Anda di halaman 1dari 12

NAMA : Muammar Rizki Ramadhan

NIM : 1657301058
KELAS : 4.2

Tugas I

MataKuliah Teori GIS

1. Jelaskan Definisi Geodesi


Geodesi adalah salah satu ilmu-ilmu kebumian tertua yang sangat terkait erat
dengan lingkungan fisik bumi, yaitu mulai dari masalah banjir Sungai Nil di Mesir kuno
(2000 tahun sebelum Masehi) sampai dengan masalah kini mengenai pemantauan
gerakan kerak bumi. Sejak beradab-adab lamanya, hubungan geodesi dengan survey dan
pemetaan sangat erat sekali, tetapi masih banyak orang yang belum mengetahui dasar dan
sifat ilmiahnya.
Pada saat ini, aspek penentuan posisi (surveying) berkembang ke arah Geomatika,
suatu terminologi ilmiah modern yang mengacu kepada pendekatan terpadu dari
pengukuran, analisis, pengelolaan, penyimpanan serta penyajian deskripsi dan lokasi dari
data yang berbasis muka bumi (umumnya disebut data spesial). Geomatika muncul dalam
konteks integrasi beberapa profesi atau disiplin yang berhubungan dengan geoinformasi
seperti informasi spasial (berhubungan dengan pengukuran dan pemetaan digital),
masalah-masalah kebumian dan kelautan berikut semua aspek yang terkait didalamnya
(penataan ruang, tata guna lahan, lingkungan, sosial ekonomi), serta komputer terapan.

Tujuan Pendidikan Jurusan Teknik Geodesi adalah menyiapka peserta didik untuk
menghasilkan lulusan yang mempunyai kualifikasi :
 Berwawasan ke masa depan yang mampu menangani masalah pada zamannya dengan
pengalaman dan keahlian paling mutahir, berfikir proaktif, bertindak antisipatif dan
bekerja koordinatif
 Mampu menerapkan prinsip-prinsip fundamental dalam merancang struktur
pekerjaan, memproses pekerjaan, serta menganalisis hasil pekerjaan dalam bidang
teknik Geodesi
 Mampu menerapkan teknik-teknik yang diperlukan di dalam menghasilkan data dan
informasi terkait dengan bidang Teknik Geodesi untuk perencanaan pembangunan
 Mampu bekerja dan memanfaatkan peralatan teknologi maju, sesuai dengan
perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi
 Mampu bekerja sama dalam menerapkan bidang Teknik Geodesi dengan bidang-
bidang keahlian lainnya; mampu mengembangkan diri untuk memasuki pendidikan
lanjutan (akademik atau profesional) di dalam dan luar negeri.

2. Sebutkan dan Jelaskan Jenis Data Geodetik


a. Datum horizontal adalah datum geodetik yang digunakan untuk pemetaan
horizontal. Dengan teknologi yang semakin maju, sekarang muncul
kecenderungan penggunaan datum horizontal geosentrik global sebagai
penggganti datum lokal atau regional.
b. Datum vertikal adalah bidang referensi untuk sistem tinggi ortometris. Datum
vertikal digunakan untuk merepresentasikan informasi ketinggian atau kedalaman.
Biasanya bidang referensi yang digunakan untuk sistem tinggi ortometris adalah
geoid.

Jenis datum geodetik menurut luas areanya:


a. Datum lokal adalah datum geodesi yang paling sesuai dengan bentuk geoid pada
daerah yang tidak terlalu luas. Contoh datum lokal di Indonesia antara lain: datum
Genoek, datum Monconglowe, DI 74 (Datum Indonesia 1974), dan DGN
95 (Datum Geodetik Indonesia 1995).
b. Datum regional adalah datum geodesi yang menggunakan ellipsoid referensi yang
bentuknya paling sesuai dengan bentuk permukaan geoid untuk area yang relatif
lebih luas dari datum lokal. Datum regional biasanya digunakan bersama oleh
negara yang berdekatan hingga negara yang terletak dalam satu benua. Contoh
datum regional antara lain: datum indian dan datum NAD (North-American
Datum) 1983 yang merupakan datum untuk negara-negara yang terletak di benua
Amerika bagian utara, Eurepean Datum 1989 digunakan oleh negara negara yang
terletak di benua eropa, dan Australian Geodetic Datum 1998 digunakan oleh
negara negara yang terletak di benua australia.
c. Datum global adalah datum geodesi yang menggunakan ellipsoid referensi yang
sesuai dengan bentuk geoid seluruh permukaaan bumi. Karena masalah
penggunaan datum yang berbeda pada negara yang berdekatan maupun karena
perkembangan teknologi penentuan posisi yang mengalami kemajuan pesat, maka
penggunaan datum mengarah pada datum global. Datum datum global yang
pertama adalah WGS 60, WGS66, WGS 72, awal tahun 1984 dimulai penggunaan
datum WGS 84, dan ITRF.

3. Apa yang dimaksud dengan Peta dan apa yang dimaksud dengan pemetaan.
Peta merupakan perangkat penting dalam pembelajaran geografi. Oleh karena itu,
pada kali ini sya akan menulis suatu tentang peta yang disajikan distribusi keruangan
dn objek geogarafi serta hubungannya. Bakan hal mudah menggambarkan objek
kaidah geografi juga sentuhan keindahan. Kaidah kartografi yang oerku
dipertimbangkan antara lain penggunaan proyeksi yang tepat, penggunaan komponen
peta, komposisi peta, hingga penyajian maupun simbolisasi data. Pada pembahasan
ini anda dapat mempelajari dasar-dasar atau perinsip-prinsip pembuatan peta yang
baik dan sesuai dengan kaidah kartografi.

Agar pembaca lebih memahami tentang pengertian peta. Berikut dikemukakan


pendapat beberapa ahli kartografi tentang defenisi peta yaitu:
a) Menurut R.M Soetardjo Soerjosoemamo
Peta adalah suatu lukisan kecil dengan tinta dari seluruh atau sebagian permukaan
bumi yang diperkecil dengan perbandingan ukuran yang disebut skala atau kedar.
b) Menurut Erwin Raisz
Peta adalah gambaran konvensional dari permukaan bumi yang diperkecil
sebagaimana ketampakan jika dilihat dari atas dengan ditambah tulisan-tulisan
sebagaimana tanda pengenal.
c) Menurut ICA (Internasional Cartographic Association)
Peta adalah suatu gambaran atau repesentasi unsur-unsur ketampakan-
ketampakan abstrak yang dipilih dari permukaan bumi yang ada kaitannya denga
permukaan bumi atau benda-benda angkasa. Pada umunya peta digunakan pada
suatu bidang datar dan diperkecil atau diskalakan.

Fungsi Peta Peta mempunyai fungsi diberbagai bidang, antara lain untuk
a. Mempunyai data tentang potensi suatu daerah.
b. Memperhatika atau menggambarkan bentuk-bentuk permukaan bumi
(misalnya bentuk benua, negara, atau gunung) sehingga dimensi dapat terlihat
dalam peta.
c. Memperhatikan ukuran, karena melalui peta dapat diukur luas daerah dan
jarak-jarak diatas permukaan bumi.
d. Menunjukan posisi atau lokasi relatof (letak suatu tempat dalam hubungannya
dengan tempat lain) dipermukaan bumi.
Jenis-Jenis Peta Berdasarkan pada jenisnya, peta dapat dibagi menjadi dua macam,
yaitu :
a) Peta foto adalah peta yang dihasilkan dari mozaik foto udara atau ortofoto
yang dilengkapi garis kortur, nama, dan legenda.
b) Peta garis adlah peta yang menyajikan detail alam dan buatan manusia dalam
bentuk titik, garis dan luasan.

Berdasarkan sumber data, peta dapat dikelompokkan ke dalam dua gologan peta,
yaitu :

a) Peta dasar (basic map) adalah peta yang dihasilkan dari survei langsung
dilapangan dan dilakukan secara sistematis. Untuk melakukan pemetaan secara
sistematis perlu adanya pembakuan dalam metode pemetaan, sistem datum,
sistem proyeksi peta, ukuran lembar peta, skala peta, tata letak informasi tepi,
derajat ketelitian dan kelengkapan isis, serta pembakuan dalam kerangka
geometris peta. Dengan kata lain peta dasar adalah peta yang dijadikan acuan
dalam pembuatan peta lainnya. Dengan induk dapat dipakai sebagai peta dasar
untuk pemetaan topograi.
b) Peta turunan (derived map) adalah peta yang dibuat (diturunkan) berdasarkan
acuan peta yang sudah ada, sehingga survei langsung ke lapangan tidak
diperlukan. Peta turunan ini tidak dapat dipakai sebagai peta dasar untuk
pemetaan topografi.

Berdasarkan jenis data yang disajikan, peta dapat digolongkan dalam dua kelompok
yaitu

a) Peta topogradi (topografi map) adalah peta yang menggambarkan semua


unsur peta topografi yang tampak dipermukaan bumi, unsur alam (seperti
sungai, garis pantai, danau, hutan, gunung dan lain-lain) maupun unsur buatan
manusia (seperti jalan, pemukiman, pelabuhan, pasar, tempat rekreasi dan
lain-lain) serta menggambarkan keadaan relief permukaan bumi. Dengan
demikian selain data ketinggian seperti data titik tinggi dan data kontur
topografi. Contoh peta topografi peta rupa bumi terbitan Bakosurtanal, peta
tehnik untuk perencanaan teknik sipil dan lain-lain.
b) Peta tematik (thematik map) adalah peta yang menyajika data-data atau
informasi dari konsep atau tema tertentu, berupa data kualitatuf dalam
hubungannya dengan detail topografi yang spasifik, terutama yang sesuai
dengan tema tersebut. Data kualitatif adalah data yang menyajikam unsur-
unsur topografi beupa gambar atau keterangan, seperti jalan, sungai,
perumahan, nama daerah dan sebagainya. Sedangkan data kuantitatif adalah
data yang menyajkan unsur-unsur topografi yang menyatakan besaran tertentu
seperti ketinggian titik, nilai kontur, jumlah penduduk, persentase pemeluk
agama tertentu dan sebagainya. Contoh peta geologi, peta tata guna lahan, dan
lain-lain

Berdasarkan skalanya, peta dapat dibagi menjadi lima macam yaitu:

a) Peta kadaster yaitu peta yag berskala 1:100 sampai dengan 1:5.000. peta
semacam ini terdapat di Departemen dalam negeri yang dipakai untuk
menggambarkan peta-peta tanah dan peta-peta dalam sertifikat tanah.
b) Peta skala besar yaitu peta yang berskala 1:5.000 sampai dengan 1:2500.000.
peta yang skalanya besar digunakan untuk menggambarkan wilayah-wilayah
yang relatif sempit, misalnya peta provensi istimewa Yogyakarta.
c) Peta skala sedang yaitu peta yang berskala 1: 250.000 sampai denan 1:
500.000. peta berskala ini digunkan untuk menggambarkan daerah-daerah
yang agak luas, misalnya peta regional Jawa Tengah.
d) Peta skala kecil yaitu peta yang berskala 1 : 500.000 sampai dengan 1 :
1.000.000 peta yang skalanya seperti ini dipergunakan untuk meggambarkan
daerah-daerah yang cukup luas biasanya berupa negara, misalnya peta
Republik Indonesia tahun 2000.
e) Peta skala geografis yaitu peta yang skalanya lebih kecil dari 1 : 1.000.000
peta semacam ini biasanya dipergunakan untuk menggambarkan kelompok
negara, benua, atau dunia.

Berdasarkan isinya, peta dibagi menjadi dua macam, yaitu:

Peta umum adalah peta daerah tertentu yang memberikan gambaran umum atau
ketampakan yang bersifat umum pada suatu daerah tertentu. Peta umum terdiri atas 3
macam yaitu:
a) Peta dunia adalah peta umum yang berskala kecil. Peta ini menggambarkaan
seluruh dunia dalam satu peta. Oleh sebab itu ketampaka yang tergambar
sangat global. Sehingga yang tergambar hanya yang penting-penting saja.
b) Peta chorografi adalah peta umum yang berskala sedang. Berisikan
ketampakan yang bersifat umum dan global dalam daerah yang luas.
c) Peta topografi adalah peta umum yang berskala besar (biasanya 1 : 50.000)
karena skalanya besar, daerah yang dipetakan (untuj tiap-tiap lebar peta)
sempit, sedangkan ketampakan yang tergambar sangat detail.
Peta khusus atau peta thematik adalah peta yang berskala besar yang menggambarka
ketampakan yang bersifat khusus yeng terdapat didaerah tertentu. Adapun jenais peta
khusus antara lain:

a) Peta tanah g) Peta lokasi


b) Peta penggunaan lahan h) Peta geologi
c) Peta arkeologi i) Peta isohyet
d) Peta transportasi j) Peta kepadatan penduduk
e) Peta irigasi k) Peta kriminalitas
f) Peta air tanah

Berdasarkan objek yang dipetakan, peta dibagi menjadi 2 macam, yaitu

a. Peta dinamis adalah peta yang isinya menggambarkan keadaan yang


dinamis atau cepat berubah. Misalnya, peta transmigrasi.
b. Peta statis atau stasioner adalah peta yang menggambarkan keadaan
yang relatif tetap atau jarang berubah. Misalnya peta jenis tanah.

Berdasarkan bentunya, peta dibagi mnjadi 3 macam, yaitu:

a. Peta timbul (peta relief) yaitu peta yang dibuat berdasarkan bentuk
permukaan bumi yang sebenarnya.
b. Peta datar (peta biasa) yaitu peta yang dibuat pada suatu bidang datar
misalnya pada kertas.
c. Peta digital yaitu peta yang pengolahan, serta penayangan dengan
bnatuan piranti keras maupun lunak berupa komputer.

4. Metode Pemetaan terdiri dari 3 metode yaitu : Metode Terestris, Fotogrametris,


dan metode Inderaja (Remote Sensing), Jelaskan ketiga metode tersebut.
a. Metode Terstris
Pengukuran terestris merupakan salah satu metode pemetaan untuk
menggambarkan permukaan bumi. Metode pemetaan secara terestris
dilakukan berdasarkan pengukuran dan pengamatan yang seluruh kegiatannya
dilakukan diatas permukaan bumi secara langsung.
b. Fotogrametris
Fotogrametri atau aerial surveying adalah teknik pemetaan melalui foto udara.
Hasil pemetaan secara fotogrametrik berupa peta foto dan tidak dapat
langsung dijadikan dasar atau lampiran penerbitan peta. Pemetaan secara
fotogrametrik tidak dapat lepas dari referensi pengukuran secara terestris,
mulai dari penetapan ground controls (titik dasar kontrol) hingga kepada
pengukuran batas tanah. Batas-batas tanah yang diidentifikasi pada peta foto
harus diukur di lapangan.
c. Metode Inderaja (Remot Sesing).
Penginderaan jauh (atau disingkat inderaja) adalah pengukuran atau akuisisi
data dari sebuah objek atau fenomena oleh sebuah alat yang tidak secara fisik
melakukan kontak dengan objek tersebut atau pengukuran atau akuisisi data
dari sebuah objek atau fenomena oleh sebuah alat dari jarak jauh, (misalnya
dari pesawat, pesawat luar angkasa, satelit, kapal atau alat lain. (Wikipedia,
2013) Contoh dari penginderaan jauh antara lain satelit pengamatan bumi,
satelit cuaca, memonitor janin dengan ultrasonik dan wahana luar angkasa
yang memantau planet dari orbit.

5. Untuk apa penskalaan pada peta


Skala pada peta adalah rasio antara jarak pada peta dengan jarak sebenarnya di
atas permukaan Bumi. Meskipun ini benar untuk peta skala besar tepat, itu tidak benar
untuk proyeksi peta permukaan lengkung Bumi.
Skala pada peta merujuk kepada rasio unit pada peta atau atlas yang bersamaan
dengan jarak sebenarnya. Skala peta dapat dibedakan menjadi empat jenis; rasio terkecil,
pecahan, kata, atau grafik. Skala yang ditulis dalam perkataan merupakan skala leksikal.
Peta kadangkala disebut mempunyai skala besar atau skala kecil. Skala besar mengacu
pada rasio yang digunakan untuk jarak atau luas yang kecil, sehingga objek terlihat lebih
besar. Sebaliknya, skala kecil pula digunakan untuk mengacu pada rasio yang digunakan
untuk area yang luas.
6. Sebutkan jenis penskalaan dalam pemetaan yang sering dipakai di Indonesia
Badan Koordinasi Survei dan Pemetaan Nasional (Bakosurtanal) meluncurkan
portal pemetaan terlengkap di Indonesia. Peta ini bisa dimanfaatkan oleh masyarakat
untuk menggerakkan perekonomian hingga mengatasi bencana. Geoportal ini berisi
informasi pemetaan yang sebelumnya tersebar di berbagai instansi pemerintah di
Indonesia. Sebelum Geoportal diluncurkan, tak ada wadah yang bisa menampung
informasi pemetaan ini, sehingga data itu tersebar ke dalam pulau-pulau informasi.
Deputi Bidang Infrastruktur Data Bakosurtanal Yusuf Surachman melihat fungsi
lain Geoportal. Informasi demografis lengkap dari layanan ini bisa dipakai untuk
kepentingan darurat, misalnya bencana. Indonesia yang sering terkena bencana kini
memiliki pedoman pemetaan dalam menghadapi bencana.

7. Sebutkan dan jelaskan jenis-jenis peta (berdasar isi, tujuan, dan skala).
Peta umum, yakni peta yang menggambarkan ketampakan bumi, baik fenomena alam
atau budaya. Peta umum dibagi menjadi 3 jenis, yaitu:
a) Peta topografi, yaitu peta yang menggambarkan permukaan bumi lengkap dengan
reliefnya. Penggambaran relief permukaan bumi ke dalam peta digambar dalam
bentuk garis kontur. Garis kontur adalah garis pada peta yang menghubungkan
tempat-tempat yang mempunyai ketinggian yang sama.
b) Peta korografi, yaitu peta yang menggambarkan seluruh atau sebagian permukaan
bumi yang bersifat umum, dan biasanya berskala sedang. Contoh peta korografi
adalah atlas.
c) Peta dunia atau geografi, yaitu peta umum yang berskala sangat kecil dengan
cakupan wilayah yang sangat luas.

erupa Suatu Daerah / Wilayah

a) Peta khusus (peta tematik), yaitu peta yang menggambarkan informasi dengan tema
tertentu/khusus. Misalnya, peta politik, peta geologi, peta penggunaan lahan, peta
persebaran objek wisata, peta kepadatan penduduk, dan sebagainya.
Peta berdasarkan sumbernya (data)

a) Peta turunan (derived map) yaitu peta yang dibuat berdasarkan pada acuan peta
yang sudah ada, sehingga tidak memerlukan survei langsung ke lapangan.

b) Peta induk yaitu peta yang dihasilkan dari survei langsung di lapangan.

Peta berdasarkan bentuk/simetrisnya

a) Peta datar atau peta dua dimensi, atau peta biasa, atau peta planimetri yaitu peta
yang berbentuk datar dan pembuatannya pada bidang datar seperti kain. Peta ini
digambarkan menggunakan perbedaan warna atau simbol dan lainnya.
b) Peta timbul atau peta tiga dimensi atau peta stereometri, yaitu peta yang dibuat
hampir sama dan bahkan sama dengan keadaan sebenarnya di muka bumi.
Pembuatan peta timbul dengan menggunakan bayangan 3 dimensi sehingga
bentuk–bentuk muka bumi tampak seperti aslinya.
c) Peta digital, merupakan peta hasil pengolahan data digital yang tersimpan
dalam komputer. Peta ini dapat disimpan dalam disket atau CD-ROM. Contoh:
citra satelit, foto udara.
d) Peta garis, yaitu peta yang menyajikan data alam dan ketampakan buatan manusia
dalam bentuk titik, garis, dan luasan.
e) Peta foto, yaitu peta yang dihasilkan dari mozaik foto udara yang dilengkapi
dengan garis kontur, nama, dan legenda.

Peta berdasarkan tingkat skalanya/kedetailannya

a) Peta skala kadaster/teknik adalah peta yang berskala 1 : 100 - 1 : 5.000[2][3][4]


b) Peta skala besar adalah peta yang berskala 1 : 5.000 - 1 : 250.000
c) Peta skala sedang adalah peta yang berskala 1 : 250.000 - 1 : 500.000
d) Peta skala kecil adalah peta yang berskala 1 : 500.000 - 1 : 1.000.000
8. Sebutkan dan jelaskan komponen-komponen/kelengkapan peta.
Kelengkapan peta berguna untuk mempermudah membaca peta. Kelengkapan peta,
antara lain sebagai berikut:

a) Judul peta ditulis di bagian atas peta. Pada umumnya ditulis dengan huruf besar.
Judul peta berfungsi memberikan kejelasan isi peta.
b) Skala adalah perbandingan jarak pada peta dengan keadaan sebenarnya. Misalnya,
peta Kalimantan memiliki skala 1:100.000. Artinya, 1 cm di peta sama dengan
100,000 cm keadaan sebenarnya. Ada dua macam jenis skala, yaitu skala angka
dan skala garis.
c) Simbol. Simbol peta adalah bentuk atau tanda. Melambangkan penjelasan tertentu
pada peta. Simbol digunakan untuk mewakili objek tertentu. Simbol dalam peta
dapat berbentuk simbol titik, garis, dan warna.

Simbol warna, contohnya:


a. Hijau menggambarkan dataran rendah
b. Kuning menggambarkan dataran tinggi
c. Coklat menggambarkan pegunungan/gunung
d. Putih menggambarkan puncak salju
e. Biru menggambarkan perairan.

d) Keterangan/legenda. Keterangan/legenda adalah kumpulan beberapa simbol yang


digunakan pada peta. Keterangan/legenda berada pada bagian yang kosong.
Legenda harus dipahami oleh pembaca peta. Dengan demikian, pembaca
mengetahui tujuan pembuatan peta.
e) Arah mata angin. Arah mata angin merupakan petunjuk arah pada peta. Arah mata
angin berguna untuk mempermudah membaca peta, Arah mata angin ada delapan,
antara lain utara (U), timur laut (TL), timur (T), tenggara (TG), selatan(S), barat
daya (BD), barat (B), dan barat laut (BL). Pada peta, arah utara selalu berada di
atas. Sementara itu, arah selatan berada di bawah.

e) Indeks. Indeks adalah daftar nama pada atlas. Daftar nama pada indeks disusun
berdasarkan abjad. Fungsi indeks memberi keterangan halaman, kode tempat dan
nama. Contoh, Pemalang, 40 P4, Artinya, kota Pemalang berada di halaman 40,
kode P menunjukkan kolom P. Adapun kode 4 menunjukkan lajur 4.
f) Garis tepi peta. Garis tepi peta adalah batas-batas pinggir gambar peta, Fungsi
garis tepi untuk menulis angka-angka derajat astronomis.
g) Garis astronomis. Garis-garis yang tegak disebut garis bujur. Sementara yang
garis-garis yang mendatar disebut garis lintang. Garis astronomis berguna untuk
menentukan letak suatu tempat atau wilayah. Misalnya, letak Provinsi DKI
Jakarta itu di antara 106°22′ sampai 106°58’ Bujur Timur (BT) dan 5°19′ sampai
6°24″Lintang Selatan (LS).