Anda di halaman 1dari 129

BAB I

KONSEP DASAR ILMU GIZI

A. Definisi Ilmu Gizi


1. Gizi (Nutrition)
Istilah gizi berasal dari bahasa Arab “Al gizza”, yang berarti makanan
yang bermanfaat atau sari makanan (zat makanan). Proses dari organisme
(manusia) dalam menggunakan bahan makanan melalui proses pencernaan,
penyerapan, penyimpanan metabolisme dan pembuangan untuk pemeliharaan
hidup, pertumbuhan, fungsi organ tubuh dan produksi energi (Habicat, 1979
dalam Rekrodikusumo, dkk, 1989).
2. Ilmu Gizi (Nutritional Science)
Ilmu gizi (nutritional science) adalah ilmu yang mempelajari makanan
dan hubungannya dengan kesehatan tubuh (Soekirman, 1991). Ilmu yang
mempelajari hal ikhwal makanan, dikaitkan dengan kesehatan tubuh
(Sediaoetama, 1991). Pengetahuan yang mempelajari hubungan antara makanan
dengan kesehatan, dengan cara mengatur mekanan sehari-hari, agar tubuh berada
dalam kesehatan yang optimal.
a. Zat gizi
Zat-zat yang terdapat dalam makanan yang bermanfaat bagi kesehatan
tubuh.Zat gizi meliputi: karbohidrat, protein, lemak, vitamin, mineral dan
air.
b. Kebutuhan gizi ( nutrien requirement)
Banyaknya zat gizi minimal yang diperlukan oleh masing-masing individu.
c. Kecukupan gizi (dietary allowances)
Banyaknya masing-masing zat gizi yang harus terpenuhi dari makanan yang
mencakup hampir semua orang sehat.
d. Gizi baik
Keadaan yang diakibatkan poleh keseimbangan antara makanan (energi dan
zat gizi) di satu pihak dan pengeluaran energi, zat gizi dipihak lain. Suatu
kondisi dimana semua jaringan tubuh dalam keadaan penuh oleh semua zat
gizi.
e. Gizi kurang

ii
Keadaan patologik (tidak sehat) yang disebabkan tidak cukup makan
sehingga energi dan zat gizi yang masuk kurang dari yang diperlukan
tubuh untuk waktu yang panjang.
f. Gizi lebih
Keadaan patologik (tidak sehat) yang disebabkan kebanyakan makan
sehingga energi dan zat gizi yang masuk lebih banyak dari yang diperlukan
oleh tubuh untuk jangka waktu yang panjang.
g. Status gizi
Keadaan tubuh (kesehatan seseorang) yang diakibatkan oleh konsumsi,
penyerapan dan penggunaan makanan.
h. Makanan
Semua bahan hasil olahan yang dapat dimakan dan diminum serta
bermanfaat bagi kesehatan tubuh (tidak termasuk obat-obatan).
i. Bahan makanan (pangan)
Semua jenis pangan yang terdapat di alam yang dapat dimakan manusia,
baik yang berasal dari hewan atau tumbuh-tumbuhan termasuk air.
B. Sejarah Perkembangan Ilmu Gizi
1. Di Luar Indonesia
a. Hypoecrates (460 SM)
Menulis peranan makanan terhadap penyembuhan penyakit, yang merupakan
landasan salah satu cabang ilmu gizi, yaitu ilmu Dietetika atau gizi klinik.

b. Carnaro dan Francis Bacon (abad 16)


Menyatakan makanan yang diatur dengan baik dapat memperpanjang umur,
sehingga setelah abad 16 berkembang doktrin hubungan makanan dan
panjang umur.
c. Vasco De Gama
Dalam pelayanan ke Indonesia tahun 1697 kehilangan 0,5 ABK akibat
scorbuit (sariawan). Baru abad 20 diketahui bahwa scorbut karena
kekurangan vitamin C.
d. Lavoiser dan Laplace (1762)

iii
Melakukan percobaan binatang dengan menggunakan kalorimeter untuk
mengukur pemakaian oksiegen dan karbondioksida. Dengan penemuan ini
selain dikenal sebagai Bapak Ilmu Kimia dan Biologi, Lavoiser juga dikenal
sebagai Bapak Ilmu Gizi Dunia.
e. At Water (1868)
Di Amerika dia dikenal sebagai Bapak Ilmu Gizi Amerika, dan dikatakan
pakar gizi dikenal sebagai perumus angka faktor = 4 : 4 : 9, yaitu angka
konversi perhitungan energi dari karbohidrat, protein dan lemak.
2. Di Indonesia
a. Pendirian Laboratorium kesehatan
Pada tanggal 15 Januari 1888 di Jakarta oleh pemerintah kolonial
Belanda didirikan laboratorium kesehatan (Het Geneeskundig
Laboratorium). Dari laboratorium ini Eijkman (1896) menemukan petunjuk
adanya hubungan antara gejala beri-beri pada ayam dengan beras giling.
Dari petunjuk tersebut Jansen dan Donath (1926) menemukan kristal
vitamin B (Thiamin). Akhirnya formula vitamin B1 ditemukan oleh R.R.
Loillimus di Amerika tahun 1936. Atas rintisan itu tahun 1929 Eijkman
menerima hadiah Nobel dan mendapat pengakuan sebagai perintis
penemuan teori-teori tentang vitamin.

b. Pendirian Institut Voor Volksveeding/IVV (1934)


Dari lembaga ini Grijns, venderment, Janson, Donath, Van Veen
melakukan penelitian “Perintisan Penemuan Vitamin”.

c. IVV berubah menjadi Lembaga Makanan Rakyat (1950)


Prof. Dr. Poorivo Soedarmo (pimpinan IMR) memulai programnya
dengan pendidikan tenaga gizi, penyuluhan gizi masyarakat dan penelitian
gizi. Berkeat rintisan Prof. Poorivo pendidikan gizi maupun ilmu gizi di
Indonesia berkembang sampai saat ini. Atas jasanya Prof. Poorivo
dikukuhkan sebagai Bapak Gizi Indonesia.

d. Dr. Ig. Tarwatjo, dkk (1980-an)


Melakukan penelitian tentang Hubungan Kekurangan Vitamin A
dengan Resiko Kehamilan Balita di Aceh dan Jawa Barat”.b dari penelitian
ini terbukti dengan pemberian suplemen kapsul vitamin A dosis tinggi,
iv
(200.000 i ) sekali dalam 6 bulan pada anak berumur 1 – 6 tahun dapat
menurunkan resiko kematian Balita 34.

e. 46 %. Jika pembuktian penelitian ini dapat diterima para pakar gizi, maka
Indonesia tercatat telah 2 kali berperan dalam perkembangan ilmu gizi dunia.
f.
C. Pengelompokan Zat Gizi Berdasarkan Kebutuhan
1. Fungsi utama gizi
Tujuan manusia makan adalah untuk mencukupi kebutuhan energi dan
zat gizi agar fungksi tubuh dapat bekerja dengan baik. Energi dan zat gizi yang
terkandung di dalam bahan makanan pada prinsipnya untuk memberikan
energi, mengatur proses metabolisme, untuk pertumbuhan dan membantu
memperbaiki jaringan yang rusak. Secara garis besar fungsi utama zat gizi
adalah sebagai berikut :
Zat Gizi Fungsi Utama
Karbohidrat Menyediakan energi untuk kegiatan dan
panas tubuh.
Protein Memberikan bahan untuk pertumbuhan,
pembentukan dan pemeliharaan jaringan.
Lemak Menyediakan energi dan asam lemak yang
penting.
Vitamin Mengatur proses metabolisme.
Mineral Membantu dalam pembentukan jaringan
tubuh dan proses metabolisme.
Air Menyediakan cairan tubuh dan regulator
suhu tubuh.

2. Zat tenaga untuk gerak


Zat tenaga mencakup karbohidrat, lemak dan protein. Dari ketiga jenis zat
tenaga ini, penggunaannya berbeda dalam menyediakan energi.
a. Pertama, karbohidrat dalam bentuk glikogen otot yang akan dibakar (diurai) untuk
menghasilkan energi. Bila glikogen otot ini habis, energi diambil dari glikosa
darah. Akibatnya glukosa dalam darah akan terurai (hipoglikemia). Untuk
mencegah hal ini glikogen hati diubah menjadi glukosa.
v
b. Kedua, lemak akan dibakar untuk menyediakan energi, jika karbohidrat (glikogen
hati) telah habis dibakar terlebih dahulu.
c. Ketiga, protein merupakan zat gizi yang terakhir dibakar jika karbohidrat dan
lemak telah habis dibakar untuk menyediakan energi.
Zat tenaga berfungsi menyediakan energi, yang memungkinkan manusia
bergerak dan melakukan aktivitas sehari-hari.Semakin berat pekerjaan/aktivitas
seseorang konsumsi karbohidrat akan semakin tinggi. Menurut At Water (1868)
1 gram karbohidrat, dibakar menghasilkan 4 kalori 1 gram lemak, dibakar
menghasilkan 9 kalori, 1 gram protein, dibakar menghasilkan 4 kalori.
satuan energi dalam disiplin ilmu gizi dinyatakan dalam kalori (K huruf
kapital/besar). Artinya, 1 kalori: 1 kilo kalori (K huruf kecil): 1000 gram kalori
(K huruf kecil).
3. Zat pembangun untuk tubuh
Fungsi zat pembangun terutama untuk pertumbuhan dan perkembangan,
sehingga manusia dapat mencapai kemampuan optimalnya (sesuai dengan
potensial genetiknya).
Zat pembangun mencakup protein dan air. Kedua zat gizi ini paling
berperan memberikan massa tubuh. Susunan tubuh manusia sehat dewasa,
terbanyak adalah air sekitar 63%, mineral 6%, dan lain-lain (karbohidrat dan
vitamin) 1%.
4. Zat pengatur untuk bertahan
Fungsi zat pengatur berperan dalam proses metabolisme (reaksi biokimia)
dalam tubuh, sehingga memungkinkan organ tubuh dapat melaksanakan
fungsinya.
Zat pengatur mencakup vitamin dan mineral. Kedua zat gizi ini secara
tersendiriatau bersama zat gizi lain merupakan unsur penting untuk mengurangi
resiko terjadinya defesiensi zat gizi, yang dapat berakibat terjadinya kegagalan
fungsi tubuh. Misalnya, defesiensi vitamin A dapat mengakibatkan kebutaan.

vi
BAB II
MANFAAT ZAT-ZAT GIZI BAGI WANITA SEPANJANG DAUR
KEHIDUPAN
Masa kehamilan merupakan periode yang sangat menentukan kualitas
SDM di masa depan, karena tumbuh kembang anak sangat ditentukan oleh
kondisinya saat masa janin dalam kandungan. Akan tetapi perlu diingat bahwa
keadaan kesehatan dan status gizi ibu hamil ditentukan juga jauh sebelumnya,
yaitu pada saat remaja atau usia sekolah. Demikian seterusnya status gizi remaja
atau usia sekolah ditentukan juga pada kondisi kesehatan dan gizi pada saat lahir
dan balita.United Nations (Januari, 2000) memfokuskan usaha perbaikan gizi
dalam kaitannya dengan upaya peningkatan SDM pada seluruh kelompok umur,
dengan mengikuti siklus kehidupan. Faktor penyebab masalah gizi menunjukkan
secara sistimatis determinan yang berpengaruh pada masalah gizi yang dapat
terjadi pada masyarakat. Sehingga upaya perbaikan gizi akan lebih efektif
dengan selalu mengkaji faktor penyebab tersebut. Kehidupan manusia dimulai
sejak di dalam kandungan ibu. Sehingga calon ibu perlu memounyai kondisi
yang baik.
Kesehatan dan gizi ibu hamil merupakan kondisi yang sangat diperlukan
bagi sang bayi untuk menjadi sehat. Jika tidak, maka dari awal kehidupan
kehidupan manusia akan bermasalah pada kehidupan selanjutnya. Bayi berat
lahir rendah (BBLR) adalah keadaan bayi lahir dengan berat badan <2500 gram.
Keadaan gizi ibu yang kurang baik sebelum hamil dan pada waktu hamil
cenderung melahirkan BBLR, bahkan kemungkinan bayi meninggal dunia.
Sejak anak dalam kandungan hingga berumur 2 tahun merupakan masa emas
yang merupakan masa kritis untuk tumbuh kembang fisik, mental dan sosial.
Pada masa ini tumbuh kembang otak paling pesat (80%) yang akan menentukan
kualitas SDM pada masa dewasa. Sehingga potensi anak dengan IQ yang rendah
sangat memungkinkan Anak yang dilahirkan dengan berat badan rendah
berpotensi menjadi anak dengan gizi kurang bahkan menjadi buruk. Lebih lanjut
lagi gizi buruk pada anak balita berdampak pada penurunan tingkat kecerdasan
atau IQ. Setiap anak gizi buruk mempunyai risiko kehilangan IQ 10-13 poin.
vii
Lebih jauh lagi dampak yang diakibatkan adalah meningkatnya kejadian
kesakitan bahkan kematian. Mereka yang masih dapat bertahan hidup akibat
kekurangan gizi yang bersifat permanen kualitas hidup selanjutnya mempunyai
tingkat yang sangat rendah dan tidak dapat diperbaiki meskipun pada usia
berikutnya kebutuhan gizinya sudah terpenuhi. Istilah “generasi hilang”
terutama disebabkan pada awal kehidupannya sulit memperoleh pertumbuhan
dan perkembangan secara optimal.
Gambaran kurang gizi lainnya yang juga menjadi masalah gizi utama
adalah Kurang zat gizi mikro, seperti kurang vitamin A, kurang zat besi, dan
kurang yodium terutama di beberapa daerah endemis. Lebih dari 100 juta
penduduk berisiko untuk kurang zat gizi mikro ini. Kurang zat besi pada wanita
hamil meningkatkan risiko kematian wanita pada saat melahirkan, dan
meningkatkan risiko kematian risiko bayi yang dilahirkan kurang zat besi. Bayi
yang kurang besi dapat berdampak pada gangguan pertumbuhan sel-sel otak
yang dikemudian hari dapat mengurangi IQ anak Kurang vitamin A selain
berdampak pada risiko kebutaan juga risiko kematian balita karena infeksi.
Kurang vitamin A ikut berperan pada tingginya angka kematian balita di
Indonesia dan berpotensi terhadap rendahnya produktivitas kerja.
Kekurangan Yodium dapat menyebabkan kerusakan mental. Pada ibu
yang kekurangan yodium menyebabkan bayi lahir mati, cacat fisik atau
kerusakan berat pada otak. Penduduk yang tinggal di daerah rawan kurang
yodium berpotensi kehilangan IQ sebesar 50 poin IQ per orang. Diperkirakan
10% penduduk usia dewasa di perkotaan atau 10 juta orang mengalami gizi
lebih. Hal ini perlu disikapi mengingat kelebihan gizi dapat menyebabkan
penyakit degeneratif seperti diabet, jantung koroner, hypertensi, osteoporosis
dan kanker.
A. Karbohidrat
Karbohidrat merupakan senyawa makromolekul dengan bobot yang
cukup besar. Karbohidrat tersusun atas monosakarida-monosakarida yang
akhirnya berikat membentuk molekul dengan bobot cukup besar. Monosakarida
tersebut umumnya dibentuk oleh unsur karbon, hidrogen, dan oksigen.
Terkadang, nitroten, fosfor, dan sulfur, hadir dalam ikatan-ikatan monosakarida
tersebut. Karbohidrat adalah makanan yang mudah dicerna dan akan berubah
viii
menjadi gula untuk menjadi bahan bakar tubuh Anda. Ketika proses ini terjadi,
Anda akan memperoleh energi.
Secara umum, monosakarida pembentuk karbohidrat dapat dibedakan
menjadi 3, yakni monosakarida, disakarida, dan polisakarida. Monosakarida
adalah bentuk paling sederhana dari karbohidrat. Karena bentuknya yang paling
sederhana, monosakarida tidak dapat dipecah menjadi bagian-bagian yang lebih
kecil melalui teknik hidrolisis. Salah satu bentuk monosakarida yang cukup
dikenal adalah glukosa dan galaktosa. Sementara itu, disakarida merupakan
gabungan dua monosakarida yang terbentuk melalui ikatan gugus hidroksil yang
dimiliki oleh kedua monosakarida tersebut. Disakarida dapat dipecah menjadi
bentuk-bentuk monosakaridanya melalui mekanisme hidrolisis. Bentuk-bentuk
disakarida yang cukup terkenal adalah sukrosa yang terbentuk dari glukosa dan
fruktosa. Laktosa, terdapat pada susu, disusun oleh monosakarida glukosa dan
galaktosa.
Polisakarida merupakan gabungan besar dari monosakrida
pembentuknya. Karena bentuknya yang kompleks dan besar, polisakarida tidak
bisa dipisahkan dengan hidrolisis biasa. Bentuk-bentuk polisakarida yang cukup
dikenal adalah sellulosa, glikogen, dan amillum.

1. Sumber Karbohidrat
Karbohidrat umumnya terdapat dalam makanan pokok manusia.
Misalnya, makanan pokok orang Indonesia adalah nasi, jagung, dan sagu. Ketiga
jenis makanan tersebut banyak mengandung karbohidrat. Umbi-umbian tercatat
memiliki banyak sekali sumber karbohidrat. Umbi-umbian, seperti talas,
singkong, gadung, dan sukun, dipercaya dapat menjadi sumber karbohidrat
alternatif selain nasi. Dr Tan Shot Yen memaparkan alpukat juga bisa dijadikan
sumber karbohidrat alternatif. Selain karbohidrat, alpukat mengandung lemak
tak jenuh, potassium, dan zat antioksidan yang tinggi. Pada kasus rawan pangan,
diversifikasi panganan karbohidrat sangat penting dilakukan. Hal ini merupakan
upaya untuk mencegah ketergantungan sumber karbohidrat tunggal, seperti nasi
dan jagung. Selain itu, diversifikasi pangan bertujuan untuk memaksimalkan
sumber-sumber karbohidrat yang Tuhan berikan kepada manusia. Diversifikasi
ix
pangan juga dilakukan untuk memaksimalkan potensi lokal terkait ketersediaan
sumber karbohidrat. Diversifkasi pangan juga dapat berimplikasi terhadap jalur
distribusi pangan yang selama ini mengandalkan beras sebagai bahan pangan
paling penting pada jalur distribusi. Dengan adanya diversifikasi pangan,
khususnya karbohidrat, jalur distribusi tersebut diharapkan dapat dipotong
sehingga dapat membentuk harga jual yang pas. Pada akhirnya, daya beli
masyarakat akan meningkat.
2. Manfaat Karbohidrat
Karbohidrat mempunyai fungsi utama sebagai sumber energi tubuh.
Karbohidrat berperan sebagai bahan bakar utama mesin metabolisme tubuh.
Glukosa berperan penting dalam proses metabolisme sehingga dapat dihasilkan
energi. Energi tersebut pada akhirnya digunakan untuk aktivitas makhluk hidup.
1 gram karbohidrat memiliki kandungan energi sebesar 4 kalori. Selain itu,
karbohidrat berperan penting dalam menjaga cadangan makanan makhluk hidup.
Cadangan tersebut dapat dimanfaatkan oleh manusia sebagai sumber
makanannya. Kentang menyimpan cadangan makanan dalam bentuk umbi-
umbian. Cadangan makanan pada kentang tersebut dapat dimanfaatkan manusia
untuk kebutuhan energi mereka. Karbohidrat juga dapat berfungsi sebagai
pembentuk makhluk hidup. Dinding sel merupakan salah satu bagian paling
penting dari sel. Dinding sel berfungsi sebagai pelindung sel. Komponen
pembentuk dinding sel tersebut adalah selulosa yang merupakan salah satu
bentuk karbohidrat. Selain itu, karbohidrat dapat ditemui di kerangka-kerangka
luar serangga. Manfaat karbohidrat yang baik adalah karbohidrat yang biasanya
tinggi serat dan tetap seperti keadaan alaminya. Dengan ini, Anda akan
mendapatkan perasaan yang lebih lengkap dan akan merasa lebih bersemangat
lagi. Beberapa contoh di antaranya adalah apel, seledri

B. Protein
Protein (akar kata protos dari bahasa Yunani yang berarti "yang paling
utama") adalah senyawa organic kompleks berbobot molekul tinggi yang
merupakan polimer dari monomer-monomer asam amino yang dihubungkan
satu sama lain dengan ikatan peptida. Molekul protein mengandung karbon,

x
hidrogen, oksigen, nitrogen dan kadang kala sulfur serta fosfor. Protein berperan
penting dalam struktur dan fungsi semua sel makhluk hidup dan virus.
1. Fungsi protein
Fungsi protein di dalam tubuh kita sangat banyak, bahkan banyak dari
proses pertumbuhan tubuh manusia dipengaruhi oleh protein yang terkandung di
dalam tubuh kita
2. Manfaat Protein Sebagai enzim
Hampir semua reaksi biologis dipercepat atau dibantu oleh suatu
senyawa makromolekul spesifik yang disebut enzim, dari reaksi yang sangat
sederhana seperti reaksi transportasi karbon dioksida sampai yang sangat rumit
seperti replikasi kromosom. Protein besar peranannya terhadap perubahan-
perubahan kimia dalam sistem biologis.
Kekurangan Protein bisa berakibat fatal:
a. Kerontokan rambut.
b. Penyakit kekurangan protein atau biasa disebut kwasiorkor. Umumnya
penderitanya adalah anak kecil yang tidak mendapat asupan nutrisi protein
yang cukup pada masa pertumbuhannya.
c. Kekurangan yang terus menerus menyebabkan marasmus dan hingga
menyebabkan kematian.
Dari makanan kita memperoleh Protein. Di sistem pencernaan protein
akan diuraikan menjadi peptid- peptid yang strukturnya lebih sederhana terdiri
dari asam amino. Hal ini dilakukan dengan bantuan enzim. Tubuh manusia
memerlukan 9 asam amino. Artinya kesembilan asam amino ini tidak dapat
disintesa sendiri oleh tubuh esensiil, sedangkan sebagian asam amino dapat
disintesa sendiri atau tidak esensiil oleh tubuh. Keseluruhan berjumlah 21 asam
amino. Setelah penyerapan di usus maka akan diberikan ke darah. Darah
membawa asam amino itu ke setiap sel tubuh. Kode untuk asam amino tidak
esensiil dapat disintesa oleh DNA. Ini disebut dengan DNA transkripsi.
Kemudian mRNA hasil transkripsi di proses lebih lanjut di ribosom atau
retikulum endoplasma, disebut sebagai translasi.
3. Sumber Protein
Daging, Ikan, Telur, Susu Sapi, Susu Kedelai , kacang kacangan, dan
produk sejenis Quark, Tumbuhan berbji Suku polong-polongan, Kentang
xi
4. Keuntungan Protein
a. Sumber energy
b. Pembetukan dan perbaikan sel dan jaringan
c. Sebagai sintesis hormon,enzim, dan antibody
d. Pengatur keseimbangan kadar asam basa dalam sel

C. Lemak
Kita biasanya akan merasa risih jika tubuh kita dihiasi lemak. Karena itu
kita akan segera sigap mencari cara untuk mengenyahkan lemak -khususnya di
bagian perut- dengan cara apa pun yang ditawarkan. Entah dengan minum teh
diet, akupunktur, atau berolahraga. Memiliki massa tubuh yang ramping (otot-
otot) akan membantu metabolisme yang tinggi, menjaga tulang tetap kuat,
mencegah cidera, dan mengusir penyakit, termasuk osteoporosis, diabetes,
artritis, sakit punggung, dan tekanan darah tinggi. Yang lebih penting lagi, tubuh
yang ramping jelas lebih enak dilihat
Namun perlu Anda ketahui, menjaga lemak tubuh tetap dalam kadar yang
normal juga diperlukan. Lemak tubuh pada dasarnya dibutuhkan agar fungsi-
fungsi tubuh dapat berjalan normal dan sehat. Ada beberapa alasan lain mengapa
kita harus tetap memelihara kadar lemak tubuh yang sehat.
1. Fungsi Lemak
a. Perlindungan.
Lemak penting untuk melindungi tubuh kita, untuk membantu mengatur
suhu tubuh, dan melindun gi kita dari hawa yang sangat panas dan
dingin.
b. Fungsi tubuh.
Lemak tubuh penting untuk menjalankan fungsi tubuh dengan sehat dan
normal.
c. Penyerapan vitamin.
Lemak berfungsi sebagai pengangkut vitamin A, D, E, dan K yang
mudah larut dalam lemak. Tanpa lemak tubuh, Anda bisa kekurangan
vitamin yang dapat menyebabkan timbulnya penyakit.
d. Struktur sel, kecantikan, dan pertambahan usia.

xii
Lemak adalah bagian dari struktur sel-sel kita, yang penting untuk
memelihara kesehatan kulit, rambut, dan kuku. Meskipun kita rajin fitnes
dan tubuh kita kencang, namun lemak tubuh yang sehat juga akan
menjaga kita tetap terlihat feminin, tidak seperti Madonna yang membuat
tubuhnya terlihat seperti laki-laki.
e. Kesuburan.
Lemak tubuh membantu untuk memastikan produksi hormon, termasuk
hormon seks. Wanita, yang memiliki lemak tubuh sangat rendah,
cenderung memiliki kadar estrogen yang juga rendah. Hal ini bisa
berakibat terhentinya menstruasi.
f. Energi dan daya tahan.
Dengan memiliki lemak tubuh dalam kadar yang sehat, kita bisa
menghindarkan diri dari penyakit dan kelelahan yang kronis. Selain itu,
lemak tubuh yang rendah akan mengurangi atau menurunkan energi.Ada
beberapa cara yang berbeda untuk mengukur kadar lemak tubuh, dan
metode yang satu mungkin lebih akurat daripada metode lainnya. Namun
setiap orang membutuhkan kadar lemak yang berbeda dari yang lain,
sehingga akan lebih baik jika kita mengetahui kadar lemak yang sehat
dalam range persentase tertentu. Jika Anda sudah berhenti menstruasi,
atau jika Anda mudah terkena flu atau kelelahan, sebaiknya Anda
memeriksakan diri ke dokter untuk mengetahui apakah kadar lemak
tubuh Anda berada pada tingkat yang sehat.

D. Vitamin
Berbagai vitamin, Secara garis besar, vitamin dapat dikelompokkan
menjadi 2 kelompok besar, yaitu vitamin yang l arut dalam air dan vitamin
yang larut dalam lemak. Hanya terdapat 2 vitamin yang larut dalam air, yaitu B
dan C, sedangkan vitamin lainnya, yaitu vitamin A, D, E, dan K bersifat larut
dalam lemak. Vitamin yang larut dalam lemak akan disimpan di dalam jaringan
adiposa (lemak) dan di dalam hati. Vitamin ini kemudian akan dikeluarkan dan
diedarkan ke seluruh tubuh saat dibutuhkan. Beberapa jenis vitamin hanya dapat
disimpan beberapa hari saja di dalam tubuh, sedangkan jenis vitamin lain dapat
bertahan hingga 6 bulan lamanya di dalam tubuh.
xiii
Berbeda dengan vitamin yang larut dalam lemak, jenis vitamin larut
dalam air hanya dapat disimpan dalam jumlah sedikit dan biasanya akan segera
hilang bersama aliran makanan. Saat suatu bahan pangan dicerna oleh tubuh,
vitamin yang terlepas akan masuk ke dalam aliran darah dan beredar ke seluruh
bagian tubuh. Apabila tidak dibutuhkan, vitamin ini akan segera dibuang tubuh
bersama urin.Oleh karena hal inilah, tubuh membutuhkan asupan vitamin larut
air secara terus-menerus.
1. Vitamin A
Vitamin A, yang juga dikenal dengan nama retinol, merupakan vitamin
yang berperan dalam pembentukkan indra penglihatan yang baik, terutama di
malam hari, dan sebagai salah satu komponen penyusun pigmen mata di retina.
Selain itu, vitamin ini juga berperan penting dalam menjaga kesehatan kulit dan
imunitas tubuh.Vitamin ini bersifat mudah rusak oleh paparan panas, cahaya
matahari, dan udara. Sumber makanan yang banyak mengandung Vitamin A,
antara lain susu, ikan, sayur-sayuran (terutama yang berwarna hijau dan kuning),
dan juga buah-buahan (terutama yang berwarna merah dan kuning, seperti cabai
merah, wortel, pisang, dan pepaya).
Apabila terjadi defisiensi vitamin A, penderita akan mengalami rabun
senja dan katarak. Selain itu, penderita defisiensi vitamin A ini juga dapat
mengalami infeksi saluran pernapasan, menurunnya daya tahan tubuh, dan
kondisi kulit yang kurang sehat. Kelebihan asupan vitamin A dapat
menyebabkan keracunan pada tubuh. Penyakit yang dapat ditimbulkan antara
lain pusing-pusing, kerontokan rambut, kulit kering bersisik, dan pingsan. Selain
itu, bila sudah dalam kondisi akut, kelebihan vitamin A di dalam tubuh juga
dapat menyebabkan kerabunan, terhambatnya pertumbuhan tubuh,
pembengkakan hati, dan iritasi kulit.Sayur-sayuran hijau dan kacang-kacangan
sebagai sumber vitamin A dan vitamin B yang tinggi.
2. Vitamin B
Secara umum, golongan vitamin B berperan penting dalam metabolisme
di dalam tubuh, terutama dalam hal pelepasan energi saat beraktivitas. Hal ini
terkait dengan peranannya di dalam tubuh, yaitu sebagai senyawa koenzim yang
dapat meningkatkan laju reaksi metabolisme tubuh terhadap berbagai jenis
sumber energi. Beberapa jenis vitamin yang tergolong dalam kelompok vitamin
xiv
B ini juga berperan dalam pembentukan sel darah merah (eritrosit). Sumber
utama vitamin B berasal dari susu, gandum, ikan, dan sayur-sayuran hijau.
3. Vitamin B1
Vitamin B1, yang dikenal juga dengan nama tiamin, merupakan salah
satu jenis vitamin yang memiliki peranan penting dalam menjaga kesehatan kulit
dan membantu mengkonversi karbohidrat menjadi energi yang diperlukan tubuh
untuk rutinitas sehari-hari. Di samping itu, vitamin B1 juga membantu proses
metabolisme protein dan lemak. Bila terjadi defisiensi vitamin B1, kulit akan
mengalami berbagai gangguan, seperti kulit kering dan bersisik. Tubuh juga
dapat mengalami beri-beri, gangguan saluran pencernaan, jantung, dan sistem
saraf. Untuk mencegah hal tersebut, kita perlu banyak mengonsumsi banyak
gandum, nasi, daging, susu, telur, dan tanaman kacang-kacangan. Bahan
makanan inilah yang telah terbukti banyak mengandung vitamin B1.
4. Vitamin B2
Vitamin B2 (riboflavin) banyak berperan penting dalam metabolisme di
tubuh manusia. Di dalam tubuh, vitamin B2 berperan sebagai salah satu
kompenen koenzim flavin mononukleotida (flavin mononucleotide, FMN) dan
flavin adenine dinukleotida (adenine dinucleotide, FAD). Kedua enzim ini
berperan penting dalam regenerasi energi bagi tubuh melalui proses respirasi.
Vitamin ini juga berperan dalam pembentukan molekul steroid, sel darah merah,
dan glikogen, serta menyokong pertumbuhan berbagai organ tubuh, seperti kulit,
rambut, dan kuku. Sumber vitamin B2 banyak ditemukan pada sayur-sayuran
segar, kacang kedelai, kuning telur, dan susu. Defisiensinya dapat menyebabkan
menurunnya daya tahan tubuh, kulit kering bersisik, mulut kering, bibir pecah-
pecah, dan sariawan.
5. Vitamin B3
Beri-beri, penyakit yang disebabkan oleh defisiensi vitamin BVitamin
B3 juga dikenal dengan istilah niasin. Vitamin ini berperan penting dalam
metabolisme karbohidrat untuk menghasilkan energi, metabolisme lemak, dan
protein. Di dalam tubuh, vitamin B3 memiliki peranan besar dalam menjaga
kadar gula darah, tekanan darah tinggi, penyembuhan migrain, dan vertigo.
Berbagai jenis senyawa racun dapat dinetralisir dengan bantuan vitamin ini.
Vitamin B3 termasuk salah satu jenis vitamin yang banyak ditemukan pada
xv
makanan hewani, seperti ragi, hati, ginjal, daging unggas, dan ikan. Akan tetapi,
terdapat beberapa sumber pangan lainnya yang juga mengandung vitamin ini
dalam kadar tinggi, antara lain gandum dan kentang manis. Kekurangan vitamin
ini dapat menyebabkan tubuh mengalami kekejangan, keram otot, gangguan
sistem pencernaan, muntah-muntah, dan mual.
6. Vitamin B5
Vitamin B5 (asam pantotenat) banyak terlibat dalam reaksi enzimatik di
dalam tubuh. Hal ini menyebabkan vitamin B5 berperan besar dalam berbagai
jenis metabolisme, seperti dalam reaksi pemecahan nutrisi makanan, terutama
lemak. Peranan lain vitamin ini adalah menjaga komunikasi yang baik antara
sistem saraf pusat dan otak dan memproduksi senyawa asam lemak, sterol,
neurotransmiter, dan hormon tubuh. Vitamin B5 dapat ditemukan dalam
berbagai jenis variasi makanan hewani, mulai dari daging, susu, ginjal, dan hati
hingga makanan nabati, seperti sayuran hijau dan kacang hijau. Seperti halnya
vitamin B1 dan B2, defisiensi vitamin B5 dapat menyebabkan kulit pecah-pecah
dan bersisik. Selain itu, gangguan lain yang akan diderita adalah keram otot
serta kesulitan untuk tidur.
7. Vitamin B6
Vitamin B6, atau dikenal juga dengan istilah piridoksin, merupakan
vitamin yang esensial bagi pertumbuhan tubuh. Vitamin ini berperan sebagai
salah satu senyawa koenzim A yang digunakan tubuh untuk menghasilkan
energi melalui jalur sintesis asam lemak, seperti spingolipid dan
fosfolipid.Selain itu, vitamin ini juga berperan dalam metabolisme nutrisi dan
memproduksi antibodi sebagai mekanisme pertahanan tubuh terhadap antigen
atau senyawa asing yang berbahaya bagi tubuh. Vitamin ini merupakan salah
satu jenis vitamin yang mudah didapatkan karena vitamin ini banyak terdapat di
dalam beras, jagung, kacang-kacangan, daging, dan ikan. Kekurangan vitamin
dalam jumlah banyak dapat menyebabkan kulit pecah-pecah, keram otot, dan
insomnia.
8. Vitamin B12
Vitamin B12 atau sianokobalamin merupakan jenis vitamin yang hanya
khusus diproduksi oleh hewan dan tidak ditemukan pada tanaman. Oleh karena
itu, vegetarian sering kali mengalami gangguan kesehatan tubuh akibat
xvi
kekurangan vitamin ini. Vitamin ini banyak berperan dalam metabolisme energi
di dalam tubuh. Vitamin B12 juga termasuk dalam salah satu jenis vitamin yang
berperan dalam pemeliharaan kesehatan sel saraf, pembentukkan molekul DNA
dan RNA, pembentukkan platelet darah. Telur, hati, dan daging merupakan
sumber makanan yang baik untuk memenuhi kebutuhan vitamin B12.
Kekurangan vitamin ini akan menyebabkan anemia (kekurangan darah), mudah
lelah lesu, dan iritasi kulit.
9. Vitamin C
Buah jeruk, terkenal atas kandungan vitamin C-nya yang tinggi.Vitamin
C (asam askorbat) banyak memberikan manfaat bagi kesehatan tubuh kita. Di
dalam tubuh, vitamin C juga berperan sebagai senyawa pembentuk kolagen yang
merupakan protein penting penyusun jaringan kulit, sendi, tulang, dan jaringan
penyokong lainnya. Vitamin C merupakan senyawa antioksidan alami yang
dapat menangkal berbagai radikal bebas dari polusi di sekitar lingkungan kita.
Terkait dengan sifatnya yang mampu menangkal radikal bebas, vitamin C dapat
membantu menurunkan laju mutasi dalam tubuh sehingga risiko timbulnya
berbagai penyakit degenaratif, seperti kanker, dapat diturunkan.Selain itu,
vitamin C berperan dalam menjaga bentuk dan struktur dari berbagai jaringan di
dalam tubuh, seperti otot. Vitamin ini juga berperan dalam penutupan luka saat
terjadi pendarahan dan memberikan perlindungan lebih dari infeksi
mikroorganisme patogen. Melalui mekanisme inilah vitamin C berperan dalam
menjaga kebugaran tubuh dan membantu mencegah berbagai jenis penyakit.
Defisiensi vitamin C juga dapat menyebabkan gusi berdarah dan nyeri pada
persendian. Akumulasi vitamin C yang berlebihan di dalam tubuh dapat
menyebabkan batu ginjal, gangguan saluran pencernaan, dan rusaknya sel darah
merah.
10. Vitamin D
Vitamin D juga merupakan salah satu jenis vitamin yang banyak
ditemukan pada makanan hewani, antara lain ikan, telur, susu, serta produk
olahannya, seperti keju. Bagian tubuh yang paling banyak dipengaruhi oleh
vitamin ini adalah tulang. Vitamin D ini dapat membantu metabolisme kalsium
dan mineralisasi tulang. Sel kulit akan segera memproduksi vitamin D saat
terkena cahaya matahari (sinar ultraviolet). Bila kadar vitamin D rendah maka
xvii
tubuh akan mengalami pertumbuhan kaki yang tidak normal, dimana betis kaki
akan membentuk huruf O dan X.[24] Di samping itu, gigi akan mudah
mengalami kerusakan dan otot pun akan mengalami kekejangan. Penyakit
lainnya adalah osteomalasia, yaitu hilangnya unsur kalsium dan fosfor secara
berlebihan di dalam tulang. Penyakit ini biasanya ditemukan pada remaja,
sedangkan pada manula, penyakit yang dapat ditimbulkan adalah osteoporosis,
yaitu kerapuhan tulang akibatnya berkurangnya kepadatan tulang. Kelebihan
vitamin D dapat menyebabkan tubuh mengalami diare, berkurangnya berat
badan, muntah-muntah, dan dehidrasi berlebihan.
11. Vitamin E
Struktur molekul vitamin E berperan dalam menjaga kesehatan berbagai
jaringan di dalam tubuh, mulai dari jaringan kulit, mata, sel darah merah hingga
hati. Selain itu, vitamin ini juga dapat melindungi paru-paru manusia dari polusi
udara. Nilai kesehatan ini terkait dengan kerja vitamin E di dalam tubuh sebagai
senyawa antioksidan alami. Vitamin E banyak ditemukan pada ikan, ayam,
kuning telur, ragi, dan minyak tumbuh-tumbuhan. Walaupun hanya dibutuhkan
dalam jumlah sedikit, kekurangan vitamin E dapat menyebabkan gangguan
kesehatan yang fatal bagi tubuh, antara lain kemandulan baik bagi pria maupun
wanita. Selain itu, saraf dan otot akan mengalami gangguan yang
berkepanjangan.
12. Vitamin K
Vitamin K banyak berperan dalam pembentukan sistem peredaran darah
yang baik dan penutupan luka. Defisiensi vitamin ini akan berakibat pada
pendarahan di dalam tubuh dan kesulitan pembekuan darah saat terjadi luka atau
pendarahan. Selain itu, vitamin K juga berperan sebagai kofaktor enzim untuk
mengkatalis reaksi karboksilasi asam amino asam glutamat. Oleh karena itu, kita
perlu banyak mengonsumsi susu, kuning telur, dan sayuran segar yang
merupakan sumber vitamin K yang baik bagi pemenuhan kebutuhan di dalam
tubuh.
Senyawa serupa vitamin Sel darah merah, terbentuk sempurna oleh
kontribusi vitamin B, C, dan E, serta asam para-aminobenzoatSelain vitamin,
tubuh juga memproduksi senyawa lain yang juga berperan dalam kelancaran
metabolisme di dalam tubuh. Senyawa ini memiliki karakteristik dan aktivitas
xviii
yang mirip dengan vitamin sehingga seringkali disebut dengan istilah senyawa
serupa vitamin ({{lang-en|vitamin like substances). Perbedaan utamanya dengan
vitamin adalah senyawa ini diproduksi tubuh dalam jumlah yang cukup untuk
memenuhi kebutuhan sehari-hari. Beberapa senyawa ini pernah diklasifikasikan
ke dalam kelompok vitamin B kompleks karena kemiripan fungsi dan sumber
makanannya. Akan tetapi, secara umum peranan senyawa serupa vitamin ini
tidaklah sepenting vitamin.
Kolina merupakan salah satu senyawa yang termasuk dalam golongan
senyawa serupa vitamin. Senyawa ini dapat ditemukan di setiap sel mahluk
hidup dan berperan dalam pengaturan sistem saraf yang baik dan beberapa
metabolisme sel. Mioinositol (myoinositol) juga termasuk dalam golongan
senyawa serupa vitamin yang larut dalam air. Peranannya dalam tubuh secara
spesifik belum diketahui. Contoh lain dari senyawa serupa vitamin ini adalah
asam para-aminobenzoat (4-aminobenzoic acid, PABA) yang berperan sebagai
senyawa antioksidan dan penyusun sel darah merah. Karnitina merupakan
senyawa lain yang berperan dalam sistem transportasi asam lemak dan
pembentukkan otot tubuh.
Vitamin sebagai antioksidanSemua jenis kehidupan di bumi memerlukan
energi untuk dapat bertahan hidup. Untuk menghasilkan energi ini, makhluk
hidup memerlukan bantuan berbagai substansi, salah satunya adalah oksigen.
Oksigen terlibat secara langsung dalam metabolisme energi di dalam tubuh.
Sebagai produk sampingannya, oksigen dilepaskan dalam bentuk yang tidak
stabil. Molekul inilah yang dikenal dengan nama radikal bebas (free radicals).
Oksigen yang tidak stabil memiliki elektron bebas yang tidak berpasangan
sehingga bersifat reaktif. Kereaktifan oksigen ini sangat berbahaya bagi tubuh
karena dapat mengoksidasi dan merusak DNA, protein, karbohidrat, asam
lemak, dan membran sel di dalam tubuh. Sumber radikal bebas lainnya adalah
asap rokok, polusi lingkungan, dan sinar ultraviolet.
Asap rokok, salah satu sumber radikal bebas yang dapat merusak jaringan tubuh,
terutama paru-paru.Tubuh memiliki beberapa mekanisme pertahanan terhadap
senyawa radikal bebas ini untuk menetralkan efek negatifnya. Kebanyakan
diantaranya adalah senyawa antioksidan alami, seperti enzim superoksida
dismutase, katalase, dan glutation peroksidase. Antioksidan sendiri berarti
xix
senyawa yang dapat mencegah terjadinya peristiwa oksidasi atau reaksi kimia
lain yang melibatkan molekul oksigen (O2). Senyawa lain yang juga dapat
berperan sebagai antioksidan adalah glutation, CoQ10, dan gugus tiol pada
protein, serta vitamin. Beberapa jenis vitamin telah terbukti memiliki aktivitas
antioksidan yang cukup tinggi. Contoh vitamin yang banyak berperan sebagai
senyawa antioksidan di dalam tubuh adalah vitamin C dan vitamin E.
Vitamin E dapat membantu melindungi tubuh dari oksidasi senyawa
radikal bebas. Vitamin ini juga mampu bekerja dalam kondisi kadar senyawa
radikal bebas yang tinggi sehingga mampu dengan efisien dan efektif menekan
reaksi perusakan jaringan di dalam tubuh melalui proses oksidasi. Di samping
vitamin E, terdapat satu jenis vitamin lagi yang juga memiliki aktivitas
antioksidan yang tinggi, yaitu vitamin C. Vitamin ini berinteraksi dengan
senyawa radikal bebas di bagian cairan sel. Selain itu, vitamin C juga dapat
memulihkan kondisi tubuh akibat adanya reaksi oksidasi dari berbagai senyawa
berbahaya.Bila kadar radikal bebas di dalam tubuh menjadi sangat berlebih dan
tidak lagi dapat diantisipasi oleh senyawa antioksidan maka akan timbul
berbagai penyakit kronis, seperti kanker, arterosklerosis, penyakit jantung,
katarak, alzhemeir, dan rematik. Bagi orang yang memiliki sejarah penyakit
kronis tersebut dalam garis keturunannya, dianjurkan untuk mengonsumsi
banyak makanan yang mengandung vitamin C dan E sebagai sumber senyawa
antioksidan. Selain itu, suplemen makanan juga dapat turut membantu mengatasi
masalah tersebut.
Vitamin dan penuaan tubuh,Struktur mitokondria, salah satu organel sel
penghasil energi bagi tubuh Penuaan tubuh merupakan hasil akumulasi dari
berbagai kerusakan sel dan jaringan yang tidak dapat diperbaiki. Pada keadaan
normal, kerusakan pada sel dan jaringan tubuh dapat diperbaiki melalui proses
replikasi sel tubuh yang juga dikenal dengan istilah mitosis. Akan tetapi, pada
berbagai kasus sel yang rusak tidak lagi dapat diperbaharui, melainkan terus
terakumulasi. Hal inilah yang berpotensi menyebabkan penuaan pada tubuh.
Senyawa radikal bebas merupakan salah satu agen yang berkontribusi besar
dalam peristiwa ini.
Mitokondria merupakan salah satu organel sel yang paling rentan
mengalami kerusakan oleh senyawa oksigen reaktif (radikal bebas). Hal ini
xx
terkait dengan banyaknya reaksi pelepasan oksigen bebas di dalam organel ini
yang merupakan pusat metabolisme energi tubuh. Banyak penelitian telah
membuktikan bahwa tingkat kerusakan mitokondria ini berhubungan langsung
dengan proses penuaan tubuh atau panjangnya umur suatu makhluk hidup.
Selain itu, kerusakan DNA akibat reaksi oksidasi oleh radikal bebas juga turut
berperan besar dalam peristiwa ini.[30] Oleh karena itu, tubuh memerlukan
suatu senyawa untuk menekan efek perusakan oleh radikal bebas.Vitamin
merupakan satu dari berbagai jenis senyawa yang dapat menghambat reaksi
perusakan tubuh best bodybuilding supplements oleh senyawa radikal bebas
terkait dengan aktivitas antioksidannya. Asupan vitamin antioksidan yang cukup
akan membantu tubuh mengurangi efek penuaan oleh radikal bebas, terutama
oleh oksigen bebas yang reaktif. Selain itu, vitamin juga berkontribusi dalam
menyokong sistem imun yang baik sehingga risiko terkena berbagai penyakit
degeneratif dan penyakit lainnya dapat ditekan, terutama pada manula. Jadi,
secara tidak langsung, asupan vitamin yang cukup dan seimbang dapat
menciptakan kondisi tubuh yang sehat dan berumur panjang.

E. Mineral
1. Kalsium
Kegunaan: Kalsium adalah salah satu mineral yang sangat penting.Sumber
Alamiah Terbaik: Tubuh kita akan menyerap kalsiumnya dalam bentuk apa pun,
meski bentuk kalsium yang baik adalah dolomite. Ada yang salah menduga
bahwa sumber kalsium tubuh manusia adalah susu. Selain itu susu sulit diserap
tubuh dan karena itu bukan sumber kalsium yang bagus.
2. Kromium
Kegunaan: Kromium akhir-akhir ini diketahui sebagai unsur tiruan esensial yang
penting untuk mengontrol kadar gula dalam darah. Sejumlah kajian
memperlihatkan bahwa kekurangan kromium bisa meningkatkan resiko
serangan kanker. Tampaknya mineral ini menghambat pembentukan tumor dan
kanker payudara spontan pada tikus. Selain itu, kromium juga digunakan untuk
mengobati alergi atau hipersensitif terhadap bahan-bahan kimia.
3. Tembaga

xxi
Kegunaan: Mineral yang esensial ini memiliki fungsi yang luas, termasuk
membantu mengubah besi menjadi hemoglobin dan menaikkan manfaat vitamin
C. Mineral ini biasanya diambil dengan suplemen-suplemen yang lain.
4. Germanium
Kegunaan: Bentuk germanium yang digunakan dalam situasi-situasi klinis
adalah germanium organik. Mineral ini berfungsi meningkatkan kekuatan tubuh
dalam mengatasi infeksi dan aktivitas radikal-radikal bebas tanpa melakukan
sesuatu secara aktif.
5. Magnesium
Kegunaan: Magnesium terlibat di hampir segala kegiatan tubuh, dari sintesa
protein sampai fungsi syaraf dan kontraksi otot.Sumber Alamiah Terbaik: Selain
daripada dolomit, sumber-sumber alamiah terbaik magnesium adalah jeruk
nipis, buah anggur dan apel.
6. Mangan
Kegunaan: Mangan adalah unsur tiruan yang ditemukan dalam tulang, jaringan
lunak, kelejnar pituitary, hati dan ginjal dengan urutan konsentrasi yang
menurun.Sumber Alamiah Terbaik: Sayur-mayur dedaunan berwarna hijau dan
biji-bijian utuh.
7. Molibdenum
Kegunaan: Logam esensial ini memiliki fungsi yang beragam, termasuk ambil
bagian dalam tiga sistem enzim penting di dalam tubuh. Logam ini ada dalam
kebanyakan makanan dan tubuh mustahil kekurangan mineral iini, kecuali
dalam kasus-kasus ketidakseimbangan mineral.
8. Fosfor
Kegunaan: Fosfor berfungsi membantu meningkatkan fungsi sel dan konduksi
syaraf. Kelebihan fosfor bisa menghilangkan kalsium dari tubuh.Sumber
Alamiah Terbaik: Ikan dan daging unggas.
9. Potasium
Kegunaan: Potasium adalah elemen penting yang dapat menurunkan tekanan
darah dan mampu mengeluarkan sisa-sisa pembakaran dalam tubuh.Sumber
Alamiah Terbaik: Pisang, sayur-mayur dedaunan berwarna hijau dan buah sitrus.
10. Selenium

xxii
Kegunaan: Kekurangan selenium secara tersirat menyebabkan berbagai macam
kondisi seperti penyakit jantung dan kanker. Tujuan utama selenium ini adalah
sebagai bagian enzim yang tugasnya melindungi sel-sel dari oksidasi atau
kerusakan radikal-radikal bebas.
11. Besi
Kegunaan: Slah satu fungsi utama besi adalah mengikat hemoglobin. Besi akan
hilang bila Anda kehilangan darah dalam cadangan besi sulit digantikan karena
jeleknya daya-penyediaan secara biologis. Ketidakmampuan tubuh untuk
menyerap zat besi kasusnya semakin meningkat karena polusi cadmium dan
timah selanjutnya mengurangi persediaan zat besi dalam tubuh.Sumber Alamiah
Terbaik: Zat besi yang berasal dari daging bisa lebih mudah diserap tubuh
daripada zat besi yang berasal dari sayur-mayur.
12. Seng
Kegunaan: Seng sangat penting untuk pertumbuhan sel, sintesa protein dan
pemanfaatan vitamin A. Tidak seperti tembaga, seng kemungkinan tidak
terdapat dalam kebanyakan diet. Sebagian besar metode pemrosesan makanan
mengakibatkan hilangnya seng dari makanan yang terbuat dari biji-bijian. Seng
adalah bahan gizi yang mudah pecah dan karena itu harus dikonsumsi secara
tersendiri.
F. Keseimbangan Cairan Dan Elektrolit
1. Pengertian
Air (H0) merupakan komponen utama yang paling banyak terdapat di
dalam tubuh manusia.Sekitar 60% dari total berat badan orang dewasa terdiri
dari air.Namun bergantung kepada kandungan lemak dan otot yang terdapat di
dalam tubuh,nilai persentase ini dapat bervariasi antara 50-70% dari total berat
badan orang dewasa.Oleh karena itu maka tubuh yang terlatih dan terbiasa
berolahraga seperti tubuh seorang atlet biasanya akan mengandung lebih banyak
air jika dibandingkan tubuh nonatlet.Di dalam tubuh,sel-sel yang mempunyai
konsentrasi air paling tinggi antara lain adalah sel-sel otot dan organ-organ pada
rongga badan,seperti paru-paru atau jantung,sedangkan sel-sel yang mempunyai
konsentrasi air paling rendah adalah sel-sel jaringan seperti tulang atau
gigi.Konsumsi cairanyang ideal untuk memenuhi kebutuhan harian bagi tubuh
manusia adalah mengkonsumsi 1 ml air untuk setiap 1 kkal konsumsi energi
xxiii
tubuh atau dapat juga diketahui berdasarkan estimasi total jumlah air yang
keluar dari dalam tubuh.Secara rata-rata tubuh orang dewasa akan kehilangan
2.5 L cairan perharinya.Sekitar 1.5 L cairan tubuh keluar melalui urin,500 ml
melalui keluarnya keringat,400ml keluar dalam bentuk uap air melalui proses
respirasi (pernafasan) dan 100 ml keluar bersama dengan feces(tinja).Sehingga
berdasarkan estimasi ini,konsumsi antara 8-10gelas (1 gelas ��240 ml)
biasanya dijadikan sebagai pedoman dalam pemenuhan kebutuhan cairan per-
harinya.
Cairan dan elektrolit sangat diperlukan dalam rangka menjaga kondisi
tubuh tetap sehat.Keseimbangan cairan dan elektrolit di dalam tubuh adalah
merupakan salah satu bagian dari fisiologi homeostatis.Keseimbangan cairandan
elektrolit melibatkan komposisi dan perpindahan berbagai cairan tubuh.Cairan
tubuh adalah larutan yang terdiri dari air( pelarut) dan zat tertentu (zat
terlarut).Elektrolit adalah zat kimia yang menghasilkanpartikel-
partikelbermuatan listrik yang disebut ion jika berada dalam larutan. Cairan dan
elektrolit masuk ke dalam tubuh melalui makanan,minuman,dan cairan intravena
(IV) dan di distribusi ke seluruh bagian tubuh.Keseimbangan cairan dan
elektrolit berarti adanya distribusi yang normal dari air tubuh total dan elektrolit
ke dalam seluruh bagian tubuh.Keseimbangan cairan dan elektrolit saling
bergantung satu dengan yang lainnya; jika salah satu terganggu maka akan
berpengaruh pada yang lainnya.
Cairan tubuh dibagi dalam dua kelompok besar yaitu :
a. cairan intraseluler
Cairan intraseluler adalah cairan yang berada di dalam sel diseluruh
tubuh, sedangkan cairan akstraseluler adalah cairan yang berada di luar sel dan
terdiri dari tiga kelompokyaitu:cairan intravaskuler(plasma),cairan interstitial
dan cairan transeluler.Cairan intravaskuler (plasma) adalah cairan di dalam
sistem vaskuler,cairan intersitial adalah cairan yang terletak diantara
sel,sedangkan cairan traseluler adalah cairan sekresi khusus seperti cairan
serebrospinal,cairan intraokuler,dan sekresi saluran cerna.
b. Cairan ekstraseluler
2. Fungsi Cairan Tubuh

xxiv
Dalam proses metabolisme yang terjadi didalam tubuh,air mempunyai 2
fungsi utama yaitu sebagai pembawa zat-zat nutrisi seperti karbohidrat,vitamin
dan mineral serta juga akan berfungsi sebagai pembawa oksigen ke dalam sel-sel
tubuh.Selain itu,air didalam tubuh juga akan berfungsi untuk mengeluarkan
produk samping hasil metabolisme seperti karbon dioksida(CO ) dan juga
senyawa nitrat.Selain berperan dalam proses metabolisme,air yang terdapat di
dalam tubuh juga akan memiliki berbagai fungsi penting antara lain sebagai
pelembab jaringan-jaringan tubuh seperti mata,mulut dan hidung, pelumas
dalam cairan sendi 02 Sports Science Brief tubuh,katalisator reaksi biologik
sel,pelindung organ dan jaringan tubuh serta juga akan membantu dalam
menjaga tekanan darah dan konsentrasi zat terlarut.Selain itu agar fungsi-fungsi
tubuh dapat berjalan dengan normal,air di dalam tubuh juga akan berfungsi
sebagai pengatur panas untuk menjaga agar suhu tubuh tetap berada pada
kondisi ideal yaitu ± 37 C.
3. Proportion Of Body Fluid
Prosentase dari total cairan tubuh bervariasi sesuai dengan individu dan
tergantung beberapa hal antara lain :Umur, Kondisi lemak tubuh, Sex
4. Elektrolit Utama Tubuh Manusia
Zat terlarut yang ada dalam cairan tubuh terdiri dari elektrolit dan
nonelektrolit.Non elektrolit adalah zat terlarut yang tidak terurai dalam larutan
dan tidak bermuatan listrik, seperti:protein,urea,glukosa,oksigen,karbon dioksida
dan asam-asam organik.Sedangkan elektrolit tubuh mencakup natrium
(Na+),kalium (K+), Kalsium (Ca++),magnesium (Mg++), Klorida (Cl-),
bikarbonat(HCO3-), fosfat (HPO42-), sulfat (SO42-).Konsenterasi elektrolit
dalam cairan tubuh bervariasi pada satu bagian denganbagian yang lainnya,tetapi
meskipun konsenterasi ion pada tiap-tiap bagian berbeda, hukum netralitas
listrik menyatakan bahwa jumlah muatan-muatan negatif harus sama dengan
jumlah muatan-muatan positif.
a. Kation :
1) Sodium (Na+) :
a) Kation berlebih di ruang ekstraseluler
b) Sodium penyeimbang cairan di ruang eesktraseluler
c) Sodium adalah komunikasi antara nerves dan musculus
xxv
d) Membantu proses keseimbangan asam-basa dengan menukar ion
hidrogen padaIon sodium di tubulus ginjal : ion hidrogen di
ekresikan
e) Sumber : snack, kue, rempah-rempah, daging panggang.
2) Potassium (K+) :
a) Kation berlebih di ruang intraseluler
b) Menjaga keseimbangan kalium di ruang intrasel
c) Mengatur kontrasi (polarissasi dan repolarisasi) dari muscle dan
nerves.Sumber : Pisang, alpokad, jeruk, tomat, dan kismis.
3) Calcium (Ca++) :
a) Membentuk garam bersama dengan fosfat, carbonat, flouride di
dalam tulangdan gigi untuk membuatnya keras dan kuat
b) Meningkatkan fungsi syaraf dan muscle
c) Meningkatkan efektifitas proses pembekuan darah dengan proses
pengaktifan protrombin dan thrombin. Sumber : susu dengan
kalsium tinggi,ikan dengan tulang,sayuran,dll.
b. Anion :
1) Chloride (Cl -) :
a) Kadar berlebih di ruang ekstrasel
b) Membantu proses keseimbangan natrium
c) Komponen utama dari sekresi kelenjar gaster. Sumber : garammdapur
2) Bicarbonat (HCO3 -) :
a) Bagian dari bicarbonat buffer system
b) Bereaksi dengan asam kuat untuk membentuk asam karbonat dan
suasana garam
c) Menurunkan PH.
3) Fosfat ( H2PO4- dan HPO42-) :
a) Bagian dari fosfat buffer system
b) Berfungsi untuk menjadi energi pad metabolisme sel
c) Bersama dengan ion kalsium meningkatkan kekuatan dan kekerasan
tulang Masuk dalam struktur genetik yaitu : DNA dan RNA.
5. Perpindahan Cairan dan Elektrolit Tubuh
Perpindahan cairan dan elektrolit tubuh terjadi dalam tiga fase yaitu :
xxvi
Fase I :Plasma darah pindah dari seluruh tubuh ke dalam sistem sirkulasi, dan
nutrisidan oksigen diambil dari paru-paru dan tractus gastrointestinal. Fase II
Cairan interstitial dengan komponennya pindah dari darah kapiler dan sel Fase
III :Cairan dan substansi yang ada di dalamnya berpindah dari cairan interstitial
masuk ke dalam sel.Pembuluh darah kapiler dan membran sel yang merupakan
membran semipermiabel mampu memfilter tidak semua substansi dan
komponen dalam cairan tubuh ikut berpindah.
Metode perpindahan dari cairan dan elektrolittubuh dengan cara :
Diffusi, Filtrasi, Osmosis, Aktiv Transport.Diffusi dan osmosis adalah
mekanisme transportasi pasif.Hampir semua zat berpindah dengan mekanisme
transportasi pasif.Diffusi sederhana adalah perpindahan partikel-partikel dalam
segala arah melalui larutan atau gas. Beberapa faktor yang mempengaruhi
mudah tidaknya difusi zat terlarut menembus membran kapiler dan sel yaitu :
Permebelitas membran kapiler dan sel, Konsenterasi, Potensial listrik, Perbedaan
tekanan. Osmosis adalah proses difusi dari air yang disebabkan oleh perbedaan
konsentrasi.Difusi air terjadi pada daerah dengan konsenterasi zat terlarut yang
rendah ke daerah dengan konsenterasi zat terlarut yang tinggi.konsentrasi dan
muatan listrik disebut transportasi aktif.Transportasi aktif berbeda dengan
transportasi pasif karena memerlukan energi dalam bentuk adenosin trifosfat
(ATP).Salah satu contonya adalah transportasi pompa kalium dan natrium.
Natrium tidak berperan penting dalam perpindahan air di dalam bagian
plasma dan bagian cairan interstisial karena konsentrasi natrium hampir sama
pada kedua bagian itu. Distribusi air dalam kedua bagian itu diatur oleh tekanan
hidrostatik yang dihasilkan oleh darah kapiler,terutama akibat oleh pemompaan
oleh jantung dan tekanan osmotik koloid yang terutama disebabkan olehalbumin
serum.Proses perpindahan cairan dari kapiler ke ruang interstisial disebut
ultrafilterisasi.Contoh lain proses filterisasi adalah pada glomerolus
ginjal.Meskipun keadaan di atas merupakan proses pertukaran dan pergantian
yang terus menerus namun komposisi dan volume cairan relatif stabil,suatu
keadaan yang disebut keseimbangan dinamis atau homeostatis.
6. Regulating Body Fluid Volumes
Di dalam tubuh seorang yang sehat volume cairan tubuh dan komponen
kimia dari cairan tubuh selalu berada dalam kondisi dan batas yang
xxvii
nyaman.Dalam kondisi normal intake cairan sesuai dengan kehilangan cairan
tubuh yang terjadi.Kondisi sakit dapat menyebabkan gangguan pada
keseimbangan cairan dan elektrolit tubuh.Dalam rangka mempertahankan fungsi
tubuh maka tubuh akan kehilanagn caiaran antara lain melalui proses penguapan
ekspirasi penguapan kulit, ginjal (urine),ekresi pada proses metabolisme.
a. Intake Cairan
Selama aktifitas dan temperatur yang sedang seorang dewasa minum kira-
kira1500 ml per hari, sedangkan kebutuhan cairan tubuh kira-kira 2500 ml
per harisehingga kekurangan sekitar 1000 ml per hari diperoleh dari
makanan, dan oksidasi selama proses metabolisme. Pengatur utama intake
cairan adalah melalui mekanisme haus. Pusat haus dikendalikan berada di
otak Sedangakan rangsangan haus berasal dari kondisi dehidrasi
intraseluler,sekresi angiotensin II sebagai respon dari penurunan tekanan
darah,perdarahan yang mengakibatkan penurunan volume darah.Perasaan
kering di mulut biasanya terjadi bersama dengan sensasi haus walaupun
kadang terjadi secara sendiri.Sensasi haus akan segera hilang setelah minum
sebelum proses absorbsi oleh tractus gastrointestinal.

b. Output Cairan
Kehilangan caiaran tubuh melalui empat rute (proses) yaitu :
c. Urine
Proses pembentukan urine oleh ginjal dan ekresi melalui tractus urinarius
merupakan proses output cairan tubuh yang utama.Dalam kondisi normal output
urine sekitar 1400-1500 ml per 24 jam, atau sekitar 30-50 ml per jam.Pada orang
dewasa.Pada orang yang sehat kemungkinan produksi urine bervariasi dalam
setiap harinya,bila aktivitas kelenjar keringat meningkat maka produksi urine
akan menurun sebagai upaya tetap mempertahankankeseimbangan dalam tubuh.
d. IWL (Insesible Water Loss) :
IWL terjadi melalui paru-paru dan kulit, Melalui kulit dengan
mekanisme difusi.Pada orang dewasa normal kehilangan cairan tubuh melalui
proses ini adalahberkisar 300-400 mL per hari, tapi bila proses respirasi atau
suhu tubuhmeningkat maka IWL dapat meningkat.
e. Keringat :
xxviii
Berkeringat terjadi sebagai respon terhadap kondisi tubuh yang panas,
respon iniberasal dari anterior hypotalamus,sedangkan impulsnya ditransfer
melalui sumsum tulang belakang yang dirangsang oleh susunan syaraf simpatis
padakulit.
f. Feces :
Pengeluaran air melalui feces berkisar antara 100-200 mL per hari,yang
diaturmelalui mekanisme reabsorbsi di dalam mukosa usus besar (kolon).
7. Keseimbangan Cairan Dan Elektrolit
Pengaturan keseimbangan cairan perlu memperhatikan dua parameter
penting, yaitu volume cairan ekstrasel dan osmolaritas cairan ekstrasel.Ginjal
mengontrol volume cairan ekstrasel dengan mempertahankan keseimbangan
garam dan mengontrol osmolaritas cairan ekstrasel dengan mempertahankan
keseimbangan cairan.Ginjal mempertahankan keseimbangan ini dengan
mengatur keluaran garam dan air dalam urine sesuai kebutuhan untuk
mengkompensasi asupan dan kehilangan abnormal dari air dan garam tersebut.

a. Pengaturan volume cairan ekstrasel.


Penurunan volume cairan ekstrasel menyebabkan penurunan tekanan
darah arteri dengan menurunkan volume plasma.Sebaliknya,peningkatan volume
cairan ekstrasel dapat menyebabkan peningkatan tekanan darah arteri dengan
memperbanyak volume plasma.Pengontrolan volume cairan ekstrasel penting
untuk pengaturan tekanan darah jangka panjang. Mempertahankan
keseimbangan asupan dan keluaran (intake dan output) air.Untuk
mempertahankan volume cairan tubuh kurang lebih tetap,maka harus ada
keseimbangan antara air yang ke luar dan yang masuk ke dalam tubuh.hal ini
terjadi karena adanya pertukaran cairan antar kompartmen dan antara tubuh
dengan lingkungan luarnya.Water turnover dibagi dalam:
1) eksternal fluid exchange, pertukaran antara tubuh dengan lingkungan
luar; dan
2) Internal fluid exchange, pertukaran cairan antar pelbagai
kompartmen seperti proses filtrasi dan reabsorpsi di kapiler ginjal.
Memperhatikan keseimbangan garam.Seperti halnya keseimbangan air,
keseimbangan garam juga perlu dipertahankan sehingga asupan garam sama
xxix
dengan keluarannya.Permasalahannya adalah seseorang hampir tidak pernah
memperhatikan jumlah garam yang ia konsumsi sehingga sesuai dengan
kebutuhannya.Tetapi, seseorang mengkonsumsi garam sesuai dengan seleranya
dan cenderung lebih dari kebutuhan.Kelebihan garam yang dikonsumsi harus
diekskresikan dalam urine untuk mempertahankan keseimbangan garam.
Ginjal mengontrol jumlah garam yang dieksresi dengan cara:

a) mengontrol jumlah garam (natrium) yang difiltrasi dengan pengaturan Laju


Filtrasi Glomerulus (LFG)/ Glomerulus Filtration Rate (GFR).
b) mengontrol jumlah yang direabsorbsi di tubulus ginjal
Jumlah Na+ yang direasorbsi juga bergantung pada sistem yang
berperan mengontrol tekanan darah.Sistem Renin-Angiotensin-Aldosteron
mengatur reabsorbsi Na+ dan retensi Na+ di tubulus distal dan
collecting.Retensi Na+ meningkatkan retensi air sehingga meningkatkan
volume plasma dan menyebabkan peningkatan tekanan darah arteri.Selain
sistem Renin-Angiotensin-Aldosteron,Atrial Natriuretic Peptide (ANP) atau
hormon atriopeptin menurunkan reabsorbsi natrium dan air.Hormon ini
disekresi leh sel atrium jantung jika mengalami distensi peningkatan volume
plasma.Penurunan reabsorbsi natrium dan air di tubulus ginjal meningkatkan
eksresi urine sehingga mengembalikan volume darah kembali normal.

b. Pengaturan Osmolaritas cairan ekstrasel.


Osmolaritas cairan adalah ukuran konsentrasi partikel solut (zat terlarut)
dalam suatu larutan.semakin tinggi osmolaritas,semakin tinggi konsentrasi
solute atau semakin rendah konsentrasi solutnya lebih rendah (konsentrasi air
lebih tinggi) ke area yang konsentrasi solutnya lebih tinggi (konsentrasi air lebih
rendah).Osmosis hanya terjadi jika terjadi perbedaan konsentrasi solut yang
tidak dapat menmbus membran plasma di intrasel dan ekstrasel.Ion natrium
merupakan solut yang banyak ditemukan di cairan ekstrasel,dan ion utama yang
berperan penting dalam menentukan aktivitas osmotik cairan
ekstrasel.sedangkan di dalam cairan intrasel,ion kalium bertanggung jawab
dalam menentukan aktivitas osmotik cairan intrasel.Distribusi yang tidak merata
dari ion natrium dan kalium ini menyebabkan perubahan kadar kedua ion ini
xxx
bertanggung jawab dalam menetukan aktivitas osmotik di kedua kompartmen
ini.pengaturan osmolaritas cairan ekstrasel oleh tubuh dilakukan dilakukan
melalui: Perubahan osmolaritas di nefron Di sepanjang tubulus yang membentuk
nefron ginjal, terjadi perubahan osmolaritas yang pada akhirnya akan
membentuk urine yang sesuai dengan keadaan cairan tubuh secara keseluruhan
di dukstus koligen.Glomerulus menghasilkan cairan yang isosmotik di tubulus
proksimal (300 mOsm).Dinding tubulus ansa Henle pars decending sangat
permeable terhadap air,sehingga di bagian ini terjadi reabsorbsi cairan ke kapiler
peritubular atau vasa recta.Hal ini menyebabkan cairan di dalam lumen tubulus
menjadi hiperosmotik.
Dinding tubulus ansa henle pars acenden tidak permeable terhadap air
dan secara aktif memindahkan NaCl keluar tubulus.Hal ini menyebabkan
reabsobsi garam tanpa osmosis air.Sehingga cairan yang sampai ke tubulus
distal dan duktus koligen menjadi hipoosmotik.Permeabilitas dinding tubulus
distal dan duktus koligen bervariasi bergantung pada ada tidaknya vasopresin
(ADH).Sehingga urine yang dibentuk di duktus koligen dan akhirnya di
keluarkan ke pelvis ginjal dan ureter juga bergantung pada ada tidaknya
vasopresis (ADH).
Mekanisme haus dan peranan vasopresin (antidiuretic
hormone/ADH)peningkatan osmolaritas cairan ekstrasel (>280 mOsm) akan
merangsang osmoreseptor di hypotalamus. Rangsangan ini akan dihantarkan ke
neuron hypotalamus yang mensintesis vasopresin.Vasopresin akan dilepaskan
oleh hipofisis posterior ke dalam darah dan akan berikatan dengan reseptornya
di duktus koligen. ikatan vasopresin dengan reseptornya di duktus koligen
memicu terbentuknya aquaporin, yaitu kanal air di membrane bagian apeks
duktus koligen.Pembentukkan aquaporin ini memungkinkan terjadinya
reabsorbsi cairan ke vasa recta.Hal ini menyebabkan urine yang terbentuk di
duktus koligen menjadi sedikit dan hiperosmotik atau pekat, sehingga cairan di
dalam tubuh tetap dipertahankan.selain itu,rangsangan pada osmoreseptor di
hypotalamus akibat peningkatan osmolaritas cairan ekstrasel juga akan
dihantarkan ke pusat haus di hypotalamus sehingga terbentuk perilaku untuk
membatasi haus,dan cairan di dalam tubuh kembali normal.

xxxi
Pengaturan Neuroendokrin dalam Keseimbangan Cairan dan
ElektrolitSebagai kesimpulan,pengaturan keseimbangan keseimbangan cairan
dan elektrolit diperankan oleh system saraf dan sistem endokrin.Sistem saraf
mendapat informasi adanya perubahan keseimbangan cairan dan elektrolit
melalui baroreseptor di arkus aorta dan sinus karotikus, osmoreseptor di
hypotalamus,dan volume reseptor atau reseptor regang di atrium.Sedangkan
dalam sistem endokrin,hormon-hormon yang berperan saat tubuh mengalami
kekurangan cairan adalah Angiotensin II, Aldosteron, dan Vasopresin/ADH
dengan meningkatkan reabsorbsi natrium dan air. Sementara,jika terjadi
peningkatan volume cairan tubuh,maka hormone atriopeptin (ANP) akan
meningkatkan eksresi volume natrium dan air.perubahan volume dan
osmolaritas cairan dapat terjadi pada beberapa keadaan.Faktor lain yang
mempengaruhi keseimbangan cairan dan elektrolit di antaranya ialah umur, suhu
lingkungan,diet,stres,dan penyakit.

8. Faktor yang Berpengaruh pada Keseimbangan Cairan dan Elektrolit


Faktor-faktor yang berpengaruh pada keseimbangan cairan dan elektrolit
tubuh antara lain:
a. Umur
Kebutuhan intake cairan bervariasi tergantung dari usia,karena usia
akanberpengaruh pada luas permukaan tubuh,metabolisme,dan berat
badan.Infant dan anak-anak lebih mudah mengalami gangguan keseimbangan
cairan dibanding usia dewasa.Pada usia lanjut sering terjadi gangguan
keseimbangan cairan dikarenakan gangguan fungsi ginjal atau jantung.

b. Iklim
Orang yang tinggal di daerah yang panas (suhu tinggi) dan kelembaban
udaranya rendah memiliki peningkatan kehilangan cairan tubuh dan elektrolit
melalui keringat.Sedangkan seseorang yang beraktifitas di lingkungan yang
panas dapatkehilangan cairan sampai dengan 5 L per hari.
c. Diet
Diet seseorag berpengaruh terhadap intake cairan dan elktrolit.Ketika
intake nutrisi tidak adekuat maka tubuh akan membakar protein dan lemak
xxxii
sehingga akan serum albumin dan cadangan protein akan menurun padahal
keduanya sangat diperlukan dalam proses keseimbangan cairan sehingga hal ini
akan menyebabkan edema.
d. Stress
Stress dapat meningkatkan metabolisme sel,glukosa darah,dan
pemecahan glykogen otot.Mekanisme ini dapat meningkatkan natrium dan
retensi airsehingga bila berkepanjangan dapat meningkatkan volume darah.
e. Kondisi Sakit
Kondisi sakit sangat berpengaruh terhadap kondisi keseimbangan cairan
dan elektrolit tubuh Misalnya :
1) Trauma seperti luka bakar akan meningkatkan kehilangan air melalui
IWL.
2) Penyakit ginjal dan kardiovaskuler sangat mempengaruhi proses
regulator
3) keseimbangan cairan dan elektrolit tubuh
4) Pasien dengan penurunan tingkat kesadaran akan mengalami
gangguan
5) pemenuhan intake cairan

f. Tindakan Medis
Banyak tindakan medis yang berpengaruh pada keseimbangan cairan dan
elektrolit tubuh seperti : suction,nasogastric tube dan lain-lain.
g. Pengobatan
Pengobatan seperti pemberian deuretik, laksative dapat berpengaruh pada
kondisi cairan dan elektrolit tubuh.
h. Pembedahan
Pasien dengan tindakan pembedahan memiliki resiko tinggi mengalami
gangguan keseimbangan cairan dan elektrolit tubuh,dikarenakan kehilangan
darah selama pembedahan.
9. Gangguan Keseimbangan Cairan dan Elektrolit Tubuh
Tiga kategori umum yang menjelaskan abnormalitas cairan tibuh adalah:
Volume, Osmolalitas,Komposisi
xxxiii
Ketidakseimbangan volume terutama mempengaruhi cairan ekstraseluler
(ECF) danmenyangkut kehilangan atau bertambahnya natrium dan air dalam
jumlah yang relatifsama, sehingga berakibat pada kekurangan atau kelebihan
volume ekstraseluler (ECF).Ketidakseimbangan osmotik terutama
mempengaruhi cairan intraseluler (ICF)dan menyangkut bertambahnya atau
kehilangan natrium dan air dalam jumlah ang relatif tidak seimbang. Gangguan
osmotik umumnya berkaitan dengan hiponatremia dan hipernatremia sehingga
nilai natrium serum penting untuk mengenali keadaan ini.Kadar dari kebanyakan
ion di dalam ruang ekstraseluler dapat berubah tanpa disertaiperubahan yang
jelas dari jumlah total dari partikel-partikel yang aktif secaraosmotik sehingga
mengakibatkan perubahan komposisional.
a. Ketidakseimbangan Volume
1) kurangan Volume Cairan Ekstraseluler (ECF)
Kekurangan volume ECF atau hipovolemia didefinisikan sebagai
kehilangancairan tubuh isotonik, yang disertai kehilangan natrium dan air dalam
jumlah yang relatif sama. Kekurangan volume isotonik sering kali diistilahkan
dehidrasiy ang seharusnya dipakai untuk kondisi kehilangan air murni yang
relatif mengakibatkan hipernatremia.
a) cairan Isotonis adalah cairan yang konsentrasi/kepekatannya sama
dengan cairan tubuh, contohnya : larutan NaCl 0,9 %, Larutan Ringer
Lactate (RL).
b) Cairan hipertonis adalah cairan yang konsentrasi zat
terlarut/kepekatannya melebihi cairan tubuh, contohnya Larutan dextrose
5 % dalam NaCl normal, Dextrose5% dalam RL, Dextrose 5 % dalam
NaCl 0,45%.
c) Cairan Hipotonis adalah cairan yang konsentrasi zat
terlarut/kepekataannya Kurang dari cairan tubuh, contohnya : larutan
Glukosa 2,5 %.,NaCl.0,45 %,NaCl 0,33%
2) Kelebihan Volume ECF :
Kelebihan cairan ekstraseluler dapat terjadi bila natrium dan air kedua-
duanya tertahan dengan proporsi yang kira- kira sama.Dengan terkumpulnya
cairan isotonik yang berlebihan pada ECF (hipervolumia) maka cairan akan
berpindah ke kompartement cairan interstitial sehingga mnyebabkan
xxxiv
edema.Edema adalah penunpukan cairan interstisial yang berlebihan.Edema
dapat terlokalisir atau generalisata.
b.Ketidakseimbangan Osmolalitas dan perubahan komposisional
Ketidakseimbangan osmolalitas melibatkan kadar zat terlarut dalam
cairan-cairan tubuh.Karena natrium merupakan zat terlarut utama yang aktif
secara osmotik dalam ECF maka kebanyakan kasus hipoosmolalitas
(overhidrasi)adalah hiponatremia yaitu rendahnya kadar natrium di dalam
plasma dan hipernatremia yaitu tingginya kadar natrium di dalam plasma.
Pahami jugaperubahan komposisional di bawah ini :
1) Hipokalemia adalah keadaan dimana kadar kalium serum kurang dari 3,5
mEq/L.
2) Hiperkalemia adalah keadaan dimana kadar kalium serum lebih dari atau
samadengan 5,5 mEq/L.
3) Hiperkalemia akut adalah keadaan gawat medik yang perlu segera dikenali,
dan ditangani untuk menghindari disritmia dan gagal jantung yang fatal.

xxxv
BAB 111
KEBUTUHAN GIZI PADA MASA REPRODUKSI

xxxvi
BAB II

SEJARAH PERKEMBANGAN ILMU GIZI

A. Sejarah Perkembangan Ilmu Gizi

Berdiri tahun 1926, oleh Mary Swartz Rose saat dikukuhkan sebagai
profesor ilmu gizi di Universitas Columbia, New York, AS. Pada zaman
purba, makanan penting untuk kelangsungan hidup. Sedangkan pada zaman
Yunani, tahun 400 SM ada teori Hipocrates yang menyatakan bahwa makanan
sebagai panas yang dibutuhkan manusia, artinya manusia butuh makan.

Beberapa penelitian yang menegaskan bahwa ilmu gizi sudah ada


sejak dulu, antara lain:

1. Penemuan Mineral – Sejak lama mineral telah diketahui dalam tulang dan
gigi. Pada tahun 1808 ditemukan kalsium. Tahun 1808, Boussingault
menemukan zat besi sebagai zat esensial. Ringer (1885) dan Locke (1990),
menemukan cairan tubuh perlu konsentrasi elektrolit tertentu. Awal abad 20,
penelitian Loeb tentang pengaruh konsentrasi garam natrium, kalium dan
kalsium klorida terhadap jaringan hidup.
2. Penemuan Vitamin – Awal abad 20, vitamin sudah dikenal. Sejak tahun 1887-
1905 muncul penelitian-penelitian dengan makanan yang dimurnikan dan
makanan utuh. Dengan hasil: ditemukan suatu zat aktif dalam makanan yang
tidak tergolong zat gizi utama dan berperan dalam pencegahan penyakit
(Scurvy dan Rickets). Pada tahun 1912, Funk mengusulkan memberi nama
vitamine untuk zat tersebut. Tahun 1920, vitamin diganti menjadi vitamine
dan diakui sebagai zat esensial.
3. Keadaan Sekarang – Muncul konsep-konsep baru antara lain: pengaruh
keturunan terhadap kebutuhan gizi; pengaruh gizi terhadap perkembangan
37
otak dan perilaku, kemampuan bekerja dan produktivitas serta daya tahan
terhadap penyakit infeksi. Pada bidang teknologi pangan ditemukan : cara
mengolah makanan bergizi, fortifikasi bahan pangan dengan zat-zat gizi
esensial, pemanfaatan sifat struktural bahan pangan, dsb. FAO dan WHO
mengeluarkan Codex Alimentaris (peraturan food labeling dan batas
keracunan).

Ilmu gizi merupakan ilmu yan relatif baru. Adalah Mary Swartz Rose
(1926) yang merupakan professor ilmu gizi pertama di Universitas Columbia,
New York, USA.

B. Beberapa Pengertian/ Istilah Dalam Gizi

1. Ilmu Gizi (Nutrience Science) adalah ilmu yang mempelajari segala sesuatu
tentang makanan dalam hubungannya dengan kesehatan optimal/ tubuh.
2. Zat Gizi (Nutrients) adalah ikatan kimia yang diperlukan tubuh untuk
melakukan fungsinya, yaitu menghasilkan energi, membangun dan
memelihara jaringan serta mengatur proses-proses kehidupan.
3. Gizi (Nutrition) adalah suatu proses organisme menggunakan makanan yang
dikonsumsi secara normal melalui proses digesti, absorpsi, transportasi,
penyimpanan, metabolisme dan pengeluaran zat-zat yang tidak digunakan,
untuk mempertahankan kehidupan, pertumbuhan dan fungsi normal dri organ-
organ, serta menghasilkan energi.
4. Pangan adalah istilah umum untuk semua bahan yang dapat dijadikan
makanan.
5. Makanan adalah bahan selain obat yang mengandung zat-zat gizi dan atau
unsur-unsur/ ikatan kimia yang dapat diubah menjadi zat gizi oleh tubuh, yang
berguna bila dimasukkan ke dalam tubuh.
6. Bahan makanan adalah makanan dalam keadaan mentah.

38
7. Status gizi adalah keadaan tubuh sebagai akibat konsumsi makanan dan
penggunaan zat-zat gizi.

Kata “gizi” berasal dari bahasa Arab ghidza, yg berarti “makanan”.


Ilmu gizi bisa berkaitan dengan makanan dan tubuh manusia. Dalam bahasa
Inggris, food menyatakan makanan, pangan dan bahan makanan.

Pengertian gizi terbagi secara klasik dan masa sekarang yaitu :

1. Secara Klasik : gizi hanya dihubungkan dengan kesehatan tubuh


(menyediakan energi, membangun, memelihara jaringan tubuh, mengatur
proses-proses kehidupan dalam tubuh).
2. Sekarang : selain untuk kesehatan, juga dikaitkan dengan potensi ekonomi
seseorang karena gizi berkaitan dengan perkembangan otak, kemampuan
belajar, produktivitas kerja.

C. Pengelompokan Zat Gizi Menurut Kebutuhan

Terbagi dalam dua golongan besar yaitu makronutrien dan mikronutrien.

a. Makronutrien

Komponen terbesar dari susunan diet, berfungsi untuk menyuplai


energi dan zat-zat esensial (pertumbuhan sel/ jaringan), pemeliharaan aktivitas
tubuh. Karbohodrat (hidrat arang), lemak, protein, makromineral dan air.

b. Mikronutrien

Golongan mikronutrien terdiri dari :

1. Karbohidrat – Glukosa; serat.


2. Lemak/ lipida – Asam linoleat (omega-6); asam linolenat (omega-3).
39
3. Protein – Asam-asam amino; leusin; isoleusin; lisin; metionin; fenilalanin;
treonin; valin; histidin; nitrogen nonesensial.
4. Mineral – Kalsium; fosfor; natrium; kalium; sulfur; klor; magnesium; zat besi;
selenium; seng; mangan; tembaga; kobalt; iodium; krom fluor; timah; nikel;
silikon, arsen, boron; vanadium, molibden.
5. Vitamin – Vitamin A (retinol); vitamin D (kolekalsiferol); vitamin E
(tokoferol); vitamin K; tiamin; riboflavin; niaclin; biotin; folasin/folat;
vitamin B6; vitamin B12; asam pantotenat; vitamin C.
6. Air

D. Fungsi Zat Gizi

1. Memberi energi (zat pembakar) – Karbohidrat, lemak dan protein, merupakan


ikatan organik yang mengandung karbon yang dapat dibakar dan dibutuhkan
tubuh untuk melakukan kegiatan/aktivitas.
2. Pertumbuhan dan pemeliharaan jaringan tubuh (zat pembangun) – Protein,
mineral dan air, diperlukan untuk membentuk sel-sel baru, memelihara, dan
menganti sel yang rusak.
3. Mengatur proses tubuh (zat pengatur) – Protein, mineral, air dan vitamin.
Protein bertujuan mengatur keseimbangan air di dalam sel,bertindak sebagai
buffer dalam upaya memelihara netralitas tubuh dan membentuk antibodi
sebagai penangkal organisme yang bersifat infektil dan bahan-bahan asing
yang dapat masuk ke dalam tubuh. Mineral dan vitamin sebagai pengatur
dalam proses-proses oksidasi, fungsi normal sarafdan otot serta banyak proses
lain yang terjadi dalam tubuh, seperti dalam darah, cairan pencernaan,
jaringan, mengatur suhu tubuh, peredaran darah, pembuangan sisa-sisa/
ekskresi dan lain-lain proses tubuh.

E. Pengertian Gizi Seimbang

40
Gizi Seimbang adalah makanan yang dikonsumsi oleh individu sehari-
hari yang beraneka ragam dan memenuhi 5 kelompok zat gizi dalam jumlah
yang cukup, tidak berlebihan dan tidak kekurangan (Dirjen BKM, 2002).
Menu seimbang : menu yang terdiri dari beranekaragam makanan dengan
jumlah dan proporsi yang sesuai, sehingga memenuhi kebutuhan gizi
seseorang guna pemeliharaan dan perbaikan sel-sel tubuh dan proses
kehidupan serta pertumbuhan dan perkembangan (Almatsier, 2001) Peranan
berbagai kelompok bahan makanan tergambar dalam piramida gizi seimbang
yang berbentuk kerucut. Populer dengan istilah “TRI GUNA MAKANAN”.

Pertama, sumber zat tenaga yaitu padi-padian dan umbi-umbian serta


tepung-tepungan yang digambarkan di dasar kerucut.Kedua, sumber zat
pengatur yaitu sayuran dan buah-buah digambarkan bagian tengah kerucut.
Ketiga, sumber zat pembangun, yaitu kacang-kacangan, makanan hewani dan
hasil olahan, digambarkan bagian atas kerucut.

Faktor yang Mempengaruhi Penyusunan Gizi Seimbang

1. Ekonomi (terjangkau dengan keuangan keluarga)


2. Sosial budaya (tidak bertentangan)
3. Kondisi kesehatan
41
4. Umur
5. Berat badan
6. Aktivitas
7. Kebiasaan makan (like or dislike).

Ketersediaan pangan setempat

F. Gizi Seimbang pada Remaja dan Dewasa

a. Prinsip Gizi Pada Wanita Remaja Dan Dewasa

Masa remaja merupakan saat terjadinya perubahan-perubahan cepat dalam


proses pertumbuhan fisik, kognitif dan psikososial. Pada masa ini terjadi
kematangan seksual dan tercapainya bentuk dewasa karena pematangan fungsi
endokrin. Pada saat proses pematangan fisik, juga terjadi perubahan komposisi
tubuh.

Periode Adolesensia ditandai dengan pertumbuhan yang cepat (Growth Spurt)


baik tinggi badannnya maupun berat badannya. Pada periode growth spurt,
kebutuhan zat gizi tinggi karena berhubungan dengan besarnya tubuh.

Growth Spurt :

Anak perempuan : antara 10 dan 12 tahun

Anak laki-laki : umur 12 sampai 14 tahun.

Permulaan growth spurt pada anak tidak selalu pada umur yang sama
melainkan tergantung individualnya. Pertumbuhan yang cepat biasanya diiringi
oleh pertumbuhan aktivitas fisik sehingga kebutuhan zat gizi akan naik pula.

42
Penyelidikan membuktikan bahwa apabila manusia sudah mencapai usia lebih
dari 20 tahun, maka pertumbuhan tubuhnya sama sekali sudah terhenti. Ini
berarti, makanan tidak lagi berfungsi untuk pertumbuhan tubuh, tetapi untuk
mempertahankan keadaan gizi yang sudah didapat atau membuat gizinya
menjadi lebih baik. Dengan demikian, kebutuhan akan unsure-unsur gizi dalam
masa dewasa sudah agak konstan, kecuali jika terjadi kelainan-kelainan pada
tubuhnya, seperti sakit dan sebagainya. Sehingga mengharuskandia
mendapatkan kebutuhan zat gizi yang lebih dari biasanya.

b. Faktor Yang Mempengaruhi Gizi Remaja Dan Dewasa

Faktor yang mempengaruhi gizi pada remaja dan dewasa :

1) Kemampuan keluarga untuk membeli makanan atau pengetahuan


tentang zat gizi.
2) Pekerjaan

Data terbaru dari kesehatan nasional dan survey pengujian ilmu gizi
(NHNES) menyatakan bahwa konsumsi energi wanita dari umur 11 sampai 51
tahun bervariasai, dari kalori yang rendah (sekitar 1329) sampai kalori yang
tinggi (1958 kalori).Konsumsi makanan wanita perlu mempertimbangkan kadar
lemak kurang dari 30 % dan tinggi kalsium sekitar 800-1200 mg/ hari. Rata-rata
RDA kebutuhan kalsium 1000 mg. selain itu, wanita juga harus memperhatikan
unsur sodium, cara pengolahan makanan dan para wanita perlu membatasi
makanan kaleng atau makanan dalam kotak.

b. Kebutuhan Gizi Seimbang


Pada anak remaja kudapan berkontribusi 30 % atau lebih dari total asupan
kalori remaja setiap hari. Tetapi kudapan ini sering mengandung tinggi
lemak, gula dan natrium dan dapat meningkatkan resiko kegemukan dan

43
karies gigi. Oleh karena itu, remaja harus didorong untuk lebih memilih
kudapan yang sehat. Bagi remaja, makanan merupakan suatu kebutuhan
pokok untuk pertumbuhan dan perkembangan tubuhnya. Kekurangan
konsumsi makanan, baik secara kualitatif maupun kuantitatif, akan
menyebabkan metabolisme tubuh terganggu.Kecukupan gizi merupakan
kesesuaian baik dalam hal kualitas maupun kuantitas zat-zat gizi sesuai
dengan kebutuhan faali tubuh. Kebutuhan energi diperlukan untuk
kegiatan sehari-hari maupun untuk proses metabolisme tubuh. Cara
sederhana untuk mengetahui kecukupan energi dapat dilihat dari berat
badan seseorang. Pada remaja perempuan 10-12 tahun kebutuham
energinya 50-60 kal/kg BB/ hari dan usia 13-18 tahun sebesar 40-50 kal/
kg BB/ hari. Kebutuhan protein meningkat karena proses tumbuh
kembang berlangsung cepat. Apabila asupan energi terbatas/ kurang,
protein akan dipergunakan sebagai energi.
Kebutuhan protein usia 10-12 tahun adalah 50 g/ hari, 13-15 tahun
sebesar 57 g/ hari dan usia 16-18 tahun adalah 55 g/ hari. Sumber protein
terdapat dalam daging, jeroan, ikan, keju, kerang dan udang (hewani).
Sedangkan protein nabati pada kacang-kacangan, tempe dan tahu.
Lemak dapat diperoleh dari daging berlemak, jerohan dan sebagainya.
Kelebihan lemak akan disimpan oleh tubuh sebagai lemak tubuh yang
sewaktu- waktu diperlukan. Departemen Kesehatan RI menganjurkan
konsumsi lemak dibatasi tidak melebihi 25 % dari total energi per hari,
atau paling banyak 3 sendok makan minyak goreng untuk memasak
makanan sehari. Asupan lemak yang terlalu rendah juga mengakibatkan
energi yang dikonsumsi tidak mencukupi, karena 1 gram lemak
menghasilkan 9 kalori. Pembatasan lemak hewani dapat mengakibatkan
asupan Fe dan Zn juga rendah.

44
Kebutuhan vitamin dan mineral pada saat ini juga meningkat.
Golongan vitamin B yaitu vitamin B1 (tiamin), vitamin B2 (riboflavin)
maupun niasin diperlukan dalam metabolisme energi. Zat gizi yang berperan
dalam metabolisme asam nukleat yaitu asam folat dan vitamin B12. Vitamin
D diperlukan dalam pertumbuhan kerangka tubuh/ tulang. Selain itu, agar sel
dan jaringan baru terpelihara dengan baik, maka kebutuhan vitamin A, C dan
E juga diperlukan.

Kekurangan Fe/ zat besi dalam makanan sehari-hari dapat


menimbulkan kekurangan darah yang dikenal dengan anemia gizi besi (AGB).
Makanan sumber zat besi adalah sayuran berwarna hijau, kacang-kacangan,
hati, telur dan daging. Fe lebih baik dikonsumsi bersama dengan vitamin C,
karena akan lebih mudah terabsorsi.

d. Pengaruh Status Gizi Pada Sistem Reproduksi

Kebutuhan energi dan nutrisi dipengaruhi oleh usia reproduksi, tingkat


aktivitas dan status nutrisi. Nutrisi yang diperlukan untuk memenuhi
kebutuhan pertumbuhan. Kekurangan nutrisi pada seorang yang mengalami
anemia dan kurang berat badan lebih banyak akan melahirkan bayi BBLR
(berat badan lahir rendah) dibandingkan dengan wanita dengan usia
reproduksi yang aman untuk hamil.

e. Pendidikan Gizi Pada Wanita Remaja Dan Dewasa

Pendidikan gizi pada wanita remaja dan dewasa diperlukan untuk


mencapai status gizi yang baik dan berperilaku gizi yang baik dan benar.
Adapun pesan dasar gizi seimbang yang diuraikan oleh Depkes adalah:

45
1. Makanlah aneka ragam makanan.

Tidak satupun jenis makanan yang mengandung semua zat gizi, yang mampu
membuat seseorang hidup sehat, tumbuh kembang dan produktif. Makan makanan
yang mengandung unsur-unsur gizi yang diperlukan oleh tubuh baik kualitas maupun
kuantitas. Jadi, mengonsumsi makanan yang beraneka ragam menjamin terpenuhinya
kecukupan sumber zat tenaga, zat pembangun dan zat pengatur.

2. Makanlah makanan untuk mencukupi kecukupan energi.

Setiap orang dianjurkan untuk memenuhi makanan yanng cukup kalori (energi)
agar dapat hidup dan beraktivitas sehari-hari. Kelebihan konsumsi kalori akan
ditimbun sebagai cadangan didalam tubuh yang berbentuk jaringan lemak.

3. Makanlah makanan sumber karbohidrat setengah dari kebutuhan energi.

Ada dua kelompok karbohidrat yaitu karbohidrat kompleks dan sederhana.


Proses pencernaan dan penyerapan karbohidrat kompleks berlangsung lebih lama
daripada yang sederhana. Konsumsi karbohidrat kompleks sebaiknya dibatasi 50%
saja dari kebutuhan energi sehingga tubuh dapat memenuhi sumber zat pembangun
dan pengatur.

4. Batasi konsumsi lemak dan minyak sampai ¼ dari kecukupan energi.

Lemak dan minyak yang terdapat dalam makanan berguna untuk meningkatkan
jumlah energi, membantu penyerapan vitamin (A, D, E dan K) serta menambah
lezatnya hidangan. Mengonsumsi lemak dan minyak secara berlebihan akan
mengurangi konsumsi makanan lain.

5. Gunakan garam beryodium.

46
Kekurangan garam beryodium mengakibatkan penyakit gondok.

6. Makanlah makanan sumber zat besi.

Zat besi adalah unsur penting untuk pembentukan sel darah merah. Kekurangan
zat besi berakibat anamia gizi besi (AGB), terutama diderita oleh wanita hamil,
wanita menyusui dan wanita usia subur.

7. Berikan ASI saja pada bayi sampai umur 6 bulan dan tambahkan MP-ASI
sesudahnya.

ASI merupakan makanan terbaik untuk bayi, karena mempunyai kelebihan yang
meliputi 3 aspek baik aspek gizi, aspek kekebalan dan kejiwaan.

8. Biasakan makan pagi.

Bagi remaja dan dewasa makan pagi dapat memelihara ketahanan fisik, daya
tahan tubuh, meningkatkan konsentrasi belajar dan meningkatkan produktivitas kerja.

9. Minumlah air bersih yang aman dan cukup jumlahnya.

Aman berarti bersih dan bebas kuman.

10. Lakukan aktivitas fisik secara teratur.

Dapat meningkatkan kebugaran, mencegah kelebihan berat badan,


meningkatkan fungsi jantung, paru dan otot serta memperlambat proses penuaan.

11. Hindari minum minuman beralkohol.


47
Sering minum minuman beralkohol akan sering BAK sehingga menimbukan
rasa haus. Alkohol hanya mengandung energi, tetapi tidak mengandung zat lain.

12. Makanlah makanan yang aman bagi kesehatan.

Selain harus bergizi lengkap dan seimbang, makanan harus layak dikonsumsi
sehingga aman untuk kesehatan. Makanan yang aman yaitu bebas dari kuman dan
bahan kimia dan halal.

13. Bacalah label pada makanan yang dikemas.

BAB III

VITAMIN K

3.1 Sejarah Vitamin K

Vitamin K ditemukan di Swiss (1939) oleh seorang ahli kimia bernama


Karrer. Diberi nama vitamin K karena sifatnya yang dapat mengkoagulasikan darah
(K dari "Koagulations-Vitamin" dalam Bahasa Jerman dan Bahasa Denmark) . Faktor
ini ternyata merupakan kelompok senyawa yang terdiri atas fitokinon (dari tumbuh-
tumbuhan) dan menakinon (dari minyak ikan dan daging). Pada perkembangannya,
diketahui vitamin K merupakan kofaktor enzim karboksilase yang mengubah residu
protein berupa asam glutamat (glu) menjadi gama-karboksiglutamat (gla) yang
mampu mengikat kalsium (faktor penting dalam pembekuan darah).
48
Vitamin K merujuk pada sebuah kelompok lipophilic, vitamin hydrophobic
yang dibutuhkan untuk modifikasi pasca-terjemah dari berbagai macam protein,
terutama banyak dibutuhkan untuk proses pembekuan darah. Secara kimia vitamin ini
terdiri dari turunan 2-methyl-1,4-naphthoquinone.

Vitamin K1 (phylloquinone). Keduanya mengandung cincin naphthoquinone


dan sebuah rantai aliphatic. Phylloquinone mempunyai rantai phytyl.

Vitamin K2 (menaquinone). Di dalam menaquinone rantainya terbuat dari


berbagai macam komposisi residu isoprenoid. Vitamin K2 (menaquinone,
menatetrenone) secara normal diproduksi oleh bakteri dalam saluran pencernaan, dan
defisiensi gizi akibat diet yang sangat jarang kecuali saluran pencernaan mengalami
kerusakan yang sangat parah sehingga tidak dapat menyerap molekul.

Kebanyakan sumber vitamin K didalam tubuh adalah hasil sintesis oleh


bakteri di dalam sistem pencernaan. Sumber vitamin K dalam makanan adalah hati,
sayur-sayuran berwarna hijau yang berdaun banyak, sayuran sejenis kobis (kol) dan
susu.

Sistem pencernaan dari manusia mengandung bakteri yang dapat mensintesis


vitamin K, yang sebagian diserap dan disimpan didalam hati. Tubuh perlu mendapat
tambahan vitamin K dari makanan

3.2 Definisi Vitamin K

Vitamin K adalah nama generik untuk beberapa bahan yang diperlukan dalam
pembekuan darah yang normal.Bentuk dasarnya adalah vitamin K1 (filokuinon), yang
terdapat dalam tumbuh-tumbuhan, terutama sayuran berdaun hijau.Bakteri dalam
usus kecil sebelah bawah dan bakteri dalam usus besar menghasilkan vitamin K2
(menakuinon), yang dapat diserap dalam jumlah yang terbatas.

49
3.3 Vitamin K dibutuhkan Oleh Bayi

Bayi baru lahir membutuhkan vitamin ini untuk mencegah terjadinya


perdarahan.Vitamin yang satu ini memang kalah populer dibandingkan vitamin lain.
Padahal, perannya amat penting, khususnya bagi bayi baru lahir. Kekurangan
(defisiensi) vitamin K dapat menyebabkan terjadinya perdarahan. Sayangnya, walau
pemberian vitamin K ini sangat sederhana (melalui suntikan atau diminumkan), hal
ini belum dilakukan oleh semua penolong persalinan. Padahal, jika perdarahan terjadi
di otak, misalnya, maka bayi yang bersangkutan tak bisa tumbuh normal karena
telanjur cacat.
Vitamin K mampu membantu mengatasi perdarahan sebab ia berperan dalam
proses penggumpalan darah (koagulation vitamin). Sampai saat ini, dikenal tiga
bentuk vitamin K, yaitu:
 Vitamin K 1 (phylloquinone) yang terdapat pada sayuran hijau.
 Vitamin K 2 (menaquinone) yang disintesa oleh flora (keseluruhan kehidupan
jenis tumbuh-tumbuhan) diusus kita.
 Vitamin K 3 (menadione), merupakan vitamin K sintetik (tiruan dari yang
terdapat di alam).

3.4 Vitamin K, melawan diabetes

Peneliti di Tufts menemukan, vitamin K, khususnya K1, dapat mengurangi


risiko resistensi insulin, membantu melawan diabetes. Penemuan ini diterbitkan
dalam Diabetes Care. Temukan dalam sayuran hijau, seperti bayam, kol, selada, dan
brokoli.

50
3.5 Vitamin K, Sahabat Darah dan Tulang

Suatu ketika anak Anda tiba-tiba terpental dari sepeda. Betisnya tergores
sehingga meneteskan darah. Luka kecil itu lalu dibersihkan memakai kapas sambil
sedikit ditekan. Tak lama, darah pun berhenti menetes dan luka ringan itu ditutup
plester supaya anak bermain sepeda lagi. Apa yang membuat darah berhenti menetes
dengan sendirinya sehingga Anda tak perlu repor mengatasinya? Ya.. Itulah salah
satu kegunaan penting vitamin K. Vitamin ini merupakan kebutuhan vital untuk
sintesis beberapa protein termasuk dalam pembekuan darah. Disebut juga vitamin
koagulasi, vitamin ini bertugas menjaga konsitensi aliran darah dan membekukannya
saat diperlukan. Vitamin yang larut dalam lemak ini juga berperan penting dalam
pembentukan tulang dan pemeliharaan ginjal.

3.6 Jenis Vitamin K

Vitamin K terdapat dalam tiga bentuk berbeda. Pertama adalah vitamin K1


atau phylloquinone, yaitu jenis yang ditemukan dan dihasilkan tumbuhan. Kedua
adalah K2 atau disebut juga dengan menaquinone, yang dihasilan bakteri
menguntungkan dalam sistem pencernaan. Dan yang ketiga adalah K3 atau
menadione yang merupakan vitamin buatan bagi mereka yang tak mampu menyerap
dari makanan.

Seluruh vitamin K dalam tubuh Anda diproses dalam liver di mana nantinya
akan digunakan untuk memproduksi zat yang membuat darah Anda bisa membeku.
Selain berperan dalam pembekuan, vitamin ini juga penting untuk pembentukan
tulang terutama jenis K1. Vitamin K1 diperlukan supaya penyerapan kalsium bagi
tulang menjadi maksimal dan memastikan tidak salah sasaran

3.7 Kebutuhan untuk Vitamin K

51
Menurut standar RDA (Recommended Dietary Allowance), kebutuhan
vitamin K seseorang tergantung dari berat badannya. Untuk dewasa, setidaknya
membutuhkan 1 mikrogram setiap hari per kg berat badan. Jadi, kalau berat badan
Anda 50 kg maka kebutuhan perharinya mencapai 50 mikrogram.

3.8 Sumber vitamin K

Sistem pencernaan dari manusia mengandung bakteri yang dapat mensintesis


vitamin K, yang sebagian diserap dan disimpan didalam hati. Tubuh perlu mendapat
tambahan vitamin K dari makanan.

Untuk memenuhi kebutuhan vitamin K terbilang cukup mudah karena selain


jumlahnya terbilang kecil, sistem pencernaan kita mengandung bakteri yang mampu
mensintesis vitamin K yang sebagian diserap dan disimpan didalam hati. Namun
begitu tubuh pun perlu mendapat tambahan vitamin K dari makanan.

Kebanyakan sumber vitamin K didalam tubuh adalah hasil sintesis oleh


bakteri di dalam sistem pencernaan, namun Anda dapat memperoleh vitamin K dari
makanan seperti hati, sayur-sayuran berwarna hijau yang berdaun banyak, sayuran
sejenis kobis (kol) dan susu. Vitamin K dalam konsentrasi tinggi juga ditemukan
pada susu kedelai, teh hijau, susu sapi, serta daging sapi dan hati. Jenis-jenis makanan
probiotik, seperti yoghurt yang mengandung bakteri sehat aktif, bisa membantu
menstimulasi produksi vitamin ini.

3.9 Kekurangan Vitamin K

Terang-terangan kekurangan vitamin K menyebabkan gangguan pembekuan


darah, biasanya ditunjukkan oleh tes laboratorium yang mengukur waktu pembekuan.
Gejalanya meliputi mudah memar dan perdarahan yang mungkin diwujudkan seperti
mimisan, perdarahan gusi, darah dalam urin, darah dalam tinja, berlama-lama di

52
bangku hitam, atau perdarahan menstruasi sangat berat. Pada bayi, kekurangan
vitamin K dapat mengakibatkan pendarahan mengancam nyawa dalam tengkorak
(intrakranial perdarahan) (8).

Dewasa
Kekurangan vitamin K jarang terjadi pada orang dewasa yang sehat untuk sejumlah
alasan:

1) Vitamin K tersebar luas dalam makanan (lihat Makanan sumber);

2) vitamin K melestarikan siklus vitamin K; dan

3) bakteri yang biasanya menghuni usus besar mensintesis menaquinones (vitamin


K2), meskipun tidak jelas apakah jumlah yang banyak diserap dan dimanfaatkan.
Orang dewasa yang beresiko kekurangan vitamin K termasuk mereka yang memakai
antikoagulan antagonis vitamin K obat-obatan dan individu dengan signifikan
kerusakan atau penyakit hati

4). Selain itu, individu dengan gangguan malabsorpsi lemak mungkin pada
peningkatan resiko kekurangan vitamin K

Bayi
Bayi yang baru lahir diberi ASI eksklusif mengalami peningkatan risiko
kekurangan vitamin K, karena susu manusia relatif rendah vitamin K dibandingkan
dengan susu formula. Bayi baru lahir, pada umumnya, memiliki status vitamin K
yang rendah karena beberapa alasan berikut:

1) vitamin K tidak mudah diangkut melintasi penghalang plasenta;

53
2) usus bayi yang baru lahir belum terjajah dengan bakteri yang mensintesis
menaquinones; dan 3) vitamin K siklus mungkin tidak sepenuhnya berfungsi pada
bayi baru lahir, terutama bayi prematur

4). Bayi yang ibunya berada di anticonvulsant obat untuk mencegah kejang juga
beresiko kekurangan vitamin K. Kekurangan vitamin K pada bayi baru lahir dapat
mengakibatkan gangguan perdarahan yang disebut perdarahan kekurangan vitamin K
(VKDB) dari bayi yang baru lahir. Karena VKDB adalah kehidupan-mengancam dan
mudah dicegah, American Academy of Pediatrics dan sejumlah organisasi
internasional serupa merekomendasikan bahwa suntikan phylloquinone (vitamin K1)
diberikan pada semua bayi yang baru lahir .
Kontroversi sekitar administrasi dan vitamin K yang baru lahir
Vitamin K dan anak-anak leukemia: Pada awal 1990-an, dua studi retrospektif
diterbitkan menyarankan kemungkinan hubungan antara suntikan vitamin K pada
bayi baru lahir dan perkembangan masa kanak-kanak leukemia dan bentuk lain dari
kanker masa kanak-kanak. Namun, dua studi retrospektif besar di Amerika Serikat
dan Swedia yang memeriksa catatan medis 54.000 dan 1,3 juta anak-anak, masing-
masing, tidak menemukan bukti hubungan antara kanker masa kanak-kanak dan
suntikan vitamin K saat lahir (16, 17). Selain itu, analisis menggenang enam studi
kasus kontrol, termasuk anak-anak 2.431 anak didiagnosis dengan kanker dan bebas
kanker 6.338 anak-anak, tidak menemukan bukti bahwa suntikan vitamin K untuk
bayi meningkatkan risiko leukimia masa kanak-kanak. Dalam sebuah pernyataan
kebijakan, American Academy of Pediatric merekomendasikan bahwa vitamin K
profilaksis rutin untuk bayi VKDB dilanjutkan karena mengancam kehidupan dan
risiko kanker yang belum terbukti dan tidak . Lihat teks lengkap dari pernyataan
kebijakan AAP pada vitamin K dan bayi yang baru lahir.

Dosis rendah vitamin K1 untuk bayi prematur: Hasil dari dua penelitian kadar
vitamin K pada bayi prematur menunjukkan bahwa dosis awal standar vitamin K1

54
untuk jangka penuh bayi (1.0 mg) mungkin terlalu tinggi untuk bayi prematur .
Temuan ini telah menuntun beberapa ahli menyarankan penggunaan awal vitamin K1
dosis 0,3 mg / kg untuk bayi dengan berat lahir kurang dari 1.000 g (2 lbs, 3 oz), dan
dosis awal 0,5 mg mungkin akan mencegah penyakit perdarahan pada bayi baru lahir.
Yang memadai Intake (AI)
Pada Januari 2001, Badan Makanan dan Gizi (FNB) dari Institute of Medicine
menetapkan kecukupan asupan (AI) tingkat vitamin K di AS berdasarkan tingkat
konsumsi individu sehat. AI untuk bayi ini didasarkan pada perkiraan asupan vitamin
K dari ASI. Memadai Intake (AI) untuk Vitamin K Kehidupan Tahap Pria Umur
(mcg / hari) Wanita (mcg / hari)

Penyakit perdarahan pada bayi baru lahir ditandai dengan kecenderungan mengalami
perdarahan, merupakan bentuk dasar dari kekurangan vitamin K. Hal ini terjadi
karena:

 Plasenta tidak mengantarkan lemak dan vitamin K dengan baik


 Fungsi hati dari bayi baru lahir masih belum matang untuk menghasilkan
faktor-faktor pembekuan darah yang cukup (faktor pembekuan adalah protein
dalam darah yang memudahkan pembekuan dan memerlukan vitamin K)
 Usus tidak memiliki bakteri yang menghasilkan vitamin K selama hari-hari
pertama bayi
 ASI hanya sedikit mengandung vitamin K. Suatu suntikan vitamin K
seharusnya diberikan pada bayi baru lahir untuk melindungi bayi dari
penyakit ini.
Bayi yang mendapatkan ASI, yang belum mendapatkan suntikan vitamin K
pada saat lahir, sangat rentan terhadap kekurangan vitamin K.

55
Karena vitamin K larut dalam lemak, penyakit-penyakit yang berhubungan
dengan penyerapan lemak, bisa menyebabkan kekurangan vitamin K pada anak-anak
dan dewasa:

 Penyakit seliak
 Fibrostik kistik.

Mengkonsumsi minyak mineral dalam jumlah yang berlebihan juga bisa


mencegah penyerapan vitamin K. Kekurangan vitamin K juga terjadi pada orang-
orang yang mengkonsumsi obat antikoagulan untuk mencegah terbentuknya bekuan
darah.

3.10 Gejala Kekurangan Vitamin K

Jika vitamin K tidak terdapat dalam tubuh, darah tidak dapat membeku. Hal
ini dapat meyebabkan pendarahan atau hemoragik. Bagaimanapun, kekurangan
vitamin K jarang terjadi karena hampir semua orag memperolehnya dari bakteri
dalam usus dan dari makanan. Namun kekurangan bisa terjadi pada bayi karena
sistem pencernaan mereka masih steril dan tidak mengandung bakteri yang dapat
mensintesis vitamin K, air susu ibu mengandung hanya sejumlah kecil vitamin K.
Untuk itu bayi diberi sejumlah vitamin K saat lahir. Pada dewasa, kekurangan dapat
terjadi karena minimnya konsumsi sayuran atau mengonsumsi antobiotik terlalu
lama. Antibiotik dapat membunuh bakteri menguntungkan dalam usus yang
memproduksi vitamin K. Terkadang kekurangan vitamin K disebabkan oleh penyakit
liver atau masalah pencernaan.

Gejala utamanya adalah perdarahan (ke dalam kulit, dari hidung, dari sebuah
luka atau dalam lambung), yang disertai dengan muntah.

3.11Keracunan Vitamin K

56
Anda juga bisa mengalami keracunan vitamin K. Ini terjadi hanya pada orang
yang menerima pengganti vitamin K larut air. Gejala-gejalanya adalah hemolisis
(penghancuran sel darah merah), penyakit kuning dan kerusakan otak.

3.12 Darah Dapat Terlihat Pada Air Kemih Atau Tinja.

Yang paling serius adalah perdarahan ke dalam otak yang bisa terjadi pada
bayi baru lahir. Bila dicurigai adanya kekurangan vitamin K, dilakukan pemeriksaan
darah untuk mengukur kadar protrombin, salah satu faktor pembekuan darah yang
memerlukan vitamin K. Kadar yang rendah (kurang dari 50% dari normal)
menunjukkan adanya kekurangan vitamin K. Tetapi kadar protrombin yang rendah
juga dapat disebabkan oleh obat antikoagulan atau kerusakan hati.

Biasanya diagnosa akan semakin kuat jika setelah penyuntikkan vitamin K,


terdapat peningkatan kadar protrombin dalam beberapa jam dan perdarahan berhenti
dalam 3-6 jam. Jika penderita memiliki penyakit hati yang berat, hati tidak mampu
mensintesa faktor pembekuan walaupun telah disuntikkan vitamin K. Pada kasus
seperti ini diperlukan tranfusi plasma untuk melengkapi faktor-faktor pembekuan.

57
58
BAB 1V
KEBUTUHAN GIZI PADA IBU HAMIL

Saat hamil, kebutuhan gizi calon ibu menjadi lebih tinggi seiring
dengan adanya perubahan-perubahan yang terjadi pada fisik. Perubahan itu
meliputi bertambahnya volume plasma, meningkatnya cadangan makanan,
meningkatkan aliran darah uterine, meningkatnya berat janin, bertambahnya
cairan amniotik, dan berkembangnya plasenta. Itu semua menyebabkan
terjadinya pertambahan berat badan.Pada tabel berikut dapat dilihat komponen
utama gizi dan kecukupan yang dianjurkan (RDA) dari Food Nutrition Board,
National Research Council : Recommended Dietary Allowance 9th Ed.
Washington DC, Nacional Academy Sciences, 1980:3 Komposisi Utama
Kebutuhan harian Wanita usia 19 - 50 th Kebutuhan tambahan harian wanita
semasa:

Hamil

Protein (g) 44 +30

Zat Besi (mg) 18 +30-60

Kalsium (mg) 800 +400

Makanan dengan gizi seimbang dapat diperoleh dari karbohidrat dan


lemak sebagai sumber zat tenaga, protein sebagai sumber zat pembangun,
serta vitamin dan mineral sebagai zat pengatur. Sebagai sumber tenaga yang
menghasilkan kalori, karbohidrat dapat diperoleh dari serealia, umbi-umbian.
Sementara protein sebagai sumber zat pembangun dapat diperoleh dari
daging, ikan, telur, kacang-kacangan, dan sebagai sumber zat pengatur,

59
vitamin dan mineral dapat diperoleh dari buah-buahan dan sayur-sayuran.
Tambahan vitamin, baik B kompleks, vitamin A, vitamin C, vitamin D,
maupun vitamin E diperlukan ibu hamil untuk meningkatkan kebugarannya.

 Vitamin B kompleks dijumpai pada serealia, biji-bijian, kacang-


kacangan, sayuran hijau, ragi, telur dan produk susu. Vitamin B
kompleks berguna untuk menjaga sistem saraf, otot dan jantung agar
berfungsi secara normal.
 Vitamin D berguna untuk pertumbuhan dan pembentukan tulang
bayi Anda. Sumbernya terdapat pada minyak hati ikan, kuning telur
dan susu.
 Vitamin E berguna bagi pembentukan sel darah merah yang sehat.
Makanlah lembaga biji-bijian terutama gandum, kacang-kacangan,
minyak sayur dan sayuran hijau.
 Asam folat berguna untuk perkembangan sistem saraf dan sel
darah, dan banyak terdapat pada sayuran berwarna hijau gelap seperti
bayam, kembang kol dan brokoli. Pada buah-buahan, asam folat
banyak terdapat pada jeruk, pisang, wortel dan tomat. Kebutuhan asam
folat selama hamil adalah 800 mcg per hari, terutama pada 12 minggu
pertama kehamilan. Kekurangan asam folat dapat mengganggu
pembentukan otak, sampai cacat bawaan pada susunan saraf pusat
maupun otak janin.
 Zat besi yang dibutuhkan ibu hamil agar terhindar dari anemia
(kurang darah), banyak terdapat pada sayuran hijau (seperti bayam,
kangkung, daun singkong, daun pepaya), daging dan hati.
Salah satu makanan dengan kandungan gizi yang lengkap adalah susu.
Susu mengandung kalsium bagi pertumbuhan tulang dan gigi janin, serta
melindungi ibu hamil dari penyakit osteoporosis (keropos tulang). Jika
kebutuhan kalsium ibu hamil tidak tercukupi, maka kekurangan kalsium akan
60
diambil dari tulang ibunya. Sumber kalsium yang lain adalah sayuran hijau
dan kacang-kacangan.Selain itu, susu juga mengandung banyak vitamin,
seperti vitamin A, D, B2, B3, dan vitamin C. Zat-zat gizi ini juga terdapat
pada produk olahan susu, seperti keju, es krim, yoghurt.

A. Memilih Bahan Makanan

 Rantai pengadaan makanan yang begitu panjang pada umumnya banyak


memberi pengaruh pada keutuhan. Kesegaran, dan kandungan – kandungan
zat gizi dari bahan makanan.
 Berbagai kegiatan dalam rantai pengadaan bahan makanan diantaranya:
pengeringan, pengangkutan, dan penyimpanan.

B. Pengeringan

 Bahan makanan yang baru di panen masih mengandung kadar air yang tinggi.
Hama dapat menghinggapi hasil panen terutama saat disimpan digudang.
Hama dapat berbentuk mikroba, serangga atau binatang lainnya. Mikroba dan
serangga merupakan hama utama, kedua jenis hama ini memerlukan air dalam
makanannya. Agar bahan makanan dapat disimpan untuk jangka waktu lama
hasil panen di usahakan dikeringkan menurut persyaratan.
Pengeringan pangan berarti pemindahan dengan sengaja dari bahan
pangan. Pada umumnya, pengeringan berlangsung dengan penguapan air yang
terdapat di dalam bahan pangan dan untuk ini panas laten penguapan harus
diberikan. Dua faktor proses pengawasan yang penting dimasukkan ke dalam
satuan operasi pengeringsn yaitu :

1. Pemindahan panas untuk melengkapi panas laten penguapan


yang dibutuhkan;

61
2. Pergerakan air atau uap air melalui bahan pangan dan
kemudian keluar bahan untuk mempengaruhi pemisahan dari
bahan pangan.
Pengeringan pangan penting sebagai metode pengawetan. Pangan
kering dapat disimpan untuk waktu yang lama mengalami pembusukan,
karena jasat renik yang dapat membusukkan an memecahkan pangan tidak
dapat tumbuh dan juga bertambah sulit oleh karena ketiadaan air, dan
kebanyakan enzim yang dapat menyebabkan perubahan kimia yang tidak
dikehendaki, tidak dapat berfungsi tanpa adanya air.

Proses pengeringan terbagi dalam tiga kategori, yaitu:

a) Pengeringan udara dan pengeringan yang berhubungan langsung di bawah


tekanan atmosfir. Dalam hal ini panas dipindahkan menembus bahan pangan,
baik dari udara maupun permukaan yang dipanaskan. Uap air dipindahkan
dengan udara.
b) Pengeringan hampa udara Keuntungan dalam pengeringan hampa udara
didasarkan pada kenyataan bahwa penguapan air terjadi lebih cepat pada
tekanan rendah daripada tekanan tinggi. Panas yang dipindahkan dalam
pengeringan hampa udara pada umumnya secara konduksi, kadang-kadang
secara pemancaran.
c) Pengeringan beku. Pada pengeringan beku, uap air disublimasikan keluar dari
bahan pangan beku. Struktur bahan pangan dipertahankan dengan baik pada
kondisi ini. Suhu dan tekanan yang sesuai harus dipersiapkan dalam alat
pengering untuk menjamin terjadinya proses sublimasi(Earle : 1969).
Pengeringan ialah suatu cara/proses untuk mengeluarkan atau
menghilangkan sebagian air dari suatu bahan , dengan cara menguapkan
sebagian besar air yang dikandungnya dengan menggunakan energi panas.
Biasanya kandungan air bahan dikurangi sampai batas dimana mikroba tidak
dapat tumbuh lagi di dalamnya. Pengeringan dapat pula diartikan sebagai
62
suatu penerapan panas dalam kondisi terkendali , untuk mengeluarkan
sebagian besar air dalam bahan pangan melalui evaporasi (pada pengeringan
umum) dan sublimasi (pada pengeringan beku).

Ada 2 istilah yang dipakai untuk pengeringan yaitu :

1. Drying : suatu proses kehilangan air yang disebabkan oleh daya atau kekuatan
alam, misalnya matahari (dijemur) dan angin (diangin-anginkan).
2. Dehydration (dehidrasi) : suatu proses pengeringan dengan panas buatan,
dengan menggunakan peralatan/alat-alat pengering.
Tujuan pengeringan bahan pangan yaitu :

a. Mengurangi risiko kerusakan karena kegiatan mikroba. Mikroba


memerlukan air untuk pertumbuhannya. Bila kadar air bahan
berkurang, maka aktivitas mikroba dihambat atau dimatikan.
b. Menghemat ruang penyimpanan atau pengangkutan. Umumnya bahan
pangan mengandung air dalam jumlah yang tinggi, maka hilangnya
air akan sangat mengurangi berat dan volume bahan tersebut.
c. Untuk mendapatkan produk yang lebih sesuai dengn penggunaannya.
Misalnya kopi instant.
d. Untuk mempertahankan nutrien yang berguna yang terkandung dalam
bahan pangan, misalnya mineral, vitamin, dsb.
C. Contoh Pemilihan Dan Penyimpanan Bahan Makanan
1. Beras

Beras merupakan makanan pokok yang banyak dikonsumsi oleh


banyak negara khususnya negara-negara di Benua Asia, Beras berasal dari
lanaman padi yang biasa lumbuh di daerah yang banyak curah hujannya, atau
dengan kata lain lanaman padi sangat memerlukan air unluk tumbuh,
walaupun ada jenis tanaman padi yang tumbuh lanpa air yang disebut "Padi
Gogo".Beras termasuk golongan Serealia atau biji-bijian, banyak mengandung
63
kalori dan golongan Vitamanin B, Betas dapat dibedakan atas beberapa
macam anlara lain :

a. Ditinjau dari kelekatan


- Beras Ketan, menipunyai kelekatan yang tinggi setelah dimasak.
- Beras Biasa, mempunyai kelekatan lebih rendah dibandingkan
dengan beras ketan.
b. Ditinjau dari warna
- Beras Putin
- Beras Merah, yaitu beras berwama kemerahan dan banyak
mengandung Vitamin B. Golongan beras ini memerlukan waktu
pengolahan lebih Jama dibandingkan dengan beras putih,
c. Ditinjau dari bentuk butiran
- Beras butiran pendek (agak bulat), nasi yang dihasilkan agak
lengket/lunak
- Beras butiran panjang, jenis beras ini memerlukan air pengolahan
2 kali jumlah beras
a. Pemilihan
Dalam proses pemilihan beras, yang harus diperhatikan adalah hal-hal
sebagai berikut :Keutuhan butiran,Ada/tidaknya kotoran, batu dan kum,
Ada/tidaknya gumpalan Tidak berbau apek

b. Penyimpanan
Beberapa hal yang harus diperhatikan untuk mencegah kerusakan
beras selama penyimpanan, yaitu :Tempat penyimpanan tertutup rapat, Ruang
tempat penyimpanan berventilasi,Suhu ruang penyimpanan antara 20-24 C,
tidak lembab

Beberapa hasil olah dari beras yaitu :

1. Tepung beras
64
2. Bubur beras Instant
3. Bihun
4. Kwetiau (sejenis mie yang bentuknya lebih lebar)
2. Tepung Terigu

Tepung terigu merupakan bahan dasar pada pembuatan kue dan roti.
Roti sangat memerlukan tepung terigu karena tepung terigu mengandung
gluten, yang sangat diperlukan membentuk kerangka roti. Gluten merupakan
protein yang idak larut dalam air dan hanya terdapat dalam tepung
terigu.Tepung terigu terbuat dari tanaman gandum setelah mengalami proses
penggilingan. Berdasarkan jenis gandumnya, tepung terigu yang
dihasilkannya di bedakan atas :

a. Tepung terigu kuat, yaitu yang berasal dari gandum keras (hard wheat).
Tepung terigu ini sangat cocok untuk membuat roti karena mengandung
gluten dengan kualitas dan jumlah yang tinggi. Adonan yang terbuat dari
tepung terigu jenis ini memiliki daya kembang yang baik, sehingga
volume roti yang dihasilkan maksimal. Di Indonesia jenis tepung ini
dikenal dengan merek "Cakra"
b. Tepung terigu sedang, yang kandungan proteinnya. Di Indonesia dikenal
dengan merek "Segitiga", sangat baik untuk membuat kue yang
memerlukan proses pengembangan yang tidak terlalu tinggi, misalnya :
cake, bolu dll.
c. Tepung terigu lemah, yaitu yang berasal dari gandum lunak (soft wheat).
Tepung terigu lemah sangat cocok untuk pembuatan, kue yang tidak
memerlukan pengembangan. Tepung terigu jenis ini mengandung protein,
serta daya serap air yang rendah. Di Indonesia jenis tepung ini dikenal
dengan merek "Kunci".
Untuk mengetahui ciri-ciri tepung terigu yang baik, harus diperhatikan
hal-hal berikut :Berwarna putih, Tidak ada yang bergumpal, Butiran halus,
65
kering (tidak lembab), Tidak berbau apek, Tidak mengandung hama gudang
(kutu)

a. Penyimpanan
Untuk mencegah terjadinya kerusakan perlu dilakukan penyimpanan
yang baik dan benar dengan cara sebagai berikut :

1) Disimpan dalam wadah yang tertutup rapat untuk mencegah masuknya


hama gudang (kutu), menyerap air dari udara dan bau apek
2) Ruang penyimpanan bersuhu diantara 19 - 24 c, kelembaban 60 %
3) Ruang penyimpanan berventilasi
4) Wadah penyimpanan tepung letaknya tidak kontak langsung dengan
lantai.
Beberapa hasil olah dari tepung terigu yaitu :

- Macaroni
- Mie
- Spaghetti dll
b. Pengangkutan
1) Berbagai jenis makanan memerlukan cara pengemasan tertentu,
misalnya secara curah, dikemas dalam dos, kaleng dan sebagainya.
Pengemasan yang tidak memenuhi syarat akan meningkatkan
kerusakan dan penghamburan bahan makanan. Cara pengangkutan
juga harus cukup murah agar tidak membuat nilai jual bahan
makanan sulit terjangkau konsumen.
Pengemasan merupakan bagian dari suatu pengolahan makanan yang
berfungsi untuk pengawetan makanan, mencegah kerusakan mekanis,
perubahan kadar air. Teknologi pengemasan perkembangan sangat pesat

66
khususnya pengemas plstik yang dengan drastic mendesak peranan kayu,
karton, gelas dan metal sebagai bahan pembungkus primer.

Berbagai jenis bahan pengepak seperti tetaprak, tetabrik, tetraking


merupakan jenis teknologi baru bagi berbagai jus serta produk cair yang dapat
dikemas dalam keadaan qaseptiis steril. Sterilisasi bahan kemasan biasanya
dilakukan dengan pemberian cairan atau uap hydrogen peroksida dan sinar
UV atau radiasi gama.Jenis generasi baru bahan makanan pengemas ialah
lembaran plstik berpori yang disebut Sspore 2226, sejenis platik yang memilki
lubang - lubang . Plastik ini sangat penting penngunaanya bila dibandingkan
dengan plastic yang lama yang harus dibuat lubang dahulu. Jenis plastic
tersebut dapat menggeser pengguanaan daun pisang dan kulit ketupat dalam
proses pembuatan ketupat dan sejenisnya. Karena dalam pengalengan
makanan digunakan sterilisasi komersial (bukan sterilisasi mutlak), mungkin
saja masih terdapat spora atau mikroba lain (terutama yang bersifat tahan
terhadap panas) yang dapat merusak isi apabila kondisinya memungkinkan.
Itulah sebabnya makanan dalam kaleng harus disimpan pada kondisi yang
sesuai, segera setelah proses pengalengan selesai. Pengalengan didefinisikan
sebagai suatu cara pengawetan bahan pangan yang dipak secara hermetis
(kedap terhadap udara, air, mikroba, dan benda asing lainnya) dalam suatu
wadah, yang kemudian disterilkan secara komersial untuk membunuh semua
mikroba patogen (penyebab penyakit) dan pembusuk. Pengalengan secara
hermetis memungkinkan makanan dapat terhindar dan kebusukan, perubahan
kadar air, kerusakan akibat oksidasi, atau perubahan cita rasa.

c. Penyimpanan
1) Penyimpanan bahan makanan harus memenuhi syarat – syarat tertentu.
Beberapa bahan makanan yang mudah rusak karena kondisi dalam
gudang tidak cukup ventilasi, bercampur baur tersimpan dalam tempat
yang sama, bercampur dengan bahan – bahan beracun. Atap gudang
67
yang bocor meningkatkan kadar air untuk bahan makanan yang harus
disimpan kering. Pada umumnya bahan makanan di simpan dalam
keadaan dikemas juga secara curah bagi biji – bijian.
2) Penyimpanan biasa ataupun dengan teknologi modern selain
menjamin keutuhan zat makanan tertentu pada akhirnya memberikan
nilai kesehatan yang cukup tinggi.Agar bahan makanan yang disimpan
tetap aman dari bakteri dan tidak cepat membusuk, ada beberapa hal
yang perlu diperhatikan. Kewaspadaan ini harus sudah dimulai sejak
saat melakukan pemilihan bahan, pembelian sampai bahan masuk ke
dalam lemari pendingin dan diambil lagi untuk dimasak atau disajikan.
Berikut Hal - Hal Yang Perlu Diperhatikan Pada Saat Penyimpanan
Makanan :
a) Pilih buah dan sayur yang bermutu baik. Untuk menghindari
pembusukkan, sebelum disimpan dalam lemari pendingin bersihkan
terlebih dahulu sayur dan buah, lalu cuci hingga benar - benar bersih.
b) Bila tidak segera dimasak dalam 1 - 2 hari, simpanlah bahan makanan
yang mudah rusak di dalam bagian pembekuan (freezer).
c) Cuci bersih dan potong - potong ayam atau daging seperlunya
sebelum dibekukan agar menghemat ruang penyimpanan. Simpan
bahan yang dibekukan dalam wadah untuk sekali masak.
d) Simpan daging sapi atau unggas dalam lemari pendingin sebelum
dimasukkan ke dalam lemari pembeku. Ini bertujuan agar udara
dingin menyebar rata sampai ke dalam daging, hal ini untuk
menghindari pembusukkan di bagian tengah daging.
e) Bubuhkan nama bahan dan tanggal pembekuan pada kemasan bahan
makanan yang dibekukan. Ini berguna untuk mengecek
kadaluarsanya.

68
f) Cairkan bahan makanan beku di dalam bagian pendingin di lemari es
beberapa jam sebelum dimasak. Jangan membekukan kembali bahan
makanan yang sudah dicairkan kecuali sesudah dimasak.
g) Sedapat mungkin pisahkan pembekuan bahan makanan mentah
dengan makanan matang.
h) Jangan mengisi lemari pendingin terlalu penuh karena akan menyebabkan
beban terlalu berat sehingga suhu yang diinginkan tidak segera tercapai.
i) Jaga suhu pendingin sekitar 4 derajat celsius dan suhu pembekuan sekitar 18
derajat celsius.
j) Wadah untuk pembekuan dapat berupa kantung atau kotak plastik, kertas
selofan, wadah logam. Wadah harus kedap udara agar tidak terjadi oksidasi
bahan selama penyimpanan.
Beberapa Hal Yang Perlu Diperhatikan Dalam Pemilihan Bahan
Makanan :

1. WARNA, beberapa bahan makanan memberi warna tertentu apabila terjadi


penurunan kualitas misalnya daging sapi yang seharusnya berwarna merah
segar menjadi kebiru – biruan, karena kandungan zat gizinya sudah rusak.
Ikan laut yang sudah lama akan berubah warnanya, mulai dari insang yang
seharusnya merah menjadi pucat, matanya yang bening menjadi buram,
kulitnya yang segar menjadi kebiru – biruan dan terkelupas serta lembek
2. Perubahan warna juga dapat terjadi pada sayuran yang seharusnya hijau
dan segar menjadi kekuning – kuningan atau yang seharusnya kuning
menjadi kusam.
3. Selain warna pada bahan makanan yang berubah, waspadai juga makanan
yang di beri zat pewarna.
4. BAU, bahan makanan yang berkualitas baik akan memberi aroma yang
enak, segar dan tidak berbau busuk, karena makanan yang sudah
mengeluarkan bau kurang segar atau berbau busuk, kandungan zat gizinya
sudah rusak, selain itu juga dapat menimbulkan keracunan karena sudah
tidak terkontaminasi oleh bakteri.

69
d.Pewarna buatan

Dalam proses pengolahan bahan pangan kadang kala terdapat


kecenderungan penyalahgunaan pemakaian zat pewarna untuk sembarang
bahan pangan, misalnya zat pewarna untuk tekstil dan kulit di pakai untuk
mewarnai bahan makanan. Karena adanya residu logam berat pada zat
pewarna tersebut Zat pewarna yang berbahaya dan dilarang digunakan sebagai
BTM, obat-obatan dan kosmetika telah diatur menurut ketentuan Peraturan
Menkes RI Permenkes RI No. 239/Men.Kes/Per/V/85, yaitu;

Nama Batas maksimum penggunaan

Merah (45430) 0,1 g/kg (Es krim), 0,2-0,3 g/kg (jem, jeli, saus,
buah kalengan)

Hijau (42053) 0,1 g/kg (es krim), 0,2 g/kg (jeli, buah
alengan), 0,3g/kg (acar)

Kuning (15985) 0,1 g/kg (es krim0, 0,2 g/kg (jeli, buah
kalengan), 0,3 g/kg (acar)

Coklat (20285) 0,07 g/kg (minuman ringan), 0,3 g/kg


(makanan lainnya)

Biru (42090) 0,1 g/kg (Es krim), 0,2 g/kg (jeli


buahkalengan), 0,3g/kg (acar)

Serta ada beberapa pewarna lainnya seperti:Auramine, Alkanet, Butter


Yellow, Black 7984, Burn Umber, Chrysoidine, Chrysoine S, Citrus Red No.
2, Chocolate Brown FB, Fast Red E, Fast Yellow AB, Guinea Green B,
Indanthrene Blue RS, Magenta, Metanil Yellow, Oil Orange SS, Oil Orange
XO, Oil Yellow AB, Oil Yellow OB, Orange G, Orange GGN, Orange RN,

70
Orchil and Orcein, Poncheau 3R, Poncheau SX, Poncheau 6R, Rhodamine
B,SudanI, Scarlet GN, dan Violet 6 B.

e. Dasar Penghitungan Kebutuhan Energi

Besar kebutuhan akan kalori, karbohidrat, protein dan lemak seorang


wanita yang berusia : 17 tahun

Berat badan : 54 kg

Tinggi badan : 154 cm

Hamil : 16 minngu dan berkegiatan fisik derajat sedang

a. BB ideal = TB – 105
= 154 – 105 = 49kg

= 49 + 2 + 1.6 = 52.6 kg

Umur genekologinya = 16/4 x 0.4 = 1.6

jika usianya di atas 20 tahun tidak memeliki umur ginekologik

b. BEE = 655 + 9.61313 + 1.4 TB – 4.7 U


= 655 + ( 9.6 x 54 ) + ( 1.4 x 154 ) – ( 4.7 x 17 )

= 655 + 518.4 + 215.6 – 79.9

= 1309.1

Menentukan energi yang dihabiskan untuk kegiatan fisisk sedang


= 20% BEE

= 20 / 100 x 1309.1 = 261.82

Menentukan FIT
= 10% ( BEE + kegiatan fisik )

= 10/100 ( 1309.1 + 261.82 ) = 10/100 x 1570.82 = 157.082

71
Menentukan TEE
= BEE + KF + FIT

= 1309.1 + 261.82 + 157.082 = 1728.002

TEE yang harus diresepkan kepada wanita hamil ialah = 1728.002 + 100 =
1828.002

Menerjemahkan kalori menjadi


Karbohidrat = 60% TEE = 60/100 x 1828.002 = 1096.80 kkal
Protein = 15% TEE = 15/100 x 1828.002 = 274.20 kkal
Lemak = 25% TEE = 25/100 x 1828.002 = 457 kkal
Menerjemahkan kalori menjadi gram
Karbohidrat = 1096.80 : 4 = 274.2 gram
Protein = 274.20 : 4 = 68.55 gram
Lemak = 457 : 4 = 114.25 gram

f. Contoh Variasi Menu

Variasi menu sehari :

Pagi

1. Nasi Uduk
2. Telur Dadar
3. Lalapan
Snack Pukul 10.00

1. Bubur Kacang Hijau


2. Susu 1 Gelas
Siang

1. Nasi Putih
2. Empal Daging
3. Pepes Teri dan Jamur

72
4. Sayur Asam
5. Jeruk

Snack Pkl. 14.00

1. Bola Kismis
2. Susu 1 Gelas

Malam

1. Nasi Putih
2. Serundeng Belut
3. Cabai Isi
4. Cah Wortel dan Kailan
5. Jambu Biji

73
BAB V
KEBUTUHAN GIZI BERSALIN

74
BAB VI
KEBUTUHAN GIZI PASCA PERSALINAN DAN MENYUSUI

75
BAB VII
KEBUTUHAN GIZI BAYI DAN BALITA

2.1 Prinsip gizi bagi bayi


Makanan terbaik bagi bayi adalah ASI. Namun, dengan bertambahnya umur
bayi dan tumbuh kembang, bayi memerlukan energi dan zat-zat gizi yang melebihi
jumlah ASI. Bayi harus mendapat makanan Makanan tambahan/ pendamping ASI.
Banyaknya ASI yang dihasilkan ibu tergantung dari status gizi ibu, makanan
tambahan sewaktu hamil/menyusui, stress mental dan sebagainya. Dianjurkan untuk
memberi 100-110 Kkal energi tiap kgBB/ hari. Oleh karena itu, susu bayi
mengandung kurang lebih 67 Kkal tiap 100 cc. Maka bayi diberikan 150-160 cc susu
tiap kgBB. Tetapi tidak semua bayi memerlukan jumlah energi tersebut.

2.2 Macam-macam makanan bagi bayi


Makanan bayi beraneka ragam macamnya yaitu :
A. ASI (Air Susu Ibu)
Makanan pertama dan utama bayi tentu saja air susu ibu.Air susu ibu cocok
sekali untuk memenuhi kebutuhan bayi dalam segala hal: karbohidrat dalam
ASI berupa laktosa; lemaknya banyak mengandung polyunsaturated fatty
acid(asam lemak tak jenuh ganda);protein utamanya lactalbumin yang mudah
di cerna; kandungan mineral dan vitamin nya banyak ;rasio kalsium-fosfat

76
sebesar 2:1 yang merupakan kondisi yang ideal bagi penyerapan kalsium.
Selain itu kalsium juga mengandung anti -infeksi.

Manfaat ASI:
1. Bagi Ibu
a. Aspek kesehatan ibu : isapan bayi akan merangsang terbentuknya
oksitosin oleh kelenjar hipofisis. Oksitosin akan membantu involusi
uterus dan mencegah terjadi perdarahan post partum. Penundaan haid dan
berkurangnya perdarahan post partum mengurangi prevalensi anemia zat
besi. Selain itu, mengurangi angka kejadian karsinoma mammae.
b. Aspek keluarga berencana : merupakan KB alami, sehingga dapat
menjarangkan kehamilan. Menurut penelitian, rerata jarak kehamilan
pada ibu yang menyusui adalah 24 bulan, sedangkan yang tidak 11 bulan.
c. Aspek psikologis : ibu akan merasa bangga dan diperlukan oleh bayinya
karena dapat menyusui.

2. Bagi Bayi
a. Nutrien (zat gizi) yang sesuai untuk bayi : mengandung lemak,
karbohidrat, protein, garam dan mineral serta vitamin.
b. Mengandung zat protektif : terdapat zat protektif berupa laktobasilus
bifidus,laktoferin, lisozim, komplemen C3 dan C4, faktor
antistreptokokus, antibodi, imunitas seluler dan tidak menimbulkan alergi.

77
c. Mempunyai efek psikologis yang menguntungkan : sewaktu menyusui
kulit bayi akan menempel pada kulit ibu, sehingga akan memberikan
manfaat untuk tumbuh kembang bayi kelak. Interaksi tersebut akan
menimbulkan rasa aman dan kasih sayang.
d. Menyebabkan pertumbuhan yang baik : bayi yang mendapat ASI akan
mengalami kenaikan berat badan yang baik setelah lahir, pertumbuhan
setelah periode perinatal baik dan mengurangi obesitas.
e. Mengurangi kejadian karies dentis : insiden karies dentis pada bayi yang
mendapat susu formula lebih tinggi dibanding yang mendapat ASI,
karena menyusui dengan botol dan dot pada waktu tidur akan
menyebabkan gigi lebih lama kontak dengan sisa susu formula dan
menyebabkan gigi menjadi asam sehingga merusak gigi.
f. Mengurangi kejadian maloklusi : penyebab maloklusi rahang adalah
kebiasaan lidah yang mendorong ke depan akibat menyusu dengan botol
dan dot.

Komposisi ASI
Komposisi ASI tidak sama dari waktu ke waktu, hal ini berdasarkan pada
stadium laktasi. Komposisi ASI dibedakan menjadi 3 macam yaitu :
1. Kolostrum : ASI yang dihasilkan pada hari pertama sampai hari ketiga setelah
bayi lahir.
2. ASI transisi : ASI yang dihasilkan mulai hari keempat sampai hari ke sepuluh.
3. ASI mature : ASI yang dihasilkan mulai hari kesepuluh sampai dengan
seterusnya.

B. MP ASI (Makanan Pendamping ASI)


Makanan pendamping ASI (MPASI) diberikan setelah bayi berumur 6 bulan.
Jenis MP ASI diantaranya :

78
a. Buah-buahan yang dihaluskan/ dalam bentuk sari buah. Misalnya pisang
Ambon, pepaya ,jeruk, tomat.
b. Makanan lunak dan lembek. Misal bubur susu, nasi tim.
c. Makanan bayi yang dikemas dalam kaleng/ karton/ sachet.

Tujuan pemberian makanan tambahan pendamping ASI adalah :


a. Melengkapi zat gizi ASI yang sudah berkurang.
b. Mengembangkan kemampuan bayi untuk menerima bermacam-macam
makanan dengan berbagai rasa dan bentuk.
c. Mengembangkan kemampuan bayi untuk mengunyah dan menelan.
d. Mencoba adaptasi terhadap makanan yang mengandung kadar energi tinggi.

Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam pemberian MP ASI :


a. Perhatikan kebersihan alat makan.
b. Membuat makanan secukupnya.
c. Berikan makanan dengan sebaik-baiknya.
d. Membuat variasi makanan.
e. Ajak makan bersama anggota keluarga lain
f. Jangan memberi makanan dekat dengan waktu makan
g. Makanan berlemak menyebabkan rasa kenyang yang lama

2.3 Cara mengelola makanan bayi


Bayi setelah lahir sebaiknya diberikan ASI, namun seiring dengan tumbuh
kembang diperlukan makanan pendamping ASI.
Tabel 1. Definisi Pemberian Makanan Bayi
Pemberian ASI Eksklusif Bayi hanya diberikan ASI tanpa makanan
(Exclusive breastfeeding) atau minuman lain termasuk air putih,

79
kecuali obat, vitamin dan mineral dan ASI
yang diperas.
Pemberian ASI Predominan Selain mendapat ASI, bayi juga diberi
(Predominant breastfeeding) sedikit air minum, atau minuman cair lain,
misal air teh.
Pemberian ASI Penuh Bayi mendapat salah satu ASI eksklusifatau
(Full breastfeeding) ASI predominan
Pemberian Susu Botol Cara pemberian makan bayi dengan susu apa
(Bottle feeding) saja, termasuk juga ASI diperas dengan
botol.
Pemberian ASI Parsial Sebagian menyusui dan sebagian lagi susu
(Artificial feeding) buatan/ formula atau sereal atau makanan
lain.
Pemberian Makanan Memberikan bayi makanan lain disamping
Pendamping ASI (MPASI) ASI ketika waktunya tepat yaitu mulai 6
tepat waktu (Timely bulan.
complementary feeding)
Tabel 2. Rekomendasi Pemberian Makanan Bayi
Mulai menyusui Dalam waktu 30-60 menit setelah
melahirkan.
Menyusui eksklusif Umur 0-6 bulan pertama.
Makanan pendamping ASI Mulai diberikan pada umur antara 4-6 bulan
(MPASI) (umur yang tepat bervariasi, atau bila
menunjukkan kesiapan neurologis dan
neuromuskuler).
Berikan MP ASI Pada semua bayi yang telah berumur lebih
dari 6 bulan.
Teruskan pemberian ASI Sampai anak berumur 2 tahun atau lebih.

80
Cara pengolahan makanan bagi bayi usia 6 bulan:
1. KARBOHIDRAT
Jangan terpaku pada nasi putih saja. Biasakan anak konsumsi beragam sumber
karbohidarat, seperti beras merah, kentang, ubi, singkong, mi, bihun
maupunjagung.
Cara memasak:
a. Beras putih, ditanak atau ditim, yang penting, beras dimasak sampai matang
dengan air secukuppnya agar tergelatinasi sempurna (pulen).
b. Beras merah sebaiknya dicampur dengan beras putih agar pulen, karen beras
merah lebih keras.
c. Jagung direbus dengan sedikit air sekitar 10 menit, kemudian diolesi mentega,
garam dan gula.
d. Ubi, dikukus dan dibuat pure (dihaluskan).

2. PROTEIN
Bisa didapat dari daging-dagingan, ikan-ikanan, hati, udang, kerang, tempe dan
tahu.
Cara memasak:
a. Telur
Saat menggoreng jangan sampai warnanya kecokelatan karena kadar gizinya akan
berkurang. Yang terbaik, telur direbus sampai matang (7-8 menit) atau masak
cepat menggunakan sedikit minyak dan bisa dicampur dengan sayuran yang diiris
halus.
b. Ayam
Cara terbaik adalah dikukus untuk campuran soto, ditumis sebagai campuran cap
cay, disup, digoreng sebentar setelah dibumbui (diungkep) atau digoreng sejenak

81
menjadi ayam pop. Jangan lupa, buang kulit ayam karena mengandung minyak
jenuh.
c. Daging-dagingan
Protein pada daging justru harus dimasak dengan baik. Namun agar zat besi tidak
terbuang, jangan masak daging terlalu lama. Sebaiknya ditim atau ditumis, karena
itu potong tipis-tipis atau cincang. Berbagai olahan daging seperti bakso dan sosis,
proteinnya tidak sebaik daging segar. Selain itu juga mengandung zat aditif
sehingga jangan terlalu sering dikonsumsi. Memasak bakso dan sosis sebaiknya
ditumis, disup atau sebagai campuran cap cay dan bihun goreng. Jangan digoreng
karena akan menambah kadar lemak yang sudah tinggi.

3. VITAMIN DAN MINERAL


Banyak terdapat pada sayuran dan buah-buahan. Semakin hijau warna sayuran,
makin banyak vitaminya. Semakin kuning, merah, atau biru warna daging buah,
vitaminya semakin kaya.

Cara memasak sayur :


a. Vitamin A,D,E,K (terdapat pada bayam, wortel, daun singkong, kangkung,
kacang panjang, katuk, sawi, jagung) larut dalam lemak. Jika dimasak bersama
minyak goreng, seperti ditumis, jangan terlalu lama sebab vitaminnya akan
habis.
b.Vitamin C, B1, B2, B5, B12 (terdapat pada daun singkong, katuk, melinjo,
sawi, kentang, seledri, kucai, kacang panjang, kol. Tomat) larut dalam air,
karena itu jika direbus atau disup, jangan terlalu lama sebab vitamin akan habis.
c. Rahasia merebus sayuran: masukkan sayur saat air sudah mendidih, bubuhi
garam, angkat.
d. Direbus maupun ditumis, pastikan sayur masih berwarna hijau, segar dan
batangnya masih renyah.

82
e. Hampir semua sayuran, khususnya bayam, harus langsung dimakan setelah
dimasak. Jangan tunda lebih dari 2 jam. Selain vitaminnya rusak, dikhawatirkan
ada reaksi kimia yang menyebabkan sayur tidak layak dimakan.

Cara mengolah buah:


a. Agar vitamin utuh sebaiknya buah dimakan langsung. Jika dijus, seratnya akan
hilang, jika disetup, vitamin berkurang saat dipanaskan. Diolah menjadi es buah
baik, tetapi kadar gula menjadi tinggi.
b. Beberapa buah akan lebih banyak vitaminnya jika dimakan dengan kulitnya,
seperti apel, pir dan anggur. Tetapi jika Anda khawatir terhadap sisa pestisida
pada kulit apel, sebaiknya dikupas saja

2.4 Faktor-faktor yang mempengaruhi pemberian makanan bayi


Hal-hal yang perlu diperhatikan supaya pengaturan makan untuk bayi dan anak
dapat berhasil dengan baik adalah sebagai berikut :
1. Kerjasama ibu dan anak.
Dimulai pada saat kelahiran bayi dilanjutkan sampai dengan anak mampu
makan sendiri. Makanan hendaknya menyenangkan bagi anak dan ibu. Ibu
yang tegang, cemas, mudah marah merupakan suatu kecenderungan untuk
menimbulkan kesulitan makan pada anak.
2. Memulai pemberian makan sedini mungkin.
Pemberian makan sedini mungkin mempunyai tujuan menunjang proses
metabolisme yang normal, untuk pertumbuhan, menciptakan hubungan lekat
ibu dan anak, mengurangi resiko terjadinya hipoglikemia, hiperkalemi,
hiperbilirubinemia dan azotemia.
3. Mengatur sendiri.

83
Pada awal kehidupannya, seharusnya bayi sendiri yang mengatur keperluan
akan makanan. Keuntungannya untuk mengatur dirinya sendiri akan
kebutuhan zat gizi yang diperlukan.
4. Peran ayah dan anggota keluarga lain.
5. Menentukan jadwal pemberian makanan bayi.
6. Umur.
7. Berat badan.
8. Diagnosis dari penyakit dan stadium (keadaan).
9. Keadaan mulut sebagai alat penerima makanan.
10. Kebiasaan makan (kesukaan, ketidaksukaan dan acceptability dari jenis
makanan dan toleransi daripada anak terhadap makanan yang diberikan).
11. Gaya hidup orang tua
12. Kemiskinan

2.5 Faktor penyebab masalah gizi pada bayi

Masalah gizi merupakan akibat dari berbagai faktor yang saling terkait. Terdapat
dua faktor langsung yang mempengaruhi status gizi individu, yaitu faktor makanan
dan penyakit infeksi, keduanya saling mempengaruhi. Faktor penyebab langsung
pertama adalah konsumsi makanan yang tidak memenuhi prinsip gizi seimbang.
Faktor penyebab langsung kedua adalah penyakit infeksi yang terkait dengan
tingginya kejadian penyakit menular dan buruknya kesehatan lingkungan.
Faktor penyebab langsung pertama adalah konsumsi makanan yang tidak
memenuhi jumlah dan komposisi zat gizi yang memenuhi syarat gizi seimbang yaitu
beragam, sesuai kebutuhan, bersih, dan aman, misalnya bayi tidak memperoleh ASI
eksklusif. Faktor penyebab langsung kedua adalah penyakit infeksi yang berkaitan
dengan tingginya kejadian penyakit menular terutama diare dan penyakit pernapasan
akut (ISPA). Faktor ini banyak terkait mutu pelayanan kesehatan dasar khususnya

84
imunisasi, kualitas lingkungan hidup dan perilaku hidup sehat. Kualitas lingkungan
hidup terutama adalah ketersediaan air bersih, sarana sanitasi dan perilaku hidup
sehat seperti kebiasaan cuci tangan dengan sabun, buang air besar di jamban, tidak
merokok , sirkulasi udara dalam rumah dan sebagainya.
Faktor lain yang juga berpengaruh yaitu ketersediaan pangan di keluarga,
khususnya pangan untuk bayi 0-6 bulan (ASI eksklusif) dan 6-23 bulan (MP-ASI),
dan pangan yang bergizi seimbang khususnya bagi ibu hamil. Semuanya itu terkait
pada kualitas pola asuh anak. Pola asuh, sanitasi lingkungan, akses pangan keluarga,
dan pelayanan kesehatan, dipengaruhi oleh tingkat pendidikan, pendapatan, dan akses
informasi terutama tentang gizi dan kesehatan.
Selain itu, Indonesia merupakan negara yang cukup rawan terjadi bencana,
dimana bayi dan ibu hamil termasuk korban bencana yang rentan terhadap masalah
gizi. Masalah gizi yang biasa timbul adalah kurang gizi pada bayi dan anak berumur
di bawah dua tahun (baduta), bayi tidak mendapatkan air susu ibu karena terpisah dari
ibunya, dan semakin memburuknya status gizi kelompok masyarakat yang sebelum
bencana memang dalam kondisi bermasalah. Kondisi ini diperburuk dengan bantuan
makanan yang sering terlambat, tidak berkesinambungan, serta terbatasnya
ketersediaan pangan lokal. Masalah tersebut diperburuk lagi dengan kurangnya
pengetahuan dalam penyiapan makanan buatan lokal khususnya untuk bayi dan
baduta.
Anak usia 0-12 bulan merupakan kelompok yang rawan ketika harus mengalami
situasi darurat, mengingat kelompok anak ini sangat rentan dengan perubahan
konsumsi makanan dan kondisi lingkungan yang terjadi tiba-tiba.
Intervensi gizi terhadap bayi yang menjadi korban bencana dapat dilakukan
dengan cara bayi tetap diberi ASI. Apabila bayi piatu, bayi terpisah dari ibunya atau
ibu tidak dapat memberikan ASI, upayakan bayi mendapat bantuan ibu susu/donor.
Apabila tidak memungkinkan bayi mendapat ibu susu/donor, bayi diberikan susu
formula dengan pengawasan atau didampingi oleh petugas kesehatan.

85
2.6 Pengaruh status gizi terhadap pertumbuhan dan perkembangan bayi

Tumbuh kembang anak selain dipengaruhi oleh faktor keturunan juga dipengaruhi
oleh faktor lingkungan. Adapun faktor lingkungan yang berpengaruh adalah masukan
makanan (diet), sinar matahari, lingkungan yang bersih, latihan jasmani dan keadaan
kesehatan. Pemberian makanan yang berkualitas dan kuantitasnya baik menunjang
tumbuh kembang, sehingga bayi dapat tumbuh normal dan sehat/ terbebas dari
penyakit.
Makanan yang diberikan pada bayi dan anak akan digunakan untuk pertumbuhan
badan, karena itu status gizi dan pertumbuhan dapat dipakai sebagai ukuran untuk
memantau kecukupan gizi bayi dan anak. Kecukupan makanan dan ASI dapat
dipantau dengan menggunakan KMS. Daerah diatas garis merah dibentuk oleh pita
warna kuning, hijau muda, hijau tua, hijau muda dan kuning. Setiap pita mempunyai
nilai 5 % perubahan baku. Diatas kurve 100 % adalah status gizi lebih. Diatas 80 %
sampai dengan batas 100 % adalah status gizi normal, yang digambarkan oleh pita
warna hijau muda sampai hijau tua. Bayi setelah lahir sebaiknya diberikan ASI,
namun seiring dengan tumbuh kembang diperlukan makanan pendamping ASI.

86
87
BAB V111
HUBUNGAN GIZI DENGAN KESEHATAN REPRODUKSI

A. Gizi dan Fertilitas


1. F ertilitas adalah proses bersatunya kromosom dari gamet laki-laki dan
perempuan untuk membentuk materi genetik dan individu yang baru.
2. dipengaruhi oleh beberapa hal yaitu umur, keturunan, nutrisi, kesehatan,
dan psikologi.
3. Hubungan gizi dan fertilitas dapat diterangkan sebagai berikut

88
a. Kekurangan nutrisi sampai terjadi berat badan rendah ataupun
malnutrisi dapat menyebabkan terjadi perubahan hormonal berupa
gangguan siklus ovulasi hal ini yang dapat memicu terganggunya
fertilitas.
b. Terapi untuk kasus diatas adalah
1) Meningkatkan asupan nutrisi agar berat badan normal dengan bertahap
dan bertahan untuk menghindari obesitas.
2) Pemberian Hormon GRH (Gonadotropin Relating Hormone) agar
siklus ovulasi normal.
B. Hubungan Status Gizi dengan Menstruasi
1. Diet yang adekuat pada remaja adalah diet yang bervariasi dan
seimbang, meliputi cukup karbohidrat, protein, lemak, vitamin,
mineral, air. Dengan diit yang adekuat maka status gizi remaja putri
akan baik. Pada remaja putri dengan status gizi baik, maka akan
tercapai derajat kesehatan maksimal, fungsi hormon estrogen dan
progesteron maksimal, terhindar dari pre menstrual syndrom, dan
terhindar dari keluhan menarche.
C. Prinsip Diit Penderita Pre Menstrual Syndrom
D. Prinsip Gizi Pada Usia Menopause

E. Prinsip Gizi Pada Hyperemesis


1. Dasar
a. Hiperemesis adalah suatu keadaan pada awal kehamilan (sampai
trimester II) yang ditandai dengan rasa mual dan muntah yang
berlebihan dalam waktu yang relative lama.
b. Penyebab Hyperemesis Gravidarum belum pasti, dengan penyebab
multi faktor diantaranya :
1) Faktor endokrin yaitu meningkatnya hormon estrogen dan progresteron

89
2) Faktor Psikologi
3) Faktor Gastrointestinal
a) Pada kehamilan Normal ditemukan keluhan mual dan muntah yang
akan berkurang dan hilang pada akhir trimester I.
b) Pada Hyperemesis Gravidarum ditemukan keluhan mual dan muntah
yang berlebihan sehingga menyebabkan keadaan umum ibu hamil
buruk jika hal ini sampai terjadi maka ibu hamil membutuhkan terapi
diit.
c) Pengelolaan Penderita :
Isolasi dalam ruang dan suasana tenang, Terapi obat dan cairan infus
Terapi psikologis, Terapi diit, baik parenteral dan oral. Tujuan Diit Pada
Hyperemesis Gravidarum adalah : Mengganti persediaan glikogen dan
mengontrol acidosis, Memberikan makanan yang cukup kalori dan nutrisi
lainnya (secara berangsur), Mencegah terjadinya dehidrasi
c. Syarat Diit Pada Hyperemesis Gravidarum
1) Tinggi hidrat arang dan rendah lemak
2) Cukup cairan dengan menyesuaikan kondisi penderita.
3) Makanan dalam bentuk kering, mudah cerna, tidak
merangsang, porsi kecil dan sering.
4) Untuk menghindari muntah, sebaiknya minuman tidak
diberikan bersama makan.
5) Bentuk makanan disesuaikan dengan keadaan penderita.
6) Secara berangsur diberikan makanan yang memenuhi
syarat gizi.
d. Menyusun Menu Pada Hyperemesis Gravidarum
1) Diit Hyperemesis Gravidarum I
a) Untuk penderita dengan Hyperemesis Gravidarum berat
b) Makanan hanya terdiri berupa roti kering dan buah- buahan.

90
c) Cairan diberikan 1 – 2 jam setelah makan.
d) Makanan ini kurang dalam semua nutrisi, kecuali vitamin C
e) Makanan yang diberikan dalam sehari:
Biskiut 120 gram 6 potong
Buah 700 gram 7 potong
Jam/selai 30 gram 3 sdm
Gula pasir 50 gram 5 sdm
Nilai gizi
Kalori 1059 kalori Protein 15 gram
Lemak 2 gram Hidrat arang 259 gram
Contoh Menu Hyperemesis Gravida I
Waktu Menu Takaran Rumah Tangga
08.00 Roti panggang 2 ptg
Jam/Selai 1 sdm
10.00 Air Jeruk 1 gelas
Gula Pasir 1 sdm
12.00 Roti Panggang 2 potong
Jam / Selai 1 sdm
Pepaya 2 potong
Gula pasir 1 sdm
14.00 Air jeruk 1 gelas
Gula pasir 1 sdm
16.00 Pepaya 1 potong
18.00 Roti panggang 2 potong
Jam / selai 1 sdm
Pisang 1 buah
Gula pasir 1 sdm
20.00 Air jeruk 1 gelas

91
Gula pasir 1 sdm

2. Diit Hyperemesis Gravidarum II


a. Diberikan jika rasa mual dan muntah sudah berkurang.
b. Minuman tidak diberikan bersama waktu makan
c. Nilai nutrisi masih kurang.
d. Secara berangsur diberikan makanan yang bernilai gizi tinggi.
e. Makanan yang diberikan dalam sehari :
Jenis Berat (gr) Ukuran Rumah Tangga
(URT)
Beras 150 2 gelas nasi
Roti 80 4 potong
Protein Hewani 100 2 potong
Telur 50 1 butir
Protein Nabati 50 2 potong
Sayuran 150 1,5 gelas
Buah 400 4 potong
Margarin 10 1 sdm
Gula pasir 30 3 sdm
Jam / selai 20 2 sdm

Nilai Gizi
Kalori 1672 kal
Lemak 33 gram
Protein 57 gram
Hidrat arang 293 gram
3. Diit Hyperemesis Gravidarum III
a. Diberikan kepada penderita Hyperemesis Gravidarum ringan
92
b. Minuman boleh diberikan bersama waktu makan (menurut
kesanggupan penderita)
c. Makanan ini cukup nutrisi.
d. Bahan makanan yang diberikan dalam sehari:

Jenis Berat (gr) Ukuran Rumah Tangga


(URT)
Beras 200 3 gelas nasi
Roti 80 4 potong
Biskuit 40 4 buah
Protein Hewani 100 2 potong
Telur 50 1 butir
Protein nabati 100 4 potong
Sayuran 150 1,5 gelas
Buah 400 4 potong
Minyak 10 1 sdm
Margarin 20 2 sdm
Jam / selai 20 2 sdm
Gula pasir 30 3 sdm

Nilai gizi
Kalori 2269 kal
Protein 73 gr
Lemak 59 gr
Hidrat arang 368 gr
Makanan yang dianjurkan
Roti panggang, biskuit di makan dengan jam, selai.
93
Buah-buahan segar, sari buah.
Minuman ringan, sirop, kaldu tak berlemak, kopi encer, Teh
Makanan yang harus dibatasi
Goreng-gorengan dan makanan yang berlemak.
Makanan yang berbumbu terlalu merangsang.

F. Prinsip Diit Pada Ibu Hamil Dengan Pre Eklamsi Dan Eklamsi
1. Dasar
Pre eklampsi
Adalah suatu kelainan pada ibu hamil dengan umur kehamilan lebih dari 24 minggu,
ditandai dengan gejala berat badan berlebih, hypertensi (>90/140 mmHg), Proteinuria
(>0,3 gr/cc), oedem pada kaki, tangan, muka.
Gejala:
1. Nyeri kepala
2. Penglihatan kabur
3. Mual, muntah, nyeri ulu hati, oedem pada kaki, tangan, tungkai, kelopak mata.
4. Hypertensi.
5. Proteiuria.
Pre eklampsi:
1. Tensi : >160/>110 mmHg
2. Proteinuria : >5 gr/cc
3. Oedem sampai ke paru-paru
4. Gangguan penglihatan, nyeri daerah epigastrum.
5. Pengurangan fungsi ginjal.
2. Tujuan Diit Ibu Hamil dengan Pre Eklamsi dan Eklamsi
a. Mengganti protein yang hilang karena proteinuria.
b. Mencegah dan mengurangi retensi garam dan air.
c. Menjaga agar penambahan berat badan tidak melebihi normal

94
d. Memberi nutrisi secukupnya sesuai kemampuan penderita.
e. Menjaga agar tumbuh kembang bayi optimal.
3. Syarat Diit Ibu Hamil dengan Pre Eklamsi dan Eklamsi
Dalam keadaan berat makanan diberikan secara berangsur, sesuai keadaan
penderita.
Cukup kalori dan semua nutrisi, penambahan berat badan diusahakan dibawah 3
kg/bulan atau dibawah 1 kg/minggu.
Rendah garam, menurut berat atau ringannya retensi garam dan air.
Tinggi protein (1,5 – 2 gr/kg bb/hr)
Cairan diberikan kurang lebih 2500 ml/hari
Bentuk makanan disesuaikan dengan kemampuan penderita.
4. Menyusun menu Diit Ibu Hamil dengan Pre Eklamsi dan Eklamsi
a. Diit Pre Eklamsi I
Untuk pre eklampsi berat.
Makanan hanya terdiri dari susu dan buah-buahan.
Jumlah cairan paling banyak 1500 ml/hari, kekurangannya diberikan secara
parenteral.
Makanan ini kurang kalori dan nutrisi lainnya, kecuali vitamin A dan C.
Diberikan dalam waktu 1 -2 hari saja.
Makanan yang diberikan dalam sehari
Jenis Gram (gr) Takaran Rumah
Tangga
Buah / sari buah 1200 6 gelas
Tepung susu 60 12 sdm
Gula Pasir 80 8 sdm

Nilai gizi:
Kalori 1032 kalori

95
Protein 20 gram
Lemak 19 gram
Hidrat arang 211 gram
Contoh Menu
Waktu Jenis Takaran
Rumah Tangga
Pukul 06.00 Air teh 1 gelas
Pukul 08.00 Sari papaya 1 gelas
Susu 1 gelas
Pukul 10.00 Sari jeruk 1 gelas
Pukul 13.00 Sari tomat 1 gelas
Sari jeruk 1 gelas
Pukul 16.00 Susu 1 gelas
Teh 1 gelas
Pukul 18.00 Sari jeruk 1 gelas
Sari papaya 1 gelas
Pukul 20.00 Air teh 1 gelas
Susu 1 gelas

b. Diit Pre Eklamsi II


Sebagai perpindahan dari diit PE I kepada penderita dengan PE tidak terlalu berat.
Makanan dalam bentuk lunak dan diberikan sebagai diit rendah garam I.
Masih rendah kalori.
Makanan yang diberikan dalam sehari:
Jenis Berat (gr) Ukuran
Rumah Tangga
(URT)
Beras 150 3 gelas tim
96
Telur 50 1 butir
Protein nabati 100 2 potong
Protein Hewani 50 2 potong

Sayuran 200 2 gelas


Buah 400 4 potong
Minyak 15 1,5 sdm
Tepung Susu 20 4 sdm
Gula Pasir 30 3 sdm

Nilai Gizi
Kalori 1604 kalori
Protein 56 gram
Lemak 44 gram
HA 261 gram
c. Diit Pre Eklamsi III
Sebagai perpindahan dari diit PE II atau kepada penderita dengan pre eklamsi
ringan.
Makanan dalam bentuk biasa atau lunak dan diberikan sebagai diit rendah garam II.
Tinggi protein dan cukup nutrisi.
Jumlah kalori harus disesuaikan dengan kenaikan berat badan tidak boleh melebihi
dari 1 kg/bulan.
Makanan yang diberikan dalam sehari:
Jenis Berat (gr) Ukuran
Rumah Tangga
(URT)
Beras 200 4 gelas tim

97
Telur 100 2 butir
Protein nabati 100 2 potong
Protein Hewani 100 4 potong

Sayuran 200 2 gelas


Buah 400 4 potong
Minyak 25 2,5 sdm
Tepung Susu 40 8 sdm
Gula Pasir 30 3 sdm
Nilai Gizi :
Kalori 2128 kalori
Protein 80 gram
Lemak 63 gram
HA 305 gram
G. Prinsip Diit Pada Ibu Hamil Dengan Diabetes Melitus (DM)
1. Dasar Teori Diabetes Melitus
a. Definisi
Adalah penyakit metabolik yang berlangsung kronik progresif, yang mengenai
seluruh organ tubuh karena kekurangan insulin.
DM gestasional adalah keadaan hiperglikemi saat hamil
Ditandai dengan adanya gangguan metabolisme, penyerapan, transportasi,
penyimpanan, pemanfaatan nutrisi, baik yang berasal dari Kalori, Protein, Lemak,
Vitamin dan mineral.
b. Penyebab
Genetik
Faktor pencetus : obesitas, kurang aktifitas fisik atau olahraga, pola makan yang
tidak tepat, stress, konsumsi obat-obat tertentu jangka panjang
c. Gejala

98
Tripoli : Polifagi, polidipsi, poliuri.
d. Faktor Resiko
Usia > 45 tahun
Obesitas
Hipertensi
Riwayat DM dalam keluarga
Kadar lemak darah tinggi.
e. Klasifikasi
DM type I : IDDM (Insulin Dependent DM)
DM type II : Non IDDM
MRDM (Malnutrisi Related DM)
DM Gestasional.
Jouvenil DM
f. Kriteria
Jenis Baik Sedang Buruk
Pemeriksaan/
Hasil
Gula darah puasa 80 – 109 mg/dL 110 – 125 mg/dL > 126 mg/dL
Gula darah 2 jam 80 – 144 mg/dL 145 – 179 mg/dL > 180 mg/dL
PP

g. Pengendalian kadar gula darah


Obat OHO dan/kombinasi OHO dan insulin.
Diit
Olah raga/aktifitas fisik
Hindari stress

2. Tujuan Diit Pada Ibu Hamil Dengan Diabetes Melitus

99
Memberikan makanan secukupnya agar penderita dapat mencapai keadaan faali
normal, dapat melakukan aktivitas dan mempertahankan kualitas hidup.
Menurunkan kadar gula darah dan mempertahankan dalam batas normal.
Mencapai dan mempertahankan BB normal.
Mencegah hipoglikemi
Memenuhi kecukupan nutrisi.
Mencegah dan memperlambat timbulnya komplikasi
Memperoleh makanan yang sesuai dengan kebiasaan kel
3. Syarat Diit Pada Ibu Hamil Dengan Diabetes Melitus
Kalori diberikan menurut umur, berat badan, tinggi badan, aktivitas, dan kelainan
metabolik.
Makanan cukup protein, Vitamin, dan Mineral.
Karbohidrat diberikan 60 – 70% dari total kalori, diutamakan karbohidrat kompleks.
Protein 10 – 15 % dari total kalori.
Lemak 20 – 25 %dari total kalori, diutamakan lemak tak jenuh.
Kolesterol dibatasi, 300 mg/hr.
Asupan serat ditingkatkan, 25 gr/hr
Penggunaan garam dibatasi.
Asupan gula sederhana dan makanan / minuman yang mengandung gula dibatasi.
4. Menyusun Menu Ibu Hamil Dengan Diabetes Melitus
Macam Kalori Protein Lemak (gr) Hidrat Keterangan
Diit DM (gr) Arang (gr)
I 1100 50 30 160 Diberikan
II 1300 55 35 195 pada
III 1500 60 40 225 penderita
gemuk
IV 1700 65 45 260 Diberikan
V 1900 70 50 300 kepada

100
penderita
dengan berat
badan
normal

VI 2100 80 55 325 Diberikan


VII 2300 85 60 350 kepada
VIII 2500 90 390 penderita
yang kurus,
DM pada
anak dan
remaja, ibu
hamil.

 Jumlah Bahan Makanan Sehari Untuk Setiap Standart Diit

( DLS Satuan Penukar)


Golongan I II III IV V VI VII VIII
Bahan Makanan
Nasi/Penukar 2 3 3,5 4,5 5,5 6 6,3 7,5
Protein Hewani/Penukar 2,5 2,5 2,5 2,5 2,5 3 3 3
Protein nabati / penukar 2 2 3 3 3 3 3 3
Sayuran A / Penukar A S S S S S S S S
Sayuran B / Penukar B 2 2 2 2 2 2 2 2
Buah / Penukar 4 4 4 4 4 4 4 4
Susu / penukar - - - - - 1 1 1
Minyak / penukar 2 3 3 4 5 6 6 6

101
 Makanan Yang Harus Dibatasi

Makanan dan minuman yang diolah dengan gula murni, yang terdapat pada, antara
lain :
Gula pasir dan gula jawa
Kue – kue yang manis.
Sirop, jelly, jam, buah – buahan yang diawetkan dengan gula, susu kental manis, dan
es krim.

 Preskripsi Diit

a. Makan secara teratur (3 kali makan utama dan 3 kali selingan) dengan waktu yang
kurang lebihnya sama setiap hari.
b. Makan dengan jumlah kalori yang memadai untuk pertumbuhan yang normal
c. Batasi asupan lemak, minyak, kolesterol, garam, gula sederhana.
d. Konsumsi camilan rendah kalori antara lain kolang-kaling, cincau, agar-agar, puding
gelatin/rumput laut, dan pisang rebus
e. Tingkatkan konsumsi serat makanan.
f. Konsumsi buah berserat dengan kulitnya, seperti apel, jambu biji, peer.
g. Konsumsi minuman berserat, seperti blender tomat, semangka, melon, dengan bagian
putihnya disertakan
h. Sertakan rebusan sayuran yang dapat membantu mengendalikan kadar glukosa darah
dalam menu minimal 3 kali seminggu, misalnya : buncis, gambas, pare, terong.
i. Biasakan sarapan dengan sereal tinggi serat, seperti kacang hijau, havermouth,
jagung rebus.
j. Biasakan membuang lemak sebelum memasak daging merah, selingi konsumsi
daging merah dengan daging putih
k. Pengendalian berat badan
l. Olah raga secara teratur.

102
m. Monitoring glukosa darah.

H. Prinsip Diit Pada Ibu Hamil Dengan Anemia


1. Dasar Teori Anemia
a. Definisi
Anemia adalah kondisi dimana kadar Hb kurang dari normal (< 11gr%)
Faktor diit yang diperlukan untuk sintesa normal sel darah merah antara lain:
Protein, Fe, Asam folat, Vitamin B12, Vitamin C.
Anemi dalam kehamilan merupakan satu penyebab potensial morbiditas dan
mortalitas ibu dan anak.
b. Penyebab
Kurang intake makanan sumber pembentukan sel darah merah dikarenakan muntah,
pantangan, tidak suka pada suatu jenis makanan dan faktor alergi terhadap makanan.
Kehamilan dan persalinan yang terlalu sering sehingga simpanan Fe rendah.
Kebutuhan Fe yang meningkat
Gangguan penyerapan Fe.
c. Fungsi Zat Besi
Pembentukan sel darah merah, cadangan Fe pada bayi yang baru lahir.
Sel darah merah bertugas mengangkut oksigen dari paru-paru ke jaringan dan
mengangkut nutrisi dari ibu ke janin.
Ikatan Fe dan protein dalam otot menyimpan oksigen yang sewaktu-waktu
digunakan oleh sel.
Reaksi enzim diberbagai jaringan tubuh.
2. Pengaruh Anemia dalam Kehamilan
Pengaruh pada ibu hamil, baik dalam masa kehamilan, persalinan dan pasca
persalinan : abortus, partus prematur, partus lama, pendarahan post partus, infeksi,
anemia, dll.

103
Pengaruh terhadap janin: kematian janin, kematian perinatal, prematur, cacat
bawaan, cadangan Fe bayi kurang.
3. Tujuan Diit pada Ibu Hamil Dengan Anemia
Memberikan makanan yang dapat mencegah dan memperbaiki keadaan anemia.
4. Syarat Diit pada Ibu Hamil Dengan Anemia
Energi sesuai kebutuhan secara bertahap sejumlah 2200 kalori + 300 – 500
kalori/hari
Lemak cukup, 53 gram/hari
Protein tinggi, 75 gram/hari + 8 – 12 gr/hr, diutamakan protein bermutu tinggi.
Meningkatkan konsumsi makanan sumber pembentukan sel darah merah
Bentuk maknan dan porsi disesuaikan dengan keadaan kesehatan ibu hamil.
5. Cara Meningkatkan Asupan Fe dan Asam Folat
Konsumsi protein hewani (daging, unggas, seafoods, telur, susu dan hsl olahannya)
Konsumsi makanan sumber asam folat (Asparagus, bayam, buncis, hati sapi, kapri,
kacang tanah, orange juice, almond, beras merah/tumbuk, kembang kol, telur, selada,
sereal instant)
Meningkatkan asupan buah berwarna jingga dan merah segar (jeruk, pisang, kiwi,
semangka, nanas)
Mengkonsumsi makanan fortifikasi (susu, keju, , es krim, makanan berbasis
tepung).
Konsumsi vitamin C, untuk meningkatkan absorbsi Fe dalam usus.
Konsumsi makanan sumber vitamin B12 ( daging, hati, ikan, makanan fermentasi,
yogurth, udang, susu)
Jika perlu ditambahkan suplemen vitamin B12, Fe dan vitamin C.
Konsumsi sayuran hijau paling tidak 3 porsi/hr.
Konsumsi sari buah yang kaya vitamin C minimal 1 gls/hr.
I. Prinsip Diit Pada Ibu Hamil Dengan Obesitas
1. Tujuan Diit Pada Ibu Hamil Dengan Obesitas

104
Memberikan makanan rendah kalori guna mencapai berat badan normal.
Mempertahankan tumbuh kembang bayi yang normal.
Mempertahankan kesehatan ibu hamil.
Menghindari terjadinya komplikasi kehamilan.
2. Syarat Diit Pada Ibu Hamil Dengan Obesitas
Kalori dikurangi sebanyak 500 – 700 dibawah kebutuhan normal. Pengurangan
kalori dilakukan dengan pengurangan konsumsi karbohidrat dan Lemak.
Protein tinggi untuk pertumbuhan bayi dan pembentukan sel darah merah.
Tinggi vitamin dan mineral.
Tinggi serat untuk memberi rasa kenyang.
3. Bahan Makanan Yang Diberikan Dalam Sehari
Jenis RK I RK II RK III RK IV
Berat URT Berat URT Berat URT Berat URT
(gr) (gr) (gr) (gr)
Beras 100 1 gls 150 1,5 gls 200 2 gls 250 2,5 gls
Protein Hewani 100 2 ptg 150 3 ptg 150 3 ptg 200 4 ptg
Telur 50 1 btr 50 1 btr 50 1 btr 50 1 btr
Protein Nabati 100 4 ptg 100 4 ptg 150 5 ptg 150 5 ptg
Sayuran 400 4 gls 400 4 gls 400 4 gls 400 4 gls
Buah 400 4 ptg 400 4 ptg 400 4 ptg 400 4 ptg
Minyak 10 1,5 sdm 15 1,5 sdm 15 1,5 sdm 15 1,5 sdm
Gula Pasir - - 10 1 sdm 15 1,5 sdm 15 1,5 sdm
Nilai Gizi
Kalori 1200 Kal 1500 Kal 1700 Kal 1900 Kal
Protein 59 gr 71 gr 75 gr 80 gr
Lemak 35 gr 40 gr 45 gr 48 gr
Hidrat Arang 173 gr 206 gr 250 gr 270 gr

105
Ket: Diit Rendah Kalori yang diberikan kepada ibu hamil dengan obesitas adalah diit
RK III dan IV
4. Pedoman Untuk Mengurangi Lemak
a. Sayuran-sayuran
Kurangi konsumsi sayuran dengan bumbu kacang yang digoreng, ganti dengan
bumbu kacang yang disangrai.
Batasi konsumsi sayuran dengaan bumbu kelapa yang berlebih (seperti, urapan),
atau santan kental.
Batasi konsumsi sayuran dengan dressing keju yang berlebih, contohnya salad.
Konsumsi sayuran dengan cara direbus, dikukus, dalam bentuk segar.
b. Buah-buahan
Konsumsi buah-buahan dlm bentuk segar.
Kurangi konsumsi buah-buahan yg berlemak.
c. Nasi, Sereal dan Roti
Kalau bisa konsumsi nasi beras tumbuk/nasi agar dan roti yang mengandung
bekatul/havermouth.
Batasi sereal dan krackers yang berminyak/mengandung lemak lebih dari 2
potong/hr.
Batasi kebiasaan sarapan dengan roti mentega dan susu full cream.
d. Susu
Gunakan susu skim, susu kedelai atau yogurth yang rendah lemak.
Pilih keju rendah lemak, misalnya Cottage Cheese
Pilih es krim yang tidak mengandung susu, misalnya es krim yang terbuat dari sari
buah
Pilih makanan pencuci mulut yang terbuat dari makanan berserat seperti agar-agar
dengan saus dari susu skim.
e. Protein

106
Pilih daging tidak berlemak dan berwarna cerah seperti daging ayam kampung (
tanpa kulit ), ikan, dll.
Hindari konsumsi jerohan, daging berlemak, otak, kepala dan brutu ayam.
tingkatkan konsumsi protein nabati sebagai pengganti, seperti tahu, tempe, kacang
hijau, dll.
Batasi konsumsi lauk yang digoreng, diolah dengan santan kental.
Masak dengan cara merebus, memanggang, menumis, memepes.
f. Lemak
Kurangi konsumsi minyak goreng sampai 1 sendok makan per hari ( 10 gr ).

107
BAB IX
PENDIDIKAN KESEHATAN TENTANG GIZI PADA WANITA SEPANJANG
KEHIDUPAN

BAB X
MENGELOLA MENU SESUAI DENGAN TINGKAT KEBUTUHAN
I. PENGELOLAAN MENU SESUAI TINGKAT KEBUTUHAN
A. Pengertian Menu
Menu adalah susunan makanan yang dimakan oleh seseorang untuk
sekali makan atau untuk sehari-hari.Kata ”menu” bias diartikan ”hidangan”.
Menu seimbang adalah menu yang terdiri dari beraneka ragam makanan
dalam jumlah dan proporsi yang sesuai, sehingga memenuhi kebutuhan gizi
seseorang guna pemeliharaan dan perbaikan sel-sel tubuh dan proses
kehidupan serta pertumbuhan dan perkembangan (Almatsier, 2005).
B. Manfaat Perencanaan Menu

108
Kegiatan menyusun menu dengan perencanaan yang baik dapat
memberikan manfaat sebagai berikut :
1. Dapat disusun hidangan yang mengandung zat gizi yang dibutuhkan oleh
tubuh.
2. Variasi dan kombinasi hidangan dapat diatur sehingga dapat menghindari
kebosanan yang disebabkan pengulangan jenis bahan makanan dan cara
pengolahan.
3. Susunan hidangan dapat disesuaikan dengan kondisi keuangan atau biaya
yang tersedia.
4. Menghemat waktu dan tenaga. Perencanaan menu dapat disesuaikan
dengan kondisi, sehingga sudah dapat diperkirakan waktu dan tenaga yang
dibutuhkan.
5. Menu yang terencana dengan baik dapat menjadi alat pendidikan gizi yang
baik, karena menu yang baik mengajarkan pola makan yang baik.
C. Menyusun Menu

Menu yang bergizi lengkap dan seimbang harus mengandung:

1. Bahan makanan sumber tenaga : nasi, roti, kentang


2. Bahan makanan sumber zat pembangunan:Protein hewani: telur, ikan,
daging, susu, keju,Protein nabati : tempe, tahu.
3. Bahan makanan sumber zat pengatur :Sayuran : bayam, buncis, wotel,
tomat,Buah : pisang, pepaya, jeruk, apel
D. Cara Memilih Bahan Makanan
a. Golongan makanan pokok
b. Golongan sayuran
c. Susu dan olahannya
d. Lain-lain
E. Mengolah Makanan Dengan Benar

109
1. Cara merebus

2. Cara mengukus

3.Cara mengetim

4. Cara menggoreng

F. Mengolah Menu Sesuai Tingkat Kebutuhan

Pedoman Gizi Seimbang baru ini sebagai penyempurnaan pedoman-pedoman


yang lama, bila diibaratkan rumah maka ada 4 (empat) pilar prinsip yang
harus dipenuhi agar rumah tersebut dapat berdiri, yaitu :

1) Mengonsumsi makanan beragam, tidak ada satupun jenis makanan yang


mengandung semua jenis zat gizi yang dibutuhkan tubuh untuk menjamin
pertumbuhan dan mempertahankan kesehatannya, kecuali Air Susu Ibu (ASI)
untuk bayi baru lahir sampai berusia 6 bulan;
2) Membiasakan perilaku hidup bersih, perilaku hidup bersih sangat terkait
dengan prinsip Gizi Seimbang;
3) Melakukan aktivitas fisik, untuk menyeimbangkan antara pengeluaran energi
dan pemasukan zat gizi kedalam tubuh;

110
II. PENGARUH STATUS GIZI TERHADAP PRE MENOPOUSE DAN
MENU GIZI SEIMBANG BAGI PRE MENOPOUSE
A. Definisi Menopause
Menopause adalah berhentinya haid secara alamiah yang biasanya terjadi
antara usia 45-50 tahun, atau masa berhentinya haid sama sekali.
Fase akhir dalam kehidupan wanita setelah masa reproduksi berakhir disebut
klimakterium yang berlangsung bertahap.
a. Premenopause
b. Perimenopause
c. Postmenopause
B. Ciri-ciri Menjelang Menopause
Ciri-ciri Menopause (Akibat Hilangnya Estrogen) yaitu :
a. Rasa panas ditandai dengan kemunduran kulit yang ekstrem.
b. Gelisah, letih, dan ansietas.
c. Penurunan kekuatan pada tulang seluruh tubuh.
d. Peningkatan tekanaan darah.
 Perubahan Menjelang Menopause
1. Perubahaan kejiwaan menjelang menopause
a. Merasa tua.
b. Merasa tidak menarik lagi.
c. Merasa tertekan karena takut menjadi tua.
d. Mudah tersinggung.
e. Rasa takut bahwa suami akan selingkuh.
f. Keinginan seksual menurun dan sulit mencapai orgasme.
g. Merasa sudah tidak berguna dan tidak menghasilkan sesuatu.
h. Merasa memberatkan keluarga dan orang lain.
2. Perubahan fisik menjelang menopause

111
a. Kulit menjadi kendor (lemak bawah kulit mengendor).
b. Kulit mudah terbakar sinar matahari (timbul pigmentasi dan menjadi
hitam).
c. Timbul bintik hitam pada kulit.
d. Kulit kering dan keriput (kelenjar kulit kurang berfungsi)

C. Prinsip Gizi Pada Usia Menopause


Menopause di masukan kedalam kelompok rentan gizi meskipun tidak
ada hubungannya dengan pertumbuhan badan, bahkan sebaiknya sudah terjadi
involusi dan degenerasi jaringan dan sel-selnya. Timbulnya kerentanan
terhadap kondisi gizi di sebabkan kondisi fisik, baik anatomis maupun
fungsionalnya.
D. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Status Nutrisi pada Menopause
Ada beberapa faktor yang mempengaruhi status nutrisi pada wanita
menopause diantaranya :
1. Penurunan hormon
2. Gizi
E. Terapi yang Dapat Dilakukan oleh Wanita Menopause
1. Olahraga teratur dan hindari stres
2. Konsumsi makanan kaya kalsium
3. Terapi Sulih Hormone (TSH)
4. Makan buah-buahan dan sayuran.
5. Kurangi asupan kafein
6. Jauhi rokok
F. Pesan-pesan Gizi Bagi Usia Menopause
1. Makanlah Aneka Ragam Makanan

112
2. Makanlah Makanan Untuk Memenuhi Kecukupan Energi
3. Batasi Konsumsi Lemak Dan Minyak
4. Makanlah Makanan Sumber Zat Gizi
5. Biasakan Makan Pagi

III. PRINSIP GIZI IBU HAMIL

Kehamilan adalah suatu keadaan yang istimewa bagi seorang wanita sebagai
calon ibu,karena pada masa kehamilan akan terjadi perubahan fisik yang
mempengaruhi kehidupanya. Pola makan dan gaya hidup sehat dapat
membantu pertumbuhan dan perkembangan janin dalam rahim ibu.

A. Status Gizi Ibu Hamil


Asupan gizi sangat menentukan kesehatan ibu hamil dan janin yang
dikandungnya. Kebutuhan gizi pada massa kehamilan akan meningkat
sebesar 15% dibandingkan dengan kebutuhan wanita normal.
B. Gizi Seimbang untuk Ibu Hamil
Kebutuhan nutrien meningkat selama hamil, namun tidak semua
kebutuhan nutrient meningkat secara proporsional. Hal penting yang harus
diperhatikan ibu hamil adalah makanan yang dikonsumsi terdiri dari
susunan menu seimbang, yaitu menu yang lengkap dan sesuai dengan
113
kebutuhan ibu hamil dan janinnya. Menu makanan yang seimbang harus
mengandung unsur-unsur sumber tenaga, pembangun, pengatur dan
pelindung.
a. Sumber Tenaga (Sumber Energi)
b. Sumber Pembangun
c. Sumber Pengatur dan Pelindung
C. Faktor –Faktor yang Mempengaruhi Gizi Ibu Hamil
Ada banyak faktor yang mempengaruhi keperluan gizi pada ibu hamil
diantaranya yaitu:
a. Kebiasaan dan pandangan wanita terhadap makanan.
b. Status ekonomi
c. Pengetahuan zat gizi dalam makanan,
d. Status kesehatan,
e. Aktifitas,
f. Suhu lingkungan,
g. Berat badan,
h. Umur,

IV. PENGARUH STATUS GIZI SEIMBANG PADA KEHAMILAN DAN


MENU GIZI SEIMBANG PADA IBU HAMIL
 Kebutuhan Gizi Seimbang bagi Ibu Hamil dan Ibu Menyusui

Gizi Seimbang untuk Ibu Hamil dan Ibu Menyusui mengindikasikan


bahwa konsumsi makanan ibu hamil dan ibu menyusui harus memenuhi
kebutuhan untuk dirinya dan untuk pertumbuhan serta perkembangan
janin/bayinya.

114
A. Kebutuhan Gizi Ibu Hamil
Asupan gizi sangat menentukan kesehatan ibu hamil dan janin
yang dikandungnya.
• Penambahan kebutuhan gizi selama hamil meliputi :
a. Energi
1) Trimester I, kebutuhan kalori meningkat, minimal 2.000 kilo
kalori/hari.
2) Trimester II, kebutuhan kalori akan meningkat untuk kebutuhan ibu
yang meliputi penambahan volume darah, pertumbuhan uterus,
payudara dan lemak.
3) Trimester III, kebutuhan kalori akan meningkat untuk pertumbuhan
janin dan plasenta.
b. Protein
c. Lemak
d. Karbohidrat
e. Vitamin
• Kebutuhan vitamin meliputi:
1) Asam Folat
2) Vitamin A
3) Vitamin B
4) Vitamin C
5) Vitamin D
6) Vitamin E
7) Vitamin K
f. Mineral
• Kebutuhan mineral antara lain:
1) Zat Besi
2) Zat Seng

115
3) Kalsium
4) Yodium
5) Fosfor
6) Fluor
7) Natrium
PENGARUH STATUS GIZI PADA KEHAMILAN
A. Gizi pra hamil (Prenatal)

Konsep perinatal menjamin bahwa ibu dalam status gizi baik untuk

terjadinya konsepsi selama masa kehamilan dan setelah melahirkan

mengalami sedikit komplikasi kehamilan dan sedikit bayi prematur.

B. Gizi Pranatal

Wanita yang dietnya kurang atau sangat kurang selama hamil

mempunyai kemungkinan besar bayi yang tidak sehat seperti

premature, gangguan kongenital, bayi lahir mati. Wanita hamil kurang

gizi kemungkinan akan melahirkan bayi yang premature dan kecil.

C. Hubungan KEK dengan BBLR


• Bila ibu mengalami kekurangan gizi selama hamil akan menimbulkan
masalah baik pada ibu maupun janin antara lain sebagai berikut :
a. Terhadap Ibu.
b. Terhadap Persalinan
c. Penilaian Status Gizi Ibu Hamil
1. Berat Badan
2. Hemoglobin (Hb)
3. Lingkar Lengan Atas (LILA)
4. Relative Body Weight (RBW)
116
Penentuan kebutuhan kecukupan energi dengan teori RBW adalah:

BB = Berat badan (Kg); TB = Tinggi badan (Cm); dengan ketentuan:


1) Kurus, jika RBW < 90 %
2) Normal, jika RBW = 90-100 %
3) Gemuk, jika RBW >110 % atau -<120 %
4) Obesitas ringan, RBW 120-130 %
5) Oesitas sedang, RBW > 130-140 %
6) Obesitas berat, RBW > 140 %
b. Kebutuhan kalori (energi) perhari
1) Orang kurus, BB x 40-60 kalori
2) Orang normal, BB x 30 kalori
3) Orang gemuk, BB x 20 kalori
4) Orang Obesitas, BB x (10 x15) kalori
c. Kalori untuk ibu hamil ditambah
1. 100 kalori (tri semester I),
2. 200 kalori (tri semester II),
3. 300 kalori (tri semester III).
D. Menu Simbang Pada Ibu Hamil
Contoh Menu Sehari :
• Pagi : - Nasi
- Ayam goreng Bb. Lengkuas
- Pepes Tahu
- Oseng-oseng jagung muda + wortel
- Susu
Jam 10.00 : Bubur Kacang hijau
• Siang : - Nasi
- Sop sayuran
- Ikan balado

117
- Kripik tempe
- Jeruk
Jam16.00 : Selada buah
• Malam : - Nasi
- Telur Balado
- Perkedel Tahu
- Tumis tauge + baso

V. PRINSIP GIZI UNTUK IBU BERSALIN


DAN FAKTOR-FAKROT YANG MEMPENGARUHI GIZI IBU
BERSALIN

Gizi seimbang adalah susunan pangan sehari-hari yang mengandung


zat-zat gizi dalam jenis dan jumlah yang sesuai dengan kebutuhan tubuh,
dengan memperhatikan prinsip keanekaragaman atau variasi makanan, aktivitas
fisik,kebersihan dan berat badan ideal. Gizi seimbang mengandung 3 zat gizi
utama yaitu:

1. Zat tenaga (yang terdiri dari karbohidrat dan lemak)

2. Zat pembangun (yang terdiri dari protein)

3. Zat pengatur (yang terdiri dari vitamin dan mineral)

A. Gizi Seimbang Pada Ibu Menyusui

• Gizi seimbang pada ibu menyusui dapat diartikan bahwa konsumsi makanan
ibu menyusui harus memenuhi kebutuhan untuk dirinya sendiri dan untuk
pertumbuhan serta pekembangan bayinya.

a. Biasakan mengonsumsi anekaragam pangan yang lebih banyak


118
b. Minumlah air putih yang lebih banyak
b. Batasi minum kopi
B. Manfaat Gizi Seimbang Pada Ibu Menyusui
1. Untuk melakukan aktivitas.
2. Melakukan berbagai proses di dalam tubuh.
3. Mengembalikan alat-alat kandungan ke keadaan sebelum hamil.
4. Sebagai cadangan dalam tubuh.
5. Sangat erat kaitannya dengan produksi ASI yang diperlukan untuk
pertumbuhan bayi
C. Faktor-Faktor yang mempengaruhi gizi ibu menyusui :
1. pengaruh makanan, erat kaitannya dengan volume ASI yang di produksi
per hari
2. protein dengan adanya variasi inividu maka di anjurkan penambahan 15-
20 gram protein per hari
3. suplementasi jika makan sehari seimbang, suplementasi tidak diperlukan
kecuali jika kekurangan satu atau lebih zat gizi
4. aktivitas
VI. PENGARUH STATUS GIZI PADA PERSALINAN DAN MENU
SEIMBANG PADA IBU BERSALIN
A. Pengaruh Status Gizi Pada Persalinan

Makanan yang dikonsumsi ibu hamil/status gizi ibu hamil sangat


berpengaruh terhadap masa persalinan maupun keadaan janin yang akan
dilhirakan. Kebutuhan nutrisi selama kehamilan meningkat untuk nutrisi
tertentu. Nutrisi merupakan satu dari banyak faktor yang ikut mempengaruhi
hasil akhir kehamilan. Status nutrisi dipengaruhi oleh banyak faktor.

B. Status gizi yang baik yaitu ibu hamil yang memenuhi berbagai nutrisi
yang diperlukan oleh tubuhnya maupun janinnya, yaitu seperti :
a. Protein
119
b. Lipid dan Lemak
c. Asam Lemak Esensial
d. Kolin
e. Serat
f. Karbohidrat
g. Vitamin A
h. Vitamin D
i. Kalsium
j. Vitamin B
k. Vitamin B12
l. Folat
m. Zat Besi
n. Magnesium
o. Zink
p. Lodin
 Sedangkan wanita dengan status gizi berlebihan atau IMT obesitas dikatakan
memiliki resiko tinggi terhadap kehamilan, yaitu dapat mengalami hal-hal
dibawah ini:
1. Abortus
2. Persalinan Operatif

Komplikasi persalinan dengan tindakan operasi yaitu :

a. komplikasi pada ibu (trias komplikasi):


 perdarahan
 infeksi
 robekan jalan lahir
b. komplikasi pada anak :
 asphyxia sampai kematian neonatus

120
 perdarahan dan edema intrakranial
 fraktur dan dislokasi
 trauma pada alat-alat vital
c. pre-eklamsia
d. thromboemboli

thromboemboli pada masa persalinan ada 2, yaitu:

 trombosis vena supervisial (TVS)


sering diderita oleh wanita dengan varises dan tidak dipengaruhi oleh
intervensi obstetrik
 trombosis vena dalam (TVD)
dipengaruhi oleh intervensi obstetrik
e. kematian perinatal

jumlah kematian bayi yang lahir mati, dan bayi yang meninggal
sebelum umur satu minggu. penyebabnya :

 umur ibu lebih dari 40 tahun/lebih muda dari 18 tahun


 kehamilan pertama
 kehamilan ke-5/lebih
 pre-eklamsia
 perdarahan pascapartum
 persalinan lama
 kelahiran kembar
 kelahiran dini/kelahiran lama
f. makrosomia
g. persalinan preterm (kelahiran premature)
h. perdarahan setelah persalinan
C. Menu Seimbang Pada Ibu Bersalin

121
Kebutuhan zat gizi akan berubah sepanjang daur kehidupan dan ini
terkait dengan pertumbuhan dan perkembangan dari masing-asing tahap
kehidupan tersebut. Pada masa ini pengaturan gizi harus bermutu tinggi
dengan cukup protein, energi, cairan, serta vitamin dan mineral, karena wanita
dalam masa nifas tersebut juga dalam masa laktasi (menyusui), yaitu :
a. Sumber Tenaga ( Energi)
b. Protein
c. Zat kapur
d. Fosfor
e. Zat Besi
f. Yodium
g. Kalsium
h. Vitamin A

122
VII. PRINSIP GIZI SEIMBANG PADA MASA NIFAS DAN MENYUSUI
SERTA FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PADA MASA
NIFASDAN MENYUSUI
A. Prinsip Gizi Seimbang pada Masa Nifas dan Menyusui

Masa nifas cenderung berkaitan dengan proses pengembalian


tubuh ibu ke kondisi sebelum hamil dan banyak proses, seperti involusi
uterus, penyembuhan pada tempat implantasi plasenta.

B. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi pada Masa Nifas dan Menyusui


 Faktor Pengaruh Fisik

Adapun beberapa faktor yang mempengaruhi pada ibu nifas dan


menyusui,antara lain :

1. Rahim
3. Jalan lahir (servik,vulva, dan vagina)
4. Darah nifas (Lochea)
5. Payudara
6. Sistem perkemihan
7. Sistem pencernaan
8. Peredaran darah
9. Penurunan berat badan
10. Suhu badan

123
VIII. PENGARUH STATUS GIZI DAN MENU SEIMBANG PADA MASA
NIFAS DAN MENYUSUI
A. Pengaruh Status Gizi Pada Masa Nifas
Masa nifas merupakan masa setelah partus selesai dan setelah 6
minggu. Akan tetapi, seluruh organ reproduksi baru pulih kembali seperti
sebelum ada kehamilan dalam waktu 40 hari.
B. Pengaruh Status Gizi Pada Masa Menyusui
Kebutuhan nutrisi selama laktasi didasarkan pada kandungan nutrisi air susu
dan jumlah nutrisi penghasil susu. Ibu menyusui disarankan memperoleh
tambahan zat makanan 800 kkal yang digunakan untuk memproduksi ASI
dan untuk aktivitas ibu itu sendiri. Bila kebuhan energi wanita usia reproduksi
sebesar 2100 kcal/hari,seorang ibu menyusui memerlukan aiupan rata-rata
2700 kcal dalam kesehariannya.Tambahan sebesar 500 sampai 700 kkal
tersebut tak lain di perlukan untuk keperluan Biosintesis ASI.
C. Menu Seimbang Pada Masa Nifas
1. Kalori
2. Protein
3. Kalsium dan vitamin D
4. Magnesium
5. Sayuran hijau dan buah
6. Karbohidrat kompleks
7. Lemak
124
8. Garam
9. Cairan
11. Vitamin
a. Vitamin A yang berguna bagi kesehatan kulit, kelenjar serta mata.
Vitamin A terdapat dalam telur, hati dan keju. Jumlah yang dibutuhkan
adalah 1,300 mcg.
b. Vitamin B6 membantu penyerapan protein dan meningkatkan fungsi
syaraf. Asupan vitamin B6 sebanyak 2,0 mg per hari. Vitamin B6
dapat ditemui di daging, hati, padi-padian, kacang polong dan kentang.
c. Vitamin E berfungsi sebagai antioksidan, meningkatkan stamina dan
daya tahan tubuh. Terdapat dalam makanan berserat, kacang-kacangan,
minyak nabati dan gandum.
12. Zinc (Seng)

D. Menu Seimbang Pada Masa Menyusui


1) Kalori
2) Protein
3) Cairan
4) Vitamin dan mineral

125
IX. KEBUTUHAN GIZI SEIMBANG BAGI PREMENOPOUSE
A. Pengertian Gizi (Nutrisi)

Gizi (Nutrisi) adalah substansi organik yang dibutuhkan organisme


untukfungsi normal dari sistem tubuh, pertumbuhan, pemeliharaan
kesehatan.Nutrisi didapatkan dari makanan dan cairan yang selanjutnya
diasimilasioleh tubuh.

B. Pengertian menopause

126
Menopause berasal dari bahasa Yunani, yaitu kata men yang berarti
bulan dan peuseis yang berarti ‘penghentian sementara’. Sebenarnya, secara
linguistik kata yang lebih tepat adalah menocease yang berarti ‘masa
berhentinya menstruasi’.

C. Penyebab
1. Berhentinya produksi hormon esterogen yang mempengaruhi kerapuhan
tulang seperti osteoporosis.
D. Periode Menopause
1. Klimakterium

Klimakterium terdiri dari beberapa fase (Dita Andira, 2010, p.61-62)


yaitu :

• Pra-menopause
• Menopause
• Pasca Menopause
• Ooforopause
2. Menopause
3. Senium
 Masa Menopause pada wanita secara umum terbagi dalam 3 bagian :
1. Pre Menopause ( kurang lebih dimulai pada usia 48 tahun )
Premenopause yaitu fungsi reproduksinya menurun, sampai timbul keluhan
atau tanda-tanda menopause.
2. Peri Menopause ( kurang lebih dimulai pada usia 50 tahun )
Perimenopause yaitu periode dengan keluhan memuncak dengan rentangan
1-2 tahun sebelum dan 1-2 tahun sesudah menopause. Pada masa ini
menopause masih berlangsung.
3. Post Menopause ( kurang lebih dimulai pada usia 52 tahun )
4. Postmenopause yaitu masa setelah perimenopause sampai senilis.

127
E. Prinsip Gizi Pada Usia Menopause

Gizi seimbang adalah memenuhi kebutuhan gizi per harinya dengan


asupan zat±zat gizi makanan yang mengandung karbohidrat, protein, lemak,
vitamin, mineral, dan air.

Berikut ini beberapa jenis makanan yang sangat bagus untuk anda konsumsi.

1. Kedelai
2. Kacang
3. Ikan
2. Ubi Rambat
3. Blueberry
4. Jeruk
5. Teh seperti teh hitam.
6. Sayuran berwarna hijau
7. Yoghurt
8. Rami

F. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Status Nutrisi pada Menopause

Kebanyakan wanita mengalami menopause antara 45-55 tahun. Faktor


- faktor yang mempengaruhi usia menopause (Nadine,2009, p.16) diantaranya
:

1. Penurunan hormon
2. Kebiasaan merokok
3. Status gizi
4. Lemak tubuh
5. Turunan
6. Dataran tinggi
7. Usia menarche
128
G. Tanda dan Gejala Menopause

Menopause merupakan bagian dari perkembangan manusia (wanita)


yang tentu saja melibatkan berbagai macam aspek termasuk di dalamnya
fisiologis manusia. Tentu saja menghadirkan tanda dan gejala tersendiri.
Tanda dan gejala dilihat dari aspek fisik dan psikologisnya

H. Cara Mengatasi Masa Menopause

Yang dibutuhkan hanyalah manajemen wanita tersebut gaya hidup sehat


tersebut diantaralain :

1. Menerapkan Pola makan yang sehat


a. Kalsium
b. Vitamin D
c. Vitamin E
d. Fitoestrogen
e. Royal jelly
f. Mengkonsumsi makanan yang mengandung serat
g. Hindari makanan berlemak
h. Batasi Konsumsi Kafein, konsumsi alkohol, konsumsi garam,
konsumsi gula
2. Olah raga secara teratur
3. Berhenti merokok
4. Jangan ragu konsultasi ke dokter Jika mengalami gejala menopause yang
sangat mengganggu, dapat mempertimbangkan terapi sulih hormon (TSH)
atau Hormon Replacement Theraphy (HRT).
5. Ikuti berbagai macam aktivitas (organisasi) yang ada.

129
130