
2. Auditing With The Computer. Pendekatan ini digunakan untuk mengotomatisati banyak
kegiatan audit. Auditor memanfaatkan komputer sebagai alat bantu dalam melakukan
penulisan, perhitungan, pembandingan dan sebagainya. Pendekatan ini menggunakan
perangkat lunak Generalized Audit Software, yaitu program audit yang berlaku umum
untuk berbagai klien.
3. Auditing Through The Computer. Pendekatan ini lebih menekankan pada langkah
pemrosesan serta pengendalian program yang dilakukan oleh sistem komputer.
Pendekatan ini mengasumsikan bahwa jika program pemrosesan dirancang dengan baik
dan memiliki aspek pengendalian yang memadai,maka kesalahan dan penyimpangan
kemungkinan besar tidak terjadi. Pendekatan ini biasanya diterapkan pada sistem
pengolahan data on-line yang tidak memberikan jejak audit yang memadai.
 Tiga potensi masalah atau masalah yang ada dengan melakukan pelaksanaan
konsep data uji.
1) Masalah Sistem Manajemen Database
Auditor sering menghadapi aplikasi akuntansi yang menggunakan sistem
manajemen database untuk memroses transaksi dan memelihara arsip data. Sistem
manajemen database mengijinkan klien untuk menciptakan database yang berisi
informasi yang dapat digunakan bersama dalam berbagai aplikasi. Dalam lingkungan
non-database, masing-masing aplikasi berisi arsip data mereka sendiri, sedangkan
dalam sistem manajemen database, banyak aplikasi berbagi arsip. Klien menerapkan
sistem manajemen database untuk mengurangi kelebihan data, meningkatkan
pengendalian atas data, dan menyediakan informasi yang lebih baik untuk
pengambilan keputusan dengan pengintegrasian informasi seluruh fungsi dan
departemen.
2) Masalah Untuk Lingkungan Komputer Mikro
Komputer mikro secara luas digunakan dalam banyak bisnis dengan mengabaikan
ukuran organisasi itu. Umumnya mereka memainkan suatu peran yang penting untuk
bisnis yang kecil dalam memroses atau meneliti data akuntansi melalui penggunaan
perangkat lunak akuntansi dan neraca lajur elektronik yang dibeli atau dibuat khusus.
Pengendalian umum dalam perusahaan yang lebih kecil pada umumnya sedikit
kurang efektif dibanding dalam lingkungan TI yang lebih rumit. Seringkali, tidak ada
IT personil yang khusus atau klien bersandar pada keterlibatan berkala konsultan TI
untuk membantu dalam memasang dan memelihara perangkat keras dan lunak.
Seringkali, auditor dari klien yang menggunakan komputer mikro dalam lingkungan
pengendalian umum yang tidak terlalu canggih melakukan sebagian besar audit
mereka di sekitar komputer. Sistem ini sering menghasilkan jejak audit yang
memadai yang mengijinkan auditor untuk merekonsiliasikan dokumentasi sumber
masukan untuk keluaran.
3) Masalah Lingkungan Jaringan
Penggunaan jaringan yang makin meledak yang menghubungkan peralatan seperti
komputer mikro, komputer jangkauan menengah, mainframe, stasiun kerja, server,
dan pencetak sedang mengubah fungsi TI untuk banyak bisnis. Jaringan area lokal
(Local Area Network/LAN) menghubungkan peralatan di dalam lingkungan
bangunan yang kecil atau tunggal dan hanya digunakan untuk tujuan intra
perusahaan. Penggunaan umum LAN adalah untuk memindahkan data dan program
dari satu komputer atau stasiun kerja ke yang lainnya untuk mengijinkan semua alat
untuk berfungsi bersama-sama. Jaringan Area Luas (Wide Area Network/WAN)
menghubungkan peralatan dalam daerah geografis yang lebih besar, termasuk
operasional global.

 Saran prosedur yang mungkin dapat dilaksanakan selama perbaikan uji untuk
menghindari kekurangan dalam kesimpulan audit untuk setiap masalah yang
terjadi yaitu:
1) Saran prosedur yang mungkin dapat dilaksanakan selama perbaikan uji untuk
menghindari kekurangan dalam kesimpulan audit adalah Teknik pengkodean
didasarkan pada program komputer yang mengubah suatu pesan standar ke dalam
suatu bentuk kode (encrypted). Penerima dari pesan elektronik itu harus
menggunakan suatu program dekripsi untuk memecahkan kode pesan itu.